Home Blog Page 6089

Dokumen TMS, Bacaleg Langsung Dicoret

Komisioner KPU Sumut, Yulhasni.
Komisioner KPU Sumut, Yulhasni.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KPU Sumut mengungkapkan seluruh partai politik peserta pileg 2019 (16 parpol), telah menyerahkan perbaikan berkas bakal calon legislatif hingga hari terakhir, sesuai tahapan yang ditentukan, Selasa (31/7) malam.

“Ya, sampai pukul 24.00 WIB semalam, sudah 16 parpol menyerahkan perbaikan berkas bacaleg. Semuanya sudah kita berikan tanda serah terima,” kata Komisioner KPU Sumut Yulhasni kepada wartawan, Rabu (1/8).

Kata Yulhasni, setelah semua berkas perbaikan masuk, dalam seminggu ke depan KPU akan melakukan penelitian atas dokumen perbaikan itu. “Soal apakah dokumen itu benar atau salah, atau justru ada yang kurang lagi, nanti kita lihat pada masa penelitian. Tahapan perbaikan ini cuma sekali. Jadi jika ada dokumen yang tidak memenuhi syarat (TMS), bacalegnya  langsung dicoret,” katanya.

Oleh karenanya, pihaknya memberi waktu cukup panjang masa perbaikan bagi parpol atas dokumen dan persyaratan seluruh bacaleg yang didaftarkan. “Untuk hal mendasar, mereka memang sudah serahkan berkas perbaikannya. Misalnya soal jumlah bacaleg, keterwakilan perempuan, dan syarat mendasar lainnya itu. Tapi kalau soal kelengkapan bacaleg per dapil, kita punya waktu seminggu buat penelitian. Sedangkan urusan nomor urut bacaleg, itu lebih kepada domainnya parpol,” terangnya.

KPU sendiri akan melakukan tahapan penelitian pada 1-7 Agustus. Setelah itu dari 8-12 Agustus masuk tahap penyusunan DCS (Daftar Pemilih Sementara), bagi bacaleg yang dianggap sudah memenuhi syarat administratif.

Selanjutnya pada 12-14 Agustus, KPU akan mengumumkan ke publik nama-nama bacaleg yang masuk dalam DCS. Kemudian dari 12-21 Agustus masuk tahapan tanggapan masyarakat. Mana tahu ada hal-hal di luar yang KPU tidak ketahui tentang si bacaleg, justru diketahui oleh masyarakat.

“Misalnya bacalegnya ternyata tidak jujur bahwa dia masih PNS aktif. Atau pernah menjadi narapidana, namun tak melampirkan surat keterangan dari pengadilan. Tahap ini mana tau ada masukan dari masyarakat, tentu jadi ruang feed back bagi KPU,” katanya Komisioner KPU Sumut, Benget Manahan Silitonga.

Jika tanggapan atas nama bacaleg pada DCS dari masyarakat tersebut valid, parpol masih boleh mengganti calonnya itu. “Jadi bukan karena dokumen tidak lengkap lagi, melainkan alasan tanggapan masyarakat, parpol masih bisa mengganti bacalegnya sebelum DCT pada 20 September,” sebutnya. (prn)

Gugatan Prapid Washington Pane Cs Kandas

Foto: Parlindungan/Sumut Pos Sidang Prapid empat anggota DPRD Sumut, di PN Medan, Rabu (1/8).
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Sidang Prapid empat anggota DPRD Sumut, di PN Medan, Rabu (1/8).4 anggota dprd sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gugatan Prapid yang diajukan 4 nggota DPRD Sumut, yakni Washington Pane, Arifin Nainggolan, M Faisal, dan Syafrida Fitri, kandas. Pengadilan Negeri (PN) Medan memenangkan pihak termohon, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Hakim Erintuah yang memimpin persidangan, PN Medan tidak memiliki kompetensi kewenangan relatif untuk memeriksa dan mengadili perkara itu.

“Pasal 77 KUHAP tentang kompetensi relatif dan mengacu kepada yurisprudensi serta pendapat para ahli hukum, menyatakan kami tidak memiliki kompetensi kewenangan relatif untuk memeriksa dan mengadili perkara ini, ” ungkap Erintuah, dalam persidangan di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (1/8).

Dalam pertimbangan hukum, sebut Erintuah, seharusnya pemohon melayangkan gugatan prapid ke wilayah termohon praperadilan berdomisi. Oleh karena itu, selayaknya diajukan ke PN Jakarta Selatan.

