Home Blog Page 6095

Matsunaga Merapat

Shohei Matsunaga akan mengisi slot pemain asing Asia di PSMS.
Shohei Matsunaga akan mengisi slot pemain asing Asia di PSMS.

SUMUTPOS.CO – PSMS sepertinya bakal mengganti target buruan pemain asing asal Asia. Rencana merekrut Haroon Hamiri asal Afghanistan urung dilakukan. Penggantinya Shohei Matsunaga, pemain asal Jepang yang sebelumnya baru didepak Persela Lamongan.

Tanpa negosiasi yang berbelit, PSMS akan langsung mendatangkan Matsunaga pada Senin (30/7). Hal itu dibenarkan Sekretaris PSMS, Julius Raja. “Benar, Matsunaga akan datang besok. Dia sudah ngomong langsung dengan pelatih,” kata Raja.

Bukannya tanpa alasan PSMS batal mendatangkan Haroon Hamiri. Pasalnya ada kendala visa yang membuat Haroon sulit bergabung dalam waktu dekat ini. Sementara PSMS harus berpacu dengan waktu mengejar deadline transfer yang jatuh 5 Agustus mendatang.

“Haroon sulit bergabung karena ada problem visa Karena Haroon problem visa. Sudah coba kami urus melalui KBRI di Kabul (Ibu Kota Afganistan). Tapi takutnya deadline transfer habis,” bebernya.

Saat ini PSMS sudah memiliki tiga legiun asing non Asia. Reinaldo Lobo, Felipe Martins dos Santos (Brasil) dan Alexandros Tanidis (Yunani). Artinya PSMS tinggal mencari satu slot pemain Asia untuk posisi yang ditinggalkan Dilshod Sharofetdinov.

Apalagi Matsunaga sudah berpengalaman di Indonesia dan tidak akan kesulitan mengurus izin mainnya. Apalagi mantan pemain Persegres dan Persib itu juga sudah pernah berada di bawah asuhan Butler saat memperkuat Persiba Balikpapan tahun 2012. “Pelatih sudah kenal Matsunaga. Mereka sudah berkomunikasi langsung. Jadi lebih cepat prosesnya,” ucap Raja.

Sebelumnya jebolan Schalke 04 itu dicoret Persela karena dianggap minim kontribusi assist. Padahal dia turun di 16 laga sebagai starter dan mencetak empat gol selama putaran pertama.

Di sisi lain PSMS akhirnya menetapkan status Wilfried Yessoh. Striker asal Pantaigading itu resmi dicoret dari skuad. Penolakan Yessoh bermain di laga kontra Bali United di Stadion Teladan, Sabtu (28/7) malam membuat Pelatih PSMS, Peter Butler tak berpikir panjang lagi untuk menegaskan status Yessoh. “Saya sudah bikin keputusan. Dia dicoret dari tim. Sampai di sini,” kata Butler usai laga.

2 PSDS v PS Kwarta 0: Kado Ansyari

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Bek PSDS, Hary Nasution menghalau bola dari ancaman Bayu Tri Sanjaya.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Bek PSDS, Hary Nasution menghalau bola dari ancaman Bayu Tri Sanjaya.

SUMUTPOS.CO – Langkah PS Kwarta dipastikan terhenti di fase perempat final Liga 3 Sumut. Burung Sumatera tumbang dengan skor 0-2 dari PSDS Deliserdang di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Minggu (29/7). Bagi PSDS, kemenangan ini menjadi kado ultah Ansyari Lubis yang berulang tahun, Jumat (27/7).

Laga berlangsung ketat di awal. Kwarta mengandalkan trio striker Bayu Tri Sanjaya, Miswandi dan Denny Syahputra. Sementara PSDS mengandalkan Yassir Azis, M Irsan dan Purnomo. Duel trisula ini membuat kedua tim jual beli serangan.

Namun laga langsung timpang karena kartu kuning kedua yang diperoleh Miswandi. Lawan bermain dengan 10 orang membuat PSDS tampil percaya diri. PSDS akhirnya menciptakan gol pertama lewat Jerry Rosi di penghujung babak pertama setelah memanfaatkan bola rebound hasil tangkapan kiper Kwarta, M Iqbal yang terlepas.

