Fachril/sumut pos
TERBAKAR: Blower mesin PT Soci Mas terbakar di KIM I, Mabar, Rabu (3/10) siang.
Fachril/sumut pos TERBAKAR: Blower mesin PT Soci Mas terbakar di KIM I, Mabar, Rabu (3/10) siang.
BELAWAN,SUMUTPOS.CO – Sejumlah karyawan di PT Soci Mas Jalan Pulau Irian, KIM I, Mabar, Kec. Medan Deli, mendadak heboh, karena blower mesin pengolahan minyak sawit terbakar, Rabu (3/10) pukul 13.00 WIB.
Peristiwa kebakaran itu berawal dari munculnya api dari mesin pengatur suhu itu. Karena menimbulkan api, sejumlah karyawan melakukan pemadaman menggunakan racun api.
Tak berapa lama, sebanyak 4 armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api yang tidak sempat merambat ke areal lain, akhirnya dapat dipadamkan. “Untung tadi cepat dilakukan penyiraman, jadi api tidak membesar.
Diperkirakan hanya 5 persen yang terbakar,” kata karyawan di lokasi kejadian.Petugas Polsek Medan Labuhan datang ke lokasi melakukan olah TKP, sejumlah saksi dimintai keterangan dan barang bukti diamankan.
Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi. Penyebab kebakaran blower masih diselidiki. “Kondisi yang terbakar tidak besar,” kata Bonar. (fac)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam kurun waktu 3 bulan terakhir ini, Bea Cukai menemukan enam kasus terkait pembawaan Uang Kertas Asing (UKA) lebih Rp1 miliar yang keluar masuk dari pabean di Indonesia. Keenam kasus tersebut ditemukan di Bandara Soeta dan Ngurah Rai.
Senior Analisis Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Fillar Marindra mengatakan penindakan tersebut, dilakukan Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta, di Tangerang, Banten sebanyak 2 kasus dan di Bandara Ngurah Rai, Bali sebanyak 4 kasus.
“Kita melakukan penindakan ini sesuai dengan Peraturan BI (PBI) No. 20/2/PBI/2018 tentang aktivitas pembawaan uang kertas asing (UKA) di dalam negeri,” ujarnya di Medan, Rabu (3/10).
Dijelaskannya, ada berbagai mata uang yang ditemukan dalam penindakan ini, seperti Dolar Amerika, Dolar Singapura, Yen, dan lainnya. Ada berbagai alasan yang dikemukan para warga asing ini maupun WNI.
Misalnya, penemuan di Bali alasannya uang yang digunakan untuk liburan, dan uang tersebut perorangan.
“Dari hasil penemuan tersebut, 3 penindakan dilakukan penindakan administrasi, 3 penindakan direspor memberikan informasi dengan sesuai. Jadinya, boleh dibawa lagi keluar negeri. Untuk di Sumatera Utara, belum ada ditemukan,” tutur Fallir.
Dari 6 kasus tersebut, 4 kasus sudah diproses. Dimana, 3 kasus sudah diproses dan diperbolehkan kembali untuk membawa uang kerta asing tersebut, keluar negeri. Sedangkan, 1 kasus tengah dilakukan diproses oleh pihak Bea Cukai.
“Administrasinya berupa denda 10 persen, maksimal Rp300 juta. 1 orang masih diproses dan 2 orang sudah dikenakan denda. 3 kasus sudah diperbolehkan untuk direspor. Dari 6 kasus itu, 3 warga negara asing dan 3 warga negara Indonesia,” tandas Fallir.(gus/ram)
BERSAMA: Para pejabat dari Kementerian Pariwisata dan utusan Indonesia untuk ASEAN tourism comitte foto bersama di Kota Kinabalu, Malaysia.
BERSAMA: Para pejabat dari Kementerian Pariwisata dan utusan Indonesia untuk ASEAN tourism comitte foto bersama di Kota Kinabalu, Malaysia.
