32 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 5568

23 Pemain Didaftarkan untuk AFF U-22 Fredyan Wahyu Lolos Seleksi

net SKUAD: Timnas U-22 siap bertolak ke Kamboja.
net
SKUAD: Timnas U-22 siap bertolak ke Kamboja.

PSSI sudah merilis 23 nama pemain yang memperkuat Timnas U-22 Indonesia. Nantinya para pemain terpilih akan mengikuti Piala AFF U-22 2019 di Kamboja.

Pemilihan ini dilakukan setelah melakoni pemusatan latihan selama sebulan lebih. Selain itu kemampuan mereka juga dipantau dari tiga uji coba melawan Bhayangkara FC, Arema FC, dan Madura United.

“Bismillah, kami membawa 23 pemain ke Piala AFF U-22 di Kamboja. Pemain yang terpilih berdasarkan kualitas serta kebutuhan tim. Perkembangan dan pemilihan pemain kami lakukan dari awal pemusatan latihan hingga saat tiga kali uji coba,” ucap Indra Sjafri selaku pelatih tim.

“Besok rencananya kami latihan terakhir di Indonesia sebelum bertolak ke Kamboja. Kami akan matangkan taktik dan strategi permainan di latihan besok. Yang jelas anak-anak terus ada perkembangan dan perbaikan. Saya harap performa terbaik tim ini ada saat Piala AFF nanti,” tambahnya.

Dari 23 nama itu, terdapat nama bek PSMS, Fredyan Wahyu. Musim lalu Ucil, sapaan akrabnya memperkuat PSMS di Liga 1 2018. Meskipun musim ini belum dipastikan apakah Ucil tetap bertahan di PSMS. Ini merupakan pertama kalinya Fredyan berkostum timnas.

“Alhamdulillah, saya senang bisa masuk skuad AFF U-22. Mudah-mudahan saya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Ucil.

Sebelumnya Ucil turut diturunkan saat laga kontra Madura United. Sementara Firza Andika juga eks PSMS yang masuk dalam skuad U-22. Namun lolosnya Firza bukan lagi kejutan karena memang sudah menjadi langganan skuad Merah Putih sejak U-19. (don)

Dugaan Mutasi Sepihak Kepala SDN 060955 Medan Marelan, Komisi B Panggil Disdik Medan

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi B DPRD Kota Medan segera memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Medan. Hal itu sebagai tindak lanjut dari dugaan kesewenangan atau mutasi sepihak Kepala SD Negeri 060955 di Medan Marelan, Tiurmaida Situmeang ke SD Negeri 060901 di Medan Polonia.

Ketua Komisi B DPRD Medan, Bahrumsyah mengatakan, pemanggilan dijadwalkan pekan depan untuk meminta penjelasan. Pihak-pihak yang dipanggil n

sesuai pengaduan yang disampaikan oleh kepala sekolah tersebut. “Minggu depan kita akan panggil untuk meminta klarifikasi pihak-pihak yang disebutkan dalam pengaduan. Hal itu supaya jelas duduk persoalannya, kenapa kepala sekolah itu dimutasi,” kata Bahrumsyah, Rabu (13/2).

Bahrumsyah menyatakan, selain itu pihaknya juga memangil Kepala Disdik Medan, Marasutan Siregar. Pemanggilannya untuk mempertanyakan komitmen Marasutan yang baru dilantik dalam upaya meningkatkan pendidikan di Medan.

“Dia (Marasutan Siregar) itu pernah jadi Kadis Pendidikan (Medan). Ketika itu, berbagai pihak termasuk DPRD Medan minta wali kota mengevaluasinya karena dinilai gagal meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Medan, “ ungkapnya.

Akan tetapi, sambung Bahrumsyah, setelah dievaluasi ternyata wali kota Medan kembali mengangkat Marasutan Siregar mempimpin Disdik Medan. Oleh karenanya, muncul pertanyaan apakah wali kota tidak melibatkan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dalam penentuan jabatan di Medan. Atau, wali kota tidak punya niat serius untuk mengolah pendidikan Medan.

