Home Blog Page 6206

Eramas Unggul di 17 Kecamatan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS REKAPITULASI_Petugas KPU Medan membuka segel kotak suara dari kecamatan yang ada di kota Meda saat rekapitulasi pilgub Sumut tingkat Kota Medan, Kamis (5/7) Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor urut 2, Djarot -Sihar Sitorus (DjJOSS) mengakui kemenangan Paslon nomor urut 1, Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah (Eramas) di Pilgub Sumut 2018 tingkat Kota Medan saat rekapitulasi yang di wakili oleh saksi masing-masing pasangan calon.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
REKAPITULASI_Rapat pleno untuk rekapitulasi pilgub Sumut tingkat Kota Medan, Kamis (5/7) Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor urut 2, Djarot -Sihar Sitorus (DjJOSS) mengakui kemenangan Paslon nomor urut 1, Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah (Eramas) di Pilgub Sumut 2018 tingkat Kota Medan saat rekapitulasi yang di wakili oleh saksi masing-masing pasangan calon.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan merampungkan rekapitulasi hasil perolehan suara Pilgub Sumut 2018 tingkat Kota Medan. Pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) unggul atas pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss). Eramas unggul di 17 kecamatan dari pasangan Djoss yang hanya menang di empat kecamatan saja, yaitu Medan Baru, Medan Petisah, Medan Kota dan Medan Tuntungan.

Pada hasil akhir penghitungan suara dari 21 kecamatan yang ada di Kota Medan, pasangan Eramas memperoleh 551.641 suara. Sedangkan pasangan Djoss mendapat 357.377 suara.

Dalam rekapitulasi tersebut disampaikan total suara yang dinyatakan sah sebanyak 909.018 suara. Sedangkan yang tidak sah 7.091 suara. Dengan demikian, total suara di Kota Medan, baik yang sah maupun tidak sah, sebanyak 916.109 suara.”Hasil rekapitulasi ini akan diteruskan ke KPU Sumut nantinya, yang pada 8 Juli 2019 melaksanakan rekapitulasi dan penetapan hasil perolehan suara Pilgub Sumut 2018,” demikian terungkap dari hasil Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pilgubsu tingkat Kota Medan, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan, di Hotel Adi Mulia, Kamis (5/7).

Sumut Pos mencatat, berdasar hasil rekapitulasi suara yang disampaikan 21 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), untuk Kecamatan Medan Amplas dari total pemilih 49.038 jiwa, suara Eramas sebanyak 34.102 suara. Sedangkan Djoss memperoleh 14.396 suara. Di Kecamatan Medan Area dari total pemilih 48.729 orang, Eramas memperoleh 32.960 suara dan Djoss 15.396 suara. Kecamatan Medan Barat dengan total pemilih  35.406, Eramas mendapat 19.775 suara dan Djoss sebanyak 15.336 suara.

Selanjutnya Kecamatan Medan Baru dengan total DPT 16.679 jiwa, Eramas cuma peroleh 6.378 suara sementara Djoss 10.194 suara. Untuk Kecamatan Medan Deli dengan total DPT 61.815 jiwa, Eramas unggul 42.351 suara, Djoss memperoleh 18.855 suara. Di Kecamatan Medan Denai total pemilih 60.303 jiwa, Eramas unggul 38.377 suara dan Djoss 21.523 suara. Kecamatan Medan Helvetia dengan total pemilih :60.784 jiwa, Eramas juga lebih dominan sebanyak 34.464 suara dari Djoss yang hanya 26.320 suara.

Menhub Didik 100 Orang Jadi Syahbandar

Foto: Edi Saragih Keluarga besar UPT PSDA 02 Panei menabur bunga serta melakukan doa bersama untuk rekan mereka Rudi Siboro, yang menjadi korban KM Sinar Bangun bersama istri dan satu anaknya, Kamis (5/7).
Foto: Edi Saragih
Keluarga besar UPT PSDA 02 Panei menabur bunga serta melakukan doa bersama untuk rekan mereka Rudi Siboro, yang menjadi korban KM Sinar Bangun bersama istri dan satu anaknya, Kamis (5/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Kementerian Perhubungan mulai membenahi sistem pelayaran di Danau Toba. Pembenahan itu dimulai dari melatih 100 orang warga di Danau Toba menjadi petugas Syahbandar. Hal itu menyusul tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang menyebabkan ratusan orang tewas di perairan Danau Toba, beberapa waktu lalu.

