Home Blog Page 5817

Pemprovsu Adopsi Sistem Tanda Tangan Elektronik

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bakal mengadopsi sertifikat dan tanda tangan elektronik. Diharapkan melalui sistem kecanggihan teknologi tersebut, urusan birokrasi dalam segala hal menjadi lebih cepat, tepat dan berdaya guna.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, HM Fitriyus mengatakan, sistem ini nantinya akan terkoneksi dengan aplikasi Smart Sumut Province yang lebih dulu diluncurkan. Namun sebelum penerapan sistem tersebut, pihaknya akan menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Tujuan penerapan sistem tanda tangan digital atau elektronik ini guna memangkas birokrasi pemerintahan dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan dan paling terpenting sah secara hukum,” ujarnya kepada Sumut Pos, Rabu (31/10).

Penjajakan untuk menerapkan sistem tersebut akan dilakukan Diskominfo pada November ini. Langkah awalnya dengan menandatangani MoU dengan BSSN. “Pertimbangan keamanan memakai sistem ini harus diperhatikan. Makanya kita perlu berkonsultasi ke BSSN sebelum nantinya meneken kesepahaman bersama. BSSN adalah lembaga resmi negara yang berwenang atas sertifikat tanda tangan digital ini,” ujarnya.

Diterangkan dia, menggunakan tanda tangan elektronik memiliki berbagai manfaat yang bisa langsung dirasakan baik oleh petugas pemerintahan, maupun masyarakat. Yakni dapat memangkas waktu proses pengurusan dokumen pemerintahan, setiap perubahan dalam data dan dokumen bisa dilihat oleh masyarakat.

Sehingga, proses administrasi menjadi lebih transparan, memudahkan masyarakat karena bisa menandatangani proses dokumen di mana saja tanpa harus datang ke kantor pemerintahan serta menghemat biaya peralatan kantor karena bisa mengurangi penggunaan kertas dan alat tulis.

“Dengan kata lain, kepala dinas walaupun dia berada diluar kota, bisa ditempat dia dimana berada langsung menandatangani surat menyurat melalui sistem tersebut. Sehingga, tidak ada lagi alasan pelayanan ataupun perizinan usaha lama untuk diproses,” paparnya.

Apalagi, dengan aplikasi Smart Sumut Province yang sudah ada, masyarakat bisa langsung melihat sejauh mana proses izin yang dimohonkan. “Dan satu lagi keuntungannya, gubernur bisa memiliki akses untuk melihat kinerja suatu instansi terkait pelayanan tersebut,” papar mantan Sekda Kota Medan itu.

Maraknya penggunaan tanda tangan elektronik di kalangan pemerintahan tidak lepas dari dukungan legislasi nasional. Sejak 2008, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang di dalamnya turut mengatur penggunaan dan penerapan sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik.

Dalam UU ini, dijelaskan bahwa sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan basah—tentunya selama memenuhi beberapa persyaratan khusus.

“Inovasi ini yang akan kita terapkan dalam waktu dekat. Setelah nanti ada kesepahaman bersama BSSN, kita akan mengundang bagian keuangan, Bappeda dan OPD lain untuk menyosialiasikan penggunaannya,” katanya.

Ia menambahkan, dalam sistem aplikasi ada dikenal dengan tiga unsur. Yakni Government to Government (G2G), Government to Community (G2C) dan Government to Bussines (G2B). Untuk lingkup G2G seperti yang sudah dijalankan selama ini; e-Letter, e-Budgetting, e-Performance dan lainnya. Pada lingkup G2C khusus pelayanan publik/masyarakat dimana bisa langsung terhubung dengan pemerintah dan bisa diakses siapapun.

