26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 5605

Pelanggan Sicanang Keluhkan Air PDAM

Aor PDAM-Ilustrasi
Aor PDAM-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, mengeluhkan air yang mengalir kecil dan kotor yang didistribusikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi.

Ketua Forum Masyarakat Sicanang (Formasi), Togu Silaen, mengatakan, buruknya kualitas air yang disalurkan PDAM kepada masyarakat sudah berlangsung sejak setahun belakangan.

Selama ini, mereka dan masyarakat sudah berulang kali melaporkam ke PDAM Tritanadi Cabang Belawan.

Hanya saja, keluhan itu belum maksimal diatasi. Sehingga, mereka terpaksa melaporkan ke PDAM Tirtanadi kantor pusat. Dari penjelasan mereka terima, diarahkan untuk kordinasi dengan PDAM Tirtanadi Cabang Belawan.

“Sejak beberapa bulan ini, kondisi air semakin parah. Debit air yang mengalir kecil dan kotor, makanya kami dari masyarakat melapor ke PDAM pusat. Kami bermohon agar segera diatasi keluhan warga,” kata Togu, Jumat (25/1).

Dikatakan pria yang juga menjabat Ketua Laskar Merah Putih Belawan ini, setelah pertemuan di kantor pusat, mereka diarahkan ke kantor PDAM Tirtanadi Belawan. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan kepala Cabang PDAM Tirtanadi Belawan, rencananya Senin (28/1) akan dilakukan pertemuan.

“Hari Senin kami akan bicarakan ini, kalau nanti tidak ada solusi memecahkan keluhan yang terjadi, kami minta turunkan mobil tangki air berkualitas kepada masyarakat,” cetus Togu.

Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Belawan, Dicky mengatakan, soal adanya debit air kecil dan kualitas air kotor, sebelumnya sudah dilakukan perbaikan terhadap pompa yang rusak di kawasan Sicanang. Dengan adanya keluhan lagi dari masyarakat, pihaknya masih mencari titik kebocoran yang diduga sebagai penyebabnya.

“Saya sudah suruh cek melalui kepala jaringan, dimana kebocoran. Bisa jadi, kebocoran itu yang membuat air kecil, serta dari lubang bocor itu air bercampur jadi kotor. Petugas di lapangan sudah melakukan pengecekan, mudah – mudahan segera teratasi,” ujar Dikcy. (fac/ila)

Serahkan Bantuan Komputer hingga Mobil Operasional, Wagubsu Kunjungi Lapas Kelas I Tanjung Gusta

istimewa/SUMUT POS BERSAMA: Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah foto bersama saat kunjungan kerja ke Lapas Tanjung Gusta.
istimewa/SUMUT POS
BERSAMA: Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah foto bersama saat kunjungan kerja ke Lapas Tanjung Gusta.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta, Medan , Jumat (25/1). Wagubsu menyerahkan bantuan 1 unit komputer, perpustakaan umum, rak buku, buku-buku, alat olahraga, serta mobil operasional dan ambulans yang dipinjamkan.

“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk warga binaan. Terutama bantuan buku yang diberikan kepada perpustakaan lapas diharapkan dapat memberi wawasan dan memberi hikmah kepada para warga binaan,” ujar Wagubsu Musa Rajekshah di hadapan Kepala Lapas Kelas I Tanjung Gusta Budi Situngkir dan ratusan warga binaan yang hadir di acara tersebut.

Wagubsu mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) juga direncanakan akan memberikan bantuan lahann

menanggapi kelebihan kapasitas di lapas tersebut. Lapas Kelas I Medan, memiliki kapasitas 1.250, namun kini lapas tersebut dihuni 3.300 warga binaan. “Juga akan disiapkan 3 sumur bor untuk mensuplai air di Lapas,” ujar Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Meski Lapas Kelas I Tanjung Gusta berada di bawah Kementerian, Ijeck merasa perlu membantu kebutuhan Lapas tersebut. Lantaran Lapas tersebut berada di wilayah Sumatera Utara. Selain itu, warga binaan lapas juga banyak berasal dari Sumut. “Jangan karena Lapas ada di bawah Kementerian kita diam-diam saja, kita Pemprovsu merasa perlu membantu warga binaan kita,” ujar Ijeck.

