26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 5617

Kudeta Tidak Berdarah, Edy Mundur, Joko Driono Jadi PLT Ketua Umum PSSI

SERAHKAN: Edy Rahmayadi menyerahkan pataka kepada Joko Driyono yang menggantikannya sebagai Ketum PSSI usai menyatakan mundur, Minggu (20/1).
SERAHKAN: Edy Rahmayadi menyerahkan pataka kepada Joko Driyono yang menggantikannya sebagai Ketum PSSI usai menyatakan mundur, Minggu (20/1).

SUMUTPOS.CO – Kongres PSSI 2019 resmi berakhir. Kongres tahunan kali ini memang cukup mengejutkan. Edy Rahmayadi yang sebelumnya banyak ditekan publik akhirnya memilih untuk mundur. Joko Driyono yang sebelumnya menjabat Waketum maju sebagai karteker Ketum PSSI. Dalam statuta, prosesi pergantian pucuk pimpinan ini sudah diatur secara lengkap.

MUNDURNYA Edy Rahmayadi dari jabatan Ketua Umum PSSI memantik reaksi Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti. Lewat akun Instagramnya, Minggu (20/1), dia mengunggah foto bersama kucing.

Meski tak menyebutkan satu namapun dalam tulisannya, namun secara tersirat, Krishna menyindir seseorang. Dia bahkan menyebutkan lengsernya Edy sebagai kudeta tak berdarah. “Karena skrg mbahnya Bakpia sdh jd raja. Telah terjadi Kudeta tak berdarah. Kucing saya saja tau siapa mbahnya bakpia,” ungkapnyan

“Mbah, yg kamu lakukan itu jahat, nakut2in voters seolah2 kalau bukan kamu yg jd raja kucing, kucing voters akan dikandangin semua karena semuanya pernah makan ikan asin. Padahal kamu biang makelar ikan asin. Kamu yg bagi2 ikan asinnya,” lanjutnya.

Dia juga menegaskan, orang yang dikudeta adalah orang baik. “Percayalah mbah, Allah maha mengetahui… Orang baik di kudeta oleh si mbah Bakpia kucing garong #kmupdates (ini obrolan pagi sama kucing tentang si mbah Sri galak berbulu kucing),” bebernya.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar juga menilai, mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI sebagai langkah kudeta yang dilakukan sejumlah pengurus. Umuh Muchtar, menilai, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi dikhianati bawahannya di PSSI. Rumor menyatakan bahwa Edy Rahmayadi dikudeta dan dikhianati bawahannya sendiri.

Kabarnya, Edy langsung bertolak ke Medan usai acara Kongres PSSI di Sofitel Hotel Nusa Dua selesai Minggu (20/1) sore. Isu kudeta tertera pada sebuah surat yang berisi tentang mosi tidak percaya Voters PSSI terhadap kepemimpinan Edy Rahmayadi.

Pemilik hak suara dan voters mengamanatkan kepada Exco PSSI agar Edy Rahmayadi diberhentikan. Hingga saat Ini belum terkonfirmasi kebenaran isi surat tersebut.

Namun di lain pihak, Manager Persib Bandung Umuh Muchtar menilai, Edy Rahmayadi dikhianati. “Dia (Edy Rahmayadi) polos dan percaya kepada bawahan. Akhirnya, teledor. Sudah dipercaya, malah Pak Edy dikhianati,” tegas Umuh kepada awak media di arena Kongres PSSI.

Menurut Umuh, ini murni bukan kesalahan Edy Rahmayadi. “Mungkin selama ini Pak Edy sibuk, jadi laporan anak buahnya ya seenak-enaknya saja. Ini Pak Edy dikhianti oleh orang dalamnya sendiri,” tegas Umuh.

Umuh juga berharap agar Kongres Luar Biasa (KLB) secepatnya harus digelar. Gelaran itu setelah pelaksanaan Pilpres 2019, akhir April. “Lebih cepat lebih baik jangan tunggu tahun depan lagi. KLB harus setelah pemilu,” ujarnya.

Diketahui, Edy Rahmayadi mundur dari ketua umum PSSI tepat di Kongres Tahunan PSSI 2019 di Bali, Minggu (20/1). Dalam pidatonya di Kongres PSSI, Edy secara mengejutkan mundur. Dia mengaku keputusan mundur ini sudah matang dan dilakukan secara sadar. “Saya nyatakan hari ini saya mundur dari Ketua Umum PSSI. Dengan syarat jangan khianati PSSI, Jangan hanya satu hal yang lain lalu kita bercokol. Merusak rumah besar kita ini. Warisan leluhur kita,” ucapnya.

Edy juga mengungkapkan, dirinya mengundurkan diri dengan pemikiran yang sudah matang. “Semua saya lakukan dengan kondisi sehat walafiat. Saya mundur bukan Karena saya tidak bertanggung jawab tapi saya bertanggung jawab. Terima kasih saudara saya sebangsa dan setanah air. Besarkan PSSI kita ini,” ujarnya.

Pengunduran Edy Rahmayadi disambut tepuk tangan oleh para peserta kongres dan mereka berteriak dengan kompak, “Hidup Pak Edy, Hidup Pak Edy.”