KINABALU, SUMUTPOS.CO – Pertemuan ASEAN Tourism Committee di Kinabalu, Malaysia, Selasa (2/10) menghasilkan kesepakatan penerapan model hybrid learning sebagai kurikulum belajar di ASEAN khususnya untuk pariwisata dan perhotelan.
I Gusti Putu Laksaguna, President of National Tourism Professional Board, usai pertemuan komite itu mengatakan Indonesia sangat malu, karena telah tertinggal jauh oleh Kamboja, Myanmar, dan Laos di mana sebelumnya Indonesia adalah mentor mereka. “Kita akan kejar posisi mereka melalui platform belajar dengan metode hybrid learning,” jelasnya.
Dia mengatakan tidak bisa dipungkiri Indonesia memiliki potensi pariwisata yang begitu besar, baik dari aspek alam dan budaya. “Namun demikian, peran Sumber Daya Manusia (SDM) sangat penting menunjang kesuksesan bisnis pariwisata karena mereka lah yang berperan penting dalam mengolah produk dan memberikan pelayanan,” kata dia.
Oleh karena itu, menurutnya, tidak heran bila peran SDM ini menjadi sorotan penting bagi anggota-anggota negara di kawasan ASEAN untuk merumuskan standar kurikulum yang umum diterapkan di kawasan ASEAN yang mengacu kepada pengaturan saling pengakuan antar negara-negara anggota ASEAN yang mencakup 6 divisi kerja khususnya di bidang pariwisata.
Untuk memastikan kurikulum yang telah ditandatangani oleh menteri-menteri anggota ASEAN sejak tahun 2012 tersebut dapat diimplementasikan, maka dibentuklah National Tourism Professional Board (NTTB) yang bertugas untuk mengawal implementasi kurikulum berstandar ASEAN. NTTB harus melaporkan kinerjanya kepada sekretariat yang dibentuk oleh negara-negara anggota ASEAN secara berkala melalui ASEAN Tourism Committee Meetings.
Dalam ASEAN Tourism Committee Meetings kemarin di Kota Kinabalu, Malaysia, setiap negara yang diwakili oleh Kementrian Pariwisata dan NTTB dari setiap negara menyampaikan laporan kepada sekretariat. Berdasarkan laporan tersebut, posisi Indonesia berada di bawah negara lain seperti Kamboja, Myanmar, dan Laos dari aspek sosialisasi dan implementasi kurikulum berstandar ASEAN.
Lebih lanjut dia mengutarakan proses implementasi kurikulum tersebut tidak bisa hanya dikerjakan oleh NTTB namun juga harus melibatkan partisipasi aktif dari para asosiasi yang merupakan praktisi dan juga para akademisi. Untuk mempercepat proses implementasi, NTTB menggandeng AJAR.id yang merupakan portal belajar yang fokus menggarap konten-konten belajar dan Learning Management System yang berstandar kurikulum ASEAN.
“AJAR mewakili Indonesia mempresentasikan tentang Hybrid Learning Model untuk implementasi kurikulum belajar berstandar ASEAN untuk dunia Pariwisata dan Perhotelan. AJAR adalah yang pertama di negara-negara ASEAN sehingga tidak menutup kemungkinan kami membuka pelayanan di luar Indonesia,” kata Ikin Solikin, Chairman of AJAR, dalam ASEAN Tourism Committee Meetings.
Lebih lanjut, Ikin mengatakan AJAR menghadirkan tiga solusi sekaligus untuk proses percepatan implementasi kurikulum bersatandar ASEAN. Hybrid Learning yang akan disajikan AJAR merupakan konsep belajar dengan menggunakan berbagai macam variasi konten belajar yang meliputi konten video, web interaktif, quiz, assessment, live streaming, dan face to face. Dengan variasi konten tersebut, para pengguna portal dapat berinteraksi dengan platform dan trainer sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan efisien. (rel/ila/ram)
Sutan Siregar/sumut pos
SEPI PASIEN: Papan nama di depan Rumah Sakit Dr Pirngadi, Kota Medan. Rabu (3/10), tingkat kunjungan pasien terlihat rendah. Ruangan rawat inap juga terlihat sepi.
