31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 5762

Anggota DPR RI Ali Umri, Apresiasi Kinerja Kejaksaan Langkat

ISTsumut pos CENDERAMATA: Kajari Langkat Wahyu Sabrudin menerima cenderamata dari Anggota DPR RI dari komisi III fraksi Partai NasDem, HM Ali Umri.
ISTsumut pos
CENDERAMATA: Kajari Langkat Wahyu Sabrudin menerima cenderamata dari Anggota DPR RI dari komisi III fraksi Partai NasDem, HM Ali Umri.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI dari komisi III fraksi Partai NasDem, HM Ali Umri,SH, MKn melakukan reses perseorangan, di Kejaksaan Negeri Langkat, di Stabat. Dalam reses itu, Ali Umri mengapresiasi kinerja Kejari Langkat.

Di hadapan Kajari Langkat Wahyu Sabrudin , S.IP SH MH dan para Kasi sejajaran Kejaksaan Negeri Langkat, Ali Umri mengatakan, sebagai mitra kerja Kajagung RI, tugasnya adalah mengawasi kineja kejaksaan.

“Sebagai mitra kerja untuk mengetahui masukan dari kejaksaan di derah kabupaten/ kota dan provinsi dan apa saja kendala yang sangat krusial. Dari reses kami ini nanti akan dibawa pada rapat kerja dengan Jaksa Agung,” kata Ali Umri.

Kata Ali Umri, keluhan para Kejari di daerah merupakan perlu ditindaklanjuti oleh Jaksa Agung. Seperti, kurangnya prasarana, minimnya anggaran di bagian Pidsus dan Pidum. Ini akan disampaikan ke Kejagung dengan mendorong menaikan anggaran demi kelancaran kinerja kejaksaan di daerah.

“Saya mengapresiasi kinerja Kajari Langkat, karena resapan anggaran terlaksana dengan baik dan penanganan kasus ditangani dengan baik. Dan khusus kepada Kajatisu, agar memperjuangkan anggaran remunerasi (tunjangan kinerja) yang belum cair di beberapa kejaksaan, dan hendaknya menjadi perhatian khusus bagi Kajatisu,” ujar Ali Umri, Rabu (14/11).

Sedangkan Kajari Langkat Wahyu Sabrudin dalam paparannya menjelaskan, di instansinya saat ini ada 57 pegawai dengan 33 jaksa dan dibantu para kasi pidsus, kasi intel, kasi pidum dan lainnya serta dibantu Kacabri Pangkalan Brandan.

Sedangkan di Polres Binjai, Ali Umri diterima Kapolres Binjai AKBP Donald P Simanjuntak, Senin (12/11). Ia mengharapkan Polres Binjai lebih profesional dan selalu peka akan keluhan masyarakat pada Kamtibmas dalam penegakan hukum, khususnya dalam hal narkoba yang sudah merambah ke desa-desa.

“Saat ini tugas polisi sangat berat, baik dalam pemberantasan peredaran narkoba, kejahatan kriminal seperti begal, perampokan, dan kasus pembunuhan. Komisi III di DPR RI yang bermitra dengan Kapolri, berharap kepada para Kapolres untuk peka akan situasi di daerahnya dengan memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat. Tindakan main hakim sendiri yang saat ini sering terjadi bisa berkurang dengan adanya kerja sama polisi dengan masyarakat dalam penegakan hokum,” pungkas Ali Umri yang juga Caleg DPR RI periode 2019-2024 dari Dapil Sumut III. (rel/ila/han)

Gerald Bakar Diri lalu Peluk Kekasih, Ivo Belum Siuman

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ivo Silaban (19) mahasiswi pascasarjana salahsatu perguruan tinggi swasta itu harus menjalani perawatan serius. Luka bakar akibat ulah pacarnya, Gerald Hasibuan, membuat tim medis harus mengambil keputusan operasi plastik, Selasa (13/11).

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Budi Simanjuntak mengatakan, kondisi Ivo begitu tragis. Luka bakar yang dialaminya malah lebih parah ketimbang yang dialami Gerald. Menurutnya, saat ini korban masih dalam keadaan belum sadar.

