MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kembali personel Polisi di Medan buat geger. Setelah sebelumnya oknum provos Polsek Helvetia video nyabunya viral di media sosial, kali ini giliran oknum Polsek Medan Area, Aiptu PT Akibat perbuatannya ini, dia diamankan Propam Polrestabes Medan.
Video yang berdurasi 10 detik itu diupload oleh pemilik akun bernama Tarigan Sakaw dan telah ditonton oleh 3.981 orang. Usai oknum Polisi itu diamankan, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap pelaku penyebar video tersebut. Ternyata penyebar video tersebut adalah sepasang suami istri (Pasutri) Arindi alias Burnong (40) dan Burnong yakni Lusi Susanti (32) yang diketahui merupakan bandar narkoba.
Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Priambodo saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pasutri perekam video itu merupakan teman Aiptu PT, diamankan dari rumah mereka di Jalan Denai, Gang Mesjid No 14, Kelurahan Tegal Sari 1, Medan Denai. “Pasangan suami istri ini kami tangkap pada Senin (3/9) siang. Petugas meringkus teman yang memvideokan Aiptu PT di rumahnya, sejak video itu viral. Pasutri ini ditangkap dan diduga merupakan bandar narkoba cukup besar,” ujar Raphael, Rabu (5/9).
Ia mengaku, pihaknya mendapat perlawanan dari kedua pelaku saat hendak diringkus. Dari rumah pasutri ini, polisi mengamankan barang bukti narkoba sebanyak 3 ons sabu, 2 buah timbangan elektrik, dan uang tunai Rp38 juta. “Jadi memang keduanya itu bandar narkoba di kawasan itu. Kita masih melakukan pengembangan serta proses pemeriksaan terhadap kedua,” terangnya.
Menyusul pascaviralnya dua personel polisi Polrestabes Medan menghisap sabu-sabu, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto memberi ultimatum. Perwira polisi berpangkat tiga melati emas ini menyebut akan menindak tegas kepada seluruh personel tanpa terkecuali yang terlibat narkoba.
Hal ini tentunya membuat Dadang tak mau kalah mau. Menurutnya, ia sudah memerintahkan kepada bawahannya agar terus melakukan tes urine dadakan kepada seluruh personel sejajaran Polrestabes Medan. “Masalah narkoba kita tidak main-main. Akan ditindak tegas setiap anggota terbukti terlibat narkoba. Saya sudah perintahkan Propam untuk melakukan tes urine dadakan. Siapapun yang positif menggunakan narkoba akan kita tindak tegas,” ujar Dadang.
Ia mengaku terkejut dan tidak kuasa menahan rasa kesalnya soal viral nya dua personel polisi di bawah komandonya secara beruntun tengah menyalahgunakan anggotanya. “Makanya kita tidak mau lagi hal seperti ini terjadi. Saya tegaskan Polrestabes Medan tidak padangbulu memberantas narkoba, makanya pascakejadian kemarin saya tidak akan main-main ke anggota yang terlibat,” pungkasnya. (dvs)
humas pemprovsu for sumut pos
DISUMPAH: Sembilan pasangan gubernur dan wakil gubernur termasuk Gubsu dan Wagubsu Edy Rahmayadi dan Musa Rajeksah diambil sumpahnya saat dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Rabu (5/9).
humas pemprovsu for sumut pos DISUMPAH: Sembilan pasangan gubernur dan wakil gubernur termasuk Gubsu dan Wagubsu Edy Rahmayadi dan Musa Rajeksah diambil sumpahnya saat dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Rabu (5/9).
Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah resmi dilantik Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9). Cukup banyak tugas yang harus mereka emban dalam lima tahun ke depan. Satu di antaranya, mengejar keterlambatan pembangunan di Sumatera Utara.
TUGAS untuk mengejar keterlambatan pembangunan ini disampaikan langsung Presiden Jokowi, usai pelantikan. Sebagaimana diketahui, sedikitnya ada 17 proyek nasional pada tahun anggaran 2018 di Provinsi Sumatera Utara. Di antaranya, proyek tol trans Sumatera, pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana kereta api antar kota, Pelabuhan Internasional Kualatanjung, percepatan infrastruktur transportasi, listrik, dan air bersih untuk 10 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Prioritas Danau Toba, dan lainnya.
Pesan khusus dari Jokowi ini bagi Edy, merupakan atensi sekaligus tantangan yang mesti ia jawab bersama wakilnya, Musa Rajekshah (Ijeck) selama memimpin Sumut lima tahun mendatang. “Segera kejar. Berarti kita sudah terlambat untuk pembangunan, makanya harus dikejar. Segera kami akan susun konsep untuk menjawab hal tersebut,” kata Edy kepada wartawan, usai pelantikan.
