31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 5567

9 Imigran Gelap Myanmar Kabur dari Aceh

SURYA/SUMUT POS BAHASA ISYARAT: Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Pasaribu menggunakan bahasa isyarat dibantu handphonenya untuk berbicara dengan pengungsi, Rabu (13/2).
SURYA/SUMUT POS
BAHASA ISYARAT: Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Pasaribu menggunakan bahasa isyarat dibantu handphonenya untuk berbicara dengan pengungsi, Rabu (13/2).

Sebanyak 9 pengungsi etnis Rohingya Myanmar tersesat di Kabupaten Sergai. Mereka terlihat bingung dan tidak tahu akan kemana.

ERWIN Syahyar Lumban Tobing (46) adalah orang yang pertama kali menemukan para imigran gelap itu.

Saat itu, Erwin heran. Ia melihat gerombolan orang asing berkulit hitam berdiri di depan warung kopi miliknya di Dusun XVI, Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Rabu (13/2).

Curiga, lalu Erwin memanggil Julianto (54) untuk bersama-sama menanyakan asal usul mereka. Namun, tidak ada jawaban darinya.

Oleh warga, kesembilan Warga Negara Asing (WNA) itu dikumpulkan di warung milik Erwin. Salah satu dari mereka mengatakan, bahwa mereka berasal dari Myanmar.

Setelah mendengar ucapan dari WNA asal Myanmar tersebut, Erwin melaporkan kepada Kepala Desa Sei Bamban. Oleh Kepala Desa, temuan ini langsung diteruskan ke Polsek Firdaus.

Kemudian, personel Polsek Firdaus bersama Sat IntelKam Polres Sergai menuju ke lokasi. Oleh petugas, para imigran digelandang ke Mapolres Sergai guna didata di Sat Intelkam Polres Sergai.

Dari hasil pendataan diketahui, 3 WNA memiliki kartu identitas dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan 2 unit handphone.

Kepada petugas, para WNA mengaku kabur dari Aceh menuju Medan dan tersesat di Sergai.

“Mereka ini pengungsi etnis Rohingya yang berasal dari Aceh,” ujar Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu SSos, SIK, MH, Rabu (13/2).

Kesembilan WNA Myanmar itu masing-masing, Roshid Ahmad (28), Mohamad Solim (27), Mohamad Idris (24), Abdul Mabud (16), Nur Islam (15), Mohamad Ayas (15), Mohamad Salim (15), Mohamad Taker (17) dan Habes Mohamad Ismail (18).

Kapolres Sergai mengatakan, semua imigran tidak ada yang mengerti bahasa Inggris dan Indonesia.

“Jadi sempat bingung kita dibuat mereka apa tujuannya datang kesini. Kemudian kita kordinasi dengan Pemkab Sergai melalui Kesbangpol untuk mengantar mereka ke Rudenim yang ada di Belawan,” kata AKBP Juliarman.

Setelah didata, kesembilan Imigran Rohingya asal Myanmar ini diantarkan ke Rudenim yang berada di Belawan mengunakan bus milik Pemkab Sergai.

Sebelumnya, petugas membuat berita acara serah terima orang asing yang diserahkan Sat Intelkam Polres Sergai kepada Pemkab Sergai melalui Kesbangpol.

Dokumen diterima oleh Kaban Kesbangpol Sergai, Drs H Purba Siregar MSi.(sur/ala)

Signal GPS Ungkap Penggelapan Mobil Rental

SOLIDEO/SUMUT POS MENAHAN PENGAP: Endy Ginting terpaksa menahan pengap sel tahanan Mapolsek Berastagi karena menggelapkan mobil.
SOLIDEO/SUMUT POS
MENAHAN PENGAP: Endy Ginting terpaksa menahan pengap sel tahanan Mapolsek Berastagi karena menggelapkan mobil.

KARO, SUMUTPOS.CO – Personel Reskrim Polsekta Berastagi mengamankan seorang tersangka penggelapan mobil rental. Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti dari dua lokasi berbeda, Sabtu (11/2) siang.

Kapolsekta Berastagi, Kanit Reskrim Polsek Berastagi, Iptu J Munthe yang dikonfirmasi mengatakan, tersangka bernama Endi Ginting (30) warga Desa Dolat Rakyat, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo.

Tersangka dibekuk anggotanya saat berada di salah satu kedai kopi. Tepatnya di Desa Tongkoh, Berastagi.

“Tertangkapnya Edi Ginting berawal, saat Global Positioning System (GPS) yang menyala pada mobil Avanza BK 1105 GT melintas di Jalan Veteran Berastagi, tepatnya di Tugu Kol dengan tujuan Kabanjahe,” ucap Iptu J Munthe, Selasa (12/2) malam.

