Foto: SOLIDEO/SUMUT POS
BARANG BUKTI: Kepala BNNK Karo AKBP Hepy Karo-Karo, memperlihatkan barang bukti sabu dan ganja dari tangan tersangka FE alias Jepang.
Foto: SOLIDEO/SUMUT POS BARANG BUKTI: Kepala BNNK Karo AKBP Hepy Karo-Karo, memperlihatkan barang bukti sabu dan ganja dari tangan tersangka FE alias Jepang.
BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo menggerebek rumah bandar sabu dan ganja, Sabtu (23/6) sore. Selain mengamankam tersangka, barang bukti turut diamankan dari tempat tinggalnya.
FE alias Jepang yang menjadi target BNNK Karo, tidak berkutik ketika petugas menyantroni rumahnya di Desa Guru Singa, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.
Dari rumahnya petugas BNNK Karo di bawah pimpinan AKBP Hepy Karo-Karo mengamankan 2 timbangan elektronik, 9 bungkus plastik klip warna bening les merah, 1 HP, 6 mancis, 1 bungkus plastik transparan, 4 pipet plastik, 2 pipet kaca, 71 paket ganja kering, ditambah satu bungkus besar.
Penangkapan ini membuktikan, bahwa narkoba yang beredar di Tanah Karo bukan hanya sabu dan ekstasi saja.
“Keberhasilan mengungkap barang setan ini berkat kegigihan anggota BNNK Karo serta peran serta masyarakat memberikan informasi. Harapan saya kita harus semakin peduli dan berani melaporkan kepada petugas/aparat yang berwenang dalam menangani narkoba,” ucap Kepala BNNK Karo AKBP Hepy Karo – Karo, Senin (25/6).
Hepy mengutarakan, meski keterbatasan aparat/petugas dalam memberantas narkoba, diharapkan peranan masyarakat ikut ambil andil.
“Kita harus satukan pemahaman demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat Karo. Untuk generasi kedepannya,” tegasnya. (deo/ala)
Jelang laga uji coba PSMS Vs PSPS, rumput Stadion Teladan dipangkas.
Petugas memangkas rumput Stadion Teladan, beberqapa waktu lalu. Stadion Teladan sesuai Permen Kemenpora sejatinya dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), buakn malah dikelola Dimas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan.
SUMUTPOS.CO – Bagian Organisasi Tata Laksana (Ortala) Setdako Medan mengaku belum pernah memfasilitasi usulan tentang pengelolaan saranan dan prasarana olahraga dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Artinya, memang OPD belum pernah mengusulan peralihan pengelolaan saranan dan prasarana olahraga.
Hal ini pula yang membuat sampai sekarang pengelolaan tersebut belum ditangani Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Sarana dan prasarana olahraga ini menyangkut seluruh sarana yang ada di Kota Medan, baik milik swasta maupun pemerintah. Rumusan kebijakan soal pengelolaan ini tentunya diketahui oleh OPD terkait. “Kalau Ortala hanya sebagai fasilitator apabila ada usulan dari mereka,” kata Kabag Ortala Setdako Medan Albon Sidauruk, Rabu (27/6).
Dijelaskan, melalui rumusan kebijakan tersebut, SKPD pasti memiliki dasar membuat program kerja lalu mengetahui cara mengevaluasi setiap hal yang dibuat sebelumnya. “Ortala manalah tahu semua teknis yang ada di setiap OPD. Toh sudah ada jelas regulasi dari masing-masing kementrian, tinggal menyesuaikan penjabaran tupoksi yang ada. Termasuk pengelolaan sarana dan prasarana yang memenuhi standar di Medan seperti apa,” katanya.
Termasuk, lanjutnya, hak pengelolaan Stadion Teladan, Gelanggang Remaja dan lainnya yang kabarnya sudah beralih ke instansi lain paska terbit Perwal Nomor 1/2017 tentang Kedudukan Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi atas Perda No 15/2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kota Medan.
