Home Blog Page 5827

Ribuan Massa di Binjai dan Langkat Turun ke Jalan

bambang/SUMUT POSKAWAL AKSI: Personel Polres Langkat mengawal jalannya aksi Bela Tahuid di Stabat, Langkat, Jumat (26/10).
bambang/SUMUT POSKAWAL AKSI: Personel Polres Langkat mengawal jalannya aksi Bela Tahuid di Stabat, Langkat, Jumat (26/10).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Aksi serupa juga digelar di Kota Binjai dan Kabupaten Langkat. Di Binjai, aksi yang diikuti 3 ribuan masa ini berjalan aman dan lancar. Meski membuat arus lalu lintas tidak lancar, polisi dari berbagai satuan hingga prajurit Kodim 0203/Langkat turut mengamankan jalannya aksi. Termasuk Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak dan Dandim Langkat Letkol Deni Eka Gustiana turut mengawalnya.

Dalam aksi ini, massa juga mendesak agar Banser dibubarkan. “Bubarkan Banser. Penjarakan segera para pelaku pembakar bendera Tauhid. Kami senantiasa siap mendukung tugas dan kinerja kepolisian,” teriak massa yang dibarengi dengan seruan takbir dan tauhid sekaligus membentangkan spanduk berisi protes serta kecaman.

“Secara khusus, kami juga meminta pemerintah melindungi hak-hak kaum Muslimin dan mengharapkan Polres Binjai meningkatkan sinergi lintas ormas islam demi menjaga kondusifitas Kota Binjai serta mencegah terjadinya hal-hal yang dapat memicu konflik sosial di masyarakat,” teriak massa.

Ketua FUI Binjai, Syaifullah Saaba menyerahkan lembaran tertulis berisi seluruh pernyataan sikap kaum muslimin Kota Rambutan kepada Kapolres. “Kami di sini mendukung Bapak Polisi. Mari kita bersatu. Umat Islam mendukung Bapak Polisi menyelesaikan persoalan yang melecehkan kalimat tauhid oleh Banser,” teriak massa.

Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak mengucapkan terimakasih kepada massa aksi damai yang menyampaikan aspirasinya dengan damai. “Kita sifatnya melayani saja sebagai polisi yang mengayomi. Kita juga bersama-sama tadi dengan massa longmarch. Berdasarkan izin aksi, lebih kurang 3 ribu jumlahnya,” ujarnya.

Aspirasi yang disuarakan massa, kata Kapolres, sudah ditampung dan akan ditindaklanjuti ke Mabes Polri. Mantan Kapolres Samosir ini bersyukur, karena aksi berjalan damai.

Di Kabupaten Langkat, ribuan umat Islam memenuhi Jalan Proklamasi Stabat, dengan berbagai spanduk menuntut pembubaran Banser, dan pelaku pembakaran kalimat tauhid segera ditahan dan dihukum. Mereka juga melakukan orasi di Mapolres Langkat, usai Salat Jumat di Masjid Syafriatul Amaliah.

Aksi massa ini diterima langsung Kapolres Langkat AKBP Dedi Indrianto didampingi Wakapolres Langkat Kompol Hendrawan dan para Kabag, Kasat sejajaran Mapolres Langkat. Raudin Purba selaku penanggung jawab aksi, dalam orasinya mengatakan, kehadiran mereka merupakan bentuk solidaritas dan merupakan kewajiban sebagai Umat Muslim atas perlakuan oknum pihak Banser atas tindakan membakar bendera bertuliskan kalimat Tauhid.

“Kami berbicara bukan sebagai individu perorangan, namun sebagai Umat Muslim. Walau kami ada yang aktif dalam politik, tapi saat ini kami berdiri di halaman Polres Langkat ini sebagai Umat Muslim,” tegas Raudin disahuti takbir oleh massa aksi.

Dia mengaku sedih dan kecewa atas tindakan pembakaran kalimat Tahuid, dan mereka meminta Kapolres Langkat untuk menyampaikan kepada Kapolri agar pelaku pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tahuid tersebut segera ditindak tegas. “Kami juga menutut pembubaran Banser dan antek anteknya, dan menghukum pelaku pembakaran kalimat Tauhid tersebut,” tegasnya.

Setelah menyampaikan aspirasinya dan diterima Kapolres Langkat, massa yang memenuhi halaman Mapolres Langkat membubarkan diri secara tertib. Tak lupa, mereka juga memunguti sampah yang berserakan karena aksi itu. (dvs/ted/bam)

UMK akan Ikut UMP 2019 Jika Kabupaten/Kota Tak Usulkan ke Gubsu

Ilustrasi UMP
Ilustrasi UMP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usulan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2019 baru akan dilakukan setelah penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, paling lama 1 November mendatang. Namun jika kabupaten/kota tidak mengajukan UMK, maka akan menggunakan besaran gaji berdasarkan UMP 2019.

Ketua Dewan Pengupahan Sumut, Maruli Silitonga mengatakan, usulan UMK tersebut bukan bersifat wajib untuk disampaikan ke gubernur. “Kalaupun tak ada usulan UMK, tak masalah. Artinya besaran UMK mengikuti UMP 2019,” ujarnya kepada Sumut Pos, Jumat (26/10).

Dia menjelaskan, setelah UMP diumumkan pemerintah kabupaten/kota baru akan membahas UMK di daerahnya masing-masing. Selanjutnya berdasarkan usulan dari kabupaten/kota tersebut, Dewan Pengupahan Sumut melakukan pembahasan lagi.