Atas putusan itu, kuasa hukum pemohon, Basuki dan rekan mengaku kecewa. Basuki mengatakan akan berkoordinasi dengan kliennya. Ia meyakini gugatan akan dilanjutkan ke PN Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Washington Pane Cs dalam petitum permohonannya meminta hakim agar menyatakan penetapan pemohon sebagai tersangka yang diduga melanggar Tindak Pidana Korupsi menerima hadiah atau janji dari Gatot Pujo Nugroho selaku Gubernur Sumatera Utara terkait fungsi dan kewenangan tersangka selaku anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009 sampai dengan 2014 dan atau periode 2014 sampai dengan 2019, adalah tidak sah menurut hukum.

Mereka juga memohon hakim agar menyatakan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Washington Pane Cs tidak sah menurut hukum.

Demikian juga dengan surat pencekalan yang dilakukan KPK terhadap Washington Pane Cs, agar dinyatakan tidak sah menurut hukum.

 

KPK Lanjutkan Kasus

Terkait putusan itu, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah mengakui, permohonan praperadilan yang diajukan empat tersangka anggota DPRD Sumut telah dinyatakan tidak diterima oleh hakim praperadilan. “Dalam putusan sela yang dibacakan tadi pagi, Hakim mengabulkan eksepsi KPK,” ujar Febri melalui keterangan tertulis.

Febri mengatakan, sebelumnya di dokumen jawaban dan duplik, KPK menyampaikan Pengadilan Negeri Medan tidak berwenang menyidangkan praperadilan ini.

Menurut Febri, seharusnya persidangan dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, karena sesuai kompetensi relatif keberadaan KPK. Di sisi lain, Febri mengatakan, proses penyidikan terhadap 38 tersangka anggota DPRD Kota Sumut tetap dilanjutkan.

“KPK menyampaikan terimakasih. Penyidikan terhadap 38 anggota DPRD Sumut, termasuk empat pemohon praperadilan ini akan terus dilakukan,” kata Febri. Keempat tersangka itu merupakan bagian dari 38 anggota DPRD Sumut yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Sidang praperadilan tersebut diajukan oleh empat tersangka kasus dugaan suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho terhadap sejumlah anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut). Adapun para pemohon praperadilan adalah Washington Pane, M Faisal, Syafrida Fitrie dan Arifin Nainggolan.

Febri mengingatkan agar tsersangka saat dipanggil penyidik KPK untuk dapat memenuhi panggilan penyidik dan hadir di kantor KPK. Suap untuk ke-38 anggota DPRD Sumut itu terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD sumut, Persetujuan Perubahan APBD Provinsi Sumut Tahun 2013-2014 oleh DPRD Sumut.

Kemudian, terkait pengesahan APBD tahun anggaran 2014-2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi anggota DPRD Sumut pada 2015. (ain/mea)

Obor Asian Games Diestafet 24 Pelari di Parapat dan Balige

Foto: Metro Siantar/Sumut Pos Grup SEMANGAT BERKOBAR Artis ibukota Olivia Zalianti membawa obor Asian Games 2018 dengan semangat berkobar.
Foto: Metro Siantar/Sumut Pos Grup
SEMANGAT BERKOBAR
Artis ibukota Olivia Zalianti membawa obor Asian Games 2018 dengan semangat berkobar.

PARAPAT, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 24 Torch Bearer (pembawa obor), secara estafet mengirab obor Asian Games 2018 di Parapat-Simalungun dan di Balige-Tobasa, Rabu (1/8). Para pelari melibatkan mantan atlet nasional, artis, sponsor, kepala daerah maupun dari pihak Inasgoc.

Rumah pesanggerahan Bung Karno di Parapat, Kabupaten Simalungun menjadi lokasi prosesi awal dimulainya kirab obor Asian Games 2018 di Sumatera Utara, yang dimulai Rabu pagi pukul 07.00 WIB.

Sebelumnya, api abadi Asian Games itu telah menyambangi empat daerah di Sumut, sejak dibawa dari Aceh dan tiba Bandara Kualanamu, Selasa (21/7). Yakni Deliserdang, Sergai, Tebingtinggi, dan Pematangsiantar.

Api abadi yang diletakkan dalam Tinder  Box itu tiba di Pesanggerahan Rumah Bung Karno pada Selasa malam, dan diinapkan sana. Bentuk obor api Asian Games 2018 sendiri nantinya merupakan perpaduan dua alat beladiri tradisional betawi (Jakarta) dan Palembang, dengan perpaduan golok dan skin berwarna perak.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, dipercaya menjadi penyulut api obor dari Mini Caldron dengan dipadu logo dan maskot Asian Games, di depan rumah pesanggerahan Bung Karno. Kemudian obor yang memiliki tinggi 600 mm dan lebar 35-90 mm dengan berat kosong 1.600 gram ini, diserahkan Kapolda kepada pelari pertama. Saat estafet obor akan terisi penuh bahan bakar gas propane, beratnya akan menjadi 1.725 gram.

