Home Blog Page 6016

Ribuan Pekerja Pertamina ‘Mendadak’ Jadi Guru

MENGAJAR: Perkerja Pertamina berbagi ilmu kepada siswa murid SD.(foto : Bagus Syahputra/Sumut Pos)
MENGAJAR: Perkerja Pertamina berbagi ilmu kepada siswa murid SD.(foto : Bagus Syahputra/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina (Persero) memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan Indonesia. Ribuan pekerjanya memberikan semangat dan mengajari anak-anak Sekolah Dasar dan anak jalanan. Kegiatan perusahan plat merah ini serentak dilakukan di seluruh-Indonesia, Senin (27/8) pagi.

Vice Presiden Corporate Communication PT Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan Selama satu hari, para pekerja meluangkan waktu untuk berpartisipasi dan berinteraksi langsung dengan dunia pendidikan sebagai wujud konkrit keterlibatan pekerja dalam kegiatan sosial.

Kegiatan mengajar ini merupakan tahun ke- tiga yang dikemas melalui program Pertamina Energi  Negeri (PEN). Adiatma mengungkapkan ada 1.435 pekerja dari Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Unit Operasi dan Anak perusahaan dari berbagai tingkat jabatan. Adapun total sekolah yang dijangkau sebanyak 63 Sekolah Dasar yang berda di sekitar wilayah Operasi Pertamina.

“Pekerja yang terlibat, kali ini naik hampir tiga kali lipat dari tahun lalu, hal ini menunjukkan antusiasme mereka dalam mewujdukan budaya kerelawanan di luar aktivitas rutin bekerja,” ucap Adiatma kepada wartawan di Medan, kemarin.

Para relawan akan mengajar, mendokumentasikan seluruh kegiatan yang berlangsung secara serentak di 17 lokasi, yakni di  Aceh, Medan, Dumai, Pekanbaru, Jambi, Prabumulih, Palembang, Jakarta, Balongan (Indramayu), Cilacap, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Tanjung, Makassar, Jayapura dan Kasim.

“PEN ke-3 kali ini melibatkan relawan dengan jumlah lebih besar dari tahun sebelumnya. Program ini pertama kali dilaksanakan di pada Februari 2016, dengan jumlah relawan sebanyak 129 pekerja Pertamina. Dan pada tahun kedua dilaksanakan pada 8 Mei, yang diikuti lebih dari 500 relawan,” jelasnya.

Pertamina Energi Negeri (PEN) tahun ini mengambil tema ‘Menyatukan Energi Mendukung Literasi, sebagai bentuk kontribusi langsung kepada masyarakat untuk berbagai pengetahuan khususnya membaca, menjelang Hari Literasi lnternasional.

Para pengajar juga akan menanamkan nilai-nilai budi pekerti, dan materi lain yang disampaikan dengan cara menarik dan menyenangkan.'”Program-program tersebut merupakan bagian kampanye perusahaan, yang sangat bermanfaat untuk membangkitkan semangat kecintaan anak-anak pada Indonesia. Para pengajar juga akan menyampaikan tata nilai perusahaan yang bisa diterapkan secara universal sebagai topik pendidikan karakter sepeti kejujuran, berprestasi, percaya diri, berbagi, kreatif dan berpengetahuan,” tutur Adiatma.

Sementara itu, untuk Di wilayah operasional PT Pertamina (Persero) MOR I Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) untuk PEN tahun ini mengambil 3 sekolah; SD 065003 di Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang, SD 060957 dan SD 060960 di Kecamatan Medan Belawan. Dengan melibatkan puluhan pekerja Pertamina MOR I.

“Puluhan pekerja turun ke beberapa sekolah dasar untuk mengajar dan mendapat kesempatan untuk memberikan keceriaan kepada siswa-siswi di sana,” ungkap Unit Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto kepada wartawan.

Selain membagikan ilmu, Pertamina MOR I melalui program CSR juga memberikan bantuan secara simbolis kepada ketiga sekolah tersebut berupa bantuan renovasi gedung sekolah. “Kami juga berharap melalui bantuan CSR yang diberikan dapat membantu memberikan fasilitas pendidikan yang lebih baik dan memadai,” ucap Rudi.

Pertamina Energi Negeri merupakan kegiatan sukarela yang diinisiasi secara murni oleh pekerja-pekerja muda Pertamina yang tergabung dalam Culture Change Agent.

