Home Blog Page 6137

Ibu Ini Belanja di Toko Pakaian Pakai Uang Palsu

Foto: IST for Sumut Pos Tersangka saat diamankan di Mapolres Nagan Raya.
Foto: IST for Sumut Pos
Tersangka saat diamankan di Mapolres Nagan Raya.

ACEH, SUMUTPOS.CO –  Seorang ibu rumah tangga berinisial CA (46), warga Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, ditangkap Polisi karena ketahuan berbelanja menggunakan uang palsu.

CA ditangkap Sat Reskrim Polres Nagan Raya pada Selasa (24/7/2018) siang kemarin, usai bertransaksi di salah satu toko pakaian di kawasan Nagan Raya.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, AKP Boby Putra Rahmadhan Sebayang, mengatakan pelaku diamankan usai mendapat laporan dari seorang pedagang bernama Masyitah (30), warga Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya.

“Kejadian di toko milik korban yang ada di Jalan Nasional Nagan Raya-Tapaktuan tepatnya di Simpang Meulaboh 2, Gampong Padang Rubek, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya. Pelaku kita tangkap di rumahnya,” ujar Kasat Kamis (26/7/2018).

Kasat menjelaskan, penangkapan ini berawal saat pelaku datang ke toko milik korban. Saat itu, CA membeli dua lembar sprei dan selembar daster dengan total belanja senilai Rp 400. CA membayar kepada Masyitah menggunakan pecahan uang Rp 50 ribu.

“Pelaku kemudian langsung pergi meninggalkan toko korban. Setelah melihat uang yang diberikan pelaku, korban baru sadar bahwa itu uang palsu dan melapor ke kita,” kata Bobby.

Menerima laporan Masyitah, polisi kemudian meminta keterangan korban. Diketahui, pelaku berbelanja di toko korban dengan mengendarai satu unit mobil Toyota Avanza bernomor polisi BL 1113 WL yang diduga pergi menuju ke arah Meulaboh.

“Setelah berkoordinasi dengan Polres Aceh Barat, mobil ditemukan di rumah pelaku. Kita bergerak ke lokasi dan awalnya mengamankan dua perempuan di rumah itu. Setelah diamankan ke Mapolres dan dipertemukan dengan korban, diketahui pelaku yakni CA yang tadi berbelanja di toko korban,” jelasnya.

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan delapan lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu dari pelaku, termasuk uang yang diberikan kepada korban saat berbelanja. Hingga kini, CA masih diamankan di Mapolres Nagan Raya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Yang bersangkutan masih kita tahan. Dari hasil pemeriksaan, diakui tersangka bahwa uang palsu ini diterima dari rekannya yang ada di Lhoksumawe sekitar bulan September tahun lalu,” kata Bobby.

Saat ini, pihaknya masih melakukan upaya pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap sindikat peredaran uang palsu tersebut. “Termasuk kita mencari keberadaan rekan korban itu untuk dilakukan pengembangan,” tambahnya. (zal)

Hutan di Toba Samosir Terbakar Seluas 50 Hektare

Foto: Istimewa Kebakaran hebat di Toba Samosir terlihat jelas dari kejauhan.
Foto: Istimewa
Kebakaran hebat di Toba Samosir terlihat jelas dari kejauhan.

BALIGE, SUMUTPOS.CO – Kebakaran hebat melanda kawasan hutan di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir. Kebakaran sudah terjadi selama dua hari terakhir.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Wilayah Balige Leonardo Sitorus mengatakan, kebakaran diketahui sejak Rabu (25/7) pukul 23.30 WIB. Hingga kini (27/7), api belum juga bisa dipadamkan.

“Untuk penyebab sedang diselidiki pihak kepolisian. Kita masih menunggu,” kata Leonardo kepada JawaPos.com, Kamis (26/7).

Dari hitungan mereka, luas lahan yang terbakar mencapai 40-50 hektare. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk mengatasi kebakaran.