Dari rumah pesanggerahan Bung Karno, obor yang sudah disulut oleh Kapolda Sumut diestafetkan 14 pelari menuju Pantai Bebas Parapat, Danau Toba, dengan menempuh rute sepanjang 10 kilometer.

Para torch bearer di antaranya mantan atlet nasional, yakni Dahliana, Hendrik Simangunsong, Janpiter Napitupulu dan Sutiono. Kemudian atlet Simalungun di antaranya Pesta Simanjuntak, Don Juando, Melica, David Sijabat, Jeka Saragih. Juga perwakilan sponsor Herdi Rosadi (Telkom), Inasgoc, Sutiadi (Astra). Kemudian Kapolres Simalungun Marudut Liberty Simanjuntak, Kepala BIN Budi Gunawan, serta artis ibukota Olivia Zalianti.

Pelari pertama adalah mantan pesilat nasional peraih emas tiga tahun berturut-turut pelaksanaan PON, yakni Dahliana. Dahliana berlari dari titik start dari depan rumah pengasingan Bung Karno, menuju Dermaga Astri. Dahliana menyerahkan obor kepada artis Olivia Zalianti, yang membawa obor menuju Dermaga Sibaganding. Selanjutnya obor diestafetkan kepada atlet Jeka Saragih, yang sebelumnya melintasi perairan Danau Toba dengan menggunakan sejumlah kapal motor hias, dengan pengawalan Ditpolair Polda Sumut.

Obor dibawa Jeka melalui jalur darat, dikawal oleh sepeda hias. Selanjutnya kirab obor diestafetkan kepada pelari berikutnya, hingga Pantai Bebas Parapat. Di sana, obor diserahkan kepada kepala BIN Budi Gunawan. Selanjutnya obor diserahkan kepada Bupati Simalungun JR Saragih sekaligus menyulut api ke Caldron. Obor disambut dengan tarian daerah Tor-tor Cawan Bolon, pencak silat, sekaligus penyerahan bantuan seribu Life Jacket oleh pihak Telkom.

Selama estafet obor di Parapat, sekitar 8.500 warga Simalungun memberi sambutan luar biasa. Masyarakat tampak antusias melihat kedatangan api abadi yang diambil langsung dari New Delhi, India sejak 15 Juli lalu itu. Dengan meneriakkan yel-yel selamat datang, warga bertepuk tangan riuh sembari berseru: “Indonesia….Indonesia….hore..!”

Selanjutnya, konvoi rombongan pembawa obor berangkat dari Pantai Bebas Parapat menuju kantor Telkom Balige. Setiba di kantor Telkom Balige, rombongan diterima Pangdam I/BB Mayjend TNI Ibnu Triwidodo. Kemudian obor diserahkan kepada torch bearer pertama Donny F Siregar, dan secara estafet diarak oleh 10 pelari yang melewati Tugu Perjuangan, Mess Pemprov, Gapura Home Stay, Pantai Dua, dan di Pantai Bul-bul, dengan jarak tempuh kurang lebih 2 kilometer.

Torch Bearer terakhir Bupati Tobasa menyerahkan obor kepada Pj Gubsu Eko Wibowo dan selanjutnya menyulutkan api ke mini Caldron. Dilanjutkan acara seremoni seperti tarian daerah, antraksi kungfu, dan penampilan drum band.

Dari pantai Bul-Bul, rombongan Torch Relay menuju gapura perbatasan kabupaten Tobasa dan Tapanuli Utara, dilanjutkan penyerahan obor dari Inasgoc kepada Sekda Tapanuli Utara. Kemudian obor diserahkan kepada torch bearer untuk diarak ke bandara Silangit.

Setiba di bandara Silangit, obor diterima Bupati Taput dan diserahkan kepada FKPD Pemprovsu, yang menyerahkan Tinder Box kepada Inasgoc Jakarta. Obor kemudian dibawa menuju Pekanbaru Provinsi Riau.

Selain melibatkan torch bearer, kirab obor juga melibatkan 20 personil, terdiri dari 10 personil kepolisian Kabupaten Simalungun dan 10 personil TNI Yonif 125/SMB Tobasa.

Remaja 12 Tahun Digilir Ayah, Abang dan Paman

Foto: Bambang/Sumut Pos Gadis remaja usia 12 tahun digilir ayah, paman, hingga abang kandungnya.
Foto: Bambang/Sumut Pos
Gadis remaja usia 12 tahun digilir ayah, paman, hingga abang kandungnya.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sungguh biadab perlakuan yang menimpa SS. Alih-alih diajarkan akhlak yang baik, remaja 12 tahun ini malah digilir ayah, abang dan pamannya. Mirisnya, korban mengaku sudah berulang kali dicabuli.