PSDS memperbesar skor menit ke-60 lewat Fardan Azmi juga memanfaatkan bola rebound hasil tepisan Iqbal. Peluang terbaik Kwarta lewat tendangan Denny masih bisa ditepis Azis, kiper PSDS. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai.

Usai laga, pelatih PSDS Deli Serdang Ansyari Lubis mengatakan salah satu kunci kemenangan timnya adalah keberanian para pemain menerapkan pola permainan menyerang. Khususnya di babak kedua, skuatnya bermain lebih bagus dengan melakukan serangan bertubi – ribu ke gawang lawan. Meski diakui pelatih yang akrab disapa Uwak ini menilai pemain PSDS masih terlihat grogi di menit awal.

8 Indonesia U-16 v Filipina U-16 0: Start Meyakinkan

David Maulana dkk pesta gol ke gawang Filipina U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (29/7).
David Maulana dkk pesta gol ke gawang Filipina U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (29/7).

SUMUTPOS.CO – Tim nasional Indonesia U-16 mencatat start mulus di piala AFF U-16. David Maulana dkk berpesta gol dengan mengandaskan Filipina 8-0 pada laga perdana grup A di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (29/7) malam WIB.

Indonesia langsung unggul pada menit kedua lewat gol M. Supriadi . Memanfaatkan umpan silang Fajar Fathur Rachman, sontekan Supriadi meluncur mulus ke gawang Filipina. Indonesia unggul 1-0. Fajar dua kali mendapatkan peluang emas pada menit keempat dan ketujuh. Sayang sepakan dan sundulannya tidak menemui sasaran. Padahal ia dalam posisi yang sangat bebas untuk mencetak gol.

Supriadi kembali mengancam pada menit ke-12. Sayang tendangannya terlalu lemah dan mudah bagi kiper Filipina, Franc Barrera. Indonesia menggandakan kedudukan menjadi 2-0 melalui gol Komang Trisnanda pada menit ke-19. Berawal dari sepak pojok Yudha Febrian, sundulan Komang menghujam gawang Filipina. Gol tersebut semakin menegaskan dominasi Indonesia di pertandingan ini.

Supriadi hanya tinggal menyontek bola ketika crossing Fajar gagal disambut Sultan Zico pada menit ke-25. Namun Supriadi justru menahan bola untuk tidak masuk ke gawang. Bola langsung disapu bersih bek Filipina. Fajar Fathur Rachman membuat Indonesia unggul 3-0 pada menit ke-32. Sundulan Fajar memanfaatkan sepak pojok Yudha, gagal diamankan kiper Barrera. Skor 3-0 bertahan hingga jeda.

Babak kedua dimulai dan pemain pengganti Rendy Juliansyah langsung mengancam pada menit ke-41. Akan tetapi tembakan mendatarnya masih melebar di kanan gawang Filipina. Indonesia memperbesar kedudukan menjadi 4-0 pada menit ke-45. Meneruskan sepak pojok David Maulana, sundulan Sultan Zico meluncur deras ke gawang Filipina.

Rendy Juliansyah akhirnya mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-57. Setelah menerima crossing Supriadi, Rendy dengan mudah menjebol gawang yang sudah melompong. Indonesia unggul 5-0.

Indonesia memperoleh hadiah penalti menyusul pelanggaran Raphaelle Aquino kepada Amirudin Alfikri menit ke-63. Sang kapten tim David Maulana menjalankan tugasnya dengan sempurna. Ia membawa Indonesia unggul 6-0 pada menit ke-64. Pesta gol Indonesia berlanjut pada menit ke-67. Kali ini giliran Amirudin Alfikri yang menjebol gawang Filipina setelah menerima umpan Rendy Juliansyah. Indonesia unggul 7-0

