Home Blog Page 5808

Bangunan Ruko Tanpa SIMB Dibongkar

istimewa/sumut pos DIBONGKAR: Bangunan ruko tanpa SIMB di Sunggal dibongkar Satpol PP.
istimewa/sumut pos
DIBONGKAR: Bangunan ruko tanpa SIMB di Sunggal dibongkar Satpol PP.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Satpol PP bersama tim gabungan Pemko Medan membongkar 11 unit bangunan rumah toko (ruko) berlantai tiga di Jalan Pasar V Lingkungan XII, Kelurahan Lalang, Medan Sunggal, Kamis (1/11) siang.

Warga selama ini mengeluhkan dan tak berdaya menghadapi pemilik ruko yang dinilai arogan serta tidak mempedulikan kondisi lingkungan ketika membangunnya. Selain menutup parit dan mengubahnya menjadi septitank untuk buangan limbah tinja kesebelas ruko yang pembangunannya hampir rampung itu, warga juga menuding pemilik ruko telah mengambil badan jalan untuk dijadikan parit baru menggantikan parit yang telah berubah fungsi menjadi septitank tersebut.

Tak pelak tindakan pemilik ruko menyebabkan warga sekitar yang harus menanggung dampaknya. Di samping rumah dan kawasan tempat tinggal mereka kini menjadi langganan banjir akibat tak ada lagi saluran parit yang menampung debit air hujan, jalan juga mengalami penyempitan sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Itu sebabnya warga langsung bersorak kegirangan ketika pembongkaran dilakukan.

Pemko Medan menurunkan tim gabungan yang dipimpin langsung Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan untuk membongkar 11 unit bangunan ruko tersebut. Selain dikeluhkan warga, 11 unit bangunan itu ternyata tidak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB).

Lantaran kondisi bangunan sudah dalam tahap finishing akhir, satu unit alat berat backhoe loader milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan diturunkan guna mempermudah dan mempercepat prosesi pembongkaran.

Pembongkaran dimulai sekitar pukul 11.30 WIB di tengah guyuran hujan. Sofyan langsung memerintahkan operator backhoe loader segera membongkar 11 unit ruko tersebut. Dengan cekatan operator menjalankan penggaruk depan yang sistem kerjanya tak ubah seperti tangan besi raksasa untuk menghancurkan pagar dan dinding bangunan ruko tersebut.

Selain itu tangan besi raksasa dengan mudah menghancurkan pintu lipat besi beserta kusen dan jendela kaca di lantai dua berikut dindingnya sehingga membuat 11 unit bangunan ruko rusak dan berantakan. “Kami berterima kasih karena Bapak Wali Kota akhirnya menindaklanjuti keluhan kami,” kata salah seorang pria tua berdarah Tionghoa.

Diungkapkan pria bercelana pendek dan mengenakan kaos kerah hijau itu, selama ini sebanyak 1.000 KK atau sekitar 4.000 jiwa yang ada di kawasan itu memprotes keras pembangunan 11 unit. “Awalnya pembangunan sempat dihentikan 4 tahun silam karena warga demo, tapi pemilik kemudian membangun setahap demi setahap sehingga hampir rampung seperti saat ini,” ungkapnya.

Yang dikeluhkan warga, tegas pria tua itu, pemilik ruko mengambil parit yang sudah 40 tahun dijadikan warga untuk saluran pembuangan rumah tangga sekaligus menampung debit air hujan. Di samping itu juga, bebernya, pemilik ruko juga mengambil badan jalan untuk pengganti parit yang diambilnya untuk septitank. “Kita protes tapi dia (pemilik ruko) gak peduli dan menyuruh OKP dan satgas salah satu parpol untuk menjaga bangunan ruko tersebut,” paparnya.

Setelah melihat dinding samping, pintu lipat besi beserta kusen dan jendela hancur sleuruhnya, Sofyan pun kemudian memerintahkan operator backhoe loader menghentikan pembongkaran.

