26 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 5689

Hari Ini, Zenfone Max Pro M2 Bisa Dibeli Online, Harga Mulai Rp2,799 Juta

Max Pro M2 diluncurkan bersama 3 ambassador mereka, (dari kiri) Arif Muhammad, Tatjana Saphira, dan Jess No Limit.
Max Pro M2 diluncurkan bersama 3 ambassador mereka, (dari kiri) Arif Muhammad, Tatjana Saphira, dan Jess No Limit.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mulai hari ini, Rabu (12/12/2018),  smartphone gaming andalan ASUS, Zenfone Max M2 dan Max Pro sudah bisa dibeli secara online.

Diluncurkan di Jakarta pada 11 Desember kemarin, ASUS Indonesia langsung memperkenalkan 3 buah smartphone gaming mereka, untuk memenuhi kebutuhan gamer dari berbagai segmen yang ada di Indonesia. Sebelumnya ASUS sudah menyatakan secara akan memperkenalkan sang flagship ASUS ROG Phone dan ASUS Zenfone Max Pro M2. Dan dalam acara peluncuran yang diadakan di Pullman Jakarta Central Park kemarin, ASUS memberi kejutan dengan juga memperkenalkan smartphone gaming entry level mereka, ASUS Zenfone Max M2.

“ASUS ingin seluruh pengguna dari berbagai lapisan bisa menikmati sesi bermain game di smartphone tanpa hambatan,” jelas Jimmy Lin, Regional Director ASUS South East Asia. “Tidak hanya pengguna smartphone premium, pengguna entry level pun berhak bermain game tanpa hambatan,” katanya.

Harga smartphone gaming ini sangat ramah di kantong. Yang pertama adalah ASUS Zenfone Max M2 yang menjadi pembuka dengan harga hanya Rp 2.299.000 untuk tipe Ram 3 GB dan penyimpanan internal 32 GB. Smartphone ini menjadi yang pertama menggunakan chipset baru Snapdragon, yaitu seri 632 yang merupakan penerus dari seri 625 yang menjanjikan penggunaan baterai yang hemat namun tetap powerfull.

Varian lain yang ditawarkan adalah 4GB/64GB yang dibanderol Rp 2.699.000. Smartphone ini sendiri nantinya akan menggunakan OS Android Oreo Stock yang diklaim akan memberikan pengalaman gaming yang lebih maksimal.

Jimmy Lin, Regional Director ASUS South East Asia (kiri) bersama 

Kedua adalah ASUS Zenfone Max Pro M2, kakak dari Max M2 dan penerus Zenfone Max Pro M1 yang sebenarnya baru saja dirilis hanya 7 bulan yang lalu. Di seri mainstream barunya ini, ASUS memberikan beberapa penyempurnaan mulai dari performa, tampilan hingga proteksinya yang kini telah dilengkap Gorilla Glass 6. Dipersenjatai dengan procesor Snapdragon 660 dan baterai sebesar 5.000 mAh. Max Pro M2 juga mengalami peningkatan untuk sektor kamera dengan digunakannya sensor Sony IXM486 yang menjanjikan hasil foto yang lebih kaya dan akurat.

Smartphone ini juga mengembalikan EIS (Electronic Image Stabilization) yang akan membuat perekaman video di smartphone ini lebih stabil. Smartphone ini dibanderol mulai Rp 2.799.000 untuk versi 3GB/32GB hingga Rp 3.699.000 untuk versi 6GB/64 GB nya. Sama seperti Max M2, Max Pro M2 juga akan dilengkapi dengan Android Oreo Stock.

Yang terakhir adalah smartphone gaming flagship yang telah dinanti-nantikan oleh para gamer sultan di Indonesia yaitu ASUS ROG Phone. Muncul sebagai highlight utama kemarin, smartphone yang diperkuat chipset Snapdragon 845 dengan Adreno 630 ini siap meramaikan pasar gaming premium di tanah air. Smartphone gahar ini sendiri ditawarkan dengan harga yang bisa dibilang bersaing yaitu Rp 12.999.000 untuk versi 8GB/128GB dan 14.499.000 untuk versi 8GB/512GB.

ROG Phone sendiri sebelumnya muncul dan menarik perhatian lewat aksesoris-aksesoris penunjang gamenya mulai dari cooler eksternal hingga kontroler. Dan ASUS memberikan aksesoris tersebut sebagai bundle plus case ROG eksklusif.

