Home Blog Page 6015

Indomaret dan Milna Gelar Posyandu Gratis

DIABADIKAN : Peserta Posyandu Gratis bersama Indomaret dan Milna saat diabadikan usai acara.
DIABADIKAN : Peserta Posyandu Gratis bersama Indomaret dan Milna saat  diabadikan usai acara.

MEDAN – Indomaret Peduli Berbagi bekerjasama dengan Milna produsen ahli makanan bayi menggelar Posyandu Gratis di Jalan Marelan 9 Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (25/8) kemarin.

Kegiatan ini di sambut atusiasme warga sekitar dengan sejumlah peserta yang mengikuti Posyandu sebanyak 150 balita. Dimana setip balita akan ditimbang , diberikan makanan bergizi, dan dapat konsultasi kesehatan. Selain itu tim medis dari Milna juga memberikan penyuluhan kondisi kesehatan kepada peserta posyandu.

Manager Development Indomaret Cabang Medan, Gilig Lilo Samadyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Indomaret dan Milna kepada masyarakat sekitar khususnya peduli terhadap gizi balita serta posyandu gratis demi menjaga kesehatan anak-anak bangsa.

Gilig juga menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan menyampaikan kepada warga sekitar bahwa pentingnya kegiatan posyandu ini untuk memberikan perlindungan dini bagi bayi sehingga menghasilkan cikal bakal pertumbuhan yang baik untuk kedepannya. Sebab kita sadar bahwa untuk menjadi anak yang baik dan hebat dimulai dari sejak dini. Oleh karena itu memang acara seperti ini butuh partisipasi dari masyarakat. Kami sangat berterima kasih atas antusiasme Milna selaku sponsor dan CSR Indomaret. Semoga Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan dapat bermanfaat bagi kita semua,”pungkasnya.

Perwakilan Milna, Joko Wiharto mengatakan bahwa pentingnya makanan utama bagi si kecil dengan tujuan di tahapan tahun pertama adalah periode emas dikehidupan si kecil. Sebab pada masa itu sangat menentukan kualitas jangka panjang baik kecerdasan. Semua itu ditentukan dari nutrisi awal kareba kita sangat peduli dengan perkembangan pertumbuhan si kecil. Maka dengan ini kita memberikan aksi peduli gizi ketika kita sudah memberikan yang terbaik, maka orang tua harus memfokuskan di tahun pertama. Sebab tahun pertama sangat penting bagi pertumbuhan sikecil,”katanya.

Endang Andayani mewakili Puskesmas Kelurahan Marelan menegaskan bahwa pentingnya tahap makan pertama si kecil pada 1000 hari pertama kehidupan sebagau saat yang berharga bagi orang tua. Dimulai dari 1000 hari pertama dihitung dari fase pertama ibu hamil sampai melahirkan dan fase yang kedua di hitung dari umur 0 sampai 6 bulan. Makanan si kecil masih berupa Air Susu Ibu (ASI) pada fase ketiga dari umur 6 bulan sampai 2 tahun , maka sebagai orang tua kita harus memperhatikan gizi si kecil. Jangan sampai kesempatan emas tersebut si kecil mengalami kekurangan gizi,”ungkapnya. (rel/ram)

Pekerja Konstruksi Diharap Sudah Tersertifikasi

BERSAMA: Pengurus DPP APKINDO dan ITAKI Sumut Periode 2018-2023 berfoto bersama usai pelantikan di Medan, Sabtu (26/8).
BERSAMA: Pengurus DPP APKINDO dan ITAKI Sumut Periode 2018-2023 berfoto bersama usai pelantikan di Medan, Sabtu (26/8).

MEDAN- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional saat ini gencar melakukan serta memasilitasi proses sertifikasi terhadap calon tenaga ahli dan tenaga terampil baru bidang konstruksi.

Percepatan itu dilakukan untuk mendukung pelaksanaan proyek-proyek pembangunan infrastruktur terutama bidang konstruksi yang  gencar dilaksanakan pemerintah hingga 2019, bahkan untuk beberapa tahun ke depan.

Hal itu diungkapkan Ir Abdul Kosim mewakili LPJK Provinsi Sumut di acara pelantikan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Perusahaan Kontraktor Indonesia (APKINDO) Sumut dan DPP Ikatan Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (ITAKI) Sumut yang dilaksanakan di Hotel Grand Antares Medan, Sabtu (26/8).

