24 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 5667

Telkomsel Optimis Layani Pelanggan Saat Natal dan Tahun Baru

Press Conference NARU 2018 : (ki-ka) Vice President ICT Network Management Area Sumatera – Awal R. Chalik, Vice President Sales and Marketing Area Sumatera – Erwin Tanjung, dan Vice President Business Suppport Area Sumatera Telkomsel – Andry Firdiansyah dalam sesi jumpa pers dengan rekans media membahas kesiapan Telkomsel dalam menghadapai Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang digelar di Graha Merah Putih Telkomsel Lt. 2 Medan.
Press Conference NARU 2018 : (ki-ka) Vice President ICT Network Management Area Sumatera – Awal R. Chalik, Vice President Sales and Marketing Area Sumatera – Erwin Tanjung, dan Vice President Business Suppport Area Sumatera Telkomsel – Andry Firdiansyah dalam sesi jumpa pers dengan rekans media membahas kesiapan Telkomsel dalam menghadapai Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang digelar di Graha Merah Putih Telkomsel Lt. 2 Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan dalam berkomunikasi dan menggunakan layanannya, khususnya di periode Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (NARU) yang dipredikasi akan mengalami lonjakan trafik, Telkomsel melakukan sejumlah peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan di seluruh wilayah Sumatera.

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik, Telkomsel telah mempersiapkan jaringan sejak memasuki semester kedua tahun 2018 dengan penambahan BTS maupun penguatan kapasitas layanan  di beberapa daerah yang diprediksi akan mengalami lonjakan. Penambahan yang paling tinggi terjadi pada jaringan 4G  yang tersebar di pusat pemerintahan termasuk disejumlah destinasi wisata.

Vice President ICT Network Management Area Sumatera Telkomsel – Awal R. Chalik mengatakan, “Kami memahami bahwa saat ini pelanggan biasanya bertukar informasi cenderung menggunakan layanan data, karenanya Telkomsel menyiapkan layanan 4G LTE yang mampu menampung lonjakan trafik data tersebut sejak jauh hari. Meski begitu kami juga meningkatkan kapasitas SMS dan khusus layanan kami tingkatkan hingga 146% dari kondisi normal untuk menampung lonjakan yang biasanya terjadi”.

Kemampuan jaringan telah diuji secara berkala dan Telkomsel telah melakukan test drive secara merata di pusat kota hingga pelosok yang biasanya menjadi sentra tujuan mudik maupun wisata, khususnya dalam mengantisipasi Natal dan Tahun Baru yang menunjukan kestabilan. Prediksi tahun ini, lonjakan penggunaan layanan Telkomsel di Area Sumatera pada H-1 natal 2017 dan tahun baru 2018 diperkirakan akan didominasi oleh lonjakan layanan data yang akan diprediksi meningkat hingga 25%, voice meningkat hingga 2% dan SMS meningkat dikisaran angka 5%.

Saat ini banyak pelanggan memanfaatkan layanan data untuk berbagai aktivitas komunikasinya seiring dengan tingginya penggunaan media sosial. Maka, dengan penguatan jaringan yang telah dilakukan oleh Telkomsel, pelanggan bisa berbagi status ucapan Natal dan Tahun Baru ataupun video aktifitas dengan lancar.

Tidak hanya penambahan dan penguatan jaringan tersebut, Telkomsel juga telah mengantisipasi lonjakan permintaan terhadap produk dengan meningkatkan jumlah produksi, baik untuk kartu perdana, isi pulsa, maupun untuk paket bundling. Telkomsel pun menjamin layanan produk tersebut bisa didapatkan dengan mudah di seluruh mitra dealer dan mitra kerja Telkomsel yang tersebar di seluruh daerah. Penyebaran produk Telkomsel sudah bisa didapatkan dengan mudah di setiap kios-kios penjual pulsa, bahkan di pelosok desa.

Dari data tahun sebelumnya, terjadi peningkatan pembelian pulsa sebesar 7,5 persen pada saat Natal dan Tahun Baru. Telkomsel telah menyediakan dua kali lipat dari biasanya sehingga ketersediaan produk betul-betul terjamin dan terjangkau oleh masyarakat.

 

Terkait ketersediaan produk Vice President Sales and Marketing Area Sumatera Telkomsel Erwin Tanjung menambahkan “Untuk memenuhi kebutuhan komunikasi pelanggan menjelang natal dan tahun baru, Telkomsel telah meningkatkan distribusi produk maupun ketersediaan pengisian pulsa hingga dua kali lipat dari kondisi normal bukan hanya di outlet namun di semua Channel Distribusi baik Traditional Channel (Mkios dan Voucher Fisik) dan Modern Channel (ATM, T-Cash, Transfer Pulsa dst). Dari peningkatan ini dapat dipastikan bahwa Telkomsel dapat memenuhi lonjakan kebutuhan komunikasi pelanggan nantinya”.

Untuk se Sumatera, Telkomsel juga membuat posko Siaga di 29 titik yang tersebar di seluruh titik keramaian dan lokasi wisata. Di masing-masing titik akan ada pelayanan penjualan pulsa dan kartu perdana, layanan migrasi USIM, redeem Telkomsel Poin dan layanan penjualan content-content digital.

Adapun GraPARI Siaga NARU di Sumatera tahun ini sebanyak 20 titik tetap melayani pelanggan di hari libur dan khusus Grapari Graha Merah Putih  (Jl. Putri Hijau No.1 Medan) tetap melayani pelanggan hingga 24 Jam, termasuk saat tahun baru.

Program CSR Telkomsel

Melengkapi kesiapan jaringan dan ketersediaan produk, Telkomsel juga menggelar program CSR menyambut Natal dan Tahun Baru 2019 dengan menyalurkan bantuan berupa donasi kepada 14 Panti Asuhan/Gereja maupun komunitas keagamaan, aksi bersih bersih panti asuhan serta pemberian sembako di beberapa titik di Sumatera.

Vice President Business Support Area Sumatera Telkomsel – Andry Firdiansyah mengungkapkan “Seiring dengan kepedulian melayani pelanggan dan industri telekomunikasi sebagai bisnis utama, Telkomsel berkomitmen untuk memberi nilai tambah pada masyarakat dan lingkungan yang selalu menjadi bagian dari kemajuan Telkomsel. Kegiatan ini merupakan wujud syukur kami atas pencapaian perusahaan dan kami berharap bantuan tersebut memberikan manfaat bagi anak-anak dan yayasan yang menaunginya, serta bagi masyarakat luas”.