Sutan Siregar/sumut pos SEPI PASIEN: Papan nama di depan Rumah Sakit Dr Pirngadi, Kota Medan. Rabu (3/10), tingkat kunjungan pasien terlihat rendah. Ruangan rawat inap juga terlihat sepi.
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Pegawai honorer di Rumah Sakit Umum dr Pirngadi (RSUP) Medan, belum gajin selama lima bulan, sejak Mei 2018 hingga kini. Hal itu diakui Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (3/10).
Dikatakan Edison, pihaknya mengharapkan tagihan klaim BPJS yang akan digunakan untuk membayar gaji pegawai honorer mereka. “ Sampai sekarang belum dibayar. Itu yang kita harap. Jadi belum gajianlah pegawai honorer kita, “ ujar Edison.
Kapan tagihan klaim BPJS itu akan dibayar, Edison tidak tahu. Pihaknya hanya dapat menunggu. “Coba tanyakan kepada pihak BPJS Kesehatan. Kami sudah mengajukan tagihan klaim BPJS mencapai Rp20 miliar lebih,” katanya.
Meski belum gajian, menurutnya pegawai honorer masih bekerja dengan baik. “Tidak ada pasien ditelantarkan atau ditolak. Namun, kalau masalah hati siapa yang tahu?” tambah Edison.
Ia mengaku dirinya juga sudah berulang kali ditanya pegawai honorer soal gaji.
Ia hanya bisa menjawab, sedang diupayakan namun tidak tahu kepastiannya kapan. “Yah, saya turut prihatin. Tapi pastinya akan dibayar. Saat ini, kita mengutamakan membayar dan membenahi apa yang berhubungan dengan khalayak banyak, “ tandas Edison.
Sebelumnya, Edison mengaku akibat klaim belum dibayar BPJS, keuangan RSUD dr Pirngadi Medan terganggu. Mulai dari gaji pegawai honor yang tidak terbayarkan, ketersediaan obat terancam karena vendor terus menagih pembayaran, sampai alat kesehatan yang rusak tidak dapat diperbaiki.
Amatan di RSUD dr Pirngadi Medan, tingkat kunjungan pasien cukup rendah. Ruangan rawat inap terlihat sepi. Bahkan, ada beberapa ruangan yang sama sekali tidak ada pasien dirawat. (ain)
Bagus/sumut pos
PENERTIBAN: MPetugas Dishub menertibkan parkir liar di wilayah Medan Sunggal, Selasa (2/10) sore.
Bagus/sumut pos PENERTIBAN: MPetugas Dishub menertibkan parkir liar di wilayah Medan Sunggal, Selasa (2/10) sore.
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan Kota Medan bersama kepolisian melakukan penertiban parkir liar yang melanggar peraturan daerah (Perda) di wilayah hukum Polsek Medan Sunggal, Selasa (2/10) petang.
Kadishub Medan, Renward Parapat, mengatakan, selain menilang kendaraan bermotor yang parkir sembarangan, dalam penertiban tersebut pihaknya juga mengamankan tiga orang juru parkir (jukir) liar. Barang bukti berupa uang dan kartu pembantu jukir ikut disita.
Penertiban parkir liar tersebut merupakan instruksi Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin. Tujuannya, sebagai upaya mengurai kemacetan. “Kehadiran parkir liar selama ini termasuk salah satu pemicu kemacetan, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat pengguna jalan,” katanya, Rabu (3/10/2018).
Ada dua titik yang menjadi lokasi penertiban. Yakni kawasan Terminal Terpadu Pinang Baris Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sunggal dan Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Rejo, persisnya seputaran warung mie Aceh. “Kedua kawasan itu selama ini sangat rentan kemacetan, karena kehadiran parkir liar,” ungkapnya.