Untuk pemadamannya, petugas menurunkan tiga mobil pemadam kebakaran, tiga mobil pemadam dari Dinas Kehutanan, mobil tangki air dari PT Toba Pulp Lestari (TPL), dan pompa racun api. Ada 100 petugas yang diturunkan untuk pemadaman.

“Kita dibantu juga dengan masyarakat sekitar untuk melakukan pemadaman,” katanya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kementerian untuk menurunkan waterboom. Alat dari kementerian itu akan diberangkatkan hari ini.

“Tapi kemungkinan besar, prediksi waterboom-nya besok. Karena masih berada di Riau,” tandasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Medan mencatat, puncak kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Utara (Sumut) akan terjadi pada Juli 2018. Di Sumut sendiri, terdeteksi ada 57 titik panas (hotspot). Patut diwaspadai, titik panas itu tidak hanya ada di Sumut, tetapi juga terdapat di provinsi lain. (ce1/pra/JPC)

Polwan Maria Marpaung Gantung Diri di Batam

Polisi berjaga di depan pintu masuk rumah ditemukannya jasad polwan tewas gantung diri. (Istimewa)
Polisi berjaga di depan pintu masuk rumah ditemukannya jasad polwan tewas gantung diri. (Istimewa)

BATAM, SUMUTPOS.CO – Seorang polisi wanita (polwan) ditemukan tewas di rumahnya, Perumahan Cipta Asri, Sagulung, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (25/7) malam. Korban atas nama Brigadir Maria Magdalena Marpaung. Dia mengakhiri hidup dengan gantung diri di tangga rumah.

Informasi dihimpun, jasad korban pertama kali ditemukan suaminya sekitar pukul 22.00 WIB. Temuan tersebut lantas menggegerkan warga sekitar.

Warga setempat, Zahrin Rahmat, 32, mengaku mendengar adanya kejadian itu. Namun ia tidak mengetahui secara kronologi peristiwanya. Karena pada saat itu warga tidak diperbolehkan mendekati lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.

“Sudah banyak polisi dari malam. Kami tak bisa dekat. Sampai pagi ini masih ada polisi,” kata Zahrin, Kamis (26/7).

 

Penyebab Kematian Masih Teka-teki

Jajaran kepolisian setempat masih melakukan pemeriksaan terhadap jasad Brigadir Maria Magdalena Marpaung, polwan yang ditemukan dalam posisi tergantung di rumahnya di Perumahan Cipta Asri Tahap I Blok F Nomor 70, Sagulung, Batam, Kepulaun Riau (Kepri) pada Rabu (25/7) malam.

Saat ini jasad Maria masih dilakukan proses otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau (Kepri) di Kecamatan Nongsa. Hasil otopsi ini akan menjadi petunjuk untuk membantu pihak kepolisian mengungkap sebab kematian korban.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki mengatakan, pihaknya saat ini telah melakukan langkah-langkah terkait guna mencari sebab kematian Maria. Saat disinggung perihal penyebab kematian, pihaknya tidak dapat berspekulasi lantaran masih dalam proses penyelidikan. “Kita masih tunggu hasil otopsi,” kata Hengki, Kamis (26/7).

Sementara itu, pengamanan di lokasi dimana Polwan Maria ditemukan, saat ini diperketat dengan penjagaan oleh pihak kepolisian. Sejak awal ditemukan, hingga saat ini petugas terus bersiaga di pintu masuk kawasan rumah tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Polwan yang diketahui bernama Brigadir Maria Magdalena Marpaung tersebut pertama kali ditemukan suaminya Rabu (25/7) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Temuan tersebut cukup mengagetkan warga yang berada di sekitar lokasi. (ce1/bbi/JPC)

