BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Untuk meningkatkan kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), perlu adanya sinergitas antara pihak pengelola (PDAM), pemilik (pemerintah provinsi, kabupaten/kota) dan seluruh stakeholder. Hal ini sangat diperlukan dalam upaya pencapaian peningkatan kinerja yang pada akhirnya dapat menyehatkan PDAM sehingga peningkatan pelayanan air bersih dapat dilaksanakan dengan baik kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi, Ir Heri Batangari Nasution MPsi saat menjadi narasumber pada sosialisasi Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi Lingkungan yang diselenggarakan oleh Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara di Hotel Sibayak Internasional, Berastagi, yang berlangsung sejak 14 hingga 16 November 2018.
Heri Batangari yang juga menjabat Ketua DPD Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Sumut memaparkan, dari hasil audit tahun 2017, terdapat 438 anggota Perpamsi yang terdiri dari berbagai bentuk kelembagaan seperti PDAM, PDAB, PAM , Perusda, BPAM, BPAB, BLU, UPT dimana 18 diantaranya adalah perusahaan yang dikelola oleh pihak swasta. Ironisnya dari 374 yang dikelola PDAM hanya 222 PDAM (59,3 persen) yang berkategori Sehat, 98 PDAM (26,2 persen) dengan kategori Kurang Sehat dan 54 (14,4 persen) PDAM kategori Sakit.
Sementara itu, hanya 115 PDAM yang telah menerapkan tarif FCR (Full Cost Recovery) sedangkan 259 PDAM belum menerapkan tarif FCR, atau tarifnya belum memiliki nilai ekonomi karena belum dapat menutupi biaya produksi dan sulit mengembangkan pelayanan. Sosialisasi Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi Lingkungan ini dibuka oleh Kadis Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara, H Lukmanul Hakim, ST dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai instansi terkait serta PDAM dan UPT Air Minum di seluruh Provinsi Sumatera Utara.
Selain Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi, materi kegiatan sosialisasi juga di isi paparan dari Direktorat Air Minum Kemeterian PUPR, PERPAMSI Pusat dan Bappeda Sumut. (adz)
IST/Sumut Pos
DIAMANKAN: Haris Simamora, diamankan tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi Kota. Pelaku dibawa untuk diselidiki lebih lanjut menggunakan mobil petugas.
IST/Sumut Pos DIAMANKAN: Haris Simamora, diamankan tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi Kota. Pelaku dibawa untuk diselidiki lebih lanjut menggunakan mobil petugas.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Barang bukti berupa linggis yang digunakan tersangka Haris Simamora untuk menghabisi nyawa keluarga Diperum Nainggolan, Selasa (13/11), belum juga ditemukan tim penyidik. Tim penyelam yang diterjunkan Subdit Resmob Polda Metro Jaya mengaku kesulitan mencari linggis yang dibuang tersangka di sekitar pintu air Jembatan Kedung Kalimalang.
Kendati demikian, sulitnya tim penyidik mencari barang bukti linggis tersebut bukan berarti proses hukum Haris menggantung. Karena sudah ada beberapa alat bukti dan fakta-fakta yang sudah berhasil ditemukan penyidik.
Menurut pengamat hukum pidana, Abdul Fickar Hadjar, fungsi barang bukti yang digunakan untuk melakukan tindak kejahatan pelaku itu bersifat mendukung alat bukti.
Apabila tim penyidik sudah mengantongi beberapa alat bukti kuat lain yang meyakinkan bahwa tersangka sebagai pelaku tindak pidana, maka sudah cukup untuk diproses ke pengadilan.
“Jadi, fungsi linggis sebagai barang bukti bukan sebagai alat bukti utama, tapi untuk mendukung alat bukti lain tadi (yang sudah ditemukan). Artinya, meski tidak ketemu ya tidak apa-apa. Yang penting sudah ada alat bukti yang lima itu,” ujarnya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Sabtu (17/11).
Fickar kembali menjelaskan, kelima alat bukti yang dimaksud berdasarkan pasal 184 KUHAP adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan tersangka/terdakwa.
Dengan begitu, sesuai Pasal 183 KUHAP, dalam proses pengadilan, hakim dapat mengambil keputusan dari sedikitnya didukung dua alat bukti (dari lima). Terlebih dari dua alat bukti itu telah menimbulkan keyakinannya bahwa seorang terdakwa bersalah melakukan tindak pidana.
“Bila sudah ada alat bukti yang mendukung perbuatan tersangka melakukan tindak pidana, maka barang bukti linggis bukan hal utama,” tegasnya.
Saat proses penyidikan terhadap tersangka Haris Simamora, polisi sudah menemukan sejumlah barang bukti dan keterangan dari para saksi. Hal itu sudah menguatkan Haris sebagai pelaku pembunuhan empat korban yang merupakan satu keluarga di Pondok Melati, Bekasi.
Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan tim penyidik adalah, keberadaan mobil Nissan Xtrail milik korban. Mobil tersebut ditemukan terparkir di rumah kos yang ditinggali Haris di Kampung Rawalintah, Desa Mekar Mukti, Cikarang Utara, Bekasi.
Dari temuan tim penyidik saat olah TKP, mobil tersebut terdapat bercak darah di karpet alas pengemudi, setir, dan gagang pintu mobil. Di mobil itu pula, polisi menemukan dua unit HP milik korban.
Barang bukti lain adalah calana panjang hitam yang tersimpan di kamar kos milik Haris. Celana tersebut dipenuhi darah usai tega menghabisi korban.
Fakta lain yaitu saat penangkapan tersangka di kawasan Kaki Gunung Guntur di Garut pada Rabu, (14/11) sekitar pukul 22.00 WIB, polisi menemukan kunci mobil Nissan Xtrail di tas Haris. Saat itu tersangka hendak kabur dari kejaran polisi dengan baik ke atas gunung.
Selain menguji sampel bercak darah di laboratorium forensik dari beberapa barang bukti yang ditemukan, polisi pun mengambil kuku hitam Haris. Dari kuku tersebut, polisi yakin warna hitam pekat kuku tersangka merupakan darah korban.
Diketahui, selain barang bukti yang berhasil ditemukan penyidik. Polisi pun sudah memeriksa sejumlah saksi yang menguatkan hubungan tersangka dengan korban. Bahkan, Haris Simamora mengakui sendiri bahwa dirinya sudah menghabisi nyawa empat orang yang merupakan satu keluarga dari Diperum Nainggolan. (wiw/JPC)
Foto: Humas
Ya'ahowu Nias Festival 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Orurusa, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (17/11/2018), dimeriahkan acara hombo batu.
Foto: Humas Ya’ahowu Nias Festival 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Orurusa, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (17/11/2018), dimeriahkan acara hombo batu.
NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Ya’ahowu Nias Festival 2018 yang dibuka Sabtu (17/11/2018) berlangsung meriah. Bupati Nias Selatan Hilarius Duha menyebutkan, acara ini sukses mendulang wisatawan mancanegara maupun domestik, ditandai dengan penuhnya hotel-hotel di Nias Selatan.
Menurut Hilarius, berdasarkan laporan dari panitia acara yang diterimanya, ada puluhan ribu pengunjung acara ini yang datang sejak pekan lalu. Ramainya turis di acara ini terlihat dari penuhnya hotel-hotel yang ada di Kota Teluk Dalam maupun sejumlah hotel dan penginapan di lokasi lainnya di Nias Selatan.
“Wisatawan asing maupun lokal sudah jauh-jauh hari datang dari pekan kemarin dan hanya mendatangi event ini,” kata Hilarius, Minggu (18/11/2018). Dia menjelaskan bahwa budaya suku Nias adalah salah satu budaya megalitikum tertua di Indonesia. Artinya, pantas jika Ya’ahowu Nias Festival 2018 masuk dalam kalender 100 Wonderfull Indonesia.
Dengan demikian, pemerintah bersama masyarakat akan selalu menjaga budaya sebagai kekuatan mempertahankan budaya bersama. Menurut Hilarius, Ya’ahowu Nias Festival merupakan magnet wisatawan. Oleh sebab itu dia sangat berharap pada keterlibatan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan di setiap lokasi-lokasi wisata dan ramah kepada pengunjung.
Dia melanjutkan, Kepulauan Nias di Sumatera Utara saat ini memiliki banyak destinasi wisata seperti Lompat Batu, lokasi surfing Lagundri, Pulau Asu, Pulau Tello, kampung tradisional di Bawomatulo dan Tumori, Danau Megoto di Alasa, Danau di Pulau Bawa dan masih banyak lagi.
“Pemerintah Kabupaten dan Kota di Kepulauan Nias berupaya menjadikan daerah ini menjadi salah satu tujuan wisata dan akan terus dibenahi dan dikembangkan sesuai dengan potensi yang ada. Kami juga sangat berharap adanya dukungan dan peran serta dari masyarakat,” katanya.
Sebagai informasi, Ya’ahowu Nias Festival 2018 digelar di Lapangan Orurusa Kota Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.
Sejumlah atraksi yang dipertontonkan dalam acara ini yakni Festival Menganyam Bola Nafo atau tempat sirih, Harimbale 2018, Festival Maen Kreasi, Ya’ahowu Nias Idol, Festival Kuliner Nias, Pemilihan Putri Pariwisata Kepulauan Nias, Tari Perang, Tari Moyo, Tari Fangowai, serta Lompat Batu.
“Untuk Tari Perang akan dibawakan oleh 600 penari dan Lompat Batu dibawakan 100 pelompat estafet,” jelas Sekretaris Panitia Ya’ahowu Nias Festival 2018 Anggreani Dachi, Minggu (18/11/2018). (hendrik/kps)
Foto: Humas Pemprovsu
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menghadiri sekaligus membuka Ya'ahowu Nias Festival 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Orurusa, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (17/11/2018). Pada acara ini, Gubsu diminta untuk lakukan hombo batu pertama dan ikut menari bersama ratusan penari.
Foto: Humas Pemprovsu Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menghadiri sekaligus membuka Ya’ahowu Nias Festival 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Orurusa, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (17/11/2018). Pada acara ini, Gubsu diminta untuk lakukan hombo batu pertama dan ikut menari bersama ratusan penari.
NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi membuka secara resmi Yaahowu Nias Festival 2018 di Lapangan Ororusa, Teluk Dalam, Sabtu (17/11). Mengenakan pakaian khas bangsawan Nias, Gubernur melakukan “hombo (lompat) batu” pertama sebagai tanda kehormatan. Meski tidak berhasil melompati batu, Gubernur tetap disambut tepuk tangan dan sorak sorai ribuan penonton.
Pesta Yaahowu merupakan salah satu even di Sumut yang telah masuk even kalender Kementrian Pariwisata. Bahkan, termasuk salah satu top 100 event wonderful Indonesia. Pertunjukan tari tradisional oleh seribuan penari, turut menambah kemeriahan pesta tersebut.
Salah satunya Tarian Perang, yang sekaligus menjadi penutup acara. Hentakan-hentakan dan gerakan dinamis dari para penari yang mengenakan alat perang tradisional, membuat merinding para hadirin yang melihatnya. Puncaknya, ketika 100 orang penari melakukan lompat baru secara bergantian.
Gubernur Edy yang hadir bersama istrinya Nawal Lubis, ikut larut dalam kemeriahan pesta dan ikut bergabung dengan ratusan penari yang menarikan Tarian Maena. Bahkan, Edy Rahmayadi tampak gembira ketika para penari menggendongnya dalam pertunjukan itu.
Di hadapan ribuan masyarakat Nias yang hadir, Gubernur mengatakan, bahwa Kepulauan Nias diciptakan bukan hanya untuk orang Nias saja. Tetapi, Nias adalah surga kecil yang diturunkan di dunia untuk dilihat dan dinikmati keindahannya oleh semua orang.
“Siapapun yang datang ke Nias termasuk orang luar Indonesia. harus kita terima dengan baik. Nias ciptaan Tuhan, jadi Nias ini bukan semata-mata milik orang Nias saja, Nias ini milik semua orang hidup di dunia,” kata Edy.
Karena itu, Edy Rahmayadi meminta masyarakat Nias menyiapkan diri untuk membangkitkan potensi wisata yang ada di Kepulauan Nias. “Siapkan diri anda semua untuk menyambut masa depan gemilang,” katanya.
Dikatakan juga, bahwa orang tidak bisa menganggap remeh Nias. Tidak pula bisa dianggap kecil. “Sebab banyak orang dari segala penjuru dunia datang ke Nias, untuk melihat keindahan pulau surga kecil ini,” ujarnya.
Foto: Humas Ya’ahowu Nias Festival 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Orurusa, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (17/11/2018), dimeriahkan acara hombo batu.
Sementara itu, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha mengatakan Pesta Yaahowu, bukan pesta khusus Nias Selatan saja. Pesta ini merupakan kesepakatan bersama antara 4 kabupaten ditambah walikota se kepulauan Nias. “Karena kesepakatan bersama tentu apapun pelaksanaan ini adalah tanggungjawab bersama,” ujarnya.
Koordinator Forum Kepala Daerah (Forkada) sekepulauan Nias, yang juga Bupati Nias Barat Faduhusi Daely mengatakan Edy Rahmayadi merupakan Gubernur Sumatera Utara pertama yang mengunjungi Kepulauan Nias 4 hari berturut turut.
Kesempatan itu, kata Faduhusi, adalah momentum untuk memperkuat potensi yang ada di Kepulauan Nias. Potensi yang dimaksud yakni pariwisata dan perikanan. “Hal ini untuk mempercepat akselerasi masyarakat Kepulauan Nias,” ujarnya.