Tembakan spekulasi dilepaskan bek Fadilah Nur Rahman pada menit ke-69. Sial, bola hanya membentur mistar. Amiruddin Alfikri mencetak brace pada menit ke-73. Golnya yang memanfaatkan assist Amiruddin Arrizqi, membawa Indonesia unggul 8-0. Walaupun memiliki banyak peluang, Indonesia gagal menambah gol hingga peluit panjang. Skor 8-0 membuka kiprah perdana Indonesia pada Piala AFF U-16 2018. (bbs/don)

Preman Rusak Gudang di Lahan Milik Mantan Bishop GMI

Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos Gudang kayu di atas lahan milik mantan Bishop GMI, yang dirusak preman bayaran.
Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos
Gudang kayu di atas lahan milik mantan Bishop GMI, yang dirusak preman bayaran.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pascapenerbitan Surat  Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) terhadap kasus dugaan pemalsuan dokumen yang berujung pada penyerobotan lahan milik Emeritus Bishop Gereja Methodist Indonesia (GMI), RPM Tambunan, sejumlah preman diduga bayaran merusak gudang di atas lahan seluas 690 meter tersebut.

Kuasa hukum korban, Rinto Maha yang ditemui di Jalan Bunga Rinte, Simpang Selayang, tempat lahan itu berada, Sabtu (28/7), mengatakan sejumlah bangunan milik kliennya dirusak preman diduga suruhan mafia tanah yang hendak menguasai lahan tersebut.

“Gudang kayu milik klien saya yang berada di Jalan Bunga Rinte, Medan Selayang, diganggu orang-orang suruhan mafia tanah. Kali ini, mereka merusak bangunan dan mencuri kayu milik klien saya. Tujuannya diduga untuk menguasai lahan itu,” kata Rinto

Menurutnya, perusakan telah berlangsung sejak sepekan terakhir. Para pelaku yang berjumlah lebih dari tiga orang, secara bersama-sama merusak dan mencuri kayu-kayu milik RPM Tambunan, yang brada di atas lahan itu.

“Banyak yang mereka rusak. Dinding gudang mereka hancurkan. Pagar dan kayu-kayu di dalam gudang mereka curi dan sebagian mereka bakar. Mereka sangat kelewatan. Bahkan saya menyaksikan sendiri aksi mereka dengan mata kepala saya. Rekaman videonya pun ada. Rencananya, saya akan menghadap ke Kapolda Sumut dan memperlihatkan rekaman itu kepada beliau,” kesalnya.

Rinto menyebut, dirinya menyakini bahwa para pelaku nekat beraksi karena mendapat perintah dari seseorang yang ingin menguasai lahan milik korban. Sayangnya, kata dia, aparat Kepolisian belum menindak para pelaku, meski kasus tersebut telah dilaporkan ke Polda Sumut dengan nomor LP / 959 / VII/ 2018 SPKT Polda Sumut, Rabu 25 Juli 2018.

“Kalau polisi saja tidak mau menegakkan keadilan, padahal sudah jelas ada tindak pidana yang terjadi, kita mau bilang apa lagi? Saya rasa, polisi pun takut menindak mereka karena yang menyuruh mereka bisa saja ‘orang berpangkat’,” kesalnya.

Masih kata Rinto, sebelumnya lahan seluas 690 meter itu sempat diserobot mafia tanah, memakai dokumen palsu. Kasus itu sempat ditangani Subdit II/Harda-Bangtah Polda Sumut. Namun akhirnya penyidik menerbitkan SP3 kasus tersebut.

“Saya menduga, perusakan kali ini berkaitan dengan kasus tersebut. Setelah kasus di SP3, mereka kembali mencoba menguasai lahan itu dengan memakai jasa preman,”ucapnya.