“Setelah merasa yakin akan signal GPS tersebut, anggota mengehentikan laju mobil yang dikendari seorang pria berprofesi agen telur itu,” sambungnya.

Kepada polisi, agen telur asal Deliserdang itu mengaku mendapatkan mobil gadaian tersebut dari tersangka Endi Ginting.

Tersangka Endi Ginting menerima uang Rp20 juta dan berjanji akan melunasi secepatnya.

“Atas keterangan agen telur itu, pihak nya berhasil mengejar Endi Ginting dan berhasil meringkusnya tanpa perlawanan saat berada di salah satu kedia kopi, Desa Tongkoh,” terang Munthe.

Sebelumnya, jajaran Polsekta Berastagi mendapat laporan dari korban, Muhammad Saleh (32) warga Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi.

Korban melaporkan mobil nya sudah tidak kembali sesuai dengan perjanjian rental mobil. Laporan korban diterima dengan nomor: LP/87/II/2019/SU/RES T.KARO/SEKTA BERASTAGI.

Dalam laprannya, korban mengaku, Kamis (27/12/2018) sekira pukul 19.00 WIB, Samsul menelpon dirinya.

Samsul mengatakan akan ada yang menyewa mobil rentalnya. Keesokan harinya, korban bersama Samsul mengantar mobil tersebut ke rumah Janwar Sipahutar, selaku perental mobil.

Janwar Sipahutar merental mobil tersebut guna dipakai pihak keluarganya, dengan perjanjian akan kembalikan pada Rabu (2/1).

“Saat hari ditunggu telah tiba, Janwar Sipahutar mengatakan, kalau mobil tersebut selama ini digunakan oleh tersangka Endy Giting dan mobil sudah digadaikan kepada salah satu warga di daerah Sibolangit,” ucapnya kepada petugas.

Sementara tersangka Endi Ginting mengakui perbuatannya pada petugas. Dia mengaku nekat karena terdesak ekonomi.(deo/ala)

58 Gram Sabu Gagal Edar di Dalam Lapas

tEDDY/SUMUT POS APIT: Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian (kanan) didampingi Mariati petugas KPLP (kiri) mengapit pengunjung Mardiana (tengah) yang kedapatan bawa sabu 12 paket.
tEDDY/SUMUT POS
APIT: Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian (kanan) didampingi Mariati petugas KPLP (kiri) mengapit pengunjung Mardiana (tengah) yang kedapatan bawa sabu 12 paket.

Kesigapan dua Sipir Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Binjai, Mariati dan Jeta Sitepu patut diacungi jempol. Pasalnya, mereka berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu sebanyak 12 paket dengan berat kotor 58,52 gram.

Kristal putih itu dibawa Mardiana (31) warga Jalan Sei Lepan, Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan, Rabu (13/2) pukul 10.30 WIB. Sabu dikemas dalam 1 bungkus kopi kemasan serbuk.

“Pengunjung ke dalam Lapas Binjai membawa 1 bungkus sayur dan 1 sachet Top Coffee. Salah satu petugas yang melakukan pemeriksaan dengan teliti terhadap barang bawaan pengunjung merasa curiga dengan bungkusan sachet Top Coffee,” ujar Kepala Lapas (Kalapas) Klas II A Binjai, Maju Amintas Siburian.

Petugas curiga karena isi dari bungkusan tersebut terasa keras saat dipegang. Mariati bertanya secara detil terhadap Mardiana untuk memperjelas isi di dalam sachet tersebut.

“Tetapi pengunjung ini mengelak untuk menjawab dari pertanyaan petugas, sehingga semakin menambah kecurigaan petugas. Petugas kemudian membuka bungkusan tersebut di hadapan pengunjung dan petugas lainnya, termasuk di hadapan anggota Polri yang ditugaskan di Lapas,” ujar dia.

Ketika dibuka, ditemukan sabu-sabu. Kalapas mencurigai Mardiana merupakan anggota jaringan pengedar narkotika ke lingkungan Lapas.

Apalagi, pelaku mengaku rencananya sabu ini akan diberikan kepada suaminya yang diduga untuk diedarkan.

“Meski demikian, kita tidak dapat berspekulasi lebih jauh. Proses penyelidikan ini sepenuhnya dalam kewenangan kepolisian,” kata dia.

Sementara, Mardiana yang diwawancarai wartawan hanya dapat menangis. Setelah dibujuk, Mardiana akhirnya buka suara.

