Home Blog Page 6285

Sihar Siapkan Buka Puasa Bersama Djarot

Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus belanja sayur dan buah-buahan di Pasaraya MMTC di Jalan Pancing, Deliserdang, Kamis (7/6/2018) pagi.
Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus belanja sayur dan buah-buahan di Pasaraya MMTC di Jalan Pancing, Deliserdang, Kamis (7/6/2018) pagi.

 MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara Sihar Sitorus belanja sayur dan buah-buahan di Pasaraya MMTC di Jalan Pancing, Kabupaten Deliserdang, Kamis (7/6) pagi.

Saat menginjakkan kakinya di kompleks Pasaraya MMTC, aktivitas pedagang sudah padat. Para pedagang sibuk melayani pembeli. Becak barang pun berlalu lalang mengantarkan sayur-sayuran dan buah-buahan yang dipesan. “Wah, ramai kali di sini ya. Penuh lapak pedagangnya,” ujar Sihar saat turun dari mobil yang ditumpanginya.

Sihar pun mengelilingi komplek Pasaraya MMTC tersebut. Pasar yang ditata sesuai dengan kebutuhan itu, disusuri calon yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. Mulai lapak para pedagang sayur, buah-buahan, hingga warung kebutuhan dasar.

Dirinya membeli sayur-sayuran dan buah-buahan, hingga wadah minuman plastik. Itu semua dibeli untuk mempersiapkan mengundang Djarot Saiful Hidayat dan keluarga buka puasa bersama di kediamannya Jalan Abdullah Lubis. “Ini saya beli untuk Mas Djarot dan keluarga yang akan buka puasa di rumah,” jelasnya.

Soal kondisi pasar, pria murah senyum itu mengaku, penataan memang perlu dilakukan. Diperlukan penataan pasar yang modern. “Pasar-pasar seperti ini yang harus didorong dan tersebar di banyak tempat. Semua daerah saya kira, sudah seharusnya membangun pasar yang modern seperti ini,” pungkas Sihar.

Namun, saat berbelanja, kehebohan ini terjadi saat para pedagang sadar ternyata sosok yang menggenakan kaos berbelanja di pasar tersebut adalah Sihar. Ini dikatakan salah seorang pedagang, Masniar boru Manurung, yang baru sadar saat Sihar akan beranjak dari lapak dagangannya. Di lapak dagangan wanita berusia 50 tahun itu, Sihar membeli terong dan sawi. “Pertama saya tidak tahu. Biasa saja saya, macam layani pembeli lainnya. Saya lihat lama-lama, rupanya Pak Sihar,” aku Masniar.

Dalam hitungan detik pun Sihar menjadi pusat perhatian. Apalagi saat pedagang lainnya, Rasta boru Sitorus Pane berlari ke arah Sihar sambil berteriak Djoss. “Hidup Djoss. Aku pendukung Djoss, aku milih Djoss. Hidup Djoss,” teriak Rasta.

Bersalaman, tegur sapa, dan foto bersama pun menjadi pemandangan selanjutnya, dengan menjadikan pria murah senyum itu sebagai objek swafoto. Sihar melanjutkan belanjanya untuk mempersiapkan mengundang Djarot Saiful Hidayat dan keluarga untuk buka puasa bersama di kediamannya Jalan Abdullah Lubis.