Keputusan Edy mundur mendapat reaksi beragam dari peserta kongres. Presiden Klub Borneo FC Nabil Husein Said mengaku terkejut. “Sepertinya setiap pemilik klub terkejut dengan hal ini,” katanya, di sela kongres. Meski demikian, ia berharap PSSI menjadi lebih baik dengan pergantian nahkoda ini.

Direktur Bali United, Yabes Tanuri tidak mempermasalahkan pengunduran diri Edy. Yabes berharap polemik di tubuh PSSI berkurang dengan mundurnya Gubernur Sumatera Utara tersebut. “Semoga federasi bisa jadi lebih baik,” ujarnya .

Manajer Bhayangkara FC Ajun Komisaris Besar Polisi Sumardji juga terkejut dengan keputusan Edy. Namun ia berharap Djoko Driyono bisa membawa PSSI ke arah yang lebih baik. “Semoga ada kemajuan,” ujarnya.

Harusnya Gubernur Sumut yang Dilepas

Hal berbeda disampaikan Manajer Madura United, Haruna Soemitro. Dia malah menyayangkan keputusan Edy mundur dari Ketua Umum PSSI. Menurut Haruna, sebaiknya out sebagai Gubernur Sumatera Utara.

Bekas ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu menyepakati jika Edy tak seharusnya rangkap jabatan. Tapi, bukan ketua umum PSSI yang dilepas. “Mundur itu adalah hak. Semua orang itu punya hak untuk maju dan mundur. Tentu ini adalah jalan yang harus kita hargai dan apresiasi,” kata Haruna.

“Faktanya, kami ini butuh sosok Pak Edy dan kami kehilangan sosoknya ketika menjadi Gubernur Sumatra Utara. Sebetulnya, saat kongres tadi kami ingin menyuarakan dia untuk mundur dari jabatan Gubernur Sumatera Utara karena kami butuh sosoknya di PSSI,” tambahnya.

Kemenpora pun merespons keputusan Edy Rahmayadi yang mundur dari Ketua Umum PSSI. Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto berharap, keputusan itu dibarengi dengan revolusi di tubuh PSSI. “Saya tahunya dari media. Saya kira itu hak beliau, karena Kemenpora kan tidak melakukan intervensi ataupun tekanan apapun,” ujar Gatot.

“Kini PSSI harus segera berbenah, nunjuk siapa acting-nya dan mempersiapkan KLB. Jangan sampai kondisi terulang kembali: pucuk pimpinan ganti, tetapi motor-motor organisasi tetap itu-itu juga,” tandasnya.

Sentil Manajer Persib

Dalam pidato pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi memberikan pesan khusus kepada Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Edy yang juga Gubernur Sumatera Utara itu menyebut Umuh jangan cuma bisa teriak di luar PSSI. Makanya, dia menantang agar Umuh menjadi Ketua Umum PSSI. “Mungkin lebih pantas Umuh pimpin di sini, silakan. Jangan teriak-teriak di luar (lagi). Karena bangsa lain lihat, Indonesia primitif. Tidak baik untuk PSSI, karena kita saling mencintai,” kata Edy.

“Dibanding kalian berkelahi, biar saya yang keluar dari rumah ini. Setuju?,” Tanya Edy yang langsung disepakati para voters.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar pun bereaksi karena namanya disebut dalam pengunduran dirinya. Umuh mengaku, sejauh ini dirinya kerap dikorbankan. “Pengorbanan itu, pengorbanan. Biar saja dari dulu saya selalu jadi korban. Enggak apa-apa, untuk kebaikan,” ungkap Umuh di sela-sela Kongres PSSI di Bali, Minggu (20/1).

Sejatinya, Umuh dulu merupakan pengusung Edy jadi Ketum PSSI. Namun, dia berubah 180 derajat usai Persib Bandung disanksi berat di Liga 1 2018. “Tapi saya dengan Pak Edy sangat baik hubungannya dari awal. Dulu saya juga pernah diundang ke rumahnya, di tempat Pak Edy, rumah dinas,” papar dia.

Sekarang, berakhir seperti ini Umuh mengaku tak bisa berbuat banyak. “Saya pasrah saja, tak ada masalah. Untuk kebaikan, untuk Indonesia dan sepak bolanya saja. Ini risiko buat saya,” tandas Umuh. (jpc/bbs)

Tetap Dijatuhi Hukuman 3 Tahun Penjara, MA Tolak Kasasi Ramadhan Pohan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MEMBACA: Ramadhan Pohan membaca berita acara dakwaan yang dituduhkan kepadanya saat mengikuti persidangan di PN Medan, beberapa waktu lalu.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MEMBACA: Ramadhan Pohan membaca berita acara dakwaan yang dituduhkan kepadanya saat mengikuti persidangan di PN Medan, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.Co – Perjuangan Ramadhan Pohan untuk meringankan hukumannya melalui kasasi ke Mahkamah Agung kandas.

