Home Blog Page 5873

Enam Peserta Final MMQ Bersaing Ketat

Sejumlah Dewan Hakim mengamati peserta final Musabaqah Maqalah Al Quran (MMQ) Golongan Putra dan Putri, Kamis (11/10) di Gedung Sumekto Djajanegara, Akademi Pariwisata Medan. Tak kurang 56 peserta bertanding dalam cabang ini hingga menyisakan enam peserta di babak final.
Sejumlah Dewan Hakim mengamati peserta final Musabaqah Maqalah Al Quran (MMQ) Golongan Putra dan Putri, Kamis (11/10) di Gedung Sumekto Djajanegara, Akademi Pariwisata Medan. Tak kurang 56 peserta bertanding dalam cabang ini hingga menyisakan enam peserta di babak final.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 6 peserta dari 56 peserta Cabang Musabaqah Maqalah Al Qur’an (MMQ atau M2IQ) bersaing ketat untuk menjadi juara pertama.

Di hadapan ratusan penonton, 6 peserta terdiri dari 3 golongan putra dan 3 golongan putri tampil maksimal dihadapan 11 dewan hakim, Kamis (11/10) pagi di Akademi Pariwisata Gedung Sumekto Djajanegara Jl. RS Haji Pancing.

Tiga peserta golongan putra yaitu Ahmad Hamdani asal Banten, Muhammad Handika Surbakti dari Sumatera Utara dan Syamsurizal DKI Jakarta. Sementara untuk 3 golongan putri yaitu Andini Aprilia Sumatera Utara, Astuti Mairinda Sumatera Barat dan Affaf Fadlilah Rofi’ah Jawa Timur. Sebelum masuk ke final, ke 6 tersebut mengalahkan 6 peserta lainnya di babak semifinal.

Ketua Dewan Hakim, Prof Dr Darwis Hude menyampaikan rangkaian babak penyisihan dan semifinal semua berjalan lancar dan hari ini semoga berjalan lancar.

“Yang perlu diperhatikan hari ini tidak menulis makalah tetapi presentasikan yang dibuat dengan menggunakan power point, presentasi selama 5 menit. Lalu pertanyaan dari hakim sekitar 15 menit dan waktunya 20 menit serta berhenti ditandai dengan hidupnya lampu merah disertai bunyi bel. Boleh lewat sekitar satu menit bila ada hal yang perlu disampaikan,” jelasnya. Babak final ini menentukan urutan juara 1 sampai 3 dan akan diumumkan saat penutupan MTQ,” ujarnya.

Peserta asal Sumut, Muhammad Handika Surbakti yang memaparkan makalahnya berjudul kontribusi pola asuh anak perspektif Al Qur’an terhadap ketahanan nasional, mendapatkan  pertanyaan dari beberapa Dewan Hakim, dan Handika dapat menjawab semua disambut penonton bertepuk tangan memberikan semangat.

Dalam makalahnya, putra Karo ini menyampaikan solusi Al Qur’an untuk menjalankan fungsi keluarga secara komprehensif. Fungsi keluarga salah satunya menanamkan keimanan. “Perempuan boleh saja berkarir tapi jangan lupakan fitrahnya sebagai ibu,” katanya.

Begitu juga peserta putri dari Sumut, Andini Aprillia mempresentasikan makalahnya berjudul revolusi mental perspektif Al Qur’an terhadap ketahanan nasional. Mahasiswi semester V Fakultas Syariah UINSU ini mampu menjawab dan menjelaskan pertanyaan dari para Dewan Hakim.

Semua peserta membawakan makalah berkaitan dengan revolusi mental dan ketahanan keluarga.  Apalagi penonton memberikan aplaus tepukan tangan setiap peserta memberikan jawaban dan penjelasan dari pertanyaan Dewan Hakim.

Ratusan penonton berasal dari UINSU, Akpar, MAN dan akademisi serta masyarakat. Beberapa masyarakat yang ditanya usai pertandingan mengatakan, kalau peserta dengan nomor 002 (Mhd Handika Surbakti) berpeluang besar mengalahkan dua pesaingnya.

“Paparan makalahnya berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an dengan baik disampaikannya. Saat ditanya dewan hakim, dia juga mampu menjawab dan menjelaskan. Besar peluangnya juara 1. Peserta putri juga semoga juara pertama juga,” kata beberapa penonton. (rel)

Ali: Kalau Diminta jadi Relawan, Saya Siap

Foto: Dame/Sumut Pos PASIEN KATARAK: Muhammad Ali Lubis (kiri), salah satu dari ratusan pasien yang menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit TNI Putri Hijau Medan, Kamis (11/10/2018).
Foto: Dame/Sumut Pos
PASIEN KATARAK: Muhammad Ali Lubis (kiri), salah satu dari ratusan pasien yang menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit TNI Putri Hijau Medan, Kamis (11/10/2018).