“Kami berharap dengan upaya yang dilakukan ini, kasus seperti KM Sinar Bangun tak terjadi lagi ke depan,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai menghadiri dialog nasional di Medan, Kamis (5/7).

Menurutnya dengan kejadian KM Sinar Bangun, pihaknya berkoordinasi kepada Mendagri dan Menpan RB untuk menambah petugas pengawas langsung dilakukan dari Pemerintah Pusat di Danau Toba. “Saya pikir operasional bisa dilakukan provinsi dan kabupaten. Sedangkan untuk kompetensi pengawasan akan dilakukan dari pusat,” kata Budi.

Diutarakan dia, dalam pengelolaan pelayaan di Danau Toba, pengawasan standar operasional pelayaran akan dilakukan bersama TNI/Polri. Selain itu, Kemenhub juga akan melakukan ramcheck terhadap armada-armada yang ada di sana, terutama yang berkaitan dengan fitur-fitur keselamatan. “Jadi, yang tak memenuhi akan kami peringati,” ujarnya.

Budi Karya menyebutkan pihak tengah melakukan pembangunan 5 Pelabuhan di Danau Toba. Kemudian, akan menata ulang atau menutup puluhan dermaga yang di kawasan Danau Toba. Dengan itu, tertata saat penumpang naik dan turun dari Kapal Motor Penyebrangan dengan dilengkap fasilitas standar pelayaran.”Ada lima pelabuhan yang menjadi fokus utama yaitu Pelabuhan Tigaras, Pelabuhan Ajbata, Pelabuhan Muara, Pelabuhan Ambarita dan Pelabuhan Simanindo,” ujar pria berkacamata itu.

Budi Karya menekankan kepada semua operator atau pengusahaan perorangan Kapal Motor Penyebrangan untuk mengikuti semua regulasi yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan dengan mengutamakan keselamatan.

“Pasti, Salah satu bagiannya adalah, bagaimana kita mendapat sarana yang bagus,Kita menetapkan standar yang sesuai dengan ktentuan sehingga tidak dijumpai lagi kapal-kapal yang tidak memenuhi standar,” cetus Budi Karya.

Selain itu, Kemenhub sudah menyiapkan transportasi untuk menunjang wisata air di Danau Toba dengan memiliki safety pelayaran sehingga wisatawan tidak akan takut untuk melakukan pelayaran di Danau Toba.

“Kami sekarang bangun 5 Pelabuhan bagus-bagus dan 6 Kapal. Kapal dengan kapaitas lebih 5 besar, yang sudah ada ini. Saya hari ini, juga akan berjumpa dengan keluarga korban di Tigaras,” pungkas Budi Karya.

5 Mobil Ringsek Tertimpa Pohon

Foto: Bagus Syahputra/Sumut Pos Salah satu mobil yang ringsek ditimpa pohon di Jalan Ngumban Surbakti, Kamis (5/7) malam. Tumbangnya pohon tersebut akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Medan.
Foto: Bagus Syahputra/Sumut Pos
Salah satu mobil yang ringsek ditimpa pohon di Jalan Ngumban Surbakti, Kamis (5/7) malam. Tumbangnya pohon tersebut akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suasana di Jalan Ngumban Surbakti, Kamis (5/7) malam, begitu mencekam. Pasalnya, lima unit mobil tertimpa pohon akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Medan dan sekitarnya. Tak hanya itu, beberapa tiang listrik ikut tumbang tertimpa pohon.

Kelima mobil di antaranya, Toyota Innova BK 1807 GU, Toyota Agya BK 1091 UY, Mazda BK 1871 IF, Toyota Agya BK 1411 RN dan mobil Daihatsu Terios BK 1581 TW. Takn ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hanya saja, ada beberapa pengemudi dan penumpangnya yang mengalami luka ringan.

