Home Blog Page 6157

2 Polisi Luka 17 Pendemo Gol

Brigadir Togu Hutasoit, salah satu korban kerusuhan.
Brigadir Togu Hutasoit, salah satu korban kerusuhan.

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Kisruh pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tapanuli Utara (Taput) 2018 kembali terjadi. Ratusan massa berunjuk rasa dan mendatangi Kantor Panwaslih Taput di Tarutung, Senin (16/7) kemarin.

Ratusan massa tersebut melakukan protes atas penanganan Panwaslih terhadap dugaan kecurangan pada pelaksanaan Pilkada Taput, tanggal 27 Juni 2018 lalu.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan massa tersebut juga diwarnai dengan aksi membawa peti mayat dan membakar ban di tengah jalan hingga berujung aksi anarkis. Mereka juga melempari Kantor Panwaslih Taput dengan batu dan bom molotov. Akibatnya kantor tersebut rusak dan jendelanya berpecahan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rahmawaty Rasahan mengatakan, dalam peristiwa itu anggota kepolisian yang sedang berjaga juga terkena lemparan dari para pendemo. “Yang terluka itu polisi yang melakukan penjagaan melekat ke Ketua Panwaslih Taput,” kata Syafrida, Selasa (17/7).

Tidak sampai disitu, massa juga melakukan pemblokiran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sipoholon–Tarutung sehingga membuat arus lalu lintas lumpuh total sejak pukul 10.00 hingga pukul 18.00 Wib.

Sementara Kapolres Taput, AKBP Horas Narasi Silaen mengatakan, hari ini polisi menyatakan situasi di Taput sudah kondusif. Namun akibat aksi tersebut, sejumlah massa telah diamankan.

“Hari ini situasi sudah aman dan kondusif. Dalam kejadian itu 17 orang kita amankan,” ungkap Kapolres.

Adapun terduga pelaku demo rusuh, masing-masing berinisial TH, LH, RP, BT, SS, VG, SH, TS, MH, PH, CR, LP, TH, DS, JH, dan RH, sedangkan polisi yang terluka yakni Brigadir Togu Hutasoit dan Harris Matondang.

Saat ini pihak polres Taput dibantu sejumlah personil dari Polres Humbahas, Polres Tobasa, dan Dit Sabhara Polda Sumut tetap melakukan pengamanan guna mencegah adanya aksi susulan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan bahwa saat ini kondisi sudah kondusif. “Jadi saat ini kondisi di Taput sudah kondusif,” kata Tatan.

Kerusuhan di Taput sudah terjadi beberapa hari pasca Pilkada. Saat itu massa berunjuk rasa dengan mendatangi Kantor KPU setempat. Kedatangan massa karena diduga adanya kecurangan dalam Pilkada.

Pilkada Taput 2018 diikuti tiga pasangan calon yaitu Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat (petahana), Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat-Frengky P Simanjuntak, dan Chrismanto Lumbantobing-Hotman P Hutasoit.(bbs/ras)

 

 

Dikibusi 2 Rekan, Tiga Pembobol ATM Diciduk di Hotel

Personil Polsek Batang Kuis saat mengamankan tiga pelaku dari kamar Hotel Golden Eleven Jalan Jamin Ginting Kecamatan Medan Barat.
Personil Polsek Batang Kuis saat mengamankan tiga pelaku dari kamar Hotel Golden Eleven Jalan Jamin Ginting Kecamatan Medan Barat.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Lima kawanan spesialis pembobol ATM (ajungan tunai mandiri) antar kabupaten kota digulung Satres Polsek Batang Kuis. Tiga diantaranya dari Hotel Golden Eleven Jalan Jamin Ginting, Medan Barat.

Kapolsek Batang Kuis, AKP Bulat Panjaitan menjelaskan penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Batang Kuis, Ipda Randy Anugerah P S.trk, Minggu (15/7/ 2018).

Bermula dari dibekuknya MEY (37) warga Jalan Bersama, Kel. Tembung, Medan Tembung dan MUS (33) warga Jalan Baru, Gang Seram, Medan Timur. Keduanya diamankan dari depan mesin ATM Bank Mandiri KCP Batang Kuis, Kec. Batang Kuis.

