Home Blog Page 6130

Dewan ‘Naik Kelas’ Mendominasi

 

SUMUTPOS.CO – Pertarungan bakal calon legislatif (Bacaleg) untuk DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 1 (Medan A) dan Sumut 2 (Medan B), didominasi nama-nama anggota DPRD Kota Medan yang ‘naik kelas’. Mereka ingin hijrah ke level lebih tinggi, karena sudah dua hingga tiga periode bercokol di DPRD Kota Medan.

Informasi dihimpun Sumut Pos, sejumlah legislator yang ‘naik kelas’ dari DPRD Medan antara lain Henry Jhon Hutagalung (PDI Perjuangan), Kuat Surbakti dan Ahmad Arief (PAN), Salman Alfarisi dan Jumadi (PKS), Parlaungan Simangunsong (Demokrat) dan Landen Marbun yang memilih pindah partai dari Hanura ke Nasdem. Ada juga mantan anggota DPRD Medan yang kembali mencoba peruntungannya maju ke DPRD Sumut, seperti Surainda Lubis dari PKS dan Deni Ilham Panggabean yang juga pindah partai dari Partai Demokrat ke Partai Nasdem.

Selain itu, bacaleg petahana juga dipastikan ikut bertarung, seperti Nezar Djoeli (NasDem), Meiliziar Latief (Demokrat), Muhammad Hafez (PKS), Yulizar Parlagutan Lubis (PPP), Baskami Ginting (PDI Perjuangan), Hanafiah Harahap (Golkar), dan Salomo TR Pardede (Gerindra). Ada juga Januari Siregar yang berpindah partai dari PKPI ke Perindo, juga berpeluang besar tampil kembali di Pileg 2019.

Tak sampai di situ, pertarungan alot di Dapil Medan A yang terdiri dari 11 kecamatan di Kota Medan yang meliputi; Medan Kota, Denai, Deli, Belawan, Amplas, Area, Marelan, Labuhan, Tembung, Perjuangan dan Timur, juga bakal diramaikan dengan kehadiran sosok TM Ryan Novandi, anak mantan Gubsu yang juga Ketua NasDem Sumut, Erry Nuradi. Ada juga Harianto, eks Ketua PKPI Sumut yang kali ini maju dari Partai Nasdem, serta Sekretaris Golkar Sumut yang juga mantan Ketua KPU Sumut, Irham Buana Nasution.

Menyikapi pertarungan di dapil Medan A dan Medan B ini, Bacaleg PAN dari Dapil Medan B, Kuat Surbakti optimistis mampu merebut kursi DPRD Sumut. Melalui pengalaman dua periode duduk sebagai anggota dewan Medan, ia mengaku tak ada strategi pemenangan khusus untuk merebut hati rakyat sesuai dapilnya. “Kuncinya apa yang sudah kita janjikan kepada masyarakat, harus kita penuhi dan tepati. Itu yang paling penting dan selalu saya implementasikan sampai hari ini,” katanya.

Sakit, 27 Calhaj Tertunda Berangkat

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Tiga calon hajii asal Pematangsiantar yang tergabung dalam Kloter 9 Embarkasih Medan menunggu antrean untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, Senin (30/7). Karena mengalamai masalah kesehatan, sedikitnya 27 calhaj se-Sumut tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Tiga calon hajii asal Pematangsiantar yang tergabung dalam Kloter 9 Embarkasih Medan menunggu antrean untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, Senin (30/7). Karena mengalamai masalah kesehatan, sedikitnya 27 calhaj se-Sumut tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga pemberangkatan kelompok terbang (kloter) 8 Embarkasi Medan, sebanyak 27 calon haji (calhaj) tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci. Ke-27 calhaj tersebut tertunda berangkat lantaran kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Medan, Sutrisno mengatakan, nantinya para calon jamaah haji tersebut, diberangkatkan pada kloter selanjutnya. “Mereka (calhaj) yang gagal berangkat, akan diberangkatkan pada kloter yang kosong,” ujarnya kepada Sumut Pos, Senin (30/7).

Menurut Sutrisno, sewaktu calhaj masuk asrama, kondisi kesehatannya langsung diperiksa petugas kesehatan. “Nah petugas itulah yang kemudian merekomendasikan calhaj tersebut ditunda keberangaktannya pada kloter selanjutnya,” terangnya.

