25 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 5666

Pelaksanaan FDT 2018 Dinilai Buruk, Pengamat Pariwisata: Pengganti Hidayati Sudah Layak Dicari

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO– Festival Danau Toba (FDT) 2018 yang digelar di Kabupaten Dairi, dinilai buruk dan sepi dari wisatawan menunjukkan suatu kegagalan panitia.

Oleh karena itu, sudah saatnya Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mencari orang untuk mengganti posisi Hidayati sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut.

“Pimpinan daerah (Gubsu) harus bisa merekrut SDM yang berkompeten di bidangnya, sehingga program yang berjalan dapat dilaksanakan secara maksimal dan menghasilkan pencapaian target optimal,”ujar Pengamat Perencanaan Pariwisata, Siti Hajar, Ssos MSP kepada Sumut Pos, Kamis (20/12) pagi.

Menurut Siti, FDT membutuhkan koordinasi yang tepat dan optimal dari seluruh pemerintah daerah sehingga bisa menyatukan visi dan misi dalam pencapaian target untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Danau terbesar di Asia itu, dan meningkatkan perekonomian masyarakat dalam sektor pariwisata.

“Pertumbuhan pariwisata dapat tidak terkendali diakibatkan oleh perencanaan yang tidak baik dan tidak berkualitas,” terang Siti.

Menurut dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip UMSU) ini mengungkapkan, dalam pembangunan pariwisata sangat membutuhkan perencanaan yang matang sehingga dapat membangun koordinasi antar semua instansi dan pihak yang terlibat pada sebuah kegiatan seperti FDT.

“Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mengembangkan pariwisata melalui program FDT adalah membuat perencanaan terpadu yang sejalan dengan sektor lain secara keseluruhan. Namun, harus sesuai dengan acuan atau standar yang telah ditentukan melalui kesepakatan bersama antar pemerintah daerah atau lembaga yang terkait,” jelas Hajar.

Siti menambahkan, kontribusi Pemprov Sumut sangat diperlukan untuk memajukan destinasi objek wisata di Danau Toba melalui program-program yang dibuat dengan baik dan berkualitas kedepannya agar FDT yang buruk tahun ini, tidak terulang pada tahun mendatang.

“FDT itu sangat membutuhkan interaksi yang terpadu dan menyeluruh pada lembaga yang terlibat, sehingga menimalisirkan adanya persaingan antar daerah yang berdampak negatif bagi pariwisata,” tandasnya.

FDT yang berlangsung sejak 5-8 Desember 2018 di Kabupaten Dairi sudah nampak tidak berjalan dengan baik sebelum pelaksanaan FDT.

Kondisi itupun membuat Dinas Pariwisata Samosir tarik diri atau absen sebagai peserta FDT tahun 2018.

Alasannya, dinilai FDT 2018 tidak mam pu menarik kunjungan wisata dengan jumlah besar dan mendorong perekonomian masyarakat dibidang Pariwisata. Faktanya, FDT di Kabupaten Dairi sunyi kunjungan wisata dan pelaku usaha dari masyarakat banyak merugi.

“Kami Samosir memutuskan tidak ikut serta FDT 2018. Karena, belajar dari FDT 2016 dan 2017. Maka kami lihat, tidak ada daya angkat industri Pariwisata ke Samosir, kami putuskan tidak menganggarkan untuk FDT,” ucap Kepala Dinas Pariwisata Samosir, Ombang Siboro kepada Sumut Pos, baru-baru ini.

Ombang mengungkapkan seharusnya, FDT mampu memberikan poin plus untuk kemajuan dan perkembangan Danau Toba dari event-event digelar di FDT. Bukan sebaliknya, dinilai ‘event buruk’. ”Konsep FDT kami pertama bayangkan (bisa menarik wisatawan dengan jumlah besar), bukan FDT seperti itu (Buruk),” kata Ombang. (gus/han)

Dukung Peternak Sapi di Situbondo , XL Axiata Bangun Solusi Digital “Satwa Nusantara’

JELASKAN: Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya, saat menjelaskan tentang penggunaan “Satwa Nusantara” kepada petinggi Desa Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur, Senin (17/12). Dengan aplikasi ini, dapat memantau keadaan ternak yang dimiliki oleh peternak.