“Semestinya, kegagalan dia (Marasutan Siregar) memimpin Dinas Pendidikan (Medan) sebelumnya dapat menjadi pelajaran berharga. Akan tetapi, ternyatawali kota malah memilihnya lagi mengemban jabatan tersebut,” pungkasnya.

Sementara, Tiurmaida Situmeang mengakui dirinya telah dikabarkan oleh pihak Komisi B DPRD Medan untuk hadir pada pekan depan. Akan tetapi, belum tahu kapan waktu pastinya. “Iya, saya ada dihubungi untuk hadir pada minggu depan,” ujarnya.

Menurut dia, pemutasian dirinya menjadi kepala SD Negeri 060901 Medan Polonia diduga sepihak dan kesewenangan. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan(SK) dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan.”Pemutasian saya ini terkesan mendadak dan tanpa teguran serta alasan yang mendasar. Makanya, saya mengadukan ke Komisi B dan berharap dapat memperjuangkan nasib saya,” pungkasnya. (ris/ila)

Terkait Pedagang Pasar Marelan Ngaku Ditipu, Ismail: Pedagang Tak Mau Difasilitasi

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PASAR: Suasana di Pasar Marelan di Jalan Marelan, Rengas Pulau Medan. Saat ini ada 57 pedagang yang tak mau difasilitasi.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PASAR: Suasana di Pasar Marelan di Jalan Marelan, Rengas Pulau Medan. Saat ini ada 57 pedagang yang tak mau difasilitasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PD Pasar Kota Medan melalui Cabang III yang menaungi Pasar Marelan membantah tudingan pedagang yang mengaku telah ditipu, sewaktu mengadu ke Komisi C DPRD Medan baru-baru ini.

Pengakuan mereka, ada 57 pedagang yang telah membayar sejumlah uang agar bisa menempati kios atau lapak di gedung baru Pasar Marelan. Namun, hampir setahun bangunan tersebut berdiri ternyata tak kunjung menempati kios atau lapak.

Kepala Cabang III PD Pasar Medan, Ismail Pardede mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi 57 pedagang untuk menempati kios maupun lapak di Pasar Marelan. Meskipun, mereka belakangan mendaftarkan diri. Namun, pedagang tersebut menolak dan memilih bertahan untuk berjualan di luar bangunan pasar atau kaki lima.

“Sudah kita fasilitasi 57 pedagang itu untuk masuk ke dalam berjualan. Namun, mereka tidak mau dengan alasan kios dan lapak yang diberikan sepi pembeli. Sehingga, tetap bertahan di luar (kaki lima) untuk berjualan,” kata Ismail, Rabu (13/2).

Disebutkannya, kios dan lapak yang diberikan kepada pedagang tersebut letaknya beberapa berada di bagian dalam lantai 1 dan 2. Sebab, bagian depan lantai 1 sudah penuh dan telah dilakukan pengundian.

“Mereka meminta kios/lapak di bagian depan lantai 1. Kita tidak mungkin memberikannya karena telah ditempati pedagang lain lewat pengundian. Jadi, kita tempatkan di bagian dalam lantai 1 dan sebagian lagi di lantai 2. Namun, mereka menolak dan meminta pengundian ulang,” jelas Ismail.

Ia menyebutkan, kios dan lapak di bangunan baru Pasar Marelan masih menampung hingga 100 lebih pedagang. Apalagi, kondisi di lantai 2 sudah tinggal finishing saja. “Jadi, yang jelas kita tidak ada niat sedikit pun untuk menipu pedagang. Maka dari itu, solusinya kepada 57 pedagang yang mengaku sudah membayar uang muka, silahkan datang ke kantor Pasar Marelan mendaftarkan diri lagi dengan membawa dokumen persyaratan,” tukasnya.

Kepala Pasar Marelan, M Din Tarigan membantah tuduhan pedagang adanya kutipan sebesar Rp5.000 per orang. Ia pun mempersilahkan kepada pedagang untuk melaporkan kepada pihak berwajib.

“Petugas kami yang melakukan pengutipan tidak dibenarkan meminta kepada pedagang melebih dari Rp3.600, apalagi sampai Rp5.000. Uang kutipan Rp3.600 tersebut untuk kebersihan (Rp1.600) dan jaga malam (Rp2.000), dengan tanda bukti pembayaran,” kata Din.