Ketiga smartphone ini langsung dipasarkan ke pasar Indonesia, kecuali untuk ROG Phone yang baru akan memasuki tahap pre-order pada Januari 2019 mendatang. (rel/mea)

Kabid Bina Pemasaran Pariwisata Disbudpar Sumut, Mukhlis Nasution

BERSAMA: Mukhlis Nasution bersama keluarga saat menyantap mie goreng yang menjadi makanan favoritnya.
BERSAMA: Mukhlis Nasution bersama keluarga saat menyantap mie goreng yang menjadi makanan favoritnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bagi Kepala Bidang Bina Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Mukhlis Nasution, makan mie goreng punya sensasi tersendiri. Terlebih ragam bumbu yang berbeda dari setiap sajian makanan siap saji itu, menurutnya selalu menawarkan tekstur dan kenikmatan sendiri.

Kedoyanan memakan mie goreng sudah sejak lama ia lakukan. Bahkan setiap minggu atau bulannya, makanan itu seolah wajib dikonsumsinya baik ketika berada di Medan ataupun sewaktu menjalankan dinas ke luar daerah.

“Sejak lama saya itu memang senang makan mie goreng. Meski kelihatan sederhana, tapi ketika berbeda bumbu, teksturnya ikut berubah. Apalagi bisa dibilang bahan dasar pembuatan mie goreng kan sama,” kata Mukhlis kepada Sumut Pos, Selasa (11/12).

Dia mengungkapkan ada sensasi yang diperoleh setelah memakan mie goreng. Terutama soal cita rasa dari makanan cepat saji tersebut. Perbedaan cita rasa dan cara mengolah makanan ini menjadi nikmat, yang menurutnya menjadi daya tarik tersendiri untuk mencicipi mie goreng di berbagai tempat.

“Selain tekstur, bentuk mie goreng juga akan berubah ketika cara mengolah dengan bumbu-bumbu tertentu dimasukkan dalam masakan itu. Tapi bukan mie goreng yang disajikan seperti di warung-warung pinggir jalan ya, melainkan mie goreng seperti yang di restoran maupun hotel. Jadi bukan yang dimasukkan gitu langsung siap mienya. Dan kawannya itu adalah teh tawar panas, jadi tiap makan mie goreng pasti pesan minumnya itu,” katanya.

Meski suka makan mie goreng di lokasi yang terbilang elit, Mukhlis mengungkapkan alasan bahwa di warung-warung pinggir jalan kebanyakan menu mie gorengnya itu yang lebih siap saji.

“Kalau itukan namanya indomie goreng, yang sudah ada dan tinggal dicampur ke air panas dan langsung jadi. Namanya sama mie goreng juga, cuma dia masaknya diolah lagi pakai bumbu-bumbu yang membuat kelezatan dan kenikmatan kita memakannya semakin bertambah,” ungkapnya.

Saking intens dan doyannya sama mie goreng, ia nyaris hafal lokasi mana saja di Kota Medan untuk makan mie goreng yang super nikmat dan lezat. Tak hanya itu, di luar daerah ketika sedang dinas luar ataupun saat berlibur bersama keluarga, ia pasti akan mencari makanan tersebut.

“Restoran di Jalan Palang Merah dan Jalan Pemuda itu enak. Ada pula di restoran Jalan Tengku Daud ada juga di situ yang enak, tapi mahal harganya. Dan setiap saya keluar daerah, pasti aku mencoba mie goreng yang ada di sana. Baik pas acaranya di hotel atau restoran, pasti pertama kucari mie goreng. Kalau di Medan, paling sekali seminggu aku cari dan makan mie goreng,” katanya.

Alasan lain kenapa Mukhlis memilih lokasi makan mie goreng seperti di restoran ataupun hotel, dengan pertimbangan kehigienisan dari makanan itu sendiri. “Sehingga kita pun nyaman untuk memakannya. Saya memang gak bisa makan-makanan sembarangan, karena lambung saya sensitif sekali. Kalau makan-makanan yang tidak bersih dan higienis, mohon maaf saya itu akan muntah-muntah. Apalagi saya orangnya bangsa penjijik, maka dari itu beruntunglah orang-orang yang gak kayak aku ini,” katanya sembari tertawa. “Mungkin ini karena didikan orang tua kami dulu, sehingga terbawa sampai sekarang harus makan-makanan yang bersih,” pungkas dia.

Tersebar di 250 Kecamatan di Sumut

MEDIA UPDATE: Indosat Sampaikan Keterangan 4G Plus Indosat Ooredoo di Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos)
MEDIA UPDATE: Indosat Sampaikan Keterangan 4G Plus Indosat Ooredoo di Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meningkatkan pelayanan kepada konsumen, jaringan 4G Plus Indosat Ooredoo terus memperluas ke wilayah Sumatera Utara (Sumut). Kini, IM3 Indosat memiliki produk unggul dari bila dibandingkan dengan provider lainnya.