JELASKAN: Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya, saat menjelaskan tentang penggunaan “Satwa Nusantara” kepada petinggi Desa Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur, Senin (17/12). Dengan aplikasi ini, dapat memantau keadaan ternak yang dimiliki oleh peternak.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melanjutkan komitmen untuk mendukung upaya pengentasan desa tertinggal. Sesuai dengan kompetensi dan bidang usaha tempat berkecimpung, XL Axiata melakukannya dengan membangun solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan warga desa yang disasar.

Seperti pada solusi terbaru, XL Axiata membangun solusi inovatif berkonsep Farm Chain Management System (FCMS) “Satwa Nusantara” untuk warga Desa Karang Tekok, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Samsul Widodo, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto dan Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya meresmikan penggunaan solusi tersebut di Situbondo, Senin (17/12).

Yessie D Yosetya mengatakan, Desa Karang Tekok masuk kategori tertinggal sesuai data Kementerian Desa dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Republik Indonesia.

Kata Yessie, solusi “Satwa Nusantara” akan membantu para petani pemilik ternak di lokasi itu untuk memastikan ternak-ternak mereka, terutama sapi, bisa tercukupi pakan dan kondisi kesehatannya sepanjang tahun, termasuk di musim kemarau.

“Sapi adalah aset utama warga, tapi selama ini mereka harus menghadapi persoalan saat musim kemarau. Di mana pakan tidak mencukupi, sehingga sapi kelaparan dan bobotnya menyusut drastis. Lalu, daripada mati. Mereka menjualnya dengan harga sangat rendah. Padahal, sapi-sapi yang diternakkan warga adalah sapi dari jenis unggul yang punya potensi besar secara ekonomi untuk dikembangkan,” papar Yessie.

Menurut Yessie, melalui solusi digital ini juga akan bisa memberikan data dan gambaran mengenai potensi ekonomi yang bisa didapatkan dari ternak sapi warga desa ke depan.

Sesuai dengan namanya, lanjut Yessie, solusi berbasis FCMS memang ditujukan untuk memaksimalkan produktvitas komoditi pertanian dengan cara menata, memantau dan merencanakan rantai pengelolaan dari hulu ke hilir. Mulai pemeliharaan, panen, pemasaran, bahkan hingga pengembangan produk dari ternak.

“Untuk keperluan di Desa Karang Tekok ini, “Satwa Nusantara” baru difokuskan untuk pemeliharaan, yaitu mengatasi masalah pakan dan kesehatan ternak,” kata Yessie lagi.

Yessie berharap, solusi digital “Satwa Nusantara” yang dibangun XL Axiata bersama dengan Fakultas Peternakan Universitas Jember dan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Desa Toyomarto, Singosari Malang, Jawa Timur, akan mampu mengatasi salah satu simpul persoalan yang ada di desa tersebut.

Penerapan solusi ini, kata Yessie, akan mengubah pola pemeliharaan ternak yang selama ini sudah diterapkan. Jika sebelumnya sapi-sapi digembalakan di padang rumput terbuka untuk mendapatkan rumput hijau, kini sapi harus dikandangkan. Ini untuk mudah dipantau kondisinya, sekaligus mudah memberikan makan. “Dengan demikian, ternak tidak hanya bisa diselamatkan dari ancaman kematian di setiap musim kemarau, namun juga bisa dikembangkan secara ekonomis sebagai komoditas,” bilang Yessie.

Solusi ini bisa dijalankan berdasarkan data atas ternak yang dikirimkan oleh masing-masing petani pemiliknya. Data-data sapi ini meliputi data mengenai umur, jenis kelamin, bobot, jenis sapi, bahan baku pakan dan stok pakan jadi.