“Saya belanja sayur dan buah-buahan yang masih segar. Hasil dari petani dari berbagai daerah, terutama dari hasil tani dari Tanah Karo. Belanjanya sudah siap untuk buka puasa bersama Mas Djarot dan keluarga. Saya siapkan masakan spesial untuk buka puasa dengan Mas Djarot nanti,” pungkas Sihar. (rel/azw)

 

 

 

 

 

Angkutan Surat Suara Terpaksa Gunakan Kapal

Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS TINJAU: Komisioner KPU Sumut Iskandar Zulkarnain didampingi Ketua KPU Langkat, Agus Arifin melakukan tinjauan surat suara Pilgubsu di gudang penyimpanan di GSG Manunggal Langkat Berseri, Kabupaten Langkat, Kamis (7/6).
Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
TINJAU: Komisioner KPU Sumut Iskandar Zulkarnain didampingi Ketua KPU Langkat, Agus Arifin melakukan tinjauan surat suara Pilgubsu di gudang penyimpanan di GSG Manunggal Langkat Berseri, Kabupaten Langkat, Kamis (7/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Langkat sudah memetakan tiga kecamatan yang paling sulit dijangkau untuk pendistribusian surat suara. Yakni di Kecamatan Pangkalansusu, Tanjungpura dan Gebang.

“Ya, tiga kecamatan tersebut yang sulit terjangkau sampai ke lokasi (tempat pemungutan suara) yakni harus menyebrang laut. Jadi untuk menuju lokasi atau TPS harus naik kapal atau sejenisnya. Untuk antisipasinya petugas kami mendahulukan distribusinya ke tiga kecamatan itu dibanding kecamatan lain,” ujar Ketua KPU Langkat, Agus Arifin didamping Komisioner Adlina Sarah kepada wartawan di kantornya Jalan Kartini, Kabupaten Langkat, Rabu (7/6).

Hal itu diungkapkan Agus Arifin dalam rangka presstour Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Unit KPU Sumut monitoring surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) pada 27 Juni 2018.

Dia menyebutkan, logistik surat suara Pilgubsu sudah sampai dan diterima pihaknya pada 4 Juni sekitar pukul 07.00 WIB. Di mana langsung diarahkan ke gudang penyimpanan di Gedung Serba Guna Manunggal Langkat Berseri. “Nah, mulai 6 sampai 8 Juni kita lakukan penyortiran dan pelipatan kertas suara,” katanya.

Adapun jumlah surat suara untuk Kabupaten Langkat sebanyak 693.887 lembar sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Langkat. “Ditambah surat suara cadangan 2,5 persen sehingga kebutuhan kita disini sebanyak 712.148 lembar ditambah 2000 lembar untuk pemilihan suara ulang,” terangnya seraya menyebut untuk pekerja yang melipat surat suara diberi upah Rp150 per lembar.

Kesempatan itu turut hadir Komisioner KPU Sumut Iskandar Zulkarnain beserta staf, ikut meninjau gudang penyimpanan surat suara. Dimana kondisinya sudah disegel dan dikunci yang dipegang pihak KPU, Panwaslih dan kepolisian Langkat.  “Yang rusak ada cuma kita belum rekap berapa jumlahnya. Disamping surat suara Pilgubsu juga sedang dalam perjalanan surat suara untuk Pilkada Langkat,” imbuh Aslinya Sarah.

Sementara itu, Iskandar Zulkarnain mengharapkan tidak ada kendala dalam hal pendistribusian surat suara Pilgubsu ke seluruh TPS di Kabupaten Langkat. “Insyaallah dalam minggu ini surat suara Pilgubsu sudah tiba di semua kabupaten/kota di Sumut. Dan lebih lanjut kita akan melihat sekaligus distribusi kotak suara ke TPS di Kabupaten Langkat ini,” katanya.

Djoss Dorong 20 Ribu Wanita Jadi Pengusaha

Calon wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus menyapa dan menyalami warga Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Rabu (6/6/2018).
Calon wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus menyapa dan menyalami warga Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Rabu (6/6/2018).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Pentingnya peran wanita dalam bagian kemajuan dan perkembangan suatu daerah, sepatutnya mendapat perhatian yang sama dengan kaum pria. Karena itu, selain lapangan kerja, perempuan didorong untuk menjadi pengusaha yang selaras dengan peluang tersebut.

Hal ini pula yang mendorong pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, agar wanita juga harus berani tampil menjadi bagian perubahan dan kemajuan Sumatera Utara.