Dia menuturkan, kutipan sebesar Rp3.600 tersebut bukan tanpa dasar. Hal itu sesuai dengan ketentuan SK Direksi PD Pasar turunan dari peraturan daerah yang berlaku. “Di luar dari Rp3.600 tidak tanggung jawab kami apabila pedagang memberikan. Jadi, kalau memang merasa dikutip Rp5.000 silahkan laporkan kepada pihaknya siapa mengutip dan laporkan juga ke polisi,” tegasnya.

Menurutnya, meski pedagang berjualan di luar bangunan pasar pihaknya tetap memperhatikan aktivitas mereka dari segi keamanan dan kenyamanan berjualan. “Kami sediakan 4 lampu tembak ketika berjualan pada pukul 04.00 WIB dini hari, dan itu tidak dikutip biaya. Jadi, kalau dibilang kami menipu, hal itu jelas tidak benar karena telah difasilitasi untuk masuk ke dalam tetapi menolak,” tandasnya.

Sebelumnya, mengaku merasa ditipu pihak PD Pasar Medan sejumlah pedagang Pasar Marelan mengadu ke kantor DPRD Medan, Senin (11/2). Delegasi pedagang diterima oleh Anggota Komisi C DPRD Medan, Jangga Siregar di ruang komisi.

Menurut perwakilan pedagang, Pola Nainggolan, mereka sudah satu tahun berdagang di pelataran gedung baru Pasar Marelan. Namun, hingga saat ini belum mendapat kios di gedung tersebut.

“Ada 57 pedagang yang sampai saat ini tidak diberikan meja berjualan dan kios. Padahal, sudah memberikan sejumlah uang,” katanya

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Jaminah. Bahkan, kata dia, meski di luar gedung tetap dikutip bayaran jaga malam dan harian sebesar Rp5 ribu per hari.

“Janji PD Pasar untuk menyediakan 57 kios kepada pedagang tidak terealisasi. Padahal, saya sudah membayar panjar kios Rp3 juta. Namun sampai sekarang belum mendapat kios,” akunya yang berjualan gula merah. Ia berharap Komisi C DPRD Medan dapat membantu memperjuangkan hak para pedagang. (ris/ila)

Belajar tentang PAD Papan Reklame, Poldasu Kirim Mahasiswa ke Surabaya

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakapolda Sumut, Brigjen Pol.Mardiaz Kusin Dwihananto menyindir kondisi Kota Medan dibanjiri Papan Reklame.

Namun, tidak memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Medan, yang dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

“Kita bandingkan Papan Reklame di Surabaya dengan jumlah sedikit memiliki PAD yang banyak. Kalau di Kota Medan Papan Reklame banyak, PAD-nya sedikit,” ucap Mardiaz pada acara Kuliah Umum di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (13/2) siang.

Mantan Kapolrestabes Medan itu, dengan kepemimpinan Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto menginstruksi jajaran untuk membantu Pemko Medan melakukan papan reklame dan melakukan penataan kembali dengan tujuan untuk menghasilkan PAD bagi kota Medan.”Silakan selanjutnya bagaimana. Mereka (Pengusaha Papan Reklame) harus membantu PAD bagi Pemko Medan,” ucap Jendral Berbintang Satu itu dihadapan ratusan mahasiswa USU itu.

Mardiaz mengatakan, keseriusan Polda Sumut untuk membantu Pemko Medan menertibkan papan reklame dengan mengirim sejumlah mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Medan untuk melakukan studi banding ke Surabaya.”Kemarin, kita mengumpulkan adik-adik mahasiswa dari berbagai universitas dan kita biayai ke Surabaya untuk melakukan studi banding selama 2 minggu,” tutur Mardiaz.

Setelah itu, Mardiaz mengungkapkan, pihak meminta laporan tersebut, kepada mahasiswa melakukan studi banding ke Surabaya untuk menjadi pendoman untuk pengelolaan papan reklame dengan baik dan memberikan PAD kepada Pemko Medan.

