30 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 5765

Survei: Pangeran Harry Paling Tenar di Inggris

Pangeran Harry dan Meghan Markle meninggalkan Kapel St George di Kastil Windsor setelah pemberkatan pernikahan di Windsor, Inggris, Sabtu (19/5/2018).
Pangeran Harry dan Meghan Markle meninggalkan Kapel St George di Kastil Windsor setelah pemberkatan pernikahan di Windsor, Inggris, Sabtu (19/5/2018).

LONDON, SUMUTPOS.CO – Pangeran Harry menjadi anggota kerajaan paling tenar di kalangan warga Inggris. Demikian hasil survei polling terbaru yang dirilis oleh YouGov.

Melansir Daily Mail, Selasa (13/11/2018), The Duke of Sussex mengalahkan neneknya, Ratu Elizabeth II, dengan berada di posisi teratas dalam hal popularitas. Sekitar 77 persen warga Inggris memberikan opini positif terhadap suami Meghan Markle itu. Dalam survei tersebut, Ratu Elizabeth II menduduki urutan kedua dengan raihan 74 persen, dan Pangeran William berada di posisi ketiga dengan selisih tipis.

Banyak penggemar yang menggambarkan Pangeran Harry sebagai sosok yang dikagumi, menyenangkan, humoris, pecinta kebahagiaan, dan sikapnya tidak dibuat-buat. Metro melaporkan, hanya 7 persen responden yang memberikan opini negatif padanya. Sementara itu, sebanyak 13 persen responden membagikan pendapat yang netral. Popularitas Pangeran Harry menyebar di kalangan orang tua dan generasi muda.

Sementara itu, raja masa depan Inggris, Pangeran Charles berada di urutan ke-7 dalam survei YouGov. Ketenaran Prince of Wales bahkan berada di belakang menantu dan ayahnya. Duchess of Cambridge Kate Middleton di urutan keempat dengan ulasan positif sebanyak 64 persen, disusul suami Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip.

Popularitas Meghan Markle berada di urutan keenam, tepat di atas Pangeran Charles. Perempuan berusia 37 tahun itu dianggap sangat atraktif, cantik, percaya diri, setia, dan menghibur.

Sebagai informasi, Lembaga Peringkat YouGov mengukur popularitas dan ketenaran orang serta produk berdasarkan jutaan tanggapan dari publik Inggris. Lembaga tersebut juga menghasilkan survei untuk mengungkapkan apa yang sedang dipikirkan warga Inggris. Survei kali ini melibatkan sekitar 3.700 wawancara yang digelar pada 15 Mei 2018 hingga 31 Oktober 2018. (kps)

Tim Gabungan Segel Pool Paradep Taksi dan Simpati

Tim Gabungan Pemko Medan menyegel terminal liar milik Paradep Taksi di Jalan Sisingamagaraja Medan, Selasa (13/11).
Tim Gabungan Pemko Medan menyegel terminal liar milik Paradep Taksi di Jalan Sisingamagaraja Medan, Selasa (13/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Gabungan Pemko Medan menyegel terminal liar milik Paradep Taksi di Jalan Sisingamagaraja Medan, Selasa (13/11). Tindakan tegas yang dilakukan karena perusahaan angkutan ini tidak mengindahkan imbauan serta surat peringatan yang sudah tiga kali disampaikan guna menutup terminal tersebut.

Penyegelan yang dilakukan tim gabungan terdiri dari unsur Satpol PP, Dishub, unsur TNI dan Polri serta personil Kecamatan Medan Kota sempat ricuh. Pasalnya, ketika tim gabungan yang dipimpin Kasat Pol PP HM Sofyan bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan Renward Parapat mendapat penolakan dari pemilik beserta sejumlah pekerjanya.

“Saya tidak mau ini (terminal liar) disegel. Sebab saya tinggal di sini dan juga memiliki usaha lain seperti usaha ekspedisi dan menjual makanan dan minuman. Jadi pintu ini merupakan satu-satunya akses keluar masuk. Apabila disegel, bagaimana kami nanti,” kata pria berpostur tinggi dan berdarah India dengan nada tinggi.

Sofyan tidak bergeming sedikitpun mendengar penjelasan pemilik Paradep Taksi. Mantan Camat Medan Area itu memerintahkan tim gabungan untuk segera menggembok pintu pagar terminal liar dengan menggunakan rantai besi serta diikuti pemasangan garis polisi.

