Home Blog Page 5988

Narkoba Ibrahim Hongkong adalah Jenis Baru

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PAPARAN: Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong dihadirkan dalam paparan yang digelar BNN di Belawan, Kamis (23/8)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PAPARAN: Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong dihadirkan dalam
paparan yang digelar BNN di Belawan, Kamis (23/8)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah memeriksa barang bukti sabu-sabu dan ekstasi yang diamankan dalam kasus yang melibatkan anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara, Ibrahim alias Hongkong.

Dalam peristiwa itu BNN menyita barang bukti diduga 105 kilogram sabu, dan 30 ribu butir ekstasi berlogo mahkota atau crown warna biru.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal (Irjen) Arman Depari mengatakan barang bukti tersebut sudah diperiksa di Laboratorium BNN.

Alhasil, kata Arman, dari pemeriksaan satu bungkus sampel seberat 1 kilogram sabu-sabu tersebut terdapat jenis sabu Blue Eyes yang kandungan kemurnian mendekati 100 persen.

“Kualitas sangat sangat baik KW1,” kata Arman, Kamis (6/9).

Tidak cuma itu, BNN juga memeriksa sampel diduga ekstasi. Arman menjelaskan, dari sampel yang diperiksa itu menunjukkan bahwa 30 ribu butir yang disita adalah narkoba jenis baru yang mengandung panthylon dicampur dengan cafeine. “Jenis ini baru pertama ditemukan di Indonesia,” tegasnya.

Arman menjelaskan berdasar literatur dan pengalaman lapangan, dua temuan hasil pemeriksaan di atas baik sabu dan ekstasi tersebut adalah jenis yang “lebih kuat atau lebih enak” untuk para pemakai atau pengguna.

“Namun, mempunyai efek samping insomnia, midriasis, agitasi, paranoid sampai kematian,” kata Arman.

Jenderal bintang dua itu menyatakan kasus narkoba dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPUU) yang melibatkan Ibrahim alias Hongkong dan kawan-kawan sampai saat ini masih dikembangkan. (boy/jpnn)

Tiga Siswi SMP Tewas Tenggelam di Danau Toba

Tiga pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) tewas tenggelam saat berenang di Danau Toba, Rabu (5/9 Rabu (5/9).
Tiga pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) tewas tenggelam saat berenang di Danau Toba, Rabu (5/9 Rabu (5/9).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Musibah kembali terjadi di Danau Toba persisnya di Pintu Batu, Desa Rianiate, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Tiga pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) tewas tenggelam saat berenang di sana, Rabu (5/9 Rabu (5/9).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga pelajar yang tenggelam keseluruhannya perempuan dan merupakan warga sekitar lokasi pantai.

Adapun identitas mereka masing-masing, Esra Lumbanbatu, Depi Marbun dan Sritety Simbolon.

Mereka adalah warga sekitar lokasi pantai.

Begitu mendengar kabar ada pelajar yang tenggelam, warga bersama Polres Samosir, BPBD dan Tim SAR langsung melakukan pencarian. Jasad ketiganya berhasil dievakuasi.

“Ketiga pelajar itu tenggelam di kawasan Pintu Batu, Desa Rianiate, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Korban diketahui tenggelam Rabu sore,” ucap Koordinator SAR Danau Toba Torang M Hutahaean.

Dugaan sementara, ketiganya hanyut lantaran tidak bisa berenang.

“Ketiga korban diduga tidak begitu bisa berenang. Sehingga mereka tenggelam,” kata Torang.

Ketiga pelajar itu mandi di Danau Toba setelah kerja kelompok. Namun nahasnya, tiga pelajar tersebut tidak bisa berenang sehingga tenggelam. Diduga mereka terbawa arus.

“Jasad korban sudah disemayamkan di rumah duka,” tukasnya. (fir)

Nakhoda KM Sinar Bangun dan Kapos Simanindo Segera Disidang

rekonstruksi: Ditreskrimum Polda Sumut menggelar rekonstruksi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (10/8) siang.
rekonstruksi:
Ditreskrimum Polda Sumut menggelar rekonstruksi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (10/8) siang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba yang menyebabkan ratusan penumpang dinyatakan hilang segera diadili.