“Kita yang terlibat dalam kegiatan meliputi relawan pengajar, dokumentasi dan fasilitator tidak hanya meluangkan waktu satu hari untuk berkegiatan sosial, namun juga secara mandiri menyiapkan rencana kegiatan mengajar, perlengkapan dan biaya yang mungkin timbul dari kegiatan tersebut,” tandasnya.(gus/azw)

Pekerja Konstruksi Diharap Sudah Tersertifikasi

 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional saat ini gencar melakukan serta memasilitasi proses sertifikasi terhadap calon tenaga ahli dan tenaga terampil baru bidang konstruksi.

Percepatan itu dilakukan untuk mendukung pelaksanaan proyek-proyek pembangunan infrastruktur terutama bidang konstruksi yang  gencar dilaksanakan pemerintah hingga 2019, bahkan untuk beberapa tahun ke depan.

Hal itu diungkapkan Ir Abdul Kosim mewakili LPJK Provinsi Sumut di acara pelantikan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Perusahaan Kontraktor Indonesia (APKINDO) Sumut dan DPP Ikatan Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (ITAKI) Sumut yang dilaksanakan di Hotel Grand Antares Medan, Sabtu (26/8).

Abdul Kosim mengatakan, Kemen PUPR menargetkan tahun ini tenaga kerja terampil baru yang dilatih dan diberikan sertifikat mencapai 2.000 orang. Beberapa upaya yang telah dilakukan Kemen PUPR dan LPJK antara lain membuat pelatihan sampai ke lembaga pemasyarakatan.

Selain itu, Kemen PUPR juga menggarap tenaga ahli baru terutama para mahasiswa teknik tingkat akhir dari berbagai kampus dengan program “Distance Learning” dan  mobil pelatihan juga disiapkan untuk proses sertifikasi. “Jadi begitu nanti mahasiswa itu diwisuda, bisa langsung kerja karena sudah memiliki sertifikat tenaga ahli. Tidak perlu lagi cari pengalaman kerja,” kata Abdul Kosim.

Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sumatera Utara juga mengharapkan, pekerjaan jasa konstruksi di Sumut ke depan lebih bermartabat. Hal ini bisa dicapai jika pekerjaan dilakukan berkualitas dengan badan usaha dan pekerja konstruksi yang sudah tersertifikasi.

LPJK Sumut berharap, pengurus ITAKI dan Apkindo yang baru dilantik harus lebih aktif karena banyaknya tantangan ke depan. “Yang harus diperjuangkan untuk mendapatkan verifikasi dan validasi awal. Ke depan harus bisa menjadi asosiasi yang terakreditasi agar bisa melakukan akreditasi,” sebutnya.

Sementara Pj Gubsu Eko Subowo yang diwakili Alfi Syahriza Harahap mengatakan, beberapa kasus kecelakaan proyek yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa tahun ini menjadi pelajaran betapa pentingnya tenaga ahli pelaksana konstruksi maupun konsultan perencana dan pengawas.

Sebagai pembina masyarakat jasa konstruksi, Pemprovsu kata Alfi Harahap menyambut kehadiran asosiasi baru yaitu Apkindo dan Itaki sebagai mitra baru untuk membantu program pembangunan di Sumut.

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) ITAKI yang juga Ketua Umum DPN Apkindo, Dr. c. Herber Lolo Simbolon ST, SE, MSc menjelaskan, dua lembaga ini lahir kembar pada 9 September 2009. Saat ini, kepengurusan baru ada di 18 provinsi. “Dari jumlah itu, baru 9 provinsi yang sudah validasi dan verifikasi awal (VVA). Kita harapkan kepengurusan Provinsi Sumut yang ke 10 dilakukan VVA,” sebutnya.

Dia berharap, pengurus kedua lembaga ini di Sumut bisa bekerjasama dengan pemerintah seluruh stakeholder di bidang konstruksi. “Anggota ITAKI dan Apkindo Sumut harus setara dan berani memberikan saran dan masukan kepada pemerintah. Jangan hanya berharap pekerjaan PL (penunjukan langsung) tapi harus berani fight dengan BUMN yang mampu mengerjakan proyek miliaran rupiah,” tegasnya.

