Home Blog Page 6229

Saat Suporter Malah Mencari Calo Tiket

Suporter antre tiket di luar stadion Moskow.
Suporter antre tiket di luar stadion Moskow.

Laporan Langsung Wartawan Jawa Pos dari Rusia

Kawasan Zhitnaya Ulitsa hari-hari ini sangat ramai. Pada gedung bernomor empat di jalan tersebut, ribuan orang dari berbagai negara sejak pagi sudah berderet mengantre. Mereka beradu untung mendapatkan tiket di loket resmi FIFA sampai pintu gedung ditutup pada pukul 21.00 waktu setempat.

Para penggila sepak bola itu mencari peluang, meskipun mereka tahu bahwa kansnya sangat kecil. Di luar loket, masih banyak orang yang memegang karton bertulisan I Need Tickets. Saat Jawa Pos (grup Sumut Pos) bertanya sebetulnya mereka membutuhkan tiket apa, mereka malah balik bertanya. Nadanya sangat menyelidik pula. “Kamu punya tiket apa?”

Persaingan di dunia maya untuk mendapatkan tiket pertandingan agaknya jauh lebih sengit. Apalagi FIFA masih membuka loket untuk pembelian tiket babak 16-besar. Padahal, sampai awal Juni lalu, FIFA sudah mengalokasikan 2 juta lembar tiket Piala Dunia 2018.

Saat ini merupakan fase yang FIFA sebut sebagai last minute sale. Setiap hari, banyak orang yang memantau situs resmi FIFA, melihat kalau-kalau ada ada tiket yang dijual. Padahal sejatinya, stok tiket sudah sangat tipis atau bisa dikatakan telah habis.

Tidak setiap hari ada tiket yang dijual walaupun loket online masih buka. Namun, peluang sekecil apapun masih ada. Yakni menunggu kalau-kalau ada fans yang menjual kembali tiketnya ke FIFA. Padahal, Federasi Sepak Bola Internasional itu memberikan denda besar mencapai 25 persen jika ada orang yang melakukan aktivitas resell.

Nah, ketika ada tiket yang masuk, FIFA langsung melemparkan tiket itu kembali ke pasar. Jelas langsung ludes. Seperti berburu tiket kereta api di situs perjalanan di musim mudik lebaran. Situasi itu bahkan berlaku juga untuk pertandingan-pertandingan yang tidak menentukan. Seperti Arab Saudi melawan Mesir (25/6) atau Panama versus Tunisia (28/6) waktu setempat.

Menjelang babak 16 besar Piala Dunia 2018, harga tiket merangkak naik. Di situs resmi FIFA, untuk harga kategori 1, FIFA membanderol dengan harga RUB 14.700 (sekitar Rp 3,3 juta). Itu lebih mahal Rp 500 ribu dibandingkan kategori yang sama pada babak penyisihan grup.

Pada kategori 3, peningkatannya tidak banyak, hanya Rp 100 ribu. Sedangkan untuk kategori 2 di babak 16 besar, tiket menjadi lebih mahal Rp 200 ribu dibandingkan penyisihan grup.

Dengan fakta bahwa sulit sekali mendapatkan tiket, calo bisa memanfaatkan situasi. Bahkan sekarang situasinya adalah, penonton yang mencari calo. Meskipun, harga tiket di tangan mereka sudah melangit gila-gilaan. Fans Maroko Hassan Aloui kepada Jawa Pos curhat bahwa dia ditawari tiket nonton Belgia melawan Inggris dengan harga yang begitu tinggi.

Harga normal untuk menonton pertandingan tersebut sejatinya hanya Rp 2,8 juta untuk kategori 1. Namun, karena ini pertandingan sangat penting, penentu siapa juara Grup G, Aloui ditawari tiket seharga Rp 28,4 juta!

Padahal, laga itu digelar sangat jauh dari Moskow. Yakni di Kaliningrad Stadium, yang jaraknya 1.200 kilometer di sebelah barat ibu kota. Untuk sampai di kota tersebut, jika berangkat dari Moskow, Aloui harus melewati dua negara yakni Latvia dan Lithuania. “Ya saya tolak, harganya mahal sekali. Gila,” katanya.

Tak semua fans seperti Aloui. Fakta bahwa calo berani menjual tiket sangat mahal menjadi bukti bahwa pasaranya tetap ada. Suporter negara yang lolos ke 16 besar, misalnya, pasti mbelani membeli tiket-tiket tersebut demi mendukung timnasnya.