Dari mereka disita barang bukti berupa Honda Beat warna Hitam BK 5981 AIC dan Honda Beat Street warna Hitam tanpa plat, dompet berisi 4 (empat) kartu ATM Bank Mandiri, 3 (tiga) kartu ATM Bank BRI, tusuk gigi 2 (dua) buah, Ponsel merek NOKIA dan OPPO.

Saat diinterogasi, MEY dan MUS mengungkap jika tiga rekan mereka sedang berada di Hotel Golden Eleven, Jalan Jamin Ginting, Kec. Medan Barat.

Info berharga itu segera direspon. Ipda Randy Anugera P S.trk dan beberapa anggotanya bergerak ke hotel dimaksud. Reaksi petugas tidak sia-sia. Target berhasil diciduk tanpa perlawanan berarti. Sebagai barang bukti, turut disita dua unit kereta jenis matic.

“Kawanan ini telah beraksi di tiga kabupaten kota yakni Tebingtinggi, Deliserdang, dan Medan. Sejak tahun 2017, mereka telah meraup keuntungan hingga Rp81,5 juta dari 18 kali aksi,” beber AKP Bulat Panjaitan.

Dalam memuluskan aksinya, para pelaku menggunakan modus tusuk gigi. Oleh mereka, tusuk gigi dipasangkan pada lubang keluar masuk kartu ATM. Berikutnya, mereka menunggu diluar sambil mengamati pengguna mesin ATM yang menjadi korban.

Saat korban kebingungan karena kartu ATM tersangkut di mesin ATM, pelaku mendatangi korban dan berpura-pura membantu sembari menanyakan PIN kartu ATM.

Setelah nomor PIN diperoleh, korban disarankan mencari petugas bank atau security setempat. Begitu korban keluar area mesin ATM, mereka segera mengambil kartu yang sangkut llau bergegas pergi mencari mesin ATM lain. “Disitu lah para pelaku menguras isi rekening korban,” sebut Panjaitan.

Saat ini kelima pelaku telah diamankan di Mapolsek Batang Kuis untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 362 KUHPidana tentang pencurian diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun. (asw/ras)

 

 

Anak Tewas Duel Demi Bela Ibu

Tersangka saat diamankan polisi.
Tersangka saat diamankan polisi.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO –  Warga Dusun Aek Gambir, Desa Sibargot, Kec. Bilah Barat, Labuhanbatu, heboh. Tetenafe Lase alias Denah (33) tewas ditikam teman sekampung, Minggu (15/7/2018) sore lalu.

Informasi dirangkum, peristiwa itu bermula saat korban dengan pelaku Ag Lase (20) yang tinggal satu dusun, sempat terjadi adu mulut dan berkelahi hingga mengakibatkan penikaman berulangkali.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang melalui Kasat Reskrim, AKP Teuku Fathir, membenarkan peristiwa tersebut. Dijelaskan, peristiwa berawal saat pelaku bersama adiknya Firman Wijaya, ibunya Menirawati Larosa dan ayahnya Tetenafo pulang dari Pondok Ladang menuju rumah mereka.

Saat melintasi depan rumah Ama Dewi di Dusun Aek Gambir, Desa Sibargot itu, ibu tersangka ribut adu mulut dengan Nurufati Lase alias Tante Hi’a dan tersangka meminta kepada ibunya agar jangan dilawan dan mengajaknya pulang.

Namun baru berjalan sekitar 50 meter atau persisnya di depan rumah Ama Soni, tersangka berjumpa dengan korban serta menanyakan kenapa korban menuduh ibunya memburuk-burukkan Tante Hi’a.

“Namun korban menjawab kenapa rupanya dan korban mengajak pelaku adu tenaga jika merasa anak muda,” terang Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu.

Akibatnya, sambung AKP Teuku Fathir, tersangka emosi langsung memukul wajah korban dan ketika itu juga korban memelintir tangan kiri dan mencengkeram wajah tersangka.

Diduga semakin emosi, tersangka langsung mencabut pisau belati yang diselipkan dipinggangnya serta menusuk dada korban sebanyak dua kali, hingga korban terkapar dan akhirnya meninggal dunia.

Kemudian Ag Lase kabur dari lokasi kejadian. Namun 4 jam pasca menghabisi korban, tersangka ditangkap di kediamannya.

