31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 5690

Candra & Radius Belum Ditahan, Massa Kembali Geruduk Kejari dan Kantor Bupati

TERIMA AKSI: Kasi Intel Kajari Karo, Arif Kadarman menerima massa aksi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Karo, Senin (10/12).
TERIMA AKSI: Kasi Intel Kajari Karo, Arif Kadarman menerima massa aksi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Karo, Senin (10/12).

KARO, SUMUTPOS.CO – Kebijakan Kejari Karo yang tak kunjung menahan dan melimpahkan berkas dua pejabat Pemkab Karo yang terjerat kasus korupsi, menuai polemik dan jadi bahan pergunjingan di tengah masyarakat Bumi Turang. Apalagi sampai hari ini kedua tersangka masing-masing, Candra Tarigan masih tetap menjabat sebagai Kepala Dinas Tarukim Karo. Demikian juga dengan rekannya, Radius Tarigan yang tetap dipercaya menjabat sebagai PPK di lingkungan pemerintahan Pemkab Karo.

HEBATNYA lagi, selain masih menghirup udara segar dan menerima gaji, kedua tersangka dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah Berastagi itu juga masih leluasa mengelola anggaran. Mirisnya, Bupati Karo Terkelin Brahmana juga terkesan membela keduanya.

Terbukti, hingga hari ini dengan berbagai dalih, kedua tersangka ini tak kunjung dicopot dari jabatannya. Kenyataan inilah yang memantik gelombang protes dari warga Tanah Karo. Alhasil, masyarakat yang terdiri dari lintas profesi seperti LSM dan ormas kembali “menggeruduk” kantor Kejari dan Bupati Karo.

Seperti tuntutan sebelumnya, massa kembali mendesak Kejari Karo segera menjebloskan para tersangka yang diduga menilep uang rakyat tersebut ke penjara. Masih bebasnya para tersangka, dinilai akan memberi contoh buruk dan tidak memberikan efek jera pada pelaku korupsi. “Penjarakan Candra dan Radius,” teriak massa di depan Kejari Karo.

Menanggapi tuntutan massa, Kasi Intel Kejari Karo Arif Kadarman dan Jaksa Alvonso Manihuruk kembali berdalih kalau pihaknya masih terus memproses kasus tersebut. Usai berorasi di Kejari, massa melanjutkan aksi ke kantor Bupati Karo.

Seperti tuntutan sebelumnya, massa kembali mendesak Bupati Karo Terkelin Brahmana segera mencopot dan memecat Candra dan Radius dari jabatannya.

Namun desakan massa tak membuahkan hasil. Bupati berdalih perkaranya masih ditangani Kejari Karo. Orang nomor satu di Pemkab Karo itu juga berdalih tak bisa mencopot jabatan kedua bawahannya karena ada regulasi yang mengatur.

Bupati mengaku takut akan digugat ke PTUN oleh Candra dan Radius jika menonaktifkan keduanya. “Kalau saya digugat nanti, siapa yang bertanggungjawab?” kata Terkelin. Apalagi saat ini, keduanya masih berstatus sebagai tersangka dan tak ditahan jaksa.

Senada diungkap Sekda Terkelin Kamperas Purba. “Jika ditahan, kita akan langsung membuat surat pemberhentian sementara. Seterusnya, jika kasusnya nanti sudah incrah (berkekuatan hukum tetap) dan kita sudah menerima surat putusan pengadilan yang menyatakan kedua tersangka bersalah dan ditahan. Maka kita sudah bisa memproses surat pemberhentiannya sebagai ASN,” tandasnya.

Diketahui, meski berkasnya sudah lengkap, namun sampai hari ini penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo belum juga melimpahkan berkas 4 tersangka dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah Berastagi ke Pengadilan Tipikor Medan.

Tak jelas apa kendalanya, hingga tersangka yang dua diantaranya berstatus pejabat di Pemkab Karo tak kunjung diseret ke kursi pesakitan.

Kasi Pidsus Kejari Karo, Dapot Manurung yang dikonfirmasi kru koran ini, Rabu (5/12) siang, mengaku semua berkas perkara dalam kasus tersebut sudah lengkap.   “Berkasnya sudah lengkap. Namun untuk P-21 (pelimpahan) terserah Kajari,” katanya.

Apa kendalanya? Ditanya demikian, Dapot mengaku kendalanya berada pada Kajari. “Tanya Kajari sajalah, pusing saya,” tandas Dapot seraya berlalu.

