Home Blog Page 6136

Calhaj Mulai Diberangkatkan ke Makkah

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS REPARASI_Pekerja memperbaiki tas calon jemaah haji di Asrama Haji Medan, Kamis (26/7). Perbaikan tersebut dipatok harga Rp 30.000 /tas tergantung kerusakan dan berapa banyak yang diperbaiki.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
REPARASI_Pekerja memperbaiki tas calon jemaah haji di Asrama Haji Medan, Kamis (26/7). Perbaikan tersebut dipatok harga Rp 30.000 /tas tergantung kerusakan dan berapa banyak yang diperbaiki.

MADINAH, SUMUTPOS.CO – Rombongan calon jamaah haji (CJH) akhirnya diberangkatkan secara bertahap ke Makkah, Kamis pagi (26/7). Hari pertama pemberangkatan diwarnai oleh jamaah yang terlambat.

Sesuai jadwal, ada 18 kloter yang kemarin bergerak ke Makkah. Mereka diangkut menggunakan 168 bus. Bus-bus tersebut seharusnya berangkat mulai pukul 06.00. Kenyataannya, bus pertama baru berangkat pada pukul 06.30.

Salah satu penyebabnya adalah beberapa jamaah yang terlambat masuk bus. “Pagi ini kita berangkatkan dulu tiga kloter, yakni PDG 01, SOC 01, dan SUB 02,” terang Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi Subhan Cholid di Madinah, kemarin.

Subhan mengakui, masalah yang muncul saat pemberangkatan gelombang pertama adalah keterlambatan CJH. Beberapa CJH terlambat kembali ke hotel setelah salat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi. Padahal, persiapan dari sisi transportasi sudah matang.

Bus-bus telah siap tiga jam sebelum keberangkatan. Untuk tahap awal, sebanyak 28 bus disiapkan untuk mengangkut rombongan CJH ke Mekkah. Gelombang pemberangkatan kemarin berlangsung hingga pukul 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Sementara itu, Ketua Rombongan Kloter SUB 02 Dewi Hastuti mengatakan, sebenarnya jamaahnya telah mempersiapkan keberangkatan sejak pukul 02.00. “Sudah sejak dini hari disiapkan,” kata Dewi.

Namun, tidak semua bisa kembali tepat waktu ke hotel setelah salat subuh. Ada juga beberapa jamaah yang terlambat karena antre di lift hotel. Terutama para CJH berusia lanjut. “Harusnya ada petugas yang berjaga di lift agar jamaah tidak kacau antreannya,” kata seorang CJH.

Rombongan CJH akan menempuh perjalanan sekitar lima jam dari Madinah ke Mekkah. Namun, mereka akan mampir dulu ke ke Masjid Bir Ali sebagai lokasi miqat untuk niat umrah.

Menurut Kepala Sektor Bir Ali, Syahbuddin, timnya sudah siap menyambut kedatangan rombongan CJH. Jajarannya sudah dibagi menjadi beberapa tim kecil. “Ada pembagian tugas. Ada bagian penerimaan, ada yang menunjukkan lokasi wudhu dan salat, serta bagian pencatatan keberangkatan menuju Makkah bertugas di bagian belakang,” kata Syahbuddin di Bir Ali, Madinah (26/7).

Dia menjelaskan, pengaturan bus-bus CJH diatur oleh naqabah (asosiasi transportasi haji di Arab Saudi) yang ada di Bir Ali. “Kita ikuti aturan mereka,” ujar dia.

Sesuai pengalamannya menjadi petugas haji, penempatan bus di area Bir Ali memakan waktu tak sampai 25 menit. “Setiap rombongan biasanya diberi waktu 20 hingga 25 menit,” terangnya. Ketua Regu Kloter JKG 01, Harianta, mengatakan, waktu itu bisa molor karena banyaknya jemaah haji lansia. “Ya harus sabar, mau gimana lagi,” ujar Harianta.

10 Tahun Menabung dari Hasil Babat Rumput

Foto: Parlindungan/Sumut Pos Warsinah, calhaj kloter 5 Labuhan Batu, berangkat haji berkat menabung.
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Warsinah, calhaj kloter 5 Labuhan Batu, berangkat haji berkat menabung.