“Berkas dua dari empat tersangka dinyatakan P21 (lengkap) dan layak untuk disidangkan,” ujar Kasubdit III/Umum Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) AKBP Maringan Simanjuntak seperti dilansir Pojoksatu (Jawa Pos Group) hari ini.

Kedua tersangka adalah nakhoda sekaligus pemilik KM Sinar Bangun Poltak Saritua Sagala dan Kepala Pos (Kapos) Pelabuhan Simanindo Golpa F Putra.

“Dalam waktu dekat kedua tersangka ini akan kami serahkan ke jaksa,” sebutnya di Medan, Rabu, (5/9/2018).

Namun sejauh ini, Maringan mengaku pihaknya masih melakukan koordinasi sebelum penyerahan kedua tersangka tersebut.

“Koordinasi dengan jaksa ini dilakukan untuk mengetahui di mana lokasi sidangnya sekaligus penyerahan tersangkanya, apakah di Medan atau Samosir,” tuturnya.

Disinggung mengenai berkas tersangka lainya, Maringan menyebutkan sudah diserahkan ke jaksa. Namun awalnya berkas itu dikembalikan dengan alasan masih ada kekurangan.

“Saat ini berkasnya sudah kita serahkan kembali. Tapi apakah berkas itu nantinya P21 atau P19 (belum lengkap), kita masih menunggu. Kita harap berkas itu dapat P21 supaya tersangkanya bisa dikirim,” tandasnya.

Diketahui, keempat tersangka itu masing-masing nakhoda sekaligus pemilik kapal Poltak Soritua Sagala, Pegawai Honor Dishub Samosir anggota Kapos Pelabuhan Simanindo Karnilan Sitanggang, PNS Dinas Perhubungan Samosir Kapos Pelabuhan Simanindo Golpa F. Putra, serta Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Samosir Dishub Provsu Rihad Sitanggang.

Ditetapkannya nakhoda sekaligus pemilik KM Sinar Bangun sebagai tersangka, karena Poltak Soritua Sagala tidak memiliki izin berlayar, secara sengaja membiarkan kapal melebihi standart 45 penumpang, dan juga syarat kapal tidak boleh mengangkut kendaraan, sehingga akhirnya mengakibatkan kecelakaan dan korban meninggal.

Sedangkan untuk anggota Kapos pelabuhan, tersangka Karnilan Sitanggang memiliki tugas untuk mengatur masuknya penumpang, dan mengawasi kegiatan perkapalan.

Sementara itu, untuk tersangka Golpa F Putra yang merupakan Kapos Pelabuhan Simanindo mempunyai tugas mengatur keluar masuk penumpang dan mengutip retribusi. Tapi Faktanya yang bersangkutan meninggalkan tugasnya.

Begitu juga Kabid ASDP, memiliki tugas mengawasi seluruh kegiatan Kapos di Samosir kemudian sebagai penanggungjawab seluruh kegiatan Pelabuhan Samosir.

Tapi faktanya dia tidak mengelola sesuai yang ditentukan, dan masih membiarkan kapal tradisional membawa kendaraan roda dua, yang mana hal tersebut dilarang, serta membiarkan kapal kelebihan kapasitas dan berlayar tanpa surat izin. (fir)

Kadis Kominfo Tapsel dan Staf KPU Paluta Ditangkap Polisi

Para tersangka judi ketika digiring ke Mapolres Kota Padangsidimpuan
Para tersangka judi ketika digiring ke Mapolres Kota Padangsidimpuan.

PADANGSIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas komunikasi Dan Informasi (Kadis Kominfo) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), RH, ditangkap polisi tadi malam.

Dia ditangkap bersama IB, staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta).

Mereka ditangkap lantaran bermain judi di warung milik Andika di jalan Sutan Soripada Mulia, Gang Anggrek, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.

Kapolres Padang Sidimpuan, AKBP Hilman Wijaya, membenarkan penangkapan tersebut. “Iya tadi malam, mereka diamankan karena dipergoki sedang main judi,” ujarnya, Kamis (6/9/2018).

Hilman menjelaskan keduanya ditangkap bersama tiga rekan mereka yakni RJH, BY dan ARH. “Dari tangan tersangka, anggota yang menangkap menyita barang bukti kartu merk King Fish 108 lembar dan uang tunai Rp 613.000,” bebernya.

