30 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 5763

Susah Payah, Indonesia v Timor Leste

BERI ASSIST Andik Vermansyah dan Rico Simanjuntak sama-sama memberi assist untuk kemenangan Indonesia 3-1 atas Timor Leste di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (13/11) malam.
BERI ASSIST
Andik Vermansyah dan Rico Simanjuntak sama-sama memberi assist untuk kemenangan Indonesia 3-1 atas Timor Leste di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (13/11) malam.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia nyaris kembali menanggung malu di depan publiknya sendiri. Ambisi Timor Leste memberikan mimpi buruk di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Selasa (13/11) malam tak terwujud .

Tiga gol comeback membuat Indonesia meraih kemenangan perdananya di AFF 2018.

Indonesia mengawali pertandingan dengan buruk. Meski sering menyerang, namun tak ada ancaman berbahaya ke gawang Timor Leste.

Sebaliknya, tim tamu mendapat peluang emas di awal pertandingan. Sayangnya bola yang ditendang Henrique Wilson masih melambung tipis ke atas gawang yang dijaga Andritany Ardhiyasa.

Selanjutnya Timor Leste kembali ditekan. Namun Indonesia seperti kesulitan menciptakan ancaman berbahaya di lini pertahanan lawan. Septian David Maulana dan kawan-kawan kerap terburu-buru dalam membangun serangan.

Strategi serangan dari sisi sayap yang jadi ciri khas Indonesia seperti sudah terbaca oleh Timor Leste. Andik Vermansah dan Febri Hariyadi terlihat kesulitan mengirim umpan-umpan lambung, serta menusuk ke jantung pertahanan lawan.

Memasuki menit 41, terjadi kesalahan koordinasi di lini belakang Indonesia. Tapi peluang tersebut gagal berbuah hasil manis untuk Timor Leste. Sebab bola disapu Andritany yang keluar dari sarangnya.

Tak lama kemudian, giliran Timor Leste yang terancam. Berawal dari kemelut, bola yang ditendang Hansamu Yama hampir saja bersarang ke dalam gawang. Kiper Timor Leste, Fagio Pereira sudah tidak berkutik. Namun sayang, si kulit bundar hanya mengenai tiang sebelah kanan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua, publik Indonesia dikejutkan dengan gol indah Rufino Walter Gama. Dari luar kotak penalti, ia melepaskan sepakan keras yang gagal dijangkau Andritany. Bola meluncur ke pojok kiri atas gawang.

Tak lama berselang, Timor Leste nyaris memperbesar keunggulan. Andritany melakukan kesalahan dalam mengontrol bola, sehingga tercipta peluang emas untuk tim lawan. Untungnya Timor Leste tidak dinaungi keberuntungan. Pemain mereka gagal mencetak gol ke gawang yang sudah kosong.

Dalam keadaan tertekan, Indonesia memainkan Riko Simanjuntak. Winger Persija Jakarta itu menggantikan Febri Hariyadi dan diharapkan bisa menambah daya gebrak di lini serang.

Perjuangan keras Tim Garuda akhirnya membuahkan hasil manis di menit 60. Sepakan Alfath Fathier gagal dibendung Fagio Pereira. Bagi sang pemain, itu merupakan gol pertamanya untuk Timnas Indonesia. Skor berubah 1-1.

Sembilan menit kemudian, wasit memberi hadiah penalti untuk tuan rumah. Penyebabnya, Andik Vermansah dijatuhkan dalam area terlarang. Stefano Lilipaly yang dimainkan di menit 61 berhasil menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Meski dapat dibaca kiper lawan, bola tetap bersarang ke sebelah kanan gawang. Timor Leste berusaha menyamakan kedudukan. Namun yang ada, justru gawang mereka kebobolan lagi di menit 82.

Berawal dari pergerakan Riko Simanjuntak, bola kemudian dikirim ke depan mulut gawang. Di sana sudah ada Alberto ‘Beto’ Goncalves yang menunggu datangnya si kulit bundar. Dengan sundulannya, pemain naturalisasi Indonesia itu sukses mengubah skor jadi 3-1.Kedudukan ini bertahan hingga laga usai. Berkat kemenangannya, Indonesia masih punya kans untuk lolos ke babak semifinal. (bbs/jpc/don)

Opsi: Sistem Rangking Atau Turunkan Passing Grade

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS REGISTRASI: Peserta CASN melakukan registrasi sebelum mengikuti ujian SKD di Kantor BKN Sumut, Jalan TB Simatupang Medan, Jumat (26/10)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
REGISTRASI: Peserta CASN melakukan registrasi sebelum mengikuti ujian SKD di Kantor BKN Sumut, Jalan TB Simatupang Medan, Jumat (26/10)

SUMUTPOS.CO – Target 238 ribu formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018 di Indonesia, terancam tidak terisi. Pasalnya, mayoritas peserta ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tidak lolos passing grade yang ditetapkan. Termasuk di Sumatera Utara.

