Home Blog Page 6207

Suami Nia Ramadhani Jadi Incaran Pelakor

SUMUTPOS.CO – Menikahi anak konglomerat, Nia Ramadhani sadar suaminya, Ardie Bakrie, menjadi incaran perempuan lain. Nia pun tak menampik, banyak pelakor alias perebut laki orang yang mendekati suaminya.

“Sekarang kan musimnya pelakor. Dia mah banyak yang ngincar,” kata Nia, dalam vlog ngusix.

Beruntung, lanjut Nia, sang suami tidak tergoda dengan rayuan perempuan lain. “Sekarang sisanya cowok itu, kalau enggak suami orang, atau enggak ya homo. Tapi enggak (tergoda),” ujarnya.

Pemain sinetron Bawang Putih Bawang Merah ini, percaya sang suami tak akan berselingkuh. “Aku kan dulu hidupnya di lokasi syuting. Jadi kalau ngobrol sama cowok biasa aja. Ardie juga kalau ngobrol sama cewek aku enggak pernah mikir macam-macam. Teman dia banyak cewek, tapi insha Allah enggak (selingkuh),” tukas Nia. (mg7/jpnn/saz)

Ririn Ekawati Minum Air Putih Hangat

SUMUTPOS.CO – Ririn Ekawati masih terlihat awet muda meski sudah 35 tahun, dan mempunyai 2 anak. Lantas apa rahasia Ririn agar terlihat awet muda?

Diakui Ririn, ia tidak memiliki cara khusus agar terlihat awet muda. Sebab, ia mengaku tidak pernah menjalani pola diet makanan. Bahkan, perempuan yang belum lama menjanda ini, mengungkapkan, kerap mengonsumsi nasi di malam hari.

Hal ini karena Ririn tidak bisa tidur dengan perut kosong. Hal yang rutin Ririn lakukan adalah selalu meminum air putih hangat. Ia percaya, air putih hangat mampu melunturkan lemak dalam tubuh.

“Mungkin ini rahasia aku, dari dulu aku selalu minum air putih hangat, cenderung ke panas. Aku enggak pernah minum air dingin, air es. Karena aku percaya kalau kita minum air hangat itu kayak ngebakar lemak,” jelas Ririn.

Wanita berambut panjang ini lantas menegaskan, jika kecantikan alami terpancar dari dalam hati. Karena itu, ia selalu menjaga agar hatinya tetap bahagia, sehingga memancarkan aura positif.

Ririn juga mengingatkan untuk selalu berolahraga, minimal 2 kali dalam sepekan, atau setidaknya 15 menit sebelum mandi pagi. (str/jpc/jpnn/saz)

Syahrini: Anda Jangan Julid

SUMUTPOS.CO – Penyanyi yang akrab disapa Princess Syahrini alias Inces, mengaku gerah dengan perilaku warganet yang kerap membicarakan orang lain atau julid. Bahkan, yang disayangkannya, publik figur juga ada yang melakukan hal serupa.

Karena itu, penyanyi fenomenal ini mengajak publik untuk tidak julid. Terbukti, dari kaus bertuliskan ‘Anda Jangan Julid’ yang dikenakannya saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (4/7).

Ternyata, itu adalah sepenggal lirik dari lagu terbarunya berjudul Gubrak Gubrak Gubrak Jeng Jeng Jeng, ciptaan Melly Goeslaw.

“Aku suka miris dan menyayangkan sekali, kadang sesama para artis juga sering mengikuti (kata-kata) dari bibir lincah ini, seperti anda jangan julid, manjah, syantik, tapi mereka suka tidak mengakui itu dari Syahrini. Apa sih susahnya, kita kan berteman. Tapi suka pada munafik kan,” ungkap Syahrini.

Tak tanggung-tanggung, Syahrini sebutkan nama beberapa artis yang dianggap meniru kata-katanya. Di antaranya Rina Nose, Ivan Gunawan, dan pelantun lagu Lagi Syantik, Siti Badriah. “Ada Rina Nose buat lagu Maju Mundur Maju Mundur, kalau enggak dari Syahrini dari mana? Saya enggak emosi, tapi apa sih susahnya akui. Lagu Syantik juga itu katanya bukan dari kata-kata Syahrini,” lanjutnya, dengan nada khasnya.

