Home Blog Page 5826

Bertepatan dengan Sumpah Pemuda, GARBI Sumut Dideklarasikan untuk Indonesia

istimewa for sumut pos Deklarasi: Para pengurus GARBI Sumut, foto bersama usai deklarasi di Medan, Minggu (28/10).
istimewa for sumut pos
Deklarasi: Para pengurus GARBI Sumut, foto bersama usai deklarasi di Medan, Minggu (28/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) Sumatera Utara (Sumut) yang diketuai Timbas Tarigan, dideklarasikan Minggu (28/10). Deklarasi ini, bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober.

“Indonesia, dalam hal ini Sumut luar biasa potensinya, terutama kalangan pemuda dan kaum milenial. Maka dengan lahirnya GARBI Sumut kita berharap anak-anak muda yang punya potensi ini bergabung di GARBI, dan mereka dapat menyumbangkan ide-ide kreatif. Lalu, inovasi-inovasi yang luar biasa ini bisa dijalankan bersama di wadah GARBI,” jelas Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) Sumut Timbas Tarigan di sela deklarasi.

Dikatakannya, deklarasi ini sengaja dipilih bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. “Hari ini tentu berbeda maknanya. Sumpah Pemuda saat ini adalah menyatukan kita bersama, memberikan ide terbaik tanpa melupakan orangtua,” jelas Timbas yang juga Wakil Walikota Binjai ini.

Deklarator GARBI Pusat Mahfud Siddik menyampaikan, pada tahun 2030 sampai 2040, Indonesia akan mengalami apa yang disebut bonus demografi. Bonus Demografi adalah kondisi di mana struktur populasi masyarakat Indonesia lebih dari 60 persen berusia muda, tepatnya sekitar 63 persen.

Di dalam sejarah perkembangan negara maju yang ada sekarang, negara paling mutakhir saat ini adalah Cina. Dalam 15 tahun ketika mereka menjalankan organisasi sistematis, pembangunan sangat progresif, sejak 15 tahun lalu mereka sudah mendapat bonus demografi. “Pengalaman negara maju, faktor struktur bonus demografi jika dikelola dengan tepat menjadi faktor yang bisa melejitkan pembangunan ekonomi mereka,” tegasnya.

Mewakili Gubsu, Riadil Akhir Lubis me-minta agar organisasi GARBI agar membantu pembangunan Sumut lebih bermartabat. “Tentu perlu ada perubahan di sana sini. Bagaimana kita harapkan gerakan ini bisa turut membangun desa dan menata kota menjadi bermartabat,” pintanya.

Sedangkan Mahfuz Siddiq menegaskan, GARFBI murni gerakan intelektual yang digagas oleh kaum muda dan mempunyai visi untuk kebangkitan Indonesia. Di antara-nya Anis Matta, Mahfuz, Fahri Hamzah, Jazuli Juwaini, Sukamta, almarhum Taufik Ridlo, dan Mahfudz Abdurrahman Sementara itu deklarator yang di amanahi memimpin GARBI Sumut yaitu, Ketua Timbas Tarigan, Juanda Sukma, Baringin siregar, Purna Irawan dan Ridwan panjaitan. (man/ila)
Deklarasi yg di hadiri ribuan masa itu turut dihadiri, Wakil Ketua DPRD Sumut HT Milwan, anggota DPD RI Dedi Iskandar Batubara, Ust Abdul Latif khan, Ajmad faradis, dan tokoh masyarakat lainnya. (man/ila)

BPBD Sumut Usulkan Hutan Lindung

.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Pemulihan kondisi warga di Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) paska diterjang banjir bandang dan longsor, mulai dibahas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pemangku kepentingan terkait.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis mengatakan, pihaknya bersama stakeholder terkait akan membahas izin pakai lahan kawasan hutan sebagai upaya relokasi warga yang menjadi korban bencana.

“Sudah kami agendakan pertemuannya Senin (hari ini), di kantor Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Sumut untuk membahas hal tersebut,”ujar Riadil menjawab Sumut Pos, Minggu (28/10).

Dijelaskan Riadil, lokasi relokasi sebagian diambil dari luar kawasan hutan atau lahan milik Pemkab Madina, dan sebagian lagi akan bermohon ke menteri kehutanan untuk pembebasan kawasan hutan lindung negara. “Untuk itulah masalah ini penting dibahas secara intens dan komprehensif,”katanya.

Menyangkut teknis pelaksanaan pembangunan dan relokasi warga, lanjut Riadil, BPBD Sumut juga sudah menjadwal pertemuan bersama Bupati Madina dan Stakeholders untuk membahasnya pada pada 30 Oktober. “Rapatnya di kantor BPBD Sumut, Jalan Medan-Binjai Km 10,3. Semua masalah teknis akan kita bahas di sana,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini pengungsi sebanyak 75 kepala keluarga (KK) masih menduduki tenda pengungsian yang nantinya akan direlokasi di lahan yang sudah dipersiapkan Pemkab Madina, dan khusus pembangunan akan menjadi tanggung jawab Pemprovsu.

“Dan bagi mereka yang sudah direlokasi, nantinya juga akan kita siapkan sekolah. Di sana itukan mayoritas perkebunan, jadi sesuai permintaan masyarakat mereka ingin dibangunkan SMK perkebunan. Nah, jaminan pendidikan ini sangat penting bagi warga terutama anak-anak Madina korban banjir,” kata mantan kepala Bappeda Sumut itu. “Nantinya saya akan undang bupati dan stakeholder terkait untuk rapat teknis membahas relokasi warga,” katanya.

Tak hanya itu, Pemprovsu bakal menambah lokal-lokal sekolah dasar yang terdampak di Ulu Pungkut. Lalu membangun sarana kesehatan dan lainnya, agar sarana maupun prasarana di hunian baru warga menjadi terlengkapi. “Sesuai dialog warga dengan pak gubernur, sebanyak 75 KK tersebut bersedia pindah ke lokasi yang aman. Termasuk yang 22 KK dimana rumah mereka rusak akibat bandang dan longsor,” katanya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebelumnya menegaskan, Pemprovsu akan turut andil membantu pemulihan kondisi Kabupaten Madina paskadi terjang banjir bandang dan longsor, Sabtu (13/10) malam.