Namun peserta jangan putus harapan dulu. Soalnya pemerintah melalui KemenPAN-RB sedang meramu kebijakan baru. Opsinya: menetapkan sistem rangking atau menurunkan passing grade.

MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menpan RB), Syafruddin, menegaskan panitia seleksi nasional (Panselnas) sedang mencari solusi terkait banyaknya peserta calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018 yang tak lolos dalam tahap SKD.

“Sekarang tim panselnas sedang menyusun kembali ramuan untuk mengatasi ini. Rumusan Panselnas diharapkan bisa menyeimbangkan kualitas seleksi yang dihasilkan, serta target 238 ribu formasi CPNS 2018 bisa terpenuhi dengan baik,” kata ,” kata Syafruddin dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/11).

Panselnas diminta merumuskan solusi terbaik, apakah akan memilih salah satu opsi atau mengombinasikan kedua opsi. Dua opsi dimaksud yakni menurunkan passing grade atau ambang batas kelulusan SKD. Atau menerapkan sistem perangkingan dari jumlah total nilai tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP).

Sebelumnya, passing grade masing-masing tes yakni 143 untuk tes karakteristik pribadi, 80 untuk tes intelegensia umum, dan 75 untuk tes wawasan kebangsaan.

“Kira-kira bahan mentahnya (dua opsi) itu. Bukan saya yang menentukan, nanti pansel yang merumuskan, diserahkan ke menteri,” katanya.

Syafruddin menargetkan persoalan ini bisa diselesaikan segera dalam pekan ini atau awal pekan depan. “Jadi bisa menghasilkan PNS yang kredibel yang kita harapkan yang akan memasuki pos-pos di kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah. Jadi ini menguntungkan tidak akan ada yang dirugikan. Insya Allah akan berjalan dengan baik,” kata dia.

Rumusan yang disusun panselnas nantinya akan dituangkan dalam peraturan menteri (permen) yang baru.

Senada, Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, pihaknya sedang mencari jalan fair untuk mengisi formasi CASN. Sehingga kekosongan formasi jabatan, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah, bisa dihindari.

“Mudah-mudahan tidak lama lagi hasil simulasi akan disampaikan. Prinsipnya, kami ingin mengisi formasinya agar tak terjadi kekosongan. Ini yang dikhawatirkan daerah seperti guru dan tenaga kesehatan, kami upayakan,” kata Setiawan.

15 Daerah Serahkan Usulan UMK ke Gubsu, Deliserdang Rp2,9 Juta, Medan Belum Putus

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga Selasa (13/11) sore, sedikitnya 15 kabupaten kota di Sumatera Utara telah menyerahkan usulan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2019 ke Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) Sumut.

Dengan begitu, Depeda Sumut segera melakukan rapat guna membahas usulan tersebut, agar ditetapkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu). Ketua Depeda Sumut, Maruli Silitonga menyebutkan, ke-15 kabupaten/kota yang sudah menyampaikan rekomendasi UMK 2019 yakni; Binjai, Dairi, Deliserdang, Gunungsitoli,

Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Langkat, Nias, Padanglawas Utara, Padangsidimpuan, Pematangsiantar, dan Tapanuliselatan. “Untuk itu, dalam satu atau dua hari ke depan kami akan membahas rekomendasi UMK kabupaten/kota tersebut di tingkat Dewan Pengupahan provinsi,” kata Maruli kepada Sumut Pos, Selasa (13/11).

Namun sayang, lagi-lagi Maruli belum berkenan menyampaikan besaran rekomendasi UMK dari semua daerah tersebut. Menurut Maruli, waktunya tidak etis jika disampaikan sekarang, apalagi pembahasan di tingkat Depeda provinsi belum dilakukan. “Idealnya setelah final nanti pembahasan, Depeda kabupaten/kota terkait saja yang menyampaikan. Karena kalau dari kita informasinya dikhawatirkan bisa timbul polemik oleh serikat buruh,” katanya seraya menyebut rapat nantinya juga akan berlangsung tertutup.

Pembahasan di tingkat provinsi penting segera dilakukan mengingat paling lama 21 November ini UMK 2019 mesti diumumkan masing-masing daerah. “Hal itu sudah amanat PP 78/2015 tentang Pengupahan. Karena nantinya akan diteruskan ke gubernur untuk meminta persetujuan,” ujar Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Sumut itu. “Khusus daerah yang tidak mengirimkan rekomendasi, tentu UMK mereka mengikut UMP 2019 yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

UMK Deliserdang Naik Rp218.424
Ketua Depeda Deliserdang, Mustamar SH MH saat dikonfirmasi Sumut Pos mengaku sudah mengusulkan kenaikan UMK 2019 ke Gubernur Sumatera Utara pada Jumat (9/11) pekan lalu. Menurutnya, besaran UMK 2019 yang diusulkan yakni sebesar Rp2.938.524 atau naik sebesar Rp218.424 dari UMK 2018 yakni Rp2.720.100.