Menurut Kapolres, penangkapan itu berawal ketika Satgas Patmorsus mendapat informasi dari masyarakat bahwa di tempat itu sedang berlangsung permainan judi. Selanjutnya, tim langsung berkoordinasi dan menuju ke lokasi.

Setelah dilakulan penyelidikan di lokasi, ternyata pelaku sedang bermain judi. Kemudian, Tim Patmorsus mengamankan mereka. Selanjutnya, para pelaku langsung dibawa ke Mapolres Kota Padangsidimpuan.

“Saat ini sudah dibawa ke Mapolres untuk dilakukan penyelidikan selanjutnya,” imbuhnya

Selain itu, Tim Satgas Patmorsus juga menangkap lima orang pelaku judi ludo king lainnya. Para pelaku ludo king diketahui berinisial KFD, SS, SYS, IB dan AN.

“Dari tangan mereka diamankan barang bukti uang Rp 170 ribu dan 37 buah kartu dan satu unit ponsel android merk Samsung J2,” pungkasnya. (jpg)

Menangis, Merry Purba Merasa Dikorbankan

istimewa DIPERIKSA: Hakim Adhoc PN Medan Merry Purba menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Rabu (5/9).
istimewa
DIPERIKSA: Hakim Adhoc PN Medan Merry Purba menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Rabu (5/9).

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Merry Purba tak bisa menahan tangis saat kembali menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (5/9). Merry Purba menangis tersedu-sedu dan mengaku telah ‘dipingpong’ penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Hakim Ad hoc PN Medan itu sebelumnya datang memenuhi panggilan pemeriksaan KPK sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun, selang beberapa puluh menit kemudian, Merry keluar. Ia diantar kembali ke Rutan sekitar 11.31 WIB. Pemeriksaan berlangsung sebentar, karena diberitahukan bahwa sedang ada perubahan nomor surat penyidikan dan akan diperiksa ulang pada pukul 13.00 WIB.

“Kemudian, saya dikembalikan di Rutan. Sesampainya belum setengah jam, saya dikabarkan akan diperiksa di gedung sebelah. Dikabarkan sudah ada penyidik. Tadi kan informasinya jam 1 saya diperiksa,” ujarnya kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/9).

Merry tiba lagi di Gedung KPK sekitar pukul 13.06 WIB. Sebelum masuk gedung, ia curhat pada awak media bahwa telah dipingpong. “Jadi saya makan cuma 2-3 sendok nasi. Udah itu datang lagi perintah dari petugas, ini penyidik sudah nunggu. Ini kenapa kok bisa salah-salah begitu,” tambahnya.

Merry mengatakan, sesaat sebelum dibawa kembali ke Gedung KPK, ia diminta oleh seorang penyidik KPK berinisial Boy untuk merubah terlebih dahulu nomor Berita Acara Pernyataan sebelum diperiksa ulang. “Boleh Bu, dirombak dulu ada sedikit kesalahan dari nomor Berita Acara Pernyataan,” cerita Merry sambil menagis tersedu-sedu.

Lantas, dengan kejadian ini, Merry mengaku perlu pendampingan pengacara. “Saya mohon supaya saya didampingi kuasa hukum,” imbuh Merry sebelum masuk Gedung KPK.

Terkait kasus yang menjeratnya, Merry berdalih tak mengetahui perkara dugaan suap yang dituduhkan kepadanya. “Saya mau terbuka, ada apa di balik ini? Saya hampir stres beberapa hari di situ,” ujar Merry sembari menangis.

Merry yang menjadi anggota majelis hakim perkara Tamin merasa ada sesuatu di balik penetapan tersangka dirinya. Dia berkilah tak mengerti soal uang dari Tamin. “Saya enggak tahu ini semua. Tolong berkata jujur, jangan korbankan, mentang-mentang saya ini hakim ad hoc, tidak ada pembela di Mahkamah Agung,” katanya.

Merry juga mengatakan, pihak yang ditangkap tangan oleh KPK adalah panitera pengganti PN Medan Helpandi. Dia mengklaim dijebak sehingga seakan-akan ikut menerima uang suap dari Direktur PT Erni Putra Terari, Tamin Sukardi.