Mengenai persoalan ganti rugi lahan untuk pembangunan jalan tol Medan-Binjai Seksi I di Tanjungmulia yang belum tuntas, Edy mengaku segera menindaklanjutinya. “Ada kesulitan-kesulitan yang saya belum tahu pastin.
Tapi yang saya dengar adalah (masalah) ganti rugi yang tidak sesuai. Jadi ini yang akan kita pelajari. Kenapa sebagian warga mendapat ganti rugi yang sesuai, sebagian lagi tidak. Ini ada apa? Untuk itu nanti saya akan cari tahu,” ujarnya.
Edy mengakui, infrastruktur seperti jalan tol adalah pekerjaan pemerintah pusat yang saat ini sedang berjalan dan belum tuntas. Pemerintah Provinsi Sumut sebagai perpanjangan tangan pusat, katanya, wajib mendorong semua kegiatan yang berasal dari APBN di Provinsi Sumut, dimana untuk menyejahterakan masyarakat Sumut.
“Pemprovsu harus mendorong terciptanya infrastruktur untuk kita bersama. Saya akan mempelajari organisasi perangkat daerah di Sumut, sebab begitu banyak wilayah yang kita bawahi termasuk 33 kabupaten/kota. Tidak ada lagi cerita dia berasal dari partai mana, karena sekarang yang ada partai Sumatera Utara. Kita harus seiya sekata dulu, sehingga bisa berjalan bersama secara beriringan,” ujar mantan Pangkostrad dan Pangdam I/BB tersebut.
Secara umum ia menyampaikan, langkah awal sebagai kepala daerah adalah melakukan evaluasi dan konsolidasi. Salah satunya dengan mengetahui bagaimana kemampuan perangkat atau satuan kerja yang ada. Khususnya seluruh perangkat kerja atau jajaran OPD Pemprovsu. Sebab tanpa memahaminya, akan sulit mensinergikan program pembangunan, meskipun visi misi berulangkali disampaikan.
Selanjutnya dia menyebutkan, program kegiatan yang sudah berjalan saat ini akan terus dievaluasi. Bersama wakilnya, Musa Rajekshah atau Ijeck, diakui Edy tidak akan mematok ukuran capaian dengan waktu 100 hari kerja. “Seratus hari kerja itukan tiga bulan ya. Bisa apa kita dalam waktu segitu.
Yang pasti sembari koordinasi antarorganisasi berjalan, kita akan melakukan evaluasi di semua lini. Kami akan segera memelajari hal tersebut,” tegasnya.
Mantan Pangdam I Bukit Barisan dan Pangkostrad itu juga mengungkapkan, segala aspek pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumut yang mereka gaungkan selama masa kampanye lalu, tetap menjadi prioritas yang akan dikerjakan di tahun pertama memimpin provinsi yang terdiri dari 33 kabupaten/kota tersebut.
“Pertama, masalah ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan masalah pertanian. Kelima aspek yang kami gaung-gaungkan ini tentu tidak akan pernah tercipta, apabila yang mengawasi organisasi perangkat daerah tidak profesional bekerja,” katanya.
Presiden sengaja memajukan pelantikan sembilan gubernur dan wakil gubernur hasil Pilkada serentak 2018, dengan niatan agar kegiatan pembangunan di daerah juga bisa lebih dipercepat. Menyikapi ini, Edy yang juga Ketua Umum PSSI mengatakan, pada tahap awal memimpin Sumut, dirinya bersama Ijeck akan melakukan konsolidasi organisasi dan sumber daya manusia yang tersedia di jajaran Pemprovsu.
Sebab ia mengakui, selama ini berada di luar Pemprovsu dan belum mengenal mekanisme menjalankan roda organisasi pemerintahan. “Yang jelas, apa yang menjadi visi misi kami yang selama ini kami ucapkan, dimana menjadikan Sumut bermartabat dapat terealisasi dengan bantuan semua pihak dan masyarakat Sumut,” katanya.
Hanya Kebetulan
Pelantikan Edy-Ijeck tepat 13 tahun setelah warga Sumut kehilangan Gubsu Mayjend TNI (Purn) HT Rizal Nurdin, dalam musibah pesawat Mandala Airline, 5 September 2005. Selain Tengku Rizal Nurdin, warga Sumut juga kehilangan mantan Gubsu Letjend TNI (Purn) Raja Inal Siregar, dan ulama Al Washliyah sekaligus Anggota DPD RI, Ustadz Abdul Halim Harahap yang turut menjadi korban dalam musibah itu.