“Sementara G2B bagi pelaku dunia usaha dalam mengurus perizinan usahanya. Dan itu bisa diurus melalui online, tidak perlu datang ke kantor tersebut serta bertemu dengan petugasnya. Sistem ini sudah kita jalankan melalui Smart Sumut Province,” katanya. (prn/ila)

Capaian Imunisasi MR di Sumut 56 Persen

VAKSIN: Seorang ibu membawa bayinya ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin campak Measles Rubella (MR), beberapa waktu lalu.
VAKSIN:
Seorang ibu membawa bayinya ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin campak Measles Rubella (MR), beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Hingga batas waktu yang ditentukan, yakni 31 Oktober 2018, pencapaian Imunisasi Measless Rubella (MR)di Sumatera Utara hanya mencapai 56 persen.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Drs Agustama Apt melalui Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Suhadi, Rabu (31/10).

Disebut Suhadi, hasil capaian tersebut sudah dilaporkan pihaknya ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Jakarta.

Suhadi menjelaskan, tidak tercapainya target cakupan Imunisasi MR di Sumut dikarenakan sempat adanya penolakan masyarakat.

Polemik halal atau haram vaksin imunisasi MR itu, dikatakan Suhadi menjadi alasan masyarakat tidak mengikuti program imunisasi MR. “Kita sudah berusaha maksimal. Utamanya memang di masyarakat sih, “ ucapnya.

Selain itu, Suhadi menilai rendahnya capaian imunisasi MR itu juga ada pengaruh dari komitmen Pejabat Daerah. Dia menilai, kalau Kepala Daerah di Kabupaten/Kota mau menggerakkan akan dapat mempengaruhi, walaupun dari masyarakat terjadi penolakan. “Bahkan ada daerah yang cakupannya tidak sampai 10 persen, “lanjut Suhadi.

Meski begitu, diakui Suhadi masih ada daerah di Sumut berhasil mencapai target capaian 95%. Bahkan, dia menyebut Humbang Hasundutan dan Samosir mencapai 98% serta Toba Samosir mencapai 96%. “ Untuk total sasaran Sumatera Utara sebesar 4,291,857 jiwa, “ sambung Suhadi
Disinggung apakah akan ada perpanjangan waktu lagi untuk program tersebut, Suhadi mengaku kemungkinan tidak ada lagi.

Namun disebutnya, akan ada pemberian kesempatan melalui program rutin imunisasi campak untuk usia 7 tahun sampai 15 tahun. “ Kalau untuk usia di bawah 7 tahun akan ada program lainnya, bahkan program yang sudah ada, terbilang cukup, “pungkasnya. (ain)

Hilangkan Beban Kandang

sutan siregar/sumut pos RILEKS: Frets Butuan harus lebih rileks saat bermain di kandang sendiri saat menjamu Borneo FC di Stadion Teladan, Sabtu (3/10).
sutan siregar/sumut pos
RILEKS: Frets Butuan harus lebih rileks saat bermain di kandang sendiri saat menjamu Borneo FC di Stadion Teladan, Sabtu (3/10).

Duel lawan Borneo FC di Stadion Teladan, Sabtu (3/10) mendatang menjadi kesempatan PSMS untuk meraih tiga poin. Namun tidak ada jaminan bermain di kandang PSMS bisa menang.

Menilik rekor kandang PSMS saat ini memang tak cukup baik. Sudah enam kali PSMS terpeleset tanpa poin di kandang sendiri. Tiga di antaranya terjadi di putaran kedua bersama Butler.

Butler mengakui jika para pemain seperti terbebani meski di kandang sendiri. Padahal itu menjadi kesempatan terbesar meraih poin karena didukung pendukung sendiri.

“Mungkin pemain sedikit takut main di sini. Mungkin beban tapi apa kita harus buat. Tetap optimis yakin dan bikin pasti tim yang masuk Sabtu. Harus fight,” kata Butler.

Butler juga sudah memikirkan kemungkinan kembali memakai tiga bek seperti di awal-awal menangani PSMS jika Reinaldo Lobo kembali dari cedera.

“Mereka punya kualitas, lebih besar dari kita. Ada banyak pemain kualitas. Kalau Lobo, Rohim balik. Mungkin kita ganti back four lagi atau tiga di belakang. Kita lihat situasi,” tambahnya.