Abdul Kosim mengatakan, Kemen PUPR menargetkan tahun ini tenaga kerja terampil baru yang dilatih dan diberikan sertifikat mencapai 2.000 orang. Beberapa upaya yang telah dilakukan Kemen PUPR dan LPJK antara lain membuat pelatihan sampai ke lembaga pemasyarakatan.

Selain itu, Kemen PUPR juga menggarap tenaga ahli baru terutama para mahasiswa teknik tingkat akhir dari berbagai kampus dengan program “Distance Learning” dan  mobil pelatihan juga disiapkan untuk proses sertifikasi. “Jadi begitu nanti mahasiswa itu diwisuda, bisa langsung kerja karena sudah memiliki sertifikat tenaga ahli. Tidak perlu lagi cari pengalaman kerja,” kata Abdul Kosim.

Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sumatera Utara juga mengharapkan, pekerjaan jasa konstruksi di Sumut ke depan lebih bermartabat. Hal ini bisa dicapai jika pekerjaan dilakukan berkualitas dengan badan usaha dan pekerja konstruksi yang sudah tersertifikasi.

LPJK Sumut berharap, pengurus ITAKI dan Apkindo yang baru dilantik harus lebih aktif karena banyaknya tantangan ke depan. “Yang harus diperjuangkan untuk mendapatkan verifikasi dan validasi awal. Ke depan harus bisa menjadi asosiasi yang terakreditasi agar bisa melakukan akreditasi,” sebutnya.

Sementara Pj Gubsu Eko Subowo yang diwakili Alfi Syahriza Harahap mengatakan, beberapa kasus kecelakaan proyek yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa tahun ini menjadi pelajaran betapa pentingnya tenaga ahli pelaksana konstruksi maupun konsultan perencana dan pengawas.

Sebagai pembina masyarakat jasa konstruksi, Pemprovsu kata Alfi Harahap menyambut kehadiran asosiasi baru yaitu Apkindo dan Itaki sebagai mitra baru untuk membantu program pembangunan di Sumut.

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) ITAKI yang juga Ketua Umum DPN Apkindo, Dr. c. Herber Lolo Simbolon ST, SE, MSc menjelaskan, dua lembaga ini lahir kembar pada 9 September 2009. Saat ini, kepengurusan baru ada di 18 provinsi. “Dari jumlah itu, baru 9 provinsi yang sudah validasi dan verifikasi awal (VVA). Kita harapkan kepengurusan Provinsi Sumut yang ke 10 dilakukan VVA,” sebutnya.

Dia berharap, pengurus kedua lembaga ini di Sumut bisa bekerjasama dengan pemerintah seluruh stakeholder di bidang konstruksi. “Anggota ITAKI dan Apkindo Sumut harus setara dan berani memberikan saran dan masukan kepada pemerintah. Jangan hanya berharap pekerjaan PL (penunjukan langsung) tapi harus berani fight dengan BUMN yang mampu mengerjakan proyek miliaran rupiah,” tegasnya.

Sebelumnya, DPW Apkindo Sumut yang dilantik hari itu terdiri dari  Ketua Umum Drs Proklamasi K Naibaho, Wakil Ketua Yansen Sihombing ST dan Riyan Muharram, Sekretaris Umum Dismon Simbolon SKom, Wakil Sekretaris Suhuldo Nainggolan dan Bendahara Umum Condrad Naibaho SE.

Selanjutnya DPW Itaki Sumut yang dilantik bersamaan terdiri dari Ketua Umum Dismon Simbolon SKom, Wakil Ketua Freddi Sihombing ST dan Suhuldo Nainggolan, Sekretaris Umum Condrad Naibaho SE, Wakil Sekretaris Novita Sitorus Pane SH, SPd, Bendahara Umum Livia Anggreni Tarigan dan Wakil Bendahara John Hotner A Pangaribuan.

