28 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 5702

Pelamar CASN Deliserdang Diminta Siap-siap

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS REGISTRASI: Peserta CASN melakukan registrasi sebelum mengikuti ujian SKD di Kantor BKN Sumut, Jalan TB Simatupang Medan, Jumat (26/10)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
REGISTRASI: Peserta CASN melakukan registrasi sebelum mengikuti ujian SKD di Kantor BKN Sumut, Jalan TB Simatupang Medan, Jumat (26/10)

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sekda Deliserdang melalui Kepala Bidang Mutasi dan Pengadaan Pegawai BKD Deliserdang, Syahrul juga mengatakan, hingga kini mereka belum mengetahui kapan jadwal pelaksanaan ujian SKB. Meski begitu, ia mengimbau agar pelamar yang dinyatakan lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dapat bersiap-siap.

Menurutnya, sebanyak 1.347 pelamar CASN Deliserdang lolos SKD. Pengumuman hasil seleksi dipublikasi melalui website Pemkab Deliserdang mulai kemarin, Rabu (5/12). “Panitia tidak ada menghubungi jika mau pelaksanaan SKB nanti. Jadi pantau saja website Pemkab. Totalnya peserta yang berhak ikut ujian SKB ada 1.347 orang. Kita sedang tunggu jadwalnya kapan, termasuk dimana nanti pelaksanaan ujiannya,” ujar Syahrul.

Ia menjelaskan, pelaksanaan ujian SKB ini sama seperti ujian SKD. Hanya saja soal yang diajukan sesuai dengan keilmuan jurusan. Sahrul mengakui, kalau dari 750 formasi yang dibutuhkan di Deliserdang ada beberapa formasi yang tidak ada pelamarnya. “Kalau enggak salah formasi Entomolog untuk di Puskesmas, tidak ada pendaftar yang melamar. Ada juga dokter spesialis penyakit dalam dan ada untuk guru kelas,” ungkap Syahrul.  (btr)

Gatot Ngaku Tak Tahu Ada Uang Ketok

FOTO: FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS Mantan Gubernur Sumut Gatot Pudjo saat berada di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (5/12/18). Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, kembali menyidangkan lima mantan anggota DPRD Sumatera Utara, jaksa KPK menghadirkan 11 saksi yang diperiksa secara bersamaan.
FOTO: FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS
Mantan Gubernur Sumut Gatot Pudjo saat berada di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (5/12/18). Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, kembali menyidangkan lima mantan anggota DPRD Sumatera Utara, jaksa KPK menghadirkan 11 saksi yang diperiksa secara bersamaan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengaku tidak tahu adanya uang ketok palu untuk DPRD Sumut tekait pengesahan APBD. Gatot mengklaim, baru mengetahui soal uang ketok palu itu, setelah kasus ini dibawa ke persidangan.

Pengakuan itu disampaikan Gatot saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan lima terdakwa penerima suap uang ketok palu DPRD Sumut periode 2009-2014. Lima mantan Anggota DPRD Sumut itu yakni Tiaisah Ritonga, Rizal Sirait, Roslinda Marpaung, Fadli Nurzal, dan Linawati Sianturi menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Selain Gatot Pujo, sejumlah saksi yang merupakan mantan pejabat lingkup Pemprov Sumut juga dihadirkan. Diantaranya Hasban Ritonga (mantan Sekda Prov Sumut), Rajali, (mantan Kadispenda Sumut), HM Fitrius (mantan Asisten Admin Umum), Safrudin (mantan Kepala Biro Perlengkapan dan Pengelolaan Aset Sekda Prov sumut), Edi Saputra Salim (mantan Kepala Dinas Pertambangan Prov Sumut), Binsar Sitompul (Kepala Dinas Pengelolaan SDA Prov Sumut). Siti Hartati Suryantini (mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut), Herawati (Kepala Dinas Perkebunan Prov Sumut), Zoni Waldi (mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan) dan Zulkarnain (mantan anggota DPRD Sumut) saat ini wiraswasta.