Seperti dilansir di website Mahkamah Agung, kasasi politikus Partai Demokrat (PD) itu ditolak. Alhasil, bekas calon Wali Kota Medan itu dihukum 3 tahun penjara karena kasus penipuann

Kasus bermula saat Ramadhan Pohan mau mencalonkan diri sebagai Wali Kota Medan berpasangan dengan calon Wakil Wali Kota Medan Edy Kusuma pada Pilkada 2015 lalu. Untuk menunjang biaya kampanye, Ramadhan Pohan meminjam uang ke RH Simanjutak dan Hendru Sianipar miliaran rupiah.

Pinjam-meminjam itu berbuntut panjang, karena Ramadhan Pohan melunasi utang dengan cek kosong. Ramadhan akhirnya diadili di PN Medan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pada 27 Oktober 2017, PN Medan menjatuhkan hukuman 15 bulan penjara kepada Ramadhan Pohan. Hukuman itu diperberat menjadi 3 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi (PT) Medan pada 5 April 2018. Atas vonis itu, jaksa dan terdakwa sama-sama kasasi.

Perkara Ramadhan dengan nomor 1014 K/PID/2018 diadili oleh ketua majelis Andi Abu Ayyub Saleh dengan anggota Wahidin dan Margono. Hasilnya, Ramadhan tetap dijatuhkan hukuman 3 tahun penjara. “JPU NO (niet ontvankelijke verklaard/tidak dapat diterima, red), Terdakwa tolak,” demikian lansir website MA yang dikutip, Minggu (20/1).

Menyikapi ini, Partai Demokrat menghargai putusan MA terhadap Ramadhan. “Pertama, ini berita yang baru kami dengar. Jadi berikutnya kami akan bertanya terkait persoalan ke Ramadhan Pohan sudah diterima atau belum. Tapi sebagai partai, kami menghargai putusan MA ini,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon saat dimintai konfirmasi, Minggu (20/1).

Menurutnya, Partai Demokrat akan bertanya terlebih dahulu kepada Ramadhan, apakah sudah menerima pemberitahuan terkait putusan MA itu. Jika keberatan akan putusan MA, Ramadhan masih bisa mengajukan upaya peninjauan kembali (PK) ke MA. “Jika kemudian Ramadhan Pohan berpikir tetap tidak salah di persoalan ini, maka masih ada satu mekanisme upaya luar biasa, yaitu peninjauan kembali. Tapi sepenuhnya hak PK itu di Ramadhan Pohan, apakah akan menempuh atau tidak. Tapi kami, Partai Demokrat, sepenuhnya menghormati putusan MA,” ungkap Jansen lagi.(bbs)

23 Maret, Capres-Cawapres Kampanye di Sumut, KPU Fokus DPT di Lapas dan Rutan,

YULHASNI Ketua KPU Sumut
YULHASNI
Ketua KPU Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Agenda kampanye terbuka atau rapat umum calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilu 2019 di Sumatera Utara, baru akan dimulai pada 23 Maret mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, sejauh ini masih menunggu teknis pelaksanaan kegiatan tersebut dari KPU RI “Belum, belum ada dari KPU RI (petunjuk teknisnya). Lagian mulainya kan nanti 23 Maret,” kata Ketua KPU Sumut Yulhasni menjawab Sumut Pos, Minggu (20/1).

Pihaknya sendiri sejauh ini masih fokus pada tahapan penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) melalui program Jemput Bola (Jebol) di lembaga permasyarakatan maupun rumah tahanan. Disamping itu, tahapan sosialisasi pemilu juga terus dilakukan, mengingat waktu pencoblosan yang kian dekat yakni pada 17 April 2019.

Secara umum Yulhasni menjelaskan, sesuai PKPU 23 dan 28 tahun 2018 tentang Pemilu 2019, kampanye akbar yang dimaksud terdiri dari dua jenis kegiatan. Yakni pertemuan terbatas dan pertemuan tatap muka. Dimana peserta pemilu dalam melaksanakan pertemuan terbatas dapat melakukannya di dalam ruangan maupun gedung tertutup. Sedangkan untuk pertemuan tatap muka, dapat dilaksanakan dalam ruangan, gedung tertutup atau terbuka serta di luar ruangan.

“Namun tetap harus diingat dan diperhatikan bahwa, jumlah peserta yang hadir tidak melampaui kapasitas tempat duduk dan pertemuan terbatas harus memberitahukan secara tertulis kepada KPU dan Bawaslu paling lambat satu hari sebelum kegiatan dilaksanakan. Ketentuan ini berlaku untuk semua peserta pemilu, baik caleg, calon DPD, parpol ataupun TKD capres dan cawapres,” katanya.

Adapun jumlah peserta kampanye pada pertemuan terbatas, sebut dia, sudah diatur jelas dalam regulasi. Yaitu untuk tingkat nasional sebanyak 3.000 orang, tingkat provinsi 2.000 orang dan tingkat kabupaten/kota sebanyak 1.000 orang. “Undangan kepada peserta harus memuat informasi mengenai hari, tanggal, jam, tempat kegiatan, nama pembicara dan tema materi serta petugas kampanye,” katanya.

Sedangkan bagi petugas kampanye saat pelaksanaan pertemuan terbatas, sambung Yulhasni, diwajibkan memberitahu kepada aparat kepolisian setempat dengan tembusan yang disampaikan ke KPU sesuai tingkatannya. “Untuk materi kampanye harus disampaikan dengan cara yang sopan, tertib, bijak dan berabad serta tidak bersifat provokatif,” ujarnya.