Saat melantik pengurus kedua  asosiasi itu, Ketua Umum DPN Heber Lolo Simbolon ST, MSc didampingi Sekjen Teuku Abdul Hanan dan Wakil Sekjen Dermawati Simanjuntak SE. Usai acara pelantikan, dilanjutkan dengan pembekalan kepada seluruh pengurus tentang aturan dan perlu dang-undangan tentang dunia jasa konstruksi.(ila/ram)

Cetak Generasi Islam Penghafal Alquran

TANDA TANGAN: Gubernur Sumut terpilih LetjenTNI (Purn) Edy Rahmayadi disaksikan Dr H Amarullah Nasution menandatangani prasasti pembàngunan gedung Yayasan Islamic Center Darul Quran Jenderal Besar DR H Abdul Haris Nasution, Minggu (5/8).
TANDA TANGAN: Gubernur Sumut terpilih LetjenTNI (Purn) Edy Rahmayadi disaksikan Dr H Amarullah Nasution menandatangani prasasti pembàngunan gedung Yayasan Islamic Center Darul Quran Jenderal Besar DR H Abdul Haris Nasution, Minggu (5/8).

Yayasan Islamic Center Darul Quran Jenderal Besar DR H Abdul Haris Nasution diresmikan operasionalnya, 5 Agustus 2018 lalu. Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi dan H Musa Rajekshah selaku Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih pada Pilgubsu 2018, didaulat menandatangani Prasasti pembàngunan gedung yayasan tersebut.

PESANTREN ini berdiri megah di atas lahan seluas 10 Hektar, terletak di Dusun 1 Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, didirikan oleh Bapak DR H Amarullah Nasution SE MBA, seorang tokoh pendidikan Sumatera Utara asal Labuhanbatu Selatan (Labusel). Beliau telah banyak mengabdikan diri mengembangkan pendidikan di Sumatera Utara, bahkan di Provinsi Riau dan Riau Kepulauan.

Saat ini tercatat, Amarullah Nasution telah mendirikan sedikitnya empat universitas di antaranya, satu di Batam yakni Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), dan tiga di Labuhanbatu Raya (Labusel, Labura dan Labuhanbatu induk), serta dua pesantren di Labusel tepatnya di Kecamatan Sei Kanan, dan terakhir Pesantren Darul Quran Jenderal Besar DR H Abdul Haris Nasution yang baru baru ini diresmikan.

Dengan keberadaan pesantren Jenderal Besar DR H Abdul Haris Nasution yang megah ini, umat Islam harusnya layak merasa bangga. Apalagi dari data yang ada, tercatat sebanyak 830 orang santri sedang menimba ilmu di pesantren yang memprioritaskan para santri menjadi hafiz Quran, disamping pendidikan lainnya.

Keberadaan pesantren ini juga mendapat apresiasi dari Ustadz Abdul Somad Batubara Lc MA yang berkenan memberikan tausiah pada peresmian pesantren yang dirangkai dengan acara Silaturahmi dan syukuran atas terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut periode 2018-2023 di pesantren ini. Kala itu, ustadz yang akrab disapa UAS ini berpesan di hadapan ribuan undangan yang hadir, apabila ingin anak-anaknya lepas dari bahaya Narkoba dan kejahatan lainnya, masukkanlah mereka ke pesantren. “Seperti pesantren Darul Quran ini.

Namanya sajapun Darul Quran, berarti Rumah Al quran. Tentu di pesantren ini putra dan putri bapak ibu akan ditempa untuk bisa membaca dan menghafal Quran. Betapa bahagianya kita jika anak kita kelak dapat menghafal Al quran,” sebutnya. Oleh karena itu, UAS mengajak undangan yang hadir untuk berlomba-lomba mendaftarkan anak kita ke pesantren ini.

Apresiasi yang sama disampaikan Gubernur Sumatera Utara terpilih Bapak Letjen (Purn) Edy Rahmayadi. Gubernur yang telah dinobatkan bermarga Nasution ini berjanji akan menjaga nama baik Nasution. Edy juga mengaku bangga, di usia Pak Amarullah yang ke 75 tahun ini masih mampu mendirikan pesantren semegah ini. Menurut mantan Pangkostrad ini, pembangunan pesantren ini ide beliau yang cemerlang dan patut kita apresiasi.