JPU KPK mencecar Gatot seputar duit ketok palu yang diduga diberikan kepada sejumlah anggota DPRD Sumut. Menurut jaksa, uang suap diberikan Gatot agar para terdakwa mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPJP) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut TA 2012. Pengesahan perubahan APBD Sumut TA 2013, Pengesahan APBD Sumut 2014, pengesahan perubahan APBD Sumut tahun 2014 serta pengesahan terhadap APBD Provinsi Sumut tahun 2015.

Masih menurut jaksa, uang tersebut diberikan melalui Muhammad Alinafiah, Randiman Tarigan selaku Sekwan Provinsi Sumut, Baharudin Siagian selaku Kepala Biro Keuangan Provinsi Sumut, dan Ahmad Fuad Lubis. Jaksa menjelaskan, para pimpinan DPRD Sumut itu meminta uang kompensasi yang disebut sebagai uang ketok yang jumlahnya berbeda-beda di tiap tahun untuk diserahkan ke seluruh anggota dewan.

Wagubsu Ajak Sumut Pos Grup Membangun Sumut

Wagubsu, Musa Rajekshah foto bersama pimpinan Sumut Pos di ruang kerjanya, Lt.9 Kantor Gubsu, Rabu (5/12).
Wagubsu, Musa Rajekshah foto bersama pimpinan Sumut Pos di ruang kerjanya, Lt.9 Kantor Gubsu, Rabu (5/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah mengajak media massa, khususnya Sumut Pos Grup (Sumut Pos, Posmetro Medan, Metro Siantar, New Tapanuli, Metro Tabagsel, Metro Asahan, dan portal berita SUMUTPOS.CO), untuk bersama-sama membangun Sumatera Utara (Sumut).

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) membutuhkan mitra untuk membangun dan mewujudkan Sumut Bermartabat. Pemprovsu butuh kemitraan yang baik dengan media, salah satunya dengan Sumut Pos Group yang merupakan jaringan Jawa Pos Grup,” kata Wagubsu Musa Rajekshah, ketika menerima audiensi pimpinan Sumut Pos di ruang kerjanya, Lt.9  Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Normor 30 Medan, Rabu (5/12).

Menurut Wagubsu, peran media massa dalam pembangunan sangat penting. Hasil kerja pemerintah selama ini dapat tersiar dan dipahami oleh masyarakat Sumut, karena adanya peran media massa.

“Tidak mungkin informasi pembangunan dapat diketahui masyarakat jika tidak ada media. Karena itu, hubungan yang selama ini sudah baik semoga bisa lebih baik lagi ke depan,” kata Wagubsu.

Meski butuh kemitraan, menurut Wagubsu, pemerintah selama ini tidak pernah membatasi pemberitaan media. Bahkan, jika ada pengekangan kebebasan tersebut malah merugikan masyarakat dan pemerintah itu sendiri.

Lebih lanjut, Wagubsu mengatakan, masih banyak yang perlu dibenahi di Provinsi Sumut ini. Selama ini banyak stigma negatif yang melekat pada Sumatera Utara. Maka, jika ingin berubah, kerjasama antar komponen perlu ditingkatkan. Mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga pihak luar Pemerintah Provinsi seperti media.

“Perbaikan ini tidak hanya dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, tapi seluruh pihak. Bahkan kawan-kawan media juga perlu, kalau bukan dari dalam daerah sendiri, siapa lagi yang mengubah provinsi ini,” kata Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Ijeck juga mengatakan, saat ini Gubernur Edy Rahmayadi bersama dirinya, sedang berupaya meningkatkan gairah kerja ASN. Mereka selalu menekankan pentingnya loyalitas dan tanggung jawab kerja. Semua itu dilakukan agar masyarakat yang sejahtera dan bermartabat segera terwujud.