Adapun waktu dan tahapan paling lama UMK 2019 harus sudah diumumkan, sebut Maruli, yakni sampai 21 November 2018. “Pembahasan maupun usulannya dari 10 sampai 14 November. Dan maksimum 21 November harus sudah diumumkan semua (UMK),” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Sumut itu.

Pihaknya kembali menegaskan, jika ada Dewan Pengupahan kabupaten/kota tidak mengajukan UMK, berarti akan memakai besaran gaji berdasarkan UMP 2019. “Jadi itu nggak wajib. Kalau dapat (mengusulkan) boleh, enggak pun ya gak apa-apa,” katanya.

Namun biasanya, kata Maruli, Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang kerap terjadi dinamika mengenai UMK dibanding daerah lain di Sumut. Menurut dia hal itu sangat wajar mengingat kedua daerah tersebut paling dominan keberadaan elemen buruh. “Hal itu biasalah karena merupakan aspirasi mereka (kaum buruh),” katanya.

Ia menambahkan, berita acara dan berkas usulan UMP 2019 sudah mereka serahkan ke Biro Hukum Setdaprovsu untuk selanjutnya dieksaminasi menjadi surat keputusan gubernur. “Jadi tinggal eksaminasi Biro Hukum saja. Kemarin, habis rapat kesepakatan UMP, kami langsung serahkan ke mereka untuk diproses,” pungkasnya.

Kepala Biro Hukum Setdaprovsu, Sulaiman Hasibuan saat dikonfirmasi mengatakan, eksaminasi atas usulan UMP tersebut sudah rampung mereka kerjakan. Dia menyebut, Senin (29/10) depan eksaminasi tersebut sudah diteruskan ke gubernur. “Jadi sekarang ini tinggal paraf-paraf dari pihak Disnaker, asisten, sekda dan pak wagub. Kalau eksaminasinya sudah selesai kami buat. Senin kami pastikan berkas usulannya sudah sampai di meja gubernur untuk selanjutnya diteken dan ditetapkan,” katanya.

Untuk diketahui, Dewan Pengupahan Sumut telah sepakat akan mengusulkan UMP 2019 kepada gubernur sebesar Rp2.303.403. Kesepakatan itu setelah ketiga unsur yakni pemerintah, pengusaha dan serikat buruh melaksanakan rapat pembahasan UMP Sumut 2019, di Hotel Putra Mulia Medan, Selasa (23/10). Keesokan harinya, mereka langsung menyerahkan berita acara hasil kesepakatan UMP tersebut ke Biro Hukum Setdaprovsu.

5 Mantan DPRD Sumut Segera Disidang

KPK
KPK

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Kopupsi (KPK) telah menuntaskan penyidikan terhadap lima tersangka anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dalam perkara suap berkaitan dengan pengesahan APBD Sumut dari eks Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugrohon
Kelima orang itu adalah Fadly Nurzal, Rijal Sirait, Rooslynda Marpaung, Rinawati Sianturi, dan Tiasiah Ritonga.

“Hari ini penyidikan terhadap 5 orang anggota DPRD Sumatera Utara telah selesai, sehingga dilakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke Penuntut Umum,” kata Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah, Jumat (26/10).

Dengan pelimpahan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap kelimanya. Nantinya, surat dakwaan tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta untuk disidangkan. “Persidangan direncanakan akan dilakukan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sedangkan untuk tersangka lain sedang dalam proses penyidikan,” katanya.

Untuk menuntaskan penyidikan kasus ini, KPK sudah memeriksa sekitar 270 saksi. Para saksi itu diperiksa di Medan dan Jakarta.

KPK juga mengingatkan tersangka Ferry Suando Tanuray Kaban, yang telah masuk DPO, segera menyerahkan diri ke KPK. Ferry yang kini telah berstatus sebagai buronan itu merupakan salah seorang tersangka perkara dugaan suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

“KPK mengingatkan pada Ferry Suando Tanuray Kaban, Anggota DPRD Provinsi Sumut tahun 2009 sampai dengan 2014 yang telah kami masukan dalam DPO untuk segera menyerahkan diri pada KPK,” imbau Febri.

DIa juga menyebutkan, kaburnya Ferry justru merugikan dia sendiri karena bisa dianggap tidak kooperatif. Ia menyarankan agar Ferry menjalani proses hukum apabila merasa tidak menerima suap. “Tidak ada gunanya melarikan diri dari proses hukum. Lebih baik hadapi dan berikan pembelaan secara tepat jika memang ada yang menjadi keberatan yang bersangkutan,” kata Febri.

Sebelumnya, KPK juga telah memperpanjang masa penahanan dua tersangka anggota DPRD Sumut, yakni DTM Abdul Hasan Maturidi dan Rahmianna Delima Pulungan. Febri menyatakan, perpanjangan masa penahanan dilakukan selama 30 hari, mulai tanggal 26 Oktober 2018 sampai 24 November 2018.

Dalam kasus ini, sebanyak 38 anggota DPRD Sumut ditetapkan sebagai tersangka. KPK menduga mereka menerima suap dari Gatot untuk memuluskan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan persetujuan laporan pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2012 hingga 2014.