Mardiana mengaku mendapat titipan sachet kopi tersebut dari Maya untuk diserahkan kepada Reza, bandar narkotika yang kini berstatus narapidana (Napi) di Lapas Binjai.

Dari Maya, Mardiana mendapat uang Rp100 ribu untuk ongkos becak. “Tapi saya enggak tahu kalau isinya begituan (sabu). Soalnya dia (Maya) cuma minta tolong titipin itu ke suaminya,” ujar dia.

Sementara, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Binjai, Immanuel Ginting menyatakan, Bambang (suami Mardiana) dan Reza (suami Maya) sudah dibawa ke Polres Binjai guna dimintai keterangan oleh penyidik kepolisian. Bambang dan Reza berstatus napi kasus narkotika.

Jadi yang diserahkan oleh Lapas ke Polres Binjai ada 3 orang. Dua orang napi dan seorang pengunjung. Ditanya Reza merupakan bandar narkotika, Immanuel hanya tertawa kecil.

“Kita enggak bisa mengatakan seperti itu (bandar),” ujar dia.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting membenarkan bahwa Mardiana sudah diserahkan Lapas guna diproses lebih lanjut.

“Kami akan melakukan lidik asal narkotika sampai ke tingkat atasnya atau pengembangan. Kemudian rencana tindak lanjut lainnya melakukan cek barang bukti ke Labfor,” pungkas Siswanto.(ted/ala)

Terpental, Pengendara Motor Digilas Truk

.
.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Ahmad Citra (36) tewas seketika. Warga Jalan Pala, Lingkungan III, Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi itu menghantam beram jalan. Terpental, kepalanya digilas truk yang melintas.

Peristiwa terjadi di Jalinsum Tebingtinggi Medan KM 73-74. Tepatnya di Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (13/2) sore.

Korban tewas mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Mio BK 6937 MAF. Sedangkan pengemudi truk diketahui bernama Anton Sujarwo (36) warga Desa Timbang Deli, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang.

Kanit Laka Polres Deliserdang, Aiptu K Napitupulu membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, saat itu korban datang dari arah Medan menuju Tebingtinggi.

Saat melintas di lokasi kejadian, korban mendahului truk Hino BK 9286 CS yang berada satu arah dari selah kiri.

Tiba-tiba, korban menabrak beram jalan dan terjatuh. Tubuhnya terpental ke ban truk tersebut.

Alhasil, kepala korban digilas truk dan tewas seketika. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Chevani, Jalan Prof HM Yamin Kota Tebingtinggi.

“Barang bukti satu unit mobil dump truck Hino BK 9286 CS dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio BK 6937 MAF sudah diamankan di Mako Unit Laka Lantas Polres Tebingtinggi,” tegasnya. (ian/ala)

Iseng Cetak Upal, Sopir Taksi Dibui

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keisengan SPK (41), mengantarnya ke penjara. Pasalnya, warga Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh itu mencetak uang palsu (upal) dari printer yang baru dibelinya.

Tersangka diringkus di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (9/2).

Dari tangan pria yang bekerja sebagai sopir taksi itu, polisi menyita upal pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu. Jumlahnya tak banyak. Hanya beberapa lembar saja dari setiap pecahan.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Yasir Ahmadi menjelaskan, penangkapan SPK berawal dari informasi masyarakat. Petugas langsung melakuan penyelidikan dengan menemui tersangka.

Di dalam mobilnya ditemukan 2 lembar uang Rp100 ribu dan 2 lembar uang Rp50 ribu yang diduga palsu.

“Setelah pelaku ditanyai, dia mengaku uang palsu itu dicetaknya sendiri. Dia mencetaknya di rumah orang tuanya,” ujar Yasir, Rabu (13/2).

Polisi lantas membawa SPK ke rumah orang tuanya di Jalan Teuku Amir Hamzah, Gang Makmur, Kecamatan Binjai, Langkat. Di sana, petugas kembali menemukan sejumlah upal.

Total upal yang disita sebanyak 16 lembar. Yakni, 3 lembar pecahan Rp100 ribu, 11 lembar pecahan Rp 50 ribu, dan 2 lembar pecahan Rp 20 ribu.

Selain itu, polisi turut mengamankan 1 unit printer yang digunakan pelaku untuk mencetak upal.

Saat diinterogasi, pelaku mengaku mencetak upal karena iseng. Hal itu dilakukannya untuk menunjukkan kepada sesama teman sopir travelnya bahwa bisa membuat upal.

Printer yang digunakannya juga terbilang baru. Dia membeli printer di Kota Binjai untuk dibawa ke Aceh Singkil.

