solideo/sumut pos
BAKAR:
Plt Kepala Disdukcapil Karo Indra Jaya Bangun beserta jajaran saat melakukan pemusnahan e-KTP rusak dengan cara dibakar, Minggu (16/12).
solideo/sumut pos BAKAR: Plt Kepala Disdukcapil Karo Indra Jaya Bangun beserta jajaran saat melakukan pemusnahan e-KTP rusak dengan cara dibakar, Minggu (16/12).
KARO, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti instruksi dan surat edaran Mendagri No: 470.13/1176 tertanggal 13 Desember 2018, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karo memusnahkan 10 ribu e-KTP yang rusak atau invalid.
Plt Kepala Disdukcapil Karo, Indra Jaya Bangun mengatakan, pemusnahan dengan cara dibakar ini, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) arahan Mendagri yang disampaikan melalui Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh pada 14 Desember lalu.
“Pemusnahan untuk tahap pertama ini, dilakukan serentak di seluruh Indonesia,” ungkap Indra.
Pembakaran e-KTP rusak ini, juga sesuai perintah Bupati Karo Terkelin Brahmana. “Menyikapi pesan Bupati Karo, saya bersama staf Disdukcapil lainnya, pada Minggu (16/12) siang sudah siap melaksanakan pemusnahan berikut barang bukti e-KTP yang akan dibakar. Makanya tadi (kemarin, red) saya laporkan kepada Pak Bupati terkait kegiatan ini,” beber Indra.
Lebih lanjut Indra mengatakan, pemusnahan ini dilakukan di depan Kantor Disdukcapil Kabupaten Karo sekira pukul 14.30 WIB. Setelah tahap pertama selesai, maka sesuai ketentuan yang ada, selanjutnya tata cara pemusnahan e-KTP, sudah dapat dilaksanakan oleh Disdukcapil setiap hari kerja, setelah pulang kantor. “Agar tidak mengganggu jam kerja pegawai, pedoman dan syarat pemusnahan agar tidak menyalahi ketentuan di kemudian hari, harus ada dokumen dan BAP pemusnahan,” pungkasnya. (deo/saz)
solideo/SUMUT POS
BENCANA: Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Karo sejak Kamis (13/12) hingga Jumat (14/12).
solideo/SUMUT POS BENCANA: Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Karo sejak Kamis (13/12) hingga Jumat (14/12).
KARO, SUMUTPSO.CO – HUJAN deras disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Karo sejak Kamis (14/12) hingga Jumat (15/12) pagi, menyebabkan longsor di puluhan titik jalan. Selain longsor, ada sekitar empat tiang listrik tumbang yang menyebabkan aliran listrik padam seharian di sejumlah desa. Sejauh ini, tak ada korban jiwa dan luka akibat bencana ini.
Data yang dirangkum Sumut Pos dari Kabid Kedaruratan dan Logistik Dinas BPBD Karo, Natanael Perangin-angin, longsor dan pohon tumbang tersebar di beberapa kecamatan yakni, Kecamatan Kabanjahe, tepatnya di Desa Kandibata, terjadi longsor tiga titik di jalan nasional penghubung Kabupaten Karo dan Provinsi Aceh dan mengakibatkan arus lalu lintas mengalami macat sepanjang 10 Km.
Sejauh ini Pemkab Karo dan warga sudah mengevakuasi material longsoran hingga jalan kembali normal. Selanjutnya di Kecamatan Simpang Empat tepatnya di Desa Torong dan Desa Perteguhen juga mengalami longsor dan kayu tumbang. Tepatnya di Jalan Provinsi penghubung Kabupaten Karo ke Kabupaten Langkat. “Untuk Desa Perteguhen telah dilaksanakan penanganan. Untuk Desa Torong belum dilaksanakan penanganan, karena medan yang sulit serta alat berat masih menangani di desa lain, di Desa Lingga Julu, longsor di pinggir jalan desa dan menyebabkan 3 rumah warga mengalami kerusakan,” terangnya.
Di Kecamatan Merdeka, tepatnya di Desa Deiram longsor dan kayu tumbang di jalan perladangan sampai saat ini belum ditangani. Kecamatan Tiganderket Desa Perbaji, terjadi longsoran kecil di jalan Desa Perbaji menuju Desa Tiganderket dan telah dilaksanakan pembersihan, longsor juga terjadi di jalan penghubung Desa Tanjung Kecamatan Tiganderket menuju ke Desa Perbesi,Kacamatan Tiga Binanga juga terputus total akibat longsor.
Desa Suka Ndebi Kecamatan Naman Teran, Longsor juga terjadi dan alat berat sedang melaksanakan pembersihan. Masih menurut Natanael, atas bencana longsor yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Karo, pihaknya belum ada menerima laporan terkait adanya korban jiwa. Karena keterbatasan alat berat untuk menanggulangi tanah longsor sementara waktu masih dilakukan pembersihan secara bergiliran atau bergantian. Sementara di Desa Suka Kecamatan Tigapanah, sedikitnya ada 3 tiang listrik yang tumbang. Akibat peristiwa ini, listrik padam seharian di enam desa sekitar Kecamatan Tigapanah.
“Iya, betul longsor, jadi sudah kami cek ke lokasi pada malam kejadian tadi sekitar jam 19.00 WIB kami mendapat informasi dari warga bahwa ada longsor di jalan menuju pemukiman kami langsung berkordinasi dengan Kepala Desa, Ketua Karang Taruna juga beberapa warga membersihkan parit yang tersumbat dan memberi tanda bahaya supaya warga yang lewat tidak terjebak ke dalam dan ternyata longsor tidak hanya satu titik, tapi ada 7 lokasi hampir berdekatan,” kata Ketua BPD Desa Lingga Julu, Rianto Ginting.