Ke-27 calhaj tersebut diantaranya, dari kloter 1 Langkat sebanyak 5 orang, kloter 3 Mandailing Natal (Madina) 2 orang, kloter 5 Labuhanbatu 4 orang, kloter 6 sebanyak 2 orang, kloter 7 Medan 4 orang dan kloter 8 sebanyak 4 orang. “Seluruhnya ada 27 calhaj yang gagal berangkat karena alasan kesehatan,” ujar Sutrisno.

Total kata Sutrisno lagi, hingga kloter 8 sebanyak 3.116 jamaah yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci. “Jamaah pria sebanyak 1.232 orang dan wanita 1.884 orang,” sebutnya.

Sutrisno mengakui, hingga kini pihaknya belum menemukan kendala berarti selama jemaah memasuki Asrama Haji. “Sampai sekarang Alhamdulillah tidak ada masalah,” katanya.

Sementara, kloter 9 asal Siantar, Medan, Simalungun, Asahan dan Tobasa, baru tiba di Asrama Haji, pada Senin (30/7) sekira pukul 10.00 WIB. Menurut rencana, kloter 9 berangkat dari Bandara Kualanamu, Selasa (31/7) sekira pukul 05.00 WIB.

Musisi Austria akan Bawakan Musik dan Lagu-lagu Batak

Musisi Austria Herman Delago saat tampil pada Samosir Music International edisi 2016 lalu di Samosir.
Musisi Austria Herman Delago saat tampil pada Samosir Music International edisi 2016 lalu di Samosir.

SUMUTPOS.CO – Even Samosir Music Internasional 2018 akan kembali digelar di Kabupaten Samosir pada akhir Agustus mendatang. Pada even kali ini, sejumlah musisi Indonesia akan membawakan berbagai musik dan lagu Batak berkolaborasi dengan sejumlah musisi dari luar negeri, salah satunya yakni musisi Austria Herman Delago.

Tahun ini merupakan edisi ke-4 Samosir Music Internasional. Di mana edisi perdananya dimulai pada tahun 2014 dengan menghadirkan 90-an musisi orkestra dari Austria ke Samosir. “Sejak tahun 2014, event ini menjadi bagian dari agenda even tahunan Horas Samosir Fiesta,” kata penggagas Samosir Music International, Herman Delago di Medan, Senin (30/7).

Herman mengatakan, inisiatif untuk menggelar kegiatan ini digagas bersama Henry Manik, sosok yang saat ini berdomisili di Belanda. Tujuannya yakni untuk mempromosikan Danau Toba melalui musik Batak kepada dunia sebagai daya tarik wisatawan Internasional ini. Sebagai langkah awal, Herman akan menggelar mini konser di Medan pada Sabtu, 18 Agustus 2018.

Dari tahun ke tahun, pengunjung event ini sangat banyak, bahkan menjadi salah satu even terbesar di sekitar Danau Toba, yang pengunjungnya terbanyak. Tentu ini adalah salah satu pencapaian yang sangat baik dan sebuah terobosan baru untuk sebuah event yang bertaraf internasional di Samosir. “Imbas positifnya bisa dirasakan langsung oleh Samosir Danau Toba sebagai daerah pariwisata yang sedang digalakkan,” ungkap Herman.

Dia juga mengatakan, ‎Samosir Music International memiliki visi misi untuk membawa nama Samosir ke dunia yang lebih luas dengan menjadikan even ini, menjadi salah satu even bergengsi yang harus di ikuti oleh artis, baik tanah air maupun luar negeri . “Even seperti ini sangat dibutuhkan, sebagai penarik pengunjung ke daerah ini. Oleh karena itulah, Pemda Samosir melihat ini suatu event yang strategis, yang mampu mendatangkan banyak orang sehingga diagendakan menjadi event tahunan dan tetap  menjalin kerjasama yang baik dengan Henry Manik putra Samosir,” tutur Herman.

Peralihan Musim, Waspadai Cuaca Ekstrem

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS--Petugas dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan geofisika (BMKG)wilayah I Medan menunjukan titik api (Hot Spot) di jalan Ngumban Surbakti Medan, Kamis (27/3). Kabut asap yang berasal dari kota Riau akibat kebakaran hutan masih terasa di kota Medan dan sekitarnya.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS–Petugas dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan geofisika (BMKG)wilayah I Medan menunjukan titik api (Hot Spot) di jalan Ngumban Surbakti Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ada empat hotspot atau titik panas di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Keempat titik panas itu diketahui berada di Kabupaten Labuhanbatu dan Padanglawas Utara (Paluta).

