Triadi Wibowo/Sumut Pos_
Keluarga korban melihat daftar nama korban hilang di dermaga Tiga ras, Minggu (24/6)
Triadi Wibowo/Sumut Pos_ Keluarga korban melihat daftar nama korban hilang di dermaga Tiga ras, Minggu (24/6)
MEDAN-Dua tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba yang menyebabkan korban tewas dan ratusan penumpang dinyatakan hilang segera diadili.
“Berkas dua dari empat tersangka dinyatakan P21 (lengkap) dan layak untuk disidangkan,” ujar Kasubdit III/Umum Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) AKBP Maringan Simanjuntak.
Kedua tersangka adalah nakhoda sekaligus pemilik KM Sinar Bangun Poltak Saritua Sagala dan Kepala Pos (Kapos) Pelabuhan Simanindo Golpa F Putra.
“Dalam waktu dekat kedua tersangka ini akan kami serahkan ke jaksa,” sebutnya di Medan, Rabu, (5/9).Namun sejauh ini, lanjut Maringan, pihaknya masih melakukan koordinasi sebelum penyerahan kedua tersangka tersebut.
“Koordinasi dengan jaksa ini dilakukan untuk mengetahui di mana lokasi sidangnya sekaligus penyerahan tersangkanya, apakah di Medan atau Samosir,” tuturnya.
Disinggung mengenai berkas tersangka lainnya, Maringan menyebutkan sudah diserahkan ke jaksa. Namun awalnya berkas itu dikembalikan dengan alasan masih ada kekurangan.
“Saat ini berkasnya sudah kita serahkan kembali. Tapi apakah berkas itu nantinya P21 atau P19 (belum lengkap), kita masih menunggu. Kita harap berkas itu dapat P21 supaya tersangkanya bisa dikirim,” tandasnya.
Sebelumnya diketahui, keempat tersangka itu masing-masing nakhoda sekaligus pemilik kapal Poltak Soritua Sagala, Pegawai Honor Dishub Samosir anggota Kapos Pelabuhan Simanindo Karnilan Sitanggang, PNS Dinas Perhubungan Samosir Kapos Pelabuhan Simanindo Golpa F. Putra, serta Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Samosir Dishub Provsu Rihad Sitanggang.
Ditetapkannya nakhoda sekaligus pemilik KM Sinar Bangun sebagai tersangka, karena Poltak Soritua Sagala tidak memiliki izin berlayar, secara sengaja membiarkan kapal melebihi standart 45 penumpang, dan juga syarat kapal tidak boleh mengangkut kendaraan, sehingga akhirnya mengakibatkan kecelakaan dan korban meninggal.
Sedangkan untuk anggota Kapos Pelabuhan, tersangka Karnilan Sitanggang bertugas untuk mengatur masuknya penumpang, dan mengawasi kegiatan perkapalan.
BAKAL NIKAH: Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kanan), dikabarkan segera meminang Bripda Puput Nastiti Devi (kiri) menjadi istrinya.
BAKAL NIKAH: Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kanan), dikabarkan segera meminang Bripda Puput Nastiti Devi (kiri) menjadi istrinya.
JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dikabarkan segera meminang seorang polisi wanita (polwan) cantik, yang bertugas di Mabes Polri, menjadi istrinya. Pernikahan akan digelar Januari 2019.
Ahok dan polwan yang kabarnya bernama Bripda Puput Nastiti Devi itu, disebutkann
telah lama saling kenal. Ketika Ahok masih memimpin DKI Jakarta, Bripda Puput bertugas menjadi pengawal Veronica Tan, mantan istri Ahok yang baru bercerai beberapa bulan lalu.
Masih kabar yang beredar, polwan berusia 21 tahun yang sekarang bertugas di bagian Yanma Mabes Polri itu disebut kerap mengunjungi Ahok di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Bahkan, tak jarang polwan itu membawakan makanan ke Ahok yang kini berstatus duda dengan tiga anak.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, membenarkan soal kabar mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menikahi seorang Polwan. Pasangan itu dijodohkan oleh Djarot Siaful Hidayat, eks Wakil Gubernur DKI.
“Kalau mau married (menikah) iya,” kata Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (6/9).
Menurutnya, pernikahan itu akan dilangsungkan setelah Ahok menyelesaikan masa hukumannya di rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
Prasetio juga membenarkan bahwa calon istri Ahok itu merupakan mantan ajudan dari Veronica Tan dan berprofesi sebagai seorang Polwan. “Dia dulu mantan ajudan Bu Vero,” ujarnya.
Prasetio pun menyebut Ahok memang sudah kenal lama dengan mantan ajudan Vero yang saat ini disebutnya tengah bertugas di Polda Metro Jaya. Namun, sambungnya, Ahok mulai dekat dengan Polwan tersebut setelah resmi bercerai dengan Vero. Keputusan Ahok untuk menikah lagi pun baru dibuat setelah Ahok bercerai.