Sebelumnya, DPW Apkindo Sumut yang dilantik hari itu terdiri dari  Ketua Umum Drs Proklamasi K Naibaho, Wakil Ketua Yansen Sihombing ST dan Riyan Muharram, Sekretaris Umum Dismon Simbolon SKom, Wakil Sekretaris Suhuldo Nainggolan dan Bendahara Umum Condrad Naibaho SE.

Selanjutnya DPW Itaki Sumut yang dilantik bersamaan terdiri dari Ketua Umum Dismon Simbolon SKom, Wakil Ketua Freddi Sihombing ST dan Suhuldo Nainggolan, Sekretaris Umum Condrad Naibaho SE, Wakil Sekretaris Novita Sitorus Pane SH, SPd, Bendahara Umum Livia Anggreni Tarigan dan Wakil Bendahara John Hotner A Pangaribuan.

Saat melantik pengurus kedua  asosiasi itu, Ketua Umum DPN Heber Lolo Simbolon ST, MSc didampingi Sekjen Teuku Abdul Hanan dan Wakil Sekjen Dermawati Simanjuntak SE. Usai acara pelantikan, dilanjutkan dengan pembekalan kepada seluruh pengurus tentang aturan dan perlu dang-undangan tentang dunia jasa konstruksi.(ila/ram)

 

 

Rembuk Pemuda Tebingtinggi Demo di Kantor DPRD

 

TEBINGTINGGI- Puluhan orang yang tergabung dalam Komunitas Rembuk Pemuda Tebingtinggi beramai-ramai mendatangi kantor DPRD Tebingtinggi di Jalan Sutomo, Senin (27/8). Mereka meminta DPRD dan Dispora Kota Tebingtinggi mengakomodir kepesertaan PSKTS Junior pada Piala Soeratin.

Dengan membentangkan beberapa spanduk dan poster bertuliskan “Hidupkan Kembali Turnamen Sepak Bola di Kota Tebingtinggi.” Selain itu juga, “Daftarkan PSKTS ke Piala Suratin U-17 sekarang juga dan Tebingtinggi butuh stadion layak.”

Setelah berorasi, akhirnya koordinator lapangan, Fadli Lubis bersama pelatih PSKTS, Ismail dan sejumlah pemuda diterima Sekretaris DPRD Sahat Nasution, anggota DPRD Hendra Gunawan dan Sekretaris Dispora Sugeng S.

Di hadapan pihak legislatif dan Dinas Pemuda dan Olahraga, Fadli Lubis mengungkapkan kekecewaan para pemain PSKTS Jr yang sudah berlatih dengan keras selama ini ternyata tidak didaftarkan dalam pertandingan Piala Soeratin, padahal dalam laga tanding yang digelar belum lama ini, PSMS U-17 hanya unggul 1-0 saat melawan PSKTS Jr Tebingtinggi.

“Kami kecewa tidak didaftarkan dalam Piala Soeratin padahal hari ini adalah pendaftaran terakhir, selain itu kami juga meminta agar pihak DPRD dan pemerintah kota melalui Dinas Pemuda dan Olahraga mengakomodir perkembangan olahraga khususnya bola kaki dengan membuat stadion sepakbola yang layak, sebab stadion Ramlan Yatim tidak layak digunakan untuk pertandingan sepak bola,”katanya.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD dari Fraksi Golkar Hendra Gunawan yang menerima perwakilan pengunjuk rasa mengaku baru mengetahui persoalan tersebut. “Mengapa PSKTS Jr yang mau berkembang dan sudah berlatih selama ini justru tidak diakomodir untuk mengikuti Piala Soeratin, mari kita minta penjelasan dari Kadispora Tebingtinggi,”katanya.

Senada dengan Hendra, Sekretaris Dispora Sugeng juga mengaku baru mengetahui persoalan tersebut, meskipun demikian, Sugeng mengatakan pihaknya akan berusaha mengakomodir persoalan tersebut. “Mengapa baru sekarang disampaikan masalah (tidak didaftar Piala Suratin) ini, tapi Dispora akan berupaya mengakomodir persoalan ini,”katanya.