Pesawat tersebut terbang dari Medan menuju Jakarta dan mengangkut 117 orang (112 penumpang dan 5 awak). Penumpang yang tewas berjumlah 100 orang dan 49 orang di darat turut menjadi korban. Sedikitnya 17 penumpang di laporkan selamat.
Ditanya pandangannya soal tanggal yang bersamaan dengan pelantikan bersama Ijeck, Edy mengaku hal tersebut hanya suatu kebetulan. “Meninggal itu pasti. Jadi tidak ada hubungannya tanggal 5 September saya dilantik sama dengan peristiwa pesawat Mandala. Itu ajal,” kata Edy.
Kendati demikian, dirinya menyebut sebagai manusia harus tetap mengevaluasi diri untuk tidak gegabah dan lebih teliti dalam menjalani hidup. “Insyaallah kita akan selamat dunia dan akhirat. Jadi momen ini hanya suatu kebetulan. Kita mendoakan para pendahulu kita, mantan-mantan Gubsu kita semoga khusnul khotimah,” katanya.
Diarak
Sebelum pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, sembilan gubernur dan wakil gubernur diarak dari Istana Merdeka menuju Istana Negara. Tak mau kehilangan kesempatan, tamu yang hadir yakni pejabat dari sembilan provinsi dan masyarakat itu, langsung mengabadikan momen tersebut. Secara beriringan, sembilan gubernur dan wakil gubernur tersebut diarak oleh Paspampres Istana Negara menuju ruangan pelantikan.
Bahkan sebelum pengambilan sumpah dan arak-arakan, Jokowi memberikan tanda penyematan dan surat petikan keputusan presiden. Prosesi itu pertama dilakukan kepada gubernur dan wagub Provinsi Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Tenggara, Papua, dan Nusa Tenggara Timur.
Selanjutnya penandatangan berita acara gubernur dan wakil gubernur di hadapan presiden, dan pemberian ucapan selamat dimulai dari presiden dan wakil presiden serta para undangan lainnya kepada gubernur dan wakil gubernur yang baru dilantik. Turut hadir sejumlah pimpinan parpol baik pusat dan daerah, sejumlah pejabat di lingkungan Pemprovsu, perwakilan DPRD Sumut, dan istri Gubsu-Wagubsu, Nawal Lubis dan Sri Ayu Mihari. (prn)
ist
AKRAB: Zaman K Mendrofa berbincang dengan Musa Rajekshah di sela-sela penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha, 22 Agustus 2018 lalu.
ist AKRAB: Zaman K Mendrofa berbincang dengan Musa Rajekshah di sela-sela penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha, 22 Agustus 2018 lalu.
MEDAN,SUMUTPOS.CO -Pelantikan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Utara Periode 2018 – 2023 oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Jakarta, disambut gembira masyarakat Sumut. Begitu juga dengan masyarakat Kepulauan Nias yang ada di perantauan.
Salah satunya adalah Zaman K Mendrofa yang sehari-harinya bekerja sebagai Humas PDAM Tirtanadi. Zaman mengaku turut gembira dan mengucapkan selamat atas dilantiknya pasangan Edy Rahmayadi–Musa Rajeckshah yang terpilih pada Pilgubsu 27 Juni 2018 lalu.
“Selamat dan Sukses atas dilantiknya Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Utara Periode 2018 – 2023,” ucap Zaman saat ditemui di kantornya, Rabu (5/9).
Zaman yang aktif di salah satu ormas ini berharap, pasangan bertaqline Eramas dan jargon Sumut Bermartabat ini dapat mewujudkan Sumatera Utara yang maju, aman, sejahtera dan bermartabat.
“Sumatera Utara akhir-akhir ini telah mengalami degradasi di segala lini. Kasus korupsi di eksekutif, legislatif dan yudikatif telah meruntuhkan citra Sumut secara keseluruhan. Hal ini tidak terlepas dari moralitas para elite kita. Mental dan moral mesti diperbaiki sesuai tagline bermartabat itu,” ujarnya.
Selain itu, Zaman yang juga aktif sebagai pembina di Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) UPMI berharap, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Edy–Ijeck dapat memberikan perhatian terhadap pembangunan Kepulauan Nias yang masih tertinggal dengan daerah lainnya.
“Kami masyarakat Kepulauan Nias berharap, Pak Edy dan Pak Ijeck dapat memberikan perhatian untuk pembangunan Kepulauan Nias agar sejajar dengan daerah lainnya di Provinsi Sumatera Utara,” harapnya.
Dia mengungkapkan, kepulauan Nias membutuhkan sentuhan perhatian, baik di aspek pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusia. Aspek ini yang luput dari perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selama ini.
