Home Blog Page 6238

Vanessa Angel Ngebet Nikah

Vanessa Angel
Vanessa Angel

SUMUTPOS.CO – Artis Vanessa Angel kini semakin lengket dengan kekasihnya Lingga Ersan. Meski baru dekat beberapa bulan, mantan tunangan Didi Mahardika ini, mengaku sudah klop dengan kekasih barunya itu.

Diakui Vanessa, sebenarnya ia sudah lama mengenal Lingga.

“Udah kenal lama, udah 6 tahun lalu. Pas ketemu lagi, ngerasa klop. Ia itu temennya kakak aku. Jadi temen-temen aku sama Mas Lingga itu sama,” ungkap Vanessa.

Wanita 27 tahun ini, berharap, hubungannya dengan Lingga bakal segera berakhir di pelaminan. Terlebih, Vanessa sudah merasa lelah bergonta ganti pasangan.

Sayangnya, keinginan Vanessa untuk bisa menikah tahun ini tampaknya belum akan terwujud. “Pinginnya tahun ini, tapi ia kan masih tahap sekolah ya. Jadi doain aja. Mudah-mudahan ini yang terakhir buat aku,” harapnya. (chi/jpnn/saz)

Nafa Urbach Fokus Buka Hati

SUMUTPOS.CO – Artis Nafa Urbach saat ini mengaku masih sendiri. Sejak bercerai dari Zack Lee tahun lalu, Nafa belum terlihat menggandeng kekasih baru.

Kondisi ini bertolak belakang dengan mantan suaminya yang sudah beberapa kali berganti pasangan. Terkait hal itu, Nafa enggan memusingkan kelakuan Zack.

“Itu kan haknya, lagi pula kami sudah pisah. Hubungan kami paling ya seputar anak aja sih, enggak lebih dari itu. Bagaimanapun juga, saya enggak mau memisahkan anak dengan ayahnya,” tutur Nafa.

Daripada dibuat pusing dengan kelakuan Zack, Nafa memilih fokus mengurusi kehidupannya, termasuk kisah asmaranya. Ia mengakui, saat ini ingin membuka hati. Pasalnya, ia termasuk wanita yang susah luluh dengan pria. “Fokus buka hati aja sih paling,” pungkasnya sambil tertawa. (chi/jpnn/saz)

Serbia v Brasil: Selecao Harus Was-was

Coutinho wajib menang atas Serbia.
Coutinho wajib menang atas Serbia.

SUMUTPOS.CO – Brasil masih memuncaki klasemen grup E dengan koleksi empat poin. Namun peluang untuk lolos masih belum aman. Pertarungan kontra Serbai di matchday terakhir di St Petterburg, Kamis (28/4) dini hari akan menjadi pertarungan hidup mati.

Apalagi Serbia berambisi memberi aib untuk Brasil. Penyerang Serbia, Aleksandar Mitrovic menegaskan timnya akan bermain habis-habisan menghadapi Selecao. Saat ini di Grup E terdapat tiga tim yang memiliki peluang lolos ke 16 besar sama besarnya. Brasil dan Swiss dengan empat poin, sedangkan Serbia menguntit dengan tiga poin.

Karenanya Serbia harus mengalahkan Brasil jika ingin lolos ke 16 besar. Mengingat performa Brasil yang belum stabil, kemungkinan kemenangan Serbia masih terbuka lebar.Jika saya tidak berpikir kami bisa menang, saya akan mengemasi barang saya dan pergi, hal yang sama berlaku untuk rekan setim saya,” kata Mirtovic di fourfourtwo.

“Tim Favorit tidak bisa melaju dengan mudah di sini, sebagai contoh Kroasia mengalahkan Argentina,” bebernya. Mitrovic menyoroti bagaimana Kosta Rika dan Swiss berhasil bermain apik melawan Brasil. Swiss sukses menahan imbang, sementara Kosta Rika bertahan sampai menit ke-80.

“Kosta Rika dan Swiss menunjukkan bahwa mereka bisa bermain melawan Brasil dan saya percaya diri kami bisa menyingkirkan mereka,” tutup dia.