Dijelaskan, peristiwa berdarah itu dipicu ketidaksenangan pelaku terhadap korban yang memelintir tangannya setelah ditegur berkaitan tudingan tuduhan terhadap ibu pelaku.

“Kejadian sekitar pukul 16.30 wib, berselang empat jam, pelaku berhasil kita ringkus,” terang Kasat Reskrim, AKP Teuku Fathir. (syaf/ras)

Gairah Bercinta Hilang saat Hendak Disentuh

SUMUTPOS.CO –  Gairah bercinta Karin menghilang. Setiap berdekatan dengan Donwori, perasaan wanita berusia 31 tahun itu mendadak jadi benci.

Rasa sukanya berubah menjadi murka lantaran tak tahan dengan bau mulut suami yang dulunya berhasil menaklukkan hatinya. Karin mengaku tak bisa berlama-lama jika disentuh dengan Donwori.

Karin setengah tak percaya dengan keputusan yang ia buat sendiri. Namun ia mengaku tak ada pilihan lain selain menceraikan suaminya. Akunya, ia sudah tak tahan dengan bau mulut suami yang tak enak banget.

“Dia tuh, mulutnya bau naga (tak enak, Red), sampai tak betah aku kalau ngomong dekat-dekat sama dia,” katanya setengah berbisik saat berada di ruang tunggu pengadilan agama.

Karin menjelaskan, sejak pacaran, ia sudah mengetahui masalah yang diderita suaminya. Namun ia tak pernah menyangka imbasnya akan panjang dan rumit saat berumah tangga.

Bau mulut ini, berimbas pada gairah bercintanya di atas ranjang. Karin yang baru menikah dengan suaminya lima tahun menginginkan hubungan yang luar biasa di atas ranjang. Namun lagi-lagi gara-gara bau mulut gairahnya berkurang.

“Jujur ya, tapi jangan bilang siapa-siapa. Masalah ini sampai ganggu aktivitas bercintaku. Ganggu juga pas ciuman gitu, jadi gak betah lama-lama,” katanya.

Karena tak tahan, beberapa kali sebelum berhubungan, Karin memaksa Donwori untuk sikat gigi dan makan permen dulu. Namun rupanya tak ada hasilnya.

Mulut suaminya tetap saja bau naga. Kadang, suaminya juga makin marah-marah jika diminta harus gosok gigi dan yang lain.

“Mungkin dia ya tersinggung juga tapi mau gimana lagi aku gak tahan. Kadang aktivitas itu juga batal gara-gara Mas Donwori marah,” imbuhnya.

Karena tak mendapatkan kepuasan dengan Donwori, Karin kerap beberapa kali ingin berpindah ke lain hati. Namun keinginan ini sempat beberapa kali ia tekan.

“Apalagi ya, aku juga malu sama teman-teman dan kolega, setiap kali ngobrol. Mereka kayaknya juga terganggu sama bau mulutnya itu,” imbuhnya.

Namun begitu, imbuh karin, masalah ini tidak ia ungkapkan langsung di depan hakim, apalagi di depan keluarganya. Ia hanya mengatakan bahwa sudah tak ada lagi kecocokan antara dirinya dengan suami.

“Kasihan kan, itu juga aib dia. yang penting aku dan dia sama-sama legowo,” pungkasnya.(jpr)

Sebelum Iblis Menjemput: Ada Ritual Hitam

SUMUTPOS.CO – Trailer film Sebelum Iblis Menjemput, baru saja rilis 6 hari lalu. Namun, trailer tersebut telah menyedot perhatian publik. Bahkan, trailer itu sempat diulas media internasional.

Satu media yang mengulas trailer Sebelum Iblis Menjemput, adalah media independen khusus membahas sinema bergenre horor, Bloody Disgusting. Media ini memberikan penilaian yang terbilang positif untuk film yang dalam bahasa Inggrisnya disebut May The Devil Take You.

Trailer pertama film horor terbaru Timo Tjahjanto, mengantarkan para penontonnya langsung ke neraka!” tulis Bloody Disgusting.