Sementara Kepala Desa Lingga Julu Pribadi Ginting mengatakan, salah satu lokasi yang cukup parah adalah rumah salah satu warga Tomas Ginting dan R. Ginting, ada dua rumah berdiri di atas tanah longsor tersebut. ” Tapi tanah ambles itu tidak mengakibatkan kerusakan pada bangunan utama. Walaupun banyak juga barang-barang yang ikut terbawa tanah longsor terjun ke jurang, karena selama ini tanah di belakang rumah digunakan warga sebagai gudang,” ujar Kades.
Pribadi Ginting mengatakan, atas nama warga dan sebagai Pemerintahan Desa sangat mengharapkan perhatian pemerintah Kabupaten agar secepatnya menanggulangi bencana ini, sebelum ada korban jiwa karena warga sangat ketakutan akan terjadi longsor susulan. Begitu juga dengan jalan desa kami yang mengalami longsor, diketahui jalan ini adalah jalan utama keluar masuk menuju ke Kota Kabanjahe dan Berastagi, juga termasuk jalan alternatif. Kami berharap instansi terkait seperti Dinas PU dapat segera melakukan perbaikan , agar tidak terjadi korban jiwa, pinta Pribadi.
Jembatan Putus
Di lokasi terpisah, Camat Lau Baleng Kabupaten Karo Asmona Perangin-angin melaporkan, adanya jembatan penghubung Dusun Paya Mbelang Rambah Gelonggong dan Dusun Pintu Angin Petarum putus total. Hal ini dikatakan Asmona disela-sela acara usai pelantikan 17 Kepala Desa oleh Bupati Karo, Jumat (14/12) siang di pendopo Karo Kabanjahe.
Dalam laporannya, Asmona menjelaskan dua hari yang lalu jembatan penghubung antar dusun kedusun ini diterjang air yang meluap. Akibatnya, jembatan yang terbuat dari papan dan kayu itu hanyut terbawa arus.
“Jembatan ini adalah salah satu akses penghubung kedua dusun, tidak ada akses alternatif. Sebab itu saya dengan Kepala Desa Mbal mbal Petarum Sukat Milala ditemani warga meninjau jembatan yang rusak tersebut. Kondisinya sangat parah, tidak memungkinkan masyarakat untuk bergotong royong, pasti sia-sia jika tidak dibantu alat berat dari PU,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya meneruskan keluhan warga kedua dusun tersebut. Sebab, informasi warga bahwa sekarang ini lagi musim tanaman jagung, dalam waktu dekat masyarakat akan panen. Namun dikawatirkan hasil panen tidak dapat diangkut ke kota untuk dijual karena jalan akses putus total. Jika jembatan ini tak segera diperbaiki, petani akan merugi ratusan juta.
Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Ir Nasib Sianturi Msi, mengatakan, putusannya jembatan tersebut murni karena alam. “Untuk memperbaiki jembatan tersebut, Terkelin mengaku sudah memerintahkan Kepala UPT Workshop Kasir untuk segera berkoordinasi dan bersinergi dengan camat. Begitu juga sebaliknya, camat sudah kita perintahkan agar kordinasi bersama workshop secepatnya tanggulangi perbaikan jembatan yang rusak,” tegasnya.
Karena cuaca ektrem ini, bupati meminta masyarakat Karo agar berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar rumah. “Kabupaten Karo adalah wilayah rawan bencana, kita lihat beberapa belakangan ini sampai tadi malam (14/12), ada sejumlah titik terjadi longsor. Setiap camat sudah melaporkan kepada kita masing-masing daerahnya akibat cuaca ekstrem ini. Misalnya, Kecamatan Kabanjahe, Kutabuluh, Tigapanah, Simpang Empat, Tigandeeket, Laubaleng dan Namanteran,” paparnya. (deo)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekitar 15 kabupaten dan kota di Sumatera Utara tidak diberikan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2019 oleh Gubernur Edy Rahmayadi. Hal itu dikarenakan, gubernur tidak mau DIPA tersebut hanya diterima perwakilan kepala daerah. Sebab undangan yang ditujukan langsung kepada bupati dan wali kota bersangkutan.
“Yang tak hadir langsung (bupati/wali kotanya, Red), tidak akan saya berikan (DIPA-nya),” kata Gubernur Edy Rahmayadi usai memberi arahan dan bimbingan dalam acara penyerahan DIPA 2019 kepada 33 kabupaten/kota, di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (14/12).
Adapun ke-15 daerah yang tidak menerima DIPA itu, disebut Gubsu, yakni Langkat, Sibolga, Tapteng, Dairi, Nisel, Nias Utara, Nias Barat, Madina, Pematangsiantar, Labusel, Humbahas, Taput, Tanjungbalai, Batubara, dan Kota Medan. “Nanti jumpai saya langsung kalau mau diambil. Terserah kapan waktunya, saya tunggu. Semakin lama diambil, makin lama juga dia menjalankan anggaran,” ujar Edy usai acara saat ditanya wartawan.
Amatan Sumut Pos, ke-15 kabupaten/kota yang tak mendapat DIPA, karena diwakilkan oleh wakil kepalanya. Bahkan ada juga daerah yang mengutus pejabat eselon II-nya untuk menjemput DIPA tersebut. Pernyataan itu sontak membuat kaget dan heran para wakil kepala daerah yang hadir sebagai perpanjangan tangan pucuk pimpinan mereka.
Sebelumnya saat memberi arahan, Gubernur Edy berpesan empat hal kepada seluruh pemda di Sumut dalam menjalankan roda pemerintahan pada tahun mendatang. Pertama, agar memastikan bahwa alokasi yang disiapkan dalam DIPA sudah bermanfaat untuk rakyat di daerahnya. Kedua, kepala daerah dapat memastikan petugas di lapangan secara berjenjang sehingga dapat melakukan apa yang mesti dilakukan.