‘Jalan di tempatnya’ penanganan kasus ini sontak jadi perhatian warga Tanah Karo. Apalagi dari proses penyelidikan dan penyidikan, para tersangka juga tak ditahan.(deo/ala)

Polsek Padang Hilir Ringkus Pelaku Curanmor

SOPIAN/SUMUT POS APIT: Kanit Reskrim Polsek Padang Hilir Ipda SPN Siregar dan personel mengapit pelaku curanmor beserta barang bukti.
SOPIAN/SUMUT POS
APIT: Kanit Reskrim Polsek Padang Hilir Ipda SPN Siregar dan personel mengapit pelaku curanmor beserta barang bukti.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), diringkus personel Polsek Padang Hilir. Hardinata (26) warga Jalan Gatot Subroto, Lingkungan I, Kelurahan Lubuk Baru, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi harus meringkuk di sel.

Kapolsek Padang Hilir AKP David Sinaga, membenarkan penangkapan tersebut. Dari pelaku, petugas menyita barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Vario BK 6275 NAM warna putih biru.

“Pelaku Hardinata kita tangkap karena melakukan pencurian satu unit sepeda motor Honda Vario di rumah Andi Aprianda di Jalan Deblod Sundoro, Kelurahan Deblod Sundoro, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi,” ujar AKP David Sinaga. “Sedangkan pelaku kita ringkus pada Kamis (6/12) tengah malam di rumahnya,” sambung AKP David.

Dijelaskannya, peristiwa pencurian kendaraan bermotor ini berawal pada saat korban Andi Aprianda pulang kerumahnya. Usai memarkirkan dan mengunci stang sepeda motor miliknya dibelakang rumah, korban kemudian masuk kedalam rumah.

Sekira setengah jam kemudian, korban keluar dan berniat memindahkan sepeda motornya ke depan rumah. Namun, sepeda motor miliknya sudah tidak berada ditempat semula.

Korban sempat berusaha mencari di sekitar rumahnya. Namun sepeda motor tersebut tak juga berhasil ditemukan. Akibat kejadian ini, korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp10 juta.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, akhirnya identitas serta keberadaan pelaku diketahui dan selanjutnya dilakukan penangkapan,” ujar AKP David.

“Barang bukti Honda Vario milik korban yang disimpan pelaku di Jalan Danau Semayang, Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebinginggi juga berhasil kita temukan,” sambungnya.

Kini pelaku Hardinata beserta barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Vario milik korban diamankan di Mapolsek Padang Hilir.(ian/ala)

Kecanduan Sabu, Bocah 10 Tahun Direhab

DIREBUS Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Hendri Marpaung beserta jajaran memusnahkan narkoba dengan cara direbus saat pemusnahan barang bukti di Mapolda Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (10/12) siang.
DIREBUS: Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Hendri Marpaung beserta jajaran memusnahkan narkoba dengan cara direbus saat pemusnahan barang bukti di Mapolda Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (10/12) siang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara khususnya Kota Medan, darurat narkoba. Ketua Panti Rehabilitasi Narkoba Mari Indonesia Bersinar, Johanes Siregar mengatakan, kondisi peredaran narkotika saat ini benar-benar darurat.

Di Medan, tepatnya di panti rehabilitasi narkotika yang ia pimpim, ada anak berusia 10 tahun yang menjalani rehabilitasi. “Dari informasi yang kita dapat, anak itu mulai mengenali narkotika jenis sabu sejak usia 9 tahun. Ia kenal sabu dari abangnya. Pernah teman abangnya datang dan mengajarinya untuk menghisap sabu-sabu, sejak itulah tingkahnya berubah,” katanya.

Anak itu, kata Johanes, merupakan anak dari keluarga ekonomi rendah. Orangtuanya pemulung sehingga kurang perhatian. “Domisilinya di kawasan Simpang Selayang. Kondisi perekonomian keluarganya rendah. Kini anak itu sedang kita rehab di panti kami yang beralamat di Jalan Nusa Indah, Komplek Pemda,” pungkasnya.

Menyikapi maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sumut, khususnya Kota Medan, Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung mengajak seluruh lapisan masyarakat agar ikut berpatisipasi dalam melakukan pemberantasan narkotika. “Kepada lapisan masyarakat, tentunya berharap adanya partisipasi semua pihak dan kepada seluruh stakeholder untuk bersama-sama perang terhadap narkotika. Sudah begitu banyak korban generasi muda yang terkontaminasi narkotika,” kata Kombes Hendri Marpaung di sela-sela pemusnahan barang bukti 130,229 Kg narkotika jenis sabu dan 159 butir inex di halaman Mapolda Sumut, Senin (10/12).

Menurut Hendri, barang bukti narkoba yang dimusnahkan itu merupakan hasil tangkapan selama tiga bulan. “Terhitung sejak September hingga November 2018 ini kita menyita 130,229 Kg narkotika jenis sabu dan 159 butir inex. Barangbukti itu merupakan penyitaan dari 36 kasus dengan 73 tersangka yang terdiri dari 68 laki-laki dan 5 wanita,” ungkap Hendri.