Namun, ketika proses penyegelan terjadi pengusaha dibantu sejumlah karyawannya menmghalangi tim gabungan sehingga terjadi dorong-mendorong. Untuk mengatasi hal tersebut Sofyan meminta unsur TNI Polri untuk mengamankan, sehingga proses penyegelan dapat berlangsung dengan lancar.

Usai penyegelan Sofyan memerintahkan tim Satpol PP untuk mengangkut barang bukti berupa kursi dan meja pool ke dalam truk dan dibawa ke markas. Sofyan selanjutnya meminta kepada anggotanya untuk memarkir 1 unit truk Sat Pol PP di depan pool Paradep Taksi untuk menghalangi terminal tersebut beroperasi kembali.

Selanjutnya, tim kembali bergerak menuju pool Simpati yang juga memiliki indikasi melakukan pelanggaran serupa.

Pada penindakan di pool Simpati, tim gabungan tidak banyak mendapat perlawanan. Setelah melakukan tindakan persuasif, pengusaha angkutan umum Simpati bersedia dilakukan penyegelan dan berjanji tidak akan mengoperasikan terminal liarnya.

Usai penyegelan dua terminal liar tersebut, Kasat Pol PP mengaku  tim gabungan akan terus menindaktegas dan memroses sesuai dengan ketentuan yang berlaku jika masih ada pengusaha angkutan masih nekat mengoperasikan terminal liar.

”Kali ini tim gabungan tidak akan bernegosiasi dan akan terus bertindak bagi pengusaha angkutan yang tidak patuh terhadap peraturan. Saya dan tim gabungan akan terus mengawasi hingga terminal liar benar-benar tertib,” tegas Sofyan. (rel)

Evakuasi Terhalang Lumpur & Hujan Deras

istimewa for sumut pos TINJAU: Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu turun ke lokasi longsor di Desa Sukamajumohili, Kecamatan Gomo, Minggu (11/11). Tujuh orang dalam satu keluarga tertimbun longsor.
istimewa for sumut pos
TINJAU: Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu turun ke lokasi longsor di Desa Sukamajumohili, Kecamatan Gomo, Minggu (11/11). Tujuh orang dalam satu keluarga tertimbun longsor.

TELUK DALAM, SUMUTPOS.CO – Evakuasi terhadap enam korban longsor di Dusun Dua, Desa Sukamajumohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), dilanjutkan kemarin. Petugas gabungan terus berjibaku dengan lumpur dan hujan deras.

Cuaca buruk yang melanda kawasan pegunungan membuat petugas kesulitan Setelah bersusah payah, petugas berhasil mengevakuasi jenazah korban kedua atas nama Gustiayu Putri Hulu(5), yang ditemukan di aliran sungai.

“Saat ini pencarian dihentikan sementara karena hujan deras,” kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Nias, Tonggor Gultom, Senin (12/11).

Selain cuaca, tim gabungan yang melakukan proses evakuasi juga terkendala akses menuju ke lokasi. Di mana, lokasi kejadian sangat sulit dijangkau. Petugas harus menembus jalanan berlumpur sedalam sekitar 50 cm.

Kondisi ini juga yang membuat alat berat tidak bisa masuk. Apalagi jalan menuju ke sana bergelombang. ”Menuju desa itu kanan kirinya juga jurang. Kita masih mencari cara lain,” ungkapnya.

Karena alat berat tidak bisa masuk, petugas melakukan pencarian dengan menyisir kawasan longsor. Pembersihan material dilakukan dengan cara manual.  “Kita sangat hati-hati. Karena kita menghitung ada potensi longsor susulan. Apalagi saat hujan deras,” ujarnya.

Senada dengan Basarnas Nias, Ketua Regu SAR Nias, Antonius Salam, mengatakan tim SAR yang diterjunkan masih menggunakan alat manual, cangkol dan sekop. Cara itu dilakukan karena sulitnya alat berat memasuki wilayah terdampak yang sempit dan berlumpur.

“Hari ini tim Rescue SAR gabungan bekerja secara manual. Alat berat atau eskavator masih berada di Kecamatan Gomo, sekitar 8 kilometer dari lokasi bencana. Alat berat terhalang bebatuan, jalanan sempit dan berlumpur dengan kedalaman sekitar 50 centimeter,” tutur Antonius.

Ia mengatakan, tim Rescue SAR gabungan BASARNAS, TNI, POLRI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nisel dan Masyarakat, masih bekerja melakukan pencarian korban secara manual, di titik yang diperkirakan keberadaan korban.