Data-data tersebut kemudian akan disimpan di bank data yang dikelola oleh admin yang dijalankan oleh tim dari Fakultas Pertanian Universitas Jember di bawah supervisi dua ahli pertanian Dr. Hidayat Teguh Wiyono dan Kahar Muzakhar PhD yang menjadi partner dalam proyek ini. Secara berkala, sesuai dengan perkembangan kondisi ternak, para pemilik sapi akan memperbarui data-data tersebut. Dengan demikian validitas data akan selalu terjaga, sehingga analisa yang dihasilkan juga berkualitas.

Untuk peternak, pemantauan dan pembaruan data terkait kondisi sapi dan pakannya bisa dilakukan juga secara digital. Untuk itu, disediakan aplikasi sederhana yang mudah mereka dioperasikan.

Pengelolaan data-data ternak ini akan bisa menghasilkan antara lain data riil dan analisa mengenai populasi sapi. (ila/ram)

McMenemy Tangani Timnas Senior, Bima Sakti Turun ke U-16, Indra Sjafri Latih U-22

net RESMI: Simon McMenemy resmi besut timnas.

net
RESMI: Simon McMenemy resmi besut timnas.

SUMUTPOS.CO – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya mengumumkan sosok pelatih baru untuk Timnas Indonesia senior. Pada Kamis (20/12) PSSI resmi menunjuk Simon McMenemy.

Pria asal Skotlandia itu menggantikan peran Bima Sakti yang gagal total di Piala AFF 2018 lalu. Sebelumnya Simon berkarir sebagai pelatih Bhayangkara FC selama dua musim.

“Seluruh Exco dan ketua umum menyetujui serta menetapkan beberapa pelatih yang akan menangani tim nasional. Untuk timnas putra senior, PSSI memutuskan Simon McMenemy,” ujar Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.

Selain Bhayangkara, Simon juga pernah melatih Mitra Kukar dan Pelita Bandung Raya. Tapi namanya mulai dikenal luas ketika menangani Timnas Filipina di Piala AFF 2010 lalu.

“Keputusan ini tidak mudah. Ini dijaring dalam sebulan terakhir. Ada dua sampai tiga poin sebelum kami putuskan. PSSI menggodok beberapa nama, dan akhirnya Simon sesuai dengan target yang disebutkan,” kata pria yang akrab disapa Jokdri.

Selain Simon, PSSI juga menetapkan pelatih untuk Timnas U-23 dan Timnas U-16. Untuk Timnas U-23, PSSI menaruh kepercayaan pada Indra Sjafri. Sedangkan U-16, PSSI menunjuk Bima Sakti.

“Timnas SEA Games, PSSI memutuskan pelatih Indra Sjafri. Untuk U-16 dan U-19, PSSI baru menentukan pelatih U-16, saudara Bima Sakti,” tandas Joko Driyono.

“Demikian juga coach Indra. Beliau punya track record yang sesuai dengan target kami. anak-anak dari U-19 punya potensi untuk berkesinambungan dengan Timnas U-22,” ucap Jokdri.

“Gagasan yang muncul mempertimbangkan talenta baik. Intinya kami punya pikiran, U-16 dan U-19 tidak sekadar diisi 30 pemain saja. Kami ingin talenta 100 pemain yang terbagi ke dalam tiga kelompok. Bahwa U-16 dan U-19 fase perkembangan, penting mengangkat piala, dan tidak meninggalkan talenta yang ada,” pungkasnya. (bbs/jpc/don)

Konsultasi Penyelesaian Permasalahan Lahan, DPRK Aceh Timur Kunjungi DPRD Langkat

.

.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Komisi A DPRK Aceh Timur melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Langkat, untuk konsultasi perihal penyelesaian sengketa lahan.

Kunjungan rombongan DPRK Aceh Timur inipun diterima oleh anggota Komisi A DPRD Langkat Raja Kamsah Sitepu dan Agustinus Riza Kaban, SE di ruang rapat Badan Anggaran, Rabu (19/12)

Ketua Komisi A DPRK Aceh Timur, Irwanda menyampaikan maksud kedatangan mereka untuk konsultasi penyelesaian permasalahan lahan di Aceh Timur. Dimana sebelumnya, DPRK Aceh Timur mendapat informasi DPRD Langkat menyelesaikan sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan.