SUMUTPOS.CO – Sepanjang ada niat, kerja keras, dan doa, keinginan untuk menunaikan ibadah haji bukan sesuatu yang sulit digapai. Seperti Warsinah (80), calon haji dari Labuhanbatu, akhirnya bisa berangkat haji, berkat kegigihannya menabung selama 10 tahun.

Di usianya yang menginjak senja dan tangannya tak kuat lagi untuk melakukan aktivitas pekerjaan, niat Warsinah untuk bisa menunaikan rukun Islam yang kelima tak surut. Kini ia berangkat ke Tanah Suci tergabung dalam Kloter 5 bersama jamaah calhaj dari Labuhanbatu.

Kepada Sumut Pos, ibu dari tujuh orang anak ini menuturkan, di usia tuanya dia masih mampu untuk menafkahi dirinya sendiri dengan bekerja sebagai tukang babat rumput di kebun milik orang di Ajamu, Rantauprapat. Dari hasil upah yang dia terima, sedikit demi sedikit uangnya ditabung untuk berangkat haji.

“Nenek cuma tukang babat rumput. Upah yang nenek terima cuma Rp500 ribu sebulan, jadi nenek sisihkan Rp200 ribu tiap bulan,” ungkap Warsinah, yang ditemui di Asrama Haji Embarkasi Medan, Kamis (26/7).

Niat yang kuat itulah yang kemudian mendorongnya mendaftarkan diri pada tahun 2011. Kata Warsinah, rupiah demi rupiah yang dia kumpulkan selama 10 tahun itu, sudah cukup untuk memberangkatkannya berhaji. Walau kadangkala katanya, anaknya turut juga membantu. “Namanya sudah niat. Kadang anak nenek mau juga bantu-bantu. Termasuk mendaftarkan haji semuanya anak nenek yang ngurus,” katanya.

Warsinah mengaku, dalam berangkat haji ini dirinya hanya seorang diri tanpa ditemani keluarganya. Namun katanya, dirinya sedikit terhibur lantaran tetangganya juga turut berangkat haji. “Ini jiran nenek juga ikut haji. Apalagi kan ada petugasnya juga, jadi kalau kenapa-kenapa tinggal bilang,” katanya.

Kesempatan inipun tidak akan disia-siakannya. Bahkan, di usia senjanya ini, Warsinah telah siap menanggung segala resikonya. “Saya sudah siap apapun yang terjadi di sana,” ucapnya mantap, tanpa rasa takut dari wajahnya.

Dia hanya berharap sebagai umat Muslim, hanya menjalankan kewajibannya untuk menunaikan haji. Dengan begitu katanya, telah sempurnalah ibadahnya. “Semoga menjadi haji yang mabrur nanti,” harapnya.

Warsinah sendiri mengaku tidak terlalu mempersoalkan kondisi kesehatannya. Katanya, petugas kesehatan telah memberikan obat untuk dikonsumsinya selama di Tanah Suci. “Cuma batuk saja, tapi nggak apa-apa kok, sudah diberi obat sama petugas kesehatan tadi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kloter 5 Labuhanbatu, akan berangkat pada Jumat (27/7) pukul 00.00 WIB, melalui Bandara Kualanamu. (man)

 

50 Hektar Hutan Terbakar di Balige

Sekitar 50 hektar kawasan hutan hangus dalam kebakaran yang terjadi di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.
Sekitar 50 hektar kawasan hutan hangus dalam kebakaran yang terjadi di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.

BALIGE, SUMUTPOS.CO – Sekitar 50 hektar kawasan hutan hangus dalam kebakaran yang terjadi di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Demikian konfirmasi dari pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Wilayah Balige.

“Untuk penyebab sedang diselidiki pihak kepolisian. Kita masih menunggu,” kata Kepala (KPH) IV Wilayah Balige Leonardo Sitorus, Kamis (26/7).