Ijeck berharap, warga binaan lapas setelah bebas dapat berguna bagi masyarakat dan pembangunan Sumut. Untuk itu, aktivitas warga binaan tidak bisa berhenti meski sedang berada di dalam lembaga pemasyarakatan.

“Saya berharap warga binaan di lapas seluruh Sumatera Utara ini bisa mengembangkan potensi dan bakatnya, meski berada dalam hukuman. Selesai menjalani hukuman, kami harap tidak minder dan merasa tertinggal dengan dunia luar¸ tapi terus bersemangat dan memotivasi diri agar bisa berguna bagi masyarakat, khususnya pembangunan Sumut,” harap Ijeck.

Dalam kunjungannya di Lapas, Ijeck mengatakan ingin melihat apa yang sudah dibangun oleh Lapas. Ijeck juga ingin bertemu dengan warga binaan setelah mendengar kemajuan-kemajuan yang ada di Lapas Kelas I Tanjung Gusta.

Ijeck mengapresiasi fasilitas dan kegiatan yang ada di Lapas. Fasilitas tersebut berupa, lapangan olahraga, kebun hidroponik, perpustakaan dan lainnya. Selain itu, juga ada masjid besar di dalamnya. Ijeck tidak menyangka masjid di dalam lapas ternyata lebih besar dari yang dibayangkan. “Saya jujur tak menyangka seperti ini masjidnya, saya pikir tadi bagaimana, rupanya besar, luar biasa yang dilakukan Kalapas ini,” ujar Ijeck.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta Budi Situngkir mengapresiasi bantuan Pemprovsu kepada Lapas. Menurutnya bantuan tersebut sangat bermanfaaat. “Dengan adanya buku, akan mendorong warga untuk membuat kegiatan yang sangat positif sehingga warga binaan tidak kembali melakukan kesalahan,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Ijeck juga melihat-lihat fasilitas olahraga, perpustakaan, kebun hidroponik serta tempat ibadah seperti gereja dan vihara yang ada di dalam lapas. Turut hadir OPD Provinsi Sumatera Utara, dan rombongan. (prn/ila)

Plt Kepala BKD & PSDM Tak Tahu Hasil Pemberkasan CASN

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proses pemberkasan atau pengembalian berkas Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2018 yang lolos seleksi akhir di Pemko Medan telah selesai dilakukan. Pemberkasan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Selasa (22/1) hingga Kamis (24/1).

Meski telah selesai pemberkasan, namun anehnya Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD & PSDM) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Medan, Baginda Siregar mengaku tidak tahu bagaimana hasilnya hingga hari ini (kemarin, red). Hasil tersebut terkait apakah semua mengembalikan berkas atau tidak.

Baginda beralasan masih dalam proses. “Lagi direkap, nanti saya cek lagi. Saya belum terima laporan, datanya belum saya terima,” katanya saat dihubungi, Jumat (25/1).

Disinggung setelah pemberkasan proses selanjutnya seperti apa, Baginda menyatakan, menunggu petunjuk dari pusat. Oleh karena itu, para CASN yang lolos diminta menunggu. “Hasil pemberkasan kita sampaikan ke pusat. Lalu, menunggu arahan selanjutnya bagaimana. Kita hanya memfasilitasi saja, keputusan semua dari pusat,” ujarnya singkat yang mengaku sedang tak berada di luar kantor.

Kasubbid Pengadaan BKD & PSDM Setdako Medan, Baby Harahap mengaku, mereka yang lolos seleksi akhir ini adalah orang-orang terpilih. Jadi, sangat disayangkan mereka tidak mengembalikan berkas karena hanya tinggal mengikuti persyaratan saja.

Jika ada yang tak mengembalikan berkas apakah dinyatakan gugur atau bagaimana, menurut Baby tentunya akan dicatat dan selanjutnya disampaikan kepada pusat. “Semua pusat yang menentukan bagaimana (apabila tak mengembalikan berkas),” katanya.

Sementara, Ketua Komisi A DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu mengatakan, BKD & PSDM Setdako Medan harus transparan atau terbuka terhadap proses pemberkasan CASN. Artinya, berapa yang mengembalikan dan tidak mengembalikan berkas dapat disampaikan.