Head of Region Sumatera Indosat Ooredoo, Eric Danari, mengatakan 4G Plus Indosat Ooredoo dengan 586 spot 46 Plus baru dan akan terus berkembang pada fase ll dengan menambah 244 spot 4G Plus baru yang selesai pada bulan Februari 2019 mendatang.

“Perluasan jaringan baru tersebut terdiri dari sites untuk jaringan 4G Plus baru dan sites untuk jaringan 3G yang dimodernisasi menjadi jaringan 4G Plus,” ungkap Eric saat media update di Grand Aston Medan, Selasa (11/12) sore.

Eris mengungkapkan produk yang unggul ini, perluasan dan penambahan jaringan di luar Pulau Jawa merupakan komitmen Indosat Ooredoo untuk menyatukan Indonesia menjadi bangsa digital.

“Di tahun 2018 ini kami telah memenuhi komitmen melakukan perluasan jaringan 46 Plus di Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara,” sebut Eric.

Ia menerangkan, pengembangan jaringan 4G Plus di seluruh Indonesia akan terus berlanjut dan selesai di awal tahun 2019 mendatang.

“Kini dengan dilakukannya ekpansi jaringan 4G Plus di Sumatera Utara yang meliputi 250 kecamatan dan 29 kabupaten, masyarakat Sumut dapat merasakan langsung dampak positif saat melakukan aktivitas digital,” terangnya.

Ia mengatakan, semua dapat dinikmati dengan akses yang lebih cepat dan lebih stabil dari sebelumnya dengan jaringan 4G Plus dari lndosat Ooredoo dan paket internet terbaik dari IM3 Ooredoo.

“Dengan ini, kita berikan pelayanan tanpa batas bagi konsumen kita untuk Instagram, Youtobe, Whatapps, dan lainnya dengan layanan terbaik kita berikan,” tandasnya.

Perluasan jaringan 4G Plus Indosat Ooredoo hingga saat ini tersebar di 250 kecamatan dan 29 kabupaten mulai dari Kota Medan, Kota Binjai, Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Batu Bara, Bagan Sinembah, Kota Tebing Tinggi, Kota Pematang Siantar, Kota Padang Sidempuan, Kota Sibolga, Samosir.

Kemudian, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Dairi, Karo, Simalungun, Toba Samosir, Pakpak Barat, Kota Tanjung Balai, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara.(gus/ram)

Bayar Tagihan Gas Bumi PGN Kini Bisa Pakai Go-Pay

JAKARTA, SUMUTPOA.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku perusahaan nasional Indonesia terbesar di bidang transportasi dan distribusi gas bumi terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke masyarakat.

Terutama, pelayanan PGN dalam melayani kebutuhan energi masyarakat Indonesia berupa penyediaan gas bumi sebagai energi terjangkau yang aman dan praktis untuk keperluan rumah tangga dan usaha kecil serta kegiatan komersial sejenisnya.

Sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan prima (excellent service), PGN kini hadir dengan inovasi-inovasi untuk mempermudah transaksi pembayaran gas pelanggan, khususnya pelanggan residential dan usaha kecil.  PGN dalam hal ini terus melakukan penambahan layanan pembayaran.

“Kami melihat penambahan channel layanan pembayaran ini sangat membantu pelanggan gas bumi PGN untuk membayar tagihan pemakaian gas bumi,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Senin (10/12).

Saat ini, melalui kerjasama layanan payment aggregator yang disediakan oleh PT Artajasa Pembayaran Elektronis, PGN dapat memanfaatkan layanan GO-PAY dari Gojek Indonesia (GO-JEK). Kini saldo GO-PAY dapat juga digunakan untuk pembayaran tagihan gas bumi PGN.

Pembayaran tagihan gas bumi PGN oleh pelanggan kini dapat menjadi lebih cepat dan tanpa antri, cukup dari satu aplikasi. Melalui fitur GO-BILLS yang disediakan oleh aplikasi GO-JEK, pembayaran dapat langsung menggunakan saldo GO-PAY pelanggan.

Saat ini aplikasi transportasi online tersebut sudah diunduh oleh lebih dari 22 juta pengguna, sehingga diharapkan pengguna aplikasi tersebut yang sekaligus merupakan pelanggan PGN dapat melakukan transaksi pembayaran tagihan gas bumi PGN kapan saja dan dimana saja. Cara melakukan pembayaran tagihan gas bumi melalui aplikasi ini pun sangat mudah.