Sebelumnya, tujuh orang dilaporkan tertimbun longsor yang terjadi Sabtu (10/11) sekira pukul 08.45 WIB. Hingga kemarin, baru dua yang berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban pertama atas nama Kristofen Hulu, ditemukan Minggu (11/11). Korban kedua atas nama Gustiayu Putri Hulu (5) ditemukan Senin (12/11) sore.

Ketujuh korban meninggal dunia akibat tertimbun longsor yakni Setiamas Hulu (perempuan/30 tahun), Aristina Laia (P/33), Kristopen Hulu (laki-laki/4), Darman Hulu (L/7), Rei Jaya Hulu (L/3), Gustiayu Putri Hulu (P/5) dan Noverman Hulu (L/2).

Ribuan Peserta CASN Medan Gugur, Jeblok di Tes Karakter Pribadi

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mayoritas nilai peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018, jeblok pada tes karakteristik pribadi (TKP). Hal ini menjadi penyebab rendahnya tingkat kelulusan CPNS tahun ini. Di Medan, dari 4.486 peserta yang mengikuti SKD pada formasi CASN di Pemko Medan, yang lulus hanya 178 orang dan berhak mengikuti proses Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sementara 4.308 orang lainnya tidak lulus.

KEPALA Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Medan, Lahum Lubis, menjelaskan jumlah peserta yang mengikuti tahap SKD sebanyak 4.896. Jumlah peserta tersebut merupakan yang lolos tahap seleksi administrasi. Namun dari jumlah 4.896 yang lolos administrasi ini, sebanyak 410 orang tidak hadir pada saat ujian.

Artinya, yang hadir ikut SKD hanya 4.486 peserta. “Dari 4.486 peserta yang ikut SKD, hanya 178 orang yang sesuai passing grade (pemeringkatan nilai). Selanjutnya, peserta yang lulus akan mengikuti tahap SKB,” ungkap Lahum, Senin (12/11).

Ia menyebutkan, jumlah peserta lolos ke tahap seleksi berikutnya sangat sedikit. Karena kuota CASN yang disediakan untuk Medan mencapai 247 formasi. “Proses penilaian yang dilakukan benar-benar tergantung dari hasil para peserta. Penilaian juga dilakukan oleh sistem terpusat, Pemko hanya sebatas fasilitator,” jelasnya.

Hingga saat ini, nama-nama 178 yang lolos belum diketahui. Pusat hanya memberitahu jumlah yang lulus. “Meski mereka lolos tahap SKD, belum bisa dipastikan apakah mereka lolos menjadi CASN. Sebab, mereka harus mengikuti SKB yang merupakan tahap akhir. Selanjutnya, dilakukan akumulasi nilai SKD dan SKB mereka. Lalu, setelah itu barulah diumumkan apakah lolos menjadi CASN atau tidak,” paparnya.

Melihat minimnya jumlah peserta yang lulus seleksi, dipastikan bakal ada formasi yang kosong di Pemko Medan”Tapi bisa saja penerimaan selanjutnya (tahun depan) dibuka lagi formasinya,” tukasnya.

Data dihimpun Sumut Pos, sebanyak 4.896 yang lulus seleksi administrasi, meliputi tenaga guru honorer dan guru bidang studi, analis hukum, analis keuangan, tenaga kesehatan dan lainnya.

Untuk kuota yang tersedia, terdiri dari formasi tenaga guru pengalaman dan non pengalaman untuk ditempatkan di sekolah lingkungan dinas pendidikan.

Setelah itu, formasi cumlaude untuk BKDPSDM, formasi khusus disabilitas untuk dinas tenaga kerja. Berikutnya, formasi umum tenaga guru bidang studi, tenaga kesehatan puskemas, tenaga teknis puskesmas dan sebagainya.

Ranperda ABPD Sumut 2019 Rp3,15 Triliun, Belanja Dinas Pendidikan Terbesar

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggaran belanja untuk Dinas Pendidikan Sumut tahun 2019, menjadi alokasi terbesar di antara anggaran belanja belasan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Yakni Rp3,15 triliun. Sangat besar dibandingkan dengan anggaran belanja Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Pertanian), yang hanya Rp213,7 miliar.

Hal tersebut terungkap saat Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyampaikan nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2019, pada rapat peripurna di gedung Dewan, Senin (12/11).