Selain merelokasi puluhan rumah warga yang terkena dampak, pemprov juga berkomitmen membangunkan sekolah serta memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana tersebut. “Ya, tentu pemprov ikut bertanggungjawab (memulihkan Madina paskalongsor, Red),” katanya kepada wartawan, usai menghadiri acara Rakerwil PPP Sumut, di Hotel Lee Polonia Medan, Sabtu (20/10) siang.

Edy mengungkapkan, lahan sebagai relokasi rumah warga sudah tersedia seluas 2,5 hektar. Proses relokasi sendiri baru akan dilakukan paska pembangunan rumah warga selesai dikerjakan. Untuk lokasi relokasi sendiri, sambung dia, masih berada di Kecamatan Ulu Pungkut, Madina.

“Sekitar 3 kiloan (dari pusat lokasi bencana) relokasi sudah kita siapkan. Lahannya itu sudah ada 2,5 hektar. Saat ini sedang disiapkan (upaya relokasi),” kata mantan Pangdam I/BB dan Pangkostrad itu. “Kalau bukan pemerintah, siapa lagi yang bangun. Rencana kita juga akan bangun SMK perkebunan di sana,” pungkasnya. (prn/han)

Juara I Lomba KIM se-Sumut 2018, Martabe Humbahas Melaju ke Tingkat Nasional

PRAN HASIBUAN/SUMUT POS SERAHKAN: Kadiskominfo Sumut HM Fitriyus menyerahkan piala sekaligus uang pembinaan secara simbolis kepada KIM Martabe Humbahas, setelah berhasil meraih Juara I Lomba KIM se Sumut 2018, di Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (26/10) malam.
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
SERAHKAN: Kadiskominfo Sumut HM Fitriyus menyerahkan piala sekaligus uang pembinaan secara simbolis kepada KIM Martabe Humbahas, setelah berhasil meraih Juara I Lomba KIM se Sumut 2018, di Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (26/10) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Martabe asal Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) berhasil meraih juara pertama lomba KIM se-Sumut 2018 yang digelar Diskominfo Sumut di Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (26/10).

Dengan prestasi tersebut, Martabe asal Humbahas berhak mewakili Sumatera Utara dalam lomba KIM di tingkat Nasional yang digelar pada November mendatang di Banten. Lomba yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya ini diikuti sebanyak 14 kabupaten/kota di Sumut.

Untuk juara dua diraih KIM D’Bandar Timur Company dari Tanjung Balai, disusul juara ketiga diraih KIM DCM asal Kota Medan. Sementara Juara Harapan I sukses di segel KIM DD Company dari Kabupaten Deliserdang, KIM Bertuah dari Serdangbedagai meraih harapan II dan KIM Sekata asal Nias Utara meraih juara harapan III.

Capaian prestasi tersebut, masing-masing KIM dibawah Diskominfo berhak menerima piala sekaligus uang pembinaan. Juara I mendapat hadiah dari Diskominfo Sumut sebesar Rp 8 juta, Juara II Rp 7 juta, Juara III Rp 6 juta, Harapan I Rp 5 juta, Harapan II Rp 4 juta dan Harapan III senilai Rp 3 juta.

Pada lomba tersebut, masing-masing kelompok dengan ciri khas daerahnya melakonkan adegan percakapan di atas panggung berisi informasi yang biasa diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Baik yang bersumber dari media sosial, internet, teknologi informasi, membahas soal kabar bohong atau hoaks yang sedang tren dewasa ini, hingga perkembangan kearifan lokal daerah mereka masing-masing.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi diwakili Kadiskominfo, HM Fitriyus mengatakan, tujuan diselenggarakannya KIM untuk membina dan memberdayakan kelompok tersebut sehingga dapat menjadi wadah yang mencerdaskan masyarakat dan menyelaraskan program pemerintah dalam melaksanakan pembangunan.

“Tugas pemerintah bagaimana membina kelompok di masyarakat yang gunanya untuk mengembangkan potensi sesama mereka. Apa yang bisa diinformasikan KIM ini bukan hanya informasi tentang pembangunan, tetapi juga informasi tentang kebutuhan mereka sesama KIM,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, KIM berfungsi untuk meningkatkan harkat dan martabat pribadi dan kelompok itu sendiri, serta sebagai ujung tombak informasi bagi pemerintah secara langsung maupun orang perorang sehingga terhindar dari hoaks.

“Kehadiran KIM itu juga agar masyarakat melek teknologi. Contohnya seperti di Batubara ada kelompok tenunan yang bermasalah memperoleh benang. Karena teknologi, kelompok tersebut dapat membeli benang melalui internet. Sehingga tidak terkendala dan bingung lagi memperoleh benang,” ucapnya.

Fitriyus berharap keberadaan KIM dapat ditumbuhkembangkan oleh kepala daerah di Sumut dengan cara membina, diberdayagunakan karena dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan hubungan informasi antara pemerintah dan masyarakat. “Juara I Lomba KIM se Sumut akan mewakili provinsi kita ditingkat nasional pada November 2018,” pungkasnya.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Sumut, Gadis Melani Rusli dalam laporannya menyebutkan, terdapat 14 KIM dari 14 kabupaten/kota yang ikut sebagai peserta pada lomba tersebut. Kata dia, KIM adalah kelompok yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat itu sendiri. “Ini kelompok yang mandiri.

Kita tidak biayai, namun kita hanya memonitoring mereka,” ujarnya menambahkan KIM hadir untuk mengukur keberhasilan pemerintah. “Kalau dulu informasi ini diperoleh dengan cara top-down, dari atas ke bawah. Kalau sekarang enggak, bottom-up. KIM ini untuk menjadi agen informasi pemerintah. Target dari kegiatan ini Provinsi Sumut minimal di kecamatan memiliki KIM,” imbuh dia.