“Karena tidak ada kegiatan, pelaku mengaku iseng mencoba hasil foto copy printer itu dengan membuat sejumlah uang palsu,” tandasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 26 Juncto Pasal 36 Ayat (1) dan (2) UU RI No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Ancamannya hukuman penjara di atas lima tahun.(dvs/ala)

Dua Kurir Sabu Jaringan Internasional Diadili, Barang Bukti 53 Kg dari Malaysia

AGUSMAN/SUMUT POS SIDANG PERDANA: Junaidi Siagian alias Edi dan Elpi Darius terdakwa kurir sabu jaringan internasional, menjalani sidang perdana, Rabu (13/2).
AGUSMAN/SUMUT POS
SIDANG PERDANA: Junaidi Siagian alias Edi dan Elpi Darius terdakwa kurir sabu jaringan internasional, menjalani sidang perdana, Rabu (13/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Junaidi Siagian alias Edi (37) dan Elpi Darius (49), terdakwa sindikat narkotika jaringan internasional menjalani sidang perdana di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (13/2). Keduanya didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina, lantaran menjadi kurir sabu seberat 53 Kg.

Dakwaan dibacakan di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Morgan Simanjuntak. Dalam disebut, terungkapnya kasus ini berawal pada Oktober 2018 lalu di Jalan Brigjen Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor.

“Sebelumnya pada 29 September 2018, seorang pria warga negara Malaysia dipanggil Bang menelpon Junaidi dan menyuruhnya menyewa kapal boat untuk menjemput narkotika jenis sabu sebanyak 50 bungkus ke Portklang, Malaysia,” ucap Shafrina.

Junaidi kemudian dijanjikan mendapat upah sebesar Rp50 juta. Setelah itu, Junaidi kembali disuruh untuk menelpon Darwin yang merupakan tekong kapal boat (belum tertangkap).

Selanjutnya, Junaidi menyewa kapal boat warga Tanjungbalai bernama Mak Feri sebesar Rp25 juta. Uang sewa kemudian ditransfer oleh orang Malaysia tersebut ke rekening temannya bernama Febri (belum tertangkap).

Lalu Junaidi mengambil uang pada Febri. Kemudian, Junaidi menelpon Darwin dan memberitahu kalau sudah dapat sewa kapal boat di Tanjungbalai.

“Pada tanggal 30 September 2018 pukul 15.21 WIB, terdakwa Elpi Darius menelepon Darwin. Kemudian sekira pukul 20.00 WIB, Darwin datang ke Tanjungbalai mengambil kapal boat langsung berangkat ke Portklang, Malaysia untuk menjemput sabu tersebut,” beber Shafrina.

Masih dalam dakwaan, pada 3 Oktober 2018 sekira pukul 09.00 WIB, Darwin menelpon Junaidi memberitahu kalau kapal boatnya rusak. Sehingga sabu tersebut terpaksa diturunkan di Tanjung Sarang Elang, Labuhanbatu. Darwin kemudian menyuruh Junaidi untuk mengambilnya disana.

“Febri kemudian menelpon Junaidi agar menemuinya di rumahnya. Lalu Febri menyerahkan kunci mobil Honda CRV BK 630 DZ, uang sebesar Rp5 juta dan 1 unit HP Nokia warna biru. Febri mengatakan, agar sabu itu dijemput menggunakan mobil dan apabila ada yang menelpon ke HP Nokia warna biru tersebut angkat saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, sabu itu rencananya untuk diantarkan kepada pemesan di Medan. Kemudian Junaidi menelpon Elpi Darius untuk menemuinya dan menyuruh Elpi Darius mencari sopir.

Tak lupa, Junaidi memberikan kunci mobil dan uang sejumlah Rp300 ribu untuk isi bensin. Terdakwa Elpi Darius lalu mendatangi Syahrial (penuntutan terpisah) dan menyerahkan kunci mobil.

Junaidi kemudian dijemput keduanya dan langsung berangkat untuk menjemput sabu tersebut. Setelah sabu yang disimpan ke dalam 6 jerigen itu dimasukkan ke mobil, lalu Elpi Darius, Junaidi dan Syahrial berangkat ke Medan dengan jalur Rantau Prapat-Berastagi.

“Di perjalanan, HP Nokia warna biru yang dipegang Junaidi berdering. Yang menelpon bernama Zainal Abidin alias Zainal (penuntutan terpisah). Zainal mengatakan di Medan yang menerima sabu itu nanti bernama Bahlia Husen alias Iwan (penuntutan terpisah),” katanya.

