Home Blog Page 6008

Ketua dan Wakil Ketua PN Medan Dilepas KPK

KPK melepaskan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan Marsudin Nainggolan dan Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo. Kedua hakim itu dilepaskan lantaran tak ditemukan bukti terkait suap penanganan perkara korupsi di PN Medan

Selain Marsudin dan Wahyu, KPK juga melepaskan dua orang lainnya, yakni hakim PN Medan Sontan Merauke Sinaga dan panitera pengganti PN Medan Oloan Sirait. Keempatnya sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa (28/8).

“Sampai 1×24 jam (pemeriksaan) itu kita menemukan belum ada alat bukti yang cukup kuat terhadap yang bersangkutan,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (29/8).

Agus menyatakan, status mereka hingga kini masih menjadi saksi. “Yang bersangkutan dilepaskan, pulang,” kata Agus.

Mendapatkan kabar kalau Marsudin Nainggolan, Wahyu Prasetyo Wibowo, Sontan Merauke Sinaga dan panitra penganti d Oloan Sirait dilepas KPK karena tidak terbukti bersalah, hakim dan pegawai di PN Medan merasa gembira. “Ya, kami gembira karena pimpinan dan rekan kami tidak menjadi tersangka.

Tapi kami juga bersedih karena Hakim Merry Purba jadi tersangka,” kata Humas PN Medan, Erintuah Damanik kepada wartawan di PN Medan, Rabu (29/8) sore.

Erintuah Damanik sempat komplain dengan pemberitaan media, yang menyebutkan atasannya terjaring OTT. “Saya kan bilang, hanya dimintai keterangan,” ucapnya.

Dia memperkirakan, para hakim yang diamankan KPK itu akan kembali ke PN Medan dalam satu atau dua hari ke depan. “Karena mereka masih berada di Jakarta dan belum bisa dihubungi. Telepon mereka masih dialihkan,” jelas Erintuah.

Dia juga mengatakan, pihaknya akan terus berpegang pada asas praduga tidak bersalah. Namun, kata dia, jika ada hakim yang menjadi tersangka, MA biasanya menerbitkan SK pemberhentian sementara. Bahkan, katanya, MA sudah memintai nama-nama yang terjaring OTT.

Erintuah mengakui, ruangan kerja Ketua dan Wakil Ketua PN MedaN masih disegel KPK. “Kalau untuk membuka segel, kita tunggu KPK,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, meski tidak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap tersebut, tapi Marsudin Nainggolan sudah diujung tugas sebagai pimpinan di PN Medan. Marsudin bakal dipromosikan menjadi hakim Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali. Sementara Wahyu menjadi Ketua PN Serang.

“Rencana sebelumnya, serah terima jabatan tanggal 5 September, dari Pak Marsudin Nainggolan kepada Pak Djaniko Girsang. Tapi karena ada masalah ini, perintah dari Dirjen segera dilakukan pelantikan pada Senin (3/9) nanti. Sedangkan serah terima jabatan dilakukan belakangan. Setelah mendengar penetapan KPK tadi, saya telepon dan pelaksanaan pelantikan tetap dilakukan tanggal 3,” jelas Erintuah.

Hal yang sama dilakukan terhadap Waka PN Medan, dalam waktu dekat ini. “Untuk wakil ketua PN, pelantikannya dilakukan Jumat (31/8). Pak Wahyu digantikan Pak Abdul Azis, juga bekas hakim dari sini,” tandas Erintuah.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Medan Cicut Sutiarso mendadak mengumpulkan seluruh hakim dan pegawai PN Medan untuk melakukan pertemuan secara tertutup. Dalam pertemuan tersebut, memberi pengarahan agar pelayanan pada masyarakat tidak menurun. “Dengan keadaan ini, pelayanan kepada masyarakat harus tetap dilakukan sebaik-baiknya. Jangan sampai kosong, jangan sampai malas-malasan. Harus tetap semangat. Ini ada hikmahnya,” tutur Cicut.

Dia mengatakan, untuk sementara Plh Ketua PN Medan dijabat Saryana. Untuk langkah selanjutnya, pihak PT Medan masih menunggu kabar dari KPK. “Sementara Plh (Ketua PN Medan) Pak Saryana ya, kita sambil menunggu berita. Sama-sama menunggu kita,” ucapnya.