Gubernur menyebutkan, dari pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp15,2 triliun, belanja daerah pada 2019 mendatang diusulkan sebesar Rp15,4 triliun lebih. Angka ini, sebagian besar dialokasikan untuk belanja langsung pembangunan sebesar Rp4,9 triliun, dalam rangka pencapaian lima poin visi misi Sumut Bermartabat. Yakni belanja ketenagakerjaan, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan peningkatan daya saing dari sektor agraris dan pariwisata.

Belanja untuk ketenagakerjaan, program peningkatan kesempatan kerja dan berusaha melalui penyediaan lapangan pekerjaan sebesar Rp82,7 miliar atau 1,68 persen.

Belanja untuk peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan sebesar Rp1,3 triliun lebih atau 27,91 persen.

Belanja untuk pembangunan infrastruktur yang baik dan lingkungan berwawasan dialokasikan Rp1,4 triliun lebih atau 28,64 persen.

Belanja untuk peningkatan layanan kesehatan berkualitas sebesar Rp379 miliar lebih atau 7,73 persen.

Terakhir belanja untuk peningkatan daya saing melalui sektor agraris dan pariwisata Rp365 miliar lebih atau 7,43 persen.

“Selanjutnya pembiayaan daerah pada APBD tahun 2019, terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp500 miliar. Dan pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp283 miliar lebih,” kata Gubernur kepada wartawan.

Nota keuangan ini sendiri menurutnya telah mempedomani KUA-PPAS yang telah disepakati berdasarkan Permendagri nomor 38/2018 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2019, sesuai rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2019. Dan mengacu kepada arah dan kebijakan sasran pokok RPJPD, program prioritas nasional, program strategis nasional, serta visi misi kepala daerah terpilih.

“Acara yang diselenggarakan ini merupakan suatu kegiatan konstitusional. Di mana APBD tersebut harus dibahas dan disetujui secara bersama antara pemerintah daerah dengan DPRD,” sebut Gubernur.

Ringkasan Rancangan APBD 2019 yang dilampirkan Pemprovsu menunjukkan, jumlah belanja di Dinas Pendidikan merupakan yang terbesar dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada. Dari total Rp3,15 triliun, belanja tidak langsung dialokasikan Rp1,962 triliun. Dan belanja langsung Rp1,193 triliun.

Disusul Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Rp903,6 miliar. Dengan pembagian Rp819,9 miliar belanja langsung dan Rp83,6 miliar untuk belanja tidak langsung.

Selanjutnya Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang dengan total belanja Rp448,7 miliar, dengan alokasi belanja langsung sebesar Rp323,2 miliar. Dan belanja tidak langsung Rp125,5 miliar.

Untuk Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Pertanian), dialokasikan Rp213,7 miliar, dibagi Rp115,5 belanja langsung dan Rp98,1 miliar untuk belanja tidak langsung.

Rapat juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Drs H Musa Rajeksyah SH.MHum dan Sekretaris Daerah R. Sabrina. (bal)

Buruh Janji Demo Tiap Senin, Selama UMP Belum Direvisi

Buruh melakukan aksi demo
Buruh melakukan aksi demo

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), aksi demo lagi di depan Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Senin (12/11).

Mereka minta revisi Upah Minimum Provinsi (UMP) dari Rp2,3 juta menjadi Rp2,9 juta, untuk mewujudkan upah pekerja Sumut yang bermartabat.

“Aksi ini akan terus dilakukan setiap Senin, sampai aspirasi kami diakomodir Gubernur Sumut, Edy Rahmayadin Sampai UMP direvisi,” kata Koordinator Aksi yang juga Ketua DPW FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo.

Ia menyampaikan, pihaknya menuntut pemerintah dan Pemprovsu agar mencabut PP 78/2015 dan menolak upah murah 2019 yang hanya naik 8,03 persen. “UMP tahun 2019 berdasarkan PP 78/2015 yaitu naik hanya sebesar 8,03 persen, merupakan kenaikan upah terendah sepanjang sejarah Jokowi berkuasa. Kebijakan ini jelas merugikan dan berpotensi menyusahkan pekerja/buruh dan keluarganya,” katanya.

Upah pekerja/buruh Indonesia saat ini, beber dia, tergolong sangat murah. Kalah jauh dibandingkan dengan upah pekerja di negara-negara kecil di Asean. Seperti Singapura, Brunai Darussalam, Malaysia, Thailand, Philipina, dan Vietnam.