Sementara itu, Direktur Utama Sumut Pos, Zulmansyah Sekedang, mengatakan kunjungannya menemui Wagubsu, Musa Rajekshah untuk bersilaturahmi. Selain itu, ia mengharapkan hubungan yang selama ini telah terjalin dapat terus terjaga hingga ke depan. “Mudah-mudahan kerja sama Pemprovsu dengan Sumut Pos selama ini tetap terjaga,” ujarnya.

Menurut Zulmansyah, selama ini manajemen Sumut Pos di bawah jaringan Jawa Pos Group, diamanahkan untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah, untuk kemajuan daerah masing-masing. “Kita diamanahkan untuk mendukung pembangunan daerah. Karena orang daerah yang seharusnya berperan memajukan daerahnya, bukan orang lain,” ujarnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Dinas Kominfo Sumut M Ayub, General Manager Sumut Pos, Goldian Purba, Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Dame Ambarita, dan Pemimpin Perusahaan Sumut Pos, Valdezs Djunianto. (prn)

Wasit Jadi Man of The Match

FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS Pertandingan Liga 1 antara PSMS Medan VS PS Tira di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (5/12/18). PSMS Medan ditaklukkan PS Tira 4 - 2.
FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS
Pertandingan Liga 1 antara PSMS Medan VS PS Tira di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (5/12/18). PSMS Medan ditaklukkan PS Tira 4 – 2.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Wajah Peter Butler langsung memerah ketika ditanya komentar terkait kekalahan timnya, PSMS Medan melawan PS Tira tadi malam (5/12) di Stadion Pakansari, Bogor. Dia pun sempat membanting microphone untuk menunjukkan kemarahannya kepada awak media. ’’Kalah saya tidak masalah, tapi ini tidak adil,’’ katanya dengan nada tinggi.

Mantan pelatih Persipura Jayapura itu sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Dodi Setia Purnama. Baginya, wasit tersebut adalah penyebab kekalahan timnya. Penyebab pertandingan yang harusnya berlangsung menarik jadi timpang sebelah karena keputusan-keputusan konyol yang dibuat.

Salah satunya adalah kartu merah yang diberikan kepada Shohei Matsunaga di menit ke-11 setelah melanggar Ahmad Nufiandani. Baginya, kartu merah itu sangat tidak layak. Timnya juga harusnya mendapat beberapa hadiah pinalti atas pelanggaran keras yang dilakukan bek PS Tira di kotak pinalti. ’’Ini sangat tidak bagus untuk sepak bola Indonesia. kasihan yang menonton dan bermain, malu dengan hal seperti itu,’’ paparnya.

Dia menjelaskan awalnya pertandingan berlangsung menarik. Jual beli serangan terjadi. Tapi, setelah Shohei dihukum wasit, dia melihat ada yang salah dengan kepemimpinan wasit. Apalagi setelah Aleksandar Rakic cetak gol di menit ke-52.

Setelah itu, berturut-turut timnya selalu mendapat perlakuan buruk dari wasit. Tentu mental pemainnya drop, apalagi dua gol lagi bersarang ke gawangnya. Tetap dengan pemain yang sama Rakic yakni di menit ke-77 dan 80’. Meski bisa membalas pada   menit ke-84 dan 90 melalui Rachmad Hidayat, PSMS harus menyerah dengan skor 2-4 usai PS Tira menambah kedudukan melalui M. Dimas Drajad pada menit ke-87.

Kekalahan ini membuat PSMS terancam turun kasta musim depan. menyisakan 1 pertandingan   terakhir, PSMS wajib menang. masalahnya, yang dilawannya pada 9 Desember mendatang adalah PSM Makassar. Tim yang juga berharap menang agar bisa jadi Juara Liga 1 musim ini.

Peter mengaku situasi saat ini sangat sulit baginya. Ayam Kinantan juga akan kehilangan Shohei yang dikartu merah. ’’Saya tidak tahu regulasinya, ini laga tunda saya harap Shohei masih bisa bermain,’’ tuturnya.