Ia mengklaim, pengungkapan tersebut berkat kerja keras timnya yang bekerja dan turun ke lapangan. “Saya memberikan apresiasi kepada anggota yang turun ke lapangan, berkat kerja keras anggota di lapangan, berkat kecerdasan, keterampilan dan kemampuan, saya memberikan apresiasi,” katanya.

Ia meminta kepada personel yang turun ke lapangan agar tidak berpuas diri alih-alih berbangga atas hasil pengungkapan yang mereka lakukan. “Harapan saya agar anggota tidak berpuas diri dan berbangga diri. Ke depan pengungkapan ini tidak lagi bertambah lebih besar. Dengan harapan, perbandingan pengguna ataupun pemesan berkurang. Sehingga pemasok, ataupun pengungkapan besar tidak lagi dijumpai. Polda Sumut tetap bertekad dan komit untuk tidak berhenti melakukan pengungkapan peredaran narkotika,” katanya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Arman Depari mengungkapkan kalau Sumut menduduki peringkat kedua sebagai provinsi dengan pengguna narkoba terbanyak di Indonesia. Posisi ini menempatkan Sumut tepat berada di bawah ibu kota DKI Jakarta.

Arman menyebutkan, pada 2015 lalu, peringkat kedua ditempati oleh Kalimantan Timur. Namun, kini, Sumut menggeser provinsi tersebut. “Saat ini, di Sumut sangat pesat untuk peredaran narkoba. Kini, Sumut sudah peringkat kedua di Indonesia untuk pengguna narkoba,” ungkap Arman dalam sebuah

diskusi bertajuk ‘Narkoba Perang Zaman Now’ di Medan, sekira Mei 2018 lalu.

Arman mengatakan, saat ini, ada sekitar 2,2 persen dari 262 juta penduduk Indonesia yang menggunakan narkoba. Dalam sehari, ada 37 hingga 40 orang meninggal sia-sia karena penyakit yang ditimbulkan oleh narkoba.

Sepanjang Pantai Timur Sumatra, dia mengatakan, menjadi daerah yang paling rawan peredaran narkoba. Mulai dari Aceh hingga Lampung. Hal ini disebabkan masih banyak ‘pelabuhan tikus’ yang menjadi sasaran masuknya narkoba dari luar negeri. “Sasaran yang paling besar, daerah transit yang paling banyak, adalah Sumut, karena banyaknya pelabuhan ilegal dan juga pengawasan di garis pantai kita yang relatif lemah. Selain itu, Sumut juga salah satu daerah yang dekat dengan Malaysia. Karena narkoba itu kan mayoritas berasal dari luar negeri,” kata Arman.

Dia menyebutkan, selain Sumut, saat ini, para bandar narkoba juga mulai memasuki kota pelajar, seperti Yogyakarta. Hal ini menunjukkan bahwa para bandar itu semakin ingin merusak generasi bangsa. “Bahkan saat ini Jogya yang dikenal sebagai kota pelajar sudah menduduki peringkat ke tujuh di Indonesia untuk peredaran narkoba,” ujar dia.

Arman pun mengajak semua pihak untuk ikut bergandengan tangan memberantas narkoba. Menurutnya, BNN sudah banyak melakukan koordinasi antar instansi. Sayangnya, instansi lain belum menjadikan pemberantasan narkoba sebagai agenda utama.

“Banyak instansi yang belum satu visi. Kami sudah berupaya untuk kerja sama, dari bea cukai, angkatan laut, kementerian kemaritiman, kementrian perikanan. Mungkin ini kelihatannya belum begitu padu, sementara BNN sendiri tidak punya peralatan lengkap. Apalagi BNN walaupun sekarang menjadi leading sector, tetapi belum menjadi central of command,” kata Arman. (dvs/bbs/adz)

Barcelona v Tottenham, Tentukan Pendamping

BENTROK: Lionel Messi dan Harry Kane kembali terlibat bentrok di Stadion Camp Nou Rabu (12/12) dini hari.
BENTROK: Lionel Messi dan Harry Kane kembali terlibat bentrok di Stadion Camp Nou Rabu (12/12) dini hari.

SUMUTPOS.CO – BARCELONA akan menjamu Tottenham di Camp Nou pada matchday 6 Grup B Liga Champions 2018/2019, Rabu (12/12) dini hari. Barcelona sudah pasti lolos ke babak 16 besar. Di laga pemungkas ini, Barcelona bisa memilih siapa yang akan mendampingi mereka ke putaran berikutnya.

Barcelona telah mengumpulkan 13 poin dari 5 pertandingan. Barcelona sudah pasti juara grup. Satu tempat tersisa diperebutkan oleh Tottenham dan Inter Milan, yang masing-masing memiliki poin 7.