“Upah buruh di Indonesia hanya beda tipis dengan upah buruh di Kamboja, Laos, maupun Myanmar. Ditambah lagi saat ini lapangan kerja sulit, PHK (pemutusan hubungan kerja, Red) marak, sistem kerja perbudakan (outsourcing, kontrak, harian lepas dan borongan) semakin merajalela. Kenaikan harga barang semakin mahal. Demikian juga kenaikan BBM, tarif listrik, sembako dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Setelah sekitar satu jam berorasi, pengunjuk rasa ditemui Kepala Biro Otda dan Kerjasama Setdaprovsu, Basarin Yunus Tanjung. Kepada massa buruh, Yunus mengatakan akan menyampaikan tuntutan buruh ke pemerintah pusat dan Gubsu, yang saat itu tidak berada di kantor.

Mendengar jawaban tersebut, massa buruh yang dikawal aparat kepolisian lantas membubarkan diri meninggalkan kantor Gubsu.

Jangan Anggap Remeh

WAJIB MENANG Hansamu Yama saat berlaga dengan Singapura. Hari ini, Indonesia akan berhadapan dengan Timor Leste yang ditargetkan mendulang kemenangan.
WAJIB MENANG
Hansamu Yama saat berlaga dengan Singapura. Hari ini, Indonesia akan berhadapan dengan Timor Leste yang ditargetkan mendulang kemenangan.

SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia harus segera melupakan hasil mengecewakan kontra Singapura. Karena Timor Leste sudah menanti untuk dilawan, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (13/11). Indonesia harus membenahi komunikasi yang sangat buruk saat jumpa Singapura.

Skuad Garuda memang tampil mengecewakan di Singapura. Tim Garuda memang menguasai pertandingan. Tetapi mereka bermain dengan sangat tidak efektif. Hal itulah yang tak boleh diulang melawan Timor Leste.

Terlebih, Indonesia bukan cuma wajib menang, tapi harus dengan skor telak agar bisa menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.

“Yang pasti kami akan perbaiki komunikasi. Kemarin terganggung karena nervous. Tekanan Singapura membuat kami kehilangan jati diri seperti sebelumnya,” ungkap Bima Sakti.

Menurutnya, Timor Leste bisa menjadi batu pijakan Indonesia untuk bangkit. Kemenangan tentu akan membuat mental skuad besutan Bima Sakti bisa kembali menanjak. “Ini pekerjaan rumah saya sebagai pelatih, menanamkan motivasi buat pemain. Saya harap mereka bisa bangkit saat melawan Timor Leste,” katanya.

Nah, terkait Timor Leste yang kemungkinan bermain dengan formasi yang sama seperti Singapura, Bima tidak takut. Jebolan Timnas Primavera itu menegaskan sudah mengantisipasi hal tersebut. Dia juga tahu lawannya punya kunci kekuatan di counter attack. ’’Mereka tim kuat, jangan anggap remeh. Pemain harus ekstra konsentrasi,’’ terangnya.

Komposisi pemain kemungkinan berubah. Sejumlah pemain pun diragukan kebugarannya saat hadapi Timor Leste, Selasa (13/11) besok. Salah satu pemain yang dicemaskan kondisinya adalah bek Ricky Fajrin. Pemain asal Bali United ini sempat ditarik di tengah pertandingan karena cedera. ’’Ricky hanya terinjak saja, diagnosa dokter juga tidak ada masalah, tetap bisa dimainkan,’’ sebutnya.

Pemain lain yang ikut dipertanyakan kebugarannya adalah Stefano Lilipaly. Gelandang serang naturalisasi ini tampak belum fit saat diturunkan pelatih Bima Sakti di laga melawan Singapura. Kemungkinan ada perubahan di sektor sayap. Riko Simanjuntak yang dipasang di babak kedua besar kemungkinan tampil sejak awal.

Sementara Timor Leste mengaku ciut. Mereka menyebut kalau Indonesia tetap lawan yang menakutkan di Piala AFF 2018. Timor Leste sendiri jelas mencari poin pertama di Piala AFF 2018. Sebab, pada laga pertama, mereka sudah dicukur Thailand tujuh gol tak berbalas.

Kekalahan Indonesia dari Timor Leste tak bisa jadi acuan. Apalagi, Indonesia akan bermain di depan publik sendiri. “Kami sama sekali tak melihat Indonesia kalah kemarin. Indonesia tetap lawan yang tangguh karena sering bermain di Piala AFF. Kami tetap mewaspadai mereka,” ungkap kapten Timor Leste, Jorge Sabas Victor.