“Korban masih belum sadarkan diri. Kemarin, Selasa (13/11), dilakukan operasi plastik. Lukanya cukup parah. Sampai sekarang ini kondisinya belum siuman. Korban sekarang ditangani di RS Colombia, Jalan Listrik,” ungkap Budi kepada Sumut Pos, Rabu (14/11).

Budi mengaku, kondisi Ivo begitu memprihatinkan. Luka bakar yang dialaminya merusakkan kulit leher hingga ke badan korban. “Wah parah kali kalau luka si cewek, mulai dari leher sampai ke badan. Kayaknya korban bakalan cacat itu,” katanya.

Sementara itu, Gerald saat ini masih berada di RS Bhayangkara, Medan. Kondisinya pun mulai membaik. Namun, polisi belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

“Untuk tersangkanya sekarang masih di RS Bhayangkara. Kondisimya mulai membaik. Kalau menurut dokter dia tidak perlu dilakukan operasi plastik. Parahan si perempuan itu kayaknya,” kata Budi.

Diberitakan sebelumnya, tak terima cintanya diputus Ivo Silaban, Gerald Hasibuan nekad bunuh diri dengan cara membakar diri, Senin (12/11). Saat api mulai menjalar di tubuh Gerald, ia memeluk Ivo. Api pun kemudian menjilati tubuh Ivo. (dvs/ala)

Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Peraga, Rekanan Pulangkan Kerugian Negara

.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penasehat Hukum (PH) Direktur CV Aida Cahaya Lestari, Dodi Asmara yang menjadi rekanan dalam pengadaan alat peraga Sekolah Dasar (SD) Tahun 2011 hingga berbuntut dugaan korupsi mengembalikan uang Rp250 juta sebagai bentuk kerugian negara. Menurut Ahmad Fadli Roza, uang Rp250 juta terkumpul setelah keluarga kliennya menjual sebidang tanah.

“Dengan harapan dikembalikan (kerugian negara) bisa memperingan nanti vonisnya kalau bersalah,” kata Fadli, Rabu (14/11).

Selain berharap putusan majelis hakim rendah, mengembalikan setengah kerugian negara ini sebagai bentuk itikad baik.

Berdasarkan keterangan Dodi Asmara kepada Fadli, ia turut menikmati hasil pengadaan tersebut.

“Cuma ya tahulah kan, itu nantilah disampaikan nanti dalam persidangan,” bebernya.

Apakah CV Aida Cahaya Lestari merupakan perusahaan Dodi Asmara asli atau atas nama saja? “Pengakuan dia kepada saya, itu (CV Aida Cahaya Lestari) punya dia. Dia belajar-belajar katanya. Jadi dia mau mengembangkan sendiri perusahaannya, akhirnya bermasalah seperti ini. Itu menurut pengakuan dia, di belakang itu saya enggak sampai kesana. Tapi pengakuan dia, seperti itulah,” ujar dia.

Faisal tiba di Gedung Kejari Binjai, Jalan Tengku Amir Hamzah, Binjai Utara sekitar pukul 13.30 WIB. Kedatangan Fadli diterima Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus).

“Mereka janji menyicil secara bertahap. Ya, ada PH Dodi Asmara datang untuk mengembalikan sebagian uang hasil pengadaan DAK. Rp250 juta,” jelas Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar.

Menurut dia, bentuk pengembalian kerugian negara yang dilakukan PH Dodi Asmara tidak menghentikan perkara dugaan korupsi tersebut. Kata Victor, ini diatur dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Barang bukti (Rp250 juta) sudah disita oleh penyidik, dijadikan barang bukti di pengadilan. Kita juga kaget (kedatangan PH Dodi), tadi yang melapor Kasi Pidsus kedatangan penasehat hukum,” ujar dia.

Dia menambahkan, adanya pemulangan kerugian negara ini bentuk penyelamatan uang negara. Artinya, Kejari Binjai tidak hanya menindak.

“Sangat menyambut baik (pemulangan kerugian negara). Nanti di persidangan kami beberkan. Impact juga kepada yang lain (pulangkan kerugian negara),” tandasnya.

Diketahui, 11 orang yang ditetapkan tersangka oleh penyidik dilakukan secara bertahap. Tahap pertama ada tiga tersangka yang menyandung status tersangka. Tahap kedua ada delapan yang ditetapkan sebagai tersangka.