Selain itu, suap diberikan untuk membatalkan pengajuan hak interpelasi anggota DPRD Sumut tahun 2015. Total duit Gatot yang mengalir ke DPRD diperkirakan mencapai Rp61 miliar. Setiap anggota diduga menerima uang Rp300 juta sampai Rp350 juta.(bbs/adz)

Bangun Empat Waduk, Akademisi Tawarkan Solusi Atasi Banjir

BANJIR: Warga menggunakan perahu karet menembus banjir yang merendam Jalan dr Mansyur, beberapa waktu lalu. Sejumlah akademisi dari perguruan tinggi negeri maupun swasta menawarkan berbagai solusi penanganan banjir yang sering di Kota Medan.
BANJIR: Warga menggunakan perahu karet menembus banjir yang merendam Jalan dr Mansyur, beberapa waktu lalu. Sejumlah akademisi dari perguruan tinggi negeri maupun swasta menawarkan berbagai solusi penanganan banjir yang sering di Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah akademisi dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Medan menawarkan berbagai solusi penanganan banjir yang sering terjadi di Kota Medan.

Lesson Sihotang, dosen dari Universitas HKBP Nomensen mengatakan, solusi mengatasi banjir yakni dengan membuat sistem drainase yang representatif dan terpadu. Sehingga, mampu mengatasi luapan curah hujan. Selain itu, dibutuhkan pembangunan wadukn
minimal empat waduk untuk wilayah timur, barat, utara dan selatan.

“Penanganan banjir harus komprehensif, selain sistem drainase yang terkoneksi dengan baik juga perlu dibangun waduk. Waduk yang dibangun setidaknya ada empat,” ungkap rapat bulanan Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Medan yang digelar di Balai Kota baru-baru ini.

Usulan senada disampaikan Rektor UMSU Dr Agussani. Kata dia, perlu dilakukan perbaikan dan penataan drainase secara menyeluruh disertai dengan perawatan. Lalu, diikuti pembangunan waduk kota serta terowongan terintegrasi dan pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH) 30 persen dari luas Kota Medan.

Hal berbeda diutarakan akademisi dari USU Dr Muryanto Amin. Ia menawarkan solusi penyusunan blue print penanggulangan banjir dalam program revitalisasi infrastruktur dan budaya pengelolaan sampah masyarakat.

Selain itu, melakukan revitalisasi dan pengembangan infrastruktur tersier, seperti parit dan lubang inlet secara masif. “Tak hanya itu, melakukan percepatan relokasi penduduk di sekitar pinggiran sungai untuk menjaga kebersihan aliran sungai,” sebutnya.

Pendapat yang hampir sama disampaikan Prof Dr R Hamdani Harahap dari Fakultas Teknik USU. Menurutnya, solusi banjir di Kota Medan dapat diatasi dengan melakukan pencegahan meluapnya banjir dengan tanggul. Lalu, melakukan normalisasi sungai dan parit serta mengurangi genangan air dengan pompa serta sistem drainase yang baik dan penghijauan serta reboisasi di daerah aliran sungai.

Kepala Balitbang Kota Medan Marasutan menyatakan, seluruh masukan yang disampaikan dalam rapat bulanan ini selanjutnya akan dirangkum dan disampaikan kepada Wali Kota. Dikatakannya, topik rapat bulanan kali ini dipilih persoalan banjir dan solusi mengatasinya.

Sebab, curah hujan cukup di Kota Medan saat ini cukup tinggi sehingga timbul genangan air.

“Dari hasil rapat yang dilakukan, solusi banjir dilakukan dengan menyusun blue print (kerangka kerja terperinci), pelebaran dan pendalaman drainase, pembangunan waduk/kolam retensi, pembangunan terowongan terintegrasi, pemenuhan RTH serta relokasi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai,” ujarnya.

Di samping itu, lanjut Marasutan, langkah itu perlu didukung edukasi masyarakat melalui penegakan Perda No.6 /2015 tentang pengelolaan persampahan, sosialisasi budaya hidup bersih dan sehat, mengajak masyarakat rutin gotong royong serta setiap melakukan pembangunan harus memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB).”Semoga masukan yang diberikan dapat membantu menyelesaikan masalah genangan air maupun banjir yang terjadi di Kota Medan selama ini,” harapnya.

Jembatan Sicanang Amblas, Warga akan Gelar Demo Tolak PT Jaya Sukses Prima

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS TITI DARURAT: Sejumlah warga melewati titi darurat akibat amblasnya Jembatan Titi Dua Sicanang Medan Labuhan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
TITI DARURAT: Sejumlah warga melewati titi darurat akibat amblasnya Jembatan Titi Dua Sicanang Medan Labuhan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga yang bermukim di Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan akan menggelar demo ke Kantor Wali Kota Medan pada Selasa (30/10). Dalam aksinya nanti, masyarakat menolak PT Jaya Sukses Prima melanjutkan pengerjaan jembatan Titi Dua Sicanang yang amblas sebelum rampung dikerjakan.

Ketua Forum Masyarakat Sicanang (Formasi), Togu Urbanus Silaen mengatakan, masyarakat Sicanang sangat dirugikan dengan amblasnya jembatan ini. Apalagi, pengerjaan yang terindikasi tidak professional. “Makanya kami kecewa mau demo ke Kantor Wali Kota Medan,” tegas Togu.

Selain itu, lanjutnya, dalam aksi yang akan mereka laksanakan, mereka menuntut agar penegak hukum memeriksa penyimpangan pelaksanaan proyek itu. Dan, masyarakat menolak pelaksanaan proyek itu dilanjutkan oleh PT Jaya Sukses Prima karena dianggap telah gagal.

“Kami akan orasi ke wali kota dan DPRD Medan meminta agar pelaksana proyek dialihkan kepada yang punya kompetensi. Kami meminta anggota dewan untuk turut mengawasi penyimpangan dari proyek itu. Masyarakat Sicanang tetap menolak pelaksanaan proyek itu kepada orang yang sama,” tegas Togu.