“Pada dasarnya pembayaran dengan aplikasi ini tidak jauh berbeda dengan pembayaran online di manapun,” kata Rachmat.

Pelanggan cukup memasukkan nomor ID pelanggan dan selanjutnya akan muncul informasi jumlah tagihan gas bumi PGN yang harus dibayar. Setelah itu pelanggan bisa membayar menggunakan saldo GO-PAY. Apabila pembayaran berhasil, tahap terakhir akan muncul tampilan struk sebagai bukti pembayaran. (rel/ram)

Focus Group Discussion di Fakultas ISIP UMSU

FDG: Focus Group iscussion di Fakultas ISIP UMSU di Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos)
FDG: Focus Group Discussion di Fakultas ISIP UMSU di Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna mendorong perkembangan Danau Toba, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir membuat Rancangan Induk Pengembangan Objek wisata (Ripo) yang akan memajukan pariwisata Kabupaten Samosir di kawasan danau terbesar di Asian itu.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Samosir, Ombang Siboro kepada Sumut Pos, pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Perencanaan Pembangunan Pariwisata Danau Toba Provinsi Sumatera Utara’ di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Medan, Selasa (11/12) pagi.

“Dari Ripo tersebut, telah kita susun peta untuk pengembangan objek wisata. Dengan ada 3 klaster, yakni Objek Wisata Unggulan, Objek Wisata Prioritas, dan Objek Wisata Ritisan,” tutur Ombang.

Ombang menjelaskan dari Ripo yang diciptakan oleh Dispar Samosir terdapat 10 Objek Wisata Unggulan, 12 Objek Wisata Prioritas, dan 18 Objek Wisata Ritisan.

“Ada titik baru, bisa jadi objek. Kita lakukan. Itu ditentukan sesuai dengan 10 katagori, yaitu sanitas, akses, jumlah kunjungan, luas objek dan macam,” sebut Ombang.

Ia menyebutkan dari Ripo juga dijadikan sebagai barometer atau tolak ukur dalam pembangunan dan pengembangan wisata Danau Toba bagi eksekutif dan legislatif di Kabupaten Samosir.

Dengan itu, tujuan dan targetkan tercapai sesuai dengan diharapkan sehingga berdampak dengan peningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Samosir dari sektor pariwisata.

“Menuju perkembangan objek wisata tidak ke mana-ke mana. Dana yang sedikit itu, lebih efesien. Di sini lah guna Ripo bagi objek wisata di Samosir bagi kita,” tandas Ombang.

Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Dr MR Khairul Muluk MSi menyebutkan dalam pembangunan destinasi pariwisata harus memiliki perencanaan yang baik, jangka panjang maupun jangka pendek ke depannya.

“Apa dilakukan Pemkab Samosir sudah baik untuk Danau Toba dalam pengembangan objek wisata yang ada,” tutur Muluk.

Sementara itu, Staff Ahli Tenaga Kementerian Pariwisata, Dr Riant Nugroho menyebutkan Danau Toba harus memiliki branding seperti Bali. Bila sudah mempunyai brand. Dengan itu,  cara mempromosikan Go branding sangat mudah.

“Masalah BPODT (Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba) adalah siapkan lahan, kembalikan kultur batak dan melayu. Jangan kita konflik dengan itu-itu saja. Wisata muslim harus dihargai. Danau Toba selesai, akan banyak akan meniru,” pungkasnya.(gus/azw)

Gas 3 Kg Langka di Belawan

Gas Elpiji.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
HITUNG: Pekerja sedang menghitung gas Elpiji 3kg yang diturunkan dari truk ke pangkalan di Jalan Tanjung Mulia Medan, Kamis (5/10). Hingga kini, di beberapa daerah di Sumut gas sulit ditemui.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Distribusi gas ukuran 3 kilogram (Kg) yang dipasarkan diatas harga eceran tetap (HET) mengalami kelangkaan di kawasan Kecamatan Medan Belawan, Senin (10/12).

Seorang warga, Simon Barus (49) mengatakan, sejak dua bulan belakangan ini, kesulitan mencari gas 3 kg di pangkalan yang tak jauh dari rumahnya. Pria yang menetap di Gang 13, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan bisa memperoleh gas bersubsidi harus membeli ke pengecer yang dijual diatas harga tetap.

“Kalau istri saya beli gas itu di pangkalan, selalu dibilang habis. Karena, gas itu bukan dijual ke rumah tangga, tapi dijual ke pengecer, sehingga gas yang kita beli di pengecer mahal diatas harga tetap mencapai Rp 21 ribu hingga Rp 22 ribu,” ungkap Simon.

