Home Blog Page 6118

Biaya Caleg Melonjak 2 Kali Lipat

Di tengah penelitian berkas bacaleg oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, para caleg yang bakal bertarung di Pileg 2019 saat ini tengah hitung-hitungan besar biaya untuk kampanye. Caleg yang ingin berebut kursi di DPRD Sumut, diperkirakan harus mengeluarkan kocek untuk cost politic hingga dua kali lipat dibanding Pileg 2014 lalu. Biaya itu demi merebut hati masyarakat dalam memilihnya.

ANGGOTA DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan mengatakan, dirinya sudah melakukan hitung-hitungan besar biaya yang ia keluarkan untuk kampanye di daerah pemilihannya, Sumut VII yang meliputi Kabupaten Padanglawas, Paluta, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal dan Kota Padang Sidimpuan.

Strategi turun ke masyarakat secara langsung, dikatakannya sebagai cara utama untuk bisa meraih simpati pemilih pada pesta demokrasi mendatang. Hal sama ia lakukan pada pencalonan seperti di Pileg 2014 lalu. Menurutnya, kampanye yang ideal dan efektif adalah bertatap muka dengan calon pemilih.

“Idealnya memang seperti itu. Bagaimana masyarakat bisa mengenal dan menerima pesan yang kita sampaikan Tentunya harus ada komitmen ke warga, apa yang akan kita lakukan jika duduk sebagai anggota dewan,” ujar Sutrisno yang akan maju lagi untuk periode berikutnya di Pileg 2019, Jumat (3/8).

Dikatakannya untuk sosialisasi, setidaknya waktunya sekitar tiga bulan masa efektif berkampanye pada Pileg 2014 lalu. Sekitar empat sampai lima titik lokasi untuk setiap kecamatan di kawasan Tabagsel menjadi targetnya. Biaya yang dikeluarkan pun berkisar Rp150 juta yang digunakan untuk keperluan biaya operasional serta selebaran dan spanduk.

“Perhitungan saya, biaya yang keluar selama kampanye Pileg 2014 itu berkisar Rp150 juta. Itu digunakan selama beberapa bulan kampanye. Ya caranya kita keliling di lima kabupaten/kota, menggunakan kendaraan operasional ada dua. Yang satu mobil sendiri, yang lain kendaraan rental selama dua bulan,” jelasnya.

Namun jumlah tersebut diakuinya akan meningkat dua kali lipat pada Pileg 2019 mendatang. Sebab selain kenaikan harga barang-barang logistik, target partai dan persaingan bacaleg menurutnya semakin ketat. Mengingat adanya kemunculan partai baru, wajah baru dan peningkatan jumlah perolehan kursi di DPRD Sumut dari dapil Tabagsel.

“Hitungannya ‘kan kalau dulu itu kita bisa mencakup beberapa kecamatan saja di satu kabupaten, kecuali Padangsidimpuan yang bisa kita datangi semuanya karena tidak begitu luas. Tetapi untuk kali ini, target cakupannya harus meningkat. Mana yang belum didatangi, kita akan susun untuk bisa turun ke konstituen lain,” sebut Politisi PDIP ini.

Dengan peningkatan target cakupan dan penambahan kursi dari dapil Sumut 7, Sutrisno juga mengakui apa yang diperoleh dari pekerjaannya sebagai anggota DPRD Sumut sejak tahun lalu, dianggap dapat membantu dalam hal pembiayaan sosialisasi hingga kampanye. Sehingga, dana kampanye dirinya akan bertambah hingga dua kali lipat dari Pileg sebelumnya, kurang lebih sekitar Rp300-an juta.

“Kalau berdasarkan aturan yang baru (PP 18/2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD) , memang seorang anggota DPRD Sumut itu bisa memperoleh hingga Rp80 juta lebih setiap bulannya. Tetapi kalau seperti kami, ada yang gotong royong yang harus dibayarkan ke partai. Jadi bisa saya terima sekitar Rp70 jutaan,” sebutnya.

Angka itu pula yang menurutnya bisa membantu pembiayaan kampanye. Meskipun sebagian besar, dana yang harus dikeluarkan seorang caleg, bisa lebih dari jumlah penghasilannya sebagai wakil rakyat. “Informasi yang saya terima memang seperti itu. Ada yang dana kampanyenya sampai Rp2 miliar, bahkan Rp4 miliar hingga Rp5 miliar, katanya.

Biaya Memperkenalkan Diri
Pengamat Politik dan Pemerintahan UMSU Rio Affandi Siregar mengatakan, biaya kampanye besar hingga miliaran biasanya dikeluarkan oleh caleg baru. Sebab, modal awal seseorang adalah popularitas atau dikenal masyarakat. Sehingga untuk bisa memperkenalkan diri, seorang bacaleg akan menggunakan banyak cara, salah satunya menggunakan media luar ruang seperti poster, spanduk hingga baliho.

“Secara pembiayaan, pasti semua ada biayanya. Karena bahan kampanye kan harus dibeli, termasuk operasional. Tetapi kalau calon incumbent sepertinya tidak begitu besar biaya yang harus keluar. Karena selama menjabat, mereka kan juga difasilitasi untuk menjaga konstituennya. Kalau pada periodesasinya efektif digunakan untuk turun ke basis, biasanya tidak banyak spanduknya beredar,” sebutnya.