“Nias adalah daerah potensial yang jika disentuh akan bergeliat. Misalnya saja soal pariwisata yang kaya dengan kebudayaan dan keindahan alam. Mendongkrak infrastruktur tentu mendongkrak kunjungan wisatawan yang apda akhirnya akan mendongkrak perekonomian masyakarat Kepulauan Nias,” terang Zaman.
Soal pembangunan sumber daya manusia, Nias juga memiliki potensi besar. Putra-putra daerah baik yang masih berdomisili di Nias maupun di perantauan sejatinya memiliki keinginan besar terlibat dalam geliat pembangunan.
“Tinggal kemauan pemimpin menghubungkan putra-putra daerah Nias agar bersatu. Dan pada sosok Pak Edy serta bang Ijeck, kemampuan menyatukan ini kita yakini mampu menjadi figur central diantara putra-putra daerah Nias,” kata Zaman.
Di akhir wawancara, Zaman mengimbau kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk mendukung program pembangunan yang akan dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dibawah kepemimpinan Edy Rahmayadi – Musa Rajeckshah ijeck.
“Tidak perlu ada lagi cerita kontestasi pada Pilkada, kini keduanya adalah milik seluruh masyarakat Sumatera Utara. Kita harus mendukung program pembangunan yang dijalankan demi kepentingan seluruh masyarakat Sumatera Utara,” pungkasnya. (adz)
ist
SERAHKAN:Humas TPL sektor HTI Aek Nauli Bahara Sibuea menyerahkan pipa kepada Kadus Naga Nagori.
ist SERAHKAN:Humas TPL sektor HTI Aek Nauli Bahara Sibuea menyerahkan pipa kepada Kadus Naga Nagori.
SIMALUNGUN,SUMUTPOS.CO –Untuk mempermudah pasokan air bersih di pedesaan, PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) kembali memberikan dukungan melalui bantuan ratusan batang pipa air, untuk program pipanisasi air bersih kepada masyarakat Dusun Naga Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.
Penyerahan bantuan ratusan pipa air bersih itu diberikan secara simbolis oleh tim Corporate Social Responsibility (CSR) dan humas TPL, kepada Kepala Dusun Naga Nagori Dolok Parmonangan yang disaksikan sejumlah tokoh masyarakat, Camat Dolok Panribuan. Dengan harapan, bantuan ratusan pipa dari perusahaan bubur kertas (Pulp) ini dapat mendukung pasokan air bersih langsung ke rumah masyarakat.
“Bantuan pipanisasi adalah bukti dari kepedulian perusahaan kepada masyarakat desa. Kami mewakili masyarakat sangat berbangga hati, dan bersyukur TPL masih memperhatikan kesejahteraan masyarakat pedesaan,”ujar Kadus Naga Nagori Dolok Parmonangan, Samrot Simbolon. Masih banyak harapan dan bantuan yang akan dikucurkan perusahaan kepada masyarakat di kawasan Dolok Panribuan.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Dolok Panribuan Rosendi Sinaga mengimbau, agar masyarakat tidak selalu berpangku tangan mengharapkan bantuan. Meskipun banyak bantuan yang datang dari pemerintah dan perusahaan, sebaiknya masyarakat tetap semangat saling bergotong royong membangun desa.
Apalagi menurutnya, selama ini pihak perusahaan (TPL) sudah beberapa kali menjalin hubungan dan kerja sama dengan masyarakat. Seperti pada tahun 2005 yang lalu, pihak TPL juga telah membuka jalan sepanjang 3,5 kilometer, mulai dari Pondok Bulu dan Nagahulambu sampai ke perbatasan Naga Tonga tongah. Menurut Rosendi, pembukaan jalan untuk akses transportasi tersebut demi peningkatan perekonomian masyarakat.
“Saya yakin pihak TPL membantu masyarakat yang memiliki semangat dan ingin bekerja keras membangun desa. Masyarakat tidak boleh terlena dengan bantuan, dan kurang berperan aktif. Kami dari pemerintah mengucapkan terimakasih kepada TPL yang sudah perduli dengan memberikan dukungan dalam upaya perbaikan taraf hidup masyarakat desa,” tutur Camat Dolok Parmonangan didampingi Panghulu Nagori Dolok Parmonangan, Remington Manurung.
Hidup tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, merupakan komitmen perusahaan dalam menjalankan aktivitas produksi. Dalam hal ini, humas TPL sektor HTI Aek Nauli Bahara Sibuea, mengungkapkan rasa simpatik yang besar kepada masyarakat, yang selama ini memberi dukungan terhadap berbagai program Community Development (CD) TPL, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Dengan makin banyaknya permohonan kepada TPL, artinya harapan kami juga TPL bisa hidup dan berkembang bersama masyarakat.