Ditanya soal arahannya yang menyebut mereka harus siap menghadapi “gempa susulan” yang lebih dahsyat, Cicut menyatakan, hal itu hanya untuk mengingatkan para hakim, panitera dan pegawai PN Medan. “Artinya kan godaan itu tidak pernah stop. Kita harus terus ingat pada Tuhan,” pungkasnya.(gus)

Pileg 2019 Didominasi Partai Lama

Peneliti politik Hasanuddin Ali memperkirakan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 bakal menjadi kuburan bagi partai-partai guram dan medioker. Merujuk survei Alvara Research Center (ARC), hanya akan ada lima partai politik yang mampu mencapai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) 4 persen.

Hasanuddin yang juga founder ARC mengatakan, berdasar survei terhadap 1.500 responden di seluruh provinsi pada 12-18 Agustus 2018, PDI Perjuangan bakal menjadi jawara dengan elektabilitas 26,1 persen. Di bawah PDIP ada Gerindra dengan elektabilitas 18,7 persen.

Sedangkan di peringkat ketiga ada Golkar dengan elektabilitas 7,8 persen. Adapun Partai Demokrat (PD) memiliki elektabilitas 5,5 persen.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi juru kunci di posisi lima besar dengan elektabilitas 5,4 persen. “Secara umum PDIP stabil di angka 24 sampai 27 persen, Gerindra ada tren kenaikan dan Golkar stagnan,” kata Hasan dalam paparannya di Jakarta, Minggu (26/8).

Merujuk surver ARC, elektabilitas sejumlah partai politik lainnya belum mencapai 4 persen. Yakni Partai NasDem (3,9 persen), Partai Persatuan Pembangunan (3,2 persen), Partai Keadilan Sejahtera (3,0 persen), Partai Amanat Nasional (2,7 persen) dan Partai Perindo (1,8 persen).

Adapun partai yang berdasar survei ARC memiliki elektabilitas di bawah 1 persen adalah Hanura (0,9 persen), Partai Bulan Bintang (0,4 persen), PKPI dan PSI masing-masing 0,3 persen, Partai Berkarya (0,2 persen) dan Partai Garuda (0,1 persen).

Hanya saja, masih ada 19,7 persen responden yang belum memutuskan pilihannya. Namun, Hasanuddin meyakini partai baru belum bisa melampaui dominasi partai lama.

“Jadi parpol-parpol lama masih mendominasi pileg kita,” pungkasnya.

Survei ARC dilakukan pada 12-18 Agustus 2018 dengan melibatkan 1.500 responden berusia 17 tahun ke atas yang tersebar di seluruh provinsi. Survei menggunakan metode multistage random sampling itu memiliki margin of error 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (aim/jpc)

Giliran Bundaran Majestik Dibongkar

BONGKAR: Personel Satpol PP Kota Medan dibantu crane saat menumbangkan papan reklame bermasalah di seputaran Bundaran Majestik, Rabu (29/8).
BONGKAR: Personel Satpol PP Kota Medan dibantu crane saat menumbangkan papan reklame bermasalah di seputaran Bundaran Majestik, Rabu (29/8).

USAI membongkar papan reklame bermasalah di sepanjang Jalan Gatot Subroto mulai Simpang Capella hingga Simpang Jalan Iskandar Muda, kini personel Satpol PP fokus menumbangkan papan reklame bermasalah di seputaran Bundaran Majestik, Rabu (29/8). Satu unit papan reklame berukuran 4×10 meter dibongkar.

Sudah 3 hari berturut-turut Satpol PP dibantu organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menertibkan papan reklame bermasalah di kawasan Jalan Gatot Subroto. Total sudah 15 papan reklame bermasalah yang berhasil ditumbangkan. Sebab, 2 hari sebelumnya sebanyak 14 papan reklame bermasalah telah dibongkar.

Pembongkaran satu papan reklame berjenis billboard ini, dipimpin Sekretaris Satpol PP Rahmat Adi Syahputra Harahap. Untuk mendukung kelancaran pembongkaran, satu unit crane kembali diturunkan serta mesin las. Petugas melakukan pembongkaran sangat berhati-hati, sebab letak papan reklame berada di dalam taman.

Menghindari kerusakan taman sekaligus menimpa masyarakat pengguna jalan, petugas pun lebih dahulu mengikat beberapa sisi papan reklame dengan tali. Setelah itu tali diikatkan dengan pengait crane agar papan reklame ketika dipotong dengan menggunakan mesin las tidak ambruk dan menimpa yang ada dibawahnya.