Ia mengaku tak pernah menerima uang sepeser pun terkait perkara Tamin yang ditanganinya itu. Bahkan, kata Merry, uang yang ditemukan di ruang kerjanya merupakan uang yang sengaja diletakan oleh seseorang. “Kalau pun ada keberadaan uang di meja saya, kata mereka ya, saya tidak tahu. Meja saya itu selalu terbuka, dan tidak pernah tertutup dan saya tidak pernah menerima apapun,” ujarnya.

“Makanya saya berkesimpulan, mohon supaya diambil sidik jari siapa yang menerima uang itu dan siapa yang menempatkan uang itu di meja saya,” kata Merry melanjutkan.

Merry pun meminta kepada Marsuddin Nainggolan dan Wahyu Prasetyo Wibowo untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Dia kembali menegaskan tak mengetahui perkara suap yang menjerat dirinya tersebut. “Saya bukan pemain, saya tidak tahu apa ini semua, coba berpikirlah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Merry meminta maaf kepada MA, keluarga, kerabat serta seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menjeratnya. Menurutnya, keluarga hingga seluruh masyarakat sudah mengetahui bahwa dirinya ditangkap oleh KPK.

Diketahui, Merry merupakan satu dari empat tersangka kasus suap terhadap PN Medan yang tengah ditangani KPK. Empat tersangka itu yakni, Helpandi, Merry Purba, Tamin Sukardi selaku pihak swasta, dan Hadi Setiawan yang merupakan orang kepercayaan Tamin.

Merry diduga menerima uang sebesar 280 ribu dolar Singapura dari Tamin. Uang suap tersebut diberikan secara dua tahap melalui dua orang perantara. Pemberian tahap pertama dilakukan pada 24 Agustus 2018 di Hotel JW Marriot Medan sebesar 150 ribu dolar Singapura melalui perantara Helpandi dan Hadi Setiawan.

Kemudian, untuk pemberian kedua sebesar 130 ribu dolar Singapura yang diduga akan diberikan kepada Merry oleh Helpandi pada 28 Agustus 2018 di PN Medan. Namun, saat sedang transaksi, KPK keburu melakukan OTT.

KPK menduga uang tersebut diberikan oleh Tamin kepada Merry untuk mempengaruhi putusan perkara kasus korupsi penjualan tanah berstatus aset negara yang menjerat Tamin. Karena dalam putusan yang dibacakan pada 27 Agustus 2018, Merry berpendapat, dakwaan tidak terbukti sehingga majelis hakim berbeda pendapat (dissenting opinion).

Dan Tamin divonis 6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 132 miliar. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 10 tahun pidana penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp132 miliar.

Hadi Jadi Pintu Masuk KPK
Sementara, penyerahan diri Hadi Setiawan, orang kepercayaan Tamin Sukardi kepada KPK dianggap bisa menjadi pintu masuk bagi KPK untuk mengungkap dan membongkar sejumlah kasus mafia peradilan yang kemungkinan dilakoni Tamin Sukardi.

“Ya bisa saja ini (menyerahnya Hadi) pintu masuk untuk membongkar kasus lain, tapi bisa juga tangan kanan Tamin Sukardi itu malah menutup akses KPK untuk membongkar kasus lainnya. Tinggal kemauan dan kejelian penyidik KPK untuk hal ini,” kata pengamat hukum Julheri Sinaga ketika diwawancarai Sumut Pos, Rabu (5/9).

Apalagi, baru-baru ini kuasa hukum salah satu warga pemilik lahan pembangunan jalan Tol Medan-Binjai Seksi I Tanjungmulia, mengadukan indikasi permainan perkara konsinyasi (ganti rugi) ke KPK.

Menanggapi itu, Julheri mengatakan, bila memang ada indikasi KKN di perkara konsinyasi itu, harapannya pelapor memberikan bukti-bukti otentik agar KPK bisa bekerja. “Karena pada dasarnya semuanya harus sesuai data dan fakta. Karena langit pun bisa kita klaim milik kita. Jangan sampai laporan itu malah menjadi fitnah,” katanya.