Perwal tentang tupoksi menurutnya sudah berjalan sejak diterbitkan. Tinggal lagi OPD terkait harus saling berkoordinasi sehingga penerapan pelaksanaan di lapangan tidak tumpang tindih. Lebih lanjut Albon mencontohkan, dalam hal pengelolaan Stadion Teladan sesuai permen Kemenpora sejatinya dikelola Dispora.
“Norma standar prosedur yang ditetapkan oleh kementrian itukan sudah jelas. Bagaimana pengembangannya, tentu OPD terkait yang menjabarkan. Kalau di kami hanya sebatas rincian umum tupoksi saja,” terang mantan Camat Medan Baru itu.
Jika masih ada saling lempar tanggung jawab atas tupoksi ini, Albon menilai OPD terkait justru tidak menggali apa wewenang dan tupoksi yang mereka miliki sesuai ketentuan berlaku. Sebab menurutnya, rujukan dari perumusan perda maupun perwal ini sesuai UU No 23/2014 tentang Pemerintah Daerah.
“Jadi tidak mungkin, bila ada satu OPD membentuk satu bidang lantas dibilang tidak ada tugas dalam bidang tersebut, sama artinya bidang itu tak perlu dibentuk. Ya, OPD-lah yang lebih tahu akan teknis pekerjaan di dinas mereka. Bila perlu usulkan untuk pengelolaan suatu sarana dan prasarana, maka kita siap fasilitasi dan koordinasikan dengan SKPD terkait lainnya,” katanya.
Manager PLN Area Medan Lailan Hasibuan, ketika beraudiensi ke Balai Kota Medan, Selasa (26/6) lalu.
Manager PLN Area Medan Lailan Hasibuan, ketika beraudiensi ke Balai Kota Medan, Selasa (26/6) lalu.
SUMUTPOS.CO – Keinginan Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin menjadikan Kota Medan sebagai smart city, mendapat dukungan penuh PLN Area Medan. Sebagai bentuk dukungan, PLN melakukan modernisasi dalam rangka pemasangan kabel listrik dengan menggunakan teknologi horizontal directional drilling (HDD).
Dengan teknologi HDD, secara bertahap PLN akan menggantikan seluruh jaringan listrik atas yang selama ini menggunakan tiang listrik, dengan pemasangan kabel di bawah tanah. Di samping itu, pemasangan kabel dilakukan dengan sistem pengeboran, tidak menggali jalan, sehingga merusak dan sebabkan jalan berlubang.
Dukungan ini disampaikan langsung Manager PLN Area Medan Lailan Hasibuan, ketika beraudiensi ke Balai Kota Medan, Selasa (26/6) lalu. Ia mengatakan, penggunaan sistem HDD ini tidak merusak jalan, untuk menanam kabel dalam tanah dengan baik, dan lebih aman, sehingga tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan.
Dengan penggunaan teknologi HDD, lanjut Lailan, PLN secara bertahap akan menurunkan kabel-kabel listrik yang ada di tiang listrik. Hal itu dilakukan dalam upaya untuk menata, sehingga tidak mengganggu estetika Kota Medan. “Pergantian jaringan listrik melalui tiang dilakukan secara bertahap dengan sistem kabel bawah tanah yang menggunakan teknologi HDD. Akhirnya nanti tidak terlihat lagi jaringan listrik atas yang melintasi jalan,” bebernya.
Sebenarnya papar Lailan, penggunaan kabel bawah tanah melalui teknologi HDD telah dilakukan secara bertahap, karena disesuaikan dengan kesiapan anggaran maupun kesiapan Kota Medan dalam menetapkan kawasan mana yang akan lebih dulu dibenahi. “Untuk saat ini, pemasangan kabel bawah tanah melalui HDD telah dilakukan di Jalan Gatot Subroto, sepanjang lebih kurang 2 kilometer. Untuk tahun ini, kami merencanakan akan membenahi jaringan listrik atas sepanjang 20 kilometer,” katanya.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Dr. Hj. R. Sabrina, M.Si menerima kunjungan Konsulat Jenderal Singapura Mark Low, di ruang kerja Sekda Provsu Selasa (26/6/2018).
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Dr. Hj. R. Sabrina, M.Si menerima kunjungan Konsulat Jenderal Singapura Mark Low, di ruang kerja Sekda Provsu Selasa (26/6/2018).