Yaahowu Nias Festival akan diadakan hingga tanggal 20 November 2018. Rangkaian acara tersebut diisi dengan legiatan kebudayaan khas Kepualuan Nias di antaranya pawai, festival menganyam bola bola Nafo, harimbale Nias 2018, investor meeting Nias, malam pargelaran budaya Nias, yaahowu Nias idol, festival kuliner nIas, one day in bawomataluo dan acara budaya lainnya.
Turut hadir pada kesempatan itu, OPD Pemprov Sumut dan Pemkab/Pemko Sekepulauan Nias, perwakilan Kementrian Kemaritiman, ribuan masyarakat Nias dan wisatawan mancanegara. (rel)
doni/SUMUT POS
OPTIMIS: Abdul Aziz merangkul Matsunaga usai mencetak gol. Menghadapi Madura United di Stadion Teladan, para pemain PSMS optimis meraup poin penuh.
doni/SUMUT POS OPTIMIS: Abdul Aziz merangkul Matsunaga usai mencetak gol. Menghadapi Madura United di Stadion Teladan, para pemain PSMS optimis meraup poin penuh.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS berupaya memperpanjang tren positifnya saat bersua Madura United pada lanjutan Liga 1 di Stadion Teladan, Sabtu (17/11) sore ini (Siaran Langsung Indosiar pukul 15.30 WIB). Dua kemenangan beruntun membuat PSMS semakin percaya diri untuk ke luar dari zona degradasi PSMS saat ini masih menghuni posisi ke-17 klasemen Liga 1 dengan koleksi 33 poin. Sementara Madura United jauh di posisi ketujuh dengan koleksi 43 poin. Namun posisi yang timpang tak membuat PSMS gentar.
“Dalam situasi seperti ini semua pemain kerja keras. Tempo tinggi, situasi sekarang, bukan bagaimana anda kerja keras tapi bagaomana pintar guna otak, karena kalau bikin kesalahan sekarang tidak bisa lagi. Kami harus fokus. Saya selalu yakin meski orang selalu berpikir negatif.
Mentalitas pemain sekarang lebih kuat dan konfidensi lebih baik,” kata Butler, Jumat (16/11).
Latihan terakhir yang digelar Jumat (16/11) pagi dengan intensitas tinggi menjadi sinyalemen PSMS Medan akan tampil all-out. “Situasi seperti ini semua pemain kerja keras. Ada kualitas dalam latihan, tempo tinggi dan banyak variasi,” ujarnya.
Namun tampaknya, kendati mengaku tidak akan mengadopsi permainan seperti saat menghadapi Persib Bandung, pelatih asal Inggris itu kemungkinan akan memainkan materi pemain yang tidak jauh berbeda saat meladeni Sape Kerrab-julukan Madura United.
Barisan pemain muda PSMS dipastikan turun dalam laga krusial tersebut. Dua winger andalan, Rahmad Hidayat dan Frets Butuan diyakini akan tampil sejak menit awal, menyokong striker Felipe Martin Dos Santos atau Antonio Putro. Di barisan bek sayap, M Alwi Slamat bisa jadi kembali dipercaya sebagai starter, termasuk Danie Pratama di posisi bek tengah.
“(Reinaldo) Lobo belum 100 persen walaupun sudah bagus dalam latihan. Tapi saya tidak mau seperti lawan Mitra Kukar. Dia hanya main 25 menit dan buat pergantian tiga kali. Jadi saya harus buat keputusan. Mungkin dia bisa main tapi tidak dari awal. Seperti Matsunaga seperti lawan Persib main 20 menit,” kata pelatih asal Inggris ini.
Keputusannya memainkan sejumlah pemain muda kata Butler dilandasi beberapa hal. Performa positif barusan muda di saat banyaknya pemain cedera beberapa waktu lalu akhirnya membuat mantan pelatih Persipura Jayaoura itu yakin untuk menurunkannya kembali. Selain itu, dengan sisa lima laga yang kesemuanya harus dilakoni maksimal membuatnya tidak mau salah ambil keputusan,” ungkapnya.
Butler juga tidak mau fokus pada kekuatan lawan meski disadarinya Laskar Sape Kerap, julukan Madura United, sangat berbahaya. “Saya ada banyak video (Madura United) dan saya bisa melakukan banyak spekulasi. Kalau Zah Rahan main, atau kalau pemain mereka yang lain main. Saya hanya mau tahu sedikit saja tentang mereka. Tapi apa yang lebih penting, besok pemain yang sudah keluar garis harus memberikan semua energinya untuk pertandingan,” tambahnya.
Sementara itu Madura United tak kalah optimis. Pelatih Madura United, Gomez De Oliveira ingin mengakhiri paceklik kemenangan. “Madura siap untuk bertanding besok. Tim dalam kondisi baik. Kita datang ke Medan untuk dapatkan poin, setelah kita gagal dalam dua pertandingan sebelumnya. Kita harus usaha keras dan kasih semua tenaga dan semangat untuk membela Madura agar tetap jadi kebanggaan warga Madura,” ujarnya, Jumat (16/11) sore.
Diakui pelatih asal Brasil itu, saat ini grafik tim besutannya masih turun-naik, lantaran ada beberapa pemain yang dibekap cedera. Namun, dia tetap menginstruksikan timnya tidak boleh menyerah dan lengah termasuk menghadapi PSMS Medan. “Kompetisi yang sangat berat. Untuk mengembalikan kondisi kita harus menang. Kembalkan Madura yang semangat, yang berjuang,” ucapnya .
Ambisi kedua tim untuk meraih poin di laga tersebut menurut Gomez akan menjadikan laga berlangsung menarik. “Tentunya PSMS akan berjuang di kandangnya sendiri. Saya pikir laga akan sangat menarik. Top skor kita (Zah Rahan dkk) mudah-mudahan besok bisa cetak gol dan bantu Madura,” ungkapnya. (don)
istimewa for SUMUT POS
BANTU: Warga ikut membantu Tim gabungan mencari korban longsor di Kecamatan Gomo, Nisel, Jumat (16/11).
istimewa for SUMUT POS BANTU: Warga ikut membantu Tim gabungan mencari korban longsor di Kecamatan Gomo, Nisel, Jumat (16/11).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masa pencarian dan evakuasi korban bencana tanah longsor di Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan akan diperpanjang. Rencananya, pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari ini, Sabtu (17/11).
Hal ini dibenarkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nisel, AR Lase menjawab Sumut Pos, Jumat (16/11). “Rencana akan kita lanjutkan pencarian setelah hari ketujuh (paskabencana) yang pertama selesai. Bukan Senin tapi besok (hari ini),” katanya via layanan WhatsApp.
