MiHHICo STIKes Mitra Husada: Ajang Kolaborasi Global, Perkuat Internasionalisasi

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan sukses menggelar The 6th Mitra Husada Health International Conference (MiHHICo) pada 26-27 Juni 2026 sebagai ajang kolaborasi global dan memperkuat internasionalisasi.

Kegiatan diisi forum ilmiah, kompetisi internasional dan kolaborasi akademik yang melibatkan lebih seribu peserta dari 40 perguruan tinggi di 11 negara.

Mengusung tema Eco-Education Transformation: Leading the Way Towards Global Recovery and Sustainability, konferensi ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, inovasi dan penguatan jejaring akademik lintas negara.

Pada hari terakhir pelaksanaan konferensi, panitia juga mengumumkan para pemenang Parallel Session Competition: Scientific Article and Scientific Poster (lomba artikel ilmiah dan poster ilmiah) yang menjadi salah satu agenda MiHHICo 2026.

Kompetisi ini melibatkan puluhan perguruan tinggi dari 11 negara yang menampilkan berbagai hasil penelitian, inovasi dan gagasan ilmiah. Baik dibidang kesehatan, pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.

Kategori penghargaan pada Scientific Article Competition meliputi The Best Scientific Paper, The Best Presentation, The Most Impactful Research, The Best Performance, The Best Holistic and Globally Competitive Innovator, The Best Excellent in Sustainable Innovation-Led Economic Growth, Innovation-Led Educational Quality, Leading International Collaborative Impact, The Best Applied Technology Innovation, The Best Excellent in Academic Referencing and Scholarly Standards, serta The Best Substantive Editing.

Pada kategori Scientific Poster Competition, penghargaan diberikan untuk The Best Poster Design, The Best Presentation, The Most Informative Poster, The Best Performance, The Best Scientific Poster in Innovation-Led Economic Growth, The Best Scientific Poster in Sustainable Innovation-Led Educational Quality, The Most Innovative Solution Poster, dan The Best Leading International Collaborative Impact Poster.

Pengumuman pemenang disambut antusias oleh para peserta yang telah mengikuti proses seleksi, presentasi artikel dan penilaian poster ilmiah selama kegiatan berlangsung.

Selain pengumuman pemenang, kegiatan turut diisi sesi impression from participants, dimana para peserta menyampaikan pengalaman dan kesan positif selama mengikuti kegiatan. Para peserta menilai MiHHICo tidak hanya menjadi forum akademik untuk berbagi ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka peluang jejaring kolaborasi penelitian di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, panitia menyampaikan laporan monitoring dan evaluasi sebagai bentuk refleksi atas pelaksanaan kegiatan selama dua hari penyelenggaraan. Laporan tersebut menyoroti keberhasilan konferensi dalam menghadirkan diskusi ilmiah yang produktif, meningkatkan partisipasi peserta serta memperkuat budaya penelitian dan inovasi di lingkungan akademik.

Dengan penutupan tersebut, berakhir pula rangkaian MiHHICo 2026 yang menjadi ruang kolaborasi ilmiah, pertukaran gagasan, serta apresiasi terhadap karya-karya penelitian yang inovatif, kompetitif dan berdaya saing global.

Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes mengungkapkan bahwa MiHHICo ke-6 memberikan dampak yang luar biasa terhadap pencapaian indikator kinerja utama perguruan tinggi, khususnya dalam upaya internasionalisasi kampus.

Sebagai perguruan tinggi unggul, menurut Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes, STIKes Mitra Husada telah berkomitmen menjalankan berbagai indikator yang ditetapkan pemerintah, termasuk memperkuat kerja sama dan reputasi di tingkat global.

“Kegiatan ini sangat penting bagi mahasiswa dan perguruan tinggi untuk meningkatkan ranking internasional maupun nasional. Apa yang kami lakukan saat ini merupakan langkah yang luar biasa,” katanya.

Jika pada penyelenggaraan MiHHICo sebelumnya hanya melibatkan lima negara, lanjut ketua STIKes Mitra Husada Medan, jumlah peserta MiHHICo 2026 meningkat menjadi 11 negara termasuk sembilan provinsi di Indonesia. Para dosen dan mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai kompetisi ilmiah.

Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes berharap pada MiHHICo 2027 semakin banyak negara yang berpartisipasi. Tidak hanya dari ASEAN dan Asia, tetapi juga Eropa. “Harapan kami, kampus ini tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga memberi dampak ditingkat internasional,” sebutnya.

Dr. Siti Nurmawan, M.Kes pada penutupan MiHHICo mengapresiasi seluruh peserta, narasumber, panitia dan mitra yang telah mendukung kesuksesan kegiatan internasional tersebut. “Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir inovasi-inovasi unggul yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, serta memperkuat kontribusi dunia pendidikan tinggi dalam mewujudkan pembangunan global yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ketua Panitia MiHHICo Dr. Herna Rinayanti Manurung, S.Tr.Keb, Bd, M.Kes menyebut tema yang diusung selaras dengan upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian. “Seluruh perguruan tinggi diwajibkan berkontribusi dalam penyelesaian berbagai permasalahan atau problem solving sesuai dengan 17 tujuan SDGs,” ujar Dr. Herna Rinayanti Manurung, S.Tr.Keb, Bd, M.Kes.

Ketua panitia menjelaskan terdapat minimal empat indikator kinerja utama yang harus diwujudkan perguruan tinggi untuk memperkuat kiprah di tingkat global. Antara lain pengentasan kemiskinan, penghapusan kelaparan, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, serta kemitraan internasional.

Dr. Herna Rinayanti Manurung, S.Tr.Keb, Bd, M.Kes menilai pelaksanaan MiHHICo menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata STIKes Mitra Husada Medan dalam mendiseminasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui forum internasional.

“Ini memberikan dampak sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesehatan. Semua itu merupakan wujud dari konsep eco-green dalam pendidikan tinggi yang saat ini terus didorong pemerintah,” katanya.

Ketua panitia menambahkan bahwa implementasi program pembangunan berkelanjutan memerlukan pendekatan pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, organisasi profesi, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ditegaskan Dr. Herna Rinayanti Manurung, S.Tr.Keb, Bd, M.Kes, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara global. (dmp)

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan sukses menggelar The 6th Mitra Husada Health International Conference (MiHHICo) pada 26-27 Juni 2026 sebagai ajang kolaborasi global dan memperkuat internasionalisasi.

Kegiatan diisi forum ilmiah, kompetisi internasional dan kolaborasi akademik yang melibatkan lebih seribu peserta dari 40 perguruan tinggi di 11 negara.

Mengusung tema Eco-Education Transformation: Leading the Way Towards Global Recovery and Sustainability, konferensi ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, inovasi dan penguatan jejaring akademik lintas negara.

Pada hari terakhir pelaksanaan konferensi, panitia juga mengumumkan para pemenang Parallel Session Competition: Scientific Article and Scientific Poster (lomba artikel ilmiah dan poster ilmiah) yang menjadi salah satu agenda MiHHICo 2026.

Kompetisi ini melibatkan puluhan perguruan tinggi dari 11 negara yang menampilkan berbagai hasil penelitian, inovasi dan gagasan ilmiah. Baik dibidang kesehatan, pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.

Kategori penghargaan pada Scientific Article Competition meliputi The Best Scientific Paper, The Best Presentation, The Most Impactful Research, The Best Performance, The Best Holistic and Globally Competitive Innovator, The Best Excellent in Sustainable Innovation-Led Economic Growth, Innovation-Led Educational Quality, Leading International Collaborative Impact, The Best Applied Technology Innovation, The Best Excellent in Academic Referencing and Scholarly Standards, serta The Best Substantive Editing.

Pada kategori Scientific Poster Competition, penghargaan diberikan untuk The Best Poster Design, The Best Presentation, The Most Informative Poster, The Best Performance, The Best Scientific Poster in Innovation-Led Economic Growth, The Best Scientific Poster in Sustainable Innovation-Led Educational Quality, The Most Innovative Solution Poster, dan The Best Leading International Collaborative Impact Poster.

Pengumuman pemenang disambut antusias oleh para peserta yang telah mengikuti proses seleksi, presentasi artikel dan penilaian poster ilmiah selama kegiatan berlangsung.

