30 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 5764

Kasus Kredit Macet dan Jaminan Fiktif, Eks Pejabat BRI Diciduk di Jakarta

.

SUMUTPOS.CO – Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) Kota Binjai akhirnya berhasil meringkus AS, mantan Pimpinan Cabang Pembantu Bank Rakyat Indonesia
(BRI) Katamso Medan atas kasus kredit macet dan jaminan fiktif BRI.

AS diringkus tim penyidik Kejari ketika bekerja di anak perusahaan BRI, yakni BRI Agroniaga di Jalan Warung Jati Barat, Kelurahan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (12/11) siang.

“Tidak ada perlawanan dari tersangka. Dia ikut kami, kooperatif.

Tadi malam sudah dibawa ke Medan. Mulanya kita mendapat informasi (AS) di BRI Cabang Solo. Tim sudah melakukan pelacakan dia sampai Jogja dan Solo,”ujar Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar didampingi Kasi Pidsus Asepte Gaulle Ginting, Selasa (13/11).

“Dia masih bekerja di salah satu anak perusahaan BRI. Namanya BRI Agro. Menjabat Pimpinan Cabang Pembantu BRI Katamso Medan tahun 2009/2010. Setelah itu pindah tugas ke Jogja, yang akhirnya kita temukan masih bekerja di salah satu anak perusahaan BRI,” sambung mantan Kajari Kualatungkal ini.

Atas ditangkapnya AS, lanjut Kajari Binjai, penyidik terus mendalami perkara tersebut. “Saat ditangkap, AS lagi bekerja. Dia kemudian kita panggil ke bawah bersama security. Lalu diminta untuk ikut,” ujar mantan Kasubdit Tipikor Jampidsus Kejagung ini yang pimpin penangkapan AS.

Kepada penyidik, sebut Kajari, AS mengakui perbuatannya seperti yang disangkakan penyidik. Dia juga mengaku, saat itu mengemban amanah Pimcabpem BRI Katamso Medan ketika mencairkan dana yang diajukan DS.

“Dia mengaku (pencairan kredit) itu pada masa dia,” ujar Victor. Kini, AS ditahan penyidik yang dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai.

Sementara, penyidik terus mengendus keberadaan berinisial DS. Menurut Victor, upaya pencarian yang dilakukan penyidik berangsur menuai hasil. Bahkan, sudah teridentifikasi. Tapi, Kajari belum mau membeberkannya.

“DS juga diduga melakukan kredit pada perbankan lain. Kami mengimbau untuk datang ke Kejari Binjai, menunjukkan sikap kooperatif,” tandasnya.

Diketahui, penyidik Pidsus Kejari Binjai menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini. Adalah, mantan Pimpinan Cabang Pembantu BRI Katamso Medan berinisial AS, mantan Surveyor atau pejabat pelaksana yang melakukan tugas penilaian berinisial OS dan pemohon kredit berinisial DS.

Sejauh ini, OS dan AS yang sudah ditahan oleh penyidik dan dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai. Dalam perkara ini, DS melakukan peminjaman kredit sebesar Rp500 juta melalui tiga perusahaannya masing-masing, UD Grace Panglima Denai, CV Finance SS dan CV Deandls Mual Asri pada 2009 lalu. Ketiga perusahaan ini menjaminkan bangunan berupa rumah toko (ruko) dengan SHM nomor 703, SHM nomor 699 dan SHM no 698. Namun, jaminan tersebut fiktif.

Sehingga kerugian negara ditaksir mencapai Rp1,5 miliar. DS pun sudah dipanggil sebanyak tiga kali. Tapi, yang bersangkutan mangkir.

Bahkan, penyidik juga sudah coba mengendus keberadaan DS dengan menggeruduk kediamannya di sekitar Stadion Teladan Medan. Diduga tanpa dilakukan pengecekan lebih dulu oleh BRI Cabang Pembantu Katamso Medan, perbankan plat merah itu mencairkan dana pinjaman kepada DS.

Usai menerima dana segar tersebut, DS macet membayar kredit. Artinya, dana pinjaman yang harus dicicil DS tidak berjalan mulus sebagaimana semestinya. Akibatnya, ketiga jaminan yang berada di Binjai disita oleh BRI.

Usai disita, BRI melakukan pelelangan per rukonya sebesar Rp275 juta pada Juli 2013. Sugianto memenangkan pelelangan tersebut. Oleh Sugianto, ruko yang dibelinya melalui pelelangan BRI itu dijual kepada Moina yang kemudian atas nama Sertipikat Hak Milik (SHM) dibaliknamakannya.

Ternyata ruko yang dibeli Sugianto itu milik Herlina Purba di Jakarta. Sejumlah saksi sudah diperiksa dalam proses penyelidikan perkara tersebut. Seperti Herlina Pur ba, pihak yang komplain atas asetnya disita oleh BRI. Selain itu, oknum pejabat di BRI Cabang Sisingamangaraja Medan yang membawahi BRI Cabang Pembantu Katamso Medan, juga sudah diambil keterangannya sebagai saksi. (ted/han)

Pemotongan Dana PKH Kementerian Sosial, OJK Tunggu Aduan

Menunjukkan kartu PKH
Menunjukkan kartu PKH

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumut menunggu peserta program keluarga harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos) RI, untuk membuat pengaduan atau laporan ke Perlindungan OJK Sumut, terkait pemotongan dana PKH melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Untuk itu diimbau kepada peserta agar menyampaikan pengaduannya kepada OJK.