“Hari Jumat pekan lalu sudah saya antar rekomendasi Pak Bupati ke Gubsu. Pak Bupati sifatnya merekomendasikan, tapi kalau menetapkan ya Pak Gubernur. Saya masih tunggu juga kabar dari Pemprovsu ini. Nanti kalau sudah turun SK, saya kabari. Kita tunggu sajalah,” ujar Mustamar, Selasa (13/11).

Menurutnya, besaran kenaikan UMK yang direkomendasikan ke Gubsu itu sesuai dengan hasil pembahasan rapat Depeda. Meski menyadari besaran yang diusulkan ke gubernur tidak disepakati unsur buruh yang ada di Depeda, namun tetap saja besaran yang disepakati pada rapat yang direkomendasikan.

“Besaran yang direkomendasikan itu naik 8,03 persen dari besaran UMK 2018 yakni sebesar Rp2.720.100. Besaran kenaikan ini sudah sesuai dengan ketentuan PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Sehingga kenaikan UMK Deliserdang yang direkomendasikan bupati ke gubsu sebesar Rp2.938.524,” terang Mustamar yang juga Kepala Bidang Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) di Disnaker Deliserdang.

Belum turunnya penetapan dari Gubsu tambah Mustamar, maka belum dapat dijadwalkan untuk rapat pembahasan penentuan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) tahun 2019. Sebab untuk melakukan pembahasan UMSK harus keluar terlebih dahulu penetapan UMK. Untuk di Deliserdang, ada 63 sektor pekerjaan yang nanti akan ditentukan kenaikannya. “Ya tunggu keluar penetapan UMK, baru kita jadwal untuk rapat UMSK bersama Depeda.

erdasarkan Permen (Peraturan Menteri) biasanya kenaikan untuk UMSK mulai dari 5 sampai 15 persen. Ya kita lihat nantilah seperti apa pembahasan untuk UMSK. Belum bisa jauh kita berkomentar karena UMK saja belum ditetapkan. Nanti dirundingkan lagi berapa kenaikan untuk tiap sektornya,” tutur Mustamar.

Tahun 2018 besaran UMSK Deliserdang naik mulai dari 5 hingga 15 persen dari besaran UMK sebesar Rp2.720.100. Besaran kenaikan paling teringgi diketahui untuk perusahaan di sektor industri minuman keras yakni sebesar Rp3.128.115. Sementara untuk yang paling rendah ada pada sektor industri produk roti dan kue (industri makanan ringan) sebesar Rp2.856.105.

UMK Medan Diputus Hari Ini
Sementara UMK Kota Medan baru akan diputuskan Depeda Medan hari ini, Rabu (14/11). “Besok (hari ini, red) pembahasannya di Hotel Grand Kanaya. Kemungkinan akan ditetapkan juga berapa besaran UMK 2019, tapi tergantung nanti bagaimana pembahasannya,” kata Ketua Depeda Kota Medan, Harun kepada wartawan, Selasa (13/11).

Ia mengaku belum bisa memberi gambaran berapa besaran UMK Medan 2019. Sebab, masih harus dibahas dalam rapat nantinya. “Soal itu masih harus dirapatkan, jadi belum bisa kita bilang,” akunya.

Disinggung soal usulan buruh yang menginginkan kenaikan 25 persen dari UMK 2018 atau naik sebesar Rp3,4 juta, Harun menyatakan akan menyampaikan dalam pembahasan nantinya. Namun demikian, belum bisa dipastikan apakah dipenuhi atau tidak. “Penetapan UMK Medan 2019 diharapkan sebelum waktu yang telah ditentukan yakni paling lambat 21 November. Karena, harus dikirimkan ke gubernur untuk persetujuan,” tukasnya.

Sebelumnya, buruh dari Federasi Serikat Metal Indonesia (FSMPI) Sumatera Utara mendesak penetapan UMK Medan sebesar Rp3.436.342. Ketua FSMPI Sumut, Willy Agus Utomo menyatakan, jika mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015, diperkirakan UMK Medan tahun depan sekitar Rp2,9 juta. Perkiraan ini dihitung dari UMK tahun 2018 sebesar Rp2,7 juta.

“Kita sudah menghitung perkiraan UMK Medan 2019, yang hanya naik 8,03 persen dari Rp2,7 juta. Untuk itu, penetapan upah nantinya tidak mengacu pada PP 78/2015 sebesar 8,03 persen tetapi harus 25 persen atau Rp3,4 juta,” ujarnya.

Menurut Willy, jika UMK Medan tetap mengacu peraturan tersebut jelas sangat rendah dan tidak layak bagi buruh. Sebab, tidak sebanding dengan mahalnya harga kebutuhan hidup seperti bahan bakar minyak, listrik, sembako dan sebagainya. “Di beberapa kota seperti Jakarta, Bekasi dan lainnya, UMK mereka sudah lebih dari Rp3 juta. Oleh karena itu, sudah sepatutnya UMK Medan Rp3,4 juta,” sebutnya.

