Home Blog Page 6017

Ganda Putra Pastikan Emas

INASGOC FINAL: Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto memastikan tiket ke final menghadapi sesama wakil Indonesia, Markus Gideon dan K evin Sanjaya
INASGOC
FINAL: Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto memastikan tiket ke final menghadapi sesama wakil Indonesia, Markus Gideon dan K
evin Sanjaya

Ganda putra Indonesia akan melakoni laga perang saudara di partai final Asian Games 2018 pada Selasa (28/8). Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang bakal bertemu dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengaku siap bermain habis-habisan dan mengalungkan medali emas. Sayangnya All Indonesian Final gagal tercipta di tunggal putra setelah Anthony Sinisuka Ginting tumbang.

Fajar/Rian melenggang ke babak final setelah berhasil mengalahkan wakil Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen. Pasangan ranking dua dunia ini dibuat pasrah melalui laga rubber game dengan skor 21-14, 19-21, dan 21-13.

Kemenangan juga diraih oleh pasangan The Minions. Langkah mereka terus berjalan mulus hingga mengalahkan wakil Taiwan, Lee Jhe Huei/Lee Yang dengan skor 21-15, 20-22, dan 21-12 di babak semifinal.

Lolosnya dua pasangan ganda putra ke final Asian Games 2018 membuat Indonesia mengalungkan satu medali emas. Sepanjang sejarah Asian Games, all Indonesian finals di ganda putra baru sekali terjadi yakni di Asian Games 1974 di Tehran. Saat itu, Tjun Tjun/Johan Wahyudi menang atas pasangan Indonesia lainnya Christian Hadinata/Ade Chandra.

“Masuk final dua-duanya, sudah pasti satu emas buat Indonesia. Yang penting kami berdoa aja semoga kami juara dan bisa dapat medali emas,” ujar Fajar.

Berdasarkan catatan, pertandingan Fajar/Rian melawan The Minions besok adalah pertemuan mereka yang kedua setelah Indonesia Terbuka 2018.Kehadiran keluarga yang sudah menonton sedari awal membuat Fajar/Rian kian termotivasi untuk menyabet medali emas Asian Games 2018. “Ibu alhamdulillah dari kemarin udah nonton terus. Ibu juga abis ulang tahun, semoga juga bisa memberikan kado yang terindah,” tutup Rian.

Sementara itu The Minions sempat kesulitan menghadapi wakil Taiwan. Mereka sempat memaksakan rubber game. Akhirnya Kevin/Marcus bangkit kembali di set ketiga. Mereka mengaku bisa melepaskan diri dari tekanan dan bermain lebih lepas. Terlebih, mereka makin bersemangat dengan banyaknya penonton yang mendukung langsung di Istora.

“Set pertama main cukup baik. Set kedua banyak melakukan kesalahan, servis-servis tanggung. Lawan sempat bangkit dan set ketiga berusaha perbaiki kesalahan di set kedua,” kata Kevin usai laga.

Di set kedua, The Minions memang cenderung lebih ditekan lawan. Sempat mengejar poin di angka krusial, namun mereka akhirnya kalah. Skor 20-22 memaksa keduanya menjalani rubber set.

“Set pertama unggul, set kedua musuh lebih enak mainnya, dapat feelingnya. Set ketiga kami lebih berjuang cari poin dan lebih pede saja,” imbuh Marcus. (bbs/don)

Delia Pratiwi Gelar Sosialisasi Waspada Pangan

IST SOSIALISASI: Suasana sosialisasi waspada pangan mengandung bahan berbahaya di Langkat.
IST
SOSIALISASI: Suasana sosialisasi waspada pangan mengandung bahan berbahaya di Langkat.

LANGKAT- Delia Pratiwi Boru Sitepu SH kembali menggelar sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi waspada pangan, yang mengadung bahan berbahaya. Kali ini, kepada warga Desa Sidomulyo Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, di Pendopo Jentera Malay Rumah Dinas Bupati Langkat Stabat, Jumat (24/8).

Sebelumnya anggota MPR/DPR RI Dapil Sumut III Fraksi Partai Golkar tersebut, telah menggelar acara yang sama dengan menghadirkan staf kementerian Kesehatan RI di Desa Banyumas Stabat, beberapa bulan lalu.

Pada sosialisasi kali ini, Delia yang didampingi suami, mendatangkan Drs Y Sacrame Tarigan Apt selaku Kepala Balai Besar POM Medan.