Sang kakak sekaligus manajernya, Rani, juga membenarkan hal tersebut. Ia juga menyebutkan, brand Ivan Gunawan yang dirasa terinspirasi dari kata manja, yang sering diucap Syahrini. Bukan keberatan, namun mereka menyayangkan tak adanya basa-basi atau mengakui. “Kayak Ivan Gunawan aja, (pakai merek) manja, enggak ada masalah, berkah. Maksudnya, kenapa sih enggak mau mengakui keberadaannya (Syahrini) di dunia ini? Padahal kan kita sama-sama seniman. Manja dipakai sama manja hijab, berkah,” timpal Rani.

Bukan marah atau jengkel, Syahrini hanya anggap lucu rekan-rekan artis yang meniru kata-katanya tanpa mengakui. Namun, pelantun Jangan Memilih Aku itu, tak ambil pusing, untuk mematenkan dan sebagainya. Ia cukup menertawakannya. “Enggak, cuma pengen ketawa jadinya, lucu aja,” pungkasnya.

Diketahui, kata-kata dan gaya Syahrini selama ini memang kerap ditirukan oleh warganet. Mulai dari jambul khatulistiwa, bulu mata badai, Alhamdulillah yah sesuatu, maju mundur cantik. (ce1/yln/jpc/saz)

Bowo Tik Tok Bantah Pasang Tarif

SUMUTPOS.CO – Artis Tik Tok, Bowo Alpenliebe mengaku, tersudut dengan adanya pemberitaan soal tarif untuk bertemu dengannya. Setiap fans yang ingin bertemu dan foto, diminta Rp80 ribu sampai Rp100 ribu.

Tidak hanya sekali, tapi kejadian itu terjadi beberapa kali, sehingga Bowo mengalami perundungan oleh para pembencinya. Tidak tahan dengan hal itu, Bowo pun memberikan klarifikasi.

“Aku enggak pernah pasang tarif, dan enggak pernah bikin acara temu fans. Aku hanya diundang oleh satu fans, dan tahu-tahunya banyak orang yang minta foto-foto,” ungkap Bowo, Rabu (4/7).

Walaupun ada tarif yang dipasang penyelenggara, anak 13 tahun ini, mengaku, tidak menerima dana sepeser pun. Bowo yang menjadi artis Tik Tok ini, senang karena dikagumi banyak orang. “Aku cuma senang saja banyak yang menggemari, meski tidak sedikit juga yang benci,” pungkasnya. (esy/jpnn/saz)

Gagal Penalti, Bacca dan Uribe Diancam Pembunuhan

Carlos Bacca
Carlos Bacca

MOSCOW, SUMUTPOS.CO – Dua pemain Timnas Kolombia, Carlos Bacca dan Mateus Uribe mendapat ancaman di media sosial.Bacca dan Uribe adalah dua pemain Kolombia yang gagal menunaikan tugas dalam drama adu penalti pada laga melawan Inggris dalam 16 Besar Piala Dunia 2018 di Spartak Stadium, Moscow, Rabu (4/7) dini hari.

Bacca gagal gara-gara tendangannya dimentahkan kiper Inggris, Jordan Pickford. Sementara sepakan Uribe membentur mistar gawang.

The Sun melansir, hanya beberapa menit setelah drama tersebut, posting-an pengguna media sosial langsung menyeramkan, terutama untuk Bacca.

Banyak fan Kolombia yang marah dan mengingatkan Bacca soal kematian bek Kolombia Andres Escobar, yang ditembak mati setelah membuat gol bunuh diri yang membuat Kolombia tersingkir di Piala Dunia 1994.

“Terima kasih kepada semua pemain kecuali untuk son of a b***h yang tidak berguna, Carlos Bacca. Jangan kembali (ke Kolombia), kamu akan mati,” tulis netizen Jhon Duqueismo.

“Matilah Carlos Bacca. Son of a b***h. Tidak ada yang menginginkan kamu kembali ke sini (Kolombia),” tulis pengguna Twitter David Castaneda.

“Carlos Bacca, tertekan dan bunuh diri saja. Kamu tidak harus hidup dalam penderitaan ini,” tulis netizen. “Keluar dari Kolombia atau kartel akan memakan Anda hidup-hidup,” cuitan lainnya.

Namun, tak semua fan Kolombia seperti itu. Masih banyak yang respek dengan Bacca dan Uribe. “Jangan terjadi kematian Bacca dan Uribe. Apakah harus diulangi apa yang terjadi dengan Andres Escoba? Apakah ini yang namanya Kolombia?” tulis Brayan Sanchez.