Setelah itu dia minta kepada warga sekitar agar segera melaporklan kepada kepala lingkungan, lurah atau camat jika melihat pemilik ruko kembali melanjutkan pembangunan, terutama memperbaiki bagian-bagian yang telah dihancurkan. “Langsung laporkan, kita segera datang untuk membongkar kembali,” tegas Sofyan.

Menurut dia, pembongkaran dilakukan karena 11 unit bangunan ruko berlantai tiga itu tidak memiliki SIMB. “Seluruh (11 unit) bangunan ruko tidak memiliki SIMB sesuai dengan surat yang kita terima dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan (dulu Dinas TRTB) . Sebelum dibongkar, kita telah memberikan surat kepada pemilik ruko untuk mengosongkan bangunan,” jelasnya.

Ditambahkan Sofyan lagi, Dinas Perumahan, Kawasan permukiman dan Penataan Ruang juga mengatakan 11 unit bangunan ruko itu tidak akan bisa mendapatkan SIMB. Namun pemilik ruko, bilang Sofyan, tidak menggubrisnya dan tetap melakukan pembangunan sekalipun tidak ada SIMB. “Untuk itulah kita datang melakukan pembongkaran guna mengehentikannya!” pungkasnya.

Sementara, Anggota Komisi D DPRD Medan Daniel Pinem yang hadir mengatakan, warga selama ini sudah resah dengan bangunan tersebut karena menggunakan badan jalan dan juga menutup parit. Selain menutup parit, pemilik ruko juga mengubahnya menjadi septitank untuk buangan limbah tinja.

Tindakan pemilik ruko menyebabkan warga sekitar yang harus menanggung dampaknya. Di samping rumah dan kawasan tempat tinggal mereka kini menjadi langganan banjir. Bahkan untuk mengelabui petugas, pemilik bangunan membuat parit baru dan menggesernya 1 meter ke depan, sehingga jalan menjadi sempit.

“Dulunya, jalan tersebut bisa dilalui dua mobil yang berselisih dan bisa parkir. Namun, kini jalan bisa dilalui untuk satu mobil saja. Parahnya lagi, pemilik bagunan menembok hingga ke badan jalan selebar hampir 1 meter sehingga jalan ke Gang Lapangan menjadi sempit. Tak hanya itu, pemilik bangunan juga meninggikan jalan persis di bangunannya sehingga mempersulit kendaraan masuk dan keluar gang,” bebernya.

Kata Daniel, hal yang paling dikhawatirkan warga, kalau terjadi kebakaran di Gang Lapangan. Tentu, mobil pemadam kebakaran dipastikan tidak bisa masuk karena jalannya menjadi sempit. (ris/ila)

Temui Bupati/Walikota se-Kepulauan Nias, Gubsu Minta Realisasikan Program Prioritas

ist TEMUI:Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menemui Bupati/Walikota se Kepulauan Nias di Pendopo Bupati Nias, Gunung Sitoli, Rabu (31/10).
ist
TEMUI:Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menemui Bupati/Walikota se Kepulauan Nias di Pendopo Bupati Nias, Gunung Sitoli, Rabu (31/10).

NIAS, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta para bupati/walikota se Kepulauan Nias untuk menentukan program-program pembangunan yang menjadi prioritas untuk segera diwujudkan.

“Kita tentukan salah satu apa yang menjadi prioritas untuk disegerakan di Nias ini, program lainnya, mendukung program utama tersebut,” ujar Gubernur Edy saat mengadakan pertemuan dengan Bupati/Walikota se Kepulauan Nias, di Pendopo Bupati Nias, Gunungsitoli, Rabu (31/10) malam.

Dari hasil pertemuan dan diskusi, pertanian, perkebunan, dan pariwisata menjadi sektor yang paling banyak diajukan untuk dikembangkan. Satu sektor pilihan akhir yang akan diprioritaskan adalah pariwisata.

“Kalau kita semua sepakat untuk utamakan program wisata, maka harus kita siapkan dan selaraskan dengan hal-hal yang bisa menunjang pariwisata. Mulai dari manajemen hospitality, kuliner, infrastruktur, dan lainnya yang berkaitan,” katanya.