Selain UMK yang harus disesuaikan dengan penghidupan yang layak, sambung dia, sistem outsourcing harus segera ditindaklanjuti atau dihapus. “Jangan dibiarkan terus tumbuh, karena menyengsarakan kaum buruh. Sampai sekarang buruh masih banyak yang tak punya rumah sendiri, sedangkan pengusaha semakin kaya. Makanya, Dewan Pengupahan Medan bisa secara bijak menetapkan upah dan jangan hanya mengacu kepada PP 78/2015,” cetusnya. (prn/btr/ris)

11.278 CASN Deliserdang Tak Lulus

Adi Laoli/Sumut Pos UJIAN SKD: Pelamar CASN Nias Utara mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Jumat (2/11). Dari 3.612 pelamar, hanya 24 orang yang dinyatakan lolos.
Adi Laoli/Sumut Pos
UJIAN SKD: Pelamar CASN Nias Utara mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Jumat (2/11). Dari 3.612 pelamar, hanya 24 orang yang dinyatakan lolos.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – RENDAHNYA tingkat kelulusan passing grade juga terjadi Kabupaten Deliserdang. Dari 11.791 peserta CASN yang mendaftar melalui SSCN dan verifikasi berkas di BKD Deliserdang, cuma 213 orang yang dinyatakan lulus passing grade dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Sekdakab Deliserdang melalui Kabid Mutasi dan Pengadaan Pegawai BKD Deliserdang, Syahrul saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, jumlah peserta yang tidak lulus totalnya sebanyak 11.278 orang. “Usai SKD, ujian selanjutnya Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Jadwalnya akan diinformasikan kembali. Usai SKB hasilnya akan diintegrasikan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN),” kata Syahrul, Selasa (13/11).

Menurut Syahrul, banyak peserta yang tidak lulus, karena soal SKD tingkat kesulitan soalnya lebih tinggi. Kemudian penetapan nilai passing grade juga terlalu tinggi dibanding tahun 2014. “Penyebab lain, mungkin akibat kesiapan peserta yang kurang,” jelasnya.

Disebutnya, formasi CASN Kabupaten Deliserdang tahun ini sebanyak 750 orangn
“Namun melihat kondisi yang lulus passing grade hanya 213 orang, berarti pemenuhan formasi CPNS Deliserdang tidak tercapai karena yang dibutuhkan 750 orang,” ungkap Syahrul lagi.

Karenanya, mereka masih menunggu arahan dan petunjuk dari Kementrian tentang tindak lanjut hasil SKD ini.

“Kita menunggu hasil evaluasi SKD dari Kementrian PAN RB dan BKN terkait kelanjutan dalam pelaksanaan CASN 2018 ini. Kita tunggu saja, apakah passing grade diturunkan atau diranking,” tutup Syahrul.

BKD Binjai Intip Hasil SKD
Di Binjai, dokumen hasil SKD fromasi CASN telah diterima dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Namun BKD Binjai belum membuka dokumen dimaksud. “Pak Kepala BKD (Amir Hamzah) belum berani membukanya. Masih mengintip saja. Dokumennya resmi masih bersegel,” jelas Kepala Bidang Mutasi dan Kepegawaian BKD Binjai, Hendra Januar, Selasa (13/11).

Pelaksanaan ujian CASN asal Binjai yang memperebutkan 92 formasi di Markas Kodam I Bukit Barisan sudah berakhir. Berdasarkan pengumuman yang ditempel dari BKN, hanya 20 peserta yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Tapi jumlah 20 CASN yang lulus ini belum pasti. Karena dokumennya belum dibuka. “Berkas SSCN itu sudah sampai, tapi belum dibuka menunggu Pak Wali,” ujar dia.

Rendahnya jumlah yang lulus, menurutnya membuat banyak formasi yang kosong. Contoh, ada salah satu SD butuh guru olahraga. Sehingga dibukalah formasi olahraga. Yang melamar cuma satu orang. Tidak lulus pula, ya kosong. Untuk formasi khusus diikuti tiga orang dari Honorer Kategori-II dan Disabilitas ada seorang,” tandasnya.

Soal tingginya nilai passing grade, menurut Hendra, sudah pernah diprotes pejabat yang mewakili kabupaten/kota se Indonesia, dalam rapat koordinasi nasional. Namun Panitia Seleksi CASN tidak mengabulkan. Alasannya, standar passing grade diberlakukan untuk mendapatkan SDM yang baik.

“Pemko Binjai juga sudah mengajukan agar passing grade diubah melalui aplikasi SSCN. “Tapi kayak cakap sama dinding. Namanya juga aplikasi. Rencana tampung putra daerah, eh putra luar daerah lebih qualified,” ujar dia.

Begitupun, Hendra sependapat jika passing grade ditinggikan demi mendapatkan SDM yang baik. Hanya saja, sebaiknya dinaikkan secara bertahap.

Lantas apa solusi? Menurut Hendra daerah tidak punya kewenangan. Jadi tergantung pusat.

Sebelumnya, sejumlah peserta ujian SKD yang ditemui mengaku gagal dalam TKP. Padahal, dua bidang lainnya lolos dan memenuhi standar yang diberlakukan.