***

Tiga Korban Banjir Bandang Dairi Ditemukan, 1 Hanyut hingga Aceh

CARI KORBAN: Personel TNI bersama warga mencari korban yang hanyut terbawa banjir yang melanda Dairi, Selasa (18/12).
CARI KORBAN: Personel TNI bersama warga mencari korban yang hanyut terbawa banjir yang melanda Dairi, Selasa (18/12).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Tiga korban banjir bandang di dua desa Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (20/12/2018). Satu korban ditemukan bernama Bariun Sitorus (28), warga Desa Longkotan. Korban sebelumnya dinyatakan hilang sejak banjir bandang menghajar desa mereka pada Selasa (18/12/2018) sore.

Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Sebastianus Tinambunan mengatakan, korban ditemukan cukup jauh dari lokasi kejadian yakni di Sungai Lae Souraya, Sumbulsalam, Aceh. “Setelah dicek oleh pihak keluarga, itu betul mayat warga yang hanyut dari Sapokomil bermarga Sitorus,” kata Tinambunan, Kamis (20/12/2018) pagi.

Bariun ditemukan Rabu sore. Saat ini, jasad korban sudah berada di Desa Longkotan. “Korban tiba di sini pukul 5 pagi tadi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, Bahagia Ginting, Kamis (20/12/2018).

Menurut Ginting, yang menemukan korban awalnya warga di Sumbusalam. Korban ditemukan di sungai. Warga kemudian mengontak pihaknya. Setelah itu BPBD mengirim satu unit ambulans ke Sumbulsalam menjemput jenazah. “Saat ini keluarga sedang dalam proses pemakaman korban,” katanya.

Ginting menambahkan, hari ini sekitar pukul 11.00 WIB, juga sudah ditemukan dua korban lagi dari Desa Sibongkaras. Kedua korban tewas ditemukan di aliran sungai. Namun belum bisa dipastikan identitas kedua korban. “Masih proses evakuasi dan belum bisa kita dapatkan data korban,” katanya. (kps/net)

Film Say, I Love You, Mantra Cinta yang Mengubahkan

Adegan dilm Say, I Love You.
Adegan dilm Say, I Love You yang diperankan Dinda Hauw, Teuku Ryzki.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO Trailer dan poster Film Say, I Love You (Say ILY), resmi dirilis Multi Buana Kreasindo bersama High Desert Indonesia, Rabu (19/12). Trailer berdurasi 2 menit 27 detik itu memperlihatkan perjuangan pengelola sekolah menghadapi bengalnya siswa-siswa SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI).

Film Say, I Love You terinspirasi dari kehidupan sekolah SMA SPI di Batu Malang. SPI menerima siswa dari manapun, dengan berbagai latar suku, agama dan status sosial. Tapi kebanyakan memang dari kalangan tak mampu. Say, I Love You bercerita tentang cinta yang menginspirasi siswa-siswa SPI membuat langkah besar dalam hidup mereka. Tentang cinta yang menjadikan mereka berubah.

Nama-nama bintang muda, seperti Dinda Hauw, Teuku Ryzki, Alvaro Maldini atau biasa dipanggil Aldi – keduanya mantan vokalis Coboy Junior (CJR), kemudian Rachel Amanda, Nadira Octova, Shenina Cinnamon, merupakan deretan pemain di film drama romantis inspiring by true event ini.

Mereka memerankan tokoh dan karakter seperti Sheren, Sayydah, Olfa, Dilla, Robet, Ridwan, Vira, Rustam, yang mewarnai kehidupan SMA Selamat Pagi.

“Say, I Love You, bagi siswa-siswa SPI, seperti mantra yang luar biasa inspiratif. Para siswa saling menguatkan dan memotivasi lewat mantra ‘Say, I Love You’. Mantra ini pula yang mampu memberi kebanggaan siswa-siswa SPI saat ini. Juga menjadi mantra pendirinya, Julianto atau Koh Jul yang berkorban meninggalkan keluarga agar sekolah ‘kandang ayamnya’, memiliki kebanggaan,” kata Sahrul Gibran, produser film.

Sutradara Say, I Love You, Faozan Rizal mengatakan, film itu mengajak semua orang untuk tidak takut punya impian besar. Juga untuk mencintai dengan tulus, tanpa mengharapkan apa-apa, murni hanya memberi tanpa meminta.

“Seperti cinta Koh Jul terhadap anak-anak yatim piatu di SMA Selamat Pagi Indonesia, sebuah sekolah yang didirikan juga dengan impian besar akan pendidikan gratis untuk seluruh anak-anak Indonesia dengan segala bentuk permasalahan yang cukup kompleks,” katanya.

Menyaksikan trailer film Say, I Love You seperti merasakan realita anak-anak SMA dengan segala kebandelan, kebrengsekan maupun keceriaan mereka di sekolah.

Film ini mengisahkan tentang Sheren (Dinda Hauw) yang tidak hanya mengejar mimpinya, tetapi juga berjuang demi cinta. Sheren yang energik dan penuh ide, yang diam-diam dikagumi Robet (Alvaro Maldini), pemuda tengil dan selalu bikin masalah.

Bersama dengan Sayydah, Olfa, Yohana, dan Ridwan, Sheren mencoba membangun kembali reputasi sekolah mereka sehingga sekolah lain tidak akan meremehkan mereka. Sayang, tidaklah mudah bagi Sheren maupun Robet untuk memperjuangkan cinta mereka.

Menyaksikan trailer film Say, I Love You seperti merasakan realita anak-anak SMA dengan segala kebandelan, kebrengsekan maupun keceriaan mereka di sekolah.

Sementara poster film Say, I Love You memperlihatkan atmosfer keglamouran. Ini untuk memperlihatkan salah satu cerita sukses SMA SPI. Mereka berhasil membuat cerita, koreografi dan pertunjukan panggung Blaze of Glory. Pertunjukan panggung sebagai unjuk kemampuan dan kebanggaan mereka. Selama bertahun Blaze of Glory dikemas menjadi pertunjukan rutin secara komersial dan dipertontonkan secara khusus bagi tamu-tamu yang berkunjung ke kota Batu, Malang.

Say, I Love You, membuktikan bahwa cinta mampu mengubahkan.