Butler mengakui dirinya sendiri dalam posisi sulit. Namun dia tidak akan meninggalkan tanggung jawabnya sebagai pelatih PSMS.

Butler mengatakan dirinya masih akan tetap bertahan selama manajemen terus memberinya kepercayaan. Pasalnya dengan kondisi PSMS saat ini, posisi pelatih asal Inggris itu cukup rawan.

“Saya bisa saja pergi. Tapi saya mau tetap di sini jika manajemen mau saya di sini. Jika tidak, kami tetap bersahabat berjabat tangan, terima kasih dan saya berangkat. Tapi saya tak pernah lari dari tantangan. Ada banyak tim yang kontak saya sebelumnya,” ujar eks pelatih Persipura itu.

Butler memasrahkan posisinya kepada manajemen jika terus-terus menuai hasil buruk. Tak dipungkiri tujuh game tersisa menjadi laga final bagi PSMS. “Saya tidak bisa jawab itu kalau berdiri di situ dan tetap di sini saya tetap di sini. Tapi saya bukan pengurus, bukan Sekjen atau CEO. Dari hati saya, saya tetap di sini,” tambahnya.

Butler mengakui jika selama berkarir sebagai pelatih, baru kali ini dihadapkan pada kondisi skuad yang terbatas. Hal itu berulang kali disampaikannya. Namun dia yakin Sabtu
“Ini pertama kali dalam karir saya, saya kerjasama dengan pemain tak ada masalah. Tapi dengan pemain tak cukup kuat di Liga 1. Tapi saya harus menggunakan mereka karena tidak ada lagi. Saya tidak bisa mengeluh terus,” bebernya. (don)

Kunjungan Kerja ke Pulau Nias, Gubsu: Pulau Terluar sebagai Benteng Pertahanan Sumut

Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu DiSAMBUT:Gubernur Sumut Edy Ramayadi disambut Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua, Bupati Nias Barat Faduhusi Daely dan Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kepulauan Nias, Rabu (31/10).
Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu
DiSAMBUT:Gubernur Sumut Edy Ramayadi disambut Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua, Bupati Nias Barat Faduhusi Daely dan Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kepulauan Nias, Rabu (31/10).

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Sebagai pulau terluar, Nias memiliki peran penting sebagai benteng pertahanan yang berfungsi untuk melindungi wilayah Sumatera Utara (Sumut) secara khusus, dan Indonesia pada umumnya. Untuk menunjang peran penting ini, sangat perlu untuk memastikan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Nias.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat beramah tamah dengan para Bupati/Walikota dan Forkopimda se-Kepulauan Nias di Ruang VIP Bandar Udara Binaka Gunungsitoli Pulau Nias, Rabu (31/10).

“Saat ingin merebut suatu daerah, pulau terluar itu, yang lebih dahulu dimasuki dan dikuasai. Jadi harus kita jaga dan majukan bersama Nias ini, agar kuat benteng pertahanan kita dan mudah kita menata yang lain-lainnya di Sumut ini,” kata Edy Rahmayadi.

Edy menyayangkan kabar-kabar tentang banyaknya orang asing yang berdatangan ke Nias, dan mulai menguasai pulau-pulau di Nias.

Kedatangan orang asing ini, kata Edy, dipicu oleh potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan keindahan daerah wisata di Nias.

“Orang luar saja menyadari betapa kayanya Nias ini. Luar biasa Nias ini, surga kecil di Sumut. Ada yang salah dengan kita kalau tidak bisa kita buat maju Nias ini, padahal semua tersedia di sini. Ayo, sama-sama kita, bantu saya para pemerintah daerah untuk memajukan Nias ini,” ujar Edy bersemangat.

Dalam kunjungan kerjanya ke Nias, di antaranya untuk membuka open tournament sepakbola PSSI dan pertemuan dengan Kepala Sekolah SMK se-Kepulauan Nias.