Setelah memastikan aman, barulah petugas memotong tiang papan reklame. Beberapa petugas memberi panduan kepada para pengemudi kendaraan yang melintasi kawasan itu agar menjauh. Akhirnya petugas berhasil memotong papan reklame, crane pun selanjutnya menurunkan perlahan-lahan papan reklame tersebut.

Beberapa petugas dengan cepat memotong papan reklame menjadi beberapa bagian. Kemudian ditempatkan di atas truk. Selanjutnya petugas meneruskan pemotongan tiang yang tersisa, pemotongan dilakukan hingga rata dengan tanah.

“Pemotongan tiang papan reklame ini sengaja dilakukan rata dengan tanah untuk mencegah didirikan kembali,” tutur Rakhmat.

Usai pemotongan tiang papan reklame, seluruh material hasil pemotongan dibawa menuju Lapangan Cadika Pramuka. Di lahan itu terdapat banyak sekali material hasil pemotongan papan reklame. Umumnya seluruh papan reklame bermasalah hasil penertiban yang dilakukan selama ini. Pemko Medan kini fokus menertibkan papan reklame bermasalah di Kota Medan.

Sinyal ini telah disampaikan Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, ketika memimpin rapat bersama dengan seluruh pimpinan OPD lingkup Pemko Medan beserta camat di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, baru-baru ini.

Dalam rapat yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, Asisten Ekbang Qamarul Fatah, dan Kepala Bappeda Wirya Al Rahman, Eldin berharap, OPD terkait untuk menertibkan seluruh papan reklame bermasalah yang ada di Kota Medan. “Penertiban tidak ada pandang bulu, artinya seluruh papan reklame bermasalah harus dibongkar. Selain penegakan peraturan, penertiban yang dilakukan sebagai upaya melakukan penataan estetika kota,” tegas Eldin. (ris/saz)

Keluarga Jamaah Diimbau Pakai Masker

MEDAN- Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Asrama Haji Embarkasi Medan mengimbau kepada keluarga jamaah yang ingin melakukan penjemputan, agar memperhatikan keamanan dan kenyamanan jamaah. Mengingat lokasi perparkiran yang terbatas, hanya mampu menampung 100 mobil keluarga jamaah dan 100 mobil petugas “Yang kedua, untuk keamanan penjemputan. Karna jamaah inikan dari negara terjangkit.

Jadi dari pengalaman beberapa tahun ini, pengamalan penyakit menular yang pernah dialami adalah influenza (H1N1, H5N1 dan H7N9), sakit meningitis dan juga sakit Hepatitis,” ungkap Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Medan, Drs H Sutrisno, kepada wartawan, Rabu (29/8).

Menurut Sutrisno, dari beberapa kasus yang pernah ada, sebelum ada sterilisasi dari KKP, keluarga jamaah dilarang memasuki Aula 1 penjemputan. “Supaya tidak terjangkit penyakit yang menular itu kepada keluarga jamaah. Dan juga disarankan oleh KKP, 14 hari setelah pemulangan, jamaah itu disarankan memakai masker. Karna masa inkubasi itukan 14 hari, supaya tidak menularkan kepada keluarga seandainya ada penyakit menular,” jelasnya.

Kemudian katanya, agar proses pemulangan jamaah berjalan cepat, Sutrisno menyarankan kepada keluarga agar tidak memasuki aula. Mengingat juga, aula penerimaan yang akan digunakan jamaah nantinya lebih kecil. “Karna itu akan mengganggu proses pemulangan jamaah. Jadi biarkanlah petugas itu bekerja, agar lebih enak dan nyaman bagi petugas dan jamaah,” katanya.

Sutrisno menyebutkan, petugas telah mengatur tempat duduk jamaah yang menghadap ke Barat. Sementara, barang bawaan jamaah ditempatkan di Utara dan Selatan. “Space untuk jamaah itu, 8×22 untuk 393 jamaah. Sementara untuk barang itu 7×13 untuk 200 koper sebelah Utara dan sebelah selatan 7×13 juga,” katanya.