Menurutnya, Indonesia punya skuad yang merata dalam semua posisi. Hal itu akan membuat Timor Leste harus bekerja ekstra keras dalam laga di SUGBK.”Mereka memiliki winger yang cepat. Harus diakui, mereka punya pemain bagus dan tentu harus diwaspadai,” ujarnya.

Namun jelang laga konsentrasi Timor Leste terganggu. Pelatih Timor Leste, Norio Tsukitate, marah-marah. Dia sempat kecewa karena koordinasi untuk latihan buruk. Kemarahan Norio sendiri berawal saat Timor Leste hendak menggelar latihan perdana di Stadion Madya, Senayan, Minggu (11/11) sore.

Dia kesal karena mereka berlatih hanya sebentar saja.”Saya merasa kesal karena hal ini. emua yang sudah saya pikirkan hari ini menjadi kacau. Sesi taktikal yang kami lakukan pun tidak sampai selesai karena seharusnya kami berlatih selama dua jam,” ungkap Norio.

Soal laga, Norio menyoroti kritikan publik kepada Bima Sakti. Dahulu, dia pernah seperti Bima dan menjadikan hal buruk menjadi pengalaman masa depan. “Mungkin kami sama-sama debut. Tapi Bima dahulu pemain sekarang pelatih. Saya juga pernah satu tahun di Timor Leste jadi pemain dan pelatih,” ungkap Norio kepada wartawan.

Menurut pelatih asal Jepang itu, waktu yang singkat memang tak cukup buat Bima. Jadi legenda hidup sepak bola Indonesia itu harus diberi kesempatan dan kepercayaan penuh. “Ya waktu satu tahun memang tak cukup. Jawaban saya mungkin kurang bagus, tapi ya itulah yang terjadi,” tandasnya. (bbs/jpc/don)

1.200 Warga Diberi Pelayanan Medis Kesehatan Gigi

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) memberikan pelayanan medis kepada 1.200 warga Kota Medan. Kegiatan ini guna menciptakan senyum sehat Indonesia di Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2018,

Pelayanan kesehatan gigi ini, bekerja sama juga dengan Pepsodent digelar di Rumah Sakit Gigi dan Mulut USU di Medan sejak 12 hingga 14 November 2018. Fasilitas diberikan dalam program BKGN berupa pengecekan kesehatan mulut dan gigi, pembersihan karang gigi, pencabutan dan penambalan gigi serdahan dengan melibatkan ratusan dokter gigi yang profesional.

Division Head for Health & Wellbeing and Profesional Intitutions Yayasan Unilever Indonesia, drg. Ratu Mirah Afifah mengatakan, BKGN tahun ini merupakan tahun ke-9 dilakukan di sejumlah daerah Indonesia, salah satunya di Kota Medan. Dengan jumlah pasien secara nasional mencapai 65 ribu orang.

“Tahun ini, tema resiko gula tersembunyi terhadap gigi dan mulut menjadi pilihan. Karena, ternyata masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa makanan atau minuman yang tidak manis sekali pun dapat mengandung gula penyebab gigi berlubang,” tutur Mirah.

Dengan konsumsi gula tersebut, Mirah menyebutkan, World Health Organization (WHO) mengajukan asupan gula dari sumber makanan dan minuman tidak lebih 50 gram perhari untuk dewasa dan 30 gram untuk anak.

“Sayangnya, data Survey Konsumsi Makanan Individu (SKMI) Indonesia tahun 2014 menyatakan bahwa sebanyak 29,7 per-sen masyarakat Indonesia mengonsumsi gula harian melebihi batas rekomendasi tersebut. Konsumsi gula berlebihan ini, salah satunya disebabkan rendahnya masyarakat akan kehadiran gula tersembunyi,” kata Mirah.

Mirah menyebutkan, dari rilis data terbaru 2018 ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bahwa 57,1 persen mengalami penyakit mulut hanya 10 persen mendapatkan penanganan medis.”Untuk di Sumut Mengalami hal yang sama 5,1 persen,” ungkap Mirah.

Sementara itu, Dekan FKG USU, Dr drgTrelia Boel menjelaskan, masalah gigi berlubang atau karies seringkali digambarkan sebagai 4 mata rantai yang berinteraksi, yaitu host yang terdiri dari gigi dan air liur, mikroorganisme atau bakteri pada plak, substrat atau asupan makanan dan waktu.