Lantas, mengapa pesantren ini diberi nama Jenderal Besar DR Abdul Haris Nasution? Wakil Ketua Yayasan Pesantren Jenderal Besar DR H Abdul Haris Nasution, Drs Rivai Nasution MM mengaku pernah menanyakan langsung kepada sang pendiri yayasan, DR Amarullah Nasution MA tentang keberadaan pesantren tersebut. “Pak Amarullah mengatakan, ide dan niat baik ini sebenarnya telah terpikir pada saat beliau dipercaya sebagai Ketua DPD Ikatan Keluarga Nasution dohot Anak Boruna (IKANAS) pada tahun 2015 yang lalu. Saat itu beliau terinspirasi ingin mendirikan pesantren yang diberi nama Jenderal Abdul Haris Nasution,” ungkap Rivai.

Menurut Amarullah, lanjut Rivai, Abdul Haris Nasution adalah seorang Pahlawan Nasional yang banyak berjuang merebut kemerdekaan Republik Indonesia yang berasal dari Mandailing, Tapanuli Selatan. “Wajar kalau kita memberikan penghargaan atas jasa-jasa beliau. Sebelum menggunakan nama ini, Amarullah juga telah mendiskusikan dengan ahli waris Abdul Haris Nasution sekaligus memohon restu dalam menggunakan nama tersebut. Dan ternyata, putri Abdul Haris Nasution sangat menyambut baik niat Amarullah tersebut,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan Amarullah Nasution diberi kesehatan dan umur yang panjang agar pesantren ini dapat lebih berkembang pesat lagi di masa mendatang. Semoga…,” pungkasnya.(rel/adz)

PDAM Tirta Silau Piasa Raih Predikat Instansi Terbersih

ASAHAN-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Silau Piasa (TSP) meraih kategori instansi BUMD terbersih di Kabupaten Asahan.

Direktur PDAM Tirta Silau Piasa Kabupaten Asahan, H Ruspin Arif kepada Sumut Pos mengatakan, bahwa prestasi itu diraihnya berkat kerja keras seluruh jajarannya yang berusaha memberikan hal terbaik, hingga prestasi dapat diraih dengan maksimal dan optimal.

“Tentulah PDAM tidak lupa berimakasih kami ucapkan juga kepada dukungan dari seluruh masyarakat dan bimbingan serta arahan dari Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang,” kata Ruspin, Senin (27/8).

Dikatakan Ruspin, predikat yang diraih tersebut  menjadi tanggung jawab dan beban moral bagi seluruh karyawan PDAM TSP untuk dapat bekerja lebih baik dan mempertahankan prestasi yang sudah dicapai agar tahun depan bisa meraih penghargaan tersebut.

“Dimana prestasi ini tentunya akan tetap terus kami pertahankan. Tentu saja dibarengi dengan pelayanan yang maksimal kepada ribuan pelanggan PDAM di Kabupaten Asahan,”bilangnya.

Saat ditanya soal pelayanan kepada pelanggan PDAM, Ruspin mengaku kalau selama ini pihaknya berusaha maksimal memberikan dan mendistribusikan air bersih ke rumah rumah dengan lancar. lalu, tidak jarang anggotanya di lapangan bekerja hingga larut malam.

“Ini dilakukan  sebagai bentuk menjaga komitmen kepada para pelanggan agar tetap mendapatkan layanan air bersih,”bilangnya.(omi/han)

PD Perpamsi Sumut Bantu Korban Gempa Lombok

DIABADIKAN:Pengurus DPD Perpamsi Sumut diabadikan usai rapat pengambilan keputusan pemberian bantuan kepada pegawai PDAM Giri Menang, Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini.
DIABADIKAN:Pengurus DPD Perpamsi Sumut diabadikan usai rapat pengambilan keputusan pemberian bantuan kepada pegawai PDAM Giri Menang, Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini.

MEDAN-Sebagai bentuk solidaritas dan rasa empati terhadap korban gempa bumi sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), PD Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Sumut memberikan bantuan sebesar Rp25 juta.

Bantuan ini diberikan khusus kepada tukang ledeng pegawai PDAM Giri Menang (anggota PD Perpamsi NTB) yang terkena musibah bencana alam tersebut.