Ketiga, lakukan evaluasi secara riil agar seluruh program dan pelaksanaan anggaran tepat sasaran.
“Hindari praktik mark up dan korupsi, kalau sudah tidak berprilaku begitu maka tidak ada yang perlu ditakuti dalam bekerja,” tegasnya.
Poin terakhir, sambung dia, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan stakeholder terkait juga ikut berpartisipasi mengawasi serta mengawal pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program kegiatan pemda. “Supaya kita semua tidak salah jalan. Ingati dan kawallah kami. Wartawan pun harus ikut mengawasi. Beritahu kalau ada yang mencuri. Lakukan pengawasan melekat dan ketat di situ. Biar Sumut kita ini maju dan bermartabat. Makanya perlu kita ketemu semua hari ini,” ujar mantan Pangdam I/BB dan Pangkostrad itu.
Meningkat Signifikan
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Bahktaruddin yang hadir di acara itu menjelaskan, APBN 2019 memiliki peran penting dan strategis sebagai instrumen pemerintah mencapai sasaran pembangunan dalam menopang perekonomian Indonesia yang tumbuh berkesinambungan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Kata dia, sesuai tema kebijakan fiskal 2019 yakni “APBN untuk Mendorong Investasi dan Daya Saing Melalui Pembangunan Sumber Daya Manusia”, maka pemerintah akan menjalankan beberapa kebijakan pokok dalam APBN 2019. Pertama, mobilisasi pendapatan akan dilakukan secara realistis untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif. Kedua, belanja negara yang produktif akan diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas SDM, penguatan program perlindungan sosial, percepatan pembangunan infrastruktur, percepatan reformasi birokrasi, serta pemantapan desentralisasi fiskal. “Ketiga, efisiensi serta inovasi pembiayaan untuk memperkuat ketahanan fiskal dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menyebutkan, pemerintah telah menetapkan alokasi APBN 2019 sebesar Rp2,461 triliun, meningkat 11 persen dari tahun anggaran 2018 sebesar Rp2,165 triliun. Sementara dari sisi penerimaan negara, pemerintah menargetkan sebesar Rp2,165 triliun atau naik 13,8 persen dari periode sebelumnya yakni Rp1,937 triliun. “Dari total alokasi belanja negara itu, pemerintah menetapkan alokasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp1,534 triliun yang terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp855,4 triliun dan belanja non K/L sebesar Rp778,9 triliun. Lalu transfer ke daerah sebesar Rp826,8 triliun,” katanya.
Terkait alokasi untuk Provinsi Sumut, lanjutnya, pemerintah telah menganggarkan sebesar Rp65,31 triliun atau meningkat Rp2,85 triliun (4,16 persen) dari TA 2018 sebesar Rp62,46 triliun. Dari anggaran itu pemerintah menetapkan belanja satker K/L sebanyak 939 DIPA sebesar Rp21,96 triliun, meningkat 2 persen dari anggaran tahun sebelumnya yakni Rp21,54 triliun.
“Dari jumlah tersebut pula, terdapat dana satker K/L 881 DIPA sebesar Rp21,43 triliun dan dana satker pemda 58 DIPA (Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan) sebesar Rp546,88 miliar. Kemudian menurut per jenis belanja, jumlah Rp21,46 T tersebut, terdiri dari belanja pegawai Rp7,8 T, belanja barang Rp7,9 triliun, belanja modal Rp6,14 triliun dan belanja bansos Rp29,06 miliar,” katanya.
Sementara anggaran dana transfer ke daerah dan dana desa di Sumut, sebut Bahktaruddin, berjumlah Rp43,35 T yang terdiri dari dana perimbangan (DBH, DAU, DAK) sebesar Rp38,76 T, naik sebesar 4,98 persen dari TA 2018 yakni Rp36,92 triliun. Selanjutnya dana insentif daerah Rp136,62 miliar terdapat kenaikan 5,9 persen dibanding 2018 yang berjumlah Rp129 miliar.
“Kenaikan tersebut disebabkan adanya penambahan daerah penerima DID dari 6 kabupaten/kota menjadi 9 daerah. Seperti Kabupaten Asahan, Kota Pematangsiantar, Humbanghasundutan, dan Padanglawas Utara. Sedangkan alokasi dana desa di APBN 2019 untuk Sumut meningkat signifikan senilai Rp4,45 triliun dibanding 2018 sebesar Rp3,87 triliun,” katanya. (prn)
AMANKAN: M Salah siap mengamankan Liverpool dari posisi puncak kala menjamu Mancherter United di Anfield, Minggu (16/12) malam.
AMANKAN: M Salah siap mengamankan Liverpool dari posisi puncak kala menjamu Mancherter United di Anfield, Minggu (16/12) malam.
SUMUTPOS.CO – LIVERPOOL tampil cukup konsisten di Premier League musim ini. Bukti sahihnya, mereka ada di puncak klasemen Premier League hingga pekan ke-16 tanpa tersentuh kekalahan. Namun rekor itu terancam kala mereka harus menjamu musuh bebuyutannya, Manchester United di Anfield, Minggu (16/12) malam nanti.
Liverpool saat ini mengoleksi 42 poin dengan 14 kali menang, dan dua hasil imbang. Mereka berhasil mengkudeta Manchester City yang tumbang dari Chelsea pekan lalu. Namun singgasana terancam kembali berganti karena gantian Liverpool yang harus meladeni lawan kuat.