Dua belas tahun ia menderita katarak. Kedua biji matanya. Namun baru tahun ini ia mendapat dua rezeki. Mei lalu, mata kirinya dioperasi gratis. Disponsori sebuah club. Dan Kamis kemarin, mata kanannya yang dioperasi. Gratis juga. Kali ini disponsori Tambang Emas Martabe. Sebagai ungkapan syukur, Muhamamad Ali Lubis mengatakan: siap menjadi relawan operasi gratis jika diminta.

————————————–

Dame Ambarita, Medan

————————————-

Ia menyebut dirinya ‘golongan orang bawah’. Karena itu, rentan kena penyakit katarak. Apalagi profesinya menjual sarapan pagi. Bersama istrinya. “Jualan di pinggir jalan. Rentan kena debu dan asap kendaraan yang melintas,” kata Muhamamd Ali Lubis, di RS TNI Putri Hijau, Medan, Sumatera Utara, Kamis (11/10).

Ali salahsatu dari ratusan peserta operasi katarak gratis yang digelar PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, mulai 10-15 Oktober 2018. Operasi katarak gratis tahun ini merupakan kali ke-7.

Meski mengaku ‘golongan orang bawah’, pria berusia 54 tahun ini tidak terlihat rendah diri. Dengan lugas, pria yang tinggal di Jalan Pembangunan Gaperta, Medan itu, menceritakan kisahnya menderita katarak sejak tahun 2006 lalu.

“Kena katarak 12 tahun lalu. Kedua mata saya. Awalnya merasa silau dan pandangan goyang,” katanya memulai. Penyebabnya, kata dia, selain akibat pekerjaan sebagai ‘orang bawah’, juga dipicu gizi yang tidak cukup.

Kena katarak di kedua mata membuat aktivitasnya terganggu. “Saya sering menabrak-nabrak gerobak jualan sarapan. Khususnya saat cuaca mendung dan hujan,” ungkapnya.

Ia juga kerap tidak mengenal orang yang memanggilnya. Dalam kondisi begitu, terpaksa ia bertanya pada istri: Siapa itu?

Selain mengganggu penglihatan, katarak juga menimbulkan perasaan terganjal. Seolah ada sesuatu di mata yang perlu dibersihkan, tapi nggak bisa dibuang.

Upaya pengobatan telah ditempuhnya. Pertama, dengan meneteskan getah daun katarak ke kedua mata. Sayang, katarak di matanya sudah terlalu tebal. “Aku percaya, jika lapisan kataraknya masih tipis, getah daun katarak bisa menyembuhkan,” teorinya dengan yakin.

“Gimana caranya?” tanya wanita di sebelahnya, tertarik mendengar perbincangan.

“Pertama, ambil daun katarak. Teteskan sedikit air bersih. Pulas. Lalu airnya teteskan ke mata. Rasanya memang pedas. Tapi kalau kataraknya masih tipis, aku yakin bisa sembuh,” katanya mengajari.

Si wanita yang juga peserta operasi gratis, tampak ikut yakin.

Ali berkata, ia juga pernah mencoba obat herbal tetes. Kiriman kawan. “Tapi tidak sembuh juga,” kenangnya.

Karena daun katarak dan obat herbal tidak berhasil, atas rekomendasi kawan, ia disarankan periksa ke sebuah rumah sakit mata di jalan Iskandar Muda Medan. “Cuma biayanya mahal. Jadi saya mundur,” ungkapnya tanpa nada sedih.

Untuk mencegah kataraknya semakin parah, Ali memilih mengurangi pekerjaan-pekerjaan berat. Dengan sabar melakoni hidup hari demi hari.

Beruntung, Mei lalu ada sebuah klub yang menggelar operasi katarak. Di Medan. Ia ikut. Saat itu, mata kirinya yang dioperasi. “Alhamdulillah, gratis,” cetusnya.

Rezeki tidak berhenti. Oktober ini, dari kawan ia kembali mendengar ada operasi katarak gratis yang digelar di RS Tentara Medan. Ia diarahkan agar bertanya ke Babinsa. Dilanjut mendaftar ke Koramil Sunggal. Hingga akhirnya dioperasi pada Rabu, dan dilepas Kamis.

“Sekarang kerak-kerak mata nggak terasa lagi. Mata terasa bersih. Pandangan mulai terang,” katanya happy.

Ia mensyukuri gelaran acara sosial untuk ‘orang bawah’. Ia menyebutnya rezeki. “Mohon acara seperti ini terus dilakukan. Kami orang bawah sangat membutuhkannya,” ucapnya.

Sebagai tanda bersyukur mendapat kemudahan, ia berkata siap membantu-bantu jadi relawan jika dibutuhkan. Sebagai tanda keseriusan, ia bertanya kepada panitia dari Tambang Emas Martabe, kalau-kalau tenaganya dibutuhkan sebagai relawan. “Cuma kata mereka, kalau mau membantu, cukup dengan mencari penderita katarak untuk ikut program operasi gratis,” katanya sembari tersenyum simpul.

