32 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 5677

Kampanyekan Hidup Sehat, Kapoldasu Ajak Warga Bersepeda

istimewa/sumut pos BERSEPEDA: Kapoldasu bersama masyarakat Kota Medan saat bersepeda mengkampanyekan pola hidup sehat I Ride 4 Peace, Minggu (16/12).
istimewa/sumut pos
BERSEPEDA: Kapoldasu bersama masyarakat Kota Medan saat bersepeda mengkampanyekan pola hidup sehat I Ride 4 Peace, Minggu (16/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengajak warga Kota Medan bersepeda, guna mengkampanyekan pola hidup sehat I Ride 4 Peace ,Minggu (16/12).

Sekitar 5 ribu pesepeda berkumpul sejak pukul 05.30 WIB di Lapangan Benteng, Medan. Dengan ditabuhnya gondang musik adat Batak, Agus pun memberi pertanda dimulainya start n

bersepeda bersama tersebut mulai dari Lapangan Benteng-Lapangan Merdeka-Iskandar Muda-Gatot Subroto-Diponegoro-Hindu dan finis kembali ke Lapangan Benteng.

“Mari masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat dan sekaligus melihat Kota Medan yang bersih. Bersih dari hutan reklame (baliho) yang sudah ditertibkan oleh petugas sebagaimana program kerja saya dalam 100 hari pertama,” kata Agus Andrianto.

Acara dilanjutkan dengan deklarasi bersama Goweser menyatakan Pilres dan Pileg 2019 aman, damai dan kondusif ditandai dengan pelepasan balon ke udara. “Kita semua di sini berkomitmen untuk pemilu damai. Tanpa ada kampanye SARA dan juga money politik. Saya juga meminta kepada semuanya agar tidak mengedepankan permusuhan karena kita semua bersaudara,” ucap mantan Wakapolda Sumut tersebut.

Suasana semakin meriah dan mencair di saat pria kelahiran Blora, Jawa Tengah 16 Februari 1967 silam menyanyikan lagu Kemesraan ini ciptaan Franki Sihalatua. Satu persatu kelompok goweser disambangi Kapolda.

Panitia juga menyediakan hadiah 350 unit sepeda dari berbagai macam tipe, dari harga 1 jutaan hingga 25 juta rupiah untuk diberikan kepada peserta yang beruntung.

Turut hadir dalam kesempatan hadir sejumlah pejabat utama seperti Wakapolda Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Dir Binmas Kombes Yusuf Hondawan Naibaho, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Kabid Humas Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, dan ketua panitia Kabid Propam AKBP Yofie Girianto Putro untuk berkeliling Kota Medan mengkampanyekan pola hidup sehat dengan berolahraga dengan tema Iride4peace. (dvs/ila)

Dari 5 Juta Pekerja di Sumut, Hanya 1,25 Juta Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

file/sumut pos Umardin
file/sumut pos
Umardin

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari 5 juta angka pekerja di Sumatera Utara (Sumut), ternyata baru 25 persen atau sekitar 1,25 juta yang terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini terjadi lantaran para pekerja masih menganggap kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan belum menjadi kebutuhan.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Umardin Lubis mengatakan, jumlah pekerja yang terdaftar menjadi peserta tersebut meliputi tenaga kerja aktif penerima upah dan bukan penerima upah.

“Jumlah 25 persen tersebut didominasi pekerja formal dan sektor konstruksi. Namun, tenaga kerja UKM yang formal dan informal masih minim,” ungkap Umardin saat hadir mengikuti acara di Hotel Le Polonia Medan akhir pekan ini.

Menurut dia, masih kecilnya angka kepesertaan itu karena para pekerja menganggap belum menjadi kebutuhan. Terutama, di sektor pekerja UKM. “Kami sudah melakukan upaya untuk menyerap sektor tenaga kerja UKM formal maupun informal. Salah satunya, dengan menggandeng Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Namun, kendala yang ditemui mereka merasa tidak wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan karena belum menjadi kebutuhan. Makanya, ini menjadi tantangan tahun depan bagaimana merubah pola pikir sehingga dianggap sebagai kebutuhan seperti BPJS Kesehatan,” sebut Umardin.

Diutarakan dia, masih rendahnya angka pekerja yang menjadi peserta karena regulasi yang belum memberi kewenangan kepada pihaknya. Sebab, regulasi yang mengatur tidak ada sanksi yang tegas. “Walaupun ada sanksi namun berupa administratif. Akan tetapi, sanksi administratif tersebut tidak melekat ke BPJS Ketenagakerjaan. Melainkan, hanya bisa menyampaikan kepada pemerintah sanksi tersebut. Misalnya ada pelanggaran, BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa melakukan eksekusi sanksi itu dan hanya sebagai pengawas pemeriksaan. Kalau mau menerapkan sanksi, harus bermitra dengan aparat penegak hukum,” jelasnya.