SUMUTPOS.CO – Konsulat Jenderal Singapura untuk Kota Medan (Konjen) Mark Law mengatakan, hubungan Singapura dengan Pemprovsu selama ini sangat dekat dan hangat. Keduanya telah bekerja sama di beberapa bidang. Termasuk, di bidang pengembangan pariwisata.
“Pemerintah Singapura mendukung pengembangan pariwisata di Danau Toba,” ujarnya saat beraudiensi ke Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (26/6).
Selain itu, Singapura telah berinvestasi di pelabuhan Kuala Tanjung. “Ada kapal pesiar yang berlayar dari Singapura menuju Kuala Tanjung,” ujar Mark.
Tak hanya utu, lanjutnya, Singapura juga menjalin kerja sama people exchange dengan beberapa provinsi yang ada di Sumatera seperti Sumatera Selatan, Jambi, Aceh, termasuk Sumatera Utara. Selanjutnya, kata Mark, Pemerintah Singapura telah bekerja sama untuk meningkatkan good government di Sumatera Utara seperti penerapan e governance dan lain-lain. ” Saya pikir itu sangat bagus untuk Sumatera Utara,” papar Mark.
Mark mengatakan maksud kedatangannya untuk menyampaikan perpisahan karena akan mengakhiri tugasnya di Kota Medan. “Minggu depan saya pindah bertugas di Singapura. Sudah hampir 6 tahun saya kenal dengan ibu Sekda. Bahkan sebelum ia bertugas di Jakarta,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi mengharapkan kerja sama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dengan Pemerintah Singapura terus ditingkatkan. Agar kerjasama terus berjalan dengan baik, diharapkan adanya diskusi antara Pemprovsu dan Singapura. “Untuk itu, kita harus mendiskusikan apa yang Pemprovsu butuhkan dan sebaliknya,” kata Sekdaprovsu Sabrina.
Pemprovsu dan Singapura punya kedekatan geografis, secara otomatis keduanya saling membutuhkan. Oleh karena itu, kedua pihak diharapkan terus saling melengkapi dan terus berkolaborasi. “Ini juga untuk menguatkan perekonomian ASEAN,” kata Sabrina.
Sumatera Utara memiliki potensi investasi yang sangat besar. Misalnya bidang perkebunan, pariwisata dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh pengusaha Singapura di daerah ini. “Danau Toba adalah salah satu tempat wisata yang hendak dijadikan New Bali di Indonesia, artinya Danau Toba juga menjadi prioritas Indonesia,” ujar Sabrina.
Untuk Danau Toba, Sabrina mengharapkan kerja sama yang lebih. Kalau selama ini kerja samanya hanya di sektor penginapan, mungkin ke depan kerjasamanya bisa untuk di pelayanan publik seperti guide tour dan lain sebagainya.
Dikatakannya, Pemprovsu saat ini membutuhkan data terbaru seperti kelebihan dan kesempatan di bidang pariwisata. “Saya akan mengundang semua Konsul di Sumatera Utara untuk membicarakan itu,” katanya.
Konsul Singapura yang baru juga diharapkan dapat melanjutkan program kerjasama yang selama ini telah berjalan. “Tidak hanya ini, konsul-konsul yang ada di Sumatera Utara pun harus bekerjasama dan menjadi teman dekat,” harapnya. (prn/ila)
Warga bersama aparat kepolisian mencari Adi Kurniawan yang tenggelam di pemandian air terjun Sampuran.
Warga bersama aparat kepolisian mencari Adi Kurniawan yang tenggelam di pemandian air terjun Sampuran.
MEDAN, SUMUTPOS.CO –Seorang pelajar MAN Kabanjahe, Adi Kurniawan (15) warga Desa Gumba Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, ditemukan tewas saat mandi-mandi di pemandian Air Terjun Sampuran, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (27/6) pagi.
Menurut informasi yang diperoleh dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mulanya tersiar kabar kalau ada 20 orang pelajar hanyut di lokasi pemandian tersebut. Namun belakangan kabar tersebut tidak benar, melainkan seorang diantaranya hilang.