Kapan Say, I Love You bisa dinikmati di bioskop? Rumah produksi MBK berencana merilis produksinya pada Februari 2019.  (rel/mea)

Jembatan penghubung Nias Roboh, Akses ke Bandara Binaka Terputus

ROBOH: Satu unit truk terperosok ke sungai bersama robohnya jembatan sementara di Desa Hiliweto, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias Rabu (19/12). Personel Kepolisian bersama warga berusaha mengevakuasi sopir truk tersebut.
ROBOH: Satu unit truk terperosok ke sungai bersama robohnya jembatan sementara di Desa Hiliweto, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias Rabu (19/12).
Personel Kepolisian bersama warga berusaha mengevakuasi sopir truk tersebut.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Sebuah jembatan yang berada di Desa Hiliweto, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias roboh, Rabu (19/12). Akibatnya, akses menuju Bandara Binaka, Nias terputus. Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan menjelaskan, jembatan penghubung Kabupaten Nias dengan Kabupaten Nias Selatan itu putus sekira pukul 10.30 WIB. Jembatan putus saat sebuah truk bermuatan material proyek bangunan melintas

“Kita menduga jembatan putus karena kelebihan tonase truk yang melintas,” kata Deni.

Saat jembatan itu roboh, sebuah truk bernomor polisi BK 9919 CI tengah melintas. Alhasil truk tersebut terjerembab ke arah sungai. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Jembatan yang roboh adalah alternatif. Karena jembatan yang permanen sedang dalam tahap revitalisasi. Karena terbuat dari kayu, jembatan tidak bisa menahan beban yang berat. Namun truk yang membawa material jembatan memaksakan utnuk melintas.

Deni menjelaskan, jembatan itu adalah akses utama menuju Bandara Binaka. Sementara pengendara lainnya disarankan lewat jalur alternatif yang jarak tempuhnya lebih jauh. “Saat ini petugas kita bersama TNI dan unsur lainnya sudah berada di lokasi. Jembatan hanya bisa dilintasi orang dengan dibantu personel di lapangan,” ungkapnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional untuk menangani kerusakan jembatan. Perbaikan jembatan alternatif ini diperkirakan memakan waktu tiga hari. “Kita imbau seluru pengendara mengutamakan keselamatan dalam berkendara,” tandasnya. (pra/JPC)

Berteduh di Gubuk, Kakek Jaluddin Hanyut, Banjir Bandang Terjang 9 Desa di Dairi, 7 Orang Hilang

CARI KORBAN: Personel TNI bersama warga mencari korban yang hanyut terbawa banjir yang melanda Dairi, Selasa (18/12).
CARI KORBAN: Personel TNI bersama warga mencari korban yang hanyut terbawa banjir yang melanda Dairi, Selasa (18/12).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sejak Oktober 2018 lalu, Sumatera Utara (Sumut) tak henti-hentinya dilanda banjir dan tanah longsor. Mulai dari banjir bandang di Mandailing Natal (Madina), kemudian berturut-turut longsor terjadi di Nias Selatan, Toba Samosir, Karo, dan Simalungun. Teranyar, Kabupaten Dairi diterjang banjir bandang yang menyebabkan tujuh orang hilang dan dua orang selamat.

INFORMASI dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi, diperkirakan ada tujuh warga di Desa Bongkaras, Kecamatan Slima Pungga-punga, Kabupaten Dairi, masih hilang dibawa arus banjir bandang yang melanda daerah itu, Selasa (18/12) sore pukul 17.00 WIB. Kepala BPBD Dairi, Bahagia Ginting menyebutkan, banjir itu merendam sedikitnya Sembilan desa di Kecamatan Silima Punggapungga.

Menurutnya, banjir bandang tersebut terjadi lantaran kawasan tersebut terus diguyur hujan deras selama sepekan terakhir. Bahagia mengatakan, dari sembilan orang yang menjadi korbann

dua berhasil ditemukan selamat. “Sementara, tujuh orang lagi masih dinyatakan hilang,” kata Bahagia Ginting kepada wartawan, Rabu (19/12) siang.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih menyisir lokasi bencana. Ia mengatakan, dalam kejadian tersebut, banjir dan longsor membawa material lumpur dan kayu. Sejumlah gelondongan kayu besar tumpah di desa yang diterpa banjir bandang.

Tak cuma itu, banjir bandang juga merusak seratusan hektar lahan pertanian warga. Kerusakan yang terjadi cukup parah. “Akibat bencana itu, sekitar 110 hektar lahan pertanian dan perkebunan rusak berat. Saluran irigasi juga rusak. Termasuk akses jalan desa,” ucapnya.

Selain lahan pertanian, ternak warga juga hilang disapu banjir. Tidak sedikit masyarakat yang kehilangan ternaknya diduga hanyut terbawa arus. “Kita juga mencatat jembatan penghubung antar dusun putus,” ungkapnya.

Ia menyebut, tim terus melakukan evakuasi dan mendata kerusakan yang terjadi. Kepada masyarakat di Dairi pihaknya mengimbau agar terus waspada. “Kita bersama tim gabungan terus melakukan pencarian dan evakuasi. Kita berharap masyarakat tetap waspada dengan bencana alam,” pungkas Bahagia.

Satu dari tujuh korban yang belum ditemukan adalah Jalaludin Boang Manalu (83). Menurut anak korban, , Janes Boang Manalu, ayahnya itu saat kejadian sedang berteduh di gubuk perladangan milik mereka. Janes mengaku, sejauh ini ayahnya belum ditemukan sejak banjir bandang menghajar Desa Bongkaras. “Kemungkinan ada enam orang mereka yang hilang, termasuk ayah saya” ungkap Janes.

Saat kejadian, ayah dan ibunya sedang berteduh di gubuk ladang gambir milik mereka karena sedang hujan. Ladang persis di bawah perbukitan. Dan ada sungai kecil di dekat ladang. “Ibu sudah mengajak ayah agar segera keluar dari gubuk dan pulang ke rumah. Tapi ayah tidak mau. Saat didesak, ayah akhirnya mau. Tapi saat itu banjir sudah datang. Ibu sempat menyelamatkan diri, meski sempat hanyut dan berenang. Sementara ayah tak kelihatan,” ungkap Janes.

Diakui Janes, banjir membawa material lumpur dan potongan kayu. Di perbukitan dia ketahui ada aktivitas penebangan hutan. Perbukitan juga mengalami longsor.

Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Sebastianus Tinambunan mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pencarian para korban hilang di lokasi kejadian. Diperkirakan ada empat korban hilang di dua desa yang terkena banjir, termasuk satu korban di Desa Longkotan atas nama Bariun Sitorus. “Petugas tim gabungan masih terus melakukan pencarian korban hilang. Bisa jadi ada juga yang belum ditemukan mengungsi atau bagaimana. Tapi tim terus bekerja, termasuk menurunkan alat berat untuk membersihkan lokasi,” kata Sebastianus.