Bahkan, kata dia, Ahok juga pernah menceritakan keinginannya untuk mencari istri kepada Djarot Saiful Hidayat. “Dia ngobrol-ngobrol dengan Pak Djarot, ‘aku mau cari istri’. Mungkin pas lewat itu orang (Polwan), kamu yang bisa ngayomi orang Jawa. Orang apa? (Polwan) ini orang Nganjuk,” tuturnya.
Menurut Prasetio, Djarot lah yang kemudian menjodohkan Ahok dengan Polwan berinisial P tersebut. “Yang menjodohkan juga pak Djarot,” katanya.
Bahkan Ahok sudah sempat bertanya langsung kepada Polwan tersebut apakah mau menjadi istrinya. “Ahok bukan orang yang berbasis pacaran halus.
Dia langsung mengatakan seperti itu ‘Apakah kamu mau menjadi istri saya’ ke Polwan yang berinisial P,” papar Prasetyo.
Bahkan Prasetyo mengatakan seluruh keluarga Ahok sudah setuju dengan Polwan pilihannya. “Jadi kalau kita lihat dari semua keluarga sudah sepakatlah,” ucapnya.
Djarot Saiful Hidayat yang digadang-gadang menjadi mak comblang, akhirnya buka suara atas kisah cinta dari Mantan Bupati Belitung Timur, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tersebut.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini pun tidak menampik adanya hubungan serius antara Ahok dan Polisi berpangkat Bripda dengan inisial PND.
Bahkan, Djarot pun mengaku telah kenal dengan PND sehingga memberikan saran kepada Ahok.
“Benar itu, ya pasti seriuslah. (Mak comblang?) Nggaklah, (saya) cuma kasih kriteria saja,” tuturnya singkat, Kamis (6/9).
Ketika dikonfirmasi, atas kabar pernikahan yang akan dilangsungkan keduanya setelah Ahok menyelesaikan masa tahanannya. Djarot menyatakan tidak ada yang salah dengan hal tersebut. “Kalau mau nikah lagi kan wajar dan sah-sah saja,” ujarnya.
Salah seorang kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Teguh Samudera membenarkan kabar kliennya segera menikah. Teguh mengatakan, dia mendapat kabar tersebut saat bertemu langsung dengan Ahok di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/9) lalu.
Namun, soal siapa calon dan kapan pelaksanaannya, Ahok masih merahasiakannya. “Itu benar (kabar mau menikah), tapi dia tak menyebutkan siapa dan perkawinan kapan belum diberi tahu,” kata dia ketika dikonfirmasi, Kamis (6/9).
Menurut dia, Ahok merasa tak nyaman kalau mengungkap siapa calonnya di saat masih berada di balik jeruji besi. “Nantilah saatnya,” ujar Teguh menirukan ucapan Ahok.
Teguh pun mengaku tahu soal desas-desus sosok wanita yang akan dipinang Ahok. Namun, dia memastikan, Ahok tak menyebut sosok wanita yang akan dipinang. “Kemarin enggak diucapkan di depan saya, pokoknya intinya dia enggak mengucapkan,” tandas dia.
Harus Izin Atasan
Lantas, siapa sosok polwan yang bakal dinikahi Ahok? Hingga kini belum terungkap secara pasti ke publik. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto pun masih mencari tahu sosok polwan tersebut. “Saya juga lagi nyari nih, Puput yang mana,” kata dia di Mabes Polri, Kamis (6/9).
Kabar Ahok bakal menikahi Bripda Puput Nastiti Devi, diakui Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. Menurutnya, tidak masalah jika Ahok yang berstatus eks terpidana itu menikahi polwan.
“Narapidana itu bukan selamanya, kalau dia sudah dihukum ya sudah, jadi enggak dihukum seumur hidup,” kata Setyo di Mabes Polri, Kamis (6/9).
Setyo pun tak menampik jika Ahok dan Bripda Puput yang kini bertugas di Yanma Mabes Polri itu telah kenal lama. “Ya mungkin dia sudah kenal, katanya kan mantan ajudan Veronica (mantan istri Ahok),” imbuh Setyo.
Kabar pernikahan mantan Gubernur DKI Jakarta yang dijerat kasus penodaan agama itu dengan seorang polwan yang bertugas di Mabes Polri makin santer. Pernikahan disebutkan akan berlangsung pernikahan setelah Ahok bebas dari penjara.
Setyo mengatakan, dirinya sebagai salah seorang pejabat teras di Mabes Polri, masih mencari tahu sosok polwan yang kabarnya bernama Puput Nastiti Devi, bripda yang bakal dipinang Ahok itu. “Saya juga lagi nyari nih Puput yang mana,” kata dia di Mabes Polri, Kamis (6/9).
Ia menegaskan, sebagai anggota Polri, ada prosedur tersendiri yang harus dilalui Bripda Puput untuk bisa melaksanakan pernikahan. “Kalau dia mau nikah ada namanya sidang nikah. Nanti disidang sama atasannya, minta izin,” sambung dia.