Namun katanya, politik uang masih menjadi rahasia umum, khususnya masyarakat yang tingkat pendidikan serta kesadaran politiknya rendah. Hal tersebut juga bisa saja muncuk dari calon yang baru. Sebab, sekalipun secara finansial seorang caleg tergolong mampu, belum tentu menjadi pilihan karena beberapa hal, diantaranya seperti janji kampanye.

“Kalau politik uang, ini masih saja menjadi rahasia umum. Karena masih banyak masyarakat yang pragmatis dalam hal pilihan politik. Karena mereka belum sadar betapa ruginya kalau memilih caleg karena uang,” pungkasnya. (bal)

Petaka Counter Attack

PSMS kembali harus memupus ambisinya meraih poin perdana di kandang lawan. Anak asuh Peter Butler tumbang dengan skor 1-3 di Stadion PTIK, Jakarta, Jumat (3//8). Gol Sani Rizki menit kedua, Paulo Sergio menit ke-7 dan Vendri Mofu menit ke-87 hanya bisa dibalas satu gol Rachmad Hidayat menit ke-77.

Kekalahan ini membuat PSMS semakin terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi 18 poin. Kekalahan ini menjadi yang ke-13 bagi PSMS dan kedua beruntun sejak dibesut Peter Butler.

Pada laga itu PSMS tampil dengan skema 3-4-3. Perubahan terjadi di belakang dan depan. Bek asing baru, Alexandros Tanidis mengisi trio bek bersama  Reinaldo Lobo dan Muhammad Roby Sementsra di depan Shohei Matsunaga di sektor sayap kiri bersama Felipe Martins Dos Santos dan Rachmad Hidayat di kanan.

Namun lemahnya konsentrasi di menit-menit awal dimanfaatkan Bhayangkara. The Guardian, julukan Bhayangkara, mampu membuat dua gol cepat di tujuh menit awal. Gol pertama terjadi menit kedua lewat aksi Sabi Rizki Fauzi yang berhasil lolos ke kotak penalti dan menaklukkan Rohim dengan tendangan datar.

PSMS coba merespon dengan skema serangan sayap. Umpan crossing dari Shohei Matsunaga disambut Alexandros Tanidis menit keempat. Namun tandukan bek Yunani itu masih melenceng di atas mistar.

Ketatnya barisan pertahanan Bhayangkara yang dikawal duet Vladimir Vujovic dan Jajang Mulyana membuat PSMS beberapa kali mencoba tendangan dari luar kotak penalti. Menit ke enam percobaan Legimin masih melenceng di atas mistar.

Semenit kemudian lagi-lagi lewat serangan balik Bhayangkara membobol gawang PSMS. Paulo Sergio mencetak gol kedua PSMS. Tertinggal dua gol, Ayam Kinantan meningkatkan agresivitas serangan. Mereka mulai mendominasi serangan meski belum terlalu efektif.

Sementara itu menit ke-12 upaya Fredyan Wahyu dari luar kotak penalti juga masih menyamping. PSMS kembali mengancam lewat tendangan first time Lobo di kotak penalti. Tapi tipis di samping kanan gawang Wahyu Nugroho. Kans terbaik PSMS tercipta lewat Felipe menit ke-27. Tapi Wahyu Tri Nugroho maju menyergap gagalkan kans striker Brasil itu.

Tendangan bebas Firza Andika juga masih melenceng tipis di atas mistar gawang lawan. PSMS. Hingga paruh waktu PSMS tertinggal 0-2.

Di awal babak kedua Butler melakukan perubahan skema dengan menarik keluarga Roby dan memasukkan Frets Butuan untuk lebih meningkatkan serangan. Sementara Bhayangkara coba memperkuat pertahanan nya dengan memasukkan Nur Hidayat menggantikan Jajang Mulyana.

PSMS harusnya mampu memperkecil skor saat wasit menunjuk titik penalti karena hands ball Dany Syahputra menit ke-53. Namun eksekusi Reinaldo Lobo mampu ditepis Wahyu Tri Nugroho.

Menit ke-55 serangan balik Bhayangkara nyaris berbuah gol. Rohim maju menyergap bola panjang yang diumpan kepada Marinus Manewar. Namun bola lepas. Beruntung sepakan placing Marinus ke gawang kosong menyamping.

Gawang PSMS kembali terancam menit ke-62. Alsan berhasil melewati Rohim di kotak penalti dann melepaskan sontekan mendatar ke gawang. Namun masih mampu diselamatkan Fredyan ‘Ucil.

PSMS masih terus mendominasi serangan meski bukan hal yang mudah menembus pertahanan lawan. Sementara Bhayangkara terus mengandalkan transisi cepat ke pertahanan lawan.

Menit ke-77, PSMS akhirnya bisa memperkecil ketertinggalan. Berawal dari tendangan mendatar Shohei Matsunaga dari luar kotak penalti yang mengenai tiang. Bola muntah berhasil disambar Rachmad Hidayat.

diri PSMS. Mereka terus mengepung pertahanan lawan. Sementara Bhayangkara menumpuk bek nya di pertahanan lawan. Namun malah mereka berhasil mencetak gol menit ke-87 lewat Vendri Mofu. Dari serangan balik, Herman Dzumafo lepas dari kawalan Tanidis  mengirim umpan kepada Vendri Mofu yang tak terkawal. Gol itu mengunci kemenangan tuan rumah dengan skor 3-1.