Menurut Manager Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Muhammad Yunus, pohon tumbang terjadi di Jalan Ngumban Surbakti, Jalan AH Nasution, Taman Candika, Jalan Harmonika dan lainnya. Di Jalan Ngumban Surbakti, sejumlah pohon tumbang menimpa sedikitnya lima unit mobil.”Di Jalan Ngumban Surbakti menimpa sedikitnya lima unit mobil. Lokasinya pas di turunan flyover Jamin Ginting,” ungkap M Yunus.

Akibat peristiwa ini, kemacetan panjang terjadi di seputaran flyerover Jamin Ginting. Apalagi listrik sempat padam. Bukan hanya itu, pohon tumbang juga menimpa unit mobil di Jalan AH Nasution, tepatnya di depan sekolah Primbana juga tertimpa oleh pohon. “Informasi yang saya peroleh satu unit mobil juga tertimpa pohon di Jalan AH Nasution. Namun berapa korban belum bisa dipastikan,” ungkapnya.

Usai Diperiksa, Sonny Ditahan

Anggota DPRD Sumut Sonny Firdaus menggunakan rompi oranye sebagai rompi tahanan KPK.
Anggota DPRD Sumut Sonny Firdaus menggunakan rompi oranye sebagai rompi tahanan KPK.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Setelah sebelumnya menahan empat orang,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menahan seorang Anggota DPRD Sumut Sonny Firdaus yang terlibat kasus suap Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. Penahanan ini dilakukan usai pemeriksaan perdana yang sudah dijalaninya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan Pasal 21 KUHAP dipandang telah terpenuhi, maka dilakukan penahanan terhadap tersangka SF selama 20 hari ke depan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK,” terang juru bicara KPK Febri Diansyah, pada awak media, Kamis (4/7).

Sedianya, menurut Febri, hari ini (kemarin,Red) pihaknya mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga tersangka anggota DPRD Sumut,  yakni Sonny Firdaus, Helmiati dan Muslim Simbolon. Namun, hanya Sonny Firdaus yang hadir memenuhi panggilan lembaga antikorupsi ini. Sedangkan Helmiati dan Muslim Simbolon mangkir dari panggilan KPK.

“Hari ini (kemarin,Red) diagendakan pemeriksaan terhadap 3 tersangka anggota DPRD Sumut, yaitu, HEI, MSI dan SF. Dari 3 orang tersebut, yang dating hanya satu orang dan diperiksa sejak pagi, yaitu Sonny Firdaus,” jelasnya.

Atas ketidakhadiran kedua tersangka yang tidak hadir tersebut, mantan aktivisis anti korupsi ini akan melakukan pemanggilan kembali pada Senin (9/7) mendatang. “Kami ingatkan agar para tersangka koperatif dan memenuhi kewajiban hukum untuk hadir di panggilan KPK,” tutupnya.

Selamat Jalan Lusi, Doa Kami Menyertaimu…

IST Suasana penyalaan lilin mahasiswa STIE Sultan Agung sebagai ungkapan duka terhadap Lusi Nurbayati Sitanggang dan korban KM Sinar Bangun lainnya di Danau Toba, Rabu (4/7) malam.
IST
Suasana penyalaan lilin mahasiswa STIE Sultan Agung sebagai ungkapan duka terhadap Lusi Nurbayati Sitanggang dan korban KM Sinar Bangun lainnya di Danau Toba, Rabu (4/7) malam.

SUMUTPOS.CO – “SEMUA terdiam, semua berkabung. Doa kami menyertaimu di setiap tetes air mata yang kami keluarkan. Semua tentang kita akan tetap menjadi kenangan. Semua tentang kita akan menempati memori tersendiri bagi kami.

Kami yang kau tinggalkan hanya bisa memanjatkan doa, untuk kebaikanmu di alam yang baru. Maaf apabila airmata ini masih terus berurai. Kami hanya masih belum mampu untuk menjalani hari tanpa candamu. Kami tau, kami harus bisa. Kau pasti paham bahwa kami mampu melalui semua ini. Selamat jalan Sobat… Kau adalah saudara, kau adalah sahabat.”