Kepala Bidang (Kabid) Data dan Informasi (Datin) BMKG Wilayah I Medan, Syahnan menyebutkan, titik panas itu terpantau berdasarkan amatan satelit terkait adanya udara panas di wilayah Sumut. Namun, kata Syahnan, titik panas yang terpantau itu belum tentu terjadi kebakaran hutan di kawasan tersebut. “Itukan pantauan satelit, jadi ada persentase tingkat kepercayaannya. Nah, untuk itu ada tingkat presentasenya antara 51 sampai 100 persen,” ujar Sahnan kepada Sumut Pos, Senin (30/7).

Untuk itu, dia mengimbau kepada instansi terkait untuk memantau juga, apa sebenarnya yang terjadi di sana,  apakah udara panas saja atau memang ada terjadi kebakaran hutan. “Jadi dua titik di Labuhanbatu, sementara dua titiknya lagi di Paluta. Sejauh ini kita belum mendengar apakah kawasan itu ada terjadi kebakaran atau hanya udara panas. Seperti yang saya katakana tadi, ada persentase tingkat kepercayaan terkait titik panas tadi dan itu yang harus diperhatikan,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, saat ini mulai terjadi peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Meski di Sumut terus turun hujan, tapi tetap ada daerah lain yang mengalami kemarau hebat. “Makanya satelit memantau ada empat titik panas. Informasi ini akan terus kita koordinasikan dengan instansi terkait seperti BPBD Sumut atau daerah lain,” terangnya.

Kepada masyarakat, dia mengimbau agar tetap hati-hati, khususnya di Kota Medan. Soalnya, cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas tinggi masih akan terus terjadi beberapa hari ke depan. Menurutnya, pada Juli ke Agustus tengah terjadi peralihan musim. “Jadi kita sekarang ini menghadapi peralihan musim, makanya hampir tiap hari meski masih musim kemarau terjadi hujan dengan intensitas sedang ke tinggi. Nanti puncak musim penghujan terjadi di bulan Oktober,” katanya.

Petahana Masih Kuat

Tiga legislator petahana di Pemilu 2019, dari kiri Parlindungan Purba, Danayanti Lubis dan Dedi Iskandar Batubara.
Tiga legislator petahana di Pemilu 2019, dari kiri Parlindungan Purba, Danayanti Lubis dan Dedi Iskandar Batubara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain DPR RI, persaingan untuk merebut kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Dapil Sumut juga diprediksi bakal berjalan sengit. Apalagi, hanya empat orang yang berhak melenggang ke Senayan dari Sumatera Utara.

Kursi DPD RI sendiri cukup diminati. Terbukti, ada 30 sosok yang sempat mendaftarkan diri ke KPU Sumut. Namun seiring perjalan waktu, ada beberapa orang yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan berbagai alasan, salah satunya dukungan KTP Elektronik.

Menurut Kepala Bagian Hukum dan Teknis KPU Sumut, Maruli Pasaribu, sampai waktu yang telah ditetapkan, sudah ada 11 balon DPD RI asal Sumut yang menyerahkan syarat dukungan kepada pihaknya. Sementara dua orang lainnya belum menyerahkan berkas dan sebelumnya 6 balon sudah dinyatakan Memenuhi Syarat (MS).

Keenam balon DPD itu sebut dia, Abdul Hakim Siagian, Parlindungan Purba, Tolopan Silitonga, WTP Simarmata, Dedi Iskandar Batubara, dan Abdillah. “Namun karena Abdillah sudah berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMS), maka hanya 5 orang yang dinyatakan MS. Total keseluruhan balon DPD RI jika dilihat dari hasil pleno kemarin, maka jumlahnya sebanyak 18 orang,” katanya.

Dari 18 orang tersebut terdapat tiga sosok petahana yang kembali bersaing. Mereka adalah Darmayanti Lubis, Parlindungan Purba dan Dedi Iskandar Batubara. Sedangkan satu petahana lainnya, Rijal Sirat sempat mendaftar, namun dinyatakan gagal setelah terkena kasus hukum di KPK.