Apalagi rekor Jurgen Klopp cukup buruk saat bersua MU. Semenjak menjabat sebagai pelatih Liverpool pada 2015, ia sudah tujuh kali menghadapi Man United. Hasilnya, Liverpool hanya mengoleksi satu menang, empat imbang dan dua kalah. Bahkan, dalam empat laga terakhir, atau semenjak Man United ditangani Jose Mourinho, Liverpool asuhan Klopp tidak pernah merasakan kemenangan.
Gelandang Liverpool, Giorginio Wijnaldum mengatakan, timnya akan berusaha mempertahankan tren positif. Apalagi mereka tengah percaya diri karena baru lolos dari lubang jarum di Liga Champions.
“Ini pertadingan yang bagus dan kami akan berusaha memainkan performa yang sama keitka kami mengalahkan Napoli,” ujarnya selepas kelolosan Liverpool ke babak 16 besar Liga Champions.
“Segala sesuatunya bisa terjadi, semua orang bisa menjalani musim yang buruk. Saya kira, sebelum saya bergabung, Liverpool finis di peringkat delapan, jadi hal-hal seperti ini bisa terjadi. Itu bukan berarti United bukan tim yang bagus dan juga para pemainnya. Terkadang ada satu musim berjalan bagus, ada pula yang berjalan dengan cukup sulit,” tambah pemain asal Belanda itu.
Apalagi Liverpool sedang mengalami badai cedera. Mereka kehilangan bek Joe Gomez dan Joel Matip pada laga akhir pekan ini. Keduanya mengalami cedera patah tulang. Praktis hanya memiliki Virgil van Dijk dan Dejan Lovren untuk menjadi benteng pertahanan di depan gawang Alisson Becker.
Sementara di kubu lawan, MU juga dipusingkan dengan badai cedera. Teranyar, Marcos Rojo juga mengalami cedera pada laga melawan Valencia di Liga Champions Kamis kemarin.Rojo yang baru saja pulih dari cedera dikabarkan kembali harus masuk ruang perawatan. Bek asal Argentina itu ditarik keluar pada pergantian babak dan digantikan oleh Ashley Young yang awalnya direncanakan untuk diistirahatkan.
Selain itu Mourinho dipastikan masih akan kehilangan Chris Smalling, Victor Lindelof, Matteo Darmian, dan Diogo Dalot di lini belakang. Tak hanya di lini belakang. Manchester United juga masih akan kehilangan Alexis Sanchez dan Anthony Martial.
Namun Mourinho yakin timnya bisa bebruat banyak di Anfield. Meski saat ini berada di peringkat enam dan berbeda 16 poin dari Liverpool, MU bisa jadi batu sandungan. “Saya akan mencoba, saya akan mencoba, saya selalu mencoba dan saya ingin memainkan tim yang bisa bersama-sama dengan saya dengan keinginan yang sama, ambisi yang sama, dan keyakinan diri yang sama,” kata Mourinho di BBC.
“Kami tahu bahwa kami akan bertanding dengan pemimpin klasemen (Liverpool), melawan tim papan atas. Tapi, kami mempunyai kualitas, kami mempunyai potensi. Bahkan dengan banyak masalah yang kami punya dan banyak keraguan dalam hal pilihan tim, taktik, pendekatan pertandingan, filosofi, kami mempunyai keraguan tentang segala hal,” tambahnya.
Mourinho bahkan sempat melemparkan psywar dengan menyindir Klopp yang belum pernah meraih trofi di Liverpool. “Saya rasa trofi yang akan lebih berarti. Trofi berarti, terutama ketika dirimu punya potensi bertarung meraih trofi. Juga ketika dirimu dengan jelas mengatakan bahwa tujuan di awal musim adalah memenangkan trofi. Untuk mengatkan bahwa sebuah tim ingin menang, semua bisa mengatakan hal itu. Namun saya rasa Juergen Klopp sudah mengatakan bahwa mereka ingin memenangkan Liga Inggris, bahwa itu adalah tujuan mereka,” kata Mourinho. (bbs/don)
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – SEBUAH rambin (jembatan gantung) putus disapu air sungai di Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, , Jumat (14/12) sekira pukul 08.00 WIB. Diperkirakan sebanyak 12 orang warga dan beberapa sepeda motor terseret banjir saat melintasi jembatan.
Rambing sepanjang 100 meter itu putus dihantam arus air Sungai Bilah yang meluap. Menurut warga, sepekan terakhir curah hujan relatif tinggi, mengakibatkan ketinggian air meningkat 2 meter dari normal menyebabkan lantai jembatan tersentuh air.
Sejumlah material yang hanyut terbawa air, kemudian memukul lantai jembatan dan mengakibatkan putusnya kabel besi ambang penahan jembatan. “Sejak awal memang jembatan itu sudah rawan disebabkan naiknya air sungai,” ujar T Hasibuan, warga setempat yang mengaku sempat menyaksikan detik-detik putusnya jembatan penghubung antar desa tersebut.
Menurut dia, jembatan yang dibangun tahun 2014 itu selama ini kerap dilalui warga yang berjalan kaki maupun mengendarai sepeda motor. Makanya, meski lantai jembatan tergenang air sungai, masih ada warga yang nekat menyeberang yang akhirnya hanyut karena jembatan putus.
Suyanto, satu dari 12 korban yang terseret arus sungai, berhasil diselamatkan Satio (54), warga Desa Tebing Linggahara. Mengetahui ada korban hanyut, Satio berinisiatif memotong batang pisang dan terjun ke sungai untuk menolong korban. Akhirnya, dia berhasil menyelamatkan Suyanto yang hanyut sejauh 3 kilometer. Suyanto akhirnya tertolong di Desa Tanjung Makmur.
“Begitu tau ada yang hanyut, saya langsung berenang membawa batang pisang. Lalu mengejar korban hanyut. Alhamdulillah, korban dapat dan saya perintahkan memeluk batang pisang. Kemudian saya bawa ke tepian,” jelas Satio.