Salah satu contoh sektor yang bisa siselaraskan, kata Edy, adalah dari sektor tenaga kerja. Harus ada upaya mempersiapkan SDM yang mumpuni dalam sektor pariwisata melalui SMK jurusan pariwisata. “Pendidikan kita harus mampu mempersiapkan SDM yang siap bekerja. Sehingga warga lokal berdaya di tanah kelahirannya sendiri,” pesan Edy.

Untuk teknis, Edy menyarankan para Bupati/Walikota untuk memberdayakan konsultan yang ahli dalam bidang-bidang yang ingin dikembangkan. Hal ini untuk menghindari dan mengurangi rencana kerja yang bertele-tele dan tidak tepat sasaran.

“Kalau saudara sekalian merasa tidak ahli dalam memetakan atau merencanakan program, tidak ada salahnya meminta bantuan konsultan yang ahli. Jika tak ada di Indonesia, cari di luar negeri. Yang penting bagaimana biar cepat jalannya kita ini, jangan cuma berakhir sebatas cakap-cakap,” tuturnya.

Edy menyampaikan harapannya tentang “membangun desa, menata kota”. Untuk itu, Edy meminta agar ada penyelarasan visi misi pembangunan dan harus ada upaya komunikasi yang intens dengan para kepala desa.

Edy berpesan agar tidak segan-segan untuk meminta bantuan dari Pemerintah Provinsi terkait apa saja yang bisa memudahkan dan mempercepat kemajuan Kepulauan Nias. “Nias penting sekali, bukan saja bagi Sumut, tapi Indonesia. Kaya SDA, budaya, sejarah, wisata. Jangan sampai kelalaian kita mengurus Nias, orang asing nanti yang urus,” pesan Edy.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Provsu Arsyad Lubis, Kepala Dinas Pertanian Azhar Harahap, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Provsu Ria Telaumbenua, OPD dan Forkopimda Kepulauan Nias. (prn/han)

Wujudkan Pembangunan Desa yang Berkualitas, Pemkab Nias Gelar Bursa Inovasi Desa

ADITIA LAOLI/sumut pos PUKUL GONG:Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli, MM disaksikan Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, SH MH memukul gong tanda digelarnya pembukaan Bursa Inovasi Desa Kabupaten Nias tahun 2018.
ADITIA LAOLI/sumut pos
PUKUL GONG:Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli, MM disaksikan Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, SH MH memukul gong tanda digelarnya pembukaan Bursa Inovasi Desa Kabupaten Nias tahun 2018.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, MM membuka secara resmi Bursa Inovasi Desa tahun 2018 yang digelar di gedung Serbaguna BNKP Jemaat Lasara, Desa Lasara Idanoi, Kecamatan Gido, Rabu (31/10).

“Program inovasi desa untuk meningkatkan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas, agar dapat meningkatkan produktifitas rakyat dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing”, ujar Sokhiatulo dalam sambutannya, kemarin.

Dikatakannya, pelaksanaan bursa inovasi desa merupakan proses penting dalam upaya pemerintah untuk mewujudkan agenda nawacita rencana pembangunan RPJMN 2005-2019.

Bupati Nias berharap, pelaksanaan bursa inovasi desa mampu menjadi instrument penghubung antara pemanfaatan dana desa dengan sumber daya lokal Kabupaten Nias, sehingga pemanfaatan dana desa lebih efektif, berkualitas dan strategis diberbagai bidang di antaranya pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan sosial dasar dan infrastruktur desa.

Sokhiatulo Laoli juga mengimbau kepada seluruh kepala desa agar ber komitmen membangun desa, dan camat dapat mengawal dengan memberikan pembinaan terhadap pelaksanaan APBDes.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Nias Yulianus Zai, SSos MSi mengatakan, Program Inovasi Desa (PID) hadir sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa yang selama ini kesannya bersifat monoton.

“Pelaksanaan Bursa Inovasi Desa Kabupaten Nias pada hari ini merupakan fase klimaks dari keseluruhan rangkaian kegiatan PID Kabupaten Nias tahun 2018”, Ujar Yulianus Zai yang juga ketua Tim Inovasi Desa Kabupaten Nias.