Menurut jenderal bintang dua ini, Bripda Puput dan Ahok bisa batal menikah kalau atasan dari polwan tersebut tak mengizinkan. “Bisa (tidak mengizinkan), misalnya dia mau kawin sama suami orang, atau dia kawin sama istri orang. Dulu pernah ada junior saya dia baru lulus mau kawin sama perempuan yang umurnya 40 lebih. Itukan bedanya jauh banget, ya kami enggak izinkan,” urai Setyo.
Andai Bripda Puput dilarang menikah oleh atasannya dan tetap dilaksanakan, maka akan ada sanksi yang akan diberikan. “Ya ada sanksinya di Polri, misalnya dia mau kawin sama suami orang ya enggak boleh,” tegas dia.
Jika anggota Polri itu tetap berkukuh menikah meski sudah dilarang atasannya, Setyo menyebut, “Ya ada sanksinya di Polri”.
Bagai Disambar Petir
Terkait isu pernikahan itu, mantan anggota DPR RI Ruhut Sitompul mengaku terkejut saat mendengar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ingin menikah. Menurutnya, awal informasi Ahok itu ingin menikah berasal dari Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi.
“Aku kaget itu bagaikan petir di siang bolong. Jadi aku dengar itu waktu kami ada acara, tuan rumahnya Perindo, di kantornya,” kata Ruhut di Rumah Pemenangan Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (6/9).
Ruhut melanjutkan, Pras -sapaan Prasetio- bercerita bahwa Ahok akan bebas pada Januari 2019. Saat itu, Ruhut bicara soal hak potongan masa tahanan.
“Tetapi dia enggak mau ambil hak untuk keluar potong masa tahanan.
Dia mau selesai. Lalu Pras manggil dan bilang ‘dia keluar Januari mau nikah’,” kata Ruhut menirukan perkataan Pras.
Ruhut mengungkap, benih cinta Ahok tumbuh karena Puput kerap mengirimkan makanan saat Ahok di dalam sel Mako Brimob. “Dia yang melayani Ahok selama ini, seperti konsumsinya (makanan di penjara),” kata Ruhut.
Ruhut juga mengaku telah diperlihatkan foto calon istri Ahok oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. “Menurut kita semua, calon Ahok cantik. Cocoklah sama Ahok yang sekarang sudah tampil macho,” ujar Ruhut.
Kabar Ahok pengin nikah lagi cukup menyita perhatian publik beberapa hari ini. Selain karena sosok Ahok yang sering mengundang kontroversi, wanita yang akan dinikahi Ahok itu juga seorang polwan cantik.
Sebelumnya, kabar rencana pernikahan Ahok dengan seorang Polwan pertama muncul di sebuah media asing.
“Prioritas utama Purnama (Ahok) setelah keluar dari penjara adalah sesuatu yang pribadi, yaitu pernikahan dengan polwan yang sempat tertunda,” tulis Asia Times dalam artikel berjudul ‘Military minds aim to keep Widodo in power’ yang dipublis Selasa, 4 September 2018.
Dalam artikel itu juga disebutkan, polwan yang bakal dinikahi Ahok adalah mantan pengawal eks istrinya, Veronica Tan.
Di media sosial, banyak beredar foto wanita yang diduga adalah sosok Bripda Puput. Satu foto menunjukkan Veronica Tan bersama seorang ajudannya selagi masih mendampingi Ahok.
Akun Ari Prasetyo menjelaskan Bripda Puput berpose dalam pakaian hitam,berambut sepanjang bahu,dan parasnya terlihat cantik.
Wanita itu tampak punya kulit putih, beralis lebat, dan bibir tipis.
Bripda Puput disebut-sebut sebagai calon istri mantan Gubernur DKI Jakarta, Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Wanita yang disebut calon istri Ahok itu diketahui polwan berpangkat bripda.
“Ada satu foto lagi yg konon Srikandi Polwan yang baik dan cantik hatinya berambut sepanjang bahu, parasnya terlihat cantik.Bripda PND tampak punya kulit putih,beralis lebat,dan bibir tipis. Mohon doa restu.” begitulah pengakuan netizen pemilik akun @translatorbali.
Namun, kakak angkat dari Ahok, Nana Riwayatie membantah rumor rencana pernikahan adik angkatnya itu. Ahok, katanya, tengah sibuk menulis buku selama mendekam di penjara Markas Komando Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok.
“Pokoknya enggak ada rencana untuk menikah dengan siapapun. Boro-boro menikah, dia (Ahok) aja masih sibuk nulis buku,” kata Nana. (cuy/tan/jpnn/net)
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 8 rumah sakit (RS) di Medan yang terdaftar melayani pasien unregister (warga miskin tanpa identitas), belum menerima klaim pembayaran dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan sejak tahun 2016.
Karenanya, Dinkes diminta untuk segera membayarnya Adapun 8 rumah sakit tersebut yakni, RSUD Dr Pirngadi, RS Bina Kasih, RS Delima, RS Bhayangkara, RS Mitra Medika, RS Imelda, RS Royal Prima dan RS Bunda Thamrin. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang dilakukan Komisi B DPRD Medan, Kamis (6/9). Sayangnya, dalam RDP tersebut tidak dihadiri oleh pihak Dinkes Medan tanpa alasan yang jelas.