Peristiwa itu terjadi di Dusun VI Suka Ramai, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.

Terbongkarnya aib tersebut karena korban sudah merasa tidak tahan. Korban akhirnya melapor kepada ibunya.

Ibu korban kemudian melaporkan apa yang menimpa putrinya kepada kepala dusun setempat. Mendapatkan laporan dari keluarga korban, kepala dusun kemudian berkoordinasi dengan kepala desa.

Tak mau buang waktu, pihak keluarga didampingi kepala desa membuat pengaduan ke kantor Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Langkat di Stabat.

Itu dilakukan untuk mendapat pendampingan hukum sekaligus membuat pengaduan ke Mapolres Langkat, Senin (30/7).

Setelah menerima laporan, pihak Kepolisian langsung bertindak cepat. Hari itu juga, personel Polres Langkat dibantu warga mengamankan dua dari tiga pelaku dari lokasi terpisah. Keduanya diduga kuat melakukan persetubuhan dan perbuatan cabul.

Awalnya, warga mengamankan AS alias Andri (17), abang kandung korban. Andri diamankan dari Dusun VI Sukaramai, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat, Senin (30/7) sekira pukul 09.00 WIB.

Kemudian, polisi berhasil meringkus SE alias Pak Sabari (54), paman korban. Paman cabul ini ditangkap di Dusun V Suka Ramai Kilang, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Senin (30/7) pukul 13.00 WIB.

Sedangkan ayah kandung korban yang juga salah satu pelakunya, masih dalam pengejaran polisi.

“Ya benar. Abang kandung dan paman korban sudah kita amankan,” ujar Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP M Firdaus via sambungan seluler, Selasa (31/7)..

Dijelaskannya, korban mengaku peristiwa tersebut dilakukan abang kandungnya, sekira bulan Juli 2018 pukul 23.00 WIB di rumah mereka.

“Dari keterangan korban, abang kandungnya sendiri sudah berulang kali melakukan persetubuhan terhadap SS dengan selalu mengancamnya,” ujar kasat.

Sedangkan paman korban, sudah lima kali melakukan pencabulan. Namun, SS tidak ingat hari dan tanggalnya.

“Pengakuan korban sekitar bulan Juni 2018 sekira pukul 17.00 WIB di Dusun V Suka Ramai Kilang, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat,” jelas kasat seraya menambahkan ayah kandung korban sedang dalam pengejaran.(bam/ala)

Partai Lama Yakin Tambah Kursi

Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos Ketua Komisi A DPRD Medan Sabar Syamsuria Sitepu RDP dengan warga Petisah Tengah.
Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos
Ketua Komisi A DPRD Medan Sabar Syamsuria Sitepu RDP dengan warga Petisah Tengah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aroma persaingan bakal calon legislatif (Bacaleg) daerah pemilihan (Dapil) Sumut 3 untuk DPRD Sumut, diprediksi tak kalah ketat. Ditambah lagi kehadiran empat partai politik baru, persaingan merebut 12 kursi dari dapil yang meliputi Kabupaten Deliserdang ini bakal sengit. Begitu juga target perolehan kursi di setiap dapil bisa saja berubah dari Pemilu 2014 lalu.

Terkhusus parpol seperti PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat yang pada periode 2014-2019 mampu memperoleh masing-masing dua kursi, siap menambah target di periode mendatang. Tak ubahnya dengan PKS, di mana pada 2014 lalu mereka cuma mampu meraup satu kursi dari dapil itu, yakni atas nama Satrya Yudha Wibowo. Untuk 2019 nanti, PKS juga siap menambah perolehan jumlah kursi.

Bakal calon legislator (Bacaleg) Partai Golkar yang juga Anggota DPRD Sumut dari dapil Sumut III Deliserdang, Muchrid ‘Choki’ Nasution mengatakan, keberadaan partai baru pada Pileg kali ini seperti Perindo, PSI, Garuda dan Berkarya membuat persaingan menjadi lebih ketat. Namun dirinya tetap optimis dapat bekerja memperoleh suara untuk bisa mempertahankan kemenangan 2014 lalu dan membawa Partai Golkar menjadi pemenang kembali tahun depan.

“Kita berkeyakinan di 2019 nanti, paling tidak kita bisa bertahan dan mempertahankan dua kursi di DPRD Sumut dari dapil Sumut III (Deli Serdang). Tetapi tetap kita akan upayakan tiga kursi dengan skema pembagian 1,3,5,7 dari perolehan suara,” ujar Muchrid kepada wartawan, Selasa (31/7).