Kelangkaan gas 3 kg yang sulit diperoleh di pangkalan, karena adanya permainan yang dilakukan pengkalan untuk memperoleh untung besar dari pengecer yang akan menjual ke masyarakat.

“Fungsi pangkalan itu bukan menjual ke pengecer, tapi untuk memasarkan ke masyarakat kecil. Buktinya, pangkalan di sebelah rumah saya selalu bilang habis. Kalau pangkalan jual ke pengecer, bisa untung besar dari harga eceran tetap dari untung Rp 2 ribu bisa untung Rp 4 ribu dari pengecer,” beber Simon.

Senada juga dikatakan, Tokoh Pemuda Belawan, Abdul Rahman yang akrab disapa Atan mengungkapkan, berdasarkan data yang diperolehnya, Belawan dengan memiliki 6 kelurahan telah tersebar sebanyak 27 pangkalan gas, artinya secara kuota sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Hanya saja, kata Ketua Karang Taruna Belawan ini, ada dugaan permainan yang dilakukan pangkalan untuk mengambil keuntungan besar sehingga menimbulkan kelangkaan dan harga tinggi di masyarakat. Seharusnya pangkalan memasarkan kepada masyarakat kecil, bukan kepada pengecer, pelaksanaan ini menyelahi aturan.

“Lihatlah di lapangan, pangkalan sekarang lebih prioritas kepada pengecer dan pemilik usaha, jadi masyarakat yang jadi korban. Kita minta kepada Pertamina untuk tegas melakuka pengawasan agar memerintahkan kepada agen menindak pangkalan nakal. Kalau ini dibiarkan terus, maka masyarakat bakal menjerit dengan harga tinggi dan kelangkaan yang terjadi,” tegas Atan.

Menyikapi itu, Manager Humas PT Pertamina, Rudi Arifianto menegaskan, fungsi pangkalan adalah untuk memasarkan gas 3 kg kepada masyarakat miskin dan usaha menengah ke bawah, bukan kepada pengecer. Hal itu sudah menyalahi, untuk itu pihaknya meminta kepada masyarakat untuk melaporkan secara online dan call center PT Pertamina.

“Silahkan laporkan, kalau ada pangkalan nakal. Apa nama pangkalannya dan pelanggaran apa yang dilakukan, bila terbukti akan segera kita tindak. Selama ini, distribusi gas sudah sesuai kuota, bahkan kita tidak pernah mengurangi kuota, yang ada penambahan,” ungkap Rudi.

Dijelaskan Rudi, selama ini Pertamina tegas menindak indikasi pelanggaran di lapangan, hanya saja mengharapkan kordinasi fungsi pengawasan dari pemerintah setempat dan aparat kepolisian ikut turun tangan. Agar, ditindak sesuai undang-undang migas.

“Kita selama ini terus melakukan pengawasan, hanya saja tugas pokok kita adalah pendistribusian untuk menyalurkan kepada masyarakat, makanya perlu adanya kerja sama dengan masyarakat dan pihak melakukan pengawsan terhadap pelanggaran di lapangan, kalau ada penjualan di luar harga tetap dan penyalahgunaan gas untuk komersil, silahkan laporkan untuk segera dilakukan penindakan,” ujar Rudi. (fac/ram)

Waskita Karya Bakal Jual 18 Ruas Jalan Tol

.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Waskita Karya Tbk bakal menjual 18 ruas tol pada 2019 untuk menutup utang dan ekspansi pembangunan infrastruktur.Waskita sendiri termasuk dalam sepuluh badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki utang terbesar.

Utang Waskita pada kuartal ketiga 2018 mencapai Rp 102 triliun. Angka tersebut naik dibandingkan utang perseroan pada akhir 2017 yang senilai Rp 75 triliun.Di sisi lain, aset Waskita juga meningkat dari Rp 98 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp 129 triliun pada triwulan 2018.

Sementara itu, laba Waskita stagnan di angka Rp 4 triliun baik pada akhir 2017 maupun kuartal ketiga 2018.Pendapatan Waskita pada kuartal 2018 terkerek 26,98 persen dari Rp 28,53 triliun menjadi Rp 36,23 triliun.

Hingga akhir tahun, perseroan mengharapkan dapat menerima pembayaran dari proyek turnkey yang rampung senilai Rp 15 triliun hingga Rp 20 triliun.Saat ini Waskita sedang fokus menyelesaikan proyek infrastruktur senilai Rp 101,76 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra menyatakan, ruas tol yang akan dijual perseroan pada tahun depan adalah Pejagan–Pemalang dan Pemalang–Batang.’’Kami mau divestasi semua, cuma bertahap yang mana. Mungkin kombinasi,’’ kata Gusti, Kamis (6/12).