Umardin mengatakan, oleh karena angka pekerja UKM masih minim menjadi peserta, kini sedang difokuskan dan menjadi proyeksi tahun 2019. Selain itu, membidik lembaga, perusahaan atau instansi yang memiliki jumlah tenaga kerja di bawah 10 orang. Kemudian, pekerja informal seperti tukang ojek. Bahkan, orang kredit di bank juga diupayakan menjadi peserta berkat kerja sama dengan perbankan. “Kita berharap ke depan bisa melindungi seluruh pekerja yang ada di Sumatera Utara khususnya,” imbuhnya.

Asisten Deputi Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Budi Pramono menyebutkan, jumlah 25 persen pekerja yang menjadi peserta meliputi tenaga kerja aktif penerima upah 938.992 orang ditambah 396.888 orang pada tahun ini. Sedangkan tenaga kerja aktif bukan penerima upah 88.736 orang dan ditambah 161.676 orang tahun ini juga. Selanjutnya, 784.383 orang jasa konstruksi.

“Selain kepesertaan, penambahan juga terjadi pada badan usaha. Tercatat, pada tahun ini bertambah 27.721 badan usaha. Tahun 2019 kita terus berupaya untuk meningkatkan lagi jumlah kepesertaan dan juga badan usaha. Kita harus lebih agresif bagaimana pertumbuhannya signifikan dengan menaikan 20 persen dari target 2018,” cetusnya.

Ia menambahkan, realisasi kinerja 2018 tumbuh cukup baik. Bahkan sebelum tutup tahun ini, realisasi salah satu perusahaan milik negara tersebut sudah menembus target hingga 120 persen.

“Untuk target 2018 di Sumut, alhamdulilah sudah tembus hingga 120 persen baik peserta tenaga kerja formal maupun informal,” pungkasnya. (ris/ila)

Warga Keluhkan Pelayanan Publik

M IDRIS/sumut pos Wakil Ketua DPRD Medan, H Iswanda Ramli menggelar Reses III di Jalan Teratai Terusan, Kelurahan Sarirejo, Medan Polonia, Minggu (16/12).
M IDRIS/sumut pos
Wakil Ketua DPRD Medan, H Iswanda Ramli menggelar Reses III di Jalan Teratai Terusan, Kelurahan Sarirejo, Medan Polonia, Minggu (16/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kelurahan Sarirejo, Medan Polonia mengeluhkan kondisi infrastruktur dan pelayanan administrasi kependudukan. Keluhan warga disampaikan saat mengikuti kegiatan Reses III Wakil Ketua DPRD Medan, H Iswanda Ramli di Jalan Teratai Terusan, Minggu (16/12).

Islamiyah, salah seorang warga Jalan Teratai Gang Sahabat mengungkapkan, jalan di kawasan tempat tinggalnya belum dilakukan pengecoran. Selain itu, kondisi saluran air atau parit masih mampet. Akibatnya, ketika turun hujan dengan intensitas tinggi maka terjadi banjir dan jalan pun becekn

“Kami berharap Pak Iswanda Ramli menindaklanjuti aspirasi warga, agar segera dilakukan pengorekan parit dan jalan dicor. Kondisi ini sudah terjadi beberapa bulan terakhir,” ujar Islamiyah.

Warga lainnya, Ros Pasaribu mengeluhkan kondisi lampu penerangan umum yang minim di daerah rumahnya. “Di Jalan Bilal Gang Landasan minim sekali lampu penerangan. Warga yang tinggal di sini pun merasa khawatir, karena rawan maling dan bahkan perampokan,” tuturnya.

Keluhan berbeda disampaikan Yulinar, warga Jalan Cinta Karya. Ia mengaku sudah hampir 8 bulan KTP elektroniknya yang diurus tak kunjung selesai. “Tanggal 10 April saya mengurusnya, tapi sampai sekarang belum selesai juga. Kami mohon dipertanyakan kenapa lama sekali, apa memang masih kosong blanko,” ucapnya.

Sementara, Hj Samini Bilal, warga Jalan Teratai Gang Landasan Lingkungan 1 mempertanyakan sertifikat tanah miliknya yang hingga kini belum keluar juga. Bahkan, hal yang sama juga dialami warga di sekitar rumahnya . “Kapan keluar sertifikat tanah pak, mohon ditanyakan karena ini sangat penting bagi kami. Sebab, beberapa warga lain yang berbeda lingkungan anehnya sudah keluar sertifikatnya,” sebut dia.

Menanggapi keluhan tersebut, Iswanda Ramli menyampaikan segera menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan warga. Mulai dari persoalan infrastruktur hingga pelayanan administrasi kependudukan. “Aspirasi dan keluhan warga Sarirejo segera ditindaklanjuti baik itu masalah infrastruktur dan pelayanan administrasi kependudukan. Bahkan, dalam waktu dekat saya akan bertemu dengan kepala dinas terkait agar cepat diproses,” tegasnya.

