27 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 5645

Turnamen Sepakbola HPM Cup I 2019, Satu Kecamatan Satu Lapangan Sepakbola

istimewa BERSAMA: Ketua Askot PSSI Medan H Iswanda Ramli, didampingi Camat Medan Johor Drs Alinafiah serta lainnya bersama pemain PS HPM dan PS Asam Kumbang.
istimewa
BERSAMA: Ketua Askot PSSI Medan H Iswanda Ramli, didampingi Camat Medan Johor Drs Alinafiah serta lainnya bersama pemain PS HPM dan PS Asam Kumbang.

Upaya Pemko Medan mewujudkan program ‘Satu Kecamatan, Satu Lapangan Sepakbola’ wajib didukung semua pihak. Pasalnya, lapangan sepakbola itu sangat dibutuhkan generasi muda dalam menyalurkan bakatnya.

Hal itu dikatakan Ketua Askot PSSI H Iswanda Ramli pada pembukaan Turnamen Sepakbola HPM Cup I 2019 di Lapangan Jalan Luku I, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, Sabtu (5/1) sore. Disebutkan, keberadaan lapangan akan mendorong lahirnya pemain berbakat seperti Egy Maulana Vikri dan lainnya.

“Sesuai dengan program Wali Kota agar pembinaan sepakbola di Kota Medan bisa berjalan optimal, maka satu kecamatan minimal memiliki satu lapangan sepakbola yang refresentatif,” ujar pria yang akrab dipanggil Nanda itu,

Untuk itu, Wakil Ketua DPRD Medan ini sangat mendukung niat baik dari Camat Medan Johor bersama Danramil, kapolsek, dan terutama Himpunan Pemuda Maju (HPM) Kwala Bekala yang menggagas turnamen tersebut. Turnamen ini akan mendorong lapangan tersebut dipergunakan sebagaimana mestinya.

“Kami sangat apresiasi Camat, Kapolsek, Danramil dan HPM yang telah menggelar even ini. Kita semua tahu yang dulunya lapangan ini tidak digunakan untuk even sepakbola, tapi hari ini kegiatan sepakbola dijunjung tinggi. Saya mewakili pimpinan DPRD kota Medan mendukung penuh agar lapangan sepakbola ini seutuhnya jadi lapangan sepakbola,” tegasnya.

Camat Medan Johor Drs Alinafiah mengatakan, ini merupakan sejarah baginya selama menjabat sebagai Camat Medan Johor, karena bisa kembali menggalakkan turnamen sepakbola. Alinafiah juga berharap agar kiranya fungsi Lapangan Jalan Luku I itu berfungsi sesuai semestinya.

“Alhamdulillah, setelah berkolaborasi dengan Koramil, Kapolsek, dan segenap tokoh pemuda seperti HPM, akhirnya turnamen ini bisa terlaksana. Kami berharap lapangan ini kembali digunakan seperti fungsinya. Untuk itu, kami mengharapkan dukungan semua masyarakat,” harapnya.

Sedangkan Ketua HPM Abdul Salam, sekaligus perwakilan panitia, mengatakan, turnamen ini diikuti delapan tim, yakni PS HPM, PS Asam Kumbang, PS Monex, PS GMIM, PS Bunda Thamrin, PS Bhinneka, PS Legenda, PS Triguna Dharma. Turnamen sendiri berlangsung mulai 5 Januari hingga 10 Februari di Lapangan Luku I, Kwala Bekala, Medan Johor, setiap Sabtu dan Minggu.

Firza Andika Ambil Bagian

Pada pertandingan perdana, PS HPM mampu menahan imbang PS Asam Kumbang tanpa gol. PS Asam Kumbang turut diperkuat pemain jebolan Timnas U-19, Firza Andika dan abang kandung Egy Maulana Vikri, Yusrizal Muzzaki.

Sementara pada pertandingan hari kedua, Minggu (6/1), PS Legenda berhasil mengalahkan PS GMIM dengan skor 2-1. Dan, PS Bhineka melumat PS Bunda Thamrin 5-0. (dek/don)

Dipanggil Seleksi Timnas U-22, Fredyan dan Firza Berharap Terpilih

sutan siregar/sumut pos HARAPAN: Fredyan Wahyu berharap bisa menembus skuad timnas U-22.
sutan siregar/sumut pos
HARAPAN: Fredyan Wahyu berharap bisa menembus skuad timnas U-22.