Demikian ungkapan puluhan mahasiswi semester enam program studi S1 Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yayasan Perguruan Sultan Agung, Rabu (4/7) sekira pukul 19.30 WIB di halaman YP Sultan Agung, Jalan Surabaya, Kecamatan Siantar Barat.

Ya, malam itu ratusan mahasiswa, para dosen dan keluarga korban kapal KM SInar Bangun yang tenggelam di Danau Toba berkumpul. Mereka menyalakan lilin sebagai ungkapan duka atas banyaknya nyawa melayang, terkhusus salah seorang korban adalah mahasiswa STIE Sultan Agung. Ia adalah Lusi Nurbayati br Sitanggang, warga Kelurahan Tambun Nabolon, Siantar Martoba.

Tak hanya itu, ratusan orang yang hadir di sana juga ikut membacakan beberapa ayat Alquran dan mendoakan Lusi dan abangnya yang ikut tenggelam dan korban KM Sinar Bangun lainnya.

Air mata tumpah saat teman-teman satu lokal korban mengungkapkan perasaan mereka yang kehilangan sosok Lusi yang dikenal baik di kampus. Baik dosen, mahasiswa dan keluarga korban yang hadir di sana menangis. Bahkan salah seorang kerabat Lusi tampak tersedu-sedu, sehingga harus ditenangkan oleh dosen dan mahasiswi lain.

Brasil v Belgia: Ujian Sebenarnya

Neymar akan menjadi andalan Brazil saat kontra Belgia.
Neymar akan menjadi andalan Brazil saat kontra Belgia.

SUMUTPOS.CO – Belum ada tim yang mampu membendung Brasil sebagai kandidat kuat juara dunia saat ini. Hanya Swiss yang sempat menyulitkan di awal turnamen. Selanjutnya, Selecao melaju mulus tanpa hambatan. Namun lawan yang satu ini, Belgia sepertinya bisa menyulitkan pada duel perempat final di Kazan Arena, Sabtu (7/7) dini hari.

Brasil sukses membungkam tiga lawan terakhir dengan skor identik 2-0 tanpa kebobolan. Mulai dari Kosta Rika, Serbia hingga Meksiko. Brasil juga hanya kebobolan satu gol.

Namun ujian sebenarnya diyakini ada pada Belgia. Hal itu diakui bek Brasil, Thiago Silva.  “Mereka sangat kuat secara fisik dan teknis. Belgia layak untuk bermain di babak 8 besar. Ini hebat karena ini pertandingan besar,” ujarnya seperti dikutip dari Sportskeeda.

Silva juga tak mau overconfidence dengan statusnya sebagai tim favorit juara teratas sepeninggal Jerman, Argentina, Spanyol dan Portugal pulang lebih awal. Yang terpenting bagi Silva adalah Brasil menjaga kolektivitasnya. “Saya pikir di semua kompetisi, Brasil adalah favorit. Tapi kami tahu itu tidak cukup. Kami harus bekerja keras dan memberikan yang terbaik setiap pertandingan jika kami ingin memenangkan gelar,” ujarnya.

Brasil diprediksi tidak akan banyak mengubah susunan pemain di laga kontra Belgia. Apalagi Marcelo dikabarkan akan kembali bermain sejak menit awal, selain itu tidak banyak perubahan.

Satu hal yang menjadi tanda tanya adalah apakah Tite, pelatih Brasil, akan mencoba Roberto Firmino dari awal dibanding Gabriel Jesus? Sejauh ini Firmino paling efektif meski tiga kali main dari bangku cadangan. Firmino mencetak satu gol dengan dua tembakan  on target dan dua yang melenceng. Attempts on area-nya juga lebih baik yakni dua percobaannya mengarah tepat sasaran.

Berbeda dengan Gabriel Jesus selalu menjadi starter di empat pertandingan, dengan total waktu bermainnya mencapai 348 menit. Ia punya attempts sebanyak delapan, yang on target hanya satu, empat melenceng, dan tiga diblok. Peluang di kotak penaltinya hanya satu yang on target.