Ia berharap agar aparat kepolisian mampu bersikap adil dan tegas. Sebab sejauh ini, pihak Kepolisian belum bertindak menyelesaikan masalah itu. “Kasus ini luar biasa. Saat saya ke TKP kemarin (Sabtu, Red), saya lihat mereka beraksi lagi. Tidak ada yang berani nangkap, meski ada polisi dari Polsek Delitua di situ,” celoteh Rinto sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. (dvs)

Driver Gojek Ketahuan Bawa 30 Bungkus Ganja

Foto: Istimewa DRIVER GOJEK: Budi Syamsudin, driver gojek, yang ditangkap bawa 30 bungkus ganja.
Foto: Istimewa
DRIVER GOJEK: Budi Syamsudin, driver gojek, yang ditangkap bawa 30 bungkus ganja.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang driver Gojek, Budi Syamsudin (40) warga Jalan M Yakub, Gang Merpati, Tembung harus meringkuk di sel tahanan Polsek Patumbak. Iia tertangkap oleh tim pegasus, setelah kedapatan membawa 30 bungkus (gram) ganja, di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas, tepatnya di depan pool bus ALS, Kamis (26/7) malam.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin menjelaskan, Budi tertangkap setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat, bahwa ada seorang pria di depan pool bus ALS yang dicurigai membawa narkoba.

Mendapat informasi ini, tim pegasus Polsek Patumbak yang sedang patroli mendekati dan melakukan penggeledahan terhadap Budi. “Dari dalam kantong jaket sebelah kirinya, tim menemukan sebanyak 30 gram ganja siap edar,” ungkapnya, Minggu (29/7).

Pengakuan pelaku, barang haram tersebut rencananya akan dibawa ke Jakarta. Pelaku diketahui bekerja sebagai driver Gojek di sana. “Dia Gojek di Jakarta. Pengakuannya, ganja itu akan dikonsumsinya sendiri di Jakarta,” terangnya. Pelaku juga mengaku baru kali ini membawa barang terlarang tersebut.

Selanjutnya tersangka bersama barang bukti narkoba miliknya, diboyong ke Polsek Patumbak untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Tersangka sudah kita tahan,” tandasnya. (man)

Dua Pengendara Mio Tewas Tabrak Truk, Truknya Kabur

Foto: Fachril/Sumut Pos Pengendara mio tewas usai menabrak truk di Jalan KL Yos Sudarso, KM 19,5, Minggu (29/7).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Pengendara mio tewas usai menabrak truk di Jalan KL Yos Sudarso, KM 19,5, Minggu (29/7).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pria dan seorang wanita yang berboncengan naik sepeda motor Yamaha Mio D 4958 HI, tewas usai menabrak sebuah truk di Jalan KL Yos Sudarso, KM 19,5, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (29/7) pukul 01.30 WIB. Sopir truknya kabur.

Kedua korban masing-masing Darma Utama (39), warga Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, dan Rika (34) warga Blok B Sicanang, Kecamatan Medan Belawan.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi saat turun hujan deras. Saat itu, kedua korban berboncengan naik sepeda motor melaju dari arah Medan menuju ke Belawan. Ketika melintas di lokasi, keduanya mengendarai motor dengan kecepatan tinggi.

Tak disangka, datang truk dari arah berlawanan. Keduanya pun menabrak truk hingga terpental ke badan jalan. Truk yang tidak diketahui nomor polisinya itu langsung kabur.

Kedua korban mengalami luka remuk di bagian kepala dan tewas di tempat. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu melaporkan ke polisi.

Petugas Satlantas Polsek Medan Labuhan datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Di tengah guyuran hujan deras, kedua korban dievakuasi ke RSU dr Pirngadi Medan. Kendaraan korban juga diamankan pihak kepolisian.

Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, Iptu AW Nasution mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus kecelakaan itu. Truk yang menabrak sedang diselidiki. “Keterangan saksi di lapangan, korban tabrakan dengan truk, tapi truknya kabur. Karena hujan deras, warga tidak bisa melihat nomor plat truk itu. Jadi truknya masih kita lidik,” kata AW Nasution. (fac)

Turun Dari Angkot, Mangara Siagian Tewas Mendadak

Jenazah Mangara Siagian.
Jenazah Mangara Siagian.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Turun dari angkutan kota (angkot), Mangara Siagian (61) tewas mendadak di pinggir Jalan KL Yos Sudarso, simpang Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (29/7) pukul 07.30 WIB.

Tewasnya pria menetap di Jalan Dahlia Raya, Perumnas Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia diduga akibat sakit paru-paru.