“Sekarang mereka menghina dan mengancam Uribe dan Bacca, tolong. Kemarin adalah peringatan 24 tahun kematian Escobar. Mari belajar menerima kekalahan,” tulis MoreJuanSe.

Ancaman terhadap pemain Kolombia bukan yang pertama. Sebelumnya Carlos Sanchez yang menerima kartu merah saat laga kontra Jepang dan menyebabkan penalti juga mendapat ancaman yang sama. (adk/jpnn)

Restoran Indonesia di Rusia Sulit Ditemui

Salah satu restoran Indonesia di kota Kazan.
Salah satu restoran Indonesia di kota Kazan.

Laporan Langsung Wartawan Jawa Pos dari Rusia

Mencari restoran Vietnam atau Thailand relatif mudah di Moskow. Namun, jangan harap menemukan kedai dengan masakan Indonesia di ibu kota Rusia itu.

Nah, beda soal kalau di Kazan. Seorang pria keturunan Tajikistan bernama Miratullo Saidov mendirikan rumah makan Indonesia di lantai tiga Gum Mal yang terletak di kawasan wisata Bauman Street. Saidov mengaklaim bahwa restorannya adalah satu-satunya yang menyediakan makanan khas Indonesia di Rusia.

Saidov pernah tinggal selama tiga tahun di Malang, Jawa Timur. Di sana, dia kuliah di Universitas Islam Malang. Tentu saja, itu merupakan pengalaman yang sangat berkesan bagi dia.

Restoran yang bernama Indofood (ya, seperti produsen mi instan) itu baru berdiri tiga bulan. Menunya, ya Indonesia banget. Ada nasi goreng, nasi sapi lada hitam, mi goreng, hingga kudapan seperti pisang goreng. “Saya memang sangat suka masakan Indonesia. Jadi saya memutuskan membikin kedai ini,” ucap pria berusia 27 tahun itu. (*/na/don)

(3) 1 Kolombia v Inggris 1 (4): Patahkan Kutukan

Jordan Pickford menjadi sasaran rekan-rekan setimnya usai menentukan kelolosan Inggris ke babak perempat final.
Jordan Pickford menjadi sasaran rekan-rekan setimnya usai menentukan kelolosan Inggris ke babak perempat final.

SUMUTPOS.CO – Tidak ada kesuksesan tanpa persiapan. Inggris mampu melaju ke babak perempat final berkat menang di adu penalti, Rabu (4/6) dini hari tadi. The Three Lions menang 4-3 dalam adu penalti atas Kolombia dan akan bertemu Swedia di perempat final Piala Dunia 2018.

Sebelumnya Inggris harusnya tidak harus sampai ke fase menegangkan ini kalau saja bisa mempertahankan gawangnya dari kebobolan di masa injury time. Yerry Mina bak seorang striker mencetak gol ketiganya di Piala Dunia 2018 memanfaatkan tendangan sudut. Sebelumnya Inggris lebih dulu unggul lewat gol Harry Kane lewat titik putih.

Setelah menarik keluarga Raheem Sterling dan Dele Alli, Inggris kesulitan mendobrak pertahanan lawan saat ekstra time. Akhirnya mereka harus menghadapi hantu masa lalu tersebut.

Kemenangan di adu penalti ini bukan kebetulan semata. Para penyerang Inggris sudah berlatih secara khusus menghadapi babak krusial ini. Bahkan striker Harry Kane pernah mengungkapkan punya porsi latihan khusus menendang penalti setiap sesi latihan.

Sama halnya dengan kiper Jordan Pickford. Dia juga secara khusus mempelajari para penggawa Kolombia yang biasa menjadi eksekutor dalam adu penalti. Hasilnya, hanya satu pemain yang melakukan arah tendangan berbeda dengan yang biasa dilakukan sebelumnya.

“Kami telah melakukan riset terhadap para penendang penalti Kolombia dengan bantuan analisis dari staf (pelatih). Falcao menjadi satu-satunya pemain yang tidak melakukan tendangan seperti biasanya,” ungkap Picford seperti dikutip Squawka.

Dari 5 penendang penalti Kolombia, 3 eksekutor pertama gagal diadang Pickford. Namun, kecuali tendangan Falcao, Pickford bergerak ke arah yang sama dengan tendangan Cuadrado dan Muriel. Sayang, kiper utama Everton ini masih belum bisa menepis 3 tendangan tersebut.