Staff Perlindungan OJK Sumut, Fajrin Saragih mengatakan, dari pengaduan atau laporan nantinya, baru bisa dilakukan tindakan berupa klarifikasi dari sistem melakukan OJK, terhadap Perbank seperti BRI untuk mengetahui duduk permasalahan sebenarnya.

“Kita imbau kepada pihak masyarakat untuk membuat pengaduan ke Pelindungan OJK secara personal. Ini masih satu pihak, kita akan cek lagi dari pihak BRI lagi, bagaimana regulasi mereka. Kalau ada tumpang tindih dan dilanggar, kita siap memberikan sanksi,” kata Fajrin, Selasa (13/11) siang.

Fajrin mengungkapkan, nantinya dari regulasi tersebut, baru dilihat bagaimana perjanjian terhadap pencairan dana PKH Kemensos kepada peserta penerima dana PKH melalui Bank berplat merah itu.”Kita lihat perbankannya dulu, bagaiamana regulasinya dan perjanjiannya. Di perjanjian ada atau tidak perbankannya seperti itu (pemotongan),” tutur Fajrin.

Fajrin mengatakan, bila ada perjanjian dalam pemotongan dana PKH akan segera melakukan pemanggilan terhadap direksi BRI di Medan untuk mempenjelas atas permasalah itu untuk keseluruhannya.

“Kalau diperbolehkan, akan kita panggil perbankannya. Sama seperti dilakukan Ombudsman, kalau Ombudsman semua lembaga negara untuk diawasi. Kalau kita, cuma perbankan aja. Kalau dari PKH-nya beda kewenangan. Kita pihak dari pihak BRI kita lakukan klarifikasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar menjelaskan, pihanya menerima pengaduan dari 13 peserta PKH merupakan warga Kecamatan Medan Perjuangan, Kamis (8/11) lalu.

Dari pengaduan yang didengar, kata Abyadi, memang ditemukan kejanggalan yang dilakukan pihak BRI dalam penyaluran PKH diterima warga miskin tersebut. Makanya, Ombudsman akan menyelusuri keganjilan itu.”Saya tanya kepada peserta yang mengadu, apa pin ATM mereka? Setelah ditanyakan, sama semua pin ATM mereka. Harusnya, diberikan tahu, bahwa pin ATM itu, bisa diganti. Ini kenapa tidak diganti,” ucap Abyadi.

Kemudian, kasus pemotongan PKH ini. Abyadi menilai bisa diseret ke hukum. Karena ini, program Kementerian Sosial pasti ada payung hukumnya.? Dengan itu, sudah melanggar hukum yang terjadi. Ia mengatakan perlu dilakukan klarifikasi kepada sejumlah pihak untuk permasalah ini.”Kita lihat dulu hasil klarifikasi disampaikan pihak terkait nantinya,” kata Abyadi.

Abyadi menjelaskan pengaduan pemotongan ini, berawal peserta penerima pemanfaatan PKH Kementerian Sosial mengeluhkan pemotongan dana yang diberikan kepada warga miskin dan lansia sebesar Rp 500 ribu pertiga bulan.

“Rp500 ribu pertriwulan dalam setahun 2 juta dengan pengambilan 4 kali. Untuk pengambilan uang melalui ATM BRI. Untuk pengambilan pertama hingga ketiga tidak ada pemotongan. Namun, pengambilan keempat diakhir tahun baru ada pemotongan,” jelas Abyadi.

Pemotongan tersebut, sudah berjalan dua tahun ini. Abyadi mengungkapkan berdasarkan pengaduan yang Ombudsman diterima, bahwa di tahun 2017 pemotongan sebesar Rp 110 ribu. Jadinya, dana PKH untuk pengembalian keempat di tahun tersebut, peserta PKH hanya menerima Rp 390 ribu.

“Ditahun 2018 ini, lebih besar pemotongannya sebesar Rp 266 ribu. Rp 234 ribu, ada pemotongan sebesar itu, mereka kaget lah,” tutur Abyadi.

Abyadi mengatakan, untuk penerima beras diberikan melalui program PKH Kementerian Sosial dan pengambilan beras ?di Agen Brilink ?di Jalan Pelita VI Medan. Namun, tidak ada masalah untuk penerimaan beras pertiga bulan juga.

“Kalau beras tidak ada masalah, namun penerima PKH mengeluh soal pemotongan ke Agen Brilink. Kemudian, Agen Brilink memfasilitasi untuk membuat pengaduan ke Ombudsman. Ada sekitar 160 orang mengeluhkan itu. Namun, baru 13 orang baru mengadu sama kita,” pungkas Abyadi.(gus/ila)

Masyarakat Tionghoa Sumut Bantu Korban Gempa

istimewa/sumut pos BANTUAN: JuswanTjoe diwakili Heryanto dan Wagimin serahkan bantuan kepada Gubernur Sulteng Drs H Moh Hidayat Lamakarate, MSi (dua dari kiri). dan Sekda Drs H Longki Djanggola, MSi, Kamis (8/11).
istimewa/sumut pos
BANTUAN: JuswanTjoe diwakili Heryanto dan Wagimin serahkan bantuan kepada Gubernur Sulteng Drs H Moh Hidayat Lamakarate, MSi (dua dari kiri).
dan Sekda Drs H Longki Djanggola, MSi, Kamis (8/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara secara langsung menyerahkan bantuan sosial kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah kepada Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola, MSi didampingi Sekretaris Daerah Drs H Moh Hidayat Lamakarate, MSi di rumah dinas Jalan Prof HM Yamin No 24, Palu, Kamis (8/11).