“Kalau mengaku belum dapat laporan, hanya alasan saja. Sekarang kan sudah zaman canggih, segala sesuatunya dipermudah dengan teknologi. Tinggal telepon lalu tanyakan datanya, atau kirim via whatsapp,” ujarnya.

Diketahui, CASN yang lolos seleksi akhir hanya berjumlah 199 orang dari sekitar 300 orang yang bersaing. Dengan lolosnya 199 pelamar hingga tahap akhir, berarti kebutuhan atau kuota yang tersedia yaitu 247 formasi tak terpenuhi. (ris/ila)

Mulai Hari Ini hingga Kamis, PLN UP3 Medan Lakukan Pemeliharaan Jaringan

Sutan Siregar/sumut pos PEMELIHARAAN: Teknisi PLN saat melakukan pemeliharaan jaringan listrik.
Sutan Siregar/sumut pos
PEMELIHARAAN: Teknisi PLN saat melakukan pemeliharaan jaringan listrik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik mulai hari ini, Sabtu (26/1) hingga Kamis (31/1). Pemeliharaan tersebut secara otomatis akan memadamkan jaringan listrik di wilayah yang tengah dilakukan pemeliharaan.

Berdasarkan informasi, pemeliharaan yang dimulai sejak hari ini, Sabtu, dengan wilayah pemadaman di kawasan JL.Kejaksaan , Jl. Candi Biara, Jl. Candi Prambanan, Jl. T. Umar, Jl. Kediri, Jl. Tumapel, Jl. Taruma, Jl. Jl.KPT. Maulana Lbs, Jl. Raden Saleh. JL. Diponegoro, Jl. T. Daut,, Jl. Hang Tuah, Jl. Hang Kesturi, Jl. Hang Jebat,Jl. Cik Ditiro, Jl. Kartini, Ktr Gubsu, BII, Departemen Keuangan, Univ Metodis, SMAN1 serta Jl. Paloh Gelombang, Paloh Merbau, Paloh 80, Paloh Putri, Pasar Melitang, Jl. Tanahtinggi.

Sedangkn pada Senin (28/1), dengan wilayah padam di Jl. Perjuangan, Jl. M Basir, Jl. Ileng (sebagian), Jl. Datuk Rubiah (sebagian), Perumahan Grand Permata Hijau, Perumahan Taman Permata Hijau, Jl. Jala 4 Sebagian, Jl. Pasar 4 Timur, Jl.Pasar 3 Timur, Jl Pasar 2 Timur,Lorong 35, Lorong 36, Platina Raya, Komplek Taman Citra, Jl.Inpeksi.

Kemudian, Selasa (29/1), wilayah padam di Jl.Pinggir Rel, Jl.Masjid Raya, Jl. Katamso, Jl. Meriam, Jl. H. Misbah, RS Martha Priska, Komplek Multatuli, Jl.Multatuli Pizzahut, Jl. Jamin Ginting, Jl. Masjid Syuhada, Jl. Bunga Ester, Jl. Bunga Kantil, Jl. Dwi Warna, Jl. Saudara, Jl. Rebab, Jl. Bunga Mawar, Jl. Sembada, Jl. Bunga Kenanga, Jl. Bunga Wijaya, Jl. Paloh Gelombang, Paloh Merbau, Paloh 80, Paloh Putri, Pasar Melitang, Jl. Tanah tinggi, Jl. Menteng VII, Jl. Puskesmas, Panglima Denai , Jl. Jermal I s/d Jl. Jermal XVII, Jl. Keramat Indah, Jl. Datuk Kabu, Jl. Denai, Jl. Toba IV, Jl. Pancasila, Jl. Sei Musi, Jl. AR. Hakim,Jl. Swadaya, Jl. Bromo, Jl. Perjuangan Toba III, Jl.Sepakat, Jl. Iklas, Jl.AR.Hakim, Perum UBUD, Ktr Koramil Medan Area Selatan, Univ Terbuka.