Brasil selalu diselamatkan Philippe Coutinho di dua laga tersebut. Pelatih Brasil, Tite mungkin harus menemukan taktik yang tepat untuk memaksimalkan kemampuan setiap pemainnya.

Apalagi Brasil bakal tampil tak lengkap. Mereka kehilangan Douglas Costa karena cedera. Menurut dokter tim, Rodrigo Lasmar, Costa mengalami cedera paha. Setelah melakukan pemeriksaan cedera, Costa tidak akan bisa bermain kontra Serbia di Otkritie Arena, Moskow.

“Kemarin, setelah laga berakhir, Douglas Costa mengeluhkan sakit di bagian belakang paha. Sebelumnya, dia juga cedera, namun di paha kiri,” ujar Lasmar.

“Diagnosisnya ada sedikit cedera otot, jadi dia tidak akan ikut dengan kami. Dia akan tetap di Sochi,” ia melanjutkan.

Costa menjadi pemain kedua timnas Brasil yang bermasalah dengan cedera di Piala Dunia 2018. Sebelumnya, bek kanan Manchester City, Danilo, absen melawan Kosta Rika karena cedera paha kanan. (bbs/don)

Meksiko vs Swedia: Manfaatkan Peluang

Lozano hanya butuh hasil imbang.
Lozano hanya butuh hasil imbang.

SUMUTPOS.CO – Meksiko menghadapi Swedia pada laga ketiga Grup F Piala Dunia 2018 di Yekaterinburg Arena, Rabu (27/6) pukul 21:00 WIB. Satu poin cukup untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya dan posisi teratas di grup. Hanya saja Swedia bakal habis-habisan untuk bisa lolos.

Meksiko mengoleksi enam poin setelah mengalahkan Korea Selatan 2-1 di pertandingan kedua, Sabtu (23/6) lalu. Jika kalah akan ada tiga tim dengan enam poin di akhir penyisihan grup. Selisih gol pun berperan.

Meksiko tampil hebat dalam dua laga pertama Grup F. Pencetak gol tunggal saat mengalahkan Jerman, Hirving Lozano memberi bantuan penting saat melawan Korsel. Sedangkan Javier Hernandez mencetak gol ke gawang Korea, yang merupakan gol ke-50 untuk Meksiko di Piala Dunia, sekaligus mengukuhkan diri menjadi pemain El Tri ketiga yang mencetak gol dalam tiga Piala Dunia berbeda (setelah Cuauhtemoc Blanco dan Rafael Marquez).

Namun Meksiko harus menghadapi Swedia yang memiliki pertahanan solid ketika melawan tim juara bertahan Jerman. Hanya saja mereka tidak beruntung di menit akhir. “Kami datang ke pertandingan besok mengharapkan untuk tampil dengan performa teratas. Kami memiliki segalanya untuk mendapatkan kemenangan dan kami secara mental kuat menjelang pertandingan,” kata Andersson pada konferensi pers.

“Kami memiliki perasaan yang baik di dalam skuad. Kami menunjukkan bahwa kami dapat bermain melawan juara bertahan sepanjang laga dengan pengecualian beberapa menit terakhir. Mereka (Meksiko) adalah tim yang bagus dan kami sangat menghormati mereka,” tambah Andersson.

“Mereka memiliki banyak pemain terampil di tim dan secara teknis berbakat. Tapi kami sudah siap dan kami akan melakukan segalanya untuk mendapatkan hasil yang kami butuhkan,” pungkasnya. (bbs/jpc/don)

Perkiraan Line Up
Meksiko (4-2-3-1): Ochoa, Alvarez, Salcedo, Moreno, Gallardo, Guardado, Herrera, Layun, Vela, Lozano, Hernandez.