Terpisah, Koordinator Wilayah Sumut-Nangroe Aceh Darussalam Pengurus Pusat GMKI, Gito Pardede menyatakan keprihatinannya. Menurutnya, longsor dan banjir yang terus terjadi merupakan catatan buruk bagi kondisi lingkungan di Sumut.

Kata Gito, keadaan hutan di Karo sudah tidak lestari lagi. Begitu pula di Tapanuli Selatan dan wilayah lainnya di Sumut. Ia memaparkan, longsor dan banjir bandang yang ikut menghanyutkan material kayu memperkuat dugaan, telah terjadi pembalakan liar hutan. Hal ini merupakan penyebab terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Bencana banjir dan longsor diawali pada Oktober, di mana hujan deras menyebabkan akses jalan di Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, terputus. Kemudian di Kabupaten Tapanuli Selatan, banjir bandang mengacaukan Desa Mosa dan mengakibatkan dua orang kehilangan nyawa yakni Sindi (11) dan Puput (2 bulan).

Di Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Tobasa, tanah longsor terjadi di Desa Halado, Jalan Lintas Sigura-gura, Rabu (12/12). Berikutnya, bencana banjir terjadi di tiga kecamatan, yakn Pahae Jae, Purbatua, dan Simangumban. Sejumlah infrastruktur, ratusan hektar areal persawahan dan merendam sembilan unit rumah mengalami kerusakan. Yang terbaru adalah longsor di jalan lintas Siantar-Parapat dan banjir bandang di Kabupaten Dairi.

Berdasarkan data yang dikeluarkan BMKG wilayah 1 Medan, ungkapnya, baik bencana banjir maupun tanah longsor sangat memungkinkan akan terus terjadi di beberapa kabupaten di Sumut hingga akhir tahun ini. Saat ini terdapat beberapa wilayah di Sumut dengan potensi tinggi terjadinya tanah longsor. Dalam kaitan itu, Gito mendesak agar Pemprov Sumut serta Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup lebih memperhatikan kondisi ekosistem hutan.

“Pemerintah harus tegas menindak oknum atau perusahaan yang merusak lingkungan. Ini merusak tatanan ekosistem dan air, menyebabkan terjadinya bencana longsor dan banjir bandang,” tegas Gito.

Pemerintah, terangnya, jangan hanya mementingkan proyek tanpa melihat ekosistem. Tindak oknum-oknum dan perusahaan perusak lingkungan. Pemerintah jangan tutup mata, harus serius menyikapi bencana yang terjadi. “Pencegahan bencana harus segera dilakukan. Jangan tunggu bencana yang lebih besar memakan korban jiwa,” katanya.

13 Kabupaten Rawan Longsor

Sementara, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mencatat, ada 13 daerah di Sumatera Utara (Sumut) yang berpotensi rawan bencana longsor. Belasan daerah itu, berada di kawasan Danau Toba. Pantauan BBMKG, longsor ini terjadi berbarengan dengan kondisi curah hujan yang tinggi di Sumut. “Potensi tingkat bahaya longsor di wilayah Sumatera Utara berkisar antara tingkat sedang – tinggi,” kata Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Edison Kurniawan kepada wartawan, Rabu (19/12).

Ke-13 wilayah yang berpotensi alami longsor lanjutnya, mulai dari Kabupaten Tapanuli Utara diantaranya Kecamatan Pahae Jae; Pahae Julu; Siborong-borong; dan Adian Koting. Kemudian Kabupaten Humbang Hasundutan diantaranya, Kecamatan Lintong Nihuta; dan Onan Ganjang. Selanjutnya Kabupaten Toba Samosir, diantaranya Kecamatan Porsea; dan Silaen. “Kemudian Kabupaten Samosir, Kecamatan Onan Runggu; dan Palipi. Kabupaten Tapanuli Tengah, Kecamatan Barus; dan Andam Dewi. Kabupaten Tapanuli Selatan, Kecamatan Dolok. Kabupaten Dairi, Kecamatan Sumbul; Parbuluan; Pegagan Hilir; Siempat Nempuh Hulu; Tiga Lingga; Pinem; dan Silima Pungga Pungga,” sebutnya.

Daerah rawan longsor lainya adalah Kabupaten Pakpak Bharat meliputi Kecamatan Kerajaan; dan Salak. Lalu Kabupaten Simalungun meliputi Kecamatan Girsang Sipangan Bolon; Sidamanik; Dolok Pardamean; dan Purba. Kabupaten Deliserdang juga masuk menjadi daerah rawan longsor, diantaranya Kecamatan Bangun Purba; Sibiru-biru; Sibolangit; STM Hilir; dan STM Hulu. “Begitu juga di Kabupaten Karo, yakni Kecamatan Barus Jae; Merek; Mardinding; dan Payung. Lalu Kabupaten Nias, Kecamatan Hiliduho; Gunungsitoli; dan Mandrehe. Serta Kabupaten Nias Selatan, Kecamatan Gomo,” jelasnya.

Edison mengingatkan, masyarakat agar terus waspada. Sebab longsor dapat terjadi karena curah hujan. Tidak satu dua hari, hujan terus menerus dapat menyebabkan kondisi tanahnya jenuh. “Tetap waspadai terjadinya bencana longsor khususnya di daerah pegunungan. Terlebih lagi selama bulan Desember potensi curah hujan cukup tinggi,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah daerah di Sumut mengalami bencana longsor. Diantaranya Toba Samosir yang merenggut 10 korban, kemudian di Simalungun yakni jalur lintas Pematangsiantar-Parapat.

Selain longsor, banjir bandang juga melanda sejumlah daerah. Seperti yang terjadi di Kabupaten Dairi pada Selasa (18/12) sore. Tujuh dari sembilan korban masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian di lokasi. (dvs/ain/pra/jpc/bbs)

Akses ke Danau Toba Berangsur Normal, Masih Satu Jembatan Bisa Dilalui

istimewa MELINTAS: Sejumlah kendaraan melintasi satu jembatan Siduadua di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Rabu (19/12).
istimewa
MELINTAS: Sejumlah kendaraan melintasi satu jembatan Siduadua di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Rabu (19/12).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – MATERIAL longsor yang memutus akses ke Danau Toba, tepatnya di jembatan Siduadua Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, sudah dibersihkan. Arus lalu lintas yang sempat macet sepanjang 18 Km, kini mulai normal.

Menurut Camat Parapat Boas Damanik, sejak longsor terjadi, para petugas terus bekerja membersihkan material longsor yang menimbun jembatan Siduadua dan mengevakuasi truk pengangkut sembako yang terguling serta minibus, dan Toyota Rush yang ikut terpapar lumpur. “Sejak Rabu (19/12) dini hari sekira pukul 01.00 WIBn

satu jembatan sudah bisa dilalui. Sejak itu kendaraan bisa lewat satu persatu,” ungkap Damanik.