“Semuanya lulus passing grade, TKP saja yang kurang,” ujar seorang peserta yang ditemui.

Menurut dia, TKD tidak sulit. Hanya pilihan jawabannya sangat menjebak. “Kita hanya tidak tahu polanya. Kita tidak tahu apa yang diinginkan oleh pembuat soal. ‘Kan kita jawab berdasarkan pikiran masing-masing. Tidak ada benar dan salah,” ujarnya.

Peserta lainnya mengatakan, level kesulitan (TKP) memang tinggi, dan soalnya cenderung panjang-panjang. “Padahal total soal ada 90 dan waktu yang tersedia hanya 100 menit. Untuk baca soalnya saja sudah lama ‘kan?” katanya.(btr/ted)

Longsor di Nias Selatan, Korban Ketiga Ditemukan 1 Km

istimewa for SUMUT POS CARI KORBAN: Warga menyaksikan tim gabungan mencari korban longsor di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Nias Selatan, Selasa (13/11).
istimewa for SUMUT POS
CARI KORBAN: Warga menyaksikan tim gabungan mencari korban longsor di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Nias Selatan, Selasa (13/11).

NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Pencarian korban longsor yang menimbun satu unit rumah bersama tujuh penghuninya di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Nias Selatan, memasuki hari ke-4, Selasa (13/11). Dalam pencarian kemarin, Tim SAR gabungan kembali menemukan dan mengevakuasi satu orang korban dari timbunan material longsoran dalam keadaan meninggal dunia.

Dalman Hulu (7), adalah korban ke-3 yang ditemukan Tim SAR berjarak 1 kilometer dari lokasi bencana atau persis ditemukan ke arah turunan longsoran, sekitar Pukul 14.00 WIB. Dan atas permintaan keluarga korban korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

“Diduga, ada lagi korban bencana longsor yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih terus bekerja melakukan pencarian korban lainnya, yakni Ina Elsa (33), Setiamas Hulu Ina Putri (30), Rei Jaya Hulu (3) dan Noverman Hulu (2),”ungkap Antonius Salam, Tim Pos SAR Nias kepada wartawan.

Dijelaskannya, penemuan ini juga dari evaluasi atas penemuan korban meninggal ke-2, Putri Hulu (5) di Sungai Faye, Senin (12/11) sore kemarin. Sehingga Tim SAR dibagi menjadi 2 tim untuk mencari empat korban yang belum ditemukan. Tim 1 melaksanakan penyisiran sepanjang sungai Faye, dengan radius penyisiran hingga sepanjang 8 kilometer ke arah muara Sungai Faye.

Tim 2, lanjut Antonius, melakukan penyisiran dan pembersihan secara manual, material longsoran di lokasi bencana. Hingga saat ini, alat berat atau eskavator belum bisa menjangkau lokasi bencana, karena terkendala akses.

Sulitnya akses alat berat menuju lokasi juga diakui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis. Menurutnya akses jalan begitu sulit dilalui alat berat membuat para petugas kewalahan, ditambah posisi rumah juga berada pada jurang yang membuat sulit mengevakuasi korban.

“Ada tujuh rumah berada di atas tanah yang terkena longsor, tetapi hanya satu rumah yang jatuh hingga berada di dasar jurang itu. Dan warga yang selamat di enam rumah itu saat ini sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman,” kata mantan Kepala Bappeda Sumut itu.

“Ini sudah hari keempat dan tim terus melakukan pencarian, karena dalam sekali jurangnya itu. Kan sebelum longsor mereka berada di atas, dihantam longsor itu makanya ke bawah semua rumahnya. Bisa sampai lima kilometer jalan makanya lambat kerjanya saat ini, alat berat juga payah untuk masuk ke dalamnya,” katanya.

Ia menyebut untuk tim yang sudah diturunkan antara lain Basarnas enam orang, BPBD Sumut tiga orang, dan puluhan petugas dari BPDB setempat. Kemudian bantuan juga datang dari aparat TNI/Polri. “Posko relawan hingga bantuan untuk korban bencana juga sudah didirikan,” tuturnya yang memperkirakan potensi longsor masih dapat terjadi di Nisel, dikarenakan keadaan cuaca yang sering turun hujan.

Gubsu Ajak ‘Keroyokan’ Pemulihan Madina
Terpisah, Gubsu Edy Rahmayadi, meminta semua pihak agar ‘keroyokan’ untuk memulihkan kondisi Mandailing Natal sehingga aktivitas masyarakat segera kembali normal dan para korban tidak menderita lebih lama lagi.

“Penanganan bencana banjir dan longsor ini harus dilakukan dengan segera. Jangan ditunda-tunda. Karena kebutuhan rakyat tidak bisa ditunda,” ujarnya ketika memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Madina, di Aula Hotel Rindang, Panyabungan, Senin (12/11) malam. Turut hadir Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, OPD Pemprovsu, Pemkab Madina dan Forkopimda Madina.

