25 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 5676

Desember, Hujan Mulai Berkurang, Banjir dan Longsor Masih Mengancam

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Curah hujan di Bulan Desember ini diperkirakan berkurang dibanding pada Oktober dan November 2018 lalu. Curah hujan bersifat sedang hingga tinggi berpotensi terjadi di wilayah Pantai Barat dan Pegunungan Sumatera Utara. Sedangkan di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara, curah hujan diprakirakan rendah hingga sedang.

Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar MKG Wilayah In

Syahnan mengatakan, berdasarkan analisis meteorologi, fisis/dinamis, bila dilihat dari faktor tekanan udara di Belahan Bumi Utara (BBU), maka diprakirakan akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan tekanan udara di Belahan Bumi Selatan (BBS). Hal ini mengakibatkan monsun barat daya masih aktif pada bulan Desember 2018 untuk wilayah Sumatera Utara. Garis konvergensi berada di sekitar Laut Jawa hingga Selatan Papua.

Selain itu bila dilihat dari suhu muka laut (SST), maka diprediksi SST masih hangat dengan anomali positif. Gangguan cuaca diprakirakan terbentuk di Barat Daya Sumatera, Laut Cina Selatan. Barat

Filipina dan bagian utara Australia. “Untuk prakiraan cuaca lautan (maritim), kondisi cuaca lautan Bulan Desember ini umumnya diprakirakan agak buruk hingga buruk, “ ungkap Syahnan kepada Sumut Pos, Minggu (16/12) siang.

Berdasarkan analisis itu, sebut Syahnan, potensi terjadinya longsor di wilayah Sumatera Utara pada Desember ini tidak terlalu tinggi, tapi kemungkinan itu tetap ada. Dijelaskan Syahan, untuk potensi longsor sedang berada di Tapanuli Utara yakni di Sipaholon, Garoga dan Tarutung. Sedangkan untuk wilayah Toba Samosir yakni di Balige, Lumban Julu, Muara, dan Habinsaran. Untuk Tapanuli Tengah yakni di Tapian Nauli, Lumut dan Barus.

Wilayah Tapanuli Selatan yakni di Padang Sidempuan Timur, Batang Angkola dan Batang Toru. Untuk Mandailing Natal yakni di Batang Natal, Batahan, Natal, Panyabungan, Kota Nopan dan Muara Sipongi. Kemudian Asahan di Pulau Rakyat dan Bandar Pulau. Simalungun di Dolok Panribuan, Raya, Panei, Jorlan Hataran, Tanah Jawa, Dolok Silau dan Pematang Tanah Jawa. Kabupaten Karo yakni di Simpang Empat dan Munthe. Langkat di Padang Tualang, Sei Lapan dan Bahorok. Sedangkan Nias Selatan di Lahusa, Lolowu dan Teluk Dalam.

Untuk potensi tinggi dikatakannya berada di Tapanuli Utara yakni di Pahae Jae, Pahae Julu, Siborongborong dan Adian Koting. Humbang Hasundutan yakni di Lintong Nihuta dan Onan Ganjang. Toba Samosir yakni di Porsea dan Silaen. Samosir yakni di Onan Runggu dan Palipi. Tapanuli Tengah yakni di Barus dan Andam Dewi. Tapanuli Selatan yakni di Dolok. Kemudian Dairi yakni di Sumbul, Parbuluan, Pegagan Hilir, Siempat Nempu Hulu, Tiga Lingga, Pinem dan Silima Punggapungga. Pakpak Bharat yakni di Kerajaan dan Salak. Simalungun yakni di Girsang Sipangan Bolon, Sidamanik, Dolok Pardamean dan Purba. Selanjutnya Deliserdang yakni di Bangun Purba, Sibirubiru, Sibolangit, STM Hilir dan STM Hulu. Karo yakni di Barus Jae, Merek, Mardinding dan Payung. Nias yakni di Hiliduho, Gunungsitoli dan Mandrehe. Serta Nias Selatan yakni di Gomo.

Begitu juga untuk potensi banjir, diakui Syahnan dengan tingkat rendah hingga menengah. Disebutkannya, untuk potensi rendah berada di Asahan yakni di Buntu Pane, Kisaran Barat, Sei Kepayang, Simpang Empat, Tanjung Balai dan Teluk Dalam. Batubara yakni Lima Puluh, dan Talawi. Kota Binjai yakni di Binjai Selatan, Binjai Timur dan Binjai Kota. Deliserdang yakni di Sibirubiru, Hamparan Perak, Namorambe, Pancur Batu dan Sunggal. Karo yakni di Brastagi, Payung dan Simpang Empat.

Kemudian Labuhanbatu Selatan yakni di Sungai Kanan dan Torgamba. Labuhanbatu Utara yakni Kualah Hulu. Langkat yakni di Besitang, Binjai, Gebang, Kuala, Salapian, Padang Tualang, Seilapan dan Stabat. Sedangkan untuk wilayah Kota Medan yakni di Medan Tuntungan. Padanglawas Utara yakni di Padangbolak. Serdang Bedagai yakni Kecamatan Tebingtinggi, serta Tanjungbalai yakni Datuk Bandar.