“Kita meminta hasilnya untuk mendukung Pemprov Sumut dan Pemko Medan. Kita memiliki peran, kita juga membantu Pemko Medan untuk menertibkan Papan Reklame. Bantu Pemprov dan Pemko turunkan semua dan kembali tata ulang,” pungkas Mardiaz.(gus/ila)

Agar Personel Memberi Pelayanan Terbaik, 67 Anggota Polrestabes Dapat Penghargaan

diva/sumut pos BERSAMA: Kapolrestabes Medan, Kombes Pol, Dadang Hartanto foto bersama personel Polrestabes yang diberi penghargaan.
diva/sumut pos
BERSAMA: Kapolrestabes Medan, Kombes Pol, Dadang Hartanto foto bersama personel Polrestabes yang diberi penghargaan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 67 personel Polrestabes Medan mendapatkan penghargaan. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol, Dadang Hartanto memberikan penghargaan kepada personel yang berprestasi.

Dari 67 personel yang mendapatkan penghargaan itu di antaranya personel Satres Narkoba Polrestabes Medan, personel Satreskrim Polrestabes Medan dan Kapolsek Percut Seituan bersama personel Reskrim dan Bhabinkamtibmas, Kapolsek Medan Sunggal bersama personel Reskrimnya.

Dadang mengatakan, upaya-upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terus berlangsung. Alhasil, pemberian penghargaan tersebut bertujuan untuk memberi pelayanan yang terbaik ke masyarakat.

“Kita tahu bahwa eksistensi organisasi kita ini ditentukan oleh kepercayaan masyarakat .Oleh karena itu berbagai hal dengan sumber daya organisasin

kita terbatas maka kita melakukan suatu strategi kepolisian yang berasaskan prioritas, mana yang didahulukan mana yang diselesaikan secara cepat,” kata Dadang ketika memberikan penghargaan di halaman Apel Mapolrestabes Medan kemarin.

Mantan Kapolres Cianjur ini mengatakan dalam kondisi saat ini ada beberapa hal yang menjadi prioritas, yang pertama Pemilu 2019 yaitu legislatif dan pemilu Presiden.”Kita tahu pergulatan dinamika politiknya sangat luar biasa. Ada hate speech ujaran kebencian, berita hoax (berita bohong) yang disebarkan dan kemudian juga ada isu sara. Kemudian kita dihadapkan kepada kejahatan jalanan, dan kemauan kita untuk terus mempertahankan WBBM,” ujar Dadang.

Menurut mantan Koorspripim Kapolri ini, adalah dengan melakukan perubahan secara bertahap. “Kalau kita tidak komit dan hari ini kita tidak mau berubah, mau kapan lagi perubahan itu dilakukan dan ini konsekuensinya adalah kita akan mendapat remunerasi yang lebih baik dari rekan-rekan kita. WBBM ini mulai dari bagaimana kita menginternalisasi pikiran-pikiran kita untuk mau berbuat baik dan tidak melakukan upaya-upaya penyimpangan,” terang Kombes Pol Dadang.

Mengenai masalah narkoba, tambah peserta terbaik Digrek Sespimti ke-26 Tahun 2017 ini mengatakan bahwa masalah narkoba sangat luar biasa karena narkoba dapat menghancurkan masyarakat terutama generasi penerus.

“Kalau hari ini kita tidak bisa menyelesaikan permasalahan narkoba dengan berbagai upaya maka kita khawatirkan generasi kita akan menjadi generasi yang lemah. Oleh karena itu, permasalahan mengenai narkoba menjadi atensi kita bersama termasuk kejahatan-kejahatan menonjol lainnya,” tegas Kombes Pol Dadang.

Senin (11/2) kemarin, penghargaan itu diberikan kepada personel yang berhasil melakukan pengungkapan kasus menonjol maupun kasus atensi tingkat kesulitan pengungkapannya yang memiliki level yang lebih sulit daripada yang lainnya.