Meski begitu, Edy meminta masyarakat tetap bersabar. Karena penanganan dampak banjir tidak semudah membalik telapak tangan. Seperti pemulihan jalur transportasi atau jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang membutuhkan waktu. “Semua ada prosesnya. Tidak semudah membalik telapak tangan. Saya harap masyarakat bersabar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pejabat terkait untuk menempatkan para petugas di titik-titik lokasi tertentu di sepanjang jalur alternatif. Sehingga dapat membantu dan mengarahan para pengguna jalan ketika ada masalah. “Jangan sampai ada ‘Pak Ogah’ di situ. Sehingga menambah beban masyarakat yang memang sudah menderita akibat banjir dan longsor,” ujarnya.

Begitu juga dengan rencana relokasi korban banjir bandang di Ulu Pungkut, Gubsu meminta segera direalisasikan. “Saya sudah panjat dan tinjau langsung lokasi rencana tempat relokasi itu. Saya minta itu segera direalisasikan secepatnya. Jangan biarkan para korban berlama-lama di pengungsian,” katanya seraya mengingatkan para pejabat Pemprovsu dan Pemkab Madina bersungguh-sungguh menangani bencana yang terjadi, serta saling bersinergi sehingga penanganan dampak bencana akan lebih mudah dan cepat.

Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyampaikan, banjir yang terjadi beberapa hari terakhir sempat merendam beberapa kecamatan di Madina. Termasuk merendam komplek SMA Plus, yang didalamnya juga ada STAI, SMAN 3 dan SMPN 6. “Semua buku-buku hanyut dan mobiler rusak. Dibutuhkan bantuan segera agar proses belajar dan mengajar di situ kembali normal. Saya mohon bantuan BPBD Sumut,” ujarnya.

Banjir juga menyebabkan beberapa ruas jalan di sepanjang Jalinsum longsor dan nyaris terputus. Bahkan ada yang hanya tinggal 1/3 badan jalan yang tersisa, akibat tergerus arus sungai Batang Gadis. Arus transportasi pun sempat tersendat dan mengakibatkan antrian panjang.

“Untuk mengatasi hal itu, kami terpaksa menggunakan sawah warga untuk yang 2/3-nya, agar jalan tersebut dapat dilalui. Namun hal itu tidak akan dapat bertahan lama. Karena kontur tanahnya sangat lembut. Seberapa banyak pun batu dan tanah yang ditimbunkan ke situ, akan kembali amblas begitu dilewati kendaraan,” ujarnya.

Karenanya, Bupati meminta bantuan gubernur dan OPD terkait agar dapat menggunakan besi-besi bekas yang selama ini tidak terpakai lagi di gudang-gudang penyimpanan. Besi-besi tersebut akan disusun dan dirangkai sedemikian rupa di atas permukaan jalan, sehingga badan jalan tidak mudah amblas ketika dilalui.

“Saya mohon kepada Bapak Gubernur dan para OPD yang memiliki besi-besi bekas yang sudah tidak terpakai, bagaimana caranya agar kami dapat menggunakannya untuk menguatkan badan jalan tersebut, sehingga tidak amblas lagi,” pungkasnya.  (prn/bbs)

Dua Pekerja Jatuh di Bandara Kualanamu

Batara/sumut pos EVAKUASI: Petugas Avsec dan kepolisian mengevakuasi kedua pekerja kebersihan yang jatuh dari penyangga besi (Scaffolding di depan stasiun Railink Bandara Kualanamu.
Batara/sumut pos
EVAKUASI: Petugas Avsec dan kepolisian mengevakuasi kedua pekerja kebersihan yang jatuh dari penyangga besi (Scaffolding di depan stasiun Railink Bandara Kualanamu.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Dua orang pekerja pembersih gedung stasiun Railink Bandara International Kualanamu terjatuh dari Penyangga Besi (Scaffolding-red) di depan stasiun Railink Bandara Kualanamu, Senin (12/11).

Mengetahui peristiwa itu, petugas Avsec dan BKO Polri setempat langsung melarikan kedua korban ke KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Bandara KNIA untuk pertolongan pertama.

Kedua pekerja yang bernasib nahas itu adalah Syahputra (24), warga Dusun V, Kacangan, Desa Karang Gading, Kecamatan Secanggang, Langkat dan Muliyadi (24), warga Dusun VII, Desa Nogorejo, Kecamatan Galang, Deliserdang.

Akibat insiden tersebut, Yudi mengalami robek di kepala belakang selebar 3 cm, sedangkan Mulyadi mengalami lecet pada pinggang kiri.

Setelah mendapat perawatan di KKP oleh dr Sofia, ternyata luka di kepala Yudi cukup serius sehingga dirujuk ke RS Grand Medistra Lubukpakam untuk perawatan lanjut.

Kapolsek Beringin, AKP Bambang Herianto Tarigan menyebutkan, kecelakaan kerja tersebut berawal saat kedua pekerja PT Madina Persada Mandiri Tanjung Pinang itu membersihkan jembatan penghubung antara stasiun Railink dengan gedung Terminal Keberangkatan lantai 2 Bandara Kualanamu dengan menaiki scaffolding.