Dorongan tersebut, dikatakan Sihar Sitorus, saat bertemu ratusan warga di Jalan Muhammad Harun Dusun V Desa Percut Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang, Rabu (6/6) sore.

Pertemuan yang diinisiasi relawan Djoss Pluralis itu, pria berkacamata itu menegaskan, program utama Paslon dengan tagline Semua Urusan Mudah dan Transparan itu, termasuk mendorong 20 ribu kaum wanita menjadi pengusaha.

“Kami akan dorong 20 ribu perempuan dalam satu tahun pengusaha kecil mikro menengah. Kita percaya, para perempuan yang menjadi bagian ujung tombak pembangunan Sumut,” ungkap Sihar.

Apalagi, kondisi sekarang, wanita juga berperan dalam keluarga yang turut serta membantu perekonomian. Ini sebagai bentuk kesetaraan. “Ini juga sebagai motivasi bagi kaum pria agar tak kalah dengan kaum wanita,” tutur pria tersebut.

Katanya, hal ini juga sebagai bentuk mengikis angka pengangguran di Sumut. Dengan dorongan 20 ribu kaum wanita menjadi pengusaha kecil mikro menengah, akan memberikan lapangan pekerjaan.

“Pengangguran di Sumut harus kita tekan. Agar anak-anak sebagai generasi penerus tidak terlibat ke narkoba. Solusinya harus disediakan lapangan pekerjaan. Dengan dorongan 20 ribu wanita ini, akan menyediakan lapangan pekerjaan,” pungkas Sihar. (bal/azw)

Edy: Habis Kompetisi, Mari Berpelukan Lagi

01-utama 2011
Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat bersilaturahmi dan buka bersama (bukber) insan pers, di kediamannya Jalan Karya Amal/Karya Bakti Medan, Rabu (6/6).

SUMUTPOS.CO – Peran media massa begitu besar dalam membawa sebuah perubahan bagi Provinsi Sumatera Utara. Bahkan, baik atau buruknya penilaian suatu daerah, disebut ada peran besar media massa di dalamnya.

Demikian disampaikan Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat bersilaturahmi dan buka bersama (bukber) insan pers, di kediamannya Jalan Karya Amal/Karya Bakti Medan, Rabu (6/6). “Sekarang mari kita renungi, kita di Sumut ini mau ngapain? Tentu kita orang Sumut pasti ingin membawa peradaban yang baik bagi Sumut. Maka dibutuhkan peran penting media untuk membangun peradaban tersebut,” kata Edy.

Menurutnya, media massa menjadi aktor penting bagi sebuah peradaban. Media massa mampu mengubah nasib suatu bangsa dari yang buruk menjadi baik atau bahkan sebaliknya. Baik-buruk sebuah peradaban, sebut Edy lagi, bahkan sering bergantung pada kualitas media massa.

“Kalau saya masuk penjara gara-gara media, saya akan ajak orang-orang di media ikut ke penjara,” guyon mantan Pangkostrad dan Pangdam I/BB itu.

“Jika saya terpilih menjadi gubernur pada Oktober nanti, saya janji pertemuan dan silaturahmi seperti ini setiap bulan akan saya buat,” imbuhnya.

Edy Rahmayadi, berpasangan dengan Musa Rajekshah di Pilgubsu pada kesempatan itu menyinggung tentang pemberitaan dirinya terserang stroke belakangan ini. Dia menyebut, penyebaran berita dan informasi tersebut sebagai sebagai perbuatan keji.

“Beda pilihan itu biasa di negara demokrasi. Tapi membuat berita saya stroke, itu benar-benar keji. Kita berkompetisi. Habis kompetisi, mari berpelukan lagi,” katanya.