Tottenham memegang keunggulan head to head away goals atas La Beneamata (julukan Inter Milan). Di atas kertas, Tottenham lebih diuntungkan daripada sang wakil Italia itu. Namun jika melihat jadwal laga terakhir mereka, Tottenham justru berada di jalur yang lebih berbahaya.

Inter hanya menjamu PSV Eindhoven, yang sudah pasti finish peringkat 4. Inter jelas difavoritkan menang. Sementara Tottenham harus mencegah perolehan poin mereka disalip oleh Inter di laga pemungkas. Dengan kata lain, Tottenham pasti lolos jika bisa mengalahkan Barcelona. Mungkinkah? Karena pada matchday 2 Herry Kane cs telah dibungkam di kandang sendiri dengan skor telak 2-4.

Di Wembley, Tottenham hanya bisa menyarangkan 2 gol lewat Harry Kane dan Erik Lamela. Mereka kalah setelah dibuat tak berdaya oleh Leonel Messi dengan performa magisnya. Messi tampil impresif dan memborong 2 dari 4 gol Barcelona.

Akhir pekan lalu, Barcelona menumbangkan sang rival sekota Espanyol 4-0 di La Liga. Barcelona memenangi derby di RCDE Stadium tersebut, berkat performa brilian 3 pemain depannya. Messi menyumbang 2 gol dan satu assist, Luis Suarez mencetak satu gol, sedangkan Ousmane Dembele punya satu gol dan satu assist atas namanya.

Sementara itu, Tottenham memanaskan mesin jelang lawatan ke Camp Nou dengan kemenangan tandang 2-0 atas Leicester City di Premier League. Anak-anak asuh Mauricio Pochettino ini, menang lewat gol-gol Son Heung-Min dan Dele Alli.

Barcelona sudah pasti jadi juara grup, dan apapun hasil akhir laga ini, takkan berpengaruh apa-apa buat mereka. Namun akankah Barcelona mengalah untuk memberi jalan pada Tottenham? Tentu Tottenham berharap demikian, tapi Barcelona kemungkinan besar akan tetap turun dengan niat mengincar kemenangan.

Sementara selama beberapa edisi terakhir, Barcelona biasanya tidak turun dengan kekuatan penuh dalam laga-laga pemungkas mereka di fase grup Liga Champions. Melawan Tottenham nanti, Barcelona kemungkinan juga tidak akan menurunkan starting XI terkuatnya.

Jika benar Ernesto Valverde melakukan beberapa rotasi, maka itu bisa jadi kabar bagus buat Tottenham. Namun Tottenham tidak boleh lupa, tim seperti apapun yang disusun oleh Valverde, mereka tetap bukan lawan yang sembarangan. Barcelona tidak bakal mengalah begitu saja.

Terlebih lagi, Barcelona tak terkalahkan dalam 28 laga kandang terakhirnya di Liga Champions. Sementara itu, Tottenham belum pernah menang di Spanyol. (bbs/saz)

Rp9 Triliun dari APBN untuk Parpol

.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Wacana mengenai pentingnya partai politik mendapatkan bantuan dana dari APBN secara signifikan, terus menggelinding. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali merekomendasikan negara memberikan kontribusi 50 persen dari dana kebutuhan partai. Hitungan KPK, kontribusi itu bisa tembus lebih dari Rp9 triliun untuk satu tahun anggaran.

Besaran kontribusi itu kembali disampaikan KPK sejalan dengan momen tahun politik pilpres dan pileg tahun depan. Besaran itu merupakan akumulasi dari perolehan suara yang diperoleh parpol baik di tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten atau kota yang kemudian dikalikan angka Rp 10.706 per suara. Angka itu naik sedikit dari rekomendasi KPK sebelumnya Rp 10 ribu per suara.

”Pembagian (bantuan keuangan parpol, Red) sesuai jumlah suara yang berbeda,” kata Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK Giri Suprapdiono kepada Jawa Pos.

Menurut Giri, dari Rp 9 triliun, Rp 2,4 triliun diantaranya dialokasikan untuk pendanaan parpol di tingkat pusat. ”Kalau untuk daerah nilainya tentu lebih besar,” ujarnya.

Sampai saat ini, isu mengenai bantuan keuangan parpol masih terus berkembang. Belum ada kata sepakat. Baik dari DPR, pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengawal isu tersebut. Pembahasan penambahan dana parpol selalu diwarnai perdebatan pro dan kontra. Nah, KPK dalam hal ini berada di posisi tengah.

Sejauh ini, berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5/2009 tentang Bantuan Keuangan kepada Partai Politik telah mengatur besaran bantuan. Yakni, Rp 1.000 per suara. Merujuk penelitian Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), bantuan itu hanya berkontribusi sebesar 13 persen terhadap keuangan parpol.