TPL sangat berharap, masyarakat dan pemerintah setempat dapat menjadi duta TPL di tengah-tengah kehidupan masyarakat,” sebut Bahara Sibuea didampingi staf CSR TPL, Tasya Sirait. (rel/sih/han)
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Delapan hari setelah operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jabatan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan resmi diserahterimakan, Rabu (5/9).
Pejabat yang baru dilantik, Djaniko MH Girsang diingatkan untuk memerangi korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) di lembaga peradilan tersebut.
Jabatan Ketua PN Medan diserahterimakan dari Marsudin Nainggolann kepada Djaniko MH Girsang.
Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Medan Cicut Sutiarso mengambil sumpah, melantik pejabat baru di ruang utama PN Medan. Dalam kesempatan itu, Cicut memastikan kepada wartawan, pelantikan Ketua PN Medan yang baru itu tidak terkait dengan OTT KPK. “Tidak (terkait OTT). SK-nya duluan, kebetulan ada kejadian itu,” katanya usai pelantikan.
Namun dia mengingatkan, OTT KPK itu menjadi pengalaman yang harus diambil pelajaran. Kepada pejabat yang baru, ia mengharapkan mampu menciptakan wajah peradilan yang bersih. “Kejadian itu menambah pengalaman kita supaya lebih berhati-hati,” tegas Cicut.
Diketahui, Djaniko sebelumnya menjabat Ketua PN Palembang. Sementara Marsudin dimutasi ke Mahkamah Agung (MA).
Sebelum OTT KPK, Marsudin sebenarnya telah mendapat Surat Keputusan Dirjen Peradilan Umum bertanggal 31 Juli 2008 untuk promosi jabatan menjadi hakim tinggi pada PT Denpasar, Bali. Namun pada 31 Agustus lalu, SK itu dibatalkan. Marsudin dimutasi untuk tugas di peradilan yustisia di Mahkamah Agung.
Pembatalan SK itu menyusul OTT KPK di PN Medan, Selasa (28/8). Marsudin sempat turut diamankan KPK bersama Wakil Ketua PN Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo, hakim Sontan Merauke Sinaga, hakim adhoc Tipikor Merry Purba, dan dua panitera, Helpandi dan Oloan Sirait.
Sempat dibawa ke Jakarta, Marsudin bersama Wahyu dan Sontan akhirnya dipulangkan menyusul Oloan. KPK hanya menetapkan Merry Purba dan Helpandi sebagai tersangka penerima suap dari tersangka pihak swasta, yakni pengusaha Tamin Sukardi dan orang kepercayaannya, Hadi Setiawan.
Meski tidak menjadi tersangka, Marsudin, Wahyu dan Sontan diperiksa Badan Pengawas (Bawas) MA yang langsung turun ke PN Medan. Bahkan promosi Marsudin dan Wahyu, yang juga telah mendapat SK untuk menjadi Ketua PN Serang, dibatalkan. Keduanya bersama Sontan dimutasi ke Gedung Mahkamah Agung.
Mengenai pembatalan promosi itu, Cicut mengatakan, hal itu keputusan Mahkamah Agung. “Pembatalannya itu Mahkamah Agung sudah dirapimkan. Kita lihat saja nanti,” sebutnya.
Ditanya pesannya kepada Djaniko sebagai pejabat baru Ketua PN Medan, Cicut meminta agar dia meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Pertama meningkatkan pelayanan. Yang sudah dicapai ya kita teruskan, kemudian tetap memerangi KKN. Jadi, pelayanan, memerangi KKN dan akuntabilitas, pada diri, keluarga dan Yang Maha Kuasa,” jelas Cicut.
Saat pelantikan, Djaniko juga telah menandatangani dan membacakan fakta integritas. Di antaranya dia berjanji tidak akan melakukan korupsi kolusi dan nepotisme, tidak akan menyalahgunakan wewenang, serta menjaga citra dan kredibilitas pengadilan. “Apabila saya melanggar, saya bersedia dikenai sanksi seberat-beratnya,” harapnya. (dvs)
TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Bawaslu Kota TebingtinggI melakukan audiensi ke Polres Tebingtinggi, Rabu (5/9) siang.
Kedatangan Ketua Bawaslu TebingtinggI Huriadi Panggabean SP bersama jajarannya yakni Harirayani SE, Halda Q Pane dan kordinator sekretariat Bawaslu Tebingtinggi Zulfi Pandapotan Nasution, langsung diterima Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi SIK didampingi Kabag Ops dan Kasat Intel.