Ia lantas mencontohkan soal isi pemberitaan yang berusaha memfitnah seseorang. Menurutnya, berkompetisi tidak perlu harus membuat berita fitnah. “Soal berita saya stroke, itu adalah fitnah yang keji. Ini pemberitaan yang mau menghancurkan peradaban Sumut. Nggak segitunya kali kalau berkompetisi,” ujarnya.

Tampak hadir Cawagubsu Musa Rajekshah (Ijeck), Ketua dan Sekretaris PWI Sumut Hermansyah dan Edward Tahir, sejumlah pimpinan media massa, komunitas jurnalis Medan dan relawan Eramas. Acara turut diisi kegiatan tausiyah, Salat Magrib dan Tarawih berjamaah. (prn)

 

Sihar: Jangan Mudah Tergiur Uang

Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus saat memaparkan program pasangan Djarot-Sihar dihadapan para relawan anak muda Sihar Kawan Kita di Jalan Sei Padang Medan, Rabu malam (6/6/2018).
Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus saat memaparkan program pasangan Djarot-Sihar dihadapan para relawan anak muda Sihar Kawan Kita di Jalan Sei Padang Medan, Rabu malam (6/6/2018).

SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara Sihar Sitorus mengajak warga tak tergiur dalam praktik money politik untuk memilih salah satu Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara. Ajakan itu disampaikan Sihar dalam kampanye damainya bersama relawan DJOSS Pluralis di Jalan Muhammad Harun, Dusun V, Desa Percut, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Rabu (6/6) sore.

“Jangan mau terima uang yang ditawarkan untuk memilih salah satu calon. Gunakan suara kita, gunakan hak kita yang baik dan benar untuk Sumatera Utara,” seru Sihar.

Seruan itu dikatakan Sihar, agar pada pesta demokrasi serentak, 27 Juni 2018 nanti mendapatkan pemimpin yang benar-benar menjalankan amanah dan wujudkan visi dan misi. Katanya, uang yang dijanjikan akan dirasakan warga dalam lima tahun ke depan. Dalam kesempatan tersebut, pendamping Cagub Sumut, Djarot Saiful Hidayat itu menyampaikan visi misi yang diusung.

Sihar menyebutkan, Kartu Sumut Sehat, Pintar dan Keluarga Sejahtera, yang menjadi andalan Paslon nomor urut dua itu, memberikan jaminan bagi masyarakat Sumut sebagai penentu untuk kemajuan Sumut mendatang. “Program ini pasti kalah besar dari uang yang akan diterima jika ada pihak yang memberikan untuk memilih calon yang diminta. Besarnya nilai ketiga kartu ini lebih besar dari apa pun yang ditawarkan. Jadi jangan mudah tergiur, jangan mau terima,” tegas pria murah senyum itu.

Sihar menegaskan, jika Kartu Sumut Sehat, Sumut Pintar dan Keluarga Sejahtera memberikan perlindungan bagi masyarakat Sumut pada ketiga sektor tersebut. Penghujung pertemuan, Sihar pun mengajak masyarakat untuk menggunakan hak suaranya menentukan pemimpin Sumatera Utara periode 2018-2023.

“Supaya ini bisa terealisasi, cek nama kita dalam daftar pemilih tetap. Mari kita rangkul saudara kita, dari mana pun dia, siapa pun dia, warna kulit putih, coklat, apa pun warnanya, apa pun model rambutnya. Kita rangkul semuanya. Kita ingin masyarakat Sumut sejahtera,” pungkasnya.

Kesiapan Fisik Angkutan Mudik Dicek

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERIKSA_Seorang petugas dinas perhubungan memeriksa kelayakan bus di Terminal Amplas Medan, Rabu (7/6) Jelang arus mudik lebaran 2018 dinas perhubungan memeriksa kelayakan bus yang akan mengangkut para pemudik, setelah di nyatakan layak maka bus tersebut akan di pasang stiker tanda kelayakan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERIKSA_Seorang petugas dinas perhubungan memeriksa kelayakan bus di Terminal Amplas Medan, Rabu (7/6) Jelang arus mudik lebaran 2018 dinas perhubungan memeriksa kelayakan bus yang akan mengangkut para pemudik, setelah di nyatakan layak maka bus tersebut akan di pasang stiker tanda kelayakan.