Namun Lase enggan menjawab saat ditanyakan lagi soal status wilayah bencana longsor, apakah kawasan permukiman, hutan lindung atau hutan produksi. Pertanyaan yang disampaikan via WhatsApp, terlihat hanya dibaca saja olehnya.
Sebelumnya, Antonius Salam, tim Pos SAR Nias menerangkan, tim SAR gabungan dibantu masyarakat, melakukan penyisiran di sekitar penemuan korban ke-3 dan korban ke-4, Dalman Hulu (7) dan Aristina Laia Ina Elsa (33), di jarak 1 kilometer dari lokasi bencana atau persis ditemukan ke arah turunan longsoran. “Tim SAR gabungan bekerja secara manual, dengan menggunakan peralatan seadanya. Alat berat eskavator masih berada di posko gabungan atau jarak sekitar 3 kilometer dari lokasi bencana,” terang Antonius.
Terpisah, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis mengatakan, Gubernur Edy Rahmayadi sudah berada di Nisel kemarin. Selain agenda meninjau langsung lokasi bencana tanah lonsgor, Gubsu mengadakan pertemuan dengan seluruh kepala daerah dan kepala desa se-Kepulauan Nias. “Ya, beliau sekalian menghadiri acara Pesta Yahowu di sana,” katanya.
Apakah dalam pertemuan dengan semua kepala daerah dan kades se Kepulauan Nias adakah penekanan Gubsu atas potensi bencana di Sumut terkhusus Nias, untuk mewaspadai potensi tersebut? Riadil menyebut, acara utama adalah raker dengan kades-kades. “Belum tahu kalau ada poin seputar penekanan kewaspadaan bencana,” pungkasnya.
Terpisah, Wagubsu Musa Rajekshah mengatakan, pihaknya senantiasa mengimbau agar seluruh kepala daerah di Sumut waspada akan potensi bencana mengingat cuaca ekstrim yang melanda Sumut sampai hari ini. “Seperti yang di Mandiling Natal, Pak Gubernur kan sudah meninjau langsung ke sana. Melihat kondisi warga kita untuk segera dilakukan penanganan segera seperti relokasi,” katanya.
Ia menambahkan, relokasi warga yang tinggal di wilayah perbukitan sampai pinggiran sungai adalah solusi tepat dan paling efektif. Sebab akan sangat berbahaya jika mereka masih tinggal di wilayah-wilayah tersebut, dimana sewaktu-waktu bencana bisa saja terjadi. “Untuk itu kami sudah mengimbau agar bupati dan wali kota mengingatkan warganya menjauh dari tempat tinggalnya dan kalau bisa mencari lokasi lebih aman dari sebelumnya,” kata pria yang akrab disapa Ijeck.
Pihaknya akan terus memberi bantuan bagi daerah yang terkena bencana. Bahkan disebutnya BPBD dan instansi terkait lain sudah bahu membahu membantu pemulihan daerah yang terdampak bencana tersebut.
Sementara Anggota DPRD Sumut Richard Sidabutar meminta pemerintah baik provinsi maupun kabupaten terus mencari korban longsor yang terjadi di Kabupaten Nias Selatan. Pasalnya, secara kemanusiaan hal itu sangat berarti bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. “Kalau memang masih ada korban yang tertimbun di dalam longsor itu, tentu secara kemanusiaan kita berharap dan meminta pemerintah tidak menghentikan pencarian. Karena ituasti diharapkan masyarakat khususnya keluarga korban,” ujar Richard, Jumat (16/11).
Begitu juga jika seluruh korban yang teridentifikasi tersebut bisa ditemukan, maka langkah selanjutnya pemerintah bisa mengambil langkah untuk rehabilitasi. Karena selain jiwa, bencana juga menimbun bangunan rumah tempat tinggal. Sehingga itu diperlukan bantuan untuk memulihkan keadaan.
“Kondisi jalan dan infrastruktur lainnya harus segera dilakukan perbaikan. Kemudian antisipasi akan terjadinya hal serupa harus jadi perhatian pemerintah provinsi maupun kabupaten setempat,” jelasnya.
Untuk itu dirinya berharap agar pencarian korban terus dilanjutkan sampai seluruhnya ditemukan. Mengingat dari tujuh korban, empat diantaranya telah ditemukan. Namun sisanya diduga masih berada dalam timbunan longsor. “Pemerintah kabupaten dan provinsi perlu kerjasama dalam memperbaiki kerusakan sekaligus menata kembali kondisi di lokasi longsor,” pungkasnya.
Berdasarkan data dari BPBD Sumut, hingga Rabu telah ditemukan lagi satu orang korban bencana alam tanah longsor atas nama Aristina Laia. Ibu rumah tangga itu merupakan istri dari Asazaro Hulu, yang tinggal di Dusun II Desa Suka Maju Mohili, Kec. Gomo. Korban ditemukan diujung lokasi terjadinya tanah longsor di Desa Suka Maju Mohili, dalam kondisi tidak bernyawa.
Sementara daftar nama-nama korban yang belum ditemukan akibat bencana alam tanah longsor itu; Setiamas Hulu ina Putri (28), ibu rumah tangga, dan istri dari Gemazaro Hulu, Reinshon Septi Hulu (3), anak perempuan dari Gemazaro Hulu alias Ama Putri, Noverman Jaya Hulu (2), anak dari Gemazaro Hulu alias Ama Putri.
Selain Aristina Laia, daftar nama-nama korban yang sudah ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia yaitu; Cristoven Hulu (4), anak dari Asazaro Hulu alias Ama Elsa dan sudah dimakamkan, Yusti Ayu Putri Hulu (4), anak perempuan dari Gemazaro Hulu alias Ama Putri, dan Madarman Hati Hulu (6), anak dari Asazaro Hulu alias Ama Elsa.
Sebelumnya, Gubernur Edy Rahmayadi mengaku bakal turun untuk meninjau bencana longsor yang menerjang Desa Suka Majumohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nisel. Dia mengungkapkan keingintahuan mencari penyebab bencana bisa terjadi, apakah karena faktor alam atau justru kelalaian manusia.
“Untuk Nias Selatan saya berangkat 16 November. Saya akan lihat di sana kenapa (bencana) bisa terjadi. Kita harus tahu dulu pastinya kenapa. Kalau itu akibat (kelalaian) manusia, manusianya yang kita cari dan kita benari. Kalau itu alam, tentu kedepan akan kita evaluasi supaya rakyat dapat tinggal ditempat yang lebih aman,” ujarnya kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Jl. Imam Bonjol Medan, Senin (12/11).