Pada pertemuan tatap muka, petugas kampanye dapat diperkenankan mencetak dan menyebarkan bahan kampanye. Berbeda pada saat pertemuan terbatas, dimana petugas kampanye hanya dapat membawa, menggunakan, memasang dan menyebarkan bendera, tanda gambar atau atribut parpol dan juga bahan kampanye lainnya. “Petugas kampanye bertanggubgjawab terhadap kelancaran, keamanan dan ketertiban penyelenggaraan kampanye. Dan untuk pertemuan tatap muka juga bisa dilakukan dalam bentuk kegiatan kunjungan ke pasar, tempat tinggal warga, komunitas warga, atau tempat umum lainnya,” katanya. (prn)

Soal Longsor Jembatan Sidua-dua, Pemprovsu Harus Cepat Identifikasi Masalah

BERSIHKAN: Alat berat dioperasikan untuk membersihkan material longsor di Jembatan Sidua-dua, beberapa hari lalu.
BERSIHKAN: Alat berat dioperasikan untuk membersihkan material longsor di Jembatan Sidua-dua, beberapa hari lalu.

SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta cepat melakukan identifikasi masalah terhadap bencana longsor yang menerjang Jembatan Sidua-dua di Jalan Lintas Siantar-Parapat, Kabupaten Simalungun. “Lebih cepat identifikasi masalah diketahui, maka langkah antisipasi ke depan juga dapat dilakukan,” kata Pengamat Tata Ruang Wilayah Perkotaan, Mangunsadi kepada Sumut Pos, Minggu (20/1).

Menurutnya, dugaan pembalakan liar di bagian hulu sungai sebagai penyebab longsor, harus cepat dipastikan dan dicari tahu. Jika memang ada, tentu perlu dicari siapa oknum pelaku pengerusakan. Dan jika terdapat identifikasi penyebab bencana lainnya, dicarikan upaya solutif agar dampak longsor tidak semakin meluas.

“Atau mungkin sungai di sana itu mau membentuk jalurnya sendiri. Mau membesar yang sesuai arus saat dia mengalir. Karena setahu saya, kawasan di sana banyak pepohonan di atas bebatuan, sehingga ketika tanahnya amblas material tersebut ikut jatuh ke bawah. Begitupun pemerintah provinsi harus cepat identifikasi masalahnya sehingga ada upaya nyata untuk penanganannya,” ujar Penasehat Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia (IALI) Sumut itu.

Mangun menambahkan, perlu ada komitmen antarpemangku kepentingan di Sumut untuk menuntaskan persoalan ini. Termasuk secara umum terhadap wilayah-wilayah yang rawan bencana. “Yang lebih kita khawatirkan adalah, ketika ada banyak permukiman masyarakat di lereng gunung dan tebing, di pinggiran DAS yang sebenarnya tidak diperbolehkan harus cepat dicarikan solusi. Jangan kita bertindak setelah bencana datang. Sedini mungkin pemerintah harus lakukan upaya antisipasi,” katanya.

Berkenaan rapat koordinasi lanjutan membahas bencana alam secara umum di Sumut, pemangku kepentingan yang ada belum lagi memutuskan kapan dilaksanakan. Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut dan BBPJN II, tampak saling lempar bola ketika ditanyai soal ini.

“Untuk teknisnya coba hubungi Pak Bambang Pardede ya. Karena itu domain teknis BBPJN. Disamping itu menjadi domain Dinas Kehutanan dan BLH, agar ditanyakan juga kepada mereka,” ucap Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis tanpa mau merespon terkait waktu rakor lanjutan akan dilakukan kembali.

Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumut, sebelumnya juga seperti lempar bola menindaklanjuti peristiwa bencana yang menyelimuti Jembatan Kembar, Simalungun. Kadis LH Sumut Binsar Situmorang mengatakan, pihaknya hanya menangani dampak bencana bukan urusan penyebab longsor bisa terjadi. Ia juga menerangkan bahwa tidak ada faktor kerusakan lingkungan atas bencana yang berulangkali terjadi tersebut. “Untuk kawasan hutan tentu itu kewenangan Dinas Kehutanan, karena kami hanya fokus pada penanganan paskabencana,” ujar Binsar.

Sedangkan Kadishut Sumut Halen Purba menegaskan, tidak ada pembalakan liar di hulu sungai yang menjadi penyebab longsor terjadi. Pihaknya sendiri sudah turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi hutan lindung pada kawasan itu. Dia menyebut adapun aktivitas pada hutan lindung di sana ialah ladang masyarakat yang sudah lama tidak difungsikan. “Jadi tidak benar ada kerusakan hutan akibat aktivitas pembalakan liar. Tim kami tidak ada menemukan Indikasi tersebut,” tutupnya.