Dalam proses kepulangan jamaah, nantinya akan dibagi dalam ring 1 dan ring 2. Nantinya, petugas yang akan melakukan penjemputan berada di ring 2 pintu Barat. “Sementara pintu timur dan pintu tengah, itu aksesnya untuk mobil bus jamaah dan ambulan. Yang lainnya tidak dibenarkan masuk dari pintu timur dan tengah,” jelas Sutrisno.

Nantinya, lanjut Sutrisno, batasan ring 1 dan ring 2, pintu masjid Namiroh untuk ring 2 dan belakang Aula Raudah. “Untuk pemulangan, bus masuk dari gerbang utama kemudian belok ke kiri samping Jalan H Anif. Nanti bus satu dan dua akan menurunkan jamaah di Jabal Nur. Jadi untuk pintu masuk jamaah dibuat dua pintu. Lalu nanti busnya keluar lagi melewati gedung Al-Munawwarah lalu keluar dari pintu utama,” pungkasnya. (man)

CCTV Berteknologi Modern yang Berkualitas

CCTV: Country Manager Hikvision Indonesia, Michael Chen dan Marketing Manager Desi Filly memamerkan CCTV dari Hikvision.(foto : Ist/Sumut Pos)
CCTV: Country Manager Hikvision Indonesia, Michael Chen dan Marketing Manager Desi Filly memamerkanb CCTV dari Hikvision.(foto : Ist/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Upaya pemerintah Indonesia dalam mengembangkan konsep Smart City mendapat banyak dukungan dari berbagai kalangan, termasuk produsen penyedia solusi keamanan berbasis video pengawas,  salah satunya Hikvision. Perusahaan internasional ini hadir di Medan dengan membawa sejumlah teknologi modern yang sangat membantu dalam percepatan pembangunan smart city.

Salah satu langkah kongkrit Hikvision dalam mendukung program pemerintah ini adalah dengan membuka cabang di Medan.”Saat ini ada sekitar 50 kamera pemtantau di Kota Medan,” terang Michael Chen, Country Manager Hikvision Indonesia di sela acara peresmian kantor cabang Medan di Hotel Adi Mulia, Selasa malam,(28/8).

Pihaknya pun sudah menguji coba dengan instansi terkait seperti kepolisian dan dinas

perhubungan.“Dengan pembukaan kantor cabang baru ini, merupakan salah satu dukungan kami untuk membantu pemerintah ataupun pihak swasta dalam perkembangan dan kemajuan Kota Medan,” ujarnya.

Chen menambahkan, Hikvision tidak hanya sebatas produk pengawas melainkan juga memiliki kemampuan manajemen selalu berusaha untuk memberikan produk yang berkulitas, dengan mengutamakan teknologi dan selalu menampilkan inovasi. “Kami percaya diri, bahwa kami bisa menjadi solusi bagi berbagai pihak yang menginginkan produk video pengawasan (CCTV) yang dapat diandalkan,” papar dia.

Ocha Sandi Wijaya selaku Branch Manager Hikvision area Sumatera mengatakan bahwa Medan merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki perkembangan dan kemajuan dalam segi infrastruktur dan ekonomi.“Kota Medan juga memiliki kemajuan yang pesat dan sangat tepat untuk menerapkan konsep smart city sebagaimana yang sudah diterapkan di berbagai negara. Program ini menyediakan keamanan publik kota yang sehat, stabil, dan andal, dengan menampilkan serangkaian teknologi canggih yang diterapkan pada berbagai subsistem keamanan publik & platform keamanan terintegrasim,” terang Ocha Sandi Wijaya.

Marketing Manager Desi Filly menambahkan salah satu produk yang mereka tawarkan bisa jadi pilihan yaitu mampou mendeteksi wajah dan kecepatan kendaraan. Kualitas gambarpun ketika dizoom tetap terang, tidak kabur.”Sehingga pihak polisi bisa terbantu jika menggunakan CCTV smart kamera ini.  Begitu juga dalam hal penataan parkir, pengawasan karyawan di kantor dari jarak jauh maupun aktivitas di dalam rumah saat ditinggal pergi. Semua bisa dipantau dari jarak jauh dari perangkat connecting system yang dimiliki,” papar Ocha Sandy Wijaya.

Ocha Sandy Wijaya menambahkan, dalam menerapkan Solusi Safe City, produk Hikvision secara efektif melindungi warga negara dan properti berharga, meningkatkan efisiensi investigasi kriminal dan waktu respon, mengelola lalu lintas dan melacak kendaraan, mencegah ancaman dengan segera dan gangguan yang tidak diinginkan.