Untuk potensi banjir menengah dikatakannya berada di Deliserdang yakni di Bangun Purba, Beringin, Birubiru, Deli Tua, Hamparan Perak, Labuhan Deli, Lubuk Pakam, Namorambe, Pagar Merbau, Pancur Batu, Percut Sei Tuan, Sunggal dan Tanjung Morawa. Wilayah Karo yakni Berastagi, Payung dan Simpang Empat. Tebing Tinggi yakni di Padang Hulu, Padang Hilir dan Rambutan.

Kemudian Labuhanbatu Selatan yakni di Kampung Rakyat, Sungai Kanan dan Torgamba. Labuhanbatu Utara yakni di Aek Natas dan Kualah Hulu. Langkat yakni di Babalan, Besitang, Binjai, Gebang, Padang Tualang, Secanggang, Seilapan, Stabat dan Tanjungpura. Mandailing Natal yakni di Batang Natal, Bukitmalintang, Hutabargot, Kotanopan, Linggabayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyabungan Utara, Siabu, Tambangan dan Ulupungkut.

Selanjutnya Kota Medan yakni di Medan Barat, Medan Amplas, Medan Baru, Medan Belawan, Medan Johor, Medan Helvetia, Medan Labuhan, Medan Maimun, Medan Marelan, Medan Petisah, Medan Polonia, Medan Selayang, Medan Sunggal dan Medan Tuntungan. Kabupaten Nias yakni di Gido, Idano Gawo, Nias Barat yakni di Lolofitu Moi, Mandrehe, Sirombu, Nias Selatan yakni di Gomo, Lahusa, Lolo Wau, Nias Utara yakni di Alasa, Lahewa dan Tuhemberua. Pematangsiantar yakni di Siantar Barat dan Siantar Timur. Samosir yakni di Onanrungu dan Simanindo. Serdang Bedagai yakni di Dolokmasihul, Pantai Cermin, Perbaungan, Sei Rampah, Sipispis dan Tebingtinggi. Sibolga, Simalungun, Tapanuli Selatan yakni di Batang Toru, Tapanuli Utara yakni di Sipoholon, dan Tarutung serta Tapanuli Tengah yakni di Barus, Kolang dan Sorkam.

“Indeks ekstrim ditandai dengan adanya tanah sudah jenuh air, curah hujan tinggi, terlihat genangan air dan air sungai sudah meluap. Untuk indeks tinggi ditandai dengan adanya tanah sudah jenuh air, curah hujan tinggi dan terlihat genangan air. Sedangkan indeks sedang ditandai dengan tanah mulai basah dan run off meningkat. Sementara indeks rendah ditandai dengan curah hujan rendah dan run off rendah, “ tandas Syahnan. (ain)

Buru Buronan, Rumah Sop Nadya di Binjai Digeledah, KPK Cecar Istri Ferry Kaban

Teddy Akbari/SUMUT POS GELEDAH: Petugas KPK hendak memasuki mobil usai mengeledah rumah mantan anggota DPRD Sumut Ferry Suando Tanuray Kaban, tersangka suap, Sabtu (15/12).
Teddy Akbari/SUMUT POS
GELEDAH: Petugas KPK hendak memasuki mobil usai mengeledah rumah mantan anggota DPRD Sumut Ferry Suando Tanuray Kaban, tersangka suap, Sabtu (15/12).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu mantan anggota DPRD Sumut Ferry Suando Tanuray Kaban yang masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 1 Oktober 2018 lalu. Sabtu (15/11) pagi lalu, penyidik KPK mendatangi dan menggeledah rumah Ferry Kaban di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 2A, Kelurahan Satria, Kota Binjai.

Kedatangan penyidik KPK didampingi Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak membuat heboh masyarakat di sana. Bahkan, masyarakat yang sedang sarapan dan minum teh atau kopi di Centre Kuphi, mengalihkan pandangannya ke Rumah Sop Nadya yang ada di depannya.

Dengan mengendarai mobil Toyota Innova warna silver, dua orang penyidik dari lembaga antirasuah ini turun dari mobil sekira pukul 09.00 WIB. Kedua petugas yang mengenakan rompi bertuliskan KPK, langsung masuk ke Rumah Sop Nadya, kediaman Ferry Kaban. Pengunjung yang sedang menikmati sarapan nasi sop pun kaget dengan kedatangan petugas KPK bersama Kapolres Binjai tersebut.

“KPK datang bersamaan Polisi. Ada dua orang petugas KPK datang dengan menumpangi mobil Innova,” kata Roy Hutasoit (19), warga sekitar yang mengaku melihat kedatangan KPK kepada Sumut Pos.