Bantuan itu diserahkan Ketua Panitia Bersama Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara Peduli Palu, Juswan Tjoe diwakili Heryanto dan Wagimin. Bantuan berupa beras 12.000 kg, gula 7.500 kg, minyak goreng 9.000 liter dan mi instan 1.000 dus telah sampai terlebih dahulu melalui Makassar menggunakan dua truk.

Juswan Tjoe dalam sambutannya, disampaikan Heryanto kepada Gubernur Sulteng, bantuan logistik ini merupakan bantuan kedua yang juga merupakan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kodam I Bukit Barisan dan Polda Sumatera Utara.

Sebelumnya, Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara melalui Forkominda Sumatera Utara telah mengirimkan bantuan logistik 10 kontainer (sekitar hampir 200 ton) berisi gula, beras, minyak goreng, biskuit, pampres, pembalut, terpal, selimut, handuk, pakaian, dan sebagainya yang pada 23 Oktober 2018 diangkut Kapal Kemanusiaan Meratus Gorontalo keberangkatannya dilepas Gubsu bersamaan dengan bantuan dari masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Distribusi bantuan dilakukan kerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

“Salam persaudaraan juga kami titipkan buat masyarakat Sulawesi Tengah khususnya buat saudara-saudara yang tertimpa musibah gempa dan tsunami yang saat ini tengah berada di tenda-tenda pengungsian, Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara turut merasakan apa yang tengah dirasakan oleh saudara-saudara di pengungsian, semoga segala cobaan atas musibah ini dapat cepat berlalu dan masyarakat dapat kembali melakukan aktivitasnya seperti sedia kala,” ujarnya.

Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola menyampaikan ucapan terima kasih kepada Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara yang telah turut peduli atas musibah bencana alam yang telah menimpah Sulawesi Tengah. “Sampaikan juga salam kami buat Masyarakat Tionghoa yang ada di Sumatera Utara,” ujarnya.

Longki menyampaikan, bantuan tersebut didistribusikan untuk mempercepat membantu meringankan kebutuhan akan bahan logistik bagi korban gempa dan tsunami.

Perwakilan Panitia Bersama Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara Peduli Palu yang berangkat ke Palu adalah Juswan Tjoe, Ardjan Leo, Heryanto, Tomi Wistan, Wagimin, dan Irwan Y Arifin, dan sebelum bertemu dengan Gubernur Sulteng sebagian masih sempat menyaksikan kondisi lokasi gempa dan tsunami di Palu, Patobo dan Balaroa.

Juswan Tjoe juga menyampaikan terima kasih kepada Mayor Inf Sofyan Bayu Aji dan Mayor Edi Syafriadi dari Kodam I/BB yang ikut dalam rombongan, juga kepada Peter Gozali, tokoh masyarakat Tionghoa Sulawesi yang telah mengatur dan membantu pertemuan serta penyerahan bantuan ini, tidak lupa juga kepada para donatur yang telah membantu dan semoga segala kebaikannya dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa. (rel/mea/ila)

Perwal P-APBD 2018 Belum Juga Dikeluarkan

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan belum juga mengeluarkan Peraturan Wali (Perwal) Kota Medan, tentang pengesahan penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2018.

Perwal tersebut dikeluarkan lantaran hingga 30 September lalu, Pemko dan DPRD Medan belum menandatangani P-APBD kesepakatan bersama, mengenai Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) P-APBD 2018.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Medan Irwan Ibrahim Ritonga menyatakan, Perwal tersebut masih dalam pembahasan. Harapannya, dalam waktu dekat bisa segera dikeluarkan. “Masih diproses dan direvisi. Sebab, hasil pertemuan dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) ada yang perlu diperbaiki lagi mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak,” ujarnya, Selasa (13/11).

Menurutnya, revisi perubahan anggaran sesuai petunjuk BPK dalam menggunakan Perwal memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sebagai konsekuensinya. Untuk kelebihannya, Perwal tentu lebih cepat dibanding Perda karena cukup di internal Pemko Medan saja dan tidak perlu pembahasan bersama legislatif. Meski demikian, salinan perwal nantinya tetap dikirimkan ke dewan.

Sedangkan kerugian menggunakan perwal, tidak bisa mengubah satu kegiatan terhadap kegiatan lainnya. Sebagai contoh, seperti anggaran kegiatan normalisasi drainase diubah untuk pengaspalan jalan. “Jadi, yang bisa diubah itu satu jenis kegiatannya, misalkan ada dua jenis perjalanan dinas di DPRD yakni luar kota dan luar negeri. Bisa yang ke luar negeri dihemat atau dikurangi, dan dipindahkan ke perjalanan dinas luar kota,” terangnya.

Irwan menilai, pada dasarnya di P-APBD 2018 tidak ada revisi yang sifatnya penambahan. Oleh karena itu, menggunakan perwal lebih baik. “Kalau menggunakan Perda bisa Desember baru selesai karena harus dibahas bersama legislatif terlebih dahulu. Hal ini jelas tidak efisien,” paparnya.