Adapun dewan juri Lomba KIM 2018 yang mengusung tema “Kelompok Informasi Masyarakat Sadar Teknologi Informasi dan Cerdas Bermedia Sosial” itu, terdiri dari Bobbin Nila Prasanta Yudha sebagai pegiat KIM Kota Surabaya, Abdul Rahman Harahap selaku Kabid Pengembangan SDM Balai Besar Pengembangan SDM & Penelitian Kemenkominfo, dan Hendra Harahap, Wakil Dekan III FISIP USU. Turut hadir sejumlah kadiskominfo di Sumut antara lain dari Medan, Tebing Tinggi, Nias Utara, Paluta, Taput dan Batubara. (prn/han)

Dana Desa Harus Gali Potensi Ekonomi Lokal

.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH membuka secara resmi acara Bursa Inovasi Desa, Program Inovasi Desa Kabupaten Karo Tahun 2018 di Jambur Milala Kabanjahe, Kamis (25/10).

Bursa Inovasi Desa ini bertujuan untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau altenatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

Selain itu, kegiatan yang diikuti oleh para kepala desa dan BPD se Kab Karo, Pimpinan OPD, para Camat, Tim Pelaksana Inovasi Desa se-Kabupaten Karo, Perguruan Tinggi, BUMN dan pihak swasta ini bertujuan untuk memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa dalam menyelesaikan masalah dan mendukung peningkatan kualitas pembangunan.

Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH dalam sambutannya mengatakan, program inovasi desa ini hadir sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa dengan menawarkan ide inovasi pembangunan desa dalam pengembangan potensi ekonomi lokal, kewirausahaan dan pengembangan sumber daya manusia serta infrastruktur desa.

Terkelin juga menegaskan, agar kiranya pemerintah desa harus berpikir secara global, pengelolaan kedepan hendaknya adalah pengelolaan yang mampu berkompetisi dengan zaman, harus diciptakan inovasi dengan dasar yang sederhana tetapi menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kepala Desa, BPD dan TPID agar dapat mereplikasi inovasi-inovasi yang disajikan sesuai dengan potensi yang dimiliki untuk di implementasikan di masing-masing desa dengan harapan dapat menjawab kebutuhan desa terhadap layanan yang berkualitas dan merancang inovasi dalam praktek pembangunan yang solutif dan efektif,” ungkapnya. (deo/han)

PB Iklas Bantu Korban Banjir Labusel

ISTIMEWA BANTUAN: Ketua Umum PB Iklas, Rivai Nasution serahkan bantuan kepada korban banjir di Dusun Bom, Desa Teluk Panji, Kecamatan Kampungrakyat, Labusel, Minggu (28/10).
ISTIMEWA
BANTUAN: Ketua Umum PB Iklas, Rivai Nasution serahkan bantuan kepada korban banjir di Dusun Bom, Desa Teluk Panji, Kecamatan Kampungrakyat, Labusel, Minggu (28/10).

KAMPUNGRAKYAT, SUMUTPOS.CO – Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (PB IKLAS) meninjau langsung warga terdampak banjir, meluapnya Sungai Barumun di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampungrakyat, Labusel, Minggu (28/10).

Selain meninjau kondisi warga yang terendam banjir, rombongan PB Iklas terdiri dari Ketua Umum Rivai Nasution, Abdul Kholik, Ades Iskandar, M Balkini, juga memberikan bantuan berupa sembako kepada para korban.

“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur tidak ada korban jiwa dalam banjir ini. Meski demikian saya sangat prihatin atas musibah yang dihadapi masyarakat,” kata Rivai.

Disebutkannya, berdasarkan hasil pantauan, masyarakat saat ini masih dapat melakukan aktivitas untuk memenuhi sehari-hari. Namun lanjut dia, aktivitas pendidikan sudah diliburkan sejak beberapa hari lalu. “Kami mendorong Pemkab untuk dapat membantu masyarakat, sehingga bebannya terbantu,” katanya.

Salah seorang warga korban terdampak banjir, Siti Arbiah (56), mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan PB Iklas tersebut. Menurutnya, banjir menyebabkan masyarakat sulit untuk memanen kelapa sawit di kebun, karena hampir seluruh wilayah itu tergenang.

“Banjir ini sudah hampir tiga minggu dan sekolah sudah diliburkan. Kami susah ke ladang, karena jalanan tergenang air. Bantuan seperti ini sangat kami butuhkan,” katanya. (adz)

AirAsia Mendarat Perdana di Bandara Silangit

Foto: Air Asia PENERBANGAN PERDANA:Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agus Purwoto meresmikan penerbangan perdana AirAsia rute Kuala Lumpur - Silangit bersama CEO AirAsia Malaysia Riad Asmat (kedua dari kiri), Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan (paling kiri), Bupati Toba Samosir Edward Darwin Siagian (kedua dari kanan), dan Staf Khusus Menteri Pariwisata Judi Rifajantoro (paling kanan) di Bandara Internasional Silangit hari ini.
Foto: Air Asia
PENERBANGAN PERDANA:Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agus Purwoto meresmikan penerbangan perdana AirAsia rute Kuala Lumpur – Silangit bersama CEO AirAsia Malaysia Riad Asmat (kedua dari kiri), Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan (paling kiri), Bupati Toba Samosir Edward Darwin Siagian (kedua dari kanan), dan Staf Khusus Menteri Pariwisata Judi Rifajantoro (paling kanan) di Bandara Internasional Silangit hari ini.

SILANGIT, SUMUTPOS.CO – AirAsia melakukan penerbangan perdana rute Kuala Lumpur – Silangit, Minggu (28/10), sekaligus menandai jejak baru perluasan destinasi penerbangan AirAsia di Asean.

Pesawat yang digunakan pada penerbangan ini adalah Airbus A320-200 berkapasitas 180  orang dengan nomor penerbangan AK411. Pesawat berangkat dari Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) pada pukul 10:40 waktu setempat dan mendarat di Bandara Internasional Silangit pada pukul 11:00 WIB. Bandara Silangit merupakan gerbang utama menuju kawasan pariwisata Danau Toba yang merupakan danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara dan salah satu danau terindah di dunia.