“Pengungkapan kasus-kasus ini bagi yang berprestasi tentu adalah kebanggaan pribadi maknanya sangat luar biasa akan menjadi cerita bagi anak cucu menjadi kebanggaan di lingkungan masyarakat dan akan terus diingat oleh organisasi. Rekan-rekan sekalian, mari kita terus berprestasi, jangan pernah berhenti berprestasi untuk memberikan kontribusi kepada orang, lingkungan dan organisasi kita, maka itu akan kembali kepada diri kita kebaikan-kebaikan tersebut,” pungkas peraih terbaik dalam Naskah Strategi Perorangan (Nastrap) Polri Tahun 2017 ini. (dvs)

Narkoba Kian Marak di Medan Utara

istimewa/sumutpos Reses: Anggota DPRD Medan Tengku Eswin saat menggelar reses di Jalan Young Panah Hijau.
istimewa/sumutpos
Reses: Anggota DPRD Medan Tengku Eswin saat menggelar reses di Jalan Young Panah Hijau.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan Tengku Eswin ST dari Fraksi Partai Golkar menggelar reses I Tahun 2019 di dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan di Jalan Young Panah Hijau Lingkungan 4, Gang Masjid.

Kelurahan Labuhan Deli, Medan Marealan pada Minggu (27/1) dan sesi kedua dilaksanakan Minggu (3/2).

Dalam reses sesi pertama politisi dari Ppartai Golkar untuk daerah pemilihan Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Deli, dan Medan Marelan ini banyak menerima keluhanan, masukan dan bahkan kritikan dari peserta reses.

Seperti yang disampaikan Teguh Yasin, yang mengeluhkan maraknya peredaran Narkotika dan Obat-obat Berbahaya (Narkoba) sehingga sangat meresahkan masyarakat. “Masyarakat di Labuhan Deli semakin resah atas maraknya peredaran Narkoba, sepertinya aparat kepolisian maupun  Pemko Medan seperti camat lurah dan lainnya tidak berdaya dalam memberantas,” ungkap Teguh.

Padahal diketahui, lanjut Yasin, bahaya Narkoba ini sangat berpengaruh pada perkembangan generasi muda (lost generator). “Untuk itu kami minta kepada bapak dewan agar dapat menindaklanjuti keresahan masyarakat ini,” pinta Teguh.

Sedangkan Marwan Umar meminta kepada Pemko Medan agar benar-benar seleksi melakukan pendataan terhadap kaum lanjut usia (lansia), sebab dia menilai masih banyak kaum lansia yang belum terdata dengan baik. “Kita minta kepada petugas pendatapan agar bekerja secara sungguh-sungguh dalam melakukan pendataan terhadap lansia, karena sampai hari ini masih banyak kaum lansia yang belum terdata,”ujar Marwan Umar.

Dalam sesi ke II yang digelar pada Minggu (3/2), Tengku  Eswin juga menerima beberapa keluhan masyarakat terutama dari kaum nelayan mengenai reklamasi Pelindo1 Belawan. Dimana pada alur jalan laut untuk sampan/boat nelayan ditutup sehingga mengakibatkan untuk melaut pun susah. Akibatnya ekonomi masyarakat nelayan semakin turun, pendatapan juga semakin menurun.

Seperti ucap Deliana seorang ibu rumah tangga yang suaminya bekerja sebagai nelayan. “Memang Pelindo akan memberikan kompensasi kepada nelayan yang terkena dampak reklamasi tersebut.Tapi entah kapan proses kompensasi itu akan sampai kepada nelayan,” keluh Deliana.

Menyikapi persoalan maraknya peredaran narkoba, Anggota Komisi B DPRD Medan ini akan koordinasi dengan pihak kepolisian dan Pemko Medan. Demikian juga terhadap masih banyaknya kaum lansia yang belum terdata, Eswin akan mempertanyakan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) karena urusan pendataan merupakan gawean pihak BPS.

Sedangkan terhadap persolan konpensasi kepada nelayan yang sampai saat ini belum juga diberikan oleh pihak Pelindo, Eswin melakukan koordinasi dengan pihak terkait, mudah-mudah dalam waktu dekat akan terealisasi,” ungkapnya.(adz/ila)

Bangunan Tangki Septik Komunal Mubazir

ADITIA LAOLI/SUMUT POS MUBAZIR: Bangunan Tangki Septik Komunal yang dibangun dinilai warga mubazir karena salurannya lebih tinggi dari kamar mandi warga.
ADITIA LAOLI/SUMUT POS
MUBAZIR: Bangunan Tangki Septik Komunal yang dibangun dinilai warga mubazir karena salurannya lebih tinggi dari kamar mandi warga.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Pembangunan Tangki Septik Komunal di desa Tetehosi Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli dinilai warga, mubazir.