Ketua Bawaslu Kota Tebingtinggi Huriadi Panggabean, menyampaikan tujuan audiensi sebagai bentuk perkenalan lembaga penyelenggara pemilihan pasca dilantik pada 15 Agustus lalu di Jakarta.
“Audensi ini sebagai wujud perkenalan dan menjalin silaturahmi dengan Polres Tebingtinggi,”bilang Huriadi.
Huriadi juga menyampaikan hasil Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara di Tebingtinggi berlangsung aman dan lancer, yang tidak terlepas dari dukungan Polres Tebingtinggi.
“Ke depannya pada Pemilu 2019, kita berharap kerja sama dan koordinasi yang telah dirancang dan dibentuk selama ini tetap dapat dijaga dan dipererat untuk dapat menciptakan suasana aman, tertib dan lancar,”pintanya.
Sementara itu, Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi SIK mengatakan akan siap mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019. Mengingat Pemilihan Legislatif (Pileg) nantinya dipastikan akan lebih rumit karena situasi saling bersentuhan langsung.
Untuk itu, lanjut AKBP Sunadi, Polres Tebingtinggi dan Bawaslu harus saling berkoordinasi terhadap perkembangan yang terjadi di Kota Tebingtinggi.
“Kita akan tetap membangun semangat kebersamaan bersama Bawaslu untuk membuat suasana kondusif pada Pemilihan Umum 2019 mendatang,”pungkasnya. (ian/han)
bambang/sumut pos
GALIAN C : Kondisi Sungai Gertang Sungai Gertang atau aliran Sungai Wampu di Desa Sei Bertung, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, dilanda kekeringan.
bambang/sumut pos GALIAN C : Kondisi Sungai Gertang Sungai Gertang atau aliran Sungai Wampu di Desa Sei Bertung, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, dilanda kekeringan.
LANGKAT,SUMUTPOS.CO -Puluhan kilometer Sungai Gertang atau aliran Sungai Wampu di Desa Sei Bertung, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, dilanda kekeringan. Masyarakat menduga, kekeringan tersebut dikarenakan maraknya aktivitas galian C ilegal yang berada di hulu sungai.
Tanpa memperhatikan kelestarian dan kebersihan aliran sungai, para pengusaha galian C mengorek pasir dan batu dengan cara membendung aliran air. “Padahal sungai ini merupakan kebutuhan bagi warga yang berada di Desa Sei Bertung untuk mencuci dan mandi,”kata Murni, salah satu warga seputaran Sungai Gertang, Rabu (5/8).
Tidak hanya itu, lanjut Murni, sungai yang biasanya sebagai tempat air mengalir tersebut sudah seperti sungai mati karena sudah mengering akibat pengerukan para pengusaha galian C.
“Ulah dari para pengusaha galian C ini belum juga ada tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Langkat,”katanya.
Menurut warga, keringnya aliran Sungai Gertang sudah terjadi sejak tiga bulan belakangan. Alhasil, warga sudah tidak bisa lagi memanfaatkan air sungai.
Warga Desa Sei Bertung, Kecamatan Serapit hanya bisa berharap, pada Pemkab Langkat dan Gubernur Sumatera Utara yang baru dilantik, untuk menindak tegas pengusaha galian C ilegal. “Itu harapan kami, soalnya Gubsu yang baru dilantik berjanji akan menertipkan galian C,”pinta warga. (bam/han)
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Merayakan Hari Pelanggan Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 4 September, Millennium ICT Center memberikan kejutan untuk para pelanggan yang berkunjung. Bahkan, pengunjung setiap diberikan voucher sebesar Rp100 ribu.
Chief Financial Officer AlfaLand Group, Lucia Hadisurya mengatakan perayaan ini sebagai bukti rasa perhatian kepada pengunjung. “Memberi sesuatu yang khusus pada pelanggan, tidak berarti banyak jika tidak diberikan pada saat yang tepat. Hari Pelanggan Nasional (HARPELNAS), adalah saat yang pas untuk melakukan kampanye pelayanan,” ujarnya.
Pengunjung setia Millennium ICT disambut langsung oleh Chief Financial Officer AlfaLand Group Lucia Hadisurya dan Herri Zulkarnain beserta Managemen dengan memberikan kalungan bunga dan Voucher Belanja Rp.100rb kepada 50 Konsumen pertama yang datang ke Millennium ICT Center.
Dalam kesempatan ini, Direksi memberikan pelayanan langsung kepada konsumen didalam menerima pendaftaran member MilleCard sekaligus penyerahan kartu member ke pengunjung yang datang ke Millennium ICT Center. Selain itu guna meningkatkan pelayanan dan kenyamanan konsumen, diresmikan pembukaan Pos Pintu Keluar tambahan diarea komplek Millennium ICT Center. Bahkan, Lucia Hadisurya dan Herri Zulkarnain bertindak langsung memberikan pelayanan kepada konsumen sebagai juru parkir.
