TERBAKAR: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Karo bersama warga berusaha memadamkan api yang melalap keempat rumah warga di di Dusun VII, Desa Batukarang, Kecamatan Payung.
TERBAKAR: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Karo bersama warga berusaha memadamkan api yang melalap keempat rumah warga di di Dusun VII, Desa Batukarang, Kecamatan Payung.
KARO, SUMUTPOS.CO – Empat unit rumah semi permanen di Dusun VII, Desa Batukarang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo ludes dilalap si jago merah, Selasa (17/10) sore. Meski tak ada korban jiwa, diperkirakan para korban mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Kapolsek Payung, AKP Satria Sembiring yang dikonfirmasi Rabu (17/10) mengatakan, titik awal api berasal dari rumah Sabarina br Bangun (58) yang dihuni oleh Damendra Bangun (45).
Dugaan sementara, api berasal dari arus pendek listrik (korsleting). Tak lama berselang, api membara dan merembet ke rumah yang dihuni Basri Pandia (45), Sri Ulina br Ginting (45) dan Langgam Sinuhaji (80).
“Kobaran api dapat dijinakkan warga bekerjasama dengan Koramil Payung, dan Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Karo yang menerjunkan empat armada, sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, dan kerugian mencapai Rp350 juta rupiah,” paparnya.
Hingga sampai saat ini kata Satria, pihaknya masih mengumpulkan saksi, mengamankan harta benda, dan memasang garis police line di tempat kejadian perkara.(deo/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memastikan, penanganan kasus dugaan transaksional lahan seluas 3,3 hektare milik PTPN II di Jalan Pancing dekat Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan oleh PT PSP, masih terus berjalan. Penyidik kejaksaan masih melakukan pendalaman untuk menuntaskan kasus tersebut. Artinya, kasus dugaan penjualan aset negara ini tidak dihentikan.
“Kasus ini masih ditelusuri. Penyidik masih melakukan pengumpulan bahan dan keterangan dari sejumlah orang yang dimintai keterangan. Mereka yang diperiksa masih dalam kapasitas sebagai saksi,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian saat dihubungi wartawan, Rabu (17/10).
Sumanggar mengatakan, kejaksaan tetap bekerja profesional untuk menangani perkara penjualan aset negara. Oleh karena itu, pihaknya untuk sementara ini belum dapat mempublikasikan hasil penanganan perkara tersebut. Kejaksaan tidak mau gegabah dalam menetapkan status tersangka.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan Kejatisu. Belum bisa kita sampaikan ke publik. Saat ini kami masih mengumpulkan bahan paket (pulbaket), untuk bisa menjerat pelaku yang terlibat dalam penjualan aset,” katanya.
Sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi (Marak) mengapresiasi kinerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati ) yang berhasil menyelamatkan aset negara dari proses transaksional lahan seluas 3,3 hektare milik PTPN II oleh beberapa pimpinan PT PSP di kawasan Pancing Medan.
Namun, keberhasilan oleh institusi itu diharapkan tidak menghentikan kasus dugaan pencucian uang (TPPU).(azw/ala)
TEDDY AKBARI/SUMUT POS
PUKUL GONG:Wali Kota Binjai HM Idaham memukul gong tanda dibukanya pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan dan TNI KB terpadu Kota Binjai Tahun 2018 di Lapangan Bola Kaki Kelurahan Bakti Karya, Binjai Selatan, Rabu (17/10).
TEDDY AKBARI/SUMUT POS PUKUL GONG:Wali Kota Binjai HM Idaham memukul gong tanda dibukanya pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan dan TNI KB terpadu Kota Binjai Tahun 2018 di Lapangan Bola Kaki Kelurahan Bakti Karya, Binjai Selatan, Rabu (17/10).
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai HM Idaham mencanangkan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan dan TNI KB terpadu Kota Binjai Tahun 2018 di Lapangan Bola Kaki Kelurahan Bakti Karya, Binjai Selatan, Rabu (17/10).
Pencanangan ditandai pemukulan gong oleh HM Idaham disaksikan ketua TP PKK Hj Lisa Andriani, Forkopimda Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Kepala OPD, Camat, Lurah, para kader binaan TP PKK, kader KB, tokoh masyarakat, forum genre, PIKR, akseptor KB dan lainnya.