“Hingga kini Hikvision memiliki lebih dari 26 ribu karyawan dan juga lebih dari 13.000 karyawan yang merupakan para insinyur R&D. Tiap tahunnya perusahaan menginvestasikan 7 hingga 8% dari pendapatan penjualan tahunan untuk penelitian dan pengembangan demi menghasilkan produk yang selalu berinovasi dan terdepan,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyediakan purna jual dan pemeliharaan perangkat bekerjasama dengan dealer dan distributor  setempat. (rel/ila)

 

 

Cukup Tambah Parabola dan LNB Kabel

TV POLYTRON: Seorang model berdiri di samping TV Polytron. TV Polytron saat ini bisa menangkap siaran dari luar negeri.(foto : Ist/Sumut Pos)
TV POLYTRON: Seorang model berdiri di samping TV Polytron. TV Polytron saat ini bisa menangkap siaran dari luar negeri.(foto : Ist/Sumut Pos)

SUMUTPOS.CO – Dunia broadcast atau siaran televisi digital secara free to air (tidak berbayar)  saat ini sedang marak, masing-masing stasiun TV sudah ada yang memulai bersiaran dalam format digital atau dikenal dengan nama T2, dimana hasil penerimaan dari format digital akan menampilkan gambar yang lebih jelas, tanpa bintik, tanpa  bayangan dan dengan keluaran suara yang juga jernih.

Polytron sebagai produsen elektronik besar juga tidak mau ketinggalan. Polytron menghadirkan produk LED TV yang sudah ditanamkan Tuner Digital T2 di dalamnya. Untuk ukuran jenis ini dimulai dari 32 inci hingga 50 inci.

Kini Tuner Digital T2 menjadi suatu keharusan. Tapi sayangnya penerimaan siaran Digital T2 tidak berjalan mulus di setiap kota besar. Saat ini hanya kota Jakarta yang jumlah stasiun yang mengudara secara digital sudah cukup banyak, sedangkan di kota-kota lainnya boleh di bilang sangat minim.

Consumer Electronics Group Head Polytron, Eddy Ariawan mengatakan, demi memberikan kepuasan menonton, Polytron tidak tangung-tanggung mengeluarkan produk LED TV, yang tidak hanya Digital T2 saja, tetapi di tambahkan lagi Digital S2 Tuner (satellite). “Sehingga, jumlah Tuner yang ada pada pesawat TV jenis ini dilengkapi dengan tiga jenis tuner, yaitu Analog Tuner; Digital T2 Tuner dan Digital S2 Tuner atau bisa di bilang dengan 3 in 1 Tuner di dalam satu pesawat LED TV,” ujarnya.

Untuk menikmati siaran Digital S2 Tuner (DVB-S2), lanjutnya, maka pelanggan cukup menambahkan piringan parabola dan LNB kabel untuk membantu penerimaaan siaran. Selain channel lokal dari Indonesia juga ada banyak channel dari luar negeri yang bisa ditangkap dengan menggunakan perangkat ini. “Misal, channel yang berasal dari Asia dan juga channel lain dari seluruh penjuru dunia, caranya hanya dengan mengarahkan perangkat ke satelit,” papar dia.

Tanpa menghilangkan fungsi analog, lanjutnya, maka pelanggan juga akan selalu dapat menikmati siaran analog dengan bantuan antenna. Begitu juga dengan Digital T2 Tuner pelanggan dapat menikmatinya dengan bantuan perangkat antenna tersebut.

“Keunggulan lain yang ditawarkan Polytron adalah TV ini dapat merekam siaran dari stasiun TV manapun dan data tersebut akan di simpan di dalam flash memory melalui USB Input,” bilang Eddy Ariawan.

TV jenis ini juga sudah terkover garansi lima tahun, dimana garansi tersebut meliputi garansi panel/layar, garansi sparepart/suku cadang, garansi jasa perbaikan, garansi remote control dan garansi karena petir.

Sebagian besar TV Polytron 3 in 1 Tuner ini juga dilengkapi dengan remote control universal sehingga pengaturan elektronik lain seperti DVD player, Home Theater, Audio Hi Fi dapat di kontrol lebih mudah dengan satu remote. Kecuali untuk ukuran 32 inci.