Sementara itu Pengurus Pengkot PSSI Kota Tebingtinggi Abdullah Sani Hasibuan mengatakan hal itu dikarenakan PSKTS sudah dicoret PSSI. “Bukan masalah PSKTS tidak diakomodir untuk ikut Piala Soeratin, tapi persoalannya adalah, PSKTS selama ini tidak pernah mengikuti kompetisi jadi dicoret PSSI Pusat. Silahkan berkordinasi dengan pihak PSSI Sumut, kalau memang PSKTS dibolehkan mengikuti Piala Soeratin, kita siap mengakomodirnya,”jelas Sani Hasibuan.

Rencananya Komunitas Rembuk Pemuda Tebingtinggi akan bertolak menuju Asprov PSSI Sumut di Medan untuk berkordinasi tentang persoalan tersebut. (ian/don)

.

Suka Baca Buku Sejarah dan Dalami Agama

BERSAMA: Wagirin Arman saat menerima buku sejarah Kerajaan Urung Serembah di kantornya Jalan Imam Bonjol Medan, beberapa waktu yang lalu.(foto : ist /sumutpos)
BERSAMA: Wagirin Arman saat menerima buku sejarah Kerajaan Urung Serembah di kantornya Jalan Imam Bonjol Medan, beberapa waktu yang lalu.(foto : ist /sumutpos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk menjadi lebih baik, maka seseorang harus melewati satu jalan yang tidak mudah. Berbagai ujian akan dihadapi, agar orang berubah kearah kemajuan. Itu filsafat dari seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) Wagirin Arman, yang hobi membaca buku dalam kesehariannya.

“Saya hobinya baca buku, khususnya tentang sejarah. Dari situ kita belajar tentang banyak hal,” ujar Wagirin kepada Sumut Pos, kemarin.

Menyebutkan hobinya itu, buku tentang dua tokoh nasional menjadi favoritnya. Walaupun banyak buku lain yang juga ia sukai. Tetapi nama Soekarno dan Soeharto yang merupakan Presiden RI pertama dan kedua, seperti menjadi inspirasi perjalanan karir politik politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

“Hampir semua buku Soekarno saya baca. Seperti Marhaenis, Putra Sang Fajar, Dibawah Bendera Revolusi, dan banyak lagi.Begitu juga tentang Pak Harto (Soeharto),” katanya.

Lantas apa yang membuat seorang politisi yang sudah berkecimpung dilembaga legislatif selama lebih dari 20 tahun ini menyukai sosok sang Proklamator, Bung Karno? Dirinya mengagumi dan menjiwai ajarannya tentang bernegara, landasan berfikir serta filosofi yang dapat dijadikan pedoman.

“Termasuk filosofi jawa Soeharto. Jadi buku tokoh politisi dunia juga saya baca.

Dari hobinya membaca itu, Wagirin ternyata juga mendalami ajaran agama. Sebagai seorang muslim, dirinya mempercayai jika dalam kehidupan, tidak ada yang namamnya kebetulan. Segala sesuatu yang terjadi, merupakan kehendak Sang Khalik, Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga, ia tidak merasa sulit menjalani kehidupan dan aktifitas sebagai seorang politisi hingga usiannya yang kini 66 tahun.

Menurutnya, apa yang ia kerjakan selama ini, merupakan “seknario: Tuhan. Sementara usaha dan upaya yang dilakukan manusia adalah wajib dengan tetap meyakini, bahwa semua merupakan kehendak Alah SWT. Langkah, rejeki, pertemuan dan maut (kematian) sudah diatur, namun tidak dapat diketauhi manusia.

Dari keyakinan itu, ia yakin, seluruh perjalanan politiknya, jatuh dan bangun, adalah bagian dari skenario itu. Seluruh cobaan yang menimpanya sepanjang karir, dianggap sebagai ujian yang akan menjadikan dirinya lebih baik dan bijaksana.

“Saya yakin, semua cobaan itu adalah ujian yang membuat kita akan menjadi besar. Sama seperti sekolah, kalau mau naik kelas, harus ujian dulu,” katanya. (bal/ram)

Guru Honorer Cabuli Muridnya

DIGIRING: Petugas menggiring guru honorer ES untuk diperiksa dan dijebloskan ke penjara.
DIGIRING: Petugas menggiring guru honorer ES untuk diperiksa dan dijebloskan ke penjara.

TEBINGTINGGI-Tak kuat menahan nafsunya, seorang guru honorer berinisial ES(35) tega mencabuli murid-nya, sebut saja namanya Mawar (11). Alhasil, ES pun mendekam di balik jeruji Polres Tebingtinggi.