Menurut pengakuan pihak RS Delima, Desi Lindawati Samosir, pihaknya belum menerima klaim dari Dinkes Medan sejak tahun 2017 terkait pasien unregister. Padahal, sudah melakukan pergantian berkas berulang kali.
Sama halnya dengan perwakilan RS Mitra Medika dr Chairul Syahputra. Ia menyebut pihaknya juga mengalami kendala terkait belum ada pembayaran klaim. Pun begitu, tetap melayani penanganan pasien unregister.”Sejak tahun 2016 hingga sekarang belum ada pembayaran klaim. Kami juga mengeluhkan alur klaim yang rumit,” ujarnya tanpa merinci berapa jumlah tunggakan klaim dan hanya tahun 2017 saja sekitar Rp40 juta.
Tak jauh beda disampaikan perwakilan RS Imelda, Syahrul. Ia juga mengaku sejak tahun 2016 Dinkes Medan belum membayar klaim mereka. Keluhan hampir sama disampaikan dr Yoman mewakili RS Bhayangkara. Hingga saat ini, pihaknya melayani pasien tanpa identitas dengan menggunakan biaya hingga Rp70 juta. Sedangkan RSUD Dr Pirngadi Medan yang kini ada merawat 109 pasien, klaim belum dibayar pada tahun 2016 sebesar Rp778 juta lebih dan tahun 2017 Rp482 juta.
Mendengar pengakuan beberapa pihak rumah sakit, Ketua Komisi B DPRD Medan Rajuddin Sagala sangat menyesalkan.”Sangat kita sayangkan Dinas Kesehatan Medan yang lalai dan tidak bersedia membayar klaim rumah sakit. Untuk itu, patut dipertanyakan,” kata Rajuddin.
Diutarakan dia, pihak rumah sakit dituntut agar melayani pasien unregister dengan baik.
Namun, disisi lain klaim yang diajukan tidak dibayar dan tertunggak hingga bertahun-tahun. “Padahal DPRD dan Pemko Medan telah menganggarkan biaya sebesar Rp5 miliar APBD 2018 untuk menanggulangi pasien unregister. Tapi, kenapa kok bisa belum dibayarkan, kemana anggarannya,” tanya Rajuddin.
Ia mendesak kepada Dinkes Medan segera membayar klaim kepada pihak rumah sakit. “Ini demi peningkatan pelayanan pasien miskin. Kita minta Dinkes Medan segera membayar,” tegasnya. (ris/ila)
bambang/sumut pos
DIABADIKAN: dr Wendy Isman Sitepu anak bungsu Ngogesa.
bambang/sumut pos DIABADIKAN: dr Wendy Isman Sitepu anak bungsu Ngogesa.
LANGKAT-Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH bersama Ketua TP PKK Langkat Ny Hj Nuraidah Ngogesa, hadir pada acara wisuda Universitas Sumatera Utara (USU) lulusan Periode IV, Tahun Akademik 2017/2018, di Gedung Auditorium USU, Jum’at (31/8).
Kehadiran Bupati Langkat bersama istri untuk melihat anak bungsungnya dr Wendy Isman Sitepu, yang ikut wisuda, setelah sukses menyelesaikan program Pendidikan Profesi Dokter jenjang Setara Satu (S1).
H Ngogesa pada sela-sela acara mengucapkan rasa syhukur kepada Allah SWT, sebab menurutnya, keberhasilan anak bungsungnya menjadi salah satu wisudawan kedokteran USU dikarenakan karuania yang kuasa. “Saya dan istri sangat senang sekali sebab anak terakhir saya ini, sudah resmi menjadi dokter,” sebutnya.
Selanjutnya Bupati Langkat, sangat mengharapkan, agar ilmu kedokteran yang didapat anaknya dapat digunakan untuk melayani dan menolong masyarakat luas tanpa memandang status sosial, baik kaya atau miskin, baik muda atau pun tua, semuanya harus dibantu. “Sebelumnya saya juga sudah berpesan kepada dr Wendy agar ilmu kedokteranya digunakan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat,” tuturnya.
Pada acara wisuda itu, Bupati Langkat juga sempat menjelaskan, soal mengapa dirinya mendukungan penuh pada saat anaknya memilih untuk kulia di USU.
Katanya, tidak perlu meragukan kwaliltas USU. Sebab, USU adalah universitas yang telah banyak meraih prestasi. Baik ditingkat nasional maupun dikanca internasional. Kini pun USU telah masuk dalam daftar kampus terbaik ke 24 dari 25 Universitas terbaik di Indonesia pada kancah Asia Tenggara.
“Data ini berdasarkan penilaian lembaga akreditasi kampus-kampus di dunia, yaitu 4 International Colleges and Universities (4ICU) pada rilisan Januari 2018,” jelasnya.
dr Wendy Isman Sitepu pada kesempatan sama, mengucapkan syhukur kepada Allah. Dia juga mengucapakan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendoakannya, hingga dirinya mampu melulusakan program studinya. “Atas dukungan dan doanya, saya ucapkan terima kasih,” pungkasnya. (bam/azw)
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sebanyak 8 Siswa terpilih menjadi pemenang utama dari kegiatan Family Art Competitions yang diadakan Faber-Castell pada April 2018 lalu. Para siswa yang menang ini berhak memperoleh hadiah utama terbang ke Bangkok, Thailand dalam waktu dekat.