Terkait masalah sertifikat tanah yang belum keluar, pria yang akrab dipanggil Nanda ini akan berupaya semaksimal memperjuangkannya. Ia akan mendorong dan mendesak kepada pemerintah pusat. “Sertifikat kepemilikan tanah warga di Sarirejo sangat penting, diharapkan pemerintah pusat bisa tergerak,” ujarnya. (ris/ila)

Lakukan Pemeliharaan Jaringan, PT PLN UP3 Medan Perkuat Suplay Listrik

Petugas PLN sedang melakukan pemeliharaan listrik
Petugas PLN sedang melakukan pemeliharaan listrik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN UP3 Medan kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik di Kota Medan sejak Sabtu (15/12) hingga Kamis (20/12). Pemeliharaan tersebut guna memperkuat pasokan suplay listrik.

“Pemeliharaan kita lakukan dalam sepekan ini. Se-tiap pemeliharaan akan berdampak pada pemadaman di rayon yang tengah dilakukan pemeliharaan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ucap Manager PLN UIP 3 Medan, Lelan Hasibuann

Adapun pemeliharaan yang dilakukan pada hari ini, Senin (17/12), yang berdampak pada pemadaman di wilayah Jl.H.Adam Malik,Jl.Gatot Subroto, Jl. Iskandar Muda, Jl. Biduk, Jl. Burjamhal, Jl. Mengkara, Jl. Sei Beras, Jl. Hayam Wuruk sebagian, Jl. Sei Mencirim sebagian, Jl. Syailendra, Jl. Sei Lepan, RS SMEC, Ramayana Pringgan, Jl. Sei Bahoro.

Kemudian, Jl. Gaperta sebagian, Jl. Pembangunan 1 s.d 7, perumahan Givency One. Jl. Karya Tani, Jl. Karya Wisata, Komp J.city, Komp Jip 1, Komp Jip 2 Johor abru, Komp Katalia, dan Komp Villa Prima, Jl. Seruwai Lamhotma. Jl. Pekan Labuhan, Jl. Syahbuddin Yatim, Jl.Kol.Yos Sudarso Km.17, Kp.Nelayan Indah, PT.Lamhotma, Seruway, UD.Dharma Jaya.

Sedangkan pada Selasa (18/12), pemeliharaan jaringan dengan wilayah padam listrik di Komplek KITSU, Jl. Sakti Lubis Sebagian, DINAS PU BINA MARGA,Jl. Busi, Jl. Pintu Air, Jl. Gelombang,Jl. Puri sebagian, Jl. Mahkamah, Jl. Pegadaian, Jl. Sm Raja sebagian.

Kemudian, Jl. Yos sudarso km 12,5 s/d km 14, Jl. Pancing I s/d III. Lalu, Jl.Dame Jl. Helvetia Raya, Jl. Bom, Jl. Matahri Raya, seluruh Perumnas Helvetia, Jl.Mandala By Pas, Jl. Selam I s/d Jl. Selam V, Jl. Pukat I s/d Jl. Pukat.VIII, ,Jl.Aksara,Jl.Wahidin, Jl. Sentosa Lama, Jl. M. Yamin, Jl. Letda Sujono, Jl.Pahlawan, Jl. Sejati., Jl Menteng VII, Komplek Green Menteng, Jl. RS haji, Jl. Pratun, Jl. Selamat Ketaren, Jl. Pasar V ikip, Jl. Kemiri, Jl. SMK 1, Jl. Balai POM, UNIMED.

Selanjutnya, Jl. Puskesmas, Jl. BLK, Jl. Perwira, Jl. Elang, Jl. Aluminium, Gg. Resmi, Jl. Gatsu, Serba Setia,Jl. Binjai Kp Lalang, Psr V. Komplek cina, Psr V Cinta Damai, Psr III Cinta Damai, Psr I Cinta Damai,Gg. Harapan, Gatsu simpang Sei Sekambing, Komplek Tomang Elok, Jl. Raja Wali, Jl. Murai,Jl. Garuda, Kodam I BB, Jl. Cenderawasih.

Pada Rabu (19/12), pemeliharaan dengan wilayah padam listrik di PT.KDM. Sedangkan pada Kamis (20/12), pemeliharaan dengan wilayah padam di Jl. Perdana, Ktr Londsum, Jl. Sungai mati / Jl. Sei Mati, jl. Besar lamhotma, Jl. Cinguwan, Jl. Bakti abri, Griya martubung, Komp.TKBM, Komp. Angkatan laut, psar VII, Jl. Rawe I s/d V.

Kemudian, di Jl.Setia Budi, Helvetia,Jl.Sumarsono,Jl.Pemasyarakatan,Jl. Gunung sinembah, Jl. Pondok Surya, Jl. Karya 2, Jl. Karya 5, Jl Karya 7, Jl. Baru, Jl. Tanjung permai. Jl. Patriot, Jl. Amal, Jl. Merak, Jl. Rajawali, Jl. Sunggal, Perkampungan Kodam, Jl. Tagwa, Jl. Abadi, Jl. Kesatria, Jl. Kiwi, Jl. Kaswari, Jl. Titi Bobrok, Jl. Kutilang, Jl. Sei Batang Hari, Jl. Beo, Jl. Garuda, Simpang Sei Sekambing.