Giri menjelaskan, penambahan bantuan parpol merupakan bagian dari upaya mewujudkan sistem integritas partai politik (SIPP). Merujuk kajian KPK, para politikus yang menjabat kepala daerah dan legislator mengeluh dengan tingginya biaya politik. Beban itu yang kemudian cenderung menjadi akar korupsi kepala daerah dan anggota dewan.

”Maka sebenarnya korupsi menjadi sumber pendanaan politik itu sendiri. Kita harus mengganti dengan sumber pendanaan (politik, Red) yang legal,” jelas Giri. Bantuan parpol itu nantinya diharapkan meng-cover biaya kontestasi dan kampanye. Serta, biaya operasional partai lain, seperti sewa gedung, atribut, kaderisasi, sampai pendidikan politik.

Bila kajian KPK mendapat perhatian serius dari pihak terkait, racikan angka kontribusi bantuan parpol yang telah disusun sejak 2016 itu bisa saja diterapkan tahun depan. Dengan catatan, seluruh parpol sepakat dengan hitungan itu. ”Ini butuh kesepakatan politik,” kata Giri.

Meski demikian, Giri menyebut gagasan itu memiliki tantangan besar. Sebab, saat ini banyak pemilik parpol yang berlatar belakang pengusaha. Latar belakang itu tentu mempengaruhi sikap parpol. ”Saat ini kita sedang melawan oligarki (kelompok elit kecil yang berkuasa, Red) politik,” sindir mantan Direktur Gratifikasi KPK tersebut.

Tantangan kedua, pendanaan politik yang menyesuaikan jumlah perolehan suara itu dikhawatirkan hanya akan menguntungkan partai-partai besar.

”Pendanaan itu (parpol) sesuatu keniscayaan. Jadi, ada tidaknya seorang pemilik modal, ada atau tidak yang memegang kekuasaan, partai politik itu harus berjalan dengan pendanaan yang ideal,” imbuh dia. (tyo/jpnn)

Awas Senasib dengan Bus Mebidang, LRT dan BRT Masih Terkendala Keppres dan Pembiayaan

LRT Palembang
LRT Palembang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Harapan warga Kota Medan untuk menikmati sarana transportasi Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) tampaknya belum dapat terwujud. Pasalnya, hingga kini proyek infrastruktur gawean pemerintah pusat itu masih terkendal regulasi dan pembiayaan. Namun ada kekhawatiran, LRT dan BRT ini bisa senasib dengan bus Trans Mebidang.

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman mengatakan, Pemko Medan saat ini masih menunggu payung hukum proyek tersebut yakni Keputusan Presiden (Keppres). “Sampai kami rapat terakhir yang dihadiri Pak Dirjen Perhubungan Darat dan Wali Kota Medan, proyek tersebut menunggu Keppres yang sedang disiapkan Bappenas. Sebab kalau tidak, semua daerah selain Jakarta tidak akan bisa merealisasikannya,” kata Wiriya, kemarin.

Ia mengaku, Keppres tersebut mengatur tentang urban transport, khususnya berbasis rel. Artinya, bagaimana pola dan seperti apa proyek pembangunan tersebut. “Karena regulasinya belum keluar, maka kemungkinan perencanaan yang sudah disusun mau tidak mau harus mundur,” ucapnya.

Wiriya berharap, Keppres ini segera diterbitkan, sehingga pada akhir tahun ini bisa dilakukan transaksi dengan kementerian terkait. “Kalau Keppres ini belum diterbitkan juga, maka kita tidak bisa melakukan apa-apa,” cetusnya.

Menurut Wiriya, dalam pembahasan antara Pemko Medan dengan pemerintah pusat beberapa waktu lalu, proyek ini juga masih terkendala masalah pembiayaan rolling stock atau sarana dan prasarana pendukung yang nilainya mencapai hampir separuh dari APBD Kota Medan. Dengan kata lain, masalah yang dihadapi terletak pada struktur pembiayaan. Untuk itu, diminta pengadaan rolling stock kewajiban pemerintah pusat. Sebab, pembiayaannya terlalu tinggi.

“Pembiayaan rolling stock pokoknya harus pemerintah pusat yang membiayai. Pemko Medan tidak mau menggadaikan APBD untuk proyek tersebut,” kata dia.

Diutarakan Wiriya, kemampuan fiskal (APBD) Kota Medan terbatas. Kalau tetap bertahan terhadap pembiayaan awal yang sudah diajukan sebesar Rp2,4 triliun lebih, jelas Pemko tidak mampu. “Kalau sampai akhir tahun belum ada kesepakatan antara Pemko dengan pemerintah pusat soal pembiayaan itu, tentu harus diperpanjang waktu penyusunan proyek tersebut. Meskipun kita berkeinginan segera terealisasi. Akan tetapi, inikan persoalan komitmen pemerintah pusat, kalau Pemko sudah komit tetapi dengan keterbatasan fiskal,” sebut Wiriya.