Menurut prediksi Pengamat Politik Sumut, Agus Suryadi, ketiga sosok petahana tersebut masih terlalu kuat bagi pendatang baru. Pasalnya, ketiga petahana itu diniai sudah mapan dalam membina konstituen. “Tentu petahana memiliki peluang lebih besar dibanding pendatang baru yang masih meraba,” ujarnya kepada Sumut Pos, Senin (30/7).

Kondisi ini, sebut Agus, membuat pendatang baru harus bekerja keras. Apalagi, perebutan suara terjadi di 33 kabupaten/kota, berbeda dengan DPR. “Artinya, pendatang baru bukan tidak mempunyai peluang. Peluang tetap ada, tapi cukup berat. Apalagi dari sejumlah nama yang mendaftar ke KPU, sebagian besar masih kurang populer. Belum lagi soal biaya, dibutuhkan dana cukup besar,” jelasnya.

Besok KPK Periksa Istri Irwandi Yusuf

Irwandi Yusuf dan istri Darwati A Ghani.
Irwandi Yusuf dan istri Darwati A Ghani.

ACEH, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Darwati A Gani, istri gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf, dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

Pemeriksaan terhadap Darwati A Gani dijadwalkan akan dilakukan pada Selasa (31/7) besok, di gedung KPK.

“Selasa 31 Juli 2018, untuk tersangka TSB (T Saiful Bahri) diagendakan pemeriksaan satu orang saksi yaitu Darwati A Gani, ibu rumah tangga,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan Senin (30/7).

Selain Darwati, kata Febri, KPK juga akan memeriksa sejumlah saksi lainnya untuk tersangka Irwandi Yusuf pada tanggal yang sama.

Mereka adalah Apriansyah yang tercatat sebagai staf Fanny Steffy Burase, Ade Kurniawan selaku member Alliaze, Al Hudri selaku Kepala Dinas Sosial Aceh, dan Asisten II Setda Prov Aceh Taqwallah.

Sebelumnya, pada Senin (30/7) KPK juga telah memeriksa empat saksi untuk tersangka Irwandi Yusuf, dan satu saksi untuk tersangka Ahmadi (Bupati Bener Meriah).

“Saksi untuk tersangka IY adalah Musri Idris (mantan Kadispora Aceh), Fajri (Kadis PUPR Aceh), Sayid Fadhil (Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang), dan Darmansyah (Kadispora Aceh). Saksi untuk tersangka Ahmadi adalah Hendri Yuzal (Staf Khusus Gubernur Aceh),” kata Febri.

Dia mengatakan semua saksi yang dipanggil hadir memenuhi panggilan penyidik. “KPK mengonfirmasi pengetahuan para saksi terkait dengan Aceh Marathon dan pelaksanaan alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh,” ungkap Febri lagi. (zal)

Tongkang Patah Dua, 70 Ribu Ton Batubara Tumpah ke Laut

Foto: Masrizal/Sumut Pos Sebuah tongkang pengangkut batubara, patah dua bagian setelah dihantam ombak di kawasan perairan Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Senin (30/7).
Foto: Masrizal/Sumut Pos
Sebuah tongkang pengangkut batubara, patah dua bagian setelah dihantam ombak di kawasan perairan Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Senin (30/7).

ACEH, SUMUTPOS.CO – Sebuah tongkang atau ponton pengangkut batubara, patah menjadi dua bagian setelah dihantam ombak di kawasan perairan Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Senin (30/7).

Akibatnya, 70 ribu ton batubara yang berada dalam tongkang bernama TB Marina tersebut tumpah ke laut.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, diketahui kapal tersebut berlayar dari Meulaboh dan hendak membawa batubara ke pabrik semen di Lhoknga, Aceh Besar.

“Kapal tongkang itu ditarik oleh sebuah Tugboat. Batubara itu direncanakan akan di bawa ke PT LCI Holcim Lhoknga,” kata kepala BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil, saat dikonfirmasi, hari ini.

Tongkang itu, kata dia, ditarik oleh Tugboat Marini yang dikemudikan oleh Dian Hariani. Dari keterangannya, ungkap Ridwan, saat beberapa menit berhenti di pinggir pelabuhan kapal tersebut terhempas ombak.

“Direncanakan akan bersandar di pelabuhan PT LCI HOLCIM yang tak jauh dari lokasi kandas,” ujar Ridwan.

Namun, sambungnya, akibat gelombang laut yang cukup tinggi, tongkang ini terhempas dan kandas di dekat TPI Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, pada Minggu (29/7) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pantauan wartawan, tongkang dengan panjang 30 meter dan lebar 15 meter tersebut terbelah menjadi dua bagian. Tongkang itu kandas sekitar 30 meter dari bibir pantai.

