Home Blog Page 6028

Konflik Lahan di Palas Berujung Maut, Empat Warga Ditangkap

PALAS, SUMUTPOS.CO – Dua warga Rohul yang diduga terlibat aksi brutal hingga berujung tewasnya Maraganda Harahap, sekuriti PT MAI di Desa Sungai Korang, Hutaraja Tinggi (Huragi), Padanglawas (Palas), ditangkap Polres Tapanuli Selatan, Selasa (14/8) lalu.

Total, sudah ada empat warga yang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Tapsel yang berada di Kota Padangsidimpuan.

“Sudah ada empat warga yang kita amankan dan kita tetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Isma Wansa, Jumat (16/8) saat dikonfirmasi.

Para tersangka, terangnya, akan dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana sub Pasal 338 KUHP dan Pasal 170 karena melakukan kekerasan secara bersama-sama dan mengakibatkan kematin.

Ditanya berapa dugaan pelaku yang menghabis nyawa Maraganda Harahap, Isma belum dapat menjelaskannya.

“Itu belum bisa (kita) jelaskan, masih lidik,” sebutnya dan masih terus melakukan pemeriksaan kepada tersangka dan pengembangan.

Sementara, Kapolsek Sosa AKP Huayan Harahap, yang lokasi kejadian berada di di wilayah hukumnya mengatakan, adapun Empat Warga Rohul yang diamankan yaitu, Aslon Sinaga (42) alias Pak Eka warga Desa Suka Maju, Rambah, Rokan Hulu (Rohul), Jhon Sihombing (38) warga yang sama, kemudian Esron Napitupulu (39) Warga Dusun Kali Desa Batang Kumuh, Kecamatan Tambusaim Rohul dan Ranto Manik (36) warga yang sama.

”Dua sebelumnya diamankan saat kami bersama pihak Polres Rohul dan Brimob Polda menyisir lokasi, dan dua lainnya diserahkan saat kami berada di Polsek Tambusai Rohul,” jelas Huayan.

RS Martha Friska Ditenggat 10 Hari

SUTAN SIREGA/SUMUT POS RS MARTHA FRISKA_Suasana RS Marta Friska Di Jalan Multatuli Medan, Kamis (19/1) Rs Martha Friska adalah salah satu rumah sakit yang di cabut keikutsertaan BPJS nya.
SUTAN SIREGA/SUMUT POS
RS MARTHA FRISKA_Suasana RS Marta Friska Di Jalan Multatuli Medan, Kamis (19/1) Rs Martha Friska adalah salah satu rumah sakit yang di cabut keikutsertaan BPJS nya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah dua kali Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut mengundang manajemen Rumah Sakit Martha Friska Brayan di Jalan Yos Sudarso, Medan, membahas gaji sejumlah dokter spesialis yang belum dibayarkan, belum ada titik temu temu. Meski demikian, IDI Sumut memberikan tengat watu 10 hari sejak pertemuan tersebut.

Hal ini diungkapkan Ketua IDI Sumut, dr Edy Ardiansyah kepada Sumut Pos. Dia mengatakan, pertemuan kedua berlangsung tepatnya Selasa (14/8) kemarin. Manajemen rumahsakit, katanya, sedang berupaya menjual sejumlah aset untuk membayarkan gaji dokter spesialis yang nunggak.

“Mereka berjanji untuk membayar gaji dokter spesialis dengan menjual aset rumahsakit. Makanya mereka meminta waktu kepada kita. Menjual aset kan bukan mudah. Apalagi sekarang ini kondisi perekonomian sedang sulit. Makanya kita minta ketegasan mereka, kami selaku organisasi profesi memberi tenggat 10 hari kepastian kapan dibayar gaji-gaji dokter di sana,” ungkapnya, Minggu (19/8).

Waktu 10 hari sejak pertemuan kedua itu diberi agar manajemen rumahsakit swasta itu bisa memikirkan dan mengupayakan bagaimana gaji sejumlah dokter spesialis yang belum agar segera dibayarkan.