Untuk fitur lainnya, Polytron tetap menyempurnakannya dan tidak menghilangkannya, misal Eco Mode untuk pengaturan hemat energi, input media lain misal HDMI, USB dan lain-lain. Keunggulan lain pada TV jenis ini sebagian besar juga sudah dilengkapi dengan  Early Warning System yaitu fitur seperti alarm pemberitahuan yang akan  berbunyi  ketika  peringatan akan bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan banjir akan terjadi.

“Harapannya dengan alarm ini maka akan membantu dan memberikan informasi kepada masyarakat untuk lebih waspada,” harap Eddy Ariawan. (rel/ila)

 

Mahasiswa Dituntut Berjuang Gigih

MAHASISWA BARU: Acara PKKMB USU di Stadion USU di Medan, kemarin.(foto : Bagus Syahputra/Sumut Pos)
MAHASISWA BARU: Acara PKKMB USU di Stadion USU di Medan, kemarin.(foto : Bagus Syahputra/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mahasiswa harus memberikan daya saing secara akademis dibangku perkuliah dan kampus. Hal tersebut, memberikan motivasi untuk berjuang lebih gigih dalam menuntaskan pendidikan hingga meraih gelar sarjana.

Hal itu, diungkap Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Runtung Sitepu di hadapan 8.146 mahasiswa baru pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sumatera Utara (USU) Tahun 2018, yang berlangsung di Stadion Mini USU, baru-baru ini.

“Dengan penuh rasa haru dan kegembiraan, dalam kesempatan ini, saya juga mengucapkan selamat datang kepada anak-anak kami, para mahasiswa dan mahasiswi baru USU tahun ajaran 2018/2019, yang telah berhasil lulus dari seleksi penerimaan mahasiswa baru USU yang cukup ketat dan menegangkan,” kata Runtung.

Runtung USU adalah perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa dan perguruan tinggi ke tujuh di Indonesia yang diresmikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia Ir Soekarno.”Luas Kampus USU tercatat 920 hektare, dengan perincian Kampus Padangbulan 120 hektare, Kampus Bekala 300 hektare, dan Kampus Tambunan 500 hektare,” papar Runtung.

Seiring dengan keberhasilan USU meraih akreditasi A pada tanggal 28 Februari 2018, Runtung mengungkapkan USU semakin bergiat mengejar prestasi dan meningkatkan kinerja di segala bidang, serta membangun seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam menyempurnakan proses belajar dan mengajar.

“Berbagai prestasi yang terus-menerus ditorehkan tak lain sebagai upaya untuk dapat memperbaiki peringkat USU, baik dalam sistem penilaian Kemenristekdikti, 4ICU/UniRank maupun Webometric,” tutur Runtung.

Ia menyebutkan USU yang hampir menginjak ke-66 tahun. USU telah melahirkan 192.861 orang alumni yang tersebar dalam berbagai bidang pekerjaan dan profesi,  berasal dari 15 Fakultas, 1 Sekolah Pascasarjana dan 154 Program Studi. Untuk status akreditasi Prodi,  USU telah menunjukkan peningkatan jumlah prodi yang berakreditasi A, dari 22 prodi di tahun 2016 menjadi 61 prodi hingga Agustus 2018. Sementara yang berakreditasi B sudah mencapai 84 prodi. Dengan itu, jumlah prodi yang berakreditasi A dan B sebanyak  145 prodi atau mencapai 94,16 persen.”USU memiliki 8 program studi dan 1 Unit Pendidikan telah memperoleh ISO 9001:2015. Unit Manajemen Mutu Universitas Sumatera Utara juga telah meraih sertifikasi ISO 9001:2015 dengan status Zero finding dari British Standard Institution (BSI),” kata Runtung.

Sementara itu, untuk Program Bidik Misi dari 965 pelamar, telah diverifikasi 304 orang dari jalur SNMPTN dan 207 dari SBMPTN, memenuhi kuota yang diberikan kepada USU sebanyak 511 orang.

Runtung mengucapkan selamat datang kepada anak-anak kami, Mahasiswa-Mahasiswi Baru USU Tahun 2018.

Ia mengungkapkan turut berbahagia dan bangga menerima kalian sebagai bagian dari keluarga besar USU.”Dengan harapan semoga dari tangan kalian akan lahir jejak-jejak prestasi spektakuler lainnya yang akan mengharumkan nama USU di kancah nasional, maupun internasional. Semoga juga kalian mampu menyelesaikan studi tepat waktu di fakultas masing-masing,” tandasnya.