Pelatih: Juan Carlos Osorio

Swedia (4-2-3-1: Olsen, Lustig, Lindelof, Granqvist, Augustinsson, Claesson, Larsson, Ekdal, Forsberg, Toivonen, Berg
Pelatih: Janne Andersson

Korsel vs Jerman: Tunjukkan Mental Juara

Toni Kroos hadapi ujian dari Korsel.
Toni Kroos hadapi ujian dari Korsel.

SUMUTPOS.CO – Juara bertahan Jerman dihadapkan pada pertaruhan terakhirnya untuk lolos ke-16 besar Piala Dunia. Jerman wajib menumbangkan Korea Selatan untuk menjaga asa lolos pada pertarungan pamungkas Grup F, Rabu (27/6) malam.

Sebuah kekalahan mengejutkan 1-0 untuk Meksiko diikuti oleh kemenangan 2-1 terakhir atas Swedia membangkitkan lagi asa Panzer. Pada laga itu Joachim Low melakukan beberapa perubahan dengan menurunkan Marco Reus, Sebastian Rudy dan Julian Brandt.

Juara dunia sekarang harus mengalahkan Korea Selatan dengan dua gol atau lebih untuk menjamin mereka lolos, atau mereka harus lebih baik hasil Swedia di pertandingan grup lain melawan Meksiko untuk mengamankan posisi runneru-up.

Korea Selatan, setelah dua kekalahan, harus mengalahkan Jerman dengan lebih dari dua gol, sambil berharap Swedia kalah dari Meksiko untuk memiliki peluang lolos. “Kami memiliki banyak alternatif, itu adalah struktur skuad kami,” kata pelatih Jerman Joachim Loew.

Jerman sejauh ini gagal memenuhi harapan mereka sebagai favorit. Hika bukan karena para pemain yang haus akan kesuksesan Piala Dunia, mereka mungkin sudah memesan penerbangan kembali ke Frankfurt. Reus, yang absen di turnamen 2014 setelah cedera dalam pertandingan pemanasan terakhir mereka, harus memulai sekali lagi setelah penampilannya yang bagus melawan Swedia.

Dia dengan cepat menyingkirkan Ozil, yang menghadapi rentetan kritik untuk pertandingan pembukaannya. Sebaliknya Reus, waktu dan lagi, mengiris pertahanan Swedia dengan kecepatannya dan merupakan ancaman konstan, selain juga mencetak gol penyeimbang dalam kemenangan mereka.

Bek tengah Niklas Suele, yang empat tahun lalu baru saja memenangkan promosi dari divisi ketiga, juga kemungkinan akan memulai di tempat Jerome Boateng yang mendapat kartu merah. Sementara itu Rudy yang mengalami cedera akibat hidungnya patah di pertandingan itu akan mungkin dipilih lagi jika fit.

Sementara Julian Brandt juga kemungkinan kembali dipercaya. Apalagi sejauh ini Muller belum meyakinkan. Loew membiarkan pilihannya terbuka. “Ini tentang menggunakan semua kemungkinan. Para pemain yang tidak bermain pasti akan tetap dibutuhkan,” katanya.

Indonesia Punya Dua Wakil di Piala Dunia

Raina Premiera Gumay (tengah) diagandeng Alan Dzagoev.
Raina Premiera Gumay (tengah) diagandeng Alan Dzagoev.

SUMUTPOS.CO – Indonesia memiliki wakil di Piala Dunia 2018 yang digelar di Rusia. Bukan Timnas tentunya, melainkan duta cilik yang menjadi Player Escort (pendamping para pemain) saat memasuki lapangan hingga berdiri di lapangan sebelum laga dimulai. Dia adalah Raina Premiera Gumay dan Maula Alvaro Putra Ario Bimo.

Raina menjadi wakil Indonesia di Piala Dunia 2018 setelah melalui proses yang cukup panjang. McDonald’s sebagai official restaurant dari Piala Dunia 2018 sebelumnya mengadakan program eksklusif “Aku Duta Cilik Piala Dunia 2018” untuk mencari 2 anak Indonesia berusia 6-10 tahun untuk menjadi Duta Cilik yang akan menjadi player escort di Piala Dunia 2018 di Rusia.

Setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang kepada 4.000 anak yang mendaftar, akhirnya terpilih 2 orang pemenang yaitu Raina Premiera Gumay (9 tahun) dari Jakarta sebagai runner-up dan telah menjadi Player Escort di pertandingan pembukaan pada 14 Juni 2018 serta Maula Alvaro Putra Ario Bimo (9 tahun) dari Jakarta sebagai pemenang pertama dan akan menjadi Player Escort di pertandingan final Piala Dunia 2018 pada 15 Juli 2018 mendatang.

Raina telah melakukan perjalanan tak terlupakan sebagai anak Indonesia pertama dan satu-satunya yang menjadi Player Escort di pertandingan pembuka Piala Dunia 2018. Dengan didampingi sang Ayah, Raina berangkat ke Moscow pada Senin (11/6 untuk mengikuti serangkaian program Player Escort Piala Dunia 2018 di pertandingan pembuka antara tuanrumah Rusia melawan Arab Saudi. Persiapan dilakukan selama 4 hari dan 3 malam.

Raina, Wakil Indonesia di Rusia, Piala Dunia 2018, Player Escort, Alan Dzagoev

1 Iran v Portugal 1: Nyaris Gugur

Criatiano Ronaldo gagal menceta gol penalti dan nyaris diberi kartu merah.
Criatiano Ronaldo gagal menceta gol penalti dan nyaris diberi kartu merah.

SUMUTPOS.CO – Laga dramatis tersaji saat Iran bertemu Portugal pada laga pamungkas Grup B, Selasa (26/6) dini hari WIB. Iran berhasil menahan imbang Portugal 1-1 lewat penalti di pengujung laga. Hasil tersebut membuat Portugal melaju ke babak 16-besar sebagai runner-up Grup B.

Portugal tampil dominan sejak awal laga. Bertanding di Mordovia Arena, Portugal mampu unggul 1-0 lewat tendangan cantik Ricardo Quaresma pada menit 45. Babak pertama memang milik Portugal. Selecao das Quinas – julukan Timnas Portugal, unggul segala-galanya dalam hal penguasaan bola dan serangan.

Quaresma pun mengukir rekor apik. Dia menjadi pemain pertama sejak Piala Dunia 2006 sebagai pencetak gol tertua di Piala Dunia saat tampil sebagai starter pertamanya. Umur Quaresma saat ini 34 tahun 272 hari. Sedangkan pemain tertua terakhir yang melakukannya adalah Yahya Golmohammadi pada 2006 saat Iran melawan Meksiko. Kala itu, umur Golmohammadi 35 tahun 84 hari.

Pada babak kedua, Ronaldo nyaris menggandakan keunggulan. Namun, tendangan penalti yang dia lakukan pada menit 53 mampu digagalkan kiper Iran.

Penalti diberikan setelah Ronaldo dijatuhkan Saeid Ezatolahi. Awalnya, wasit Enrique Caceres tak menunjuk sebagai penalti. Namun, dia mengubah keputusannya setelah lewat VAR terlihat bahwa Ronaldo memang dilanggar. Iran sempat melakukan protes dan berujung kartu kuning untuk Ehsan Hajsafi.

Sayang, Ronaldo yang mampu mengeksekusi penalti saat melawan Spanyol, kali ini gagal menunaikan tugasnya. Tendangannya mampu dibaca oleh kiper Alireza Beiranvand.

Kegagalan Ronaldo mengeksekusi penalti membuat Iran mendapat motivasi tambahan. Mereka terus mencoba mencari gol. Akhirnya, Iran mampu menyamakan kedudukan di pengujung laga lewat penalti pemain pengganti Karim Ansarifard. Penalti diberikan berkat VAR. Wasit melihat lewat tayangan VAR dan terbukti Cedric Soares melakukan handball.

2 Spanyol v Maroko 2: Selamat Berkat VAR

Gol Aspas selamatkan Spanyol.
Gol Aspas selamatkan Spanyol.