Leonardo menjelaskan, kebakaran mereka ketahui Rabu (26/7) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memadamkan api. Hingga saat ini menurutnya upaya pemadaman masih terus dilakukan. “Kita dibantu juga dengan masyarakat sekitar untuk melakukan pemadaman,” katanya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kementrian untuk menurunkan waterboom. Alat dari kementrian itu baru diberangkatkan kemarin ke Balige. “Tapi kemungkinan besar, prediksi waterboomnya besok (hari ini, Red). Karena masih berada di Riau,” tandasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Medan menyatakan, tiga titik panas terpantau di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Titik api yang tersebar di beberapa daerah di Sumut itu, terdeteksi dari satelit BMKG. “Tiga titik panas itu ada di Kabupaten Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Tapanuli Selatan,” kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Nora Valencia Sinaga, Kamis (26/7).

Sekitar 50 hektar kawasan hutan hangus dalam kebakaran yang terjadi di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.

Nora menjelaskan, di Humbang Hasundutan, titik panas terpantau berada di Kecamatan Sijamapolang sebesar 74 persen. Sedangkan di Tapanuli Selatan dan di kawasan Batang Toru, titik panas terpantau sebesar 79 persen.

Di Toba Samosir sendiri, titik panas berada di Kecamatan Siantar Narumonda sebesar 30 persen. “Untuk di Toba Samosir sudah menyusut. Kemarin masih di atas 50 persen,” ujarnya. .

Sementara itu BBMKG juga memperkirakan akan terjadi hujan di kawasan Toba Samosir. “Semoga itu bisa mengurangi titik api disana,” harapnya. (rgu/rmol/pra/jpc)

Dijamini Rp3 Miliar, Kejatisu ’Lepas’ Mujianto

Tersangka penipuan dan penggelapan senilai Rp3 miliar saat menjalani pemeriksaan di Kejatisu, Kamis (26/7).
Tersangka penipuan dan penggelapan senilai Rp3 miliar saat menjalani pemeriksaan di Kejatisu, Kamis (26/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tersangka penipuan dan penggelapan senilai Rp3 miliar, Mujianto alias Anam kembali menghirup udara bebas. Pasalnya, permohonan penangguhan penahanan pengusaha property yang sempat menjadi buronan Polda Sumut itu, dikabulkan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dengan jaminan uang senilai Rp3 miliar.

Pantauan Sumut Pos di kantor Kejatisu, Mujianto diantar penyidik Polda Sumut sekira pukul 11.27 WIB. Namun, setelah diterima dan diperiksa intensif, Kejatisu menangguhkan penahanan Mujianto dengan jaminan uang Rp3 miliar. Sekira pukul 16.35 WIB, Miujianto keluar dari gedung Kejatisu lalu pergi menumpangi mobil Toyota Alphard yang telah menunggunya.

“Kami berkesimpulan dan sesuai dengan pendapat  pimpinan, kita tidak melakukan penahanan terhadap kedua tersangka (Mujianto dan stafnya Rosihan Anwar, Red) dengan alasannya, tersangka Mujianto memberikan jaminan uang sebesar Rp3 miliar,” ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu, Sumanggar Siagian.

Selain jaminan uang, Kejatisu juga menahan paspor Mujianto. Begitu juga dengan catatan rekam medis di Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura, tersangka Mujianto mengalami sakit infeksi empedu. Untuk tersangka Rosihan Anwar, kata Sumanggar, ditangguhkan dengan penjamin keluarga dan wajib lapor sekali seminggu. “Berkas kedua tersangka masih menunggu proses dari tim penyidik agar berkas kedua tersangka secepatnya bisa dilimpahkan ke pengadilan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kejatisu menerbitkan dan mengrimkan P21 kasus dugaan penipuan senilai Rp3 miliar dengan tersangka Mujianto dan Rosian Anwar ke Penyidik Polda Sumut, Senin (7/5). Berdasarkan penelitian, berkas perkara itu dinyatakan memenuhi unsur formil dan materil sehingga layak disidangkan. Dalam kasus itu, pasal yang dijeratkan pada tersangka, adalah Pasal 378 subsidair Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Beri Jaminan Rp 3 Miliar, Mujianto Dilepas Kejatisu

Buronan Polda Sumut Mujianto (tengah) saat tiba di Mapolda Sumut, Selasa (24/7).
Buronan Polda Sumut Mujianto (tengah) saat tiba di Mapolda Sumut, Selasa (24/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tersangka kasus penipuan dan penggelapan Mujianto akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut). Penyerahan Mujianto ke Kejati Sumut dilakukan Polda Sumut pada Kamis (26/7).