Dalam sambutannya, Idaham mengajak semua pihak untuk bergotong royong membangun keluarga yang lebih produktif, lebih unggul dan lebih kuat serta memaksimalkan fungsi pembinaan keluarga demi terciptanya keluarga bahagia dan melahirkan generasi bangsa yang berkualitas.
Melalui pencanangan ini, kata Idaham, Pemko Binjai dan Kodim 02-03/ Langkat bekerjasama untuk mengelola pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas masyarakat. Baik kualitas keluarga, kualitas kesehatan ibu dan anak, serta kualitas pendidikan. “Kegiatan yang kita lakukan ini adalah proses untuk mewujudkan itu. Ini adalah bagian dari kerja kita untuk menciptakan generasi sehat, terpelajar dan berdaya saing sehingga bonus demografi nantinya akan benar- benar memberi manfaat bagi kemajuan bangsa ini,” kata Idaham.
Sementara, Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Temazaru Zega mengatakan, upaya mewujudkan keluarga sejahtera harus dimulai sejak perencanaan berkeluarga. Sehingga diharapkan keluarga Indonesia kembali pada penerapan delapan fungsi keluarga, yaitu fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, sosialisasi, pendidikan dan ekonomi serta pembinan lingkungan. “Kesejahteraan kota ini dimulai dari keluarga kita masing –masing, untuk itu mari kita mengambil bagian dalam peningkatan taraf hidup dan kesehatan di setiap keluarga Indonesia,” kata Temazaru.
Kegiatan pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan dan TNI KB terpadu berlangsung meriah, dan dihadiri lebih seribu orang. Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya pameran produk UKM,pelayanan KB dan IVA tes, pelayanan KB pria, pelayanan kesehatan gratis, pelayanan posyandu, BKB dan sudut baca, dan pemberian hadiah kepada pemenang lomba. (ted/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasangan suami istri (Pasutri) Haris dan Jariah Sitorus diamankan petugas Subdit I/Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut. Warga Kecamatan Sunggal itu diamankan karena mengancam akan membunuh presiden dan meledakkan gereja. Ancaman itu kemudian viral di media sosial.
“SETELAH akun penghinaan dan penistaan agama dan suku melalui akun facebook itu viral, kita langsung mengamankan pasangan suami istri tersebut dari rumahnya,” kata Kasubdit I/Cyber Crime Polda Sumut, AKBP Suprayogi kepada wartawan, Rabu (17/10).
Tapi dalam pemeriksaan, Jariah Sitorus membantah perbuatan tersebut.
“Jariah Sitorus sampai bersumpah tidak ada menshare dan memviralkan kalimat ancaman terhadap presiden dan agama serta suku batak,” ujar Suprayogi.
Namun, katanya, Haris telah mengadu ke Polrestabes Medan kalau handphone istrinya dicuri. Sehingga, akun facebook nya diduga diretas oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Keduanya mengaku tak bertanggungjawab terkait status yang viral itu.
“Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku akun facebook istrinya sudah diretas oleh orang yang mendapati handphone nya yang hilang,” katanya.
Dalam akun facebook Jariah Sitorus tertulis: “Aku dan keluargaku sudah merakit bom agar presiden…. mati. Gereja juga siap2 di bom dan orang batak”
Komentar ini viral sejak dua hari terakhir. Banyak pengguna facebook lainnya yang menyebarkan potongan-potongan tersebut dan membagi-bagikannya.(dvs/ala)
batara/sumut pos
TINJAU:Anggota DPRD Deliserdang Thomas Darwin Sembiring didampingi perangkat desa saat meninjau pengerjaan Paving Blok di Desa Sibirubiru.
batara/sumut pos TINJAU:Anggota DPRD Deliserdang Thomas Darwin Sembiring didampingi perangkat desa saat meninjau pengerjaan Paving Blok di Desa Sibirubiru.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pengerjaan Paving Blok di jalan persawahaan di Dusun III Kampung Tengah, Desa Birubiru, Kecamatan Birubiru, dikeluhkan asal jadi dan tidak sesuai bestek.
Mendapat banyak laporan dan keluhan dari masyarakat, anggota DPRD Deliserdang Thomas Darwin Sembiring pun turun ke lokasi guna memastikannya, Rabu (17/10).