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang ketika dikonfirmasi menjelaskan, jembatan yang ditopang dengan sling baja tebal itu putus sekira pukul 08.00 WIB. Sebelum kejadian, pihaknya sudah mengingatkan agar warga tidak melintas. Namun warga tetap membandel, bahkan berfoto ria di jembatan sepanjang 80 meter tersebut.
“Karena debit air sudah sampai dekat jembatan gantung, tiba-tiba banyak bongkahan kayu sawit yang terbawa arus hingga tersangkut di bawah jembatan. Semakin banyak kayu yang menumpuk mengakibatkan jalur air tersumbat,” kata Frido.
Ia mengatakan, jembatan itu bisa bertahan bila tidak ada bongkahan batang pohon sawit di bawahnya. Namun, karena sudah banyak sampah dan bongkahan kayu yang tersumbat di bawah jembatan. Jadi semakin berat beban jembatan dan sling penahan jembatan tak mampu bertahan.
Disebutnya, seluruh korban sudah dievakuasi. Karena mereka hanya terjatuh saat jembatan roboh. “Mereka jatuh, tapi masih bisa menyelamatkan diri. Korban tenggelam tidak ada, tapi ada yang luka karena kena bongkahan kayu. Tadi dari Dokkes Polres Labuhanbatu sudah membuat posko,” ujarnya
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu, Sofyan Hasibuan juga mengakui, seluruh korban dalam insiden itu sebanyak 12 orang. Dia juga memastikan semua korban selamat dan beberapa di antaranya dievakuasi ke pusat pelayanan terdekat serta RSUD Rantauprapat. “Sebanyak 12 korban dan berhasil diselamatkan. Selain itu, sebuah sepedamotor dikabarkan hanyut,” kata Sofyan Hasibuan.
Di antara para korban, Sandi warga Kecamatan Marbau, Labura, sempat hanyut dan diselamatkan warga. Saat ini dievakuasi ke RSUD Rantauprapat. Kemudian, seorang warga Marbau, Labura lainnya, Suyanto sempat hanyut dan diselamatkan warga. Kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tanjung Harapan, Rantau Utara, Labuhanbatu. Lalu, korban hanyut lainnya Sahbuddin, Thamrin, Ihsan, Tua Ritonga, Dodi, Sahputra, Elindawati, Elmidayanti, Predi Yohanda, dan Predo Yohanda.(bbs/dvs)
istimewa
MENCARI: Tim gabungan mencari jasad korban hilang tertimbun longsor dengan alat berat, Jumat (14/12). Hingga kemarin, 2 korban belum ditemukan.
istimewa MENCARI: Tim gabungan mencari jasad korban hilang tertimbun longsor dengan alat berat, Jumat (14/12). Hingga kemarin, 2 korban belum ditemukan.
TOBASA, SUMUTPOS.CO – UPAYA tim gabungan menemukan dua korban yang hilang dalam bencana longsor di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), belum membuahkan hasil. Longsor susulan yang terjadi Jumat (14/12) pagi, menghambat kerja tim gabungan. Jalan menuju lokasi bencana kembali tertimbun tanah. Karenanya, tim gabungan membutuhkan tambahan alat berat untuk membuka akses.
Kepala Pelaksana BPBD Tobasa, Herbet Pasaribu mengatakan, hingga kemarin belum ada lagi korban yang ditemukan. Namun begitu, tim gabungan masih terus bekerja mencari para korban.
Diakuinya, kendala terberat tim gabungan di lapangan saat ini, akibat jalan menuju lokasi kembali longsor tertutup timbunan tanah lagi. “Tanahnya turun lagi dari atas, pas di tempat longsor pertama terjadi. Jadi jalan menuju itu tertutup lagi oleh tanah yang turun,” kata Herbet Pasaribu saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (14/12).
Meski begitu, pihaknya masih terus berupaya membersihkan material longsor dari lokasi kejadian, dengan bantuan alat berat dari PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan PT Indonesia Alumunium (Inalum). “Ini termasuk salah satu kendala kami sekarang. Karena pergerakan tanah tinggi juga, makanya kami laksanakan pembersihan material. Dan karena hujan pun masih tinggi, akhirnya terjadi longsor lagi dan kembali menutup jalan,” katanya.
Pihaknya berharap, Pemprovsu melalui instansi terkait dapat membantu dua unit alat berat lagi, sesuai dengan kondisi Tobasa yang mayoritas kecamatannya rawan longsor. “Dua unit pun alat berat itu turun ke sini, tentu sangat membantu kami. Supaya bisa kita sebar di beberapa lokasi yang akhir-akhir ini terjadi di Kabupaten Tobasa,” katanya.
Sampai kini, ungkap Herbet, jumlah korban selamat yakni lima orang dan korban meninggal dunia sebanyak delapan orang. “Korban yang belum ditemukan akibat tertimbun material longsor akan terus kami lakukan pencarian, dimana turut dibantu dan didukung alat dari dunia usaha yang ada di sini. Kemudian tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, jajaran BPBD dibantu warga akan terus melakukan pembersihan material longsor di lokasi,” katanya.
Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) Sumut mengakui, pihaknya belum ada mengirimkan alat berat sebagai dukungan atas bencana alam yang terjadi di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Tobasa pada Kamis (13/12) dini hari kemarin.
“Kemarin, lokasi alat berat kita lagi standby di Sibisa, jadi terlalu jauh untuk mobilisasi ke lokasi longsor. Kita berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mobilisasi yang cepat ke lokasi, yakni pihak swasta dan Pemkab Tobasa serta Dinas BMBK provinsi mengerahkan bantuan operator untuk operasional di lokasi kejadian,” ungkap Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Dinas BMBK Sumut, Iswahyudi.