Dirinya sudah mengetahui informasi bencana longsor di Nisel yang terjadi pada Sabtu kemarin, dimana ada tujuh orang atau sekeluarga tewas akibat tertimbun rumahnya. Mengingat potensi bencana yang tinggi di beberapa daerah di Sumut sampai akhir 2018, Pemprovsu kata Edy dalam waktu dekat juga akan mengundang Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral untuk melakukan penelitian total. “Ya, karena dia (Badan Geologi) yang tahu secara ilmiah, dan lebih memahami dari kita,” katanya. (prn/bal)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Akhirnya, pemerintah memilih opsi sistem rangking sebagai alternatif kriteria kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) peserta seleksi Calon Aparatur Sipil Negara ( CASN) tahun 2018. Opsi itu diambil menyusul rendahnya angka kelulusan SKD, karena banyak peserta yang tidak memenuhi passing grade atau batas nilai minimal.
KEPALA Badan Kepegawaian Negara ( BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, alternatif solusi dengan sistem rangking diterapkan, karena dikhawatirkan banyak formasi yang kosong akibat banyaknya peserta seleksi yang tidak lolos passing grade. Terutama posisi guru dan tenaga kesehatan yang banyak dibutuhkan.
Sementara, pihaknya tidak mau menurunkan passing grade, karena dikhawatirkan akan merekrut Apartur Sipil Negara (ASN) yang tidak berkualitas. “Sekarang kalau di daerah bagaimana solusinya? Kita lihat kalau ini dibiarkan kosong bagaimana, kalau diisi bagaimana.
Formasi tahun ini itu sebagian terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan. Kalau guru dan tenaga kesehatan kosong, ini siapa yang akan mengajarkan anak – anak. Kan lebih baik ada gurunya dari pada tidak sama sekali. Jadi itu perlu,” katanya saat meninjau pelaksanaan seleksi CPNS di Kota Malang, Jumat (16/11).
Kalau passing grade diturunkan, menurutnya, berpeluang dapatnya PNS yang elek-elek (jelek-jelek, Red). “Balik lagi ke guru yang tidak berkualitas. Apakah kita mau anak-anak kita diajar oleh guru-guru yang tidak berkualitas? Nggak mau, siapa yang mau?. Jadi harus bagus. Nah, mungkin penurunan passing grade itu tidak menjadi pilihan. Tapi anak-anak (peserta) tes ini yang passing gradenya belum memenuhi itu banyak yang skor totalnya tinggi sekali,” katanya.
Dengan begitu, peserta seleksi yang tidak lolos passing grade akan dirangking sesuai dengan nilai yang diperoleh. Selanjutnya akan ditentukan peserta yang lolos SKD, meskipun tidak mencapai passing grade. “Kemudian kita lakukan perangkingan di sana. Yang jumlahnya tinggi-tinggi ini berapa orang sih, untuk mengisi formasi-formasi yang kosong itu. Itu ‘kan tidak mengurangi passing grade. Artinya kita tidak menurunkan kualitas PNS-nya gitu,” ungkapnya.
Proses rangking peserta seleksi CPNS nantinya akan menunggu peserta seleksi yang lulus murni atau peserta yang memenuhi passing grade. Penentuan kelulusan peserta melalui proses rangking disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan untuk Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Yakni berjumlah minimal tiga kali formasi yang tersedia.
“Kita harus lihat dulu yang lulus murni harus seberapa banyak. Katakanlah ada tiga jabatan, lulus murni ada sembilan orang. “Kan udah penuh. Tidak diperlukan lagi. Tapi misalnya dari tiga jabatan itu ada lima orang yang lulus murni, berarti dia butuh orang orang lagi. Tapi yang empat orang ini menunggu yang lima orang itu selesai dulu prosesnya,” katanya.
Sampai saat ini, regulasi sistem rangking ini masih dibahas di pemerintah pusat. “Tadi malam (aturannya) baru tanda tangan, belum baca lagi. Kalau sudah ditandatangani akan masuk lembaran negara. Jadi mungkin Senin baru efektif,” katanya.
Ujian SKB Diprediksi Digelar 22 November
Terkait waktu ujian seleksi kompetensi bidang (SKB) CASN 2018, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan mengatakan, masih menunggu informasi resmi dari pusat.
“Belum ada info sama kami. Masih menunggu sejauh ini,” kata Kepala BKN Regional VI Medan, English Nainggolan menjawab Sumut Pos, Jumat (16/11).
Ia berpendapat, kemungkinan setelah ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) rampung semua digelar , barulah ujian SKB akan dilaksanakan. Kota Medan sendiri masih menyelenggarakan ujian SKD pada sejumlah formasi atau instansi hingga 21 November mendatang. “Mungkin saja (22 November) baru digelar SKB. Gitupun kita tunggulah info resminya dulu,” pungkasnya.
Apakah SKB akan memakai passing grade atau sistem rangking, pihak BKN Regional VI Medan juga belum mengetahui.
Senada, Kepala BKD Setdaprovsu, Kaiman Turnip, mengatakan pihaknya belum menerima informasi seputar jadwal ujian SKB. “Belum tahu, kita tunggulah,” ujarnya via layanan WhatsApp.
Yang pasti, kata dia, peserta yang lulus tahapan SKD akan mengikuti ujian SKB. Untuk Sumut, hanya 298 orang peserta yang lulus tahap SKD, dari total peserta 9.617 orang.
Informasi diperoleh Sumut Pos melalui twitter resmi BKN Pusat, pelaksanaan SKB akan dijadwalkan sekitar 22 hingga 28 November 2018. Tahap SKB ini dimulai setelah tahap SKD selesai.
Pengumuman akhir direncanakan sekitar minggu pertama pada Desember 2018. Menjelang pelaksanaan tahap SKB, BKN memberikan kisi-kisi tes.
Dari kicauannya, BKN mengumumkan terdapat dua jenis jabatan atau formasi yang nantinya akan memengaruhi jenis soal yang akan diujikan pada tes SKB CASN 2018. Jenis jabatan tersebut yaitu Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dan Jabatan Pelaksana (JP). BKN menyebut profesi seperti guru, dokter, apoteker, dan lainnya termasuk ke dalam kategori JFT.
Pada setiap jabatan di jenis JFT, telah diatur dalam Permenpan RB. Bila formasi yang dilamar peserta masuk dalam kategori JFT, soal ujian SKB tak jauh dari Permenpan RB tersebut. Sementara itu, bagi peserta yang melamar Jabatan Pelaksana (JP), bisa cek Permenpan RB 25/2016 tentang Nomenklatur JP. Di dalamnya, terdapat deskripsi tugas dari JP sehingga bisa memberikan gambaran tentang jenis soal yang akan kamu hadapi saat tes SKB nanti.
Meski demikian, BKN memastikan untuk pelamar di Instansi pemda di provinsi, kabupaten dan kota, sistem SKB yang digunakan hanya melalui Computer Assisted Test (CAT). Selain itu, untuk pelamar di kementerian/lembaga (K/L) sistem SKB yang digunakan bisa CAT BKN saja. Tetapi dapat pula melalui tes kesamaptaan, wawancara dan sebagainya.