Delia yang merupakan anak sulung Bupati Langkat itu, menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat lebih  slektif dan berhati–hati dalam membeli bahan pangan yang sehat, yaitu yang bebas dari zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Sebab saat ini masih banyak masyarakat kurang pemahaman pada ciri makanan yang mengadung bahan cat berbahaya. Dan,  tidak memperhatikan serta mengamati kandungan dalam makanan yang akan dikomsumsi. Biasanya, hanya tertarik pada tampilannya saja dan harga yang murah.

“Contohnya baru-barui ini, adanya makanan tahu menggunakan zat perwana pakaian, sehingga warnanya lebih cantik dan lebih tahan lama, tidak cepat basi, ternyata tahu seperti ini lebih digemari masyarakat,” terangnya.

Jika hal tersebut tidak diperbaiki, kata Delia, dampaknya akan sangat berbahaya bagi tubuh, sebab bisa menimbulkan penyakit seperti kanker, gagal ginjal dan lainnya. Jelas hal itu berakibat pada kematian.

“Dengan sosialisasi ini diharap masyarakat, menjadi konsumen cerdas, melakukan ceklik saat membeli pangan, yaitu cek kadar luarsa, izin, lebel dan  kemasan makanannya,” harapnya.

Kepala Balai Besar POM Medan Drs Y Sacrame Tarigan Apt, menyampaiakan pada 2017 dana BPJS sekitar Rp29 triliun, namun baru di bulan september sudah habis.

Hal ini karena biaya  banyak tersedot  mengobati masyarakat yang mengalami sakit berat, di antaranya gagal ginjal yang mengharuskan  cuci darah, kanker payudara, kanker rahim dan lainnya.

Penyakit tersebut masuk ke dalam tubuh, akibat mengkonsumsi pangan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Yang mana efeknya diketahui setelah 10 tahun ke depan. (bam/azw)

Dinkes Sumut Inisiasi 10 Sekolah Percontohan

Guna mewujudkan tempat pendidikan yang aman, bersih dan sehat, Dinas Kesehatan Sumatera Utara menginisiasi 10 sekolah percontohan di Kota Medan. Hal ini bertujuan agar anak-anak tumbuh sehat dan menjadi lebih berprestasi.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Agustama didampingi Kepala PPID Dinkes Sumut, Ridesman, Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat, Teguh Supriadi dan Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Sumut, Rosidah, Senin (27/8).

Dalam aplikasinya, kata Agustama, sekolah bersih, aman dan sehat serta terhindar dari sampah berserakan, bersih dari comberan dan nyamuk, serta kantin yang bersih. “Anak-anak juga mendapat asupan gizi yang cukup. Kalau bisa dibudayakan sarapan sebelum anak-anak berangkat ke sekolah. Kalau perlu dibuat sesekali acara sarapan bersama di pagi hari,” jelasnya.

Kemudian olahraga. Jadi, imbuhnya, olahraga ini bukan hanya sebatas kurikulum saja, akan tetapi menjadi pelajaran yang lebih dari itu. Misalkan olahraga peregangan. Jadi setelah dua jam pelajaran dan akan memasuki pelajaran berikutnya, dilakukan sebentar peregangan. Jadi anak-anak itu dilatih bagaimana peregangan.

“Kalau kita membinanya secara teknis saja. Kalau support kita memberikan stimulasi seperti makanan tambahan untuk anak sekolah. Itupun sesekali lah. Karena ini bentuknya hanya kontribusi kita saja dan nantinya ini dimonitoring oleh Kota Medan,” paparnya.

Tak hanya itu saja, pihaknya juga akan melombakan kesepuluh sekolah ini untuk dinilai mana sekolah yang terbaik dari sekolah percontohan ini. “Ending akhirnya sekolah menjadi bersih, aman dan sehat, kemudian anak-anak tumbuh berprestasi. Saya kepingin ada perbandingan rapor anak dari sebelumnya. Bagaimana rapor mereka setelah kita lakukan intervensi ini, ada tidak kenaikan prestasi,” bilangnya.

Sebab, lanjut dia, sekolah sehat ini berkorelasi dengan prestasi anak. Di mana gizi anak semakin bagus, sekolah semakin bersih, semakin aman, dan tidak ada bully yang terjadi di sekolah.”Ini program Kemenkes RI dan Kemendikbud RI. Jadi, terpilihnya kesepuluh sekolah ini berdasarkan hasil rapat UKS tahun 2017 silam. Setidaknya 10 provinsi memiliki sekolah model,” kata dia.

