Home Blog Page 6235

Demam Piala Dunia, TPS Bernuansa Bola

Suasana TPS 001 Medan Baru sangat identik dengan piala dunia.
Suasana TPS 001 Medan Baru sangat identik dengan piala dunia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Demam Piala Dunia juga melanda Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Medan Baru. Di tempat ini, para anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) menggunakan jersey Timnas peserta Piala Dunia, dan TPS sendiri dihias dengan ornament PD 2018.

Disekitar lokasi tampak bendera Negara-negara yang ikut serta dalam PD 2018, bahkan beberapa bola digantung disejumlah titil dalam TPS.

Para petugas  KPPS TPS 001 Kelurahan Merdeka, Utami Azrani mengaku sengaja memanfaatkan momen demam Piala Dunia untuk mengundang warga untuk lebih antusias memilih. “Motivasinya itu untuk mengajak orang mencoblos, kan pasti penasaran itu, supaya mereka tertarik, nggak malas di rumah. Tetap semangat,” ujarnya.

Utami mengaku tidak sulit untuk mendekorasi TPS itu sesuai tema Piala Dunia. Apalagi semua anggota KPPS hobi sepakbola. “Dekorasinya nggak lama, karena kami pada semangat semua, jadi nggak terasa capek. Kamis suka sepakbola, terutama Piala Dunia. Saya dukung sesuai jersey saya, Prancis,” jelasnya.

Terdapat 621 pemilih yang terdaftar di TPS ini. Dengan nuansa Piala Dunia ini, KPPS berharap seluruh pemilih yang terdaftar hadir memberikan hak suaranya.

Upaya KPPS ini tidak sia-sia. Pemilih pemula mengapresiasi TPS bernuansa Piala Dunia itu. “Ini kan lagi Piala Dunia. Dibuat begini, jadi ada kesannya. Ini pertama kali saya memilih,” kata Muhammad Fajarwika, pemilih pemula. (gus/ram)

Sebarkan Hasil Hitung Cepat Pilgubsu, Sumut Pos Bagikan 5000 Koran Gratis

Harian Sumut Pos membagikan 5000 eksampler koran secara gratis pada masyarakat, Rabu (27/6) sore.
Harian Sumut Pos membagikan 5000 eksampler koran secara gratis pada masyarakat, Rabu (27/6) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Ikut menyemarakkan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu), Harian Sumut Pos membagikan 5000 eksampler koran secara gratis pada masyarakat, Rabu (27/6) sore. Edisi khusus ini memberikan informasi sekitar hasil hitung cepat Pilkada.

Pembagian dilakukan di berbagai titik keramaian di Kota Medan yakni pintu tol Amplas sebanyak 100 eks, terminal Amplas  sebanyak 150 eks, stasiun kereta api sebanyak 250 eks, perempatan Jalan Karya Wisata sejumlah 100 eks, perempatan Jalan Setiabudi-Ring Road sebanyak 100 eks dan perempatan Cemara Asri sebanyak 150 eks.

Selanjutnya di perempatan USU ada sekitar 200 eks, perempatan Brayan sekitar 100 eks, perempatan Aksara sebanyak 100 eks, perempatan Jalan Pemuda sebanyak  100 eks, perempatan PMH Marindal 200 eks, perempatan Glugur 100 eks serta perempatan Amplas 200 eks.

Begitu juga di Rumah Juang sebanyak 100 eks dan Posko Eramas di Jalan Rivai sebanyak 1000 eks, dibagika gratis. Pembagian itu, dilakukan oleh karyawan Sumut Pos, terkhusus bagian pemasaran.

Pembagian koran gratis itu disambut antusias masyarakat. Terlihat, beberapa masyarakat rela menghentikan kendaraannya untuk mendapatkan Koran Sumut Pos. Bahkan, ada beberapa pengendara yang sempat bertanya kepada para loper apakah hasil yang diterbitkan sudah akurat.

Antusias masyarakat menerima Koran Sumut Pos, karena rasa penasaran masyarakat siapa yang lebih unggul dalam hitung cepat untuk kedua pasangan calon. Menginggat, sejak awal Pilkada Sumut sudah banyak menghasilkan “drama”.