Usai menggelar apel, tim gabungan bergerak menuju Terminal Pinang Baris. Tim menindak 7 unit kenderaan bermotor yang parkir sembarangan. Selain menilang 4 STNK, tim gabungan melalui petugas Satlantas, juga menilang 3 SIM. Di samping itu, Dishub menggembosi ban mobil serta menyita tempat duduk becak bermotor yang parkir di atas trotoar.
Setelah itu, tim gabungan bergerak menuju Jalan Setia Budi. Tepatnya di kawasan Titi Bobrok yang selama ini rawan kemacetan, akibat banyaknya mobil pengunjung warung mie Aceh yang parkir sembarangan di daerah milik jalan (damija).
“Jukir yang ada hanya mengejar keuntungan semata. Mereka tidak mempedulikan parkir sembarangan, yang menyebabkan luas penampang jalan berkurang,” katanya.
Untuk memberikan efek jera, tim gabungan mengamankan 3 orang jukir liar.
Yakni Hermansyah (43), warga Jalan Setia Budi, Keluarahan Tanjung Rejo; Syahdan (21) warga Jalan Ayahanda; dan Juliadi (40) warga Jalan Beo Gg Rahim Kelurahan Sei Sikambing. Dari tangan ketiga jukir liar tersebut, tim menyita barang bukti berupa uang Rp12.000 dan 2 kartu pembantu jukir.
“Penertiban parkir liar dilakukan dalam rangka mendukung upaya Pemko Medan menata kota. Selama ini parkir liar sangat mengganggu estetika kota, serta menjadi salah satu biang kemacetan di Kota Medan,” sebut Renward.
Oleh karenanya, tim gabungan tidak ada kompromi lagi. “Begitu kedapatan parkir sembarangan, langsung kita tilang, penggembosan, maupun penggembokan. Di samping itu juga kita amankan jukir liar untuk memberikan efek jera,” tandasnya. (ris)
juli rambe/sumut pos
SIMBOLIS: Perwakilan Alumni SMPN 2 Medan Tahun 1993, Gatot (kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Kepala Sekolah SMPN 2 Medan, Marita (kanan) di SMPN 2 Medan, Rabu (3/10).
juli rambe/sumut pos SIMBOLIS: Perwakilan Alumni SMPN 2 Medan Tahun 1993, Gatot (kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Kepala Sekolah SMPN 2 Medan, Marita (kanan) di SMPN 2 Medan, Rabu (3/10).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peduli dengan sekolah, alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Medan Alumi Tahun 93 memberikan bantuan berupa peralatan dan perlengkapan tabung air bersih dan Alquran di SMPN 2 Medan, Rabu (3/10).
Perwakilan dari Alumni SMPN 2 Medan Tahun 1993, Gatot menyatakan aksi kepedulian tersebut tercetus saat berbagai kegiatan dilakukan para anggota alumni seperti temu kangen dan reuni beberapa waktu yang lalu.
“Dan aksi ini sebagai bukti kepedulian kita pada sektor pendidikan dan sosial,” ujarnya.
Dijelaskannya, rasa peduli ini diwujudkan karena para anggota menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari sekolah yang telah membentuk mereka hingga bisa seperti saat ini. Karena tidak bisa dipungkiri, mereka pernah belajar dan ‘mengicipi’ proses belajar mengajar di SMPN 2 Medan.
“Nah, sumbangan yang diberikan sudah kami koordinasikan terlebih dahulu kepada pihak sekolah, apakah yang paling mereka butuhkan untuk menunjang proses belajar dan mengajar di sekolah ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Medan, Marita Yetti menyatakan rasa terima kasihnya kepada para alumni tahun 1993 yang masih menginggat sekolah dan para guru yang mengabdi.”Kami sangat bangga dan terharu karena bisa mendidik generasi seperti kalian, yang masih menginggat sekolah walau sudah puluhan tahun lamanya meninggalkan sekolah ini,” ujarnya yang didampingi oleh para guru SMPN 2 Medan saat menerima bantuan.
