Para pemain Rusia merayakan gol ke gawang Arab Saudi pada laga pembuka Piala Dunia 2018.
MOSCOW, SUMUTPOS.CO – Rekor Tuan rumah Piala Dunia tak pernah kalah berhasil dipertahankan Rusia. Dalam laga pembuka World Cup edisi ke-21 di Stadion Luzhniki, Moscow, Kamis (14/6) malam WIB, Rusia mencukur Arab Saudi 5-0.
Rusia unggul 2-0 di babak pertama lewat Yuri Gazinskiy di menit ke-12. Ini sekaligus tercatat sebagai gol pertama di Piala Dunia 2018. Pemain produk akademi Real Madrid, Denis Cheryshev lalu menambah gol Rusia di menit ke-43.
Sbornaya, julukan Timnas Rusia, kemudian menambah gol lagi di babak kedua lewat Artem Dzyuba (’71), gol kedua Cheryshev (90+1) dan Aleksandr Golovin (90+4).
OptaJoe melansir, kemenangan ini membuat Rusia mencatat rekor tersendiri. Skor 5-0 adalah kemenangan terbesar kedua oleh tuan rumah di partai pertama Piala Dunia, setelah Italia menang 7-1 atas Amerika Serikat di Piala Dunia edisi ke-2 di Italia 1934.
Hasil ini membuat Rusia nyaman di puncak klasemen sementara Grup A dengan tiga poin dan agregat 5-0. Di matchday 2, Rusia akan meladeni Mesir, Rabu (20/6), sementara Arab Saudi berhadapan dengan Mesir. Uruguay dan Mesir sendiri akan bentrok, Jumat (15/6) pukul 19.00 WIB. (adk/jpnn)
Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com
BEREBUT: Warga berebut uang pecahan Rp 2 ribu yang ditaburkan seorang laki-laki misterius dari atas JPO, Kamis (14/6).
Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com BEREBUT: Warga berebut uang pecahan Rp 2 ribu yang ditaburkan seorang laki-laki misterius dari atas JPO, Kamis (14/6).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suasana di depan Masjid Raya Al Mashun, tepatnya di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan mendadak heboh, Kamis (14/6). Warga tiba-tiba berhamburan ke tengah jalan.
Usut punya usut, mereka hendak berebut uang kertas yang ditaburkan seseorang dari atas Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) sekitar pukul 17.50 WIB. Sontak, suasana menjadi riuh. Beberapa anak-anak pun nekat berlari ke tengah jalan untuk ikut rebutan dengan orang dewasa.
Beberapa pengemudi ojek online yang melintas pun tak ketinggalan ikut rebutan. Riuh suara warga yang meminta orang tersebut menaburkan uang lagi begitu jelas terdengar.
Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com Seorang bocah menunjukkan uang pecahan Rp2 ribu yang didapat dari hasil rebutan.
Kemacetan pun tak terelakkan. Sejumlah kendaraan yang melintas, langsung terhenti dengan aksi tabur uang itu. “Lagi-lagi, tabur lagi,” kata seseorang dari bawah jembatan.
Aksi saling rebut antar warga juga terjadi. Uang yang ditaburkan adalah pecahan Rp 2 ribu. Belum diketahui, apa motif dari si penabur uang tersebut.
Sayangnya, setelah menaburkan uang dalam jumlah banyak laki-laki berkaus hitam dari atas jembatan itu, langsung pergi meninggalkan lokasi. Dia hanya berjalan santai layaknya tidak terjadi apa apa.
Teguh, salah seorang saksi mata yang berada di lokasi juga kaget dengan aksi laki-laki berkepala plontos itu. Belum diketahui apa motif sebenarnya laki-laki itu menaburkan uang ke tengah jalan.
“Tadi pas kami lagi duduk-duduk, tiba tiba ada yang teriak, ada tabur uang. Langsung lompat lah kami ke bawah jembatan. Gak tau siapa yang tabur uang. Udah ramai ajah di jalan,” kata Teguh yang kebetulan sedang berada di dekat JPO.
Hingga kini belum diketahui siapa laki-laki misterius yang menaburkan uang itu. Aksi rebutan uang hanya berlangsung sekitar 15 menit. (pra/JPC)
Kapolri memantau lalin dari heli. (Audrey Santoso/dtc)
Kapolri memantau lalin dari heli. (Audrey Santoso/dtc)
SUMUTPOS.CO – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau warga Jakarta yang mudik kembali pada 17-18 Juni. Hal itu dilakukan untuk supaya warga yang balik tak terjebak macet.