Edy juga mengatakan akan mengadakan pertemuan Forkopimda dan OPD se-Kepulauan Nias untuk mem bahas strategi dan rencana-rencana pembangunan di Nias. Termasuk beberapa di antaranya masalah pendidikan, pertanian, infrastruktur, dan pengendalian penduduk.

Sementara itu, Bupati Nias Barat Faduhusi Daely SPd, mewakili Forkopimda lainnya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Gubernur Edy Rahmayadi dan OPD Pemprov Sumut yang turut hadir. “Selamat datang untuk Bapak Gubernur di Nias. Kita manfaatkan kehadiran Gubernur di tengah-tengah kita, untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dalam upaya membangun Nias,” tuturnya.

Setelah sampai di Gunungsitoli, perjalanan dilanjutkan menuju Nias Barat untuk membuka open tournament sepakbola PSSI se-Kepulauan Nias.

Turut hadir Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua, Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Sumut Arsyad Lubis, Kepala Dinas Pertanian Pemprov Sumut Azhar Harahap, Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Sumut Kodrat Shah, anggota DPRD Nias, OPD dan Forkopimda Nias. (prn/han)

Piala AFF Tanpa Andik dan Boaz

net TAK DIPANGGIL: Andik Vermansyah, Boaz dan Irfan Bachdim tak masuk skuad Piala AFF.
net
TAK DIPANGGIL: Andik Vermansyah, Boaz dan Irfan Bachdim tak masuk skuad Piala AFF.

PSSI Sudah memanggil 23 pemain yang akan memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Dari 23 nama tersebut, tak nampak Boaz Solossa serta Andik Vermansah.

Keduanya tidak terpilih untuk membela tim Merah-Putih di turnamen sepak bola se-Asia Tenggara ini. Padahal Boaz serta Andik sempat mengikuti pemusatan latihan dan laga uji coba beberapa waktu lalu. Mereka sebelumnya juga tercatat sebagai langganan di Timnas Indonesia.

Tanpa Boaz, lini serang Indonesia hanya diperkuat dua pemain. Mereka adalah Dedik Setiawan dan Alberto ‘Beto’ Goncalves.

Lalu untuk posisi winger, Indonesia punya pemain lincah yang bisa menggantikan peran Andik. Di Piala AFF nanti, skuad Garuda membawa Irfan Jaya, Febri Hariyadi, serta Riko Simanjuntak.

Selain dua nama tersebut, Bima Sakti selaku pelatih tim juga melewatkan sejumlah pemain senior seperti Ahmad Jufriyanto, Irfan Bachdim, Ferdinand Sinaga, Lerby Eliandry, Victor Igbonefo, Greg Nwokolo, serta Patrich Wanggai. Meski demikian, Bima Sakti optimistis dengan skuad yang sudah dipilihnya.

“Kami memanggil 23 pemain pada TC terakhir Timnas Indonesia di Cikarang. Pemain berkumpul pada 1 November dan besoknya kami langsung menggelar latihan,” kata Bima Sakti.

“Sebanyak 23 pemain ini merupakan skuad kombinasi antara pemain usia 23 yang bermain di Asian Games lalu dengan para pemain senior. Perpaduan ini telah kami coba saat melakoni tiga laga uji coba internasional melawan Mauritius, Myanmar dan Hongkong,” tambah pelatih berusia 42 tahun ini. (bep/jpc/don)

Perpustakaan Berbasis TI Diresmikan

SOPIAN/SUMUT POS RESMIKAN: Wali Kota TebingtinggI Ir Umar Zunaidi Hasibuan menyapa anak-anak saat meresmikan Integrasi Pelayanan Perpustakaan Berbasis TI di Aula Perpustakaan Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS
RESMIKAN: Wali Kota TebingtinggI Ir Umar Zunaidi Hasibuan menyapa anak-anak saat meresmikan Integrasi Pelayanan Perpustakaan Berbasis TI di Aula Perpustakaan Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota TebingtinggI Ir Umar Zunaidi Hasibuan membuka launching Integrasi Pelayanan Perpustakaan Berbasis Teknologi informasi (TI) yang digelar di Aula Perpustakaan dan Arsip, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Rabu (31/10).