Menurut Roy, petugas KPK tidak hanya mencecar istri Ferry Kaban tentang keberadaan suaminya, tapi juga melakukan penggeledahan di ruko berlantai tiga itu. “Saya melihat kalau istrinya juga ditanyai. KPK juga geledah rumahnya, saya lihat,” ujar dia.

Sementara pramusaji di Centre Kuphi mengakui kalau kedatangan tim KPK bersama personel Polres Binjai membuat warga sekitar heboh. Bahkan menurut pria yang berasal dari Kota Tebingtinggi ini mengatakan, personel Polisi yang mau menikmati sarapan di cafenya batal, karena ada penggeledahan KPK.

Arus lalu lintas juga menjadi macet, karena pengendara yang melintas ingin mengetahui apa yang sedang terjadi. Untuk mengurai kemacetan, personel Polres Binjai pun berupaya mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. “Orang yang minum di sini (Centre Kuphi) juga melihat kedatangan KPK. Ramai waktu itu di sini,” ujarnya.

Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak yang dikonfirmasi membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan KPK menyasar Rumah Sop Nadya, tempat tinggal Ferry Kaban. Menurut Donald, pihaknya hanya sebatas membantu KPK dalam hal pendampingan atau pengawalan. Karenanya, dia tidak tahu apa hasil penggeledahan yang dilakukan. “Mana tahu kita. Tanya kepada pihak KPK lah. Apalagi itukan menyangkut proses penyidikan internal KPK,” kata mantan Kapolres Samosir ini via WhatsApp, Minggu (16/12).

Menurut Donald, penggeledahan yang dilakukan berlangsung selama dua jam. Sejak pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB. Menurut dia, pengawalan pengamanan yang dilakukan personel Polres Binjai agar penggeledahan KPK dapat berjalan dengan aman dan lancar. “Ini salah satu bentuk sinergitas, saling mendukung dalam pelaksanaan tugas antara Polri dan KPK,” pungkasnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah yang dikonfirmasi juga membenarkan, pihaknya menggeledah kediaman Ferry Kaban. “Iya, penggeledahan sekaligus pencarian DPO,” ujar Febri.

Sementara istri Ferry Kaban yang ditemui Sumut Pos, menolak untuk diwawancarai. Sebelumnya, sekira dua pekan lalu, Sumut Pos sempat mewawancarai seorang pramusaji di Rumah Sop Nadya milik Ferry Kaban tersebut. Menurut pramusaji bertubuh gemuk itu, mengakui kalau Ferry Kaban pernah menetap di rumah itu. Namun, dia cuma sekali-sekali pulang dan menginap di rumah itu. “Cuma enggak tahu kapan pergi dan pulangnya lagi. Bulan 8 terakhir dia di sini. Coba tanya sama istrinya saja,” ujarnya.

Sebelumnya, KPK juga pernah mengintai rumah Ferry Kaban ini pada 26 November 2018. Saat itu, KPK seharian mengintainya, namun tak menuai hasil. Pengintaian yang dilakukan KPK ini juga diakui Juru Bicara Febri Diansyah beberapa waktu lalu. “Saat itu keluarga menyampaikan pada tim bahwa tidak ada komunikasi antara tersangka dengan keluarga,” kata Febri.

Sebelumnya, Lurah Kartini, Felix juga menyatakan, Ferry Kaban sudah sejak 4 tahun belakangan menempati ruko tersebut. Informasi ini didapat Felix setelah bertanya kepada kepala lingkungan setempat. Menurut Felix, Ferry Kaban beserta keluarga juga sudah terdaftar di dalam Daftar Pemilih Tetap yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai. Disoal tentang ruko itu milik Ferry Kaban atau hanya menyewa, Felix tidak dapat memastikan. “Informasi dari Kepling, itu ada yang bilang sewa, ada yang bilang beli. Saya enggak bisa pastikan itu milik siapa. Tapi kalau ditanya terdaftar, terdaftar di DPT,” ucap Felix melalui telepon selularnya.

Dia juga enggan berkomentar lebih lanjut karena memang tidak mengantongi informasi pasti terkait tersangka Ferry Kaban. “Kalau ku bilang apa semua, takutnya keliru. Kan enggak enak diberitakan, jadinya ke saya,” ujar Felix.

Dia juga mengaku tidak tahu Ferry Kaban sebelumnya pindahan darimana. Tiba-tiba saja, Ferry sudah pindah yang kini menempati rukonya. “Waktu pindah pun enggak tahu. Kartu Keluarga dia itu juga enggak ada sama saya,” beber Felix.

Bahkan, Felix juga tidak pernah melihat Ferry Kaban. Pun demikian, Felix mengamini bahwa lembaga antirasuah yang memburu Ferry sudah mendatangi kediaman tersangka. “Kalian pun sudah tahu ada yang datang dari tiga huruf (KPK, Red). Enggak pernah nampak. Kalau nampak, sudah enak kali jadinya. Enggak pernah tahu saya (Ferry Kaban). Sudah ada yang ngejar dia itu, sampai sekarang belum jumpa,” tandasnya.