Saat warga melakukan pencarian, ternyata korban Adi Kurniawan karena tidak mampu berenang sehingga terbawa arus air terjun Sampuran.Menurut keterangan dari Camat Sibolangit, Amos Karokaro, korban ditemukan meninggal siang diduga karena tidak mampu berenang sehingga terbawa arus air terjun. “Tadi saya monitor, korban ditemukan tewas sekitar jam 2 siang,”ujar Camat Sibolangit Amos Karokaro.
Disebutkan Amos, korban langsung dibawa keluarganya ke rumah sakit terdekat dan selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. “Informasinya pihak keluarga meminta korban dibawa ke rumah sakit terdekat saja,” kata Camat.
Dijelaskan Amos, sebelumnya korban pergi ke tempat pemandian Air Terjun Sampuran bersama teman-temannya.
Sementara Kapolsek Pancurbatu, Kompol Faidir Chaniago membenarkan peristiwa tersebut. “Ya benar ada kejadian itu, korban sudah ditemukan dan jenazahnya telah dibawa ke rumah duka oleh keluarganya,” ungkap Faidir. (dvs/han)
Foto: Asmar Siregar/Metro Tabagsel
Bupati Paluta Drs H Bachrum Harahap bersama istri Siti Aisyah Siregar memberikan hak suaranya di TPS I desa Batu Tambun, Kecamatan Padang Bolak, Rabu (27/6).
Foto: Asmar Siregar/Metro Tabagsel Bupati Paluta Drs H Bachrum Harahap bersama istri Siti Aisyah Siregar memberikan hak suaranya di TPS I desa Batu Tambun, Kecamatan Padang Bolak, Rabu (27/6).
SUMUTPOS.CO – Perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan Posko Pemenangan Paslon Anhar, Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Paluta tahun 2018 menghasilkan Andar-Hariro (An-Har) menang telak dari kotak kosong.
Ketua Tim Pemenangan An-Har, Muklis Harahap mengatakan, dari total data yang diterima hingga pukul 17.00 WIB, hasil perhitungan cepat yang dilakukan tim meraih 76 persen dari perolehan suara masuk 78.339 suara.
Muklis juga mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil perhitungan yang sedang berlangsung. “Kendala dari beberapa wilayah seperti wilayah Kecamatan Simangambat, Dolok dan daerah lainnya masih ditunggu,” katanya.
Senada disampaikan koordinator Tim An-Har Kecamatan Padang Bolak Amas Muda Siregar mengatakan bahwa sejumlah TPS yang ada di Kecamatan Padang Bolak, Paslon An-Har menang telak 100 persen raihan suara, seperti di Desa Garoga, Nabonggal dan sejumlah desa lainnya. “Di sejumlah TPS An-Har menang 100 persen, itu tanda bahwa masyarakat sangat mendambakan Andar-Hariro memimpin di Paluta,” pungkasnya.
Terpisah, Paslon Bupati Andar Amin Harahap didampingi Hariro Harahap menyampaikan, ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Paluta yang telah berpartisipasi aktif dalam mensuskeskan pilkada serentak.
Andar juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan kekondusifan, tetap bersama membangun daerah Paluta kedepannya dengan semangat rasa kekeluargaan.
SUMUTPOS.CO – Dukungan Elemen Satuan Kerja (Desk) merilis perhitungan sementara quick count untuk tiga paslon yang bertarung di Pilkada Palas, paslon nomor urut 2, pasangan TSO-Zarnawi unggul atas pasangan nomor urut 1, Tondi Roni Tua-Syarifuddin Hasibuan dan nomor urut 3, Rahmad P Hasibuan-Syahrul Hasibuan.
Rekapitulasi perolehan sementara suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Palas periode 2018-2023 sampai pukul 15.55 WIB, perolehan suara masuk 11,8 persen suara sah dan suara tidak sah 0,4 persen, jumlah suara masuk keseluruhan 12,1 persen.
Perolehan suara pasangan nomor 1 Tondi-Syarifuddin 27,4 persen dan Paslomn nomor 2 TSO-Zarnawi memperoleh 56,5 persen dan nomor 3 Rahmad P.Hasibuan dan Syahrul Effendi Hasibuan memperoleh 13,1 persen, dengan jumlah partisipasi masyarakat sebesar 12,1 persen.