Lalu di Jl. Metrologi, Jl. Irian Barat Sempali, Sinar Gunung, Dwikora, Jl. Musyawarah, Psr 1 s/d Psr 6, Sintis, Jl. Sudirman, Jl. Trunojoyo, Janji Martobu, Bagan Percut, Jl. Diponegoro, Jl. Kali Serayu, Cinta Damai Percut, Jl. Pardomuan. (rel/ila)

Permudah Informasi Tagihan Air Lewat SMS Gateway

adezulfi/sumut pos TALI ASIH: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Dirut Sutedi Raharjo, dan Ustad Ahmad Al-Habsyi memberikan tali asih kepada hafiz dan hafizah di halaman parkir kantor pusat PDAM Tirtanadi.
adezulfi/sumut pos
TALI ASIH: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Dirut Sutedi Raharjo, dan Ustad Ahmad Al-Habsyi memberikan tali asih kepada hafiz dan hafizah di halaman parkir kantor pusat PDAM Tirtanadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di usia ke-113 tahun, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya.

Diantaranya dengan meluncurkan SMS Gateway untuk mempermudah pelanggan mendapatkan informasi tentang tagihan air yang dibebankan setiap bulan.

SMS Gateway tersebut diluncurkan pada acara puncak HUT ke-113 PDAM Tirtanadi yang dirangkai dengan kegiatan Family Ghatring dan peringatan Maulid Nabi Muhamamd SAW 1440 Hijriah di halaman parkir kantor pusat PDAM Tirtanadi, Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu (16/12).

Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo menyebutkan, SMS Gateway ini juga dijadikan sebagai fasilitas informasi dan layanan menyampaikan informasi dan keluhan terhadap pelayanan air yang dialami pelanggan, sehinggan

dapat disampaikan melalui SMS Gateway. “Untuk mendapatkan akses SMS Gateway, pelanggan dapat menyerahkan nomor telepon selulernya dan slip rekening air yang lama ke Kantor Cabang PDAM di wilayah masing-masing,” kata Sutedi.

Dia juga menyebutkan, di usia 113 tahun dalam mengemban amanah pelayanan air bersih, Tirtanadi menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang harus dihadapi bersama. Direksi dalam mengemban amanah menjalankan roda managemen perusahaan, telah melalui banyak tantangan dan hambatan dengan sebaik mungkin. “Ini hasil kerja keras semua managemen mulai level paling bawah hingga level tertinggi dalam melaksanakan program pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujarnya. Dia juga menyebutkan, saat ini PDAM Tirtanadi juga memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan air bersih di lima kabupaten yaitu Nias Selatan, Tobasa, Tapteng, Tapsel, dan Samosir. “Bagaimana caranya kita bisa menyediakan air dan pelayanan, sehingga kita bisa memberi pelayanan maksimal kepada pelanggan,” sebut Sutedi.

Dalam acara family ghatring ini, PDAM Tirtanadi memberikan penghargaan kepada karyawan terbaik yakni Mey Melph Matondang (pegawai dari kantor pusat) dengan masa kerja 19 tahun 2 bulan. Arsil (pegawai dari cabang pemasaran) dengan masa kerja 29 tahun 11 bulan, dan Hermansyah (pegawai terbaik dari Instalasi) dengan masa kerja 25 tahun 8 bulan. Acara ini juga dimeriahkan menyerahan hadiah lucky draw kepada keluarga besar PDAM Tirtanadi.

Gubsu Minta Tirtanadi Contoh Singapura

Sebelumnya, dilaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H dengan menghadirkan penceramah kondang Ustad Al Habsy. Hadir dalam peringatan maulid tersebut, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar Muchrid Nasition serta jajaran direksi PDAM Tirtanadi yakni Dirut Sutedi Raharjo, Direktur Air Minum Delviyandri, Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution dan Direktur Adinistrasi dan Keuangan Arif Haryadian.

Dalam sambutannya, Gubsu mengapresiasi seluruh jajaran direksi dan karyawan PDAM Tirtanadi yang telah memberikan layanan terbaik kepada pelanggannya. Prestasi ini diharapkan terus ditingkatkan dengan berbagai inovasi, sehingga memudahkan dalam bentuk pelayanan yang diberikan. “Kita harus meniru ketauladanan Nabi Muhammad SAW, dalam kehidupan sehari-hari. Dengan ketulusan dan keikhlasan, apa yang dikerjakan bisa lebih baik lagi,” ucap Edy.

Ia juga mencontohkan Singapura, negara tetangga tersebut mampu memberikan layanan maksimal kepada warganya, satu di antaranya pencapaian kebutuhan air minum. “Kita yakin berbagai inovasi yang dilakukan PDAM Tirtanadi dapat meningkatkan pelayanan terutama ketersediaan dan kualitas air kepada pelanggan,” ucapnya.

Sementara, Al-ustad Ahmad Al Habsyi dalam tausiyahnya mengatakan, warga Sumatera Utara harus bangga punya pemimpin yang tegas dan berani serta taat kepada ajaran Rasulullah. “Pemimpin itu imam, apabila imamnya bagus maka rakyatnya bagus. Kalau imamnya dekat dengan Allah pasti rakyatnya dekat dengan Allah. Kalau pemimpinnya benar dan baik pasti rakyat jadi baik dan taat pada hukum,” ungkapnya. Al Habsyi juga mengajak umat muslim mengaji dan mengkaji isi Al-quran, sebab Al-quran jadi martabat dan rahmat bagi umat.