“Seperti yang saya katakan tadi, tidak mudah menjual aset. Tapi kita tidak juga mau mempersulit, akhirnya diputuskan 10 hari sejak pertemuan kedua bagaimana usaha mereka agar dibayarkanlah gaji dokter-dokter yang menunggak itu,” katanya.

Ia mengatakan, seandainya setelah waktu yang ditentukan manajemen tidak juga memberi kepastian kapan akan membayarkan gaji, IDI Sumut selaku organisasi profesi menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada dokter-dokter spesialis yang belum digaji itu.

“Artinya nanti akan dilakukan mediasi lagi. Kalau mereka belum bisa memberi kepastian kapan akan digaji, kami tidak lagi lakukan mediasi. Kami serahkan sepenuhnya apa sikap dari dokter-dokter di sana sesuai kesepakatan mereka dengan rumahsakit,” katanya.

Pemprovsu Janji Lunasi Utang DBH

Kantor Gubsu-Ilustrasi.
Kantor Gubsu-Ilustrasi.

SUMUTPSO.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berjanji utang Dana Bagi Hasil (DHB) ke kabupaten/kota akan segera diselesaikan setelah  dananya ditampung di Perubahan APBD Sumut 2018. “Segera kita bayar di P-APBD 2018 ini dan kabupaten/kota juga sudah kita beritahu soal ini,” ujar Sekdaprovsu R Sabrina kepada wartawan, Minggu (19/8).

Diketahui, Pemprovsu belum menyelesaikan DBH 2017 kepada 33 kabupaten/kota sebesar Rp418,3 miliar dari total utang Rp926,711 miliar, dengan alasan dana digunakan untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 mencapai Rp1,2 triliun. Di mana, utang DBH 2017 tersebut paling banyak ke Kota Medan, yakni dari Rp170.272.858.947 bersisa menjadi Rp158.403.404.426.

Kemudian ke Kabupaten Deliserdang sisa utang Rp32.753.219.968 dari Rp92.281.785.213. Sementara ke Kabupaten Langkat utang dari Rp41.164.087.808 dan telah dibayar Rp22.526.385.230 dengan sisa menjadi Rp18.637.770.357,9. Lalu untuk Kabupaten Asahan sisa utang menjadi Rp14.312.561.468 dari Rp36.172.063.164.

Bahkan penyaluran utang DBH tersebut baru dilakukan Pemprovsu pada 20-23 -April 2017 yakni hanya sekitar Rp507.551.775.947. Sebenarnya, kata Sabrina, kondisi saat ini dikarenakan dana mereka yakni berasal dari kabupaten/kota belum diserahkan Pemprovsu.

“Jadi secara bertahap juga akan diserahkan. Berarti ini bukan utang. Bahkan disebut utang berjalan pun saya tidak setuju, hanya saja uang belum diserahkan,” katanya tanpa merinci nilai anggaran yang diajukan pada P-APBD 2018 karena masih proses penyusunan anggaran.

Sementara itu diketahui, Pemko Medan ragu Pemprovsu akan melunasi utang DBH di P APBD 2018. Apalagi dari proyeksi penerimaan DBH TA 2018 sebesar Rp 669 miliar, Pemprovsu hanya mengalokasikan pembayaran sebesar Rp 389 miliar di APBD 2018, dengan rincian penyaluran kurang bayar 2017 sebesar Rp158 miliar dan Rp231 miliar alokasi penerimaan 2018. Sedangkan sisanya akan ditampung di P-APBD 2018.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Setdaprovsu, Agus Triprioyono, mengakui pihaknya belum menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS)  P-APBD 2018 ke DPRD Sumut. “P APBD 2018 sedang proses. Karena kita baru selesai membahas penyerapan anggaran semester I. Setelah inilah baru bisa kita ajukan KUA PPAS-nya,” katanya.

Mau Pensiun, Terima Kasih Banyak Lindswell Kwok!