Dalam trailer yang berdurasi 1 menit 32 detik tersebut, dijelaskan secara singkat, Chelsea Islan (Alvi) memiliki hubungan yang renggang dengan sang ayah, yang tengah mengalami kebangkrutan dan menderita penyakit misterius.

Kemudian, ia mengunjungi vila yang penuh kenangan saat keluarganya masih utuh. Namun, di sana ia malah menghadapi sejumlah teror yang memberi jawaban mengenai masa lalu keluarganya.

Menggunakan sejumlah simbol mengerikan, seperti perempuan melayang membawa kepala kambing, Chelsea menjelaskan, itu adalah lambang dari ritual hitam. “Karena karakter kami di film ini memang mau cari tahu (sosok) itu. Di trailer juga sebenarnya itu (kepala kambing) simbol dari ritual yang kalau udah nonton pasti ngerti,” jelas Chelsea, saat berkunjung ke kantor Jawa Pos (Grup Sumut Pos), Jakarta, Selasa (17/7).

Lebih lanjut mengenai sosok perempuan melayang dan ritual, Chelsea enggan menjawab. Namun, ia mengapresiasi respon positif dari media mancanegara atas trailer film horor perdana yang dibintanginya itu. “Ada lebih dari itu. Tapi sejauh ini, itu aja yang bisa diungkapin dari trailer. Senang sih (diulas media asing), berarti antusiasmenya tinggi, dan kami berharap sih, bisa dibawa ke festival luar negeri (filmnya),” pungkasnya.

Film Sebelum Iblis Menjemput adalah debut horor pertama Chelsea. Selain Chelsea, film besutan Timo Tjahjanto itu juga dibintangi Pevita Pearce, Samo Rafael, Ray Sahetapy, dan lainnya. Film tersebut rencananya tayang pada 9 Agustus 2018. (yln/jpc/saz)

Denada: Saya Enggak Tega

SUMUTPOS.CO – Penyanyi Denada Tambunan tak bisa menahan kesedihan melihat kondisi putri semata wayangnya, Shakira Aurum. Bocah 5,5 tahun ini, divonis mengidap Leukimia, dan harus mendapat perawatan intensif di Singapura.

Denada mengaku, tidak tega melihat penderitaan putrinya itu, yang selama 1,5 bulan mendapat banyak suntikan. Shakira juga telah menjalani operasi untuk pemasangan selang ke pembuluh darah utama.

“Saya enggak tega lihat penderitaan Shakira, tapi saya harus tegar,” ungkap Denada, dengan berlinangan air mata.

Putri aktris senior Emilia Contessa ini, tidak menyangka penyakit dan perawatan tersebut harus terjadi pada putrinya. Walaupun takut dengan jarum suntik, Shakira ikhlas menjalani serangkaian perawatan. Yang membuat Denada terharu, Shakira selalu menguatkannya. “Shakira bilang, ‘Jangan menangis bunda, kita akan menjalaninya bersama’,” ucap Denada sambil terisak. (esy/jpnn/saz)

Siti Badriah Pacari Berondong

Siti Badriah
Siti Badriah

SUMUTPOS.CO – Pedangdut Siti Badriah alias Sibad, tengah menikmati hari-hari indah bersama kekasih barunya. Pria beruntung itu bernama Krisjiana Baharudin, yang berprofesi sebagai model dan bintang FTV.

Walaupun lebih tua 3 tahun dari Kris, Sibad merasa pacarnya itu sangat dewasa, dan ngemong. Kris juga tipe cowok yang sifat humorisnya tinggi, sehingga membuat Sibad selalu happy.

“Aku suka Kris, karena anaknya dewasa meski mudaan dia. Lucu, selalu bikin ketawa, dan seru. Asyik-asyik saja sih,” ungkap Sibad sumringah.

Sayangnya, kehadiran Kris ini belum mendapatkan restu dari orangtua Sibad. Siti Amanah, ibunda Sibad, mengungkapkan tidak mengenal Kris. Biasanya, setiap pacar Sibad selalu dikenalkan kepada orangtuanya. “Emak enggak kenal dia (Kris). Anak emak kalau punya pacar pasti dikenalin ke emak,” bebernya.