2 Swiss v Kosta Rika 2: Selanjutnya Tanpa Kapten

Stephen Lichtsteiner berbicara dengan wasit usai menerima kartu kuning.
Stephen Lichtsteiner berbicara dengan wasit usai menerima kartu kuning.

SUMUTPOS.CO – Swiss akhirnya melaju ke babak 16-besar Piala Dunia 2018 meski pada laga pamungkas Grup E ditahan imbang Kosta Rika 2-2, Kamis (28/6) dini hari WIB.

Swiss akan bertemu Swedia di fase 16 besar.

Namun mereka harus kehilangan Stephan Lichtsteiner dan bek Fabian Schar mengambil kartu kuning kedua, yang berarti mereka akan kehilangan bentrokan dengan Swedia.

Swiss berstatus runner-up Grup E dengan koleksi 5 angka. Sedangkan Brasil lolos dengan predikat juara Grup E. Neymar cs mengumpulkan 7 angka. Serbia yang menang pada laga pertama atas Kosta Rika, harus meratapi nasib pulang lebih awal.

Laga Swiss kontra Kosta Rika di Stadion Nizhny Novgorod bisa dibilang penuh drama. Bagaimana tidak, Swiss unggul lebih dahulu meski diserang bertubi-tubi pada awal babak pertama. Blerim Dzemaili mencetak gol pada menit 31. Kemudian, Kosta Rika menyamakan kedudukan pada babak kedua, tepatnya menit 56 lewat sundulan Kendal Waston.

Dua menit sebelum waktu normal atau pada menit 88, Josip Drmic membawa Swiss kembali memimpin lewat tendangan kaki kanan. Namun, pada masa injury time, wasit clement Turpin memberikan penalti untuk Kosta Rika setelah Joel Campbell dijatuhkan oleh Denis Zakaria yang masuk sebagai pengganti.

Kapten Kosta Rika, Bryan Ruiz, mengambil penalti dan berhasil menunaikan tugasnya. Namun, gol tidak diberikan atas nama dirinya, melainkan bunuh diri Yann Sommer, kiper Swiss. Bola tendangannya membentur mistar gawang dan memantul ke bawah. Bola mengenai badan Sommer dan masuk ke gawang. Andai tak mengenai badan Sommer, bola tendangan Bryan Ruiz kemungkinan besar tak menjadi gol.

Sommer pun mencatat rekor sebagai kiper ketiga yang melakukan gol bunuh diri di pentas Piala Dunia setelah Noel Valladares pada 2014 dan Andoni Zubizarreta pada 1998.

“Kami senang, kami berhasil mencapai babak 16 besar. Tapi, kami masih akan berdiskusi di antara kami soal memulai pertandingan,” kata penjaga gawang Sommer. “Kami harus memperbaikinya jika tidak akan sulit.”

“Swedia akan menjadi tantangan besar. Mereka memiliki permainan kolektif yang kuat. Semua pemain ada di sana untuk satu sama lain. Kami harus melakukan hal yang sama. Kami harus siap, tidak seperti hari ini,” pungkasnya. (bbs/don)

Tersingkir, Korsel Bawa Pulang Kebanggaan

Para pemain Korsel merayakan kemenangan atas Jerman.
Para pemain Korsel merayakan kemenangan atas Jerman.

SUMUTPOS.CO – Korea Selatan memang memastikan angkat koper dari Piala Dunia 2018. Namun ada kebanggaan yang mereka bawa pulang dari Rusia. Menekuk juara bertahan Jerman, adalah kemenangan yang sangat berharga bagi Taeguk Warrior.

Korea Selatan pun mengukir sejarah baru sebagai tim Asia pertama yang sanggup merobohkan juara bertahan di Piala Dunia. Pelatih Korea Selatan Shin Taeyong seolah tidak percaya anak asuhnya bisa menekuk Jerman pada laga terakhir fase grup Piala Dunia 2018.0 Korsel yang berstatus underdog sukses membungkam Jerman dua gol tanpa balas di Kazan Arena, Rabu (27/6) malam WIB.

Dua gol Korsel dicetak oleh Kim Younggwon dan Son Heungmin. Dua-dua tercipta di masa injury time saat Jerman tengah menyerang sangat dominan. “Saya merasa hebat. Namun, pada saat yang bersamaan saya juga merasakan kekosongan. Saya merasa sedikit ambivalen (antara senang dan sedih),” tutur Taeyong sebagaimana dilansir laman resmi FIFA.