Untuk menindaklanjuti keputusan Bupati Nias tentang pembentukan tim inovasi desa tahun 2018, lanjut Yulianus, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) selama 2 hari yakni tanggal 15 dan 16 Oktober 2018, kemudian pelatihan kepada Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) pada tanggal 26 hingga 28 Oktober 2018.

Sebelumnya, Ketua Panitia Bursa Inovasi Desa Toharudin, SS melaporkan Bursa Inovasi Desa Kabupaten Nias tahun 2018 dilaksanakan 1 hari efektif pada Rabu 31 Oktober 2018 dengan peserta yang diundang Kepala OPD se-Kabupaten Nias, Camat se-Kabuapaten Nias, Kepala Desa se-Kabupaten Nias, Ketua BPD, perwakilan tokoh perempuan setiap desa dan tim pelaksana inovasi desa se-Kabupaten Nias.

Dijelaskan Toharudin yang juga Kabid PPMD Dinas PMD Kabupaten Nias, tujuan kegiatan ini adalah memberikan masukan terhadap perencanaan pembangunan desa, membagi kegiatan inovasi yang telah didokumentasikan dalam bentuk video maupun tulisan, membangun komitmen desa untuk melakukan adaptasi inovasi, membagi informasi direktori P2KTD. (mag-5/han)

Lomba Pola Asuh Anak Remaja Tingkat Sumut, Kelurahan Tebing Kisaran Target Juara Umum

.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kecamatan Kota Kisaran Barat berharap Kelurahan Tebing Kisaran yang mengikuti Perlombaan Pola Asuh Anak Remaja (PAAR) tingkat Sumatera Utara bisa meraih juara umum. Pasalnya, saat ini Kelurahan Tebing Kisaran itu sudah masuk dalam kategori 6 besar.

“Semoga dengan kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Asahan dapat memberikan bimbingan dan arahan kepada kami agar nantinya dapat menjadi juara dalam perlombaan PAAR yang saat ini telah masuk dalam 6 besar di tingkat Sumatera Utara,”kata Camat Kisaran Barat, Agus Jaka Putra Ginting saat menerima kunjungan Ketua TP PKK Asahan, Hj Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang di Kelurahan Tebing Kisaran Jalan Balai Kelurahan, Rabu (31/10).

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Hj Winda Fitrika Tuafan Gama Simatupang menyebutkan, bahwa Kelurahan Tebing Kisaran merupakan salah satu kelurahan yang terpilih dari 177 desa dan 27 kelurahan yang ada di Kabupaten Asahan dalam melakukan perlombaan PAAR.

Dimana saat ini Kelurahan Tebing Kisaran sudah mendapatkan 6 besar untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara.

“Artinya ini sudah baik mendapatkan 6 besar. Sehingga bisa menuju meraih target juara umum,”bilangnya.

Untuk itulah, Winda Fitrika berharap kepada seluruh masyarakat Kelurahan Tebing Kisaran dan seluruh elemen untuk dapat mendukung kegiatan perlombaan PAAR ini.

“Tentulah diharapkan agar kita dapat menjadi pemenang dalam perlombaan ini,”bilangnya.

Untuk menjadi pemenang di dalam lomban PAAR itu, sambung Winda, perlu memberdayakan para remaja dalam kegiatan yang positif agar para remaja terjauh dari kenalan remaja dan narkoba.

“Memberdayakan para remaja dalam melaksanakan kegiatan positif sangat diperlukan,”katanya.

Lalu, haruslah memanfaatkan RPM (Ruang Publik Masyarakat) untuk kegiatan positif bagi masyarakat.

“Meninjau RPM dan Kegiatan para remaja dalam membuat kerajinan tangan itu sangat diperlukan,”bilangnya.