Mujianto Kabur Karena Tidak Merasa Bersalah

Foto: Agusman/Sumut Pos Mujianto dipaparkan Poldasu usai ditangkap di Cengkareng Jakarta.
Foto: Agusman/Sumut Pos
Mujianto dipaparkan Poldasu usai ditangkap di Cengkareng Jakarta.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjadi buronan Polda Sumut sejak 7 April 2018, ternyata tersangka kasus penipuan dan penggelapan, Mujianto alias Anam sempat kabur ke Malaysia, Thailand, dan Singapura. Namun naas, karena visanya habis, ia terpaksa kembali ke Jakarta, hingga akhirnya dia diamankan Imigrasi Bandara Soekarno Hatta saat akan terbang menuju Singapura, Senin (23/7) lalu.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian memaparkan, pada 7 April 2018, Mujianto kabur dari Jakarta ke Medan. Lalu ia ke Banda Aceh untuk berangkat ke Kuala Lumpur, sebelum akhirnya ke Singapura. Selanjutnya pada 19 April 2018 ia diketahui mengunjungi Bangkok dan Chiang Mai di Thailand.

Selanjutnya, pada 14 Juni 2018, Mujianto kembali masuk ke Singapura. Berselang 14 hari kemudian, tepatnya pada 28 Juni 2018, pengusaha property ini kembali ke Jakarta. Akhirnya pada 23 Juli 2018, ia dicekal oleh Imigrasi Bandara Soekarno Hatta saat akan terbang menuju ke Singapura. “Tersangka kembali ke Indonesia karena visa. Namun saat kembali, ia tidak ada ke Medan,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mengingat kasus yang menjerat Mujianto sudah P21, Andi Rian menyebutkan, Mujianto dan barang bukti akan diserahkan ke Kejati Sumut pada hari ini, Kamis (26/7) pukul 09.00 WIB. Atas perbuatannya, sebut Andi Rian, Mujianto diancam dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara.

“Tersangka kabur karena merasa tidak bertanggungjawab dan tidak merasa bersalah. Selain itu, ia meninggalkan Indonesia karena inisiatifnya sendiri,” ungkapnya.

Sementara, saat wartawan menanyakan alasan Mujianto memilih kabur keluar negeri, sontak Mujianto nyeletuk dengan menyebutkan kalau dirinya diperlakukan tidak adil. “Karena tidak adil,” celetuk Mujianto dari belakang Andi Rian.

Mendengar ucapan Mujianto, Andi Rian lantas menghardiknya dan memintanya untuk diam. “Saya tidak suruh Anda menjawab. Diam saja, karna Anda tersangka di sini,” ucap Andi sambil menunjuk-nunjuk Mujianto, yang tepat dibelakang Andi Rian.

Mendapat herdikan itu, Mujianto langsung terdiam. Namun, ia tetap melempar pandangan ke wartawan di depannya sambil menebar senyuman. Kedua tangannya terlihat memegang air mineral kecil sambil memutar-mutar botol air mineral tersebut.

Dalam paparan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB itu, sejak awal sampai habis paparan yang Cuma berjalan sekitar 10 menit itu, Mujianto yang juga ketua Budha Tsu Chi ini terus tersenyum dan melirik satu persatu wartawan yang mengikuti temu pers.

Diketahui, dugaan penipuan yang dilakukan Mujianto berawal dari ajakan kerjasama melalui stafnya yang diketahui bernama Rosihan Anwar untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 Ha atau setara 28.905 M3 di atas tanah lahan di Kampung Salam, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan sekitar Juli 2014 lalu.

Mujianto yang tersandung kasus dugaan penipuan berdasarkan laporan pengaduan Armen Lubis (60) sesuai dengan STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017 dengan kerugian material sebesar Rp3,5 milliar mengenakan baju tahanan warna merah. (man)

388 Calhaj Deliserdang Dilepas

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MANASIK HAJI_Calon jamaah haji mengikuti bimbingan pada kegiatan manasik (thawaf) di Asrama Haji Medan, Kamis (12/7). Bimbingan diberikan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman bagi jemaah calon haji.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MANASIK HAJI_Calon jamaah haji mengikuti bimbingan pada kegiatan manasik (thawaf) di Asrama Haji Medan, Kamis (12/7). Bimbingan diberikan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman bagi jemaah calon haji.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 388 jamaah Calhaj asal Kabupaten Deliserdang dilepas Sekdakab Darwin Zein menuju Asrama Haji di Medan, dari depan Balairung Pemkab Deliserdang di Lubukpakam, Selasa (24/7). Sekdakab Darwin Zein sendiri bertindak mewakili Bupati Deliserdang Ashari Tambunan.