SUMUTPOS.CO – Meski gagal membawa PSMS bertahan di Liga 1, dua penggawa PSMS, Fredyan Wahyu Sugyantoro dan Firza Andika tetap mencuri perhatian. Terbukti keduanya masuk dalam 38 nama yang dipanggil Indra Sjafri untuk proyeksi timnas U-22 menghadapi AFF U-22, dan SEA Games 2019

Fredyan mengaku surprise dengan pemanggilan ini. Namun ini bukan pertama kalinya. Kala itu Fredyan baru memperkuat Persis Solo Junior di Piala Soeratin dipanggil seleksi timnas U-19 tahun 2015.

“Dulu pernah waktu timnas U-19 ditangani coach Fakhri Husaini. Tapi gak jadi karena PSSI dibekukan sebelum AFF dua pekan lagi digelar. Tapi saya bersyukur sebagai pemain bisa dapat kesempatan mencoba menembus timnas,” kata Fredyan.

Fredyan terus dipercaya menjadi pemain regular di Liga 1 2018 bersama PSMS ini tak akan menyia-menyiakan kesempatan emas ini. Dia tampil selama 29 laga musim ini dan mencetak satu gol. Fredyan termasuk salah satu pemain yang masuk kuota di bawah U-23 yang cukup konsisten.

“Saya selalu siap. Yang penting saya bekerja keras menampilkan yang terbaik. Soal hasil yang di Atas (Tuhan) sudah punya rencana yang baik,” bebernya.

Ucil bersyukur dirinya tetap dilirik meski PSMS harus degradasi ke Liga 2. “Ya Alhamdulillah, saya tetap coba menjadikan komentar orang baik positif maupun negatif menjadi motivasi agar saya selalu lebih baik,” katanya.

Sementara Firza Andika juga cukup antusias. Namun bukan hal yang mengejutkan karena Firza sebelumnya juga bagian dari skuad timnas U-19. “Saya baru dikabari kemarin (masuk seleksi timnas U-22) dan rencana besok malam berangkat ke sana,” tambahnya.

Terkait persaingan di lini wing back yang biasa di tempatnya, Firza mengaku optimis bisa masuk tim skuat utama Indra Sjafri. “Ini masih tahap seleksi. Yang pasti optimis dan Insya Allah saya akan kerja keras,” ucapnya.

Ketika disinggung perihal akan bermain di klub mana pada musim depan, pemuda kelahiran 11 Mei 1999 ini mengaku sejauh ini ada beberapa sejumlah klub yang mengajukan tawaran kepadanya.

“Banyak tawaran klub dari luar dan dalam negeri, ada beberapa. Tapi itu belum bisa saya tentuin karena yang nentuin itu agen sendiri,” ungkapnya.

“Alhamdulillah selama trial di Belgia dan Spanyol saya diterima. Tapi belum tahu juga, karena lagi-lagi semua tergantung agen main di mana. Yang pasti saya siap. Dan sejauh ini belum ada tawaran dari PSMS juga,” pungkasnya. (don)

TNI Gerebek Lapak Narkoba Bermodus Warung

TEDDY/SUMUT POS PERLIHATKAN: Pasi Intel Kodim Langkat Kapten Selamat Jaya (empat dari kiri) didampingi Dan Unit Lettu Defrinal (tiga dari kiri) serta anggota Intel memperlihatkan barang bukti dan empat tersangka yang sudah diserahkan ke BNNK Langkat.
TEDDY/SUMUT POS
PERLIHATKAN: Pasi Intel Kodim Langkat Kapten Selamat Jaya (empat dari kiri) didampingi Dan Unit Lettu Defrinal (tiga dari kiri) serta anggota Intel memperlihatkan barang bukti dan empat tersangka yang sudah diserahkan ke BNNK Langkat.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Prajurit Unit Intelijen Komando Distrik Militer 0203/Langkat menggrebek lapak narkoba bermodus warung, Jumat (4/1) sekira pukul 17.45 WIB. Warung itu disebut-sebut kerap dijadikan tempat hisap narkotika jenis sabu sabu.

Warung tersebut terletak di Pasar III, Dusun III Adimulyo Hilir, Desa Emplasmen Kwalamencirim, Sei Bingai, Langkat. Sayangnya, prajurit yang menyaru sebagai pembeli tidak berhasil meringkus bandar sabu atas nama Remi Surbakti alias Miah.