Disampaikan Irwanda, ada gampong (sebutan desa di Aceh) yang masuk dalam HGU perusahaan dan terdata di Kementerian sehingga mendapat Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat. Namun yang menjadi persoalan, lanjut Irwanda, Kepala Desa setempat tidak bisa membangun infrastruktur jalan di gampong itu sehingga penggunaan dana desa tidak maksimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan Aceh Timur, Bandi, yang turut mendampingi Irwanda meminta solusi apa yang harus diperbuat agar tidak melanggar hukum dalam penyelesaian permasalahan tersebut.

“Akibatnya persoalan dalam pemberian alokasi dana desa maupun dana desa dari pemerintah pusat,” jelasnya Bandi.

Asisten Pemerintahan Setdakab. Langkat Drs Abdul Karim, MAP secara rinci memberikan penjelasan, bahwa memang benar Pemkab Langkat ada menyelesaikan sengketa pembebasan lahan di beberapa tempat.

“Pendekatan persuasif kepada masyarakat dan pemberian tali asih yang sesuai aturan kepada masyarakat merupakan cara yang kami gunakan di sini,” ujar Abdul Karim. Abdul Karim pun menyarankan, agar DPRK Aceh Timur melibatkan TP4D untuk penggunaan anggaran ADD dan DD. Menurut Agustinus Riza Kaban, fasilitas umum yang berada di HGU perusahaan, wajib dikeluarkan pada saat HGU diperpanjang.

Mendapat penjelasan tersebut, pimpinan rapat Raja Kamsah Sitepu berharap DPRK Aceh Timur dapat menyelesaikan permasalahan pertanahan di Aceh Timur. (bam/han)

Rachmad Belum Resmi ke Bhayangkara

Pertandingan Liga 1 antara PSMS Medan VS PS Tira di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (5/12/18). PSMS Medan ditaklukkan PS Tira 4 - 2. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Pertandingan Liga 1 antara PSMS Medan VS PS Tira di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (5/12/18). PSMS Medan ditaklukkan PS Tira 4 – 2. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

SUMUTPOS.CO – Bhayangkara FC mengklaim sudah mendapatkan beberapa amunisi baru untuk musim depan. Salah satunya pemain PSMS, Rachmad Hidayat.

Hal itu diungkapkan manajer Bhayangkara, Sumardji. Dua pemain yang menurutnya mereka sudah diamankan selain Rachmad adalah Ilham Udin Armayn, eks Selangor FA.

Namun Rachmad belum mau membeberkan klub barunya ini. Dia menyebutkan belum ada kata resmi selama belum tanda tangan kontrak.

Rachmad Hidayat santer disebutkan menjadi pemain yang sudah didapatkan Bhayangkara FC untuk musim depan. Namun selama belum ada tanda tangan kontrak, masih terbuka kans klub lain merekrutnya.

Rachmad mengakui memang ada pembicaraan dengan Bhayangkara FC. Namun dia belum mau membeberkannya secara gamblang. “Belum resmi. Belum teken kontrak juga. Doakan saja yang terbaik nanti kalau sudah resmi di mana saya pasti bilang,” kata Rachmad, Kamis (20/12).

Pemain yang punya kemampuan eksplosif di lapangan ini memang menjadi salah satu komoditas panas bursa transfer seiring dengan performanya sejak bergabung dengan PSMS di putaran kedua. Dia tampil di 14 laga dan mencetak lima gol.

Padahal sebelumnya di Sriwijaya pada putaran pertama, Rachmad hanya bermain tiga laga dan seluruhnya dari bangku cadangan.

Rachmad mengakui memang ada beberapa klub Liga 1 yang memberi tawaran kepadanya. “Ada beberapa klub lain, saya juga gak nyangka tahun ini ada tawaran. Sebelumnya memang saya sempat tenggelam karena jarang main di Sriwijaya,” tambah pemain berusia 27 tahun ini.

Sebenarnya, hati Rachmad masih terpaut ke PSMS. Bukan karena degradasi ke Liga 2 yang membuat dirinya kemungkinan kembali merantau ke luar Medan, namun karena belum adanya itikad manajemen PSMS menghubunginya.