Dari 11 tersangka, penyidik baru melakukan penahanan terhadap Dodi Asmara yang kini sudah dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai.

Pengadaan alat peraga ini dilakukan Disdik Kota Binjai yang bersumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus dengan pagu sebesar Rp1,2 miliar. Modus korupsi yang dilakukan tersangka dengan cara menggelembungkan harga atau mark-up hingga pengadaannya fiktif.(ted/ala)

Kembangkan Bakat Anak Sesuai Potensi, PKK Pakpak Bharat Gelar Bulan Balita

.
Tamba Tinendung/Sumut Pos
BERSAMA:Ketua TP PKK Kabupaten Pakpak Bharat, Dewi Remigo Berutu, SSos foto bersama dengan beberapa Camat dan peserta lomba balita di Bale Sada Arih, Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka, Salak, Selasa (13/11).

PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO – TP PKK Kabupaten Pakpak Bharat menggelar Lomba Bulan Balita KE-36 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat di di Bale Sada Arih, Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka, Salak, Selasa (13/11).

Selain untuk menumbuhkembangkan bakat, kreativitas serta inovasi anak balita sejak dini, juga meningkatkan kecintaan terhadap tanah air sejak dini, melatih kemampuan balita agar lebih mandiri dan menumbuhkan rasa percaya diri balita.

Acara ini dibuka oleh Bupati Pakpak Bharat, Dr Remigo Yolando Berutu, MBA MFin diwakili Asisten Administrasi dan Pembangunan, Supardi Padang, SP MM dengan dihadiri Ketua TP Kabupaten Pakpak Bharat,Dewi Remigo Berutu, SSos serta Camat se-Kabupaten Pakpak Bharat.

Melalui acara Lomba Bulan Balita, Ketua TP PKK Kabupaten Pakpak Bharat, Dewi Remigo Berutu mengajak para orangtua agar dapat mendidik anak dengan baik, sehingga menciptakan sumber daya insani yang berkualitas melalui upaya pembinaan.

Ditambahkannya, pengembangan bakat anak juga harus dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimilikinya. “Jadi jangan mengekang anak. Ikuti sesuai dengan bakatnya, sehingga anak dapat leluasa dalam menemukan dunianya. Contoh kalau dia hobi sepak bola kembangkan sepak bola, dia senang berhitung kembangkan bakat berhitungnya,”tutur Dewi mengakhiri.

Acara yang mengambil thema “Balita Sehat Mewujudkan Generasi Emas Pakpak Bharat” ini diisi dengan beberapa lomba balita seperti lomba mewarnai, lomba puzzle, lomba nyanyi, lomba passion show serta lomba senam. (tam)

DWP Langkat Diminta Sukseskan HUT Kopri

IST PERTEMUAN:Ketua DWP Ny Indra Salahudin bersama pengurus DWP Kabupaten Langkat dalam acara pertemuan bulanan di ruang Pola Bawah Kantor Bupati Langkat.
IST
PERTEMUAN:Ketua DWP Ny Indra Salahudin bersama pengurus DWP Kabupaten Langkat dalam acara pertemuan bulanan di ruang Pola Bawah Kantor Bupati Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Darma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Langkat menggelar pertemuan bulanan, dari seluruh pengurus DWP tingkat Dinas, Badan, Kantor dan Kecamatan, bertempat di Ruang Pola Bawah Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (14/11).

Ketua DWP Ny Indra Salahudin, menyampaikan arahan dan bimbingan, dirinya mengarahkan untuk memotifasi para pengurus dan anggota DWP Kabupaten Langkat, lebih semangat dalam menjalankan setiap program DWP, yang diketahui tujuannya, untuk ikut serta mewujudkan pembangun Kabupaten Langkat lebih makmur dan sejahtera.

“Kita semua harus terus memaksimalkan, program yang telah kita agendakan, untuk membantu mewujudkan pembangunan di Kabupaten Langkat ini. Seperti arahan penasehat DWP Langkat, Ny Hj Nuraidah, agar setiap ibu /wanita, melibatkan diri secara maksimal sesuai dengan potensinya, demi membantu memajukan serta memakmurkan negeri bertuah,” tegasnya.