Meski demikian, prajurit TNI AD tetap berhasil memboyong lima orang dari lapak narkoba tersebut.

Mereka masing-masing, M Ridwan (49) warga Jalan Rumbia, Kelurahan Tanahseribu, Binjai Selatan; Supriadi Tarigan (42) warga Jalan Gumba Pasar 10, Kelurahan Cengkehturi, Binjai Utara; Juwarni (48) warga Pasar III, Dusun Adimulyo Hilir, Desa Emplasmen Kwalamencirim, Sei Bingai, Langkat; Hendrik (40) dan Rizaldi (34) warga Jalan Imam Bonjol, Gang Balai, Kelurahan Setia, Binjai Kota.

“Dari lokasi penggrebekan (rumah Juwarni), kami mengamankan sabu-sabu di plastik bening ukuran besar seberat 4,5 gram dan plastik bening ukuran kecil seberat 0,8 gram dengan total 5,3 gram,” jelas Pasi Intel Kodim Langkat, Kapten Selamat Jaya didampingi Komandan Unit Lettu Defrinal, Minggu (6/1).

Selain barang bukti sabu, Intel Kodim juga mengamankan 1 buah timbangan elektrik, 2 buah KTP milik M Ridwan dan Supriadi, 1 buah paspor milik Remi Surbakti alias Miah, 4 buah mancis, 3 buah pipet, 2 buah bong, 2 buah bungkus kantong plastik bening yang berisikan plastik bening berukuran kecil sebanyak 100 buah serta 2 buah alat hisap sabu lengkap dengan kaca pirex.

Lettu Defrinal menambahkan, sasaran utama Intel Kodim sebenarnya adalah Remi Surbakti alias Miah. Sebab, informasi menyebut Miah sering menggunakan warung Juwarni untuk melakukan transaksi sabu.

Dijelaskan Defrinal, Juwarni merupakan pemilik warung. Kemudian tersangka M Ridwan dan Supriadi Tarigan diamankan Intel Kodim ketika tengah mengkonsumsi sabu di belakang warung Juwarni. Sedangkan dua orang lagi ditangkap usai mengkonsumsi sabu.

“Setelah mengamankan kelimanya, kami yang dibantu BNNK Langkat melakukan penggeledahan di warung milik Juwarni. Penggeledahan dilakukan sesuai SOP dengan melibatkan Kepling setempat atas nama Suparno,” ujar dia.

Tak mau buruannya lepas, Defrinal berkoordinasi dengan Pasi Intel dan Dandim Langkat Letkol Syamsul Alam untuk menerima perintah lebih lanjut.

Hasilnya, Dandim Syamsul memerintahkan kepada prajurit untuk menyisir rumah Remi Surbakti alias Miah di Lingkungan Kongsi, Kelurahan Tanahseribu, Binjai Selatan.

Tepat pukul 17.15 WIB, Intel Kodim tiba di TKP. Didampingi Kepling setempat atas nama Rismawati, Intel Kodim menggeledah kediaman Miah. Sayang, anggota Defrinal tidak menemukan barang bukti apapun.

“Si Miah ini sebenarnya sudah ditunggu (calon pembeli). Namun curiga. Miah buang barang (sabu) kemudian lari. Lolos (Miah), lari. Dia curiga. Insting pemakai sabu inikan tinggi. Pengejaran Miah ke rumahnya sudah sesuai SOP dengan didampingi Kepling,” tambah Defrinal.

Tepat pukul 17.45 WIB, tim membawa lima tersangka dan barang bukti ke Kantor Unit Intel Kodim Langkat guna pemeriksaan lebih lanjut. Penggrebekan berjalan lancar dan aman.

“Semua tersangka dan barang bukti diserahkan ke BNNK Langkat guna penyidikan lebih lanjut,” pungkas Defrinal.(ted/ala)

Dugaan Korupsi Tapian Siri-siri, Kejatisu Belum Mau Umumkan Tersangka

ist OBJEK KORUPSI: Taman Raja Batu di Kabupaten Mandailing Natal ini menjadi objek korupsi beberapa pihak.
ist
OBJEK KORUPSI: Taman Raja Batu di Kabupaten Mandailing Natal ini menjadi objek korupsi beberapa pihak.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memastikan Januari 2019, akan mengumumkan tersangka dugaan korupsi pembangunan proyek Taman Rajabatu dan Tapian Siri-siri di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

“Bulan-bulan (Januari) ini akan kita umumkan tersangkanya. Tapi tidak dalam minggu-minggu inilah, nanti saya tanya lagi sama penyidiknya,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada Sumut Pos, Minggu (6/1).