Akibat tumpahan batubara itu, kawasan pantai di sekitar lokasi kejadian menjadi hitam. Selain itu, biota laut seperti ikan dan kepiting ditemukan mati di pinggir pantai karena air laut sudah mulai tercemar.

Hingga kini pihak perusahaan pemilik kapal belum mengevakuasi bangkai tongkang tersebut. (zal)

Gempa 5,3 SR Guncang Nias Selatan

Seismograf, alat monitoring gempa bumi-Ilustrasi.
Seismograf, alat monitoring gempa bumi-Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gempa bumi tektonik berkekuatan5,3 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Nias Selatan, Senin (30/2018) pukul 20.34.25 WIB malam.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, informasi awal gempabumi ini memiliki kekuatan 5,3 SR, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 4,8 SR. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,58 LU dan 98,31 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 113 km arah tenggara Gunung Sitoli pada kedalaman 16 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di zona Megathrust. Zona ini merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam rilisnnya yang diterima Sumut Pos, malam ini.

Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik dengan kombinasi mendatar (oblique thrust fault).

Dampak gempabumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) dan laporan masyarakat menunjukkan, guncangan dirasakan di daerah Sibolga dan Air Bangis II SIG-BMKG (II-III MMI), Teluk dalam dan Aek Godang I SIG-BMKG (II MMI) . Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 21.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).  Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (rel/mea)

Maha Karya Adibusana Nusantara Dipamerkan di Kanada

Indonesian Fashion in Ottawa.
Indonesian Fashion in Ottawa.

SUMUTPOS.CO – Sebanyak 30 orang model berperawakan tinggi semampai asal Kanada berjalan lenggak-lenggok di panggung catwalk sepanjang 20 meter, memamerkan beragam busana nusantara, di Horticulture Building, Lansdowne Park, Ottawa, Kanada. Mereka menjadi sorotan utama dalam pagelaran Festival Indonesia 2018, ajang promosi dagang, pariwisata, dan investasi tahunan, yang diselenggarakan oleh KBRI Ottawa.

Festival yang mengusung tema “Indonesian Fashion in Ottawa” ini dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dr. Teuku Faizasyah, dan Walikota Ottawa, Mr. Jim Watson, pada tanggal 27 Juli 2018. Turut hadir dalam acara pembukaan sejumlah pejabat pemerintahan Kanada serta korps diplomatik negara sahabat yang terakreditasi di Kanada. Festival berlangsung selama tiga hari penuh hingga tanggal 29 Juli 2018.

Dalam sambutan pembukanya, Duta Besar Teuku Faizasyah menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan Festival ini mampu membuka peluang masuknya busana tradisional maupun rancangan modern nusantara ke pasar Kanada. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat terus mempromosikan Indonesia agar semakin dikenal luas oleh warga Kanada.

Walikota Ottawa, Mr. Jim Watson, mengutarakan rasa bangganya atas peran aktif KBRI Ottawa dalam mempromosikan khasanah seni budaya tradisional Indonesia bagi masyarakat Ottawa dan Kanada. Kegiatan promosi seni, budaya dan pariwisata ini juga dinilai mampu menjembatani saling pemahaman atas kekayaan dan keberagaman budaya di antara kedua negara.

Berbeda dengan penyelenggaraan Festival Indonesia sebelumnya, pada pagelaran Festival Indonesia ke-12 ini, KBRI Ottawa secara khusus menyoroti industri fashion Indonesia bagi masyarakat Kanada yang pada gilirannya diharapkan mampu membantu industri fashion Indonesia merambah pasar Kanada.

Sebanyak 15 perancang busana Indonesia yang berbasis di Jakarta, Bali, Montreal, New York dan Chicago turut mengambil peran aktif dalam promosi busana nusantara. Sederet nama brand fashion Indonesia, seperti Entin Gartini, Handi Hartono, Joko SSP, Batik Kartini, Gee Batik, Amdiskastara, My Nuclo, Avy Loftus, Be Management, Monchie Batik, By Vero, Ning Zulkarnain, Sekar Kedaton, Alleira & Bellena, dan LuTro, menampilkan deretan kreasi maha karya adibusana nusantara.