Dalam acara PKKMB, tampak hadir Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) terpilih, Edy Rahmayadi. Kemudian, hadir juga para jajaran rektorat USU dan para dekan USU.

Sementara itu, Gubsu terpilih, Edy Rahmayadi juga mengucapkan selamat bergabung di USU bagi mahasiswa. Ia berpesan untuk meningkatkan prestasi di bidang masing-masing dengan membanggakan.

“USU harus maju, kalau USU tidak maju. Sumatera Utara tidak maju-maju. Makanya, harus maju biar Sumatera Utara ikut maju,” kata  Edy Rahmayadi, dengan singkat, usai acara tersebut.(gus/azw)

Nyatakan dengan Puas Layanan Telkomsel

PESERTA: Seorang peserta Asian Games 2018. (foto : Ist/SumutPos)
PESERTA: Seorang peserta Asian
Games 2018. (foto : Ist/SumutPos)

SUMUTPOS.CO – Cerita Peserta Asian Games 2018 (k)Dalam upaya mensukseskan pagelaran Asian Games 2018 di Palembang, Telkomsel telah melakukan pembangunan infrastruktur jaringan maupun peningkatan pelayanan agar para atlet, official, media hingga pengunjung dapat nyaman berkomunikasi dan #sebarkansemangat Asian Games ke seluruh penjuru dunia lewat media sosial.

Di Jakabaring Sports City (JSC), Telkomsel melakukan penambahan base transceiver station (BTS) yang semula berjumlah 13 menjadi 44 BTS all network (2G/3G/4G). Selain itu, ada 3 Compact Mobile BTS (COMBAT) yang beroperasi selama pagelaran Asian Games 2018 di Palembang. Semua dipersiapkan sedemikian rupa demi menjamin layanan voice, SMS maupun data internet untuk para kontingen dan pengunjung selama perhelatan Asian Games berlangsung.

Di sisi produk, Telkomsel meluncurkan Paket Perdana simPATI Asian Games 2018 yang khusus dihadirkan untuk memperlancar kebutuhan komunikasi para atlet, ofisial, jurnalis, relawan serta penonton asing Asian Games 2018.

Telkomsel menyediakan sebanyak 20.000 kartu perdana simPATI Asian Games 2018 untuk relawan dan 21.000 untuk kontingen masing-masing negara yang terdiri dari atlet, ofisial,  jurnalis, yang akan didistribusikan melalui komite resmi Asian Games 2018 Indonesia (INASGOC). Khusus bagi para pengunjung internasional, kartu perdana dapat diperoleh di booth Telkomsel di bandara, hotel, arena pertandingan, serta gerai Alfamart dan booth Grab.

Di sisi pelayanan, Telkomsel  mendirikan booth di 39 titik yang tersebar di venue, hotel serta non venue seperti bandar udara. Selain melengkapi booth dengan petugas sales, Telkomsel juga menyiagakan 100 Telkomsel Agent, yang akan membantu memberikan edukasi layanan dan solusi kepada pengguna Telkomsel yang membutuhkan bantuan seperti : aktivasi paket, registrasi dll. Selain itu, mereka juga bertugas untuk mengenalkan budaya Palembang ke pengunjung lokal dan mancanegara.

Memasuki minggu kedua perhelatan Asian Games 2018, semua persiapan Telkomsel mulai menghadirkan user experience positif dari para atlet, official, dan para supporter yang hadir di JSC. “Sejak saya memakai Telkomsel 18 Agustus yang lalu, jaringan yang saya dapatkan selalu bagus, terutama jaringan 4G nya yang cepat. Begitu juga ketika saya berkeliling kota dengan LRT, jaringannya tetap tidak bermasalah,” ungkap Samrakshyak Bhushan, Atlet Tennis asal Nepal.

Begitu juga dengan salah satu dari tim official dari Thailand, Kornkit yang merasa terbantu degan koneksi yang disediakan sehingga ia bisa tetap berkomunikasi dengan lancar dengan keluarga di negara asalnya. “Koneksinya bagus, terutama akses internetnya. Saya bisa berkomunikasi dengan keluarga secara nyaman melalui sosial media. Saya juga merasa terbantu dengan pelayanan yang ada di booth, anak-anak muda ini bisa berbahasa asing dengan baik sehingga memudahkan saya untuk berkomunikasi. Saya sangat mengapresiasi”, ungkapnya.