Namun saat didesak, kepastian tersangka tersebut diumumkan, Sumanggar enggan membeberkan.

“Sabar dululah. Nanti akan kita kabari rekan-rekan media,” tandasnya.

Sebagaimana yang telah diucapkannya, penetapan calon tersangka itu, setelah pihaknya meningkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

“Jadi kita (Kejatisu) akan memanggil ulang saksi-saksi yang sudah pernah diperiksa. Karena sebagai pendukung dalam penetapan calon tersangkanya,” ujarnya.

Menurutnya, saksi-saksi yang akan dipanggil nantinya merupakan pihak-pihak yang terlibat di dalam proses pembangunan Taman Rajabatu dan Tapian Siri-siri.

“Semua akan kita panggil. Karena inikan tahapan sudah ada tersangkanya, kalau kemarinkan masih mau mencari calon tersangkanya,” kata Sumanggar lagi.

Sebelumnya, Aspidsus Kejatisu Agus Salim menyatakan menemukan adanya kerugian negara dan segera akan menetapkan tersangka.

Diketahui, bangunan Tapian Siri-siri Syariah terletak di pinggiran Sungai Batang Gadis dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Selain itu, lokasinya juga berdekatan dengan lokasi Taman Rajabatu yang tidak jauh dari Komplek Perkantoran Bupati Madina.

Bahkan, penyidik Pidsus Kejati Sumut, sebelumnya telah memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Madina Muhammad Syafi’i, Kadis Perkim Rahmad Baginda Lubis, Kadispora Rahmad Hidayat, Kepala Bapeda, Abu Hanifah dan mantan Kadis PU, Syahruddin untuk dimintai keterangan untuk mengungkap kasus dugaan korupsi ini.

Pembangunan Tapian Siri-siri Syariah dan Taman Rajabatu menghabiskan dana sebesar Rp8 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Madina Tahun Anggaran (TA) 2015. (man/ala)

5 Pria Ngaku Polisi Rampok Warga

Perampok-ilustrasi
Perampok-ilustrasi

Bermodus razia narkoba, lima pria merampok salah satu rumah warga di Dusun II Desa Perdamean Kecamatan Tanjung Morawa. Emas dan barang berharga lainnya berhasil digondol pelaku.

PERISTIWA terjadi di rumah keluarga Boru Sinaga (35), Rabu (2/1) sekira pukul 01.30 WIB. Malam itu komplotan tersebut mengaku sebagai petugas Sat Narkoba Polres Deliserdang.

Kelima orang tak dikenal (OTK) itu mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX dan Honda Supra. Sambil mengaku petugas dari Satnarkoba Polres Deliserdang, salah seorang pelaku menggedor dan menendang pintu depan rumah.

Pelaku juga mengancam akan menembak korban jika tidak membukakan pintu. Kontan saja penghuni rumah ketakutan.Pria itu kemudian memasukkan tangannya melalui jendela dan berupaya membuka kunci dalam pintu depan. Sangkin takutnya, penghuni rumah panik dan berlari ke dapur.

Melihat penghuni rumah lari ke dapur, kelima OTK ikut mengejar arah belakang melalui jalan samping rumah. Saat kelima pelaku tiba di belakang rumah, penghuni yang terdiri dari 2 anak kecil, Boru Sinaga dan keponakannya yang sedang hamil itu langsung cepat berlari ke ruang depan.

Mereka melarikan diri keluar menuju rumah orangtuanya yang berjarak 2 rumah dari lokasi untuk berlindung. Anehnya, karena target berhasil melarikan diri, kelima OTK malah mendobrak rumah yang dikontrak Adi (47). Posisi rumah itu berada persis di belakang rumah Boru Sinaga.

Di rumah itu, salah seorang pria bertubuh tegap langsung mengikat kedua tangan Adi dengan lakban dan kain sarung. Pria tersebut dibantu seorang pria bertubuh kurus tinggi berkulit kuning langsat.

Sedangkan istri Adi, Boru Simanjuntak (45) disandera di dalam kamar tidur. Tak hanya itu, Adi dibonceng pria tegap tersebut naik sepedamotor Yamaha NMAX ke salah satu kawasan benteng irigasi.

Disitu Adi disuruh jongkok lalu berdiri selama 5 menit. Adi juga dituding sebagai bandar narkoba. Sangkin takutnya ditembak, Adi menuruti perintah pria berbadan tegap itu. Puas menyiksa dan mengambil uang Rp3 juta dari dalam kantong celana Adi, korban kemudian diantar lagi ke rumahnya.

Di rumah Adi, kelima pelaku menggasak perhiasan emas (cincin, gelang), 3 unit handphone, uang receh dari celengan senilai Rp300ribu, bedak, speaker dan sound sistem. “Aku disandera di kamar, sedangkan suamiku dibawa dengan tangan terikat lakban. Kami takut teriak karena takut ditembak. Karena mereka ngaku polisi Polres”, sebut Adi diamaini istrinya.

Terpisah, Kasat Narkoba Polres Deliserdang AKP Teuku Fathir Mustafa mengaku tidak pernah memerintahkan anak buahnya berbuat seperti itu. Dirinya pun berjanji akan segera menyelidiki dan meminta agar korban membuat laporan ke Polres Deliserdang. “Saya akan menindak tegas jika itu dilakukan anggota saya. Terima kasih informasinya,” kata Teuku Fathur.(btr/ala)

16 Tim PUBG dan 8 Tim DOTA 2 Terbaik Siap Berlaga di Babak Final Indonesia

Asia Pacific Predator League
Asia Pacific Predator League

SUMUTPOS.CO – Asia Pacific Predator League 2019, turnamen game kelas dunia terbesar di Asia Pasifik persembahan dari Acer, telah menyelesaikan tahap kualifikasi di Indonesia.

  • Babak kualifikasi Asia Pacific Predator League 2019 di 16 iCafe di 14 kota telah berakhir, tim-tim terbaik yang lolos dari babak kualifikasi akan melanjutkan pertandingan di Jakarta pada tanggal 25-27 Januari 2019
  • Di babak selanjutnya, seluruh finalis akan memperebutkan titeltim PUBG dan DOTA 2 terbaik yang akanmenjadi perwakilan Indonesia untuk bertanding dengan 12 negara lainnya di babak final Asia Pacific Predator League 2019 di Bangkok dengan total prize pool senilai USD 400.000 atau sekitarRp 6 miliar

Berlangsung sejak awal bulan November 2018 lalu, tahap kualifikasi ini berhasil menyisihkan 16 tim PUBG dan 8 tim DOTA 2 terbaik untuk melanjutkan pertempurannya di babak final Indonesia di Jakarta pada tanggal 25-27 Januari 2019. Di babak final tersebut, seluruh finalis akan berlaga untuk menjadi perwakilan Indonesia untuk bertanding dengan12 negara lainnya di babak final Asia Pacific Predator League 2019 di Bangkok, Thailand.

Babak kualifikasi dilangsungkan sejak bulan November 2018 di 16 iCafe di 14 kota, yaitu Jakarta (Highgrounds Café, PC Barracx, TNC Kemanggisan), Medan (iCafe Medan), Palembang (Hans Pro Gaming), Yogyakarta (Skyland Jogja), Tangerang (Pondok Gaming), Semarang (Skyland Semarang), Samarinda (Magnet), Surabaya (3Kingdom), Bandung (Chronos), Malang (Hardcore), Bekasi (WCG Bekasi), Karawang (Skynet), Blitar (Manscave), dan Makassar (GIX). Pada babak kualifikasi ini, terdapat8 pro team yang diundang untuk bertanding di qualifier match DOTA 2, yaitu BOOM. ID, PGBarracx, RRQ, Evos, The Prime, Capcorn, Alter Ego, dan Juggernaut.

Berikut ini adalah daftar tim yang akan melanjutkan pertempuran di Jakarta pada Indonesia Final Stage Asia Pacific Predator League 2019.

DOTA 2

 

Dota 2

PUBG

pubg

Untuk informasi lebih lanjut tentang Asia Pacific Predator League 2019, silahkan kunjungi Facebook Predator Gaming Indonesia, Facebook Group Predator Gaming Indonesia Community, Instagram @predatorgamingindonesia atau laman www.predator-league.com dan www.acerid.com/predator-league  untuk situs resmi khusus pertandingan Indonesia.