“Belum ada mereka (PSMS) menghubungi saya. Kalau ditanya sebenarnya lebih senang main di Medan, walaupun di Liga 2. Karena dekat dengan keluarga,” pungkasnya. (don)

Anggota DPR RI Ali Umri, Prihatin Maraknya Narkoba hingga ke Desa

istimewa/sumut pos RESES: Anggota  DPR RI dari Partai NasDem HM.Ali Umri (5 dari kanan) foto bersama warga saat melakukan reses di Kota Binjai.
istimewa/sumut pos
RESES: Anggota  DPR RI dari Partai NasDem HM.Ali Umri (5 dari kanan) foto bersama warga saat melakukan reses di Kota Binjai.
istimewa/sumut pos RESES: Anggota  DPR RI dari Partai NasDem HM.Ali Umri (5 dari kanan) foto bersama warga saat melakukan reses di Kota Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO– Saat ini, tangkapan polisi lebih banyak pada kasus narkoba. Bahkan dari bulan kebulan semakin meningkat. Kondisi inipun sudah sangat mengkhawatirkan kita semua.

Demikian diungkapkan anggota DPR RI dari Fraksi NasDem HM Ali Umri SH, MKn di hadapan ratusan masyarakat di Kelurahan Rambung Timur dan Kelurahan Rambung Dalam, Kecamatan Binjai Selatan, serta warga komplek perumahan Taman Binjai Indah Binjai Utara pada kegiatan masa reses perseorangan masa persidangan ke II tahun 2018-2019, anggota DPR RI dari Komisi III yang membidangi hukum, didampingi Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumut Drs H Anhar Monel dan Rica Amelia, caleg Partai NasDem, Kamis (20/12).

”Sekarang kita gelisah dengan maraknya peredaran narkoba baik sabu, ganja dan pil ektasi yang terus menebar ke seluruh Indonesia. Begitu banyaknya pelaku baik sebagai bandar, pengedar, pemakai ditangkap polisi, kalangan anak muda dan bahkan kalangan ibu- ibu juga terlibat dalam kasus ini,” ujar Ali Umri.

Kata Umri, pihak terkait hendaknya mengawasi anak, adik, saudara dan siapapun orang terdekat. Bahkan, agar selalu memperhatikan gerak-gerik mereka, apakah di antara mereka ini ada yang terlibat dalam kasus kejahatan narkoba.

“Pada kesempatan ini saya mengimbau kepada warga Binjai, mari bersama-sama membantu polisi memberikan informasi kalau mendengar, melihat di sekitar kita ada pelaku kejahatan narkoba,” ajak Umri.

Umri menegaskan, Komisi III DPR RI meminta Kapolda, Kapolres agar semangatnya tidak kendor dalam menjalankan tugas, khususnya pada kasus narkoba. Sebab, sudah ribuan yang meninggal dan bahkan akan bertambah lagi. “Makanya kepolisian, BNN, diharapkan terus gigih dengan tugas mulianya ini. Sebab, mereka lah yang bisa menyelamatkan anak bangsa dan generasi muda agar tidak menjadi korban,”tegasnya. Dikatakan Umri, Partai Nasdem akan selalu terdepan dan tidak henti-hentinya menyuarakan kepada masyarakat agar menjauhi narkoba dan katakan tidak pada narkoba. “Bahkan, setiap turun reses ke daerah –daerah, kami selalu bilang kepada Kapolda dan Kapolres agar memprerioritaskan penanganan kasus narkoba,” ungkap Ali Umri. (rel/ila)

Tekan Angka Kelahiran di Langkat, Kader PPKBD dan Sub PPKBD Diminta Tingkatkan Pembinaan di Kampung KB

Bambang/sumut pos
DIABADIKAN: Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM diabadikan bersama Kader PPKBD dan Sub PPKBD pada acara penguatan KKBPK di Taman Mini Wisata Langkat.

LANGKAT-Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH melalui Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM, menghadiri acara penguatan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bersama para kader PPKBD dan Sub PPKBD, di Taman Mini Wisata Langkat Lingkungan II Ara Tunggal, Kelurahan Pekan Selesai, Kecamatan Selesai, Langkat, Rabu (19/12).