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua I DPRD Tebingtinggi Muhammad Hazly Ashari Hasibuan, Ketua MUI Tebingtinggi H Ahmad Dalil Harahap, Kadis Perpustakaan dan Arsip Tebingtinggi Drs Khairil Anwar Nasution, Kadis Pendidikan Pardamean Siregar, Kakan Kemenag Tebingtinggi Drs Saparudin, Camat dan Lurah se- Kota Tebingtinggi serta para guru dan pelajar.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada anak-anak Kota Tebingtinggi yang sudah menunjukkan kecintaannya terhadap perpustakaan.

Umar Zunaidi juga menyampaikan terimakasih kepada Siti Khalizah, yang sudah menulis dan dicetak dalam bentuk buku dengan judul Protec (perlindungan). “Ini merupakan prestasi yang sangat dan harus didukung dan dibakat,”tambahnya.

Kepada Siti khalizah, lanjut Umar Zunaidi berharap agar menjadi seperti mata air yang bisa mengeluarkan air yang jernih, mengeluarkan karya-karya bagus dan bermanfaat bagi semua orang.

“Kalau sudah rajin membaca, tinggal sedikit lagi meningkatkannya menjadi seorang penulis,”imbuhnya.

Disebutkannya, ada taraf atau tahapan dalam kehidupan, dan semangkin tua. Dimana ada kelemahan pada otak kiri, dan kalau orang sudah gemar menulis, maka kepikunannya itu tidak akan terjadi.

“Tingkat baca di Indonesia ini sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain seperti contohnya Singapura. Mereka merubah mensetnya, karena sudah tahu bahwa untuk meredam emosinya adalah dengan membaca terutama pada saat di antrian yang sangat panjang, mereka tidak per nah mengeluh akan hal itu,”bilangnya.

Oleh karena itu, lanjut Wali Kota, kita harus bersyukur karena ada perpustakaan mengintegrasikan antara perpustakaan dengan perpustakaan lain dengan sistem teknologi informatika atau sistem digitalisasi.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Wali Kota juga mengucapkan terimakasih kepada anak-anak yang mendapat penghargaan, sebab diyakini anak-anak tersebut bisa menjadi agen-agen perubahan dan menjadi inspirasi bagi yang lainnya. (ian/han)

Dinsos Sosialisasi LK3 di Lima Kecamatan

.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tebingtinggi mensosialisasikan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) tahun 2018 yang pertama di Aula Kantor Camat Rambutan, Jalan Gunung Lauser, Kota Tebingtinggi, Rabu (31/10).

Kadis Sosial Kota Tebingtinggi M Syah Irwan MKes mengatakan, bahwa di Dimas Pendidikan bisa dipergunakan masyarakat sebagai tempat penyelesaian permasalahan keluarga baik kelompok dan pribadi, sebelum masuk ke ranah hukum.

Jika permasalahan dari LK3 bisa dirujuk ke bagian yang lain, karena saat ini banyak permasalahan keluarga. Dan diharapkan peserta yang hadir untuk bisa mengikuti dengan baik dan bisa menerapkan di tengah tengah masyarakat. “LK3 adalah lembaga atau organisasi yang memberikan pelayanan konseling, konsultasi, pemberian atau penyebarluasan informasi dan pemberdayaan bagi keluarga secara profesional termasuk merujuk sasaran ke lembaga pelayanan yang dibutuhkan,”jelas Syah Irwan.

Disebutkan Syah Irwan, permasalahan keluarga yang ditangani LK3 adalah perceraian, penyalahgunaan alkohol dan obat obatan, kehamilan yang tidak dikehendaki, kemiskinan, penyakit kronis, kematian, masalah masalah emosional, masalah perilaku, pelantaraan anak, kekerasan terhadap anak, kekerasan terhadap pasangan, penelantaran orang tua, pengangguran pencari nafkah, kesulitan mengelola keuangan, perselingkuhan dan lain lainya.