Kemarahan juga terlihat dari wajah bek PSMS Reinaldo Rodrigues de Oliviera Lobo. Bahkan, dia sempat berteriak di mixed zone bahwa yang jadi Man of The Match pada pertandingan kemarin adalah Wasit Dodi. ’’Kami harusnya dapat pinalti, di mana keadilannya? Dia juaranya, dia yang menang,’’ tegasnya.

Bahkan, dia menyebut wasit Dodi tidak punya etika. Tidak punya sikap terpuji sebagai seorang wasit. ’’Saya dibilang Kamu Goblok. Dia pikir saya tidak mengerti. Kami tidak boleh berkata buruk ke wasit, dia bilang begitu ke saya,’’ ungkapnya.

Jika dari PSMS menganggap kekalahan tadi malam gara-gara wasit, hal berbeda justru dikatakan oleh PS Tira. Pelatih PS Tira NilMaizar menyebut justru timnya layak menang. Dia enggan mengomentari keputusan wasit atau hal lain yang jelas timnya sudah maksimal dan masih punya asa lolos dari zona degradasi.

Tinggal memikirkan bagaimana melawan Borneo FC pada 9 Desember mendatang. Jika menang, Young Warriors akan bertahan di Liga 1 musim depan. ’’Kami bisa menang hari ini dan saya yakin bisa atasi Borneo FC,’’ bebernya.

Rakic sendiri tidak jadi pahlawan PS Tira dengan tiga golnya. Dia merasa apa yang dilakukannya adalah untuk tim, bukan pribadi. ’’Saya merasa ini kemenangan tim, agar bisa menjaga peluang lolos dari degradasi,’’ ungkapnya. (rid/jpg)

Hingga Oktober 2018, Peserta KB di Medan Capai 16.864

LOGO BKKBN
LOGO BKKBN

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pencapaian peserta KB di Kota Medan lebih rendah dibanding tahun 2017. Hingga Oktober 2018, pencapaian peserta KB di Kota Medan baru 16.864 atau 34,16% dari target sebesar 49.372. Hal itu diketahui dari data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan, Rabu (5/12) siang.

Berdasarkan data tersebut, capaian peserta KB itu terbagi pada jenis MOW 1.649 , lalu jenis suntik 7.610 atau 36,27% dari target. Kemudian KB jenis Kondom 922 atau 34,45% dari target, jenis pil 5.045 atau 30,40% dari target dan jenis IUD 649 atau 29,89% dari target. Selanjutnya adalah jenis implant 989 atau 22,95% dari target dan jenis MOP 0.

Sementara untuk tahun 2017, terlihat jumlah peserta KB mencapai 40.978 . Jumlah itu terbagi pada jenis MOW 2.140 lalu jenis suntik 18.074. Kemudian jenis Kondom 2862, jenis pil 12.687 dan jenis IUD 1.735. Selanjutnya adalah jenis implant 3.162 dan jenis MOP 318.

Kepala Bidang KR, dr Iman mengatakan angka tersebut kecil karena benar-benar peserta KB baru, bukan konversi atau ulangan. Selain itu, diakuinya karena kurangnya alat kontrasepsi jenis implant yang memang menjadi favorit. Diakuinya, alat kontrasepsi implant baru diroping kepada pihaknya pada awal November 2018.

“Untuk memaksimalkan program KB, kita sudah bekerjasama dengan Faskes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Selain itu, kita bekerjsama dengan dengan IBI, KB TNI dan KB PKK. Nanti tanggal 11, 12 dan 13 Desember akan ada pelayanan KB serentak di 21 Kecamatan di kota Medan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Bidang Adpin Badan BKKBN Perwakilan Sumatera Utara, Rabiatun Adwiyah mengatakan, pencapaian peserta KB baru di Sumatera Utara, Januari 2018 hingga Oktober 2018 telah mencapai 63,95%. Tercatat 227,342 jiwa menjadi peserta KB baru di Tahun 2018 ini. “Ini merupakan pencapaian indikator PPM peserta KB baru menurut metode kontrasepsi tahun 2018, ” ungkapnya.