Usai laga kekecewaan diluapkan sebagian suporter PSMS. Beberapa oknum malah melempar botol air mineral ke bench PSMS. Satu lemparan sempat mengenai Felipe Martins. Manajer PSMS, Tengku Edriansyah Rendy juga turut jadi sasaran suporter. Satu per satu pemain masuk ke ruang ganti.

Reinaldo Lobo yang berulang kali menunjukkan gestur maaf masuk terakhir bersama pelatih Peter Butler. Namun dua orang suporter turun dan menghadang mereka meneriakkan unek-uneknya. Salah satunya ada kata-kata yang membuat Butler marah.

Pada sesi konfrensi pers, Butler tak habis pikir dengan sambutan sebagian suporter usai laga yang memaki-makinya dan pemain. “Mungkin saya pasti mau tiga poin. Saya orang Inggris dan sudah banyak pengalaman melatih. Saya main di Premier League, Championship. Untuk pertama kali penonton panggil saya, Inggris A****g, B***i.

Saya tak datang ke sini untuk situasi seperti itu. Pemain saya malam ini main bagus, saya bangga dengan mereka. Tapi Anda tak mengerti situasi di sini. Tidak bisa naik di klasemen tanpa adanya finansial motivasi. Ada banyak pemain dengan gaji kecil. Sementara Bhayangkara gaji besar. Orang harus mulai bantu kita,” katanya.

“Saya ke sini untuk pendek waktu saja dan kalau mereka memaki saya seperti itu. Saya punya banyak kawan di Indonesia dan mereka orang baik. Tapi situasi seperti  ini memang tidak bagus untuk sepak bola Indonesia,” bebernya.

“Saya tahu mereka bantu kita di kandang. Tapi mereka harus jaga emosi. Kalau kami main jelek sekali tanpa usaha, oke tapi kami melakukannya. Saya coba membangun rekonstruksi tim bagus. Anda bisa lihat malam ini kami bagus tim. Saya harap mereka datang bantu kami.

Tapi tidak usah seperti anak kecil. Saya sudah lama kerja di Indonesia di Persipura, Persiba, mereka beri hormat ke saya. Jangan bicara seperti itu kepada pemain yang sudah beri 100 persen. Itu tidak membuat kepercayaan diri pemain bagus,” katanya.

“Mungkin saya salah bicara seperti itu. Saya kerja betul, saya orang jujur, sangat adil,” tambahnya.

Sementara itu bek PSMS, Reinaldo Lobo mengatakan timnya sejatinya bermain lebih baik dari lawan namun kurang beruntung. “Opini saya kami main lebih baik dari lawan. Kami membuat perubahan tapi sayangnya kami tidak dapat hasil positif,” kata Lobo.

Sementara Pelatih Bhayangkara Fc, Simon Mc Mennemy bersyukur timnya bisa menang. Namun dia memuji performa PSMS yang meurutnya bermain baik. “Saya melihat pemain PSMS bermain baik. Mereka main bagus dengan operan dan serangannya. Saya pikir mereka tidak pantas berada di papan bawah,” kata Simon.

Simon juga memuji performa pemain mudanya yang mencetak satu gol perdana Bhayangkara, Sani Rizki. “Dia masih muda dan seperti jimat keberuntungan buat kami. Saya turunkan di pra musim dia main bagus, lalu lawan Persipura. Sebuah keistimewaan bagi dia yang bisa bermain lebih dari di level usianya,” pungkasnya. (don)

PKPI dan Hanura Terbanyak

MEDAN- Tahapan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 saat ini memasuki masa penelitian berkas para bakal calon legislatif (Bacaleg) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Pada tahapan ini, semua partai politik (Parpol) peserta pemilu mengganti sejumlah nama Bacalegnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari KPU Sumut saat melakukan penelitian terhadap perbaikan berkas yang telah berlangsung selama tiga hari, Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sumut menjadi parpol terbanyak mengganti Bacalegnya.

Dimana PKPI mengganti 16 orang Bacalegnya, dan Partai Hanura sebanyak 15 Bacaleg. “Ya, semua parpol memang ada mengganti calon mereka, namun PKPI dan Hanura yang terbanyak” kata Komisioner KPU Sumut, Benget Manahan Silitonga kepada Sumut Pos, Jumat (3/8).

Setelah PKPI dan Hanura Sumut, sebut Benget
pergantian Bacaleg juga dilakukan PKB dengan 12 orang, Partai Demokrat 9 orang, Partai NasDem dan PPP 8 orang, PDI Perjuangan 7 orang, Gerindra 6 orang, Perindo 5 orang, PSI 4 orang, PAN dan PBB 3 orang, Partai Garuda 2 orang, Partai Berkarya, Golkar dan PKS masing-masing mengganti 1 orang bacalegnya. “Totalnya ada 101 orang Bacaleg yang diganti masing-masing parpol,” imbuhnya.

Diakui Benget, khusus Partai Golkar, mayoritas terjadi pergantian nomor urut Bacaleg. Sedangkan PSI memang tidak banyak mengalokasikan komposisi bacalegnya dari 12 daerah pemilihan yang tersedia. “Yang sudah MS (memenuhi syarat) tidak lagi kita teliti. Namun untuk calon penggantinya harus lengkap betul, sebab tidak ada lagi masa perbaikan,” katanya.