Tak tersinggung ditolak, ia berjanji akan mencari warga yang juga menderita katarak. Untuk ikut jika ada operasi gratis berikutnya. “Saya siap jadi pemberi infprmasi. Sebagai pahala karena telah diberi kemudahan,” ungkapnya sungguh-sungguh. (mea)

Wali Kota Medan: Curah Hujan Masih Tinggi

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BANJIR: Sejumlah pengendara melintasi genangan air yang membanjiri Jl. Letda Sujono Medan, Selasa (9/10). Hujan deras yang mengguyur Kota Medan dan Tidak berfungsinya saluran pembuangan air akibat parit yang tumpat membuat kawasan ini selalu banjir apabila hujan turun.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BANJIR: Sejumlah pengendara melintasi genangan air yang membanjiri Jl. Letda Sujono Medan, Selasa (9/10). Hujan deras yang mengguyur Kota Medan dan Tidak berfungsinya saluran pembuangan air akibat parit yang tumpat membuat kawasan ini selalu banjir apabila hujan turun.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Genangan air kerap melanda Kota Medan, Sumatera Utara, setiap hujan mengguyur. Setelah terjadi pada Jumat (5/10/2018), banjir kembali terjadi setelah Medan diguyur hujan sejak Senin (8/10/2018) tengah malam hingga dini hari. Beberapa lokasi, termasuk sekolah-sekolah, juga terpantau banjir. Bahkan, SMPN 35 Medan harus meliburkan siswa-siswinya.

Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin mengatakan, Pemerintah Kota Medan sudah melakukan perbaikan-perbaikan drainase sebagai bentuk upaya penanggulangan banjir. “Kami kan sudah melakukan perbaikan-perbaikan drainase. Mungkin karena curah hujan yang masih (tinggi) karena memang intensitas hujannya terus menerus dan pengendalian airnya juga, makanya masih banjir,” ujarnya di sela peninjauan harga bahan pokok di Pasar Petisah, Selasa (9/10/2018).

Eldin menambahkan, intensitas hujan yang tinggi dan pengendalian air yang belum berjalan dengan baik membuat beberapa titik di Kota Medan masih banjir, seperti di pinggiran sungai dan di jalan karena debit air sungai yang tinggi. Saat ini, sebagai upaya penanggulangan banjir, Pemko Medan telah melakukan perbaikan-perbaikan drainase.

Eldin mengatakan, Pemko Medan terus bekerja untuk memperbaikinya saluran air tersebut. “Kami kan sudah mengerjakan drainase-drainase itu. Terus kami kerjakan. Mudah-mudahan, kami bisa lebih intens lagi mengerjakan drainase yang sudah dikerjakan tersebut,” ujarnya.

Selain sekolah-sekolah, lokasi rawan banjir seperti di kawasan Padang Bulan juga kembali tergenang air. Selain itu, infomasi yang dihimpun, kawasan Jalan Setia Budi dan daerah kampus Unimed dan UIN Sumut juga dilanda banjir. (kps)

CPNS 2018 Capai 4 Juta Pelamar

Ribuan orang mengikuti tes calon pegewai negeri sipil (CPNS)-Ilustrasi.
Ribuan orang mengikuti tes calon pegewai negeri sipil (CPNS)-Ilustrasi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pendaftaran calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018 telah berlangsung selama 16 hari. Pendaftaran secara online melalui situs Sistem Seleksi CPNS Nasional atau SSCN ini akan berakhir pada 15 Oktober mendatang. Seleksi CPNS 2018 terdiri dari beberapa tahap.

Secara umum tahapan yang harus dilalui oleh para pelamar antara lain seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar, dan seleksi kompetensi bidang. Sambutan masyarakat terhadap pembukaan lowongan CPNS oleh pemerintah ini terbilang tinggi. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya jumlah pelamar yang mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi. Persaingan pelamar pada seleksi CPNS 2018 diprediksi akan berlangsung secara ketat.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) per hari ini, Kamis (11/10/2018) pukul 16.00 WIB, total pelamar yang sudah mendaftarkan akun SSCN tercatat lebih dari 4 juta orang. Padahal, pemerintah hanya mengalokasikan sebanyak 238.015 formasi untuk CPNS tahun ini, dengan total formasi yang terbagi pada instansi pusat dan daerah.

Namun, dari total pelamar yang mendaftarkan akun SSCN tersebut, baru 2.572.891 orang yang telah menyelesaikan proses pendaftaran. Pendaftar CPNS kali ini terdiri dari berbagai formasi, seperti formasi umum, lulusan terbaik (cumlaude), diaspora, disabilitas, atlet berprestasi internasional, honorer K2, serta putra/putri Papua dan Papua Barat.