Dalam kegiatan tersebut, Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Dirut Sutedi Raharjo, anggota DPRD Sumut Muchrid Nasution dan Ustad Ahmad Al-Habsyi memberikan tali asih kepada hafiz dan hafizah. (adz)

TEKS Foto

ISTIMEWA

TALI ASIH: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Dirut Sutedi Raharjo, dan Ustad Ahmad Al-Habsyi memberikan tali asih kepada hafiz dan hafizah di halaman parkir kantor pusat PDAM Tirtanadi, Minggu (16/12).

Milad ke-106 Muhammadiyah, PC Tegal Sari II Gelar Resepsi dan Jalan Santai

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memperingati Milad ke-106 Muhammadiyah, Pengurus Cabang Tegal Sari II menggelar Resepsi dan Jalan Santai, Sabtu (15/12). Tujuan kegiatan juga dimaksudkan untuk pengumpulan dana infaq pembangunan Musala di SMP Muhammadiyah 05 Medan.

Ketua PC Muhammadiyah Tegal Sari II Lukman Hakim mengatakan bahwa kehadiran organisasi massa (ormas) Islam ini di masyarakat kini memasuki abad kedua sejak berdiri 1912 silam. Dalam usia ke-106 atau 109 tahun berdasarkan penanggalan Hijriah, semakin banyak karya dan kontribusi yang diberikan untuk ummat dan bangsa.

“Hal ini terbukti Muhammadiyah sudah memiliki 176 perguruan tinggi, ribuan sekolah, rumah sakit, panti asuhan, masjid dan sebagainya,” ujar Lukman yang juga Wakil Sekretaris ICMI Muda Medan. Peringatan Milad tahun ini katanya, mengambil tema ‘Ta’awun Untuk Negeri’. Hadir diantaranya, mewakili PD Muhammadiyah Kota Medan Rafdinal, Tokoh Masyarakat M Faisal, serta Penceramah Prof Ali Yakub Matondang.

“Mungkin KH Ahmad Dahlan saat mendirikan Muhammadiyah pada 08 Dzulhijjah 1330 H/ 18 November 1912 M, tidak pernah membayangkan ormas ini bisa besar seperti sekarang ini, sehingga beliau menjadi buah tutur yang baik bagi orang-orang sesudahnya,” sebutnya.

Hal senada disebutkan Rafdinal mewakili PD Muhammadiyah Kota Medan. Menurutnya di masa abad kedua kehadiran ormas ini, dituntut untuk lebih meningkatkan ta’awun untuk Negeri seperti meneguhkan konsolidasi. Selain itu juga peningkatan kualitas amal usaha dan sumber daya manusia.“Sudah saatnya anak negeri berlomba dalam memberikan kontribusi bagi ummat dan bangsa sesuai kapasitasnya masing-masing,” katanya.

Dalam Milad kali ini, diisi Jalan Santai sekaligus pengumpulan infaq pembangunan Musholla di SMP Muhammadiyah 05 Medan membutuhkan dana sebesar 250 juta rupiah. Sebagaimana pentingnya rumah ibadah bagi siswa untuk salat berjamaah. (bal/ila)

Geramas Gelar Baksos dan Donor Darah

Sutan Siregar/sumutpos DONOR DARAH: GERAMAS saat menggelar bakti sosial donor darah dan menyantuni anak yatim, di Taman Cadika Medan, Minggu (16/12).
Sutan Siregar/sumutpos
DONOR DARAH: GERAMAS saat menggelar bakti sosial donor darah dan menyantuni anak yatim, di Taman Cadika Medan, Minggu (16/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komunitas ojek online (Ojol) Medan yang tergabung dalam Gerakan Sumatera Utara Bermartabat Sejahtera (GERAMAS) menggelar bakti sosial donor darah dan menyantuni anak yatim, di Taman Cadika Medan, Minggu (16/12).

Pada acara donor darah dan santunan anak yatim tersebut dihadiri pendiri Geramas, Dahnan Sitorus, Syahnan Hasibuan, Hartono, Wahyu Daniel, Iswan Masyur Harahap, M.Taufik, Parlindungan Pane.

“Dari kegiatan donor darah ini, kita tidak menargetkan berapa jumlah darah yang kita dapatkan, namun kita menyediakan 200 kantong darah yang nantinya akan diserahkan kepada Palang Merah Indonesia Medan,” ujar Ketua Umum Geramas Hartono.

Hartono menjelaskan, dari 200 kantong darah yang tersedia kemungkinan bisa terpenuhi semuanya, mengingat Taman Cadika ini cukup ramai di kunjungi masyarakat. Apalagi, Komunitas motor juga menggelar acara disini, “Kita juga sudah berkoordinasi dengan perwakilan komunitas motor tersebut. Kami mempersilahkan angota mereka jika ingin mendonorkan darahny,” kata Hartono.