Seluruh pakaian khas nusantara diperagakan oleh 30 orang model di atas catwalk, setelah melalui proses seleksi ketat oleh KBRI Ottawa.

Indonesian Fashion in Ottawa.

Selain mengusung promosi busana nusantara, Festival Indonesia 2018 juga turut mempromosikan produk agrikultur dan kuliner nusantara, dalam hal ini dengan melibatkan pihak Indofood, PTPN VIII, serta komunitas masyarakat Indonesia di Ottawa.

Para pengunjung Festival Indonesia juga dapat menikmati kuliner khas nusantara, seperti rendang, satay, ketoprak, nasi uduk, siomay, bahkan teh botol sosro, sembari menikmati penampilan peragaan busana dan seni budaya Indonesia di panggung utama Festival.

Komunitas Indonesia yang tinggal menetap di Ottawa dan Montreal serta mahasiswa Papua yang tengah menimba ilmu di sejumlah perguruan tinggi di Toronto juga menampilkan kemahirannya dalam bermain musik dan tarian tradisional Indonesia. Kedelapan mahasiswa Papua tampil membawakan beberapa lagu, salah satunya yakni Aku Papua, sedangkan pelajar Indonesia yang menetap di Ottawa menampilkan Tari Saman.

Pengunjung Festival Indonesia dalam inter-sesi peragaan busana juga disajikan sejumlah video promosi pendek yang mengetengahkan beberapa tema, diantaranya mengenai teknologi pengembangan minyak sawit yang ramah lingkungan, promosi beberapa pusat tujuan pariwisata nusantara, serta kemajuan pembangunan infrastruktur dan transportasi tiga matra di Indonesia.

Hingga hari terakhir penyelenggaraan, panitia mencatat terdapat kurang lebih 4000 pengunjung yang hadir dan menikmati beragam kegiatan Festival Indonesia 2018, mulai dari peragaan busana nusantara, penampilan seni tari dan musik tradisional serta kuliner dan jajan pasar khas indonesia. (rel)

689 Pendaki Masih Terjebak di Gunung Rinjani

Foto: Facebook Para pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani.
Foto: Facebook
Para pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani.

LOMBOK, SUMUTPOS.CO – Tim SAR dan BPBD bersama BNPB terus berusaha menyelamatkan korban akibat gempa 6,4 SR di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Terutama pada pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani.

Kapustadin BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut, ratusan pendaki masih menunggu dievakuasi dari atas Gunung Rinjani.

Berdasarkan data, pendaki yang terdaftar naik ke Gunung Rinjani per 27-28 Juli 2018 mencapai 829 orang. Semua itu terdiri atas 637 WNA dan 192 WNI.

Akan tetapi Sutopo belum bisa memastikan jumlah valid dari pendaki tersebut. Sebab banyak jalur tidak resmi yang digunakan pendaki. Mereka itu tentu tidak terdaftar. “Dari data itu, 680 jiwa sudah turun pada Minggu (29/7) hingga pukul 23.30, artinya masih ada 149 jiwa yang berada di atas,” kata Sutopo.

Foto: Facebook
Para pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani.

Selain itu, ada beberapa pendaki yang masih terjebak 500 pendaki di Sembalun dan 40 orang lainnya di Batu Ceper. “Jadi total pendaki yang masih terjebak dan menunggu evakuasi adalah 689 jiwa,” tambah Sutopo.

Sutopo mengingatkan kepada para pendaki, kendati telah menggunakan jasa guide dan porter yang mengerti jalur, tapi tetap menunggu tim evakuasi. Sebab tim itu lebih mengerti kondisi yang terjadi di bawah.

“Mereka ini kan terjebak, itu artinya jalur yang mereka lalui itu tertimbun. Ditambah ada titik longsor yang berbahaya. Sebaiknya menunggu tim penjemput saja,” kata Sutopo.

Diketahui, untuk mengevakuasi para pendaki yang terjebak, BNPB dan tim gabungan lainnya mengerahkan 184 orang Tim Evakuasi Gabungan. Tim itu terdiri atas aparat kepolisian, Kopassus, TNI, Basarnas, tenaga medis, relawan, dan tentunya Tim Gunung Rinjani.

Tim itu telah berangkat sejak pukul 7.00 WIB. Mereka melewati jalur Sembalun dan membawa logistik untuk para pendaki. Logistik itu diyakini cukup untuk para pendaki yang terjebak. (ce1/iml/JPC)