Pihaknya membenarkan, sudah ada alat berat yang berada di lokasi bencana, namun belum begitu memadai untuk mengakomodir pembersihan material tanah yang kembali menutup akses jalan. “Kita sudah berkoordinasi dengan pemkab, PT Inalum dan PT TPL untuk bantuan alat berat membuka jalan. Kamis (13/12) sore, lalu lintas sudah terbuka namun terjadi lagi longsor susulan dan saat ini sedang dikerjakan kembali. Proses sekarang adalah evakuasi,” ucapnya seraya menyebut jika masih memungkinkan pihaknya akan mengirimkan bantuan alat berat ke lokasi.
Diketahui, berdasarkan data yang diperoleh Sumut Pos dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, total sementara korban longsor yang terjadi di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Tobasa berjumlah 15 orang. Delapan orang di antaranya meninggal dunia atas nama Jones Tambunan, Nurcahaya Marpaung, Sumadi Tambunan, Amri Tambunan, Sarli Tambunan, Mantu Tambunan, Rosdiana Nainggolan dan Nia Marpaung.
Selanjutnya korban selamat atas nama Jecky Marpaung, Alfeno Marpaung, Saur Sitorus, Jefri Simangunsong dan Lisbet. “Sisanya dua orang lagi belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim terpadu,” kata Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis saat dikonfirmasi Sumut Pos, tadi malam. “Longsor terjadi Kamis, 13 Desember pukul 02.00 WIB, diakibatkan hujan dengan intensitas lama dan terjadi di wilayah Kecamatan Pintu Pohan. Akibat peristiwa ini, empat rumah tertimbun longsor,” sambungnya.
Dia mengungkapkan aksi darurat yang sudah dilakukan antara lain; tim terpadu sudah siaga sejak pagi (tengah malam) di lokasi kejadian, dimana terdiri dari TNI/Polri, BPBD, Tagana dan Satpol PP; melakukan evakuasi dan pencarian korban dan membersihkan lokasi; mengerahkan alat berat sejak tengah malam dan sampai dengan sekarang.
“BPBD Provsu sudah melakukan pendampingan kepada jajaran Pemkab Tobasa. Alat berat dari Dinas PU pun senantiasa di-standby-kan di beberapa lokasi jalan nasional dan provinsi pada titik rawan longsor dan di kawasan permukiman,” katanya.
Intensitas Hujan Masih Tinggi
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (MKG) Wilayah I Medan menyebut, intensitas hujan masih tinggi di Bulan Desember ini. Namun jika dibandingkan Bulan Oktober dan November, intensitasnya masih lebih rendah. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Data dan Informasi MKG Wilayah I Medan, Syahnan kepada Sumut Pos, Jumat (14/12).
“Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada siang hingga malam hari, sudah terjadi di Tobasa dan Parapat beberapa hari sebelum terjadi longsor,” ungkap Syahnan.
Lebih lanjut, dijelaskan Syahnan hal itu dapat disebabkan adanya daerah tekanan rendah (low) di Pantai Utara Aceh dan Samudera Hindia Barat Sumatera. Dikatakannya, hal tersebut mengakibatkan terbentuknya belokan angin di wilayah Sumut. “Ini meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan di Sumatera Utara terutama di wilayah Pantai Barat dan pegunungan Sumatera Utara. Diprakirakan 2-3 hari ke depan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan terjadi di Tobasa dan Prapat, ” sambung Syahnan.
Disinggung soal banjir bandang, diakui Syahnan hingga kini pihaknya belum ada memprediksi. Dikatakannya, banjir bandang tergantung kondisi daerah. Disebutnya, dengan masih adanya hujan dengan intensiras sedang hingga lebat, pihaknya masih memprediksi potensi terjadi banjir saja. (prn/ain)
AGUSMAN/SUMUT POS
VONIS: Mantan Kadisper Sergai, Aliman Saragih divonis setahun karena korupsi pembangunan Pasar Warung Serba Ada (Waserda) di Kecamatan Dolok Masihul, Sergai, Jumat (14/12).
AGUSMAN/SUMUT POS VONIS: Mantan Kadisper Sergai, Aliman Saragih divonis setahun karena korupsi pembangunan Pasar Warung Serba Ada (Waserda) di Kecamatan Dolok Masihul, Sergai, Jumat (14/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Eks Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Aliman Saragih dijatuhi hukuman satu tahun apenjara, dalam sidang yang berlangsung di Ruang Cakra 4, Pengadilan Negeri (PN) Medan.
“Meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara ini menghukum terdakwa dengan pidana 1 tahun penjara,” ucap majelis hakim diketuai Azwardi Idris, Jumat (14/12)
Selain pidana penjara, majelis hakim juga membebankan denda Rp50 juta subsider 4 bulan kurungan kepada terdakwa. Sebelummya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dodi Irawan Harahap menuntut terdakwa dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara.
Menanggapi putusan hakim, baik penasehat hukum terdakwa dan jaksa penuntut umum (JPU), pikir-pikir untuk melakukan banding. “Pikir-pikir yang mulia,” ucap keduanya.
Dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan Aliman bersalah melakukan tindak pidana korupsi pembangunan Pasar Warung Serba Ada (Waserda) di Kecamatan Dolok Masihul, Sergai. Kasus ini merugikan negara Rp365 juta lebih dari total pagu anggaran Rp3,3 miliar yang bersumber dari APBD dan APBN tahun 2008.
Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1), Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001.
Adapun pemberatan terhadap perbuatan terdakwa, melanggar program pemberantasan korupsi yang digagas pemerintah. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa mengaku bersalah dan sudah membayar sejumlah uang pengganti kerugian negara.(man)
AGUSMAN/SUMUT POS
SIDANG: Benny Restu Syahputra, terdakwa kurir 1 ons sabu saat menjalani sidang vonis.