Ferry Kaban diketahui tidak kooperatif kepada KPK. Dia disangkakan penyidik KPK dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001 Tentang Perubahan Atas UU No 31/1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 54 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KHUP. (ted)

Tuak FC Peringkat Ketiga 4 Corner ASEAN

istimewa KETIGA: Tuak FC meraih peringkat ketiga Turnamen di Sabah.
istimewa
KETIGA: Tuak FC meraih peringkat ketiga Turnamen di Sabah.

SUMUTPOS.CO – Wakil Indonesia, Tuak FC harus puas mengakhiri 4 Corner ASEAN Tournament di Kinabalu, Sabah, Malaysia di peringkat ketiga. Kemenangan atas wakil Brunei Darussalam 4-0 di Stadion Likas, Kinabalu, Minggu (16/12) memastikan Edu Juanda dkk mengunci posisi tersebut.

Pada laga itu Tuak FC yang mengandalkan Muhammad Halim di bawah mistar, Ansyari Lubis Edu Juanda, Gendut Dony, Rico Ceper, Ariel Gutierez, Irwanto, Syamsul Bahri, Azhari, Gunawan, dan Lilik Satriyadi tampil mendominasi.

Alhasil menit ke-26, Tuak unggul lewat penalti Edu Juanda. Titik putih ditunjuk wasit setelah pelanggaran terhadap aksi Edu. Dua menit berselang, giliran Ariel Gutierez membobol gawang Brunei All Star yang mengandalkan para mantan penggawa timnasnya.

Menit ke-37, wasit kembali menunjuk titik putih setelah terjadi handsball di kotak terlarang. Edu kembali menjadi eksekutor dan dia kembali sukses.

Tuak FC kembali menambah gol. Pemain pengganti, Gendut Dony Christiawan kali ini mencatatkan namanya di papan skor lewat gol menit ke-74. Skor 4-0 bertahan hingga akhir laga.

Sebelumnya Tuak FC gagal melaju ke final setelah kalah adu penalti dari Thonburi Inter FC (Thailand). Pada laga itu Tuak memberi perlawanan bahkan punya banyak peluang dari Thailand. Mereka sempat unggul lewat Lilik Satriyadi. Namun lima menit jelang laga berakhir, wakil Thailand menyamakan skor. Pemenang pun harus ditentukan lewat adu penalti.

Saat adu tendangan 12 pas itu, tiga eksekutor Tuak, Ansyari Lubis, Irwanto dan Edu Juanda gagal. Sementara tiga eksekutor Thailand sukses menjalankan tugasnya. Tuak pun gagal ke final.

Pemain Tuak FC, Muhammad Arief Fadillah mengatakan sedikit kecewa dengan pencapaian itu meski bersyukur tetap mengakhiri laga di peringkat ketiga. “Alhamdulillah masih bisa dapat peringkat ketiga. Apresiasi buat semua pemain dan ofisial yang mendukung juga kepada PSSI. Ternyata persiapan kita belum cukup tapi untuk tahun depan kami janji lebih baik lagi,” kata Arief.

Menurutnya kualitas turnamen segiempat ini benar-benar bagus. “Tim yang hadir benar-benar berkelas. Thailand dengan 10 eks pemain timnasnya minus Piyapong dan Kiatisuk Senamung. Brunei keseluruhan bekas timnas. Apalagi tuan rumah, Sabah,” bebernya.(don)

Tanidis Ingin Lanjut

doni hermawan/sumut pos TERTARIK: Alexandros Tanidis tertarik terus berkarir di Indonesia.
doni hermawan/sumut pos
TERTARIK: Alexandros Tanidis tertarik terus berkarir di Indonesia.

SUMUTPOS.CO – Bek asal Yunani, Alexandros Tanidis tak melihat musim perdananya di Indonesia sebagai kesan perdana yang buruk. Meski timnya harus degradasi dari Liga 1 dengan finish sebagai juru kunci.

Tanidis mengatakan secara umum PSMS bermain baik terutama di putaran kedua. Terbukti dengan banyaknya poin yang mereka dapatkan. Hanya saja, tim lain punya koleksi poin yang lebih baik.

“Pasti bisa lebih baik, tetapi ketika saya melihat kembali musim ini dengan tim, saya dapat mengatakan bahwa kami memainkan sepakbola yang lebih baik daripada tim yang dimainkan di putaran pertama pertama. Kami memenangkan 25 poin. Kami telah memenangkan 2 laga tandang dan banyak hasil imbang juga di mana sebelumnya tidak mendapat satu poin pun (tandang),” kata Tanidis , beberapa waktu lalu.