“Peristiwa terjadi pada saat kedua korban membersihkan connecting bridge, tiba-tiba scaffolding roboh (lepas dari susunannya) sehingga petugas pembersih Yudi Syahputra dan Muliyadi jatuh ke lantai jalan depan stasiun railink,” katanya.

“Pihak perusahaannya akan kami panggil untuk dimintai keterangan terkait keamanan pada pekerjanya ,”ujar Kapolsek Beringin AKP Bambang Herianto. (btr/han)

Humas Sekretariat DPRD Langkat Ciptakan Aplikasi Android

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat, membuat setiap orang berlomba menciptakan berbagai inovasi inovasi yang baru.

Seperti yang dilakukan Humas Sekretariat DPRD Kabupaten Langkat, Kamal Ihsan SE. Di saat mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat IV di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provsu, timbul idenya untuk membuat sebuah inovasi berupa aplikasi android DPRD Langkat.

“Aplikasi android ini nantinya berisikan kegiatan-kegiatan, dan jadwal rapat-rapat DPRD Langkat. Pemikiran membuat aplikasi ini, karena kemajuan teknologi informasi saat ini, yang mana setiap orang rata-rata memiliki handphone android,”terang Ihsan kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Senin (12/11).

Ihsan menambahkan, bahwa inovasi yang dibuatnya sesuai dengan era teknologi sehingga Sekretaris DPRD Langkat Drs Basrah Pardomuan selaku pimpinan Sekretariat DPRD sangat mendukung inovasi ini. Selain Sekretaris DPRD, Ketua DPRD Langkat Surialam, SE juga memberikan dukungan penuh terhadap proyek perubahan yang dikerjakannya.

Diharapkan, aplikasi android yang telah ternotifikasi pada google play store ini dapat diinstal masyarakat sehingga dapat mengetahui apa kerja ataupun kegiatan-kegiatan anggota DPRD Langkat selaku wakil-wakil rakyat yang mereka percayakan duduk di lembaga DPRD Langkat. Saya berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan informasi kehumasan di DPRD Langkat,” tuturnyaya.

Aplikasi ini dapat diinstal dengan cara, mengklik aplikasi google play store di hand phone, lalu ketik DPRD Langkat, lalu tekan tombol cari, setelah itu klik logo DPRD Langkat, kemudian instal. (bam/han)

Desa Tanjungselamat Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Cabang Binjai meresmikan Desa Tanjungselamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang sebagai desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan.

Peresmian itu ditandai gunting pita di Gapura Desa Tanjungselamat oleh Kepala Kantor BPJS-TK Cabang Binjai, TM Haris Sabri Sinar yang disaksikan Kepala Desa Tanjungselamat, Nuraidi dan jajaran kepala dusun, serta warga setempat.

Di kesempatan ini, BPJS-TK Cabang Binjai juga turut memberikan santunan kematian kepada ahli waris peserta sebesar Rp24 juta, sekaligus dirangkai dengan pembagian berbagi hadiah kepada masyarakat.

Kepala Kantor BPJS-TK Cabang Binjai, TM Haris Sabri Sinar mengatakan, peresmian desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan upaya meningkatkan antusiasme masyarakat pedesaan agar tergabung sebagai peserta BPJS-TK.

Dikatakannya, keikutsertaan masyarakat pedesaan sebagai peserta BPJS-TK merupakan salah satu modal penting dalam menjamin pengupayaan bantuan sosial. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa keuntungan yang akan didapat oleh masyarakat.

“Salah satu manfaat yang akan didapat masyarakat selaku peserta BPJS-TK adalah bantuan sosial dalam hal kematian biasa, berupa uang tunai sebesar Rp24 juta,” ungkapnya, pekan lalu. BPJS-TK sendiri, kata Haris, memiliki empat program unggulan. Keempat program itu meliputi, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Hari Tua (JHT). “Dengan kata lain, hanya dengan membayar iuran yang relatif murah, masyarakat terutama pelaku ekonomi akan mendapatkan manfaat dan keuntungan yang sangat besar dari program tersebut,” jelasnya. (ted/han)

Korupsi Sisa Uang Anggaran, Bendahara Dinas LH Karo Diadili

Korupsi-Ilustrasi.
Korupsi-Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bendahara Pengeluaran pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo, Herlina Rahmah Batubara didakwa jaksa penuntut umum (JPU) menggelapkan sisa uang anggaran sebesar Rp189.930.000.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dapot Manurung dalam dakwaannya menyebutkan, pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo, ada kegiatan Penyusunan Kebijakan Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Tahun Anggaran (TA) 2017 dengan anggaran Rp420 juta.

Sebagai bendahara di Dinas Lingkungan Hidup Karo, Herlina menerbitkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Tambahan Uang (TU) untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo, Timotius Ginting dalam rangka tambahan uang persediaan kegiatan tersebut.