Menurut warga, selain pipa salurannya belum terpasang, konstruksi tangki septic komunal dan pipa salurannya lebih tinggi dari kamar mandi warga.

“Bagaimana bisa berfungsi pak, pipa salurannya saja belum tersambung ke kamar mandi. Kalaupun disambung, tidak akan berfungsi, karena kloset kamar mandi kami lebih rendah dari pipa salurannya, bangunan ini tidak akan bermanfaat”,kata Ama Adaria Zega, sambil menunjuk ujung pipa saluran yang belum tersambung, saat ditemui Sumut Pos, Rabu (13/2).

Diceritakannya, dari awal pembangunan tangki septik komunal tersebut sudah diprotes berkali-kali, agar pipanya ditanam ke dalam tanah, sehingga pembuangan dari kamar mandi rumah warga bisa mengalir ke tangki penampung. “Mereka tak hiraukan pak, tukangnya bilang sudah sesuai gambar, baru kali ini saya lihat pipa saluran septik tang muncul di atas permukaan tanah”,tukasnya.

Selain dinilai mubajir, warga juga menduga pembangunan Tangki Septik Komunal tersebut tidak dimusyawarahkan di desa. Dan bangunannya tidak memiliki papan informasi proyek.

Pantauan di lokasi, tangki septik komunal yang dibangun berdekatan dengan kandang ternak di belakang rumah warga. Ada 6 rumah warga penerima manfaat bangunan ini. Dari informasi, ada 5 unit bangunan yang sama khusus di desa Tetehosi Afia di setiap dusun. Tampak bangunan tangki penampung hampir setengahnya timbul dipermukaan tanah, pipa salurannya juga berada di atas permukaan tanah setinggi berkisar 50 cm, tidak seperti bangunan septik tang pada umumnya, yang mana pipanya ditanam, dan tangkinya sejajar permukaan tanah.

Diperkirakan, kondisi bangunan tangki septik komunal ini tidak akan berfungsi, kecuali warga penerima manfaat berkeinginan membangun kamar mandi khusus, dan akan memakan biaya jutaan rupiah.

Senada dikatakan Ama Albert Zega, salah seorang warga Dusun IV, Desa Tetehosi Afia, dihubungi Sumut Pos pada Selasa (12/2) mengatakan, yang menangani proyek tersebut adalah Sekdes Tetehosi Afia. Bahkan dirinya juga pernah mempertanyakan pada Musrenbangdes tanggal 25 Januari 2019.

“Setau saya yang membayarkan gaji para pekerja bangunan proyek dan pengadaan material proyek semua dari Sekdes. Pernah beberapa kali saya lihat dia ke lokasi, namun Sekdesnya menutup informasi. Pembangunan ini juga tidak pernah dimusyawarahkan di desa”,kata Ama Albert Zega, yang mengaku anggota BPD Tetehosi Afia. (mag-5/han)

Sosialisasi Pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, ASN Jangan Jadi Provokator

SOPIAN/SUMUT POS SOSIALISASI: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan ketika memberikan pengarahan dan pemaparan di hadapan ASN dan Tenaga Kontrak pada kegiatan sosialisasi Pelaksanaan Pemilu 2019 di Balai Kartini Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS
SOSIALISASI: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan ketika memberikan pengarahan dan pemaparan di hadapan ASN dan Tenaga Kontrak pada kegiatan sosialisasi Pelaksanaan Pemilu 2019 di Balai Kartini Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kontrak Pemko Tebingtinggi untuk menyukseskan Pilpres dan Pileg 17 April 2019.