Dijelaskan Rabiatun, berdasarkan data pencapaian tertinggi di Langkat dengan jumlah 28,330, lalu Deliserdang dengan jumlah 26,889. Kemudian, dikatakannya adalah Medan dengan jumlah 18,864 disusul Simalungun berjumlah 18,613. Selanjutnya adalah Mandailing Natal dengan jumlah 16,003 dan Asahan berjumlah 12,631.”Meski terbanyak, bila dilihat dari PPM, rata-rata daerah itu belum 100%, ” papar Rabiatun.

Untuk daerah paling sedikit, diakuinya, adalah Pakpak Bharat berjumlah 372, kemudian Nias Selatan 582 dan Nias Barat 1.089. Kemudian adalah Sibolga berjumlah 1.317, Samosir 1.344 dan Nias Utara 1.680. Begitu juga di Toba Samosir dengan jumlah 2.158 dan di Nias dengan jumlah 2.310, diakuinya capaiam peserta KB baru masih sedikit.

Untuk jenis, Rabiatun mengaku paling banyak adalah jenis suntik berjumlah  96,467 dan jenis pil berjumlah 83,911. Kemudian jenis kondom 17,832 lalu jenis implant sebanyak 15,148. Sementara untuk jenis tubektomi (MOW) disebut Rabiatun berjumlah 7,051 dan jenis IUD berjumlah 6,611.”Untuk Pasektomi atau MOP masih sedikit, yakni 322, ” pungkas Rabiatun. (ain/ila)

Membahayakan di Jalanan, Aksi Sepedamotor Kawal Ambulans Bisa Ditindak

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fenomena pengendara sepedamotor menjadi pengawal mobil ambulans dalam keadaan emergensi agaknya sudah tak asing terjadi. Hal ini pun sudah menjadi pemandangan yang bisa ditemui di jalanan di Kota Medan.

Berdasarkan amatan di lapangan, biasanya ada dua hingga empat pengendara sepedamotor yang mengawal mobil ambulans itu. Para pengendara sepedamotor tersebut berupaya untuk mengingatkan pengendara lain agar tidak menghalangi jalan.

Namun, cara yang mereka lakukan kerapnya membahayakan. Seringnya pula, para pengendara ini menggunakan aksesoris motor tambahan seperti lampu yang tidak sesuai spesifikasi.

Menyikapi hal ini, Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polrestabes Medan, AKBP Juli Prihatini yang ditanyai soal hal tersebut mengatakan, pada dasarnya keberadaan pesepedamotor yang mengawal ambulans tersebut menyalahi aturan berlalulintas. Ia menyebut itu bisa ditindak.

“Dari segi kemanusian, mereka membantu, ya. Tapi apa yang mereka lakukan itu merupakan sebuah kesalahan, dan itu bisa ditindak,” ungkap Juli kepada Sumut Pos, Rabu (5/12) saat ditemui di ruamg kerjanya.

Ia memaparkan, soal aksesoris tambahan sepedamotor yang kerapnya tidak sesuai spesifikasi dan standar berkendara dalam UU No 22 Tahun 2009 jelas diatur. “Seperti penggunaan lampu rotor tambahan, itu dilarang. Karena membahayakan pengguna jalan lain dan juga membahayakan diri si penggendara motor itu sendiri,” ungkapnya.

Ia menerangkan, pada dasarnya sirine yang ada di mobil ambulans sebenarnya sudah cukup untuk memberikan tanda agar penggendara lain agar mempersilakan ambulans yang akan melintas.

“Jadi tidak perlu pun ada pengawalan penggendara sepedamotor, sebenarnya dengan hidupnya sirine ambulans sudah cukup memberikan tanda ke pengendara lain. Tapi, ya mungkin kesadaran dari pengguna jalan lain kurang sehingga muncul lah fenomena ini, kelompok sepedamotor pendamping mobil ambulans,” katanya.

Juli mengatakan pihaknya akan berupaya untuk melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada kelompok-kelompok sepedamotor yang menjadi pendamping ambulans itu.