Dikatakan Togu, sikap masyarakat yang ingin melakukan demo, karena sudah kecewa dengan sikap Pemko Medan yang dinilai tidak serius membangun Jembatan Sicanag, sehingga jembatan itu amblas terbengkalai.

Togu kembali menjelaskan, semula, proses pembangunan jembatan Sicanang yang telah jadwalnya pada tahun 2016, dimenangkan oleh PT Jaya Star Utama dan pada tahun 2017 oleh PT Pillaren, keduanya diduga adalah orang yang sama pemenang tender tersebut, termasuk PT Jaya Sukses Prima.

“Jembatan yang tidak juga tuntas sejak terjadinya tender dari tahun 2016, hingga jembatan amblas dan runtuh selama 3 kali, dianggap pemenang tender tidak professional,” ujar Ketua Laskar Merah Putih Belawan ini.

Pantauan di lapangan, sejak amblasnya jembatan itu, hingga kini jembatan darurat untuk kendaraan roda dua dan empat belum dibangun, sehingga masyarakat masih melintas dengan berjalan kaki. Sejumlah alat berat untuk pembuatan jembatan darurat agar bisa dilintasi kendaraan sudah tiba dilokasi, hanya saja belum tahu kapan jembatan darurat tersebut selesai dikerjakan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Medan Khairul Syahnan mengatakan, jembatan yang ambruk tersebut sebenarnya merupakan bangunan yang lama, bukan bangunan yang baru. Itu terjadi saat ini jembatannya sedang dikerjakan untuk dibangun kembali. “Yang rubuh itu jembatan lama, bukan yang baru. Sekarang ini lagi dikerjakan,” kata Syahnan.

Diutarakan dia, jembatan yang baru belum dibuat karena sedang dalam proses. Pengerjaannya pun sedang tahap merencanakan pondasi dan konstruksinya yang bekerja sama dengan TNI. “Sebelumnya kita sudah bekerja sama dengan pihak Marinir (TNI AL) untuk melihat pondasinya. Selain itu, juga dengan Zipur (TNI AD) untuk konstruksinya,” ujar Syahnan.

Ia berharap nantinya jembatan tersebut dibangun dengan pondasi yang kokoh sehingga tidak gampang runtuh. “Pokoknya sekarang sedang kita kerjakan dan dikebut. Mudah-mudahan cepat selesai dan bangunannya kokoh tahan lama,” kata Syahnan.

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution menyebut, jembatan yang ambruk merupakan jembatan pengganti. Sebab, saat ini jembatan yang asli sedang dalam tahap perbaikan. “Jembatan lama itu (yang ambruk) belum diperbaiki, dan sekarang mau diganti. Jembatan sebelumnya merupakan sementara yang dibangun agar masyarakat tetap memiliki akses,” kata Akhyar.

Namun demikian, sayangnya Akhyar tak menjelaskan lebih jauh ketika disinggung bagaimana proses pengerjaannya. Ia meminta wartawan agar melihat dulu ke lokasi jembatan yang ambruk. “Supaya bisa nyambung (diskusinya), jadi tengoklah dulu ke sana biar enak,” ucapnya. (fac/ila)

Nikel Sorowako Diangkut ke Jepang, Emas Martabe Masuk Pasar Dunia

Foto: Corcomm Martabe Para wartawan pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik 2018 mewawancarai perwakilan PT Vale Indonesia Tbk. di sela-sela kunjungan.
Foto: Corcomm Martabe
Para wartawan pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik 2018 mewawancarai perwakilan PT Vale Indonesia Tbk. di sela-sela kunjungan.

Suplai yang terbatas dan meningkatnya konsumsi pasar dunia, membuat komoditas nikel matte dan logam emas tak perlu repot mencari pasar. Nikel Sorowako misalnya, sudah ditunggu pembeli tetapnya di Jepang. Harga mengikuti fluktuasi dolar. Sementara logam emas dari Tambang Emas Martabe, dilempar ke pasar spot melalui bursa Hong Kong. Pembelinya antri.

———————————————————

Dame Ambarita, Sorowako & Batangtoru

———————————————————

“Seluruh nikel matte hasil produksi Vale di Sorowako ini diangkut menggunakan kapal ke pabrik pemurnian di Jepang. Penjualan berdasarkan kontrak jangka panjang dalam mata uang dollar Amerika Serikat. Tidak ada yang dijual dalam negeri atau ke pembeli lain,” kata Senior Manager of Communications PT Vale Indonesia, Budi Handoko, kepada wartawan, Selasa (23/10).

Semua produksi nikel matte terikat dalam penjualan kepada Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co, Ltd (SMM). Perjanjian penjualan mengatur bahwa 80 persen dari produksi tahunan PT Vale dibeli oleh VCL dan 20 persen lainnya oleh SMM berdasarkan formula harga LME.

Nikel matte yang diproduksi PT Vale diekspor dalam bentuk butiran, seperti pasir. Produk ini memiliki unsur nikel sebanyak 78 persen, cobalt 1 persen, sulfur 20 persen, serta material lainnya.

Dalam sebulan, PT Vale melakukan dua kali ekspor ke Jepang.

“Nikel banyak dikombinasikan dengan logam lain, untuk membentuk campuran yang dikenal karena fleksibilitas dan ketahanannya terhadap oksidasi dan korosi. Logam ini mampu mempertahankan karakteristiknya bahkan dalam suhu ekstrem. Nikel digunakan dalam berbagai produk, seperti televisi, baterai isi ulang, koin, peralatan makan bahkan gerbong kereta,” kata Budi.