Dia pun berharap, seluruh sekolah di Sumut bisa menerapkan dan akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, pihaknya belum memiliki road map. Sebab, mereka belum tahu kondisi di lapangan seperti apa.

“Di sekolah ada yang namanya UKS dan dokter kecil. Pada sekolah sehat ini, saya juga menyaranakn agar dipersiapkan kader kebersihan yang memantau nyamuk (jumantik). kegiatan ini aplikasinya pada anak-anak. Sedangkan guru sebagai orang yang memotivasi dan mengawasi. Jadi tidak ada unsur bentakan, perintah. Jadi menumbuhkan komunikasi persuasif ke anak bisa muncul, sehingga anak bisa berkreasi,” imbuh Teguh.

Di lain sisi, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Sumut, Rosidah menuturkan, dari sekolah sehat ini pihaknya juga akan memberikan buku rapor kesehatan. “Karena sekolah ini berada di Kota Medan, kita juga mendorong Pemko Medan bisa membimbing dan memfokuskan sekolah ini menjadi lebih baik lagi,” singkatnya.

Sementara itu, adapun kesepuluh sekolah percontohan ini antara lain, SDN Islam Terpadu Zahra, SDN 067255, SDN 066045, SDN 068008, SD Darul Mustafa, SDN 067952, SD Nahdatul Ulama, MIN Belawan, MIN Medan, dan MIN Glugur Darat. (dvs/ila)

Dewan Medan Minta KPU Evaluasi PPDP

M IDRIS/SUMUT POS RDP: Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi A DPRD Medan bersama KPU dan Bawaslu Medan terkait masih banyaknya formulir C6 yang kembali, Senin (27/8).
M IDRIS/SUMUT POS
RDP: Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi A DPRD Medan bersama KPU dan Bawaslu Medan terkait masih banyaknya formulir C6 yang kembali, Senin (27/8).

MEDAN,SUMUTPOS.CO -Sebanyak 200.000 lebih formulir C6 atau undangan memilih pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 lalu, kembali ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi A DPRD Medan yang dihadiri Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Medan, Senin (27/8) sore.

Ketua Komisi A DPRD Medan, Andi Lumbangaol menyatakan, kembalinya 200.000 formulir C6 tersebut merupakan masalah besar dan harus disikapi serius oleh KPU Medan.

Menurut Andi, diyakini masalah ini terjadi lantaran petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) tidak bekerja secara maksimal.

“Coklit (pencocokan dan penelitian) harus benar-benar dilakukan maksimal oleh petugas yang telah ditunjuk KPU Medan. Namun, saya khawatir petugas tidak melakukan maksimal. Padahal, anggaran untuk itu cukup besar dan bila dilakukan secara sungguh-sungguh maka jumlahnya minim,” ungkap Andi dalam RDP yang dihadiri hampir semua anggota Komisi A.

Kata Andi, ke depan jumlah formulir C6 yang kembali harus dapat ditekan. Sebab, jumlah 200.000 lebih itu cukup besar dari total DPT pada Pilgubsu 2018.

“Wilayah Kota Medan memang besar, namun merupakan wilayah padat penduduk. Untuk itu, tidak akan sulit mencari dan memberikan formulirnya sesuai nama yang tertera,” sebut Andi.

Anggota Komisi A DPRD Medan, Sabar Sitepu mengatakan, cukup tingginya angka formulir C6 yang kembali lantaran PPDP hanya sekadar memberikan kepada masyarakat. Artinya, tidak memastikan apakah undangan pemilih itu benar-benar sampai kepada yang berhak.

“Selalu terjadi setiap pemilu, karena petugasnya yang rata-rata dipilih dari kepala lingkungan hanya sekadar memberikan dan berpatokan terhadap data lama. Tidak memastikan apakah benar-benar orangnya yang menerima langsung dan tak mau mencari,” ujar Sabar.

Oleh karena itu, sambung Sabar, sudah seharusnya KPU Medan mengganti petugas tersebut dengan yang benar-benar mau bekerja. Sebab, mereka itu digaji terkecuali tidak.

“Kalau begini terus kondisinya, memungkinkan indikasi terjadi perdagangan formulir C6. Makanya, hal ini harus disikapi serius karena demi masa depan dan citra baik KPU Medan sendiri,” cetusnya.