Menurutnya, apa yang dilakukan para anggota alumni sebagai bentuk rasa tanggung jawab mereka kepada pihak sekolah dan generasi muda Indonesia.
Selain memberikan bantuan kepada pihak sekolah, Alumni SMPN 2 Medan Tahun 1993 juga memberikan sumbangan untuk korban bencana gempa dan Tsunami di Sulawesi, yaitu Palu, Donggana, dan Sigi. (ram)
ADITIA LAOLI/SUMUT POS
BERSAMA: Andre So bersama tim, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gunungsitoli Idanoi Sumardani Lombu foto bersama siswa-siswi.
ADITIA LAOLI/SUMUT POS BERSAMA: Andre So bersama tim, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gunungsitoli Idanoi Sumardani Lombu foto bersama siswa-siswi.
SUMUTPOS.CO – Dalam kurun dua tahun terakhir, Yayasan Indonesia Culture Center (ITCC) Surabaya telah memberangkatkan 380 mahasiswa untuk kuliah gratis di Tiongkok.
Yayasan yang didirikan mantan menteri BUMN Dahlan Iskan yang berkantor di Gedung Graha Pena, Surabaya, saat ini mencari calon mahasiswa sebanyak 500 orang di seluruh Nusantara, untuk diberangkatkan kuliah gratis pada tahun 2019 mendatang.
“Universitas Hubei ini tersedia 120 jurusan, adik-adik tinggal memilih mana yang disukai, uang kuliah dan pemondokan sampai tamat gratis”,ujar Koordinator ITCC Andre So, saat memaparkan program ITCC di SMA Negeri 1 Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, pada Rabu (3/10).
Dijelaskan Andre So, ITCC tidak melakukan seleksi bagi siswa yang tertarik untuk kuliah di Tiongkok. Namun syaratnya hanya mengumpulkan data akademik dan data pribadi. Hanya saja sebelum diberangkatkan ke Tiongkok dan Taiwan, para calon mahasiswa terlebih dahulu mendapat pembekalan bahasa Mandarin dan Inggris yang dilaksanakan di Surabaya. Namun biaya untuk pelatihan ditanggung oleh calon mahasiswa.
“Adik-adik tidak perlu mengikuti tes seleksi, datanya saja yang dikumpulkan dan mengisi formulir yang telah disediakan ITCC, setelahnya berangkat ke Surabaya untuk mengikuti pelatihan Bahasa Mandarin dan Inggris selama 10 bulan, baru diberangkatkan ke Tiongkok”, terang Andre.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gunungsitoli Idanoi, Sumardani Lombu menyambut baik program dari yayasan ITCC.
Menurutnya, para siswa bisa termotivasi untuk melanjutkan studinya kejenjang yang lebih tinggi.
“Program ini sangat baik, saya berharap dari SMA kita ini ada beberapa siswa yang mau melanjutkan kuliahnya di Tiongkok. Ini kan kesempatan buat mereka”, ucap Sumardani Lombu.
Peniman Gea siswa kelas XII jurusan IPA mengaku tertarik dengan program ITCC, karena mahasiswa sangat diringankan dari segi biaya serta kualifikasi jurusannya lengkap.
“Kita bisa leluasa memilih karena jurusannya lengkap, apalagi biaya kuliah dan pemondokan di China gratis, ini sangat membantu Pak. Saya jadi termotivasi untuk kuliah, padahal sebelumnya cita-cita saya ingin jadi tentara”, kata Peniman sambil senyum-senyum.
Selain berkunjung ke SMA Negeri 1 Gunungsitoli Idanoi, Andre So beserta tim juga mengunjungi SMK Swasta Harapan Sejahtera dan SMA Swasta Tomosa.