AGUSMAN/SUMUT POS SIDANG: Benny Restu Syahputra, terdakwa kurir 1 ons sabu saat menjalani sidang vonis.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang kurir sabu seberat 100 gram (1 ons), M Benny Restu Syahputra dihukum selama 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair 3 bulan kurungan.
“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa M Benny Restu Syahputra selama 8 tahun dan denda Rp1 miliar subsidair 3 bulan kurungan,” ucap Ketua Majelis Hakim, Abdul Azis di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (13/12) sore.
Majelis hakim berpendapat, terdakwa Benny terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
Menanggapi putusan itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir. Senada dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga. “Pikir-pikir majelis,” ucap Kadlan.
Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa Benny selama 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair 3 bulan kurungan.
Dalam kasus ini, dua rekan terdakwa, Ari Irawan dan Ibnu Hanafi juga dihukum masing-masing selama 8 tahun penjara serta membayar denda Rp1 miliar subsidair 3 bulan kurungan.
Dalam dakwaan JPU Kadlan Sinaga, Rabu (18/7), petugas Dit Res Narkoba Polda Sumut menelpon Ari Irawan sambil pura-pura memesan sabu sebanyak 100 gram. “Setelah melakukan tawar menawar, disepakati harga 100 gram sabu sebesar Rp65 juta,” kata JPU.
Lalu, Ari Irawan menelpon Ibnu Hanafi dan mengatakan akan membeli sabu 100 gram seharga Rp60 juta. Selanjutnya, Ibnu Hanafi menelepon Kairul Efendi untuk membeli sabu 100 gram dengan harga Rp60 juta.
Kairul Efendi pun menyerahkan sabu 100 gram kepada Ibnu Hanafi. Kairul juga meminta kepada Ibnu Hanafi untuk mengantarkan uangnya dan akan diberi upah Rp2 juta.
“Saat mau mengantar sabu tersebut kepada Ari Irawan, Ibnu Hanifah mengajak Muhammad Benny Restu Syahputra dan menjanjikan upah Rp500 ribu. Benny pun tergiur dengan uang itu,” lanjut Kadlan.
Kemudian, Ari Irawan menyuruh agar Ibnu Hanifah mengantarkan sabu tersebut ke Jalan Tengku Amir Hamzah Kelurahan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia. Karena dia sudah menunggu bersama pembeli.
Ibnu Hanafi dan Benny pun langsung terjun ke lokasi yang dijanjikan. “Sesampainya di tempat tujuan, ternyata pembeli merupakan anggota kepolisian sehingga ketiganya langsung diciduk. Dari dalam tas sandang yang dibawa Ibnu Hanafi, polisi menyita sabu seberat 100 gram,” pungkas JPU dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) itu.(man/ala)
Wiriya Alrahman
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan,
Wiriya Alrahman Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan,
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman mengakui bahwa raihan retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Kota Medan Tahun 2018 minim. Dari target sekitar Rp147 miliar, hingga November ternyata hanya Rp23 miliar. “Lihat sendiri pasar properti gimana sekarang, lesu. Efeknya bagaimana, pasti ke IMB,” ujarnya baru-baru ini.
Oleh karena itu, Wiriya menyebut tidak jarang developer yang memohon IMB secara terpisah atau tidak sekaligus. “Saat mohon izin pertama hanya untuk bangunan induk saja. Nanti IMB satu-satu dimohon, boleh seperti itu, dan boleh juga mohon sekaligus. Pada saat lesu orang tak mau beli, makanya tak ada memohon IMB lagi, kan begitu,” sebutnya.
Wiriya mengaku, beberapa tahun yang lalu target pajak IMB bisa tercapai karena ada pembangunan gedung bertingkat seperti Podomoro. “Diharapkan tahun depan ekonomi bisa membaik, sehingga target pajak IMB bisa tercapai. Soal angka Rp147 miliar yang menjadi target tahun 2019 dan 2018 sudah berdasarkan pertimbangan matang. Target itukan angka yang diprediksi,” katanya
Lebih lanjut ia mengatakan, akan ada evaluasi berkala setiap triwulan di tahun 2019 mendatang. Ketika realisasi minim, maka bisa dilakukan revisi target saat P-APBD 2019.
“Kita lihat dulu kinerjanya, apakah memang karena lesu ekonomi, bukan karena faktor sulit mengurus IMB. Kalau evaluasi tahun ini jelas karena memang ekonomi lesu, dan ada pelimpahan kewenangan (dari Dinas Perkim-PR ke Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu),” tukasnya.
Sementara, meski realisasi penerimaan retribusi IMB 2018 jeblok, namun Pemko Medan tidak akan mengubah target pada 2019.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan, Purnama Dewi mengakui ada perjudian dalam penetapan target 2019 sebesar Rp147 miliar, sama seperti 2018.
Ia juga mengaku tidak ada penambahan ataupun pengurangan target retribusi IMB. “Namanya target, prediksi, gamblang (berjudi),” ujar Purnama Dewi beberapa waktu lalu.
Dia menyebutkan, target tersebut juga disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, juga melihat proyeksi pembangunan. “Podomoro katanya bakal ada penambahan IMB tahun 2018, rupanya tidak jadi tapi mungkin 2019 jadinya. Selain itu, Centre Point juga belum bisa dikutip retribusi IMB-nya karena lahan masih bersengketa,” tukasnya.
Tidak cuma raihan IMB, realisasi retribusi parkir khususnya tepi jalan umum Kota Medan tahun 2018 minim dan jauh dari target. Dari Rp43,8 miliar target, hingga November hanya Rp16,8 miliar yang tercapai. Bahkan, kondisi ini juga terjadi pada tahun 2017. Pencapaian hanya sebesar Rp19,74 miliar atau sebesar 47,21 persen dari target Rp41,81 miliar.