Aksi bejad guru SD di Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalifah ini terungkap berawal laporan PH (36), orangtua Mawar yang tak terima anak perempuannya dicabuli ES.

Mendapat laporan itu, petugas pun mengamankan ES dari kediamannya di Dusun Juhar II, Desa Juhar I, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Sergai.

“Pelaku merupakan guru dan wali kelas korban di salah satu SD tak jauh dari kediaman korban,”ujar Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi Iptu J Nainggolan didampingi Kanit PPA Iptu Doraria Simanjuntak saat ditemui Senin (27/8) di ruang media center Mapolres Tebingtinggi.

Diceritakan Nainggolan, terbongkarnya aksi cabul ES terhadap Mawar pada Sabtu (11/8)  sekitar pukul 10.00 WIB, di salah satu ruangan guru.

Bermula dari adanya pengaduan FS (11), teman sekelas Mawar melaporkan kepada PH, bahwa Mawar kesakitan usai buang air kecil.

Mendengar pengaduan teman putrinya itu, PH pun menginterogasi Mawar hingga mengaku jika dirinya dicabuli gurunya ES.

Kepada ibunya, Mawar mengaku jika sebelumnya pada saat jam istirahat sekolah, dipanggil ES masuk ke ruangan guru.

Setelah korban masuk, ES menutup pintu dan mencabuli Mawar. “Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku nekat melakukan pencabulan terhadap korban, setelah nafsu melihat korban pada saat jam mata pelajaran olah raga, dimana ketika itu korban yang mengikuti pelajaran olah raga tidak menggunakan korset (celana pendek),”terang Nainggolan.

Ditegaskan J Nainggolan, pelaku ES dijerat dengan melanggar pasal 82 ayat (1) perpu RI no 1 tahun 2016 tentang perubahan ke-2 atas undang-undang no 213 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (ian/han)

Dukungan untuk Milla Terus Mengalir

LAYAK: Luis Milla mendapat banyak dukungan yang memintanya dipertahankan.
LAYAK: Luis Milla mendapat banyak dukungan yang memintanya dipertahankan.

Dukungan untuk mempertahankan pelatih Indonesia Luis Milla berdatangan. Teranyar Menpora Imam Nahrawi menyiratkan agar PSSI mempertahankan pelatih asal Spanyol itu.

Sejak gagal di babak 16 besar, nasib Luis Milla menjadi tanda tanya. Sebelumnya, beredar kabar PSSI akan mendepak Luis Milla karena gaji yang harus dikeluarkan sangat besar ditambah pencapaian tidak sesuai target.

“Racikannya sudah bagus, konsolidasi tim sudah kelihatan, dan dukungan suporter sangat luar biasa. Kepercayaan publik terhadap sepak bola kita sudah meningkat,” kata Imam Nahrawi, kepada wartawan di Medai Center Asian Games, JCC, Senayan, Jakarta, Senin (27/8).

Keinginan Imam Nahrawi agar Luis Milla dipertahankan semakin terasa setelah politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut kerja sang pelatih harus dilanjutkan.

“Karenanya lanjutkan timnya. Karena sudah kelihatan racikannya. Tim harus dilanjutkan. Dan suporter pun juga siap patungan dan semoga nanti ditampung PSSI,” pungkasnya.

Sejumlah eks penggawa timnas menilai pelatih asal Spanyol itu wajib dipertahankan meski Tim Indonesia U-23 tersingkir pada babak 16 besar Asian Games 2018 setelah kalah dari Uni Emirat Arab melalui drama adu penalti 3-4 usai seri 2-2.

Mantan gelandang timnas Firman Utina menilai Milla adalah pelatih yang pintar karena mampu memberikan perubahan untuk timnas Indonesia ke arah permainan yang modern. Jika melihat proses di masa mendatang, timnas sudah berada di jalan yang tepat.

“Kalau melihat hasil, pasti kecewa. Tapi kalau melihat proses ini sangat pesat perkembangannya. Tapi kalau melihat hasil sekarang, ini sama saja kayak sebelum-sebelumnya, tapi kalau melihat proses wajib dipertahankan, Luis Milla telah merubah karakter gaya permainan Indonesia,” ujar Firman.