Ia menuturkan, ada tiga hal yang ingin diubah pada P-APBD 2018. Antara lain, rincian objek belanja, antar belanja dan program kegiatan. “Mengubah pekerjaan tidak boleh, misalkan pengaspalan di Jalan A mau diubah ke pembangunan drainase di Jalan B. Hal itu tidak bisa, karena harus menggunakan Perda. Jadi, yang bisa diubah itu pengaspalan mau digeser lokasinya masih bisa,” paparnya.

Diutarakan Irwan, Perwal itu setidaknya harus rampung bulan ini. Sebab, Rencana APBD 2019 sedang dibahas bersama DPRD Medan. “Sambil berjalannya waktu, maka pematangan pengesahan P-APBD 2018 terus dilakukan. Sebelum disahkan nanti P-APBD 2018, maka dikeluarkan Perwal itu,” ucapnya.

Dia menambahkan, dibuatnya perwal karena berdasarkan petunjuk BPKAD Sumut yang mengikuti rapat dengan Dirjen Perbendaharaan Keuangan Kemendagri. Pada rapat tersebut, daerah yang belum menandatangani kesepakatan bersama KUA-PPAS P-APBD sampai 30 September 2018, tidak perlu lagi membuatnya dan mengeluarkan perda.

Sebelumnya, diduga akibat kelalaian Pemko dan DPRD Medan dalam waktu, maka tak dapat meneken P-APBD 2018. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, yang menyebutkan bahwa batas waktu pengesahan P-APBD Kabupaten/Kota per 30 September. (ris/ila)

Hari Ini di Rayon Medan Kota, Medan Timur dan Sunggal

Petugas teknisi PLN Area Medan mengecek trafo untuk kesiapan pasokan listrik jelang Idul Fitri.
Petugas teknisi PLN Area Medan mengecek trafo blm lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan kembali melakukan pemeliharaan berkala. Hal ini untuk meningkatkan pelayanan, khususnya dalam distribusi pasokan listrik.

Adapun pemeliharaan dilakukan pada pekan ini, dimulai sejak Sabtu (10/11) hingga Kamis (15/11). Jenis pemeliharaan tersebut mulai dari rehabilitasi gardu penghubung, pemasangan trafo sisip, pergantian peralatan JTM, menegakkan tiang miring, pencabutan tiang kayu dengan diganti tiang beton, hingga rabas-rabas pohon.

Manager PLN UP3 Medan, Lelan Hasibuan mengatakan, pemeliharaan berkala tersebut penting dilakukan agar pasokan listrik jauh dari gangguan secara teknis. “Secara teknis misalnya, gangguan akibat rusaknya peralatan di gardu, makanya kita ganti atau kerusakan lainnya. Begitu juga rabas-rabas pohon harus rutin kita lakukan. Karena cabang pohon bila menyentuh jaringan lisrik, akan mengganggu distribusi atau suplay listrik,” kata Lelan.

Untuk pemeliharaan hari ini, Rabu (14/11), dilakukan di rayon Medan Kota, Medan Timur dan Sunggal. Sehingga, wilayah padam listrik meliputi, Jl. Zainal Arifin, Jl. T. Umar, Jl. Muara Takus, Jl. Pagaruyung, Jl. Cik Ditiro, Jl. Taruma, Jl. S. Parman, Jl. Abd Lubis. Kemudian, Jl.Kly sudarso kota brayan, Jl.Pertempuran, Perumahan Brayan Bengkel, Jl.Aluminium 1, Jl.Kol. Bejo, Jl. Cemara, Komp Cemara Asri sebagian. Lalu, Jl. Asrama, Jl. Ampera II, Jl. Ddodik, Jl. Ampera I, Jl. Gagak Hitam, Jl. Kakak Tua, Jl. Gelatik, Jl. Pungguk, Jl. Bangau, Jl. Blibis, Jl. Merpati, Jl. Balam, Jl. Budi Luhur, Jl. Prona, Jl. Tempua.

Sedangkan besok, Kamis (15/11), pemeliharaan meliputri rayon Sunggal dan Medan Kota, dengan wilayah padam yakni, Jl. Puskesmas, Jl. BLK, Jl. Perwira, Jl. Elang, Jl. Aluminium, Gg. Resmi, Jl. Gatsu, Serba Setia,Jl. Binjai Kp Lalang, Psr V. Komplek cina, Psr V Cinta Damai, Psr III Cinta Damai, Psr I Cinta Damai,Gg. Harapan, Gatsu simpang Sei Sekambing, Komplek Tomang Elok, Jl. Raja Wali, Jl. Murai,Jl. Garuda, Kodam I BB, Jl. Cenderawasih. Lalu, Jl. Kartini, Jl. Agus Salim, Jl. Samanhudi, Jl. Juanda, Jl. Mongunsidi, Jl. Polonia, Jl. Setarban, Koplek AURI, RS Boloni, RS Setelamaris, RS AU.