Walau begitu BKN mengingatkan, ada sistem SKB yang bisa mengugurkan. Misalnya tes renang untuk instansi SAR Nasional. Dalam pengumumannya, BKN kembali mengimbau kepada pelamar agar memerhatikan pengumuman instansi yang dilamar.
Di Nias, Hanya 21 Peserta yang Lulus
Hingga hari ke-lima dari enam hari waktu pelaksanaan SKD CASN di Kabupaten Nias, dari 2.400 peserta, yang lulus hanya 21 orang. Ke-21 orang yang lulus berdasarkan passing grade BKN itu, yakni ujian hari Senin lulus 3 orang, Selasa 3 orang, Rabu 5 orang, Kamis 5 orang, dan Jumat 5 orang.
“Meski pelamar yang lulus tes SKD sangat minim, tahap berikutnya yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tetap akan dilaksanakan. Jadwalnya menunggu petunjuk dari BKN,” kata Kepala BKD Nias, Marulam Sianturi, Jumat (16/11).
Menurut Marulam, minimnya peserta yang lulus SKD menyebabkan kuota CASN Nias sebanyak 198 kursi, tak terpenuhi. Untuk mengatasinya, dia berharap BKN mencari solusi. “Usai ujian nanti, kami atau Bapak Bupati akan dipanggil BKN membicarakan solusi yang tepat. Harapan kita, kuota yang telah disetujui Kemenpan RB dapat terisi semua. Mengingat Kabupaten Nias sangat kekurangan ASN,” katanya.
Beberapa peserta yang ditemui Sumut Pos di lokasi pelaksanaan SKD, yakni Lt 3 Kantor Bupati Nias, menilai kalau waktu pengerjaan soal SKD ini terlalu singkat. Sementara soal ujian terlalu panjang dan berbelit-belit, sehingga butuh waktu untuk mendalami.
“Ujiannya 100 soal, Bang, sementara waktu pelaksanannya hanya 90 menit. Artinya setiap satu soal tak sampai satu menit. Kalau saja waktunya 120 menit, saya pasti lulus,” kata Serlyn Ndraha, yang mengaku TKP-nya 135, hanya kurang 8 poin lagi dari passing grade 143.
Peserta Binjai Keluhkan Soal Sulit
Di Binjai, peserta SKD dalam penerimaan CASN tahun 2018, mengeluhkan soal yang sulit dan jaringan server yang lelet dalam ujian berbasis CAT. Salah seorang pelamar, Iqbal Ananda, mengaku pesimis dapat melanjut ke tahapan SKB.
“Beda kali soalnya dibanding tahun lalu. Padahal saya sudah belajar sebelum ujian. Membaca buku-buku soal tes CASN. Cari-cari juga di Google. Kawanku bahkan sampai beli contoh soal ujian via online. Saya juga baca soal-soal yang dibelinya. Tapi kayaknya tahun ini berat kali. Semua kawan-kawan saya juga kayaknya enggak lulus,” ujar lajang 20 tahun yang mengaku melamar formasi Sipir di Kementerian Hukum dan HAM ini, Jumat (16/11).
Selain soal yang sulit, menurutnya, waktu yang diberikan juga tidak memadai. Padahal soal-soalnya panjang-panjang. Ditambah lagi jaringan lelet, lengkaplah proses berat yang harus dilaluinya. “Tunggu di-refresh dulu baru jaringannya agak menyambung. Akibatnya, banyak peserta ujian sibuk panggil operator,” ujar dia.
Informasi dihimpun Iqbal, untuk formasi Kemenkum HAM dilaporkan hanya 55 peserta yang lulus SKD. “Saya berharap, seleksi CASN pakai sistem rangking saja. Atau dilakukan ujian ulang ini. Aatau turunkan ambang batasnya kelulusan,” pintanya.
Sementara itu, BKD Binjai hingga kini belum mendapat pengumuman resmi dari BKN, mengenai jumlah peserta yang lulus dan berhak ikut SKB. “Dapat kabar tadi pagi, setelah SKD usai tanggal 21 November 2018 secara nasional, akan keluar pengumumannya. Kalau sudah keluar, kami tinggal meneruskan hasil untuk ditandatangani Pak Wali,” pungkasnya. (prn/mag-5/ted)
TERHALANG
Warga dengan peralatan seadanya berusaha menyingkirkan material longsor di Kecamatan Sibolangit yang menghambat lalulintas Medan-Berastagi, Jumat (16/11) sore.
TERHALANG Warga dengan peralatan seadanya berusaha menyingkirkan material longsor di Kecamatan Sibolangit yang menghambat lalulintas Medan-Berastagi, Jumat (16/11) sore.
SIBOLANGIT, SUMUTPOS.CO – Hujan yang menguyur beberapa wilayah di Sumatera Utara (Sumut) menyebabkan terjadinya longsor di daerah Deliserdang tepat di kawasan Sembahe, Jumat (16/11). Akibatnya, jalan lintas Medan-Berastagi lumpuh sekira 4 jam. Informasi yang berhasil dihimpun, longsor yang menutupi jalan itu terjadi di Jalan Jamin Ginting Km 36-37 .
Sibolangit tepat di daerah tikungan dekat PDAM Tirtanadi. Camat Sibolangit Amos Karokaro yang dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. “Betul telah terjadi longsor, sebelum Tirtanadi pas di belakang Cindelaras,” ujar Amos Karokaro.
Ia menjelaskan, pihaknya dibantu TNI/Polri, BPBD Deliserdang langsung melakukan pembersihan material longsor, karena menutupi ruas jalan Medan-Berastagi. Sedangkan untuk mengurangi kemacetan yang terjadi sejak pukul 13.44 WIB, personel Lantas Polrestabes Medan langsung diturunkan ke lokasi.
“Karena kan memang stagnan. Longsorannya memang tak menutup semua badan jalan, sebagian saja. Tapi ya begitu, sebagian pun tertutup sudah terganggu arus lalulintasnya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja yang dikornfirmasi Sumut Pos, Jumat (16/11) malam.
Menurutnya, petugas pun meminta alat berat dari Dinas PU agar diturunkan guna mengangkut material longsoran. “Alat berat sampai sekira pukul 16.00 WIB, mengangkut material longsor berupa pohon pisang dan salak yang ada di tebing di pinggir jalan bersamaan tanah,” ungkapnya.
Menurut Tatan, sekira pukul 18.00 WIB, material longsoran di lokasi sudah berhasil dipindahkan. Namun, masih diperlukan waktu untuk mengurai arus lalulintas dari dua sisi yang menumpuk. “Sampai jam tujuh malam tadi arus lalulintas dari dua jalur baik Medan-Berastagi maupun sebaliknya sudah bisa dilalui,” katanya.