Plh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II, Bambang Pardede sebelumnya mengatakan, dalam hal penanganan dan pencarian solusi longsor Jembatan Sidua-dua, bersama stakeholder terkait lain pihaknya sedang menunggu surat keputusan (SK) mengingat permasalahan ini mesti dilakukan secara terpadu. “Makanya kita tunggu dulu SK-nya. Nanti kan harus terpadu ini penanganannya. Kalau masing-masing instansi saya kita sudah mengertilah soal tugas dan tanggung jawabanya. Memang ada rencana kita lakukan rapat pembahasan lagi, kalau ada progres nanti saya kabari,” katanya.

Pembangunan benteng atau jembatan baru sebagai salah satu solusi atas bencana longsor yang berulangkali menerjang Jembatan Sidua-dua, juga masih akan dipertimbangkan. “Lagi dipertimbangkan, belum diputuskan. Kita masih mau rapat koordinasi dulu dengan stakeholder terkait,” kata Bambang belum lama ini.

Pihaknya berharap dalam rapat koordinasi lanjutan nantinya, seluruh instansi terkait lebih serius melakukan pembahasan guna mencari solusi atas peristiwa bencana alam ini. Terlebih berkenaan sumber bencana yang diduga berasal dari hulu sungai. “Di hilir (Jembatan Sidua-dua) inikan dampaknya. Yang perlu kita koordinasikan lebih jauh bagaimana di hulunya itu kita duga sumber bencana,” katanya seraya menyebut lalu lintas pada Jalan Lintas Siantar-Parapat atau persis di Jembatan Sidua-dua kini sudah lancar untuk dilalui kendaraan bermotor. (prn)

Arbi Pasaribu MPd Kembali Pimpin Jaringan Sekolah Islam Terpadu Sumut, Bakti JSIT untuk Sumut Bermartabat

TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA/ISTIMEWA | LOKASI: ASRAMA HAJI MEDAN JSIT SUMUT: Pelantikan Pengurus JSIT Sumut Periode 2018-2022 di Asrama Haji Medan, Sabtu (19/1).
TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA/ISTIMEWA | LOKASI: ASRAMA HAJI MEDAN
JSIT SUMUT: Pelantikan Pengurus JSIT Sumut Periode 2018-2022 di Asrama Haji Medan, Sabtu (19/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Sumut menggelar berbagai acara pada musyawarah wilayah di Asrama Haji Medan dengan tagline Bakti JSIT untuk Sumut Bermartabat pada 17-20 Januari 2019. Salah satu agenda adalah pemilihan pengurus JSIT Sumut periode 2018-2022 dimana Arbi Pasaribu MPd terpilih kembali memimpin organisasi ini untuk periode kedua.

Selain pemilihan pengurus, Muswil JSIT Sumut juga diwarnai agenda TFT Senam Kebugaran JSIT dipandu Sujarwo (instruktur nasional), rapat koordinasi Pramuka SIT Sumut dengan pemateri Guntar Saftawan dari Kepri dan seminar nasional bersama Mohammad Zahri MPd (Ketua Umum JSIT Indonesia).

Ada pula workshop pengelolaan sekolah bersama Dewan Pembina JSIT Indonesia Sukro Muhab dan Suhartono, senam Kebugaran JSIT bersama Ketua JSIT Indonesia Mohammad Zahri MPd. JSIT Sumut juga menggelar Pentas Amal JSIT untuk Negeri terkumpul dana Rp.85.519.000 dengan pengisi acara Ar Ruhul Jadid dan Aleehya. Bantuan ini disalurkan untuk korban bencana alam di Lombok, Palu, Sigli, Dongala, Banten, Lampung dan Panyabungan.

Ketua JSIT Sumut Arbi Pasaribu MPd saat dilantik mengajak semua semua Sekolah Islam Terpadu dapat menjawab tantangan revolusi industri 4.0 dengan baik. Arbi Pasaribu berterima kasih atas amanah kembali mengabdi, mengabdi dan mewakafkan diri bekerja, berpikir dan berjuang bersama di JSIT Sumut.

Arbi Pasaribu menambahkan pihaknya telah mempertanggungjawabkan kepengurusan JSIT Sumut periode sebelumnya yang dilalui dalam tiga tahapan yakni konsolidasi, ekspansi dan selebrasi. Ia pun kembali meminta dukungan sinerginitas dari pengurus dan anggota JSIT Sumut, pembina dan pengurus yayasan Sekolah Islam Terpadu.

Ke depan terus dapat ditingkatkan pelayanan dan kualitas Sekolah Islam Terpadu di Sumut. Lewat konsolidasi telah menguatkan solidaritas pengurus dan anggota JSIT Sumut. Ekspansi dilakukan dengan terjun ke daerah-daerah dengan mengikutsertakan kegiatan diluar JSIT untukmemperkenalkan Sekolah Islam Terpadu secara luas. Sedangkan selebrasi adalah keinginan Sekolah Islam Terpadu dikenal dengan prestasi-prestasi.

Ia mencontohkan pada lomba Budaya Mutu Pendidikan Tingkat Nasional, tiga dari sembilan utusan Sumut berasal dari sekolah anggota JSIT Sumut. ‘’Insha Allah kerja-kerja ini belum tuntas. Ini bukan kerja sendiri dimana kehadiran pengurus JSIT diharapkan dapat meningkatkan keberdayaan, kebermanfaatan dan kualitas sekolah,’’ terangnya.