***

6 Jabatan Eselon II Pemko Medan Masih Kosong, Lelang Belum Juga Dibuka

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya enam jabatan eselon II di lingkungan Pemko Medan atau setingkat kepala dinas maupun kepala badan, hingga kini masih kosong. Kekosongan jabatan cukup strategis tersebut lantaran sebagian besar memasuki masa pensiun.

Adapun posisi yang lowong tersebut, antara lain Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Perkim-PR), Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K), dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD & PSDM). Ketiga orang yang menduduki jabatan tersebut sebelumnya, telah pensiun terhitung 2 Januari 2019.

Sedangkan tiga jabatan lagi yaitu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik). Khusus Kepala Disdik sudah kosong sejak Oktober lalu, namun hingga kini belum ada penggantinya.

Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman mengakui memang hingga saat ini belum ada dibuka lelang jabatan. Menurut dia, sejumlah jabatan yang kosong tersebut merupakan hak preogratif Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin. “Belum, belum ada (dibuka lelang). Itu kan (jabatan eselon II) hak preogratif pak wali kota,” kata Wiriya yang dihubungi via seluler, kemarin (6/1).

Disinggung kemungkinan ada rotasi, Wiriya menyebutkan, bisa saja hal itu terjadi. Namunyang pasti akan dilakukan lelang. “Masih belum tahu kita, apakah dengan cara rotasi dan sebagainya,” ujarnya singkat sembari menutup sambungan ponselnya.

Sementara, Sekretaris BKD & PSDM Pemko Medan, Baginda Siregar menyatakan, ada tambahan 3 pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang pensiun mulai tahun ini, yakni Kepala Dinas Perkim-PR (Samporno Pohan), Kepala P2K (Marihot Tampubolon), dan Kepala BKD & PSDM (Lahum Lubis). Dengan begitu ada, berarti ada 6 OPD yang saat ini masih kosong ditambah 3 sebelumnya, seperti Kepala Disdik (Hasan Basri), Kepala Badan Kesbangpol (Ceko W Ritonga), dan Kepala Bappeda (Wiriya Alrahman)

Baginda mengaku, untuk lelang jabatan eselon II tersebut masih dalam proses. Namun, tidak jelaskan proses lelang jabatannya sudah sejauh mana dan kapan diumumkan. “Masih proses ya, lelangnya (jabatan) nanti akan diumumkan,” katanya.

Baginda menambahkan, untuk mengisi kekosongan sementara maka sejumlah jabatan tersebut telah ditunjuk pelaksana teknis (Plt). “Sudah ada semua Plt-nya, dari sekretaris,” pungkasnya. (ris/ila)

Kapolrestabes Medan Sidak 3 Hiburan Malam, Jadi Sorotan Terkait Ijin Operasional

Sidak tempat hiburan malam.
Sidak tempat hiburan malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beberapa lokasi hiburan malam masih tidak bisa menaati peraturan pemerintah terkait ijin operasional. Lokasi-lokasi hiburan malam tersebut menjadi sorotan Polrestabes Medan.

Usai salat subuh, Kapolrestabes  Medan Kombes Dadang Hartanto melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di tiga lokasi hiburan malam, Minggu (6/1). Ketiganya masing-masing, Grand D’ Blues Karaoke, Lee Garden dan Super.

Kombes Dadang didampingi Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Romadhoni Sutardjo, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Kapolsek Helvetia Kompol Hj Trila Murni, Kanit Binmas Polsek Medan Baru Iptu Kasir Nasution, Personel Sat Sabhara Polrestabes Medan dan personel Polsek Medan Baru.

“Dalam pengecekan ini, Kami menegaskan agar para pengelola tempat hiburan malam mentaati ijin operasional yang sudah ditentukan. Ini akan terus dilakukan untuk memantau tempat-tempat hiburan malam tersebut dan sidak ini sewaktu-waktu kami lakukan,” ujar singkat Kombes Dadang.(bbs/trm/ala)

Mandor Galian Diculik Depan Makodim Langkat, Kapolsek Sebut Pelapor tak Kooperatif

.
.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Polisi agaknya lamban menangani kasus Sukmo Ketaren (39), mandor galian yang diculik di depan Makodim Langkat, Kamis (3/1). Pasalnya, salah seorang pelaku dikenali korban. Ia merupakan salah satu ketua organisasi kepemudaan (OKP).

Tim gabungan Unit Reskrim Polsek Binjai Kota dan Satreskrim Polres Binjai yang melakukan pengejaran ke Serapit, Langkat tidak membuahkan hasil. Hingga kini, korban belum pulang kepada keluarganya.