Sebelumnya, korban menumpang angkot yang melintas dari Medan menuju ke Belawan. Sesampainya di lokasi, korban minta angkot berhenti dan ia pun turun dari angkot. Usai turun, korban terduduk lemas di tanah sembari memegang dada. Tak lama kemudian, korban terbaring jatuh di pinggir jalan.

Warga yang melihat kejadian itu mendekati korban yang terbaring. Setelah dicek, ternyata korban sudah tidak bernyawa.

Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Medan Labuhan.

Polisi yang datang segera melakukan olah TKP. Di tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan. Selanjutnya korban dievakuasi ke RS PHC Belawan. Dari saku celana korban ditemukan nomor ponsel keluarganya, polisi menghubungi pihak keluarga.

Keluarga yang datang menolak korban divisum. Keluarga mengaku, selama ini korban mengalami sakit paru-paru. Pihak keluarga bersedia membuat pernyataan untuk tidak divisum.

“Bapak memang sudah sering kambuh sakit paru-parunya. Jadi kami tidak mau divisum,” kata keluarga korban, Pahala Siagian kepada polisi.

Selanjutnya, pihak keluarga membawa pulang jenazah korban untuk disemayamkan di rumah duka di Jalan Pulau Ambon, Belawan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, korban selama ini mengalami sakit paru, dari tubuh korban tidak ada ditemukan tanda kekerasan.

“Pihak keluarga sudah buat pernyataan keberatan tubuh korban untuk divisum. Hasil pengecekan kita, korban diduga tewas karena sakit,” kata Bonar. (fac)

Akuntan Pajak PNS Ditangkap

Foto: Parlindungan/Sumut Pos Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian (kiri) memperlihatkan Hasnil M Yasin, buronan Kejari Langkat dan Simalungun yang ditangkap di Jakarta.
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian (kiri) memperlihatkan Hasnil M Yasin, buronan Kejari Langkat dan Simalungun yang ditangkap di Jakarta.

SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara meringkus seorang akuntan, yang terlibat dalam kasus manipulasi pajak penghasilan PNS di Langkat dan Simalungun, Minggu (29/7) dinihari. Hasnil M Yasin, yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak awal 2018 itu, diringkus di sebuah rumah di Jalan  Mangga I No 163 Komplek PU, Rengas, Ciputat Timur, Kota Tangerang.

Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, kemarin menjelaskan, Hasnil merupakan buronan Kejari Langkat dan Simalungun, dalam kasus manipulasi penghitungan kelebihan pembayaran pajak penghasilan PNS .

Hasnil, Pimpinan Kantor Akuntan Publik Hasnil M Yasin dan Rekan, dihukum 6 tahun penjara atas kasus penghitungan kelebihan pembayaran pajak penghasilan PNS di Setda Langkat. Kasus itu terjadi pada Tahun Anggaran (TA) 2001-2002.

Setahun kemudian, yakni pada tahun 2003, Hasnil dihukum 4 tahun penjara dalam kasus serupa di Simalungun. “Untuk kedua kasus itu, dia dihukum denda sebesar Rp200 juta, ” ungkap Sumanggar.

Akibat manipulasi pajak yang dilakukan Hasnil, total kerugian negara mencapai Rp2,9 miliar.  Jumlah itu yakni Rp1,2 miliar kerugian di Pemkab Langkat dan Rp1,7 miliar kerugian di Pemkab Simalungun.

Selama proses penyidikan hingga persidangan, terpidana tidak ditahan. Namun setelah putusan inkhrah, Jaksa memanggil terpidana hingga 3 kali, namun tidak kunjung datang. Oleh karena itu, terpidana Hasnil dimasukkan dalam DPO pada awal tahun 2018 lalu.

“Selama buron, terpidana ternyata bekerja sebagai dosen di sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta,” kata Sumanggar.