Berikut rincian jumlah pelamar masing-masing formasi yang masuk dalam sistem SSCN per hari ini:

  1. Formasi Umum Banyaknya akun pelamar dari formasi umum sebanyak 4.081.203 orang. Sementara pelamar yang telah menyelesaikan pendaftaran sebanyak 2.550.363 orang.
  2. Formasi Penyandang Disabilitas Total akun pelamar dari formasi disabilitas sebanyak 2.221 orang. Sedangkan, jumlah pelamar yang menyelesaikan proses pendaftaran sebanyak 1.151 orang.
  3. Formasi Putra/Putri Papua Formasi Jumlah akun pelamar formasi Putra/Putri Papua sebanyak 4.503 orang. Tapi, dari total tersebut belum semuanya menyelesaikan proses pendaftaran. Total pelamar yang menyelesaikan proses pendaftaran sebanyak 2.385 orang
  4. Formasi Lulusan Terbaik Total akun pelamar untuk formasi lulusan terbaik atau cumlaude sebanyak 18.410 orang. Dari total tersebut, baru 14.242 orang yang menyelesaikan proses pendaftaran.
  5. Formasi Diaspora Banyaknya akun pelamar dari formasi diaspora per hari ini, Kamis (11/10) pukul 16.00 WIB adalah 61 orang. Dari 61 orang tersebut, baru 6 orang yang menyelesaikan proses pendaftaran.
  6. Formasi Atlet Berprestasi Internasional. Hingga sore hari ini belum ada pelamar dari formasi atlet berprestasi internasional.
  7. Formasi Honorer K2 Sebanyak 6.510 orang mendaftarkan akun dari formasi honorer K2. Namun, jumlah pelamar yang telah menyelesaikan proses pendaftaran sebanyak 4.834 orang.

Bagi Anda yang berminat mengikuti seleksi CPNS tahun ini masih mempunyai kesempatan untuk melakukan pendaftaran. Pendaftaran secara online dapat dilakukan melalui situs sscn.bkn.go.id. Jangan lupa untuk memperhatikan alur dan dokumen yang disyarakatkan oleh instansi yang akan dituju. (mela/kps)

Balita 1,5 Tahun Tewas Tenggelam di Seirampah

Tangisan ibu bayi korban banjir di Sei Rampah.
Tangisan ibu bayi korban banjir di Sei Rampah.

RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Banjir yang terjadi di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, memakan korban, Rabu (10/10/2018). Seorang balita bernama Salsabila Nadhifa (1,5) tewas setelah tenggelam di dalam air yang menggenangi rumahnya.

Kepala Desa Sei Rampah, Munajat, menuturkan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, ibunya, Misrawati, sedang mengayun korban di dapur rumah. Setelah korban tertidur, sang ibu pergi mengantar anaknya yang lain naik becak.

Saat Misrawati pulang ke rumah, ia tidak menemukan korban di ayunan. Ia bertanya ke kakek korban, apakah ada mengangkat korban dari ayunan. Dijawab tidak ada. Lalu keduanya mencari-cari. Korban pun ditemukan tenggelam di ruang tengah rumah, yang memang tengah direndam banjir setinggi 80 cm.

“Korban ini belum bisa jalan dan baru bisa merangkak. Setelah ditemukan itu kami bawa langsung ke Puskesmas Pangkalan Budiman, dan kemudian kami bawa ke RS Sultan Sulaiman. Menurut aku sih sudah saat di dalam rumah itu sudah meninggal, cuma dokterlah yang memastikan baru kami tahu,” kata Munajat.

Salsabila merupakan anak kedua dari Irwan Efendi yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak.  “Tadi setelah shalat Ashar, korban langsung dikebumikan. Kalau banjir kawasan desa ini baru sejak Selasa malam mulainya. Ini kejadian pertamalah ada warga kami yang meninggal karena banjir,” kata Munajat. (kps)

PGN Medan Salurkan Gas Bumi ke 19.996 Pelanggan

Division Head Distribution Management Gas Regional III, Herry Yusuf saat memberikan penjelasan kepada rekan media di Media Gathering PT Perusahaan Gas Negara di Samosir.
Division Head Distribution Management Gas Regional III, Herry Yusuf saat memberikan penjelasan kepada rekan media di Media Gathering PT Perusahaan Gas Negara di Samosir.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Medan menyalurkan gas bumi sebesar gas bumi ke area Medan sampai 13 million metric british thermal unit (MMbtu). Penyaluran ini untuk 19.474 pelanggan Rumah Tangga (RT), 402 Pelanggan Kecil (PK), 73 pelanggan Komersial dan 47 pelanggan Industri. Dan kedepannya untuk pelanggan program Jaringan Gas (Jargas) sebanyak 10.000 yang direncanakan akan dioperasikan pada akhir tahun.

Division Head Distribution Management Gas Regional III, Herry Yusuf mengatakan PGN Medan mendapatkan pasokan gas dari dua pipa transmisi yakni pipa Arun-Belawan (Arbel) sekitar 8 sampai 9 MMbtu dan pipa transmisi Wampu Binjai sekitar 4 MMbtu.