Terjelek, Pelaksanaan Pilgubsu Amburadul

Foto: ADE ZULFI/SUMUT POS PANTAU: Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu memantau pelaksanaan Pilgubsu usai menggunakan hak suaranya di TPS 23, Kelurahan PB Selayang II, Medan Selayang, Rabu (27/6).
Foto: ADE ZULFI/SUMUT POS
PANTAU: Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu memantau pelaksanaan Pilgubsu usai menggunakan hak suaranya di TPS 23, Kelurahan PB Selayang II, Medan Selayang, Rabu (27/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu, merasa sangat kecewa dengan sistem pelaksanaan pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) yang dinilainya berlangsung sangat jelek dan amburadul.

Sebab, banyak masyarakat tidak mendapat form c-6 untuk memilih Cagubsu. Kondisi ini terjadi di berbagai tempat pemungutan suara (TPS), khususnya Kota Medan.

Hal itu menurut Burhanuddin, karena keteledoran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kecamatan hingga kelurahan plus PPK di Medan.

“Pemilukada Sumut kali ini terjelek dan amburadul. Memusingkan masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya dan sangat ribet,” tegas Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu usai menggunakan hak suaranya di TPS 23, Lingkungan VIII, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Rabu (27/6).

Sebelum Pilkada Sumut ini berlangsung, lanjutnya, baik persiapan pendataan calon pemilih maupun konsolidasi ke berbagai pihak agar berjalan sukses sudah dilakukan.

Karena sebagai Ketua Partai Demokrat Medan, Burhanuddin juga sering diundang mengikuti rapat-rapat konsolidasi dengan instansi terkait tersebut. Namun, tepat pada hari pelaksanaan implementasi dari persiapan itu sungguh berantakan.

“Banyak masyarakat yang tidak dapat c 6. Padahal, mereka sudah bertahun-tahun menetap di Kelurahan PB Selayang II ini. Ini masih di PB Selayang II, bagaimana pula di kelurahan lainnya. Dengan kondisi ini tentunya memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa ada indikasi dan sarat kepentingan-kepentingan tertentu. Belum lagi adanya kemungkinan kecurangan-kecurangan yang terjadi,” tegas Burhanuddin Sitepu yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan.

Di kesempatan itu, Burhanuddin mengimbau masyarakat yang tidak mendapatkan c-6 atau yang merasa keberatan karena suaranya terhapus atau hilang agar mengadu ke DPRD Medan.

“Silahkan laporkan ke legislatif, agar kami dapat mengundang instansi terkait dalam hal ini KPU, Bawaslu untuk mempertanyakan apa yang terjadi sehingga terjadi pilkada yang sangat buruk dan ambradul,” katanya.

Kejadian ini (amburadul) tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa disikapi. Dikhawtirkan, ke depannya juga akan semakin buruk.

“Jangan karena kelalaian, kepentingan, akhirnya masyarakat yang menjadi korban dikebiri haknya untuk menggunakan hak pilihnya,” tegasnya.

Jika ada indikasi kepentingan seseorang maupun kelompok walaupun itu adalah kepentingan partai, kondisi ini sangat mengecewakan.

“Kita minta kepada Bawaslu sebagai badan pengawas pemilu, apa yang terjadi pada Pilkada ini tolong ditindaklanjuti agar jangan terulang kembali. Kasihan masyarakat yang jadi tidak bisa menggunakan hak memilihnya,” pungkasnya.(adz/ala)

 

 

 

 

 

DI RSUP H Adam Malik Hanya 4 Orang Gunakan Hak Pilih

Foto: SUWANDA DIVA/SUMUT POS SURAT SUARA: Keluarga pasien RSUP H Adam Malik Medan memasukkan surat suara ke kotak suara.
Foto: SUWANDA DIVA/SUMUT POS
SURAT SUARA: Keluarga pasien RSUP H Adam Malik Medan memasukkan surat suara ke kotak suara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Ratusan pasien dan keluarga pasien Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan tidak menggunakan hak pilihnya pada Pilgubsu 2018, Rabu (27/6). Dari 430 pasien (belum termasuk keluarga), hanya 4 orang yang menggunakan hak pilihnya karena sudah membawa surat pindah (A5).

“Jumlah pasien yang terdata pada 26 Juni, sekitar 551 orang. Dari jumlah itu, 121 anak-anak. Jadi yang bisa mencoblos sekitar 430 orang,” kata Kabag Humas RSUP HAM Masahadat Ginting, kemarin (27/6).