Lebih lanjut Wiriya mengatakan, Pemko sudah mendesak kepada pemerintah pusat terhadap pembiayaan rolling stock supaya ditampung. “Kalau ini sudah diputuskan selanjutnya masuk ke tahap transaksi. Target kami kalau bisa diharapkan pada Oktober (2019),” tuturnya.

Kata dia, dalam pembiayaan rolling stock oleh pemerintah pusat terbentur regulasi. Pasalnya, ada peraturan yang melarang pemerintah pusat menyediakan atau membiayai rolling stock itu. “Pembangunan LRT dan BRT sudah mendesak di Medan. Dari hasil studi atau kajian yang dilakukan, pada 2024 kalau tidak ditangani apapun mulai sekarang maka lalu lintas berhenti dan tak bisa jalan. Sebab, jumlah peningkatan jalan dengan kendaraan sangat jauh perbandingannya. Oleh karena itu, inilah harapannya sebagai solusi persoalan kemacetan di Medan,” tandasnya.

Ia menambahkan, secara keseluruhan proyek ini hampir menghabiskan anggaran mencapai Rp13 triliun. Pembangunan proyek yang ditargetkan rampung pada 2020 mendatang ini struktur pembiayaannya lewat pemerintah pusat dan KPBU atau melibatkan investor. “Struktur pendanaannya masih dibahas untuk dirumuskan berapa persentasenya. Namun yang jelas, dananya sebagian dari APBN dan KPBU,” imbuhnya.

Diketahui, kajian sementara Pemko Medan, jalur LRT akan melintasi Stasiun Besar Kereta Api Medan, Jalan Williem Iskandar, Jalan M Yamin, Jalan Gatot Subroto, Jalan Iskandar Muda, Jalan Universitas Sumatera Utara (USU), Jalan Setia Budi, Jalan Djamin Ginting, dan terakhir di Pasar Induk Laucih, Tuntungan.

Belajar dari Palembang

Sementara, pengamat tata kota, Rafiandi Nasution mengatakan, proyek rencana pembangunan infrastruktur tersebut harus benar-benar dilakukan analisis yang akurat. Jangan sampai nanti sia-sia setelah dibangun atau kurang efektif, seperti di Palembang. “Sebenarnya proyek ini terbilang terlambat, karena Palembang sudah membangun dan beroperasi. Namun, di Palembang sepertinya tidak maksimal dan mengalami kerugian. Seharusnya masih beroperasi hingga pukul 22.00, sekarang sudah dikurangi menjadi pukul 19.00 WIB. Jadi, untuk pengguna yang sudah menjadi member dan memiliki kartu, jika lewat dari pukul 19.00 WIB maka tak berlaku lagi,” ungkap Rafianda.

Dikatakannya, Pemko Medan harus belajar dari Palembang untuk menerapkannya. Sehingga, apa yang terjadi di Palembang tidak terulang di Medan. “Sangat setuju tentunya dibangun LRT dan BRT, tetapi perlu dikaji juga bagaimana kultur budaya masyarakat Medan atau Sumut. Jangan pula setelah dibangun, nasibnya sama seperti proyek Bus Trans Mebidang,” ujarnya.

Untuk itu, sambung Rafiandi, Pemko dapat belajar dari Bus Trans Mebidang. Apakah progresnya surplus atau malah defisit? “Banyak aspek yang perlu dikaji, selain secara ekonomi, sosial dan budaya juga hukum. Jangan nanti ketika pengerjaannya selesai dan beroperasi, muncul pula temuan,” cetusnya.

Ia menuturkan, proyek tersebut harus betul-betul matang dan akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan, kalau bisa berdampak multiplier. Artinya, dari sisi pariwisata juga ikut mendapat efek positif. “Sebagai contoh, trayek yang dilalui LRT dan BRT melintasi tempat wisata di Medan. Sehingga, memudahkan wisatawan mengunjungi destinasi wisata misalnya kebun binantang,” imbuhnya. (ris)

Dapat Tiga Kali Remisi, Ahok Bakal Bebas 24 Januari 2019

MIFTAHULHAYAT/JAWA POS/jpg BAKAL BEBAS: Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal segera bebas dalam waktu dekat ini.
MIFTAHULHAYAT/JAWA POS/jpg
BAKAL BEBAS: Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal segera bebas dalam waktu dekat ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ada kabar bagi penggembar Basuki Tjahaja Purnama. Mantan gubernur DKI Jakarta itu bakal bebas dari penjara pada 24 Januari 2019. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkumham menyatakan pria yang biasa disapa Ahok itu sudah menyelesaikan masa hukumannya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Ade Kusmanto menyebut, selama menjalani masa hukuman di Mako Brimob Mabes Polri, Ahok mendapat beberapa kali remisi.