Herry menuturkan, jaringan gas yang digunakan saat ini lebih mengutamakan energi. Berbeda dengan sebelumnya yang dihitung berdasarkan volume.

“Kita mendapatkan pasokan gas dari Wampu untuk memenuhi sejumlah permintaan pelanggan yang berada di Kawasan Industri Medan, Tanjung Morawa, dan kota. Untuk permintaan gas industri di area ini tergantung permintaan. Sampai 96 million metric british thermal unit (MMbtu) kami siap menyuplai,” ujarnya di Medan.

Herry mengatakan permintaan pelanggan banyak dari rumah tangga. Setelah jaringan gas selesai, ia meyakini, pasokan gas akan semakin bertambah. Sehingga, katanya, pihaknya bisa menyuplai sesuai dengan banyaknya permintaan pelanggan.

Pengembangan jaringan gas bumi PGN di Medan, lanjutnya, memang cukup masif. Terakhir, penyaluran dilakukan ke pabrik oleochemical milik PT Musim Mas Martubung Plant di Jalan Rawe, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli. Perusahaan milik grup Musim Mas tersebut menjadi pelanggan baru PGN Area Medan, usai menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan volume pemakaian gas 600.000- 780.000 m3 per bulan, atau setara dengan 0,77 – 1 BBTUD per bulan. (ram)

22 Rumah Ludes Terbakar di Mangkubumi

Pascakebakaran di Mangkubumi, Medan, Sumatera Utara, warga mengumpulkan barang tersisa, Kamis (11/10/2018)-Net.
Pascakebakaran di Mangkubumi, Medan, Sumatera Utara, warga mengumpulkan barang tersisa, Kamis (11/10/2018)-Net.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Mangkubumi, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Rabu (10/10/2018) malam hingga Kamis (11/10/2018) dinihari. Akibatnya, 22 rumah ludes dilalap si jago merah. Pada Kamis pagi, pemilik rumah hanya mampu mengutip barang yang masih bisa digunakan.

“Kondisi api sudah padam. Saat ini yang kami butuhkan bantuan dari para dermawan dan pemerintah,” ujar Rakesh, warga yang rumahnya turut terbakar.

Menurut dia, pasca-musibah kebakaran, belum ada bantuan dari Pemerintah Kota Medan untuk meringankan beban warga yang rumahnya telah ludes terbakar. “Belum ada bantuan dari Wali Kota maupun Pemko Medan kepada para korban kebakaran,” katanya.

Rakesh menambahkan, adapun bantuan yang dibutuhkan yakni bahan material karena warga yang menjadi korban kebakaran ingin kembali membangun tempat tinggalnya yang telah rata dengan tanah. “Dari mana kami punya uang untuk membangun kembali rumah yang telah terbakar. Saat ini yang kami butuh bahan material untuk membangun rumah agar dapat ditempati kembali,” katanya.

Informasi lain yang dihimpun, kebakaran terjadi di Kampung Mangkubumi yang diduga disebabkan lilin di salah satu rumah warga. Diduga api membesar karena banyaknya barang-barang yang mudah terbakar. “Musibah kebakaran tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun warga yang menjadi korban kebakaran mengalami kerugian materil hingga ratusan juta,” tutur Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani. (kps)

Tambang Emas Martabe Targetkan Operasi 1.200 Mata

Foto: Corcomm Martabe OPERASI KATARAK GRATIS: Sejumlah pasien katarak yang baru menjalani operasi di Rumah Sakit TNI Putri Hijau Medan berfoto bersama dengan Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Tim Duffy didampingi Wakil Presiden Direktur, Linda Siahaan dan Senior Manager Corporate Communications, Katarina Siburian Hardono serta sejumlah relawan Operasi Katarak Gratis 2018, Kamis (11/10).
Foto: Corcomm Martabe
OPERASI KATARAK GRATIS: Sejumlah pasien katarak yang baru menjalani operasi di Rumah Sakit TNI Putri Hijau Medan berfoto bersama dengan Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Tim Duffy didampingi Wakil Presiden Direktur, Linda Siahaan dan Senior Manager Corporate Communications, Katarina Siburian Hardono serta sejumlah relawan Operasi Katarak Gratis 2018, Kamis (11/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe resmi memulai rangkaian kegiatan pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis pada tahun ini mulai 10-15 Oktober 2018. Operasi katarak gratis tahun ini ditargetkan dapat memulihkan penglihatan lebih dari 1.200 mata.

Tercatat lebih dari 300 pasien atau lebih dari 400 mata menjalani operasi katarak gratis di RS TNI Putri Hijau, Medan, Sumatera Utara, pada Kamis (11/10).

Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Tim Duffy, menuturkan 2018 merupakan tahun ketujuh penyelenggaraan pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis Tambang Emas Martabe. Program unggulan di bidang kesehatan ini adalah bukti komitmen kuat perusahaan untuk membantu pemerintah Indonesia memberantas katarak di Sumatera Utara, khususnya di daerah operasional Tambang Emas Martabe.

“Selama 6 tahun penyelenggaraan, kami telah menjadi saksi bagaimana mengembalikan penglihatan sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, pada tahun ini kami ingin meneruskan komitmen ini. Kami berharap seluruh masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis ini,” tutur Tim Duffy.

Lebih lanjut, Tim Duffy mengatakan, sejak 2011, total yang sudah mengikuti operasi katarak gratis Tambang Emas Martabe mencapai 7.311 mata dari 6.289 orang. Lebih dari 5.500 orang telah memiliki pemahaman dasar mengenai katarak melalui Pekan Informasi Katarak. Dan lebih dari 20.000 orang mengikuti pemeriksaan mata gratis.

Secara total, telah lebih dari 25.000 orang memperoleh manfaat tidak langsung dari seluruh rangkaian program ini. Pada tahun ini, untuk memperluas dampak, Tambang Emas Martabe menambah lokasi pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis yakni di Medan dan Padangsidempuan.

Foto: Corcomm Martabe
PASIEN KATARAK: Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono berbincang dengan salah satu pasien yang baru menjalani operasi katarak di Rumah Sakit TNI Putri Hijau Medan, Kamis (11/10).

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, merinci pemeriksaan mata telah dimulai pada 10 hingga 11 Oktober 2018 di Rumah Sakit TNI Putri Hijau Medan. Bersamaan, pada 11 Oktober 2018 di Makodim Tarutung dan Sibolga. Selanjutnya, pada 12 Oktober 2018 di Puskesmas Batangtoru dan Pos Kesehatan Lintas Timur, Mandailing Natal, pada 13 Oktober 2018 di Makodim Padangsidempuan, Koramil Padang Lawas dan Koramil Padang Lawas Utara, serta pada 14 Oktober 2018 di Rumah Sakit TNI AD Losung Batu, Padangsidimpuan.

“Untuk operasi katarak diselenggarakan pada 11 Oktober 2018 di Rumah Sakit TNI Putri Hijau, Medan dan pada 13-15 Oktober 2018 di Rumah Sakit TNI AD Losung Batu, Padangsidempuan, selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan ulang 1 bulan setelah operasi dilakukan. Pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis ini untuk seluruh lapisan usia karena kami pernah mengoperasi paling muda usia 8 bulan dan yang tertua 108 tahun. Tidak ada juga batasan berapa banyak orang dalam satu keluarga yang bisa dioperasi,” papar Katarina.

Katarina menyebutkan untuk membantu kelancaran dan kesuksesan rangkaian kegiatan, Tambang Emas Martabe melibatkan lebih dari 200 relawan yang merupakan karyawan dan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Padangsidempuan dan Medan.

Para relawan akan membantu pasien mulai dari proses pemeriksaan mata, operasi, hingga pasca operasi katarak. Katarina menjelaskan, pada proses pemeriksaan mata nantinya, para calon pasien diharuskan registrasi terlebih dahulu, dilanjutkan dengan pemeriksaan mata/visus dan pemeriksaan oleh dokter. Katarina menegaskan hanya pasien penderita katarak yang akan dioperasi gratis.

Foto: Corcomm Martabe
Salah satu pasien katarak tersenyum seusai menjalani operasi katarak di Rumah Sakit TNI Putri Hijau Medan, Kamis (11/10).

Bagi pasien yang ternyata positif katarak, selanjutnya dokter akan mengecek tekanan darah dan kadar gula darah. Tak hanya itu, pasien juga akan mendapatkan konseling katarak sebelum diberikan nomor urut dan tanggal operasi. Sementara itu, jika tidak menderita katarak, pasien masih tetap akan diberikan konseling non katarak.

Pada proses operasi, pasien harus melakukan registrasi, foto, sidik jari dan stempel pernyataan persetujuan operasi. Sebelum dioperasi pasien juga akan diwajibkan untuk mencukur bulu mata yang akan dibantu oleh tim medis serta dilanjutkan dengan mencuci muka, kaki dan tangan. Setelah operasi, para pasien akan disediakan tempat menginap, obat-obatan, tetes mata, buku panduan perawatan, dan akan kembali menjalani pemeriksaan mata.

“Bagi masyarakat yang ingin mengikuti pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis baik untuk diri sendiri maupun anggota keluarga, silahkan segera menghubungi Koramil terdekat atau langsung mendatangi lokasi-lokasi tersebut dengan membawa identitas diri. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi 081375739040,” pungkas Katarina. (rel/mea)

Ribuan Rumah dan Sawah Terendam

bambang/sumut pos rumah warga di Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat, Langkat, terendam air.
bambang/sumut pos
rumah warga di Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat, Langkat, terendam air.