Acara penyambutan diselenggarakan di Bandara Internasional Silangit dalam rangka merayakan momen penting ini dan dihadiri antara lain oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agus Purwoto, Staf Khusus Menteri Pariwisata Judi Rifajantoro, Kasubdit Angkutan Udara Niaga Berjadwal Kemenhub, Tri Danarsih, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Toba Samosir Edward D. Siagian, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba Arie Prasetyo, Executive General Manager Commercial Services Division Angkasa Pura II Dorma Manalu, Executive General Manager Bandara Internasional Silangit M. Hendra Irawan, CEO AirAsia Malaysia Riad Asmat, serta CEO Grup AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan.

CEO AirAsia Malaysia Riad Asmat mengatakan, “Sebagai maskapai dengan jaringan rute terluas di Asean, kami bangga telah membawa dunia lebih dekat ke Danau Toba yang merupakan salah satu destinasi keindahan alam di Asia Tenggara. Layanan Fly-Thru kami akan semakin mempermudah wisatawan dari 20 kota untuk mengunjungi Danau Toba dengan penerbangan transit melalui Kuala Lumpur. Kami berharap dapat terus mempererat kerjasama dengan berbagai pihak khususnya pemerintah Indonesia untuk terus membangun Danau Toba sebagai 10 destinasi wisata priotitas Indonesia.

Layanan Fly-Thru AirAsia menghubungkan Silangit melalui Kuala Lumpur dengan 20 kota seperti Kota Kinabalu, Johor Bahru, Kuching, Guangzhou, Chongqing, Changsha, Chengdu, Hangzhou, Hongkong, Beijing, Shanghai, Shenzhen, Xi’an, Taipei, New Delhi, Hyderabad, Chennai, Melbourne, Sydney, dan Singapura. Layanan Fly-Thru merupakan layanan transit AirAsia yang memudahkan penumpang menuju destinasi akhir tanpa proses imigrasi saat transit dan tanpa harus check-in ulang bagasi. (rel)

14 Venue di Jakabaring Rusak Dihantam Puting Beliung

Jakabaring Sport City Center Palembang luluh lantak diterjang badai.
Jakabaring Sport City Center Palembang luluh lantak diterjang badai.

PALEMBANG, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 14 venue di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan rusak karena dihantam puting beliung pada Sabtu (27/10/2018). Kerugian ditaksir mencapai Rp 20 miliar.

Kepala Dinas PU Perumahan Rakyat Provinsi Sumsel Basyarudin menjelaskan, venue yang mengalami kerusakan parah adalah tenis. Seluruh fasilitas yang ada di dalam venue tenis tak bisa digunakan lagi. “Venue tenis bukan rusak lagi, tapi memang roboh dan harus dibangun awal,” kata Basyarudin, Minggu (28/10/2018).

Selain itu, venue Aquatic juga mengalami kerusakan yang parah. Berikut ini daftar 14 venue yang mengalami rusak berat dan ringan akibat puting beliung:

  1. Venue Aquatic atap yang terbuat dari membran terlepas
  2. Venue Bowling bagian belakang dan plafonnya yang rusak.
  3. Venue panjat tebing bagian atapnya juga terangkat.
  4. Warehouse di samping rusunawa juga rusak akibat dihantam angin kencang.
  5. Ruang Dining Hall mengalami kebocoran di bagian belakang.
  6. Wisma Atlet atap dibagian belakang terangkat.
  7. Dua publik toilet tertimpa pohon roboh sehingga mengalami kerusakan dan kaca pecah.

    Tiang lampu arena atletik yang ada di Jakabaring Sport City (JSC) ambruk usai dilanda angin puting beliung.
  8. Venue Atletik kerusakan terjadi pada atap tribun yang melayang serta 2 tower lampu yang roboh.
  9. Gor Ranau Dempo atapnya juga terbawa oleh angin.
  10. Venue Dayung hampir seluruh atapnya terlepas tetapi strukturnya tetap ada.
  11. Ponton di Venue ski air roboh.
  12. Voli pantai beberapa angkurnya retak.
  13. Venue tenis atap terlepas begitu juga struktur atap pun ikut terangkat akibat angin kencang.
  14. Kerusakan terjadi pada shining JSC (kps)

Cadangan Nikel Sorowako Ada Ribuan Hektare, Emas Martabe hingga 2033

PLAKAT: GM of HR Organization & Talent Management PT Vale Indonesia, Eko Nugroho (kanan-kiri) didampingi Senior Manager of Communication, Budi Handoko menyerahkan plakat kepada Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardiono, Selasa (23/10/2018.
PLAKAT: GM of HR Organization & Talent Management PT Vale Indonesia, Eko Nugroho (kanan-kiri) didampingi Senior Manager of Communication, Budi Handoko menyerahkan plakat kepada Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, Selasa (23/10/2018.

Industri tambang jarang berusia ribuan tahun. Paling lama ratusan tahun. Maklum, mineral berharga yang ditambang bukan sumber daya alam terbarukan. Jika cadangan habis dieksploitasi, perusahaan tambang pasti hengkang. Meninggalkan lingkungan yang tergerus. Bagaimana Tambang Nikel Sorowako dan tambang Emas Martabe menyiapkan program ramah lingkungan?

——————————————————

Dame Ambarita, Sorowako & Batangtoru

——————————————————

Kontrak Karya PT Vale Indonesia di Sulawesi ditandatangani tahun 1968. Kemudian, diperpanjang lagi pada Januari 1996, berlaku hingga 28 Desember 2025.

Jadi, apakah tambang nikel Sorowako akan tutup 7 tahun lagi?

“Oh, itu masa kontrak saat ini. Nanti bisa diperpanjang lagi,” jelas Senior Manager of Communications PT Vale Indonesia, Budi Handoko, kepada wartawan, Selasa (23/10).