Taeyong pun membeberkan strategi yang diterapkannya sehingga anak asuhnya bisa menyingkirkan Jerman. Dia mengaku meminta anak asuhnya tampil habis-habisan hingga peluit panjang dibunyikan.

“Jerman adalah juara bertahan. Peringkat pertama di ranking FIFA. Jadi, saya berpikir tentang apa kesalahan yang mungkin dilakukan oleh Jerman. Sebab, mereka mungkin merasa bisa mengalahkan kami. Itulah yang dipikirkan semua orang,” ucap Taeyong.

Pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-Min pun sangat bangga. Dia sampai menangis usai mencetak gol. “Kami mengalahkan juara dunia dan pastinya merupakan sebuah mimpi tersendiri. Kami bangga pada tim ini,” ucap pemain berusia 25 tahun itu.

Dengan demikian, pemain berusia 25 tahun itu sudah mengoleksi tiga gol di Piala Dunia. Empat tahun lalu di Brasil, Son mengemas satu gol saat Korea kalah 2-4 dari Aljazair di babak grup. “Tentu saja kami kecewa karena gagal di babak grup. Tapi saya pikir saya dan tim boleh merasa bangga dengan kemenangan ini. Saya menantikan Piala Dunia berikutnya,” tambah pria kelahiran Chuncheon, Korea Selatan, 8 Juli 1992 itu.(saf/jpc/jpnn/don)

0 Serbia v Brasil 2: Tegaskan Status Favorit

Paulinho menyumbang satu gol saat menghadapi Serbia.
Paulinho menyumbang satu gol saat menghadapi Serbia.

SUMUTPOS.CO – Brasil menggaransi tiket babak 16 besar setelah menghajar Serbia 2-0 di laga terakhir grup E Piala Dunia 2018, Kamis (28/6). Kemenangan ini membuat mereka sekaligus menjadi juara grup. Brasil akan menantang Meksiko di fase berikutnya.

Dua gol Brasil dihasilkan oleh Paulinho di menit 36, dan tadukkan keras pemain belakang Thiago Silva di menit 68. Disamping kemenangan Brasil, perjuangan Serbia sendiri patut diacungi jempol. Penyerang Serbia Aleksandar Mitrovic berkali-kali mereka mengancam keselamatan gawang Brasil yang dikawal Alisson Becker di awal-awal babak kedua.

Bintang Brasil Neymar pun juga berupaya membubuhkan namanya di papan skor. Dalam beberapa kali kesempatan, Neymar yang selalu mendapat pernjagaan ekstra dari para pemain belakang lawan kerap gagal mengeksekusi bola dengan manis ke arah gawang. Sayang, hingga peluit panjang berbunyi, Neymar urung melahirkan gol keduanya di sepanjang turnamen ini.

Ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Brasil di bawah Tite. Brasil pun kini menjadi unggulan teratas setelah Jerman tersingkir. Tikte mengaku sangat puas bisa membawa Selacao lolos sebagai juara Grup E di Piala Dunia 2018. Namun, dia menegaskan tak mau terlena dengan status tersebut.

Sejak awal, Neymar cs langsung diunggulkan menjadi juara pada edisi kali ini. Alasannya jelas, sejak kehancuran pada 2014, Brasil langsung bangkit di bawah komando Tite.

“Kita tak hidup dalam angan, kita hidup di realita. Karena kami melakukan semuanya dengan baik selama kualifikasi dan uji coba, kami menciptakan ekspektasi yang tinggi untuk diwujudkan. Tapi, Piala Dunia memiliki pola baru, format baru,” ujar pelatih asal Brasil dikutip ESPN.

“Kami adalah tim yang tahan dengan tekanan, yang juga memiliki kualitas tinggi untuk setiap pemainnya, termasuk cadangan. Kami selalu bertambah kuat dan banyak peningkatan,” jelasnya.

Yang menarik, empat dari enam gol yang sudah dicetak Silva adalah berkat umpan dari Neymar lewat sepak pojok. Pemain berusia 33 tahun itu mengaku senang karena dirinya sering latihan bersama sang striker untuk bisa mencetak gol dengan cara tersebut, dan membuahkan hasil yang sangat nyata. “Di momen-momen ketika kami menderita, kami tetap fokus untuk mencegah tim lain menyerang,” ujar Silva kepada Globo.