Selain itu, ketua DWP, juga mengimbau agar seluruh pengurus DWP baik di tingkat Kabupaten maupun di tingkat kecamatan, agar ikut berperan serta untuk mensukseskan dan memeriahkan HUT ke 57 Korpri, pada setiap kegitan yang telah direncanakan oleh kepanitian HUT Korpri itu sendiri.

Ketua DWP Langkat juga berharap agar mengambil bagian dalam kegiatan HUT Korpri.

Sebab, peringatan HUT Korpri adalah salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan kemampuan dan kesempatan, untuk bisa para ASN melibatkan diri, dalam membangun negeri ini, dibidang birokrasi.

“Ayo semuanya, membantu terlaksananya HUT Korpri ini, sehingga dapat berjalan seperti yang diharapkan,” ajaknya. (bam/han)

Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, Polisi Terus Selidiki Motif Dendam

IST/SUMUT POS DISEMAYAMKAN:Korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi disemayamkan di Gereja Lahai Roi, Cijantung, Jakarta Timur.
IST/SUMUT POS
DISEMAYAMKAN:Korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi disemayamkan di Gereja Lahai Roi, Cijantung, Jakarta Timur.

BEKASI, SUMUTPOS.CO – Pembunuhan sadis itu terjadi di Jalan Bojong Nangka 2, RT 002/07, Kelurahan Jati Rahayu, Kecamatan Pondok Rahayu, Kota Bekasi, Selasa (13/11/2018).

Keempat korban masing-masing, Daperum Nainggolan (33), istri Maya Ambarita (32) dan dua mereka Sarah Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7).

Saborang Nainggolan, abang kandung Daperum merasa sangat terpukul. Menurut Saborang, adiknya orang yang sangat baik.

“Setiap hari Minggu, dia (Daperum) selalu mengucapkan Selamat Hari Minggu lewat WA (Whatsapp),” ujar pengurus MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Samosir ini.

Kata Saborang, Daperum sangat taat beribadah. Daperum juga masuk dalam organisasi gereja HKBP Pondok Gede.

“Kami terpukul dengan kejadian ini, kenapa harus keluraga saya yang mendapat musibah seperti ini. Saya harap pihak Kepolisian dapat secepatnya mengungkap kasus ini, agar motif kejadian ini terang benderang,” harap Saborang.

Daperum dikenal sebagai pribadi yang bersahabat di lingkungannya. Kebaikan Daperum membuat lingkungannya merasa kehilangan sepeninggal korban.

“Untuk menjemput keempat korban pihak MPW Pemuda Pancasila telah menyiapkan 4 Ambulance serta mendapat pengawalan dari Poldasu untuk membawa korban ke Samosir. Akan dikebumikan esok sore (hari ini) pukul 15.00 WIB,” sebut Saborang setelah mendapat telepon dari Humas Poldasu.

Para korban rencananya akan dimakamkan di Lumban Nainggolan, Desa Parsaoran 1 Hariara 3, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Keempat jenazah akan diberangkatkan dari Jakarta pada pukul 19.20 WIB. Di Bandara Kualanamu akan dijemput pihak keluarga dan dibawa menuju tanah kelahirannya di Samosir. Perkiraan, jenazah akan tiba di Pangurusan sekira pukul 07.00 pagi.

Terpisah, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, jika insiden tersebut merupakan pembunuhan. Pihaknya menduga ada motif dendam dari si pelaku.

“Dari pengalaman dan dari hasil yang ditangani kepolisian (sebelumnya). Kalau sadis dan yang dibunuh bukan satu orang, itu ada latar belakang dendam. Ini dari hasil pengalaman yang sudah dikerjakan kepolisian,” ujar Dedi Prasetyo, Selasa (13/11).

Meski begitu, Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa hal tersebut barulah dugaan sementara. Karena proses penyelidikan masih dilakukan oleh Polres Metro Bekasi Kota.

“Setiap case (kasus) punya karakter sendiri, tidak bisa sama. Secara umum oke lah, kalau secara global ya itu bisa dibilang ‘diduga’. Tapi kasus pembunuhan sadis dan lebih dari satu orang, mayoritas karena dendam,” ujar Dedi Prasetyo.

Terkait proses penyelidikan, Dedi Prasetyo mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus kematian satu keluarga di Bekasi tersebut.