Disampaikannya, dalam Pileg 2019 kali ini, pihaknya akan menargetkan peningkatan perolehan suara hingga 15 ribu suara. Hal ini untuk mengejar target jumlah kursi yang secara umum di seluruh dapil (12 dapil) dengan total 21 kursi. Keyakinan tersebut karena selain dirinya dan Wagirin Arman yang juga akan maju sebagai unggulan sekaligus bacaleg incumbent, ada tambahan satu tokoh yang tergolong diunggulkan.

“Karena kalau sekarang kan ada dua incumbent, saya dan Pak Wagirin. Kali ini ditambah lagi dengan ikutnya Riki Prandana Nasution yang sekarang kan Ketua DPRD Deli Serdang,” kata Choki.

Sementara terkait kondisi partai pasca pergantian Ketua DPD dari Ngogesa Sitepu kepada Plt Doli Kurnia Tanjung dikatakannya hak itu bukan jadi persoalan yang dapat mempengaruhi soliditas partai. Sebab menurutnya seluruh kader, khususnya yang bertarung di Pileg 2019 punya peran masing-masing membawa nama baik Golkar di masyarakat. “Kita tetap solid, karena pergantian seperti itu sudah biasa di Golkar. Makanya yang terpenting itu bagaimana suara partai yang utama. Soal personal kita masing-masing, itu yang berikutnya,” sebutnya.

Sekretaris Partai Gerindra Sumut, Robert Lumbantobing mengatakan, sesuai arahan dan target yang dicanangkan DPP, pihaknya siap memperjuangkan perolehan tiga kursi dari alokasi 12 kursi yang tersedia di Dapil Deliserdang itu.

“Untuk calon petahana kita, seperti Yantoni Purba dan Recky Nelson Barus (PAW Eveready, Red) masih tetap maju dari dapil tersebut. Keduanya diharapkan mampu mengambil dua tempat seperti periode sebelumnya, karena mereka punya basis massa mumpuni,” ujarnya kepada Sumut Pos, Selasa (31/7).

Selain dua nama bacaleg petahana itu, kata dia, Gerindra punya sejumlah calon potensial dari dapil tersebut. Yakni Subandi, pernah calon Wakil Bupati Deliserdang atau eks kader PAN. Lalu, Sahrul Harahap mantan kepala dinas di Pemkab Deliserdang dan Indra Bakti Lubis yang merupakan kader Gerindra. “Peluang tiga kursi saya kira mampu kami peroleh dari sana. Sebab yang ditempatkan pada bacaleg yang sudah punya basis massa terukur,” ungkapnya.

Bacaleg Pendatang Baru Siapkan Biaya Rp1,5 Miliar

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto Ketua Pansus RUU Anti-Terorisme Muhammad Syafii (kanan) menyerahkan berkas laporan pembahasan RUU kepada pimpinan DPR pada Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (25/5). Rapat Paripurna DPR resmi menyetujui revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama/18 *** Local Caption ***
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Rapat Paripurna DPR RI. Biaya kampanye menuju kursi senayan diprediksi mencapai miliarn rupiah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Status sosial anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia di mata masyarakat tergolong kelas atas. Selain itu, aspek pendapatan maupun fasilitas yang diterima dari negara, juga menggiurkan. Namun diperlukan kerja keras dan dukungan finansial untuk meraih kursi itu. Seorang bacaleg pendatang baru mengaku mempersiapkan biaya sosialisasi Rp1 miliar-1,5 miliar demi tiket ke Senayan.

Bacaleg Partai Gerindra Dapil Sumut III untuk DPR RI, Sugiat Santoso mengakui, untuk maju sebagai caleg Senayan memang membutuhkan biaya tak sedikit. Namun dari jaringan yang dia miliki dan optimis mesin partai sudah berjalan, biaya yang nantinya dikeluarkan untuk bersosialisasi, menurutnya bisa dihemat.

“Untuk hal-hal wajib seperti akomodasi, transportasi dan alat peraga kampanye (APK) tentukan harus disiapkan. Perkiraan saya sekitar Rp1 miliar sampai Rp1,5 miliar. Selebihnya saya akan memanfaatkan betul jaringan dan mesin partai yang ada,” katanya.

Sugiat mengaku optimisitis memperoleh tiket ke Senayan. Hal ini didasari bahwa dirinya sudah tiga tahun menjabat sebagai Wakil Ketua Gerindra Sumut, Ketua KNPI Sumut dan pernah menjabat Wakil Ketua Tim Kampanye Eramas pada Pilgubsu 2018. “Saat itu kebetulan saya diberi amanah mengakomodir mesin partai mulai kabupaten/kota, kecamatan hingga ketingkat TPS. Saya juga Ketua Bidang Politik MPW Pemuda Pancasila Sumut, yang akan saya manfaatkan jaringan melekat ini untuk penguatan pada Pileg mendatang,” katanya.