Executive Vice President Area Sumatera – Paulus Djatmiko mengatakan, Asian Games adalah event multinasional.  Seluruh mata dari penjuru dunia tertuju ke Indonesia sebagai tuan rumah. Semua infrastrutur, produk dan pelayanan yang dibutuhkan telah kami siapkan. “Hal ini sebagai wujud komitmen kami dalam mensukseskan pagelaran Asian Games 2018 dan menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah tuan rumah yang baik untuk menggelar kejuaraan olahraga terbesar se-Asia,” pungkasnya. (rel/ila)

 

Wabah DBD Hantui Warga Tanahtinggi

BINJAI,SUMUTPOS.CO -Sejumlah warga di Lingkungan III, Kelurahan Tanahtinggi, Binjai Timur, was-was. Pasalnya, sejumlah anak-anak mengalami demam tinggi karena terserang demam berdarah dengue (DBD). Menurut warga, seorang bocah kelas 3 SD mengalami demam tinggi yang turun-turun, hingga akhirnya meninggal dunia.

“Bukan hanya Salwana yang mengalami demam sebelum meninggal. Ada Nayra juga, tetangga yang mengalami demam tinggi, rumahnya enggak jauh dari rumah korban,” sebut warga sekitar, akrab disapa Keleng.

Ponidi, ayah korban melalui abangnya Ucok mengatakan, awalnya korban mengalami demam tinggi dengan suhu 38 derajat, pada Sabtu (25/8) lalu. Saat itu, Salwana Diva yang merupakan pelajar rajin ibadah ini enggak mau makan.

“Lalu dibawa sama keluarga ke Bidan Mukartik di Km 19 sekitar jam setengah 12 siang. Kata perawatnya, memang lagi musim demam,” sambung Lia, Uwak Korban.

Panas tinggi Salwana sempat menurun di hari ketiga usai dikasih obat. Namun esok harinya, korban kembali mengalami demam tinggi.

Oleh keluarga, korban dibawa ke Rumah Sakit Sylvani di Jalan Perintis Kemerdekaan, Binjai Utara pada pukul 05.00 WIB subuh.

Belum sempat ditangani tim medis, bibir korban mengalami biru hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pukul 06,00 WIB.

Sementara, Lurah Tanahtinggi, Dailami belum dapat memastikan kalau korban tutup usia karena DBD. Kepastian itu, kata dia, harus mendapat hasil dari laboratorium. “Tadi orang Puskesmas kayaknya sudah turun,” tandasnya. (ted/han)

Pengurus DPC Harpi Melati Langkat Dilantik

LANGKAT,SUMUTPOS.CO -Ketua TP PKK Kabupaten Langkat Ny Hj Nuraidah Ngogesa hadiri pelantikan pengurus DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati Kabupaten Langkat periode 2018-2022, di Aula Gedung PKK Stabat, Selasa (28/8).

Pada kegiatan tersebut, Ny Nuraidah menyampaikan selamat kepada 30 orang pengurus Harpi yang baru dilantik. Semoga kedepannya, Harpi Melati Langkat semakin maju dan berkualitas selama bertugas.

“Selamat bagi kepengurusan yang baru, saya doakan semakin berkembang usahanya,” ujar Ny Hj Nuraidah, selaku pelindung dan penasehat DPC Harpi Melati Langkat.

Ketua DPD Harpi Melati Sumut, Hj Fauziah Nur Lubis menyampaikan harapannya, agar ketua DPC Hj Jamhuria senantiasa memberikan bimbingan dan pelatihan kepada para anggotanya.

“Hal ini untuk meningkatkan kemampuan para pengurus DPC Harpi Melati Langkat,” sebutnya.

Ketua DPC Harpi Melati Langkat, Hj Jamhuria berharap adanya dukungan Pemkab Langkat dalam menjalankan program kerja Harpi Melati Langkat.

“Misalnya membuat kesepakatan kerja sama antara Pemkab Langkat dan kami, sehingga usaha Harpi lebih berkembang,” harapnya.

Dijelaskanya, sebagai Sekretaris Harpi Melati Langkat Dewi Ayu Murti, sedangkan Dores sebagai bendahara. (bam/han)