Dalam arahannya, dr H Indra berharap agar eksistensi para kader PPKBD dan sub PPKBD dapat ditingkatkan, sehingga peran sertanya ditengah masyarakat dapat diperhitungkan dalam membantu pemerintah, khususnya dalam bidang para peserta program KKBPK beserta seluruh kepala OPD dan pihak terkait. “Sebab para kader PPKBD dan Sub PPKBD adalah kader desa yang mempunyai tugas membantu tersebarnya informasi KB ke masyarakat dan membantu dalam menciptakan pembangunan keluarga sejahtera. Para kader PPKBD dan SUB PPKBD juga berperan dalam melakukan penyuluhan, pembinaan pelayanan KB, membina kelompok catur bina, serta membantu melakukan penyuluhan kepada akseptor KB,” tuturnya.

Sementara itu, Sekdakab Langkat mengatakan, sebagai wujud dukungan Pemkab Langkat atas program ini, diminta kader PPKBD dan SUB PPKBD meningkatkan pembinaan di desa dan kelurahan, yang telah dicanangkan sebagai kampung KB. “Karena kita berharap kampung KB yang sudah terbentuk, dapat menjadi sasaran kerja seluruh sektor, sehingga secara perlahan kemajuan sumber daya manusia di desa atau kampung tersebut semakin lebih meningkat,” ujarnya.

Ketua TP PKK Langkat Ny Hj Nuriadah Ngogesa, dikesempatan yang sama mengungkapkan keberhasilan KKBPK di kabupaten langkat, di tandai dengan telah tercapainya beberapa indikator program KKBPK iutu sendiri, di antaranya telah menurunnya angka kelahiran Total Fertility Rate (TFR) menjadi 2,56 dengan laju pertumbuhan penduduk menjadi 0,66. “Karena hal tersebut saya sangat mengaprsiasi sekali, sebab Saya yakin meningkatnya pencapaian peserta Kb aktif dan KB baru, dalam penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP), tidak terlepas dari peran para kader PPKBD dan Sub PPKBD, yang sebagai ujung tombak dan motor penggerakan pelaksanaan program KKBPK dilini lapangan,” terangnya.

Ketua KNPI Langkat H. M Rizky Yolanda Sitepu STP, mengatakan, dengan terintegrasinya semua pihak dalam membangun kampung KB, maka diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan langsung di rasakan oleh masyarakat, salah satunya mempercepat pengentasan kemiskinan pada kehidupan keluarga pra sejahtera. “Maka dengan hal itu, keluarga besar KNPI Langkat sangat mendukung program ini,” sebutnya.

Kadis PPKB dan PPA Langkat Hj Purna Dewi Tarigan SH ,menerangkan, agar para kader terus meningkatkan kemampuan dalam pencapaian program KKBPK, serta jadikan tugas tersebut sebagai lahan ibadah, yang tentunya akan memberi manfaat bagi masyarakat kabupaten langkat. “Untuk mempersiapkan generasi yang lebih sehat dan kuat, baik secara fisik maupun mental,” tegasnya. (bam/han)

Kejari Binjai Terbaik I Penanganan Korupsi di Sumut

TEDDY AKBAR/sumut pos PENGHARGAAN: Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar tunjukkan penghargaan dari Kajatisu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tangani 16 perkara kasus korupsi dan kembalikan kerugian Negara sebesar Rp5 miliar, jadi salah satu poin penilaian Kejari Binjai mendapat penghargaan sebagai Kejari terbaik I dalam penanganan perkara korupsi di Sumut tahun 2018.

Penghargaan itupun diterima Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar dari Kajati Sumut di sela-sela kegiatan Rapat Kerja bersama, Senin (17/12) lalu.

Dari 27 Kejari yang ada di Sumut, Kejari Binjai diamanahkan menerima penghargaan sebagai terbaik I dalam penanganan korupsi. “Tentunya sesuai dengan amanat Kajatisu, tahun 2018 bahwa penyidikan korupsi tidak hanya penindakan. Tapi bagaimana juga dapat menghasilkan penyelamatan uang negara. Apa yang dikorupsi dapat dikembalikan,” ujar Victor didampingi Kasi Intel Erwin Nasution di ruang kerja Kajari, Kamis (20/12).