Sungai Deli Kembali Meluap
Bukan cuma longsor di kawasan Sibolangit, hujan deras yang melanda Kota Medan dan sekitarnya juga mengakibatkan Sungai Deli meluap. Akibatnya, ratusan rumah di Kecamatan Medan Maimun terendam, Jumat (16/11) dini hari.
Seorang warga Lingkungan IV, Kelurahan Aur, Amir mengatakan, Sungai Deli mulai meluap sekitar pukul 02.00 WIB. Lama kelamaan terus meninggi, hingga pukul 04.00 WIB, genangan air mencapai 1,5 meter. “Sekitar pukul 02.00 WIB, air mulai menggenangi rumah warga. Awalnya warga yang berada di Lingkungan VI, VII dan VIII yang terkena. Makin lama, air terus meninggi, hingga mencapai setinggi 1,5 meter,” ujarnya.
Kondisi ini membuat warga terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga. “Warga mengungsi ke tempat lebih tinggi. Tapi tadi pagi, air sudah surut. Kami sudah kembali ke rumah masing-masing, meski masih was-was, karena banjir susulan bisa saja terjadi,” ungkapnya.
Amir mengakui, warga sudah biasa dengan banjir ini. Pasalnya mereka sudah berulang kali mengalaminya. “Sebenarnya sudah biasa, karena sudah sering terjadi. Kami hanya berharap agar Pemko Medan memikirkan solusinya,” tegasnya.
Sedangkan Manager Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, M Yunus mengatakan, hujan deras yang terjadi pada Kamis (15/11) malam, berimbas kepada meluapnya Sungai Deli. Luapan sungai itu sempat merendam ratusan rumah di Kelurahan Aur dan Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. “Ada ratusan rumah warga terendam banjir akibat luapan Sungai Deli. Bahkan banjir itu sempat mencapai ketinggian hingga 1,5 meter,” ungkapnya.
Dijelaskan, banjir itu semula terjadi di lingkungan 7, 8, dan 9 Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun. Sekitar pukul 05.30 WIB, dengan cepat debit air memasuki dan merendam 682 rumah warga disana, yang terdiri dari 716 KK dengan 2.852 jiwa. “Warga harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Namun, sebagian warga masih tetap bertahan di rumah masing-masing,” paparnya.
Untuk di Lingkungan 3 dan 4, Kelurahan Aur, meluapnya debit air Sungai Deli ini menyebabkan sekitar 70 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian 80 hingga 100 cm. Sedangkan warga yang terdampak, terpantau ada sekitar 550 KK dengan 1.700 jiwa. “Selain Sungai Deli, debit air pada Sungai Denai juga mengalami peningkatan. Tercatat, di sungai ini kenaikan yang terjadi sejauh 40 hingga 50 cm. Namun tidak sampai merendam rumah warga sekitar, “ bebernya.
Yunus menambahkan, saat ini sudah menempatkan personel TRC (Tim Reaksi Cepat) di lokasi banjir. Selain itu juga melakukan minitoring perkembangan cuaca di BMKG. (dvs/ris)
istimewa for sumut pos
TOBA SMILE: Ka Dep Regional I Bank Indonesia Suhaedi (kiri), Dirut BPODT Arie Prasetyo (2 kiri) di sela soft launching Toba Smile di Toba Samosir, Jumat (16/11).
istimewa for sumut pos TOBA SMILE: Ka Dep Regional I Bank Indonesia Suhaedi (kiri), Dirut BPODT Arie Prasetyo (2 kiri) di sela soft launching Toba Smile di Toba Samosir, Jumat (16/11).
SUMUTPOS.CO – Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara ikut mempromosikan kawasan Danau Toba sebagai ikon wisata lokal. Bekerjasama dengan Badan Pelaksanaan Otoritas Danau Toba (BPODT) dan Institut Teknologi Del, BI akan meluncurkan aplikasi Toba Smile.
“APLIKASI Toba Smile bisa diunduh lewat Play Store smartphonen Lewat aplikasi ini, kita mengundang turis ke Danau Toba dengan menyiarkan wisata ke seluruh dunia. Kita sampaikan apa saja akses ke sana, atraksinya, kulinernya, dan sebagainya.
Ini juga untuk mendukung target 1 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Danau Toba tahun 2019,” kata Kepala Dep Regional I Bank Indonesia (BI), Suhaedi kepada wartawan, di sela-sela acara Soft Launching Toba Smile di Institut Teknologi Del, di Kabupaten Toba Samosir, Jumat (16/11).
Suhaedi mengatakan, Toba Smile merupakan karya anak bangsa itu. Diciptakan untuk wisatawan yang akan berkunjung ke Danau Toba. Fitur-fiturnya dilengkapi dengan foto-foto, lokasi-lokasi wisata di Danau Toba, hingga event-event nasional maupun internasional yang akan digelar di danau vulkanik terbesar di dunia ini.
“Danau Toba selaku objek wisata, harus membuat orang tersenyum. Orang mendengar Toba Smile, harus mengunjungi Danau Toba. Turis mancanegara, tidak mau mati sebelum mengunjungi ke Danau toba,” kata Suhaedi seraya tersenyum.
Untuk mengembangkan Danau Toba menjadi New Bali di Indonesia, menurutnya, bukan hanya tugas BPODT saja, tetapi tugas semua pihak. Termasuk BI. “Bank Indonesia, BPODT, Toba Smile, dan institusi DEL, bersatu dan bersinergi membuat Toba lebih baik dan semakin menarik,” tuturnya.
Ia mengatakan, pengembangan Danau Toba tak lepas dukungan promosi yang dilakukan media massa. Untuk itu, ia mengajak media untuk terus memberitakan Danau Toba, agar wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara mengenal lebih jauh Danau Toba untuk keseluruhannya.
“Dukungan media untuk mempromosikan Danau toba, dengan memperoleh hasil lebih optimal. Tentu pelatihan visualisasi, kedepan mendukung BPODT, bagaimana kita mendukung pelatihan kerajinan, produksi dan pemasaran. Menjadi kenangan untuk orang datang,” sebut Suhaedi.
Dengan pelatihan untuk kerajinan itu, BI mengharapkan untuk mendorong perekonomian masyarakat di sektor pariwisata, di atas anugrah Tuhan dalam keindahan alam di Danau Toba.
“Orang datang ke Danau Toba bukan hanya karena keindahannya saja, tapi juga untuk mendapatkan souvenir yang dihasilkan oleh penduduk setempat dengan kualitas yang baik,” ujarnya.
BI siap berkontribusi bersama BPODT untuk mengembangkan Danau Toba, yang menjadi super prioritas Pemerintah Pusat menjadi objek wisata internasional. “Targetnya Danau Toba seperti Bali. Toba Smile mendorong Danau Toba semakin dikenal. Didukung foto-foto yang baik.