Selanjutnya, Rabu (30/1), wilayah padam di Jl. Pasar Baru, Jl. Bunga Cempaka, Jl. Bunga Wijaya sebagian, Jl. Bunga Melur, Jl. Pasar III Ring Road, Jl. Sempurna Kopertis, Jl.Serma Hanafiah, Jl.Veteran, Jl.TM Pahlawan, Jl. Medan Belawan, Jl.Pajak Baru, Jl. Bilal, Jl. Krakatau, Jl. Setia Jadi, Jl. Sidorukun, Jl. Madio Sentoso, Jl. Sidodame, Jl. Thamrin, Jl. Sumatera, Jl. Wahidin, Jl. Merbabu, Jl. Kalianda, Jl. Asia, Jl. Yosrizal, Jl. Gandi, Jl. Tembaga, Jl. Ampas, Jl. Berlian, Jl. STM, Jl. Sakti Lubis Sebagian, Jl. Teladan Barat sebagian, Jl. HM Joni Sebagian, Jl. PON, Jl.STM (sebagian), Jl. Bajak I,Jl. Suka Cipta, JL.Sakti Lubis (sebagian), Jl.SM.Raja (sebagian), Jl. Air Bersih, Jl. Pelangi Sebagian, Jl. Turi Stadion Teladan,Jl. Stadion Teladan, Jl. Karya Bakti,Jl.Gedong Arca,Jl. HM. Joni, Jl.Halat.

Sementara, pada Kamis (31/1), wilayah padam di Jl Iskandar Muda simpang Sei Mencirim, Darussalam, Sei Batu Gingging, Sei Silau, Jl. Kapten Muslim, Jl. Jawa, Jl. Budi Luhur, Jl. Amal Luhur, Jl. Setia Luhur, Jl. Klambir V, Jl. Psr IV Cinta Damai, Jl. Asrama, Jl. Perum Bumi Asri, Gang Banteng, RS Sari Mutiara, Milenium, Jl. Bakti Luhur. “Pemadaman dilakukan mulai pukul 0.9 00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Sekali lagi kami memohon maaf atas ketidakyamanan atas pemadaman ini,” ucap Manager PLN UP3 Medan, Lelan Hasibuan. (rel/ila)

Terkait Kasus KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba, Berkas Tersangka Kadishub Samosir Belum Lengkap

.
KM Sinar Bangun yang mengalami musibah dalam pelayaran dari Simanindo ke Tigaras, Senin (18/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dua kali mengembalikan berkas Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahaan ke penyidik kepolisian hingga belum dimajukan ke persidangan.

“Ini yang kedua kali berkasnya kita kembalikan lagi ke penyidik (Poldasu) karena masih P-19 (belum lengkap). Mereka itu masih harus melengkapi syarat formil, materil dan yuridis,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada wartawan, Jumat (25/1).

Sumanggar mengatakan, berkas yang masih tersangkut di Poldasu tersebut, menjadi kendala Kejatisu belum melimpahkan perkara ini ke pengadilan.

“Gimana mau kita limpahkan ke pengadilan kalau perkaranya belum duduk. Makanya kita harus kuat di pra penuntutannya, supaya kita nanti jangan salah waktu melakukan penuntutan,” ujarnya.

Syarat formil, materil dan yuridis yang dimaksud Sumanggar yang harus dilengkapi penyidik Poldasu, yakni berupa keterangan pendukung. “Surat-surat, keterangan saksi, keterangan terdakwa, keterangan petunjuk dan keterangan ahli,” sebutnya.

Sebelumnya, empat tersangka KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba pada 18 Juni 2018, diadili di PN Balige yakni, Poltak Saritua Sagala selaku nakhoda KM Sinar Bangun, Golpa F Putra selaku Kapos Simanindo.

Kemudian, Karnilan Sitanggang selaku pegawai honor Dishub Samosir yang menjadi anggota Kapos Pelabuhan Simanindo dan Rihad Sitanggang selaku Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dinas Perhubungan Samosir.

KM Sinar Bangun tenggelam dalam pelayaran melintasi Danau Toba dari Simanindo, Samosir, menuju Tigaras, Simalungun. Kapal itu diperkirakan membawa sekitar 200 penumpang dan puluhan sepedamotor. (man/han)

Kunjungan Kerja ke Pakpak Bharat, Gubsu Motivasi Warga untuk Maju

ist SILAHTURAHIM: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi bersilahturahim dengan Forkopimda, OPD, dan unsur masyarakat se Kabupaten Pakpak Bharat di Aula Kantor Bupati Pakpak Bharat.
ist
SILAHTURAHIM: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi bersilahturahim dengan Forkopimda, OPD, dan unsur masyarakat se Kabupaten Pakpak Bharat di Aula Kantor Bupati Pakpak Bharat.

PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO – Kunjungan kerja Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi ke Kabupaten Pakpak Bharat diisi dengan motivasi kepada masyarakat di Aula Kantor Bupati Pakpak Bharat, Jumat (25/1). Untuk maju, warga didorong agar memiliki tiga hal, yakni doa, cita-cita dan toleransi.

Di hadapan ratusan unsur masyarakat dari berbagai kalangan, Gubsu menyampaikan bahwa keberadaan pimpinan pemerintahan Pakpak Bharat sejak beberapa waktu lalu diemban oleh Penjabat Bupati pasca terjadi masalah hukum. Penunjukannya sendiri adalah untuk memastikan agar tidak muncul polemik di masyarakat, serta yang terpenting mengejar pembangunan.

“Saya ingin menunjukkan bahwa daerah ini sangat bisa kita majukan. Karena Sumut ini potensial. Karena itu bagaimana kita bisa membangun desa, menata kota. Karena itu yang penting adalah kualitas Kepala Desa,” ujar Gubsu.

Seluruh unsur, kata Gubsu, harus bisa bekerja sesuai perannya masing-masing. Yakni pemuka agama, pemimpin pemerintahan dan masyarakat. Semuanya perlu saling terhubung dan berinteraksi. Karena itu diminta untuk menjaga kepemilikan tiga hal.

“Saya mau sampaikan tiga poin. Pertama adalah doa, karena itu sangat penting. Kedua kita harus punya cita-cita, mau kita apakan daerah kita ini. Jangan apatis, bagaimana daerah kita jadi bagus,” sebut Edy Rahmayadi.

Sedangkan poin ketiga lanjut Edy, adalah toleransi. Sebab manusia diciptakan berbeda-beda untuk saling mengasihi. Jika ada persaingan seperti antar agama, harusnya dalam hal kebaikan, bukan saling menjelekkan satu sama lain. “Kalau kita mau beradu, mari kita adu baik-baikan (siapa yang paling baik). Jangan agama yang satu menjelekkan orang beragama lain,” jelasnya.

Selain itu, Edy juga menegaskan sekaligus memotivasi masyarakat untuk tidak menyerah dengan keadaan saat ini yang kurang baik. Sebab generasi penerus kelak, tergantung bagaimana generasi sebelumnya. “Kita harus berjuang, jangan menyerah. Kalau kita menyerah, anak cucu kita akan sengsara. Makanya kita harus kompak, nurut pemimpin dengan yang dipimpin, tujuan kita bisa sampai,” katanya.

Sementara Pj Bupati Pakpak Bharat Asren Nasution mengatakan, kehadiran Gubsu Edy Rahmayadi merupakan momentum berharga. Karena itu mereka berterimakasih karena perhatian yang cukup besar bagi daerahnya. Terlebih lagi saat ini adalah dimulainya program pembangunan 2019.

“Secara psikis, Pakpak Bharat mem butuhkan semangat. Karena itu seluruh proses segera bisa dilaksanakan, itu satu tupoksi kami. Memperlancar seluruh proses pembangunan,” pungkasnya. Usai kegiatan, Gubsu bersama rombongan melaksanakan shalat Jumat di Masjid Jami’ Delamdam Kecamatan Kecupak.

Hadir di antaranya Pj Bupati Pakpak Bharat Asren Nasution, Kadis Pendidikan Provsu Arsyad Lubis, Kadis Bina Marga Provsu Abdul Haris Lubis, Kadis PMD Provsu Aspan Sopian, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta unsur Forkopimda Pakpak Bharat.(prn/han)

Kapolres Asahan Buka Jambore Patroli Keamanan Sekolah

.
.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Asahan AKBP, Faisal F Napitupulu membuka resmi jambore Patroli Keamanan Sekolah (PKS) ke IV Tahun 2019 di Lapangan Eks Bataliyon 126/KC, Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Jumat (25/1).

Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu mengatakan, PKS merupakan salah satu organisasi di sekolah yang pantas diapresiasi. Pasalnya, organisasi yang berafiliasi ke Satuan Lalulintas ini banyak melahirkan generasi muda yang disiplin.