Sedangkan Ketua Umum JSIT Indonesia Mohammad Zahri MPd berharap pengurus JSIT Sumut diberi kekuatan dan kesehatan agar Sekolah Islam Terpadu di Sumut semakin maju. Mohammad Zahir dalam seminar nasional juga membeberkan sejumlah tips agar Sekolah Islam Terpadu mampu memenangkan persaingan di era revolusi industri. Diantaranya dengan menyelesaikan mengurus manajemen diri baik pendidikan, rumah tangga, keuangan dan kesehatan. (*)

46 Sepeda Motor Diamankan, Satlantas Polres Madina Gelar Razia

.
.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Personel Polres Mandailing Natal menggelar razia gabungan dalam Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) Sabtu Malam, (19/01). Kali ini, razia sepeda motor yang menggunakan knalpot racing/blong. Dalam razia itu, 46 unit sepeda motor berhasil diamankan di di simpang  Jalan Bhakti Abri Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal.

Pelaksanaan K2YD dikendalikan oleh Kabag Ops Polres Madina Kompol Agus Maryana, SH yang didampingi oleh Kasat Lantas Polres Madina AKP Herliandri, SH dan PA Sat Lantas serta Pawas. Di lokasi kegiatan razia, Kanit Dikyasa IPTU Jalaludin Nasution

melakukan Sosialisasi Milenial Road Safety Festival dengan menggunakan Toa/ Pengeras suara. Tak hanya itu, juga dilakukan hunting untuk antisipasi pengendara putar arah dan melarikan diri yang patut diduga membawa barang terlarang. Selama Pelaksanaan K2YD berhasil dilakukan penindakan terhadap kendaraan bermotor yang melanggar peraturan lalu lintas dan dilakukan penegakan hukum berupa tilang. (mag-6/ila)

Dreams Come True Road to China 2019 Digelar

doni hermawan/sumut pos TANDING: Siswa SSB sedang berlaga di turnamen sepak bola di Medan.
doni hermawan/sumut pos
TANDING: Siswa SSB sedang berlaga di turnamen sepak bola di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Para siswa SSB se kota Medan berkesempatan untuk bermain di Tiongkok. Hal itu bisa diwujudkan lewat Dreams Come True Road to China. Babak regional Medan akan dihelat di Lapangan Sepak Bola Medan Krio, Jalan Sei Mencirim, Sunggal pada 2-3 Maret mendatang.

Ketua Panpel, Meladi Darmawan mengatakan turnamen ini akan digelar di 24 kota se-Indonesia. “Nantinya akan diambil para juara dari tiap kota.

Babak nasional digelar di Bandung pada 23-24 Maret dan juaranya akan mewakili Indonesia berlaga di Tiongkok, Mei nanti,”kata Meladididampingi Sekretaris, Zul Iskandar, Bendahara, Darma Riyadi dan Abdul Kholik

Turnamen digelar untuk dua kelompok usia yakni KU 12 untuk kelahiran (2007-2008) dan KU10 untuk kelahiran (2009-2010). “Jadi kami targetkan 40 tim untuk masing-masing kategori. Untuk kelahiran 2009 tidak mesti bawa SSB. Atas nama SD juga bisa,” tambahnya.

Ia menambahkan ini merupakan kesempatan emas bagi tim-tim yang ingin berkata di turnamen internasional. “Sangat jarang sekali ada turnamen yang bisa menembus negara lain. Semua dibiayai mulai dari akomodasi, tiket pesawat dan pastinya ada medali dan piagam untuk pemenang. Apalagi ini di Tiongkok. Saya harapkan dari Medan nanti bisa menembus nasional dan juara,” beber nya.

Pendaftaran telah dibuka hingga batas waktu 19 Februari mendatang. Pendaftaran bisa melalui Medali (081361184489), Zul Iskandar (085372224378), Darma Riyadi (085362748943). Per tim akan dipungut Rp1,2 juta. “20 tim pendaftar pertama akan mendapatkan bonus satu set rompi,” pungkasnya. (don)

Underpass Titi Kuning Sudah Dibuka 4 Jalur, Tinggal Tunggu Peresmian Pusat

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MELINTAS:Sejumlah pengendara melintas di ruas underpass saat uji coba di Jalan Brigjend Katamso Medan, beberapa waktu lalu. Jumat (28/12/2018). Underpass yang dibangun untuk mengurangi kemacetan di kawasan itu mulai diujicoba sebelum diresmikan dan dioperasionalkan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MELINTAS:Sejumlah pengendara melintas di ruas underpass saat uji coba di Jalan Brigjend Katamso Medan, beberapa waktu lalu.
Jumat (28/12/2018). Underpass yang dibangun untuk mengurangi kemacetan di kawasan itu mulai diujicoba sebelum diresmikan dan dioperasionalkan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Harian Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II, Bambang Pardede mengungkapkan, operasional Underpass Titi Kuning (Katamso-Delitua) sudah dilakukan belum lama ini sembari menunggu peresmian dari pemerintah pusat.

“Siang dan malam empat lajur sudah kita buka. Harapannya supaya tidak terjadi lagi hambatan arus lalu lintas di seputaran kawasan tersebut. Mengenai peresmian, kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pusat. Kita tunggulah ya,” ujarnya kepada Sumut Pos, Minggu (20/1).