Dikatakannya, dengan wadah Geramas ini pihaknya mencoba menyampaikan bahwa setiap manusia mempunyai jiwa social. “Jadi dengan kegiatan aksi sosial ini memiliki momentum untuk menumbuhkan rasa kepedulian antar sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Hendrik mengatakan dalam kegiatan ini juga memberikan santunan kepada 30 anak yatim berupa bingkisan. “Kegiatan ini baru pertama kali di gelar, ke depan akan rutin kita gelar,” ujarnya. (tan/ila)

Jemaat Kristen Harus Sukseskan Pemilu 2019

Natal Oikoumene se-Kabupaten Deliserdang
Natal Oikoumene se-Kabupaten Deliserdang

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Dikerpkirkan 3 ribuan umat Kristiani berasal dari berbagai denominasi gereja hadiri perayaan Natal Oikoumene se-Kabupaten Deliserdang, yang dipusatkan di Open Stage Pemkab Deliserdang, Lubukpakam, Minggu (16/12).

Bertindak sebagai pengkotbah pada ibadah perayaan Natal yang berlangsung khidmat itu, yakni Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Pengarapen Purba, serta dimeriahkan artis Melody Sister dan Steven Laia, serta vokal grup pimpinan OPD bersama para istri.

Perayaan Natal ini mengusung tema ‘Yesus Kristus Hikmat bagi Kita’ (1 Korintus 1: 30a), dan subtema ‘Dengan Semangat Natal Kita Wujudkan Deliserdang yang Maju, Berdaya Saing, Religius dan Bersatu dalam Kebhinekaan, dan Kita Sukseskan Pileg dan Pilpres 2019 Berdasarkan Hikmat Tuhan’.

Dalam kotbahnya, Agustinus mengatakan, setiap warga negara dan jemaat Kristen harus ikut dalam pelaksanaan Pemilu 2019 sesuai amanat Undang-Undang.

“Jangan terpancing dengan money politic dan kita harus melihat dengan hikmat, dengan kebijakan dan kebaikan dari hati nurani,” imbau Agustinus.

Siapa yang pantas dipilih saat Pemilu untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan dalam menjaga kebhinekaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menurut Agustinus, dibutuhkan orang-orang yang berhikmat. “Jadi kita memilih merupakan tanggung jawab warga negara Indonesia sebagai orang yang percaya harus memilih jujur, adil, dan benar, serta takut akan Tuhan. Bukan karena money politic atau kedekatan kekeluargaan. Tapi kita harus melihat apakah kriterianya sebagai orang yang bertanggung jawab, baik wakil di DPR maupun presiden serta wakil presiden,” katanya.

Sementara Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, hadir bersama Yunita Ashari, Wakil Bupati Zainuddin Mars didampingi Asdiana Zainuddin, Sekdakab Darwin Zein, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, unsur FKPD, dan para pimpinan OPD, di antaranya Kepala Dinas PUPR Donald P Lumbantobing, Kepala Dinas Infokom Haris B Ginting, Kepala Perizinan Jonas Damanik, Kepala Dinas LH Artini S Marpaung, Kepala Dishub Jannes Manurung, Kepala Satpol PP Suryadi Aritinang, Plt Kepala Disnaker Norma Siagian, dan Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Ade Budi Krista.

Usai menyalami penerima kursi roda dan menyerahkan piala bergilir pada juara LPSG, Ashari mengatakan, perayaan Natal mengingatkan dirinya yang sempat ikut sebagai pelaku Natal saat bersekolah di SMA Imannuel.

Menurutnya, Natal adalah kabar sukacita yang menyingkapkan secara jelas betapa Tuhan Sang Pencipta setia dengan janji-janji-Nya. Semangat yang terkandung di dalamnya agar senantiasa membangkitkan pengharapan dan kekuatan guna menjalani kehidupan masa kini menuju masa depan lebih baik. “Pak Eddy, kami hadir formasi lengkap bersama Wakil Bupati, didampingi Sekda, dan OPD lainnya dalam perayaan ini. Sesuai sambutan dari FKUB Pak Muin tadi, saya pikir ini pertanda seriusnya Pemkab Deliserdang untuk menghargai satu sama lain (perbedaan, red) dalam rangka mewujudkan Deliserdang yang maju, berdaya saing, religius, dan bersatu dalam kebhinekaan,” kata Ashari.

Di akhir sambutannya, Ashari mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru. “Harapan saya tahun mendatang menjadi tahun lebih baik bagi kita semua, semoga Tuhan merestui. Salam sejahtera,” ucapnya.

Laporan Ketum Panitia AKBP Eddy Suryantha Tarigan, didampingi Ketpel Jannes Manurung, Sekum J Folala Gea, dan Bendahara Dameria Pardede, mengatakan, sebelum perayaan dilakukan bakti sosial pemeriksaan kesehatan, donor darah, dan pemberian bantuan kursi roda.

Sementara Sekretaris 1 Panitia Natal, St Leonardo Panjaitan mengatakan, dari 22 kecamatan yang ada di Deliserdang, hanya 8 kecamatan yang mengutus sebanyak 52 kontingen untuk mengikuti Lomba Paduan Suara Gerejawi (LPSG) ke-40 pada pagi harinya.