“Kita semua ini merupakan agen dari suatu pembaruan, serta sebagai motor dari pemerintah untuk menggerakkan dan mengajak masyarakat untuk datang ke TPS dan memilih,”ujar Umar Zunaidi Hasibuanpada kegiatan sosialisasi pelaksanaan Pemilu dan Permendagri Nomor 11 Tahun 2018 di Gedung Balai Kartini, Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Rabu (13/2).

Sebelumnya, Umar Zunaidi Hasibuan mengajak semua para ASN untuk bersyukur karena pertama kalinya Gedung Balai Kartini yang baru dibangun digunakan untuk pertemuan. “Supaya tau, bahwa Kota Tebingtinggi ini merupakan satelitnya Kota Medan. Dan kedepan bila ada banyak kegiatan di Medan, tidak lagi diadakan di sana, tetapi ada di Tebingtinggi dan otomatis perekonomian kita juga meningkat,”jelasnya.

Pada kesempatan itu, Umar Zunaidi kembali mengajak seluruh ASN dan tenaga kerja kontrak untuk tidak mempengaruhi masyarakat tidak datang ke TPS alias golput, karena kesuksesan pemilu ini merupakan masa depan Indonesia.

Mengenai Permendagri Nomor 11 Tahun 2018, Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan menegaskan bahwa kinerja seluruh ASN akan diukur berdasarkan ukuran satuan kinerja pegawai (SKP). Dan nantinya SKP ini membagi semua tugas-tugas yang ada di OPD kepada seluruh ASN.

“Di setiap OPD nanti akan ada tim penilai kinerja pegawai yang ditunjuk langsung oleh kepala OPD-nya. Selanjutnya, penilaian tidak seperti dulu, sekali setahun. Tetapi kedepannya akan dilakukan setiap bulan,”tegas Umar Zunaidi Hasibuan.

Sedangkan Ketua Komisioner KPU Kota Tebingtinggi Drs Abdul Khalik mengatakan jumlah TPS di Kota Tebingtinggi sebanyak 513 TPS dan lebih kurang 4.500 orang KPPS yang bekerja, serta surat suara yang nantinya akan di coblos ada 5 surat suara.

Abdul Khalik juga mengajak seluruh ASN dan Tenaga Kontrak untuk menginformasikan hasil sosialisasi kepada keluarga dan masyarakat dengan benar dan jelas.

“Target KPU dalam pemilu serentak untuk pemilihan anggota DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 17 April 2019 akan mencapai target 77 persen,”terang Abdul Khalik. Abdul Khalik juga meminta kenetralan ASN dalam pemilu serentak, dan tidak mengajak golput masyarakat.

Sosialisasi ini juga dihadiri Pj Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar, anggota Komisioner KPU Mukhlis Mukhtar, Emil Sofyan, Rudi Herwin, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kepala bagian, Camat dan Lurah se Kota Tebingtinggi serta para pekerja kontrak. (ian/han)

Cegah Penyebaran DBD Dengan 4M

Ilustrasi demam berdarah
Ilustrasi demam berdarah

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Asahan, Hj Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang mengimbau masyarakat untuk terus mengantisipasi penyebaran demam berdarah dengue (DBD) dengan cara melakukan 4M yaitu, menguras, menutup, mengubur dan membuang.

“Kiranya Imbauan ini bertujuan agar masyarakat tidak terkena kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) sekaligus menekan angka kasus DBD,”kata Winda kepada Sumut Pos, Selasa (12/2).

Dilanjutkannya, kalau lebih baik mencegah dari pada mengobati. Pasalnya, PKK Asahan telah rutin melaksanakan edukasi tentang antisipasi DBD baik di tingkat sekolah maupun langsung ke masyarakat.

“Bahkan PKK hingga tingkat Desa telah bergerak dan turun langsung ke setiap rumah masyarakat,”bilangnya.

Untuk itulah, dirinya mengimbau masyarakat agar proaktif memaksimalkan gerakan menguras tempat penyimpanan air, menutup tempat penampungan air, mengubur dengan membuang dan menutup barang bekas yang dapat menampung air (4M plus). Kemudian memantau semua wadah air yang dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak sementara plusnya yakni jangan menggantung pakaian, peliharalah ikan di tempat penampungan air, hindari gigitan nyamuk dengan menggunakan minyak serai, dan membubuhkan abate di rumahnya masing-masing.