Kegagalan Mateus Uribe sebagai eksekutor ke-4 membuat keyakinan Pickford meningkat. Dia pun bisa menepis tendangan Carlos Bacca yang menjadi penendang terakhir Kolombia. Kemenangan Inggris dipastikan melalui tendangan Eric Dier yang menjadi eksekutor ke-5.

45 Pendaftar Berkebutuhan Khusus Lulus SBMPTN

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS UJIAN_Seorang penyandang disabilitas dibantu seorang petugas untuk menjawab soal-soal SBMPTN di Universitas Negeri Medan, Selasa (8/5).Enam belas orang penyandang disabilitas mengikuti ujian SBMPTN di Panlok 14 Medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
UJIAN_Seorang penyandang disabilitas dibantu seorang petugas untuk menjawab soal-soal SBMPTN di Universitas Negeri Medan, baru-baru ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Pengumuman SBMPTN 2018 (seleksi bersama masuk perguruan tinggi tahun 2018) dipublikasikan Selasa (3/7). Sebanyak 45 pendaftar berkebutuhan khusus dinyatakan lulus. Tahun ini, peserta berkebutuhan khusus yang ikut tes sebanyak 267 orang.

“Alhamdulillah ada 45 siswa atau 16,9 persen siswa berkebutuhan khusus yang diterima SBMPTN. Ini menunjukkan PTN sudah menjalankan amanat undang-undang,” ujar Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam keterangannya hasil SBMPTN 2018, Selasa (3/7).

Adapun perincian peserta berkebutuhan khusus yang diterima sebagai berikut: (1) Tunanetra 16 peserta; (2) Tunarungu 10 peserta; (3) Tunadaksa 13 peserta, dan 6 peserta berkebutuhan khusus lebih dari satu jenis.

Panitia SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) PTN 2018 mengumumkan hasil SBMPTN secara online pada laman http://pengumuman.sbmptn.ac.id mulai Selasa (3/7) pukul 15.00 WIB. Untuk melihat hasil seleksi, peserta diminta memasukkan nomor peserta dan tanggal lahir melalui laman tersebut.  “Peserta yang lolos diharapkan segera melakukan pendaftaran ulang pada masing-masing PTN sesuai jadwal,” tandas Menteri Nasir. (esy/jpnn)

 

Atlet Asahan Dipanggil Pelatnas Asian Games

Foto: Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos BERSAMA: Wakil Ketua KONI Asahan, Anda Rambe (2 dari kiri) berfoto bersama Atletik Asahan Agustina Mahardika Manik (tiga dari kiri) serta para pengurus Pengkab PASI Asahan.
Foto: Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos
BERSAMA: Wakil Ketua KONI Asahan, Anda Rambe (2 dari kiri) berfoto bersama Atletik Asahan Agustina Mahardika Manik (tiga dari kiri) serta para pengurus Pengkab PASI Asahan.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Atlet lari cepat 800 meter dari Kabupaten Asahan, Agustina Mahardika Manik akan mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) guna persiapan dalam berlaga di Asian Games di Jakarta-Palembang 2018 pada bulan Agustus 2018 mendatang. Agustina dipanggil setelqah PB PASI memanggil tambahan atlet untuk bergabung dengan tim Atletik Indonesia mengikuti Asian Games 2018.

Dalam suratnya PB PASI bernomor 282/PB.PASI/St.M/VII/2018 tertanggal 2 Juni 2018, ditanda tangani Sekretaris Umum PB Pasi Sri Hastuti Mediko, Agustina dipanggil mengikuti pelatnas mulai Juli ini. “Tentunya ini adalah sebuahprestasi yang cukup membanggakan, karena Agustina Mahardika Manik, putri daerah Asahan yang kini mengikuti pelatnas dalam persiapan Asian Games,” kata Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) PASI Asahan, Fadli, kepada wartawan Sumut Pos, Rabu (4/7).

Dilanjutkan pria yang kerap disapa Fadli itu bahwa saat ini kebanggaan terbesar bagi PASI Asahan karena karena salah satu atletnya meraih kesempatan untuk berlaga di Asian Games, sehingga ini menjadi motivasi baru bagi atlet-atlet muda yang ada di Asahan. “Atlet atletik dari Asahan yang mengikuti pelantas dan akan bertanding di Asian Games akan menjadi motivasi baru. Kita akan terus berusaha melahirkan atlet berbakat untuk membela Sumut dan Indonesia di ajang internasional,”bilang Fadli.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Asahan, Nurkarim Nehe, didampingi wakil ketua, Anda Suhendra Rambe, SH mengatakan bahwa pihak KONI Asahan akan terus mendorong agar Atlet Asahan (Agustina) bisa memanfaatkan kesempatan besar ini.