Sedangkan lembaga-lembaga rujukan LK3 meliputi Dinas Sosial, KPAI, Forum Komunikasi Keluarga Dengan Anak Cacat (FKKDAC), Pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A), Lembaga Bantuan Hukum, Panti panti sosial, kepolisian dan rumah sakit.

Ketua LK3 Kota Tebingtinggi H Abdurahman mengatakan, bahwa kegiatan dilaksanakan untuk mensosialisasikan LK3 kepada masyarakat, dimana adanya permasalahan sosial seperti di dalam keluarga baik secara perorangan dan kelompok.

“Apabila pihak keluarga yang mengalami permasalahan sosial dan hendaknya membuat laporan kepada LK3 yang ada di Dinas Sosial Kota Tebingtinggi sebelum ke ranah hukum,”terang Abdurahman.

Sementara Camat Rambutan diwakili oleh Sekcam, Marwan mengatakan bahwa pihak kelurahan dan lingkungan mencermati apa permasalahan sosial yang terjadi di tengah tengah masyarakat. (ian/han)

Pengembangan Tanaman Bawang untuk Kesejahteraan Petani Untuk meningkatkan kesejahteraan dan

ist Tim dosen dari Fakultas Pertanian USU melakukan kegiatan Pengembangan Tanaman Buah di Kecamatan Bonatua Nulasi, Tobasa.
ist
Tim dosen dari Fakultas Pertanian USU melakukan kegiatan Pengembangan Tanaman Buah di Kecamatan Bonatua Nulasi, Tobasa.

TOBASA, SUMUTPOS.CO – kemakmuran masyarakat, Tim dosen dari Fakultas Pertanian USU melakukan kegiatan Pengembangan Tanaman Buah di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi Tobasa.

Adapun tanaman yang dikembangkan berumur genjah seperti markisa, pisang dan nenas. Dan saat berproduksi di Desa Partoruan Lumban Lobu.

Sedangkan tanaman buah berumur lebih panjang tumbuh dengan baik, seperti mangga, kuini, durian, kelengkeng, sawo unggul, manggis, belimbing, jambu madu, jambu Kristal, jeruk bali dan lemon.

Program pengabdian masyarakat yang diketuai Ir Bintang, MP dengan Anggota Ir Luhut Sihombing, MP, Ir Haryati, MP dan Ir Posma Marbun MP dibantu 3 mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian USU ini, kembali dilanjutkan pada tahun 2018 di desa yang sama, dengan komoditi bawang merah.

Menurut Ketua Tim Pengabdian Masyarakat USU, Ir Bintang, bahwa program ini terlaksana atas bantuan finansial Rektor USU Medan, Bapak Prof Dr Runtung Sitepu, SH MHum dan Ketua Lembaga Pengabdian/Pelayanan kepada Masyarakat USU, Prof Tulus Vor, Dipl Math MSi PhD.

Selanjutnya pada awal tahun 2018, Tim bersama mahasiswa berkunjung ke Desa Lumban Lobu yang berada di ketinggian 940 meter di atas permukaan laut.

Di sini, tim dalam agenda Forum Group Discussion dengan masyarakat, membahas tentang pangan dan permasalahannya.

Program Upaya Khusus (UPSUS) Pangan tahun 2016 digalakkan oleh Pemerintah di Tobasa, tetapi tidak sampai di Kecamatan Bonatua Lunasi.

Ketua Tim, Ir Bintang menjelaskan, bahwa USU melakukan pendampingan jika mitra siap dan berkomitmen. Dalam pelaksanaannya, tim bekerjasama membina Mitra tani di Kecamatan Bonatua Lunasi, yakni Kelompok Tani Bersinar dan Kelompok Tani Kasih Berkarya di Desa Lumban Lobu.

Kegiatan budidaya bawang yang dikerjakan dengan baik, dan diharapkan dapat menghasilkan produksi bawang untuk kesejahteraan mitra.