ANTARA FOTO/INASGOC/Akbar Nugroho Gumay/nak/18. Atlet wushu Indonesia Lindswell mengibarkan bendera merah putih saat upacara penyerahan medali emas yang diperolehnya di nomor Taijijian Putri Wushu Asian Games 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (20/8).
ANTARA FOTO/INASGOC/Akbar Nugroho Gumay/nak/18.
Atlet wushu Indonesia Lindswell mengibarkan bendera merah putih saat upacara penyerahan medali emas yang diperolehnya di nomor Taijijian Putri Wushu Asian Games 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (20/8).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Torehan emas di Asian Games 2018 menjadi prestasi terakhir Lindswell Kwok di ajang olahraga terbesar Asia ini.

Usai meraih emas di cabang wushu nomor women’s taijiquan & taijijian all-round, di JIExpo Jakarta, Senin (20/8) pagi, Lindswell menjelaskan bahwa dirinya sudah merasa cukup. “Sudah cukup (jadi atlet), mau rest dulu,” ungkapnya.

Namun demikian, wanita Medan berusia 26 tahun itu belum menjelaskan apa yang akan dilakukannya setelah pensiun ini. “Belum tahu mau gimana, tapi pasti enggak jauh-jauh dari wushu,” ungkapnya.

Saat disinggung apakah akan menjadi pelatih, atlet 26 tahun asal Medan itu tak menjawab dengan pasti. Dia terlihat masih akan mempertimbangkannya lagi ke depan. “Jadi pelatih atau bagaimana liat nanti. Yang jelas pastinya terkait wushu,” ungkap dia.

Sebelumnya, di Asian Games 2010, Lindswell hanya duduk di posisi keenam dan barulah di Incheon, Korea, pada Asian Games 2014 dia meraih perak. (dkk/jpnn)

Kejari Karo Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Tugu Mejuah-juah

Tugu mejuah juah

 

Tugu mejuah juah

KARO, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo akhirnya  menetapkan 4 tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah Berastagi. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah pihak Kejari Karo menerima hasil audit kerugian negara dari BPK RI.

“Penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara atau ekspose di kantor Kejari Karo pada tanggal 31 Juli 2018 lalu. Hasil audit BPK ditemukan dugaan kerugian negara dalam kasus ini sebesar kurang lebih Rp650 juta,” tegas Kasi Pidsus Kejari Karo, Dapod Manurung SH pada Sumut Pos, Rabu (15/8) sore.

Dikatakan Dapod, ke empat tersangka itu masing-masing berinisial CT selaku Pengguna Anggaran, RT selaku Pejabat Pembuat Komitmen, RHS selaku direktur perusahaan (rekanan) dan Ir. EPS selaku pelaksana kegiatan. Meski sudah menyandang status tersangka, namun hingga saat ini ke empat tersangka belum ditahan.

“Saat ini kita masih memeriksa saksi tambahan. Soal penahanan belum dilakukan. Nanti para tersangka ini kita panggil lebih dulu, disana nanti ditentukan soal penahanan mereka,” tandas Dapod.

Seperti diketahui, kasus ini sebelumnya sempat terkesan dibiarkan berlarut karena lambatnya hasil audit dari BPK RI soal jumlah kerugian negara. Padahal, penyidik sudah melakukan gelar perkara (expose)  di gedung Kantor BPK Perwakilan Provinsi Sumut pada 15 Desember 2017 lalu.

Kegiatan expose di BPK Sumut merupakan tindak lanjut perihal permohonan kepada BPK untuk menunjuk ahli keuangan negara dan melakukan audit untuk perhitungan kerugian keuangan negara atas pengadaan proyek tersebut.

Karena hasil audit merupakan alat bukti yang penting dalam pembuktian pidana korupsi adanya kerugian negara.

Seperti diketahui, ada dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-Juah pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karo, dengan pagu anggaran Rp679.573.000 yang ditampung dalam APBD Karo TA 2016.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas  laporan keuangan pemerintah Kabupaten Karo Tahun Anggaran 2016 itu, BPK RI menemukan kekurangan volume yang mengakibatkan potensi kerugian negara Rp571.720.387, jaminan pelaksanaan belum dibayar Rp 33.978.650 dan denda belum dibayar ke kas daerah  Rp33.978.650.