Sementara, Ketua KPU Medan Herdensi Adnin mengatakan, sebanyak 200.000 lebih formulir C6 yang kembali kepada pihaknya sewaktu Pilgubsu 2018 lalu sebagian besar disebabkan karena pemilih tak dapat ditemui. Jumlahnya, mencapai 117.561 formulir. Sedangkan sisanya yaitu 11.000 karena pemilih sudah meninggal dunia tetapi masih dalam daftar pemilih tetap (DPT), 85.219 sudah pindah domisili, 47.285 tidak dikenal atau alamatnya tidak jelas dan 21.974 lain-lain.

“Total 200.000 formulir C6 yang kembali ini mengalami penurunan sekitar 15 sampai 17 persen dari DPT. Sebab, tahun sebelumnya sampai 30 persen,” aku Herdensi.

Ia menambahkan, jumlah tersebut diharapkan bisa diminimalisir pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden nantinya. Bahkan, dapat mencapai nol persen yang kembali. (ris/azw)

Pembangunan 90 Kios Ilegal

FACHRIL/SUMUT POS KIOS: Pembangunan 90 kios di lahan PT KAI Belawan tanpa mendirikan plang Izin Mendirikan Bangunan sehingga dinilai ilegal.
FACHRIL/SUMUT POS
KIOS: Pembangunan 90 kios di lahan PT KAI Belawan tanpa mendirikan plang Izin  pendirikan Bangunan sehingga dinilai ilegal.

Setelah sebulan, pembangunan sebanyak 90 kios di lahan PT KAI, Jalan Stasiun, Kecamatan Medan Belawan, belum juga ada plang izin mendirikan bangunan (IMB). Kios tersebutpun secara hukum merupakan pembangunan illegal.

Pantauan di lapangan, Senin (27/8), menyebutkan, proses pembangunan kios dengan ukuran 8 X 3,5 meter, sudah berdiri lebih dari 4 kios. Anehnya, pembangunan di lahan milik perusahaan BUMN tidak juga terpasang plang IMB. Para pekerja terus melakukan aktivitas pembangunan, dengan terbentang jual beli kios, pengerjaan kios kerja sama operasional dengan PT KAI seakan berdiri secara ilegal. “Sudah sebulan pembangunannya, tapi sampai saat ini kami lihat tidak ada plang proyeknya. Kami pun tidak tahu, kios itu milik siapa dan rencana fungsi kios itu untuk apa,” kata Ruswa, seorang warga di sana.

Menyikapi itu, Anggota DPRD Medan, HT Bahrumsyah menilai, dengan tidak adanya plang proyek di lokasi pembangunan milik BUMN, diduga tidak ada izin.”Kalau memang tidak ada plang proyeknya, berarti pembangunan itu ilegal, harusnya ada plang proyek, biar jelas pembangunan di lahan itu memiliki izin,” kata Bahrum.

Ditegaskan Ketua Fraksi PAN DPRD Medan, diminta kepada dinas terkait dan camat, harus mengecek ke lapangan, karena plang proyek itu menunjukkan legalitas bangunan yang akan didirikan.

“Jangan karena itu bangunan di lahan BUMN, Pemko Medan tidak tegas, kita mendukung pembangunan untuk kepentingan ekonomi di Belawan, tapi harus sesuai prosedur dan atauran, jangan sesuka hati,” tegas Bahrum.

Dengan tidak berdirinya plang proyek, lanjut Ketua PAN Kota Medan ini, mencerminkan, pihak pengusaha telah mengkelabui Pemko Medan, untuk mencari kentungan dengan tidak membayar biaya pajak bangunan. “Ini kan menyangkut PAD Kota Medan, kalau pembangunan itu menyalah, sangat merugikan pendapat daerah. Untuk itu, kita minta untuk segera dicek apabila tidak ada izin, agar ditindak tegas,” kata Bahrum.

Sebelumnya, Camat Medan Belawan, Ahmad SP mengatakan, bangunan di lahan PT KAI sudah ada izin, bahkan dirinya sudah memegang salinan izin dari dinas terkait. “Sudah ada izinnya, sudah kita pegang izinnya. Saya juga sudah perintahkan agar plangnya cepat dipasang, nanti saya perintahkan untuk pemasangan plang proyeknya,” jelas Ahmad. (fac/ila)

Ribuan Pekerja Pertamina ‘Mendadak’ Jadi Guru

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos Perkerja Pertamina Berbagi Ilmu Kepada Siswa Murid SD.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
Perkerja Pertamina Berbagi Ilmu Kepada Siswa Murid SD.