Tanidis bermain selama 15 laga dari 17 laga di putaran kedua. Hanya dua kali dia absen karena akumulasi dan cedera dan selalu tampil sebagai starter. Dia mencetak dua gol dan mengoleksi empat kartu kuning tanpa kartu merah.

Soal faktor terdegradasinya PSMS, Tanidis melihat banyak faktor. Baik itu teknis maupun non teknis. “Saya pikir kami tidak dapat memilih hanya satu faktor, kami dan dan pelatih Peter merasa sendirian. Kami tidak mendapat dukungan dari manajemen dan bahkan dengan keadaan ini kami tetap hidup sampai pertandingan terakhir. Selain itu saya pikir jika kami memiliki wasit yang lebih baik melawan Tira, kami bisa memenangkan pertandingan ini dan itu akan menentukan kami tetap di Liga 1,” tambah pemain yang pernah memperkuat Austria Salzburg dan 1860 Munchen B ini.

Namun sebagai pemain, Tanidis tetap merasa bersalah. Menurutnya mereka tetap bertanggung jawab dengan hasil tersebut.

“Tapi saya pikir kami tidak ingin saling menyalahkan. Kami sebagai pemain berada di depan, sehingga kami harus mengambil tanggung jawab itu, tetapi saya tahu orang-orang dan fans tahu apa yang terjadi di balik layar,” ucap pemain yang juga pernah bermain di Vietnam bersama, Binh Duong.

Untuk masa depannya, pemain berusia 27 tahun itu mengatakan belum memikirkan klub selanjutnya. Namun dia tak menampik berminat melanjutkan karir di Indonesia.

“Saya membuat musim yang baik di Indonesia dan tentu saja ada minat, tapi saya akan pulang dulu dan kumpul bersama keluarga, memulihkan tubuh dan pikiran saya sepenuhnya. Setelah itu saya akan memilih apa dan di mana saya ingin melanjutkan,” katanya.

Tanidis mengatakan kesempatan membela PSMS merupakan pengalaman berharga dalam karirnya. “Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan klub ini dan kepercayaan fans kepada saya. Saya berharap para fans mendapat hari yang lebih baik, tetapi saya pikir mereka harus mengubah dasar-dasar agar klub ini menjadi lebih besar lagi,” pungkasnya. (don)

Logo Garuda Indonesia di Pesawat Sriwijaya Air

LOGO: Setiap pesawat Sriwijaya Air kini akan ditempeli dengan logo Garuda Indonesia.
LOGO: Setiap pesawat Sriwijaya Air kini akan ditempeli dengan logo Garuda Indonesia.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejak November 2018 lalu, Sriwijaya Air bersama dengan Nam Air telah menjalin kerja sama operasional (KSO) dengan Garuda Indonesia Group. Yang artinya, seluruh kegiatan operasional dan finansial Sriwijaya Air akan di pegang oleh Garuda Indonesia Group.

Sebelum penandatanganan KSO, pada 17 Mei 2018 lalu, Garuda Indonesia Group dan PT. Sriwijaya Air telah menandatangani kerja sama code share. Beberapa rute penerbangan dalam kerja sama code share adalah Yogyakarta-Palembang, Jakarta-Sampit, dan Semarang-Sampit.

Seluruh pesawat milik maskapai Sriwijaya Air akan dipasangi logo maskapai Garuda Indonesia. Hal tersebut dilakukan guna menindaklanjuti Kerja Sama Operasional (KSO) oleh Garuda dan Sriwijaya Air.

“Rencananya iya, logonya member of Garuda Indonesia (akan dipasangi) di bawah logo Sriwijaya Air, pada Minggu (16/12) malam,” ujar Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Ikhsan Rosan, Minggu (16/12).

Ikhsan menambahkan, selain logo, nantinya akan ada ornamen Garuda Indonesia di seragam awak kabin Sriwijaya Air.

Sementara itu, Head of Corporate Commmunicatios Sriwijaya Air Adi Willi Hanhari Haloho menambahkan, pemasangan logo tersebut baru akan dilakukan pada Minggu malam. “Seremoninya baru akan dilaksanakan Minggu malam,” kata Adi.

Diberitakan sebelumnya, Garuda Indonesia Group melalui anak perusahaannya, PT Citilink Indonesia, mengambil alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air. Hal ini direalisasikan dalam bentuk kerja sama operasi (KSO) yang dilakukan oleh PT Citilink Indonesia dengan PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air. KSO tersebut telah ditandatangani pada tanggal 9 November 2018.

Sementara itu, CEO Sriwijaya Air Chandra Lie menyatakan bersyukur bahwa Sriwijaya Air bisa menjalin kerja sama dengan Garuda Indonesia.

“Kami bisa bekerja sama KSO ini dengan Garuda Indonesia Group, maskapai terbaik dan terbesar di Indonesia untuk maju, modern, dan berkelanjutan bersama,” kata Chandra Lie.