Pekerjaan pembangunan Tugu Mejuah-Juah dilaksanakan pada 28 Oktober 2016, dengan masa kerja 50 hari. Terhitung mulai 31 Oktober hingga 17 Desember 2016.(deo/ala)

Komplotan Begal Sadis Cinai Dibekuk Polisi

INTEROGASI: Ketiga anggota komplotan Geng Begal Cinai diinterogasi petugas di Mapolrestabes Medan.( foto: Diva/sumutpos)
INTEROGASI: Ketiga anggota komplotan Geng Begal Cinai diinterogasi petugas di Mapolrestabes Medan.( foto: Diva/sumutpos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perjalanan komplotan begal sadis Kota Medan yang dijuluki Geng Begal Cinai yang. Polisi berhasil menangkap keseluruhan anggota geng begal ini, seorang yang merupakan pimpinan geng, Darmansyah Putra Lubis (Cinai), tewas diterjang peluru petugas. Sementara tiga lainnya M Juliandi Nasution (20) alias Andre, Jimi Aldian (19) alias Jimi, dan Ardiansyah Lubis alias Ardian berhasil diringkus hidup-hidup

Menggelar pres konferensi di Maplolrestabes Medan, Andre dan Jimi, masing-masing ditembak di bagian kaki.

Kapolrestabe Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto dalam press konferens itu menyebut komplotan ini telah di beberapa lokasi, khususnya di wilayah hukum Polsek Medan Baru, diantaranya Jalan Cik Ditiro Kelurahan Madras Hulu Kecamatan Medan dengan korban Abnul Habib.

Pelaku mengambil sepeda motor milik korban jenis honda Vario BK 2089 AHM.

Selanjutnya, begal di Jalan Imam Bonjol Medan korban atas nama Dicky Fadly dan barang milik korban yang diambil sepeda motor Beat BK 4236 AGT warna hitam, dan korban mengalami luka tusuk di dada dan pangkal lengan kiri.

Kemudian, begal terhadap korban atas nama Muhammad Arif Ritonga yang terjadi di Jalan Iskandar Muda Medan.

Barang milik korban yang dirampas sepeda motor Yamaha Vixion warna merah dan korban mendapat luka tusuk di bagian perut.

Selanjutnya di Jalan Jendral Sudirman dan barang milik korban yang dirampas sepeda motor Honda Vario.

Lanjut, begal terhadap korban atas nama Lucy M Siregar yang terjadi di Jalan Avros Medan Polonia, barang milik korban yang dirampas sepeda motor Honda BK 4707 AGR.

Selanjutnya, begal terhadap korban atas nama Murniati yang terjadi di Jalan Ir. Juanda dekat Hotel Pardede, barang milik korban yang dirampas sepeda motor Yamaha Mio Soul BK 4226 AET.

Terakhir, begal terhadap korban atas nama Srajid Re yang terjadi di Jalan Petula Petisah, barang milik korban yang dirampas sepeda motor Honda Vario warna coklat BK 3272 AHG.

Total komplotan begal Cinai Cs itu, sudah beraksi sebanyak 7 tempat, dilokasi yang berbeda-beda.

Pada kesempatan itu, polisi membawa seorang korban begal kelompok ini, Diky Fadli Siregar (25) warga Jalan Kapten Muslim Gang Keluarga I, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, Medan.

Korban mengatakan bahwa saat kejadian, di Jalan Perdana Medan pada Selasa (24/7) sekitar pukul 02.55. WIB beberapa waktu lalu. Dia dihujani tikaman oleh salahseorang pelaku. Kala itu, pengumudi ojek online ini akan menjemput penumpang di Hotel Danau Toba.

“Waktu melintas di Jalan Perdana tiba-tiba kereta ku dipepet oleh dua sepeda motor mereka langsung mencabut kunci. Jadi ku sorong sepeda motor ke bank index nggak lama setelahnya salah satu tersangka mau nikam, tapi sarungnya jatuh,” kata Diky menceritakan.

Katanya, pelaku hendak menikam ke arah jantung. Namun, dia berhasil menghindar. Dia mengaku mereka sempat bergumul hingga akhirnya pelaku menikami ketiak kirinya.