Cadangan deposit nikel di Sorowako sendiri, menurutnya masih sangat besar. Yang belum ditambang ada ribuan hektar lagi. Artinya, jika KK diperpanjang tahun 2025, umur penambangan berpeluang hingga puluhan tahun lagi.

Meski diproyeksikan berumur panjang, PT Vale tetap menggelar sejumlah program-program untuk memandirikan masyarakat. Maklum, selama 50 tahun beroperasi di Sorowako, bisa dikatakan tambang nikellah yang menggerakkan perekonomian masyarakat Sorowako.

Selama 50 tahun, PT Vale telah memproduksi jutaan ton nikel matte. Dengan keuntungan yang diperolehnya, PT Vale telah mengubah wajah Sorowako menjadi sebuah kota kecil. Dari awalnya hanya berpenduduk sekitar 100 orang, kini Sorowako dan sekitarnya dihuni sekitar 25 ribu orang penduduk.

Saat ini, PT Vale menyediakan lapangan kerja dengan merekrut 3.176 karyawan dan lebih dari 6.000 personil kontraktor. “Mayoritas pegawai adalah warga asli Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan,” kata Budi Handoko.

Untuk kenyamanan warga, PT Vale membangun berbagai fasilitas. Mulai dari dermaga di danau Matano, membagi 10 KwH listrik produksi PLTA untuk warga setempat melalui PLN, membangun jalan, dan sebagainya.

PT Vale juga mendorong kemandirian masyarakat melalui berbagai program CSR. Seperti melatih petani lokal untuk menanam merica. Melatih sekitar 40-an UKM membangun industri rumah tangga berbasis herbal, yang pemasarannya didorong melalui Rumah UKM Luwu Timur. Membangun sejumlah lembaga pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA. Membangun fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. Dan sebagainya.

Untuk rehabilitasi pascaaktivitas tambang, sejak 2006 lalu PT Vale membangun proyek nursery penyemaian bibit di atas lahan 1,5 hektar. Kapasitasnya bisa ditanami 700 ribu batang bibit pohon yang bisa mengisi kurang lebih 10 hektar per tahun. Lahan rehabilitasi ini dilengkapi dengan fasilitas lengkap, yakni green house, vegetatif, generatif, produksi pupuk hayati, dan area penyemaian bibit agar dapat survive saat ditanam di area reklamasi.

Budi menegaskan, PT Vale sangat fokus dengan keberlanjutan ekosistem. “Purnatambang kami lakukan proses penghijauan. Tumbuhan kami bibitkan sendiri. Kami juga melindungi flora asli dari daerah sini,” jelasnya.

Untuk penanganan limbah efluen dan limbah cair, PT Vale membangun area pemrosesan limbah serta pemrosesan untuk penjernihan air sisa proses tambang, bekerja sama dengan BPPT.

“Selama 50 tahun tambang dibuka, kualitas air tiga danau yang sistemnya terhubung, yakni Danau Matano, Danau Mahalona, dan Danau Towuti, dipastikan tidak banyak berubah. Itu menunjukkan, sebelum dan sesudah Vale Indonesia beroperasi, bisa dibilang tidak ada dampak berarti dari operasional tambang di sekitar danau. Dan memang PT Vale komit menjaga lingkungan, dengan selalu menjaga baku mutu air yang keluar dari compliance point,” ungkap Budi.

Terkait emisi, PT Vale melakukan pengukuran dan pemantauan secara terus-menerus dengan melibatkan pihak ketiga. Tujuannya, untuk memastikan hasil pengukuran yang obyektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tahun lalu, kami telah menyelesaikan pemasangan electrostatic precipitator (ESP) di kilang empat. Dengan fasilitas baru, peningkatan kemampuan penyaringan debu dari cerobong meningkat 8 kali lipat,” kata Budi.

Seluruh kerja keras PT Vale dalam menjaga aspek lingkungan dibuktikan dengan perolehan penghargaan Aditama untuk kategori kelompok Pemegang Kontrak Karya dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, selama empat tahun berturut-turut. Juga mendapatkan PROPER Biru selama enam tahun berturut-turut. “Targetnya, tahun 2020 Vale Indonesia harus mendapat PROPER Hijau,” kata Budi.

Prinsipnya, PT Vale berkomitmen memberi nilai tambah dan mengembangkan warisan yang positif bagi generasi selanjutnya. Juga tanggung jawab lingkungan, keberlanjutan, dan pelayanan.

Foto: Dame/SUMUTPOS.CO
Dua petinggi di Tambang Emas Martabe, Katarina Siburian dan Ed Cooney, menyapa peserta operasi katarak gratis yang digelar Tambang Emas Martabe bekerjasama dengan ANV dan Kodam I BB di RS Tentara Psp, Oktober 2017 lalu. Operasi Katarak Gratis merupakan ssalahsatu program CSR Martabe.

Senada dengan PT Vale Indonesia, PT Agincourt Resources yang mengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Sumut, juga menerapkan program ramah lingkungan dan CSR serupa.

Per September 2018, Tambang Emas Martabe telah beroperasi di Batangtoru selama 6 tahun lebih, dengan rencana produksi hingga tahun 2033. Atau sekitar 15 tahun lagi. Berpeluang beroperasi lebih lama jika ditemukan cadangan deposit emas lainnya yang layak ditambang.

Saat ini, ada enam cebakan mineral yang ditemukan di Tambang Emas Martabe. Cebakan Purnama adalah yang terbesar dan pertama ditambang.

Dalam operasionalnya, PT Agincourt Resources melibatkan lebih dari 2.600 karyawan dan kontraktor. Sekitar 98 persen di antaranya adalah warga negara Indonesia, dan lebih dari 70 persen berasal dari penduduk setempat.

Saat ini terdapat 15 desa yang berada di wilayah operasional Tambang Emas Martabe dengan total penduduk 20.000 orang. Sebagian besar bermata pencaharian di bidang pertanian, diikuti oleh perdagangan dan jasa. Masyarakat di sekitar Tambang Emas Martabe memiliki tingkat pendidikan dan kesehatan yang cukup baik, meski perlu peningkatan dari sisi kualitas.