“Ini adalah pola 4-4-2 dengan kebebasan tingkat tinggi, lebih longgar, permainan umpan-umpan pendek, area yang melebar untuk sebuah pertandingan. Gabriel mengorbankan dirinya bermain di sisi kiri,” ujar Tite.

Mantan Pemain PSMS Nunggu Jadwal Sidang

Andika Yudhistira Lubis
Andika Yudhistira Lubis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus penganiayaan dan pencabulan yang melibatkan mantan pemain PSMS, Andika Yudhistira Lubis sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. Pelimpahan, dilakukan sejak 25 Mei 2018 kemarin.

“Sebelum lebaran sudah kita limpahkan ke PN Medan,” ujar Kasi Pidum Kejari Medan, Parada Situmorang, Rabu (4/7/2018). Parada menyebutkan, saat ini pihak kejaksaan tengah menunggu penetapan jadwal sidang dari PN Medan.

“Masih ditahan di Rutan Tanjunggusta. Untuk pasalnya didakwaan, tersangka kami jerat dengan pasal mengenai percobaan pemerkosaan dan penganiayaan,” beber dia.

Sebagaimana diketahui, Andika Yudhistira Lubis, diringkus polisi karena diduga telah menganiaya dan mencoba memperkosa ABS (26). Wanita ini baru dikenalnya dari media sosial.

ABS awalnya ditemukan warga tak sadarkan diri di Jalan Seksama, Medan, Sabtu (17/3) sekira pukul 15.00 WIB. Dia kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan medis. Perempuan itu mengaku dirampok, dianiaya dan nyaris diperkosa Andika di dalam mobil Toyota Avanza.

Andika ditangkap saat melatih sepak bola di BSD Pantai Rambung, Mariendal, Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (23/3/2018). Polisi kemudian menggeledah rumah mantan striker PSMS Medan dan Timnas Sepakbola Indonesia pada SEA Games Laos 2009 ini dan menemukan sejumlah barang bukti. (fir/pjs/ras)

Dibunuh, Diikat Koper, Lalu Dibuang ke Waduk

Petugas mengevakuasi mayat korban pembunuhan.
Petugas mengevakuasi mayat korban pembunuhan.

BATAM, SUMUTPOS.CO – Pembunuhan sadis menggegerkan warga sekitar waduk. Seorang pemancing menemukan mayat pria mengapung terikat di atas koper, Rabu (4/7/2018) petang.

Korban diduga korban pembunuhan tersebut ditemukan dalam posisi telungkup mengenakan celana pendek sebetis berwarna hitam, baju dalam hitam dan baju luar berwarna putih.

Petugas anggota Polsek Lubuk Baja, Batam, menurunkan perahu untuk mengevakuasi mayat tersebut. Saat dievakuasi, terlihat sebuah koper besar warna hitam diikatkan ke pinggang mayat itu.

Identitas mayat belum diketahui, memiliki ciri-ciri tinggi sekitar 170 cm dengan tubuh agak gemuk. Terlihat Kondisi mayat yang sudah membengkak dan mengeluarkan bau menyengat. Sementara beberapa kulit sudah mengelupas seperti di bagian pinggul. “Sepertinya ini memang korban pembunuhan,” ujar warga di lokasi Waduk Sei Ladi, Baloi, Batam.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Yunita Stevani masih enggan memberikan keterangan terkait dugaan mayat korban pembunuhan ini. “Lihat saja sendiri, masih dalam penyelidikan,” ujar Stevani. Setelah dievakuasi, mayat korban lalu dibawa ke RS Bhayangkara.(bbs/ras)

Candaan Terkait Mantan Membuat Suami Dendam

SUMUTPOS.CO –  Amarah Donwori tak pernah padam. Bahkan emosi itu terpendam hingga setahun lamanya.

Setiap istrinya Karin menunjukkan sikap kewanitaannya yang ingin disayangi, pria berusia 29 tahun itu malah merajuk. Donwori menunjukkan sikap dingin. Rayuan Karin tak mempan.

Karin (29) tak menyangka bahwa suaminya memiliki perasaan yang mudah tersinggung. Sampai suatu ketika ia tak sengaja mengatakan sesuatu yang menyakiti hati Donwori. Tak pernah dibayangkan, rupanya mengubah segalanya.