Sebelumnya, pemeliharaan pada Sabtu (10/11), pemeliharaan dilakukan di Rayon Medan Kota dan Sunggal. Lalu pada Minggu (11/11) di rayon Helvetia. Pada Senin (12/11) di rayon Labuhan dan Belawan. Selasa (13/11), di rayon Medan Timur, Helvetia, Medan Kota Medan Baru, Labuhan, Medan Selatan. (rel/ila)

RE Nainggolan Ajak Masyarakat Cerdas Memilah Informasi

ist TERIMA:Delphi Ujung menerima bendera pataka usai dilantik dan pengukuhan DPC N4J Kabupaten Dairi, Senin (12/11).
ist
TERIMA:Delphi Ujung menerima bendera pataka usai dilantik dan pengukuhan DPC N4J Kabupaten Dairi, Senin (12/11).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Paguyuban Nusantara Untuk Jokowi (N4J) terus melebarkan sayapnya. Respon para relawan dari berbagai daerah menjadi salah satu faktor yang menguntungkan bagi
organisasi yang berpusat di Medan Sumatera Utara ini.

Lahir dari rasa prihatin akan maraknya upaya perlawanan kepada pemerintah Indonesia yang kini dipimpin Presiden Joko Widodo. Ada berita hoax, fitnah bahkan upaya-upaya radikal untuk menghasut masyarakat bahwa pemerintah tidak sedang bekerja.

N4J hadir dari keprihatinan itu. Walau dengan swadaya, organisasi yang sudah memiliki perwakilan di 24 provinsi dan ratusan kabupaten/kota se Indonesia. Demikian dijelaskan Ketua Umum N4J Dr RE Nainggolan MM saat pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) N4J Kabupaten Dairi di Gedung Nasionla Sidikalang, Minggu (11/11).

“Kita cukup prihatin. Padahal, dengan sungguh-sungguh era kepemimpinan Jokowi, pembangunan begitu merata. Bahkan, baru sejarah presiden Republik Indonesia mengunjungi hampir seluruh daerah. Ke Sumut sudah sembilan kali, ke daerah lain juga demikian,” kata RE Nainggolan yang juga hadir bersama Anggota Dewan Pakar DPP N4J Sanggam Hutagalung, Ketua DPP Sihar Cibro, Wakil Sekjen Jadi Pane,SPd, dan Adol Frian Rumaijuk,STP.

Untuk itulah, kepengurusan DPC N4J Kabupaten Dairi dibawah pimpinan Delphi Masdiana Ujung SH, MSi, dengan sekretaris Berkat Banjarnahor, Bendahara Sondang Silalahi, Amd dan seluruh jajaran pengurus yang baru di kukuhkan untuk bekerja keras. Walau pada pilpres 2014, perolehan suara Jokowi-JK di Dairi sebesar 83% dari jumlah surat suara sah, harus didongkrak terus.

“Bagaimana kita menjokowikan Dairi, itu yang menjadi tantangan kita hingga 17 April 2019 mendatang,” kata Mantan Sekda Kabupaten Dairi ini di hadapan undangan diantaranya Ketua Parpol Pendukung Jokowi-Mar’ruf diantaranya Ketua DPK PKPI Dairi Parlindungan Silaban,S.Sos, dan Ketua DPC Partai Perindo Dairi Ir. Impol Siregar, relawan dan organisasi kepemudaan. Juga hadir Ketua Dewan Penasehat DPC N4J Dairi Drs. Guntur Simarmata,AK, James Li, Ramli Sianturi, Hota Asi Silaban dan Taliasa Sadeli Lase, dan Dewan Pakar Erikson Tampubolon, SH.

Dikatakan RE Nainggolan, bahwa saat ini berbagai kegiatan telah dilakukan DPP N4J dan perwakilan di berbagai daerah, termasuk kegiatan-kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pembagian kacamata baca bagi lansia, pengumbulan donasi untuk para korban bencana alam di berbagai daerah di Indonesia seperti Sigli, Donggala, Madina dan daerah terdampak bencana lainnya.

“Kemarin (Sabtu, 10/11) kita melakukan acara Gebyar Goyang Dayung ala Jokowi bersama ibu-ibu bangsa di Medan yang diikuti seribuan ibu-ibu bangsa, dan mereka siap mengkampanyekan Jokowi-Ma’ruf di tengah masyarakat,” ujarnya. Untuk itulah, ajak RE Nainggolan, agar DPC N4J Dairi menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat.

Khususnya memberikan pemahaman bagi masyarakat bahwa apa yang telah dilakukan pemerintah saat ini adalah untuk kepentingan bersama. Demi masa depan bangsa yang lebih baik. Khususnya Sumatera Utara, begitu besar perhatian yang diberikan Jokowi untuk daerah ini.

“Bahkan putri satu-satunya diberikan menjadi menantu orang Sumatera Utara, Jokowi adalah “mora” kita, “hula-hula” kita, “kalimbubu”  kita. Yang harus kita dukung dan kita banggakan,” katanya.

Selain itu, selalu dikatakan RE Nainggolan kekagumannya kepada sosok Jokowi. Sederhana, rendah hati dan memiliki visi dan misi yang jelas untuk membangun bangsa ini.

“Coba kita bayangkan, bagaimana kita begitu dekat dengan Presiden, kapan kita mau menyapa, bisa. kapan kita mau berselfi dengannya, bisa. Jangankan anak presiden, anak Camat pun tidak mau jualan martabak, anak Jokowi lakukan itu,” katanya.

Senada dikatakan Ketua DPK partai PKPI Dairi Parlindungan Silaban, S.Sos bahwa jika pun sebelumnya pada proses Pilkada di Dairi ada perbedaan pilihan ditengah masyarakat, itu sudah usai.