Ketua Desk Pilkada Palas Arpan Nasution yang juga Sekda Palas didampingi Budiman Nasution dan anggota Marza Jennova, Rabu (27/6) di Sekretariat Desk Pilkada di Komplek Perkantoran SKPD Terpadu mengatakan, perhitungan tersebut berdasarkan laporan anggota tim Desk Pilkada yang berada di desa dan TPS yang tersebar di Kabupaten Palas
Sebelumnya, Cabup nomor 2 H Ali Sutan Harahap (TSO) bersama istri Hj Yusra Ali Sutan memilih di TPS 24, Kelurahan Pasar Sibuhuan yang berada tidak jauh dari kediamannya.
Usai mencoblos, bersama Rombongan Tim monitoring Pilkada serentak Kabupaten Palas yang terdiri dari Sekda Arpan Nasution dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan monitoring terhadap TPS di sejumlah kecamatan Barumun dan Lubuk Barumun.
Rombongan tim monitoring tersebut didampingi anggota Puspen Kemendagri Anton
Soeharsono, Kabag Program dan Umum Sekjen Kemendagri dan Haikal serta Biro Otda dan Hukum dari Provinsi Sumut Misbah dan Yunan serta sejumlah wartawan.
Di sisi lain, TPS Di Desa Bakkudu Kecamatan Barteng 100 persen memilih TSO-Zarnawi. TPS Desa Bangku, Kecamatan Barumun Tengah (Barteng) 100 persen memilih pasangan nomor 2. TSO-Zarnawi. Informasi yang dihimpun menyebutkan, dari 145 surat suara yang terpakai, tiga lembar Suarat suara dinyatakan batal dan 142 memilih pasangan nomor 2. (bsl/smg/han)
Foto: Budi Lubis/Metro Tabagsel
Irsan Efendi Nasution SH, Calon Walikota Padangsidimpuan nomor 3 memberikan hak suara di TPS 8, Lingkungan III, Rabu (27/6).
Foto: Budi Lubis/Metro Tabagsel Irsan Efendi Nasution SH, Calon Walikota Padangsidimpuan nomor 3 memberikan hak suara di TPS 8, Lingkungan III, Rabu (27/6).
TABAGSEL, SUMUTPOS.CO -Pemilihan kepala daerah secara serentak di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), usai digelar, kemarin.
Di Kota Padangsidimpuan (Psp) pasangan Bersinar unggul. Di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) calon tunggal pasangan An-Har menang telak melawan kotak kosong. Sedangkan di Padang Lawas (Palas), pasangan petahana memimpin.
Di Kota Padangsidimpuan, meski realcount hasil suara belum keluar, perolehan sementara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, Pasangan Calon nomor 3 Irsan-Arwin berada di posisi atas.
Hasil perolehan itu diperoleh dari perhitungan resmi telah selesai perhitungan di beberapa TPS. Perolehan sementara di Paslon Nomor 3 meraih posisi suara paling banyak di enam Kecamatan.
Keunggulan ini diperoleh dari perhitungan sementara di Sidimpuan Bersinar Centre yang diperoleh dari saksi TPS. Contohnya, di Kecamatan Psp Tenggara yang unggul, Manunggang Jae, Labuhan Labo, Pijorkoling, Salambue, Sigulang, Manunggang Julu. Kecamatan Psp Utara, Bincar, Batang Ayumi, dan kelurahan/desa lain yang sudah masuk ke dalam laporan awal perolehan suara.
“Alhamdulillah. Hasil perolehan suara sementara yang masuk, kita (Paslon nomor 3) masih berada di atas (suara paling banyak). Kita tunggu saja dulu hasil resminya,” kata Ketua Tim Sidimpuan Bersinar, Ir H Raja Sahlan Nasution.
Begitu juga dari Desk Pilkada Kota Padangsidimpuan yang menghasilkan Paslon nomor 3 unggul di posisi atas.