“Kalau bisa pulang dari tanggal 17-18 Juni, yang libur dari tanggal 8 kan sudah panjang itu,” ucap Tito di Pos Polisi Cikopo, Jawa Barat, Kamis (14/6/2018).
Meski begitu, Kapolri juga meminta para pemudik tetap memantau pemberitaan arus lalu lintas. Dia mengatakan masyarakat harus memiliki banyak informasi sebelum memutuskan kapan harus balik ke Jakarta.
“Tapi tolong ikutin terus perkembangannya, arus lalin, balik. Pantau melalui media dan aplikasi, jangan terjun bebas,” ucapnya.
“Kita harapkan tidak terjadi penumpukan di tanggal 19 dan 20 Juni 2018,” sambung Tito.
Kapolri juga berkelakar kepada para pemudik agar tidak lama-lama berlibur di kampung halaman. Sambil bercanda, dia mengimbau warga pulang cepat karena khawatir duit habis.
“Yang libur dari tanggal 8 sudah panjang itu, sudah habis juga duit diminta orang-orang dan keluarga,” canda Tito. (aud/rvk/dtc)
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Ratusan kendaraan terjebak kemacetan panjang saat memasuki pintu Tol Tj Morawa Deli Serdang, Minggu (2/7/2017). Meningkatnya volume kendaraan dari Deli serdang menuju Medan pada puncak arus balik H+7, menyebabkan kemacetan panjang di jalur tersebut.
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Ratusan kendaraan terjebak kemacetan panjang saat memasuki pintu Tol Tj Morawa Deli Serdang, Minggu (2/7/2017) lalu. Meningkatnya volume kendaraan dari Deli serdang menuju Medan pada puncak arus balik H+7, menyebabkan kemacetan panjang di jalur tersebut.
SUMUTPOS.CO – Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 20 Juni 2018. Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa mengimbau pemudik tidak pulang pada waktu tersebut.
“Bagi akan yang akan balik, jangan memilih tanggal 20 Juni karena pasti macet. Untuk menghindari kepadatan cicil arus baliknya, hindari tanggal 20,” ujarnya di Pos Terpadu Cikopo, Kamis (14/6/2018).
Tanggal 20 Juni merupakan hari terakhir cuti bersama untuk pegawai negeri. Selain 20 Juni, 24 Juni jadi tanggal rawan kepadatan.
Dalam arus balik nanti, pemudik juga akan kembali menggunakan jalur tol fungsional. Jalur tol fungsional akan dibalikarahkan dari timur ke barat.
“Tol fungsional kalau mudik barat ke timur saat arus balik dari arah timur ke barat,” ujar Royke.
Jika terjadi kepadatan, rekayasa yang akan dilakukan sama seperti arus mudik. Tidak tertutup kemungkinan juga akan diberlakukan contraflow kembali.
“(Antisipasi) one way. Kita harus antisipasi jangan sampai terjadi kepadatan rest area,” tutup Royke. (imk/dtc)
Arab Saudi dan rekan koalisinya menyerang pemberontak Houti di al Hudaida di Yaman, dari udara dan laut, Rabu (13/6).
Arab Saudi dan rekan koalisinya menyerang pemberontak Houti di al Hudaida di Yaman, dari udara dan laut, Rabu (13/6).
SANAA, SUMUTPOS.CO – Bulan suci Ramadan tak membuat Arab Saudi dan rekan koalisinya berhenti menebar maut di Yaman. Kemarin pagi, Rabu (13/6), mereka menyerang pemberontak Houti di al Hudaida dari udara dan laut.
Pasukan pemerintah Yaman ikut ambil bagian dengan menyerang dari darat. Dua hari sebelum Idulfitri, mereka mengepung basis Houthi di Hudaida dari segala arah.
Diperkirakan, serangan itu menjadi pertempuran terbesar antara pasukan koalisi dan pemberontak Houthi. Berdasar laporan Al Arabiya, pasukan koalisi sudah menguasai Distrik Nekheila, Hudaida.