Kuat dugaan, hingga kini korban masih disandera oleh komplotan penculik tersebut. Kapolsek Binjai Kota, Kompol Maruli Jawak membenarkan pihaknya sudah menyelidiki korban hingga ke daerah Serapit. Tujuannya, untuk menyelamatkan korban.

“Masih kita lidik, sedang pendalaman. Pelapor juga sepertinya tidak kooperatif,” dalih Jawak, Minggu (6/1).

Disebut tidak kooperatif, kata Jawak, pelapor yang merupakan istri korban bernama Enita br Meliala (33) belakangan tidak dapat dihubungi melalui telepon selular.

Karenanya, hal ini merupakan salah satu kendala yang dihadapi tim. Meski demikian, sambung Jawak, pihaknya sudah mendatangi rumah korban. Tujuannya untuk menemui pelapor. Pun demikian, pelapor tidak dapat ditemui.

Langkah ini diambil polisi untuk menguatkan informasi terkait motif dugaan penculikan tersebut. “Tim sudah datang ke rumah pelapor sesuai alamat yang diberikan. Tapi ternyata tidak di tempat. Kita masih upayakan harus ketemu dahulu korbannya, baru pengejaran pelaku. Sabar dulu ya tinggal menunggu waktu saja ini apa sebab dan motif peristiwanya,” ujar Jawak.

“Bersabar dulu ya, tim kita masih berupaya bekerja keras di lapangan. Perkembangan selanjutnya segera kami informasikan,” tandas Jawak.

Sebelumnya, komplotan Orang Tak Dikenal (OTK) yang mengendarai dua mobil Toyota Avanza menculik korban di depan anak dan istrinya, Enita br Meliala.

Peristiwa terjadi di Halte Bus Lapangan Merdeka, Jalan Sudirman, Binjai Kota. Persis di depan Markas Komando Distrik Militer 0203/Langkat, Kamis (3/1). Kuat dugaan, penculikan dipicu motif utang piutang.(ted/ala)

Momen Langka 50 Tahun Sekali, Umat Hindu Medan Rayakan Kuningan dan Syiwaratri

Diva/sumut pos KUNINGAN: Karo SDM Polda Sumut Kombes Pol Drs I Ketut Suardana (dua dari kiri) bersama Kapolres Nisel AKBP I Gede Nakhti (kanan) dan sejumlah tokoh agama Hindu, saat merayakan Kuningan dan Syiwaratri di Pura Agung Raksa Buana.
Diva/sumut pos
KUNINGAN: Karo SDM Polda Sumut Kombes Pol Drs I Ketut Suardana (dua dari kiri) bersama Kapolres Nisel AKBP I Gede Nakhti (kanan) dan sejumlah tokoh agama Hindu, saat merayakan Kuningan dan Syiwaratri di Pura Agung Raksa Buana.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Umat Hindu di Indonesia melaksanakan peristiwa paling sakral agama mereka yakni Kuningan dan Syiwaratri yang jatuh di hari bersamaan sejak Sabtu (5/1) kemarin. Pertemuan dua hari raya ini merupakan salah satu momen langka yang terjadi 30 hingga 50 tahun sekali baru terjadi.

Di Medan, pelaksanaan ibadah ini diselenggarakan di Pura Agung Raksa Buana. Setidaknya 100 orang lebih umat Hindu Darma di Medan, di antaranya Karo SDM Polda Sumut, Kombes Pol Drs I Ketut Suardana, Kapolres Nias Selatan AKBP In Gede Nakhti n

dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira serta sejumlah tokoh agama umat Hindu.

Ketua Suka Duka Dirgayusa Medan, Dr I Wayan Dirgayasa Tangkas M,Hum menjelaskan, pertemuan dua hari raya besar Hindu ini merupakan hal yang langka.

“Jadi Hari Raya Syiwaratri itu pertemuannya dengan Kuningan sekitar 30-50 tahun sekali. Jadi momen bertemunya kedua hari raya ini secara sekaligus bagi kami umat Hindu sangatlah sakral dan suci dan spiritnya sangat tinggi,” kata I Wayan kepada Sumut Pos, Sabtu kemarin.

Diterangkannya, hari raya Kuningan dirayakan seminggu setelah Galungan, diyakini sebagai turunnya leluhur dan para dewa dari surga untuk memberikan anugerah kepada umat manusia. Sementara Siwaratri adalah momen pengendalian diri yang dilakukan dengan tiga Brata (sikap) yaitu Upawasa (puasa), Muna (tidak bicara), dan Jagra (tidak tidur).