Sesuai kesepakatan antara Kejari Simalungun dan Langkat, terpidana akan dibawa ke Lapas Tanjung Gusta untuk menjalani masa hukumannya

Diketahui, dalam kasus manipulasi pajak itu, Hasnil tidak sendiri. Dia juga menyeret mantan Sekda Langkat, Surya Djahisa  dan juga mantan Sekda Simalungun Abdul Muis Nasution. Kedua mantan Sekda itu sudah menjalani masa hukuman.

Buronan Kejari Pekanbaru Ditangkap

Sebelumnya, Kejatisu berhasil menciduk buronan Kejari Pekanbaru di Tarutung, Tapanuli Utara, Jumat (27/7). Adalah Marianne Donse Tobing, terpidana kasus pemungutan biaya pemberian vaksin meningitis pada calon jamaah umroh, di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pekanbaru Tahun Anggaram 2011-2012.

“Terpidana diamankan di UD Sumber Rezeki ketika terpidana sedang membeli ulos di jalan Johanes Hutabarat Nomor 71, Tarutung, Tapanuli Utara, ” ungkap Sumanggar. (ain)

Hari Ini Sebagian Kota Medan Padam Listrik

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERBAIKAN JARINGAN LISTRIK_Petugas PLN memperbaiki jaringan listrikdi Jalan Agus Salim Medan, beberapa waktu lalu. Dewan Minta PLN Sumut Jamin Pasokan Listrik saat bulan ramadhan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERBAIKAN JARINGAN LISTRIK_Petugas PLN memperbaiki jaringan listrikdi Jalan Agus Salim Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -PT PLN (Persero) Area Medan kembali melakukan pemeliharaan jaringan di sejumlah rayon. Dampak dari pemeliharaan tersebut, sejumlah wilayah di Kota Medan akan mengalami padam listrik, mulai tanggal 28,30,31 Juli serta 1-2 Agustus ini.

Manager PT PLN Area Medan, Lelan Hasibuan merici, adapun pemeliharaan yang dilakukan pada hari ini, Senin (30/7) di Rayon PLN Belawan, Rayon Medan Selatan dan Rayon Medan Timur.

Pemeliharaan di Rayon Medan Belawan, lanjut Lelan, menyebabkan pemadaman listrik di kawasan Jalan Pertagas, Jalan Pulau Sicanang, Jalan Sicanang Kering, Jalan PLTU Sicanang, Jalan Pelabuhan Raya, BICT, Pabrik Kertas BNSP, Jalan Kol Yos Sudarso Km 19,5 s/d km 23, Jalan Young Panah Hijau (sebagian), Jalan Madin Lama, Jalan Stasiun Belawan, Jalan Parang-parang Pajak Baru, Jalan TM Pahlawan.

Kemudian, RS PHC Pelindo, RS Angkatan Laut, Jalan Kapt Kurnia, Jalan Semen Andalas, khusus Perum Pelabuhan, PT Pelindo, PT BPP Power, Jalan Pelabuhan Raya, PT PNG, Hotel Pardede, PT Samudra Logistik, Lorong Sawita, PT KIM, Jalan Pelabuhan, Bank Mandiri, Jalan Gabion, Jalan Bagan Deli, PT Ivo Mas Tunggal, PT Pabrik Es, PT SMART, Perum Perikanan, Jalan Karo, Jalan Sumatera, Jalan Veteran, Jalan Simalungun, Jalan Jawa dan Jalan Selebes. “Pemadaman hingga pukul 16.00 WIB,” papar Lelan.

Sedangkan pemeliharaan jaringan di Rayon Medan Selatan, lanjut Lelan, menyebabkan pemadaman di Jalan Garu II, Jalan STM (sebagian), Jalan Bajak I, Jalan Suka Cipta, Jalan Sakti Lubis (sebagian), Jalan Sisingamangaraja, Jalan Air Bersih, Jalan Pelangi (sebagian), Jalan Turi Stadion Teladan, Jalan Stadion Teladan, Jalan Karya Bhakti, Jalan Gedung Arca, Jalan HM Jhoni dan Jalan Halat. “Untuk pemadaman di Jalan Garu II mulai pukul 09.00-15.00 WIB. Sedangkan selebihnya di daerah Medan Selatan tersebut padam mulai pukul 09.00-13.00 WIB,” papar Lelan lagi.