Andre So berharap setelah mengenalkan program ini, anak-anak di Kepulauan Nias punya wawasan internasional lebih serta dapat menguasai bahasa asing Mandarin sehingga nantinya bisa mendukung kepariwisataan di Kepulauan Nias.
Pria yang pernah mengecap pendidikan SMA dan Kuliah di Tiongkok ini juga berharap kepada Kepala Daerah bisa berkontribusi untuk membantu dalam hal meningkatkan sumber daya manusia di Kepulauan Nias, yakni dengan memberikan subsidi biaya para calon mahasiswa di luar biaya kuliah dan asrama. (mag-5/han)
ANTRE: Warga Kelurahan Brohol Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi terlihat sedang antre untuk mendapatkan gas ukuran 3 kg pada OP.
ANTRE: Warga Kelurahan Brohol Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi terlihat sedang antre untuk mendapatkan gas ukuran 3 kg pada OP.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas ukuran 3 Kg di wilayah Kota Tebingtinggi, Pemerintah Kota melalui Bagian Administrasi Perekonomian dan Pembangunan bersama PT Pertamina melakukan Operasi Pasar (OP) gas LPG ukuran 3 kg di lima kecamatan yang ada di Kota Tebingtinggi, Rabu (3/10).
Kabag Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kota Tebingtinggi Zahidin SPd mengatakan bahwa operasi pasar ini bekerjasama dengan PT Pertamina, dimana kita kembali melaksanakan operasi pasar gas melon ukuran 3 kg bersubsidi untuk kedua kalinya guna membantu masyarakat mengatasi kelangkaan gas 3 kg di Kota Tebingtinggi.
Menurutnya, operasi pasar dilaksanakan bekerjasama dengan Agen gas ukuran 3 kg yang ada di Kota Tebingtinggi yakni Deja Sentosa dan Maruli Gasindo. “OP dilaksanakan dalam dua hari sebanyak 5 LO di lima kecamatan dengan kelurahan,”jelas Zahidin.
OP yang dilaksanakan dimulai dari Kecamatan Bajenis meliputi Kelurahan Brohol, Kelurahan Teluk Karang dan Kelurahan Pelita. Kecamatan Padang Hilir meliputi Kelurahan Tambangan, Kelurahan Damar Sari dan Kelurahan Tambangan hulu. “Total semua jumlah tabung gas melon ukuran 3 kg yang di OP sebanyak 2.800 tabung,”paparnya.
Untuk Kecamatan Padang Hulu di Kelurahan Lubuk Baru, Kelurahan Pabatu, Kelurahan Padang Merbau. Sedangkan Kecamatan Rambutan di Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kelurahan Sri Padang dan Kelurahan Rantau Laban. Untuk Kecamatan Tebingtinggi Kota meliputi Kelurahan Rambung, Kelurahan Bandar Utama dan Kelurahan Pasar Baru.
Salah seorang pembeli warga masyarakat Kelurahan Brohol, Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi mengatakan OP ini sangat membantu masyarakat kurang mampu, dimana selama terjadi kelangkaan gas ukuran 3 kg harga ke masyarakat bisa mencapai Rp 25.000, sudah harganya mahal, untuk mendapatkan gas ukuran 3 kg pun susah.
Sedangkan harga di tingkat agen seperti OP hari ini, harganya hanya Rp 16.000 pertabung ukuran 3 kg. “Kalau terus ada gas dan harganya stabil, masyarakat pasti akan diam,”terangnya.
pran/sumut pos
DIABADIKAN:Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama Wakil Gubernur Musa Rajekshah pada acara Silaturahmi dan Diskusi dengan para Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Sumut, di aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (3/10).
pran/sumut pos DIABADIKAN:Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama Wakil Gubernur Musa Rajekshah pada acara Silaturahmi dan Diskusi dengan para Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Sumut, di aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (3/10).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah merangkul para rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sumut untuk mempercepat pembangunan di daerah ini.