“Penyidik akan lihat fakta itu, apakah kasus pembunuhan atau hanya untuk mengelabui suatu peristiwa. Polisi harus matang, ada labfor (laboratorium forensik), ada Inafis. Itu kita libatkan,” ujar Dedi Prasetyo.

Sebelumnya, satu keluarga di Bekasi diduga menjadi korban pembunuhan. Satu keluarga terdiri suami, istri dan dua anak ini diketahui tewas pada Selasa (13/11) pagi.(mag-8/bbs/ala)

Tiga Kurir Sabu Dituntut 14 Tahun

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga terdakwa kurir 2 Ons sabu masing-masing dituntut pidana penjara selama 14 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juliana Tarihoran pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (13/11) sore. Mereka masing-masing, Junaidi, Hasdi Amir dan Herijal . Ketiga pria asal Aceh tersebut dinilai JPU Juliana melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Menuntut majelis hakim menghukum keduanya dengan pidana penjara selama 14 tahun, denda 1 Miliar subsidair 6 bulan kurungan,” singkat JPU Juliana di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri Medan.

Atas tuntutan tersebut, majelis hakim mempersilakan ketiga terdakwa untuk berdiskusi dengan penasihat hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum Menara Keadilan. Usai berdiskusi, penasihat hukum meminta majelis hakim untuk memberikan waktu selama sepekan untuk menyusun pembelaan.

“Yang mulia kami minta waktu satu pekan untuk menyusun pembelaaan,” ucap Sembiring di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri Medan.

Diketahui, Hasdi Amir dan Herijal yang saat itu berada di Aceh Utara akan melakukan transaksi narkoba di Medan, Selasa (13/3). Kedua terdakwa tidak tahu kalau calon pembelinya seorang polisi. Saat itu, Hasdi menanyakan persediaan barang haram kepada Herijal.

Namun karena Herijal tidak punya barang yang dibutuhkan sebanyak 2 Ons, Herijal menghubungi seorang temannya bernama Junaidi yang kebetulan tinggal di Kota Medan. Junaidi kemudian mematok harga sebesar Rp130 juta untuk 2 Ons sabu. Barang haram itu kemudian disepakati akan diberikan pada Kamis (15/3) di Jalan Gatot Subroto, Medan.

Keduanya akhirnya bertemu dengan Junaidi ditempat yang telah disepakati. Setelah itu, Hasdi pun menelepon pembeli (Polisi yang menyaru) untuk menemui mereka di Jalan Gatot Subroto, Medan.

Saat bertemu, petugas dari Ditres Narkoba Polda Sumut langsung menyergap keduanya di lokasi. Kepada polisi, Herijal dan Hasdi mengaku hanya mengambil upah Rp4 juta jika transaksi tersebut berhasil.(man/ala)

Sei Padang Meluap, 150 Rumah Terendam

Foto: Sopian/Sumut Pos Banjir kiriman Sei Padang merendam ratusan rumah di Bandar Utama.
Foto: Sopian/Sumut Pos
Banjir kiriman Sei Padang merendam ratusan rumah di Bandar Utama.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Banjir kembali terjadi di Kota Tebingtinggi. Tercatat 150 rumah di Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Tebingtinggi, terendam banjir kiriman dari luapan Sei Padang, Selasa pagi (13/11) sekira pukul 06.00 WIB. Banjir kiriman ini disebabkan karena di wilayah hulu sungai tepatnya di wilayah Kecamatan Sindaraya Kabupaten Simalungun diguyur hujan deras pada malam hari.

Kepala BPBD Kota Tebingtinggi, Wahid Sitorus menyatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan banjir, dari laporan sementara ada ratusan rumah terendam banjir serta tidak ada laporan korban jiwa. “Sudah kita pantau kondisi banjir Sei Padang, kita harapkan banjir akan surut pada sore hari. Tetapi kita harus waspada, karena bila diwilayah hulu terus diguyur hujan, kondisi banjir akan lebih besar,”terang Wahid Sitorus.

Sedangkan Camat Tebingtinggi Kota, Manda Yulian mengatakan, pihaknya bersama pihak kelurahan Bandar Utama terus memantau kondisi banjir. Sejauh ini, pihaknya sudah menerima laporan ada sekitar 150 rumah yang terendam banjir Sungai Padang. Atas laporan tersebut, pihak kelurahan setempat juga telah melakukan pendataan kepada warga masyarakat yang rumahnya terendam banjir kiriman Sei Padang.