“Permintaan itupun disetujui oleh Timotius selaku Pengguna Anggaran (PA). Kemudian, terdakwa Herlina menarik uang untuk kegiatan tersebut dan memberikan sebesar Rp 225.514.150 kepada Ida Andayani selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Gloria Hosianna br Tarigan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK),” kata JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Sri Wahyuni Batubara, Senin (12/11) sore.

Usia melaksanakan tugasnya, Ida dan Gloria mengembalikan sisa dana sebesar Rp15.444.450 kepada terdakwa Herlina. Sisa dana masih dipegang oleh terdakwa Herlina dan belum dipertanggungjawabkan.

Kemudian, lanjut JPU, terdakwa Herlina membuat SPJ-TU Nihil pada tanggal 22 Desember 2017 dengan memalsukan tanda tangan Timotius Ginting pada dokumen-dokumen yang ada.

“Salah satu dokumen yang dipalsukan terdakwa yakni Buku Kas Umum Bendahara Pengeluaran ditandatangani Bendahara Pengeluaran dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo pada tanggal 22 Desember 2017,” tandas Dapot.

Pada Maret 2018, Timotius Ginting baru mengetahui bahwa masih ada dana yang tidak habis dipakai pada kegiatan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo dan tidak dikembalikan ke kas daerah sebesar Rp209.930.300.

Atas hal tersebut, Timotius Ginting mengajukan permohonan agar Inspektorat melakukan pemeriksaan khusus terhadap terdakwa Herlina. Selain itu, Timotius juga meminta agar terdakwa segera mengembalikan dana yang masih dalam penguasaannya untuk disetorkan ke kas daerah.

“Namun, terdakwa tidak bisa menyanggupinya dan hanya memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta kepada Timotius Ginting. Sehingga masih ada dana yang masih belum bisa dikembalikan oleh terdakwa Herlina sebesar Rp189.930.000,” pungkas JPU dari Kejari Karo itu.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (man/han)

TPL Dukung Petani Madu Lebah Makota Simalungun

BANTUAN : Manager CSR PT TPL Ramida Siringoringo (tengah) menyerahkan bantuan perlengkapan kepada para petani madu lebah Makota Simalungun.
BANTUAN : Manager CSR PT TPL Ramida Siringoringo (tengah) menyerahkan bantuan perlengkapan kepada para petani madu lebah Makota Simalungun.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) penghasil bubur kertas terbaik di Sumatera Utara,  kembali memberikan dukungan dalam pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan. Dukungan peningkatan dan nilai tambah masyarakat kali ini, diberikan kepada kelompok petani madu lebah Makota (Madu. Kopi, Talas), di Desa Nagori Saitbuttu Saribu kecamatan Pematang Sidamanaik Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Manager Corporate Social Resposnsibility (CSR) TPL Ramida Siringoringo menyebutkan, sedikitnya ada seratusan kepala keluarga yang saat ini hidup dengan sumber daya alam, seperti kopi, madu, dan lainnya yang mengandalkan modal seadanya. Peluang seperti ini menjadi fokus perusahaan dalam upaya dukungan pengembangan usaha, khususnya di wilayah sekitar konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) perusahaan.

“Awalnya memang kita lihat para petani madu lebah disini usahanya dimulai dari nol, inilah yang menjadi motivasi perusahaan untuk mendukung para petani yang memiliki semangat. Selanjutnya setelah kita melihat aktivitas mereka dilapangan banyak sumber daya alam dan manusia, berpotensi dalam usaha pengembangan madu lebah. Bahkan para petani punya motivasi madu lebah sebagai icon desa penghasil madu terbaik di Indonesia,” sebut Ramida, Senin (12/11).

Menurutnya keseriusan perusahaan dalam mendukung kegiatan penghasil madu lebah ini sudah mencapai tahap ke II. Dukungan perusahaan pada tahap sebelumnya juga telah dilakukan, untuk memberi semangat kepada para petani madu lebah lainnya. Ramida menyebutkan untuk tahapan kali ini perusahaan memberikan dukungan, dengan nilai Rp 13 juta lebih dengan bentuk peralatan pendukung peningkatan hasil madu dan lebah.

“Untuk tahap kedua ini TPL membantu 50 batang gelodok (Perangkap Lebah), 50 petak tup (Rumah lebah), 5 potong baju seragam (Savety), ratusan botol kemasan madu, serta sarung tangan (hand glove),” ungkap Ramida.

Produksi madu lebah didesa Nagori Saitbuttu Saribu beberapa tahun sebelumnya, sempat berjalan lancar. Namun karena modal dan peralatan seadanya, para petani lebih giat dalam pengembangan lebahnya saja (Koloni lebah). Kordinataor kelompok petani Makota Selamat Suryadi mengatakan, beberapa waktu yang lalu sempat terjadi penjualan koloni lebah hingga 400 koloni perbulannya.

Dikatakannya, dengan kerja sama dan dukungan dari pihak perusahaan (TPL) dalam pengembangan ekonomi kreatif, memberi semangat baru dan angin segar bagi petani lebah dan madu dipedesaan. Bantuan berupa gelodok, stup dan perlengkapan lainnya sangat membantu para petani. (rel)