Nasib SJ Travel

Beberapa bulan yang lalu, Sriwijaya Air meluncurkan program SJ Travel Pass, dimana pelanggan Sriwijaya Air bisa terbang sepuasnya dalam setahun dengan membeli keanggotaan seharga Rp 12 jutaan. Setelah kerja sama ini, bagaimanakah nasibnya? (bbs/ram)

BNNK Tebing Ringkus Kurir Sabu

Ilustrasi-sabu
Ilustrasi-sabu

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Tebingtinggi meringkus tiga kurir sabu di tempat terpisah. Terungkapnya kasus ini berkat laporan warga yang resah dengan aktifitas peredaran sabu.

Kepala BNNK Tebingtinggi Kompol Bambang Rubianto, membenarkan penangkapan ketiganya.

Ketiga tersangka masing-masing, Suhrahmat (26) warga Jalan Karya, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi. Ia ditangkap petugas di sebuah rumah di Gang Buntu, Jalan Karya Jaya, Kelurahan Karya Jaya.

Saat digeledah, petugas mengamankan 1 paket narkoba jenis sabu, 5 buah pipet, 1 timbangan digital dan 1 unit telepon seluler merk nokia.

Suhrahmat kemudian dikembangkan. Hasilnya, petugas mengamankan Suhendri (31) warga Kampung Kurnia, Kelurahan Pasar Baru, Kota Tebingtinggi.

Suhendri ditangkap di Jalan Gunung Krakatau, Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan.

Dari Suheri, petugas mengamankan barang bukti 4 paket narkotika jenis sabu, 2 paket daun ganja kering dan 1 unit telepon seluler.

“Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengakui barang haram tersebut milik Bintang Clara (29) seorang bandar,” jelas Bambang Rubianto, Sabtu (15/12).

Mendapatkan keterangan tersebut, petugas BNNK Tebingtinggi langsung melakukan pengejaran terhadap Bintang di Kota Medan.

Bermodalkan nomor telepon selularnya, petugas BNNK menyaru. Setelah mendapatkan alamat rumah kos-kosan Bintang, petugas BNNK langsung menggerebek rumahnya.

Hasilnya, petugas menyita 3 paket sabu serta uang tunai. “Barang bukti yang berhasil disita dari tiga pelaku sebanyak 10 gram narkotika jenis ganja, 5 gram narkotika jenis sabu, 2 unit timbangan digital dan 2 buah telepon seluler dari berbagai merk,” terangnya.(ian)

Pencurian Sawit Milik PTPN IV, Oknum Pejabat Sergai Terlibat

Ilustrasi
Ilustrasi

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kasus pencurian buah kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Kebun Adolina masih terus ditangani Polda Sumut. Penyidik didesak untuk memanggil kembali orang yang terlibat pencurian buah kelapa sawit di Kelurahan Batang Terap, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai itu.

“Karena ada keterlibatan oknum pemerintahan daerah tersebut yang melakukan pembekingan terhadap pencuri buah kelapa sawit itu,” ujar Direktur Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan (Puspha) Sumatera Utara, Muslim Muis SH, Minggu (16/12).

Muslim mendesak Polda Sumut untuk memanggil kembali pejabat yang diduga ikut ‘bermain’. Jika memang terlibat, sudah sepatutnya dihukum.

“Dalam hal ini, kita mendapatkan informasi dari sebuah media bahwa, adanya penangkapan terhadap dua pencuri oleh pihak kepolisian Poldasu yang berinisial S (54) warga Dusun 1A, Desa Sukasari, Kecamatan Pengajahan dan AS (40) warga Dusun IV, Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, Sergei, “ ujar Muslim di Medan.

Dalam pemberitaan tersebut, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, pengungkapkan kasus tersebut berawal dari informasi yang diberikan pihak satpam PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Kebun Adolina.

Mendapat informasi tersebut, personel Subdit IV Dit Krimsus Polda Sumut langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kedua pelaku langsung diamankan.

Kata Nainggolan, keduanya kerap beraksi sekira pukul 03.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB di Afdeling I, Afdeling II, Afdeling IV dan Afdeling V. Perhari, keduanya bisa menggasak 5 ton buah kelapa sawit.

“Karena adanya pencurian/penjarahan buah kelapa sawit, PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) mengalami penurunan produksi sebanyak 5 ton per hari dan mengalami kerugian sebesar Rp652.963.905,” terangnya.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan berbagai barang bukti. Antara lain, 2 unit mobil jenis Colt Diesel BK 8151 ZF dan BK 8481 ZE, 1 unit truk Mitsubishi berwarna Orange BK 8488 DN, 1 unit Betor merek Suzuki Thunder BK 6542 NV, 2 unit timbangan gantung 110 Kg, 2 unit timbangan duduk yang terbuat dari besi, empat unit Beko/angkong merek ARTCO, 6 buah kampak besi, 10 buah tojok besi, 2 ganju, 11 ton TBS dan beserta dokumen-dokumen.