“Namun, yang menggunakan hak pilih hanya 4 orang. Diantaranya pasien dan 3 orang lagi keluarga,” sambungnya.

Pantaun di rumahsakit milik pemerintah pusat itu, banyak pasien dan keluarga tidak tahu soal surat pindah memilih atau formulir A5. Rata-rata mereka hanya membawa C6.

Namun, pihak TPS 5 Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan tidak menerima formulir tersebut.

“Kami cuma bawa formulir C6 ini. Saya dari Sosa, Padanglawas. Nggak tahu soal A5 dan mengurusnya gimana, jadi kami nggak bisa memilih?” tanya Rini dengan nada kecewa karena tidak bisa mencoblos.

Dia berharap, KPU Provinsi melakukan jemput bola dan mengurus A5 pasien serta keluarganya. Karena menurutnya, aturan itu baru kali ini diberlakukan dan banyak masyarakat yang belum mengetahuinya.

“Seharusnya yang urus A5 itu pihak KPU dengan terlebih dulu mendata jumlah pasien. Kemudian dikoordinasikan dengan KPU kabupaten/kota seperti apa. Ya begitulah kalau mau memaksimalkan suara, apalagi ini kan aturan baru,” sarannya.

Sementara, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Medan Tuntungan Deltawati Ginting membenarkan hanya 4 orang yang membawa A5 agar bisa memilih di TPS terdekat dengan RS.

“Ada juga yang menunjukkan foto A5 dari handphonenya, tapi tidak bisa,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku sudah mensosialisasikan soal formulir A5 kepada pasien dan keluarga pasien. Namun, karena sedang mengalami sakit sehingga mereka lebih fokus terhadap penyakitnya.

“Kita maklumi karena memang kondisi mereka sedang fokus pada penyembuhan penyakitnya. Jadi tidak sempat mengurus A5 itu,” ungkapnya.(dvs/ala)

 

 

 

Eramas Kalah Telak di Cemara Asri

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos NYOBLOS_Seorang warga penyandang tunanetra di bantu saat menggunakan hak pilih nya di TPS 16 Jalan Sampul Medan, Rabu (27/6) Sedikitnya 285 DPT yang 60% di antaranya merupakan penyandang tunanetra di Medan akan menggunakan hak pilihnya pada Pilgubsu 2018 kali ini. Mereka akan mencoblos di TPS 16, di kantor sekretariat Pertuni Sumut Jalan Sampul, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Medan.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
NYOBLOS_Seorang warga penyandang tunanetra di bantu saat menggunakan hak pilih nya di TPS 16 Jalan Sampul Medan, Rabu (27/6) Sedikitnya 285 DPT yang 60% di antaranya merupakan penyandang tunanetra di Medan akan menggunakan hak pilihnya pada Pilgubsu 2018 kali ini. Mereka akan mencoblos di TPS 16, di kantor sekretariat Pertuni Sumut Jalan Sampul, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Dalam quick count (hitung cepat), pasangan Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) dinyatakan menang. Namun tidak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 5, Komplek Cemara Asri, Jalan Cemara, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (27/6) sore.

Di TPS 5, Eramas kalah telak dari pasangan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss). TPS ini, merupakan tempat Musa Rajekshah (Ijeck) bersama istri dan kedua anaknya menggunakan hak pilih mereka.

Pasangan Djoss memperoleh 135 suara. Sementara, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) raih 75 suara.

“Untuk DPT (Daftar Pemilih Tetap) sebanyak 226 orang,” ungkap Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kelompok Cemara Asri, Irfan kepada Sumut Pos, kemarin (27/6) sore.

Kata Irfan, pemilih yang menggunakan hak suaranya sebanyak 210 orang. “Kalau suara rusak atau abstain sebanyak 2 kertas suara,” kata Irfan.

Irfan mengungkapkan, banyak yang datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya dengan membawa e-KTP. Namun, ia mengatakan belum melakukan pendataan keseluruhan untuk penggunaan e-KTP itu.

“Untuk tingkat partisipasi di TPS kita, sangat tinggi lah,” kata Irfan sembari mengatakan masih melakukan penghitungan hingga sore.

Sementara, Ijeck mengatakan, kemenangan ini bukan akhir dari perjuangan. Namun, awal untuk memperjuangkan masyarakat Sumut agar hidup sejahtera.