Dalam pernyataan yang dirilis pemerintah Yaman, mereka menegaskan telah menempuh berbagai cara agar pemberontak Houthi hengkang dari Hudaida. Baik itu cara politik maupun perdamaian. Sayangnya, tidak ada yang berhasil.
Sebelumnya, Saudi dan Yaman memberikan deadline agar Houthi mundur baik-baik. Batas akhirnya adalah Selasa tengah malam (12/6). Tetapi, Houthi tidak mau menyerah tanpa perlawanan.
’’Pembebasan pelabuhan Hudaida adalah titik balik perjuangan kami untuk mengambil kembali Yaman dari militan yang menguasai area tersebut demi memenuhi agenda-agenda asing,’’ bunyi pernyataan dari Pemerintah Yaman sebagaimana dilansir Reuters.
Pemerintah dan Saudi yakin bahwa pelabuhan Hudaida selama ini digunakan untuk menyelundupkan senjata bantuan dari Iran ke Houthi. Militan yang disokong Iran itu memang hanya menguasai satu pelabuhan, yaitu pelabuhan di Hudaida tersebut. Iran maupun Houthi menampik tudingan Saudi.
Mohammed Ali al-Houthi yang memimpin para pemberontak mengancam bakal menyerang kapal-kapal pengangkut minyak di Laut Merah jika mereka sampai diserang. Target utamanya adalah kapal minyak milik negara-negara anggota pasukan koalisi.
Rumah yang dijadikan kos-kosan di Jalan Pelita 4 Gg Sejahtera No 10, Medan, mengalami kebakaran, Kamis (14/6) sekitar pukul 10.35 Wib.
Rumah yang dijadikan kos-kosan di Jalan Pelita 4 Gg Sejahtera No 10, Medan, mengalami kebakaran, Kamis (14/6) sekitar pukul 10.35 Wib.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satu unit rumah yang dijadikan kos-kosan di Jalan Pelita 4 Gg Sejahtera No 10, Medan, mengalami kebakaran, Kamis (14/6) sekitar pukul 10.35 Wib.
Rumah kos-kosan tersebut milik Meyer Simanjuntak. Tiga unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Namun kebakara sempat menghanguskan isi rumah.
Hingga berita ini diturunkan, asal api masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Jumlah kerugian material masih dalam perhitungan polisi dan pemilik rumah. (rel/me)
Sesosok mayat pria ditemukan di Jalan Pertahanan Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kebupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (13/6/2018).
Sesosok mayat pria ditemukan di Jalan Pertahanan Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kebupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (13/6/2018).
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Penemuan sesosok mayat pria membuat geger warga Jalan Pertahanan Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kebupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (13/6/2018).
Korban yang merupakan pegawai pabrik tersebut ditemukan di areal PT Kama dalam kondisi membusuk. Kuat dugaan korban dibunuh.
Petugas Polsek Patumbak telah melakukan identifikasi. Dalam pemeriksaan dilakukan pihak kepolisian, diketahui korban bernama Herman.
Informasi dihimpun di lapangan, jasad warga Jalan Amplas Gang Saudara ini dalam kondisi menghitam dan bagian wajah rusak hingga nyaris tak bisa dikenali.
Menurut warga, Herman adalah pekerja di perusahaan tersebut. Jasadnya ditemukan tak jauh dari pos jaga satpam. Guna mengungkap kasus ini, polisi meminta keterangan satpam yang bertugas di PT Kama.
Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Ainul Yaqin membenarkan ada ditemukan jasad pria diduga korban pembunuhan. Saat ini personil sedang melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa orang saksi.
“Jasad korban sudah kita boyong ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan autopsi. Untuk perkembangan selanjutnya nanti kita kabarkan,” kata ujarnya. (fir)
Foto: ISTIMEWA
BAGIKAN: Ketua Little Family, Kiki Handoko Sembiring SH membagikan takjil kepada pengendara sepeda motor di Jalan Dr Mansyur, Medan, Senin (11/6).
Foto: ISTIMEWA BAGIKAN: Ketua Little Family, Kiki Handoko Sembiring SH membagikan takjil kepada pengendara sepeda motor di Jalan Dr Mansyur, Medan, Senin (11/6).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kumpulan anak muda, Little Family patut diacungi jempol. Setelah meringankan beban korban erupsi Gunung Sinabung beberapa waktu lalu, komunitas ini kembali menunjukkan empatinya di bulan suci ramadan.