Akhirnta karena tak berdaya, sepeda motor Honda Beat dengan Nopol BK 4236 AGT warna hitam miliknya dibawa kabur ke arah kantor DPRD.

“Saya coba kejar kemudian ada mobil saya stop di depan RS Siloam, rupanya di dalam orang Polda Sumut. Sempat kami kejar ke arah Mandala sama Aksara, Pancing dan Jermal. Tapi, karena darah keluar terus menerus dari arah ketiak kiri yang luka ditikam. Tiba-tiba saya pitam seperti gelap pandangan pas di rel kereta api komplek Asia Megamas. Lalu saya dilarikan ke RS Madani dan jam 05.00 WIB area luka dijahit dengan 17 jahitan di dalam dan 24 jahitan di luar dengan total 41 jahitan. Karena alami luka lebar menganga 15 centimeter dan dalamnya 6 centimeter,” terang Diky.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto saat memaparkan kasus Begal di Mapolrestabes Medan, mengaku bersyukur atas terungkapnya kasus kompolotan Cinai CS.

Karena dari kompolotan Cinai CS ini, diperoleh informasi bahwa kawanan begal ini sudah beraksi sebanyak 7 kali dengan TKP yang berbeda.

“Untuk komplotan Cinai CS ini, tidak ada lagi anggotanya, para komplotan sudah ditangkap semua,” kata Dadang di Polrestabes Medan, Sabtu (18/8)

“Mereka ini merupakan komplotan sadis yang tega melukai korban. Karena salah satu korban Diky Fadli Siregar (25) warga Jalan Kapten Muslim Gang Keluarga I, Medan, masih selamat setelah ditikam berulangkali membabi-buta menggunakan Sangkur, hingga alami 41 jahitan,” teramg Dadang.

Lebih lanjut, Dadang menegaskan bahwa Polrestabes Medan dan jajaran akan terus konsen untuk memberantas para kawanan begal yang meresahkan warga masyarakat.

“Kita akan kejar terus berantas kawanan begal yang meresahkan warga, kalau melawan akan kita tindak tegas. Ini sekaligus peringatan. Siapapun yang coba-coba jadi begal di Medan, akan kami kejar,” tegas Dadang. (dvs)

Tahanan Kabur, Kapolsek Percut Salahkan Anggota

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang tahanan kasus narkoba Polsek Percut Sei Tuan kabur saat akan dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan), Kamis (16/8) siang. Tahanan yang kabur tersebut adalah Oma Hermawan (33) warga Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Seituan.

Saat kejadian, tersangka dengan tangan diborgol digiring dua Polisi Wanita (Polwan), Aiptu Cut Nurhayati dan Aiptu Heni Wijaya.

Ia digiring menuju mobil saat akan dibawa ke Rutan. Tiba-tiba, tersangka meronta dan lepas dari kawalan petugas.

Tersangka langsung kabur setelah merusak borgol yang membelenggu kedua tangannya. Tersangka sempat dikejar, namun dengan cepat menghilang.

Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri menyebut kejadian itu merupakan kesalahan kedua anggotanya. Menurutnya, sewaktu ke 8 tahanan dibawa ke Rutan Lubukpakam, kedua polwan tersebut tidak melapor kepada pimpinan mereka.

“Tindakan kedua polwan itu salah. Mereka sama sekali tidak ada melapor dengan Panit dalam ataupun Kanit Reskrim,” kata Faidil, Sabtu (18/8).

Menyikapi hal ini, Pengamat Hukum sekaligus Praktisi Hukum Kota Medan, Julheri Sinaga SH mengatakan, secara teknis Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan tidak boleh serta merta lepas tanggungjawab.

Pasalnya, dalam hal mengantar tahanan ke Rutan Lubukpakam adalah hal yang rutin.

“Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Percut gak bisa langsung menyalahkan dan lepas tanggung jawab. Jangan cari selamat tapi mengorbankan anggotanya,” tegasnya.