Naas, saat melintas di kawasan Pancurbatu, mobil yang dikendarai para sindikat narkoba jaringan internasional ini diikuti petugas BNN. Petugas BNN sudah mengetahui akan terjadi transaksi narkoba yang dilakukan mereka.

Kejar-kejaran pun terjadi. Hingga akhirnya, mobil terdakwa berhasil dihentikan di Jalan Brigjen Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. (man/ala)

Gelar Rakernis Kemenagsu, Prof Nur Kholis Sampaikan Tiga Program Besar Kemenag

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof Dr HM Nur Kholis Setiawan MA menyebut tiga program besar tahun ini. Hal itu di sampaikannya, saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) pejabat struktural dan fungsional Kemenag Sumut, di Aula Jabal Nur Asrama Haji Medan, Rabu (13/2).

Program tersebut di antaranya, moderasi beragama, kebersamaan umat dan integrasi data. Moderasi beragama perlu di wejahwantakan kepada seluruh jajaran kementerian agama. Dalam Pemilu 17 April mendatang, diharapkan menjadi pemilu damai tanpa keributan antar pendukung. “Maka jaga program kebersamaan ummat. Untuk integrasi data, betul betul disatukan sehingga mudah dalam pelaksanaan program,” ujarnya di hadapan ratusan ASN Kemenagsu.

Nur Kholis yang menjadi nara sumber dalam diskusi dengan tema ‘Moderasi Beragama dan Kebersamaan Umat’ menyampaikan, bahwa di Indonesia ada dikenal dengan aliran kiri dan aliran kanan. Dimana dalam aliran kiri itu menganut faham liberalisme yang memandang semua agama adalah sama.

Sedangkan aliran kanan disebutnya, menganut faham radikalisme yang memandang agama yang diyakininya adalah yang paling benar, sedangkan agama lain adalah salah. “Nah Moderasi Beragama berada di tengahnya. Kita meyakini agama kita secara absolut tanpa menyalahkan keyakinan atau agama orang lain,” terangnya.

Karenanya, ia mengatakan, jangan salah memaknai Moderasi Beragama karena jika salah maka bisa menimbulkan arti tentang keberadaan agama itu sendiri.

“Moderasi beragama itu adalah meyakini secara absolut ajaran agama yang kita yakini dan memberikan ruang terhadap agama yang diyakini oleh orang lain,” urainya.

Menurutnya, jika aliran kanan dan aliran kiri dibiarkan maka ini akan mengancam kehidupan umat beragama yang ada di negara kita saat ini. “Makanya kita harus memahami dan menyampaikan tentang Moderasi Beragama itu di tengah tengah kehidupan umat beragama,” harap Nur Kholis.

Sementara, Kakanwil Kemenag Iwan Zulhami mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan tindaklanjut program strategis Kemenag dalam Rakernis Kemenag pusat.”Dalam NKRI perlu penguatan dan mengawal pemilu yang damai, antisipasi melalui pencegahan dengan serius secara bersama,” tandasnya. Kegiatan tersebut juga menghadirkan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dan Sekretaris MUI Sumut Dr Adiansyah LC MA, sebagai narasumber. Dalam acara itu, dilaksanakan deklarasi dukung Pemilu damai dan tolak hoaks oleh ASN Kemenag. (man/ila)

Rencana Gubsu Pindahkan Merdeka Walk Ditolak, Gubsu: Masa Dia Nolak?

sutan siregar/sumut pos
sutan siregar/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mempertanyakan alasan Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman yang menolak usulan pemindahan pedagang kuliner Merdeka Walk, di seputaran Lapangan Merdeka Medann

“Kenapa dia (Sekda) bisa menolak? Apa alasannya? Ada-ada saja jawabannya,” kata Edy kepada Sumut Pos, usai Salat Zuhur di Masjid Agung Medan, Rabu (13/2).

Wiriya Alrahman sebelumnya menyatakan, Pemko Medan masih terikat kontrak dengan tenant-tenant Merdeka Walk makanya hingga kini usulan pemindahan pelaku usaha kuliner di sana tidak dapat dilakukan.

“Masa gara-gara itu (terikat perjanjian, Red), dia bilang menolak. Gak ada itu. Bilang sama dia, kalau menolak nanti saya yang tolak dia. Kamu (wartawan) harus dukung rencana saya. Bukan dilaga-laga aku sama Pemko ya. Kalian wartawan mau kan dukung saya?” ujar Gubsu berseloroh.