Dipimpin Kiki Handoko Sembiring SH, Little Family menyantuni Panti Asuhan Alwashliyah Gedung Johor, Jalan Karya Jaya, Medan Johor, Minggu (10/6) dini hari.
Gelaran diawali dengan acara Sahur On The Road bersama keluarga besar Little Family, Sabtu (9/6) malam. Puluhan anggota Little Family berkumpul di Jalan Gatot Subroto, Medan. Tepat di depan Plaza Medan Fair.
Para anggota dan beberapa pengurus kemudian konvoi menuju Panti Asuhan Alwashliyah. Diterima beberapa pengurus, Little Family bercengkrama dengan beberapa anak-anak panti asuhan.
“Kita sebagai orang muda sudah sepatutnya memperhatikan sesama yang membutuhkan. Anak-anak disini (Panti Asuhan Gedung Johor) sangat membutuhkan uluran tangan kita,” ujar Ketua Little Family, Kiki Sembiring H dalam sambutannya disela-sela pemberian santunan kepada anak yatim piatu Panti Asuhan Alwashliyah Gedung Johor.
Menurut Kiki, anak-anak yatim piatu di panti asuhan tersebut juga generasi penerus bangsa yang harus diperhatikan. Oleh sebab itu, wajib bagi Little Family untuk menyisihkan sedikit rezeki guna meringankan beban mereka.
“Kita semua sama di mata Allah SWT. Hanya nasib yang membedakan kita dengan mereka. Anak-anak ini juga generasi penerus yang harus diperhatikan,” tutur pria supel ini.
“Bagaimana sedihnya hati kita bila mendengar anak-anak ini bertanya dimana dan siapa orang tuanya. Kita masih jauh lebih beruntung dari mereka,” sambungnya.
Kiki berharap bantuan yang diberikan bisa meringankan beban anak-anak yatim piatu Panti Asuhan Alwashliyah.
“Semoga anak-anak ini bisa sukses sebagaimana anak-anak pada umumnya. Dalam bulan yang suci ini, semoga kita semua dilimpahi keberkahan oleh Allah SWT,” pungkas Kiki.
Senin (11/6), kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil di Jalan Dr Mansyur, Medan. Kegiatan ini juga merupakan bagian berbagi terhadap sesama.
Amatan sumutpos.co, Ketua Little Family Kiki Handoko Sembiring SH didampingi beberapa pengurus membagikan takjil kepada pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas.
Salah satu pengurus Little Family, Zizi Sembiring berharap, semoga komunitas ini bisa semakin solid.
“Semoga kita semakin solid. Pertemanan dan persaudaraan ini tidak bisa diukur dari apa pun,” tukas Zizi saat mendampingi Kiki membagikan takjil.
“Selamat hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah, mohon maaf lahir dan bathin,” pungkasnya sembari terus membagikan takjil.(ala)
Foto: Triad Wibowo/Sumut Pos
Plt Direktur Pelaksana PT Inalum, Oggy Acmad Kosasih berbincang dengan calon pemudik yang akan berangkat ke Banda Aceh, Selasa (12/6).
Foto: Triad Wibowo/Sumut Pos Plt Direktur Pelaksana PT Inalum, Oggy Acmad Kosasih berbincang dengan calon pemudik yang akan berangkat ke Banda Aceh, Selasa (12/6).
BATUBARA, SUMUTPOS.CO – PT Inalum (Persero) memfasilitasi ribuan pemudik lewat program “Mudik Bareng BUMN Guyup Rukun”. Pelepasan pemudik lewat jalur darat dilakukan di Tanjunggading, Kabupaten Batubara, Selasa (12/6) malam. Sementara untuk jalur laut, 1000 pemudik dari Batam telah tiba di Belawan pada Selasa (12/6) siang.
Ini merupakan program PT Inalum dan seluruh BUMN untuk memfasilitasi para pemudik balik ke kampung halaman masing-masing. Plt Direktur Pelaksana PT Inalum, Oggy Achmad Kosasih berharap program mudik dari BUMN ini bisa membantu meringankan beban para pemudik yang ingin bertemu sanak saudara di kampung halaman.
“Program mudik ini merupakan program Kementrian BUMN yang dilakukan 62 BUMN se-Indonesia. Diberangkatkan 206 ribu pemudik baik dari Jawa ke Sumatera sebaliknya ke Kalimantan dan lain-lain,” kata Oggy dalam sambutannya.