Tim sepakat untuk memulai pengembangan tanaman bawang dengan mendaur limbah organik setempat sebagai amandemen (pembenah) kesuburan tanah marjinal sekaligus menuju zerro waste.

Topik kegiatan yang dipilih adalah Pengembangan Tanaman Bawang Untuk Kesejahteraan Petani dan Mendukung Program Upaya Khusus (UPSUS) Pangan. Adapun permasalahan mitra yang akan diselesaikan melalui pendampingan adalah Kendala terhadap modal yang cukup besar untuk tanaman bawang merah yang memberi peluang sejahtera karena bernilai ekonomi cukup tinggi dan umur kelola yang relatif singkat (sekitar 70 hari).

Tim Pengabdian menyiapkan rangkaian metode yang dimulai dengan Sosialisasi program Pengembangan Bawang, Pelatihan membuat kompos untuk mengkonservasi kesuburan tanah pada media tanam bawang, Pendampingan Budidaya sejak menyediakan bibit, menanam, proteksi dan panen.

Pembuatan kompos sekaligus proses mencerdaskan dan membangun pola fikir masyarakat untuk menjadi sejahtera dan menjaga lingkungan. Melakukan daur ulang limbah organik sekitar yang terdiri dari sisa panen, gulma, kotoran hewan, sampah rumah tangga dan sampah pasar menjadi kompos bagi kebaikan tanah dan tanaman.

Kegiatan ini dapat mengurangi modal produksi (tidak lagi/mengurangi beli pupuk). Manfaat lain adalah lingkungan menuju bersih (zero waste), mengurangi hama penyakit akan tetapi meningkatkan jumlah cacing yang menyehatkan tanah. Melalui video yang diunggah pada YouTube dapat dilihat keseruan masyarakat membuat kompos. Kegiatan serupa pada Tahun 2015 (Video https://www.youtube.com/watch?v=MovR530UehI) terlihat masyarakat masih sangat awam, tetapi kini membuat kompos sudah menunjukkan keceriaan dimana moment tersebut dilakukan dengan gembira.

Hasil/output kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2018 ini adalah Artikel pada Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pengabdian dan Pelayanan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Tahun 2018. Artikel Publikasi pada Harian Sumut Pos, Video yang diunggah di YouTube (https://www.youtube.com/watch?v=h NskjH1xaO0&feature=youtu.be), Produksi kompos, Produksi bawang merah dan Leaflet Panduan Menanam Bawang Merah di Desa Lumban Lobu Kecamatan Bonatua Lunasi/Tobasa. (rel)

Hari Pertama Ops Zebra Toba 2018, 230 Pengendara Ditilang

.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 230 pengendara bermotor terjaring Operasi Zebra Toba 2018 yang digelar petugas gabungan, Rabu (31/10).

Kasat Lantas Polres Deliserdang, AKP Budiono Saputro SH mengatakan, untuk hari pertama digelarnya Operasi Zebra Toba 2018, ada 230 kendaraan bermotor yang diberikan sanksi tindakan tilang.

“Umumnya melakukan pelanggaran tidak memiliki kelengkapan surat surat, pajak mati, tidak punya Surat Izin Mengemudi, tidak memiliki kelengkapan alat alat kendaraan, dan pelanggaran lainnya,”terang Budiono.

Untuk itu, lanjut Budiono, diharapkan kepada masyarakat, khususnya pengendara bermotor agar melengkapi surat-surat kendaraan saat berkendara, serta mematuhi peraturan lalulintas seperti tidak melawan arus, bonceng tiga, menggunakan hp saat berkendara atau tidak mengenakan sabuk pengamanan saat mengemudi mobil.

Disebutkan Budiono, pihaknya akan kembali melakuran razia pada hari kedua di Jalan Arteri Bandara Kualanamu dan beberapa titik jalan raya lainnya.Budiono menambahkan, Operasi Zebra Toba akan terus digelar sampai batas yang telah ditetapkan.

Dimana tujuan operasi ini, selain mendisplinkan masyarakat dalam berkendara, juga memberikan rasa nyaman kepada pengendara lainnya. (btr/han)

Gantikan Jabatan Almarhum Apoan Simanungkalit, Timur Sitepu jadi Wakil Ketua DPRD Deliserdang

batara/sumut pos SALAMI: Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan menyalami para lima anggora DPRD Deliserdang usai dilantik.
batara/sumut pos
SALAMI: Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan menyalami para lima anggora DPRD Deliserdang usai dilantik.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Timur Sitepu (Fraksi PDIP) dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Deliserdang menggantikan posisi almarhum Apoan Simanungkalit. Dilantiknya Timur berdasarkan surat keputusan Gubsu nomor 188.44/1283/kpts/2018 tanggal 20 September 2018.

Pergantian jabatan ini digelar pada rapat paripurna istimewa DPRD Deliserdang di gedung dewan Lubukpakam, Rabu (31/10) pukul 10.00 WIB. Tidak hanya Timur saja yang dilantik, ada 4 orang anggota DPRD Pengganti Antar Waktu (PAW) masa jabatan 2014-2019.

Mereka adalah Amriono (Fraksi PDIP) sesuai Keputusan Gubsu nomor 188.44/1341/kpts/2018, Ikhwanul Ismar (Fraksi PKB) Keputusuan Gubsu nomor 188.44/1340/kpts/2018, Surasmi (Fraksi Hanura) Keputusan Gubernur nomor 188.44/1346/kpts/2018 dan Sulikin (Fraksi PAN) dengan surat Keputusan Gubernur nomor 188.44/1347/kpts/2018.

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Wakil Ketua DPRD Deliserdang Timur Sitepu dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Kelas IA Lubukpakam.

Sementara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji 4 anggota PAW DPRD Deliserdang dilakukan Ketua DPRD Deliserdang Ricky P Nst. Amriono dilantik menjadi anggota dewan menggantikan posisi almarhum Apoan Simanungkalit di dapilnya.

Sebab, Amriono merupakan peraih perolehan suara kedua terbanyak. Sedangkan Ikhwanul menggantikan Alfi Syahra, Suratmi menggantikan Edison Nababan dan Solikin menggantikan Darbani Dalimunte yang diketahui mengundurkan diri karena pindah partai untuk kepentingan Pemilu legislatif 2019.

Sementara dalam sambutannya, Ricky mengucapkan selamat dilantik dan selamat bertugas untuk mengabdi dengan tulus dan ikhlas di DPRD Deliserdang. “Semoga kepercayaan dan tugas yang diberikan rakyat melalui lembaga dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta penuh tanggung jawab,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan yang hadir juga menyampaikan terimakasih. “Agenda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, lembaga DPRD memiliki peran penting dalam menampung semua aspirasi.

Selamat dan sukses pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Wakil Ketua dan 4 anggota PAW DPRD Deliserdang,” katanya singkat. Usai acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Wakil Ketua dan 4 anggota PAW, DPRD Deliserdang menggelar rapat paripurna pengambilan keputusan tentang Ranperda penanggulan kemiskinan.

Namun anggota DPRD yang baru dilantik, Ikhwanul Ismar tidak hadir dalam rapat paripurna tersebut. Tetapi 3 anggota lainnya yang baru dilantik tampak hadir mengikuti paripurna. Sementara Ikhwanul tidak terlihat dibangku anggota DPRD Deliserdang yang telah tertulis namanya di papan nama.

Paling menarik, ketidakhadiran Ikhwanul berbeda pula terlihat dengan daftar hadir. Dalam daftar hadir, Ikhwanul Ismar diketahui telah menandatangani daftar hadir. Paripurna pengambilan keputusan perda penanggulangan kemiskinan tersebut dipimpin Wakil Ketua Timur Sitepu, Kamaruzaman dan Imran Obos serta dihadiri 26 anggota. (btr/han)