Darwin membacakan pidato tertulis Ashari yang berharap seluruh jamaah Calhaj Deliserdang yang tergabung di Kloter IV Embarkasi Bandara KNIA Deliserdang menjaga nama baik Kabupaten Deliserdang. Dan juga menjaga kesehatan, kekompakan serta saling bantu membantu dalam setiap kegiatan khususnya dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Doakan masyarakat dan pemerintahan Kabupaten Deliserdang semoga aman, tertib dan kondusif dalam lindungan Allah Swt,” sebut Darwin seraya mengucapkan selamat jalan semoga para jamaah calhaj asal Kabupaten Deliserdang tetap dalam lindungan Allah dan lancar dalam pelaksanaan ibadah rukun dan wajib haji hingga memperoleh predikat haji “Mabrur”.

Sementara Ketua Pelaksana Penglepasan Jamaah Calhaj Deliserdang Syawal Harahap menjelaskan jamaah Calhaj tergabung dalam Kloter IV Embarkasi KNIA Deliserdang berjumlah 388 orang terdiri dari 153 laki-laki dan 235 perempuan. Masuk asrama haji Medan, Selasa (24/7) dan berangkat menuju tanah suci (Madinah), Rabu (25/7) pukul 22.40 Wib.

Pemberangkatan jamaah Calhaj menuju Asrama Haji Medan diiringi dengan pembacaan Talbiyah serta azan disaksikan ratusan keluarga jamaah.

Turut hadir pada acara pemberangkatan itu, Ketua Dharmawanita Persatuan Ny Herawati Darwin Zein, Asisten III H Jentralin Purba,Ketua Pengadilan Agama Deli Serdang Drs. H. Amir Hamzah SH, Unsur Forkopinda, Pengurus MUI, Ormas Islam dan masyarakat.  (btr)

Calhaj Asahan Meninggal di Madinah

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS-Ratusan jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Langkat di berangkat kan dari Asrama haji embarkasih Medan Jalan A.H Nasution, Minggu (22/7) Selanjut nya jemaah haji akan berangkat dari bandara kualanamu menuju madinah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS-Ratusan jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Langkat di berangkat kan dari Asrama haji embarkasih Medan Jalan A.H Nasution, Minggu (22/7) Selanjut nya jemaah haji akan berangkat dari bandara kualanamu menuju madinah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar duka datang dari Madinah. Seorang calon haji (Calhaj) kelompok terbang (kloter) 2 jamaah dari Kabupaten Asahan, Katio Abdul Majid Simanjuntak bin Abdul Majid (59) meninggal dunia.

“Innalillahi wainna illaihi rojiun. Telah berpulang salah satu jamaah Indonesia asal Kloter 2 Asahan. Beliau bernama Katio Abdul Majid Simanjuntak. Meninggalnya sekitar pukul 10.15 waktu Arab Saudi,” ujar Staf Humas Kanwil Kemenag Sumut, Imam Mukhair, Rabu (25/7) malam.

Imam Mukhair menjelaskan, saat ini Alm Katio Abdul Majid Simanjuntak warga Dusun II Alang Bonbon, Kecamatan Aek Kuasan, Asahan telah disemayamkan di RS Al Anshor Madinah. “Jenazah beliau masih disemayamkan di RS Al Anshor Madinah. Penyakitnya belum tahu, soal dikebumikan nanti Kemenag pusat yang koordinasi seperti apa,” ujarnya.