“Bicara mengenai substrat, gula yang dikonsumsi diubah oleh mikroorganisme didalam mulut sehingga kondisi PH mulut otomatis berubah menjadi aa dan proses karies pun terjadi. Selain substrat, faktor waktu juga penting diperhatikan,” jelas Trelia.

Trelia mengungkapkan, untuk mengantisipasi dengan rajin menggosok gigi sehari dua kali. Pertama pagi hari, gosok gigi setelah sarapan dan sebelum tidur. Kemudian, melakukan kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

“Kita dari FKG USU memberikan edukasi kepada sekolah-sekolah. Baik TK dan SD memberikan pemahamanan terhadap merawat mulut dan gigi dengan mengundang ibu-ibu dari pelajar. Karena, harus diberikan edukasi saat dini,” pungkasnya.(gus/ila)

Potong Dana PKH dari Kementerian Sosial, BRI Bisa Dipidanakan

Menunjukkan kartu PKH
Menunjukkan kartu PKH

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ombudsman RI Perwakilan Sumut sudah menerima kelengkapan dokumen pengaduan, terkait dengan pemotongan biaya program keluarga harapan (PKH) dari Kementerian Sosial yang dilakukan Bank BRI.

“Sudah kita terima untuk kelengkapan dokumen laporan. Kini, kita sedang melakukan penelitian dokumen untuk kelengkapan laporan secara formil dan materilny,” ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (?12/11) siang.

Dengan laporan tersebut, lanjut Abyadi, pihaknya akan menindaklanjuti dengan menjadwalkan pemanggilan terhadap Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam waktu dekat ini. Pemanggilan itu untuk meminta klarifikasi terkait dengan pemotongan biaya program PKH tersebut yang diperuntukkan bagi warga miskin dan lanjut usai (lansia).”Di sini saya melihat, uang miskin dipenggal. Informasi program PKH tidak terbuka dan jelas kepada masyarakat,” ujar Abyadi.

Abyadi menjelaskan, dalam pengaduan yang diterima pihaknya, dari 13 peserta PKH merupakan warga Kecamatan Medan Perjuangan, dinilai ada keganjilan dalam penyaluran PKH diterima warga miskin tersebut. Makanya, Ombudsman akan menyelusuri keganjilan itu.

“Saya tanya kepada mengadu apa pin ATM mereka? Setelah ditanyakan, sama semua pin ATM mereka. Harusnya, diberikan tahu, bahwa pin ATM itu bisa diganti. Ini kenapa tidak diganti,” kata Abyadi.

Kemudian, kasus pemotongan PKH ini, Abyadi menilai BRI bisa dipidanakan. Sebab, program Kementerian Sosial pasti ada payung hukumnya. Dengan itu, sudah melanggar hukum yang terjadi. “Perlu dilakukan klarifikasi kepada sejumlah pihak untuk permasalah ini. Kita lihat dulu hasil klarifikasi disampaikan pihak terkait nantinya,” bilang Abyadi.

Abyadi menjelaskan, pengaduan pemotongan ini, berawal ketika peserta penerima pemanfaatan PKH Kementerian Sosial mengeluhkan pemotongan dana tersebut sebesar Rp500 ribu per tiga bulan.

“Rp500 ribu per triwulan dalam setahun adalah Rp2 juta dengan pengambilan 4 kali. Untuk pengambilan uang melalui ATM BRI. Untuk pengambilan pertama hingga ketiga tidak ada pemotongan. Namun, pengambilan keempat di akhir tahun, baru ada pemotongan,” papar Abyadi.

Pemotongan tersebut, lanjutnya, sudah berjalan dua tahun ini. Berdasarkan pengaduan yang Ombudsman diterima, bahwa di tahun 2017, pemotongan sebesar Rp110 ribu. Sehingga, dana PKH untuk pengembalian keempat di tahun tersebut, peserta PKH hanya menerima Rp390 ribu.”Di tahun 2018 ini, lebih besar pemotongannya sebesar Rp266 ribu. Mereka kaget lah,” tutur Abyadi.

Abyadi mengatakan, untuk penerima beras diberikan melalui program PKH Kementerian Sosial dan pengambilan beras di Agen Brilink di Jalan Pelita VI Medan. Namun, tidak ada masalah untuk penerimaan beras pertiga bulan juga.