“Saat nya kita bersatu, lewat N4J ini masyarakat bisa bersama-sama menyatakan dukungan dan memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin di pilpres mendatang,” ujarnya.

Hal itu juga disampaikan Delphi Masdiana Ujung, selaku ketua DPC N4J Dairi bahwa tidak dipungkiri adanya perbedaan pilihan saat Pilkada. “Kita sudah sepakat memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin. Pilkada sudah usai,” ujarnya. (adz)

Puluhan Mahasiswa Demo Kantor Wali Kota, Kritisi Penanganan Banjir

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEMO: Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Selasa (13/11). Mahasiswa menuntut Wali Kota untuk serius dalam penanganan banjir di Kota Medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO: Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Selasa (13/11). Mahasiswa menuntut Wali Kota untuk serius dalam penanganan banjir di Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Medan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Selasa (13/11) siang sekira pukul 11.30 WIB.

Dalam aksinya, massa mengkritik kinerja wali kota yang menilai tak becus dan tak mampu menangani persoalan banjir yang kerap terjadi. Pada aksi tersebut, mahasiswa yang membawa spanduk bertuliskan tuntutannya dan bendera organisasinya membakar ban bekas tepat di depan gerbang kantor wali kota.

Salah seorang pengunjuk rasa, Maman Silaban menyatakan, hingga saat ini Kota Medan masih sering dilanda kebanjiran. Hampir semua ruas dan pemukiman penduduk dilanda banjir. Seperti yang terjadi di Jalan Jawa, HM Yamin, Dr Mansur dan lainnya.

Sebab, hasil pemantauan mereka, dan Laporan Tinggi Muka Air Daerah Aliran Sungai (TMA-DAS) Kota Medan oleh TRC-PB BPBD terkait banjir pada tanggal 15 September 2018 menyatakan, bahwa sepanjang Jalan Starban, Karya Kasih, Karya Dharma, Lingkungan IV-V, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter menggenangi rumah warga. Akibat banjir tersebut, diperkirakan rumah yang terendam sebanyak 12 Kepala Keluarga.

Diutarakan dia, sampai sekarang banjir di Kota Medan masih menjadi momok yang tak kunjung selesai. Hal ini disebabkan karena Pemko Medan sangat lambat dalam penanganan banjir, lantaran perencanaan, pelaksanaan kontruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya yang ada tidak maksimal.

Menurut dia, Pemko Medan tidak memiliki konsep dalam penanganan banjir. Tak hanya itu, gagal dalam pengawasan dan pemberian izin AMDAL serta izin bangunan. Untuk itu, diminta wujudkan Kawasan Terbuka Hijau (RTH) sesuai luas RTH yang telah ditentukan dalam pemanfaatan ruang publik. “Kami meminta evaluasi segera kinerja dinas-dinas terkait dalam penanganan banjir dan tata ruang,” cetusnya.

Pengunjuk rasa lainnya, Hendra Manurung menyatakan, aksi yang dilakukan murni menyikapi persoalan banjir di Medan dan tak kunjung tuntas diatasi oleh Pemko. “Aksi ini bukan serta merta dilakukan secara mendadak, melainkan kita sudah memantau jauh hari sebelumnya.

Bahkan, pada 9 November yang lalu sempat diadakan dialog publik yang mengundang Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Perkim-PR. Namun, dinas yang diundang tak hadir tanpa memberikan alasan yang jelas,” paparnya.

Setelah satu jam lebih menyampaikan aspirasinya, Asisten Pemerintahan dan Sosial Setdakot Medan Mussadad Nasution hendak menemui para pengunjuk rasa untuk memberikan tanggapan. Namun, massa tak memberi kesempatan berbicara dan menolak ditanggapi, selain wali kota.

Aksi massa pun kemudian berlanjut dan meminta wali kota yang menanggapi langsung. Hingga pukul 13.30 WIB, wali kota tak kunjung menanggapi aksi massa lantaran sedang berada di luar kantor. Massa yang sudah lama menunggu berjam-jam, kemudian merapat ke pintu gerbang dan mengoyang-goyangkannya. Mereka meminta polisi memfasilitasi untuk mendatangkan wali kota.

Akan tetapi, wali kota tak juga hadir. Malahan, yang hadir Sekretaris PU Medan. Massa lagi-lagi menolak dan tak mau menerima tanggapan. Merasa kesal tak kunjung diterima wali kota, massa akhirnya membubarkan diri dengan sendirinya. Namun, massa mengancam kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih besar lagi.

Akibat aksi tersebut, membuat Jalan Kapten Maulana Lubis sempat macet total. Sebab, massa memakan separuh badan jalan sehingga kendaraan yang ingin melintas harus mengantri satu persatu. (ris/ila)

Bentrok OKP di Pancurbatu, IPK Minta Polisi Tangkap Provokator

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasca bentrokan berdarah antara sekelompok pemuda berpakaian Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dengan Ikatan Pemuda Karya (IPK) di Pancurbatu, Deliserdang, DPD IPK Kota Medan membantah tudingan yang menyebut bentrokan dimulai oleh kader IPK.

“Kita mau meluruskan tudingan itu. Yang terjadi adalah kader IPK yang dipimpin Yustin Surbakti sebenarnya sedang mengumpulkan massa (kader IPK) di Pancurbatu,” ujar Sekretaris IPK Medan Brando Z Simanjuntak mewakili Ketua IPK Kota Medan, Tomas Purba.