“Total remisi yang didapat tiga bulan 15 hari, maka diperkirakan akan bebas pada Januari 2019,” kata Ade Kusmanto kepada JawaPos.com, Senin (10/12).

Remisi yang didapatkan Ahok itu, kata Ade, yakni 15 hari pada perayaan Natal 2017. Kemudian, remisi umum pada pada 17 Agustus 2018 selama dua bulan. Pada Natal 2018 mantan suami Veronica Tan itu mendapat remisi selama satu bulan.

Lebih jauh Ade menyebut, pertimbangan pemberian remisi kepada Ahok karena dia berkelakuan baik selama menjalani masa hukuman di penjara. Bahkan mantan bupati Belitung Timur tidak sedang menjalani hukuman disiplin.

“Pengurangan masa pidana yang akan diusulkan kepada Ahok bisa diberikan jika sampai waktu yang telah ditetapkan konsisten dan mentaati segala peraturan selama masa pidananya,” tukasnya.

Diketahui, mantan anggota Komisi II DPR itu menjalani hukuman sejak 9 Mei 2017. Dia dinyatakan bersalah oleh majelis hakim karena terbukti melakukan penodaan agama. Kasus penodaan agama itu terkait dengan pidatonya saat menjalani tugas sebagai gubernur DKI Jakarta di Kepulauan Seribu pada 2016.

Setelah menjalani serangkaian persidangan yang mendapat pengawalan ketat, akhirnya majelis hakim memvonis Ahok dengan hukuman kurangan dua tahun penjara.(rdw/JPC)

Jembatan Penghubung Lintas Sumatera Ambruk, Padang-Bukittinggi Lumpuh Total

.

PADANG, SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) menuai bencana. Satu unit jembatan dilaporkan roboh di kawasan jalan Padang Pariaman. Akibatnya, akses utama Padang-Bukittinggi putus total.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan Jawapos.com (Grup Sumut Pos), jembatan penghubung jalan lintas Sumatera yang tepatnya berada di Korong Pasa Usang, Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Padang Pariaman dilaporkan roboh sekitar pukul 18.30 WIB, Senin (10/12). Beruntung, peristiwa di tengah hujan deras tersebut tidak menelan korban jiwa.

Selain itu, sekitar pukul 19.00 WIB, juga terjadi peristiwa longsor di kawasan Malibo Anai, Nagari Guguak, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam. Material longsor hingga pohon tumbang juga dilaporkan menutup badan jalan tersebut. Sehingga, tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. “Iya, putus total. Nggak bisa dilalui sama sekali,” kata Kepala BPBD Padang Pariaman Budi Mulia membenarkan kejadian itu, Senin (10/12) malam.

Dikatakannya, meluapnya sungai di bawah jemabatan itu dikarenakan hujan lebat sejak Senin siang.

Bahkan hujan lebat tersebut, juga menyebabkan debit air terjun Lembah Anai juga meningkat, dan membuat arus sungai di dekat air terjun itu meluap ke badan jalan, sehingga jalan nasional yang berada di dekat air terjun tersebut tidak bisa dilalui kendaraan.

“Ratusan kendaraan yang datang dari Bukittinggi ataupun Padang, terpaksa balik arah. Bahkan, ada kendaraan yang terjebak di antara jembatan Pinyaram dan air terjun,” katanya kepada tribunpadang.com saat dihubungi via handphone, Senin malam.

Saat ini, lanjutnya, jalur Padang-Bukittinggi rute Pasang Panjang untuk sementara ditutup dan akses dari Padang ke Bukittinggi ataupun sebaliknya, dialihkan ke jalur alternatif Malalak.

Namun begitu, ia pun mengimbau agar pengendara waspada, karena jalur tersebut rawan longsor.

“Selain jalur Malalak, pengendara yang hendak menuju Bukittinggi ataupun Padang, juga bisa melewati jalur Solok, terus ke Padang Panjang atau ke Tanah Datar, dan jalur Maninjau rute Lubuk Basung dan terus ke Pariaman. Begitu juga dari Padang ke Pekanbaru, dan sebaliknya,” pungkasnya. (rcc/JPC)

Warga Simalungun Tertipu Arisan Online, Merugi Hingga Ratusan Juta Rupiah

Penipuan-Ilustrasi.
Penipuan-Ilustrasi.

SIMALUMGUN, SUMUTPOS.CO – Penipuan arisan online marak di Simalungun. Tak tanggung-tanggung, pelaku dapat meraup keuntungan mencapai ratusan juta via transfer.