SUMUTPOS.CO – Hujan yang turun selama dua hari berturut-turut di Sumatera Utara, menyebabkan banjir meluas ke mana-mana. Jika pada Selasa (9/10), wilayah yang terkena banjir masih Kota Medan, Binjai, dan Langkat, pada Rabu (10/10), banjir meluas hingga ke Tebingtinggi. Selain itu, banjir di Langkat dan Belawan terus meluas. Ribuan rumah dan ratusan hektare sawah terendam air.

BANJIR menggenangi ribuan rumah di Komplek Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Kel. Sei Mati, Kec. Medan Labuhan, Rabu (10/10). Banjir berasal dari air kiriman anak sungai pembuangan kawasan industri modern (KIM). Air sungai meluap diduga karena akses saluran pembuangan air tertutup. Warga setempat pun mengalami penyakit gatal-gatal.

Salahsatu warga, Samsul Lubis mengatakan, musibah banjir yang melanda masyarakat yang umumnya buruh pelabuhan itu, bukan hanya disebabkan hujan. Tetapi juga air kiriman dari KIM. Ditambah belum adanya normalisasi drainase, belum dibangunnya penyaluran pembuangan air serta akses pintu air. “Kami sudah 2 hari kebanjiran Setiap kali hujan turun deras, kami mengalami banjir,” cetusnya.

Selama genangan air melanda pemukiman TKBM, aktivitas masyarakat terganggu. Buruh tidak pergi kerja, anak-anak tidak sekolah, dan kesehatan terganggu. “Sudah tahu banjir, sampai hari ini petugas kecamatan tidak ada yang datang. Kami sangat dirugikan. Bahkan, kami terserang penyakit gatal-gatal,” keluh Samsul.

Menurutnya, Walikota Medan sudah pernah meninjau banjir di Komplek TKBM. Walikota berjanji akan melakukan normalisasi drainase, dengan membangun pembuangan air dan pintu air. “Tapi sampai sekarang tidak jelas. Apa kami demo dulu baru diterima keluhan kami?” cetusnya kesal.

Camat Medan Labuhan, Arrahman Pane, mengatakan pihaknya sudah pernah mengeruk areal pembuangan air. Hanya saja, banjir yang datang bersamaan dengan air pasang air laut. “Akibatnya seluruh air tumpah ke wilayah itu. Bahkan, anak sungai dari KIM juga mengalir ke wilayah itu. Makanya genangan air terjadi,” terangnya.

Selain di Belawan, banjir juga melanda Kabupaten Langkat akibat meluapnya air Sungai Bengkel. Rabu (10/10), banjir merendam Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Menurut salah satu masyarakat Rudi, ratusan unit rumah milik warga terendam air. Ketinggian air mencapai 50 hingga 100 cm. “Banjir mulai terjadi sekitar pukul 01.00 Wib dinihari. Warga panik berhamburan menyelamatkan diri dan harta benda mereka,” kata Rudi.

Menurutnya, sejauh ini belum ada bantuan yang diturunkan dari Pemerintah Kabupaten Langkat. Sehinggga masyarakat dengan usaha sendiri mendirikan posko-posko dan dapur umum. “Selain rumah masyarakat, ratusan hektar lahan pertanian masyarakat juga rusak diterpa banjir,” terang dia.

Untuk itu, warga korban banjir berharap agar Pemkab Langkat khususnya Dinas Sosial, melakukan pendataan dan pendistribusian pasokan makanan. Karena sejauh ini masyarakat hanya bisa bertahan di posko-posko dan kantor desa.

“Kami sangat takut, banjir terus meluas dan meninggi. Karena curah hujan masih cukup tingggi,” kata beberapa warga.

Kepala Desa Ara Condong, Hasan Basri, yang turun langsung ke lokasi banjir mengatakan, sedikitnya 190 unit rumah warga terendam air. Selain itu, sedikitnya sekitar 200 hektar lahan pertanian milik masyarakat rusak terendam air. “Penyebab banjir karena air Sungai Bengkel meluap. Ketinggian air 50 sampai 100 cm, sejak Rabu dinihari,” kata Kepala Desa.

Untuk membantu meringankan masyarakat yang terkena banjir, pihaknya menjadikan kantor desa sebagai posko siaga banjir. Dalam posko itu, pihaknya melibatkan bidan desa, babinsa dan babinkamtibmas. “Langkah ini diambil guna mengantisipasi warga yang sakit. Puskesmas Karang Rejo telah menyuplai bantuan obat-obatan,” paparnya.

Selain menjadikan kantor Desa sebagai lokasi siaga banjir, Kantor Desa juga menyalurkan bantuan berupa mie instan dan telur. “Sampai sore ini belum ada bantuan dari Pemkab Langkat. Bantuan yang masuk baru dari anggota DPRD Langkat, M Bahri SH, berupa mie instan dan telur,” ungkapnya.