Dia menerangkan, pihak keluarga Katio Abdul Majid Simanjuntak telah diberitahu Kemenag Kabupaten Asahan terkait meninggalnya calon jemaah haji. Kloter 2 yang merupakan rombongan asal Asahan sebelumnya telah tiba pada minggu (23/7) sore, di UPT Asrama Haji Embarkasi Medan. Imam menjelaskan, setiap kloter jamaah telah dibekali obat obatan dan pengawalan dari petugas haji

“Setiap kloter itu dikawal 5 petugas haji dari sini, kemudian disana nanti sudah ada petugas lainnya dan Rumah Sakit kita di beberapa kota juga ada ya,” katanya.

Hingga kini 3 Kloter yang berasal dari Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, Kabupaten Mandailing Natal telah tiba di Madinah sementara Kloter 4 asal Deli Serdang sedang dalam perjalanan menuju Madinah.

Sementara sesuai ketentuan, Kemenag akan membadalhajikan CJH yang wafat di Tanah Suci maupun di asrama haji. Kemenag juga siap membadalhajikan CJH yang sudah sampai Makkah tapi tak sanggup melakukan wukuf di Arafah karena faktor kesehatan. Pihak keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya lagi karena proses badal haji ditanggung pemerintah.

Sebagai bukti, pemerintah akan menyerahkan sertifikat badal haji kepada keluarga CJH. “Kami (Kemenag, Red) yang akan mengurus badal hajinya,” terang Kepala Seksi Media Center Haji Daerah Kerja Madinah, Irfan Sembiring. (man)

KPK Kembali Panggil Steffy Burase, Teman Dekat Gubernur Aceh

Foto: Dery Ridwansyah/JawaPos.com Fenny Steffy Burase, usai diperiksa 12 jam sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, terkait kasus dugaan suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018.
Foto: Dery Ridwansyah/JawaPos.com
Fenny Steffy Burase, usai diperiksa 12 jam sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, terkait kasus dugaan suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Model sekaligus salah satu tenaga ahli Aceh Maraton 2018, Fenny Steffy Burase kembali dipanggil Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Steffy akan diperiksa terkait dugaan kasus suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) yang menyeret nama Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IY,” ujarnya pada awak media, Kamis (26/7)

Selain Steffy, ada juga beberapa saksi yang dipanggil dalam perkara ini. Mereka adalah orang-orang dari sektor swasta yaitu Apriansyah, Akbar Velayati, Jason Utomo, Gigit Mawadah, Danial Novianto, dan Anthon Novianto.

Ini merupakan kali kedua Steffy dipanggil penyidik, setelah sebelumnya pada Rabu (18/7) lalu, sekitar 12 jam dia menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi bergerak cepat menelisik peranan para pihak yang diduga terkait dengan kasus dugaan penyuapan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Dalam rangka mencari bukti-bukti tambahan dan menggali informasi penting, penyidik mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap Fenny Steffy Burase kepada pihak Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM.

Pencegahan terhadap orang yang disebut-sebut sebagai teman dekat Irwandi ini, dilakukan selama enam bulan ke depan untuk kepentingan penyidikan. Selain mengajukan pencegahan kepada Steffani, penyidik juga mengajukan pencegahan terhadap tiga pihak lain.

“Dilakukan pencegahan ke luar negeri terhadap 4 orang selama 6 bulan terhitung Jumat, 6 juli 2018, yaitu, Nizarli(Kepala Unit Layanan Pengadaaan/ULP Aceh),Rizal Aswandi(mantan Kadis PU Aceh), Fenny Steffy Burase (Tenaga Ahli Aceh Marathon 2018) dan Teuku Fadhilatul Amri,” terang juru bicara KPK Febri Diansyah, Sabtu (7/7).

Terkait pencegahan tersebut, menurut Febri, dilakukan agar sewaktu-waktu dibutuhkan keterangannya, yang bersangkutan tidak sedang berada di luar negeri.