Ketua Umum PD Perpamsi Sumut, Heri Batangari Nasution didampingi Sekretaris Umum Indar Muda Dongoran mengatakan, bantuan tersebut merupakan sumbangan dari beberapa PDAM anggota PD Perpamsi Sumut dan telah dikirimkan ke Mataram pada 21 Agustus lalu. Bantuan langsung diterima Ahmad Zaini, selaku Ditektur Utama PDAM Giri Menang. “Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan rasa empati kami dari PDAM yang ada di Sumatera Utara kepada saudara kami sesama tukang ledeng yang terkena musibah di Lombok, kiranya bantuan ini sedikitnya dapat membantu mereka,” kata Heri.

Sementara Ditektur Utama PDAM Giri Menang, Ahmad Zaini mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan PD Perpamsi Sumut. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman di PD Perpamsi Sumut. Insya Allah saya akan salurkan ke tenaga kerja harian lepas PDAM yang rumahnya roboh, baik di PDAM Giri Menang maupun Lombok Utara,” tandasnya. (rel/adz)

Api Belum Berhasil Dipadamkan

SILIMAKUTA-Hingga kemarin sore, si jago merah yang melalap hutan seluas 40 hektare di kawasan hutan Gunung Sipisopiso, Nagori Naga Meriah, Kecamatan Pematang Silimakuta, Minggu (26/8) sekira pukul 19.30 WIB, belum berhasil dipadamkan.

Pun begitu, petugas gabungan dari TNI/Polri, Manggala Agni, terus berupaya melakukan pemadaman. Kesulitan personel gabungan tersebut dalam memadamkan api, disebabkan karena lokasi merupakan dataran vertikal menanjak dengan sudut kemiringan mencapai 45 derajat, dan sulitnya sumber air serta musim kemarau yang diikuti tiupan angin yang kencang.

Amatan di lokasi, sejak Minggu (26/8) sekira pukul 20.30 WIB, personel Polres Simalungun yang langsung dipimpin Kapolres AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK MH, sudah melakukan upaya pemadaman bersama Manggala Agni Daops Aek Nauli, BPBD Kabuaten Simalungun, Koramil Seribudolok, Kapolsek Tiga Panah, dengan melokalisir lahan untuk menghempang kobaran api.

Kanit Idik II/Tipiter Ekonomi Satreskrim Polres Simalungun Ipda Panji Nugraha STK saat dikonfirmasi, menjelaskan hingga saat ini pihaknya bersama tim gabungan masih terus melakukan pemadaman api di lokasi. (adi/esa/smg/han)

Rembuk Pemuda Tebingtinggi Demo di Kantor DPRD

SOPIAN/SUMUT POS DEMO: Komunitas Rembuk Pemuda Kota Tebingtinggi saat mendatangi kantor DPRD Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS
DEMO: Komunitas Rembuk Pemuda Kota Tebingtinggi saat mendatangi kantor DPRD Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO- Puluhan orang yang tergabung dalam Komunitas Rembuk Pemuda Tebingtinggi beramai-ramai mendatangi kantor DPRD Tebingtinggi di Jalan Sutomo, Senin (27/8). Mereka meminta DPRD dan Dispora Kota Tebingtinggi mengakomodir kepesertaan PSKTS Junior pada Piala Soeratin.

Dengan membentangkan beberapa spanduk dan poster bertuliskan “Hidupkan Kembali Turnamen Sepak Bola di Kota Tebingtinggi.” Selain itu juga, “Daftarkan PSKTS ke Piala Suratin U-17 sekarang juga dan Tebingtinggi butuh stadion layak.”

Setelah berorasi, akhirnya koordinator lapangan, Fadli Lubis bersama pelatih PSKTS, Ismail dan sejumlah pemuda diterima Sekretaris DPRD Sahat Nasution, anggota DPRD Hendra Gunawan dan Sekretaris Dispora Sugeng S.

Di hadapan pihak legislatif dan Dinas Pemuda dan Olahraga, Fadli Lubis mengungkapkan kekecewaan para pemain PSKTS Jr yang sudah berlatih dengan keras selama ini ternyata tidak didaftarkan dalam pertandingan Piala Soeratin, padahal dalam laga tanding yang digelar belum lama ini, PSMS U-17 hanya unggul 1-0 saat melawan PSKTS Jr Tebingtinggi.