Dalam pelaksananannya, dua hari raya itu dilaksanakan bersamaan namun berbeda jam. “Kuningan dilakukan pagi hari sampai jam 12.00 WIB, sedangkan Syiwaratri dari jam 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB,” terangnya.

Wayan menuturkan, saat Kuningan umat Hindu melakukan persembahyangan di pura keluarga hingga tengah hari. Upacara ini bermakna untuk meminta berkat kepada dewata (dewa) supaya alam beserta segala isinya lebih baik dan sejahtera.

“Kalau lewat tengah hari diyakini para dewa dan leluhur sudah meninggalkan dunia ini pergi ke alamnya, alam niskala. Persembahyangan pagi sampai siang hari khususnya di rumah. Kalau sudah melaksanakan tengah hari, kemudian ada keperluan lain sudah tidak dilarang, tetap sah,” terangnya.

Sementara itu, upacara hari raya Syiwaratri merupakan momen untuk pengendalian diri. Masing-masing Brata memiliki makna agar manusia menjadi insan yang lebih baik.

“Pada saat Brata itu kalau yang melaksanakan Jagra dan Upawasa itu Brata Madya, tapi begadang (tidak tidur) selama 36 jam itu bukan berarti begadang-begadang saja. Seseorang itu harus dalam aplikasinya waspada terhadap kehidupan ini, melek godaan, melek tantangan, melek kemiskinan, melek kebodohan yang menghalangi kehidupan, ingat menjadi manusia mempunyai tujuan memperbaiki karma-karma untuk menjadi baik,” terangnya.

Upawasa selama 36 jam itu, maksudnya adalah supaya manusia bisa mengendalikan mulut, perut, agar tidak makan sembarangan.

“Jadi apa yang kita makan hari ini akan jatuh di kehidupan yang berikutnya, kami percaya reinkarnasi. Muna itu tidak bicara maksudnya jangan sampai orang mengumbar perkataan sembarangan. Berkata harus yang baik-baik saja, berkata yang bermanfaat bagi kehidupan, tidak menyakiti, tidak fitnah yang menyebabkan orang lain sakit hati,” kata Wayan.

Wayan menyebutkan selama hari Syiwaratri, umat Hindu menghaturkan pujian dan mengingat Tuhan dalam manifestasi Dewa Siwa. Dengan harapan ketika selalu mengingat Tuhan ada peleburan dosa.

“Dalam pelaksanaan ketiga Brata itu umat Hindu itu mengucapkan nama Tuhan dengan manifestasinya dalam Dewa Siwa, mengucapkan nama Om Namaha Shivaya, atau nama-nama yang berkaitan dengan Tuhan ‘Om’ selama 36 jam baik secara langsung maupun dalam hati. Dengan demikian akan mendapat pahala sesuai lontar Syiwaratri Kala atau Syiwabrana. Barangsiapa yang melaksanakan Siwaratri dengan baik dan mengucapkan nama Tuhan, dalam manifestasi Dewa Siwa maka dosanya akan dilebur,” tuturnya.

Dalam pengucapan nama Tuhan, kata I Wayan, seseorang juga melaksanakan yoga, baik yoga dalam bentuk duduk ataupun dalam aktivitas, itu yang memang harus dijalankan oleh umat hindu sehingga dalam 36 jam itu pelaksanaan Kuningan berjalan persembayangan dengan menghaturkan sajen.

Dia pun berpesan agar anak-anak muda tak melangsungkan jagra (begadang) di tempat-tempat keramaian. Melainkan di tempat-tempat suci agar mendapatkan pahala.

“Kepada anak-anak muda jangan melaksanakan Syiwaratri di tempat-tempat yang memungkinkan bahaya, misalnya begadang di pinggir pantai, tengah jalan, kemudian begadang jangan di mal nanti uangnya habis. Kalau begadang di sekolah, pura, rumah, di tempat suci lainnya pahalanya sangat besar, dan ada pembacaan kitab suci sehingga jalannya Syiwaratri dan Kuningan ini sangat bermakna membangun karakter dan kepribadian umat Hindu dari yang tidak bagus menjadi bagus, dari yang sudah baik menjadi lebih baik,” pungkas Wayan. (dvs/ila)