Keluarnya statemen Gubsu atas wacana ini, ternyata berkat dukungan Kelompok Masyarakat Sipil (KMS) Lapangan Merdeka Kota Medan. Menurut salah seorang partisipan yang mendukung gerakan KMS, Isnen Fitri, pihaknya beberapa waktu lalu sudah mengajukan surat audiensi ke Sekdaprovsu untuk menyampaikan ide dan gagasan tersebut. Oleh Gubsu lantas direspon positif, dan mengundang KMS untuk bertemu.

“Jadi memang antara kawan-kawan dan Gubsu satu persepsi tentang ini. Sebenarnya ini bermula dari sikap Pemko Medan yang bergeming terhadap gagasan kawan-kawan di KMS, yang sudah lama ingin audiensi tapi tak pernah diakomodir,” katanya.

Pihaknya juga sangat mendorong agar Gubsu bisa segera bertindak, mengingat Pemko sangat dingin menyikapi gagasan mereka. Pasalnya, selain sebagai ruang terbuka nonpenghijauan, Lapangan Merdeka termasuk dalam salah satu cagar budaya yang mesti dilindungi.

“Pastinya kami mendukung biar Gubsu yang bertindak kalau Pemko tak mau melakukannya. Kami berjuang sudah empat tahun untuk memerdekakan Lapangan Merdeka, yang kita ketahui keberadaannya sebagai salah satu cagar budaya di Kota Medan dan Sumut pada umumnya,” kata wanita yang juga Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Kota Medan.

Ia menambahkan, sebenarnya banyak solusi terbaik guna mengakomodasi kepentingan bisnis yang berpusat di Lapangan Merdeka Medan, dimana tetap tidak mengesampingkan kelestarian satu kawasan cagar budaya.

“Jangan seperti solusi sekarang ini yang terkesan menghilangkan fungsi-fungsi yang sudah tertata dan sudah dituliskan pada peraturan yang ada. Medan menurut kami sudah kehilangan identitas dengan keberadaan tempat usaha di kawasan Lapangan Merdeka, dan inilah maksud kami yang ingin mengembalikan fungsinya,” katanya.

Pusat Bisnis Bisa Dibangun di Bawah Tanah

Ketua Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan mengatakan, penutupan Merdeka Walk yang saat ini menjadi pusat kuliner Kota Medan harus berdasarkan kebijakan Wali Kota Medan. Sebab, lahan itu merupakan otonomi daerah Kota Medan.

Lagi pula, MoU Pemko Medan bersama pihak swasta masih panjang. Namun jika mengembalikan fungsinya sebagai RTH, Boydo mendukung dan menyarankan agar ditata ulang dan harus mengutamakan penghijauan. “Kafe segala macam itu enggak masalah, itu menguntungkan kita tapi penataannya perlu,” katanya, kemarin (13/2).

Boydo mencontohkan, di Singapura RTH diatur dengan baik. Dari udara, taman akan terlihat hijau. Namun ternyata, di sekitarnya ada bangunan yang luar biasa dan bahkan ada mal.

“Nah, jadi kita juga harus berpikir untuk kota-kota metropolitan dan kota maju seperti Kota Medan, apalagi menambah PAD dan menambah perekonomian di kota itu sendiri. Merdeka Walk sangat baik untuk meningkatkan perekonomian seperti restoran, kuliner. Apa yang dilakuan di Merdeka Walk itu memang harus ditata supaya tidak mengesampingkan RTH,” ujarnya.

Ia menuturkan, Singapura saat ini ada sebagian bangunannya dibangun di bawah tanah demi mengedepankan RTH. Makanya, patut juga ditiru konsepnya, sehingga hal tersebut lebih membuat penataan Merdeka Walk lebih baik. “Jadi perlu memang penataan ulang terhadap desain Merdeka Walk itu, tapi tujuan untuk mendapatkan PAD dan sebagai pusat untuk wisata kuliner,” ucapnya.

Diutarakan Boydo, Merdeka Walk saat ini telah menjadi salah satu tujuan wisata lokal dan domestik. Diharapkan, wisatawan mancanegara juga demikian untuk menghabiskan uangnya, sehingga menjadi pemasukan bagi Kota Medan.

Lebih lanjut ia mengatakan, MoU yang dilakukan bersama pihak ketiga masih berjalan dan kalau tidak salah sampai 2031. Untuk itu, ia mengatakan, hanya kebijakan Wali Kota Medan yang bisa mengatur hal tersebut dan dibicarakan dengan pihak-pihak lain. Sebab jika kebijakan sepihak, Pemko Medan bisa dituntut pihak ketiga.