Untuk menjaga kesinambungan produksinya, PT Vale membangun pabrik pengolahan di Sorowako dengan tiga tanur pengering berbahan bakar minyak, lima tanur pereduksi berbahan bakar minyak, empat tanur listrik, dan tiga converter Pierce-Smith.

“Kami juga membangun dan memelihara infrastruktur pendukung yang mencakup fasilitas pelabuhan dan jalan, untuk mengangkut dan mengapalkan produk akhir kami, serta terminal bahan bakar minyak di Mangkasa Point. Juga membangun dan mengoperasikan tiga fasilitas pembangkit listrik tenaga air dengan total kapasitas rata-rata 365 megawatt (MW),” jelasnya.

Ketiga PLTA itu memanfaatkan air di tiga danau yang berlokasi dekat tambang. Yakni PLTA Larona kapasitas 85 MVA, PLTA Balambano kapasita 80 MVA, dan PLTA Karebbe kapasitas 78 MVA. Listrik yang dihasilkan untuk mengoperasikan tanur peleburan dan pengolahan bijih nikel di Sorowako.

Ketiga PLTA ini secara keseluruhan menghasilkan 365 mega watt tenaga listrik. Setiap satu kuartal, PT Vale membayar retribusi air rata-rata 1,9-2,2 juta dolar AS ke kas pendapatan Provinsi Sulawesi Selatan. Juga membayar pajak penerangan jalan (PPJ) rata-rata Rp950 juta-Rp1 miliar per bulan ke kas pendapatan Kabupaten Luwu Timur.

Foto: Corcomm Martabe
PLTA BALAMBANO:
Para wartawan pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik 2018 Tambang Emas Martabe, mendengar penjelasan mengenai PTLA Balambano milik PT Vale Indonesia Tbk, di Sorowako, Sulawesi Selatan, Selasa (23/10/2018).

Sebagai program CSR, PT Vale mendistribusikan listrik dari PLTA sebesar 8 MW kepada PLN dan Pemkab Luwu Timur untuk kebutuhan listrik masyarakat.  “PT Vale juga membantu peningkatan pendapatan masyarakat desa melalui proyek terpadu pengamanan 127 tower dari ketiga PLTA melalui Badan usaha Milik Desa,” kata Budi.

Dengan beroperasinya ketiga PLTA, PT Vale menghemat 1,47 juta barel BBM sekaligus mengurangi jutaan metrik ton emisi karbon.

“Dengan investasi lanjutan sebesar AS$2 miliar, PT Vale menargetkan peningkatan produksi tahunan menjadi 120 ribu metrik ton nikel matte dalam lima tahun ke depan,” kata Budi.

Tahun lalu, Vale Indonesia berhasil menjual 77.643 nikel matte. Angka ini turun 2 persen dibanding penjualan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 78.976 ton nikel matte.

Tim Departemen Eksplorasi PT Agincourt Resources saat bekerja. 

Berbeda dengan PT Vale yang mengikat kontrak jangka panjang dengan pembelinya, PT Agincourt Resources yang mengelola Tambang Emas Martabe, tidak mengikat kontrak penjualan dengan salahsatu buyer. Mereka memilih melempar produknya di pasar spot melalui bursa Hong Kong. Pilihan itu dilakukan karena harga emas dunia berada di level ekonomis bahkan cenderung terus bergerak naik. Calon pembelinya juga sangat banyak.

“Pembeli emas Martabe pada antri di bursa. Emas Martabe pasti habis diserap pasar berapapun hasil produksinya,” kata Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono.

Selain emas, Tambang Emas Martabe juga memproduksi perak. Meski harganya lebih rendah dibanding emas, tetapi produksinya yang tinggi memberi keuntungan yang cukup besar.

Basis sumber daya Tambang Emas Martabe per tanggal 31 Desember 2017 adalah 8,8 Moz emas dan 72 Moz perak. Kapasitas operasi Tambang Emas Martabe lebih dari 5 juta ton bijih per tahun, untuk memproduksi lebih dari 300.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak per tahun.

Saat ini, Tambang Emas Martabe menjadi salah satu tambang emas terbesar di Indonesia, dengan tingkat produksi nomor 2 di Indonesia setelah tambang Grasberg, dan dengan cadangan emas nomor 4 terbesar di tanah air.

Mengenai pemanfaatan logam emas, umumnya digunakan sebagai investasi dalam bentuk emas batangan.

Pemanfaatan emas di bidang industri antara lain dikonsumsi oleh industri elektronik dan industri rekayasa listrik. Mulai dari pelapis pipa vakum, material khusus kontak listrik, kawat listrik, konduktor kualitas tinggi, untuk mencetak sirkuit komputer, radio, dan televisi. Juga digunakan sebagai bahan pelapis khusus alat kimia dan nuklir, inframerah dan reflektor panas pada pesawat terbang dan pesawat ruang angkasa.

Selain itu, emas banyak digunakan menjadi berbagai perhiasan untuk wanita. Untuk membuat medali emas dalam berbagai event lomba, dan terapi kecantikan. Sejumlah kecil emas juga dipakai untuk mewarnai gelas, sedikit garam emas digunakan pada proses fotografi tertentu dan persiapan medis.