“Menurut saya lebih kelihatan, cara bermain anak-anak lebih berkualitas antara defend transisi attacking. Pada saat attacking transisi ke defend ini sangat kelihatan kerja samanya,” katanya. (bbs/don)

Eni: Sebagian untuk Munaslub Golkar

JAKARTA-Satu per satu teka teki ke mana aliran dana dugaan suap proyek PLTU Riau-1, mulai terungkap. Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih mengakui, uang suap yang ia terima untuk kebutuhan Munaslub Partai Golkar pada 2017 lalu.

“Memang ada, duit yang Rp2 miliar saya terima, sebagian kan untuk munaslub,” ungkap Eni, usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (27/8).

Eni yang juga tersangka atas dugaan proyek itu, menyebutkan, uang suap yang ia terima dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo, tidak semua masuk ke Partai Golkar. “Enggak, enggak. Kalau itu enggak sampai ke sana,” jelasnya.

Sebelumnya, hal senada pun dilontarkan oleh mantan Ketua DPR Setya Novanto. Ia mengakui, adanya aliran uang proyek PLTU Riau-1 ke Munaslub Partai Golkar. “Ya, saya dengar begitu (ada aliran uang), ada yang bilang,” kata Setnov, sapaan karibnya, usai menjalani pemeriksaan untuk tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo.

Kendati demikian, mantan Ketua DPR itu, membantah ikut menerima aliran yang dari proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt itu. “Enggak ada. Enggak ikut masalah itu,” tegas Setnov.

Sebagaimana diketahui, KPK telah menetapkan 3 tersangka dalam kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih, pengusaha Johannes B Kotjo, dan mantan Mensos Idrus Marham.

Dalam pengembangan penyidikan, KPK menduga, Idrus ikut membantu dan bersama-sama dengan Eni menerima suap. Adapun Idrus dijanjikan uang 1,5 juta dolar AS oleh Johannes.

Ketika itu, Idrus berperan mendorong agar Eni menerima uang Rp4 miliar pada November dan Desember 2017. Lalu Rp2,2 miliar pada Maret dan Juni 2018. Eni diduga menerima suap sebesar Rp500 juta, yang merupakan bagian dari commitment fee 2,5 persen dari nilai proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Commitment fee tersebut diberikan oleh Johannes. Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Johannes sebagai tersangka, karena memberikan suap kepada Eni.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, membantah kabar adanya aliran dana suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 dalam pelaksanaan munaslub pada Desember 2017. Bahkan pihaknya mengaku, bersedia untuk dilakukan audit oleh lembaga antirasuah.

Sebagaimana diketahui, dugaan aliran dana suap PLTU Riau-1 yang mengalir ke Munaslub Partai Golkar diungkapkan oleh pengacara eks Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, Fadli Nasution. Aliran dana itu, pun diduga berasal dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo, kepada Eni.

Airlangga memastikan, tak ada aliran dana suap dalam pelaksanaan munaslub yang telah membuatnya terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Begitu pula spekulasi adanya aliran dari mantan sekjen partainya, Idrus Marham. “Pak Idrus tentu kami hargai, karena beliau secara kesatria mengundurkan diri dari Golkar. Kemudian terhadap dana Golkar dari hasil informasi, dan pernyataan Pak Agus Gumiwang mengatakan tidak ada, dan dari ketua panitia penyelenggara tidak ada, dari bendahara Golkar juga tidak ada,” ungkap Airlangga di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (27/8).

Tak hanya itu, partainya pun mengaku siap untuk dilakukan audit oleh KPK. “Iya (audit aliran dana), terima kasih,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Fadli Nasution menyebut Eni pernah meminta bantuan kepada Johannes untuk membantu operasional panitia Munaslub Partai Golkar. Aliran dana yang diduga ikut mengalir sekitar Rp2 miliar. (rdw/ce1/aim/jpc/saz)

Butler Tak Fokuskan Fisik

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS LATIHAN: Peter Butler saat memimpin latihan di Stadion Teladan Medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
LATIHAN: Peter Butler saat memimpin latihan di Stadion Teladan Medan.

Peter Butler akhirnya memimpin latihan PSMS di Stadion Teladan, Senin (27/8). Pelatih asal Inggris itu cukup senang dengan kondisi pemainnya yang tidak terlalu menurun pasca libur.