Selama masa penelitian yang dimulai 1 sampai 7 Agustus, KPU turut melibatkan Dinas Pendidikan Sumut dan Polda Sumut untuk menelaah keabsahan dokumen ijazah dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) seluruh Bacaleg. “Kita memang sengaja melibatkan pihak Disdik dan Polda bagian dari tim penelitian agar di dalam prosesnya berjalan maksimal.

Apalagi soal SKCK memang yang mengeluarkan pihak Kepolisian. Terkadang kan ada Bacaleg yang mengurusnya dari Polres atau langsung ke Polda untuk tingkat DPRD Sumut. Tentunya polisi yang mengetahui hal itu karena domainnya mereka,” katanya.

Kesempatan itu disampaikannya, mengenai alokasi kursi bacaleg yang didaftarkan seluruh parpol, tidak dapat lagi ditambah pada saat masa perbaikan. Namun jika dikurangi dari yang didaftarkan sebelumnya, itu masih diperbolehkan mengingat calon tersebut belum memenuhi syarat (BMS). “Untuk total bacaleg yang didaftarkan sebelumnya ke kita sebanyak 1.396 orang.

Jumlah tersebut tidak bisa bertambah lagi, kalau berkurang masih diperbolehkan. Tergantung parpol itu sendiri, karena hal ini domain dan internal mereka. Begitupun kalau apa yang sudah disampaikan tidak bisa lagi diubah, karena masa perbaikan cuma sekali. Bagi calon pengganti juga harus lengkap seluruh persyaratan yang dilampirkan,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPP PKPI Sumut Juliski Simorangkir membantah data KPU terkait pergantian bacaleg mereka sebanyak 16 orang. Menurutnya, sesuai berita acara yang disampaikan pihaknya ke KPU, soal pergantian bacaleg ini hanya sekitar 10-12 orang saja. “Saya kira nggak sampai segitulah jumlahnya. Adapun, soal pergantian nomor yang banyak kita lakukan,” katanya saat dikonfirmasi, tadi malam.

Adapun alasan mereka mengganti bacaleg, ungkap Juliski, lebih dikarenakan si calon tidak melengkapi persyaratan yang sebelumnya disampaikan oleh KPU paskapenyerahan hasil verifikasi. “Ada yang belum mengurus SKCK, ada pula yang ijazahnya belum dileges dan karena hilang. Jadi seputar dokumen itu saja yang tidak lengkap makanya kita ganti,” katanya.

Ia menambahkan, masalah bacaleg perempuan juga terjadi makanya mereka ganti, disebabkan yang bersangkutan ternyata tidak diizinkan mencaleg oleh suaminya. “Tapi itu pun kasusnya cuma terjadi satu di dapil 10. Selebihnya karena dokumen mereka tidak lengkap,” ujarnya seraya menegaskan tidak mau ambil resiko mengenai persoalan ijazah dan tidak ada sedikitpun intervensi DPP PKPI Pusat atas pergantian bacaleg ini.

Sekretaris Partai Hanura Sumut, Edison Sianturi mengamini soal data dari KPU atas pergantian bacaleg mereka. Disebutnya, mayoritas bacaleg yang diganti adalah calon perempuan. “Dari 15 orang itu, 12 diantaranya keterwakilan perempuan. Sisanya bacaleg laki-laki,” katanya.

Sama halnya seperti kondisi di PKPI, Edison menjelaskan bahwa pertanian ini lebih dikarenakan calon yang dinyatakan BMS oleh KPU sebelumnya, tidak melengkapi persyaratan sampai batas waktu yang ditentukan. “Seperti SKCK-nya tidak juga diserahkan. Kita kan juga kasih deadline kepada kader yang BMS itu lima hari sebelum 31 Juli. Tapi ketika disampaikan begitu ternyata tidak ada respon, ya kita berinisiatif menggantinya karena kebetulan kita banyak stok cadangan,” katanya.

Pihaknya menegaskan bahwa sama sekali tidak ada intervensi dari pusat terkait pergantian bacaleg ini. Malah dia menyebut, kebanyakan bacaleg perempuan yang diganti tersebut dikarenakan tidak diizinkan oleh suaminya untuk maju di Pileg. “Sebagian lagi karena memang tidak bisa melengkapi dokumen yang diminta oleh KPU. Saya pastikan juga tidak ada intervensi DPP soal ini. Kami di DPD diberikan otoritas untuk menyusun dan menentukan kader yang maju,” pungkasnya. (prn)

Calhaj Indonesia Datang, 5 Ton Kurma Ludes

Bagi jamaah haji Indonesia, belanja oleh-oleh seperti sebuah keharusan. Mumpung berada di Arab Saudi, tempat-tempat perbelanjaan pun dijelajahi. Salah satu jujukan mereka adalah Kebun Kurma Abdurrahman di Madinah.

PULUHAN bus berjejer rapi di area parkir Kebun Kurma Abdurrahman. Jika dilihat dari tempelan kertas di kaca depan, bus-bus tersebut mengangkut calon jamaah haji (CJH) Indonesia. Siang itu memang waktu ziarah. Selain tempat-tempat bersejarah, salah satu destinasinya adalah kebun kurma tersebut. Nah, saatnya berbelanja.