“Hasil sementara yang kita peroleh, unggul Pasangan Calon nomor 3. Belum semua yang masuk, itu hasil sementara,” kata salah seorang pegawai di Desk Pilkada.
Irsan dan Istri Memilih di TPS 8 Wek IV
Sinar mentari cukup mendukung pada hari pelaksanaan Pilkada Serentak di wilayah Kota Padangsidimpun. Aktivitas sunyi, tidak seperti biasa. Hari ini, kesibukan orang tertuju pada TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang ada di lingkungan masing-masing.
Sebab, hari ini akan menjadi penentu siapa pemimpin 5 tahun ke depan di wilayah Sumatera Utara dan Kota Padangsidimpuan.
“Pagi bud (sapaan Irsan ke kru Harian Metro Tabagsel), berangkat kita (ke TPS),” sapa Irsan Efendi Nasution SH, saat melihat kedatangan kru Harian Metro Tabagsel, di depan rumahnya yang beralamat di Jalan Cut Nyak Dien.
Irsan Efendi Nasution SH dan Istri Derliana Siregar didampingi anak-anaknya berangkat ke TPS 8 yang kebetulan hanya beberapa meter dari rumahnya, tepatnya di Halaman PAUD Misbah, Lingkungan III, Kelurahan Wek IV Kecamatan Psp Utara.
Di TPS ini, terdapat 196 DPT dengan surat suara 197 untuk Pemilihan Walikot dan Wakil Walikota, 196 untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, dan 5 untuk surat suara cadangan.
“Selamat pagi pak. Selamat pagi ibu,” sambut anggota KPPS yang bertugas di TPS tersebut menyambut kedatangan Irsan dan Istri.
Irsan Efendi Nasution dan Istri Derliana Siregar langsung diberikan surat suara setelah mendaftarkan diri (memberi undangan memilih dan KTP Elektronik yang merupakan persyaratan memilih).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi perpolitikan di Indonesia khususnya di Sumatera Utara (Sumut) beberapa tahun belakangan dinilai semakin menghangat dan mengarah kepada simbolisasi dan labelisasi. Karena itu, Pilkada 2018 diharapkan menjadi titik dimana pemimpin dan rakyat bersama membangun daerah dan tidak mengkotak-kotakkan antara menang dan kalah.
Mantan Sekdaprov Sumut yang juga Calon Wakil Gubernur Sumut di Pilgub 2013 lalu, Rustam Effendi Nainggolan (RE Nainggolan) mengatakan bahwa suasana perpolitikan saat ini sedang berada pada posisi yang rumit. Sebab menurutnya wacana dan isu yang beredar di publik semakin menguatkan perbedaan dan pertentangan baik suku, agama dan hal berbau SARA lainnya.
“Yang pertama tentu kita patut bergembira karena tahapan Pilkada (Pilgub) saat ini berjalan dengan baik. Walaupun ada sedikit persoalan, naminada umumnya tidak menjadi masalah dan bisa diselesaikan dengan baik. Sehingga dapat dikatakan, kita masih kondusif,” ujar RE Nainggolan kepada Sumut Pos, Rabu (27/6).
Disampaikannya, kondisi itu harus disikapi dengan seksama dan mengedepankan konsep kebersamaan serta persatuan kesatuan. Sebab dalam kontestasi Pilgub Sumut misalnya, hanya ada dua pasangan calon (paslon) yakni Edy-Ijeck dan Djarot-Sihar. Keadaan ini katanya harus bisa dijaga jangan sampai perbedaan latar belakang, hingga berbeda pilihan politik, membuat rakyat yang memilh calon pemimpinnya masing-masing, menjadi terpecah.
“Kepada pemimpin yang nanti terpilih, kita minta mereka bisa merangkul semua pihak. Semua rakyat adalah rakyatnya. Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur harus kembali kepada rakyatnya,” sebutnya.
Sementara kepada masyarakat Sumut lanjut RE, dirinya berharap untuk menjaga persaudaraan, persahabatan dan membangun suasana damai dan nyaman. Sumut maju kalau semua kita bersama.