“Ini kan sebenarnya otonomi daerah ya. Kita ada kebijakan dari wali kota dan pemerintah kota yang mengatur terhadap itu. Kita kan ada juga MoU dengan pihak-pihak lain terkait Merdeka Walk. Kan tidak bisa sembarangan dan serta-merta. Ini kan bukan komando seperti di militer. Jadi enggak bisa secara perintah seperti itu. Kita punya Perda yang mengatur dan kita punya kebijakan wali kota yang bisa mengatur sesuatu apabila ketentuan ketentuan tidak dilanggar,” paparnya.

Pengamat lingkungan, Jaya Arjuna sependapat dengan Boydo. Menurut Jaya, memang perlu dibangun di bawah tanah untuk dijadikan pusat bisnis. Sedangkan lahan yang sekarang ditempati Merdeka Walk, dikembalikan fungsinya jadi RTH. “Saya setuju itu jadi RTH, karena Lapangan Merdeka memiliki nilai sejarah dan ada pohon-pohon besar yang terbatas ruang geraknya dengan keberadaan Merdeka Walk,” sebutnya.

Ia menyatakan, pengembalian fungsi RTH jangan sekedar wacana saja tapi segera direalisasikan. Sebab, khawatir pohon berukuran besar tumbang kembali dan menelan korban luka lantaran terbatas ruang geraknya.

Sementara, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan, Suherman mengaku, jika Merdeka Walk ditutup tentu akan mempengaruhi PAD. Sebab, selama ini pajak restoran menjadi pemasukan yang cukup besar terhadap PAD.”Kalau seandainya ditutup, tentu mempengaruhi PAD Kota Medan, karena selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan yang cukup besar,” katanya.

Suherman juga mengaku, sampai saat ini pihak ketiga yang mengelola Merdeka Walk rutin bayar pajak. Namun sayangnya, dia belum tahu jumlah pasti pemasukan yang dihasilkan dari Merdeka Walk.

“Tahun 2018 kemarin saya belum dapat datanya,” pungkas Suherman yang baru dilantik beberapa hari lalu. (prn/ris/ila)

23 Unit Papan Reklame Ditertibkan

istimewa/sumut pos PENERTIBAN: Gabungan Pemko Medan saat melakukan penertiban papan reklame bermasalah di Kota Medan.
istimewa/sumut pos
PENERTIBAN: Gabungan Pemko Medan saat melakukan penertiban papan reklame bermasalah di Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Gabungan Pemko Medan kembali melanjutkan penertiban terhadap papan reklame bermasalah di Kota Medan. Kali ini sebanyak 16 papan reklame bermasalah yang telah diratakan dengan tanah, Kamis (7/2) hingga Selasa (12/2).

Tindakan tegas itu dilakukan karena keseluruhan papan reklame yang dibongkar tersebut tidak memiliki izin. Itu sebabnya tim gabungan akan terus melanjutkan pembongkaran sehingga ibukota Provinsi Sumatera Utara bersih dari papan reklame bermasalah.

Ukuran papan reklame yang dibongkar pun bervariasi dan berada di tiga lokasi berbeda yakni Jalan Setia Budi, Jalan Ring Road dan Jalan Sei Batang Hari. Di Jalan Setia Budi, ada 13 unit papan reklame yang dibongkar dengan ukuran 4 x 6 meter dan 5 x 10 meter sebanyak 13 unit. Kemudian di Jalan Ring Road sebanyak 2 unit ukuran 4 x 6 meter dan Jalan Sei Batang Hari 1 juga unit ukuran 4 x 6 meter.

Sementara itu pada saat tim gabungan tengah melakukan pembongkaran, sejumlah pengusaha advertising dengan penuh kesadaran juga membongkar sendiri papan reklame bermasalah miliknya di Jalan Setia Budi. Ada 7 unit papan reklame dengan ukuran 4 x 8 meter, 3 x 4 meter, 5 x 10 meter serta 4 x 6 meter yang mereka bongkar.

Proses pembongkaran papan reklame yang dilakukan tim gabungan maupun pengusaha advertising berjalan dengan lancar. Dengan didukung mobil crane dan mesin las, satu persatu papan reklame bermasalah dibongkar. Sebelum dibongkar, arus listrik yang mengaliri papan reklame lebih dahulu diputuskan.

Usai melepas materi iklan, pembongkaran pun dimulai. Satu persatu papan reklame berhasil ditumbangkan tim gabungan. Seluruh material papan reklame hasil pembongkaran yang dilakukan tim gabungan selanjutnya dibawa menuju Lapangan Cadika Pramuka. Sedangkan material papan reklame yang dibongkar sendiri pengusaha advertising, langsung mereka bawa.