Dua Ganda Tersingkir di Malaysia Terbuka

Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto tersingkir dari Malaysia Terbuka.
Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto tersingkir dari Malaysia Terbuka.

KUALA LUMPUR, SUMUTPOS.CO  – Nasib buruk menimpa dua ganda putra Indonesia di 16 Besar Malaysia Open. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus mengakui keunggulan lawannya dalam laga di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis (28/6) siang WIB.

Ahsan/Hendra kalah dari ganda Jepang unggulan keenam Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Ahsan/Hendra menyerah 14-21, 16-21 dalam waktu 29 menit (statistik BWF).

Sementara Fajar/Rian takluk dari ganda Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, 21-17, 14-21, 10-21 dalam durasi pertandingan 58 menit. Walau sempat merebut set pertama, Fajar/Rian gagal mempertahankan penampilannya dan harus kehilangan dua set berikutnya. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Susi Susanti menilai permainan yang belum stabil menjadi alasan kekalahan mereka.

“Malaysia ini 10 besar dunia harus hadir semua, bukan lawan mudah. Fajar/Rian punya kemampuan, tapi belum stabil untuk masuk jajaran elit. Ini catatan kita biar mereka segera (bisa) mendampingi Minions (Marcus/Kevin),” ujar Susi

Selain itu, legenda bulutangkis Indonesia ini menilai, walau memiliki potensi untuk terus berkembang, ada beberapa hal bagi Fajar/Rian yang menjadi fokus untuk segera diperbaiki. Apalagi jika dinilai dari segi teknik, mereka juga tidak kalah dengan pemain-pemain peringkat 10 besar lainnya.

“Mereka harus lebih garang, lebih siap lagi. Karena kan secara teknik mereka bagus, tapi kalau main ketat mereka selalu di bawah tekanan, agak sulit keluar. Bukan hanya mental, tapi juga perubahan strategi kecepatan, power, pada saat poin tertekan itu yang harus diperbaikin. Jadi konsistensinya dia gak stabil,” Susi menuturkan.

Walau tersingkir dari ajang Malaysia Terbuka 2018, Susi tidak menampik bahwa Fajar/Rian tetap akan menjadi ganda pelapis dari Marcus/Kevin di Asian Games Jakarta-Palembang 2018 nanti. Karena dari segi prestasi, Fajar/Rian lah yang saat ini paling menonjol.

“Kita sih tetep ya karena mereka yang terbaik secara prestasi. Kita harus tahu juga tiap pertandingan berbeda, cuma ini belum ada laporan kenapa kalahnya. Kita harus antisipasi juga, ada penilaian juga kenapa. Sedangkan dia kalah mungkin karena lawannya pemain Denmark, agak sedikit berbeda dari stroke dan segala macam dari pemain Asia,” pungkasnya. (adk/jpnn/don)

1 PSMS v USU 0: Tak Main Lepas

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Aksi dari Gusti Sandria menerbos pertahanan lawan saat uji coba di Stadion Mni Kebun Bunga, Kamis (28/6).
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Aksi dari Gusti Sandria menerbos pertahanan lawan saat uji coba di Stadion Mni Kebun Bunga, Kamis (28/6).

SUMUTPOS.CO – PSMS belum menunjukkan performa maksimal saat berujicoba dengan PS Keluarga USU di Stadion Mini Kebun Bunga, Kamis (28/6). Legimin Raharjo dkk susah payah dengan skor 1-0. Satu-satunya gol diceploskan Donni Dio Hasibuan di menit-menit akhir.

Sepanjang laga PSMS yang dipimpin Asisten Pelatih Suharto AD terus menekan. Mengandalkan Antoni Putro Nugroho, Wilfreid Yessoh bersama Frets Butuan di lini depan, beberapa kali Ayam Kinantan menggempur pertahanan tim yang diproyeksikan menjadi PSMS U-19 itu.

Namun tak mampu membobol gawang USU yang dikawal Ernesto. Pada Dalam laga itu, pemain asing trial yang baru bergabung dengan PSMS, Patrick Asare, turut dimainkan. Pemain asal Ghana itu diturunkan selama 45 menit di babak kedua, mengantikan Yessoh yang bermain di babak pertama.

Usai pertandingan, asisten pelatih PSMS Suharto AD, mengaku kecewa permaian anak asuhannya tidak berkembang selama pertandingan berlangsung.