Adapun ke-8 siswa-siswi pemenang antara lain, Jericho Fernando asal SD WR Supratman 2 Medan, Ellena siswi SD Kristen Bina Kasih Jambi, Dyandra Hanif siswa SDIT Al Ittihad Pekanbaru, I Wayan Natha Wiryawan siswa SD Saraswati 6 Denpasar/Bali, Annisa Afifah H siswi SDN SN Pasar Lama 3 Banjarmasin, M Afif Syarifuddin siswa SD Muhammadiyah Kauman Yogyakarta, Sabrina Syahla siswi SDN Kertaya Surabaya dan Alia Faiza siswi SD Muhammadiyah 7 Bandung.
Product Manager Faber-Castell International Indonesia, Richard Penewelen mengungkapkan, dalam kompetisi lomba menggambar dan mewarnai anak tingkat sekolah dasar ini diikuti oleh 36.552 peserta yang berasal dari 32 kota di Indonesia. Kota Medan termasuk salah satunya dan juga menjadi pemenang terbang ke Bangkok.
“Setiap anak yang menjadi pemenang berhak terbang ke Bangkok yang akan didampingi satu orang tua/wali. Tentunya, hal ini menjadi momentum yang sangat baik bagi hubungan anak dan orang tua. Sebab, Faber-Castell mengajak orang tua berlibur berkat hadiah yang diperoleh dari kreativitas si anak,” ungkap Richard didampingi Staf Promosi Wilayah Sumbagut Faber-Castell, Niel Maruli Tua Situmorang usai penyerahan hadiah secara simbolis di SD WR Supratman 2 Medan, Senin (3/9).
Dijelaskan Richard, proses seleksi para pemenang ini diawali dari perlombaan di kota masing-masing. Selanjutnya, karya juara pertama setiap kota kembali diseleksi lagi hingga akhirnya ditetapkan ke-8 siswa-siswi tersebut.
“Ajang Family Art Competitions bertujuan untuk mendorong keterlibatan serta kerja sama antara orang tua dan anak. Mereka bersama-sama membuat prakarya dengan menggunakan produk connectorpen Faber-Castell di tengah maraknya digitalisasi media saat ini,” terangnya.
Richard menambahkan, melihat animo yang sangat tinggi dalam pelaksanaannya maka tahun ini akan kembali diadakan kegiatan yang serupa. Tentunya, dengan hadiah yang lebih meriah lagi.
Sementara, Bien dan Noveli selaku orang tua Jericho Fernando mengaku bangga atas prestasi yang diraih anak bungsu dari dua bersaudara ini. “Enggak menyangka memang anak saya menjadi juara, apalagi hadiahnya jalan-jalan ke Bangkok,” tuturnya sembari mengucapkan terima kasih kepada Faber-Castell.
Hal senada disampaikan oleh Kepala SD WR Supratman 2 Medan, T Jenny. “Tentu sangat bangga dengan prestasi Jericho Fernando karena peserta didik kami mampu bersaing dengan anak-anak lainnya. Namun jangan cepat merasa puas, karena diharapkan mengukir prestasi lainnya,” ujarnya. (ris/azw)
istimewa/sumut pos
JUARA: Difa Putri Ariani (tengah), berhasil menjadi pemenang pertama dalam ajang Miss Internet Indonesia Sumut 2018, didampingi juara Runner Up I Ayu Fitri Azhari (kanan) dan Runner Up II Evanjelia Gultom (kiri).
istimewa/sumut pos JUARA: Difa Putri Ariani (tengah), berhasil menjadi pemenang pertama dalam ajang Miss Internet Indonesia Sumut 2018, didampingi juara Runner Up I Ayu Fitri Azhari (kanan) dan Runner Up II Evanjelia Gultom (kiri).
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Ajang pencarian bakat Miss Internet Indonesia akhirnya menobatkan Difa Putri Ariani terpilih sebagai Miss Internet Indonesia 2018 Sumut. Sementara itu, untuk Runner Up I dan II, masing-masing diraih Ayu Fitri Azhari dari Universitas Medan Area dan Lidya Evanjelia Gultom dari Universitas Negeri Medan.
Difa yang berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Prima Indonesia nantinya akan menjadi wakil Sumut di tingkat nasional. Kemampuan acting dan penampilan Difa saat mepresentasikan terkait internet berhasil memukau juri dan hadirin yang memadati ruang Convention dan Hotel Santika Dyandra Premiere, pada acara final Pemilihan Miss Internet Indonesia 2018 – Sumatera Utara yang berlangsung pada, Rabu (4/9) malam.