“Kalau beras tidak ada masalah, namun penerima PKH mengeluh soal pemotongan ke Agen Brilink. Kemudian, Agen Brilink memfasilitasi untuk membuat pengaduan ke Ombudsman. Ada sekitar 160 orang mengeluhkan itu. Namun, baru 13 orang baru mengadu sama kita,” pungkas Abyadi.(gus/ila)

Permohonan Drainase Tak Digubris Pemko, Klambir V Langganan Banjir

Pran Hasibuan/sumut pos GOTONG ROYONG: Warga Gang Pribadi 1 & 2,Gang Sentosa lagi gotong royong membuat parit secara manual. Selama lima tahun permohonan warga ke Pemko Medan untuk membuat parit belum digubris sehingga jalan selalu banjir hingga masuk ke dalam rumah warga. IST
Pran Hasibuan/sumut pos
GOTONG ROYONG: Warga Gang Pribadi 1 & 2,Gang Sentosa lagi gotong royong membuat parit secara manual.
Selama lima tahun permohonan warga ke Pemko Medan untuk membuat parit belum digubris sehingga jalan selalu banjir hingga masuk ke dalam rumah warga. IST

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Puskesmas Lingkungan III, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, mengeluhkan permohonan pembuatan parit atau drainase yang sudah mereka ajukan sekitar lima tahun, belum juga digubris Pemerintah Kota Medan, Sehingga, sekitar 40 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan tersebut dan berdampak pada warga Kelambir V Gg. Pribadi 1, Pribadi 2 dan Gg. Sentosa Lingkungan 1 Tanjung Gusta, selalu mendapat musibah banjir walaupun bukan musim penghujan.

“Tidak musim hujan saja jalan di gang ini banjir. Apalagi kalau sudah hujan, air akan masuk ke rumah. Karena kawasan ini lebih rendah tanahnya dari pada jalan. Maka, air mengalirnya ke gang rumah kami. Sedangkan di sini tidak ada parit, jadi air itu tergenang di sepanjang jalan dan sampai masuk ke rumah warga,” ujar Ance, seorang warga yang tinggal di Gang Sentosa kepada wartawan, kemarin (11/11).

Diceritakannya, awal selalu terjadi banjir dari pembetonan di sepanjang Jalan Puskesmas, lantaran jalan lebih tinggi dan tidak ada paritnya. Sehingga, air mengalir dan tergenang di gang-gang sekitar Jalan Puskesmas, Gg. Pribadi 1, Gg. Pribadi 2 dan Gg. Sentosa.

“Karena kondisi ini kami sudah buat permohonan ke Dinas Pekerjaan Umum Medan untuk pembuatan parit. Tapi sampai sekarang tidak ada jawaban. Jadi 30 Oktober 2018 kemarin, kami kirim lagi permohonan itu dan sampai sekarang belum ada kepastian,” kata ibu rumah tangga ini.

Warga setempat lainnya, Hanifah menambahkan, oleh Kepala Lingkungan 1 dan Lurah Tanjung Gusta sudah mengambil kebijakan untuk melakukan gotong royong membuat parit secara manual dengan alat seadanya. Tapi hasilnya tidak optimal karena keterbatasan alat dan dana untuk kembali membuat titi rumah warga yang harus dibongkar untuk membuat parit.

“Sudah kami coba buat parit, tapi titi-titi rumah warga harus ikut dibongkar. Nah untuk memasangkannya kembali kami tidak ada dana, untuk alat pembuat drainase aja dengan pinjam sana sini. Karena buat paritnya dengan manual, ya hasilnya tidak maksimal,” ungkapnya.

Kepling 1 Kelurahan Tanjung Gusta, Ridho Hartati Naibaho saat dikonfirmasi menjelaskan, keluhan warga tersebut sudah lama. “Ada lagi cerita warga karena banjir, masuk ular ke dalam rumahnya. Kami pun sudah berupaya gotong royong membuat parit agar air dari Jalan Puskesmas dapat mengalir ke jalan besar dan tidak tergenang disepanjang gang-gang,” katanya.

Bahkan ia mengaku agar permohonan pembuatan drainase mendapat jawaban dari Pemko Medan, sudah meminta tolong kepada anggota DPRD Medan untuk membantu percepatan permohonan tersebut. “Anggota DPRD-nya sudah datang kemari melihat kondisi langsung di lapangan. Tapi sampai sekarang belum tahu kami bagaimana kelanjutannya. Sedangkan warga sudah terus mengeluh karena rumahnya selalu kebanjiran,” pungkasnya. (prn/ila)