“Kemudian rencananya setelah massa berkumpul, mereka langsung bergerak ke acara pelantikan pimpinan ranting IPK di Desa Tanjunggusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. Tapi, tiba-tiba malah terjadi penyerangan itu,” sambungnya didampingi LBH IPK Kota Medan, Romi Tampubolon dan Putra J Limbong. Brando sangat mengecam dan mengutuk kejadian penyerangan di Pancurbatu. Sebab, telah melukai kader mereka Yustin Surbakti alias Pio.

“Kami sangat mengecam penyerangan itu. Apa sebenarnya motif di balik penyerangan itu. Apa memang sengaja ditimbulkan agar terjadi perpecahan. Kami (IPK) tidak mau seperti itu. Untuk itu, kami minta kepada Pak Kapolrestabes mendukung hal itu dengan memproses laporan kita,” ujar Brando.

LBH IPK Kota Medan Romi Tampubolon dan Putra J Limbong menegaskan, kader IPK akan melakukan aksi damai jika laporan mereka ke Polrestabes Medan tidak diproses.

“Harapan kita kepada kepolisian agar menangkap pelakunya secepatnya. Jangan tebang pilih. Segera proses laporan kita. Karena kita tidak mau kejadian ini semakin meluas dan menambah korban,” katanya dalam konfrensi pers di Kantor DPD IPK Kota Medan, Jalan Burjamhal B-31, Medan Petisah, Selasa (13/11).

“Kita sepakat dengan Pak Kapolda. Sumut kondusif dalam pesta demokrasi dan Pilpres 2019. Kita berharap agar Pak Kapolda mengintruksikan Pak Kapolres segera menangkap pelaku penyerangan yang masih berkeliaran,” sambungnya.

Romi juga sangat menyesalkan tindakan Polsek Pancurbatu. Sebab, pengaduan warga atas teror yang kerap terjadi tidak ditindaklanjuti.

“Ada apa dengan Polsek Pancurbatu? Untuk itu kami sangat berharap kepada Kapolrestabes supaya memberikan atensi khusus kepada Kapolsek Pancurbatu, agar tercipta kenyamanan dan memberikan situasi yang kondusif bagi masyarakat Pancurbatu dan sekitarnya,” harapnya.

Terpisah, Ketua DPD IPK Kota Medan, Tomas Purba meminta kepada Satgas, Satma, Satpel, LBH IPK Kota Medan serta LBH IPK Provinsi Sumut agar bersama-sama mengawal kasus ini.

“Mari kita mengawal kasus ini sampai benar-benar selesai dan para pelaku ditangkap dan diadili,” kata Tomas.

Sebelumnya, akibat bentrok tersebut 5 orang menderita luka bacok dari kedua belah pihak, Sabtu (10/11). Diantaranya, Yustin Surbakti alias Pio Surbakti, Jonatan Bangun, Trendi, Imanuel Gurusinga dan Yusuf.(man/ala)

5 Tips Bisnis Travel yang Wajib Anda Jalankan Kalau Ingin Sukses

Ilustrasi Travel
Ilustrasi Travel

Metadeskripsi: Menjalankan bisnis travel tak bisa dilakukan secara sembarangan. Kalau ingin sukses, Anda wajib mengikuti 5 tips penting ini!

Menjalankan bisnis travel merupakan jenis usaha dengan potensi yang begitu besar. Hal ini dibuktikan dengan tingginya angka perjalanan wisata di Indonesia, baik wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara. Perlu diketahui, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2017 mencapai angka lebih dari 9 juta. Sementara itu, jumlah wisatawan domestik jauh lebih tinggi, lebih dari 265 juta kunjungan.

Menariknya lagi, tren kunjungan wisatawan di Indonesia juga terus mengalami peningkatan. Apalagi, seiring dengan berjalannya waktu, makin banyak tempat wisata baru yang menawarkan pengalaman tersendiri bagi para wisatawan. Di sisi lain, tempat wisata yang sudah ada juga terus diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Sebagai tambahan, pembangunan infrastruktur di berbagai tempat di Indonesia, semakin menguntungkan para pelaku bisnis travel.

Namun, kesuksesan dalam menjalankan bisnis travel tidak datang secara tiba-tiba. Meski memiliki potensi yang besar, tingkat persaingan di pasaran juga sangat tinggi. Agar bisa menjalankan usaha travel dengan sukses, Anda wajib mengikuti tips berikut:

1. Perencanaan bisnis yang matang

Dalam setiap bisnis, termasuk bisnis travel, Anda harus memiliki business plan atau perencanaan bisnis yang jelas. Perencanaan bisnis itu mencakup beberapa hal, di antaranya adalah:

  • Uraian bisnis, yang di dalamnya terdapat penjelasan mengenai visi, misi, kepemilikan usaha serta tujuan pembentukan bisnis travel.
  • Niche bisnis, artinya usaha dalam sektor travel yang Anda jalankan harus memiliki segmen konsumen yang jelas. Anda harus tahu karakter konsumen seperti apa yang cocok dengan bisnis yang dijalankan.
  • Perencanaan keuangan, yang menjadi landasan dalam mengatur anggaran keuangan bisnis travel. Anda harus melakukan pencatatan yang jelas mengenai pemasukan, pengeluaran, kerugian, ataupun keuntungan yang didapatkan perusahaan.
  • Strategi penjualan juga menjadi hal yang harus ada dalam business plan. Pastikan Anda memiliki beberapa strategi yang bakal dilakukan untuk memasarkan produk, seperti sarana marketing menggunakan email, iklan berbayar, media sosial, ataupun pemasaran dengan menggunakan website.