Kepala Dishub Medan, Renward Parapat berdalih ada beberapa faktor yang menyebabkan realisasi retribusi parkir tepi jalan umum tidak tercapai. Kata dia, salah satunya target yang ditetapkan melebihi potensi yang ada.
“Tiap tahun target naik, tahun depan naik lagi targetnya Rp5 miliar, itu kendala bagi kami. Target yang diberikan melebihi potensi yang ada,” kilah Renward kepada wartawan, kemarin.
Meski begitu, Renward tidak menyebut berapa sebenarnya potensi retribusi parkir tepi jalan umum yang dikelola pihaknya. Ia beralasan untuk melihat potensi yang ada perlu survei. “Tidak bisa melihat potensi parkir dari jumlah kendaraan yang ada saat ini karena banyak lokasi parkir, bisa di mal. Kalau kami yang kelola hanya di tepi jalan. Selain itu memang ada kendala di sistem setoran dari jukir, terkadang menunggak,” dalihnya.
Renward mengaku bahwa sistem untuk mengutip retribusi parkir sedang dibenahi secara intenal, agar realisasi yang didapat maksimal.
Menanggapi pernyataan Renward, Ketua Komisi D DPRD Medan, Abdul Rani menyatakan, apa yang disampaikannya hanya alasan belaka saja. Sebab, setiap DPRD melakukan pembahasan anggaran selalu melibatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.
“Target yang ditentukan pasti ada kesepakatan bersama antara DPRD dan Pemko Medan. Jangan pula target disalahkan untuk menutupi kinerja Dishub yang bobrok,” tutur Abdul Rani.
Ia menyebutkan, hampir seluruh jalan di Kota Medan memiliki juru parkir (jukir) yang mengutip retribusi kepada setiap kendaraan. Oleh karenanya, menurut dia, ada yang aneh kenapa di Dishub Medan karena dari target Rp43,2 miliar realisasinya masih di bawah 50 persen.
“Misalnya dari target 100 ternyata realisasi 80, ini sudah cukup baik. Tapi ini tidak, rendah sekali angkanya di bawah 50 persen. Padahal, kenyataan di lapangan pengutipan parkir kendaraan cukup banyak,” cetusnya.
Anggota dewan dari Fraksi PPP ini menambahkan, beberapa bulan lalu pihaknya pernah berkunjung ke Kantor Dishub Medan untuk rapat evaluasi triwulan. Saat itu, meminta data mengenai potensi parkir. Namun, sayangnya hingga kini data tersebut tak kunjung diberikan. “Jangan karena ingin menutupi kinerja yang bobrok mencari alasan-alasan lain, apalagi sampai menyalahkan DPRD,” ketusnya. (ris/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Pembina PSMS Medan, Edy Rahmayadi tampak pasang badan terhadap pengurus dan manajemen PSMS, usai tim berjuluk Ayam Kinantan degradasi ke Liga 2 musim depan. Edy yang ditemui Sumut Pos usai menghadiri acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2019 kepada 33 kabupaten/kota di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jumat (14/12) sore, menegaskan bahwa yang sangat perlu dievaluasi adalah pemain dan suporter PSMS atas kegagalan klub kebanggaan warga Medan bertahan di Liga 1.
“Introspeksi diri, evaluasi dan perbaiki untuk ke depan. Seluruhnya harus dievaluasi. Yang pertama pemainnya, kedua suporternya. Untuk suporter bayangkan bulan ini (Desember) saya harus bayar Rp900 juta karena terkena sanksi. Bayangkan kalau Rp900 juta dibelikan vitamin, bagus itu untuk pemain,” katanya.
Edy juga menekankan, PSMS yang harus rela turun kasta dari liga teratas di Indonesia, bukan akibat kesalahan dari manajemen. Gubernur Sumut ini bahkan kembali menyalahkan wartawan karena PSMS terdegradasi dan berada di posisi juru kunci klasemen. “Bukan salah manajemennya. Salah pengasuhnya termasuk wartawannya,” katanya seraya berlalu dari awak media.
Seperti diketahui, PSMS Medan harus menerima pil pahit setelah menjadi bulan-bulanan PSM Makassar dengan skor 1-5 di laga terakhir Liga 1 2018 di Stadion Mattoanging, Makassar, Minggu (9/12). Setelah dihajar 1-5 oleh PSM Makassar, PSMS Medan harus rela terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
Bak jatuh tertimpa tangga, berselang empat hari setelah degradasi, Kamis (13/12), PSMS harus tersingkir dari panggung Piala Indonesia 2018 setelah kalah lewat adu penalti dengan skor 4-5 kontra klub 757 Kepri Jaya yang notabene tim divisi 3, di Stadion Gelora Citramas, Kota Batam.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja sebelumnya mengaku pasrah dan menyerahkan semuanya ke ketua pembina yakni Edy Rahmayadi dan Kodrat Shah. “Semuanya kami serahkan ke pimpinan pada Pak Kodrat dan Pak Edy. Tergantung keputusan mereka bagaimana,” ujarnya.
Ia juga menilai, kalau skuat Ayam Kinantan masih jauh di bawah rata-rata pemain Liga 1 2018. “Saya rasa semua sudah dilakukan, dan memang materi kita yang jauh kelas denga peserta Liga 1 lainnya,” tuturnya.
PSMS harus rela degradasi ke kasta kedua Liga Indonesia bersama dua tim yakni Sriwijaya FC dan Mitra Kukar. PSMS finis di urutan terakhir Liga 1 2018 dengan perolehan 37 poin. Kemudian di atasnya ada Sriwijaya FC 40 poin dan Mitra Kukar dengan 39 poin. (prn)