“Meski menguasai jalannya pertandingan, mereka terlihat tidak mampu memecahkan persoalan, itu sangat menonjol,” kata kepada wartawan.

Menurut pria yang akrab disapa Harto ittu, di laga itu permainan anak asuhannya terlihat tertekan dan tidak dapat bermain lepas. “Terlihat mereka bermain seperti ada beban dan untuk melepaskan beban itu sepertinya tidak bisa,” sebutnya.

Kekalahan dari Persib pada laga terakhir sebelum jeda diyakini Suharto masih membekas. Namun menurutnya hal itu harus segera dilupakan menyongsong empat laga sisa. “Oleh karena itu tentu pasti ada catatan-catatan atau evaluasi yang harus dibenahi sebagai persiapan kita untuk menghadapi lanjutan liga nanti,” tandasnya.

Suharto menepis jika dikatakan permainan anak asuhnya terbawa alur lawan sehingga banyak terjadi benturan sehingga berbuah foul. “Kalau untuk terbawa permainan lawan, tidak juga. Main agak keras pun tidak, mungkin satu pemain saja, tapi tidak semua,” sambungnya.

PSMS akan kembali melakoni laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2018 pada awal Juli mendatang. Sesuai jadwal, PSMS akan bertandang ke markas Madura United dalam lanjutan pekan ke-14 pada 8 Juli 2018 mendatang. Sebelum itu PSMS akan kembali berujicoba.

Sementara Pelatih PS Keluarga USU, Dasrul Bahri mengakui banyak pelajaran penting didapat dari laga itu. Tim ini juga dipersiapkan untuk Liga 1 U-19. Namun dia sedikit menyesali, beberapa pemain harus mengalami cedera. Apalagi PS Keluarga USU dijadwalkan melawan Mandailing Raya pada Piala Indonesia, 5 Juli mendatang.

“Positifnya, kepercayaan diri pemain semakin terlihat. Motivasi mainnya juga dapat. Tapi memang cederanya Saut dan lain pasti kerugian buat kami, karena memang mereka pemain yang diandalkan dalam tim,” kata Dasrul. (don)

Pemalsuan Dikordinir Tasman Aminoto

Foto: Parlindungan/Sumut Pos Tamin Sukardi bersama kuasa hukumnya menghadiri sidang penjualan lahan aset PTPN 2 di PN Medan, Kamis (28/6).
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Tamin Sukardi bersama kuasa hukumnya menghadiri sidang penjualan lahan aset PTPN 2 di PN Medan, Kamis (28/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Surat ahli waris lahan eks HGU PTPN 2 di Desa Helvetia, Labuhan Deli, Deliserdang jelas dipalsukan. Itu terkuak dalam sidang lanjutan dugaan penjualan aset negara oleh pengusaha Tamin Sukardi alias Tan Tien Su.

Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (28/6).

Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejagung, Salman SH menghadirkan 6 orang saksi yang namanya tercatat di surat ahli waris. Mereka juga yang mengajukan gugatan ke PN Lubukpakam, agar seolah-olah tanah milik PTPN II milik mereka.

Keenamnya masing-masing, Mila, Elisa, Muhammad Yamin, Abdul Rohim, Lahmudin dan Abror. Dalam keterangannya, para saksi mengaku bukan sebagai ahli waris dari tanah seluas 106 hektare tersebut.

“Kami dikordinir almarhum Tasman Aminoto untuk mengaku sebagai ahli waris,” ujar keenamnya bergantian.

Keenamnya mengaku bersedia melakukan itu karena diiming-imingi 2 hektare tanah per orang. Selain itu, masing-masing saksi mengakui diberi uang oleh Tasman Aminoto, Sudarsono dan Misran secara berangsur. Totalnya mencapai Rp7 juta hingga Rp12 juta.

Selain itu, surat kuasa untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, diakui para saksi juga tidak pernah mereka buat. Mereka hanya menandatangani surat yang disodorkan almarhum Tasman Aminoto.

Namun, ketika melakukan gugatan ke PN Lubukpakam, mereka hadir. Karena mendapat uang transport Rp100 ribu sampai Rp200 ribu perorang.

JPU kemudian menanyakan soal Surat Keterangan Tentang Pembagian dan Penerimaan Tanah Sawah/Ladang (SKTPPSL) Tahun 1954. Para saksi itu mengaku tidak memilikinya.

Bahkan, mereka mengaku tidak tahu apa SKTPPSL Tahun 1954 karena tidak pernah melihatnya.