“Kita masih harus berjuang untuk Sumut bermartabat. Ke depan, kita tidak usah membicarakan perbedaan kita,” katanya di Posko Kemenangan di Jalan Ahmad Rivai, Medan.

Ijeck juga berupaya merangkul pihak yang tidak mendukung Eramas. Termasuk merangkul Djarot-Sihar Sitorus bersama pendukung untuk bersama-sama memajukan Sumut lebih baik lagi.

“Demi persatuan dan kebersamaan kita, kemenangan ini bukan hanya kemenangan Eramas, tapi kemenangan seluruh rakyat Sumut,” tutur Ijeck.

Berbeda dengan TPS 015 Jalan Karya Bakti, Pangkalan Masyhur, Medan Johor yang merupakan tempat Edy Rahmayadi dan keluarga menyalurkan suara.

Di TPS ini, Eramas menang telak dengan perolehan 465 suara. Sedangkan Djoss meraih 38 suara.

“Total surat suara 506, yang tidak sah ada 3,” kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Kasiyati, Rabu (27/6).

Dengan jumlah itu, disebut Kasiyati, penggunaan hak pilih di TPS 15 mencapai 75%. Karena jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 015 berjumlah 740.

“Tadi ada juga yang menggunakan A5 sebanyak 5 dan ada juga menggunakan KTP elektronik. Namun jumlahnya belum kita hitung,” pungkasnya.

Amatan Sumut, DPT yang dipajang di TPS 015, terlihat nama Edy Rahmayadi tertera pada nomor 184. Sementara isterinya, Nawal Lubis tertera di nomor 185.

Disusul nama 3 orang anak dan 1 orang menantu Edy Rahmayadi tertera di nomor 186, 187, 188 dan 188  DPT.

Pilgub Sumut hanya diikuti dua pasang calon, yaitu Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Mereka memperebutkan suara 9 juta lebih warga yang terdata pada DPT di 33 kabupaten/kota di Sumut.(gus/ain/ala)

 

 

Target Perolehan Suara Eramas Terpenuhi

Pasangan Eramas di Posko Pemenangan.
Pasangan Eramas merayakan kemenangan versi hitung cepat di Posko Pemenangan.

SUMUTPOS.CO – PASANGAN Cagubsu dan Wagubsu Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) unggul sementara di sejumlah daerah di Sumut, seperti Binjai, Tebingtinggi, Tanjungbalai, Mandailing Natal dan lainnya.

Ketua Tim Pemenangan Eramas Kota Binjai, Agus Supriantono mengaku bersyukur atas kemenangan ini. Apalagi, target 70 persen sampai 75 persen raihan kemenangan Eramas di Kota Rambutan terpenuhi.  “Hasil itu berdasarkan hitungan langsung dari TPS-TPS, khususnya di Binjai Selatan yang langsung kami tinjau. 70 sampai 75 persen target kami sebelum pemilihan agar Eramas menang,” kata Ketua DPC Gerindra Kota Binjai ini di rumahnya, Rabu (27/6).

Menurutnya, berdasarkan informasi dari sejumlah rekan politik sejawatnya yang sudah dihubungi dan melakukan komunikasi menyebut, Eramas meraih kemenangan. Agus bersama istri Awit Mardiani dan keluarga menggunakan hak politiknya di TPS 5, Jalan Pangeran Diponegoro, Lingkungan 5, Kelurahan Rambung Dalam, Binjai Barat.

Eramas juga menang di Kota Tebingtinggi. Hasil penghitungan sementara dari Caraka Kesbang Pol Kota Tebingtinggi di Gedung Sawiyah di Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Rabu (27/6) hingga pukul 17.30 WIB, pasangan Eramas menang telak di hampir semua TPS. Kepala Kesbang Pol Kota Tebingtinggi, Amas Muda SH mengatakan, hasil penghitungan rekapitulasi ini sifatnya masih sementara. Untuk penghitungan yang sah, adalah penghitungan yang dilakukan KPU Kota Tebingtinggi. “Ini rekapitulasi hasil penghitungan sementara, belum bisa menjadi ketetapan,” ungkap Amas Muda.

Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara sementara dari Caraka Kesbang Pol Kota Tebingtinggi, pasangan nomor urut 1 Edy Ramayadi dan Musa Rajeksah meraih 48.958 suara, sedangkan pasangan nomor urut 2, Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus sebanyak 20.742 suara, dengan jumlah DPT 101.736 pemilih. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 753. Sedangkan untuk kalkulasi persentase jumlah kehadiran pemilih yang datang ke TPS, tercatat sebesar 70,54 persen.

Sementara, Dari hasil perhitungan cepat di posko pemenangan Eramas di Kantor DPD Partai Golkar, Jalan Gaharu, Tanjungbalai, Eramas juga menang dengan perolehan 49.216 suara (79,6%). Sementara, pasangan Djoss meraih 12.613 suara (20,4%). Sedangkan jumlah DPT 102.860 pemilih di 355 TPS yang tersebar di Kota Tanjungbalai. Sedangkan jumlah partisipasi pemilih tercatat 62.473 orang (60,7%), Sedangkan jumlah suara sah 61.829 suara, suara batal 644 suara.

Kemenangan Eramas pada Pilgubsu 2018 ini membuatnya suasana para pendukungnya bersorak sorai gembira. Bahkan, kemengan itu membuat para pendukung Eramas di Tanjungbalai spontanitas bersama-sama melakukan sujud syukur yang dirangkai dengan sholat berjamaah.

Ketua DPD Partai Golkar Tanjungbalai, HM Syahrial mengatakan, mereka bersyukur atas kemenangan Eramas, dan semuanya tidak terlepas dari kerja keras serta bergeraknya mesin Partai Golkar di Tanjungbalai.

Di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Eramas juga menang telak 80 persen perolehan suara. Sedangkan pasangan nomor urut 2 Djarot – Sihar sitorus (Djoss), meraih 20% suara. (ted/ian/bbs/adz)

Pendukung Eramas Bersuka Cita

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERAYAAN_Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memberikan salam kepada relawan yang hadir di posko pemenangan ERAMAS Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6) Berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (quick count) setelah pemungutan suara Pilkada Serentak 2018. Hasil sementara quick count Pilgub Sumatera Utara versi Indikator Politik mengunggulkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERAYAAN_Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memberikan salam kepada relawan yang hadir di posko pemenangan ERAMAS Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6) Berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (quick count) setelah pemungutan suara Pilkada Serentak 2018. Hasil sementara quick count Pilgub Sumatera Utara versi Indikator Politik mengunggulkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah.

Satu.. Satu.. Pilihanku…

Eramas Nomor Satu…

Nomor Satu Pilihanku…

 

YEL-YEL itu terus dinyanyikan seluruh pendukung, relawan, dan tim pemenangan di Posko Tim Pemenangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas), Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6) sore.

Kehadiran ratusan masyarakat pendukung Eramas itu untuk merayakan kemenangan pasangan nomor urut satu di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgubsu) 2018, sesuai hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei atas pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss).

“Eramas menang, Sumut bermartabat,” teriak massa pendukung seraya terus menyanyikan yel-yel Eramas.

Tak hanya pendukung, tim relawan, pemenangan dan masyarakat saja, para awak media saat ini tampak menunggu kehadiran Edy-Ijeck di Posko Eramas. Dimana direncanakan, usai melaksanakan Salat Ashar di Masjid Agung Medan, Edy Rahmayadi akan merayakan kemenangan suai hasil hitung cepat ini bersama para pendukungnya di Posko Pemenangan Eramas.

Begitu juga dengan pasangannya Musa Rajekshah (Ijeck), akan menuju posko dari kediamannya di Komplek Cemara Asri usai Salat Ashar. Bahkan spanduk di depan Jalan Ahmad Rivai sudah dibentangkan tim pendukung, dimana berisi ucapan terima kasih kepada masyarakat Sumut karena telah memilih pasangan Eramas.

Bersyukur, Kader Gerindra Botak

Dua kader Partai Gerindra Medan Marelan mencukur rambutnya hingga botak sebagai wujud syukur atas kemenangan Eramas versi hitung cepat, Rabu (27/5).
Dua kader Partai Gerindra Medan Marelan mencukur rambutnya hingga botak sebagai wujud syukur atas kemenangan Eramas versi hitung cepat, Rabu (27/5).