“Mumpung ada waktu di sela salat Arbain, Mas. Beli oleh-oleh dulu untuk istri di rumah,” ujar Asmuni, CJH dari Jakarta. Dia lalu menghubungi istrinya melalui video call WhatsApp. Terdengar percakapan keduanya. “Yah, beliin kurma almon, ya. Itu tuh, yang bijinya bisa dimakan,” kata sang istri “Oke, Ma. Tapi, masih antre, tuh lihat,” jawab Asmuni. Layar HP-nya lantas diarahkan ke kerumunan orang yang berebut membeli kurma.

Kebun Kurma Abdurrahman berada di kawasan Masjid Quba, sekitar 20 menit perjalanan mobil dari Masjid Nabawi. Luasnya 3 hektare. Lahan perkebunan dikelilingi pagar tembok setinggi 2 meter. Di dalamnya terdapat ribuan pohon kurma. Jarak antarpohon sekitar 8 meter.

Pengunjung hanya bisa masuk sampai depan pagar. Di sana tersedia beberapa gazebo untuk tempat duduk-duduk. Di sekitar gazebo ada lima stan penjual kurma. Bentuk stan tersebut sederhana, mirip dengan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Indonesia.

Bedanya, atap lapak terbuat dari daun pohon kurma yang dikeringkan. Ada juga bangunan berukuran sekitar 30 x 30 meter. Di dalamnya terdapat meja-meja dagangan kurma. Mirip dengan bangunan pujasera. Nah, di dalam “pujasera” itulah pengunjung berjubel memborong kurma.

Pengelola kebun memberikan sambutan istimewa kepada CJH Indonesia. Pengunjung yang baru datang langsung disambut Suliman Hashim Hamdan, salah seorang kerabat Abdurrahman. Dia membagi-bagikan air mineral gratis. “Halal, halal, halal..!” serunya sambil membagikan botol air mineral berukuran 330 mililiter. Semula banyak yang mengabaikan tawaran itu. Suliman tak kehilangan akal. Dia lalu mengubah kalimat seruannya. “Gratis, gratis, gratis..!” Barulah jamaah haji Indonesia berebut datang.

Di dalam gedung yang mirip dengan pujasera itu, beberapa karyawan mahir berbahasa Indonesia. Mereka berteriak mempromosikan dagangan. Sekilas seperti suasana pasar tradisional di Indonesia. “Murah, murah, cuci gudang, cuci gudang. Ayo ke sini, Bapak, Ibu,” teriak mereka.

Menurut Rofik, petugas haji yang bermukim di Saudi, harga kurma di sana sebenarnya tidak murah. “Lebih murah beli di Pasar Madinah,” katanya.

Kurma almon, misalnya. Di sana harga per kilogramnya mencapai 40 riyal atau Rp 152 ribu dengan kurs 1 riyal Rp 3.800. Padahal, di pasar harganya hanya sekitar 35 riyal. Bahkan bisa lebih murah jika pembeli pandai menawar. Beberapa jamaah sebenarnya tahu akan hal itu. Namun, mereka tidak peduli.

Yang penting bisa membeli kurma langsung dari kebunnya di Arab Saudi. “Kayaknya lebih murah di Tanah Abang. Tapi, nggak papa deh, mumpung lagi di Saudi,” kata Siti Munawaroh, CJH dari embarkasi Jakarta.

Setiap rombongan bus haji diberi waktu 30 menit untuk berbelanja. Ada pemandangan menarik setiap bus yang mengangkut CJH datang. Biasanya, CJH yang turun dari bus hanya menenteng dompet. Namun, saat tiba waktu kembali ke bus, semua terlihat membawa dua atau tiga kresek besar yang berisi kurma. Bus pun menjadi lebih sesak.

Kebun kurma itu juga melayani pengiriman ke luar negeri. Pembeli yang ingin memaketkan belanjaan ke Indonesia bisa langsung diproses di sana. Namun, layanan itu khusus untuk pembelian dalam jumlah besar.

Abdurrahman, sang pemilik kebun, mengatakan bahwa kebun kurma tersebut merupakan usaha turun-temurun keluarganya. “Kebun ini ada sejak 110 tahun lalu. Saya punya 20-an kebun di tempat lain,” ujar Abdurrahman dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Rofik.

Panen kebun kurmanya setahun sekali, setiap mendekati musim haji. Menurut dia, kebunnya memiliki 30-an jenis kurma. Di antara semua jenis tersebut, jamaah haji Indonesia paling senang memborong kurma ajwa. Karena itu, dia senang melayani jamaah asal Indonesia. Dalam sehari bisa sampai 5 ton kurma di kebunnya yang diborong jamaah Indonesia.

Untuk memudahkan pembelian, Abdurrahman merekrut beberapa mutarjim (penerjemah) asal Indonesia. Mereka bertugas melayani jamaah yang ingin berbelanja kurma. “Kami juga membagikan air minum gratis kepada jamaah asal Indonesia. Gratis, gratis,” katanya. (*/c11/ari/jpc)

7 Calhaj Sumut Dirawat di Madinah

MEDAN- Hingga hari ke-13 pemberangkatan jamaah calon haji Embarkasi Medan, sedikitnya tujuh jamaah asal Sumatera Utara menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah. Hal ini disampaikan Kabid Dokumentasi Kanwil Kemenag Sumut, Erri Nova kepada wartawan, di Asrama Haji Medan, Jumat (3/8) Disebutkannya, ketujuh jamaah calhaj tersebut yakni Suhardiyono Sastro Amijoyo (64), yang tergabung dalam Kloter 4, dirawat di KKHI sejak 29 Juli 2018.