SUMUTPOS.CO – Spanyol secara dramatis terhindar dari kekalahan melawan Maroko di Stadion Kaliningrad, Selasa (26/6) dini hari WIB. Berkat gol yang diputuskan melalui VAR pada masa injury time, Spanyol menahan imbang Maroko 2-2 dan berhak lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 sebagai juara Grup B.

Sejak awal laga, duel Spanyol melawan Maroko sudah berlangsung sengit. Meski laga dominasi Spanyol yang mengandalkan permainan cepat dengan umpan-umpan pendek, Maroko tetap mampu tampil menyengat lewat serangan cepat.

Maroko bahkan unggul lewat Boutaib. Gol itu membuat Spanyol tersentak. Mereka kian semangat menekan hingga gol balasan bisa diciptakan pada menit ke-19. Kali ini Iniesta mempertontonkan magis-nya dengan menerobos kotak penalti dan memberi umpan matang kepada Isco. Tanpa kawalan, Isco menceploskan bola ke gawang dengan sepakan kaki kanan dari dalam kotak penalti.

Dua gol dalam tempo kurang dari 20 menit membuat laga semakin sengit. Jual beli serangan tersaji. Spanyol tetap tampil dominan, tapi Maroko sekali-kali mampu melepaskan serangan balasan yang membahayakan gawang De Gea.

Pada babak kedua, Spanyol masih mendominasi permainan. Akan tetapi, Maroko justru sempat hampir unggul lagi pada menit ke-55 ketika bola tembakan Noordin Amrabat gagal dijangkau oleh De Gea. Sial bagi Amrabat, bola alih-alih masuk ke dalam gawang justru hanya menerpa tiang.

Dewi fortuna akhirnya lebih memihak Maroko memasuki 10 menit akhir laga. Tepat pada menit ke-81, Maroko kembali unggul. Berawal dari umpan sepak pojok Faycal Fajr, bola disambar Youssef En-Nesyri menjadi gol lewat sundulan.

Spanyol mampu menyamakan skor lagi pada masa injury time lewat pemain pengganti, Iago Aspas. Gol Aspas itu sempat tidak disahkan wasit dan hakim garis karena dinilai offside. Namun setelah melihat tayangan ulang via VAR, gol akhirnya disahkan.

Hasil ini menjadi dramatis karena Spanyol nyaris tidak lolos andai gol Iago Aspas pada pengujung laga tidak tercipta. Pasalnya, di tempat lain, Iran sukses menahan imbang Portugal dengan skor 1-1 da nyaris merebut kemenangan.

“Kami jelas harus meningkatkannya. Masih banyak hal yang perlu dikerjakan. Kami harus kritis dengan segala situasi. Lima gol dari tiga pertandingan bukan sesuatu yang bagus. Saya sudah menjelaskan kepada para pemain soal itu,” ucap Hierro yang dikutip dari Sky Sports.

“Jika lawan dengan mudahnya mencetak gol ke gawang kami, rasanya sulit untuk mencapai tujuan akhir (juara). Para pemain mengerti dan akan bekerja secara profesional,” tegasnya. (bbs/jpc/don)

Juara Grup, Uruguay Tampil Beda

Luiz Suarez
Luiz Suarez

SUMUTPOS.CO – Uruguay memastikan diri menjadi juara Grup A Piala Dunia 2018, usai melibas tuan rumah Rusia 3-0 di Samara Arena, Senin (25/6) malam WIB.Gol pertama juara dunia 1930 dan 1950 itu lahir dari Luis Suarez pada menit ke-10, disusul bunuh diri Denis Cheryshev di menit ke-23 dan ditutup donasi Edinson Cavani pada menit ke-90.

Rusia sendiri menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain setelah Igor Smolnikov mendapat kartu kuning kedua di menit ke-36.Kemenangan ini mengantar Uruguay sah menjadi juara grup dengan koleksi poin sempurna, sembilan, hasil tiga kali main tiga kali menang. Di matchday pertama, Uruguay menang 1-0 atas Mesir dan 1-0 juga atas Arab Saudi di matchday 2.