SUMUTPOS.CO – KEMENANGAN pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (ERAMAS) dalam perhitungan cepat atau quick count, disambut suka cita pendukungnya di Medan Marelan. Seluruh pengurus Partai Gerindra Medan Marelan pun langsung menggelar doa syukuran. Bahkan, dua kader rela membotak rambutnya sebagai bentuk kegembiraan dan rasa syukur.

Dalam acara doa syukuran itu, Ketua PAC Partai Gerindra Medan Marelan, Haris Kelana Damanik ST mengajak seluruh kadernya untuk mengucapkan rasa sykur atas kemenangan Eramas yang telah diperoleh dari hitungan cepat sementara. “Kemenangan ini adalah kemenangan yang amanah, ini merupakan kemenangan seluruh kader Partai Gerindra khususnya di Medan Marelan. Harapannya, pemimpin yang menang dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya yang amanah,” sebut Haris.

Setelah melakukan syukuran, luapan kegembiraan dilakukan dengan mengucapkan yel-yel kemenangan ERAMAS sekaligus memangkas botak dua kader Partai Gerindra Medan Marelan, Abdul Kadir dan Ngarianto.

Kegembiraan pun mengiringi pemangkasan botak kedua kader Partai Gerindra Medan Marelan. ?”Saya rela dipangkas, sejak awal berlangsung kampanye, kami yang juga Relawan sudah berniat pangkas botak bila Eramas menang, makanya niat itu hari ini kami lakukan,” kata Abdul Kadir.

Sekretari PAC Partai Gerindra, Parto mengatakan, kemenangan Eramas mengharapkan agar gubernur dan wakil gubernur terpilih dapat menjalankan programnya sesuai dengan janji yang telah utarakan, mereka dari Partai Gerindra Medan Marelan bersyukur telah memenangkan Eramas mencapai 90 persen suara di Medan Marelan.

Sementara, Sekretari PAC Partai Gerindra Parto mengatakan, dengan kemenangan Eramas ini agar gubernur dan wakil gubernur terpilih dapat menjalankan programnya sesuai janji yang telah sampaikan. Mereka dari Partai Gerindra Medan Marelan bersyukur telah memenangkan Eramas mencapai 90 persen suara di Medna Marelan. “Insyah Allah, Eramas bisa menang telak di Marelan. Makanya, kami luapkan rasa syukur hari ini dengan doa dan kegembiraan bersama kader,” terang Parto. (fac)

KPU Sumut: Belum Final

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Mulia Banurea.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Mulia Banurea.

SUMUTPOS.CO – Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea, mengatakan hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga terhadap Pilgubsu 2018 bukanlah hasil final. Hasil final dan resmi akan diumumkan KPU Sumut dalan proses rekapitulasi tingkat provinsi pada 7-9 Juli 2018.

“Kita tunggu saja hasil resmi dari KPU Sumut,” kata Mulia dalam keterangan tertulisnya.

Pihaknya meminta agar masyarakat tidak euforia pada kemenangan, sebab hasil hitung cepat bukanlah hasil resmi dari mereka. “Tetaplah menunggu hasil proses rekapitulasi perolehan suara paslon secara berjenjang mulai dr KPPS, PPK Kab/kota dan rekapitulasi di tingkat provinsi,” katanya.

Terkait dengan partisipasi masyarakat dalam Pilgubsu 2018, disebutnya, mengalami peningkatan disbanding Pilgubsu 2013. Setidaknya itu ia lihat langsung saat meninjau sejumlah TPS bersama FKPD Sumut.

“Yakni di 3 TPS. TPS pertama yang dikunjungi yaitu TPS 2 di Kota Medan, Jl. Masdulhak. Kemudian TPS 32 di Deli serdang, Desa Mulyo Rejo, Kec. Sunggal dan yang terakhir TPS 6 Jl. Ikan Arwana Kel  Dataran Tinggi,  Binjai Timur. Sesuai target kita minimal meningkat 16 persen dari 2013 lalu. Namun begitu kita tunggu nanti hasil rekapnya dari kabupaten/kota,” ungkapnya.

Kesempatan itu Mulia juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Sumut yang telah berpartisipasi pada Pilkada kali ini. “Kita juga meminta maaf karena ada beberapa warga yang terkendala menggunakan hak suaranya karena administrasi. Atas nama penyelenggara Pilgubsu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat pemilih di Sumut, termasuk Polda, gubernur dan instansi lain yang telah mendukung dan mengikuti proses pemungutan suara pada pelaksanaan Pilgubsu,” katanya.