Di lokasi, anggota DPRD dari Fraksi Golkar ini didampingi perwakilan Kepala Dinas PMD Deliserdang, Kepala Seksi Keuangan Agus Suroto, Sekcam Birubiru Dhani Mulyawan, Kades Birubiru Bebasta Bukit.
Di sana, ditemukan pengerjaan paving blok masih 70 persen dari target 100 persen. Selain itu, adanya sebagian paving blok sudah patah, semen penutup sudah retak-retak dan paving blok yang sudah terpasang tidak kokoh jika dilalui kendaraan.
Asal jadinya pengerjaan tersebut, perdebatan antara perangkat kecamatan dan desa, agar agar jalan yang akan menjadi aset desa itu berkualitas baik dan dapat dinikmati masyarakat. Sehingga, pengerjaan Paving blok yang direncanakan sepanjang 306 meter dengan lebar 3 meter yang bersumber dari dana desa itu sesuai anggaran yang sudah dikucurkan.
Darwin ketika ditemui di lokasi, mengaku telah menemukan adanyanya ketidak beresan dalam pengeloaan dana desa.”Saya sebagai dewan yang melaksanakan pengawasan turun ke lokasi bersama dinas dan kecamatan. Lihat saja, bangunan paving blok banyak amburadul dan terkesan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), kita berharap jalan desa ini berkualitas agar dapat menjadi aset kebanggan desa,” kata Darwin.
Di sana Darwin sempat melakukan tanya jawab kepada perangkat desa terkait bestek dan teknis perencanaan sebelum pekerjaan dimulai serta kondisi pekerjaan yang sudah amburadul.
Dari peninjauan itu, disimpulkan bahwa dalam pengerjaan Paving Blok dinilai kurang matang sehingga jalan yang sudah sebagian dibangun paving kondisinya labil.
Sedangkan Agus Suroto dan Dhani Mulyawan bersama perangkat lainnya bersepakat dengan apa yang menjadi masukan dari anggota DPRD Deliserdang tersebut. “Saya minta Kades agar memperbaiki dan membangun kembali apa yang menjadi harapan masyarakat. Kalau Kades tidak mengindahkannya, maka evaluasi akhir dari kecamatan tidak akan kita tandatangani,” ancam Dhani.
Sementara Kades Bebasta Bukit mendengar penjelasan dewan, pihak dinas dan kecamatan berjanji akan melakukan perbaikan dan pembangunan Paving Blok tersebut.” Kami akan melakukan rapat untuk bagaimana teknis melakukan perbaikan dan pembangunan kembali,” janjinya.(btr/han)
Press Conf_Rejeki Isi Ulang: (ki-ka): Vice President Sales and Marketing Area Sumatera – Erwin Tanjung dan General Manager Marketing and Sales Management Sumatera – Jackson Sihombing saat press conference “Program Rejeki Isi Ulang 2018” di Gedung Graha Merah Putih Telkomsel Medan.
Press Conf_Rejeki Isi Ulang: (ki-ka): Vice President Sales and Marketing Area Sumatera – Erwin Tanjung dan General Manager Marketing and Sales Management Sumatera – Jackson Sihombing saat press conference “Program Rejeki Isi Ulang 2018” di Gedung Graha Merah Putih Telkomsel Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Membuktikan kesetiaan penuh pada pelanggan, Telkomsel kembali mempersembahkan program apresiasi bertajuk “REJEKI ISI ULANG 2018”. Program ini berlaku mulai 1 Oktober – 31 Januari 2019 yang dapat diikuti oleh seluruh pengguna kartu Telkomsel baik Kartu Halo, SimPATI, Kartu As dan LOOP di Area Sumatera.
Vice President Sales and Marketing Area Sumatera – Erwin Tanjung mengatakan, “Kami sengaja kembali menghadirkan program khusus bagi para pelanggan yang selalu setia menggunakan produk Telkomsel. Lewat program ini, cukup melakukan transaksi saja pelanggan berkesempatan mendapatkan ragam hadiah yang kami sediakan, termasuk hadiah utama Mobil Mitsubishi Xpander”.