Adapun yang hadir dalam kunjungan persiapan ke Kelurahan Tebing Kisaran adalah Ketua TP PKK Kabupaten Asahan Hj Winda Fitrika Taufan Gama S, Ketua TP PKK Kecamatan Kisaran Barat, Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Asahan, Camat Kota Kisaran Barat dan Lurah Ke lurahan Tebing Kisaran. (omi/han)

Wali Kota Tebingtinggi Ajak Masyarakat Menjaga Lingkungan

SOPIAN/SUMUT POS BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umur Zunaidi Hasibuan didampingi para OPD diabadikan bersama anggota DPRD Kota Tebingtinggi dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Hari Habitat Sedunia Dan Hari Perumahan Nasional.
SOPIAN/SUMUT POS
BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umur Zunaidi Hasibuan didampingi para OPD diabadikan bersama anggota DPRD Kota Tebingtinggi dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Hari Habitat Sedunia Dan Hari Perumahan Nasional.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan mengajak agar semua elemen masyarakat menjaga lingkungan dari hulu sampai ke hilir. Hal itu disampaikannya pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Hari Habitat Sedunia dan Hari Perumahan Nasional Tahun 2018, di TPA Jalan Baja, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, Rabu (31/10).

Hadir dalam kegiatan ini Pj Setdako Marapusuk Siregar, Kasub denpom Tebingtinggi, Kakan Kemenag Drs Saparudin, Mewakil DPRD Tebingtinggi, para Kepala OPD , camat dan lurah se-Kota Tebingtinggi, para aktifis lingkungan, serta para pelajar se Kota Tebingtinggi.

Dalam amanatnya, Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan, bahwa ketiga kegiatan ini sama pentingya, karena kita harus tahu bahwa lingkungan hidup merupakan bahagian tempat tinggal yang memiliki standar kesehatan yang cukup.

“Lingkungan hidup memerlukan dimensi ukuran bagaimana udara yang kita hirup oksigennya terjamin tidak tercemar. Lingkungan hidup mensyaratkan kepada kita, bahwa air yang kita minum sehat dan terbebas dari unsur-unsur logam lainnya yang dapat mengganggu kesehatan kita,”ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Wali Kota, hari lingkungan hidup merupakan satu hari yang mesti disadari, bahwa kita harus mau hidup menjaga lingkungan dengan sebaik-baiknya, mengurangi tingkat polusi udara, air maupun polusi.

Pada hari habitat, sambung Umar Zunaidi, bagaimana kita tidak boleh sembarangan untuk menggunakan lahan dalam pembangunan karena semua harus ada aturannya.

Sedangkan pada hari perumahan nasional, tambah Umar Zunaidi mencontohkan, jika kita membangun rumah, bangunlah rumah yang layak huni, sehat dan memenuhi standar.

“Janganlah membangun rumah yang atapnya berat sekali sementara pondasinya tidak kuat, tapi bangunlah pondasi yang benar-benar kuat,”pungkasnya.

Usai memberikan sambutannya, acara pun dilanjutkan dengan pemberian penghargaan pemenang lomba tingkat Kota Tebingtinggi dalam rangka hari lingkungan hidup sedunia dan pemberian bantuan rumah swadaya secara simbolis program BRS Tahun 2018 tahap II, serah terima becak motor dari lingkungan hidup ke Kecamatan Rambutan, serta pemberian penghargaan kepada perusahaan yang berwawasan lingkungan hidup. (ian/han)

Bupati Sergai: Jadi Lembaga Hukum Terdepan bagi Pencari Keadilan

.

SERGAI, SUMTPOS.CO – Ketua Pengadilan Agama (PA) Negeri Sei Rampah Abdul Munir SH MH dan Ketua Pengadilan Negeri Lubukpakam Drs H Amir Hamzah SH beserta jajaran beraudiensi ke kantor Bupati Serdangbedagai, Kamis (1/11).

Ketua Pengadilan Agama Sei Rampah Abdul Munir menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Sergai Ir H Soekirman yang telah meluangkan waktu untuk menerima kunjungan, pasca peresmian gedung Pengadilan Agama pada 22 Oktober 2018.

Kepada Bupati, Abdul Munir memohon arahan dan bimbingan dalam rangka pelayanan hukum di wilayah Pemkab Sergai.

“Pada hari ini PA Sei Rampah telah bisa menerima pihak para pencari keadilan, walaupun kami baru pindah dan masih banyak kekurangan dalam hal tempat pelayanan, namun kami tetap menerima para pencari keadilan,” kata Abdul Munir.