Namun, setelah menerima penyerahan dari Polda Sumut, pihak Kejati Sumut malah melepaskan Mujianto. Pihak Kejati Sumut melepas Mujianto karena yang bersangkutan menitipkan uang sebesar Rp 3 miliar sebagai jaminannya.

“Kami berkesimpulan setelah melakukan pemeriksaan, diteliti jaksa peneliti dan sesuai dengan pendapat pimpinan kita, bahwa kita jaksa penuntut umum (JPU) tidak melakukan penahanan terhadap tersangka,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Kamis petang.

Penitipan uang itu menjadi alasan Mujianto tidak ditahan. Selain itu, Mujianto juga dianggap dalam keadaan sakit. Sehingga jadi pertimbangan untuk menahan pengusaha tersebut.

“Kita menerima surat dari RS Mount Elizabeth Singapura yang menyatakan yang bersangkutan mengalami sakit infeksi empedu,” sebut Sumanggar.

Selain Mujianto, Rosihan, tersangka lain kasus itu juga tidak ditahan. Rosihan yang merupakan staf Mujianto juga hanya dikenakan wajib lapor. Pihak keluarga yang menjamin Rosihan supaya tidak melarikan diri.

Sumanggar juga menyatakan, mereka tidak khawatir Mujianto akan melarikan diri karena sudah memberikan uang jaminan. Pihak keluarga Mujianto juga sudah menjaminnya.

Kini, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga sedang melengkapi berkas kasus itu. Setelah lengkap langsung akan dilimpahkan ke pengadilan.

Pelimpahan tahap 2 (P22) ke kejaksaan dilakukan tiga hari setelah Mujianto diringkus saat dia akan melarikan diri ke Singapura lewat Bandara Soekarno Hatta.

Diberitakan sebelumnya, Mujianto resmi menyandang status tersangka setelah dilaporkan A Lubis dalam kasus dugaan penipuan, tertanggal 28 April 2017. Kerugian materil yang dialami A Lubis mencapai Rp 3 miliar.

Waktu itu Mujianto sempat ditahan pada Januari lalu. Selang beberapa hari penahanannya ditangguhkan, Mujianto melarikan diri. Mujianto akhirnya masuk DPO polisi.

Selama pelariannya, Mujianto sempat berpindah-pindah di tiga negara. Mulai dari Thailand, Malaysia dan Singapura.

Dia pun akhirnya ditttangkap di Indonesia. Alasan dia kembali ke Indonesia untuk mengurus visa nya yang sudah habis. (pra/JPC)

Tiga Titik Panas Terpantau di Humbahas, Tobasa, dan Tapsel

Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan menunjukkan beberapa titik panas yang ada di Sunatera Utara.
Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan menunjukkan beberapa titik panas yang ada di Sunatera Utara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyatakan, tiga titik panas terpantau di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Titik api yang tersebar di beberapa daerah di Sumut itu, terdeteksi dari satelit BMKG.

“Tiga titik panas itu ada di Kabupaten Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Tapanuli Selatan,” kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Nora Valencia Sinaga, Kamis (26/7).

Nora menjelaskan, di Humbang Hasundutan, titik panas terpantau berada di Kecamatan Sijamapolang sebesar 74 persen. Sedangkan di Tapanuli Selatan dan di kawasan Batang Toru, titik panas terpantau sebesar 79 persen.

Di Toba Samosir sendiri, titik panas berada di Kecamatan Siantar Narumonda sebesar 30 persen. “Untuk di Toba Samosir sudah menyusut. Kemarin mmasih diatas 50 persen,” ujarnya. .

Sementara itu BBMKG juga memperkirakan akan terjadi hujan di kawasan Toba Samosir. “Semoga itu bisa mengurangi titik api disana,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan terjadi di kawasan Kabupaten Tobasa. Luas hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 50 hektar.