Satu jembatan lagi, sebelah kiri dari arah Pematangsiantar masih terus dilakukan penangangan oleh para petugas gabungan untuk membersihkan lumpur sisa longsoran. Menurut Damanik, sejauh ini belum ada yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi longsor lanjutan.

Dia hanya meminta para pengendara yang melintasi lokasi agar tetap waspada. “Ya, berdoa saja kita biar tak longsor lagi. Tetaplah hati-hati saat berkendara dan melintas dari lokasi, apalagi saat musim hujan seperti sekarang,” katanya.

Sejauh ini polisi masih terus berada di lokasi membantu melakukan pengaturan lalu lintas, termasuk dari jajaran Kepolisian Daerah Sumut membantu petugas Polres Simalungun dan Polsek Parapat. Kapolres Simalungun, AKBP Liberty Panjaitan yang dikonfirmasi kemarin siang, kondisi arus lalulintas dari Pematangsiantar ke lokasi wisata Parapat dan Tapanuli Utara sudah berangsur membaik.

Menurutnya, pihak kepolisian bersama pihak terkait terus bekerja keras melakukan normalisasi dengan melakukan evakuasi longsoran tanah di jembatan itu. “Pukul 00.05 WIB tadi (dini hari kemarin) jalur sudah bisa dilalui namun kondisinya masih becek, kemudian lanjut dinormalisasi oleh Dinas PU menggunakan alat berat dari konsultan Bumi Karsa. Tadi pagi hingga sore ini sudah bisa dilalui, namun masih satu jembatan saja,” ungkapnya.

Untuk kondisi jembatan itu, pihak konsultan masih melakukan pemeriksaan kelayakannya. Ia mengatakan, meski longsoran tanah di jembatan sudah diangkut, namun tanah yang berada di bawah tepatnya di sungai masih menumpuk. “Konsultan dan pelaksana sudah turun melakukan pengecekan apakah jembatan benar-benar berfungsi tanpa masalah. Untuk penyeberangan sudah bisa dilalui, tapi di bawahnya masih banyak tumpukan tanah longsor. Kita bersama Muspika dan Dinas Bina Marga Provsu sudah melakukan rapat untuk melakukan pemindahan agar sungai kembali normal,” terangnya.

Meski sudah bisa dilalui, pihaknya masih melakukan reakayasa lalulintas. Arus masih dialihkan melalui persimpangan Palang ke Persimpangan Sidauhat. “Karena masih ada tumpukan tanah yang belum dipindah sepanjang 100 meter dengan lebar 7 meter dengan ketinggian kuranglebih 1 meter,” terangnya.

Pihaknya bersama sejumlah pihak menargetkan normalisasi arus lalulintas di seputaran jembatan bisa dilalui hingga kemarin sore. “Namun kembali lagi ke alam. Seandainya akan terjadi hujan dan jatuh lagi longsor yang lebih besar, kita tidak bisa memberikan jaminan pasti. Tapi mudah-mudahan tidak ada kendala,” ungkapnya.

Ia memastikan, jembatan aman untuk dilintasi oleh pengguna jalan. Untuk kendaraan bermuatan 100 ton sudah ada yang bisa melintas. Dikatakannya, selain longsor di jembatan tersebut, di dekat kawasan Penatapan Parapat yang berlokasi sebelum jembatan, juga terjadi longsor. “Jadi ada longsoran lain selain di jembatan itu, yakni di daerah Penatapan. Tapi tidak sebesar di jembatan kembar,” pungkasnya.

Siaga Alat Berat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut meminta kepada pihak terkait untuk menyiagakan alat berat di jalur lintas yang rawan. Hal ini setelah berbagai kejadian longsor di sejumlah daerah, dan yang terakhir di Jalinsum Siantar-Parapat (Simalungun).

Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis mengatakan, kondisi pasca longsor di Jalinsum menuju Parapat tepatnya di Sibaganding, Kabupaten Simalungun, kini jalur sudah dapat dilalui kendaraan dengan lancar. Meskipun sempat ada kendala dalam membuka jalan yang tertimbun material longsor, sejak Rabu (19/12) dini hari, lalu lintas sudah membaik. “Sejak jam 02.30 Wib (dini hari) kemari sudah bisa dilalui. Kendalanya memang saat itu hujan deras, jadi kita khawatir akan terjadi longsor susulan seperti yang di Tobasa lalu,” sebut Riadil, Rabu (19/12).

Begitu juga pasca jalan dibuka, Riadil mengakui, pihaknya telah meminta bantuan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah II Medan dan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi. Hal ini karena dalam penanganan bencana untuk membersihkan material longsor dibutuhkan alat berat yang dimiliki instansi tersebut. “Jadi alat berat sudah standby di dekat lokasi ya g rawan. Begitu juga di tempat lain seperti di Dairi, Karo dan daerah lain yang dianggap rawan,” katanya.

Hari ini Terakhir Pencairan Korban Longsor Tobasa

Sementara untuk longsor di Desa Halado Kecamatan Pintu Pohan Meranti, kemarin malam adalah batas waktu terakhir upaya pencarian dilakukan. Sebab katanya, standard pencarian dilakukan selama tujuh hari.

Pun begitu, tidak tertutup kemungkinan pencarian berlanjut untuk tujuh hari berikutnya. Hal ini karena selain ada desakan masyarakat, juga kemungkinan ditemukan korban yang masih tertimbun menjadi pertimbangan. Karena itu, pihaknya menunggu keputusan dari Basarnas, apakah upaya dilakukan lanjut atau tidak.

“Alat yang digunakan pun mobil damkar (pemadam kebakaran). Karena kalau dicangkol atau pakai alat berat, kita khawatir mengenai korban. Makanya digunakan semprot air, karena material longsor juga sudah padat. Tetapi intinya bisa saja dilanjutkan untuk tujuh hari berikutnya. Kita doakan yang terbaik,” pungkasnya.

Usut Pembalakan Liar

Dinas Kehutanan (Dishut) Sumut akan menurunkan tim mengusut dugaan adanya penebangan liar atau pengerusakan hutan yang menyebabkan terjadinya longsor di Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun dan menutup jalan nasional Pematang Siantar-Parapat, Selasa (18/12).