Menurutnya, penegakan hukum di Sumut masih jauh dari kata baik. Hal ini terbukti dari tingginya intensitas KPK ‘main’ di Sumut. “Kalau saya bilang masih jauh panggang dari api. Buktinya begitu seringnya KPK datang ke sini untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan hukum yang mandeg. Buktinya jelas kan, berapa banyak anggota dewan yang terjaring KPK, kemudian berapa banyak kepala daerah yang diangkut KPK,” ungkapnya.

Sehingga dia berharap, dengan kasus OTTHakim PN Medan kemarin dapat mengubah wajah penegakan hukum di Sumut. “Setidaknya itu harapan kita, bukan tidak mungkin bakal terungkap perkara KKN dalam penegakam hukum lain yang mungkin terjadi,” pungkasnya. (dvs)

Jamaah Haji Asal Labusel Wafat

Info haji
Info haji

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Jumlah jemaah haji asal Sumatera Utara yang meninggal di Tanah Suci kembali bertambah. Hal itu terjadi setelah Tugino Zakaria Abdullah Bin Zakaria dari Labuhanbatu Selatan, wafat pada Rabu (5/09) sekitar pukul 04.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Tugino yang sudah berusia 60 tahun tersebut tergabung dalam Kloter 19/MES manifest 366. Orang tua yang beralamat di Suberjo Pribun C Asam Jawa, Kotapinang, Labuhanbatu Selatan tersebut meninggal dunia di Makkah. “Tugino wafat disebabkan Respiratory Diseases,” ujar Kabid Dokumen Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan Eri Nofa, Rabu (5/9).

Dijelaskan, meninggalnya Tugino menambah daftar jemaah haji asal Sumut yang wafat di Tanah Suci. Hingga Rabu (5/09), jemaah haji Embarkasi Medan yang wafat di tanah suci berjumlah 13 orang. Rinciannya, dari Asahan 1 orang, Tebing Tinggi 1 orang, Madina 1 orang, Medan 3 orang, Langkat 1 orang, Simalungun 1 orang, Labuhanbatu Utara 1 orang, Padang Lawas 2 orang, Tanjung Balai 1 orang dan Labuhanbatu Selatan 1 orang. (ain)

Evaluasi Kinerja OPD dan BUMD

EVALUASI
EVALUASI

DPRD Sumut mengharapkan, kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah menunjukkan keseriusan dalam mengelola Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Khususnya meningkatkan kinerja seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar, Muchrid Nasution meminta agar gubernur dan wakil gubernur yang baru dilantik tersebut, segera mengevaluasi semua perangkat yang ada dan dinilai kurang efektif dalam menjalankan kerja-kerja pembangunan. “Kita minta ada upaya evaluasi seluruh OPD yang mungkin selama ini kurang maksimal bekerja. Apalagi untuk BUMD, bagaimana kita bisa menghasilkan PAD yang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan,” sebutnya.

Dirinya yakin dengan kemampuan Edy Rahmayadi yang berlatar belakang militer serta Musa Rajekshah, seorang pengusaha energik pecinta olahraga, akan mampu membawa dan mewujudkan harapan masyarakat demi kesejahteraan seluruh rakyat.

Sementara Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman yang juga hadir pada pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut terpilih ini, menyampaikan bahwa kepemimpinan pasangan ini diharapakan menjawab apa yang selama ini diidamkan rakyat Sumatera Utara.

Bagaimana provinsi dengan jumlah 33 kabupaten/kotanya, menjadi daerah yang berdaya saing tinggi.“Rakyat Sumut mengucapkan selamat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara yang terpilih. Semoga apa yang dicita-citakan pendahulu kita itu bisa diwujudkan,” ujar Wagirin, Rabu (5/9).

Menurutnya, potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya Manusia (SDM) di Sumut cukup banyak bila digali dan mampu dikelola sedemikian rupa. Seluruh pihak terkait katanya, harus berperan dan bertanggungjawab terhadap tugas dan fungsinya, yang bermuara pada kesejahteraan rakyat. Sebab pembangunan yang berlangsung selama ini, mengarah pada upaya menyejahterakan masyarakat. “Posisi ini harus dikoordinasikan dengan baik, agar tidak ada kesan bekerja sendiri-sendiri,” katanya.