Kemudian, Irsan Ali Imran Ruban (54), jamaah dari Kloter 1, dirawat di Sektor 2 Madinah sejak 30 Juli. Dedi Sofyan Rozali (44), jamaah kloter 4 dan Paisah Junaidin Rangkuti (58) jamaah kloter 3, dirawat di KKHI sejak 1 Agustus.

Kemudian ada Nurdin Zakaria Ritonga (63) asal kloter 5 dan Saikem Wongso Karto (64) jamaah kloter 8, dirawat di KKHI sejak 2 Agustus. Dan terakhir, Faridah Partiman Yahaman (53), yang tergabung dalam kloter 11, dirawat di KKHI sejak 3 Agustus. “Semua jamaah yang sakit ini dirawat di KKHI dan sektor 2 Madinah. Namun jika sakit berat, akan dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi,” ungkap Erri.

Dia juga mengungkapkan, jumlah jamaah calhaj Embarkasi Medan yang sudah tiba di Arab Saudi hingga kemarin ada 11 kloter atau 4.237 orang. Dari jumlah itu, 2.689 orang atau 7 kloter sudah berada di Mekkah dan 1.542 jamaah atau 4 kloter masih berada di Madinah.

Selain itu, ada juga calhaj yang belum berangkat ke Tanah Suci harus dirujuk dan menjalani perawatan di RS Haji Medan. Hal itu disampaikan Wakil Kepala Pemeriksaan Kesehatan Haji di Poli Asrama Haji Medan dr Rahmat Ramadhan. Menurutnya, ada 8 orang yang kini dirawat di RS Haji Medan.

Dua jamaah diantaranya mengalami Anemia, dan enam jamaah lainnya sedang menjalani pemeriksaan laboratorium untuk memastikan, apakah TB Paru atau tidak. “D jamaah yang anemia sudah dilakukan transfusi dan akan dilihat, apakah HB di atas 9,5 g. Kalau diatas itu, bias berangkat,” katanya.

Sedangkan enam jamaah haji, jelas Rahmat, dirujuk ke RS Haji untuk memeriksa ulang dan memastikan apakah TB Paru atau tidak. Kalau hasil pemeriksaan laboratorium hasilnya negatip maka diberangkatkan menunaikan ibadah haji.

21 Jamaah Wafat
Sementara hingga kemarin, 21 jamaah calhaj telah wafat di Tanah Suci. “Penyebab wafat terbanyak adalah Cardiovascular disease (13 orang). Lokasi wafat terbanyak di pondokan atau hotel sebanyak 8 orang,” jelas Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi, Melzan Dharmayuli.

Melzan mengingatkan agar jamaah selalu memperhatikan kesehatannya. “Banyak minum, cukup istirahat, dan hubungi TKHI di kloter masing-masing untuk rutin memeriksa kesehatan,” katanya.

Memasuki hari ke-17 Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Arab Saudi, jumlah jamaah calon haji Indonesia yang dirawat jalan sebanyak 36.502 orang terdiri dari  36.304 jamaah rawat jalan di Kloter oleh Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan 198 jamaah dirawat jalan di Bandara oleh tim mobile.

Pelayanan kesehatan, selain diberikan oleh TKHI dan Tim Mobile, juga dilakukan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) baik di Madinah maupun di Makkah. KKHI Madinah telah menerima 181 rujukan, dan saat ini sedang merawat inap 26 jemaah. Sementara KKHI Makkah telah menerima 67 rujukan, 43 jamaah diantaranya masih dirawat di KKHI. (man/bbs)

Menkumham Diancam Dua Napi Kakap

Penjara rupanya belum sepenuhnya membuat seorang terpidana jera dan berhenti melakukan pelanggaran hukum. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Hamonangan Laoly mengaku mendapat ancaman dari dua orang narapidana yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung.

Yasonna Laoly tak menyebut siapa kedua narapidana dimaksud. Tapi yang pasti ancaman itu muncul terkait dengan upaya dia bersama para stafnya membenahi berbagai penyimpa-ngan yang terjadi di sana.

Seperti diketahui, pada dua pekan lalu Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein ditangkap KPK.

Dari hasil sidak Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Utami, kemudian patut diduga dua narapidana yakni Setya Novanto dan M. Nazarudin menempati sel palsu untuk mengelabui petugas dan masyarakat.

Yasonna pun bertindak. Selain mencopot Wahid Husein, dia juga mencopot atau memutasikan para staf di bawahnya.

Untuk memeriksa kemungkinan masih adanya pelanggaran, Yasonna juga menerjunkan Inspektur Jenderal Kemenkumham ke Sukamiskin. Namun rupanya semua langkah itu mendapat perlawanan.

“Ya jujur saja ada yang ancam saya kok. Tapi saya tak akan mundur, bila mereka nekad saya tentu akan membuat perhitungan,” kata Yasonna.

Siapa yang mengancam? “Ya dari dua orang lah pokoknya. Saya bilang, saya bukan orang yang bisa diancam-ancam,” politikus PDIP itu berkeras tak mau menyebut para pihak yang mengancamnya.