MEDAN,SUMUTPOS.CO -PT Pertamina (Persero) memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan Indonesia. Ribuan pekerjanya memberikan semangat dan mengajari anak-anak Sekolah Dasar dan anak jalanan. Kegiatan perusahan plat merah ini serentak dilakukan di seluruh-Indonesia, Senin (27/8) pagi.

Vice Presiden Corporate Communication PT Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan Selama satu hari, para pekerja meluangkan waktu untuk berpartisipasi dan berinteraksi langsung dengan dunia pendidikan sebagai wujud konkrit keterlibatan pekerja dalam kegiatan sosial.

Kegiatan mengajar ini merupakan tahun ke- tiga yang dikemas melalui program Pertamina Energi  Negeri (PEN). Adiatma mengungkapkan ada 1.435 pekerja dari Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Unit Operasi dan Anak perusahaan dari berbagai tingkat jabatan. Adapun total sekolah yang dijangkau sebanyak 63 Sekolah Dasar yang berda di sekitar wilayah Operasi Pertamina.

“Pekerja yang terlibat, kali ini naik hampir tiga kali lipat dari tahun lalu, hal ini menunjukkan antusiasme mereka dalam mewujdukan budaya kerelawanan di luar aktivitas rutin bekerja,” ucap Adiatma kepada wartawan di Medan, kemarin.

Para relawan akan mengajar, mendokumentasikan seluruh kegiatan yang berlangsung secara serentak di 17 lokasi, yakni di  Aceh, Medan, Dumai, Pekanbaru, Jambi, Prabumulih, Palembang, Jakarta, Balongan (Indramayu), Cilacap, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Tanjung, Makassar, Jayapura dan Kasim.

“PEN ke-3 kali ini melibatkan relawan dengan jumlah lebih besar dari tahun sebelumnya. Program ini pertama kali dilaksanakan di pada Februari 2016, dengan jumlah relawan sebanyak 129 pekerja Pertamina. Dan pada tahun kedua dilaksanakan pada 8 Mei, yang diikuti lebih dari 500 relawan,” jelasnya.

Pertamina Energi Negeri (PEN) tahun ini mengambil tema ‘Menyatukan Energi Mendukung Literasi, sebagai bentuk kontribusi langsung kepada masyarakat untuk berbagai pengetahuan khususnya membaca, menjelang Hari Literasi lnternasional.

Para pengajar juga akan menanamkan nilai-nilai budi pekerti, dan materi lain yang disampaikan dengan cara menarik dan menyenangkan.'”Program-program tersebut merupakan bagian kampanye perusahaan, yang sangat bermanfaat untuk membangkitkan semangat kecintaan anak-anak pada Indonesia. Para pengajar juga akan menyampaikan tata nilai perusahaan yang bisa diterapkan secara universal sebagai topik pendidikan karakter sepeti kejujuran, berprestasi, percaya diri, berbagi, kreatif dan berpengetahuan,” tutur Adiatma.

Sementara itu, untuk Di wilayah operasional PT Pertamina (Persero) MOR I Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) untuk PEN tahun ini mengambil 3 sekolah; SD 065003 di Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang, SD 060957 dan SD 060960 di Kecamatan Medan Belawan. Dengan melibatkan puluhan pekerja Pertamina MOR I.

“Puluhan pekerja turun ke beberapa sekolah dasar untuk mengajar dan mendapat kesempatan untuk memberikan keceriaan kepada siswa-siswi di sana,” ungkap Unit Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto kepada wartawan.

Selain membagikan ilmu, Pertamina MOR I melalui program CSR juga memberikan bantuan secara simbolis kepada ketiga sekolah tersebut berupa bantuan renovasi gedung sekolah. “Kami juga berharap melalui bantuan CSR yang diberikan dapat membantu memberikan fasilitas pendidikan yang lebih baik dan memadai,” ucap Rudi.

Pertamina Energi Negeri merupakan kegiatan sukarela yang diinisiasi secara murni oleh pekerja-pekerja muda Pertamina yang tergabung dalam Culture Change Agent.