Hadiah yang bisa diraih pelanggan yaitu satu unit Mobil Xpander, 4 paket tour ke Jepang untuk 2 orang pemenang, 20 emas murni @5 Gram dan 100 saldo TCASH @Rp100.000. Untuk dapat mengikuti program ini, pelanggan dapat melakukan transaksi sebanyak-banyaknya seperti isi ulang pulsa, pembelian paket HVC, Paket Data atau Combo, serta beli ulang paket selama program periode program berlangsung.
Setiap transaksi yang dilakukan baik melalui UMB *363#, M-Kios, TCASH, LOOP Portal maupun MyTelkomsel secara otomatis akan tercatat dan diikutkan dalam program ini. Pengundian akan dilakukan pada bulan Februari 2019.
Foto: Dame/Sumut Pos
PASIEN KATARAK: Jernih Hasibuan, salah satu dari ratusan pasien yang menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit TNI Losung Batu Padangsidimpuan, sehari pascaoperasi di Makodim Sidimpuan, Senin (15/10/2018).
Foto: Dame/Sumut Pos PASIEN KATARAK: Jernih Hasibuan, salah satu dari ratusan pasien yang menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit TNI Losung Batu Padangsidimpuan, sehari pascaoperasi di Makodim Sidimpuan, Senin (15/10/2018).
Bicaranya pelan cenderung melankolis. Di usianya yang masih 39 tahun, ibu muda itu telah kehilangan dua dari 7 anaknya. Bersama suami, ia mencari nafkah dengan menggarap sawah orang sistem bagi hasil. Ia menyebut dirinya ‘orang susah’. Begitupun, ia bersyukur mendapat kesempatan operasi katarak gratis.
———————————–
Dame Ambarita, Medan
———————————–
Ditemui di ruang pemulihan spascaoperasi katarak gratis yang diikutinya di RS TNI Losung Batu Padangsidimpuan, Senin (15/10/2018), Jernih Hasibuan tidak ikut berbaring-baring seperti pasien lainnya. Ibu yang terlihat paling muda di antara deretan pasien-pasien berusia tua di ruangan itu, duduk menatap pintu masuk.
“Kok nggak tiduran bu?” sapa Sumut Pos.
“Dari tadi udah tiduran. Jadi agak bosan,” responnya. Ibu berusia 39 tahun itu adalah salahsatu dari 1.200-an peserta operasi katarak gratis 2018, yang digelar oleh PT Agincourt Resources –pengelola Tambang Emas Martabe– bekerjasama dengan Kodam I/BB dan ANV.
Jernih menderita katarak sejak dua tahun lalu. Suatu hari, tiba-tiba saja ia menyadari ada bintik putih di mata kanannya. Sejak itu, ia melihat orang lain seperti diliputi kabut. “Jarak 4 meter saya tidak kenal lagi orang yang lewat,” ungkap warga Desa Silaiya Tanjung Leuk, Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan ini.
Tak hanya menderita pandangan kabur, ia juga kerap menderita rasa pusing di kepala. “Kata tetangga, mungkin karena tinggi gula. Ada juga yang menyebut karena urat syaraf. Yang lain bilang, karena kebanyakan makan lemak. Tapi nggak ada yang bisa memastikan,” tutur istri marga Tarihoran ini dengan nada sendu.
Mengingat dia dan suaminya hanyalah petani penggarap sawah orang dengan sistem bagi hasil, ia tidak berani pergi ke rumah sakit untuk operasi dengan biaya sendiri. “Apalagi anak kami ada lima. Tujuh harusnya jika semua hidup. Semua perlu biaya,” ungkapnya.
Untuk mengurus BPJS, ia mengaku ribet. Karena harus datang jauh-jauh dari Batang Angkola ke Padangsidimpuan. Karena itu, ia mencoba berbagai pengobatan alternatif. Pernah mencoba meneteskan getah daun katarak. “Rasanya pedih. Saya coba 3 kali, ternyata tak ada hasil. Saya hentikanlah,” katanya.
Ia juga pernah mencoba meneteskan rebusan daun sirih. Bahkan pernah mencoba uap nasi ditets ke mata. “Tapi hasilnya nihil,” sebutnya.
Teranyar, ia pernah membeli obat tetes madu herbal, yang dijual sales asal Aceh. Sales itu datang ke kampung-kampung. “Penjualan melalui kepala desa. Dijual Rp300 ribu per botol. Karena kades terlibat, kami percaya sajalah. Bahkan nama kami dicatat saat itu,” ungkapnya. Ternyata, hasilnya nol juga.
Ia sempat bertanya-tanya mengenai biaya operasi katarak kepada tetangga. Informasi yang diperolehnya, ada ibu-ibu dari desa tetangga yang bayar Rp3 juta untuk operasi satu mata. “Saya ya mana punya uang segitu!” katanya pasrah.
Karena itulah, ia merasa sangat beruntung mendapat informasi dari bidan desa, tentang operasi katarak gratis di Padangsidimpuan. Para pasien katarak dari desanya diangkut naik mobil bindes. Para pendamping menyewa bus.
“Bersyukur karena orang susah bisa operasi gratis. Mudah-mudahan bisa kembali melihat,” katanya.
Ia tidak tahu siapa sponsor operasi katarak gratis. Tapi siapapun itu, ia berpesan: “Jangan berhenti menggelar operasi katarak gratis ini. Sangat membantu kami orang susah,” pintanya tulus. (mea)
MENUMPUK: Seorang warga berdiri diantara tumpukan kayu yang terseret banjir bandang yang melanda Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal, Senin (15/10).
MENUMPUK: Seorang warga berdiri diantara tumpukan kayu yang terseret banjir bandang yang melanda Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal, Senin (15/10).
SUMUTPOS.CO – Banjir Bandang yang terjadi di Mandailing Natal (Madina), Jumat (12/10) lalu, mendapat perhatian serius dari Polda Sumut. Dalam peristiwa bencana alam yang merenggut sedikitnya 17 korban jiwa yang mayoritas pelajar itu, Polisi mencium ada dugaan pembalakan liar di balik musibah itu.
PEMBALAKAN liar memang kerap memicu bencana banjir. Bebeberapa bukti kuat juga sudah dilihat masyarakat sekitar. Dari beberapa foto yang beredar, gelondongan kayu ikut tersapu banjir bandang. Potongan kayu itu sangat rapi, mengindikasikan dipotong dengan sengaja.
Untuk mendalami indikasi itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto sudah menurunkan tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) ke lokasi untuk mengecek, apakah ada dugaan praktik ilegal loging di seputaran daerah itu. “Saya sudah kirimkan tim ke sana untuk cek ada ilegal logging atau tidak,” kata Agus kepada wartawan, Selasa (16/10).
Menurut Agus, ia sudah menerima laporan awal dari Polres Madina terkait gelondongan-gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang yang terjadi pada akhir pekan lalu. Laporan tersebut menyebutkan, kayu yang hanyut terbawa banjir bandang itu merupakan potongan-potongan kayu yang tumbang akibat longsor dan menghalangi jalan.
Namun demikian, ia berharap tim yang turun akan memberikan laporan lebih rinci terkait informasi tersebut.
“Laporan kapolres (Madina) dari sana, potongan-potongan kayu itu merupakan batang kayu yang tumbang dan menghalangi jalan karena longsor akibat hujan 4 hari terus menerus. Batang kayu itukan dipotong agar tidak menghalangi jalan. Itu yang terbawa banjir bandang,” ungkapnya.
Begitupun kata Agus, pihaknya tak main-main bila ditemukan ada aktivitas pembalakan liar di seputaran lokasi yang menimbulkan jatuhnya korban jiwa itu. “Nanti dilaporkan apa hasil pengecekan di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Herzoni Saragih yang diberi tugas untuk mengecek ke lapangan menyebut, ia yang akan turun ke lapangan memimpin pengecekan di Madina. “Iya besok (hari ini) saya turun langsung cek ke sana,” kata Herzoni.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
WISATA: Keindahan panorama Danau Toba difoto dari Hotel Inna Parapat, beberapa waktu lalu. Untuk menarik wisatawan mancanegara, khususnya Malaysia dan Singapura, Kemenpar menawarkan paket Wonderful Huta Toba.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS WISATA: Keindahan panorama Danau Toba difoto dari Hotel Inna Parapat, beberapa waktu lalu. Untuk menarik wisatawan mancanegara, khususnya Malaysia dan Singapura, Kemenpar menawarkan paket Wonderful Huta Toba.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tak henti-hentinya membuat trobosan untuk menggenjot jumlah wisatawan ke Danau Toba. Teranyar, paket Wonderful Huta Toba untuk 4 hari 3 malam disiapkan. ‘Huta Toba’ singkatan dari Humbang Hasundutan-Tapanuli Utara-Toba Samosir Yang dibidik, market mancanegara dari Singapura dan Malaysia.