Muhammad Husni, ayah Sibad, juga menyatakan hal sama. Ia hanya meminta Sibad mencari pasangan yang tepat. “Saya bilang cari suami itu syaratnya, saleh, cakep, dan tanggung jawab. Kalau itu terpenuhi, kami akan setuju siapapun dia,” jelas Husni. (esy/jpnn/saz)

Mariah Carey Bakal Bawa 25 Musisi

SUMUTPOS.CO – Diva pop dunia, Mariah Carey, tidak lama lagi akan menggelar konser di Indonesia.

Menariknya, Mariah akan menggelar konsernya di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, pada 6 November 2018 mendatang.

“Penonton bisa menyaksikan 2 mahakarya, yakni Borobudur serta diva Mariah Carey. Diharapkan event ini bisa mempromosikan Borobudur, agar semua orang dari belahan dunia tahu dan datang ke Borobudur di masa mendatang,” tutur Palwoto, dari PT Taman Wisata Candi (TWC), selaku penyelenggara, saat jumpa pers di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/7).

Dalam kedatangan kali ini, Mariah menjadi bintang tamu utama, dalam konser bertajuk Borobudur Symphony. Acara tersebut dipromotori oleh TWC, Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, bersama Rajawali Communication Indonesia, selaku event consultant.

Promotor menyebutkan, segala persiapan jelang konser Mariah berjalan dengan baik. Diva berusia 48 tahun itu, rencananya membawa puluhan musisi untuk mengiringi penampilannya. “Ada sekitar 25 orang yang dibawa Mariah,” ungkapnya.

Pada Borobudur Symphony 2018, Mariah dijadwalkan tampil mulai pukul 20.00 WIB. Bakal ada puluhan lagu yang dibawakannya dalam durasi 2 jam. “Mariah tampil khusus untuk Borobudur Symphony 2018. Tidak ada opening act, jadi hanya aksi panggung Mariah,” beber Bakkar Wibowo selaku project manager.

Tiket konser Mariah dibagi dalam 5 kategori. Yakni Super VVIP (seat) on call, diamond (seat) Rp7 juta, platinum (seat) Rp3,5 juta, gold Rp2 juta, dan festival (standing) Rp1 juta. Untuk kategori festival sudah ludes terjual. (mg3/jpnn/saz)

Suami Nikita Mirzani Selingkuh?

Nikita Mirzani dan Dipo Latief
Nikita Mirzani dan Dipo Latief

SUMUTPOS.CO – Keputusan Nikita Mirzani menggugat cerai Dipo Latief membuat Uya Kuya kaget. Ia tahu benar, betapa besar cinta Nikita pada suaminya itu. Saking cintanya, Nikita berjanji akan menjadikan Dipo pelabuhannya yang terakhir.

Uya juga melihat sendiri, bagaimana kemesraan Niki-Dipo saat liburan bersama ke Jepang, April 2018 lalu.

“Niki (sapaan Nikita), kamu menikah Februari 2018. April kita sama-sama berlibur ke Jepang. Aku lihat kalian bahagia sekali, tapi sepulang berlibur malah kamu jadi pendiam. Ada apa sebenarnya, hingga membuat kamu menceraikan suami yang sangat kamu cintai?” tanya Uya kepada Nikita, pada satu siaran televisi nasional, Selasa (17/7).

Ditanya seperti itu, Nikita hanya menjawab dengan tangisan. Namun beberapa menit kemudian, ia secara tersirat mengungkapkan, akan meninggalkan orang yang dicintai bila sudah melukai hatinya. “Aku akan tinggalkan kalau orang itu selingkuh, penjudi, dan narkoba. Masalah kan harus dihadapi, bukan curhat ke orang yang salah. Apalagi cabe-cabean,” katanya.

Ia menambahkan, menginginkan sosok imam yang bisa membawanya ke arah lebih baik. Bukan sosok yang membawa ke arah keburukan. “Pernikahan itu bukan untuk menipu. Biarkan aku hidup sendiri dan dia (Dipo) memperbaiki dirinya menjadi lebih baik,” tegas Nikita.

Keputusan Nikita pun mendapat dukungan dari sejumlah sahabat, satu di anatranya Ruben Onsu. Menurut Ruben, keputusan Nikita berpisah dengan suami sudah tepat. “Aku sih mendukung Niki. Ia memang sempat curhat tentang kemelut rumah tangganya. Semakin lama, Niki dan Dipo makin berbeda visi, makanya Niki jadi galau,” ungkap Ruben.