“Kita yang terlibat dalam kegiatan meliputi relawan pengajar, dokumentasi dan fasilitator tidak hanya meluangkan waktu satu hari untuk berkegiatan sosial, namun juga secara mandiri menyiapkan rencana kegiatan mengajar, perlengkapan dan biaya yang mungkin timbul dari kegiatan tersebut,” tandasnya.(gus/azw)

Berjaya di Pencak Silat, Indonesia Koleksi 20 Emas

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia makin mapan di posisi empat besar dalam klasemen perolehan medali Asian Games 2018 hingga pukul 17.30 WIB hari kesembilan penyelenggaraan, Senin (27/8/2018).

Prestasi melejit, total kontingen Indonesia sudah mengumpulkan 20 keping emas.

Sebanyak delapan keping emas disumbangkan para atlet yang berlaga di gelanggang cabang olahraga pencak silat Asian Games 2018.

Tambahan dua emas terakhir masing-masing disumbangkan Abdul Malik di kelas B putra (50-55 kg) dan Sarah Tria Monita di kelas C putri (55-60 kg).

Keduanya tampil dalam laga final di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Lima keping emas sebelumnya masing-masing disumbangkan Aji Bangkit Pamungkas di kelas I putra (85-90kg), Komang Harik Adi Putra di kelas E putra (65-70kg), Iqbal Candra Pratama di kelas D putra (60-65), Yola Jampil dan Hendy (seni ganda putra), Puspa Arumsari (seni tunggal putri) serta Nunu Nugraha, Asep Sani, dan Anggi Faisal Putra (seni beregu putra).

Berkat hasil ini, para atlet Merah Putih sudah jauh melampaui target 16 medali emas yang ditargetkan Kemenpora.

Jangan lupa, cabang bulutangkis perorangan sudah pasti akan menyumbangkan satu medali emas karena terjadi all-Indonesian final di nomor ganda putra.

Pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon akan bertemu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di partai puncak.

Cabang lain yang berpeluang menyabet emas hari ini adalah panjat tebing estafet beregu dan lompat jauh putri.

Perolehan medali emas Indonesia sekarang unggul empat keping atas pesaing terdekat, Iran. (tj/aim)

KPK Tahan Musdalifah Terkait Kasus Suap Gatot

Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 Musdalifah ditahan usai diperiksa penyidik KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (27/8/2018).
Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 Musdalifah ditahan usai diperiksa penyidik KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (27/8/2018).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menahan seorang tersangka mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 Musdalifah. Penahanan dilakukan setelah pemeriksaan, Senin (27/8/2018). “Ditahan 20 hari pertama di Rutan Polres Jakarta Timur,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/8/2018).

Musdalifah merupakan seorang dari 38 anggota dan mantan anggota DPRD yang diduga terlibat dalam kasus suap berupa hadiah atau janji dari mantan Gubernur Provinsi Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. Suap itu terkait fungsi dan kewenangan mereka sebagai anggota dewan pada periode tersebut untuk menyetujui laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD sumut, persetujuan Perubahan APBD Provinsi Sumut Tahun 2013-2014 oleh DPRD Sumut.

Musdalifah keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 16.30 WIB dengan mengenakan rompi tahanan warna oranye. Musdalifah tak banyak memberikan keterangan kepada awak media dan langsung masuk ke dalam mobil tahanan KPK.

Musdalifah ditangkap KPK pada Minggu (26/8/2018) di Medan, Sumatera Utara. “KPK memutuskan melakukan penangkapan terhadap tersangka MDH (Musdalifah) kemarin (Minggu), karena tidak hadir dalam pemanggilan KPK tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Senin (27/8/2018).

Febri menuturkan, sebelumnya Musdalifah setidaknya telah dipanggil dua kali secara patut, yakni pada tanggal 7 dan 13 Agustus 2018. Pada panggilan pertama, KPK tidak memperoleh informasi alasan ketidakhadiran, sementara pada panggilan kedua, Musdalifah tidak datang dengan alasan menikahkan anaknya. KPK, lanjut Febri, sebelumnya juga telah mengingatkan pada para tersangka anggota DPRD Sumut agar bersikap koperatif dalam proses hukum ini.