“Artinya organisasi PKS ini juga dapat memberikan pandangan bagaimana keamanan di sekolah dengan berdisiplin,”kata Faisal.

Dilanjutkan orang nomor satu di Polres Asahan itu, bahwa PKS di sekolah juga dapat mengamankan kondisi di lingkungan sekolah. Baik itu dari keamanan cara kita mengamankan suatu ruangan kelas untuk lebih tertib.

“Terutama keamanan dalam menjaga persaudaran sesama teman di sekolah dan menjaga ketertiban di sekolah,”bilang Faisal sembari berkesempatan menyerahkan topi kepada masing – masing komandan regu peserta jambore.

Sementara Pembina PKS Asahan, Ipda M Pakpahan menyebutkan, jambore diikuti seluruh anggota PKS yang ada di Asahan dan direncanakan kegiatan ini akan ditutup pada Minggu (27/1) mendatang.

“Kegiatan jambore ini akan berlangsung tiga hari, selain anggota PKS aktif, ikut juga diundang para alumni,” kata Pakpahan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Drs Sofyan mengatakan kalau kita bangga, sekolah – sekolah masih mengaktifkan kegiatan PKS, organisasi ini sangat bagus untuk melatih disiplin.

“Tentulah PKS merupakan organisasi yang cendrung mendukung program – program Polisi Lalulintas, oleh karena ini mereka bisa jadi kader – kader keselamatan berlalulintas,”bilangnya.

Amatan wartawan acara pembukaan Jambore PKS tampak meriah dengan diikuti penampilan Grub Drum Band dari Perguruan Muhammadiyah Kisaran. (omi/han)

Pengurus PGRI Sergai Dilantik, Jadikan Profesi Guru untuk Kebaikan

SURYA/SUMUT POS BERI SALAM: Bupati Ir H Soekirman memberikan salam kepada ketua PGRI Sergai Drs Joni Walker MM, Kamis (24/1).
SURYA/SUMUT POS
BERI SALAM: Bupati Ir H Soekirman memberikan salam kepada ketua PGRI Sergai Drs Joni Walker MM, Kamis (24/1).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Pendidikan merupakan salah satu masalah kompleks yang terus dihadapi oleh bangsa Indonesia, tidak hanya pendidikan secara formal namun juga pendidikan non formal. Oleh sebab itu, perlu adanya organisasi yang menaungi para guru yang dikenal dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Demikian disampaikan Bupati Ir H Soekirman saat menghadiri pelantikan pengurus PGRI Kabupaten Sergai masa periode 2018-2023, di Pantai Pondok Permai, Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kamis (24/1).

Dikatakan Soekirman, organisasi PGRI merupakan tempat bernaung nya para guru dan pendidik mulai dari tingkat bawah hingga ke atas. Dengan adanya keberadaan PGRI, diharapkan dapat menjadi Pioneer melaksanakan minat dan mutu pendidikan di Kabupaten Sergai.

Oleh karena itu, Soekirman mengajak semua guru di Kabupaten Sergai untuk selalu kompak satu sama lain, jangan sampai terpecah belah dan terkotak kotak, karena dapat menghambat program kerja PGRI dan dikhawatirkan juga dapat menghambat proses belajar mengajar.

“Jadikanlah guru sebagai profesi dalam menanamkan kebaikan sesuai dengan arti guru itu sendiri yang digugu dan ditiru, maka diharapkan para guru dapat menjaga martabat guru itu sendiri,” kata Soekirman.

Soekirman pun berharap, kepada PGRI agar senantiasa bekerja dan sama sama bekerja dalam membangun sumber daya manusia Serdang bedagai menuju Era Revolusi Industri 4.0.”Jadi saya berharap jika sudah satu atap, maka kita harus satu fikiran dan satu langkah,” harapnya.

Soekirman juga mengapresiasi kreasi anak Sergai yang mampu merubah sampah menjadi barang yang berharga, guru dan siswa pencipta paping block.

”Kesejahteraan guru di Sergai harus di perhatikan dan di tingkatkan, saya sedih jika melihat guru mendapatkan penghasilan seperti itu, sebab saya pernah merasakan menjadi guru di Lubukpakam,”pungkasnya.