INDRA Sutoyo mengungkapkan penipuan arisan online yang diikuti istrinya, Rini Sucaya. Warga Kecamatan Tanah Jawa ini menjelaskan, ikut serta dalam arisan online ini karena yang menawarkan merupakan teman lamanya di kampung. Pada bulan Oktober, teman lamanya Peri Hartati mengajak untuk ikut arisan online. Pelaku menawarkan penarikan arisan per 15 hari. Setiap cicilan satu nomor yakni Rp900 ribu.

Bahkan kata Indra, setiap member atau sebutan pelanggan arisan online bisa mengambil banyak nomor. “Namanya juga teman lama di kampung. Kami ketemu langsung pertama kali,”ujarnya via seluler, Senin (10/12).

Dijelaskan Indra, pada penarikan pertama juga dilakukan pertemua langsung di sebuah rumah di Kecamatan Tanah Jawa. Saat itu, arisan dalam bentuk mobil. Setelah itu, penarikan ke dua juga dalam bentuk pertemuan.

“Sekitar hari ketiga mulai tidak ada lagi pertemuan. Ia beralasan uang itu sedang dipinjam oleh sebuah perusahaan,” ungkapnya. Indra menjelaskan, pembayaran cicilan arisan online berlangsung via transfer. Komunikasi juga berjalan di massenger via facebook. Pelaku juga meminta biaya administrasi sebesar 10 persen.

“Total kami ada 30 orang. itu pertama cash dikasih. Pada tanggal 31 Oktober. Banyak yang narik, tapi dia tidak transfer. Waktu kami interogasi dia beralasan dipinjam. Kok gak ada surat pernyataan, ternyata semua itu bohong,” katanya.

Indra menjelaskan, pihaknya juga akan melaporkan kejadian ini ke Polres Simalungun. Ia mengatakan, hampir seluruh member rugi mencapai Rp 10 juta. “Pelaku ini kami kenal semua. Minggu yang lalu akun FB nya ditutup,” ujarnya. Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Ruzi belum memberikan komentar terkait ini. (trm/ala)

PTPN III Peringati Maulid Nabi 1440 H/2108 M, Berbagi Santunan dengan 100 Anak Yatim 

BERSAMA: Keluarga Besar PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Kantor Direksi Medan foto bersama anak yatim pada acara peringati Maulid Nabi Muhammad SAW.
BERSAMA: Keluarga Besar PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Kantor Direksi Medan foto bersama anak yatim pada acara peringati Maulid Nabi Muhammad SAW.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keluarga Besar PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Kantor Direksi Medan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Jumat (7/12) lalu di Masjid Nurul Hikmah, Kantor Direksi jalan Sei Batanghari No. 2 Medan. Acara dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Alquran yang dibacakan oleh Rika Harnita dan Saritilawah oleh M. Syafi’i.

Tak lupa pula dalam peringatan maulid nabi ini, Panitia juga memberikan santunan kepada anak yatim yang berada di sekitar kantor Direksi Medan sebanyak 100 anak.

SEP SDM dan Umum, Gusmar Harahap, dalam sambutannya mengharapkan agar peringatan Maulid Nabi ini tidak hanya sebagai kegiatan seremonial saja, namun harus bisa mengambil hikmah dan menjadikan Nabi Muhammad sebagai tauladan yang baik.

Gusmar juga mengatakan, kinerja perusahaan untuk tahun 2018 dapat dicapai sesuai target yang telah ditetapkan. “Karenanya, kebijakan manajemen akan memberikan panjar bonus pada bulan Desember 2018,” ujar Gusmar yang kemudian disambut tepuk tangan para hadirin.

Dikatakan Gusmar, harga jual komoditas sawit dan karet memang mengalami penurunan. Namun kemampuan perusahaan untuk membiayai proses bisnis dan penggajian masih mencukupi dengan baik.

“Tantangan ke depan akan semakin berat. Jadi mari kita jaga kekompakan dan tetap bekerja dengan baik, meningkatkan semangat bekerja, bekerja dengan budaya kekompakan dan jujur-tulus-ikhlas sehingga kita bisa meraih target yang ditetapkan ditahun depa,”  kata Gusmar penuh semangat.

Irfan Yusuf, ustad yang memberikan tausiyah, mengatakan, umat Islam harus senantiasa menjadikan Rasulullah SAW sebagai panutan dan mendorong setiap pribadi agar meniru bagaimana tata cara hidup Rasulullah.

“Kita harus professional. Artinya, menempatkan diri kita sesuai tempatnya. Rasulullah itu sebagai kepala negara, kepala pemerintahan dan panglima perang. Namun di dalam kehidupan rumah tangga, ia tetap menjadi kepala keluarga yang sangat baik dan akrab kepada semua anggota keluarga, tanpa membawa-bawa jabatan yang disandangnya. Sehingga, hubungan harmonis tercipta di manapun di saat kita berada,” kata Irfan. (ila)