Sedangkan perak banyak dibentuk menjadi berbagai jenis benda. Antara lain perhiasan, alat transaksi dalam bidang investasi, kerajinan perak, sebagai campuran bahan untuk membuat perlengkapan medis, produksi medali, dll.  (bersambung/mea)

Percepat Nota KUA-PPAS, Dewan Siap Jemput ke Pemprov

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kalangan DPRD Sumut meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) segera menyampaikan nota Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2019, agar pembahasan secepatnya dilakukan. Bahkan, jika belum juga ada revisi atas draf yang ditandatangani Pj Gubernur Eko Subowo sebelumnya, legislatif siap mendorong dan menjemputnya ke Eksekutif .

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan mengatakan, pihaknya telah menargetkan untuk dilakukan pembahasan atas KUA-PPAS. Yakni mulai awal hingga akhir November selama kurang lebih satu bulan, sebelum segera disahkan sebagiannya diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 38/2018 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2019. Karena itu, dirinya mempertanyakan bagaimana kesiapan Pemprov mengirimkan nota yang baru atau telah direvisi menyesuaikan visi misi Gubernur-Wakil Gubernur baru.

Meskipun, katanya dalam hal penandatanganan kesepakatan nota KUA-PPAS dimaksud sudah dilakukan oleh Pj Gubernur Eko Subowo pada Agustus lalu, namun ternyata penyesuaian harus dilakukan dengan mengacu pada Permendagri 38/2018. Di mana, di dalamnya mengkhususkan bagi daerah yang baru melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Sebab secara otomatis, dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD)-nya, juga berakhir.

“Sejak awal sebenarnya kita menunggu nota (KUA-PPAS) yang sudah ditandatangani oleh Pj Gubernur Eko Subowo, ditarik kembali oleh Pemprov. Tetapi akhirnya legislatif (melalui Ketua DPRD Sumut) berinisiatif menyerahkan draf tersebut untuk diperbaiki kembali sesuai aturan. Jadi sebenarnya, perubahan (penyesuaian) itu adalah perintah Permendagri,” ujar Sutrisno kepada Sumut Pos, Jumat (26/10).

Sebagaimana disebutkan dalam Permendagri 38/2018 dimaksud, yakni teknis penyusunan APBD 2019, pada poin 2, ‘Dalam hal daerah melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018 dan/atau dokumen RPJMD berakhir, penyusunan prioritas daerah dalam rancangan KUA dan PPAS berpedoman pada RKPD Tahun 2019 yang mengacu pada: arah kebijakan dan sasaran pokok RPJPD, program prioritas nasional dalam RKP, program strategis nasional yang ditetapkan oleh pemerintah dan memperhatikan visi, misi, program Kepala Daerah terpilih, serta mempedomani peraturan daerah mengenai organisasi perangkat daerah’.

“Jadi harusnya semangat untuk menempatkan penyesuaian dengan visi misi Gubernur-Wakil Gubernur yang baru ini ada di eksekutif. Nyatanya, untuk menarik nota KUA-PPAS saja, harus kita yang antarkan,” kata politisi PDIP ini.

Selain itu lanjut Sutrisno, batas waktu pengambilan keputusan persetujuan bersama (DPRD-Kepala Daerah), Ranperda APBD 2019, selambatnya satu bulan sebelum di dimulai tahun anggaran (1 Januari 2019). Sehingga batas waktu tersebut, harus sudah diputuskan pada 30 November 2018. Hal ini juga diatur dalam ketentuan Pasal 312 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

“Kita kan sudah menjadwalkan setelah selesai reses (awal November), maka selanjutnya kita fokus ke pembahasan R-APBD Sumut 2019 sampai selesai (sebelum 30 November). Makanya kalau bisa lebih cepat, kan bisa dibahas lebih jauh. Atau kalau Pemprov tidak tahu ada ketentuan mengubah (menyesuaikan) sesuai visi misi Gubernur-Wakil Gubernur yang baru, kita siap menjemput notanya (KUA-PPAS),” sebutnya.

Untuk itu Sutrisno mengingatkan kembali, bahwa legislatif dalam hal ini jangan dianggap sebagai pihak yang punya kepentingan tertentu. Tetapi mereka sebagian lembaga perwakilan rakyat, menegaskan aturan yang ada, dijalankan oleh Pemprov. (bal/ila)

1 November, ASN Pemprovsu Gunakan e-Absensi

istimewa/sumut pos JELASKAN: Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Ilyas Sitorus dan lainnya saat menjelaskan proses Absensi Berbasis Online. kepada ASN Biro Humas dan Keprotokolan di Press Room Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro No 30 Medan, Jumat (26/10).
istimewa/sumut pos
JELASKAN: Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Ilyas Sitorus dan lainnya saat menjelaskan proses Absensi Berbasis Online.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Absensi Berbasis Online atau e-Absensi akan diterapkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mulai 1 November 2018. Penerapan e-Absensi akan banyak memberikan kemudahan. Selain terbebas dari antrian, absensi juga lebih mudah dan cepat.

Hal itu terungkap dalam acara sosialisasi penerapan e-Absensi bagi ASN di lingkungan Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut, Jumat (26/10) di Press Room, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan. Sosialisasi yang dibuka oleh Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas Sitorus tersebut menghadirkan nara sumber Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi Dinas Kominfo Provinsi Sumut M Alfian Jauhari SHut.

“Rencananya e-Absensi akan diterapkan mulai 1 November, karena itu seluruh ASN, terutama di lingkungan Biro Humas dan Keprotokolan diharapkan sudah memahami dan tahu bagaimana menggunakan aplikasi tersebut,” ujar Ilyas Sitorus.