SUMUTPOS.CO – Untuk arus mudik jalur darat, Balai Pengelola Tranportasi Darat Provinsi Sumatera Utara bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan dan Satlantas Polrestabes Medan melakukan pemeriksaaan kelaikan atau kesiapan fisik kendaraan angkutan mudik, Kamis (7/6) sore. Pemeriksaan kendaraan dilakukan di Terminal Terpadu Amplas, Medan.

Kepala Balai Pengelola Tranportasi Darat Sumut, Sri Hardianto mengatakan, total bus AKAP yang digunakan untuk mudik lebaran tahun ini berjumlah 615 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 288 bus telah dilakukan pengecekan. Hasilnya, 97 persen atau 280 kendaraan layak digunakan untuk angkutan mudik. Sementara, 8 kendaraan tidak layak. “Sedangkan bus AKDP berjumlah 1.937 unit. Dari jumlah bus AKDP tersebut, yang sudah dilakukan pengecekan sebanyak 639 unit dan hasilnya 8 unit tidak layak,” ungkap Sri Hardianto.

Menurutnya, bagi kendaraan yang tidak layak dari hasil pengecekan, maka diharuskan memperbaiki kondisinya. Apabila sudah diperbaiki dan dicek kembali telah layak, tentu diperbolehkan mengangkut penumpang mudik atau diberangkatkan. “Pengecekan kesiapan fisik armada angkutan mudik ini terus dilakukan sampai H+8 lebaran. Sejauh ini total kendaraan yang sudah dicek sekitar 36 persen. Sisanya menyusul secara bertahap untuk dilakukan pengecekan,” ujar Sri Hardianto.

Dikatakannya, pemeriksaan kelaikan kendaraan sudah rutin dilakukan di dua terminal tipe A lainnya yang di Sumut yakni Terminal Tarutung dan Terminal Tanjung Pinggir Siantar. Pemeriksaan dilakukan selama 24 jam karena pengelolaannya sudah diserahkan ke kementerian. Sementara, Terminal Terpadu Amplas masih belum diserahkan Pemko Medan. Oleh karenanya, pemeriksaaan dilakukan bersama-sama.

Kepala Dishub Kota Medan Renward Parapat mengaku, pihaknya mulai dari pagi telah melakukan pengecekan fisik kendaraan yang digunakan sebagai angkutan mudik. Pengecekan dilakukan terhadap angkutan mudik di Terminal Pinang Baris dan Terpadu Amplas.

Pengecekan fisik tersebut dilakukan secara detail, mulai dari lampu, klakson, persneling, rem, gas, stir, ban dan lainnya. Bahkan petugas juga langsung mencoba sendiri angkutan mudik apakah benar-benar layak digunakan atau tidak. “Apabila dalam pengecekan fisik ditemui kondisi yang tidak layak, bus yang digunakan untuk mengangkut penumpang mudik harus diganti. Kalau tidak diganti dengan kendaraan yang layak, maka tidak diperbolehkan jalan atau beroperasi,” kata Renward.

4 Maskapai Ajukan 15 Extra Flight

Penumpang antri check in di Bandara Kualanamu, Medan.
Penumpang antri check in di Bandara Kualanamu, Medan.

SUMUTPOS.CO – Menghadapi arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, empat maskapai mengajukan penambahan hingga 15 extra flight (penerbangan tambahan). Pengajuan extra flight itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang  saat arus mudik, yang puncaknya diperkirakan terjadi pada Minggu (10/6) lusa.

PT Angkasa Pura II mencatat ada empat maskapai yang mengajukan penambahan jadwal penerbangan untuk trasportasi selama Lebaran 2018, dari Bandara Internasional Kualanamu. Executive General Manager Angkasa Pura 2 Bandara Kualanamu, Arif Darmawan di Medan, Kamis (7/6) mengatakan, empat maskapai yang telah mengajukan extra flight itu adalah Malaysia Airline,  Sriwijaya Air, Malindo Air, dan Garuda Indonesia.

Menjelang arus mudik Lebaran 2018, pihaknya mencatat peningkatan jumlah penumpang di Bandara Kualanamu. Peningkatan berkisar 8 persen, namun bisa melonjak hingga 14 persen pada hari-hari tertentu. Dari sejumlah maskapai yang beroperasi dari KNIA, baru empat maskapai yang mengajukan extra flight selama transportasi Lebaran. “Rata-rata, setiap maskapai mengajukan extra flight 4-5 penerbangan,” katanya.

Biasanya dalam waktu tertentu, maskapai penerbangan tersebut akan mengajukan kembali penambahan jadwal penerbangan, jika jumlah penumpang semakin banyak. “Biasanya lonjakan penumpang naik drastis pada H-2 dan H-3 Lebaran,” ujar Arif Darmawan.

Dengan adanya lonjakan jumlah penumpang, AP 2 mengakui terjadi kenaikan harga tiket pesawat. Bahkan ada yang melonjak hingga 100 persen dibandingkan harga biasa. “Yang pasti kenaikannya masih dalam batas atas yang diizinkan regulasi. Karena ini `peak season`, dan kita biasa alami batas bawah. Jadi  seolah-olah mengalami lonjakan luar biasa,” kata Arif.

Manager Humas Bandara Kualanamu Internasional, Wisnu Budi Setyanto, membenarkan, ada empat maskapai yang mengajukan penambahan jadwal penerbangan. Maskapai yang mengajukan permohonan dan dikabulkan oleh Kementerian Perhubungan Udara adalah Malaysia Airlines yang menambah 1 kali penerbangan, dengan rute Kuala Lumpur-Kualanamu Internasional mulai tanggal 13-15 Juni 2018.

Sriwijaya Air menambah penerbangan ke Bandara Soekarno Hatta mulai tanggal 7-30 Juni 2018, sedangkan maskapai Garuda Airline menambah penerbangan dari Kualanamu Internasional-Soekarno Hatta mulai tanggal 11-23 Juni 2018 dan Malindo Air menambah penerbangan ke Kualanamu Internasional-Soekarno Hatta mulai tanggal 11-26 Juni 2018. Sehingga total extra flight untuk ke 4 maskapai selama libur Lebaran berjumlah 96 flight.

KPU dan Bawaslu Tak Ikut Libur

Sekretaris KPU Sumut, Abdul Rajab.
Sekretaris KPU Sumut, Abdul Rajab.

MEDAN , SUMUTPOS.CO – Pemerintah telah menetapkan cuti bersama Hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah mulai 11 hingga 20 Juni 2018. Namun cuti bersama itu tidak berlaku bagi

Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (BAwaslu) Sumut. Mereka tidak ikut libur dan cuti bersama Lebaran, karena rutinitas di kedua instansi tersebut sangat padat hingga hari H pencoblosan Pilkada serentak, 27 Juni mendatang.

Sekretaris KPU Sumut Abdul Rajab mengatakan, instruksi tidak ada libur selama Lebaran ini berdasarkan surat edaran yang disampaikan KPU RI. “Ini berlaku untuk seluruh KPU di Indonesia,” katanya kepada Sumut Pos, Kamis (7/6).

Meski demikian, dijelaskan dia, pihaknya sudah mengatur jadwal kerja pegawai dan honor selama dua hari waktu Lebaran nanti melalui sistem piket. Hal itu bertujuan agar pegawai dan staf yang beragama Islam tetap bisa menjalankan Salat Idul Fitri dan bersilaturahmi dengan sanak keluarga. “Artinya kantor kita tetap buka untuk memberi pelayanan dan ada pegawai yang bekerja seperti biasa,” ujarnya.

Dia menyebutkan, saat ini ada sebanyak 35 ASN yang bertugas di KPU Sumut. Jika ditambah dengan tenaga honor, jumlahnya tidak sampai seratus orang. “Jadi memang kita tidak ada libur di Lebaran tahun ini. Namanya tugas kita melayani ditambah momennya juga bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, ya kita jalani sajalah,” katanya.

Kondisi serupa juga dirasakan jajaran Bawaslu Sumut. “Ya, kita tidak ada libur. Kantor tetap buka seperti biasa,” ujar Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan. Pihaknya juga mengatur jam piket secara aplusan bagi pegawai untuk bekerja setiap harinya. Sehingga tidak ada kekosongan petugas yang bekerja untuk melayani setiap laporan ataupun aduan dari masyarakat selama tahapan Pilgubsu berlangsung.

H-2 Libur, THR Pemprovsu Belum Cair

MEDAN, SUMUTPOS.CO – H minus 2 liburan atau H minus 8 Lebaran, Kamis (7/6), Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut masih menunggu Tunjangan Hari Raya (THR). Padahal hari ini, Jumat (8/6), adalah hari terakhir mereka bekerja sebelum cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprovsu, Raja Indra Saleh mengatakan, THR bagi ASN di lingkungan Pemprovsu sedang dalam proses pencairan. Proses pengajuan surat perintah membayar (SPM)  masih bisa dilakukan sampai Jumat (8/6).

“Sekarang ini masih diproses semua (pencairan THR). Semakin cepat diusulkan SPM-nya, semakin cepat dicairkan,” kata Indra kepada Sumut Pos, Kamis (7/6).

Namun ia tidak mengetahui sudah berapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengajukan SPM untuk pencairan THR tersebut. “Coba nanti saya pastikan lagi di bagian perbendaharaan ya,” katanya.

Raja Indra juga tak menampik jika keterlambatan pengajuan SPM oleh OPD dilakukan setelah 8 Juni, maka bukan tidak mungkin pencairan terealisasi di atas tanggal tersebut. “Begitupun nanti saya cek lagi di perbendaharaan ya,” pungkasnya.

Pengamat Anggaran Elfenda Ananda berharap, Pemprovsu jangan sampai mencairkan THR untuk ASN  setelah Lebaran. Hal itu dikarenakan THR merupakan bentuk apresiasi atas hak ASN jelang Hari Raya Idul Fitri. “Apalagi kan setiap tahun sudah dianggarkan di APBD. Jadi saya pikir tidak alasan untuk lama-lama diberikan,” katanya.

Menurut dia, peran OPD tidak terlepas dalam hal mempercepat pencairan THR ini. Karena kalau tidak diusulkan SPM oleh OPD maka bagian keuangan juga tidak bisa memproses pencariannya.

Sementara Pengamat Politik dan Pemerintahan UMSU Rio Affandi Siregar menyebutkan, jika THR tersebut cair hari ini, jangan sampai mengganggu kinerja mereka. “Walaupun pencairannya dekat dengan cuti bersama, tapi perlu diingat bahwa setelah cairnya THR itu, jangan nanti banyak yang bolos, alasan mau belanja dan sebagainya,” kata Rio kepada Sumut Pos, Kamis (7/6).

Karena itu, dia berharap seluruh kepala OPD dan Sekda agar melakukan pengawasan sehingga pelayanan dan proses administrasi bisa berjalan sebagaimana mestinya. “Jangan sampai pelayanan publik misalnya, jadi terganggu karena alasan mau persiapan libur lebaran. Walaupun hari terakhir, namanya masih dalam masa kerja, kita berharap alasan itu tak ada lagi,” katanya.

Dengan panjangnya masa cuti lebaran ini, dirinya juga berharap pimpinan yang ada di lingkungan pemerintahan, agar lebih mengedepankan pengawasan ketat terhadap kinerja bawahannya. Sehingga anggapan masyarakat yang miring terhadap pelayanan ASN selama ini bisa dihilangkan.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sumut  Nurhajizah Marpaung mengatakan, THR pasti akan diberikan kepada para ASN khususnya yang berada di lingkungan Pemprovsu. Akan tetapi, diwajibkan terlebih dahulu apel bersama sebelum libur lebaran. Bahkan, kalau memungkinkan ada acara buka puasa bersama guna mempererat jalinan silaturahmi.

“Bisa saja kita cairkan sekarang, tapi kita khawatirnya mereka pulang kampung (pulkam) dan tidak ikut apel bersama. Makanya, ketika apel bersama disitu THR dicairkan ke rekening ASN masing-masing,” kata Nurhajizah saat diwawancarai ketika berada di Hotel JW Marriot guna mendampingi mantan Presiden SBY, Rabu (6/6).

Dia mengaku, isu yang berkembang terkait persoalan dana THR yang tak mencukupi di kas daerah merupakan hal yang tidak benar. Sebab, dana APBD saat ini masih mencukupi. “Dananya ada kok di kas daerah dan mencukupi, sekalipun yang dibayarkan berbeda dengan tahun lalu. Sebab, THR tahun ini bukan hanya gaji pokok saja melainkan mencakup tunjangan,” sebutnya.

Diketahui, Pemprovsu sediakan anggaran sebesar Rp 129,890 miliar untuk membayar THR dan gaji ke-13 tahun ini. Untuk pembayaran THR dilakukan hingga akhir minggu ini, Jumat (8/6), sedangkan gaji ke-13 dialokasikan pada minggu pertama Juli 2018.

Tiga Ekor Buaya Berkeliaran di Sungai Deli

Foto: Gusman/Sumut Pos Penampakan buaya di Sungai Deli. Warga berdatangan memantau keberadaan buaya di Sungai Deli, Kamis (7/6).
Foto: Gusman/Sumut Pos
Penampakan buaya di Sungai Deli. Warga berdatangan memantau keberadaan buaya di Sungai Deli, Kamis (7/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun heboh plus resah. Dua hari terakhir, tiga ekor buaya berkeliaran di Sungai Deli. Warga belum tahu dari mana datangnya ketiga ekor buaya.

Seorang warga di Jalan Bahagia, Gang Usaha II, Sukaraja, Medan Maimun, Wage (45) mengatakan, ketiga buaya yang diperkirakan memiliki panjang 2 meter per ekor tersebut, mulai terlihat pada Rabu (6/6), sedang berjemur di pinggir sungai. “Semalam warga di sini heboh melihat buaya. Kami coba menangkap, tapi buayanya lari,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, Kamis (7/6).

Selain mencoba menangkapnya, ada warga yang coba menembak buaya tersebut dengan senapan angin. “Kena tubuhnya. Tapi si buaya langsung masuk ke air dan tidak terlihat lagi,” katanya.

Ferry (30) warga setempat menuturkan, penampakan buaya tersebut membuat warga cemas dan takut turun ke sungai. “Awalnya kami kira biawak. Tapi saat diperhatikan, ternyata buaya,” katanya.

Menurut Ferry, penampakan buaya baru pertama kali terjadi di bantaran Sungai Deli. Karena itu, warga berharap pihak berwenang segera menangkapnya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Sudah puluhan tahun saya tinggal di sini, baru ini ada buaya,” tandasnya.

Informasi penemuan buaya di tepian sungai Deli itu membuat Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut turun ke Sungai Deli di Gang Usaha II Lingkungan IV Kelurahan Sukaraja Kecamatan Medan Maimun. Namun saat petugas turun, ketiga buaya itu justru tidak menampakkan diri.