Lucia Hadisurya mengatakan Kepuasan Pelanggan adalah Hak Konsumen, Kesetiaan Pelanggan adalah Tujuan dan Harapan kita Semua, Semoga moment ini menjadikan kita semakin sadar betapa pentingnya pelayanan prima di setiap saat, bukan hanya karena menjadi Hak Pelanggan tapi menjadi salah satu daya saing & kekuatan Millennium ICT Center dalam bisnis ini.
“Kegiatan ini merupakan bentuk terima kasih kami untuk para pelanggan setia Millennium ICT Center bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional. Kami harapkan agar kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi ke depannya agar para pelanggan kami tetap loyal dan senantiasa mendapatkan kenyamanan dan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan,” tambah Herri Zulkarnain. (sih/ram)
PAPARAN: Head of Marketplace PT Zillion Tech Indonesia (Zilingo Indonesia) Melina Marpaung (kiri) memberikan pemaparan pada Press Conference Peluncuran Program “Zilingo Seller Loyalty” di Jakarta, Rabu (5/9).
PAPARAN: Head of Marketplace PT Zillion Tech Indonesia (Zilingo Indonesia) Melina Marpaung (kiri) memberikan pemaparan pada Press Conference Peluncuran Program “Zilingo Seller Loyalty” di Jakarta, Rabu (5/9).
JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Online marketplace yang fokus pada fashion dan lifestyle terbesar di Asia Tenggara, Zilingo mendorong para partner-nya (penjual) ekspansi ke pasar luar negeri. Salah satunya diwujudkan lewat seller loyalty program, berupa pemberian beasiswa kursus Bahasa Inggris kepada ratusan seller terbaiknya.
Bertempat di Cocowork, Jakarta, program ini diluncurkan dan disaksikan Head Of Marketplace PT Zillion Tech Indonesia (Zilingo) Melina Marpaung, Head of Sales Zilingo Chandni Chainani, dan perwakilan seller Zilingo Sisilia Zulfiyantini, Rabu (5/9).
Melina Marpaung mengungkapkan, Zilingo didirikan menghubungkan pecinta mode baik seller maupun buyer di seluruh Asia dengan pilihan fashion yang sangat beragam. Hal tersebut juga yang melandasi Seller Loyalty Program Zillingo yakni Apresiasi dan Edukasi. Selain itu, Seller Loyalty Program Zillingo juga diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para seller untuk mengembangkan profil dan kinerja bisnisnya.
“Program beasiswa pendidikan Bahasa Inggris ini merupakan bentuk penghargaan kami terhadap para seller yang loyal, bersedia untuk tumbuh bersama dengan bisnis Zilingo di Indonesia. Kemampuan berbahasa Inggris sangat penting di pasar perdagangan global.
Semua orang membutuhkannya, apalagi untuk para seller Zilingo yang membidik pasar fashion Asia sekaligus untuk menyongsong datangnya era free trade 2020 mendatang. Dengan kapabilitas berbahasa inggris yang cakap memperbesar peluang mereka untuk mengembangkan bisnis lebih luas lagi ke ranah global ,” terang Melina.
Sebanyak 200 seller Zillingo dari 18 provinsi di Indonesia akan mendapatkan Loyalty Program yang resmi dimulai pada Oktober 2018 hingga akhir 2018. Dalam program ini, Zilingo menunjuk beberapa lembaga pendidikan bahasa inggris kompeten sebagai tenaga pengajar untuk sellernya. Selain seller, reward beasiswa les bahasa inggris ini juga bisa dialihkan kepada anak dari seller sebagai penerima.
Chandni Chainani, Head of Sales PT Zillion Tech Indonesia menjelaskan ke-200 peserta Seller Loyalty Program merupakan seller Zilingo yang berhasil meraih angka penjualan tertinggi sepanjang tahun 2017 sampai pertengahan 2018.
“Selain angka penjualan, pertimbangan lainnya adalah konsistensi dalam hal reputasi pelayanan (service). Bagi Zilingo, kesuksesan ketika kami bisa membuat para partner termasuk seller menjadi lebih sukses terlebih dahulu. Investasi yang kami lakukan adalah membuat para seller Zilingo bisa menang di pasar mode Asia,” imbuhnya.
Lebih lanjut lagi Chandni menjelaskan, pertumbuhan seller lokal yang juga sebagai produsen meningkat tajam seiring pertumbuhan bisnis Zilingo di Indonesia. Kualitas dan keragaman produk serta brand fashion dalam negeri menunjukan bahwa produk fashion lokal memiliki daya saing di pasar fashion internasional.