Butler memang baru bergabung setelah PSMS berlatih selama tiga hari pasca libur. Butler mengatakan dirinya sudah menyiapkan program untuk persiapan menghadapi laga lanjutan Liga 1.

“Kita ada program hari ini saya sudah kasih ke pemain dan technical team. Pemain tak hilang banyak fitnes (stamina. Ada Yoga dan ada latihan sore ini dan mungkin besok kita cari alternatif situasi sementara tim lain gunakan lapangan juga,” kata Butler.

Menurutnya dirinya tidak berusaha memindahkan waktu latihan demi menggunakan Stadion Teladan yang belakangan digunakan untuk pemusatan latihan timnas U-16. Namun Butler sudah rela mengalah karena ada opsi lapangan yang juga cukup bagus, yakni Lapangan Thamrin Graha Metropolitan.

“Saya sudah bicara dengan manajemen. Saya mungkin gunakan lapangan TGM. Itu solusi bagus untuk pemain muda gunakan lapangan di sini, kami cari yang berkualitas. Kita coba perbaiki situasi,” tambahnya.

Selain itu Butler juga menyiapkan rencana uji coba di awal September. Ada dua uji coba yang mungkin digelar sebelum laga kontra PSIS Semarang pada 12 September. “Mungkin ada uji coba tanggal 2 dan 5 September. Tapi belum tahu lawannya. Ada di program saya untuk dua kali seminggu Yoga atau aerobik,” bebernya.

Butler mengatakan akan juga menggeber latihan taktikal. “Selanjutnya kita bisa konsentrasi di taktikal. Kita tidak mau fisik terus. Pemain kondisi bagus,” tambahnya.

Pada latihan kemarin, dua legiun asing Felipe dan Alexandros Tanidis tidak terlihat. Keduanya tengah mengurus KITAS.

Selain itu ada yang menarik usai latihan kemarin, seluruh pemain langsung menumpahkan air minum gelas ke kepala juru taktik asal Inggris tersebut. Sontak Butler terkejut dan menghindar, seraya Legimin dkk menyanyikan lagu Happy Birthday.

Seusai perayaan, Pelatih kelahiran Halifax, 27 Agustus 1966 mengaku bingung darimana anak asuhnya dapat mengetahui informasi bahwa dirinya sedang berulang tahun. “Saya bingung dari mana mereka tahu pada saya tidak kasih tahu, saya masih 21 tahun, ulangtahunnya hari ini,” ujarnya.

Di ulang tahunnya ini, Butler berharap PSMS Medan dapat bangkit dan memenangkan pertandingan yang tersisa. “Lebih penting bagi saya bisa kembali kesini dengan memperbaiki mentalitas pemain, banyak pertandingan kedepan dan pasti dengan mentalitas dan pikiran yang yakin kita bisa memenangkan pertandingan. Itu kenapa saya senang dengan pemain karena kerjasama dalam grup sangat baik dan mereka enjoy latihan,” pungkasnya. (don)

Poldasu Incar PD Pasar

Pasca menetapkan 3 pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM) sebagai tersangka, Subdit IV/Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, kini pihaknya ‘mengincar’ Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan untuk mendalami dugaan keterlibatan dalam kasus jual beli lapak kios Pasar Marelan.

Pelaksana Harian (Lakhar) Kabid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, penyelidikan dugaan jual lapak kios di Pasar Merelan, tak berhenti sampai di pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM) saja, namun dilanjutkan ke PD Pasar Kota Medan. “Bila terbukti adanya korupsi yang dilakukan pengurus, makanya kasusnya akan kita limpahkan ke Tipikor. Tapi saat ini fokus kami masih pada pungli yang dilakukan pengurus,” tegas Nainggolan kepada wartawan, Senin (27/8).

Dikatakan Nainggolan, saat ini Poldasu menetapkan  Bendahara P3TM masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).Sebab, Bendahara P3TM merupakan yang megang uang. “Semua uang pungli dia yang pegang. Jadi bantu kami, kalau mengetahui keberadaannya dimana, segera kabari kami (polisi),” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Pasar Marelan Alim Syahputra (48) warga Jalan Tempirai Martubung yang berstatus saksi, bisa bernafas lega karena statusnya lolos dari jeratan sebagai tersangka. Nainggolan mengatakan, setelah hasil gelar perkara, Kepala Pasar Marelan Alim Syahputra tidak terbukti sebagai orang memegang uang. “Makanya kita pulangkan Kepala Pasar Marelan Alim Syahputra,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, melakukan penangkapan terhadap 4 orang pelaku pungutan liar (pungli) di Pasar Marelan, Jumat (24/8).