Kegalauan Nikita ini dicurahkan dalam Instagram-nya. Ini yang tidak disukai Ruben. Sebagai sahabat dekat, Ruben ingin Nikita tidak membuka aib rumah tangganya di medsos. “Aku bilang ke Niki, daripada curhat di Instagram dan dikonsumsi publik, lebih baik pisah saja. Terkadang perceraian itu akan lebih baik ketimbang bersama,” jelasnya.

Ruben mengaku, tidak tega melihat Nikita menangisi kegagalan rumah tangganya. Namun, presenter papan atas ini optimistis, Nikita akan bisa melewatinya. “Niki sudah punya anak, rumah, mobil, dan uang banyak. Yang ia butuhkan adalah kebahagiaan. Bila berpisah itu membuat Niki bahagia, kenapa tidak? Mungkin ini jalan Niki untuk mendapatkan sosok laki-laki yang jauh lebih baik lagi,” pungkas Ruben. (esy/jpnn/saz)

PSMS Terancam Kehilangan Frets

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Frets Butuan caoba melewati hadangan pemain Bhayangkara FC, TM Ikhsan di Stadion Teladan Medan, Sabtu (31/3).
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Frets Butuan caoba melewati hadangan pemain Bhayangkara FC, TM Ikhsan di Stadion Teladan Medan, beberpa waktu lalu.  Frets masih memperkuat tim Kostrad menghadapi Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad).

SUMUTPOS.CO – PSMS masih tanpa Frets Butuan saat laga kontra Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (18/7) mendatang. Ini kedua kali beruntun Frets tak memperkuat PSMS. Itu dikarenakan Frets masih memperkuat tim Kostrad menghadapi Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad).

Sebelumnya Frets sempat minta izin untuk tampil di laga kontra Madura United. Namun setelah itu Frets belum lagi terlihat bergabung dengan PSMS.

Bahkan ada kemungkinan Frets tak lagi bersama tim. Pasalnya ada beberapa pemain TNI dari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang akan dikembalikan ke kesatuannya. Kemungkinan ke PS Tira.

“Kemarin Pak Edy minta semua pemain angkatan darat dibalikkan lagi ke kesatuan. Tapi nanti kami bicarakan lagi,” ujar CEO PSMS, Doddy Taher.

Saat ini, ada Frets Listanto Butuan, Fredyan Wahyu, Muhammad Alwi Slamet, juga Dani Pratama yang Kostrad. Dari nama-nama ini, manajemen berharap Frets masih bisa memperkuat tim. “Frets sayang (kalau dibalikkan). Nanti kami akan bicarakan lagi,” timpalnya.

Sejatinya, sinyal bakal ditariknya kembali pra pemain ini sudah terlihat dalam beberapa partai terakhir PSMS. Frets dan Alwi serta Dani kerap absen membela tim demi bermain di Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad).

Mereka juga tak diturunkan saat PSMS kalah telak 1-3 dari Persipura di Stadion Teladan. Nama mereka juga tak ada dalam daftar pemain yang dibawa ke Persebaya Surabaya. Hanya Fredyan satu-satunya yang dibawa.

Sejatinya, tak hanya keduanya yang berstatus abdi negara. Ada dua lainnya, seperti Abdul Rohim, Erwin Ramdani, dan Suhandi. Namun, dari pembicaraan terakhir, lanjut Doddy hanya yang Kostrad diminta kembali.

Sementara itu, dengan masuknya tiga pemain lokal yang sudah teken kontrak kemarin, Rahmad Hidayat, Ramadhan Saputra dan Marko Kabiay, maka menjadi sinyal buat pemain lokal lainnya untuk masuk dalam daftar evaluasi pendepakan.

Pasalnya, kata Doddy, pihaknya akan memasukkan 7-8 pemain. “Syarat enggak boleh lewat 25 pemain, jadi ada yang masuk ini, maka ada yang akan keluar. Kita pakaipun kalau tidak bisa didaftarkan untuk apa? Namun siapa yang akan dibuang, penentuannya pelatih,” ungkapnya. (don)