Agar tidak terkesan ada yang disalahkan dan ditumbalkan pimpinan, menurut Julheri, Kapolrestabes Medan harus mengevaluasi kinerja Kapolsek Percut Seituan.

Delapan tahanan Polsek Percut Seituan yang hendak dikirim ke Rutan Lubukpakam masing-masing, Fahri Munthe alias Fahri (37) warga Jalan Makmur, Pasar 7 Desa Tembung; Oma Hermawan (33) warga Jalan Medan Batangkuis, Gang Asri Amal Desa Sei Rotan; Faris Hafis alias Afis (24) warga Jalan Tombok, No 54, Kelurahan Sidorejo Hilir Kecamatan Medan Tembung; Rahman (26) warga Jalan Batangkuis Pajak Pecan, Gang Teluk, Abdul Rani Nasution (24) warga Jalan Tombok No.54; Dirvan Syahputra Lubis (36) warga Jalan Medan Batangkuis, Gang Pelangi Pasar X; M Dewa Anggara (20) warga Jalan Bustaman, Gang Wijaya Kesuma 6 dan Putra Effendi Nasution (25) warga Jalan Letda Sujono, Gang Palapa.(dvs/ala)

Kepala Warga Lima Puluh Terbelah

MENGENASKAN: Samuji tewas mengenaskan usai ditabrak lari, Minggu (19/8)(foto: SumutPos)
MENGENASKAN: Samuji tewas mengenaskan
usai ditabrak lari, Minggu (19/8)(foto: SumutPos)

SUMUTPOS.CO – Samuji (48) menjadi korban tabrak lari truk. Warga Dusun III, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara itu tewas di tempat. Kepalanya terbelah dua.

PERISTIWA tersebut terjadi di Jalan Besar Bulu Cina, Pasar X, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, Minggu (19/8) sekira pukul 06.00 WIB.

Pagi itu, korban mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z tanpa plat. Korban melintas dari Bulu Cina menuju Hamparanperak.

Kondisi jalan masih gelap. Korban diduga ditabrak truk dari arah berlawanan.

Akibatnya, korban terpental ke arah sisi kawasan perkebunan. Kecelakaan itu diketahui warga, namun truk yang menabrak berhasil kabur.

Saat ditemukan warga, kondisi kepala pecah terbelah dan tangan kanan patah.

Petugas yang menerima informasi turun ke lokasi. Korban kemudian langsung dievakuasi ke RSU dr Pirngadi Medan.

Kanit Lantas Polsek Hamparanperak, Iptu Marno Purba mengatakan, pihaknya sudah mengamankan kendaraan dan barang bawaan korban. Berdasarkan keterangan di lokasi, Samuji merupakan korban tabrak lari.

“Kita masih menyelidiki truk yang menabrak korban. Karena tidak ada satupun warga yang mengetahui truk yang menabrak. Kini korban sudah kita visum ke rumah sakit,” jelas Marno.(fac/ala)

Malam Syukuran HUT RI di Deliserdang

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO –Bupati Deliserdang Ashari Tambunan bersama Wabup Zainuddin Mars memotong nasi tumpeng dan memberikannya kepada veteran, pada kegiatan malam syukuran peringatan HUT ke-73 RI di Gedung Balairung, Lubukpakam, Jumat (17/8) malam.

Acara syukuran ini dihadiri Ketua DPRD Ricky Prandana Nasution, dan Unsur FKPD, turut para veteran, tokoh agama, adat, masyarakat para asisten, pimpinan OPD, Camat dan undangan lainnya.

“73 tahun Indonesia sudah merdeka dan dalam kurun waktu itu pula kita mengisi kemerdekaan secara bersama-sama membangun daerah yang kita cintai ini,”ujar Ashari. Ditambahkan Ashari, cita–cita untuk mewujudkan Deliserdang yang maju, berdaya saing, religius dan bersatu dalam kebhinnekaan, sesungguhnya diilhami dari cita-cita kemerdekaan Indonesia, sebagaimana termaktub dalam pembukaan undang-undang dasar 1945.