“Pihak-pihak tersebut perlu dicegah ke LN agar saat dibutuhkan keterangannya, dapat dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapakan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sebagai tersangka. Irwandi diduga menerima suap terkait Pengalokasian dan Penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) TA 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh.

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima, penyidik KPK menetapkan Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal, dan Syaiful Bahri sebagai tersangka. Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, sebagai pihak pemberi, Ahmadi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (ipp/JPC)

Pertarungan Sumut 1 Paling Sengit

Atas Ki-ka: Tifatul Sembiring, Meutia Hafiz, Yasonna Laoly. Bawah Ki-Ka: Raden M Syafii, Sofyan Tan, Nurdin.
Atas Ki-ka: Tifatul Sembiring, Meutia Hafiz, Yasonna Laoly.
Bawah Ki-Ka: Raden M Syafii, Sofyan Tan, Nurdin Tampubolon.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bursa bakal calon legislatif pada Pemilu 2019 semakin memanas dan menarik perhatian publik. Nama-nama besar akan bertarung di setiap daerah pemilihan (Dapil) di Sumatera Utara. Mulai sekaliber menteri, anggota DPR RI incumbent, bekas calon kepala daerah, hingga anak kepala daerah dan tokoh masyarakat ikut meramaikan perebutan 30 kursi di Senayan. Dari tiga dapil di Sumut, pertarungan di dapil I nampaknya paling sengit.

Dari data yang dihimpun Sumut Pos pada Rabu (25/7), persaingan antarcalon anggota legislatif (caleg) DPR RI di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara (Sumut) I dimeriahkan sejumlah nama beken. Beberapa anggota DPR yang saat ini duduk, kembali mencalonkan diri, antara lain Sofyan Tan dan Irmadi Lubis dari PDI Perjuangan.

Ada juga nama Tifatul Sembiring dari PKS, Raden Muhammad Syafii dari Gerindra, Prananda Surya Paloh dari Nasdem, Mulfachri Harahap dari PAN, dan Abdul Wahab Dalimunthe dari Partai Demokrat. Bahkan, Yasonna Laoly yang kini menjabat Menteri Hukum dan HAM juga ikut memanaskan persaingan di Dapil I menuju Senayan.

Sementara, para ‘jagoan’ Partai Golkar asal Dapil Sumut I tercatat ada nama Indah Mahalinda Napitupulu, Rolel Harahap, Rolen Siburian, Robi Anugerah Marpaung, Robinsar Sinaga, Dr Netty Silalahi, Kamelia Lubis, Ruddin Akbar Lubis, Adlin Tambunan (anak Bupati Deliserdang) dan Yusa Verani Purwanto. Tak mau kalah, PKS juga mengajukan nama-nama beken di Dapil I seperti Tifatul Sembiring (mantan Menkominfo/caleg petahana), Sutias Handayani (istri mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho/mantan anggota dewan), Idris Luthfi Rambe, Hidayatullah, Evi Yanti, Irfansyah, Ir Izfan, Desi Jesicca Isdartono dan Faki Hakim Hasibuan.

Begitupun dengan Partai NasDem, yang mengusung nama-nama seperti; Prananda Surya Paloh (caleg petahana/anak Ketum NasDem), Tengku Erry Nuradi (mantan Gubsu/Ketua NasDem Sumut), Fedriansyah Lubis, Edwin Pamimpin Situmorang, Parhiasen Triwati Ginting, Agus Simorangkir, Victor Simanjuntak, Amin SH, Emtiti Lestari Zebua.

Sementara bacaleg dari Partai Demokrat untuk Dapil Sumut I, lebih mengombinasikan caleg petahana dan bacaleg baru. Yakni sebut saja Abdul Wahab Dalimunthe, Herri Zulkarnain, Susilawati, Hendrik Halomoan Sitompul, Subur Sembiring, dan Amiruddin (mantan Ketua DPRD Medan). Tak hanya itu, nama penyanyi kondang Joy Tobing juga masuk deretan bacaleg partai besutan SBY dari Dapil Sumut II. Sedangkan Sekjend PD Hinca Panjaitan, bakal siap bertarung menembus panasnya kursi Senayan dari Dapil Sumut III.