Wisman yang membeli paket wisata ini bisa menjelajahi destinasi baru di tiga kabupaten (Humbahas, Taput dan Toba Samosir) yang akan menjadi diversifikasi produk dari paket wisata Danau Toba yang sudah ada selama ini . “Kita tidak boleh lelet. Peta persaingan ke depan adalah yang cepat menyalip yang lelet, bukan yang besar menginjak yang kecil. Muaranya harus bergerak cepat, agresif, terus bergerak, menciptakan quick wins, dengan cara-cara cerdas,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/10).
Dia menjelaskan, penyiapan paket baru ini telah digas sejak Minggu (14/10), dengan menggandeng Tourism Consultant Mian Simanjuntak yang ikut mengembangkan wisata Raja Ampat dan Tolikara. Mian Simanjuntak mengaku banyak menemukan warna baru yang menarik untuk di eksplorasi. “Daerah tropis tapi dingin. Ada kabut. Unik, kaya cerita, dan sangat berbeda,” katanya.
Tim Percepatan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Budaya Kemenpar pun ikut terlibat. Selain itu, pihaknya juga menggandeng Kepala Dinas Pariwisata setempat untuk diajak berkolaborasi dengan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar.
Untuk lokasi target wisatanya mulai dari Huta Ginjang, Sipiltik Homestay, perkebunan nanas Onanrunggu Sipahutar, rumah makan Gorga, hingga air panas Sipoholon di Tapanuli Utara. Sementara di Humbang Hasundutan ada industri pembuatan kacang, Desa Sitampurung, Bakkara, Batu Gaja Restaurat, Sisingamangaraja Palace Tour sampai Sipinsur Geo Site Park.
Selain itu ada pula Desa Meat, Lumban Silintong dan Hauma Bange Vilage, Balige Market Tradisional Balerong, Lumban Bulbul, hingga Desa Pagar Batu.
“Wisata Toba itu tidak hanya melihat danau ada banyak sisi lain yang bisa dieksplorasi. Alam, agrowisata, sejarah, religi, budaya dan kulinernya banyak yang keren,” ucap Kasubbid Destinasi Area I B-Asdep Pengembangan Destinasi Regional I Kemenpar, Andhy Marpaung.
Sementara itu menurut Kepala Dinas Pariwisata Tapanuli Utara Binhot Aritonang, skema baru ini adalah salah satu bentuk promosi destinasi yang efektif. Ia mengatakan jika disentuh dengan cara yang pas, dia meyakini bakal punya ‘daya ledak’ yang luar biasa.
“Ada prinsip seeing is believing! Ketika sudah melihat, merasakan sensasinya, baru bisa disusun paket yang menarik untuk market mancanegara. Ini terobosan keren,” papar Aritonang. (mle/egp)
istimewa for sumut pos
ORANGTUA KORBAN: Para orangtua pelajar yang tewas diterjang banjir bandang di Kabupaten Mandailing Natal saat acara tahlilan malam ketiga, Senin (15/10) malam.
istimewa for sumut pos ORANGTUA KORBAN: Para orangtua pelajar yang tewas diterjang banjir bandang di Kabupaten Mandailing Natal saat acara tahlilan malam ketiga, Senin (15/10) malam.
MADINA, SUMUTPOS.CO – Jarak bongkahan batang kayu yang menggelinding dari hulu sungai, hanya sekitar beberapa menit saja dari lokasi tempat mereka belajar-mengajar. Sesaat sebelum kejadian, Yahyar Nasution, seorang guru madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut Madina, tengah membaca takhtim bersama muridnya.
DI lokasi pengungsian, Desa Huta Godang kecamatan yang sama, Yahyar menceritakan bagaimana kejadian banjir bandang, Jumat (12/10) lalu sekitar Pukul 16.30 WIB itu menimpa sekolah mereka. Suara gelondongan kayu bergemuruh menjadi tanda darurat baginya dan anak murid untuk menyelamatkan diri. Waktu sekitar satu menit di jarak puluhan meter saja, seketika itu pula dirinya harus berlari mencari tempat berlindung.