Selain soal Sukamiskin, dia juga memaparkan sejumlah ironi yang terjadi di lingkung-an lapas di seluruh daerah. Misalnya saja lapas narkoba yang lebih banyak dihuni oleh para bandar dan pengedar ketimbang pemakai. “Ini aneh,” tegasnya.(dtc/ala)

Menkes Pastikan Vaksinasi MR Jalan Terus

JAKARTA-Menteri Kesehatan Nila F Moeloek memastikan program vaksinasi measles dan rubella (MR) tetap berjalan seperti biasa bagi masyarakat yang tidak mempersoalkan aspek kehalalannya.

“Kami tetap melakukan imunisasi, tentu bagi yang tidak terkait dengan isu halal ini. Apa pun juga kami sebagai Kemenkes tetap harus melindungi masyarakat dari penyakit-penyakit,” ucap Nila saat bertandang ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, Jumat (3/8).

Bagi masyarakat yang masih menolak pelaksanaan imunisasi MR, kata Nila, dipersilakan untuk menunggu keluarnya fatwa MUI. Dia berharap proses sertifikasi halal vaksin MR tidak akan lama.

“Boleh menunggu fatwa dari MUI. Insyaallah dalam waktu tidak terlalu lama. Proses ini (imunisasi) akan berjalan dua bulan, Agustus dan September. Bagi yang tidak mempermasalahkan kehalalannya tetap berjalan,” tegasnya.

Pertemuan dengan Ketum MUI KH Ma’ruf Amin dan jajaran serta Direktur Utama PT Bio Farma selaku importir vaksin MR, membahas polemik sertifikasi halal yang berkembang di masyarakat.

Nila mengatakan, dalam pertemuan itu disepakati bahwa MUI akan melakukan proses sertifikasi halal. Dokumen-dokumen yang diperlukan segera diajukan oleh Bio Farma ke LPPOM MUI.

Dia memastikan bahwa Kemenkes juga akan menyurati Serum Institute of India (SII) selaku produsen vaksin MR, menanyakan bahan dalam pembuatan vaksin tersebut. Dia mengklaim bahwa tahun lalu juga sudah meminta bahannya, namun masih berporses hingga saat ini.

Namun ketika ditanya mengenai apa sebenarnya kandungan dalam vaksin MR berdasarkan laporan yang diterima Kemenkes, Nila mengaku tidak mengetahuinya.

“Saya kan enggak tahu, saya bukan ininya. Silakan ke Bio Farma dan MUI,” pungkas Nila.(fat/jpnn/ala)

Fahri Hamzah: Saya Sita Gedung dan Harta Mereka

JAKARTA – Usai permohonan kasasi tergugat ditolak, legislator asal Sumbawa, Fahri Hamzah meminta para tergugat alias pimpinan PKS untuk melaksanakan hasil putusan pengadilan tinggi negeri Jakarta Selatan. Bahkan, dia mengancam untuk bertindak lebih lanjut, jika koleganya itu tak melaksanakan hasil putusan.

Diketahui, dalam tuntutan tersebut, para pimpinan PKS mengembalikan keanggotaanya sebagai kader partai dan tidak mengganggu gugat jabatannya sebagai pimpinan DPR sampai masa jabatan berakhir.

Selain itu, dia meminta mengembalikan citra baiknya selama konflik internal ini berlangsung lantaran dinilai telah dicemarkan. Di sisi lain, juga harus membayar denda sebesar 30 miliar dari 500 miliar yang dituntut.

“Ya pokoknya kita eksekusi dulu lah ya kan. Ya kalau enggak, ya saya sita gedungnya atau harta dari mereka-mereka yang saya gugat,” cetus pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI di gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (3/8).

Dia menuturkan, pihaknya akan segera berkirim surat kepada partai besutan Sohibul Iman itu untuk melaksanakan apa yang menjadi putusan pengadilan. Dia pun meminta seluruh pihak mentaati hukum.

“Jadi saya kira posisinya sudah jelas dan harus teman-teman tuh harus menunjukkan ketaatan kepada hukum, jangan mutar-mutar gitu,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, ketaatan hukum itu sudah menjadi sikap partai. Apalagi, ketaatan terhadap keputusan hukum itu harus ditaati betul-betul.

“Di PN sudah begitu, PT nya juga begitu. Ya sekarang udah final sudah, menyerah saja ya kan. Harus menunjukkan sikap patuh dan taat kepada hukum, kepada hukum negara,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam laman resmi MA, penolakan atas permohonan kasasi itu terdaftar dengan nomor regis 1876 K/PDT/2018. Keputusan itu dimulai tertanggal 30 Juli 2018.

Menurut Fahri, dengan ditolaknya permohonan kasasi tersebut, maka PKS berkewajiban untuk melaksanakan seluruh putusan dari pengadilan. Salah satunya membayar denda sebesar 30 Miliar dari 500 miliar yang diajukan oleh Fahri.

“Putusan pengadilan negeri telah dikuatan oleh pengadilan tinggi. Ini adalah upaya akhir, sehingga keputusan inilah disebut sebagai inkrah,” kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (2/8).(aim/jpc)

Wakil Ketua MPR Kritik Larangan Parpol Daftar DPD

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin mengatakan, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang pengurus partai politik menjadi calon anggota dewan perwakilan daerah (DPD) tidak diberlakukan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Mahyudin berpendapat, sebaiknya aturan itu diterapkan pada Pemilu 2024 mendatang.