“Dalam waktu dekat akan kita edukasi dan sosialisasikan ke mereka soal apa yang mereka lakukan itu membahayakan diri sendiri dan orang lain. Karena yang mempunyai wewenang pengawalan itu adalah polisi,” pungkasnya. (dvs/ila)

Kajari Sergai: Kasus Narkotika Terus Meningkat, Kejari Sergai Musnahkan Barang Bukti Narkoba

SURYA/SUMUT POS MUSNAHKAN: Kejari Sergai Jabbal Nur SH MH memusnahkan barang bukti sebanyak 76 perkara yang sudah berkekuatan tetap di halaman belakang Kejari Sergai, Rabu (5/12).
SURYA/SUMUT POS
MUSNAHKAN: Kejari Sergai Jabbal Nur SH MH memusnahkan barang bukti sebanyak 76 perkara yang sudah berkekuatan tetap di halaman belakang Kejari Sergai, Rabu (5/12).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) mengatakan, selama tahun 2018, kasus penyalagunaan narkotika merupakan tertinggi yang ditangani, disusul kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Hal itu diungkapkan Kajari Sergai  Jabal Nur, SH MH pada acara pemusnahan barang bukti, Rabu (5/12).

Pemusnahan barang bukti tersebut turut disaksikan Waka Polres Sergai, Kompol Hendri R Sibarani, Kasi Pidum, Kasi Datun Kejari Sergai, Kasi Barang Bukti Kejari Sergai Tulus SH, dan Kasi Pemberantasan Narkotika (BNNK) Kompol Altur Sirait.

Kajari Sergai Jabal Nur, SH MH mengatakan, pemusnahan barang bukti ini sudah mempunyai kekuatan hukum tetap hingga harus dilaksanakan eksekusi.

Diungkapkannya, setiap tahunnya, pihaknya menangani perkara narkotika terus mengalami meningkat.

Untuk itu, lanjut Jabal Nur, diperlukan perhatian bersama untuk menekan jumlah peredaran narkoba, khususnya di Kabupaten Serdangbedagai.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan yakni 113,38 gram, ganja 200 gram, 4 unit mesin Jekpot, uang palsu senilai Rp4 Juta, kursi dan meja.

“Keseluruhan barang bukti tersebutt dari 76 perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap (Incrah). Yang terdiri dari 71 perkara kasus narkotika, Pidana Umum 1 perkara, Keamanan dan ketertiban umum (Kamtibum) 3 perkara perjudian perkara, kemudian Orang dan harta benda (Oharda) 1 perkara,” jelasnya.

Selain kasus narkoba, lanjut Jabal Nur, kasus menonjol kedua adalah kasus pencabulan anak di bawah umur. “Untuk tindak pindana narkoba mencapai 70 hingga 80 persen, disusul kasus pencabulan dan ini sangat memprihatinkan,”tandasnya.

” Rekapitulasi pemusnahan barang bukti narkoba dan tindak pidana umum lainnya merupakan perkara yang sudah memiliki kekuatan hukum  tetap sampai dengan 30 November 2018,”timpal Kasi Barang Bukti, Tulus SH. (sur/han)

Satpol PP Dapat Pelatihan Pertolongan dan Pencegahan Kebakaran

Sumut Pos/Tamba Tinendung SIMULASI: Personel Damkar saat mengikuti simulasi kiat serta cara-cara pemadaman api yang baik dan benar, khususnya pemadaman api secara tradisional serta menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
Sumut Pos/Tamba Tinendung
SIMULASI: Personel Damkar saat mengikuti simulasi kiat serta cara-cara pemadaman api yang baik dan benar, khususnya pemadaman api secara tradisional serta menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO – Untuk meningkatkan kemampuan personel pemadam kebakaran, Satpol PP Kabupaten Pakpak Bharat menggelar Pendidikan dan Pelatihan Pertolongan dan Pencegahan Kebakaran di Balai Diklat Cikaok, Selasa (4/12).