“Tambang Emas Martabe fokus memberdayakan masyarakat pada beberapa sektor yakni kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pertanian, dan pengembangan usaha lokal, sekaligus terus mendukung berbagai nilai-nilai dan adat istiadat masyarakat lokal,” kata Katarina.

Sebagai program pemberdayaan masyarakat, Tambang Emas Martabe telah meraih empat penghargaan Platinum untuk program pemberdayaan Naposo Nauli Bulung (NNB/para pemuda lokal). Yakni melalui pengelolaan sampah terpadu, program air bersih, program pemberdayaan Kelompok Tani Penangkar Padi, dan program ekstensifikasi jagung pipil serta pertanian padi organik. Ditambah satu penghargaan Gold untuk program Taman Baca Anak (TBA). Dua penghargaan Silver untuk program revitalisasi Posyandu dan program sentra usaha oleh-oleh Bagasta.

Pengembangan usaha lokal melalui Bagasta merupakan hasil kerjasama Tambang Emas Martabe dengan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) binaan PKK Batangtoru. Bagasta merupakan pusat penjualan berbagai jenis kue dan oleh-oleh ibu-ibu rumah tangga KUBE. Bagasta memungkinkan para ibu untuk mendongkrak perekonomian keluarga melalui keahlian membuat kue.

Juga ada penghargaan Gold kategori Reka Karsa Sosial untuk program Operasi Katarak Gratis.

Masih banyak program CSR lainnya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat lingkar tambang. Seperti pembangunan Mesjid Raya Al-Jihad, proyek pipanisasi air bersih, instalasi pengolahan air, penyerahan mobil pemadam kebakaran, dan sebagainya.

Aspek lingkungan juga dijaga ketat. Penilaian AMDAL untuk Tambang Emas Martabe dibuat oleh para konsultan dengan 38 studi lingkungan dan sosial, dan disetujui oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2008, menandakan berlakunya izin dimulainya Tambang Emas Martabe. Mulai dari keamanan Tailing Storage Facility (TSF/bendungan penyimpanan tailing), pengelolaan pengaliran asam tambang, safety steering (pengaturan keselamatan), dan stakeholder management steering (Pengaturan Manajemen Pemangku Kepentingan).

“Tambang Emas Martabe memperoleh Peringkat Biru dalam program penilaian lingkungan PROPER dari pemerintah Indonesia, yang menunjukkan kepatuhan penuh kami terhadap semua peraturan dan persyaratan izin lingkungan yang berlaku,” kata Katarina. Juga mendapatkan penghargaan Pratama dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pengelolaan lingkungan pada tahun 2015.

“Tambang Emas Martabe berkomitmen untuk sukses mengelola beragam pencapaian, termasuk operasi yang aman dan efisien, dampak lingkungan, serta memastikan bahwa keberadaan kami memberikan manfaat sosial positif jangka panjang bagi para pemangku kepentingan setempat,” kata Katarina Siburian.

Foto: Dame Ambarita/Sumut Pos
Siti Khodijah Nasution, salahsatu superintendent perempuan di Tambang Emas Martabe, tersenyum manis saat diminta berpose di dekat koleksi bebatuan inti hasil pemboran, beberapa waktu lalu. Tambang Emas Martabe menerapkan program Gender Diversity, untuk menciptakan kultur kerja yang positif dan terbuka di seluruh aspek perusahaan.

Kemiripan Tambang Nikel Sorowako dan Tambang Emas Martabe lainnya adalah penerapan konsep gender diversity, atau keberagaman gender. Kedua tambang ini mendorong dan mengajak setiap laki-laki dan perempuan dalam perusahaan, untuk bersama memberikan kontribusi terbaik menunjukkan kinerja andal dan berkelanjutan.

PT Vale saat ini memiliki 8 persen pekerja perempuan, dari total 3.176 karyawan. Di Departemen Mining misalnya, ada 35 perempuan yang bekerja sebagai operator. Para perempuan ini mendapat kesempatan yang sama dengan karyawan pria, dengan beberapa perlakuan khusus. Seperti cuti hamil dan melahirkan 3 bulan, bekerja di kantor selama kehamilan, mendapat fasilitas ruang laktasi, toilet khusus perempuan, dan sebagainya.

“PT Vale tidak membatasi perempuan bekerja di tambang. Hanya saja, isu-isu tentang kerasnya pekerjaan di tambang, membuat kaum perempuan agak kurang tertarik bekerja di tambang,” kata Eko Nugroho, GM of HR Organization & Talent Management PT Vale Indonesia, saat diskusi dengan wartawan, Selasa (23/10/2018).

Meski demikian, ia mengakui ada efek positif keberagaman gender di PT Vale. Misalnya, masuknya operator wanita ke tambang  membuat alat-alat berat cenderung lebih lama rusak. Mengapa? Karena para perempuan langsung membawa alat berat ke bengkel, jika ada masalah. Sementara operator pria memiliki kecenderungan memaksa alat terus beroperasi, meski sudah bermasalah.

“Agar para perempuan berani bekerja di tambang, kami kerap harus memberi kelas edukasi mengenai berbagai hal. Contohnya, cara mengatasi rasa takut kerja sendirian dekat hutan,” cetusnya.

Ia mengakui PT Vale belum maksimal memberlakukan konsep gender diversity. Pihaknya juga belum menerapkan target tertentu mengenai angka keberagaman gender di PT Vale. “Kami lakukan secara alami saja,” katanya.

Beberapa karyawan perempuan yang menduduki jabatan di PT Vale, seperti Syamsiah Heba sebagai tim leader shift 1 di procsesing plant, Murianti sebagai mining engineer, Alifah d HRD, dan Sultin Thangkaru sebagai Senior Manager Finance Reporting, mengakui tidak ada perbedaan perlakuan antara karyawan pria dan wanita di PT Vale.