Dikatakan Ilyas, acara sosialisasi e-Absensi ini penting bagi ASN untuk mengenal, memahami dan menggunakan aplikasi berbasis android tersebut. Karena itu, seluruh ASN yang hadir diharapkan dapat mengikuti dan mendengarkan dengan baik seluruh yang disampaikan oleh nara sumber. “Ini penting, karena itu, jika nanti ada yang kurang paham, kurang jelas atau masalah yang berkaitan dengan penerapan e-Absensi, bisa langsung ditanyakan kepada nara sumber,” ujar Ilyas.

Sementara itu, Kasi Pengembangan Aplikasi Dinas Kominfo Alfian Jauhari menyampaikan, e-Absensi merupakan aplikasi absensi berbasis online menggunakan android. Karena itu, untuk dapat menggunakan e-Absensi, para ASN harus memiliki smartphone berbasis android.

Alfian menyampaikan, e-Absensi memiliki beberapa kelebihan dibanding abensi konvensional. Dengan menggunakan e-Absensi, ASN akan terbebas antrian di depan mesin absen. Absensi juga lebih cepat dan mudah dilakukan. “Cukup datang ke kantor, login, cek lokasi, swafoto dan selesai. Jadi memang lebih mudah dan cepat,” ujar Alfian.

Dijelaskannya, aplikasi e-Absensi hasil karya anak Sumut ini berbasis lokasi. Jadi, ASN yang akan melakukan absensi harus datang ke kantor atau lokasi tertentu yang telah ditetapkan. Absensi tidak dapat dilakukan dari rumah atau lokasi lain yang tidak dikenal oleh aplikasi. “Jika ada upaya memanipulasi lokasi, hal tersebut akan terdeteksi oleh system dan absensinya akan dibatalkan,” jelasnya.

Kemudian, e-Absensi juga berbasis foto. ASN yang melakukan absensi harus melakukan swafoto. Sehingga absensi tidak dapat diwakilkan oleh orang lain. Selain itu, e-Absensi juga open data (transparan) dan terintegrasi dengan aplikasi lainnya, sehingga pimpinan dapat melihat langsung siapa saja ASN yang sudah atau belum hadir di kantor.

“Dengan e-Absensi, penghitungan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) atau pemotongan tunjangan, jika ada, juga akan dilakukan secara otomatis oleh sistem aplikasi,” jelasnya. (prn/ila)

Pajak Daerah 2019 Diproyeksikan Naik Rp156,2 M

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan memproyeksikan penerimaan pajak daerah tahun 2019 meningkatkan dari tahun 2018.

Kepala BPPRD Medan Zulkarnain mengungkapkan pajak daerah 2019 yang diproyeksikan berjumlah Rp1.667.283.270.510. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dari tahun lalu yang mencapai Rp156.283.270.510. “Secara persentase, kenaikan pajak daerah yang diproyeksikan tahun depan mencapai 6,49 persen,” ujar Zulkarnain.

Dikatakannya, ada 9 jenis pajak daerah yang dikelola BPPRD saat ini. dari 9 jenis pajak tersebut akan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mencapai target tersebut.

“Pajak hotel kita proyeksikan Rp128.700.000.000, pajak restoran Rp187.000.000.000, pajak hiburan Rp47.300.000.000, pajak reklame Rp107.229.883.742, pajak penerangan jalan Rp273.821.952.000, pajak parkir Rp27.500.000.000, pajak BPHTB Rp370.085.122.322, PBB Rp510.795.969.214 dan pajak air tanah Rp14.850.343.250,” beber dia.

Zulkarnain mengaku, untuk hingga triwulan ketiga tahun ini realisasi penerimaan sudah mencapai Rp1,003 triliun. Dari 9 jenis pajak daerah yang dikelola, BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang tidak bisa diprediksi penerimaannya. “Penerimaan BPHTB tergantung transaksi jual beli tanah masyarakat. Saat ini, realisasi BPHTB hingga triwulan ketiga hanya 54,7 persen. Jadi, memang sulit diprediksi penerimaannya,” tuturnya.

Menurutnya, penerimaan BPHTB triwulan ketiga di tahun 2017 jauh lebih baik dibandingkan tahun ini. Sebab, pada waktu itu ada program sertifikasi aset milik salah satu BUMN. “Aset BUMN itu mau seluruhnya disertifikasi. Karena itu, makanya harus terlebih dahulu bayar BPHTB. Tapi, tidak setiap tahun seperti itu, beda dengan jenis pajak daerah lain makanya sulit diprediksi penerimaannya,” pungkasnya.

Sementara, Anggota DPRD Medan Godfried Efendi Lubis mengatakan untuk meningkatkan capaian realisasi pajak daerah diminta melakukan evaluasi nilai jual objek pajak (NJOP) terhadap penerimaan PBB. Sebab, tidak ada salahnya melakukan evaluasi terhadap NJOP karena di satu sisi masyarakat ingin transaksi jual beli mereka naik.

“Realisasi tahun 2018 harus ditingkatkan, apalagi targetnya meningkat. Makanya, mengevaluasi ulang NJOP harus segera dilakukan dan bukan hanya sekedar masukan,” tuturnya.