Keduanya dikenakan Pasal 55 huruf D Juncto Pasal 107 huruf D dan pasal 78 Juncto pasal 111 UU RI Nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan Jo pasal 363 KUHPidana dan atau pasal 480 KUHPidana. “Saat ini kedua tersangka sudah berada di dalam sel tahanan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Nainggolan.

Dalam pengembangan kasus tersebut, Direktur Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol Ronny Santama membenarkan pihaknya memeriksa oknum pejabat pemerintah Sergei sebagai saksi atas pencurian yang dilakukan S dan AS.

“Oknum pejabat tersebut diperiksa selama 3 jam di ruang penyidik Unit III Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus,” katanya.

Dari oknum pejabat tersebut disita mobil Colt Diesel dan uang Rp35 juta.

“Setelah menjalani pemeriksaan yang bersangkutan dipulangkan,” ujar orang nomor satu di Ditkrimsus Polda Sumut tersebut.(rel/ila/ala)

Jambret Hp Dekat, Polsek Ditembak

IST/sumut pos MERINGIS: Agus Sahputra meringis saat petugas Reskrim Polsek Medan Barat memapahnya untuk dipaparkan kepada media.
IST/sumut pos
MERINGIS: Agus Sahputra meringis saat petugas Reskrim Polsek Medan Barat memapahnya untuk dipaparkan kepada media.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Agus Sahputra meringis ditembak polisi. Pria berusia 23 tahun itu terpaksa dilumpuhkan karena menjambret dekat Polsek Medan Barat.

“Ya, kita amankan satu tersangka jambret,” ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu Herison Manullang, Minggu (16/12). Dijelaskan Manullang, pelaku menjambret handphone (Hp) Florentina Laia (23) warga Jalan Mukhtar Basri, Kecamatan Medan Marelan.

“Pelaku menjambret korban di Jalan Budi Pembangunan. Tepatnya di depan SD Pertiwi Kelurahan Brayan, Kecamatan Medan Barat, Kamis 11.30 WIB. Dia merampas handphone tersebut langsung dari tangan korban,” ungkap Manullang.

Saat kejadian, korban sedang berjalan kaki sembari memegang handphone untuk menghubungi temannya. Tiba-tiba, korban dipepet pelaku dari sebelah kanan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX BK 5178 AGD.

“Pelaku langsung merampas handphone korban dan sontak korban teriak,” ujarnya.

Aksi yang tak jauh dari Posek Medan Barat ini, langsung didengar polisi. “Kita langsung mengejar pelaku dan berhasil ditangkap di Jalan Bilal,” katanya.

Saat akan ditangkap, pelaku berusaha kabur dan melawan petugas. Bahkan, tembakan peringatan ke udara yang dikeluarkan tim saat pengejaran juga diabaikan pelaku.

“Maka dari itu, kita terpaksa melumpuhkannya dengan memberikam tembakan di kaki,” terang Manullang.Kepada polisi, pelaku mengaku sudah dua kali beraksi.

“Ini aksi yang kedua kali, pertama saya lakukan di Jalan Pancing. Kalau begini saya kapok, pak. Kaki saya sakit ditembak,” kata pelaku.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti 1 unit handphone merek Oppo A71 dan 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX BK 5178 AGD.(dvs/ala)

Langkat Banjir Penghargaan di Penghujung Jabatan Ngogesa

TERIMA: Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM menerima Penghargaan Gerakan Menuju 100 Smart City dari Deputi II Kepala Staf Kepersidenan RI, Yanuar Nugroho, Jumat (14/12) lalu.
TERIMA: Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM menerima Penghargaan Gerakan Menuju 100 Smart City
dari Deputi II Kepala Staf Kepersidenan RI, Yanuar Nugroho, Jumat (14/12) lalu.

SEBELUMNYA, Pemkab Langkat menerima penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM tahun 2017 dari Menteri Hukum dan HAM RI serta Anugrah Predikat Zona Hijau atau Predikat Kepatuhan Tinggi dalam penilaian terhadap pemenuhan komponen standart pelayanan publik pemerintah kabupaten dari lembaga negara pengawas pelayanan publik Ombusdman RI.

Kini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Langkat kembali menuai prestasi. Yaitu penghargaan “Gerakan Menuju 100 Smart City”.

Keberhasilan ini dapat diraih Diskominfo, bukan hanya kemampuan menyusun masterplan serta quick wins smartcity dengan baik.

Tetapi juga, dilihat dari kesiapan infrastruktur TIK di daerah dan juga komiten kepala daerah melaksanakan pengembangan smart city secara berkelanjutan di wilayahnya.

Penghargaan tersebut langsung diterima Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM dari Deputi II Kepala Staf Kepersidenan RI Yanuar Nugroho didampingi Menteri Kominfo RI Rudiantara, pada acara Smart City Awarding 2018 di ICE BSD City Pagedangan Tanggerang, Jumat (14/12) lalu.