Abdul Munir juga menyampaikan, pihaknya siap mendukung program kerja dari Bupati Sergai dalam pelaksanaan tugas demi tercapainya visi dan misi Pemkab Sergai.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sergai Ir H Soekirman mengatakan dengan diresmikannya Pengadilan Agama (PA) dan Pengadilan Negeri Sei Rampah sebagai syarat utama dari Kabupaten defenitif.

Hal ini merupakan hadiah terbesar bagi kami masyarakat Tanah Bertuah Negeri Beradat menjelang hari jadi ke-15 pada 7 Januari 2019 mendatang. Untuk itu, Soekirman meminta agar Pengadilan Agama sebagai lembaga hukum harus menjadi yang terdepan bagi pencari keadilan.

“Dalam menjalankan tugas lembaga Executive, Yudikatif dan Legislatif kita haruslah bersama-sama menyatukan hati agar pekerjaan menjadi tenang dan sampai pada tujuannya,” kata Soekirman.

Soekirman juga mengimbau kepada Pengadilan Agama, agar lebih sering melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dapat mengakibatkan pecahnya rumah tangga, yang menyebabkan anak-anak yang menjadi korbannya.

Harapan Bupati Soekirman di Kabupaten Sergai tidak ada lagi terjadi KDRT, maupun kekerasan terhadap anak dan keluarga.

Bupati Soekirman mengungkapkan, meski lembaga Peradilan di Kabupaten Sergai telah ada, namun belum didukung oleh hadirnya Lembaga Permasyarakatan (LP).

“Untuk itu, Pemkab Sergai terus berupaya mencari tempat agar nantinya dapat membangun LP tersebut. Mengapa demikian, karena LP yang ada saat kini telah melebihi over kapasitas sampai mencapai 500 persen,”pungkasnya. (sur/han)

Gereja Graha Bunda Maria Annai Velangkanni

Triadi wibowo/Sumut pos GEREJA: Gereja Graha Bunda Maria Annai Velangkanni di Jalan Sakura, Perumahan Taman Sakura Indah, Tanjung Selamat, Medan. Gereja yang berdesain seperti kuil di India ini merupakan salah satu objek wisata yang banyak di kunjungi di Kota Medan.
Triadi wibowo/Sumut pos
GEREJA:
Gereja Graha Bunda Maria Annai Velangkanni di Jalan Sakura, Perumahan Taman Sakura Indah, Tanjung Selamat, Medan. Gereja yang berdesain seperti kuil di India ini merupakan salah satu objek wisata yang banyak di kunjungi di Kota Medan.

Akan Aliri 4.276 Hektare Sawah, Irigasi Senilai Rp243 Miliar akan Dibangun Deliserdang

batara/sumut pos PELETAKAN BATU: Mewakili Bupati Deliserdang, Kadis PUPR Donald P Lumbantobing disaksikan pejabat BPK RI dan Komisi III DPR RI peletakkan batu pertama pembangunan bendung DIS di Beringin.
batara/sumut pos
PELETAKAN BATU: Mewakili Bupati Deliserdang, Kadis PUPR Donald P Lumbantobing disaksikan pejabat BPK RI dan Komisi III DPR RI peletakkan batu pertama pembangunan bendung DIS di Beringin.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pemerintah akan membangun Bendung Daerah Irigasi Serdang (DIS) senilai Rp243.232.887.900 yang diperuntukkan mengaliri areal persawahan seluas 4.276 hektare meliputi Kecamatan Beringin, Batangkuis dan Kecamatan Pantailabu di Kabupaten Deliserdang.

Hal ini Diketahui saat anggota BPK RI Rizal Djalil, Komisi III DPR RI Mulfachri Harahap, Bupati Deliserdang yang diwakili Kadis PUPR Ir Donald P Lumbantobing, Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumarjo Gatot, mewakili Kepala BWSS II PUPR Kamsiah Tarigan, Wakil Ketua DPRD Deliserdang Imran Obos dalam acara peletakan batu pertama pembangunan bendung DIS dan memberi berbagai bantuan alat pertanian kepada kelompok tani di Desa Aras Kabu, Beringin, Deliserdang, Kamis (1/11).