“Kami kecewa tidak didaftarkan dalam Piala Soeratin padahal hari ini adalah pendaftaran terakhir, selain itu kami juga meminta agar pihak DPRD dan pemerintah kota melalui Dinas Pemuda dan Olahraga mengakomodir perkembangan olahraga khususnya bola kaki dengan membuat stadion sepakbola yang layak, sebab stadion Ramlan Yatim tidak layak digunakan untuk pertandingan sepak bola,”katanya.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD dari Fraksi Golkar Hendra Gunawan yang menerima perwakilan pengunjuk rasa mengaku baru mengetahui persoalan tersebut. “Mengapa PSKTS Jr yang mau berkembang dan sudah berlatih selama ini justru tidak diakomodir untuk mengikuti Piala Soeratin, mari kita minta penjelasan dari Kadispora Tebingtinggi,”katanya.

Senada dengan Hendra, Sekretaris Dispora Sugeng juga mengaku baru mengetahui persoalan tersebut, meskipun demikian, Sugeng mengatakan pihaknya akan berusaha mengakomodir persoalan tersebut. “Mengapa baru sekarang disampaikan masalah (tidak didaftar Piala Suratin) ini, tapi Dispora akan berupaya mengakomodir persoalan ini,”katanya.

Sementara itu Pengurus Pengkot PSSI Kota Tebingtinggi Abdullah Sani Hasibuan mengatakan hal itu dikarenakan PSKTS sudah dicoret PSSI. “Bukan masalah PSKTS tidak diakomodir untuk ikut Piala Soeratin, tapi persoalannya adalah, PSKTS selama ini tidak pernah mengikuti kompetisi jadi dicoret PSSI Pusat. Silahkan berkordinasi dengan pihak PSSI Sumut, kalau memang PSKTS dibolehkan mengikuti Piala Soeratin, kita siap mengakomodirnya,”jelas Sani Hasibuan.

Rencananya Komunitas Rembuk Pemuda Tebingtinggi akan bertolak menuju Asprov PSSI Sumut di Medan untuk berkordinasi tentang persoalan tersebut. (ian/don)

Keterangan Foto:
GERUDUK: Komunitas rembuk pemuda Kota Tebingtinggi dari PSMS Fans Club dan PSKTS Junior saat mendatangi kantor DPRD Tebingtinggi.

Pengutipan Retribusi  Wisata Air Panas Resahkan Pengunjung

TIKET: Jon Ginting menunjukkan  bukti tiket retribusi masuk mereka menuju pemandian Air Panas Debuk-debuk.
TIKET: Jon Ginting menunjukkan  bukti tiket retribusi masuk mereka menuju pemandian Air Panas Debuk-debuk.

BERASTAGI-Selain mengeluhkan kondisi jalan rusak dan tak adanya penerangan, para pengunjung wisata Air Panas Sidebuk-debuk, merasa jadi korban pungli pegawai Dinas Patiwisata Karo.

Kasus ini bermula pada Minggu (26/8) malam, saat salah satu pegawai yang melakukan pengutipan kepada warga yang akan menikmati Air Panas Debuk-debuk diduga dalam keadaan mabuk minuman. Sehingga menimbulkan perdebatan antara pengutip retribusi dan warga yang akan melintas.

“Malam itu kami bersama keluarga berencana menikmati pemandian air panas di bawah kaki Gunung Sibayak berjumlah 41 orang, terdiri dari 30 orang dewasa, dan 11 anak – anak dengan mengunakan 3 mobil. Sesampainya di pos retribusi Air Panas Debuk – debuk, kami melakukan pembayaran,” ucap warga Kabanjahe, Jon Ginting, Senin (27/8) di Kabanjahe.

Dikatakan Jon, setelah dirinya membayar iuran masuk ke air panas tersebut, dengan jumlah total Rp175.000,00. Padahal harga retribusi masuk per-orangnya hanya Rp4000, baik orang dewasa, dan anak-anak. Namun, tiket yang diterimanya hanya 15 lembar. Kemudian Jon Ginting bersama keluarga langsung melanjutkan perjalanan.

“Tidak sampai berjarak sekitar 3 meter melintasi pos retribusi, pihaknya kembali distop salah satu pegawai retrubusi Air Panas Debuk – debuk. Anehnya, penyetopan yang dilakukan pegawai tersebut dalam keadaan tidak normal, atau mabuk minuman,” terang Jon.