Ada tujuh bus yang mengangkut para pemudik ke tujuan yang berbeda dan berangkat pukul 21.00 WIB setelah dilepas para direksi PT Inalum. “Yang pertama di Tanjunggading ini dengan tujuan ke Penyabungan, Bukittinggi, Pekanbaru dan Banda Aceh ada enam bus. Satu bus lagi berangkat dari Paritohan menuju Bukittinggi,” jelasnya.
“Sebelumnya kami berangkatkan dari Batam ke Belawan, seribu pemudik lewat kapal laut. Jadi saya sempat ngobrol-ngobrol ada yang empat tahun belum pulang, ada yang lebih. Jadi dengan fasilitas ini mereka bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” bebernya.
Oggy mendoakan para pemudik agar kembali ke kampung halamannya dengan selamat. “Kami mendoakan semoga mendapat kesehatan, keselamatan untuk berkumpul di kampung halaman. Kemungkinan besar pasti kita lanjutkan kalau manfaatnya sudah dirasakan manajemen. BUMN pasti akan berpartisipasi untuk kegiatan ini untuk masyarakat sekitar perusahaan maupun daerah lainnya,” tambahnya.
“Secara Inalum itu sudah mencapai target bahkan lebih. Secara perusahaan dalam Holding pertambangan ditargetkan lima ribu. Kita bisa berangkatkan sampai 6 ribu orang. Khusus kita bukan hanya mudik saja, tapi kembalinya pun juga,” katanya.
“Untuk rute berdasarkan survei. Paling banyak memang tujuannya ke daerah yang kami berangkatkan ini,” bebernya.
Turut hadir Direktur Umum dan SDM, Carry EF Mumbunan, Sekretaris Perusahaan PT Inalum, Ricky Gunawan, Manajer CSR, Susyam Widodo, dan Manajer Humas, Arfan Iqbal Harahap.
Sementara pemerintah Kabupaten Batubara lewat sambutan yang disampaikan Kadisporapar, Ishak Liza mengapresiasi program mudik bareng ini. “Apa yang dilakukan PT Inalum ini kami berikan apresiasi. Sangat banyak manfaat dari PT Inalum yang diberikan kepada seluruh masyarakat Batubara dan sekitarnya,” kata Ishak.
Sebelumnya sebanyak 1.000 pemudik asal Batam diangkut menggunakan KM Kelud yang bergerak dari Pelabuhan Batu Ampar Batam, Senin (11/6) sore sekira pukul 15.00 Wib. Setibanya di Pelabuhan Belawan, para pemudik gratis Inalum langsung disambut sanak keluarga.
Ariel, warga Kisaran yang ikut serta pada musim gratis Inalum ini sangat senang mendapat kesempatan program gawean Kemen BUMN tersebut.
“Kami ada rombongan 6 orang dari Batam ikut mudik gratis Inalum. Tentu saja senang karena membantu penghematan ongkos mudik tahun ini,” katanya.
Ke depannya, Ariel berharap Inalum kembali melaksanakan program mudik gratis seperti ini. “Karena ini jelas sudah menanti pekerja seperti kami,” tambah Ariel yang bekerja wiraswasta di Batam tersebut. (don)
Foto: Humas Asian Agri
TC Asian Agri Wilayah Asahan, Budi Dharmawansyah, didampingi Kades Batu Anam, Herianto beserta KTU kebun Batu Anam, Fiktor Palimbunga dan KTU kebun Pulau Maria, Boston saat melakukan serah terima bedah rumah warga di Deda Batu Anam pada 12 Juni 2018.
Foto: Humas Asian Agri TC Asian Agri Wilayah Asahan, Budi Dharmawansyah, didampingi Kades Batu Anam, Herianto beserta KTU kebun Batu Anam, Fiktor Palimbunga dan KTU kebun Pulau Maria, Boston saat melakukan serah terima bedah rumah warga di Deda Batu Anam pada 12 Juni 2018.
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kumpul keluarga adalah momen silaturahmi yang ditunggu-tunggu di hari lebaran. Namun itu semua sulit dilakukan apabila kita tidak memiliki tempat tinggal yang layak.