Uruguay pun mencatatkan diri sebagai tim pertama yang memenangi tiga pertandingan grup Piala Dunia dengan tiga kemenangan tanpa sekali pun kebobolan, sejak 1998. Ya, saat Piala Dunia digelar di Prancis ’98, Argentina juga berhasil menjadi juara grup dengan tiga kali main, tiga kali menang tanpa kebobolan.

Di partai pertama, Argentina menang 1-0 atas Jepang, 5-0 atas Jamaika dan 1-0 atas Kroasia. Kemudian di 16 Besar, Argentina menyingkirkan Inggris lewat adu penalti dan akhirnya kandas di perempat final dari Belanda.

Bagaimana dengan Uruguay 2018? Di 16 Besar, Suarez cs masih menunggu peringkat kedua dari Grup B (Spanyol, Portugal, atau Iran). Sementara Rusia di yang berstatus runner-up Grup A, di 16 Besar akan meladeni juara Grup B (Spanyol, Portugal atau Iran).

Sementara itu, di laga lain Grup A yang bersamaan dengan Uruguay vs Rusia, Arab Saudi menang atas Mesir 2-1. Kemenangan itu membuat Arab berada di posisi ketiga, dan Mesir sebagai juru kunci.

“Tentu saja, Anda pasti tegang di beberapa pertandingan pertama dan tidak mau membuat kesalahan apapun, atau kalah. Satu kesalahan bisa dibayar sangat mahal,” ujar Suarez, seperti dikutip dari situs resmi FIFA.

“Hari ini kami masuk ke lapangan dengan sikap yang berbeda dan sudut pandang berbeda, dan itu yang membuat tekanan berkurang. Itu yang terlihat di atas lapangan.”(oj/adk/jpnn)

Awal Mulus Owi/Butet di Malaysia Terbuka

Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad mengawali Malaysia Terbuka dengan mulus.
Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad mengawali Malaysia Terbuka dengan mulus.

SUMUTPOS.CO – Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengawali Malaysia Terbuka 2018 dengan baik. Mereka berhasil melangkah ke babak kedua usai mengalahkan Liao Min Chun/Chen Hsiao Huan (Taiwan). Owi Butet menyudahi perlawanan Min Chun/Hsiao Huan dengan skor 21-18 dan 21-11.

Didaulat menjadi unggulan pertama, Owi/Butet membuktikan kualitas mereka sebagai peraih medali emas Olimpiade rio de Janeiro 2016. Min Chun/Hsiao Huan langsung dibuat tak berdaya.

Di babak kedua pada Rabu (27/6) besok, Owi/Butet akan bertemu pemenang antara wakil Irlandia Sam Magee/Chloe Magee dengan Parinyawat Thongnuam/Kittipak Dubthuk (Thailand).

Di pertandingan lain, tunggal putra Tommy Sugiarto juga menggaransi babak kedua setelah mengalahkan wakil India Sameer Verma dengan skor 21-13 dan 21-5.

Sementara itu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti harus menyusul pulang Dinar Dyah Ayustine angkat kaki dari turnamen. Keduanya dikalahkan Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris).

Lewat pertandingan tiga game, Praveen/Melati takluk dengan skor akhir 21-14, 17-21, dan 18-21. Terlalu lama tidak bertanding diakui Praveen menjadi penyebab utama kekalahan mereka. “Seperti belum dapet lagi feel-nya. Kami sudah dua bulan tidak bertanding. Tadi sering agak kurang yakin,” kata Praveen.

Padahal, menurut Praveen, secara kemampuan sebetulnya mereka tidak kalah dari pasangan suami istri itu. “Kami masih sering buat kesalahan di poin-poin akhir. Finishing-nya kurang baik, banyak mati sendiri,” kata Melati menambahkan.

Sementara itu, pasangan ganda campuran lain Ronald Alexander/Annisa Saufika melaju ke babak kedua usai menaklukkan Ronan Labar/Audrey Fontaine (Prancis), 21-7, 18-21, dan 21-11. (kar/isa/jpc/don)