Belum lama ini, Kejari Binjai memang berhasil mengembalikan kerugian negara dalam perkara korupsi pengadaan alat kesehatan di RSUD Djoelham sebesar Rp4,7 miliar lebih dari salah satu terpidana atas nama Teddy Law.

Pengembalian ini menunjukkan, bahwa Kejari Binjai membuktikan amanah dari Kajatisu Fachruddin yang menyerukan agar dapat menyelamatkan sekaligus memulihkan keuangan negara.

“Yang paling utama memang penyelamatan dan pemulihan uang negara agar menjadi pemasukan negara. Bukan hanya sebatas penindakan semata,” sambung mantan Kajari Kualatungkal ini.

Victor membeberkan, Kejari Binjai mencatat berhasil memulangkan kerugian negara mencapai Rp5 miliar. Capaian ini terdiri dari perkara korupsi pengadaan alkes Djoelham sebesar Rp4.774.334.262, perkara korupsi pengadaan alat peraga SD yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus sebesar Rp250 juta, dan PT Taspen memulangkan kerugian negara sebesar Rp62.386.500.

Lebih jauh, Victor membeberkan, Kejari Binjai menangani perkara dugaan korupsi sepanjang 2018 ada 16 perkara di tingkat penyidikan. “Yang sudah disidangkan masuk ke Pengadilan Negeri Tipikor Medan ada 6 perkara, yang sudah putus dan inkrah ada 1 perkara, yang sedang sidang tuntutan ada 1 perkara dan yang sedang melakukan upaya hukum ada 4 perkara.

Hasil Pengadilan Tinggi yang melakukan upaya hukum sudah keluar. Kami masih menunggu apakah mereka (yang melakukan banding) menerima atau banding lagi. Karena masih ada upaya hukum lagi yakni Kasasi,” beber mantan Kasubdit Tipikor Jampidsus Kejagung ini.

Torehan prestasi ini tidak membuat Victor berpuas diri. Bagi dia, penghargaan ini diperoleh berdasarkan hasil kerja Tim Pidsus Kejari Binjai. Secara pribadi, Victor menilai, prestasi ini sebagai anugerah.

Bahkan, dia akan menjadikannya sebagai motivasi untuk dapat menjadi terbaik di tingkat nasional.? “Secara pribadi bagi saya anugerah. Hadiah bagi kami dalam pencapaian tugas kami. Enggak boleh berpuas hati. Kedepannya lebih baik lagi, tingkatkan lebih tinggi lagi,” seru Victor.

Target Victor awal 2019 mendatang, penuntut umum di Pidsus Kejari Binjai dapat menyidangkan perkara dugaan korupsi yang sudah masuk tahap penyidikan di Pengadilan Tipikor Medan. Tak lupa, Victor juga mengucapkan terimakasih kepada media yang terus bersinergi dengan Korps Adhyaksa karena telah membantu memberitakan kinerja Kejari Binjai.

“Terimakasih teman-teman media yang selalu buat update (lanjutan) atas penanganan kinerja kita. Tanpa media, kinerja Kejari Binjai tidak diketahui masyarakat. Kita (media dan Kejari Binjai) juga harus saling sinergi lagi, karena penanganan (perkara) kami juga masih panjang lagi,” tandasnya.

Diketahui, kasus korupsi yang sudah inkrah Teddy Law perkara Alkes RSUD Djoelham 8 Tahun 6 bulan denda 250 juta. SPDP jumlah laporan korupsi 20, dengan jumlah tersangka 16 orang (tahap penyidikan) dari tiga pokok perkara korupsi. Kasus DAK Dinas Pendidikan 9 orang PNS tersangka. (ted/han)

Pemakai Sabu Divonis 1 Tahun 8 Bulan

.

.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ketua Majelis Hakim Muhammad Yusafrihardi Girsang menjatuhkan hukuman 1 tahun 8 bulan kepada pemakai sabu atas nama Ridho Syahfitrah alias Idul. Putusan yang dijatuhkan MY Girsang lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ratih Ridhani yang menuntut 2 tahun 6 bulan penjara.