Kemudian ibadah Natal dilaksanakan pada siang hari, diawali prosesi para pendeta dan panitia Natal dari Balairung Pemkab Deliserdang menuju openstage. (btr/saz)

Masyarakat Harapkan Perbaikan Jalan dan Infrastruktur, Ralin Sinulingga Reses di Kecamatan Sei Bingai

istimewa/sumut pos RESES: Ralin Sinulingga saat menggelar reses tahap III 2018 di Desa Simpang Kutabuluh, Kecamatan Sei Bingai, Jumat (14/12).
istimewa/sumut pos
RESES: Ralin Sinulingga saat menggelar reses tahap III 2018 di Desa Simpang Kutabuluh, Kecamatan Sei Bingai, Jumat (14/12).

LANGKAT-Kedekatan Wakil Ketua DPRD Langkat Ralin Sinulingga, dengan masyarakat di daerah pemilihannya begitu terlihat, saat gelaran reses tahap III 2018, Jumat (14/12) lalu.

Hal ini terbukti saat anggota dewan yang telah duduk 10 tahun sebagai wakil rakyat ini, reses di Desa Simpang Kutabuluh, Kecamatan Sei Bingai. Masyarakat begitu antusias menghadiri kegiatan tersebut. Terbutki dari yang diundang hanya seratus, sedangkan hadir sekitar 200-an warga.

Dalam sambutan resesnya, Ralin mengungkapkan, wakil ketua DPRD itu hanya jabatan, jadi jangan berpikir untuk segan ataupun sungkan berkomunikasi maupun menyampaikan usulan kepadanya. Karena menurutnya, dia berprinsip wakil rakyat itu pimpinannya adalah rakyat. “Makanya sayalah yang harus hormat kepada bapak ibu. Harapan saya, dengan acara reses ini terjalin hubungan emosional yang baik di antara kita,” ucapnya.

Mendengar pernyataan Ralin, satu demi satu masyarakat yang hadir menyampaikan aspirasinya, yang kebanyakan meminta perbaikan jalan dan permasalahan infrastruktur lain, juga masalah sosial, seperti BPJS Kesehatan dan persoalan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah yang tidak tepat sasaran.

Dalam dialog reses itu, Ralin menjelaskan, masalah PKH tidak semuanya mutlak kesalahan dari desa, karena pemerintah pusat juga berperan dalam penentuan penerima PKH ini.

Usai memberi penjelasan atas pertanyaan yang disampaikan masyarakat, wakil rakyat yang terkenal dengan slogannya 3M (melihat, mendengar, dan merasakan) ini, mengatakan, semua masalah masyarakat tentang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur selalu disuarakannya di DPRD Langkat, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawabnya.

Selain itu, Ralin juga mengingatkan kepada peserta reses, agar dapat tertib administrasi kependudukan dengan cara mengurus KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, dan akta perkawinan, karena hal itu sangat penting. “Saya harap, masyarakat jangan merasa rugi dalam membayar iuran BPJS Kesehatan, karena itu sifatnya untuk membantu sesama, walaupun kita semua berharap tetap sehat,” katanya.

Hadir di acara reses itu, unsur Kecamatan Sei Bingai, Kepala Desa Simpang Kutabuluh Karim Ginting, Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Langkat Affan, sebagai pendamping reses. (bam/saz)

Taman Simalem Resort Tingkatkan Kesejahteraan Petani Karo

ISTIMEWA PANEN: Petani organik binaan Taman Simalem Resort memanen sawi di areal kebun Desa Mulia Rakyat, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, baru-baru ini.
ISTIMEWA
PANEN: Petani organik binaan Taman Simalem Resort memanen sawi di areal kebun Desa Mulia Rakyat, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, baru-baru ini.

KARO, SUMUTPOS.CO – Sebagai wujud kepedulian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lingkungan sekitar di Kabupaten Karo, Taman Simalem Resort membina kelompok tani di beberapa desa. Pembinaan sektor pertanian yang dilakukan ini dengan menerapkan sistem organik.

Satu kelompok tani yang dibina adalah Kelompok Tani Organik Indah Lestari di Desa Mulia Rakyat, Kecamatan Merek. Kelompok tani ini beranggotakan 16 orang.

Pembina Kelompok Tani Organik Indah Lestari, Marsion Situngkir mengungkapkan, ada 58 jenis tanaman sayuran dan buah yang dibudidayakan dengan sistem organik. Seperti pakchoi, kol, brokoli, cabai hijau dan merah, wortel, lobak, daun bawang, bawang merah dan putih, sawi, tomat, kentang, jagung, serta sayuran komersil lainnya, yang bernilai jual cukup tinggi. Sedangkan tanaman buah di antaranya markisa, alpukat, biwa, pepino, dan sebagainya.

“Petani yang dibina dalam kelompok ini disubsidi oleh Taman Simalem Resort, mulai benih tanaman, pupuk kompos dari kotoran ayam dan sapi, pestisida alami, hingga proses penjualan hasil pertanian. Para pertani hanya menyediakan tanah atau lahan dan tenaga saja,” ungkap Marsion baru-baru ini.