Mulia juga menyebut tidak ada kendala serius saat Pilkada serentak yang berlangsung. Memang ada sedikit masalah terkait masyarakat yang tidak terakomodir di DPT. Namun hal itu segera diatasi dengan berkoordinasi dengan KPU kabupaten/kota. “Mudah-mudahan warga Sumatera Utara bisa terlayani dengan baik, sehingga terpilih pemimpin untuk 5 tahun ke depan,” kata Mulia. (mea/prn/bal)

 

Pj Gubsu: Tunggu Hasil Pilkada

Penjabat (Pj) Gubsu, Eko Subowo, meninjau proses pemungutan suara di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) di Medan, Deli Serdang, dan Binjai, Rabu (27/6).
Penjabat (Pj) Gubsu, Eko Subowo, meninjau proses pemungutan suara di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) di Medan, Deli Serdang, dan Binjai, Rabu (27/6).

SUMUTPOS.CO – Terkait hasil quick count yang diumumkan berbagai lembaga survey, Penjabat (Pj) Gubsu, Eko Subowo, meminta agar seluruh pihak menunggu hasil perolehan suara pada Pilgubsu 27 Juni 2018.  Masyarakat diharapkan tidak euphoria, hanya karena disebutkan menang sementara berdasarkan hasil hitung cepat.

“Masyarakat agar tetap tenang dan menunggu hasil pemungutan suara Pilkada Serentak 2018 di Sumut. Meskipun ada proses hitung cepat atau quick count yang dilakukan berbagai kalangan, tetapi tetap harus bersabar menunggu hasil penghitungan resmi KPU. Jangan sampai ada yang emosi karena quick count, nanti kita yang rugi,” sebut Eko, usai meninjau proses pemungutan suara di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) di Medan, Deli Serdang, dan Binjai, Rabu (27/6).

Dirinya juga menekankan agar seluruh warga Sumut bersabar dan menganggap Pilkada ini sebagai pesta demokrasi yang saling menjaga, agar tidak ribut antar sesama. Apalagi saling bertetangga, bersaudara. Sehingga heterogenitas rakyat Sumut tidak terganggu dengan perbedaan pilihan politik.

“Dari yang saya pantau, kondisi tertib aman lancar, mudah-mudahan partisipasi bisa sesuai target yang dipatok penyelenggara 75 persen. Semoga semua yang terdaftar di DPT bisa menggunakan hak pilihnya,” sebutnya usai meninjau pelaksanaan pemungutan suara Pilkada  2018 di Sumut.

Secara umum, Penjabat Gubsu mengatakan, pelaksanaan pemungutan suara Pilgubsu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Sumut, berlangsung lancar, aman dan kondusif.

Pj Gubsu saat melaporkan pelaksanaan Pilgubsu dan Pilkada Serentak di Sumut kepada Tim Desk Pilkada Kemendagri melalui Videoconference, di ruang rapat Tengku Erry Nuradi Sumut Smart Province, Kantor Gubsu, Rabu (27/6), mengatakan sejauh ini tidak ada laporan tentang gangguan. “Tadi kami lihat tertib dan lancar, semoga keamanan tetap terjaga sampai pasca Pilkada, masyarakat tetap guyub, rukun dan tidak ada gangguan apa-apa,” ujarnya.

Eko juga menjamin netralitas ASN. Begitu pula dengan alat peraga kampanye yang pada masa tenang terpantau sudah diturunkan. Isu suku, agama, ras dan antargolongan,  juga tidak terjadi seperti yang dikhawatirkan. “Sampai subuh tadi saya kira relatif baik,” katanya.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan, pihaknya terus menjaga keamanan di seluruh wilayah. “Masyarakat diimbau tidak khawatir,” katanya.

Terkait hasil hitung cepat yang dilakukan pihak di luar KPU, Paulus berpesan agar masyarakat tidak euforia. Sebab hasil akhir masih diproses.

Selain Pilgubsu, Pilkada Serentak juga digelar di 8 kabupaten/kota di Sumut, yakni di Kabupaten Batubara, Kabupaten Dairi, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kota Padangsidimpuan.(mea/prn/bal)