Ketua Pengurus Wilayah Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Sumut selaku penyelenggara, Bambang Heru Wikjaksono mengatakan, pemilihan Miss Internet Indonesia bertujuan untuk mencari duta-duta yang akan mewakili dan membantu APJII dalam mensosialisasikan program-program APJII. Salah satunya adalah bagaimana bisa berinternet yang bersih, selektif dan aman atau yang disingkat Bersama.
“Marilah kita berinternet dengan secara dewasa, apapun yang kita buka, sharing, posting menjadi tanggungjawab kita sendiri. Perilaku kita di dunia maya menjadi gambaran kita di dunia nyata. Apalagi berlakunya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menjadi hukuman bagi orang yang menyalagunakan internet,” tambahnya.
Dalam acara tersebut hadir Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Sumut, H. Nouval Mahyar, SH, M.Hum. Nouval mengharapkan, agar Miss Internet Indonesia 2018 untuk wilayah Sumut mampu bersinergi dengan pemerintah provinsi Sumatera Utara dalam menyampaikan informasi. Baik itu yang menyangkut tentang budaya dan pembangunan di Sumut, Tak hanya melalui media sosial tapi juga sarana yang lain. Sehingga informasi tersebut bisa sampai dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Pemerintah Sumut berharap Miss Internet dapat bersinergi, ikut terlibat dan berkolaborasi pada program-program dalam mengedukasi masyarakat baik sosial, budaya, kerukunan beragama, cinta tanah air, bukan hanya masalah berinternet yang baik, sehat dan aman saja. Tetapi juga menyampaikan pesan-pesan pembangunan, sosial, moral, khususnya menyebarluaskan serta mensosiasikan penggunaan internet yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Nouval.
Ia mengatakan berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat perlu disinergikan dalam pembangunan nasional, khususnya pembangunan manusia seutuhnya lebih banyak dilakukan oleh masyarakat, stakeholeder, dan para pengusaha, sedangkan pemerintah sifatnya hanya mendorong.
Nouval juga berharap, pemilihan Miss Internet ini bukan sekedar seremonial dan bukan hanya bermanfaat bagi para pemenang dan asosiasi saja, tetapi diharapkan dapat mengambil peran, walaupun sekecil apapun untuk pembangunan Sumut,” ucap Nouval. (dvs/ila)
GUSMAN/SUMUT POS
ORASI:Mahasiswa yang tergabung dalam TWC berorasi meminta Polda Sumut untuk melakukan investigasi pencemaran limbah di Sungai DAM, Kabupaten Labura, Kamis (6/9).
GUSMAN/SUMUT POS ORASI:Mahasiswa yang tergabung dalam TWC berorasi meminta Polda Sumut untuk melakukan investigasi pencemaran limbah di Sungai DAM, Kabupaten Labura, Kamis (6/9).
MEDAN,SUMUTPOS.CO -Sekitar 20-an mahasiswa yang tergabung dalam Transparancy Wacth Center (TWC) berunjukrasa di Polda Sumut, Kamis (6/9). Mereka meminta agar kepolisian mengusut pencemaran lingkungan di sungai Dam pinggir kebun, Desa Bandar Selamat, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).
Koordinator aksi, Ahmad R Simatupang dalam orasinya mengatakan, agar Polda Sumut melakukan investigasi terhadap sungai yang telah dicemari PT Kencana Inti Perkasa (KIP).
Akibat tercemar, lanjut Ahmad, ikan-ikan yang ada di sungai bermatian. Kondisi sangat menganggu mata pencaharian masyarakat yang menangkap ikan di sungai tersebut.
“Selain itu, sungai juga digunakan masyarakat untuk mandi dan mencuci pakaian. Tapi karena tercemar, masyarakat kini sudah tidak bisa lagi menggunakannya,”terangnya.
Masih kata Ahmad dalam orasinya, tercemarnya sungai Dam dikarenakan PT KIP yang merupakan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) membuang limbahnya ke aliran sungai.
Pun begitu, pihak perusahan tidak pernah mengatasi persoalan pencemaran lingkungan yang sudah bertahun-tahun dirasakan masyarakat Desa Bandar Selamat.
“Kami juga meminta Bupati Labura agar menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk menutup PT KIP, dan mencopot Kepala Dinas Lingkungan Hidup Labura bila tidak tegas menangani persoalan limbah ini,” tandasnya.
Sementara itu, Perwakilan Kabid Humas Polda Sumut, Kompol Rudi Silaen mengaku pihaknya menampung aspirasi mahasiswa dan meneruskan ke Kapoldasu dan ke Ditreskrimsus. (man/han)
Fachril/sumut pos
KIOS: Para pekerja sedang menyelesaikan pembangunan 90 kios di lahan PT KAI Belawan yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Fachril/sumut pos KIOS: Para pekerja sedang menyelesaikan pembangunan 90 kios di lahan PT KAI Belawan yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Pembangunan 90 kios di lahan PT KAI Belawan, terus berlanjut. Meski tidak mengantongi izin, Pemko Medan hingga kini tak juga menindak pihak pengelola, yakni PT Jaya Agung Mutiara.