Lima parpol kategori mapan dan mumpuni ini pun optimis, deretan nama bacaleg yang sudah didaftarkan bakal mampu mendapat kursi di tingkat pusat, meski tak memungkiri bahwa persaingan akan lebih sengit melihat kemunculan tokoh-tokoh baru. Di samping itu kehadiran parpol baru diyakini menambah ketatnya persaingan mendulang suara partai, terlebih Dapil Sumut I kerap dianggap ‘Dapil Neraka’ dibanding dua dapil lainnya.

Menurut Plt Ketua Partai Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia, pada Pileg 2019 pihaknya sangat realistis dalam mencanangkan target perolehan kursi, baik ditingkat pusat, provinsi sampai kabupaten/kota. Hal ini mengingat kondisi internal Golkar yang karut marut lantaran kasus Setya Novanto, saat menjabat ketua umum. Meski begitu untuk menuju ke Senayan dari Dapil Sumut, pihaknya masih optimis bahwa suara Golkar masih konsisten. Di mana setidaknya ada penambahan dua kursi di setiap dapil saja sudah bagus.

“Golkar sebagai partai berpengalaman di republik ini, kami yakini masih punya tren pemilih yang cukup konsisten. Terutama di Sumut yang selalu menjadi penyumbang besar suara Golkar setiap Pileg,” katanya.

Andi Suhaimi Resmi Jadi Plt Bupati Labuhan Batu

Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian PLT BUPATI: Pj Gubsu Eko Subowo, foto bersama Wakil Bupati Labuhan Batu Andi Sumaimi Dalimunthe usai dilantik sebagai Plt Bupati Labuhan Batu, di ruang kerjanya lantai 10 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (25/7/2018).
Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian
PLT BUPATI: Pj Gubsu Eko Subowo, foto bersama Wakil Bupati Labuhan Batu Andi Sumaimi Dalimunthe usai dilantik sebagai Plt Bupati Labuhan Batu, di ruang kerjanya lantai 10 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (25/7/2018).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Labuhan Batu H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Labuhan Batu. Penunjukan itu untuk mengisi kekosongan jabatan, setelah Bupati Labuhan Batu Pangonal Harahap ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi.

Penunjukan ditandai dengan penyerahan surat Gubernur Sumatera Utara Nomor 005/5478 tentang Pelaksana Tugas Bupati Labuhan Batu tertanggal 24 Juli 2018, oleh Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA di ruang kerjanya, lantai 10, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (25/7).

“Saya menyerahkan surat penunjukan Pelaksana Tugas Bupati kepada Wakil Bupati untuk melanjutkan pembangunan dan pelayanan masyarakat di Labuhan Batu,” ujar Eko Subowo, didampingi Asisten Pemerintahan Drs Jumsadi Damanik SH MHum, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas Sitorus SE MPd, dan Kepala Biro Otonomi Daerah Drs Basarin Yunus Tanjung MSi.

Eko berharap, seluruh bupati dan walikota, khususnya  Plt Bupati Labuhan Batu Andi Suhaimi Dalimunthe tetap waspada terhadap area rawan korupsi dan menghindarkan diri dari tindakan potensial yang mengarah pada korupsi. “Bupati dan walikota harus  waspada  dan menghindarkan diri dari tindakan yang potensial  mengarah pada korupsi,” tegasnya.

Disampaikannya, ditunjuknya Andi Suhaimi sebagai Plt Bupati Labuhan Batu berawal dari keluarnya surat Deputi Bidang Penindakan KPK RI No.B/518/dik.00/23/7/2018 tanggal 18 Juli 2018 tentang pemberitahuan penahanan Bupati Labuhan Batu, bahwa KPK melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan sejak 18 Juli 2018 hingga 6 Agustus 2018.