“Sudah sejak lama ini saya rencanakan. Saya ingin bertemu dengan rektor se-Sumut. Meminta bantuan Bapak/Ibu sekalian, sebagai pemilik ilmu untuk membangun Sumut yang kita cintai ini,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi pada acara Silaturahmi dan Diskusi antara Gubernur Sumut dengan Para Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Sumut, di aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut,Rabu (3/10).
Edy Rahmayadi menyampaikan, bahwa selama ini jarang ada sinergi antara pemerintah dengan institusi perguruan tinggi. Padahal, perguruan tinggi merupakan sumber gagasan dan inovasi yang bisa dimanfaatkan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan.
“Saya pernah berbincang dengan Rektor Panca Budi. Skripsi yang dihasilkan di Sumut per tahun itu kira-kira 70.000 skripsi. Bayangkan, kalau 70.000 buah pikir itu kita aplikasikan, hebat sekali kita. Jangan cuma ditumpuk-tumpuk di gudang, tidak dibaca pula,” katanya.
Untuk itu, Edy mengimbau kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta yang hadir, agar kedepannya skripsi yang dikerjakan mahasiswa berkaitan lansung dengan permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat Sumut.
“Kemudian, mahasiswa-mahasiswa lulusan terbaik, top ten terbaik di universitas akan kita upayakan, bisa bekerja untuk kita. Entah melalui program magang atau yang lain, nanti kita rancang. Yang jelas, orang-orang cerdas harus kita hargai dan berdayakan,” tuturnya.
Kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi, Edy juga berpesan, agar tidak sungkan untuk memberi masukan kepada dirinya dan Wagub Musa Rajekshah.
Kata Edy, diskusi seperti ini diharapkan bisa berlangsung secara berkelanjutan dan rutin. Sehingga, tindak lanjut dari pembicaraan dan diskusi sebelumnya bisa dievaluasi pelaksanaannya.
“Kalau saya salah, tolong ingatkan dan kritik saya dan beri tahu saya apa yang benar. Sumut ini milik kita bersama, mari sama-sama kita berpikir untuk Sumut. Bantu kami Pemprov, Pemkab, dan Pemko. Jangan kita berjalan sendiri-sendiri,” pesannya.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Dian Armanto MPd MA MSc yang diwakili oleh Sekretaris LL Dikti Wilayah I Sumut Dr Mahriyuni Mhum menyampaikan, bahwa LL Dikti merasa tersanjung dan terhormat mendapatkan undangan dari Gubernur dan Wagub untuk berdiskusi, khususnya tentang kemajuan pendidikan tinggi di Sumut.
“Kami sangat berterima kasih karena kami merasa diperhatikan oleh Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur. Tentu saja, kami sangat bersedia untuk mendukung visi dan misi Sumut Bermartabat. Ada banyak hal yang bisa kami lakukan lewat bidang kami,” ungkapnya.
Rektor dan pimpinan perguruan tinggi yang hadir juga menyampaikan hal yang sama. Salah satunya disampaikan oleh Rektor UISU Prof Dr Ir Mhd Asaad MSi. “Kita patut mengapresiasi Gubernur Edy dan Wagub Musa yang telah berinisiatif membuka jalur komunikasi antara birokrasi dengan institusi perguruan tinggi. Dengan senang hati, saya sampaikan, kita mendukung dan bersedia menjadi mitra untuk mewujudkan Sumut Bermartabat,” ujar Asaad.
Kepada Gubernur, rektor dan pimpinan perguruan tinggi juga memberi masukan agar kedepannya Perguruan Tinggi, Dewan Riset Daerah, Dewan Pendidikan, Balitbang, Bappeda, disinergikan dan disatukan dengan kebutuhan Pemprov, Pemkab, dan Pemko. Bukan berjalan sendiri-sendiri.