Sementara itu, pemeliharaan di Rayon Medan Baru, kata Lelan, terjadi pemadaman di kawasan Tanjung Sari.

Sudah Sebulan Ini Blangko SIM Kosong

Seorang Polisi Wanita mengawasi peserta ujian kompetensi teori Surat Izin Mengemudi (SIM). Sementara itu, saat ini balngko SIM sedang kosong.
Seorang Polisi Wanita mengawasi peserta ujian kompetensi teori Surat Izin Mengemudi (SIM). Sementara itu, saat ini balngko SIM sedang kosong.

SUMUTPOS.CO – Sejumlah pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) hanya menerima resi sebagai pengganti SIM di Satlantas Polrestabes Medan. Hal ini terjadi lantaran blangko sebagai material untuk pencetakan pencetakan SIM sedang kosong di sana. Kekosongan sudah berlangsung sebulan.

Amatan Sumut Pos di Satlantas Medan, banyak pemohon yang harus rela menerima resi sebagai pengganti SIM ada pula yang lebih memilih sampai blangko sudah benar-benar ada. Alasannya klasik saja, sebagian yang memilih blangko datang beralasan repot bila harus membawa-bawa resi, sementara yang menerima beralasan takut bila nantinya ditilang karena tidak memiliki SIM.

Salah seorang pemohon SIM C, Erlangga, mengatakan dia lebih memilih sampai blangko sudah tersedia. Alasannya, resi sebagai pengganti SIM mudah rusak bila terkena hujan dan repot bila mana disimpan di bawah jok sepedamotor.

“Iya tadi kata petugasnya pakai resi karena blangko kosong. Memang bisa pakai resi, tapi repot bawa-bawa resi, kalau SIM kan bisa gampang dibawa, letak didompet saja sudah aman gak akan ketinggalan,” ungkap pria yang berdomisili di kawasan Simpang Selayang ini.

Sementara itu, pemohon SIM lainnya, Dedi, menyebut mau tidak mau menerima resi sebagai pengganti SIM sementara. Dia mengatakan, tidak bisa menolak karena memerlukan resi itu sebagai salahsatu dokumen yang diperlukan untuk melamar pekerjaan.

“Ya mau tidak mau lah, bang. Kata petugasnya nanti dikabari kalau blangko SIM sudah ada kita disuruh datang lagi untuk ambil SIM nya. Untuk sementara resi ini sebagai pengganti SIM. Karena saya perlu secepatnya, ya sudahlah,” ungkap pria berusia 20 tahun ini.

Saat ditanya sudah berapa lama blangko kosong, dia mendengar info sudah hampir dua pekan. Dari informasi yang dia dengar karena banyaknya orang mengurus SIM. “Katanya sejak dua minggu lalu blangko kosong. Ada yang bilang banyak yang mengurus SIM makanya habis. Tapi kan harusnya distok, lah. Tapi gak tahu juga saya kenapa, ya,” katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Muhammad Saleh menyatakan kekosongan blangko ini sebenarnya sudah berlangsung selama sebulan. Hal itu terjadi karena distribusi blangko dari pusat belum sampai ke Medan. “Sudah sebulan kosong. Kiriman blangko dari Mabes (pusat) kosong,” sebutnya.

Diketahui ini kali keduanya blangko SIM kosong di Satlantas Medan. Sebelumnya, tahun lalu di pertengahan 2017 kasus serupa juga terjadi. Alasannya kekosongan blangko serupa dengan yang terjadi saat ini menunggu kiriman material dari Mabes Polri.

Kepada masyarakat dia mengimbau meski blangko kosong, proses permohonan SIM tetap berlanjut. Bagi pemohon yang hendak mengurus SIM akan diberikan resi pengganti sementara SIM. “Kita berikan resi bagi masyarakat yang memohon. Lagi pula resi itu sama derajatnya seperti SIM. Bagi yang belum memiliki urus saja sekarang, kan nanti kalau sudah ada blangko tinggal ambil,” pungkasnya. (dvs/ila)