Siapapun yang terpilih kata RE, seluruh rakyat harus memberikan dukungannya kepada paslon yang menang sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. Di sisi lain, kepala daeah yang terpilih juga hendaknya dapat melihat secara keseluruhan dan objektif serta rasional.
Pun begitu, kondisi politik di Indonesia yang memanas khususnya pada Pilkada serentak 2018 hingga menjelang Pemilu 2019, menurut RE sangat mengkhawatirkan. Karena pemilihan kepala daerah dilatar belakangi alasan Agama dan unsur SARA lainya. Jika diteruskan katanya, bukan tidak mungkin hal ini akan meruncing.
“Memang ada yang mengatakan semua akan hilang setelah Pilkada, tetapi itu bisa saja terjadi. Akan ada hal-hal yang sangat merisaukan kita. Karena ada blok-blok antara satu dengan yang lain. Seakan ada tembok yang bisa menumbuhkan hal ekstrem bahkan orang yang Nasionalis sekalipun, bisa terpengaruh,” katanya.
Karena itu lanjut RE, sudah sebaiknya sistem pemilihan kepala daerah kembali diubah dan dialihkan kepada DPRD provinsi maupun kabupaten/kota. Meskipun masih ada kekurangan selama ini, namun bisa disempurnakan lagi.
“Kembalikan saja ke sistem pemilihan melalui legislatif. Cukup kepala desa dan presiden saja dipilih langsung oleh masyarakat, kalau kepala daerah kita minta DPR RI memperbaiki sistem pemilihan tidak langsung itu,” pungkasnya. (bal/ram)
Wali Kota Medan bersama petugas KPPS TPS XII Seimati Medan.
Wali Kota Medan bersama petugas KPPS TPS XII Seimati Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tempat Pemungutan Suara (TPS) XII di Jalan Bridgen Katamso, Kelurahan Seimati terlihat menarik dalam Pilkada serentak ini. Bagaimana tidak, para petugas KPPS menggunakan kain batik panjang sebagai penghias sekeliling tenda layaknya tirai jendela sekaligus penghalang panas sinar matahari, para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengenakan aneka pakaian daerah. Dengan ramah, mereka pun mempersilahkan setiap warga yang datang untuk melakukan pencoblosan.
Penampilan para petugas KPPS XII inipun membuat Wali Kota Medan, HT Dzulmi Eldin berdecak kagum, apalagi, niat para petugas KPPS XII ini untuk menarik minat masyarakat menggunakan hak pilihnya.
Seperti diketahui, usai melakukan pencoblosan di TPS 36 Komplek Citra Wisata Jalan Karya Wisata kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi langsung meninjau sejumnlah TPS di Kota Medan, Rabu (27/6). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat sekaligus memastikan pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan Gubsu dan Wagubsu periode 2018-2023 di Kota Medan berjalan dengan aman dan lancar.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dandang Hartanto, Dandim 0201/BS Letkol Inf Yuda Rismansyah beserta sejumlah pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan turut mendampingi Wali Kota dalam peninjauan tersebut. Peninjauan dilakukan dengan menggunakan bus milik Pemko Medan sekitar pukul 11.00 WIB.
Yang pertama kali ditinjau Wali kota beserta rombongan TPS XII di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. Di tempat tersebut tercatat 501 orang pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk menggunakan suaranya. Antusiasme masyarakat yang ingin mencoblos cukup tinggi, mereka tengah menunggu giliran untuk mencoblos ketika Wali Kota beserta rombongan tiba.
TPS XII terbilang menarik, selain menggunakan kain batik panjang sebagai penghias sekeliling tenda layaknya tirai jendela sekaligus penghalang panas sinar matahari, para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengenakan aneka pakaian daerah. Dengan ramah, mereka pun mempersilahkan setiap warga yang datang untuk melakukan pencoblosan.
Berdasarkan laporan seorang petugas KPPS kepada Wali kota, jumlah warga yang sudah menggunakan hak pilihnya mencapai 211 orang pemilih. Mereka pun optimis, jumlah itu akan bertambah lagi karena batas akhir pencoblosan hingga pukul 13.00 WIB, termasuk warga yang tidak memiliki formulir C6 namun memiliki E-KTP.