Koordinasi dimaksudkan Wagirin yakni antara pemerintah provinsi (Pemprov) dengan pemerintah kabupaten/kota, antara Pemprov dengan perangkat daerah, serta dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut. “Artinya ada semacam tanggungjawab antara seluruh elemen baik pemerintah, tokoh masyarakat, elemen masyarakat, legislatif. Semua bersatu dan saling mendukung upaya percepatan pembangunan,” katanya.

Buktikan Janji Kampanye
Sementara, pengamat hukum dan pemerintahan dari UMSU Rio Affandi Siregar mengatakan, harapan masyarakat kepada Edy-Ijeck cukup besar. Pertama katanya, bagaimana pemimpin baru menciptakan Sumatera Utara yang bersih dari korupsi. Hal ini mengingat dua pemimpin sebelumya harus tersangkut masalah hukum dan berhadapan dengan KPK.

“Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang baru ini harus benar-benar menjalankan janji kampanye mereka. Tentu jangan sampai hanya menjadi isapan jempol semata. Apalagi kondisi bangsa saat ini sedang sulit,” ujar Rio, Rabu (5/9).

Secara Nasional, kata Rio, kondisi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang mencapai Rp15ribu, akan sangat terasa di masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah. Meskipun sekarang dampaknya belum begitu terlihat, namun dalam jangka panjang, akan mengakibatkan ekonomi rakyat melemah.

Dirinya juga melihat secara angka persentase hasil Pilgub Juni lalu, pilihan kepada Edy-Ijeck mengisyaratkan bahwa masyarakat berharap banyak kepada pasangan ini untuk membawa perbaikan yang selama ini belum terasa banyak memberikan manfaat bagi warga di 33 kabupaten/kota.

“Perbaikan ekonomi sangat penting di kondisi sekarang ini. Kuncinya adalah memberikan jaminan seperti keamanan, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja yang juga akan memperbaiki iklim investasi. Dengan begitu kesejahteraan akan tercapai dan kondisi ekonomi rakyat semakin membaik,” sebutnya.

Dirinya juga berharap amanah rakyat tidak disia-siakan. Karena itu, upaya terobosan seperti mengubah sistem dan kultur pelayanan pemerintah ke masyarakat yang masih dinilai menyulitkan, menghapuskan praktek pungli, hingga kenakalan birokrasi yang sudah jadi rahasia umum.

“Sosok keduanya cukup efektif jika dikolaborasikan. Maka ekspektasi masyarakat kepada Edy-Ijeck ini cukup besar. Wajah Sumut yang kurang baik selama ini harus diubah, sehingga berita tentang provinsi ini di berbagai media, tak lagi diisi hal negatif,” sebutnya. (bal)

ACT Sumut Gandeng Sumut Pos

_ BERSAMA: Head Office ACT Sumut Ronio Romantika bersama tiga tim Sumut Pos.
_
BERSAMA: Head Office ACT Sumut Ronio Romantika bersama tiga tim Sumut Pos.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Utara, mengajak Sumut Pos berkolaborasi, menggalang bantuan untuk korban gempa di Lombok. Hal tersebut disampaikan Head Office ACT Sumatera Utara, Ronio Romantika saat mengunjungi kantor Redaksi Harian Sumut Pos di Lantai 3 Gedung Graha Pena, Jalan Sisingamangaraja KM 8,5, Medan Amplas, Rabu (5/9) siang.

“Melalui Sumut Pos semakin banyak orang tahu untuk membantu Lombok. Semakin banyak orang berkolaborasi, semakin banyak orang di Lombok yang terbantu,” ungkapnya.

Dijelaskan Ronio, sejak 29 Juli 2018 hingga kini, Lombok telah diguncang gempa bumi ribuan kali. Sebanyak 515 orang meninggal dunia, 7.773 orang luka-luka dan 417.529 orang terpaksa mengungsi  karena tercatat 73.799 rumah, rusak. Selain itu, 859 sekolah serta 608 tempat ibadah rusak.

“Oleh karena itu, Tim ACT terus bergerak membantu korban. Evakuasi, pendataan korban dan membangun 36 unit posko telah kita lakukan. Selain itu, kita sudah membangun dapur umum, memberikan pelayanan kesehatan dan trauma heling kepada anak-anak,” lanjutnya.