Habib (48), seorang warga mengatakan, banjir kiriman mulai merendam rumahnya sekitar pukul 05.00 WIB, air yang datang dengan cepat merendam rumahnya sehingga barang banyak yang tidak terselamatkan. Untuk kedalaman, terang Habib, di dalam rumahnya mencapai pinggang. “Kalau banjir seperti ini kami sudah biasa, karena tinggal dekat bibir sungai, inilah resikonya terkena banjir kiriman,”jelas Habib.

Habib berharap kepada Pemerintah Kota Tebingtinggi untuk melakukan pengorekan terhadap Sungai Padang yang sudah puluhan tahun terjadi pendangkalan endapan sendiman pasir dan lumpur, jika dilakukan pengorekan sungai akan dalam dan sanggup menampung debit air besar dari hulu.

Terkait bantuan dari pemerintah setempat, Habib mengaku belum menerimanya, karena biasa jika banjir kiriman tidak sampai 1×24 jam, maka bantuan tidak ada. Untuk satu tahun ini, banjir kiriman yang dirasakan warga kemungkinan bisa puluhan kali. (IAN)

Susah Payah, Indonesia v Timor Leste

BERI ASSIST Andik Vermansyah dan Rico Simanjuntak sama-sama memberi assist untuk kemenangan Indonesia 3-1 atas Timor Leste di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (13/11) malam.
BERI ASSIST
Andik Vermansyah dan Rico Simanjuntak sama-sama memberi assist untuk kemenangan Indonesia 3-1 atas Timor Leste di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (13/11) malam.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia nyaris kembali menanggung malu di depan publiknya sendiri. Ambisi Timor Leste memberikan mimpi buruk di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Selasa (13/11) malam tak terwujud .

Tiga gol comeback membuat Indonesia meraih kemenangan perdananya di AFF 2018.

Indonesia mengawali pertandingan dengan buruk. Meski sering menyerang, namun tak ada ancaman berbahaya ke gawang Timor Leste.

Sebaliknya, tim tamu mendapat peluang emas di awal pertandingan. Sayangnya bola yang ditendang Henrique Wilson masih melambung tipis ke atas gawang yang dijaga Andritany Ardhiyasa.

Selanjutnya Timor Leste kembali ditekan. Namun Indonesia seperti kesulitan menciptakan ancaman berbahaya di lini pertahanan lawan. Septian David Maulana dan kawan-kawan kerap terburu-buru dalam membangun serangan.

Strategi serangan dari sisi sayap yang jadi ciri khas Indonesia seperti sudah terbaca oleh Timor Leste. Andik Vermansah dan Febri Hariyadi terlihat kesulitan mengirim umpan-umpan lambung, serta menusuk ke jantung pertahanan lawan.

Memasuki menit 41, terjadi kesalahan koordinasi di lini belakang Indonesia. Tapi peluang tersebut gagal berbuah hasil manis untuk Timor Leste. Sebab bola disapu Andritany yang keluar dari sarangnya.

Tak lama kemudian, giliran Timor Leste yang terancam. Berawal dari kemelut, bola yang ditendang Hansamu Yama hampir saja bersarang ke dalam gawang. Kiper Timor Leste, Fagio Pereira sudah tidak berkutik. Namun sayang, si kulit bundar hanya mengenai tiang sebelah kanan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua, publik Indonesia dikejutkan dengan gol indah Rufino Walter Gama. Dari luar kotak penalti, ia melepaskan sepakan keras yang gagal dijangkau Andritany. Bola meluncur ke pojok kiri atas gawang.

Tak lama berselang, Timor Leste nyaris memperbesar keunggulan. Andritany melakukan kesalahan dalam mengontrol bola, sehingga tercipta peluang emas untuk tim lawan. Untungnya Timor Leste tidak dinaungi keberuntungan. Pemain mereka gagal mencetak gol ke gawang yang sudah kosong.

Dalam keadaan tertekan, Indonesia memainkan Riko Simanjuntak. Winger Persija Jakarta itu menggantikan Febri Hariyadi dan diharapkan bisa menambah daya gebrak di lini serang.