Pelatihan yang menggunakan metode teori dan praktek ini melibatkan 60 personel pemadam kebakaran  serta 40 orang dengan menghadirkan pelatih dan narasumber Huddin P. Hasibuan, SE, Ka. Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Penyuluhan dari Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran Kota Medan beserta jajarannya.

Untuk praktek dengan melakukan simulasi pemadaman dengan menggunakan mobil pemadam, APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau racun api serta alat pemadam api tradisional seperti karung goni basah dan pasir.

Asisten Administrasi dan Pembangunan Pakpak Bharat, Supardi Padang, SP MM, mengutarakan bahwa pelatihan seperti sangat diperlukan sehingga kerugian yang diderita dapat diminimalisir. Beliau juga berharap agar personel nantinya dapat bertindak dengan reaksi cepat serta memenuhi standar operasional prosedur yang berlaku.

“Sangat diharapkan ke depannya akan muncul para petugas pemadam yang cakap dalam menggunakan peralatan pemadaman. Selain itu, juga sangat dibutuhkan sesungguhnya sosialisasi ke masyarakat untuk mencegah bahaya kebakaran”, tandas Asisten.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kastro Manik, SSos didampingi Kepala  Bidang Penanggulangan Kebakaran, Sanggam Manurung, SE menyampaikan, bahwa tidak hanya kapasitas dari para personel pemadam kebakaran yang diharapkan akan meningkat, tetapi juga agar lebih terampil dan ahli dengan teknik-teknik pencegahan dan pemadaman kebakaran. “Kegiatan ini juga bermanfaat untuk tingkat kecekatan petugas damkar dan tepat waktu, sehingga dampak kerugian yang ditimbulkan tidak terlalu besar nantinya. Intinya adalah pantang pulang sebelum api padam”, sebutnya.

Tampak para personil yang mengikuti pelatihan begitu antusias menerima arahan dan kiat serta cara-cara pemadaman api yang baik dan benar. Dalam simulasi yang dilakukan adakalanya tim dibagi dalam bentuk regu-regu sehingga menghasilkan kerjasama yang baik atau dalam bentuk perseorangan, khususnya dalam melakukan pemadaman api secara tradisional serta menggunakan APAR. Simulasi juga menghadirkan situasi bagaimana menghadapi masyarakat yang emosional saat kebakaran. (tam/han)

Sukseskan Program TMMD, Pemkab Deliserdang Terima Penghargaan Panglima TNI

ist PENGHARGAAN: Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars saat menerima penghargaan dari Panglima TNI melalui Letjen TNI Muhammad Herindra.
ist
PENGHARGAAN: Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars saat menerima penghargaan dari Panglima TNI melalui Letjen TNI Muhammad Herindra.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyerahkan penghargaan kepada Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars karena menyukseskan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Penghargaan itu diserahkan Inspektur Jenderal TNI, Letjen TNI Muhammad Herindra pada Rapat Paripurna TMMD TA 2018, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/12).

Kepada wartawan, Kadis Kominfo Deliserdang melalui Kabid Informasi Publik, Ari Mulyawan mengatakan, penghargaan diterima sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Pemkab Deliserdang terselenggaranya TMMD ke-101 di Deliserdang bersama Kodim 0204/DS. TMMD tersebut dilaksanakan di Kecamatan Kutalimbaru yang berjalan sukses, dan manfaatnya sudah dirasakan masyarakat.

Turut hadir dalam acara itu Wabup Sergai Darma Wijaya, Dandim 0204/DS Letkol (Kav) Syamsul Arifin, Kadis PUPR Ir Donald P Lumbantobing dan Kadis PKP H Khairum Rijal ST MAP. Selain Deliserdang, dua daerah lainnya turut menerima penghargaan yaitu Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau dan Kabupaten Mappi, Provinsi Papua.

Sambutan tertulis Panglima, kata Ari, di antaranya mengatakan pelaksanaan kegiatan TMMD ke depan agar mendukung pelestarian dan peningkatan nilai-nilai luhur bangsa, berintegrasi dengan baik sehingga dapat membantu akselerasi dalam pembangunan di daerah.