Pihaknya sudah menyampaikan laporan bahwa pembangunan infrastruktur itu telah beroperasi penuh ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Di mana, saat ini tinggal menunggu waktu peresmian atas telah selesainya pembangunan underpass.

“Apakah nanti presiden yang melaunching atau menteri PUPR, kami pun masih menunggu jawaban. Intinya jalur tersebut sudah bisa dilalui dan dinikmati oleh masyarakat Sumut dan Medan khususnya,” katanya.

Seperti diketahui, Kementerian PUPR sejak 25 Desember 2018, sudah melakukan uji coba pembukaan lalu lintas (open traffic) Underpass Katamso-Delitua. Uji coba dilakukan dengan membuka dua lajur satu arah yakni dari arah Asrama Haji ke SM Raja. Dari hasil uji coba, pembukaan underpass berpengaruh terhadap kelancaran lalu lintas di persimpangan Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Brigjen Zein Hamid.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan konektivitas yang semakin lancar akan mengurangi biaya angkut kendaraan logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kehadiran infrastruktur jembatan, flyover dan underpass di samping memperlancar arus lalu lintas juga perlu dibuat indah dengan memasukan elemen budaya lokal sehingga bisa menjadi kebanggaan masyarakat dan menambah estetika kota,” katanya beberapa waktu lalu.

Pembangunan underpass dilakukan Kementerian PUPR melalui BBPJN II (Sumatera Utara-Riau), Ditjen Bina Marga dengan kontrak tahun jamak (multiyears) sejak Oktober 2016 dan ditargetkan rampung akhir Desember 2018.

Underpass ini terdiri dari 4 lajur 2 arah dengan panjang 392 meter yang terdiri dari konstruksi terowongan sepanjang 42 meter, jalan pendekat arah timur dan barat masing-masing sepanjang 216 meter dan 134 meter.

Selain pembangunan underpass, juga dikerjakan pelebaran jalan di sekitar underpass sepanjang 3,2 Km yakni pada ruas Jalan Brigjen Katamso – Zein Hamid, Jalan AH.Nasution, Simpang Jl. Karya Jaya – Jl. Adi Sucipto, Simpang Jl. STM Underpass Katamso, dan pelebaran Jembatan Sei Deli.

Pembangunan underpass juga menambah estetika Kota Medan karena pada dindingnya dihias ornamen khas Sumut. Underpass Katamso-Delitua juga telah dilengkapi sistem drainase dan pintu air untuk mengantisipasi terjadinya genangan pada terowongan, akibat kenaikan elevasi banjir dari Sungai Sei Deli. Biaya pembangunan underpass menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 129,15 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor PT. Hutama Karya. (prn/ila)

Lelang Jabatan Eselon II Pemko Medan Belum Juga Dibuka, Sabar: Tunggu Apalagi?

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD & PSDM) Setda Kota Medan belum juga membuka lelang jabatan eselon II setingkat kepala dinas atau kepala badan. Padahal, sejak Oktober 2018 lalu terdapat beberapa posisi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) kosong lantaran ditinggal pensiun.

Sekretaris BKD & PSDM Setda Kota Medan, Baginda Siregar mengaku belum bisa memastikan kapan lelang jabatan eselon II akan dibuka. Sebab, hal itu hak preogratif Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin. “Kita belum tahu kapan dibuka lelang (jabatannya), begitu juga dengan mutasi. Semua itu hak prerogatif Pak Wali (Kota Medan),” ujarnya baru-baru ini.

Menurut Baginda, lelang jabatan nantinya tidak dibuka secara sekaligus terhadap kepala OPD yang bukan definitif. Namun, seleksi ini secara bertahap. “Nanti ada seleksi terbuka, kemungkinan dua atau tiga dulu dan sisanya menyusul. Seleksi dilakukan dari tim pansel (panitia seleksi) yang dibentuk. Tetapi, sejauh ini pansel belum ada dibentuk,” ujarnya.

Diutarakan Baginda, untuk mengisi kekosongan sementara jabatan sejumlah OPD yang ditinggal pensiun, maka ditunjuk orang yang berkompeten. Mereka menjadi Pelaksana Tugas (Plt). “Sebagian besar diisi oleh sekretaris. Namun ada juga diluar itu, seperti Pak Sulaiman Harahap, staf ahli wali kota ditunjuk sebagai Plt Kepala Kesbangpol,” tukasnya.

Sementara, Ketua Komisi A DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu mendesak Pemko segera membuka lelang jabatan tersebut. Ia pun mempertanyakan kenapa belum juga dibuka. “Kenapa belum dibuka lelang jabatannya, mau tunggu apalagi Pemko,” tanya Sabar.

Sabar menegaskan, apabila telah dibuka lelang jabatan eselon II maka dilakukan secara transparan dan akuntabel. “Seleksi secara fair, jangan dicampuri dan tunggu-tunggu lagi. Nanti beralasan enggak mencapai target PAD yang telah ditetapkan, karena kepala OPD terkait masih Plt atau belum definitif,” ucapnya.