Kata Ronio, penanggulangan gempa bumi Lombok ada 3 tahap, yakni Emergency yaitu rescue, relief, medis dan trauma healing. Kemudian Recovery yaitu hunian sementara (shelter), MCK darurat, Masjid darurat, Sekolah darurat dan sumur. Selanjutnya, Reconstruction yaitu pembangunan fisik Masjid, Sekolah dan Puskesmas serta pembangunan sosial ekonomi yaitu lumbung pangan dan lumbung ternak masyarakat, pasar, pesantren, beasiswa dan beaguru.

“Untuk menggalang bantuan itu, kita sudah melaksanakan berbagai upaya melalui sejumlah program. Sejumlah conter penerimaan bantuan kita buat di beberapa Masjid, Hotel, Mall dan pusat keramaian lainnya. Saat ini, juga sedang melaksanakan program di Merdeka Walk mulai 3 September sampai 7 September mendatang. Untuk bantuan yang sudah kita kirimkan, kemarin ada mencapai Rp2 miliar, hasil penggalangan 2 pekan, “ ujar Ronio mengakhiri.

Menyikapi ajakan ACT tersebut, Manajer Pemasaran Iklan dan EO Harian Sumut Pos, Hirzan dan Manajer Advetorial dan Inforial Harian Sumut Pos, Asih Astuti mengaku menyambut baik. Program ACT dinilai sangat positif. Namun, keputusan kerja sama terlebih dahulu dibicarakan dengan Pimpinan Sumut Pos. (ain)

Ijeck Ngaku Nervous

SALAM KOMADO Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah salam komando usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (5/9).
SALAM KOMADO:
Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah salam komando usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (5/9).

JAKARTA,SUMUTPOS.CO- WAKIL Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah mengaku nervous saat pelantikan di Istana Negara, Rabu (5/9). Suasana hening dan khidmat di ruang pelantikan, diakuinya membuat ia sedikit tegang dan gugup waktu itu.

“Suasananya itukan hening, fokus. Lalu semua mata tertuju melihat kita. Ditambah lagi di hadapan kita adalah pimpinann negara. Jadi memang saya sedikit nervous,” aku pria yang akrab disapa Ijeck kepada Sumut Pos, usai pelantikan di Jakarta, kemarin.

Namun dirinya mensyukuri, tidak ada kendala apapun dalam rangkaian pelantikan tersebut. Semua berjalan lancar dan tertib sehingga acara juga berlangsung dengan sukses.

Secara bergiliran, gubernur dan wakil gubernur dipanggil namanya untuk menandatangani berita acara. Momen berhadapan langsung dengan presiden, saat prosesi penandatanganan berita acara pelantikan ini, wajah Ijeck terlihat sedikit tegang.

Namanya disebut setelah Gubernur Edy Rahmayadi meneken berita acara. Sebelum maju ke depan dan menandatangani berita acara, Ijeck tampak memberi salam hormat kepada Jokowi. “Alhamdulillah semua berjalan baik dan lancar. Karena pelantikan ini juga menjadi cermin bagi Sumatera Utara,” katanya.

Pada kesempatan itu, suami Sri Ayu Mihari ini juga mengharapkan rasa kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat Sumut senantiasa terjaga. Hal ini penting agar semua program pembangunan yang berujung pada kesejahteraan masyarakat Sumut bisa segera terealisasi.

Di samping itu, saat disinggung bahwa momen pelantikan ini bersamaan tanggalnya dengan tragedi jatuhnya pesawat Mandala Airlines, Ijeck mengatakan bahwa semua itu adalah rahasia Allah SWT. “Langkah, rezeki, pertemuan dan maut rahasia Allah SWT. Kebetulan tanggalnya sama. Jangan kita maknai hal-hal yang tidak baik di masa lalu. Maknailah 5 September ini sebagai era emasnya Sumut,” katanya.

Menurutnya Sumut punya potensi luar biasa untuk bergerak maju seperti provinsi lain di Indonesia. “Untuk itu dibutuhkan kekompakan kita bersama ke depan, sebab kalau kita tidak kompak, agak sulit rasanya kita menuju era keemasan Sumut,” ujar Ijeck.