Jon mengutarakan, hal itu terbukti saat pegawai retribusi itu melakukan penyetopan laju mobil mereka kedua kali nya, dalam keadaan sempoyongan. Serta meminta kembali untuk membayar retribusi.

“Kami begini melakukan pengutipan kedua kali, dalam hal mempertegas apakah warga yang akan menikmati air panas sudah membayar tiket masuk. Guna menghindari pungli,” ucap pegawai yang tidak diketahui namanya, ditirukan Jon Ginting.

Jon Ginting menyesalkan, kenapa ada lagi cara koboi – koboi mabuk yang bekerja melayani masyarakat, berdampak sepertinya menakuti pengunjung yang akan menikmati kolam pemandian Debuk – debuk.

Kepala Dinas Pariwisata Karo, Mulia Barus dikonfirmasi atas sikap salah satu pegawai retribusi Air Panas Debuk – debuk mengatakan, dirinya tidak mengetahui hal itu. Sebab, itu tidak dibenarkan atau diizinkan, jika mereka bekerja mengutip iuran masuk kepada warga itu memang sudah fungsi pegawai yang menjalankan dinas tersebut.

Meski sangsi atas sikap tidak senonohnya, salah satu pegawai retribusi dalam menjalankan tugas dengan keadaan mabuk, tidak bisa ia jabarkan. “Sabar dulu ya, saya akan periksa siapa orang itu, dan akan saya panggil guna menegurnya. Memang hari Minggu pihak dari Dinas Pariwisata memang ada di pos yang dimaksud,” ucap Mulia Barus.

Mulia juga menyarankan agar melakukan konfirmasi kepada Kabid Retribusi, Piala Putra Tarigan. Tetapi yang bersangkutan ketika dikonfirmasi engan memberi jawaban, dengan dalih rapat kerja. “Saya lagi rapat, besok sajalah,” kata Piala Putra.(deo/han)

GP Inggris Dibatalkan, Marquez Untung

BASAH: Marquez saat mencoba lintasan Sirkuit Silverstone yang tergenang.
BASAH: Marquez saat mencoba lintasan Sirkuit Silverstone yang tergenang.

Dibatalkannya sesi race MotoGP Inggris, Minggu (26/8) kemarin, memicu Safety Officer FIM Franco Uncini melakukan investigasi lebih lanjut. Selain faktor cuaca , ditengarai juga sistem drainase yang buruk akibat aspal baru di Sirkuit Silverstone.

Menurut Uncini, penyelidikan lanjutan dilakukan guna mengetahui penyebab utama genangan air yang tak kunjung cepat kering, sekaligus mencari solusinya.

“Penyelidikan kemungkinan memakan waktu enam minggu. Kami akan menunggu untuk mengetahui apa penyebab jelasnya,” kata Uncini lansir Crash.net, Senin (27/8).

Direktur Balap MotoGP Mike Webb mengakui bila aspal baru memang tidak memiliki sistem drainase bagus sehingga genangan air masih ada dan berpotensi berbahaya bagi pembalap.

“Kami sudah melakukan segala yang kami bisa untuk menjalankan balap, namun kondisi tidak memungkinkan dan berbahaya,” jelas Webb.

Silverstone sendiri menurut Webb pernah menjalankan balapan saat kondisi basah dan saat itu berjalan lancar dan masih menggunakan aspal lama.

Kondisi ini membuat Marc Marquez menjadi yang diuntungkan. Pasalnya dengan berkurangnya satu putaran poinnya tetap aman di puncak klasemen.

“Saya mau berterima kasih dengan Dorna, karena sudah mendengarkan pembalap dan komentar kami sejak pertama pertemuan mengenai keselamatan,” kata Marquez yang dilansir Crash.net.

Dengan begitu, posisi puncak klasemen masih ia duduki dengan jarak poin cukup besar dengan Valentino Rossi yakni 59 poin, di mana pembalap Honda itu sudah mengamankan 201 poin.

Sementara Pembalap Ducati, Jorge Lorenzo kecewa dengan dibatalkannya GP Inggris 2018. Ia mengaku tak puas dengan kinerja pengelola Sirkuit Silverstone yang gagal memperbaiki kualitas aspal. “Ramalan cuaca kemarin ternyata benar. Hujan turun sepanjang hari. Kami hanya berhasil melakukan pemanasan dalam kondisi kering dan kemudian hujan tidak berhenti,” ujarnya seperti dilansir Crash.