Menurut Godfried, kemungkinan yang terjadi pada NJOP di Medan baru sekitar 500 ribu rumah dan masih banyak belum ter-cover. Oleh karenanya, diyakini ketika NJOP naik paling tidak pendapatan naik juga. “Banyak informasi yang diterima dari laporan objek pajak tidak menunjukkan nilai otentik atau sebenarnya sesuai fakta,” pungkasnya. (ris/ila)

Saatnya Ukir Sejarah

SEKALI LAGI Selangkah lagi Saddil Ramdani dan kawan- kawan berlaga di Piala Dunia U-20 jika mampu mengalahkan Jepang, Minggu (28/10) malam.
SEKALI LAGI
Selangkah lagi Saddil Ramdani dan kawan- kawan berlaga di Piala Dunia
U-20 jika mampu mengalahkan Jepang, Minggu (28/10) malam.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia U-19 ingin menatap sejarah baru dengan lolos ke Piala Dunia U-20. Prestasi yang terakhir kali diukir tahun 1979. Hanya berjarak 90 menit menuju ke sana, mereka harus lebih dulu menghadapi raksasa Asia Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (28/10).

Timnas U-19 seakan ingin membuktikan pesimisme terhadap mereka di awal turnamen. Tim besutan Indra Sjafri awalnya dianggap tak superior dengan sederet hasil ujicoba sebelumnya. Ekspektasi lebih besar justru ada pada timnas U-16 yang juga nyaris lolos ke Piala Dunia U-17 namun tersingkir oleh Australia.

Garuda Nusantara tentu tak mau hal tersebut terjadi. Setelah libur latihan sehari, timnas U-19 kembali digenjot. Ini lantaran fisik penggawa timnas Indonesia U-19 terkuras setelah bertarung habis-habisan melawan Uni Emirat Arab U-19 (24/10).

Nah, saat pemain beristirahat, staf pelatih memanfaatkan waktu untuk meracik strategi menghadapi Jepang. Indra juga sudah mengintip kekuatan Jepang saat membantai Irak 5-0.

Yang terpenting timnas U-19 tak keder dengan lawannya. Tak silau dengan kekuatan Jepang.

Asisten pelatih sekaligus psikolog timnas, Guntur mengatakan, siapapun lawannya, sepak bola adalah sepak bola. Mau semifinal ataupun final, pemain harus fokus untuk bisa mencetak gol dan mengamankan gawangnya. Cara berpikir skuad Garuda Nusantara harus diubah untuk hadapi Jepang.

’’Jadi bukan berpikir lawan lebih kuat atau lebih lemah. Tapi berpikir bagaimana bereaksi menghadapi lawan. Jadi harus tetap tenang.’’ kata Guntur.

Guntur juga memantau penampilan Jepang. Terutama, bagaimana cara Jepang bertanding dan merespons lawan-lawan dalam pertandingan. ’’Dari situ saya bisa menganalisis segala macam yang berkenaan dengan Jepang,’’ bebernya.

Optimisme dilontarkan. Gelandang Timnas U-19 Syahrian Abimanyu yang menilai, setiap tim memiliki peluang yang sama sebelum peluit panjang tanda pertandingan usai dibunyikan. “Kami optimistis, apalagi kami tuan rumah. Sama-sama makan nasi, sama-sama main bola,” katanya.

Timnas U-19 menjanjikan kekuatan berbeda dari pertemuan tujuh bulan lalu di tempat yang sama. Ketika itu timnas U-19 Indonesia kalah dengan skor telak, 1-4. Berbeda dengan saat ini yang dilatih Indra Sjafri, saat itu Garuda Muda masih dinakhodai Bima Sakti.

Jepang U-19 memang menjadi favorit juara karena selain merupakan juara bertahan, mereka kali ini diperkuat pemain yang pernah mengenyam pendidikan di akademi La Massia, Barcelona. Pemain itu bahkan disebut Messi-nya Jepang, yakni Takefusa Kubo.

Meski demikian, Abimanyu menilai, Indonesia tak boleh gentar meski lawan dinilai memiliki pemain sekelas Messi. “Kubo (Messi-nya Jepang U-19, red), ya? Kami juga punya Messi-nya Indonesia (Egy Maulana Vikri, red). Tetapi, mereka bermain secara tim, tidak terpaku sama satu orang. Ini yang harus kami waspadai,” ungkapnya.

Namun timnas U-19 akan kehilangan bek tengah andalannya, Nur Hidayat. Pemain Bhayangkara FC itu harus absen lantaran kartu merah yang diterimanya ketika melawan UEA. Posisi Pria asli Makasar itu bakal digantikan oleh Indra Mustofa yang bermain cukup apik dalam dua pertandingan terakhir. Sementara Egy Maulana Vikri kemungkinan bisa turun meski harus ditarik keluar saat bersua UEA.

Di kubu lawan, Jepang juga tak mau kecolongan. Pelatih Jepang Masanaga Kageyama senang dengan hasil yang diraih anak asuhnya selama penyisihan. Itu menjadi modal untuk menghadapi Indonesia.

’’Kami sekarang berpikir bagaimana melawan Indonesia. Indonesia tim yang kuat. Saya sudah menyaksikan semua pertandingannya, baik melawan Qatar (21/10) ataupun Uni Emirat Arab (24/10),’’ tuturnya.

Tiga nama menjadi perhatian Kageyama. Dia mewaspadai Egy Maulana Vikri, Todd Rivaldo, dan Witan Sulaeman. Ketiganya dinilai bisa menyulitkan Jepang. Faktor lain yang ditakutinya adalah teror suporter.

Dia menyadari Stadion Utama Gelora Bung Karno akan dipenuhi oleh suporter lawan. ’’Sementara kami? Anda tahu bagaimana. Sekarang kami fokus memulihkan kondisi terlebih dahulu,’’ ucapnya. (bbs/jpc/don)