Ia mengatakan, tidak ingin menghabiskan uang terlalu banyak untuk bertarung. Karena jika demikian, ketika terpilih menjadi anggota dewa, prioritas awal tentu mengembalikan modal. “Ini yang saya hindarkan. Terutama pola-pola perjuangan untuk legislatif memakai kekuatan uang. Saya cukup menggunakan kekuatan jaringan saja,” katanya.

Bacaleg dari Partai Golkar Dapil Sumut I untuk DPR RI, Rolel Harahap, belum mau membeberkan kekuatan finansial yang telah disiapkan untuk merebut kursi Senayan. “Nantilah sajalah setelah DCS atau DCT. Sekarang ini segala kemungkinan masih dapat berubah,” katanya.

Pun begitu, ia mengamini setiap perjuangan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Apalagi dirinya sudah berpengalaman baik sebagai mantan dewan dan wakil kepala daerah. “Saya paham bahwa setiap election membutuhkan uang. Tapi untuk sekarang ini belum cocok diceritakan. Kita tunggulah minimal DCS yang nanti KPU umumkan. Apalagi tingkat pusat ini kan wewenang DPP. Mereka semua yang punya otoritas,” pungkasnya.

Daftar Haji 7 Tahun Lalu, Baru Berangkat Tahun Ini

Foto: Agusman/Sumut Pos CEK KESEHATAN: Iwan bersama istri dan kakak iparnya, menunggu giliran cek kesehatan di Asrama Haji Medan, Selasa (31/7).
Foto: Agusman/Sumut Pos
CEK KESEHATAN: Iwan bersama istri dan kakak iparnya, menunggu giliran cek kesehatan di Asrama Haji Medan, Selasa (31/7).

Menunaikan rukun Islam yang kelima, sudah menjadi impiannya. Untuk itu, ia mendaftar ikut haji 7 tahun lalu, persisnya tahun 2011 lalu. Tapi baru mendapat giliran berangkat tahun ini. Begitupun, ia tetap girang karena impiannya akhirnya akan terwujud.

————————–
Agusman, Medan
————————–

Iwan, pria 57 tahun ini dulu bekerja sebagai pegawai negeri sipil (sekarang ASN) di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut. Niatnya naik haji sudah muncul sejak lama. Namun baru tahun 2011 lalu, warga Jalan Jemadi, Kecamatan Medan Timur ini, mendaftarkan diri naik haji bersama istrinya Nani (58), dan kakak iparnya Lina (60).

“Waktu saya daftarkan haji pada 7 tahun yang lalu, saya masih bekerja di BKKBN. Saat itu anak kami pun tahu kami mendaftar,” kata pensiunan ASN ini, saat ditemui di Asrama Haji Medan, kemarin.

Ternyata, jadwal peserta naik haji sudah penuh hingga beberapa tahun ke depan. Ia dan istri serta kakak iparnya kebagian jadwal berangkat tahun 2018.

Kecewa? “Ah nggak… justru jadi kesempatan mempersiapkan mental sejak jauh-jauh hari,” cetusnya seraya tersenyum.

Tidak ada persiapan dan kiat khusus pada keberangkatan haji ini. Ia dan keluarganya telah menjalani bimbingan manasik haji selama 6 bulan. Mereka juga telaten menjaga kondisi kesehatan, jelang ibadah di tanah suci. “Penyakit bawaan tidak ada. Cuma kalau darah tinggi, semua orang pasti punya ya. Tapi mudah-mudahan sehatlah hingga pulang nanti,” harapnya.

Apa harapannya setelah ibadah haji? Iwan mengakui, seperti halnya jemaah haji lainnya, dia berharap dapat menunaikan rukun Islam yang kelima. “Dan menjadi haji yang mabrur. Selain itu tidak ada lagi,” katanya.

Dia berpesan agar teman-teman kerjanya yang muslim dapat mengikuti jejaknya menunaikan rukun Islam kelima. “Semoga teman-teman saya mengikuti jejak saya beribadah haji,” pungkasnya.