“Banyak sekali merek fashion lokal yang sudah mendapatkan hati di masyarakat. Di Zilingo, seller yang juga produsen pun beragam mulai dari busana muslim, bahan jeans dan yang lainnya. Omset mereka bahkan sampai ratusan juta perbulan. Apabila dibekali dengan kapabilitas berbahasa inggris yang cakap tentunya memperbesar peluang mereka untuk mengembangkan bisnis ke ranah global,” tuturnya.
Sisilia Zulfiyantini, seller Zilingo asal Bandung pun mengungkapkan kegembiraannya terpilih sebagai salah satu penerima Beasiswa Bahasa Inggris dari Zilingo Seller Loyalty Program. Sisilia yang sehari-hari memasarkan brand 2nd Red di Zilingo berhasil membukukan angka penjualan tertinggi di kategori fashion denim.
“Senang sekali pastinya. Semua seller pasti mimpinya bisa membawa produknya tembus ke pasar luar negeri. Semoga dengan ikut beasiswa bahasa inggris dari Zilingo Seller Loyalty Program, Saya bisa lebih lancar dan percaya diri dalam berkomunikasi mengunakan bahasa inggris sehingga memudahkan dalam memasarkan produk,” ungkap Sisilia.
Selain beasiswa pendidikan bahasa inggris, kegiatan lainnya dari Seller Loyalty Program Zilingo fasilitas medical check up gratis dari salah satu klinik kesehatan nasional ternama. Ke depannya tidak menutup kemungkinan Loyalty Program Zilingo dikembangkan dalam wujud kegiatan lain yang lebih beragam. Hal ini mengingat selama kurun waktu 4 bulan sejak peluncuran campaign #SIAPASIHLO pada Maret 2018 lalu, Zilingo sudah berhasil mendatangkan 7 juta pengunjung setiap bulannya. (rel/adz/ram)
Teddy Akbari/sumut pos
CENDERAMATA: Sekda Pemko Binjai Mahfullah memberikan cenderamata kepada rombongan Komisi B DPRD Batubara, Rabu (5/9).
Teddy Akbari/sumut pos CENDERAMATA: Sekda Pemko Binjai Mahfullah memberikan cenderamata kepada rombongan Komisi B DPRD Batubara, Rabu (5/9).
BINJAI,SUMUTPOS.CO -Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Batubara melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Binjai, Selasa (4/9). Rombongan wakil rakyat Kabupaten Batubara tersebut langsung diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemko Binjai, M Mahfullah P Daulay, di ruang Binjai Command Center (BCC).
Di hadapan rombongan DPRD Batubara, Sekda Pemko Binjai, Mahfullah mengungkapkan bahwa Kota Binjai telah memiliki pusat pengendalian informasi yang keseluruhannya dikelola dalam aplikasi oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Sehingga melalui aplikasi tersebut, Wali Kota Binjai HM Idaham dapat memantau kinerja seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) OPD.
“Pemko dua tahun terakhir ini telah menaikkan status menjadi kota cerdas. Dikatakan kota cerdas, jika memiliki regulasi patokan kategori dengan adanya sarana dan prasarana yang menunjang kota tersebut menjadi kota cerdas,”terang Mahfullah.
Dikatakan cerdas, lanjut Mahfullah, jika masyarakatnya telah mampu mengelola alam dan potensi wilayahnya masing-masing secara mandiri, serta ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Sebab, Pemko Binjai telah memiliki regulasi kota cerdas, dan pemerintah harus melibatkan masyarakatnya untuk ikut mengawal perencanaan.
“Musrenbang bisa dikawal oleh masyarakat untuk menghindari persepsi negatif. Dengan kondisi tersebut, maka daerah harus jeli memanfaatkan uang. Dua tahun ini, Binjai lebih mengutamakan pembangunan infrastruktur. Sementara dalam hal manajerial teknologi, sudah memanfaatkan secara maksimal. Salah satunya Command Center yang ada di aplikasi,”jelas Mahfullah.
Soal tata pengelolaan keuangan, masih kata Mahfullah, mulai dari penganggaran sampai finishing hingga penuntasan pembayaran seluruhnya dikelola dalam aplikasi.
Mendapat penjelasan tersebut, anggota DPRD Batubara Suharto menyampaikan terimakasih. “Kami sudah lama ingin belajar ke Binjai, namun baru sekarang terlaksana.
Kami melihat perkembangan Binjai yang telah menjadi kota cerdas. Era saat ini, siapa yang mampu menguasai IT, maka akan dapat menguasai dunia,”pungkasnya. (ted/han)