Para saksi mengaku hanya datang ke kantor notaris di Helvetia lalu disodorkan surat untuk ditandatangani. Surat tersebut tidak sempat dibaca karena saat itu ramai dan disuruh cepat-cepat.

JPU kemudian membacakan keterangan saksi Abdul Rohim saat penyidikan dan mempertanyakan kebenarannya.

“Awal mulanya saya diajak langsung oleh Pak Tasman dan dijanjikan tanah garapan eks HGU PTPN IX sekarang PTPN II luasnya 2 hektare,” kata Abdul Rohim saat dimintai keterangan oleh jaksa, beberapa waktu lalu.

Kemudian berproses, Abdul Rohim dan saksi lain diminta fotocopy KTP dan didaftarkan dalam kelompok tani. Selanjutnya, berjalan hingga tahun 2012, Abdul Rohim bersama saksi lainnya dikumpulkan lagi.

“Tapi tidak lagi berjumlah 65 orang karena sudah ada yang sakit, tua dan ada yang tidak mau,” ujar Abdul Rohim.

Menurut Abdul Rohim, saat itu mereka dikumpulkan untuk mendengarkan arahan dari kordinator, Misran. Misran mengatakan, perjuangan tinggal sedikit lagi untuk mendapatkan tanah garapan.

“Waktu itu memang sudah berjalan proses persidangan. Pada waktu dikumpulkan, ada pengacara Pak Tasman yang bernama Sukardi. Dia (Sukardi) ditugaskan oleh Pak Tasman untuk mengawal kami selama proses hukum,” tutur Abdul Rohim.

Awal mulanya dalam proses itu, Abdul Rohim mengaku diberikan uang oleh Tasman Aminoto melalui Misran. Nominalnya antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.

Terdakwa Penistaan Agama Keberatan dengan Dakwaan Jaksa

Foto: Parlindungan/Sumut Ps Terdakwa Meiliana saat bersama kuasa hukumnya.
Foto: Parlindungan/Sumut Ps
Terdakwa Meiliana saat bersama kuasa hukumnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Sidang perdana dugaan penistaan agama di Kota Tanjung Balai oleh Meiliana digelar di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (26/7).

Jaksa Penuntut Umum (JPU); Anggia Y Kesuma, Sitilisa Evriaty Tarigan, Jihanto Nur Rachman, Kuo Bratakusuma dan Ari Ade Bram Manalu mendakwa Meiliana dengan dakwaan primair Pasal 156a huruf a KUHPidana serta dakwaan subsidair Pasal 156 KUHPidana.

Atas dakwaan JPU itu, terdakwa menyatakan keberatan dan akan mengajukan eksepsi. Oleh karena itu, majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo, memberikan kesempatan menyusun eksepsi selama 1 minggu untuk dibacakan pada sidang berikutnya.

“Saya akan mengajukan suami dan anak laki-laki saya sebagai saksi,” tutur Meiliana.

Seperti diketahui, Jumat (29/7/2016) malam terjadi kerusuhan di Tanjung Balai. Kerusuhan diduga dipicu ucapan Meiliana yang dianggap melecehkan umat Islam.(ain/ala)

 

 

 

 

Mahasiswa Tewas Digilas Truk

Petugas melakukan olah TKP di lokasi kejadian mahasiswa tewas digilas truk.
Petugas melakukan olah TKP di lokasi kejadian mahasiswa tewas digilas truk.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Bayu Rahmadsyah (20) tewas setelah digilas truk di Jalan KL Yos Sudarso, Km 12, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli. Peristiwa itu terjadi, Kamis (28/6) sekira pukul 07.30 WIB.

Tewasnya mahasiswa yang menetap di Lingkungan 22, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan telah ditangani Satlantas Polsek Medan Labuhan. Jenazah korban telah dievakuasi ke RSU dr Pirngadi Medan.

Pagi itu, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario BK 6034 AGZ melintas dari Belawan menuju ke arah Medan. Ketika melintas di lokasi, korban mendahuli dari kiri truk yang berada di depannya.

Tak disangka, stang sepeda motor korban bersenggolan dengan sisi kiri truk. Akibatnya, korban terjatuh masuk ke kolong truk dan terlindas ban belakang.

Truk yang tidak diketahui nomor platnya langsung kabur. Warga sekitar melihat kondisi korban telah tewas melaporkan kejadian itu polisi.