“Berlaku untuk yang akan datang saja, tidak usah diberlakukan sekarang,” kata Mahyudin di gedung parlemen, Jakarta, Jumat (3/8).

Menurut Mahyudin, seharusnya putusan MK itu dikeluarkan sebelum adanya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) soal pencalonan legislatif. Namun, putusan ini dikeluarkan MK ketika proses pencalonan legislatif sudah memasuki saat-saat akhir.

“Seharusnya sebelum (caleg) mendaftar itu sudah ada putusannya,” katanya.

Mahyudin mengatakan, memang MK ini kadang-kadang mengeluarkan putusan yang sedikit membuat masalah di tengah-tengah tahun politik.

Misalnya, kata dia, dulu pernah mengeluarkan putusan bahwa anggota DPR harus mundur ketika menjadi calon kepala daerah. Akibat putusan itu, kata dia, banyak daerah-daerah menjadi kekurangan calon kepala daerah karena rata-rata yang dicalonkan partai itu duduk di DPRD dan DPR.

“Sehingga mengakibatkan banyaknya calon tunggal, ada yang melawan kotak kosong. Ini menjadi problema tersendiri,” katanya.

Mahyudin setuju pendapat Ketua DPD Oesman Sapta Odang bahwa sebuah UU adalah buah kerja keras 500 lebih anggota DPR bersama pemerintah.

“Tapi, tiba-tiba dipatahkan begitu saja oleh Mahkamah Konstitusi yang sembilan orang,” katanya.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan, seharusnya MK memperhitungkan masalah waktu dalam mengambil keputuan. Menurut dia, MK jangan hanya mempertimbangkan gugatan hukum dengan logika mereka, tapi harus melihat kondisi di lapangan.

“Kalau mengeluarkan putusan misalnya membuat di lapangan menjadi ramai dan banyak masalah, ya untuk apa,” ujarnya.

Lebih lanjut Mahyudin juga mengatakan hal ini harus menjadi perhatian ketika hendak memutuskan gugatan persoalan presidential threshold (PT) dan masa jabatan presiden-wakil presiden.

Mahyudin berharap putusan itu bisa keluar sebelum masa pendaftaran pasangan capres-cawapres.

“Kalau memang mau diputuskan, kalau tidak ya sudah, ikut undang-undang yang ada saja,” katanya.

Dia mengatakan, kalau putusan dikeluarkan setelah pendaftaran pasangan calon, sebaiknya diberlakukan untuk persyaratan pilpres yang akan datang supaya tidak menimbulkan polemik lagi di lapangan. “Negara inikan butuh tenang, jangan dibuat jadi dalam ketidakpastian hukum,” jelasnya. (boy/azw/jpnn)

Santri Militan Nusantara Dukung Jokowi Dua Periode

MEDAN-Dukungan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjalankan roda pemerintahan dua periode semakin menguat. Usai Salat Jumat kemarin, ratusan santri yang menamakan diri Santri Militan Nusantara (Sami’na) Sumatera Utara, mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi, di depan Istana Maimun Jalan Brigjen Katamso, Medan.

Dalam deklarasi yang dibacakan langsung Koordinator Aksi, Ustaz Muhammad Tarmizi, menyatakan dukungan kepada Presiden Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode. Beberapa alasan mendukung Jokowi yang mereka sampaikan antara lain agar pembangunan infrastruktur yang sedang digagas dapat berlanjut sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami menilai Jokowi merupakan presiden yang sangat dekat dengan umat dan para santri. Jokowi merupakan presiden yang sangat menghormati umat Islam khususnya para santri. Hal ini dibuktikannya dengan penetapan Hari Santri Nasional,” katanya.

Seratusan massa santri dari sejumlah pondok pesantren di Sumut itu juga menegaskan, langsung memberi mandat kepada Jokowi untuk memilih cawapres pada pemilihan presiden (pilpres) mendatang.

“Kami juga menyerahkan mandat langsung pilihan cawapres kepada Bapak Ir H Joko Widodo pada Pilpres demi membantu kerja kepresidenan,” imbuh Tarmizi.

Masyarakat Indonesia, sambung dka sudah menyaksikan langsung keberhasilan Jokowi mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya di Sumut. Jokowi juga dinilai bisa menghadirkan keadilan, kesejahteraan rakyat serta pelayanan umum dengan membangun jalan tol Medan-Tebingtinggi, Medan-Binjai, pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara.

“Program dan kebijakannya juga prorakyat, serta mampu menjalankan amanat konstitusi dan memperjuangkan hak-hak rakyat. Presiden juga dekat dengan umat Islam, ulama, habaib dan santri,” katanya.

Setelah menyampaikan aspirasi, massa yang didominasi anak-anak dan remaja tersebut memasuki halaman Istana Maimun. Sebelum menggelar deklarasi dukungan terhadap Jokowi, massa melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan, Jalan Sisingamangaraja Medan.

Dari lokasi ini mereka melakukan long march dengan membentangkan spanduk bertuliskan ucapan terima kasih kepada para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Mereka juga menyatakan siap untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (prn/azw)