Panglima juga menekankan, agar menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama generasi muda dalam menghadapi berbagai kemajuan, dan bekali personel pelaksanaan TMMD dengan berbagai kearifan lokal setempat serta laksanakan tertib anggaran yang berpedoman pada aturan-aturan yang telah ditetapkan.(btr/han)

Manfaatkan Lingkungan untuk Menambah Income Keluarga, N4J Gelar Pelatihan Tanaman Hydroponic

ISTIMEWA PELATIHAN: Ketua Umum Nusantara Untuk Jokowi (N4J) Dr RE Nainggolan menghadiri pelatihan bercocok tanam secara hydroponic bagi Para Relawan Jokowi-Ma’ruf yang digelar DPD N4J DKI Jakarta Raya, belum lama ini.
ISTIMEWA
PELATIHAN: Ketua Umum Nusantara Untuk Jokowi (N4J) Dr RE Nainggolan menghadiri pelatihan bercocok tanam secara hydroponic bagi Para Relawan Jokowi-Ma’ruf yang digelar DPD N4J DKI Jakarta Raya, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Nusantara Untuk Jokowi (N4J) Dr RE Nainggolan mengatakan, pihaknya baru saja mengadakan pelatihan bercocok tanam secara hydroponic bagi Para Relawan Jokowi-Ma’ruf.

Menurut RE Nainggolan, kemandirian masyarakat dalam mengelola kegiatan di tengah masyarakat akan sangat membantu pemerintah dalam upaya peningkatan ekonomi rumah tangga, khususnya di perkotaan.

Kreativitas masyarakat, imbuhnya, dalam memanfaatkan lingkungan sekitar akan menambah income bagi keluarga, juga menjauhkan dari informasi negatif yang bisa menyebar begitu cepat.

“Selain memberi dampak secara ekonomi bagi keluarga, kemampuan bercocok tanam dengan hidroponik akan berkontribusi bagi lingkungan,” ujarnya.

Seperti pelatihan bercocok tanam secara hydroponic yang dilaksanakan DPD N4J DKI Jakarta Raya baru-baru ini, yang turut dihadiri Direktur Relawan TKN Capres Nomor Urut 01, Jokowi-Amin, Maman Immanulhaq. Dijelaskan RE Nainggolan, apa yang dilakukan N4J di setiap provinsi maupun kabupaten dan kota, adalah sebagai kontribusi bagi bangsa. “Kita mendukung pemerintah untuk bisa hadir dan dirasakan warga. Kita turut ambil andil lewat kegiatan-kegiatan sosial, seperti di DPP juga kita lakukan kegiatan sosial terlebih memperhatikan para lansia,” sebutnya.

Apa yang dilakukan pemerintah saat ini, lanjut mantan sekdaprov Sumut ini, telah mengarah kepada perbaikan di berbagai sektor. Indonesia kini masuk dalam daftar negara-negara yang diperhitungkan di mata dunia. Untuk itu, lanjutnya, kepemimpinan Jokowi pantas diberi kesempatan satu periode lagi untuk menuntaskan program pembangunan yang kini sedang berjalan.

Sebelumnya, Direktur Relawan TKN Jokowi-Amin, Maman Immanulhaq mengapresiasi kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman. “Kita harapkan relawan yang telah terdaftar di TKN agar melakukan aktivitas yang dapat mendukung pemerintah saat ini, khususnya memberi dampak kepada masyarakat,” ujarnya.

Maman mengajak seluruh organ relawan meningkatkan soliditas dan menggalang masyarakat memenangkan Jokowi. “Kita harus solid, kita sampaikan informasi yang benar di tengah masyarakat, jangan kita biarkan hoaks sampai kepada masyarakat dengan begitu bebasnya,” ujarnya.

Menurut Maman kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan ketrampilan ataupun pengetahuan tentang Budidaya Tanaman Hydroponic yang nantinya bisa di terapkan di lingkungan masing-masing. (rel/adz)