Dari papan informasi di lokasi acara diketahui latar belakang proyek, bahwa DIS berada di Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut. Areal DIS itu awalnya bernama Daerah Irigasi Batangkuis yang berada di sebelah kiri Sungai Serdang dan melayani areal sekitar 1.032 ha. Selain itu, di sebelah kanan sungai Serdang terdapat areal sawah tadah hujan seluas 3.244 hektare.

Manfaat dibangunnya bendung DIS, merupakan dalam upaya mendukung program pemerintah membangun jaringan irigasi baru seluas satu juta hektare, serta meningkatkan produksi padi di Kabupaten Deliserdang yang merupakan salah satu lumbung padi di Provsu. Diharapkan dengan dibangunnya bendung DIS, dapat mengairi areal seluas 4.276 hektare (1.032 ha kiri dan 3.244 ha kanan) dan dapat mencapai intensitas tanam 300 persen.

Lingkup pekerjaan bendung DIS pembangunan bendung gerak 1 buah, saluran penghubung kiri 600 meter, penghubung kanan 800 meter. Waktu pelaksanaan 36 bulan (2018-2021), kontraktor Adhi-Minarto,KSO, konsultan supervisi KSO PT Mettana PT Esconsoil Ensan dan sumber dana dari APBN dengan nilai kontrak Rp 234.232.887.900.

Usai acara, Rizal Djalil, Mulfacri Harahap dan mewakili Bupati Deliserdang serta pejabat lainnya menyerahkan alat mesin pertanian pra panen 30 unit traktor roda dua, 5 unit cultivator, 3 unit transplanter, 80 unit handsprayer dan pasca panen yaitu 5 unit power thresher kepada kelompok tani dari 3 Kecamatan tersebut.

Sebelumnya, sambutan Bupati Deliserdang yang dibacakan Donald P Lumbantobing mengaku bersyukur dengan dibangunnya bendung DIS tersebut serta bantuan alat-alat pertanian. “Kami berharap, dukungan dan bantuan yang telah diberikan dapat terus ditingkatkan guna memajukan pertanian dan mempertahankan surplus beras di Deliserdang,” katanya.

Dijelaskan, Kabupaten Deliserdang salah satu lumbung pangan di Provsu dengan produksi padi sebanyak 514.646 ton setara beras sebanyak 322.906 ton, sementara kebutuhan beras sebanyak 258.837 ton per tahun. Sehingga surplus beras sebanyak 64.068 ton per tahun dari Kabupaten Deliserdang.

Disebutkan Donald, yang menjadi alasan mengapa sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Deliserdang. Karena sektor pertanian memiliki peluang dan potensi cukup besar.

Di sisi lain, tambah Donald, tantangan di sektor pertanian dirasa cukup berat. Mengingat permasalahan irigasi belum sepenuhnya dapat diatasi. “Oleh karena itu, kami bersyukur dibangunnya bendung DIS itu karena akan dapat mengairi lahan sawah seluas 4 .276 hektare yang mencakup 3 kecamatan di Kabupaten Deliserdang,” tutupnya.(btr/han)

Ketua PKK: Kaum Ibu Harus Terlibat dalam Pembangunan

bambang/sumut pos PERTEMUAN:Ketua TP PKK Kabupaten Langkat Hj Nuraidah Ngogesa pada pertemuan bulanan TP PKK Langkat di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Kamis (1/11).
bambang/sumut pos
PERTEMUAN:Ketua TP PKK Kabupaten Langkat Hj Nuraidah Ngogesa pada pertemuan bulanan TP PKK Langkat di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Kamis (1/11).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Wadah Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Langkat harus menjalankan tugas sesuai fungsi dan tingkatannya bersama pemerintah, sebagai mitra yang menggerakan peran dan potensi perempuan, khususnya kaum ibu, untuk terlibat dan melibatkan diri dalam pembangunan.

Hal itu disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Langkat Hj Nuraidah Ngogesa pada pertemuan bulanan TP PKK Langkat di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Kamis (1/11).