Menurut Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan, sejauh ini sudah banyak papan reklame bermasalah yang telah dibongkar. Sekaitan dengan itu jumlah papan reklame bermasalah yang selama ini menghiasi Kota Medan sangat jauh berkurang sehingga berdampak dengan keindahan kota. Sebelum pembongkaran dilakukan, papan reklame bermasalah menyebabkan wajah kota carut marut.

“Alhamdulillah, pembongkaran papan reklame yang kita lakukan berjalan dengan lancar. Sudah banyak papan reklame bermasalah yang telah kita bongkar. Kita beserta seluruh jajaran berupaya sekuat tenaga agar pembongkaran papan reklame bermasalah secepatnya selesai dilakukan,” kata Sofyan.

Dikatakan Sofyan, pihaknya telah mengiventarisir sisa papan reklame bermasalah yang sampai saat ini belum dibongkar pemiliknya. Oleh karenanya dia berharap agar pengusaha advertising segera membongkarnya, sebab keberadaan papan reklame bermasalah tidak bisa ditolerir lagi.

“Kita sangat mengapresiasi apabila pengusaha advertising yang membongkar sendiri papan reklame bermasalah miliknya. Selain turut mendukung Pemko Medan dalam melakukan penataan kota, para pengusaha advertising tentunya bisa membawa material papan reklame hasil pembongkaran. Sebaliknya apabila tim gabungan yang melakukan pembongkaran, material hasil pembongkaran kita sita!” pungkasnya. (ris/ila)

PSMS Tumbangkan TGM, Kiper Baru Dipuji

sutan siregar/sumut pos PERDANA: Rahmanuddin yang didatangkan dari Aceh United menambah persaingan di sektor kiper PSMS.
sutan siregar/sumut pos
PERDANA: Rahmanuddin yang didatangkan dari Aceh United menambah persaingan di sektor kiper PSMS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS kembali meraih hasil positif pada uji coba pra musimnya. Kali ini Ayam Kinantan melibas Thamrin Graha Metropolitan dengan skor 2-0 di Stadion Mini Kebun Bunga, Rabu (13/2). Dua gol PSMS dicetak oleh Bayu Tri Sanjaya dan Tambun Naibaho.

Pada laga itu Gurning bisa leluasa memanfaatkan pemainnya karena beberapa pemain yang absen sudah kembali. Selain itu wajah baru di bawah mistar yakni Rahmanuddin yang baru datang langsung diturunkan.

Meski mendominasi jalannya laga, bukan hal mudah bagi PSMS mencetak gol. Jelang berakhirnya babak pertama, kebuntuan PSMS dipecahkan Bayu Tri Sanjaya. Berawal dari tendangan bebas Legimin Raharjo yang ditepis kiper TGM, bola langsung disambar Bayu.

Memasuki babak kedua, rotasi dilakukan Gurning. Namun Legimin dkk masih kesulitan menambah keunggulan pada awal-awal laga. Mereka mampu menambah keunggulan menit-menit akhir.

PSMS menambah keunggulan lewat Tambun Naibaho. Menerima umpan datar, Tambun langsung merebut bola dan melepaskan tembakan yang tak mampu dibendung kiper TGM. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang.

Ini merupakan kemenangan ketiga kali PSMS dari tiga uji coba. Sebelumnya mereka menumbangkan Wiraland 4-0 dan TGM 2-0.

Pelatih Abdul Rahman Gurning mengatakan kehadiran Rahmanuddin memang sesuai dengan keinginannya. Eks kiper Aceh United itu menambah persaingan pada penjaga gawang. Total penjaga gawang PSMS saat ini sebanyak lima orang. Seperti diketahui sebelumnya penjaga gawang diisi oleh Ahmad Fauzi, Wahyu Ardiansyah, Bayu Anggara dan Iqbal.

“Bagus, dia berpengalaman. Kalau yang lain biasa-biasa saja. Tinggal hari Jumat uji coba terakhir kita tentukan 18 pemain. Nanti lawan Asam Kumbang FC,” kata Gurning.

“Kalau masuk sponsor bisa mendatangkan pemain-pemain bagus itu bagus. Ada banyak nama yang kita berikan kepada manajemen. Mudah-mudahan bisa didatangkan. Termasuk Rahmanuddin. Memang kita minta,” bebernya.

Selain itu untuk uji coba terakhir nanti akan menjadi penentu bagi pemain yang akan ditentukan Gurning. Beberapa pemain yang belum diturunkan mungkin akan dapat kesempatan. “Yang belum main nanti ada pertandingan terakhir. Mungkin kita lihat di sana,” pungkasnya. (don)