Pihaknya berencana melakukan tender guna menawarkan 18 ruas tol tersebut. Namun, saat ini perseroan telah menawarkan ruas tol itu ke beberapa pihak.

’’Kami tidak cenderung ke siapa-siapa. Pokoknya siapa yang masuk harganya. Sebab, sebelum penjualan itu kami minta izin ke kementerian. Tanya legal juga opini dari stakeholder lain seperti BPK,’’ imbuh Gusti.

Menurut dia, beberapa investor sudah berminat membeli ruas tol itu. Namun, para investor masih menunggu selesainya proyek tersebut akhir tahun ini.’’Waskita Karya itu membangun jalan tol, bukan menjadi operator,’’ ujar Gusti.

Waskita Karya memegang konsesi sejumlah jalan tol di Indonesia. Yakni, tol Cimanggis–Cibitung, Pejagan–Pemalang, Ciawi–Sukabumi, Ngawi–Kertosono, MKTT seksi 6 (Teluk Mengkudu–Sei Rampah), Pasuruan–Probolinggo, Batang–Semarang, Solo–Ngawi, dan Bekasi–Cawang–Kampung Melayu. (vir/c17/oki/ram)

Masih Ada Laga di Batam

sutan siregar/sumut pos MAIN: Peman asing Filipe Martins kemungkinan masih membela PSMS Medan saat menghadapi 757 Kepri Jaya di Batam, Kamis (13/12) mendatang.
sutan siregar/sumut pos
MAIN: Peman asing Filipe Martins kemungkinan masih membela PSMS Medan saat menghadapi 757 Kepri Jaya di Batam, Kamis (13/12) mendatang.

SUMUTPOS.CO – Setelah dipastikan degradasi ke Liga 2 musim depan, skuat PSMS tidak langsung dibubarkan. Mereka masih bertanding menghadapi 757 Kepri Jaya pada babak 64 besar Piala Indonesia di Stadion Gelora Citra Mas, Batam, Kamis (13/12).

HAL itu dikatakan Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos, Senin (10/12). “Tim belum dibubarkan. Mereka masih akan menghadapi Kepri Jaya di Piala Indonesia. Setelah itu, kita akan menunggu arahan dari Pak Edy,” ujarnya.

Dijelaskan, pemain dan pelatih serta ofisial masih di Makassar. Mereka akan langsung ke Batam, setelah transit di Jakarta. “Tim tidak langsung ke Medan. Dari Makassar, mereka akan langsung ke Batam, baru kemudian kembali ke Medan,” jelasnya.

Julius Raja memastikan semua pemain akan ikut ke Batam, kecuali dua pemain asing Shohei Matsunaga dan Alexandros Tanidis. Kedua pemain ini sudah tidak bersama tim, karena kontraknya sudah berakhir. “Matsunaga dan Tanidis kemungkinan berpisah dengan tim di Jakarta,” tambahnya.

Sedangkan dua pemain asing lainnya Reinaldo Lobo dan Felipe Martins masih akan kembali ke Medan. “Sebenarnya kontrak Lobo dan Filipe juga sudah habis, hanya saja mereka masih ingin kembali ke Medan karena masih menunggu konfirmasi tiket untul kembali ke negeranya,” ungkapnya.

Lantas bagaimana setelah melawan Kepri Jaya? Julius Raja tidak bisa memastikan. Yang pasti, pemain yang sudah habis kontrak bisa pergi. “Pemain yang kontraknya sudah selesai, ya bisa pergi. Sudah bisa mencari tim lainnya,” sebutnya.

Bagaimana dengan PSMS? Raja mengungkapkan, PSMS akan memulai persiapan menghadapi Liga 2 musim depan pada awal Februari 2019. Meski begitu, pihaknya masih menunggu jadwal kick off Liga 2 yang diputuskan pada Kongres PSSI, Januari 2019 mendatang.

“Menurut perkiraan kami, kick off kompetisi sepak bola di Indonesia akan dilakukan setelah Pemilihan Presiden, April 2019. Tapi, kita tunggu apa keputusan pada Kongres nanti,” ucapnya.

Soal desakan rombak pengurus dan manajemen, pria yang akrab dipanggil King enggan komentar. Disebutkan, saat ini pengurus dan manajemen tim PSMS masih bekerja. Mereka sedang membuat laporan kepada Edy Rahmayadi dan Kodrat Shah.