Dari amatan di lapangan, Kamis (6/9), para pekerja melakukan aktivitas mendirikann
bangunan di lahan BUMN itu, setelah sebulan berlangsungnya pembangunan, hingga kini papan izin proyek tidak terpampang di sekitar areal tersebut.
Ketua PAN Kota Medan HT Bahrumsyah mengaku kecewa dengan sikap bawahan Wali Kota Medan yang terkesan melindungi puluhan bungunan kios yang dibangun tanpa IMB.
“Bangunan itu sudah jelas tidak punya IMB namun sampai sekarang belum dibongkar. Ini bukti kalau bawahan Wali Kota mulai dari Kadis, camat hingga lurah sudah tidak taat, dengan atasan,” wakil rakyat akrab disapa Bahrum.
Dijelaskan anggota DPRD Medan ini, dalam beberapa kali pertemuan, Wali Kota berjanji akan akan menghentikan sekligus membongkar semua bangunan ruko dan kios yang dibangun di lahan PT KAI Belawan. “Wali Kota sudah berjaji akan menurunkan bawahannya untuk membongkar, janjinya itu sudah disampain kepada bawahannya. Namun sampai sekarang belum dilaksanakan,” ujarnya.
Wakil rakyat Dapil 2 ini, pembiaran bangunan ilegal itu, membuat wibawa Wali Kota Medan rendah, selain itu akan menimbulkan masalah bangunan tanpa IMB yang banyak berdiri di Kota Medan, khususnya Medan Bagian Utara. “Kalau begini pemasukan Pemko Medan dari restribusi IMB akan rendah. Jadi saya sangat berharap Wali Kota tegas dan jangan membiarkn anak buahny malas bekerja,” tegas Bahrum.
Camat Medan Belawan, Ahmad SP tetap mengakui, izin itu sudah keluar, karena sebelumnya pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi, dengan persyaratan yang sudah lengkap. “Mana mungkin alas hak perusahaan negara tidak ada, kemarin waktu pengajuan izin, rekomendasi dari saya lengkap, untuk lebih jelas mengenai izinnya, tanya ke dinas terkait. Karena rekomendasi sudah kita keluarkan,” kata Ahmad. (fac/ila)
Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) batal meminta keterangan terhadap Sekreta-ris DPRD (Sekwan) Medan Abdul Aziz, Kamis (6/9). Sebab, Abdul Aziz tak datang dipanggil.
Asistensi Ombudsman Sumut, Dearma Sinaga mengatakan keterangan Sekwan sangat dibutuhkan untuk menindaklanjuti laporan pengaduan Amiruddin yang mengaku dirugikan karena proses pergantian antar waktu (PAW) terhadap Parlaungan Simangunsong kepada dirinya tak kunjung dilakukan oleh Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung.
Padahal, pihak partai yakni Demokrat sendiri sudah melayangkan surat kepada DPRD Medan dan meminta agar segera dijalankan proses PAW tersebut hingga dilantik. “Kita memanggil yang bersangkutan karena mengetahui surat-menyurat di DPRD Medan. Kita ingin melihat mandeknya dimana, sehingga nanti kita tahu permasalahannya,” ungkap Dearma.
Diutarakan dia, alasan Abdul Aziz tidak dapat hadir karena mengikuti pertemuan di Balikpapan pada hari yang sama. “Dia (Abdul Aziz) tidak hadir sudah mengirimkan surat sebelumnya. Berdasarkan surat tersebut, yang bersangkutan harus mengikuti pertemuan Sekwan seluruh Indonesia di Balikpapan,” ujar Dearma.
Ia menambahkan, dikarenakan tidak hadir maka pihaknya menjadwalkan ulang dan akan segera mengirimkan surat. “Kita akan melakukan pemanggilan ulang dan secepatnya mengirim surat resmi. Direncanakan akan memanggil ulang minggu depan,” tukasnya.
Kepala Ombudsman Sumut Abyadi Siregar mengatakan, pemanggilan terhadap Sekwan sebagai tahap awal tindak lanjut laporan Amiruddin. Sebab, yang bersangkutan paling tahu soal administrasi di lembaga DPRD Medan.
“Klarifikasi atau keterangan yang akan diminta untuk menggali informasi tentang sejauh mana proses pengajuan PAW yang diajukan oleh DPC Partai Demokrat Medan. Apa betul surat itu tertahan di Ketua DPRD Medan (Henry Jhon Hutagulung)? Kemudian, kenapa sampai tertahan dan itu yang akan kita gali. Sebab, seharusnya tidak boleh tertahan dan kalau itu terjadi maka ada maladministrasi,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Amiruddin yang juga mantan Ketua DPRD Medan periode 2014-2019 melaporkan adanya dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh Henry Jhon Hutagalung pada Selasa (21/8) lalu kepada Ombudsman RI Perwakilan Sumut.