Sekda mengatakan, upaya untuk membuat Langkat masuk dalam Gerakan 100 Smart City, bukan hanya untuk mendapatkan prestasi semata. Namun lebih untuk memanfaatkan kemajuan TIK guna memaksimalkan pelayan publik.

“Hal ini agar masyarakat Langkat mendapatkan kemudahan untuk mengakses semua pelayanan publik,” sebutnya. Dijelaskan Sekda, ada sebanyak 75 Kabupaten/Kota se-Indonesia yang tergabung dalam Gerakan Menuju 100 Smart City di tahun 2017 dan 2018.

Semuanya telah berhasil mendapatkan penghargaan tersebut. Salah satunya Kabupaten Langkat. “Dari Sumut selain Langkat ada Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Kota Binjai dan Kabupaten Sibolga yang menerima penghargaan ini,” imbuhnya.

Mentri Kominfo RI Rudiantara, mengucapkan terima kasih kepada bupati atas arahan dan bimbingannya kepada keluarga besar Diskominfo Langkat. Sehingga Langkat mampu menerima penghargaan yang bergengsi ini.

Rudiantara mengatakan, penghargaan ini sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Tujuannya untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam ekosistem Smart City.

“Selamat kepada Kabupaten/Kota yang berhasil menerima penghargaan ini,” sebutnya.

Dijelaskan Rudiantara, maksud Gerakan Smart City secara bertahap dari 2017 hingga 2019, harapannya ada 100 kota/kabupaten yang dijadikan teladan (role model) dalam mengimplementasikan Program Smart City.

“Gerakan Menuju 100 Smart City ini dilaksanakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negri (Kemendagri), Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementrian PAN dan RB, Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian PUPR, Kantor Staf Presiden dan Kompas Gramedia,” pungkasnya.(bam/ala)

Pembangunan Jembatan Sicanang Mangkrak, Warga Lapor ke Kejatisu

Jembatan Sicanang
Jembatan Sicanang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembangunan Jembatan Titi Dua, Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, sudah habis masa kontrak. Kini, pembangunan jembatan tidak terlaksana atau mangkrak. Warga sekitar pun tak tinggal diam, segera melaporkan persoalan ini ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, dalam waktu dekat ini.

Pengamat kebijakan publik Kota Medan, Saharudin, mengatakan, pembangunan Jembatan Sicanang yang dikerjakan oleh pelaksana proyek PT Jaya Jaya Sukses Prima sudah habis masa kontrak. Namun, kondisi jembatan yang menyerap APBD sebesar Rp13,6 miliar, kini mangkrak.

Oleh karena itu, Dinas PU Kota Medan selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) harus bertanggung jawab, serta menjelaskan secara terbuka kepada publik, untuk menguraikan penyebab gagalnya pelaksanaan pembangunan jembatan itu tidak rampung.

“Kita minta Dinas PU harus menjelaskan secara terbuka kepada media, apa sebenarnya masalah yang terjadi di jembatan itu, jangan diam. Karena ini menyangkut anggaran negara, kita tegaskan untuk tidak main – main dengan masalah ini,” tegas Saharudin.

Ditegaskan Ketua Kordinator Gerbaksu ini, pihaknya sudah mengumpulkan data terkait masalah yang terjadi di Jembatan Sicanang. Pihaknya akan melaporkan dugaan permainan tender jembatan itu kepada pihak kejaksaan. Untuk itu, kepada Kejatisu harus turun memeriksa unsur yang terlibat dalam proses tender tersebut.

“Kita tahu, pelaksana tender itu adalah Roro Susilawati. Dia adalah orang yang sama dalam proses 3 kali tender telah gagal melaksanakan proyek itu. Makanya, kita minta penegak hukum memeriksa pemenang tender,” kata Saharudin.

Dijelaskannya, berdasarkan informasi diperoleh, pembangunan jembatan itu akan kembali dilanjutkan pada tahun 2019, dengan melakukan tender ulang sesuai dengan anggaram tahun 2018. Harapannya, kegagalan yang sudah terjadi tidak terulang kembali.

“Kita tegaskan lagi, bila ini tidak bisa dijelaskan secara terbuka ke publik, maka temuan pelanggaran hukum dan manipulasi hasil investigasi yang sudah kita peroleh, akan kita sampaikan terbuka dengan menurunkan massa untuk melakukan aksi atas kebobrokan masalah jembatan itu,” kata Saharudin.

Terpisah, Kabid Jalan Dinas PU Kota Medan, Mukhyar yang dikonfirmasi membenarkan proses tender telah habis. Pihaknya belum bisa menjelaskan masalah yang timbul dari gagalnya pembangunan jembatan tersebut.

“Untuk masalah itu, kita masih menunggu hasil audit dan dokumennya. Dalam waktu beberapa hari ke depan baru bisa kita jelaskan, apa hasil kesimpulannya. Kita juga masih menunggu,” ungkapnya. (fac/ila)