“Kalau soal rombak pengurus dan manajemen, semua tergantung Pak Edy. Sekarang kami sedang membuat laporan pertanggungjawaban kepada pemegang saham,” pungkasnya. (dek)

Mencari Bibit Unggul Hafizh Hafizhah Sumut Masa Depan

MUSABAQAH: Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah (tengah) bersama pengurus LPTQ Sumut, dewan hakim, panitia dan undangan pembukaan Musabaqah Hifzhil Quran antar-Pelajar SD/MIN dan SMP/MTs se-Sumut di Aula Univa Medan.
MUSABAQAH: Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah (tengah) bersama pengurus LPTQ Sumut, dewan hakim, panitia dan undangan pembukaan Musabaqah Hifzhil Quran
antar-Pelajar SD/MIN dan SMP/MTs se-Sumut di Aula Univa Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sumut Hj Nawal Edy Rahmayadi diwakili Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah membuka Musabaqah Hifzhil Quran antar-Pelajar SD/MIN dan SMP/MTs se-Sumut, Senin (10/12). Musabaqah ini berlangsung hingga 13 Deseber 2018 di Kampus Universitas Al-Washliyah (Univa) Medan.

KETUA TP PKK Sumut dalam sambutan tertulis dibacakan Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas ide, gagasan dan penyelenggaraan musabaqah. ‘’Kegiatan ini merupakan wujud nyata untuk melakukan pembinaan dan pengembangan hafizh dan hafizhah potensial berprestasi di Sumut,’’ ungkapnya.

Istri Gubsu mengajak semua pihak terkait untuk semakin semangat melaksanakan pembinaan, pelatihan dan pengembangan secara intens. ‘’Mengingat pada MTQ Nasional ke-27 Tahun 2018 di Sumut, kafilah Sumut telah berhasil meningkatkan prestasi. Meraih peringkat 3 besar nasional,’’ katanya.

Ketua TP PKK Sumut mengingatkan bahwa melalui pembinaan yang sistematis, gradual dan berjenjang dalam jaringan kerja sama seluruh komponen pemerintah dan masyarakat, Insya Allah prestasi terbaik yang kita harapkan akan dapat segera diwujudkan,’’ imbuhnya.

Hj Nawal Edy Rahmayadi yakin musabaqah ini dapat menghasilkan embrio hafizh-hafizhah yang andal. ‘’Pada gilirannya, mereka mampu mengangkat harkat martabat Sumut pada level nasional dan internasional. Terima kasih dan penghargaan kepada seluruh jajaran pengurus LPTQ Sumut yang sudah melakukan upaya terbaik bagi peningkatan prestasi Bidang Al-Quran di Sumut,’’ ucapnya.

Kepala Kemenag Sumut H Iwan Zulhami SH MAP juga memberi apresiasi terhadap Musabaqah Hifzhil Quran antar-Pelajar SD/MIN dan SMP/MTs se-Sumut yang baru pertama kali diadakan di Sumut. Ia berharap akan muncul cikal bakal hafizh-hafizhah yang akan dipersiapkan pada MRQ Nasional ke-28 Tahun 2020 di Sumbar.

PEMBUKAAN:
Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah membuka Musabaqah Hifzhil Quran antar-Pelajar SD/MIN dan SMP/MTs se-Sumut.

Iwan Zulhami pun mengajak semua Perguruan Tinggi Agama Islam lebih meningkatkan peran membina disiplin ilmu yang berkaitan dengan Al-Quran. Al-Quran merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tak habis-habisnya untuk digali dan dikaji.

‘’Untuk itu kajian-kajian Al-Quran perlu digiatkan di masyarakat yang mengau pada pemahaman yang utuh dan benar serta memerlukan bimbingan dari para ulama yang berkompeten dibidangnya,’’ tegas Kepala Kemenag Sumut.

Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut Dr H Asren Nasution MA mengemukakan bahwa pihaknya mencari bibit unggul yang selama ini belum pernah juara pada MTQ resmi. Melalui even ini kita memetakan lumbung-lumbung tahfiz di Sumut walaupun untuk musabaqah kali ini tidak semua sekolah madrasah se Sumut ikut tampil.

Asren Nasution juga mengungkapkan bahwa darii pertemuan dengan kafilah masing-masing sekolah madrasah, besar keinginan para guru agar tahun depan musabaqah lintas sekolah yang diadakan bekerja sama dengan TP PKK Sumut ini dapat menjadi agenda LPTQ Sumut diliuar MTQ/STQ yang sudah berlangsung selama ini.