Jika dicari di Google tentang Danau Toba, keluar informasi yang baik-baik,” pungkasnya.
Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo, mengatakan aplikasi Toba Smile dapat membantu BPODT mempromosikan Danau Toba secara luas di dunia. Tujuannya menarik wisatawan mancanegara.
“Silakan download aplikasinya. Dari situ bisa diketahui jadwal event-event dan atraksi di Danau Toba,” jelas Arie. Dengan aplikasi Toba Smile, Arie mengharapkan tercapai market wisata yang diharapkan. “Tidak melulu soal keindahan alam saja, tapi cerita di balik itu,” tandasnya.
Dorong Ekonomi Masyarakat
Dalam mendukung sektor pariwisata, BI juga merangkul masyarakat agar berbagai aspek budaya lokal di Danau Toba bisa diketahui dan dikembangkan sebagai daya tarik.
“Tak hanya budaya ataupun bidang pertanian saja. Seni, keterampilan berwirausaha (UMKM), kuliner, dan tempat-tempat wisata sampai penginapan/hotel, turut dimajukan BI dalam prospek pengembangan kemajuan pendapatan di sana. Sampai-sampai usaha pengembangan wisata lokal Danau Toba, sudah dipublish oleh BI lewat media digital,” kata Kepala Devisi Pengembangan dan Ekonomi BI Perwakilan Sumut, Demina Sitepu, kepada wartawan, di Parapat, kemarin.
Karena itu, BI memberikan pelatihan terhadap masyarakat umum, lembaga pemerintah, sosial, mahasiswa dan lainnya, lewat Training ‘GO DIGITAL-GO Danau Toba selama 2 hari di Institut Teknologi DEL-Laguboti.
Di program training ini, peserta dibekali kemampuan Go Digital menyangkut membangun Visi Digital, Budaya Digital, dan Kapabilitas Digital untuk memanfaatkan digitalisasi bagi pengembangan bisnis/profesinya.
Secara teknis, masyarakat dibekali kemampuan mengembangkan sosial media, chat app, website mini, pemanfaatan platform market place digital, serta membangun konten digital dan dasar digital marketing sebagai senjata utama untuk memenangkan persaingan.
Di bidang pertanian, BI berperan aktif dalam membentuk serta memajukan para petani di kawasan Danau Toba.
Sentuhan BI dalam memajukan kawasan di daerah, termasuk Danau Toba, mengincar sasaran klaster ketahanan pangan. Tujuannya adalah pengendalian inflasi yang mengarah ke harga pangan.
“Di Desa Sigapiton (Kabupaten Toba Samosir), bantuan kami telah kita realisasi. Dua ton bibit cabai kita serahkan kepada 2 kelompok Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), karena ini termasuk pengendalian inflasi. Dan, Desa Sigapiton ini akan kita jadikan tempat wisata di Kawasan Danau Toba,” papar Demina. (gus/dvs)
PELUANG:
Pemain asal Sumatera Utara, Riko Simanjuntak berpeluang tampil sebagai starter pada laga kontra Thailand.
PELUANG: Pemain asal Sumatera Utara, Riko Simanjuntak berpeluang tampil sebagai starter pada laga kontra Thailand.
SUMUTPOS.CO – Tim nasional Indonesia akan menghadapi ujian berat saat bersua Thailand pada laga ketiga Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Sabtu (17/11). Performa Indonesia yang belum membaik menimbulkan kekhawatiran Garuda akan kesulitan di kandang Gajah Putih, julukan Thailand.
Sejauh ini Skuad Garuda sudah berupaya mematangkan taktik dan transisi permainan. Menu latihan fokus mengasah kemampuan bertahan dan menyerang.
“Kami latihan adaptasi seperti cuaca dan bagaimana organisasi bertahan maupun menyerang. Semua pemain harus kompak baik menyerang maupun bertahan harus sama-sama,” beber Pelatih timnas, Bima Sakti usai latihan di Bangkok.
Dia menambahkan, para pemain juga harus disiplin, terutama dalam posisi saat antisipasi serangan dari lawan. “Saat diserang terutama perpindahan bola pemain harus selalu mengingat siapa yang meng-cover, pressing dan membikin segitiga di belakang. Saat ini kondisi pemain bagus dan sudah siap melawan Thailand,” tambah Bima.
Sejauh ini performa timnas memang masih jadi sorotan. Usai tumbang dari Singapura, timnas hanya sedikit lebih baik saat bersua Timor Leste. Bahkan sempat tertinggal lebih dulu, sebelum membalas tiga gol lewat Alfath, penalti Stefano Lilipaly dan gol Beto Goncalves.
Perubahan sangat mungkin dibuat Bima. Salah satunya kemungkinan menempatkan Riko Simanjuntak sebagai starter. Sejak Riko masuk di babak kedua, permainan timnas menjadi lebih hidup. Ujungnya, assist kepada Beto untuk gol ketiga Indonesia.
“Kami butuh yang (pemain) berpengalaman untuk mengatur ritme. Yang pasti, kita akan memberikan kesempatan pemain senior Timnas Indonesia yang pengalaman, seperti Andik Vermansah, Fachrudin Aryanto, Stefano Lilipaly, dan Andritany Ardhiyasa,” ucap Bima.
Namun dari pertandingan tersebut, Bima Sakti menyebut Skuat Garuda masih perlu melakukan evaluasi. Perbaikan wajib dilakukan sebelum menghadapi Thailand.
“Saya harus membenahi sektor pertahanan. Saya lihat masih ada salah komunikasi yang harus dibenahi untuk melawan Thailand,” ujar pelatih asal Balikpapan tersebut.
Sementara itu tuan rumah Thailand sangat percaya diri bisa mempermalukan Indonesia. “Saya berharap para penggemar Thailand dan semua orang akan mendukung kami. Pastinya kami akan berusaha mempertahankan tiga poin dari Indonesia,” kata bek Thailand Philip Roller sebagaimana dilansir laman resmi FA Thailand, Kamis (15/11).
Soal strategi, pemain 24 tahun itu memercayakan sepenuhnya kepada Pelatih Thailand Milovan Rajevac. “Saya pikir pelatih sudah sangat siap dalam segala hal. Pelatih tahu apa yang harus dilakukan. Itu penting sebelum pertandingan. Sebab, jika Anda lengah saat bertemu Indonesia, mereka bisa menghentikan Anda,” ucap Philip.
Dia juga mengaku tidak tertekan meski bermain di depan pendukung sendiri. “Anda harus bahagia ketika bermain. Tentu saja, saya senang bisa memulai laga dari starting eleven,” tambah Philip. Soal taktik adalah pekerjaan pelatih. Saya dan pemain lainnya hanya perlu berjuang seratus persen. Jika kami bermain seperti itu, kami akan menang,” ujar Philip. (bbs/don)