“Di luar kodrat sebagai perempuan, seluruh karyawan diperlakukan sama. Tidak ada perbedaan gaji atau jenjang karir untuk kompetensi yang sama,” kata mereka senada.

Sebelumnya, Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono menjelaskan, Tambang Emas Martabe komit menciptakan kultur kerja yang positif dan terbuka di seluruh aspek perusahaan.

“Kami ingin keberagaman dan perbedaan diterima sebagai kekuatan. Di mana perempuan memiliki kepercayaan diri untuk lebih aktif berkontribusi, sehingga seluruh aspek operasional perusahaan dapat dijalankan dengan lebih efektif,” katanya.

Dibandingkan dengan PT Vale, Tambang Emas Martabe lebih gencar menerapkan keberagaman gender.  “Target progresif dalam tiga tahun adalah 25 persen karyawan perempuan pada akhir 2019. Saat ini telah mencapai angka 20 persen dari lebih dari 2.600 karyawan dan kontraktor,” katanya.

Dari jumlah itu, ditargetkan sebanyak 40 persen karyawan perempuan berada di posisi manajerial pada akhir 2019. “Saat ini sudah mencapai 21 persen,” cetusnya.

Saat ini, sebanyak 494 karyawan perempuan bekerja di 30 jenis pekerjaan yang ada di tambang. Mulai pekerjaan terampil, profesional, produksi, dan non produksi. Perusahaan percaya, penerapan pendekatan inisiatif keberagaman gender yang sukses, akan membuat Tambang Emas Martabe menjadi perusahaan yang lebih baik.

Dengan seluruh persamaan dan perbedaan, kedua perusahaan tambang ini sepakat, melalui dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat setempat, perusahaan akan terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia dan daerah, melalui pendapatan, lapangan kerja, pengembangan usaha, dan program sosial.  (Mea/Habis)

Vendor Penyedia Perangkat Datang Terlambat, 1.980 CASN Batal Ujian

Ilustrasi
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
REGISTRASI: Peserta CASN melakukan registrasi sebelum mengikuti ujian SKD di Kantor BKN Sumut, Jalan TB Simatupang Medan, Jumat (26/10)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ujian seleksi kemampuan dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) calon aparatur sipil negara (CASN) 2018 yang digelar di Markas Kodam I Bukit Barisan, Jalan Gatot Subroto, Medan, terpaksa ditunda. Akibatnya, 1.900-an peserta CASN di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), kecewa akibat ketidaksiapan perangkat ujian dari pihak vendor.

ATAS kesalahan tersebut, BKN Medan dan Kemenkumham Wilayah Sumut memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada peserta. “Kami memohon maaf kepada seluruh peserta, karena permasalahan di luar kemampuan kami, baik itu dari BKN Wilayah Medan dan Kemenkumham sendiri. Hal ini dikarenakan ada kesalahan dari vendornya, maka hari ini tidak bisa mengikuti ujian,” kata Kepala Kantor Regional VI Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan, English Nainggolan saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (26/10).

Menurutnya, BKN dan Kemenkumham telah menjadwalkan ulang pelaksanaan ujian untuk ribuan peserta tersebut Para peserta diminta untuk balik lagi ke Gedung Makodam I/BB pada 1 November 2018 mendatang. “Jadi pelaksanaan ujian kita tunda sampai tanggal 1 November 2018. Untuk jam dan tempat sama seperti hari ini,” katanya sambil memaklumi kekecewaan dari peserta.

“Peserta akhirnya bisa memahami kondisi tersebut dan menerima atas penundaan ini. Untuk lokasi ujian di kantor kami, hingga pukul 15.00 WIB masih berjalan,” sambung English.

Informasi yang diperoleh, pada hari itu sebenarnya peserta yang dijadwalkan mengikuti ujian CAT sebanyak 1.980 peserta. Mereka dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama ada 660 peserta yang seharusnya ujian pada pukul 08.00 sampai 09.30 WIB. Sementara gelombang kedua seharusnya ujian pukul 10.00 sampai 11.30 WIB. Sementara gelombang terakhir yakni pukul 12.30 sampai dengan 14.00 WIB.

Peserta sendiri telah hadir di Makodam sejak pukul 06.30 WIB. Ada sebagian dari mereka yang datang dari luar Medan. Namun hingga pukul 11.30 WIB, para peserta belum mendapat kejelasan mengikuti ujian. Sebagian dari peserta tampak kesal dengan panitia CPNS Kemenkumham Sumut 2018. “Kemenkumham ini nggak pernah belajar dari kesalahan.

Selalu bermasalah sama server. Tahun lalu pun saya mengalami seperti ini. Ujian saya ditunda. Akibatnya tahun lalu saya jadi tidak ujian. Bertepatan karena tanggal yang diundur saya berada di luar kota,” ucap salah seorang peserta ujian, Fadli.

Hal lainnya juga diungkapkan peserta dari luar kota, Heri. “Saya sudah datang jauh-jauh malah diundur. Seharusnya Kemenkumham ini belajar dari kesalahan tahun lalu. Ini setiap tahun seperti ini,” ucapnya.

Kemenkumham menjadi instansi yang paling diminat pelamar CASN kali ini. Namun pada tahun lalu, diketahui kejadian serupa juga terjadi untuk ujian pada kualifikasi instansi tersebut. Masalahnya juga sama yakni karena ketidaksiapan server.

Kepala Divisi Administrasi Kemenkumham, Indah mengakui, pelaksanaan ujian SKD di Makodam I/BB diundur sampai 1 November. Menurutnya, ada dua lokasi ujian SKD dilakukan pada hari itu selain di Makodam yakni berada di Kantor BKN Regional VI Medan, Jalan TB Simatupang/Pinang Baris Medan. “Oh ya aman, sudah berjalan (di BKN) dengan baik, nanti ke BKN kalau mau lihat. Yang di Kodam itu karena vendornya itu datang terlambat, jadi bukan kesalahan kita,” katanya.