Ia mengakui akan tetap menjadikan panutan pemimpin sebelumnya dalam hal membangun Sumut. Seperti Alm. Raja Inal Siregar dan Alm. Tengku Rizal Nurdin. “Keduanya menurut saya mempunyai komitmen dengan melihat kepentingan orang banyak dalam membangun Sumut, ketimbang kepentingan segelintir kelompok dan orang. Tentunya kita harus hargai prestasi dan capaian yang sudah para pendahulu buat, sehingga Sumut dapat lebih dihargai di masa mendatang,” katanya.

Bersama Gubernur Edy Rahmayadi, dirinya optimis dan siap menjalankan amanah rakyat Sumut dan tidak kecewa atas pilihan kepada mereka saat Pilgubsu, 27 Juni lalu. “Yang lalu biarlah berlalu, jangan lagi ada pengkotak-kotakan. Jangan lagi membeda-bedakan suku, agama, ras dan antargolongan. Kita harus kompak bersama-sama ke depan membangun Sumut bermartabat,” katanya. (prn)

Bulog Gelontorkan 100 000 Ton Beras Medium

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BERAS: Pekerja mengangkat karung beras dan menyusun nya ke truk di Gudang Bulog Jalan Mustafa Medan, belum lama ini.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BERAS: Pekerja mengangkat karung beras dan menyusun nya ke truk di Gudang Bulog Jalan Mustafa Medan, belum lama ini.

Harga beras di pasaran khususnya Sumatera Utara (Sumut) hingga kini masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp9.950 per kilogram (kg). Guna menekan harga beras tersebut, Bulog Divre Sumut siap menggelontorkan 100.000 ton beras medium.

Kepala Bulog Divre Sumut Benhur Ngkaimi mengakui kondisi di lapangan memang harga relatif stabil tetapi hampir di seluruh wilayah termasuk Sumut masih di atas HET. Oleh sebab itu, untuk menekan harga beras tersebut maka dilakukan stabilisasi ketersediaan beras medium.

“Stabilisasi harga yang dilakukan dengan menggelontorkan beras medium sebanyak 100.000 ton. Harga yang dijual tentunya di bawah HET yaitu Rp8.600 (beras curah) dan Rp9.050 (dalam kemasan),” ungkap Benhur, Selasa (4/9).

Diutarakan Benhur, pihaknya sudah menyampaikan kepada pengecer untuk menjualnya beras medium maksimal seharga Rp9.450 per kg. “Beras medium ini tidak hanya di Medan tetapi juga di seluruh wilayah Sumut ke pasar-pasar tradisional hingga ke perkampungan masyarakat,” sebut dia.

Menurut Benhur, masih tingginya harga beras banyak faktor yang mempengaruhi. Misalnya, masyarakat yang cenderung mengkonsumsi beras di pasaran yang harganya di atas HET. Padahal, secara kualitas beras yang digelontorkan ini cukup bagus atau tidak kalah bersaing dengan impor.

“Sejauh ini masih tingginya harga beras karena mekanisme pasar dan tidak bisa kita lakukan intervensi terlalu keras. Tugas kita adalah bagaimana menjaga ketersediaan pasokannya dan stabilisasi harga sesuai dengan kebutuhan,” terangnya.

Disinggung adanya dugaan penimbunan mengakibatkan harga masih tetap tinggi, Benhur berpendapat sangat kecil kemungkinannya. Sebab, kalau menimbun siap-siap harus menanggung risiko rugi dan juga sanksi hukum pidana. Karena, tim Satgas Pangan terus melakukan pengawasan.

“Tingginya harga jual beras masih menjadi pekerjaan rumah kita dan instansi terkait. Makanya, bersama tim Satgas Pangan sedang menelusuri dan mengkaji apa yang menjadi penyebab utama,” tukasnya.

Sementara, Sinta, salah seorang pedagang beras di Pasar Simpang Limun, mengaku harga beras yang dijual di atas Rp10.000 per kg. “Masih tinggi harganya ada yang Rp12.500 (cap Antik), Rp11.500 (cap Mawar, cap Gentong dan cap Nanas) bahkan Rp13.000 (cap Kuku Balam),” tuturnya sembari berharap agar harga beras bisa diturunkan. (ris/ram)