Marsion juga menyebutkan, selain memberi subsidi tersebut, para petani organik binaan Taman Simalem Resort juga diberi bimbingan dan evaluasi. Artinya, mereka tidak dilepas begitu saja. “Kebiasaan petani, kalau sudah musim panen mereka lebih memilih jeda sementara waktu dan tidak menanam lagi. Padahal, seharusnya tidak seperti itu. Makanya, mereka dibina supaya disiplin dan mengubah pola pikirnya, kalau sudah panen harus segera menanam lagi. Selain itu, juga diajarkan bagaimana membuat bibit sendiri,” sebutnya.

Lebih lanjut Marsion menjelaskan, budidaya dengan sistem organik ini murni mengandalkan bahan-bahan alami ramah lingkungan. Pestisida yang digunakan berasal dari tanaman yang tidak diganggu hama dan kemudian diolah. “Kelompok tani di Desa Mulia Rakyat sudah dibina sejak awal 2012 dengan luas lahan satu hektare. Saat ini terus bertambah di desa lainnya, yakni Desa Regaji, Aek Popo, Pangambetan, Naga Liga, dan Aek Hotang dengan luas lahan keseluruhan sekitar 5 hektare,” terangnya.

Marsion juga mengatakan, para petani panen biasanya 3 kali seminggu, Senin, Rabu dan Jumat. Hasil panen sekitar satu hingga 1,5 ton. Namun, ada juga yang panen sampai 40 hari seperti sawi manis, kentang, dan kol 3 bulan lebih, serta jagung 5 bulan. “Hasil panen petani dijual kepada Taman Simalem Resort dengan harga sesuai kesepakatan. Artinya, sejak awal sudah dilakukan, seperti kontrak harga, misalnya cabai merah Rp15 ribu per kilogram dan bawang merah Rp25 ribu per kilogram. Harga jual di petani stabil, baik itu ketika anjlok harga di pasaran, maupun lagi melonjak,” bebernya.

Direction of Operation Taman Simalem Resort Bernard Tay, melalui Farm Advisor, Frits H Silalahi menuturkan, hasil panen petani tak hanya ditampung oleh Taman Simalem Resort, melainkan juga dipasarkan ke pasar modern yang sudah melakukan kerja sama. Bahkan, disuplai ke beberapa kota dan provinsi lain, seperti Medan, Jakarta, Palangkaraya, Pekanbaru, hingga Batam. “Rencananya 2019 mau diekspor ke Malaysia dan Singapura. Kini sedang proses penjajakan,” ujarnya.

Menurut Frits, tujuan dari dibinanya para petani tersebut untuk membantu masyarakat sekitar agar hidup lebih sejahtera. Selain itu, untuk jangka panjang keberadaan sektor pertanian di kabupaten tersebut. “Pertanian organik yang diterapkan sudah mendapat sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Organik Seluliman (LeSOS), dan bahkan satu-satunya di Sumut. Hal ini berarti Taman Simalem Resort benar-benar serius mengembangkan potensi daerah untuk mendukung pembangunan lewat pemberdayaan masyarakat dan sektor pariwisata,” katanya.

Dia menambahkan, Taman Simalem Resort tidak hanya menawarkan keindahan alam yang menjadi andalan. Namun, juga sektor agribisnis menjadi satu nilai jual yang ditawarkan kepada pengunjung, baik dalam maupun luar negeri. “Benih dan bibit yang digunakan sebagian masih didatangkan dari luar negeri untuk tanaman tertentu, seperti pakchoy. Tapi, ke depan semua benih dan bibit yang akan digunakan dari dalam negeri,” imbuh Frits.

Sementara, seorang anggota Kelompok Tani Organik Indah Lestari, Serta Boru Tarigan (54) mengaku, sangat terbantu kehidupannya menjadi petani binaan Taman Simalem Resort. Dia tak perlu repot lagi mau menjual hasil panen karena langsung dijemput. Petani hanya modal tenaga dan lahan. “Terus terang dengan keberadaan Taman Simalem Resort, warga yang tinggal di Kecamatan Merek sangat terbantu, asalkan mau kerja dan disiplin. Dulu sewaktu belum jadi mitra hanya Rp300 ribu per pekan penghasilan dari hasil panen. Tapi sekarang, setelah bergabung per pekan bisa meraup hasil Rp1 juta hingga Rp1,2 juta. Kalau dihitung-hitung, sebulan kurang lebih bisa dapat Rp4 juta,” sebut Serta, seorang petani, yang kini mampu membiayai pendidikan seorang anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Tak jauh beda disampaikan petani lainnya, Agus Suwanto Munthe. Agus merupakan petani binaan yang memiliki lahan di Desa Pangambatan. “Saya sudah 3 tahun menjadi mitra, dan sebulan dari hasil panen bisa dapat Rp3,5 juta,” kata Agus yang menanam brokoli, kacang tanah, cabai merah, sawi putih dan beberapa tanaman lainnya. (azw/saz)