Hj Nuraidah mengharapkan segala program kerja PKK yang sudah dilaksanakan, untuk terus dibina dan ditingkatkan kualitasnya.

Sementara terhadap program kerja yang masih belum optimal, agar segera ditemukan solusi pembenahannya. “Agar kedudukan kita sebagi keanggotaan PKK, dapat dirasakan mafaatnya, bagi masyarakat luas,”ujarnya.

Untuk itu, sambung istri Bupati Langkat Ngogesa ini mengatakan, segala program pemerintah harus menjadi acuan dasar dalam bekerja, serta ikut mensukseskannya.

Dengan begitu, lanjut Nuraidah, keberadaan PKK tidak dianggap sebagai pelengkap, namun bagian dari penentu keberhasilan program-program pemerintah di tengah masyarakat.

“Semoga kedepan PKK Langkat, terus memberikan warna dan arti positif, tidak saja kepada kita selaku pelaku, namun kepada seluruh masyarakat, sehingga keberadaan kita benar dirasa mafaatnya oleh masyarakat Langkat,” imbuhnya, sembari mengucapkan terimakasih kepada TP PKK Kecamatan Kuala.

Ketua TP PKK Kuala Ny Elyana Romarlan, mengucapakan terimakasih kepada ketua TP PKK dan Ibu Bupati terpilih beserta rombongan, yang telah hadir. “Semoga arahan dan bimbingan dari Ny Hj Nuraidah, memberikan energi baru kepada TP PKK Kuala khususnya, untuk lebih giat menjalankan program PKK,” harapnya.

Acara dilanjutkan pembacaan laporan hasil program kerja PKK tingkat Kecamatan oleh masing-masing ketua TP PKK se Langkat Hulu. Kemudian, pemberian biskuit bergizi dari anggota DPR RI Delia Pratiwi Br Sitepu SH kepada ibu hamil, ibu menyusui dan balita, juga pemberian santuan kepada 10 orang anak yatim piatu oleh ketua TP PKK Langkat. (bam/han)

Berhasil Membina Perusahaan UMKM, Pemkab Deliserdang Terima Penghargaan Produktivitas Siddhakarya 2018

istimewa/sumut pos PENGHARGAAN: Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars saat menerima Sertifikat Penghargaaan Produktivitas Siddhakarya Ttahun 2018 dari Sekda Provsu, Hj R Sabrina.
istimewa/sumut pos
PENGHARGAAN: Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars saat menerima Sertifikat Penghargaaan Produktivitas Siddhakarya Ttahun 2018 dari Sekda Provsu, Hj R Sabrina.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang berhasil menerima Penghargaan Produktivitas Siddhakarya Tahun 2018 dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang diserahkan pada acara Penghargaan Produktivitas Siddhakarya 2018 Tingkat Sumatera Utara 2018 di Aula Hotel Garuda Plaza Medan, Kamis (1/11),

Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars menerima sertifikat penghargaaan Produktivitas Siddhakarya dari Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Hj R Sabrina, didampinggi Direktur Bina Produktivitas Dirjen Binalattas Kemenaker RI Muhammad Zuhri, Kadis Naker Provinsi Aryanto Butarbutar.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Deliserdang Norma Siagian mengungkapkan, penghargaan itu diterima karena Pemkab Deliserdang dinilai berhasil mendukung dan melakukan pembinaan kepada para perusahaan yang bergerak di Bidang Usaha Kecil dan Mikro (UMKM)”, ujar Norma.

Perusahan yang mendapat menerima penghargaan itu adalah PT Anugerah yang bergerak dibidang usaha Springbed kategori Usaha Kecil di Kecamatan Sunggal.

Norma menambahkan, Pemkab Deliserdang akan terus melakukan dan memberikan pembinaan kepada semua perusahaan-perusahaan UMKM yang ada di Kabupaten Deliserdang.

Selain Kabupaten Deliserdang, ada empat Kabupaten/Kota lainnya yang menerima penghargaan Produktivitas Siddharkarya 2018 antara lain Pemko Medan, Pemko Siantar, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Simalungun.(btr/han)