“Trek berada dalam kondisi buruk. Ini menegaskan bahwa aspal tidak mengaliri air dengan baik dan seiring berjalannya waktu, situasinya tidak memungkinkan,” sambungnya.

Musim MotoGP 2018 tinggal menyisakan tujuh putaran lagi. Selanjutnya adalah seri San Marino pada 9 September mendatang. Marquez terus memastikan targetnya tetap di puncak klasemen. (bbs/jpnn/don)

Butler Tak Fokuskan Fisik

LATIHAN: Peter Butler saat memimpin latihan di Stadion Teladan Medan.(foto: Sutan siregar/Sumut Pos)
LATIHAN: Peter Butler saat memimpin latihan di Stadion Teladan Medan.(foto: Sutan siregar/Sumut Pos)

SUMUTPOS.CO – Peter Butler akhirnya memimpin latihan PSMS di Stadion Teladan, Senin (27/8). Pelatih asal Inggris itu cukup senang dengan kondisi pemainnya yang tidak terlalu menurun pasca libur.

Butler memang baru bergabung setelah PSMS berlatih selama tiga hari pasca libur. Butler mengatakan dirinya sudah menyiapkan program untuk persiapan menghadapi laga lanjutan Liga 1.

“Kita ada program hari ini saya sudah kasih ke pemain dan technical team. Pemain tak hilang banyak fitnes (stamina. Ada Yoga dan ada latihan sore ini dan mungkin besok kita cari alternatif situasi sementara tim lain gunakan lapangan juga,” kata Butler.

Menurutnya dirinya tidak berusaha memindahkan waktu latihan demi menggunakan Stadion Teladan yang belakangan digunakan untuk pemusatan latihan timnas U-16. Namun Butler sudah rela mengalah karena ada opsi lapangan yang juga cukup bagus, yakni Lapangan Thamrin Graha Metropolitan.

“Saya sudah bicara dengan manajemen. Saya mungkin gunakan lapangan TGM. Itu solusi bagus untuk pemain muda gunakan lapangan di sini, kami cari yang berkualitas. Kita coba perbaiki situasi,” tambahnya.

Selain itu Butler juga menyiapkan rencana uji coba di awal September. Ada dua uji coba yang mungkin digelar sebelum laga kontra PSIS Semarang pada 12 September. “Mungkin ada uji coba tanggal 2 dan 5 September. Tapi belum tahu lawannya. Ada di program saya untuk dua kali seminggu Yoga atau aerobik,” bebernya.

Butler mengatakan akan juga menggeber latihan taktikal. “Selanjutnya kita bisa konsentrasi di taktikal. Kita tidak mau fisik terus. Pemain kondisi bagus,” tambahnya.

Pada latihan kemarin, dua legiun asing Felipe dan Alexandros Tanidis tidak terlihat. Keduanya tengah mengurus KITAS.

Selain itu ada yang menarik usai latihan kemarin, seluruh pemain langsung menumpahkan air minum gelas ke kepala juru taktik asal Inggris tersebut. Sontak Butler terkejut dan menghindar, seraya Legimin dkk menyanyikan lagu Happy Birthday.

Seusai perayaan, Pelatih kelahiran Halifax, 27 Agustus 1966 mengaku bingung darimana anak asuhnya dapat mengetahui informasi bahwa dirinya sedang berulang tahun. “Saya bingung dari mana mereka tahu pada saya tidak kasih tahu, saya masih 21 tahun, ulangtahunnya hari ini,” ujarnya.

Di ulang tahunnya ini, Butler berharap PSMS Medan dapat bangkit dan memenangkan pertandingan yang tersisa. “Lebih penting bagi saya bisa kembali kesini dengan memperbaiki mentalitas pemain, banyak pertandingan kedepan dan pasti dengan mentalitas dan pikiran yang yakin kita bisa memenangkan pertandingan. Itu kenapa saya senang dengan pemain karena kerjasama dalam grup sangat baik dan mereka enjoy latihan,” pungkasnya. (don)