Kata Sabar, jika memang beberapa jabatan eselon II yang kosong diisi tanpa harus lelang jabatan, maka lakukan rotasi atau mutasi. Namun, dalam mutasi ini jangan berdasarkan suka atau tidak suka dan juga perkawanan. “Harus betul-betul yang berkompeten apabila dilakukan mutasi untuk mengisi kekosongan beberapa posisi eselon II,” pungkasnya.

Untuk diketahui, enam jabatan eselon II yang kosong antara lain Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Perkim-PR), Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K), dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD & PSDM). Ketiga pejabat yang menduduki posisi tersebut sebelumnya telah pensiun.

Sedangkan tiga jabatan lagi yaitu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) yang sudah kosong sejak Oktober lalu. Namun hingga kini belum ada penggantinya. (ris/ila)

Menolak Politik Hoax, 15 Ribu Buruh Pekerja Transport Turun ke Jalan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS AKSI: Seribuan anggota FSPTI menggelar aksi menyuarakan Pemilu damai dan menolak hoax di Jalan Bukit Barisan Medan, Minggu (20/1).
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
AKSI: Seribuan anggota FSPTI menggelar aksi menyuarakan Pemilu damai dan menolak hoax di Jalan Bukit Barisan Medan, Minggu (20/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Belasan ribu buruh yang tergabung dalam massa Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F-SPTI) melakukan orasi di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (20/1). Mereka turun ke jalan guna menyampaikan pesan Pemilu damai dan menolak politik hoax.

Massa yang menggunakan mobil kontainer dan truk datang dari sejumlah daerah di Sumut. Tampak aparat kepolisian dan TNI bersenjata lengkap dikerahkan mengawal jalannya aksi. Kendaraan taktis polisi seperti water cannon Dit Sabhara pun diturunkan ke sisi utara Lapangan Merdeka yang menjadi titik aksi, setelah sebelumnya massa melakukan long march dari Lubuk Pakam menyerukan agar masyarakat menolak dan tidak terpengaruh hoax.

Massa diketahui tiba di Lapangan Merdeka Medan sekira pukul 13.30 WIB. Dalam orasinya, mereka terus menggaungkan penolakan politik adu domba dan penyebaran informasi bohong yang menjadi momok dalam kehidupan berbangsa yang heterogen.

“Kami ingin pemilu ini damai. Tak ada perpecahan. Aksi kami ini adalah deklarasi bahwa F-SPTI Sumut solit mendukung Pemilu 2019 yang damai, tanpa perpecahan,” kata Ketua DPD F-SPTI Sumut, Sabam P Manalu.

Ia mengatakan, masyarakat di bawah begitu resah dengan hoax yang massif menyebar dan berpotensi menyebabkan Pemilu 2019 menjadi rusuh. Menurutnya, organisasi yang dirinya pimpin menolak praktik-praktik politik hoax.

“Untuk itu, kita melalui DPD F SPTI menolak hoax, informasi-informasi bohong yang berpotensi menyebabkan pemilu rusuh. Saya melihat penyebaran informasi hoax begitu massif di masyarakat,” tegasnya.

Sabam menyebut, hoax yang terus menyebar melalui massif di media sosial sudah merambah ke anggota F SPTI itu sendiri. Sehingga menurutnya, deklarasi ini perlu dilakukan agar menjadi penegasan kepada para anggota kader yang ia pimpin agar berpikiran jernih dengan menolak politik hoax yang berpotensi memecah belah.

“Oknum-oknum tertentu yang memiliki kepentingan dalam Pemilu 2019 ini terus saja menyebarkan berita hoax akan kinerja pemerintah. Padahal, kami selaku buruh bongkar muat begitu terbantu dengan pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini,” kata dia.

Sabam menjelaskan, dengan pembangunan khususnya soal infrastruktur yang dibuat oleh pemerintah, begitu berpengaruh kepada kinerja dan pemasukan mereka sebagai buruh bongkar muat.

Kata Sabam, pembangunan infrastruktur telah meningkatkan arus bongkar muat dan distribusi barang. “Mengapa saya bilang begitu, kami pekerja transport tentunya sangat terbantu dengan pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah yang sah saat ini. Kerja kami sangat didukung oleh infrastruktur, karena apa, karena keberlangsungan arus barang masuk dan keluar dari provinsi ini semuanya ditentukan oleh infrastruktur,” bilang Sabam.

Menurutnya, dengan pembangunan infrastruktur di Sumut, khususnya jalan tol telah meningkatkan kesejahteraan para pekerja transportasi. “Juntrungnya, dengan peningkatan volume itu juga berpengaruh terhadap pemasukan kami. Semakin cepatnya arus transport maka berpengaruh kepada semakin banyaknya pekerjaan sehingga tentunya berpengaruh kepada kesejahteraan kami pekerja transport,” pungkasnya.

Terakhir Sabam menegaskan, F SPTI, tidak akan terpengaruh dengan berita-berita hoax yang berkembang di masyarakat. “Kami intinya tetap akan mendukung pemerintahan yang sah. Sehingga kami tegaskan F SPTI tidak akan berpengaruh dengan kabar bohong itu,” pungkas Sabam. (dvs/ila)