Jemaah kloter 10 asal Medan, akan berangkat ke tanah suci melalui bandara Kualanamu, pada Rabu (1/8). Iwan berserta keluarganya termasuk calhaj yang terbang hari ini. (man)

Api Obor Asian Games Singgah 15 Menit di Tiap Daerah

fOTO: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS KIRAB OBOR: Direktur Ticketing Asian Games 2018 Sarman Simanjorang, membawa obor Asian Games saat tiba di Bandara Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (31/7/2018). Api obor Asian Games 2018 selanjutnya akan dibawa ke Parapat dan diarak di sana sebelum di bawa ke Pekanbaru dan kota lainnya di Pulau Sumatera.
fOTO: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
KIRAB OBOR: Direktur Ticketing Asian Games 2018 Sarman Simanjorang, membawa obor Asian Games saat tiba di Bandara Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (31/7/2018). Api obor Asian Games 2018 selanjutnya akan dibawa ke Parapat dan diarak di sana sebelum di bawa ke Pekanbaru dan kota lainnya di Pulau Sumatera.

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – Api Obor Asian Games 2018 tiba di Bandara Internasional Kualanamu Kabupaten Deliserdang, Selasa (31/7) sore pukul 15.45 WIB. Kedatangan api obor Asian Games ini dibawa menggunakan pesawat Hercules A 13 41, milik TNI AU dari Provinsi Aceh melalui Bandara Internasional Sutan Iskandar Muda.

Kedatangan api obor Asian Games ini dikawal pasukan Danlanud, Paskas, panitia Inasgoc, maupun wartawan. Setibanya di bandara Kualanamu, api obor yang terletak di dalam tinder box (lentera) berwarna kuning keemasan langsung diserahkan dari panitia Inasgoc Sarman, kepada penerima pertama Komandan Pangkalan TNI AU Soewondo Kolonel Pnb Daan P Lengkey didampingi Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, dan GM Angkasa Pura Bandara Kualanamu Arif Darmawan. Tinder Box kemudian dibawa menuju pintu luar kedatangan di lantai 1. Di sana, ratusan masyarakat dan awak media sudah menanti.

Begitu tiba di depan pintu luar kedatangan bandara, tinder box disambut dengan tarian persembahan etnis Melayu sekapur sirih yang dibawakan Lembaga Kesenian Morawa 88. Tinder box kemudian diserahkan kepada Bupati Deliserdang Anshari Tambunan sebagai perwakilan tuan rumah didampingi Ibu Hj Yunita Siregar.

Bupati Deliserdang Anshari Tambunan mengaku bangga, api obor Asian Games bisa menyinggahi daerahnya. “Tentu sangat bangga Kabupaten Deliserdang bisa disinggahi api obor Asian Games. Mudah-mudahan ini menjadi semangat kita bersama untuk memajukan olahraga Sumatera Utara maupun Deliserdang khususnya,” kata Ashari didampingi Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian.

Selanjutnya, api obor Asian Games akan dibawa ke Parapat, Kabupaten Simalungun. Menuju Parapat, sebagai lokasi utama kegiatan, api obor akan menyinggahi satu kabupaten dan dua kota di Sumut, yakni Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Tebingtinggi, dan Kota Pematangsiantar. Di setiap daerah, api obor hanya singgah selama 15 menit.

Saat tiba di Kota Tebingtinggi, api obor Asian Games ke 18 ini disambut Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo, Selasa malam (31/7) sekira pukul 19.00 WIB. Masyarakat Kota Lemang ini terlihat begitu antusias dan merasa bangga karena daerah mereka disinggahi api obor Asian Games.

Rombongan pembawa api obor Asian Games disambut dengan atraksi pencak silat yang diketuai Ernawati dan tarian sikapur sirih. Tampak hadir Sabar Simanjoran Ketua tim pembawa obor, Wakil Wali Kota Tebingtinggi Ir Oki Doni Siregar, Wakapolres Kompol V Siagian, Ketua KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis dan seluruh rombongan pembawa obor.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengucapkan terimakasih kasih kepada panitia besar yang mau menyinggahkan obor Asian Games sampai di Tebingtinggi. “Kita semua hadir di sini adalah untuk memberikan semangat atas pelaksanaan Asian Games, event ini hendaknya dijadikan persahabatan untuk membangun Indonesia kokoh. Mari kita mamfaatkan moment ini, mari kita tunjukkan prestasi atlet di Kota Tebingtinggi,” kata Umar.

Hari Ini dan Besok, Listrik Padam di Medan

Petugas teknisi PLN Area Medan mengecek trafo untuk kesiapan pasokan listrik jelang Idul Fitri.
Petugas teknisi PLN Area Medan mengecek trafo untuk kesiapan pasokan listrik jelang Idul Fitri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO PT PLN (Persero) Area Medan kembali melanjutkan pemeliharaan jaringan. Kali ini di wilayah Rayon Medan Selatan, Medan Johon dan Medan Timur. Pemeliharaan ini dilakukan dalam kurun dua hari sejak kemarin. Mulai besok, Rabu (1/8) hingga Kamis (2/8).