Petugas Satlantas Polsek Medan Labuhan datang ke lokasi dan melakukan olah TKP.

Saat dievakuasi ke RSU dr Pirngadi Medan, korban sudah tewas. Kendaraan yang digunakan korban telah diamankan. Arus lalu lintas yang sempat macet ditertibkan kembali normal.

“Tadi tabrakan itu tidak ada yang lihat. Kalau dilihat dari kecelakaannya, korban pasti digilas truk,” kata warga di sekitar lokasi.

Terpisah, Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, Iptu AW Nasution mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP. Korban telah dibawa ke rumah sakit untuk divisum.

“Dari keterangan di lapangan, truk yang menabrak. Kita masih selidiki sopir truk yang menabrak,” kata AW Nasution.(fac/ala)

Jumlah Pemilih Kotak Kosong Capai 113.718 Suara

Paslon Ahari-Yusuf dan tim pemenangan saat menggelar temu pers di posko pemenangan, Lubukpakam, Kamis (28/6).
Paslon Ahari-Yusuf dan tim pemenangan saat menggelar temu pers di posko pemenangan, Lubukpakam, Kamis (28/6).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan dan HMA Yusuf Siregar (Ashari-Yusuf) kumpulkan 538.051 suara atau 82,55 persen pada Pilkada Deliserdang 2018 yang melawan kotak kosong.

Jumlah tersebut merupakan perolehan sementara yang dikumpulkan pihaknya, dari total partisipasi 722.704 pemilih, dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.165.765 orang. Sementara kotak kosong berjumlah 113.718 pemilih, dan suara tidak sah ada 70.935 orang, dengan total 17,45 persen.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat Deliserdang yang telah memilih Ashari-Yusuf. Kepada pemilih kotak kosong, ini menjadi pertanda peringatan buat kami, untuk lebih baik dalam memimpin Deliserdang ke depannya,” ungkap Ashari, dalam temu pers di posko pemenangan, Lubukpakam, Kamis (28/6).

Pada kesempatan tersebut, disebutkan pemilih Ashari-Yusuf di Kecamatan Lubukpakam berjumlah 23.664 pemilih, kotak kosong 8.745 pemilih. Sibirubiru Ashari-Yusuf 10.409, kotak kosong 3.275. Kutalimbaru 10.280 dan 3.214. Bangunpurba 7.643 dan 1.685. Hamparanperak 46.595 dan 7.692. Pancurbatu 24.012 dan 9.219. Tanjungmorawa 65.548 dan 13.641. STM Hilir 8.273 dan 3.119. Patumbak 24.207 dan 5.963. Delitua 16.687 dan 3.793. Serta Batangkuis 17.502 dan 3.103.

Lalu Kecamatan Sibolangit 7.725 dan 1.591. Gunungmeriah 1.184 dan 274. Pagarmerbau 13.650 dan 1.882. Labuhandeli 19.434 dan 2.559. Sunggal 68.104 dan 14.328. STM Hulu 4.409 dan 1.108. Beringin 16.521 dan 2.043. Namorambe 10.448 dan 3.135. Percut Seituan 109.566 dan 17.223. Galang 21.229 dan 3.899. Serta Pantailabu 10.961 dan 2.317.

Menurut Ashari, sesuai pengamatan dan laporan, pelaksanaan Pilkada Deliserdang berjalan baik, aman, dan tertib. Tidak ada ditemukan peristiwa yang bergejolak dalam prosesnya. “Kami Ashari-Yusuf mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas pelaksanaan proses Pilkada tersebut. Sekali lagi, buat pemilih Ashari-Yusuf, kami ucapkan terima kasih, sehingga proses pembangunan akan dapat dilanjutkan, demikian pula proses kemasyarakatan dan pemerintahan,” jelasnya.

Kepada para relawan dan pendukung, Ashari tidak lupa mengucapkan terima kasih atas bantuannya. “Insha Allah, setelah mendapat keputusan tetap dari KPU, kami berdua akan mendatangi masyarakat Deliserdang, sama seperti saat silaturahim pra-Pilkada,” bebernya.

Ia mengakui, perolehan suara kemenangan 82,55 persen merupakan hasil di atas target pencapaian. “Ke-11 partai pendukung, mempunyai peranan atas pencapain hasil baik ini. Terima kasih kepada seluruh kader partai yang telah mendukung Ashari-Yusuf dalam Pilkada Deliserdang,” pungkas Ashari. (btr/saz)