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pematang Siantar-Simalungun, Dinas Kehutanan Sumut, Jonner Sipahutar yang dihubungi wartawan, Rabu (19/12) mengatakan, sejauh ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab longsor di Desa Sibaganding, apakah karena pengerusakan hutan atau faktor alam lainnya. “Untuk memastikan apakah memang ada pengundulan atau pengerusakan hutan di Desa Sibaganding, saya sudah tugaskan anggota mengusutnya,” ujar Jonner.

Jonner menambahkan, memang ada kawasan hutan di Desa Sibaganding yang sudah menjadi hak pengelolaan lain yang dijadikan perkebunan oleh masyarakat. Dia juga menegaskan, jika memang ada pengerusakan hutan yang menjadi penyebab terjadinya longsor di Desa Sibaganding, pihaknya akan menindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Anggota DPRD Sumatera Utara, Richard Sidabutar meminta Dinas Kehutanan Sumut dan Poldasu tidak menutup mata adanya indikasi pengerusakan hutan yang menjadi pemicu longsor di Desa Sibaganding. “Jika indikasi penyebab longsor memang perusakan hutan, Dinas Kehutanan dan Poldasu harus menindak tegas, karena sangat membahayakan nyawa banyak orang di sekitarnya dan pengguna jalan di kawasan Danau Toba,” sebut Richard.

Dishut Sumut diharapkannya tidak membiarkan penebangan hutan di sekitar kawasan Danau Toba, termasuk di Desa Sibaganding sebelum kerusakannya lebih parah dan sulit direhabilitasi. (dvs/bal/bbs)

Antisipasi Macet di Simpang Pintu Tol, Jelang Dibukanya Jalan Tol Sei Rampah-Tebingtinggi

SIAP: Kondisi pintu Tol Tebingtinggi-Kualanamu sudah rampung dan bisa dipergunakan. Rencananya akan dibuka gratis mulai 24 Desember 2018.
SIAP: Kondisi pintu Tol Tebingtinggi-Kualanamu sudah rampung dan bisa dipergunakan. Rencananya akan dibuka gratis mulai 24 Desember 2018.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjelang dibukanya gerbang tol Sei Rampah-Tebingtinggi menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah diminta memperhatikan kondisi lalulintas di persimpangan pintu masuk dan keluar. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasin

terjadinya kemacetan yang kerap terjadi, apalagi pada masa uji coba ini, ruas tol tersebut digratiskan.

Anggota DPRD Sumut Richard Sidabutar mengatakan, Jalan Tol Medan-Tebingtinggi merupakan program strategis nasional. Karenanya, jalur dari Sei Rampah ke Tebingtinggi yang akan difungsikan, patut diapresiasi. Karena capaian ini, banyak masyarakat yang merasa terbantu khususunya untuk memangkas jarak dan waktu tempuh perjalanan.

“Mungkin penggratisan jalan tol (Sei Rampah-Tebingtinggi) ini bisa memicu dan menggairahkan dunia usaha juga. Tapi perlu dilihat juga, kalau bisa pemerintah memperhatikan bagaimana bisa tarif tol dikurangi. Karena banyak juga yang merasa tarif yang sekarang ini terlalu mahal,” ujar Richard, Rabu (19/12).

Pun begitu, khusus menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru kali ini, diprediksi akan ada pemindahan titik kemacetan di persimpangan keluar masuk pintu tol. Baik di Kota Medan yang dalam hal ini berada di Amplas, dan Tebingtinggi yang menjadi pintu terujung saat ini dari arah Kota Medan.

“Harus ada petugas disiagakan di pintu-pintu tol, terutama pintu terakhir. Apalagi inikan menyambut Nataru. Bagaimana kondisi aman dan nyaman bisa diberikan kepada pengendara,” katanya.

Kesiagaan ini katanya, menjadi tugas pihak Jasa Marga selaku pengelola layanan jalur bebas hambatan ini. Karena itu antisipasi terjadinya penumpukan di pintu tol Medan dan Tebingtinggi, harus jadi prioritas. Begitu juga dengan jalur umum, dimana Dinas Perhubungan perlu siaga terus.

“Harus siaga Dinas Perhubungan di jalan umum. Karena nanti yang keluar dari jalan tol, kemungkinan besar mengambil yang paling jauh, itu di Tebing Tinggi. Akan ada pertemuan di jalan itu. Makanya harus siaga penuh, khususnya saat Nataru,” jelasnya lagi.

Sementara soal kesiapan teknis, politisi Partai Gerindra ini juga berharap masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik menggunakan fasilitas jalan tol ini, harus juga diingatkan. Sebab tidak sedikit pengemudi yang lupa mengisi saldo kartu tol. Sehingga saat hendak keluar, harus berhenti dan parkir di badan jalan.

“Kalau banyak yang lupa, pasti antriannya panjang. Makanya kita juga menghimbau masyarakat untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Sepeti saldo, harus dipastikan cukup. Jadi, saat transaksi pembayaran, bisa dilakukan cepat dan menghindari penumpukan kendaraan di pintu keluar,” pungkasnya seraya berharap Nataru bisa dirayakan dengan sukacita dan nyaman.

///Perlu Dukungan Masyarakat

Sementara, terkait rencana pembangunan Ringroad Utara Medan, diharapkan dukungan masyarakat dalam upaya pembebasan lahan. Ketua Komisi A DPRD Sumut, HM Nezar Djoeli mengatakan, masyarakat harus mendukung penuh program pemerintah untuk membangun infrastruktur seperti ringroad ini. Apalagi keberadaannya dinilai dapat mengurangi beban lalu lintas yang kerap mengalami kemacetan.

Namun upaya pembebasan lahan tersebut, katanya, harus mengedepankan asas keadilan. Sehingga perlu ada proses musyawarah melibatkan masyarakat, bersama pihak terkait lainnya. Sebelum ada keputusan mengenai ganti rugi yang akan diterima pemilik tanah. “Inikan biasanya ada tim appraisal (penilai), dan harga ganti rugi itu biasanya jauh lebih tinggi dari harga normal,” ujar Nezar kepada wartawan, Rabu (19/12).

Anggota DPRD Sumut dapil Sumut 1 ini pun memahami bahwa dalam proses pembangunan biasanya selalu timbul persoalan diantaranya soal ketidakpuasan terhadap keputusan pemerintah. Sehingga masalah itu akan diselesaikan melalui jalur hukum, yakni menitipkan uang ganti rugi ke pengadilan.

“Karena walaupun ada yang tidak puas, ini sudah program pemerintah yang menyangkut kepentingan orang banyak,” sebutnya.

Selain itu lanjut Nezar, upaya persuasif akan dilakukan untuk mendapatkan persetujuan dari masyarakat. Sehingga mulai dari unsur pemerintahan yang terendah, sampai ke atas, harus melakukan pendekatan, sosialisasi dan musyawarah kepada masyarakat yang terdampak pembangunan.