Diskusi yang berlangsung lancar dan tertib tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan, di antaranya, perlu diadakannya pemetaan perguruan tinggi dari sisi potensi dan keunggulan masing-masing. Perguruan tinggi juga siap mendukung pengembagan pertanian, perikanan, UKM dan sektor lain di Sumut. Kemudian, perlu dibentuk forum rektor untuk memberi masukan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang ditindaklanjuti dengan pertemuan secara reguler.
Turut hadir dalam Silaturahmi dan Diskusi tersebut Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Effendy Pohan. (prn/han)
ist
SAKSIKAN: Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F Napitupulu menyaksikan penandatangan Deklarasi Damai Pemilu 2019 yang dihadiri Forkopimda, KPUD, Panwaslih dan beberapa caleg di Kabupaten Nias Selatan.
ist SAKSIKAN: Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F Napitupulu menyaksikan penandatangan Deklarasi Damai Pemilu 2019 yang dihadiri Forkopimda, KPUD, Panwaslih dan beberapa caleg di Kabupaten Nias Selatan.
NISEL,SUMUTPOS.CO – Menjelang Pemilihan Umum Tahun 2019, Polres Nias Selatan (Nisel) menggelar deklarasi damai di halaman Polres Nias Selatan, Rabu (3/10).
Deklarasi damai pemilihan umum tahun 2019 dilaksanakan bersama Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda), KPUD, Panwaslih dan beberapa calon anggota legislatif (caleg) Kabupaten Nias Selatan ini, ditandai dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Nasional Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan naskah deklarasi damai oleh Ketua DPRD Nisel yang diwakili Kariawan Bago.
Adapun enam poin deklarasi damai Pemilu tahun 2019 yang disepakati, yakni mewujudkan Pemilihan Umum 2019 yang berkualitas berazaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, damai serta menjunjung tinggi sportivitas dalam berkompetisi, serta mewujudkan harmonisasi dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Nias Selatan, baik sebelum, selama, dan sesudah Pemilu tahun 2019.
Selanjutnya, senantiasa tunduk dan patuh kepada peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan Pemilihan Umum tahun 2019, serta akan menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap kegiatan Pemilihan Umum tahun 2019 dan mengarahkan massa pendukung untuk menaati peraturan yang berlaku, menyelesaikan masalah yang terjadi sesuai peraturan serta menghindari segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan provokasi untuk meraih kemenangan, tidak melakukan praktek jual beli suara, manipulasi suara dan penyuapan kepada Pemilih dan Penyelenggara pemilihan dalam bentuk apapun, serta menghormati dan menerima hasil Pemilihan Umum tahun 2019.
Kapolres Nias Selatan, AKBP Faisal F Napitupulu, SIK MH mengatakan, dengan adanya deklarasi damai pemilu 2019 ini diharapkan semua pihak dapat mematuhi perundang-undangan Pemilu. “Kami pihak Polres Nias Selatan juga akan melakukan langkah-langkah Persuasif dan Preventif yaitu dengan melakukan kegiatan sambang ke Desa-Desa dan mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menciptakan situasi yang aman dalam pemilu Legislatif dan Presiden tahun 2019 mendatang,” ujar Faisal.
Selain itu, Faisal juga mengimbau kepada semua para calon anggota legislatif agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik seperti Kampanye hitam black campaign (kampanye hitam), menyebar berita bohong (hoax), menjelek-jelekkan pasangan calon lain, politik identitas, dan yang paling penting jangan merebut suara masyarakat dengan memberikan minuman keras, seperti mengajak masyarakat berkumpul dan menyediakan minuman keras. “Kita mendapat informasi ada beberapa orang calon anggota legislatif yang masih melakukan hal tersebut. Mengumpulkan masyarakat dan memberikan miniman keras. Ini akan menjadi perhatian kita bersama,” tegas Faisal.
Dihadapan Kapolres Nisel, para Pimpinan Parpol dan para Calon Legislatif juga menyampaikan sikap untuk mensukseskan Pemilu tahun 2019 yang damai dan berkualitas. (ala/han)