Menyikapi hal itu, Asian Agri menggelar program bedah rumah sebagai bagian dari program CSR Asian Agri untuk membantu warga yang kurang mampu. Salah satu penerima bedah rumah tahun 2018 adalah Bapak Ponijan, warga Desa Batu Anam, Kec. Rahuning Kab. Asahan. Beliau sudah berusia 64 tahun, yang kesehariannya membuka usaha tempel ban di teras rumah, dan terkadang juga membantu panen kelapa sawit atau pekerjaan serabutan lainnya.
Sebelum dibedah, rumah Bapak Ponijan kondisi cukup memprihatinkan. Di mana dinding samping dan belakang masih dari tepas, lantai sebahagian semen dan sebahagian lagi tanah, serta rumah tidak berplafon.
Serah terima bedah rumah dilakukan pada Selasa, 12 Juni 2018, oleh Technical Controller Asian Agri Wilayah Asahan, Budi Darmawangsa, didampingi Koordinator CSR Asian Agri Wilayah Sumatera Utara dan jajaran manajemen kebun PT.GM dan PT.SSL.
Dengan mata berkaca–kaca, Ponijan mengatakan sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, di mana perusahaan memperhatikan kondisi tempat tinggalnya.
“Saya berterima kasih pada perusahaan atas bantuan bedah rumahnya. Saya tidak bisa membalasnya, setelah rumah saya dibedah saya sangat senang dan nyaman. Lebaran nanti keluarga besar saya, anak dan cucu sudah bisa berkumpul di rumah dengan nyaman. Semoga bapak–bapak dari perusahaan diberikan kesehatan, dan rezeki, dan hasil sawit perusahaan juga semakin banyak,” ungkap syukur Ponijan.
Semantara itu, Technical Controller Asian Agri, Budi Darmawangsa mengatakan bahwa program bedah rumah adalah bagian dari program CSR Asian Agri untuk membantu warga yang kurang mampu.
“Asian Agri, khususnya bisnis unit PT. Gunung Melayu dan PT. Saudara Sejati Luhur menjadikan bedah rumah sebagai program rutin tahunan, bertujuan agar masyarakat sekitar perusahaan memiliki rumah yang layak huni. Program ini juga sejalan dengan program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kab. Asahan untuk menyediakan rumah layak huni bagi warga,” ujar Budi.
Harapan beliau, agar kiranya rumah ini dapat dipelihara dengan baik agar memberikan manfaat dalam jangka waktu yang panjang. Sekaligus dapat membawa kebahagian bagi seluruh keluarga, terutama di momen lebaran ini.
Adapaun program bedah rumah sudah dilakukan sejak tahun 2011 di Desa Batu Anam, Kec. Rahuning, Kab. Asahan, di mana desa tersebut berdampingan dengan PT. Gunung Melayu dan PT. Saudara Sejati Luhur; Asian Agri Group.
Pada tahun pertama peluncuran program bedah rumah masyarakat yang kurang mampu, perusahaan telah merenovasi sebanyak 8 rumah. Dan hingga tahun 2018, perusahaan telah membedah rumah masyarakat kurang mampu sebanya 25 unit yang tersebar di 3 desa yang berdampingan dengan perusahaan. Yaitu Desa Batu Anam, Desa Gonting Malaha dan Desa Sidomulyo, sedangkan untuk seluruh Sumatera Utara Asian Agri sudah melakukan bedah rumah sebanyak 35 unit.
Menurut Koordinator CSR Asian Agri Wilayah Sumatera Utara, dalam pemilihan rumah yang dibedah perusahaan juga bekerja sama dengan Pemerintahan Desa untuk menentukan rumah yang akan dibedah dengan melihat kriteria.
“Dalam menentukan rumah yang akan dibedah, selain adanya masukkan dari pemerintah desa. Kondisi rumah juga harus yang memang pantas untuk di lbedah. Hal ini bisa dikarenakan: rumah masih dinding tepas, atapnya bocor, lantai masih tanah atau sudah hancur, tanah hak milik, umur di atas 50 tahun, tidak memiliki pekerjaan tetap, dan tidak ada pendapatan yang tetap,” jelas Fajar.
Adapun rumah akan dibedah sesuai tipe rumah standar yakni ukuran 6 meter x 6 meter, dengan spesifikasi semi permanen atau permanen, atap seng dan lantai semen. (Rel/mea)