“Hadir memenuhi panggilan penyidik adalah kewajiban hukum yang semestinya dipenuhi oleh tersangka ataupun saksi,” kata Febri. Febri menuturkan, ketidakhadiran tersangka hanya dapat diterima dengan alasan yang patut secara hukum.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 38 orang tersangka. Selama proses penyidikan, ada lebih dari 200 saksi yang telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Suap untuk ke-38 anggota DPRD Sumut itu terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD sumut, Persetujuan Perubahan APBD Provinsi Sumut Tahun 2013-2014 oleh DPRD Sumut. Kemudian, terkait pengesahan APBD tahun anggaran 2014-2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi anggota DPRD Sumut pada 2015. (kps)

Bripka HG Konsumsi Sabu Sejak Dua Tahun Lalu

Bripka HG yang videonya viral di media sosial (medsos) karena mengonsumsi sabu-sabu.
Bripka HG yang videonya viral di media sosial (medsos) karena mengonsumsi sabu-sabu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bripka HG yang videonya viral di media sosial (medsos) karena mengonsumsi sabu-sabu langsung diamankan Propam Polrestabes Medan.

Dari hasil pemeriksaan, oknum Provost Polsek Medan Helvetia, tersebut ternyata sudah dua tahun mengonsumsi sabu-sabu.

“Oknum yang nyabu sudah lama sebagai pemakai narkoba, sejak dirinya bertugas di Polsek Medan Barat (tahun 2016),” kata Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol M Arifin kepada wartawan, Senin (27/8/2018).

Arifin menyebutkan, saat ini Bripka HG masih dalam pemeriksaan di ruang penyidik Propam Polrestabes Medan.

“Dari hasil pemeriksaan, dia mengaku hanya memakai narkoba dan bukan sebagai pengedar,” tuturnya.

Diutarakan Arifin, saat dilakukan tes urine hasilnya positif mengkonsusmi narkoba. “Dia mengkonsumsi narkoba di rumah rekannya yang diduga pengedar narkoba,” akunya.

Sebelumnya, telah beredar di media sosial facebook dengan akun bernama Thomas yang memposting adanya seorang oknum anggota Polri berpakaian dinas lengkap sedang menggunakan sabu.

Belakangan, diketahui oknum aparat itu bertugas di Polsek Medan Helvetia.

Petugas Polsek Medan Helvetia yang mendapat informasi lalu menindaklanjuti bersama Polrestabes Medan menjemput Bripka HG di rumahnya, Jalan Setia Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru Kecamatan Medan timur. (fir)

Nyabu, Komplotan Pungli KIM Diringkus

Foto: Fachril/Sumut Pos LESU: Keempat bandit pungli yang kerap beraksi di KIM, lesu ketika diamankan personel Tim Gagak Polres Pelabuhan Belawan, Sabtu (25/8).
Foto: Fachril/Sumut Pos
LESU: Keempat bandit pungli yang kerap beraksi di KIM, lesu ketika diamankan personel Tim Gagak Polres Pelabuhan Belawan, Sabtu (25/8).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO Sebanyak 4 orang yang kerap melakukan penganiayaan dan pemerasan terhadap sopir truk di Kawasan Industri Medan (KIM) diringkus. Penangkapan dilakukan Tim Khusus Penegakan Gangguan Keamanan (Gagak) Polres Pelabuhan Belawan, Sabtu (25/8).

Keempat tersangka masing-masing, Ariono (27), Junaidi (40), Sahat Simbolon (36) dan Rino Ginting (33). Keempat warga Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan ditangkap saat menghisap sabu.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra mengatakan, penangkapan para tersangka berawal dari laporan Yoga Supriadi.

Dalam laporannya, sopir truk berusia 22 tahun itu sedang istirahat di dalam truk di KIM.

Kemudian, kedua tersangka, Ariono dan Junaidi meminta uang kepada korban dengan alasan uang parkir dan keamanan. Oleh korban, diberikan uang sebesar Rp30 ribu.

Namun, kedua tersangka memaksa untuk diberikan uang Rp50 ribu. Lantas, kedua tersangka memukuli korban.

“Korban melaporkan kejadian itu ke kita. Dari laporan itu, tim Gagak melakukan penangkapan terhadap komplotan pungli sopir itu, di KIM. Mereka ditangkap sedang memakai sabu,” kata Jerico.

Dari tangan para tersangka diamankan barang bukti alat hisap sabu. Untuk kasus narkobanya, dilimpahkan ke Sat Narkoba.

“Para tersangka sudah kita amankan. Kita terus melakukan pengembangan, untuk mengungkap para pungli yang kerap meresahkan sopir truk,” sebut Jerico. (fac/ala)