“Aku bahas mantanku yang makin cakep dan sukses. Terus bercanda ke dia, andai aja aku dulu nikah sama dia, bakalan ongkang-ongkang (santai, Red) di rumah aku,” ceritanya.

Tak tahunya, candaan Karin itu ditanggapi serius oleh Donwori. Donwori memang saat itu tidak mengeluarkan amarahnya. Tapi rupanya amarahnya ia simpan dalam diam. Tak tanggung-tanggung, ia mendiamkan Karin hampir sebulan.

Ketika marah, Dowori hanya diam dan tak pernah menanggapi Karin, diajak bercanda gak ketawa, ditanyain hanya menjawab seadanya, bahkan dibujuk juga tak merespons.

“Akhirnya, tiap dia marah, aku terus yang ngalahi tak ajak bicara. Aku juga selalu yang minta maaf duluan,” imbuhnya. Berkali-kali mengalah, akhirnya Karin lelah juga. Yang terakhir Donwori marah gara-gara cemburu.

Karin yang belakangan sering kumpul bareng teman masa SMA-nya akhirnya harus menjadi sasaran kemarahan suami.

“Aku pulang kemalemen gara-gara nongkrong sama temen, dia marah dan mendiamkan aku berbulan-bulan. Dikiranya aku punya selingkuhan lain,”ujarnya.

Perempuan ini mengaku, ia lebih senang jika sang suami terbuka. Kalau marah ya marah, kalau cemburu ya diungkapkan, bukannya malah diam berbulan-bulan dan mengabaikan pasangan begini. Setelah bertahun-tahun sikap suami yang tak pernah berubah, ia akhirnya mundur teratur.

“Dia seperti anak kecil, anak kecil aja gak gitu. Aku bingung bin lelah harus bersikap, kalau dia sikapnya begitu terus. Sampe aku cerai ini dia diem selama setengah tahun lho, laki-laki kok suka dendam gitu,” pungkasnya kesal.(jpr)

Andien Nyaman Naik Kereta Api

SUMUTPOS.CO – Moda transportasi kereta api masih menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak dekat maupun jauh. Selain harga tiket terjangkau dan cepat, para penumpang kereta api dapat saling berinteraksi tanpa ada sekat.

Hal itu pun turut dirasakan penyanyi Jazz, Andien Aisyah. Ditemui usai mengisi acara bersama PT KAI, penyanyi 32 tahun tersebut, mengaku lebih nyaman bepergian menggunakan kereta api. Seperti beberapa waktu lalu, ia melakukan perjalanan Jakarta-Bandung. Ia mengaku fasilitas yang ditawarkan kereta api saat ini sudah semakin meningkat, seperti adanya gerbong restorasi serta gerbong khusus wanita.

“Aku sendiri sangat menikmati perjalanan kereta api. Karena memang sepanjang jalan bisa ngeliat pemandangan alam yang tidak bisa didapatkan kalo naik pesawat atau mobil,” ujar Andien kepada JawaPos.com (Grup Sumut Pos), Selasa (3/7).

Terlebih, lanjut Andien, perjalanan kereta api sangat memudahkan kita mengenal orang banyak dari berbagai latar belakang budaya dan sosial. Sehingga timbul interaksi antar penumpang yang bisa menambah kenyamanan selama perjalanan. “Ketika di stasiun, kita jadi lebih berbaur dengan berbagai macam orang, jadi tidak homogen. Inilah indahnya keragaman,” jelasnya.

Pelantun tembang Warna Warna itu, pernah mempunyai pengalaman berkesan semasa kecil saat mudik bersama keluarga. Menurut Andien, rahasia kenyaman kereta api terletak pada bangku gerbongnya. Ia pun mengaku pernah tertidur pulas di kursi dengan berselimut tebal. “Dulu waktu kecil, keluargaku lebih seneng mudik pake kereta. Karena bisa ngamprah di kereta sambil selimutan. Bisa minum susu anget, bangun-bangun udah fresh,” kenangnya. (fid/jpc/saz)