Guru madrasah berusia 33 tahun ini pun mengaku dalam waktu singkat, harus mengarahkan anak-anak didiknya berlari ke belakang sekolah untuk berlindung dari hantaman bongkahan kayu besar yang menggelinding mengikuti alur sungai kecil yang tidak jauh dari sekolah.
“Jam belajar waktu itu. Kami pas (sedang) membaca takhtim. Tiba-tiba saya dengar suara kayu seperti gemuruh. Sempat saya lihat ke bawah (hilir), kemudian saya lihat ke atas (hulu) sudah datang air memutar batang pohon yang menggelinding,” cerita Yahyar dalam bahasa Mandailing.
Melihat itu, ayah dua anak ini pun seketika menginstruksikan muridnya untuk berlari keluar kelas, ke belakang sekolah atau ke tempat yang tinggi agar tidak tertimpa gelondongan kayu. Sejumlah anak pun mengikutinya, kemudian yang lainnya ada yang berlari ke jalan atau berlari ke gedung sekolah di bagian lain di atas.
“Sebagian lagi tidak sempat lari, karena jaraknya (bongkahan kayu) 10 meter lagi sampai di sekolah. Makanya ada juga yang mengikuti saya,” katamya.
Kebun coklat di bagian atas sekolah, menjadi tempat bagi Yahyar untuk menyelamatkan diri. Berpegangan di batang pohon coklat bersama anak-anak itu, membuat dirinya kemudian selamat dari terjangan air bercampur lumpur membawa gelondongan kayu beserta akarnya ke arah Sungai Pungkut, sungai besar di Kecamatan itu.
Kurang lebih satu menit kejadian itu berlangsung kata Yahyar, ia yang berhasil lolos dari maut, langsung memeriksa anak didiknya di sekitar sekolah. Beberapa orang yang berada di luar sekolah, ia temukan tertimbun atap seng, kayu dan lumpur. Tak pikir panjang, dirinya langsung mencari satu persatu anak-anak asuhnya sebelum beberapa menit kemudian, warga kampung pun yang bahkan kehilangan rumahnya, berlari ke sekolah untuk memastikan kondisi sang anak.
Sayangnya kata Yahyar, anak-anak yang tidak sempat keluar dari ruang kelas terumbu reruntuhan tembok sekolah, bersama bongkahan kayu yang menghantam keras. Namun sesaat setelah kejadian, ia mengaku tak sempat berfikir sedih atau menangis. Hanya upaya pencarian baginya terpenting saat itu.
“Setelah itu saya lihat ke bawah, sudah rata (rumah warga). Saya temukan ada yang tertimbun lumpur, ada juga yang selamat di gedung sekolah yang di atas,” kata Yahyar yang saat itu mengajar sendiri karena sang istri yang juga guru di sana, ia minta pulang melihat rumah sebelum kejadian.
Tidak lama berselang, dia pun melihat warga desa datang berlari ke lokasi sekolah, membantu menemukan anak-anak, korban banjir bandang Madina yang menewaskan 12 orang muridnya di dalam kelas, dan tak sempat melarikan diri. Tak peduli anak siapa, Yahyar terus saja mencari sebelum bantuan pemerintah setempat datang tidak lama setelah kejadian.
Hingga kini, rasa trauma masih terus membayangi Yahyar. Bahkan sepeda motor miliknya yang rusak dihantam banjir, tak tega ia pandangi. Ia pun masih enggan melihat bagaimana kondisi sekolah dan pemukiman di Desa Muara Saladi, lokasi terparah terdampak banjir bandang. Hanya doa dan harapan, agar dirinya bersama istri bisa kembali mengajar setelah peristiwa itu, walaupun sedih bercampur takut masih kuat melekat di ingatannya.
Baginya, meskipun bukan anak kandung, murid-murid, korban banjir bandang adalah anak didiknya, yang saat itu mengaji bersama, mengajarkan takhtim untuk bekal pendidikan agama di usia sekolah dasar. Sambil bercerita, terselip harapan semoga anak-anak yang selamat, segera bisa mendapatkan pendidikan lagi, dengan bantuan pemerintah agar proses belajar mengajar bisa dilanjutkan. (bersambung)