Religius dan bersatu dalam kebhinnekaan memberi pemahaman, bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan, tetapi adalah sesuatu yang patut disyukuri sebagai karunia dari Allah SWT.

Semuanya ini tentunya dapat diraih, melalui kerja keras, tekad dan semangat yang tidak boleh mengenal lelah dan putus asa, juga yang teramat penting adalah kebersamaan seluruh komponen masyarakat di daerah ini.

“Karena itu, syukuran HUT Kemerdekaan RI adalah momentum penting bagi kita semua, usia 73 tahun merupakan saat yang matang untuk merefleksikan diri sejauh dan sebanyak apa capaian-capaian yang telah kita lakukan dalam mengisi kilas sejarah sebagai cita-cita mulia para pendiri bangsa ini,”terang Ashari.

Pada kesempatan itu, Bupati Ashari menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Mobil Hias. Sebagai juara pertama diraih Dinas Perumahan dan Pemukiman, disusul juara kedua diraih Dinas Lingkungan Hidup dan Juara ketiga diraih Dinas Pendidikan, dan selanjutnya penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba Gapura HUT RI. Selanjutnya, memberikan penghargaan kepada anggota Paskibra Deliserdang 2018. (btr/han)

 

FOTO: BATARA/SUMUT POS

 

PENGHARGAAN: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan memberikan penghargaan kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Deliserdang tahun 2018 di Gedung Balairung, Lubukpakam, Jumat (17/8) malam.

PTPN III Serahkan PMP kepada 1.405 Karyawan

HUT RI-Ilustrasi
HUT RI-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, Management PTPN III secara serentak mulai dari Kantor Direksi, hingga kantor Distrik/Kebun/Unit yang tersebar dibeberapa wilayah Kota/Kabupaten di Sumatera Utara, melaksanakan
Upacara Bendera pada Jumat pagi, (17/8). Pelaksanaan Upacara di Kantor Direksi
berjalan dengan khidmat yang dihadiri oleh Komisaris, Direktur Tanaman Semusim,
SEVP, Kepala Divisi/Biro/Bagian beserta istri, Seluruh Karyawan dan para tamu undangan
penerima Penghargaan Masa Pengabdian.

Sedangkan bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Direktur SDM & Umum Holding PTPN III (Persero), Seger Budiarjo.

Dalam ucapara ituy, diserahkan Penghargaan Masa Pengabdian (PMP) atau dikenal
dengan istilah “Jubilaris” kepada karyawan yang telah bekerja mengabdikan diri kepada
Perusahaan kurun waktu 25, 30, dan 35 Tahun yang juga dilaksanakan serentak diseluruh
wilayah kerja Perusahaan dengan total penerima PMP Tahun 2018 ini adalah sebanyak
1.405 orang. Adapun rinciannya adalah penerima PMP 25 tahun sebanyak 461
orang, PMP 30 Tahun sebanyak 874 orang dan PMP 35 Tahun sebanyak 70 orang.

Dalam sambutannya pada acara penyerahan PMP, Seger Budiarjo menyampaikan
ucapan terima kasih atas pengabdian para karyawan yang telah bekerja demikian lama di PTPN III (Persero). Ia juga mengharapkan kepada semua karyawan untuk meningkatkan
kebersamaan, persatuan dan kesatuan dalam hubungan kerja yang harmonis
dan dinamis. Meningkatkan produktivitas, kinerja dan menjadikan PTPN III (Persero)
sebagai Perusahaan yang terus tumbuh dan berkembang. Untuk lebih meningkatkan
kebersamaan, seusai upacara dan penyerahan PMP, diselenggarakan acara
makan bersama antara seluruh lapisan keluarga besar karyawan/ti PTPN III (Persero).

Sedangkan sebelumnya, pada 10 Agustus diselenggarakan berbagai macam perlombaan,
di antaranya panjat pinang, lari goni, joget balon, lari terompa mewarnai dan melukis
juga dimeriahkan pembagian lucky draw dengan hadiah yang menarik, yakni
sepeda motor, televisi, air conditioner, kulkas,handphone, sepeda gunung, mesin
cuci, kipas angin dan lainnya. (rel/ila)