Pihak terkait sudah melakukan pemadaman. Mereka juga masih menunggu pengerahan waterboom dari Riau. (pra/JPC)

Tol Medan-Tebingtinggi Wajib Bayar Non Tunai

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS JALAN TOL MEDAN-TEBING TINGGI_Pengendara melintas di jalur pembangunan jalan tol Medan-Tebing Tinggi, di Deli Serdang, Selasa (13/6).Gubernur Sumut tengku erry melakukan Peninjauan untuk melihat perkembagan proyek jalan tol yang akan digunakan untuk arus mudik Lebaran 2017.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
JALAN TOL MEDAN-TEBING TINGGI_Pengendara melintas di jalur pembangunan jalan tol Medan-Tebing Tinggi, di Deli Serdang, Selasa (13/6).Gubernur Sumut tengku erry melakukan Peninjauan untuk melihat perkembagan proyek jalan tol yang akan digunakan untuk arus mudik Lebaran 2017.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Jasa Marga Kualanamu Tol bakal menerapkan sistem pembayaran transaksi non-tunai mulai 1 Agustus 2018 di seluruh gerbang ruas tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi.

Direktur PT Jasa Marga Kualanamu Tol, Agus Choliq mengatakan penerapan kebijakan ini semestinya diterapkan pada Oktober 2017 lalu.

Untuk itu, ke depannya hal-hal yang biasa terjadi di gerbang tol sudah tidak boleh lagi karena tidak ada petugas yang melayani dengan pembayaran uang tunai.

“Kita sudah kena tegur sebenarnya sama PUPR, karena sudah kelamaan menerapkannya. Sebab, seharusnya transaksi non tunai sudah dari Oktober 2017. Oleh karenanya, kebiasaan masyarakat ini harus diubah,” kata Agus kepada wartawan, Kamis (26/7/2018).

Dia menyebut meski penerapannya sudah jauh hari namun butuh waktu sosialiasi yang cukup untuk masyarakat mengetahui hal itu.

“Karena memang sudah terlalu lama, sehingga 1 Agustus akan mulai diberlakukan,” ucapnya.

Agus menambahkan, untuk memudahkan penerapan transaksi non tunai ini maka akan menyediakan mesin top up di dalam tol. Selain itu, lengguna kartu e-toll bisa mengisi di luar juga.

“Makanya, sebelum masuk toll pastikan saldo e-toll cukup untuk transaksi,” imbuhnya. (fir)

2019, Warna Dasar Pelat Nopol Jadi Putih, Ini Alasannya

Foto: Istimewa Pelat Nomor Warna Dasar Putih
Foto: Istimewa
Pelat Nomor Warna Dasar Putih

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Warna dasar pelat nomor kendaraan rencananya akan diganti dari semula hitam menjadi putih. Sebaliknya, warna angka pada pelat nomor yang semula putih, akan diganti hitam.

“Korlantas akan mengubah spek, spek itu spesifikasi teknis daripada pleat nomor itu. Semangatnya adalah kita akan mengoptimalkan upaya-upaya dalam pelayanan dan faktor-faktor keselamatan, ketertiban lalu lintas,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammas Iqbal di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/7/20178).

Iqbal menerangkan pelat nomor akan dimodifikasi sekian rupa sehingga polisi dapat mengetahui kendaraan mana saja yang melanggar aturan lalu lintas. Data pelanggar akan terkoneksi pada Traffic Management Center (TMC) Korlantas Polri.

“Nanti dalam spektek itu, dalam pelat nomor yang nanti akan dirubah. Itu akan terkoneksi kepada Traffic Management Center kita yang berbasis IT. Nanti itu pelat nomornya seperti aplikasi face recognation,” ujar Iqbal.

“Nanti ketika misalnya kena CCTV dan lain-lain, itu akan langsung terdetect kendaraan milik siapa, nomor mesin sampai nomor rangka dan lain-lain. Kita akan mengurangi angka kecelakaan disitu, kemacetan terus juga unsur-unsur tindak pidana,” sambung dia.

Iqbal menuturkan peneguran terhadap pelanggar tata tertib lalu lintas nantinya tak lagi seperti saat ini, kendaraan diberhentikan langsung oleh polisi. Tetapi yang diterapkan adalah e-tilang.

“Misalnya kenapa itu melebihi kecepatan. Kami langsung saja menghubungi si driver dan menyampaikan bahwa anda melebihi kecepatan. Rencananya untuk semua jenis kendaraan. Intinya peningkatan pelayanan dan faktor keselamatan dan tertib lalu lintas,” jelas Iqbal.