Sedangkan konsep tentang ringroad sendiri lanjut Nezar, memang tidak bisa dilepaskan dari kepentingan ekonomi masyarakat yang berada disekitarnya. Untuk itu, perlu ada aturan main sebelum berbagai pembangunan mengiring pelaksanaan proyek infrastruktur tersebut.

“Tidak bisa kita larang masyarakat untuk membangun di sepanjang jalur ringroad. Tetapi yang penting, bagaimana peraturan daerah (Perda) yang ada mengatur sedemikian rupa agar penataan lebih baik,” sebutnya terkait bakal banyak bangunan berdiri dan dikhawatirkan fungsi ringroad kurang efektif seperti sebelumnya.

Karena itu politisi Nasdem ini meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota saling bekerjasama dan singkron dalam melaksanakan pembangunan. Sehingga batasan soal penataan di sepanjang jalur, bisa ditaati bersama. (bal)

Bina Wisata Ramah Muslim, 2018 Sebanyak 296.693 Wisatawan ke Samosir

triadi wibowo/sumut pos FOTO RIA: Pengunjung berfoto ria di Pelabuhan Simanindo Samosir, belum lama ini.
triadi wibowo/sumut pos
FOTO RIA: Pengunjung berfoto ria di Pelabuhan Simanindo Samosir, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keseriusan Pemkab Samosir membenahi sektor pariwisata membuahkan hasil. Ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah wisatawan berkunjung ke Danau Toba, khususnya di Kabupaten Samosir, dibanding tahun lalu. Menurut catatan Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, pada 2017 ada 278.059 wisatawan yang berkunjung ke Samosir, sedangkan pada 2018 sedikitnya 296.693 wisatawann

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Samosir, Ombang Siboro kepada Sumut Pos, menguraikan, jumlah kunjungan wisman ke Danau Toba pada 2017 sebanyak 55.771 orang Wisatawan mancanegara (Wisman) dan 222.288 orang wisatawan nusantara (Wisnus). “Jumlah itu meningkat di tahun 2018, dengan total Wisman sampai pertengahan Desember ini sebanyak 62.555 orang. Sedangkan Wisnus berjumlah 234.143 orang,” urai Ombang.

Ombang mengungkapkan, untuk kunjungan wisman dua tahun belakangan ini, masih didominasi wisatawan asal Malaysia. Untuk akhir 2018 ini, ia meyakinkan akan terus bertambah. Apalagi, sudah memasuki liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru 2019. “Jumlah kunjungan wisman dan wisnus akan terus bertambah dengan memasuki musim liburan keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.

Ombang juga menjelaskan, dengan melihat perkembangan potensi wisata di Danau Toba, Dispar Samosir akan terus melakukan pembenahan, termasuk menuju wisata ramah muslim dengan menyajikan keperluan wisatawan muslim sesuai dengan syariat Islam. “Kita akan melakukan pembinaan terhadap rumah makan atau kuliner melalui grup-grup UMKM sesuai dengan kebutuhan. Termasuk kita akan buat penyaji hingga memasak muslim juga,” tuturnya.

Selain itu, untuk mendorong perkembangan Danau Toba, Pemkab Samosir membuat Rancangan Induk Pengembangan Objek Wisata (RIPOW), yang akan memajukan pariwisatanya. “Dari RIPOW tersebut, telah kita susun peta untuk pengembangan objek wisata. Dengan ada 3 klaster, yakni Objek Wisata Unggulan, Objek Wisata Prioritas dan Objek Wisata Ritisan,” sebut Ombang.

Lebihlanjut dijelaskannya, RIPOW yang diciptakan Dispar Samosir terdapat objek wisata unggulan sebanyak 10 objek wisata, objek wisata prioritas berjumlah 12 objek wisata dan objek wisata ritisan mencapai 18 objek wisata. “Ada titik baru, bisa jadi objek kita lakukan. Itu ditentukan sesuai dengan 10 katagori, yaitu sanitas, akses, jumlah kunjungan, luas objek dan macam,” ungkapnya.

RIPOW juga dijadikan sebagai barometer atau tolok ukur dalam pembangunan dan pengembangan wisata Danau Toba bagi eksekutif dan legislatif di Kabupaten Samosir. Dengan itu, tujuan dan targetkan tercapai sesuai dengan diharapkan, sehingga berdampak dengan peningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Samosir dari sektor pariwisata. “Menuju perkembangan objek wisata tidak kemana-mana. Dana yang sedikit itu lebih efesien. Di sinilah guna RIPOW bagi objek wisata di Samosir bagi kita,” kata Ombang.

Ombang menambahkan, majunya Pariwisata Samosir, tak lepas dari kontribusi besar dilakukan Bupati Samosir, Rapidin Simbolon. “Sebagaimana sudah dituangkan dalam visi pembangunan Kabupaten Samosir, yakni mewujudkan masyarakat Samosir yang mandiri, sejahtera dan berdaya saing, berbasis pariwisata dan pertanian,” sebut Ombang.

Begitu juga, Pengembangan pariwisata Samosir. Ia menjelaskan tak lepas dari komunikasi dilakukan Pemkab Samosir kepada para stakeholder dibangun selama ini. Dengan ini, terwujud pada terbangunnya partisipasi publik pada level pengembangan pariwisata Samosir.

“Bahwa industri Pariwisata Samosir dikembangkan untuk bersiap menerima semua bangsa, semua suku dan semua agama. Kemudian, pariwisata bagi Samosir sudah harga mati, sebagai lokomotif penggerak semua sektor pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(gus)

24 Hari Tidur, Balita Gilang Mulai Terbangun, Sudah Bisa Buka Mata 60 Detik

TIDUR: Gilang Tama Alfarisi masih tertidur saat dijenguk aparatur pemerintahan Pemkab Deliserdang, beberapa hari lalu. Kondisi Gilang kini mulai membaik.
TIDUR: Gilang Tama Alfarisi masih tertidur saat dijenguk aparatur pemerintahan Pemkab Deliserdang, beberapa hari lalu. Kondisi Gilang kini mulai membaik.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kondisi Gilang Tama Alfarizi, bayi berusia 4,5 tahun yang sempat menggegerkan publik karena tak terbangun selama 22 hari, mulai membaik. Meski belum terbangun sepenuhnya dari tidurnya, Gilang sudang bisa membuka matanya selama 60 detik.