Majelis hakim mengamini tuntutan JPU yang diancam pidana Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Majelis hakim menilai, hal yang meringankan terdakwa adalah bersikap sopan di persidangan, menyesali perbuatannya dan mengaku terus terang.

“Menyatakan terdakwa Ridho Syahfitra alias Idul terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri. Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan dikurangi seluruhnya selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ujar Girsang.

Atas putusan ini, Idul menerima. “Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi pak. Saya menyesal. Saya ingin ketemu orangtua,” tandas Idul. (ted/ala)

HappyOne.id Sasar Usia Produktif, Asuransi Astra Luncurkan Produk Layanan Digital

AKSI MILENIAL_ACS Humas PT Pelindo 1 Fiona (kiri) bersama staf nya memberikan edukasi kepada murid SD di Kelurahan Hamdan Medan Maimun, Kamis (20/12) Aksi pekerja milenial tersebut berisi rangkaian kegiatan terjun langsung dan mengabdi ke masyarakat dalam hal mengedukasi pengetahuan pelabuhan pada murid SD, Pengecatan Rumah, Penanaman Pohon di kawasan pinggiran sungai.

AKSI MILENIAL_ACS Humas PT Pelindo 1 Fiona (kiri) bersama staf nya memberikan edukasi kepada murid SD di Kelurahan Hamdan Medan Maimun, Kamis (20/12) Aksi pekerja milenial tersebut berisi rangkaian kegiatan terjun langsung dan mengabdi ke masyarakat dalam hal mengedukasi pengetahuan pelabuhan pada murid SD, Pengecatan Rumah, Penanaman Pohon di kawasan pinggiran sungai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perusahaan asuransi kerugian Asuransi Astra meluncurkan produk layanan asuransi digital happyOne.id yang menyasar segmen usia produktif.  Layanan yang mulai hadir di Jakarta pada Oktober 2018 tersebut direncanakan dipasarkan di Medan pada awal tahun 2019.

Branch Manager Asuransi Astra Cabang Medan Muliawansyah mengatakan, layanan asuransi digital happyOne.id itu memiliki keunggulan dalam berbagai perlindungan.

Seperti HappyMe yang merupakan perlindungan diri atas risiko kecelakaan, HappyEdu untuk perlindungan pendidikan bagi anak apabila tertanggung utama meninggal dunia karena kecelakaan. Kemudian HappyHome untuk perlindungan atas aset dan HappyTrip yang merupakan perlindungan saat pemilik asuransi melakukan perjalanan atau travel.

“Produk asuransi digital ini kita pasarkan dengan harga terjangkau. Sejak diluncurkan pada Oktober 2018 ini sudah memiliki sekitar 4.000 customer,” ujarnya disela-sela media gathering yang dilakukan di Medan, Kamis (20/12).

Muliawansyah mengatakan, layanan asuransi digital happyOne.id menyasar segmen usia produktif yang terdiri dari tiga kategori. Pertama, mereka yang berusia muda dan memiliki gaya hidup yang aktif. Kedua, keluarga yang memiliki anak kecil dan sudah merancang masa depannya dan ketiga adalah mereka yang mencari nilai tambah dalam kehidupannya.

“Ketiga kategori ini harus dikelola dengan baik, kreatif dan inovatif. Karena itu, produk yang dikeluarkan harus sesuai dengan kemauan dan kebutuhan mereka. Hal ini yang membuat kita meluncurkan asuransi digital tersebut,” jelasnya.

Muliawansyah berharap, kehadiran asuransi digital ini dapat  melengkapi kebutuhan customer akan asuransi. Dan selain itu, kehadiran asuransi digital ini juga dapat memberikan kontribusi yang baik dalam bisnis Asuransi Astra.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya juga terus mensosialisasikan manfaat dan pentingnya berasuransi kepada masyarakat.

Hal ini terutama didorong atas data yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan survei literasi dan inklusi keuangan secara nasional tahun 2017. (ila/ram)