Manager PT PLN Area Medan, Lelan Hasibuan mengatakan, pemeliharaan yang dilakukan besok di Rayon Medan Selatan, yakni berdampak pada pemadaman di Jalan STM (sebagian), Jalan Alfalah, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Seksama Pajak Simpanglimun, Jalan Selamat, Jalan Garu I, Jalan Garu II dan Garu III. “Pemadaman mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB,” papar Lelan.

Kemudian, masih di hari yang sama, pemeliharaan jaringan juga dilakukan pada Rayon Johor. Sehingga, pemadaman terjadi di wilayah Jalan Karya Jaya, Jalan Abdi Sucipto, Jalan Karang Sari, Batalion Paskhas serta Komplek Malibu. “Di wilayah ini pemadaman dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB,” kata Lelan lagi.

Pemeliharaan juga dilakukan di Rayon Medan Timur. Di kawasan ini, pemadaman dilakukan di kawasan Jalan Bilal, Jalan Krakatau, Jalan Setia Jadi, Jalan Sidorukun, Jalan Madio Santoso serta Jalan Sidodame. “Di kawasan ini pemadaman dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB,” bilang Lelan lagi.

Selanjutnya, kata Lelan, pemeliharaan dilakukan pada lusa, Kamis (2/8) di Rayon Medan Selatan kembali. Pada pemeliharaan ini, pemadaman dilakukan di kawasan Jalan Seksama, Jalan Selamat, Jalan Harapan Pasti, Jalan Bahagia By Pass, Jalan Saudara, Jalan Air Bersih, Jalan Sempurna, Jalan Turi, Jalan Bahagia, Jalan Pelajar, Jalan Jati II, Jati III, Jalan AR Hakim, Jalan Halat, Jalan Panglima Denai (sebagian), PTKI, Jalan Menteng Raya, Jalan Menteng II serta Jalan Pasar Merah. “Kembali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat yang terkena dampak pemadaman ini,” ucap Lelan. (ila)

Edy-Musa Dipesan Percepat Infrastruktur

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERAYAAN_Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memberikan salam kepada relawan yang hadir di posko pemenangan ERAMAS Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6) Berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (quick count) setelah pemungutan suara Pilkada Serentak 2018. Hasil sementara quick count Pilgub Sumatera Utara versi Indikator Politik mengunggulkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERAYAAN_Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memberikan salam kepada relawan yang hadir di posko pemenangan ERAMAS Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6). Pj Gubsu Wko Subowo memesankan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah untuk melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Sumut mengumumkan penetapan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut terpilih periode 2018-2023, hasil Pilkada Serentak 27 Juli lalu. Saat pengumuman Gubernur-Wakil Gubernur terpilih, pasangan Edy-Musa mendapat pesan agar melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur.

“Khususnya infrastruktur konektivitas seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, penyeberangan, kereta api dan sebagainya. Karena ini sudah terbukti mempelancar arus barang dan jasa,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Eko Subowo, usai pengumuman pasangan terpilih, dalam Rapat Paripurna DPRD Sumut, Selasa (31/7).

Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Eko juga menyampaikan selamat atas terpilihnya pasangan Edy-Musa untuk memimpin lima tahun ke depan untuk periode 2018-2023. Eko berharap agar Gubernur-Wakil Gubernur terpilih nantinya melayani seluruh masyarakat tanpa melihat mana yang memberikan dukungan dan mana yang tidak. Sebab setelah selesai Pilkada, tidak ada lagi pengkotak-kotakan antara memilih calon A atau calon B.

“Dan masyarakat pun harus mendukung sepenuhnya, Gubernur dan Wakil Gubernur nantinya. Baik yang memilih maupun tidak memilih. Intinya mendukung Pemprov Sumut yang akan dipimpin Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” sebut Pj Gubernur.

Pj Gubenrur ini juga meminta Edy-Musa memberi perhatian pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk lima tahun ke depan, sesuai visi misi saat berkampanye, dengan tetap memperhatikan prioritas yang ada dan sesuai RPJM-Nasional.

Yakni percepatan pembangunan infrastruktur khususnya konektivitas seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, penyeberangan, kereta api dan sebagainya. Penekanan ini disampaikan setelah pihaknya menggelar rapat dengan tim pengendali inflasi daerah (TPID) Sumut di Jakarta beberapa waktu lalu. Menurutnya perbaikan infrastruktur dapat membawa perbaikan pada kelancaran arus logistik atau barang dan jasa. Hal itu pula yang menjadi satu faktor penekan laju inflasi di daerah, yang kini berada pada angka satu digit.