“Kiranya masyarakat dapat menerapkan program gerakan 1 rumah 1 jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang bertujuan untuk meminimalisir jumlah penderita dan jumlah kematian akibat DBD melalui peran serta masyarakat dalam proses pencegahan,”bilangnya.

Dirinya juga berharap kepada Dinas kesehatan Kabupaten Asahan, agar lebih pro aktif dalam memberantas penyebaran penyakit DBD serta bersedia untuk melatih anggota masyarakat melalui puskesmas setempat menjadi seorang Jumantik.

“Terima kasih atas respon yang tanggap dan baik dari PKK mulai dari tingkat Kecamatan hingga desa, kader PKK, camat, puskesmas, kades, bidan desa dan OPD terkait yang telah menjalankan program tersebut dan turun langsung memberikan edukasi bagi masyarakat untuk menjadi Jumantik di rumahnya sendiri,”bilangnya.

Jadi, sambungnya, Mari kita terus membina dan pemberdayaan peran masyarakat yang didukung sepenuhnya oleh pemerintah daerah melalui OPD terkait, penyebaran DBD di wilayah Asahan bisa dieliminir serta masyarakat Asahan yang lebih sehat dan bebas dari DBD dapat terwujud.

“Artinya Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan harus bisa lebih aktif dalam memberantas penyakit DBD ini,”katanya.(omi/han)

Kecamatan Kotanopan Gelar STQ

ismed/sumut pos Diabadikan: Camat Kotanopan, Kholillullah, Ssos bersama muspika Kotanopan diabadikan di sela-sela gelaran STQ.
ismed/sumut pos
Diabadikan: Camat Kotanopan, Kholillullah, Ssos bersama muspika Kotanopan diabadikan di sela-sela gelaran STQ.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka akan dilaksanakannya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kecamatan Kotanopan melaksanakan Seleksi Tilawatil Quran (STQ).

Pelaksanaan STQ dilakukan selama dua hari, tanggal 13-15 Februari yang langsung dibuka Camat Kotanopan, Kholillullah, SSos, Rabu (13/2) di lapangan Kantor Camat Kotanopan.

Hadir dalam pembukaan itu, Muspika Kotanopan, KUA Kotanopan Drs M Yazid, Ketua MUI Mhd Hata Lubis, Kepala Puskesmas Kotanopan dr Yuhandari, Kepala Desa, Sekdes, Kepala Sekolah, pimpinan kafilah dan para kafilah dari desa-desa yang ada di Kecamatan Kotanopan.

Ketua Panitia STQ, Amiruddin Lubis dalam laporannya menyampaikan, untuk tahun ini, Kotanopan hanya sebatas melaksanakan STQ, mengingat waktu MTQ di Kabupaten sudah semakin dekat. Mereka juga nantinya bakal dipersiapkan untuk mengikuti MTQ di tingkat Kabupaten.

“Kita berharap, walaupun kegiatan ini hanya sebatas STQ, namun tidak mengurangi nilai dari hasil yang digelar saat ini. Begitu juga kepada dewan hakim agar memberikan nilai yang adil sesuai dengan keahlian dan keilmuan masing-masing dewan hakim, dan dapat menjadi motivasi bagi para peserta “,pinta Amiruddin.

Sementara Camat Kotanopan, Kholillullah, SSos dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua panitia yang telah mempersiapkan acara STQ. Kholillullah juga menginginkan penyelenggar STQ yang didukung berbagai elemen bisa merepresentasikan watak Kabupaten Madina sebagai kawasan yang religius, dan bisa menghasilkan Qori dan Qoriah terbaik di tingkat Kabupaten bahkan Provinsi.

Dikatakannya, Magrib Mengaji yang telah dilaksanakan di desa masing-masing bisa meghasilkan anak-anak yang siap dikirim mengikuti STQ maupun MTQ. “ Untuk itu, mari sama-sama kita tingkatkan kualitas Magrib Mengaji dan memberikan pemahaman Alquran kepada anak-anak. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksanya kegiatan ini”, ucap Camat. (mag-6/han)