Setelah sempat dirawat di RSUP H Adam Malik Medan, anak dari pasangan Sandi Syahputra (25), dan Prili Mahdania (24), itu kembali di rawat di RSUD Deliserdang. Kabid Layanan dan Rawatan RSU Deliserdang, dr Erlinda Yani mengatakan, menurut tim dokter yang menangani kasusnya

kondisi Gilang mulai memperlihatkan tanda-tanda kesadaran. “Sudah bisa membuka mata. Walaupun singkat,” kata Linda, Rabu (19/12) petang.

Dari hasil pengamatan tim dokter, Gilang sempat membuka mata selama 60 detik. Lalu dia tertidur lagi. Bahkan dia sempat merespon komunikasi dengan orang lain. “Ibunya ngajak bicara. Gilang hanya mengangguk,” ungkapnya.

Menurut pihak rumah sakit, Gilang mengalami penurunan kesadaran. Mereka masih menunggu hasil diagnosa dari tim dokter yang sudah dibentuk. Hingga kemarin, Gilang sudah tertidur atau mengalami penurunan kesadaran selama 24 hari. Gilang kembali dirawat di RSUD Deliserdang pada Selasa (18/12).

Sebelumnya, pihak RSUP H Adam Malik membantah jika yang terjadi pada gilang adalah Sindrome Sleeping Beauty (Putri Tidur). Dari berbagai sumber menjelaskan, sindrom putri tidur dalam dunia medis dikenal sebagai Kleine-Levin Syndrome.

Ini adalah suatu kelainan neurologis yang bisa dibilang langka. Saking langkanya, dilaporkan hanya ada sekitar seribu orang di seluruh dunia yang menderita penyakit ini.

Sindrom Kleine-Levine adalah suatu penyakit neurologis langka yang uniknya biasa diderita oleh pria dewasa, sekitar 70 persen dari jumlah penderita sindrom sleeping beauty adalah laki-laki. Ciri utamanya Sleeping Beauty, adalah waktu tidur yang berlebihan ketika sindrom tersebut menyerang, masa-masa ini biasa disebut episode.

Pihak medis, khususnya dokter tentu tidak ingin berspekulasi dengan kondisi serupa pada anak yang terjadi di daerah lain.”Dia ini mengalami penurunan kesadaran, bukan tidur ya. Kita tidak bilang dia tidur, memang pasien alami penurunan kesadaran dan ketika pertama kali masuk, sudah kita dapati 14 hari penurunan kesadaran,” ungkap Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy. (pra/jpc)

Prediksi BNPB: 2019, Banjir & Longsor Mendominasi Bencana di Indonesia

Banjir di Dairi, 19 Desember 2018. Tahun 2019, sebanyak 95 persen dari bencana yang terjadi diperkirakan merupakan bencana hidrologi.
Banjir di Dairi, 19 Desember 2018. Tahun 2019, sebanyak 95 persen dari bencana yang terjadi diperkirakan merupakan bencana hidrologi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tahun 2018 sudah memasuki pertengahan Desember dan hampir berakhir. Pada tahun ini, beragam bencana terjadi di sepenjuru Tanah Air.

Bencana yang terjadi tahun ini beragam, mulai dari kebakaran hutan di Sumatera, banjir di Jawa, gempa di Lombok, Tsunami di Sulawesi, gunung meletus di Bali, Kekeringan di Nusa Tenggara, dan sebagainya.

Namun, sejumlah bencana dikhawatirkan masih akan terjadi tahun depan. Hal ini disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang melakukan prediksi bencana pada 2019.

Musim penghujan dan kemarau diprediksi akan bersifat normal karena tidak ada peningkatan El Nino dan La Nina yang terjadi.

Meski begitu, sebanyak 95 persen dari bencana yang terjadi diperkirakan merupakan bencana hidrologi.

Bencana Hidrometeorologi
Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca. Misalnya banjir dan tanah longsor saat musim hujan, atau kekeringan dan kebakaran lahan saat musim kering.

Meskipun tidak dapat dipastikan, namun bencana-bencana hidrometeorologi cenderung dapat diprediksi. Ini dikarenakan waktu dan faktor penyebabnya berdasarkan musim yang datangnya kurang lebih dapat diperkirakan.

Banjir, longsor dan puting beliung diprediksi akan mendominasi peristiwa bencana selama 2019.

Hal ini disebabkan masih luasnya kerusakan daerah aliran sungai (DAS), lahan kritis, laju kerusakan hutan, kerusakan lingkungan, dan perubahan penggunaan lahan di lingkungan dan masyarakat.

Secara spesifik, banjir dan tanah longsor akan terjadi sejak awal tahun hingga April 2019 dan di pengujung tahun saat memasuki musim penghujan.

Sementara, kebakaran hutan dan lahan diprediksi masih akan tetap terjadi. Hanya saja, bencana ini dapat diatasi dengan lebih baik dengan kesiapan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

Kekeringan dan kebakaran hutan ini akan banyak terjadi sekitar bulan Juni hingga Oktober saat musim kemarau tiba.

Bencana Geologi
Bencana geologi merupakan bencana yang dipengaruhi oleh faktor pergerakan di bawah bumi. Masing-masing lempeng memiliki waktu pergerakan berbeda-beda, sehingga waktu terjadinya cenderung kurang bisa diprediksi.

Waktu terjadinya pun bisa sewaktu-waktu dalam waktu yang cepat. Misalnya, gunung meletus, gempa bumi, dan tsunami.

Kemungkinan terjadinya bencana ini tersebar sepanjang tahun di semua wilayah Indonesia, baik daratan maupun lautan.

Untuk gempa bumi, tahun depan diprediksi masih terjadi. Hal ini disebabkan sebagian besar wilayah Indonesia terletak di atas lempeng aktif yang selalu bergerak.

Namun, wilayah Indonesia bagian timur diminta untuk lebih waspada dan berhati-hati. Sebab, di wilayah itu memiliki lempeng atau sesar yang lebih rumit dan rentan terjadi bencana.

Sementara, potensi tsunami ada jika gempa tektonik terjadi dengan kekuatan di atas magnitude 7 dan terjadi di jalur subduksi dengan kedalaman kurang dari 20 kilometer.

Terakhir, potensi bencana gunung berapi, tidak dapat diprediksi terjadinya dan masa kebencanaannya. Ini dikarenakan masing-masing gunung berapi memiliki tipikal yang berbeda-beda.

Namun, secara keseluruhan Indonesia sudah lebih siap untuk menghadapi bencana yang mungkin datang. Ini dapat dilakukan dengan perbaikan berbagai sistem dan pengetahuan, juga kesiapsiagaan masyarakat yang lebih terlatih saat bencana menerpa. (kps)