Selain pengumuman pemenang, kegiatan turut diisi sesi impression from participants, dimana para peserta menyampaikan pengalaman dan kesan positif selama mengikuti kegiatan. Para peserta menilai MiHHICo tidak hanya menjadi forum akademik untuk berbagi ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka peluang jejaring kolaborasi penelitian di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, panitia menyampaikan laporan monitoring dan evaluasi sebagai bentuk refleksi atas pelaksanaan kegiatan selama dua hari penyelenggaraan. Laporan tersebut menyoroti keberhasilan konferensi dalam menghadirkan diskusi ilmiah yang produktif, meningkatkan partisipasi peserta serta memperkuat budaya penelitian dan inovasi di lingkungan akademik.

Dengan penutupan tersebut, berakhir pula rangkaian MiHHICo 2026 yang menjadi ruang kolaborasi ilmiah, pertukaran gagasan, serta apresiasi terhadap karya-karya penelitian yang inovatif, kompetitif dan berdaya saing global.

Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes mengungkapkan bahwa MiHHICo ke-6 memberikan dampak yang luar biasa terhadap pencapaian indikator kinerja utama perguruan tinggi, khususnya dalam upaya internasionalisasi kampus.

Sebagai perguruan tinggi unggul, menurut Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes, STIKes Mitra Husada telah berkomitmen menjalankan berbagai indikator yang ditetapkan pemerintah, termasuk memperkuat kerja sama dan reputasi di tingkat global.

“Kegiatan ini sangat penting bagi mahasiswa dan perguruan tinggi untuk meningkatkan ranking internasional maupun nasional. Apa yang kami lakukan saat ini merupakan langkah yang luar biasa,” katanya.

Jika pada penyelenggaraan MiHHICo sebelumnya hanya melibatkan lima negara, lanjut ketua STIKes Mitra Husada Medan, jumlah peserta MiHHICo 2026 meningkat menjadi 11 negara termasuk sembilan provinsi di Indonesia. Para dosen dan mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai kompetisi ilmiah.

Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes berharap pada MiHHICo 2027 semakin banyak negara yang berpartisipasi. Tidak hanya dari ASEAN dan Asia, tetapi juga Eropa. “Harapan kami, kampus ini tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga memberi dampak ditingkat internasional,” sebutnya.

Dr. Siti Nurmawan, M.Kes pada penutupan MiHHICo mengapresiasi seluruh peserta, narasumber, panitia dan mitra yang telah mendukung kesuksesan kegiatan internasional tersebut. “Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir inovasi-inovasi unggul yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, serta memperkuat kontribusi dunia pendidikan tinggi dalam mewujudkan pembangunan global yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ketua Panitia MiHHICo Dr. Herna Rinayanti Manurung, S.Tr.Keb, Bd, M.Kes menyebut tema yang diusung selaras dengan upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian. “Seluruh perguruan tinggi diwajibkan berkontribusi dalam penyelesaian berbagai permasalahan atau problem solving sesuai dengan 17 tujuan SDGs,” ujar Dr. Herna Rinayanti Manurung, S.Tr.Keb, Bd, M.Kes.

Ketua panitia menjelaskan terdapat minimal empat indikator kinerja utama yang harus diwujudkan perguruan tinggi untuk memperkuat kiprah di tingkat global. Antara lain pengentasan kemiskinan, penghapusan kelaparan, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, serta kemitraan internasional.

Dr. Herna Rinayanti Manurung, S.Tr.Keb, Bd, M.Kes menilai pelaksanaan MiHHICo menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata STIKes Mitra Husada Medan dalam mendiseminasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui forum internasional.

“Ini memberikan dampak sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesehatan. Semua itu merupakan wujud dari konsep eco-green dalam pendidikan tinggi yang saat ini terus didorong pemerintah,” katanya.

Ketua panitia menambahkan bahwa implementasi program pembangunan berkelanjutan memerlukan pendekatan pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, organisasi profesi, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ditegaskan Dr. Herna Rinayanti Manurung, S.Tr.Keb, Bd, M.Kes, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara global. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru