JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gempa tektonik berkekuatan 5,7 skala Richter (SR) mengguncang wilayah Kabupaten Sarmi, Papua pagi hari tadi. Kejadian ini menyebabkan 100 lebih rumah rusak dan 3 orang tewas.
“Laporan sementara dari BPBD Kabupaten Sarmi terdapat 3 orang luka berat akibat tertimpa reruntuhan rumah. Sebanyak 118 unit rumah rusak yaitu 86 unit rumah rusak berat dan 32 unit rumah rusak ringan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, lewat keterangan tertulisnya, Jumat (15/6/2018).
Dia mengatakan masyarakat di sekitar Sarmi sempat merasakan guncangan kuat selama 2-3 detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.
BPBD Kabupaten Sarmi mengerahkan tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan. Jarak dan jalan menuju lokasi terdampak rusak berat sehinga meenyulitkan tim mendata dan mendistribusikan bantuan.
Selain itu, jarak antar distrik juga berjauhan dan aksesnya terbatas. Petugas BPBD masih mendata dan memantau daerah terdampak gempa.
Sebelumnya diberitakan gempa 5,7 SR itu terjadi pada hari ini, Jumat (15/6/2018) pukul 07.57 WIB. Lokasi gempa ada di koordinat 1,97 lintang selatan (LS) dan 138,93 bujur timur (BT).
Pusat gempa berada di 63 km arah barat laut Sarmi pada kedalaman 10 km. Gempa ini dirasakan dalam skala IV MMI.(jbr/imk/dtc)
Firza Husein dan Habib Rizieq tersangkut kasus chatting mesum.
Firza Husein dan Habib Rizieq tersangkut kasus chatting mesum.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kasus chat mesum yang menyeret Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein sebagai tersangka, telah dihentikan oleh Polda Metro Jaya.
Hal ini disampaikan Rizieq dalam video berdurasi 8 menit 55 detik yang beredar di YouTube.
Dalam video yang diunggah akun Front TV itu, Rizieq menyebut bahwa kasus chat mesum yang membelit dirinya telah dihentikan oleh polisi.
“Pada hari ini kami mendapatkan surat kiriman asli SP3 (surat perintah penghentian penyidikan, red) kasus chat fitnah yang dikirim pengacara kami yaitu Bapak Sugito. Beliau mendapatkan surat ini langsung dari penyidik,” ujar Rizieq dalam video tersebut, Jumat (15/6).
Dengan dihentikannya kasus itu, Rizieq mengaku bahagia. Terlebih surat tersebut didapatnya saat momen perayaan Idulfitri 1439 Hijriah.
“Sehubungan dengan ini. Maka di hari yang fitri ini, di hari yang penuh kebahagiaan, maka kebahagiaan kami semakin bertambah dengan datangnya kabar ini,” ungkap Rizieq.
Imam besar Front Pembela Islam (FPI) ini juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak yang berjuang untuk kasus itu.
Dalam video itu, Rizieq didampingi istri dan lima orang anak perempuannya.
Sementara itu, Sugito Atmo Prawiro selaku kuasa hukum Rizieq membenarkan terbitnya SP3 kasus dugaan chat mesum. Sayang dia tidak mengucapkan waktu tepat SP3 itu terbit.
“Sebenarnya sudah lama, tapi baru hari ini disampaikan,” kata dia ketika dikonfirmasi, Jumat (15/6).
Untuk diketahui, Polda Metro Jaya sebelumnya menetapkan Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein sebagai tersangka dalam kasus dugaan chat mesum. (mg1/jpnn)
Garuda Indonesia menambah jadwal penerbangan dari Bandara Kualanamu, Medan ke Bandara Maimun Saleh, Sabang dalam di Pulau Weh, dalam rangka mendukung event bahari Sail Sabang 2017, 28 November- 5 Desember.
Maskapai Indonesia Garuda Indonesia.
SUMUTPOS.CO – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pencabutan larangan terbang untuk seluruh maskapai Indonesia ke Uni Eropa akan mendatangkan investasi dari benua biru. Pelarangan itu dicabut usai 11 tahun diberlakukan.
Adapun, penerbitan pembaruan Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa ini memang membawa berkah bagi Indonesia. Maskapai RI memang dilarang terbang ke Uni Eropa sejak 2007. Alasannya, masih banyak kekurangan dalam aturan keselamatan.
“Mudah-mudahan pencabutan ini juga diikuti dengan datangnya investasi,” ujar Budi di Rumah Dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Jumat (15/6).
Adapun Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa bertujuan untuk memastikan tingkat keselamatan penerbangan tertinggi bagi warga Eropa, yang menjadi prioritas utama dari strategi penerbangan Uni Eropa.
“Dengan kita mendapat pencabutan ini, ada tiga maskapai yang bintangnya naik, yakni Garuda Indonesia, Citilink, sama Lion. Itu kalau enggak salah dari bintang tiga jadi bintang tujuh,” tuturnya.
Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa ini tidak saja membantu menjaga tingkat keselamatan yang tinggi di kawasan Uni Eropa, tetapi juga membantu negara-negara yang terkena dampak untuk meningkatkan tingkat keselamatan penerbangan mereka, sehingga dapat lepas dari daftar larangan tersebut.
Sekedar informasi, setelah Uni Eropa membuat daftar larangam untuk seluruh penerbangan Indonesia sejak 2007. Tetapi beberapa tahun kemudian, maskapai utama yakni Garuda Indonesia, Airfast Indonesia, Ekspres Transportasi Antarbenua, Indonesia Air Asia, Citilink, Lion Air, dan Batik Air telah dihapuskan dari daftar larangan tersebut, dan saat ini seluruh maskapai Indonesia telah diizinkan menerbangi wilayah udara Uni Eropa.
“Saya berjanji kepada Uni Eropa untuk tetap konsisten mengikuti syarat-syarat dari safety tersebut dan saya juga katakan kepada maskapai agar kita boleh berpesta (senang dan bahagia) tapi kita harus introspeksi apa yang harus kita kerjakan di waktu yang akan datang,” jelasnya.
Tak lupa, Menhub Budi juga berterima kasih kepada para stakeholder dan juga Presiden Joko Widodo yang sudah memberi dorongan untuk bisa membuat seluruh maskapai bisa terbang ke Uni Eropa lagi. (uji/JPC)
Foto: Dok. BNPB/Reza Effendi
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus pada Jumat (6/4/2018) lalu pukul 16.07 WIB.
Foto: Dok. BNPB/Reza Effendi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus pada Jumat (6/4/2018) lalu pukul 16.07 WIB. Sinabung kembali erupai pada Jumat (15/6).
KARO, SUMUTPOS.CO – Gunung Sinabung kembali melontarkan abu vulkanik pada lebaran pertama di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, Jumat (15/6).
Erupsi yang terjadi ini, setelah sempat dua bulan relatif tenang.
“Erupsi terjadi sekitar pukul 12.10 WIB,” kata Kepala Pos Pemantau dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra.
Disebutkannya, ada hembusan yang terjadi secara terus menerus dan anginnya mengarah ke Berastagi.
“Terpantau ada kolom asap, tetapi relatif rendah. Tingginya agak 100 meter lebih, tapi sepertinya menerus,” ujar Armen.
Sejauh ini, pihak Pos Pemantau PVMBG di Kecamatan Simpang Empat masih terus memantau fenomena gunung api setinggi 2460 Mdpl itu.
Sementara, warga yang tinggal di sekitar gunung berstatus Awas (Level IV) itu, turut tercium aroma menyengat akibat erupsi tersebut. (fir)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
FENOMENA EQUINOX_Seorang wanita menggunakan payung untuk menghindari panas di Jalan Agus Salim Medan, Rabu (15/3) Fenomena Equinox adalah fenomena astronomi, yakni matahari melintas tepat di garis khatulistiwa, sehingga membuat suhu dan cuaca bertambah panas.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Seorang wanita menggunakan payung untuk menghindari panas di Jalan Agus Salim Medan-ilustrasi.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kota Medan tampaknya harus merayakan Idul Fitri 1439 H dalam cuaca cukup ekstrim, yakni 34 derajat. Dan, cuaca cukup panas itu diperkirakan akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.
“Saat ini suhu udara sudah berkurang menjadi 34 derajat. Namun suhu itu akan tetap bertahan hinga tiga atau empat hari ke depan,” ujar Kabid Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Syahnan kepada Sumut Pos, Jumat (15/6).
Dijelaskan, ada beberapa faktor yang membuat cuaca cukup panas melanda sebagian Pulau Sumatera. Pertama adalah skala global, dimana suhu muka laut di perairan Samudera Hindia sebelah barat Sumatera masih menghangat. “Suhunya berkisar antara 29 hingga 31 derajat. Dan, posisi matahari sedang berada di Utara Khatulistiwa,” ungkapnya.
Faktor kedua adalah skala regional, dimana wilayah Sumut terbentuk divergen atau arus udara yg menyebar. Kemudian arah angin dominan dari barat daya hingga barat laut. “Angin berasal dari Benua Australia yang sifatnya kering,” tambahnya.
Faktor lainnya adalah kelembapan udara cukup kering dan angin perlapiasan juga cukup kencang. Hal ini mengakibatkan berkurangnya pertumbuhan awan di wilayah Sumatera Utara. “Dengan demikian radiasi sinar matahari langsung masuk kepermukaan bumi, sehingga udara cukup panas dan gerah,” tandasnya.
BMKG memperkirakan cuaca panas itu akan bertahan dalam tiga atau empat hari ke depan. Untuk itu, masyarakat dihimbau agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan banyak minum air putih.
“Cuaca panas ini akan berpengaruh kepada kondisi tubuh. Untuk itu, harus banyak minum air putih dan kurangi aktivitas di luar rumah,” himbaunya.
Cuaca panas ini sendiri cukup menganggu aktivitas warga Kota Medan yang sedang merayakan Idul Fitri 1439 H. Beberapa warga enggan keluar rumah untuk bersilaturahmi dengan keluarga karena cuaca cukup panas. “Nanti sajalah berkunjung ke rumah keluarga. Agak sore, mungkin panasnya sudah berkurang,” ujar Sakino, warga Jalan Luku I, Medan Johor. (dek)
Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com
Djarot Saiful Hidayat saat bertemu dengan Tengku Erry usai salat ied beejamaah di Lapangan Merdeka Kota Medan, Jumat (15/6).
Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com Djarot Saiful Hidayat saat bertemu dengan Tengku Erry usai salat ied beejamaah di Lapangan Merdeka Kota Medan, Jumat (15/6).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat menunaikan salat Idul Fitri 1439 H di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (15/6). Djarot datang bersama istri dan tiga anaknya.
Lebaran kali ini Djarot tidak pulang ke kampungnya. Pasangan Sihar Sitorus itu lebih memilih menghabiskan waktu berlebaran di Kota Medan. Yang menarik, usai salat Djarot bertemu dengan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi. Djarot langsung menemui Erry dan menyalaminya.
Tidak hanya Djarot, istrinya, Heppy Farida juga tampak akrab dengan Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung dan Istri Tengku Erry, Evi Diana. Mereka kemudian sempat berfoto bersama sebelum akhirnya berjalan keluar lapangan.
Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com Djarot Saiful Hidayat saat bertemu dengan Tengku Erry usai salat ied beejamaah di Lapangan Merdeka Kota Medan, Jumat (15/6).
Sebelumnya , usai salat Djarot juga diserbu jemaah lain yang ingin berfoto bersamanya. Warga mendatangi Djarot, menyalaminya dan langsung mengangkat telepon genggamnya.
Djarot mengungkapkan, dirinya senagn bisa berlebaran di Kota Medan. Tradisi ‘unjung-unjung’ atau bersilaturahmi ke orang yang lebih tua. Di Medan, Djarot akan berkunjung ke rumah Gubernur, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya.
“Yah kalau di sini saya tetap bawa tradisi unjung-unjung. Itu namanya berkunjung. Nanti kita akan berkunjung ke para tokoh,” katanya. (pra/JPC)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Sentra Gakkumdu Sumatera Utara (Sumut) melimpahkan kasus Jopinus Ramli (JR) Saragih yang sempat ‘tenggelam’ bak ditelan bumi ke pusat.
Artinya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut telah menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada Bawaslu Republik Indonesia selaku Pembina Sentra Gakkumdu.
Informasi itu diketahui melalui surat Bawaslu Sumut bernomor: 2303/K.Bawaslu-Prov.SU/PM.06.01/05/2018, Rabu (6/6/2018).
Dalam surat yang diteken langsung Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan, ternyata surat tersebut sudah sejak 23 Mei 2018 disampaikan kepada Bawaslu RI. Dimana terdapat dua poin krusial yang tercantum pada surat tersebut.
Pertama, Bawaslu Sumut menyampaikan dasar-dasar hukum penyerahan penanganan kasus JR Saragih.
Poin kedua, Bawaslu Sumut menyampaikan kronologi penanganan kasus JR Saragih (Laporan Nomor LP/332/III pada 9 Maret 2018), yang mana berkas telah dinyatakan lengkap (P-21) namun sampai kini belum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri dengan alasan pihak JPU Kejati Sumut (JPU Sentra Gakkumdu Sumut) menunggu penyerahan tersangka atas nama JR Saragih dan barang bukti dari pihak penyidik Gakkumdu (penyidik Polda Sumut), dengan kata lain status belum P-22.
Masih dalam surat Bawaslu, adapun kronologis penanganan laporan dugaan pelanggaran Nomor 05/LP/PG/Prov/02.00/III/2018 atas nama pelapor Nurmahadi Darmawan. Yakni pada 2 Maret 2018 telah diterima laporan si pelapor atas dugaan penggunaan surat palsu oleh terlapor JR Saragih dalam pencalonan Pilgubsu.
Lalu pada 3 Maret dilakukan pembahasan pertama di Sentra Gakkumdu Sumut, dengan kesimpulan adanya dugaan tindak pidana menggunakan surat palsu berupa fotokopi legalisir ijazah JR Saragih seolah-olah sebagai surat yang sah dalam pencalonan Pilgubsu.
Dimana telah dikeluarkan tiga rekomendasi; harus dicari fotokopi ijazah legalisir yang digunakan saat Pilgubsu; harus dicari tanda tangan pembanding atas nama Sopan Adrianto; harus dimintakan hasil laboratorium forensik.
Setelah itu pada 5-7 Maret, Gakkumdu Sumut telah mengklarifikasi dan lakukan penyelidikan terhadap pelapor, saksi, terlapor, KPU Sumut dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Selanjutnya pada 7 Maret Gakkumdu Sumut juga sudah melakukan pembahasan kedua atas kasus dimaksud, dimana menyimpulkan telah memenuhi unsur tindak pidana pemilihan pasal 184 UU Nomor 1/2015 tentang penetapan PP pengganti UU No.1/2014 menjadi UU, sebagaimana telah dirubah dengan UU No.8/2015 tentang perubahan pertama dan terakhir dirubah dengan UU No.10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Wali Kota. Alhasil rekomendasinya laporan dugaan pelanggaran itu dapat ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.
Pada 8 Maret Gakkumdu Sumut menyerahkan laporan ini kepada Dirkrimum Polda Sumut dengan surat penerusan Nomor:0802/K.Bawaslu-Prov.SU/PM.06.01/03/2018. Pihak Polda Sumut pun lantas melakukan pemeriksaan atas pelimpahan dugaan kasus pelanggaran dari Gakkumdu itu.
Dimana sudah dilakukan pemeriksaan terhadap pelapor atas nama Nurmahadi Darmawan, saksi atas nama Lukman Manurung dan Setia Bina Jaya Hutajulu, KPU Sumut, dan terlapor atas nama JR Saragih (yang bersangkutan tidak hadir). (fir)
Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (kedua dari kanan) saat menggelar konferensi pers.
Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (kedua dari kanan) saat menggelar konferensi pers.
SUMUTPOS.CO – Hari Raya Idul Fitri biasanya digunakan umat muslim sebagai momentum untuk bersilaturahmi bersama keluarga dan handai tolan. Untuk melakukan hal ini, biasanya sebagian umat muslim yang bekerja di ibu kota akan mudik ke kampung halamannya.
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyebut, lebaran tahun ini dia akan berkumpul bersama keluarganya di Medan, Sumatera Utara. Selain itu, momentum lebaran juga akan dia habiskan berkumpul bersama teman-teman kecilnya.
“Ini sekarang sudah di Medan, keluarga besar saya juga akan berkumpul di Medan. Dulu selalu kembali ke Pematang Siantar, namun sejak ayah ibu saya sudah tiada, maka biasanya kami akan berkumpul di rumah kakak tertua saya di Medan,” ungkapnya, Selasa (12/6).
Usai berkumpul bersama keluarga besarnya, dia pun bersama-sama anak istrinya akan berziarah ke makam kedua orang tuanya.
“Namun seminggu setelah lebaran saya akan ziarah ke makam orang tua di Pematang Siantar sekalian bertemu teman-teman kecil saya,” jelasnya.
“Kalau anak-anak sih pasti pesta kembang api di malam lebaran, pasang lilin dan keliling kampung untuk takbiran,” imbuhnya.
Saat masa kecil ada hal unik di kampung kelahirannya saat lebaran tiba. Biasanya dia akan mencicipi kudapan makanan khas yang dimasak beramai-ramai antara warga etnis Jawa dan warga Batak.
“Itu kampung mayoritas orang Jawa di kota yang aslinya etnis Batak Simalungun. Jadi saya justru menikmati tradisi orang Jawa (istilahnya Jawa Deli atau Jawa perantauan yang dulu bekerja di perkebunan Belanda). Jadi makanan khas Jawa seperti dodol (jenang) dimasak beramai-ramai, juga penganan Jawa bercampung penganan Melayu atau Mandailing. Arak-arakan malam takbiran juga bercampur bahasa Jawa,” jelasnya.
Selain itu, dia juga rindu tradisi adu meriam bambu yang biasa dibuat oleh teman-teman sebayanya. Selain permainan, ada makanan yang selalu dinanti Taufan saat momen lebaran. Adapun makanan tersebut yakni lontong sayur khas Medan dengan daging rendang.
Lebih lanjut, dia juga rindu ‘angpao lebaran’ yang suka diberikan orang tua kepada anak-anak kecil saat momen lebaran. Menurut dia, dengan cara itu juga bisa berbagi dengan sesama.
“Kalau dulu malah diberikan kepada siapa saja anak-anak yang datang ke rumah kita. Kalau sekarang hanya untuk keluarga besar kita sendiri,” tukasnya. (ipp/JPC)
Para pemain Rusia merayakan gol ke gawang Arab Saudi pada laga pembuka Piala Dunia 2018.
MOSCOW, SUMUTPOS.CO – Rekor Tuan rumah Piala Dunia tak pernah kalah berhasil dipertahankan Rusia. Dalam laga pembuka World Cup edisi ke-21 di Stadion Luzhniki, Moscow, Kamis (14/6) malam WIB, Rusia mencukur Arab Saudi 5-0.
Rusia unggul 2-0 di babak pertama lewat Yuri Gazinskiy di menit ke-12. Ini sekaligus tercatat sebagai gol pertama di Piala Dunia 2018. Pemain produk akademi Real Madrid, Denis Cheryshev lalu menambah gol Rusia di menit ke-43.
Sbornaya, julukan Timnas Rusia, kemudian menambah gol lagi di babak kedua lewat Artem Dzyuba (’71), gol kedua Cheryshev (90+1) dan Aleksandr Golovin (90+4).
OptaJoe melansir, kemenangan ini membuat Rusia mencatat rekor tersendiri. Skor 5-0 adalah kemenangan terbesar kedua oleh tuan rumah di partai pertama Piala Dunia, setelah Italia menang 7-1 atas Amerika Serikat di Piala Dunia edisi ke-2 di Italia 1934.
Hasil ini membuat Rusia nyaman di puncak klasemen sementara Grup A dengan tiga poin dan agregat 5-0. Di matchday 2, Rusia akan meladeni Mesir, Rabu (20/6), sementara Arab Saudi berhadapan dengan Mesir. Uruguay dan Mesir sendiri akan bentrok, Jumat (15/6) pukul 19.00 WIB. (adk/jpnn)
Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com
BEREBUT: Warga berebut uang pecahan Rp 2 ribu yang ditaburkan seorang laki-laki misterius dari atas JPO, Kamis (14/6).
Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com BEREBUT: Warga berebut uang pecahan Rp 2 ribu yang ditaburkan seorang laki-laki misterius dari atas JPO, Kamis (14/6).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suasana di depan Masjid Raya Al Mashun, tepatnya di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan mendadak heboh, Kamis (14/6). Warga tiba-tiba berhamburan ke tengah jalan.
Usut punya usut, mereka hendak berebut uang kertas yang ditaburkan seseorang dari atas Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) sekitar pukul 17.50 WIB. Sontak, suasana menjadi riuh. Beberapa anak-anak pun nekat berlari ke tengah jalan untuk ikut rebutan dengan orang dewasa.
Beberapa pengemudi ojek online yang melintas pun tak ketinggalan ikut rebutan. Riuh suara warga yang meminta orang tersebut menaburkan uang lagi begitu jelas terdengar.
Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com Seorang bocah menunjukkan uang pecahan Rp2 ribu yang didapat dari hasil rebutan.
Kemacetan pun tak terelakkan. Sejumlah kendaraan yang melintas, langsung terhenti dengan aksi tabur uang itu. “Lagi-lagi, tabur lagi,” kata seseorang dari bawah jembatan.
Aksi saling rebut antar warga juga terjadi. Uang yang ditaburkan adalah pecahan Rp 2 ribu. Belum diketahui, apa motif dari si penabur uang tersebut.
Sayangnya, setelah menaburkan uang dalam jumlah banyak laki-laki berkaus hitam dari atas jembatan itu, langsung pergi meninggalkan lokasi. Dia hanya berjalan santai layaknya tidak terjadi apa apa.
Teguh, salah seorang saksi mata yang berada di lokasi juga kaget dengan aksi laki-laki berkepala plontos itu. Belum diketahui apa motif sebenarnya laki-laki itu menaburkan uang ke tengah jalan.
“Tadi pas kami lagi duduk-duduk, tiba tiba ada yang teriak, ada tabur uang. Langsung lompat lah kami ke bawah jembatan. Gak tau siapa yang tabur uang. Udah ramai ajah di jalan,” kata Teguh yang kebetulan sedang berada di dekat JPO.
Hingga kini belum diketahui siapa laki-laki misterius yang menaburkan uang itu. Aksi rebutan uang hanya berlangsung sekitar 15 menit. (pra/JPC)