Mudah-mudahan ini pertanda baik untuk menjadikan Sumut sebagai lumbung hafiz hafizhah nasional. ‘’LPTQ Sumut mencari cari bibit unggul yang selama ini belum pernah juara pada MTQ resmi. Melalui Musabaqah Hifzhil Quran antar-Pelajar SD/MIN dan SMP/MTs se-Sumut kita juga dapat mengetahui semangat masyarakat dan dunia pendidikan menekuni Tahfizh yang semakin meningkat,’’ jelas Asren Nasution.

Sedangkan Ketua Panitia Musabaqah Hifzhil Quran antar-Pelajar SD/MIN dan SMP/MTs se-Sumut, Muhammad D melaporkan bahwa peserta musabaqah 120 peserta putra/putri. Mereka berasal dari berbagai lembaga pendidikan di Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, Tebingtinggi, Asahan, Batubara, Tobasamosir dan Padanglawas Utara.

Muhammad D menegaskan bahwa LPTQ Sumut bersinergi dengan TP PKK Sumut karena selama ini begitu besar dorongan para ibu untuk membina anak-anaknya agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang lebih baik. Ia menambahkan, dewan hakim yang dihadirkan adalah hakim yang telah berpengalaman dan bekerja secara profesional. (*)

Jaksa Bantah Ada Barbut Uang dan Mobil

SEMANGAT: Kasipidum Kejari Binjai, Ondo Mulatua Purba (kiri) semangat memberikan keterangan kepada wartawan.
SEMANGAT: Kasipidum Kejari Binjai, Ondo Mulatua Purba (kiri) semangat memberikan keterangan kepada wartawan.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Binjai bereaksi terhadap media yang menyoal vonis ‘janggal’ bandar 1.500 butir ekstasi. Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar membantah adanya uang hampir Rp200 juta dan mobil plat B dalam berkas Yos Sudarso.

“Bahwa JPU sejak menerima berkas perkara tidak ada menemukan dalam daftar barang bukti berupa uang sebanyak Rp200 juta dan mobil plat B tersebut. Dan demikian juga dalam berkas perkara berupa keterangan saksi-saksi tidak ada yang menerangkan tentang barang bukti yang dimaksud,” jelas Kajari didampingi Kasi Pidum Ondo Mulatua Purba dan JPU Perwira Tarigan kepada wartawan di ruang Kajari.

Mantan Kajari Kualatungkal ini mengatakan, barang bukti dalam berkas perkara hanya berupa 1 buah tas berwarna hitam loreng, 3 bungkus besar pil ekstasi warna biru merek superman sebanyak 1.500 butir dan 4 unit telepon genggam. Terkait perkara ini diduga penuh permainan oleh penyidik dan penuntut umum, Kajari menguraikan, proses perkara ini dilakukan tahap I pada 17 Juli 2018.

Berkas dinyatakan tidak lengkap atau P-19 pada 24 Juli 2018. Di hari yang sama, berkas juga dikirim atau P-18 oleh penyidik polisi kepada penuntut umum.

Kemudian, penyidik polisi mengirimkan kembali berkas perkara atas nama Yos Sudarso pada 2 Agustus 2018. JPU kemudian meneliti berkas. Pada 17 September 2018, JPU menyatakan berkas Yos Sudarso yang tersendiri dinyatakan lengkap atau P-21.

Kemudian, penyidik polisi melakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti atau tahap II pada 25 September 2018. Keesokan harinya, dilimpahkan ke Pengadilan Negeri.  Menurut Kajari, pihaknya dalam melakukan pra tuntutan berpedoman SOP surat edaran Jaksa Agung RI Nomor: SE-013/A/JA/12/2011 tanggal 29 Desember 2011.

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agaknya ogah menanggapi kasus ini. Alasannya, kasus tersebut sudah dinyatakan inkrah atau memiliki kekuatan hukum tetap oleh Pengadilan Negeri Binjai.

“Sekarang itu sudah disidangkan, sudah diputus malah. Jangan lagi cari ke belakang lagi,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu), Sumanggar Siagian ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Senin (10/12).

Kasus ini bermula saat penangkapan seorang bandar ekstasi dan dua orang kurirnya. Penangkapan dilakukan di Jalan Swadaya, Dusun V, Desa Sei Limbat, Selesai, Langkat, Selasa (15/5) sekira pukul 15.00 WIB.

Ketiganya masing-masing Yos Sudarso (45) warga Jalan Teratai, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara, Jimmy (40) warga Dusun Cinta Dapat, Gang Melati, Desa Padang Berahrang, Selesai, Langkat dan Robby (36) warga Jalan Tengku Amir Hamzah, Gang Swadaya, Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara.(ted/ala)