Sementara Ketua PGRI yang baru dilantik Drs Joni Walker menyampaikan, harapan kita guru sergai tetap satu dalam mendidik anak-anak di Kabupaten sergai, Mari kita wujudkan guru sergai yang bersatu mencerdaskan anak bangsa sergai

Pada kesempatan ini kami dari PGRI Sergai memperkenalkan kreasi putra/putri asli daerah yang mampu mengolah sampah plastik menjadi barang yang berguna. Mengingat Indonesia menduduki peringkat kedua setelah China produsen sampah pelastik terbanyak di dunia.

“Dengan keberhasilan itu, dapat memanfaatkan dengan mengolah sampah plastik menjadi paping block melalui Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Pantai Cermin yang nantinya kami berharap dapat di produksi secara masal,”kata Joni Walker.

Sebelumnya, ketua PGRI Sumut Drs Abdul Rahman Siregar melantik ketua PGRI Sergai Drs Joni Walker MM bersama pengurus masa periode 2018-2023. (sur/han)

Sidang Korupsi Pengadaan LPJU di Labuhanbatu, Saksi: Pengerjaannya Sudah Nggak Beres

GUSMAN/SUMUT POS BERSAKSI: Keenam orang saksi memberikan keterangan kepada majelis hakim atas dugaan korupsi Pengadaan dan Pemasangan LPJU Labuhanbatu di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (25/1).
GUSMAN/SUMUT POS
BERSAKSI: Keenam orang saksi memberikan keterangan kepada majelis hakim atas dugaan korupsi Pengadaan dan Pemasangan LPJU Labuhanbatu di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (25/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang dugaan korupsio Pengadaan dan pemasangan LPJU di Labuhanbatu, dengan tersangka Senang ST dan Penman, kembali digelar.

Dalam kasus ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU), menghadirkan 6 orang saksi. Dalam keterangannya, saksi-saksi menyebut bahwa proyek yang merugikan negara sebesar Rp579 juta, sedari awal dikerjakan sudah tidak beres.

Ke enam saksi yang dihadirkan JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu, diantaranya, Magdalena, Yunus, Erwin Putra Batubara, Deni Marzuki, Risma dan D Siagian. Mereka merupakan pengawas dalam pengerjaan proyek LPJU, dengan pagu anggaran sebesar Rp3,9 miliar yang bersumber dari APBD Labuhanbatu tahun 2013.

Magdalena misalnya, saat ditanyakan oleh JPU Hasan Afif Muhammad, terkait pengerjaan proyek LPJU di Jalan H Adam Malik Kecamatan Rantau Utara/Selatan, mengaku tak mengetahui pasti besaran anggaran yang tidak sesuai dengan harga perkiraan sendiri (HPS).

“Saya tidak ikut menandatangani pengadaan barang untuk pemasangan LPJU. Cuma waktu pemasangan lampu, trafo saya ikut mengawasi,” ucapnya dihadapan Majelis hakim Pengadilan Tipikor, yang diketuai Aswardi Idris, Jumat (25/1).

“Tapi setelah pekerjaan sudah masuk 75 persen, saya berniat mengundurkan diri karena tidak sesuai,” sambung Magdalena.

Namun, sidang yang digelar di ruang Cakra 9 tersebut, sempat membuat majelis hakim marah. Pasalnya, saksi Yunus yang ditanyai hakim anggota terkait proyek itu, mengaku tidak tahu kerugian negara yang ditimbulkan. Begitupun dengan saksi lainnya, juga mengaku tidak tahu.

“Saudara kan yang mengawasi di lapangan, masa tidak tau kerugian negara? Jangan iya-iya saja kalau ditanya, kalian kan harus tau juga apakah barangnya bagus atau tidak, terus tiangnya sesuai tidak seperti dikontrak. Bagaimana majelis (hakim) disini tidak marah, kalau kalian sebagai pengawas tidak tau apa yang dikerjakan rekanan PT Mangun Coy,” hardik hakim.

Namun, berdasarkan dari keterangan saksi, bahwa yang melaksanakan pengerjaan dilapangan merupakan Ahmad, selaku perwakilan PT Mangun Coy. Saksi menerangkan, terdakwa Penman yang merupakan Direktur PT Mangun Coy, malah tidak pernah terlihat sama sekali dilapangan.