Iqbal menjelaskan perubahan warna pelat nomor akan dilakukan secara bertahap. Polri sebagai aparat yang menjaga ketertiban berkendara, juga memerlukan Peraturan Kapolri (Perkap) terkait hal ini.

“Tapi perubahan ini bertahap. Peraturan Kapolrinya harus direvisi, terus juga kita harus melihat nanti jangan sampai menghambat aktivitas masyarakat,” imbuh dia.

Korps Lalu Lintas Polri telah menentukan perubahan warna dasar pada pelat nomor kendaraan pribadi. Pelat nomor yang semula berwarna hitam akan diganti putih.

“Sementara ini yang sudah fix akan ada perubahan adalah kendaraan pribadi yang warna dasar hitam tulisan putih menjadi warna dasar putih tulisan hitam,” kata Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Bayu Pratama kepada detikcom, Kamis hari ini.

Warna putih dipilih sebagai pengganti karena lebih memudahkan polisi dalam mengawasi pelat nomor kendaraan. Selain itu, pemilihan warna putih sudah melalui kajian sejumlah pakar, salah satunya pakar IT. (aud/rvk/dtc)

Gelombang Laut Jebol Tembok Rumah Warga di Aceh

Foto: Istimewa Rumah warga mengalami kerusakan usai diterjang gelombang laut.
Foto: Istimewa
Rumah warga mengalami kerusakan usai diterjang gelombang laut.

ACEH, SUMUTPOS.CO – Gelombang tinggi terjadi di perairan Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh. Tinggi gelombangnya antara 2,5-4 meter. Fenomena ini mengakibatkan kerusakan. Bahkan ada tembok rumah warga yang hingga jebol diterjang gelombang laut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulang Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek mengatakan, gelombang pasang mulai terjadi mulai pukul 04.00 WIB. Terjangan gelombang tinggi yang mencapai daratan merupakan kali pertama pad bulan ini.

Sedikitnya dua desa di dua kecamatan terdampak gelombang tinggi. “Terjadi gelombang pasang di Desa Lhok Paoh, Kecamatan Sawang, dan Desa Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan,” sebut Teuku seperti dikutip dari JawaPos.com di Banda Aceh, Kamis (26/7).

Gelombang laut tinggi mengakibatkan sejumlah rumah warga alami kerusakan. Jumlah pastinya belum diketahui. Hingga kini, petugas Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan masih melakukan pendataan di lapangan.

“Beberapa rumah di dua kecamatan tersebut mengalami kerusakan karena terhempas gelombang pasang. Korban terdampak masih dalam pendataan dan korban meninggal nihil,” jelasnya.

Foto: Istimewa
Gelombang tinggi di perairan kawasan Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh.

BPBD Aceh Selatan terus memantau cuaca dan mengumpulkan informasi terkait dampak bencana. Sejumlah petugas masih disiagakan di beberapa lokasi untuk memonitoring kondisi terkini.

Selain Aceh Selatan, gelombang tinggi juga menerpa dua desa di wilayah Abdya. Yakni, Desa Palak Kerambil dan Desa Ladang, Kecamatan Susoh. Gelombang tinggi mulai terjadi sekira pukul 06.00 WIB.

“Angin bertiup dengan kecepatan tinggi di sekitar perairan pantai Barat Selatan Aceh. Memicu terjadinya gelombang tinggi berkisar antara 2,5- 4 meter,” ujar Teuku.

Kondisi ini berdampak buruk pada pesisir atau bibir pantai di kawasan Desa Palak Kerambil dan Desa Ladang, Kecamatan Susoh. Sejumlah rumah warga yang dijadikan pondok atau kantin di lokasi tersebut rusak dihantam ombak. “Kantin wisata di sekitar pesisir pantai tersapu ombak dan digenangi air laut. Jumlah dalam pendataan,” tambahnya.

BPBD Abdya bersama Muspida dan Muspika sudah melakukan koordinasi dan komunikasi terkait kondisi terkini di lapangan. Petugas juga melakukan tindakan penyelamatan dan evakuasi di lokasi kejadian terdampak.

“Melakukan monitoring langsung di lokasi terdampak. Melakukan peringatan kewaspadaan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi,” tandasnya. (mal/JPC)

Hujan Meteor Juga Hiasi Gerhana Bulan Total 28 Juli

ANTARA FOTO/AKBAR TADO Foto kolase saat fase terjadinya fenomena gerhana bulan di Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (31/1/2018) malam. Fenomena gerhana bulan langka itu terjadi bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon dengan puncak gerhana di Sulawesi terjadi pukul 21.29 WITA.
ANTARA FOTO/AKBAR TADO
Foto kolase saat fase terjadinya fenomena gerhana bulan di Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (31/1/2018) malam. Fenomena gerhana bulan langka itu terjadi bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon dengan puncak gerhana di Sulawesi terjadi pukul 21.29 WITA.

SUMUTPOS.CO – Dua hari lagi (28/7/2018), kita akan melihat fenomena gerhana bulan total (GBT) atau bulan darah. Seperti kita tahu, Mars akan mendampingi bulan selama puncak blood moon terjadi.

“Di malam itu, Mars sedang mencapai puncaknya purnama atau oposisi Mars dengan cahayanya yang merah terang (berada) di dekat Bulan yang sedang gerhana,” ujar Mutoha Arkanuddin, astronom amatir sekaligus pendiri Jogja Astro Club, seperti dikutip dari Kompas, Kamis (26/7/2018).

Selain Mars yang sangat dekat dengan bulan, tepatnya di selatan bulan, sebenarnya langit malam besok juga dihiasi hujan meteor Piscis Austrinids. Menariknya, ini adalah puncak dari hujan meteor Piscis Austrinids.

Astronom amatir Marufin Sudibyo menjelaskan, hujan meteor Piscis Austrinids tergolong sebagai hujan meteor periodik. “Peristiwa ini terjadi setiap tahun dengan jadwal kemunculan relatif sama dari tahun ke tahun, yakni pada rentang wantu antara 15 Juli sampai 10 Agustus, dan puncaknya pada 28 Juli,” jelasnya.

Hujan meteor Piscis Austrinids merupakan meteor yang berasal dari rasi Piscis Austrinus atau Piscis Australis yang ada di langit selatan. Sehingga, saat hujan meteor Piscis Australis muncul akan lebih mudah disaksikan di belahan Bumi selatan. “Salah satu anggota rasi Piscis Austrinus yang terkenal adalah bintang Formalhaut,” imbuhnya.

Sayang, hanya kecil kemungkinannya kita dapat menikmati fenomena ini. Menurut Marufin, hujan meteor Piscis Austrinids tergolong lemah. “Pada puncaknya, ia hanya menghasilkan maksimum lima meteor per jam. Itu sedikit sekali,” ujar Marufin.

“Ketimbang hujan meteor Piscis Austrinids, ada hujan meteor lain yang kuantitasnya sedikit lebih banyak dan berlangsung di saat bersamaan. Namanya hujan meteor Southern Delta Aquarids (SDA),” papar Marudin.

Hujan meteor SDA berasal dari rasi Aquarius dengan meteoroid-meteoroidnya bersumber dari remah-remah komet periodik 96 P/Machholz.

Hujan meteor SDA adalah hujan meteor periodik yang muncul setiap tanggal 12 Juli sampai 23 Agustus, dan puncaknya di tanggal 30 Juli. Bila hujan meteor Piscis Austrinids di selatan, hujan meteor SDA akan muncul di langit sebelah timur.

“Saat puncak hujan meteor SDA, akan ada 25 meteor yang jatuh setiap jamnya. Meteornya juga lebih terang ketimbang meteor Piscis Austrinids. Jadi saya lebih favoritkan yang SDA,” ujarnya.

Dengan kuantitas hujan meteor Piscis Austrinids yang sangat sedikit, Marufin mengatakan kecil kemungkinan kita dapat melihat fenomena benda langit ini. Hal yang sama pun terjadi saat fenomena hujan meteor SDA. Mungkin, kita dapat melihat hujan meteor itu bila kita berada di pinggiran kota dan cuaca langit benar-benar gelap, tidak ada polusi cahaya yang mengganggu. (kpsc)