Banjir Bandang Landa Simalungun

bambang/sumut pos HANYUT: Warga menyaksikan rumah yang hanyut terseret banjir di Kabupaten Simalungun, Rabu (10/10)
ist for sumutpos
HANYUT: Warga menyaksikan rumah yang hanyut terseret banjir di Kabupaten Simalungun, Rabu (10/10)

RAYA, SUMUTPOS.CO – Selain di Medan, Langkat, dan Tebingtinggi, banjir bandang juga melanda puluhan rumah, dan merusak jembatan dan jalan di Kabupaten Simalungun, Rabu (10/10) dini hari. Banjir berasal dari luapan air yang datang dari arah areal perkebunan sawit milik Perkebunan Sawit PT Perkebunan Nusantara IV Unit Kebun Marihat Jalan penghubung kecamatan di Kabupaten Simalungun dan penghubung menuju Kabupaten Asahan, tepatnya di Jalan Lintas Umum Pematangsiantar-Tanah Jawa Km 10, tepatnya di perbatasan Nagori Parbalogan dan Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, nyaris putus.

“Jalan raya selebar 4 meter rusak dan ambruk, akibat derasnya air yang datang dari areal PTPN IV Kebun Marihat. Banjir bandang diduga membuat bendungan tadah airnya jebol,” kata Danramil 10/Balimbingan Kapten Inf Leo Sianturi.

Leo mengatakan, pihaknya juga mendapat laporan banjir merendam pemukiman di Huta 3, 4, 5 Nagori Totap Majawa & Huta Hite Tano Nagori Bah Jambi 2, Kecamatan Tanah Jawa.

Banjir bandang juga terjadi di beberapa Kecamatan di wilayah Simalungun, di antaranya di Kecamatan Siantar, Kecamatan Gunung Malela, Kecamatan Hutabayu Raja, Kecamatan Panei, dan Kecamatan Bandar. Bahkan beberapa rumah dan akses jembatan rusak akibat terjangan banjir bandang. Data kerusakan belum diketahui.

“Nagori kita yang terdampak bencana yakni Dolok Hataran, Dilau Malaha, Matihat Baris, Silau Manik dan Siantar Estate. Tidak ada korban jiwa maupun terbawa air. Hanya saja 8 rumah terendam banjir di Dolok Hataran. Kalau di Silau Manik hanya saluran air dan saluran irigasi yang rusak,” terang Camat Siantar Daniel Silalahi.

“Lahan pertanian termasuk kolam ikan banyak yang jebol dan rusak. Saat ini kami masih melakukan pendataan di lapangan. Selain itu, kita masih melakukan pendataan dan pembenahan dengan cara bergotong royong bersama warga,”tambah Daniel.

Camat Gunung Malela Jayamin Sipayung mengatakan, di kecamatannya ada beberapa Nagori yang terimbas bencana banjir. Yakni Nagori Bangun, Nagori Marihat Bukit, dan Nagori Sahkuda Bayu. Namun yang lebih parah adalah Nagori Sahkuda Bayu. Korban jiwa sebanyak 2 orang.

“Sesuai arahan dari Wakil Bupati Simalungun, kami mengimbau warga yang tinggal dekat sungai Bah Bolon, agar tetap waspada di tengah cuaca yang belum bisa diprediksi,” kata Jayamin.

Pangulu Sahkuda Bayu Suyatno menjelaskan, lahan kolam petani seluas kurang lebih 50 hektare mengalami rusak total. “Petani ikan kami merugi. Taksiran saya mencapai miliaran rupiah,” terang Suyatno, dengan nada berat dan sedih.

Camat Bandar, Samsul Pangaribuan SH Msi, mengatakan di Nagori Pematang Kerasaan Rejo ada jembatan rusak sepanjang 60 meter, yang menghubungkan ke Kecamatan Hutabayu Raja. “Di Marihat Bandar tadi pagi ada 13 rumah terendam banjir, karena air sudah melewati jembatan. Saat ini sudah surut,” kata Samsul.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian terjadi. Karena sekitar pukul 06.00 WIB, warga sudah kita evakuasi. Selain itu lahan pertanian juga banyak yang rusak. Ini masih kita data. Saat ini kita sudah mendirikan tenda darurat dan dapur umum di Nagori Marihat Bandar. Kita juga masih siaga bencana susulan,” tambahnya.

Untuk di Kecamatan Pematang Bandar dan Bosar Maligas, tidak ada dampak akibat banjir bandang dan luapan sungai Bah Bolon. Namun beberapa hari sebelumnya, Kecamatan Pematang Bandar sudah lebih dahulu mengalami luapan banjir besar Sungai Bah Bolon juga, mengakibatkan dua jembatan kecil putus.

“Sabtu kemarin ada dua jembatan yang putus dibawa derasnya arus sungai Bah Bolon. Sudah kami perbaiki dengan cara bergotong-royong,”terang Camat Pematang Bandar Juriani Purba.