Berdasarkan surat itu, Mendagri lalu menyurati Pj Gubsu untuk menyahuti surat KPK dan menunjuk Wakil Bupati Labuhan Batu sebagai Pelaksana Tugas, agar tidak terjadi kekosongan jabatan dan menjaga jalannya roda pemerintahan di Labuhan Batu. Surat Mendagri itu bernomor 13.12/5084/SJ tentang Penugasan Wakil Bupati Labuhan Batu selaku Pelaksana Tugas Bupati Labuhan Batu, tertanggal 23 Juli 2018.

Plt Bupati Labuhan Batu H Andi Suhaimi mengatakan dalam sisa masa jabatan  2,5 tahun kedepan akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat Labuhan Batu. ” Insya Allah, saya akan  memberi yang terbaik kepada masyarakat Labuhan Batu dan melaksanakan  tugas  dengan sebaik baiknya,” ujarnya. (rel/mea)

Ferry Ihan Batak Ditarget Beroperasi Oktober

Kapal Ferry RoRo dengan nama Ihan Batak ditarget selesai Oktober tahun ini.
Kapal Ferry RoRo dengan nama Ihan Batak ditarget selesai Oktober tahun ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Toba Samosir Ir Darwin Siagian menyampaikan, saat ini transportasi darat menuju kawasan wisata Danau Toba sudah mulai rampung. Begitu juga dengan transportasi air, sudah ada pembenahan.

“Pemerintah saat ini sedang mengerjakan kapal  Ferry Ro-Ro, yang nantinya akan mengarungi perairan Danau Toba dan diberi nama Ihan Batak. Kapal Ferry Ihan Batak ukurannya lebih besar dari ferry yang sudah terlebih dahulu ada, seperti KM Sumut I dan II. Ihan Batak mampu mengangkut 32 mobil dan 280 orang. Sebelum Natal, kira-kira Oktober, kapal Ihan Batak ditargetkan sudah selesai pengerjaannya dan direncanakan akan beroperasi,” ungkapnya pada acara Coffee Morning bertajuk “Pengembangan Transportasi di Kawasan Danau Toba”, Rabu (25/7) di D’Heritage Grand Aston City Hall Medan.

Keberadaan ferry tersebut, diharapkan bisa menjadi transportasi air yang nyaman ke pulau Samosir. “Diharapkan transportasi air kedepan akan lebih diawasi untuk mencegah terjadinya tragedi kapal tenggelam di Danau Toba lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA, mengatakan pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil, yang mampu membuat wisatawan merasa aman dan nyaman. Karena itu, pendidikan vokasi pariwisata bagi masyarakat setempat perlu terus ditingkatkan.

“Untuk meningkatkan destinasi wisata, kita harus meningkatkan keterampilan masyarakat setempat, karena itu perlunya koordinasi pemerintah setempat menjadikan masyarakatnya lebih trampil kedepannya. Pendidikan vokasi yang ada harus diperluas aksesnya, diberikan kesempatan yang besar kepada seluruh warga negara untuk mendapatkan akses keterampilan melalui pendidikan vokasi, khususnya di masyarakat sekitar Danau Toba,” ujar Eko.

Eko juga berharap, seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) yang berada di kawasan Danau Toba terus meningkatkan kerjasama dalam upaya membangun destinasi wisata Danau Toba. Mulai dari peningkatan tenaga terampil, lokasi wisata hingga transportasi darat maupun air.

Sebelumnya, Kadis Pariwisata Provsu Hidayati mengatakan, Bandara International Silangit sudah melakukan penerbangan international dari Kuala Lumpur ke Bandara Silangit, begitu juga sebaliknya. “Mulai hari ini, untuk ke Danau Toba wisatawan asal Malaysia bisa lanjut ke Bandara Silangit, tanpa harus ke Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, begitu juga warga Sumut khususnya di kawasan Danau Toba bisa langsung ke Malaysia melalui Silangit,”paparnya. (rel/mea)