“Pak Ahmad yang bekerja di lapangan, sedangkan pak Penman tak pernah nampak dilapangan,” beber saksi kompak.

Sementara, Penasehat hukum terdakwa, baik Egie Sandres dan Irfan Andrianta Tarigan tak banyak berkomentar mengenai keterangan saksi. Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan.

Sebagaimana diketahui, dua terdakwa yakni Senang ST selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Penman selaku Direktur PT Mangun Coy (rekanan) di dakwa telah bersekongkol melakukan dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan LPJU di Jalan H Adam Malik, Labuhanbatu.

Dalam proyek yang bersumber dari APBD Labuhanbatu TA 2013, dengan pagu anggaran Rp3,9 miliar tersebut, diduga dikorupsi yang menyebabkan negara mengalami kerugian sebesar Rp579 juta.

Keduanya didakwa JPU, melanggar pasal 3 Jo pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (man/han)

Desa Paluh Kerau Terancam Banjir, Penanganannya Kewenangan Pemkab Deliserdang

.
.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Desa Paluh Kerau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang yang terancam banjir akibat kondisi tanggul yang sudah jebol dan letaknya dikelilingi laut, penanganannya sudah menjadi domain pemerintah daerah setempat.

“Pekerjaan itu kewenangan bupati. Kita tidak bisa mengerjakan di luar kewenangan provinsi, nanti salah. Tapi kalau misalnya jalan kabupaten di sana perlu dibenahi, bisa lewat pusat melalui Dana Alokasi Khusus,” kata Kabid Pengembangan Jaringan Sumber Air (PJSA) Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR) Sumut, Alfi Syahriza menjawab Sumut Pos, Jumat (25/1).

Menurutnya, infrastruktur yang bisa dibangun pemprov, harus memang kewenangan provinsi baik jalan, jembatan maupun lainnya. Terkhusus di SDACKTR Sumut, diakui dia pihaknya belum ada menerima laporan maupun koordinasi dari Pemkab Deliserdang terkait pembangunan infrastruktur di Desa Paluh Kerau.

“Belum, belum ada. Coba tanya ke Dinas BMBK (Bina Marga Bina Konstruksi) Sumut mana tau sudah ada koordinasi ke sana. Tapi menurut saya, kalau bukan wilayah provinsi bukan menjadi kewenangan mereka juga mengerjakan,” katanya.

Senada, Kabid Perencanaan dan Evaluasi Dinas BMBK Sumut, Iswahyudi mengakui pihaknya belum pernah berkoordinasi dengan Pemkab Deliserdang atas pembangunan di wilayah dimaksud. “Mungkin kalau ada surat permohonan bantuan ke provinsi, tembusannya ke Bappedasu. Kalau ke kami tidak pernah ada,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa wilayah tersebut merupakan domain dan wewenang kabupaten, sehingga menjadi atensi pemerintah setempat untuk menyelesaikannya. “Kalau memang sudah ada koordinasi ke provinsi, tentu akan masuk pada mata anggaran kami untuk dilakukan. Tapi sejauh ini setahu saya belum ada secara resmi masuk ke kami permohonan dari pemkab setempat,” katanya.

Diketahui, masyarakat Dusun 13 Desa Paluh Kurau, Hamparan Perak, Deliserdang berharap perhatian khusus dari pemkab dan Pemprovsu terkait pembangunan infrastruktur baik akses jalan maupun bantuan alat-alat pertanian lainnya.

Warga setempat, Sawal menuturkan perjalanan panjang kisah pembangunan di desanya sejak ia lahir sampai sudah hampir separuh abad sangat jarang tersentuh proyek pemerintah.

“Sejak aku lahir belum pernah melihat pembangunan infrastruktur jalan. Makanya jika musim hujan dan musim pasang air laut, desa ini tampak seperti danau buatan menggenangi seluruh rumah warga,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan warga lain, Ibnu dan Ucung. Mereka berharap perhatian pemerintah untuk melihat kondisi Jalan Pasar 7 Dusun 13 sepanjang 2,5 Km rusak berat karena selalu digenangi air laut bila saat pasang.

“Kami berharap bapak bupati Deliserdang secepatnya dapat melihat kondisi desa kami ini, khususnya pasar 7 yang sudah kopak-kapik,” katanya. (prn/han)