Perjuangan keras Tim Garuda akhirnya membuahkan hasil manis di menit 60. Sepakan Alfath Fathier gagal dibendung Fagio Pereira. Bagi sang pemain, itu merupakan gol pertamanya untuk Timnas Indonesia. Skor berubah 1-1.

Sembilan menit kemudian, wasit memberi hadiah penalti untuk tuan rumah. Penyebabnya, Andik Vermansah dijatuhkan dalam area terlarang. Stefano Lilipaly yang dimainkan di menit 61 berhasil menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Meski dapat dibaca kiper lawan, bola tetap bersarang ke sebelah kanan gawang. Timor Leste berusaha menyamakan kedudukan. Namun yang ada, justru gawang mereka kebobolan lagi di menit 82.

Berawal dari pergerakan Riko Simanjuntak, bola kemudian dikirim ke depan mulut gawang. Di sana sudah ada Alberto ‘Beto’ Goncalves yang menunggu datangnya si kulit bundar. Dengan sundulannya, pemain naturalisasi Indonesia itu sukses mengubah skor jadi 3-1.Kedudukan ini bertahan hingga laga usai. Berkat kemenangannya, Indonesia masih punya kans untuk lolos ke babak semifinal. (bbs/jpc/don)

Opsi: Sistem Rangking Atau Turunkan Passing Grade

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS REGISTRASI: Peserta CASN melakukan registrasi sebelum mengikuti ujian SKD di Kantor BKN Sumut, Jalan TB Simatupang Medan, Jumat (26/10)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
REGISTRASI: Peserta CASN melakukan registrasi sebelum mengikuti ujian SKD di Kantor BKN Sumut, Jalan TB Simatupang Medan, Jumat (26/10)

SUMUTPOS.CO – Target 238 ribu formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018 di Indonesia, terancam tidak terisi. Pasalnya, mayoritas peserta ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tidak lolos passing grade yang ditetapkan. Termasuk di Sumatera Utara.

Namun peserta jangan putus harapan dulu. Soalnya pemerintah melalui KemenPAN-RB sedang meramu kebijakan baru. Opsinya: menetapkan sistem rangking atau menurunkan passing grade.

MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menpan RB), Syafruddin, menegaskan panitia seleksi nasional (Panselnas) sedang mencari solusi terkait banyaknya peserta calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018 yang tak lolos dalam tahap SKD.

“Sekarang tim panselnas sedang menyusun kembali ramuan untuk mengatasi ini. Rumusan Panselnas diharapkan bisa menyeimbangkan kualitas seleksi yang dihasilkan, serta target 238 ribu formasi CPNS 2018 bisa terpenuhi dengan baik,” kata ,” kata Syafruddin dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/11).

Panselnas diminta merumuskan solusi terbaik, apakah akan memilih salah satu opsi atau mengombinasikan kedua opsi. Dua opsi dimaksud yakni menurunkan passing grade atau ambang batas kelulusan SKD. Atau menerapkan sistem perangkingan dari jumlah total nilai tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP).

Sebelumnya, passing grade masing-masing tes yakni 143 untuk tes karakteristik pribadi, 80 untuk tes intelegensia umum, dan 75 untuk tes wawasan kebangsaan.

“Kira-kira bahan mentahnya (dua opsi) itu. Bukan saya yang menentukan, nanti pansel yang merumuskan, diserahkan ke menteri,” katanya.

Syafruddin menargetkan persoalan ini bisa diselesaikan segera dalam pekan ini atau awal pekan depan. “Jadi bisa menghasilkan PNS yang kredibel yang kita harapkan yang akan memasuki pos-pos di kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah. Jadi ini menguntungkan tidak akan ada yang dirugikan. Insya Allah akan berjalan dengan baik,” kata dia.

Rumusan yang disusun panselnas nantinya akan dituangkan dalam peraturan menteri (permen) yang baru.

Senada, Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, pihaknya sedang mencari jalan fair untuk mengisi formasi CASN. Sehingga kekosongan formasi jabatan, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah, bisa dihindari.

“Mudah-mudahan tidak lama lagi hasil simulasi akan disampaikan. Prinsipnya, kami ingin mengisi formasinya agar tak terjadi kekosongan. Ini yang dikhawatirkan daerah seperti guru dan tenaga kesehatan, kami upayakan,” kata Setiawan.