“Perlu diketahui saat ini ada dua atlet Asahan yang ikut Platnas Asian Games 2018. Sebelum Agustina, atlet Hoki asal Asahan Masriana Sirait, sudah lebih dahulu ke Platnas. Dan dua atlet ini sama berasal dari Kecamatan BP Mandoge,”bilang Nehe.

Untuk itulah dirinya berharap kedua atlet bisa fokus dalam pelatnas hingga berhasil masuk Asian Games. Anda juga menuturkan bahwa KONI Asahan akan mengadakan rapat dengan pengurus untuk pengusulan dana tali kasih yang akan diberikan kepada kedua atletnya di pelatnas.(omi/don)

 

Besok, LIMA Basketball 2018 Sumatera Conference Dimulai

BERSAMA: GM LIMA Rida Ahmad (2 kiri) dan Rektor Unpri, Dr Chrismis Novalinda Ginting SSiT (2 kanan) bersama Technical Delegate Harja serta perwakilan Perbasi Sumut Herijanto (kiri) usai memberikan keterangan. (IST/Sumut Pos)
BERSAMA: GM LIMA Rida Ahmad (2 kiri) dan Rektor Unpri, Dr Chrismis Novalinda Ginting SSiT (2 kanan) bersama Technical Delegate Harja serta perwakilan Perbasi Sumut Herijanto (kiri) usai memberikan keterangan. (IST/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball 2018 Sumatera Conference bakal dimulai di GOR Universitas Prima Indonesia, Kampus III Jalan Danau Singkarak, Medan, Jumat (6/7). Kompetisi ini bakal diikuti tujuh perguruan tinggi asal Sumatera Utara dan Riau.

GM LIMA Rida Ahmad mengatakan, Lima Basketball untuk tahun ini hadir di beberapa kota. Selain Medan, even ini juga digelar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Untuk Medan, even yang disponsori Gojek bakal berlangsung di GOR Unpri, pada 6-13 Juli. “Untuk Sumatera Conference bakal diikuti tujuh tim putra,” ungkap Rida Ahmad pada temu pers di Medan, Rabu (4/7).

Adapun tujuh tim putra yang akan bersaing yakni, Universitas Prima Indonesia, Perguruan Tinggi Cendana, STIE Eka Prasetya, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), UIN Suska Riau, STMIK TIME, dan Universitas Pelita Harapan. “Untuk putri ditiadakan, karena kurangnya peserta,” tambahnya.

Pada kompetisi tahun ini, panitia memang membuat syarat lebih ketat. Selain berkas dan administrasi lengkap, pemain juga harus memiliki indeks prestasi (IP) minimal 2,0. “Ketatnya syarat ini membuat beberapa tim tidak siap untuk ambil bagian. Tapi itu tidak masalah, karena kita ingin olahraga dibarengi pendidikan,” paparnya.

Sedangkan Rektor Unpri, Dr Chrismis Novalinda Ginting SSiT sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan even ini. “LIMA merupakan salah cara pengembangan bakat mahasiswa, dimana itu merupakan salah tugas dari perguruan tinggi,” sebutnya.

Unpri sebagai tuan rumah dikatakan sudah siap menggelar even ini. Mereka telah menyediakan GOR Basket dengan kapasitas 1.000 penonton. “Yang paling penting even ini diharapkan bisa mengembalikan kejayaan basket Sumut,” harapnya.

Sedangkan Technical Delegate Harja berharap kompetisi bola basket dapat dilaksanakan dengan baik. “Kami sangat mendukung kompetisi ini, tapi kalau bisa juga dilaksanakan peningkatan kualitas wasit dan pelatih. Sebab kita ingin kualitas wasit-wasit daerah juga bertambah,” pintanya.

Sementara perwakilan Perbasi Sumut Herijanto mengatakan, pihaknya menyambut baik pelaksanaan even ini, karena akan memberikan efek positif bagi basket Sumut.

“Dulu, Sumut menjadi barometer bola basket di tanah air. Untuk itu, harapan kami kompetisi ini dapat melahirkan atlet-atlet bola basket yang dapat membangkitkan dan mengharumkan nama Sumatera Utara ke depan,” tegas pria yang akrab disapa Tekpeng ini. (dek)