2. Memiliki kemampuan mengorganisasi yang baik

Seorang pebisnis di bidang travel yang sukses, punya kemampuan dalam mengorganisasi tugas serta bawahan dengan baik. Apalagi, menjadi pebisnis travel, Anda bakal disibukkan dengan berbagai hal yang kemungkinan besar harus dilakukan sendiri. Beberapa tugas tersebut di antaranya adalah, melakukan pemesanan tiket pesawat, memproses pembayaran, memesan akomodasi, mengirim tiket, ataupun melayani konsultasi kepada klien.

Untuk memudahkan Anda dalam menjalankan semua tugas-tugas tersebut, layanan Mokapos wajib Anda gunakan. Aplikasi ini bukan sekadar membantu dalam mengirim struk lewat email atau SMS. Di waktu yang sama, Mokapos juga membantu Anda dalam mencatat laporan, invetarisasi barang, pembayaran, dan sebagainya.

3. Mampu melayani konsumen dengan baik

Seorang pebisnis sukses, punya kemampuan yang baik dalam menghadapi klien. Perlu diketahui, hubungan dengan klien tak sebatas ketika Anda memesan tiket perjalanan. Anda juga perlu menjaga relasi baik sebelum perjalanan, saat di perjalanan, ataupun ketika perjalanan telah berakhir.

4. Punya spesialisasi

Menjalankan bisnis travel yang melayani beragam jenis aktivitas perjalanan memang menjanjikan segmen pasar luas. Namun, Anda bakal dihadapkan pada persaingan yang sangat keras. Di waktu yang sama, usaha Anda juga bakal tidak terlihat memiliki keunggulan di mata klien. Oleh karena itu, ketika menjalankan usaha travel, pastikan agar bisnis tersebut punya spesialisasi tersendiri.

Menjalankan bisnis travel dengan spesialisasi juga membuat Anda bisa lebih fokus dalam menerapkan strategi pemasaran. Hasilnya, perusahaan bisa berkembang lebih cepat dibandingkan ketika mengambil segmen pasar yang umum. Sebagai contoh, Anda memilih untuk secara khusus menawarkan paket perjalanan untuk pasangan suami istri yang ingin liburan romantis, baik dalam rangka bulan madu atau ulang tahun perkawinan.

5. Selalu belajar dan bepergian

Hal yang tidak kalah pentingnya, Anda juga harus menghabiskan banyak waktu untuk bepergian dan belajar hal baru. Lewat hal baru yang dipelajari atau perjalanan yang dilakukan, Anda bisa memperoleh ide dalam menawarkan konsep liburan baru kepada klien.

Dengan 5 tips tersebut, kesuksesan dalam menjalankan bisnis travel berada tak jauh dari pandangan mata. Semoga bermanfaat, ya.

Tanggal Merah 2019: Libur Nasional 16 Hari, Cuti Bersama 4 Hari

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ada 20 hari libur yang terdapat pada tahun 2019. Hal ini sudah ditetapkan pemerintah melalui kesepakatan tiga menteri yakni Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menaker Hanif Dhakiri, dan Menteri PANRB Syafruddin, di Jakarta, 2 November 2018.

Dalam Keputusan Bersama itu disebutkan, jumlah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2019 yaitu sebanyak 20 hari, dengan rincian Hari Libur Nasional sebanyak 16 hari dan cuti bersama sebanyak 4 hari untuk Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah dan Hari Raya Natal. Cuti Bersama Idul Fitri 1440 Hijriah ditetapkan pada 3, 4, dan 7 Juni (Senin, Selasa, dan Jumat). Sedangkan Cuti Bersama Natal pada 24 Desember (Selasa).

Selengkapnya rincian Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019 adalah sebagai berikut:

Libur Nasional

– 1 Januari (Selasa): Tahun baru 2019

– 5 Februari (Selasa): Tahun baru Imlek 2570 Kongzili

– 7 Maret (Kamis): Hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941

– 3 April (Rabu): Isra’ Mi’raj

– 19 April (Jumat): Wafat Isa Al Masih

– 1 Mei (Rabu): Hari buruh internasional

– 19 Mei (Minggu): Hari raya Waisak 2563

– 30 Mei (Kamis): Kenaikan Isa Al Masih

– 1 Juni (Sabtu): Hari lahir Pancasila

– 5-6 Juni (Rabu-Kamis): Hari raya Idul Fitri 1440 H

– 11 Agustus (Minggu): Hari raya Idul Adha 1440 H

– 17 Agustus (Sabtu): Hari kemerdekaan RI

– 1 September (Minggu): Tahun baru Islam  1441 H

– 9 November (Sabtu): Maulid Nabi Muhammad SAW

– 25 Desember (Rabu): Hari raya Natal Cuti Bersama

– 3, 4 dan 7 Juni (Senin, Selasa, Jumat): Hari raya Idul Fitri 1440 H

– 24 Desember (Selasa): Hari raya Natal (kps)