Pihaknya menyebut tidak ada urusan mengenai masalah kesiapan perangkat ujian, dimana hanya membantu saja. “Yang punya kerjaan adalah BKN. Tanggal 1 November mendatang akan dilaksanakan (ujian) kembali untuk para peserta yang hari ini mengikuti ujian,” katanya.

Aksi Bela Tauhid Desak Bubarkan Banser

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS LONGMARCH: Ribuan umat Islam Kota Medan melakukan longmarch dari Masjid Raya Al Mahsun menuju Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (26/10).
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
LONGMARCH: Ribuan umat Islam Kota Medan melakukan longmarch dari Masjid Raya Al Mahsun menuju Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (26/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid pada peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, memicu aksi besar-besaran di seluruh Indonesia, termasuk Sumatera Utara. Di Kota Medan, ribuan orang yang tergabung dalam aksi Bela Kalimat Tauhid menggelar aksi di Mapolda Sumut, Jumat (26/10)

Sebelum melakukan aksi di Mapolda Sumut, massa berkumpul di Masjid Raya Al Mahsun Medan, Jalan Sisingamangaraja, usai melaksanakan salat Jumat. Kemudian mereka melakukan longmarch menuju Mapolda Sumut untuk melaporkan kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid tersebut.

Selain melaporkan kasus itu, massa juga berorasi mengutuk aksi pembakaran tersebut. Aksi ini sempat memicu kemacetan lalulintas yang cukup panjang di Jalan Sisingamangaraja, hingga malam hari. Menurut pantuan Sumut Pos, dari arah Kota Medan sempat terjadi kemacetan hingga Simpang Jalan Alfalah. Dari arah Tanjungmorawa, kemacetan hingga simpang pintu tol Tanjungmorawa.

Sekretaris Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumut, Ustad Zulkarnain mengatakan, aksi ini dilakukan sekaligus untuk membuat laporan ke Polda Sumut terkait pembakaran bendera tersebut. Karena dengan cara membakar, maka hal itu merupakan penghinaan bagi umat Islam dan Pancasila. “Akhirnya timbullah kemarahan umat Islam. Maka umat Islam hari ini tumpah, menuntut satu hal, bubarkan ormas si pembakar dan tangkap pelaku pembakarannya,” ungkapnya.

Menurut Zulkarnain, dengan menghina Islam, berarti juga menghina Pancasila sebagai ideologi bangsa. Untuk itu, tutur dia, Banser sudah tidak layak lagi untuk eksis di Indonesia, dan patut dibubarkan. “Narasi yang dibangun rezim sekarang, mencoba memisahkan agama dan negara dengan isu sekularisasi. Saya kira ini grand design, rezim ini tidak akan berani menangkap atau menghukum Banser,” jelasnya.

Disinggung mengenai bahwa bendera yang dibakar merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Zulkarnain menyatakan, jika Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan jika bendera yang dibakar bukan bendera HTI. Melainkan bendera umat Islam yang berlafazkan Tauhid. “Dari video yang tersebar tidak ada logo HTI, melainkan hanya bendera syahadat yang tertulis dalam kain hitam. Maka saya kira Polisi harus arif melihat persoalan ini. Kalau kita tegaskan itu bendera Tauhid. Jika HTI menggunakan bendera serupa, itu persoalan lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua GNPF Ulama Sumut, Heriansyah menuding aksi pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid itu merupakan bentuk penghinaan terhadap umat Islam. “Pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid itu adalah bentuk penistaan terhadap kalimat Tauhid yang sangat disucikan,” ujarnya.

Dalam pernyataan sikapnya, massa menyebut pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid itu melanggar Pasal 59 ayat 3 Perpu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Alhasil dengan dalih itu, mereka meminta agar tidak terjadi gejolak di tengah-tengah umat Islam di Indonesia khususnya di Sumut, GNPF Ulama meminta kepada Medagri untuk segera membubarkan Banser yang ditenggarai dipengaruhi anasir PMI dan Syiah yang bertujuan memecah persatuan. Serta mendesak Banser dan NU meminta permohonan maaf kepada umat muslim di Indonesia.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto yang menemui massa mengatakan, jika laporan pengunjuk rasa sudah diterima Polda Sumut. Karenanya, ia mengatakan, laporan tersebut selanjutnya akan disampaikan ke Mabes Polri.

“Apa yang sudah kita dengar dari paparan Kabareskrim dan penyidikan di Dit Reskrimum Polda Jabar, ada yang ingin membuat rusuh. Sehingga terjadi pembakaran bendera yang ada kalimat Tauhid,” sebutnya.

Selain itu, Agus juga menyampaikan kepada massa bahwasanya Sumut adalah milik bersama. Karenanya sebagai Kapolda, dirinya harus menjaga semuanya. “Sumut adalah milik kita bersama. Kasihan masyarakat yang lain, karena bukan hanya kita yang tinggal di Sumut. Jadi sebagai Kapolda harus menjaga semuanya,” katanya.

Terkait aksi Bela Tauhid yang berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia, jendral bintang dua ini mengimbau agar masyarakat jangan mau dipolitisir. Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat jangan mau diadu domba untuk kepentingan politik. “Masyarakat harus lebih cerdas, ini bukan waktunya lagi diadu domba. Sudahlah, kalau untuk politik lihat track recordnya, lihat juga programnya. Jangan bawa-bawa masyarakat untuk jadi korban yang tidak perlu. Kita kasihan dengan masyarakat,” tegasnya.

Agus mencontohkan, misalkan ada seseorang yang membuat tulisan (ayat-ayat) disandal atau sepatu, lalu dipakai dan kotor atau terbakar, pertanyaannya menurut Agus, apakah itu juga termasuk penistaan agama?
Terakhir ia mengatakan, soal seorang oknum mahasiswa yang melalukan dugaan penistaan agama di media sosial, Agus menegaskan akan memproses pelaku. “Kalau soal itu saya pastikan akan diproses, saya janji sampai tuntas,” pungkasnya.(dvs/ted/bam)