Dalam laporan pengaduannya, Amiruddin menyampaikan keluh kesahnya lantaran sudah 5 bulan lebih sejak surat DPC Partai Demokrat Medan masuk ke DPRD Medan, proses PAW kepada dirinya tidak juga dilakukan. “Saya menduga ada maladministrasi yang dilakukan oleh Ketua DPRD Medan, karena prosesnya sudah begitu lama tidak berjalan,” kata Amiruddin. (ris/ila)
Saya lupa. Ini kan ulang tahun ke 115 Harley Davidson. Makanya kok banyak touring. Di jalan-jalan di Amerika.
Saya memang harus lupa. Saya bukan pemilik motor besar. Saya hanya sering bergaul dengan HOC. Organisasi pemilik HD.
Di Indonesia klub itu lebih dikenal dengan HDCI. Ketuanya Anda pasti tahu: Nanan Soekarna. Letjen polisi. Mantan Wakapolri itu.
Kini saya juga lagi ‘tur’. Naik mobil. Untuk sebuah pekerjaan baru saya.
”Lho… Pak Dahlan ya….,” tegur pemilik HD itu.
Saya kaget. Saya ini kan lagi isi bensin. Di perbatasan antara Colorado dan Kansas. Di tengah padang gandum. Yang tak terpermanai luasnya.
Saya isi bensin di situ. Setelah sangat khawatir kehabisan bahan bakar. Setelah dua jam dari Denver. Lupa melihat indikator bensin: hampir kuning. Padahal tidak ada tanda-tanda akan ada kota di padang gandum ini.
Sambil membuka kaca saya terpana. Melihat dua HD memasuki pom bensin yang sama. Berhenti di dekat saya. Begitu membuka helm terlihat wajahnya: wajah Asia.
Mungkin dari Filipina. Mungkin dari Thailand. Mungkin dari Tiongkok selatan.
Tapi begitu menyapa saya, ketahuanlah: dari Indonesia.
Namanya: Ferdy Walewangko. Asal Manado. Tinggal di Jakarta. Pengusaha. Suplayer angkatan udara.
Saya tidak menyangka ketemu orang Indonesia. Di pedalaman Amerika yang paling dalam ini.
Maka saya ingat: HD berumur 115 tahun. Dirayakan dengan tour. Dimulai dari pabriknya: di Scranton, Pennsylvania. Naik ke Niagara, ke barat ke Toledo. Lalu ke Chigaco. Naik ke utara. Ke Milwaukee. Terus ke barat, ke Sioux City. Belok ke selatan: ke Sturgis dan Denver. Lalu ke timur: ke Kansas. Berarti satu rute dengan saya. Tadi pagi saya kan juga dari Denver.
Ferdy akan terus ke timur. Ke St Louis. Berarti masih sama dengan rute saya.
Begitu isi bensin saya berangkat dulu. Ferdy masih siap-siap. Membonceng putra ketiganya. Yang baru lulus dari UPH. Satu HD lagi adalah teman Ferdy. Bersama istri. Orang Malaysia. Yang tinggal di Jakarta.
Masuk ke highway I-70 saya mengurangi gas. Menunggu agar Ferdy menyalip saya. Untuk saya videokan. Diam-diam.
Wussss…. dua HD menyalip saya. Saya uber. Gila. Kecepatannya 150 km/jam. Anaknya sempat melambaikan tangan. Sekejap. Langsung hilang.
Ferdy menyalip saya di highway I-70 Amerika
Saya hanya sebentar ikut 150 km/jam. Segera kembali ke kecepatan normal saya: 130-140 km/jam. Highway I-70 ini memang mulus, lurus dan sepi.
Saya lihat HD milik Ferdy baru. Rodanya tiga. Model terkini: Trike the Glide. Yang diproduksi terbatas. Hanya 1.900 buah. Milik Ferdy adalah yang ke 915.
Harganya: 37 ribu dolar. Sekitar Rp 450 juta.
Saya terheran: bagaimana Ferdy kirim HD ke Amerika. Dikirim pakai kapal? Pakai pesawat?
Ternyata tidak. Ia baru beli. Di Amerika ini. Langsung dipakai. Ia akan menempuh jarak sekitar 9 ribu km. Dalam tur 25 hari ini.
Sama jauhnya dengan tur saya tiga bulan lalu. Dengan rute yang hampir sama. Kendaraannya yang berbeda.
”Saya sudah capek dengan dua roda. Ganti tiga roda,” kata Ferdy.
Tiap lima tahun ada tur seperti itu. Tahun ini sebenarnya dipusatkan di Praha, Ceko. Untuk mengenang berdirinya klub pemilik HD. Yang justru di Ceko terbentuk pertama. Yang kini sudah punya cabang di 450 kota. Dengan anggota lebih satu juta.
Mardawa setelah menjual HD-nya.
Beberapa teman saya ikut tour lima tahunan itu. Termasuk Mardawa. Alumni elektro ITB. Yang saya angkat jadi sekretaris perusahaan. Saat saya Dirut PLN. Mardawa punya dua HD.
Setelah saya pergi Mardawa pulang kampung ke Bali. Jadi pendeta Hindu. Ia tinggalkan gemerlap dunia. Ia tekuni agama. Ia jual HD-nya. (dahlan iskan)