Keempat pelaku masing-masing bernama Roni Mahera (47) wiraswasta, warga Jalan Takenaka Gang Family Lingkungan V Paya Pasir Marelan, lalu Alim Syahputra (48) Kepala Pasar (BUMD) warga Jalan Tempirai Martubung.

Kemudian, Rasty (49) anggota Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM) warga Pasar Nippon Siombak Labuhan Deli Marelan, dan M Ali Arifin (50) Sekretaris P3TM warga Marelan Raya Lingkungan 7 Rengas Pulau Marelan.”Dalam penangkapan tersebut, turut diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp2 juta, 1 buah tas ransel warna ungu berisikan berkas berkas dan kwitansi, dan 4 unit handphone,” kata AKBP MP Nainggolan. (man/ila)

Pemko Belum Diberitahu

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) hingga kini belum juga melunasi utang dana bagi hasil (DBH) pajak kendaraan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Namun begitu, dikabarkan Pemprovsu akan melunasi hak yang menjadi Pemko Medan pada P-APBD 2018. Sayangnya, wacana itu hanya sebatas lisan karena Pemerintah Kota (Pemko) Medan belum diberitahu melalui surat perihal itu.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Medan Irwan Ibrahim Ritonga mengatakan, sejauh ini pihaknya belum ada menerima informasi rencana pembayaran DBH yang tertunggak dari Pemprovsu. Bahkan, surat pemberitahuan yang sebelumnya dilayangkan sampai sekarang belum ada balasan.

“Belum ada kita terima informasi mau dibayar di P-APBD Pemprovsu tahun 2018. Sebab, kita tidak ada menerima secara lisan maupun surat resmi dari mereka,” kata Irwan, kemarin.

Irwan mengaku bersyukur jika memang ada informasi Pemprovsu mau membayarkan DBH. Namun, bila informasi tersebut benar, patut dipertanyakan berapa alokasi anggaran yang akan dibayarkan pada P-APBD 2018.”Jangan pula ditampung dalam P-APBD hanya beberapa bulan atau tidak penuh. Sedangkan sisanya berutang lagi dan dibayarkan tahun depan. Padahal, masih ada utang DBH mereka tahun 2017 yang belum dibayar,” kata dia.

Diharapkan Irwan, Pemprovsu dapat membayar DBH paling tidak hingga November 2018. Selain itu, utang tahun 2017 juga dilunasinya. “Total utang DBH Pemprovsu sebesar Rp998,1 miliar, yang terdiri dari utang 2017 Rp328,6 miliar dan asumsi penerimaan 2018 sebesar Rp669,4 miliar. Asumsi penerimaan 2018 disesuaikan dengan proyeksi penerimaan 2017,” jabarnya.

Ia melanjutkan, dari total utang Rp998,1 miliar, baru dibayarkan Rp389,7 miliar. Dengan rincian, Rp231,3 miliar untuk penyaluran 2018 dan sisanya Rp158,4 miliar utang tahun 2017.”Jadi, sisa penyaluran 2018 dan utang 2017 totalnya sekitar Rp608,4 miliar. Rinciannya, kekurangan penyaluran DBH untuk 2018 sebesar Rp438,2 miliar dan utang 2017 Rp170,2 miliar,” tegas Irwan.

Sebelumnya, Sekdaprovsu R Sabrina berjanji utang DBH Pemprovsu ke kabupaten/kota akan segera diselesaikan dan dananya ditampung dari P APBD 2018. “Segera kita bayar di P-APBD 2018 ini, dan kabupaten/kota juga sudah kita beritahu soal ini,” akunya kepada wartawan di Medan.

Diketahui, Pemprovsu belum menyelesaikan DBH di tahun 2017 kepada 33 kabupaten/kota sebesar Rp418,3 miliar dari total utang Rp926,711 miliar, dengan alasan dana digunakan untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2018 kemarin hingga Rp1,2 triliun. Utang DBH tahun 2017 tersebut, paling banyak ke kota Medan yakni dari Rp170,2 miliar. (ris/ila)